You are on page 1of 16

MAKALAH

MATA KULIAH TOKSIKOLOGI DAN HYGIENE

“EFEK TIMBAL (Pb) TERHADAP KESEHATAN”

Disusun oleh:

1. Ambar Ratna Puspita 2. Arinda Shinta S.P. 3. Iin Zunairah 4. Martin luther Meha 5. Citra Dewi Anggraini 6. Agnes Ngura 7. Elda Rio Septina 8. R.M Fahrisal Sidqi 9. Miftachul Arif

105080313111003 105080313111028 105080313111021 105080313111014 105080307111003 105080313111020 105080313111001 105080301111048 105080313111002

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

Unsur logam berat adalah unsur yang mempunyai densitas lebih dari 5 gr/cm3. Hal ini karena kurangnya atau tidak memadainya fasilitas atau peralatan untuk menangani dan mengelola limbah tersebut. Salah satu logam berat yang tergolong berbahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia yaitu timbal (Pb). Sudah banyak kasus-kasus terjadinya cemaran logam berat pada wilayah perairan dan bahan pangan. Rekomendasi dari WHO. hemetologic. Dampak tersebut dapat berupa dampak positif maupun negatif.1. yaitu dengan meningkatnya pendapatan masyarakat. hemetotoxic dan mempengaruhi kerja ginjal. Timbal merupakan logam berat yang sangat beracun. akumulasi timbal pada juvenile ikan . Peningkatan kadar logam berat di dalam perairan akan diikuti oleh peningkatan kadar zat tersebut dalam organisme air seperti kerang. distribusi logam berat Pb. Mobilitas timbal di tanah dan tumbuhan cenderung lambat dengan kadar normalnya pada tumbuhan berkisar 0. pencemaran logam berat (Hg. seperti kasus kematian missal ikan-ikan di teluk Jakarta. Pembangunan yang pesat dibidang ekonomi disatu sisi akan meningkatkan kualitas hidup manusia. Salah satu dampak negatif akibat aktivitas manusia adalah turunnya kualitas lingkungan hidup. Salah satu pencemaran pada badan air adalah masuknya logam berat. logam berat Pb dapat ditoleransi dalam seminggu dengan takaran 50mg/kg berat badan untuk dewasa dan 25 mg/kg berat badan untuk bayi dan anak-anak.1 Latar Belakang Aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan kadang menghasilkan dampak terhadap lingkungan. dapat dideteksi secara praktis pada seluruh benda mati di lingkungan dan seluruh sistem biologis. rumput laut dan biota laut lainnya. Sumber utama timbal adalah makanan dan minuman. tetapi di sisi lain akan berakibat pada penurunan kesehatan akibat adanya pencemaran yang berasal dari limbah industri dan rumah tangga. Komponen ini beracun terhadap seluruh aspek kehidupan. Timbal menunjukkan beracun pada sistem saraf..5-3 ppm (Widaningrum et al. PENDAHULUAN 1. Pb dan Cd) di dalam sayuran dan air minum di Denpasar. Pemanfatan organisme ini sebagai bahan makanan akan membahayakan kesehatan manusia. 2007). Cu dan Zn pada sedimen di perairan telaga tujuh karimun kepulauan Riau.

Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi toksisitas timbal .Bagaimana mekanisme biotransformasi timbal dalam tubuh manusia? .Bagaimana proses absorbsi timbal dalam tubuh manusia? . 1.Apakah yang dimaksud dengan logam berat dan timbal serta bagaimana ciriciri umumnya? . adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain: .Mengetahui tempat kerja timbal dalam tubuh manusia dan enzim yang berperan .Mengetahui proses absorbsi timbal .Bagaimana tempat kerja timbal dan enzim apa yang berperan? .Mengetahui proses biotransformasi timbal .Mengetahui mengenai logam berat.Mengetahui tentang indikator biologis pencemaran logam berat .3 Tujuan .Apa saja faktor yang mempengaruhi toksisitas dari timbal? .Apa saja yang menjadi indikator biologis pencemaran timbal di perairan? . terutama timbal yang banyak mencemari perairan dan bahan pangan lain.Bagaimana dengan penimbunan timbal (deposit organ) dalam tubuh dan bagaimana efek timbal untuk kesehatan manusia? 1.mujair di kali Surabaya dan akumulasi timbal pada ikan bandeng di Tambak Kecamatan Gresik. Dari kasus-kasus pencemaran logam pada bahan yang tidak sedikit ini. terutama timbale serta ciri-ciri umumnya .Mengetahui tentang penimbunan timbal (deposit organ) dalam tubuh dan mengetahui efek timbale untuk kesehatan manusia .2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan. maka diperlukan pemahaman mengenai logam berat dan efeknya terhadap kesehatan.

