STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS Tahun 1993-1997

Tahun 1993-1998 Direktur : dr. Riwayat Suyono, MARS Wakil Direktur Penunjang Medis dan Pendidikan : dr. Sofyan Syahboedin, MPH, MHA Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Penelitian : Prof. Dr. dr. A. Harryanto Reksodiputro, SpPD, KHOM Wakil Direktur Umum dan Keuangan : Drs. Heru Kusumanto, SK

STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS Tahun 2007-2012
(Tahun Pelaksanaan Kegiatan) Tahun 2007-2010 Direktur Utama Direktur SDM dan Pendidikan Direktur Pelayanan Medik Direktur Keuangan Direktur Umum dan Operasional Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan Tahun 2010-2012 Direktur Utama Direktur SDM dan Pendidikan Direktur Pelayanan Medik Direktur Keuangan Direktur Umum dan Operasional Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan

: Dr. dr. Sutoto, MKes : Dr. dr. Abidin Widjanarko, SpPD, KHOM : dr. Tato Heryanto, SpR : drs. Hamdani Kubi, MSPH : drg. Hendro Harry Tjahjono, MSc : Dr. dr. Noorwati Sutandyo, SpPD, KHOM : dr. Sonar Soni Panigoro, SpB.Onk, M.Epid : dr. Rustam S Pakaya, MPH : Dr. dr. Dody Ranuhardy, Sp.PD.KHOM : dr. Hariyati, MARS : drg. Hendro Harry Tjahjono, MSc (2010-2011) drg. Dience Erwina Indriyani, MARS (2011-2012) : dr. Bambang Dwipoyono, MS, SpOG

i

KONTRIBUTOR (Kelompok Staf Medik Fungsional)
1. Bedah Tumor Payudara, Kepala-Leher, - dr. Noorwati Sutandyo, SpPD, KHOM dan Kulit - dr. Nugroho Prayogo, SpPD, KHOM - dr. Idral Darwis, SpB.Onk - dr. Dody Ranuhardi, SpPD, KHOM - dr. Sutjipto, SpB.Onk - dr. Zakifman Jack, SpPD, KHOM 2. Bedah Tumor Kandungan - dr. Syafrizal Syafei, SpPD, KHOM - dr. Sahrul Syamsudin, SpOG - dr. Ronald Hukom, SpPD, KHOM - dr. Soemanadi, SpOG - dr. Asrul Harsal, SpPD, KHOM - dr. Nasdaldi, SpOG - dr. Bambang Karsono, SpPD, KHOM 3. Bedah Tumor Saluran Pencernaan 13. Penyakit Tumor Paru - dr. Dukut Respati Kastomo, SpKBD - dr. Eddy Soeratman, SpP - dr. Lukman, SpKBD - dr. Ahmad Jayadiman Mulawarman, SpP - dr. Adil S. Pasaribu, SpKBD 14. dan Mediastinum - dr. Ayoedi, SpKBD - dr. Tagor Oliver Tambunan, SpBThorak 4. Bedah Tumor Telinga, Hidung, dan 15. Ahli Patologi Anatomi Tenggorok - dr. I Made Nasar , SpPA - dr. Alfian, SpTHT - dr. Idris Bakri, SpPA - dr. Aswaldi Ahmad, SpTHT - dr. Zulkifli Malik, SpPA - dr. Budianto Komari, SpTHT - dr. Maria Renanti Yunti, SpPA 5. Bedah Tumor Ginjal, Saluran Kemih, dan 16. Ahli Radiologi Kelamin Pria - dr. Tato Heriyanto, SpR - dr. Rainy Umbas, SpU - dr. Pulunggono, SpR 6. Bedah Tumor Tulang dan Jaringan Lunak - dr. Ade Irawan, SpR - dr. Nurdin Sihombing, SpBO - dr. Rosiana, SpR 7. Penyakit Tumor Kulit dan Kelamin - dr. Kardinah, SpR - dr. Nooryda Hardjono, SpKK 17. Ahli Patologi Klinik - dr. Aida Sofiati Dachlan, SpKK - Prof dr. Siti Boedina Kresna, SpPK 8. Bedah Tumor Hati dan Kandung - dr. Sri Hartini, SpPK, MARS Empedu - dr. Demak Lumban Tobing, SpPK - dr. Agus Sudiro Waspodo, SpPD, - dr. Shelly Tahia, SpPK KGEH - dr. Agus Kosasih, SpPK 9. Penyakit Tumor Mata 18. Ahli Anastesi - dr. Widiarti Soemarno, SpM - dr. Agoes Ferryoko, SpAn 10. Bedah Tumor Otak - dr. Chairil Anwar Soleh, SpAn - dr. Samsyu Azhari, SpBS - dr. Indira Bakti, SpAn 11. Penyakit Tumor Ganas pada Anak - dr. Surachtono, SpAn - dr. Siti Warida Hambali, SpA 19. Ahli Rehabilitasi Medik - dr. Karlina Cornain, SpA - dr. Siti Annisa Nuhoni, SpRM 12. Penyakit Darah dan Sistem - dr. Irnawati Saud, SpRM Retikuloendothelial - dr. Moerdjajati Angka W, SpRM - Prof Dr. dr. A. Harryanto 20. Ahli Radioterapi Reksodiputro, SpPD, KHOM - dr. Defrizal, SpR - dr. Abdul Muthalib, SpPD, KHOM - dr. Nana Supriyana, SpR - dr. Abidin Widjanarko, SpPD, KHOM - dr. Fielda Djuita, SpR - dr. Djumhana Atmakusuma, SpPD, - dr. Dewi Syafriyetti Soeis, SpR KHOM - dr. Bangun Astarto, SpR

