You are on page 1of 23

1

Oleh : Mujahidin http://www.iddhien.com iddhien@gmail.com mujahidin@iddhien.com iddhien2006 all rights reserved

Tata Cara Komunikasi Data Serial


Ada 2 macam cara komunikasi data serial yaitu Sinkron dan Asinkron Pada komunikasi data serial sinkron, clock dikirimkan bersama sama dengan data serial, tetapi clock tersebut dibangkitkan sendiri sendiri baik pada sisi pengirim maupun penerima. Sedangkan pada komunikasi serial asinkron tidak diperlukan clock karena data dikirimkan dengan kecepatan tertentu yang sama baik pada pengirim / penerima.
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Pada IBM PC kompatibel port serialnya termasuk jenis asinkron. Komunikasi data serial ini dikerjakan oleh UART (Universal Asynchronous Receiver Transmitter). IC UART dibuat khusus untuk mengubah data parallel menjadi data serial dan menerima data serial yang kemudian dirubah lagi menjadi data parallel. IC UART 8250 merupakan salah satunya. Selain berbentuk IC mandiri berbagai macam mikrokontroller juga ada yang dilengkapi dengan UART, misalnya AT89S51/52/53 atau PIC16F877
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Pada UART, kecepatan pengiriman data ( atau yang sering disebut dengan Baud Rate ) dan fase clock pada sisi transmitter dan sisi receiver harus sinkron. Untuk itu diperlukan sinkronisasi antara Transmitter dan Receiver. Hal ini dilakukan oleh bit Start dan bit Stop. Ketika saluran transmisi dalam keadaan idle, output UART adalah dalam keadaan logika 1.
4
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Ketika Transmitter ingin mengirimkan data, output UART akan diset dulu ke logika 0 untuk waktu satu bit. Sinyal ini pada receiver akan dikenali sebagai sinyal Start yang digunakan untuk menyinkronkan fase clocknya sehingga sinkron dengan fase clock transmitter. Selanjutnya data akan dikirimkan secara serial dari bit yang paling rendah (bit0) sampai bit tertinggi. Selanjutnya akan dikirimkan sinyal Stop sebagai akhir dari pengiriman data serial.
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Sebagai contoh misalnya akan dikirimkan data huruf A dalam format ASCII (atau sama dengan 41 heksa atau 0100 0001

PENGIRIMAN HURUF A TANPA BIT PARITAS

6
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Kecepatan transmisi (baud rate) dapat dipilih bebas dalam rentang tertentu. Baud rate yang umum dipakai adalah 110, 135, 150, 300, 600, 1200, 2400, dan 9600 (bit/perdertik). Dalam komunikasi data serial, baud rate dari kedua alat yang berhubungan harus diatur pada kecepatan yang sama. Selanjutnya harus ditentukan panjang data (6,7 atau 8 bit), paritas (genap, ganjil, atau tanpa paritas), dan jumlah bit Stop (1, 1 , atau 2 bit)
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Karakteristik Sinyal Port Serial


Standar sinyal komunikasi serial yang banyak digunakan adalah Standar RS232 yang dikembangkan oleh Electronic Industri Association (EIA/TIA) yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 1962. Ini terjadi jauh sebelum IC TTL populer sehingga sinyal ini tidak ada hubungan sama sekali dengan level tegangan IC TTL. Standar ini hanya menyangkut komunikasi antara (Data Terminal Equipment DTE) dengan alat alat pelengkap komputer (Data Circuit Terminating Equipment DCE)
iddhien2006 all rights reserved

http://www.iddhien.com

http://www.iddhien.com

Standar sinyal RS232 memiliki ketentuan level tegangan sebagai berikut : 1. Logika 1 disebut Mark terletak antara -3 Volt sampai -25 Volt 2. Logika 0 disebut space terletak antara +3 Volt samapai +25 Volt. 3. Daerah tegangan antara -3 Volt sampai +3 Volt adalah invalid level, yaitu daerah tegangan yang tidak memiliki level logika pasti sehingga harus dihindari. Demikian juga level tegangan dibawah 25 Volt dan diatas +25 Volt juga harus dihindari karena bisa merusak line driver pada saluran RS232
iddhien2006 all rights reserved

Gambar dibawah adalah contoh level tegangan RS232 pada pengiriman huruf A dalam format ASCII tanpa bit paritas.

Level Tegangan RS232 pada pengiriman huruf A Tanpa Bit Paritas.