PEMBAHASAN 2. Timbal adalah logam lunak kebiruan atau kelabu keperakan yang lazim terdapat dalam kandungan endapan sulfit yang tercampur mineral-mineral lain terutama seng dan tembaga. antara lain Cd. menumpuk dan tidak dapat dimetabolisme dan merupakan senyawa yang tidak mudah diuraikan dalam lingkungan. Kadmium (Cd).61 K (327. 621.46 °C.77 kJ/mol Kalor penguapan 179. sehingga dapat dipotong dengan menggunakan pisau atau dengan tangan dan dapat di bentuk dengan mudah . Jumlah timbal yang terdapat diseluruh lapisan bumi hanyalah 0.650 J/(mol·K) Penyebaran logam timbal di bumi sangat sedikit. Sifat-sifat khusus logam timbal.1 Ciri Umum Timbal (Pb) Logam berat adalah unsur logam yang mempunyai massa jenis lebih besar dari 5 g/cm3. Hg. dan Ni. Timbal (Pb).34 g/cm³ Massa jenis cair pada titik lebur 10. Merkuri (Hg) yang merupakan racun kumulatif. Adapun ciri-ciri fisik timbal adalah sebagai berikut:        Fase padat Massa jenis (sekitar suhu kamar) 11.66 g/cm³ Titik lebur 600. manusia dan makanan. Selain dalam bentuk logam murni. Beberapa logam berat diantaranya Arsen (As). Zn.5 kJ/mol Kapasitas kalor (25 °C) 26.43 °F) Titik didih 2022 K (1749 °C. 3180 °F) Kalor peleburan 4. Logam ini terakumulasi dalam rantai makanan melalui penyerapan di tingkat produsen primer kemudian melalui konsumsi di tingkat konsumen. 2001).0002 % dari jumlah seluruh kerak bumi. Semua bentuk timbal (Pb) tersebut berpengaruh sama terhadap toksisitas pada manusia (Darmono. yaitu : a) Merupakan logam yang lunak. Logam berat ini bersifat kuat. Logam berat digolongkan dalam kategori pencemar lingkungan karena menyebabkan efek beracun pada tanaman. Hg. 1999). dan Pb dinamakan sebagai logam non esensial dan pada tingkat tertentu menjadi logam beracun bagi makhluk hidup (Subowo dkk. timbal dapat ditemukan dalam bentuk senyawa inorganik dan organik. Pb. Logam berat Cd.2.

timbal sulfide. 1982 dalam Irmawan. Untuk mengetahui tingkat pencemaran di suatu daerah dapat di gunakan bioindikator berupa organisme tertentu yang khas. yaitu keracunan akut.2 Indikator Biologis Secara biologis..00. 2010).52. maka bahan pencemar akan merusak sistem jaringan dalam tubuh alga yang dapat mengakibatka efek lethal dan sub lethal. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK. Nilai ambang toksisitas timbal (total limit values atau TLV) adalah 0. (Djuangsih.50C e) Merupakan penghantar listrik yang tidak baik. Garamnya yang beracun adalah timbal karbonat (timbal putih). Timbal (Plumbum) beracun baik dalam bentuk logam maupun garamnya.b) Merupakan logam yang tahan terhadap peristiwa korosi atau karat sehingga logam Pb dapat digunakan sebagai bahan coating c) Mempunyai kerapatan yang lebih besar dibandingkan dengan logamlogam biasa kecuali emas dan merkuri d) Mempunyai titik lebur yang rendah 327. timbal tetraoksida (timbal merah).5 mg/kg. timbal monoksida. Di dalam air bioindikator yang dapat di gunakan ikan . jika melampaui batas tertentu.5 ppm atau mg/kg. 2. yang dapat mengakumulasi bahan-bahan pencemar yang ada. Ada beberapa bentuk keracunan timbal.1. timbale asetat (merupakan penyebab keracunan yang paling sering terjadi).06. Menurut SNI (2009) bahwa batas maksimum kandungan logam berat timbal (Pb) pada buah dan sayur serta hasil olahnya adalah 0. Makroalga mempunyai ambang batas kemampuan dalam mengakumulasi bahan pencemaran khususnya logam berat. sehingga dapat mewakili keadaan di dalam lingkungan hidupnya. dkk.4011 tentang penetapan batas maksimum cemaran mikroba dan kimia dalam makanan yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2009 juga menyatakan bahwa batas maksimum kandungan logam berat timbal (Pb) dalam buah olahan dan sayur olahan adalah 0. Konsentrasi timbal yang tinggi (100-1000 mg/kg) akan mengakibatkan pengaruh toksik pada proses fotosintesis dan pertumbuhan. deteksi efek pencemaran di dalam perairan dapat dilakukan dengan menggunakan organisme laut yang diduga merupakan pengakumulasi logam berat ataupun polutan lainnya. subakut dan kronis.2 miligram/m3.