ii

PELAKSANA KEGIATAN :
Kasubbag Registrasi Kanker : Staff Subbag Registrasi Kanker (Peneliti Epidemiologi) : Verifikator: Ahli Statistik: Registrar:

Sub Bagian Registrasi Kanker
dr. Evlina Suzanna, SpPA

Sekretaris:

dr. Iif Fadjriah dr. Grace Shalmont dr. Elfira Zaenal Tiarlan Sirait, SKM Pradnya Sri Rahayu, SKM Desy Khairina, SKM Siti Zahara, SKM Bahria, SKM Evi Firna, SKM Septiawati, SKM Julyanti Agustina, SKM Fariha Ramadhaniah, SKM Anggi Kartikawati, SKM Rini Yulianita, SSos Melinda Limbong, Amd

3

SAMBUTAN
Laporan data kanker tahun 1993-1997 di Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) adalah hasil dari kegiatan registrasi kanker berbasis rumah sakit. Kode Topografi dan Morfologi dari kasus kanker dilakukan berdasarkan kode ICD-O, edisi ketiga (The International Classification of Disease for Oncology /ICD-O, Third Edition). Diharapkan buku ini dapat berguna bagi pihak manajemen rumah sakit baik di RSKD maupun masyarakat lainnya yang memiliki minat dalam Onkologi. Buku ini juga diharapkan dapat dipakai sebagai salah satu acuan dalam perencanaan Program Pengendalian Kanker di Masyarakat diberbagai bidang, mulai dari penelitian faktor resiko sampai perencanaan pencegahan primer, sekunder, maupun tertier, juga perawatan pasien kanker di berbagai rumah sakit. Buku ini terwujud oleh karena kerjasama yang baik dari berbagai instalasi di RSKD yaitu Instalasi Patologi Anatomi-Pemulasaran Jenazah, Instalasi Patologi Klinik, Instalasi Radiologi, Instalasi Radioterapi, Instalasi Gawat Darurat, dan Instalasi Rekam Medik. Diharapkan di tahun-tahun mendatang RSKD sebagai Pusat Kanker Nasional dapat menerbitkan buku laporan kegiatan registrasi kanker berbasis rumah sakit maupun berbasis populasi serta berbasis organ tertentu lebih baik, lebih up to date, dan dapat menampilkan angka ketahanan hidup (survival). Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada staf dari setiap instalasi terkait dan khususnya kepada seluruh staf Sub Bagian Registrasi Kanker, Bagian Penelitian dan Pengembangan Rumah Sakit Kanker Dharmais yang telah memberi waktu, tenaga serta pemikiran sehingga buku laporan hasil kerja ini dapat terwujud.

Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais Pusat Kanker Nasional

dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B.Onk, M.Epid NIP. 195812241984101001

4

PENGANTAR

Kegiatan registrasi kanker dapat dikatakan terlaksana apabila telah dapat disajikannya data, baik berupa buku laporan rutin maupun publikasi pada jurnal ilmiah, sehingga dapat dijadikan bahan rujukan bagi masyarakat umum dan masyarakat yang berkecimpung di dunia kesehatan pada khususnya. Buku laporan kerja dari Sub Bagian Registrasi Kanker dalam pelaksanaan registrasi kanker berbasis rumah sakit periode 19931997 ini dapat diselesaikan atas kerjasama dan dukungan yang baik dari berbagai pihak terutama dari manajemen rumah sakit. Walaupun dalam pelaksanaannya didapati banyak tantangan karena dilakukan bersamaan dengan kegiatan registrasi kanker berbasis populasi di Indonesia dengan kota Jakarta sebagai program awal kegiatan tersebut, dengan rasa tanggung jawab maka buku ini dapat diselesaikan. Buku laporan ini diharapkan dapat dipergunakan oleh berbagai pihak sebagai sumber data dalam perencanaan pengembangan maupun evaluasi kegiatan yang ada di rumah sakit dengan melakukan kegiatan penelitian berbasis bukti, sehingga pada akhirnya kegiatan ini tidak berhenti hanya sampai pada buku laporan saja. Kami sangat mengharapkan masukan atau saran dari berbagai pihak guna penyempurnaan dan penerbitan buku laporan kegiatan registrasi kanker di tahun-tahun berikutnya. Semoga buku ini bermanfaat bagi pembaca dan pemerhati kanker di Indonesia. Akhir kata kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselesaikannya buku ini, kepada pasien, keluarga pasien, para staf medik fungsional, Instalasi di RSKD, dan khususnya kepada tim pelaksana yang telah bekerja dengan gigih dalam kurun waktu yang singkat, serta berbagai pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Demikian kami persembahkan buku ini, semoga dapat berguna bagi kita semua.