10
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Flow Control
Jika kecepatan transfer data dari DTE ke DCE (misal dari komputer / modem) lebih cepat dari pada transfer data dari DCE ke DCE (modem ke modem) maka cepat atau lambat kehilangan data akan terjadi karena buffer pada DCE akan mengalami overflow. Untuk itu diperlukan sistem flow control untuk mengatasi masalah tersebut. Ada 2 macam flow control yaitu secara hardware dan secara software.
11
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

12

http://www.iddhien.com

Flow control secara software atau yang sering disebut dengan Xon (karakter ASCII 17) dan Xoff (karakter ASCII 19). DCE akan mengirimkan Xoff ke komputer untuk memberitahukan agar komputer menghentikan pengiriman data jika buffer pada DCE telah penuh. Jika buffer telah kembali siap menerima data DCE akan mengirimkan karakter Xon ke komputer dan komputer akan melanjutkan pengiriman data sampai data terkirim semua. Keuntungan Flow Control ini adalah hanya diperlukan kabel sedikit karena karakter kontrol dikirim lewat saluran TX RX.
iddhien2006 all rights reserved

13

Flow Control secara hardware atau sering disebut RTS / CTS menggunkan dua kabel untuk melakukan pengontrolan. Komputer akan men-set saluran Request to Send (RTS) jika akan mengirimkan data ke DCE. Jika buffer di DCE siap menerima data, maka DCE akan membalas dengan men-set saluran Clear to Send (CTS) dan komputer akan mulai mengirimkan data. Jika buffer telah penuh, maka saluran akan di reset dan komputer akan menghentikan pengiriman data sampai saluran ini di-set kembali.
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Konfigurasi Port Serial


Konektor DB-9 pada bagian belakang komputer adalah port serial RS232 yang biasa dinamai dengan COM1 dan COM2.

14
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Konfigurasi pin dan nama sinyal konektor serial DB-9


Nomor PIN
1 2 3 4 5 6 7 8

Nama Sinyal
DCD RxD TxD DTR GND DSR RST CTS RI

Direction
In In Out Out In Out In In

Keterangan
Data Carrier Detect/ Receive Line Signal Detect Receive Data Transmit Data Data Terminal Ready Ground Data Set Ready Request to Send Clear to Send Ring Indicator

15

http://www.iddhien.com

iddhien2006 all rights reserved

16

Keterangan mengenai fungsi saluran RS232 pada konektor DB-9 adalah sebagai berikut : 1. Received Line Signal Detect, dengan saluran ini DCE memberitahukan ke DTE bahwa pada terminal masukan ada data masuk. 2. Receive Data, digunakan DTE menerima data dari DCE. 3. Transmit Data, digunakan DTE mengirimkan data ke DCE. 4. Data Terminal Ready, pada saluran ini DTE memberitahukan kesiapan terminalnya. 5. Signal Ground, saluran ground
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

6. DCE ready, sinyal aktif pada saluran ini menunjukkan bahwa DCE sudah siap. 7. Request to Send, dengan saluran ini DCE diminta mengirim data oleh DTE. 8. Clear to Send, dengan saluran ini DCE memberitahukan bahwa DTE boleh mulai mengirim data. 9. Ring Indicator, pada saluran ini DCE memberitahukan ke DTE bahwa sebuah stasiun menghendaki hubungan dengannya.
17
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

18

Untuk dapat menggunakan port serial harus diketahui dahulu alamat dari port serial tersebut. Biasanya tersedia dua port serial pada CPU, yaitu COM1 dan COM2. Base Address COM1 biasanya 1016 (3F8h) dan COM2 biasanya 760 (2F8h). Alamat tersebut adalah alamat yang biasa digunakan, tergantung komputer yang digunakan. Tepatnya kita bisa melihat pada peta memori tempat menyimpan alamat tersebut, yaitu memori 0000.0400h untuk COM1 dan 0000.0402h untuk COM2
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Berikut adalah nama nama register yang digunakan beserta alamatnya.