Misalnya merokok dan minum minuan keras) . yaitu hati dan ginjal. Jenis ikan yang dipilih adalah jenis ikan yang sering dikonsumsi oleh manusia.. antara lain: bentuk senyawa dari logam berat itu. ukuran partikel dan beberapa sifat kimia dan fisika lainnya. Dinyatakan pula defisiensi Fe dan Pb akan menyebabkan kadaar gangguan pada ekskresi lunak Pb dari tulang. udang dan hewan beruas lainnya) dan beberapa jenis biota lainnya. dan bila tubuh kekurangan Ca dan Fe. sehingga organ-organ ini harus selalu dimonitor untuk mengetahui derajat keracunan terhadap logam berat (Hammond. 2010). sehingga meningkatnya jaringan dan juga menyebabkan hemotoksisitas. ras. Kurang gizi akan meningkatkan kadar Pb yang bebas dalam darah. kehamilan dan umur. Tetapi. khususnya Pb adalah nutrisi. 1979 dalam Darmono 1983). Hal ini disebabkan Pb dapat menghambat kerja enzim yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin (Dewi dan Saeni. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi aktivitas keracunan setiap jenis logam berat. penyerapan Pb akan meningkat. Faktor yang mempengaruhi toksisitas bahan kimia pada manusia adalah: a.crustacea (kepiting. kesehatan.3 Faktor yang Mempengaruhi Toksisitas Timbal Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kerentanan tubuh terhadap logam berat. Dalam beberapa kasus. Sifat kimia c. Kadar Ca dan Fe yang tinggi dalam makanan akan menurunkan penyerapan Pb. faktor genetic dan kebiasaan lain. 2. status gizi. Salah satu bioindikator yang sering digunakan dalam monitoring ekosistem perairan terkait kandungan logam berat di dalam tubuhnya serta resiko bagi manusia sebagai salah satu konsumen utamanya adalah ikan mujair (Oreochromis mossambicus) (Febryanto et al. Keberadaan logam berat melalui proses bioakumulasi dan biomagnifikasi melalui aliran makanan dapat dideteksi dengan menggunakan ikan sebagai bioindikator. daya kelarutannya dalam cairan. Cara masuk kedalam tubuh d. Sifat fisik b. Faktor individu (usia. logam berat biasanya menyerang jaringan syaraf atau menghambat aktivitas enzimatik melalui reaksi biokimia. jenis kelamin. lebih sering logam berat ini merusak organ-organ detoksikasi dan ekskresi. 2010).