Jakarta, 14 Februari 2012 Ka Subbag Registrasi Kanker RSKD

dr. Evlina Suzanna SpPA NIP: 196404121989102001

5

DAFTAR ISI
Kata Pengantar......................................................................................................................................... Daftar Isi ................................................................................................................................................. Daftar Grafik ........................................................................................................................................... Daftar Tabel.............................................................................................................................................. Bab I. Pendahuluan ................................................................................................................................. I.1 Latar Belakang .............................................................................................................. I.2 Sejarah Registrasi Kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais ................................ I.3 Tujuan ........................................................................................................................... I.4 Struktur Organisasi ....................................................................................................... I.5 Tugas dan Fungsi ......................................................................................................... Bab II. Kegiatan ....................................................................................................................................... II.1 Rancangan ..................................................................................................................... II.2 Alur ................................................................................................................................. II.3 Metode ........................................................................................................................... II.4 Manajemen Data............................................................................................................ Bab III Hasil.............................................................................................................................................. III.1 Pengolahan Data............................................................................................................ III.2 Penyajian Data .............................................................................................................. III.3 Pembahasan Data ......................................................................................................... III.4 Tantangan dan Kendala .............................................................................................. v vi vii viii 1 3 5 8 9 10 17 17 19 21 22 24 24 24 66 68

Bab IV Penutup ....................................................................................................................................... 70 IV.1 Kesimpulan .................................................................................................................... 70 IV.2 Saran ............................................................................................................................... 70 Daftar Pustaka.......................................................................................................................................... 71 Lampiran

6

DAFTAR GRAFIK
Grafik 1 Grafik 2 Grafik 3 Grafik 4 Grafik 5 Grafik 6 Grafik 7 Grafik 8 Grafik 9 Grafik 10 Grafik 11 Grafik 12 Grafik 13 Grafik 14 Grafik 15 Grafik 16 Grafik 17 Grafik 18 Grafik 19 Grafik 20 Grafik 21 Grafik 22 Grafik 23 Grafik 24 Grafik 25 Grafik 26 Grafik 27 Grafik 28 Trend jumlah kasus kanker di RSKD tahun kejadian 1993-1997 Persentase kasus kanker berdasarkan jenis kelamin Distribusi pasien kanker berdasarkan domisili pulau Distribusi pasien kanker berdasarkan provinsi pada Pulau Jawa Distribusi pasien kanker berdasarkan provinsi pada Pulau Jawa Persentase kasus kanker berdasarkan kelompok umur Distribusi kasus kanker berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin Keganasan terbanyak pada laki-laki Tingkat kematian pada 10 keganasan terbanyak pada laki-laki Keganasan terbanyak pada perempuan Tingkat kematian pada 10 keganasan terbanyak pada perempuan Keganasan terbanyak pada laki-laki dan perempuan Keganasan terbanyak pada laki-laki dewasa (>19 tahun) Keganasan terbanyak pada perempuan dewasa (>19 tahun) Keganasan terbanyak pada laki-laki dan perempuan dewasa (>19 tahun) Keganasan terbanyak pada anak laki-laki (0-19 thn) Keganasan terbanyak pada anak perempuan (0-19 tahun) Keganasan terbanyak pada anak laki-laki dan perempuan (0-19 tahun) Kematian akibat kanker terbanyak pada laki-laki Kematian akibat kanker terbanyak pada perempuan Kematian akibat kanker terbanyak pada laki-laki dan perempuan Kematian akibat kanker terbanyak pada anak laki-laki dan perempuan (0-19 tahun) Persentase stadium kasus kanker Ketersediaan data stadium pada status rekam medik Persentase durasi kontak pasien ke rumah sakit Persentase kasus kanker berdasarkan dasar diagnosis Trend kasus berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik Distribusi kasus kanker berdasarkan letak tumor dan dasar diagnosis 26 26 27 27 27 28 28 29 29 30 30 31 31 32 32 33 33 34 34 35 35 36 36 37 38 38 38 39

Registrasi Kanker Berbasis Organ Tertentu Grafik 29 Distribusi kasus keganasan pada Trakea, Bronkus, dan Paru berdasarkan kelompok usia Grafik 30 Persentase stadium pada kasus keganasan pada Trakea, Bronkus, dan Paru Grafik 31 Persentase dasar diagnosis pada kasus keganasan pada Trakea, Bronkus, dan Paru Grafik 32 Distribusi kasus keganasan pada Nasofaring berdasarkan kelompok umur Grafik 33 Persentase stadium pada kasus keganasan pada Nasofaring