Nama Register
TX Buffer RX Buffer Baud Rate Divisor latch LSB Baud Rate Divisor Latch MSB Interrupt Enable Register Interrupt Identification Register Line Control Register Modem Control register Line Status Register

COM1
3F8h 3F8h 3F8h 3F9h 3F9h 3FAh 3FBh 3FCh 3FDh 3FEh

COM2
2F8h 2F8h 2F8h 2F9h 2F9h 2FAh 2FBh 2FCh 2FDh 2FEh

19

Modem Status Register

http://www.iddhien.com

iddhien2006 all rights reserved

20

Keterangan Register RX Buffer , digunakan untuk menampung dan menyimpan data dari DCE. TX Buffer , digunakan untuk menampung dan menyimpan data yang akan dikirim ke port serial. Baud Rate Divisor Latch LSB , digunakan untuk menampung byte bobot rendah untuk pembagi clock pada IC UART agar didapat baud rate yang tepat Baud Rate Divisor Latch MSB , digunakan untuk menampung byte bobot tinggi untuk pembagi clock pada IC UART sehingga total angka pembagi adalah 4 byte yang dapat dipilih dari 0001h sampai FFFFh
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

10

Berikut adalah tabel angka pembagi yang sering digunakan :


Baud Rate (bit / detik) 300 600 1200 1800 2400 4800 9600 Angka Pembagi 0180h 0C00h 0060h 0040h 0030h 0018h 000Ch

Sebagai catatan, register Baud Rate Divisor Latch ini bisa diisi jika bit 7 pada register Line Control Register diisi 1

21
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Interrupt Enable Register, digunakan untuk menset interupsi apa saja yang akan dilayani komputer.
Rincian bit pada interrupt Enable register
Nomor Bit 0 1 2 3 Keterangan 1 : Interupsi akan diaktifkan jika menerima data 1: Interupsi akan diaktifkan jika register Tx kosong 1: interupsi diaktifkan jika ada perubahan keadaan pada Line Status Register 1: Interupsi diaktifkan jika ada perubahan keadaan pada Modem Status Register Diisi 0
iddhien2006 all rights reserved

22

4,5,6,7

http://www.iddhien.com

11

Interrupt Identification Register, digunakan untuk menentukan urutan prioritas interupsi


Rincian bit pada interrupt identification register
Nomor Bit
0 1&2

Keterangan
0 : Interupsi menunggu 1 : No interrupt pending 00 : Prioritas tertinggi 01 : Prioritas tertinggi menerima data 10 : Prioritas tertinggi kosong 11 : Prioritas tertinggi Diisi 0 oleh Line Status register oleh register Rx jika oleh register Tx jika telah oleh modem status register

3, 4, 5, 6, 7

23
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Line Control register, digunakan untuk menentukan jumlah bit data, jumlah bit pariti, jumlah bit stop, serta untuk menentukan apakah baud rate divisor dapat diubah atau tidak.
Rincian bit pada Line Control register
Nomor Bit
0 dan 1 Jumlah bit data 00 : jumlah bit data 01 : jumlah bit data 10 : jumlah bit data 11 : jumlah bit data

Keterangan
adalah adalah adalah adalah 5 6 7 8

24

Bit Stop 0 : Jumlah bit stop adalah 1 1: Jumlah bit stop adalah 5 untuk 5 bit data dan 2 untuk 6 hingga 8 bit data

http://www.iddhien.com

iddhien2006 all rights reserved

12

Lanjutan
3

Rincian bit pada interrupt identification register


Keterangan
Bit pariti 0 : tanpa Pariti 1 : Dengan Pariti 0 : Pariti ganjil 1 : Pariti Genap 1 : Bit pariti ikut dikirimkan (stick parity) 0 : Set break control tidak diaktifkan 1 : Set break control diaktifkan 0 : Baud rate divisor tidak dapat diakses 1 : Baud rate divisor dapat diakses

Nomor Bit

4 5 6 7

25
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Modem Control register, digunakan untuk mengatur saluran pengatur modem terutama saluran DTR dan saluran RST
Rincian bit pada Modem Control register

Nomor Bit
0

Keterangan
Bit DTR 0 = Saluran DTR diaktifkan (Aktif 0) 1 = Saluran DTR dibuat normal (tidak aktif) Bit RST 0 = Saluran RST diaktifkan (aktif 0) 1 = Saluran RST dibuat normal (tidak aktif)

26
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

13

Lanjutan
Rincian bit pada Modem Control register

Nomor Bit
2

Keterangan
Bit OUT1 digunakan untuk penghubung ke perangkat lain, dapat dibuat logika high atau low. Secara normal tidak digunakan. Bit OUT2 digunakan untuk penghubung ke pernagkat lain dapat dibuat logika low atau high. 0 = Loop Back internal diaktifkan 1 = Loop Back internal tidak diaktifkan. Diisi 0

3 4 5, 6, 7

27
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Line Status Register, digunakan untuk menampung bit bit yang menyatakan keadaan penerimaan atau pengiriman data dan status kesalahan operasi.
Rincian bit pada Line Status register
Nomor Bit
0 1 2 3 4 5 6