Hal ini terjadi karena adanya tanda . Berikut ini salah satu mekanisme intake manusia terhadap logam berat termasuk Timbal/Timah hitam (Pb): . serta protoforvirin IX menjadi Hb. dengan cara menghambat enzim delta aminolevulinik acid dehidratase (delta ALAD) dan feroketalase yang akhirnya meningkatkan ekskresi koproporfirin dalam urin dan delta ALA serta mensintesis Hb. Hal ini menyebabkan anemia dan adanya basofilik stipling dari eritrosit yang merupakan cirri khas keracunan timbale. 2008). Basofilik stipling reteni dari DNA ribosoma dalam sitoplasma eritrosit sehingga mengganggu sintesis protein. 1995). Kompensasi penurunan sintesis Hb karena terhambat timbal adalah peningkatan produksi erithrofoesis. tetapi dapat juga melalui pernafasan atau kulit dari udara yang terdcemar timbal. Semua bahan pangan mengandung timbal dalam konsentasi yang kecil dan dalam proses mempersiapkan makanan mungkin timbal akan bertambah (Fardiaz. sebagian besar timbal diserap dalam bentuk ikatan dengan eritrosit. 2.2. Ditemukannya sel stipel basofil (basophilic stipping) merupakan gejala dari adanya gangguan metabolik dari pembentukan Hb.5 Absorbsi Timbal dalam Tubuh Timbal masuk ke dalam tubuh terutama melalui saluran pencernaan dari makanan dan minuman. Sel darah merah gagal untuk menjadi dewasa dan sel tersebut menyisakan organel yang biasanya menghilang pada proses kedewasaan sel. salah satu diantaranya adalah menghambat sintesis Hb dalam sumsum tulang.4 Tempat Kerja Didalam aliran darah.tanda keracunan Pb. Timbal menghambat enzim sulfidril untuk mengikat delta-amnolevulinik acid (ALA) menjadi porprobilinogen. Timbal mengganggu sistem sintesis Hb dengan cara menghambat konversi delta aminolevulinik acid (delta ALAD) menjadi forfobilinogen dan menghambat korporasi dari Fe ke protoporfirin IX untuk membentuk Hb. Sel darah merah muda (retikulosit) dan sel stipel kemudian dibebaskan. Timbale dapat mengganggu enzim oksidase dan akibatnya menghambat sistem metabolism sel. akhirnya poliribosoma ireguler pada agregat RNA membentuk sel stipel (Sudarwin.

Paparan inhalasi umumnya terjadi pada kawasan industri. Partikel yang diabsorbsi secara inhalasi dengan ukuran <0. pengelasan dan pembakaran potongan logam yang permukaannya dilapisi cat yang berbahan dasar timbal menyebabkan intoksikasi timbal simptomatik dalam satu hari sampai beberapa minggu. Keracunan zat – zat kimia melaui saluran pernafasan (inhalasi) adalah yang terpenting dan yang saling sering terjadi . terutama pada anak-anak yang mengabsorbsi 45-50% timbal larut dibandingkan pada orang dewasa yang hanya sekitar 10-15%.5 1>2500 mcg/m3) ditemui selama peledakan. OSHA menyatakan level paparan yang diizinkan (PEL) untuk debu atau asap timbal inorganik adalah 50 mcg/m3 selama 8 jam. Paparan pada daerah non-industri terjadi terutama melalui pencernaan. Level yang berbahaya bagi kesehatan dan mengancam jiwa (IDHL) adalah 100 mg/m3. Absorsbi zat– zat kimia oleh tubuh dapat melalui saluran pernapasan. Partikel yang mudah larut menyebabkan absorbsi di paru berlangsung cepat dan luas.Penyerapan Timbal dapat melalui inhalasi debu timbal atau benda berbahan timbal lainnya. saluran pencernaan dan kulit.