58 58 59 59 60

7

Grafik 34 Grafik 35 Grafik 36 Grafik 37 Grafik 38 Grafik 39 Grafik 40 Grafik 41 Grafik 42 Grafik 43 Grafik 44 Grafik 45 Grafik 46

Persentase dasar diagnosis pada kasus keganasan pada Nasofaring Distribusi kasus keganasan pada Kelenjar getah bening berdasarkan kelompok umur Persentase stadium pada kasus keganasan pada Kelenjar getah bening Persentase dasar diagnosis pada kasus keganasan pada Kelenjar getah bening Distribusi kasus keganasan pada Payudara berdasarkan kelompok umur Persentase stadium pada kasus keganasan pada Payudara Presentasi dasar diagnosis pada kasus keganasan pada Payudara Distribusi kasus keganasan pada Leher rahim berdasarkan kelompok umur Persentase stadium pada kasus keganasan pada Leher rahim Presentasi dasar diagnosis pada kasus keganasan pada Leher rahim Distribusi kasus keganasan pada Ovarium berdasarkan kelompok umur Persentase stadium pada kasus keganasan pada Ovarium Presentasi dasar diagnosis pada kasus keganasan pada Ovarium

60 61 61 62 62 63 63 64 64 65 65 66 66

DAFTAR TABEL
Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Kebutuhan SDM-Perangkat Keras-Perangkat Lunak Manajemen Data Kualitas Data Jumlah kasus pasien RSKD tahun kejadian 1993-1997 Distribusi kasus kanker berdasarkan letak tumor primer dan kelompok umur pada laki-laki Distribusi kasus kanker berdasarkan letak tumor primer dan kelompok umur pada perempuan Distribusi kasus kanker berdasarkan letak tumor primer dan kelompok umur pada laki-laki dan perempuan Distribusi kasus kanker berdasarkan letak tumor primer dan tipe histologi 18 24 24 25 40 42 44

8

BAB I PENDAHULUAN
Registrasi kanker (Cancer Registry) adalah suatu kantor atau institusi yang bertanggung jawab terhadap proses pengumpulan data, analisa, dan intepretasi dari pasien kanker. Registrasi kanker ini melakukan kegiatan (Cancer Registration) yang sistematis dan berkesinambungan pada setiap kejadian dan karakteristik neoplasma dengan tujuan memperkirakan dan mengkontrol dampak yang diakibatkan oleh penyakit tersebut pada masyarakat. Registrasi kanker merupakan bagian yang sangat penting dalam Program Pengendalian Penyakit Kanker di suatu negara. Pada tahun 2008 dilakukan pengkajian dan pendefinisian kembali peran Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) sebagai bagian Pusat Kanker Nasional yang mana institusi ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam pelaksanaan Program Pengendalian Kanker Nasional yang nyata dengan mendukung program yang telah dicanangkan oleh Departemen Kesehatan. Untuk melaksanakan hal tersebut diatas diperlukan pengembangan di RSKD untuk menjadi Pusat Kanker Nasional. Pusat Kanker Nasional memerlukan pengembangan khususnya di bidang riset sehingga penelitian di bidang kanker dapat tepat guna dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Berdasarkan struktur organisasi, RSKD dan Pusat Kanker Nasional berada dibawah Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik sedangkan kegiatan program penanggulangan kanker dibawah Direktur Jenderal Penyehatan Lingkungan, Direktorat Penyakit Tidak Menular secara khusus berkoordinasi dengan Sub Direktorat Kanker, yang Direktorat ini dibentuk pada tahun 2006. RSKD sebagai rumah sakit rujukan penyakit kanker di Indonesia mempunyai visi sebagai rumah sakit dan Pusat Kanker Nasional yang menjadi panutan dalam penanggulangan penyakit kanker di Indonesia, dengan Misi untuk melaksanakan pelayanan, pendidikan dan penelitian yang bermutu tinggi di bidang penanggulangan penyakit kanker. Untuk mewujudkan visi dan misi RSKD, maka budaya tidak saling menyalahkan (no blame culture) serta falsafah membangun kerukunan, kebersamaan, keterbukaan dan kejujuran (4K) menyertai kegiatan terpadu merupakan hal penting yang harus dilaksanakan. Dengan landasan kebijakan yang membangun : 1. Sistem manajemen 2. Sistem pelayanan 3.Sistem pendidikan 4.Sistem penelitian dan pengembangan yang di dalamnya tercakup registrasi kanker. Upaya mewujudkan visi dan misi RSKD pada tahun 2005-2007 dilakukan dengan strategi focus-diferensial, excellent dalam bidang sumber daya manusia dan sistem informasi, leadership style, organisasi serta orientasi pada pelanggan (service excellence). Dengan enam langkah tersebut target RSKD dalam waktu 5 tahun adalah sertifikasi ISO 9001-2000, pelayanan prima, bed occupation rate dari 60% menjadi 80%, akreditasi majalah ilmiah, terwujudnya e-library serta riset stem cell. Dengan terealisasinya langkah-langkah tersebut disertai sistem evaluasi dan dukungan seluruh stake holder di rumah sakit maka visi misi RSKD diharapkan dapat terwujud dan kebijakan Departemen Kesehatan dapat terlaksana dengan baik. Sebagai rumah sakit khusus dalam rencana ke depan RSKD mengupayakan fasilitas pengobatan dengan standar dunia, sehingga menjadi rumah sakit yang menjadi panutan nasional di bidang kanker. 1