Keterangan
1 = Menyatakan adanya data masuk pada buffer RX 1 = Data yang masuk mengalami overrun 1 = Terjadi kesalahan pada bit pariti 1 = Terjadi kesalahan framing 1 = Terjadi Break Interrupt 1 = Menyatakan bahwa register TX telah kosong 1 = Menyatakan bahwa transmitter Shift Register telah kosong Diisi kosong

28

http://www.iddhien.com

iddhien2006 all rights reserved

14

Modem Status Register, digunakan untuk menampung bit bit yang menyatakan status dari saluran hubungan dengan modem
Rincian bit pada Modem Status register

Nomor Bit
0 1 2

Keterangan
1 = Menyatakan adanya perubahan keadaan di saluran Clear to Send (CTS) 1 = Menyatakan adanya perubahan keadaan di saluran Data Set Ready (DSR) 1 = Menyatakan adanya perubahan keadaan di saluran Ring Indicator (RI) dari Low ke High

29
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Lanjutan.
Rincian bit pada Modem Status register

Nomor Bit
3 4 5 6 7

Keterangan
1 = Menyatakan adanya perubahan di saluran Receive Line Signal Detect (DCD) 1 = Menyatakan saluran Clear to Send (CTS) sudah dalam keadaan aktif 1 = Menyatakan saluran Data Set Ready (DSR) sudah dalam keadaan aktif 1 = Menyatakan bahwa saluran Ring Indicator sudah dalam keadaan High 1 = Menyatakan bahwa saluran Receive Line Signal Detect (DCD) sudah dalam keadaan aktif iddhien2006 all rights reserved

30

http://www.iddhien.com

15

Alasan Penggunaan Port Serial


Dibandingkan dengan menggunakan port parallel penggunaan port serial terkesan lebih rumit. Berikut adalah keuntungan penggunaan port serial dibandingkan penggunaan port parallel.
1. Pada komunikasi dengan kabel yang panjang, masalah cable loss tidak akan menjadi masalah besar daripada menggunakan kabel parallel. Port serial mentransmisikan 1 pada level tegangan -3 Volt sampai -25 Volt dan 0 pada level tegangan +3 Volt sampai +25 Volt, sedangkan port parallel mentransmisikan 0 pada level tegangan 0 Volt dan 1 pada level tegangan 5 Volt.
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

31

2. Dubutuhkan jumlah kabel yang sedikit, bisa hanya menggunakan 3 kabel yaitu saluran Transmit Data, saluran Receive Data, dan saluran Ground (Konfigurasi Null Modem) 3. Saat ini penggunaan mikrokontroller semakin populer. Kebanyakan mikrokontroller sudah dilengkapi dengan SCI (Serial Communication Interface) yang dapat digunakan untuk komunikasi dengan port serial komputer.
32
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

16

33

Pengaksesan Port Serial Pada Visual Basic Untuk pengaksesan port serial kita dapat mengaksesnya secara langsung menggunakan kontrol MSComm yang telah disediakan Visual basic. Kontrol MSComm menyediakan fisilitas komunikasi antara program aplikasi yang kita buat dengan port serial untuk mengirim atau menerima data melalui port serial. Setiap MSComm hanya menangani satu port serial sehingga jika kita ingin menggunakan lebih dari satu port serial harus digunakan MSComm lain.
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Properti MSComm Jumlah properti pada MSComm sangat banyak, dan hanya beberapa properti yang perlu kita ketahui. Properti yang sering digunakan adalah :
CommPort Digunakan untuk menentukan nomor port serial yang akan dipakai Setting Digunakan untuk menset nilai baud rate, pariti, jumlah bit data, dan jumlah bit stop. PortOpen Digunakan untuk membuka ataupun menutup port serial yang dihubungkan dengan MSComm ini
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

34

17

Input Digunakan untuk mengambil data string yang ada pada buffer penerima. Output Digunakan untuk menulis data string pada buffer kirim Berikut adalah contoh penggunaan properti tersebut

35
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

36

Berikut adalah contoh penggunaan properti tersebut Private Sub Form_Load () MSComm1.ComPort = 1 MSComm1.Setting = 9600,N,8,1 MSComm1.InputLen = 0 MSComm1.PortOpen = True MSComm1.Output = ATV1Q0 & Chr$(13) Do DoEvents Buffer$ = Buffer$ & MSComm1.Input Loop Until InStr (Buffer$, OK & vbCLRF) MSComm1.PortOpen = False End Sub
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