Sedangkan gas tidak mudah larut dalam air akan mengadakan iritasi pada saluran pernafasan bagian bawah. uap – uap dan mist (kabut) setelah diserap oleh paru – paru akan masuk kedalam aliran darah dan kemudian didistribusikan ke bagian – bagian / organ –organ tubuh lainnya. Absorbsi Melaui Saluran Pencernaan Adapun proses biotransformasi dengan jalur pencernaan adalah dipengaruhi oleh faktor dibawah ini :    Pengosongan lambung mampu mengurangi absorbsi senyawa kimia Peristaltik usus yang meningkat akan menghambat absorbsi zat kimia melalui usus Getah lambung dan pankreas mampu menghidrolisis dan mereduksi zat – zat kimia berbahaya. uap-uap dan mists yang mudah larut dalam lemak dapat diserap melalui kapiler – kapiler pembuluh darah yang terdapat disekitar alveoli dan selanjutnya zat – zat tersebut dari aliran darah akan menuju ke binding sites yakni jaringan lemak (Fat Depots) yang mempunyai afinitas khusus terhadap gas-gas. yang terjadi adalah karena absorbsi saluran pernafasan lebih baik daripada absorsi saluran pencernaan.ditempat – tempat kerja. Gas – gas. Absorbsi Zat Kimia Melalui Kulit Apabila terjadi kontak dengan bahan kimia yang banyak terjadi adalah:  Kulit (lemak dan keringat) berfungsi sebagai barier . Gas – gas iritan yang mudah larut dalam airakan menyebabkan iritasi ini dapat timbul segera setelah inhalasi gas – gas tersebut. dan iritasi biasanya timbul beberapa jam setelah pemaparan (peradangan paru yang akut dan sembab paru). uap-uap atau mists tersebut.zat kimia yang terhirup dan menyebabkan keracunan dapat digolongkan menjadi kelompok gas. uap dan mist. Absorbsi Melalui Saluran Pernafasan. dan [proses detoksikan menyebabkan absorbsi zat – zat kimia kimia ke dalam darah menjadi kurang efisien dan selektif  Makanan dan cairan yang terdapat dalam saluran pencernaan dapat mengencerkan toksin dan membentuk kompleks zat kimia yang mudah larut air c. b. serta zat padat. a. Gas – gas. Zat.

Kadmium (Cd). dalam penyepuhan. batrei. seperti sulfihidril (-SH) dan disulfida (-S-S) (Petruci. konvulsi dan diarrhea. Racun timah hitam ini biasanya mempengaruhi sistem syaraf. ginjal dan . anoreksia.manusia) atau lewat rantai pangan panjang (tanaman – hewanmanusia) yang disebut pencemaran dakhil (Notohadiprawira. Timbal disebut juga sebagai timah hitam. 1981). yang kemudian berakhir dengan kematian (Bartic dan Piskoc. cat (sebagai warnanya). sehingga hewan akan mengalami sakit perut (kolik) yang hebat. Keracunan timah hitam sering terjadi pada hewan ruminansia yang merumput di daerah tercemar (Humphreys. Batas toksik dan anjuran/batas aman “intake” logam berat Arsen (As). kebutaan. dan yang paling banyak ditambahkan pada bensin. anemia. Gugus ini banyak terdapat dalam enzim. 1995).6 Proses Biotransformasi Logam Berat (Pb) Logam berat masuk ke tubuh manusia melewati rantai pangan pendek (hewan . pembentuk darah. logam berat dapat menghambat kerja enzim tertentu. banyak digunakan dalam industri kabel. 1992). Disamping melalui mulut dari makanan dan minuman.   Zat kimia akan bereaksi dengan permukaan kulit dan menyebabkan iritasi primer (asam dan basa kuat serts pelarut organik). Laidler (1991) menyatakan di dalam bensin timbal ditambahkan dalam bentuk timbal tetra etil (TEL) dengan rumus molekul (C2H5)4-Pb atau dalam bentuk timbal tetra metil dengan rumus molekul (CH3)4-Pb. sehingga dengan terkaitnya logam berat pada gugus ini. Timbal/lead (Pb) dan Zink (Zn) dalam tubuh manusia adalah sebagai berikut: 2. Adanya kontaminasi timbal dalam tubuh dapat . 1980). Logam berat mempunyai afinitas yang tinggi terhadap senyawa – senyawa sulfida. unsur logam berat juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan dan kulit. dalam pestisida. Zat kimia akan menembus kulit dan menyebabkan sensitasi pada kulit Zat kimia akan menembus kulit dan kemudia masuk kedalam aliran darah dan selanjutnya akan menimbulkan efek sistemik.