Di rumah sakit, registrasi kanker menjadi bagian yang melengkapi program kanker rumah sakit atau sistem pelayanan kanker/health delivery system, meliputi deteksi dini, diagnosis dan pengobatan, rehabilitasi dan perawatan paliatif. Dalam pelaksanaan tugas tersebut diperlukan indikator keberhasilan program, hal ini dapat diketahui melalui kegiatan registrasi kanker berbasis rumah sakit. Registrasi kanker berbasis rumah sakit (hospital based) adalah kegiatan registrasi kanker yang bertujuan untuk mengetahui frekuensi kanker di rumah sakit tersebut dengan mengabaikan domisili dari pasien (tidak pada wilayah populasi tertentu). Dalam memulai pelaksanaan kegiatan ini diperlukan perencanaan yang sesuai standard yang ditetapkan yaitu : 1. Lokasi fisik di institusi yang menaungi kegiatan tersebut. 2. Payung hukum yang mencakup seluruh kegiatan termasuk isu kepemilikan dan kerahasiaan data. 3. Sumber dana kegiatan. 4. Sumber daya manusia dengan kualifikasi yang ditetapkan. 5. Perangkat lunak – keras. 6. Komite/Penasehat. Data kanker tersebut dapat dipergunakan untuk perencanaan dan monitoring pelayanan kesehatan dari pasien, harapan hidup pasien, skrining dan deteksi dini, serta pencegahan. Dalam hal penelitian, data tersebut dapat digunakan untuk penelitian epidemiologi deskriptif maupun analitik. Pada akhirnya data registrasi kanker dapat meningkatkan sistem manajemen dan pelayanan kanker di rumah sakit. Selain dari pada itu, dari data tersebut dapat diketahui beban yang diakibatkan oleh penyakit kanker misalnya beban dari segi ekonomi, beban dari pasien tersebut termasuk penurunan kualitas hidup. Sesuai dengan tujuan registrasi kanker yaitu suatu kegiatan untuk mengumpulkan dan mengklasifikasi informasi keseluruhan data kanker, sehingga dari kegiatan ini dihasilkan data statistik kanker baik frekuensi di rumah sakit atau di bagian tertentu maupun suatu angka kejadian di populasi tertentu. Kegiatan registrasi kanker dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu: 1. Registrasi Kanker berbasis Rumah Sakit 2. Registrasi Kanker berbasis Populasi 3. Registrasi Kanker Orientasi Organ tertentu (Site specific Cancer Registry) misalnya Registrasi Kanker payudara, paru, ovarium dsb. Kualitas ketiga kegiatan registrasi kanker tersebut diatas ditentukan dari sistem pendataan berdasarkan standar diagnosis yang digunakan yaitu verifikasi mikroskopik dari kelainan yang ada (standard baku emas dengan pemeriksaan histologik jaringan atau pemeriksaan sitologi /sel yang disebut sebagai Registrasi Kanker Berbasis Patologi).

2

I.1 LATAR BELAKANG
Pada sekitar tahun 1960-an, Bung Karno yang pada saat itu sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama bersama Ibu Fatmawati dan dr. Tambunan menunjuk Yayasan Fatmawati untuk berkoordinasi dengan Departemen Kesehatan dalam pengembangan Rumah Sakit Tumor di Indonesia, yang merupakan cikal bakal berdirinya Rumah Sakit Kanker Dharmais. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi serta cara hidup masyarakat Indonesia ditambah lagi dengan semakin meningkatnya kematian yang disebabkan oleh penyakit kanker menjadikan masalah kanker semakin penting. Diperlukannya pengelolaan penyakit kanker secara khusus dan sarana yang mampu menanggulangi penyakit kanker secara terpadu dengan teknologi mutakhir membuat para ahli untuk berpikir perlu didirikannya rumah sakit khusus kanker. Pada tahun 1988 terbentuklah tim pembuat usulan pendirian rumah sakit kanker, yang merupakan tindak lanjut dari perencanaan rumah sakit tumor di tahun 1960-an. Rancangan pelaksanaan diberikan kepada Presiden HM Soeharto sebagai pemilik Yayasan Dharmais yang meminta untuk memnbuat rumah sakit kanker tersebut. Pada tahun 1991 dimulai perencanaan pendirian rumah sakit khusus kanker di Indonesia. Hal ini merupakan hasil dari pertemuan antara Presiden RI kedua, Soeharto dengan Prof. Dr. dr. Arry Harryanto, SpPD, KHOM dan tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. RSKD didirikan pada bulan Mei 1991 dan pembangunannya diselesaikan pada 5 Juli 1993. Rumah sakit ini diresmikan oleh Presiden HM Soeharto pada 30 Oktober 1993. Dalam kata sambutannya, beliau mengharapkan rumah sakit ini dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi upaya pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker disertai pusat penelitian yang berbobot dan pusat pelayanan medik yang handal yang akan mendukung Program Penanggulangan Penyakit Kanker.