18

37

Kode kode program pada prosedur diatas akan melakukan aksi sebagai berikut : Port serial yang digunakan adalah COM1 Setting MSComm adalah : Baud rate 9600, tanpa paritas, jumlah data 8 bit, dan jumlah bit stop adalah 1 bit Memerintahkan kontrol MSComm membaca seluruh isi buffer ketika menggunakan perintah input (MSComm1.InputLen = 0) Membaca port serial Mengirim perintah ATV1Q0 diikuti ASCII 13 (enter) ke modem Menunggu modem mengirimkan jawaban OK ke komputer Menutup port serial
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Even Pada MSComm MSComm hanya mempunyai satu even saja, yaitu even OnComm. Even OnComm dibangkitkan jika nilai properti dari CommEvent berubah yang mengindikasikan telah terjadi even pada port serial baik even komunikasi maupun even error. Tabel berikut adalah tabel mengenai nilai nilai dari properti CommEvent, nilai properti ini tidak tersedia pada saat design time, tetapi hanya dapat dibaca pada saat run time.
38
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

19

Nilai-nilai properti even error pada CommEvent

Konstanta
comEventFrame comEventRxParity comEventRxOver comEventTxFull comEventOverrun comEventBreak comEventDCB

Keterangan
Hardware mendeteksi adanya kesalahan frame Hardware mendeteksi adanya kesalahan pariti Buffer penerima mengalami over flow, tidak ada ruang kosong lagi pada buffer penerima Buffer kirim penuh Port mengalami overrun Sinyal Break diterima Mendapatkan kembali Device Control Block (DCB) dari port serial

39
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

Nilai-nilai properti even komunikasi pada CommEvent

Konstanta
comEvSend comEvReceive

Keterangan
Jumlah karakter pada buffer kirim lebih sedikit dari pada nilai properti Sthreshold. Even ini akan dibangkitkan jika nilai pada properti Sthreshold tidak diisi 0 Telah diterima karakter sebanyak nilai properti Rthreshold. Even ini akan dibangkitkan terus menerus sampai data diambil dari buffer penerima menggunakan perintah Input. Even ini akan dibangkitkan jika nilai pada properti Rthershold tidak diisi 0 Terjadi perubahan pada saluran Clear to Send Terjadi perubahan pada saluran Data Set Ready Terjadi perubahan pada saluran Carrier Detect Terdeteksi adanya sinyal Ring Karakter End of File diterima

comEvCTS comEvDSR comEvCD comEvRing comEvEOF

40

http://www.iddhien.com

iddhien2006 all rights reserved

20

41

Berikut adalah contoh penggunaan even OnComm untuk komunikasi menggunakan mikrokontroller. Akan dibaca hanya even comEvReceive saja Private Static Sub MSComm1_OnComm () Dim Buffer As Variant Select Case MSComm1.CommEvent Case comEvReceive If MSComm1.InVufferCount >= 3 then buffer = CStr (MSComm1.Input) If Mid (Buffer,1,1) = 0 then if Mid (Buffer,2,1)= K then
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

StatusBar1.Panels (Value).Text = Value : & Asc(Mid(Buffer,3,1)) StatusBar1.Panels (Status).Text = Status : Connect End If End If End If End Select End Sub

42
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

21

Kode kode program pada prosedur diatas akan melakukan aksi sebagai berikut : Mendeteksi even comEvenReceive, kemudian menentukan apakah sudah diterima tiga buah karakter pada buffer penerima Menentukan apakah karakter yang diterima adalah karakter OK. Jika karakter yang diterima adalah OK maka akan diubah nilai Value dan nilai Status pada properti panel kontrol StatusBar1
43
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

QUIZ Buatlah sebuah program aplikasi dengan VB pada Komputer yang mengatur komunikasi serial antara komputer sebagai host dengan client. Setting komunikasi serial 9600 baudrate, no parity, 8 data bit, 1 bit Stop, Com Port 1. Komputer akan mengirimkan data (20)h, (21)h, (22)h. Setelah client menerima data tersebut, client akan menjawab (membalas) dengan mengirim data OK1 ke komputer. Setelah komputer menerima OK1, komputer akan menampilkan label Akses 1 OK Selanjutnya komputer akan mengirimkan lagi data (30)h, (31)h, (32)h. Client akan menjawab (membalas) dengan OK2 ke komputer. Selanjutnya komputer akan menampilkan label Akses 2 OK. Selanjutnya komputer akan melakukan tugas untuk mengakuisisi setiap data yang lewat pada Serial Comm untuk ditampilkan dalam sebuah Text di Visual basic. http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

43

22

43
http://www.iddhien.com
iddhien2006 all rights reserved

23