udara. 1991). usia. Pada reaksi konjugasi grup – grup polar akan di tambahkan pada hasil reaksi pada fase satu. Pewarna sintetik umumya sulit umtuk dilakukan proses metabolit yang menjadikannya kurang toksik. dan rambut. Hidrolisis dan Konjugasi. Fase pertama adalah meningkatkan polaritas senyawa toksik sehingga kelarutannya pada air akan meningkat. gizi. timbal dalam rambut dapat berasal dari cat rambut yang mengandung timbal asetat dan dapat berasal dari debu (Cohen dan Ros. Kebanyakan dari reaksi – reaksi ini memerlukan enzim – enzim mikrosomal dan juga oksidase – oksidase yang terdapat dalam sitoplasma dan mitokondria.. sulfur. Proses ini umumnya menyebabkan terbentuknya metabolit yang mudah larut air.diketahui melalui pengukuran kadar timbal dalam darah. Tujuan pereaktivan senyawa toksik adalah dengan mempermudah keterikatannya dengan senyawa anti oksidan yang mampu meningkatkan ROX. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi proses biotransformasi adalah : status kesehatan. dan air. Transformasi metabolik dapat dibagi menjadi emapat kategori diantaranya Oksidasi. nitrogen. Selain dari makanan. melalui proses Dehidrogenasi. Oksidasi merupakan reaksi biotransformasi yang paling penting. Selain itu juga apabila akumulasi pada tubuh semakin meningkat maka seberapa besar kemampuan tubuh dalam mengubah tingkat toksisitasnya masih kurang. dan tidak mudah larut lemak. gigi. Selain itu jufga adanya fase roaksi oksidatif yang bertujuan untuk menambaha kereaktivan senyawa toksik.7 Deposit Organ dan Efek Pb terhadap Kesehatan Penimbunan zat-zat kimia (Chemical Storage) dalam jaringan/organ tubuh dapat terjadi di jaringan atau organ dimana efek zat – zat kimia akan . Reduksi.. Terdapat dua macam reaksi oksidasi yaitu penambahan oksigen secara langsung pada unsur – unsur carbon. Peranan Reduksi dalam biotransformasi umumnya adalah kurang begitu penting. merupakan satu – satunya reaksi biotransformasi yang terjadi di dalam tubuh. dan memiliki kepolaran yang tinggi sehingga mudah di ekskresikan oleh tubuh. 2. Proses Biotransformasi adalah proses transpormasi metabolik dimana zat kimia dirubah menjadi zat derifat lain (Metabolit) dalam tubuh manusia. Fase tersebut dikenal dengan fase pertama dari biotransformasi. Fase kedua adalah proses konjugasi. Biotransformasi umumnya menghasilkan metabolit yang kurang toksik.

lain). dan reproduksi. Salah satu storage depot yang penting adalah jaringan lemak (Adipose Tissue). disimpan dan kemudian ditampung dalam darah. Pada jaringan atau organ tubuh logam Pb akan terakumulasi pada tulang.terlihat. Tidak semua Pb yang terisap atau tertelan ke dalam tubuh akan tertinggal di dalam tubuh. seperti ginjal. ginjal. Hal itu disebabkan senyawa-senyawa Pb dapat memberikan efek racun terhadap berbagai macam fungsi organ tubuh. logam ini mampu menggantikan keberadaan ion Ca2+ (kalsium) yang terdapat pada jaringan tulang. Dapat pula menimbulkan anemia dan bagi wanita hamil yang terpajan timbal akan mengenai anak yang disusuinya dan terakumulasi dalam ASI. Pb organik diabsorbsi terutama melalui saluran pencernaan dan pernafasan dan merupakan sumber Pb utama di dalam tubuh. Di antaranya adalah mempengaruhi fungsi kognitif. Bentuk kimia Pb merupakan faktor penting yang mempengaruhi sifat-sifat Pb di dalam tubuh. merusak fungsi organ tubuh. Paparan bahan tercemar Pb dapat menyebabkan gangguan pada organ sebagai berikut : . Pb yang terhirup oleh manusia setiap hari akan diserap. dan kira-kira 30 % dari jumlah yang terisap melalui hidung akan diabsorbsi melalui saluran pernafasan akan tinggal di dalam tubuh karena dipengaruhi oleh ukuran partikel-partikelnya. Dampak dari timbal sendiri sangat mengerikan bagi manusia. penurunan fungsi pendengaran. sistem syaraf. dan lain. Komponen Pb organik misalnya tetraethil Pb segara dapat terabsorbsi oleh tubuh melalui kulit dan membran mukosa. Kira-kira 5-10 % dari jumlah yang tertelan akan diabsorbsi melalui saluran pencernaan. meningkatkan tekanan darah dan mempengaruhi perkembangan otak. utamanya bagi anak-anak. kemampuan belajar. Pb sebagai gas buang kendaraan bermotor dapat membahayakan kesehatan dan merusak lingkungan. Meskipun jumlah Pb yang diserap oleh tubuh hanya sedikit ternyata logam Pb ini sangat berbahaya. Pada kasus timah hitam (Pb) dalam tubuh akan ditimbun dalam tulang tetapi manifestasi efek toksiknya akan terlihat pada jaringan – jaringan lunak (syaraf. Karena dalam bentuk ion Pb2+. mempengaruhi perilaku dan intelejensia. memendekkan tinggi badan. Disamping itu pada wanita hamil logam Pb dapat dapat melewati plasenta dan kemudian akan ikut masuk dalam sistem peredaran darah janin dan selanjutnya setelah bayi lahir Pb akan dikeluarkan bersama air susu.