H. M Soeharto Presiden RI Periode tahun : 1966 – 1998 “Rumah sakit ini dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi upaya pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker disertai pusat penelitian yang berbobot dan pusat pelayanan medik yang handal yang akan mendukung Program Penanggulangan Penyakit Kanker”
Presiden HM Soeharto, 30 Oktober 1993, Peresmian RSKD.

3

PARA PENDIRI RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS

DHARMAIS

Prof. Dr. dr. Arry Harryanto Reksodiputro, SpPD, KHOM

Prof. dr. Siti Boedina Kresno, SpPK

Prof. dr. H.M. Djakaria, SpRad(K)Onk.Rad

Prof. Dr. Sjamsuhidajat Ronokusumo, SpB

Prof. Dr. Sudarmo, SpRad

Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, KAI

Dr. dr. Djumhana Atmakusuma, SpPD, KHOM

RSKD terletak di ibukota negara Indonesia, DKI Jakarta dengan penduduk saat itu berjumlah 8,2 juta jiwa (Sensus 1990). Rumah Sakit Kanker Dharmais ditetapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Kanker Nasional berdasarkan Kepmenkes RI No 72/Menkes/SK/I/1993. Sesuai SK Menkes No.76/MENKES/SK/I/1993, RSKD memiliki visi dan misi sebagai berikut : VISI : Menyelenggarakan pelayanan kesehatan kanker berkualitas tinggi setaraf internasional, serta melaksanakan pendidikan dan latihan, penelitian dan pengembangan di bidang penyakit kanker. MISI : Dicapainya efektifitas, efisiensi dan kualitas optimal pelayanan rumah sakit, meliputi pelayanan penyembuhan pasien kanker, pemulihan dan peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit kanker, rujukan, pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan di bidang penyakit kanker dalam rangka pemerataan jangkauan dan peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dalam melaksanakan visi dari rumah sakit, pada awalnya kegiatan yang diselenggarakan bersifat pelayanan medik umum dan spesialistik. Fasilitas, sarana, dan prasarana yang ada adalah 150 ruangan rawat inap, 5 tempat tidur perawatan imunitas menurun, 3 tempat tidur ruang radiasi interna, dan 5 tempat tidur perawatan intensif. Fasilitas rawat jalan yang ada adalah klinik spesialis onkologi, klinik spesialis umum, perawatan paliatif, konsultasi kejiwaan, rehabilitasi medik, dan instalasi gawat darurat.

4

I.2 SEJARAH REGISTRASI KANKER DI RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS
Pembentukan registrasi kanker di RSKD diawali dengan pembentukan tim yang bertugas untuk melaksanakan registrasi kanker berbasis rumah sakit berdasarkan SK No HK 00.06.1.958 pada tanggal 27 Maret 1996 oleh Direktur RSKD, dr. Riwayat Suyono, MARS. Susunan Tim registrasi kanker di RSKD terdiri dari : Ketua, Sekretaris, 10 dokter umum dan spesialis, 1 orang petugas rekam medik dan 1 orang petugas pengolahan data. Dalam hal pelaksanaan kegiatan registrasi tersebut, telah diatur pula tentang 1.Administrasi dan pengelolaan, 2.Fasilitas dan peralatan yang dalam hal ini masih tergabung dengan Instalasi Rekam Medik, 3.Kebijakan dan prosedur, 4.Pengembangan staf dan program pendidikan, 5.Evaluasi dan pengendalian mutu. Tim registrasi kanker di RSKD pada saat itu memiliki sasaran jangka panjang yaitu : Registrasi kanker RSKD mampu melaksanakan registrasi kanker berbasis rumah sakit yang lengkap dan menjadi pusat registrasi kanker berbasis rumah sakit untuk seluruh Indonesia pada tahun 2008, sedangkan sasaran jangka pendek yang harus dicapai adalah : pada akhir tahun 1997, tim registrasi kanker RSKD sudah menyelesaikan pencatatan kasus kanker baru sampai tahun 1996. Pada pertengahan tahun 1998 laporan registrasi tahun 1996 sudah selesai dan pada akhir tahun 1998 pencatatan kasus tahun 1997 sudah selesai. Namun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa permasalahan antara lain : 1.Semangat yang kurang, 2.Dokumen medik sulit dibaca, 3.Dokumen medik kurang lengkap, 4.Dana yang kurang atau tidak ada, 5.Duplikasi pencatatan, 6.Keutuhan data dalam hal ini ada pasien yang tidak tercatat/teregistrasi. Pada 7 September 2001 Direktur Utama RSKD, Dr. dr. Samsurizal Djauzi, SpPD membubarkan Tim Registrasi kanker RSKD. Selanjutnya membentuk Panitia Registrasi Kanker RSKD berdasarkan SK. Direktur RSKD No: HK.00.06.1.2347. dengan susunan sebagai berikut ; Ketua merangkap anggota : dr. Evlina Suzanna, SpPA. Sekretaris merangkap Bendahara dan anggota : dr. Sariasih Arumdati, MARS. Anggota : dr. Rismawati Amirudin, dr. Cita Herawati, SpTHT, Fachrudin, Purwanto, S.Sos, Sri Lestari. Panitia registrasi kanker RSKD tersebut adalah pelaksana tugas pengumpulan, pencatatan dan pengolahan data pasien kanker. Panitia ini bekerja sesuai kebijakan dan arahan Sub Komite Registrasi Kanker Komite Medik RSKD surat keputusan Direktur RSKD No : HK.00.06.1.1215 pada 2 Mei 2001 dengan ketua adalah : Prof. dr. Soedarto Pringgoutomo SpPA, Anggota : drg. Titiek Setiowati MHS, dr. Evlina Suzanna SpPA, dr. Ronald Hukom SpPD, KHOM, dr. Samuel J Haryono SpB.Onk, dr. Averdi SpTHT . dr Fielda Djuita SpRAD, Ucu Djuwita S.Kp. MM. Sub Komite Registrasi Kanker ini merupakan bagian dari Komite Medik periode 2000-2003 yang dibentuk pada 18 Desember 2000 berdasarkan Keputusan Dirjen Pelayanan Medik Depkes RI KP.04.04.1.2.5104.

5

Dalam pelaksanaan kegiatan registrasi kanker periode tersebut di atas ditetapkan sasaran jangka panjang dan sasaran jangka pendek, yaitu : Sasaran jangka panjang Dapat menjadi Pusat Registrasi Kanker berbasis Rumah Sakit dan berbasis Populasi pada tahun 2008, dan menjadi Pusat Data Kanker di Indonesia. Sasaran jangka pendek Dapat menyelesaikan pendataan seluruh kasus kanker di RSKD lengkap pada akhir tahun 2006. Dari kegiatan ini telah terlaksana registrasi kanker berbasis Patologi periode 19932004. Hasil kegiatan tersebut telah dipresentasikan pada beberapa kegiatan ilmiah, baik yang bersifat lokal maupun nasional. Adapun kegiatan registrasi kanker berbasis rumah sakit belum dapat dilaksanakan oleh karena permasalahan yang ditemui sama dengan permasalahan periode sebelumnya. Pada 27 Desember 2005, Tim registrasi kanker di RSKD dibubarkan dan dibentuk sub-bagian registrasi kanker yang berkedudukan di Bagian Penelitian dan Pengembangan dengan dikeluarkannya Permenkes RI No: 1684/Menkes/Per/XII/2005 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja RSKD Pasal 35 ; Bagian Penelitian dan Pengembangan terdiri dari : a. Subbagian Penelitian b. Subbagian Pengembangan Sarana Penelitian c. Subbagian Registrasi Kanker Pasal 36 butir ketiga : Subbagian registrasi kanker mempunyai tugas melakukan kegiatan registrasi kanker berbasis patologi, rumah sakit dan masyarakat serta melakukan tindak lanjut pengelolaan data dan informasi kanker. Dalam pelaksanaannya kegiatan registrasi kanker oleh panitia yang selanjutnya menjadi Sub-bagian pada tahun 2005, memerlukan badan yang mengawasi dan mengevaluasi kinerjanya. Pada 21 Desember 2004 dikeluarkan Keputusan Direksi Perjan RSKD No : HK.00.06.1.3816 tentang Penetapan Personalia dan Uraian Tugas Sub Komite di lingkungan Komite Klinik RSKD, dengan susunan; Ketua : dr. Evlina Suzanna, SpPA. Anggota : dr. Adil Pasaribu, SpB. dr. Aida Sofiati Dahlan, SpKK. dr. Kumara Bakti Herapratiwi, SpRM, dr. Cita Herawati, SpTHT. dr. Ahmad Basuki, SpB. drg. Titiek Setiowati, MHS. Ns. Supriyati, S.Kp dengan uraian tugas sebagai berikut : 1. Menyusun/meninjau kembali/menyempurnakan kebijakan dan kerangka acuan registrasi kanker berbasis rumah sakit dan berbasis patologi 2. Menyusun dan memantau pelaksanaan pedoman dan petunjuk teknis registrasi kanker serta menilai hasilnya 3. Menyempurnakan susunan dan uraian tugas tim registrasi kanker di RSKD 4. Melakukan evaluasi berkala terhadap program dan kinerja registrasi kanker berbasis rumah sakit dan berbasis patologi 5. Menyusun silabus pendidikan dan pelatihan registrasi kanker