gampang tersinggung. sakit kepala. Paparan menahun dengan Pb dapat menyebabkan lead encephalopathy. gampang lupa. Efek dominan dari keracunan Pb pada sistem hemopoitik adalah peningkatan ekskresi ALA dan CP (Coproporphyrine). stupor dan coma.  Gangguan terhadap fungsi ginjal Logam berat Pb dapat menyebabkan tidak berfungsinya tubulus renal. Gejala yang timbul pada lead encephalopathy antara lain adalah rasa cangung. ataxia. Akibatnya dapat menimbulkan aminoaciduria dan glukosuria. Logam berat Pb mempunyai efek racun terhadap gamet dan dapat menyebabkan cacat kromosom  Gangguan terhadap sistem hemopoitik Keracunan Pb dapat dapat menyebabkan terjadinya anemia akibat penurunan sintesis globin walaupun tak tampak adanya penurunan kadar zat besi dalam serum. Gangguan neurologi Gangguan neurologi (susunan syaraf) akibat tercemar oleh Pb dapat berupa encephalopathy. dan penurunan pembentukan konsep. sel tubulus atropi. sukar konsentrasi dan menurunnya kecerdasan. maka pengaruhnya pada profil psikologis dan penampilan pendidikannya akan tampak pada umur sekitar 5-15 tahun. Pada anak – anak juga terjadi peningkatan ALA dalam darah. . Pada anak dengan kadar Pb darah (Pb-B) sebesar 40-80 μg/100 ml dapat timbul gejala gangguan hematologis. sclerosis va skuler. nephropati irreversible. Anemia ringan yang terjadi disertai dengan sedikit peningkatan kadar ALA ( Amino Levulinic Acid) urine. Apabila pada masa bayi sudah mulai terpapar oleh Pb. mudah tersinggung. Gangguan terhadap sistem reproduksi Logam berat Pb dapat menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi berupa keguguran. Gambaran klinis yang timbul adalah rasa malas. halusinasi.  Gangguan terhadap sistem syaraf Efek pencemaran Pb terhadap kerja otak lebih sensitif pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. fibrosis dan sclerosis  glumerolus. Pada anak-anak dapat menimbulkan kejang tubuh dan neuropathy perifer. namun belum tampak adanya gejala lead encephalopathy. dan jika paparannya terus berlanjut dapat terjadi nefritis kronis. kesakitan dan kematian janin. tremor. Akan timbul gejala tidak spesifik berupa hiperaktifitas atau gangguan psikologis jika terpapar Pb pada anak berusi 21 bulan sampai 18 tahun.

3. PENUTUP 3. cara masuk kedalam tubuh dan faktor individu. Hg. gangguan terhadap sistem reproduksi. - Timbal masuk ke dalam tubuh terutama melalui saluran pencernaan dari makanan dan minuman. dan Ni. Zn. gangguan terhadap sistem hemopoitik. pernafasan dan kulit dari udara yang tercemar timbal. - Paparan bahan tercemar Pb dapat menyebabkan gangguan pada organ sebagai berikut gangguan neurologi. . Pb. - Untuk mengetahui tingkat pencemaran di suatu daerah dapat di gunakan bioindikator berupa organisme tertentu yang khas. gangguan terhadap fungsi ginjal. sifat kimia.1 - Kesimpulan Logam berat adalah unsur logam yang mempunyai massa jenis lebih besar dari 5 g/cm3. gangguan terhadap sistem syaraf. antara lain Cd. - Faktor yang mempengaruhi toksisitas bahan kimia pada manusia adalah: sifat fisik. - Proses Biotransformasi adalah proses transpormasi metabolik dimana zat kimia dirubah menjadi zat derifat lain (Metabolit) dalam tubuh manusia. - Timbal adalah logam lunak kebiruan atau kelabu keperakan yang lazim terdapat dalam kandungan endapan sulfit yang tercampur mineral-mineral lain terutama seng dan tembaga.

Dampak Pencemaran Logam Berat terhadap Kualitas Air Laut dan Sumberdaya Perikanan (Studi Kasus Kematian Massal Ikan-Ikan di Teluk Jakarta). 1981.September 2008. R. 1995. 1980. 1995. 2006. Australia.DAFTAR PUSTAKA Amin.T. Maret 2008 . 1. J. Lestari dan Edward. Cohen dan Ros. Logam Berat dalam Pertanian. 29 (7) pp 485-507. Toxic Vol. Veterinary Toxicology. Denny. Febriyanto. Dewi. Melbourne. 1991. 2 Notohadiprawira. Revew of Lead Toxicology Relevant to the Safety Assesment of Lead Acetate as Hair Colouring. Vol 8. Mukono. No. Jurnal Kesehatan Lingkungan.T. Pergamon Press Plc. Fd Chem. Sudarmaji. Polusi Air dan Udara. Akumulasi Timbal (Pb) pada Juvenile Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) secara In Situ di Kali Surabaya Humphreys.J. Laidler. 1983. Tingkat Pencemaran Logam Berat (Hg. Deteksi Pencemaran Timah Hitam (Pb) Dalam Darah Masyarakat Yang Terpajan Timbal (Plumbum). 2008. Bintal. Beberapa Senyawa Logam Berat dan Hubungannya pada Ternak. Recent Trends in Animel Poisoining. S. 2 Suksmerri. No. Gianyar dan Tabanan. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2010. Cu Dan Zn pada Sedimen di Perairan Telaga Tujuh Karimun Kepulauan Riau. Toksikologi Logam Berat B3 dan Dampaknya terhadap Kesehatan.. Wartazda Vol 1 No. Piskoc. Jurnal Natur Indonesia 5(1): 9-16 Ardyanto. Elseveir Publishing Coy. Australia. Jurnal Kesehatan Lingkungan. Air Minum dan Rambut di Denpasar. 2002. Dampak Pencemaran Logam Timah Hitam (Pb) terhadap Kesehatan. Longman Chesire Pty Limited. Frens Van der Kreek. Bali. 1991. Enviromental Chemistry. Aunurohim dan Indah T. Makara Sains. Distribusi Logam Berat Pb.1 Bartic. No.D. No. Universitas Udayana. M dan A. an Australian Perspective. Ii (2) Darmono. 2. Van Miert. Kunti Sri Panca.P. Dan Corie I. 2nd Ed. Vol. 2005. Kanisius. 7 Thn II Des : 3 -12 . 2. Fardiaz. Yogyakarta. D. 2004. Jurnal Manusia dan Lingkungan.. Vol. Pb dan Cd) didalam Sayuran.

Analisis Spasial Pencemaran Logam Berat (Pb Dan Cd) pada Sedimen Aliran Sungai dari Tempat Pembuangan Akhir (Tpa) Sampah Jatibarang Semarang. 2007. No.) di Tambak Kecamatan Gresik. Erlangga. Bahaya Kontaminasi Logam Berat Dalam Sayuran dan Alternatif Pencegahan Cemarannya. Neptunus. 2007. 2008. Analisis Kandungan Timbal (Pb) pada Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsk. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian Vol. Jakarta Sudarwin. Kimia Dasar. Universitas Diponegoro. edisi ke empat. 3 . Vol. Semarang Tarzan Purnomo dan Muchyiddin. jilid 3. 1. Widaningrum. Prinsip dan Terapan Modern. Terjemahan Suminar Achmadi. Miskiyah dan Suismono. 14.Petruci. 1992.