6

Untuk lebih memperjelas fungsi dan kedudukan RSKD di Indonesia, termasuk di dalamnya kegiatan registrasi kanker, maka pada 10 Juni 2002 ditetapkan Keputusan Direktur Utama RSKD No: HK.00.06.1.1812 tentang pembentukan Komite Persiapan Pusat Kanker Nasional RSKD yang selanjutnya disebut Komite PKN dengan susunan sebagai berikut ; Penasehat : 1. Prof. Dr. dr. A. Harryanto Rekodiputro, SpPD, KHOM 2. Prof. dr. Siti Boedina Kresno, SpPK 3. Prof. dr. H.M. Djakaria, SpRad 4. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD 5. dr. Faried Azis 6. dr. Judo Prihartono 7. dr. I Made Nasar, SpPA 8. dr. Idral Darwis, SpB Ketua : dr. Santoso Cornain, D.Sc Wakil Ketua : Dr. Djumhana Atmakusuma, SpPD Sekretaris : dr. Shelly Laksman Tahija, SpPK Wakil Sekretaris : dr. Ajoedi Soemardi, SpB Anggota : 1. dr. Dody Ranuhardy, SpPD 2. dr. Nasdaldy, SpOG 3. dr. Azdi Albar 4. dr. Mohammad Ali Toha, MARS 5. dr. Fielda Djuwita, SpR 6. dr. Kardinah, SpR 7. dr. Evlina Suzanna, SpPA 8. dr. Warida Hambali, SpA 9. dr. Ayi Djembarsari, MARS Tugas Komite Pusat Kanker Nasional antara lain : 1. Melakukan pengkajian tentang kedudukan, wewenang, fungsi dan tugas Pusat Kanker Nasional 2. Menyusun dan melakukan langkah-langkah persiapan pembentukan Pusat Kanker Nasional 3. Menyusun konsep Pusat Kanker Nasional 4. Menyusun konsep dan melaksanakan penelitian kanker 5. Menyusun konsep dan melaksanakan pelatihan 6. Menyusun konsep dan melaksanakan registrasi kanker Komite PKN bekerja sama dengan Komite Medik RSKD dan berdasarkan persetujuan Direktur Utama RSKD, Komite PKN dapat membentuk Panitia Ad Hoc, menyelenggarakan seminar, serta kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan pembentukan Pusat Kanker Nasional.

7

Kegiatan registrasi kanker di RSKD dibagi menjadi 3 Kegiatan utama yaitu : 1) Kegiatan registrasi kanker berbasis rumah sakit yang bersifat umum dengan 32 variabel yang terdiri dari 3 kategori yaitu: a. data sosial b. data penyakit c. data kondisi terakhir pasien. Kegiatan ini merupakan bagian dari registrasi kanker berbasis populasi di Jakarta. 2) Melaksanakan kegiatan registrasi kanker dengan orientasi organ (site specific cancer registry) berdasarkan 13 Tim Kerja yang telah dibentuk untuk sistem pelayanan pasien, yang sampai saat ini baru terlaksana pada dua organ, yaitu kanker payudara dan paru. 13 Tim Kerja (TimJa) kanker tersebut adalah : 1. Kepala dan leher, 2. Susunan Syaraf Pusat dan Tepi, 3. Mata, 4. Telinga-HidungTenggorok, 5. Payudara, 6. Paru dan Mediastinum, 7. Kulit, 8. Sistem Retikuloendotelial dan Darah, 9. Ginjal - Saluran Kemih dan Kelamin Laki-laki, 10. Muskuloskeletal, 11. Penyakit Anak, 12. Ginekologi, 13. Saluran Pencernaan dan Hepatobilier. 3) RS Kanker Dharmais sebagai rumah sakit rujukan pasien kanker nasional (merupakan bagian dari Pusat Kanker Nasional) selain melaksanakan kegiatan Registrasi Kanker berbasis Rumah Sakit untuk RSKD itu sendiri, juga melakukan kegiatan Registrasi Kanker berbasis populasi di Indonesia, yaitu bertindak sebagai Pusat Data Kanker Nasional.

I.3 TUJUAN KEGIATAN REGISTRASI KANKER DI RSKD
I. Tujuan Umum
1. 2. 3. 4. 5. Sebagai acuan kegiatan registrasi kanker di Indonesia. Mempersiapkan registrasi kanker berbasis populasi di Indonesia. Menjadi pusat pendidikan registrasi kanker di Indonesia. Membuat kurikulum pendidikan registrasi kanker di Rumah Sakit dan di Indonesia. Untuk mengevaluasi kegiatan pelayanan terhadap pasien kanker di RSKD dengan melakukan kegiatan registrasi kanker berbasis rumah sakit yang bersifat umum. 6. Sebagai data dasar berbagai penelitian baik berbasis rumah sakit maupun berbasis populasi.

II. Tujuan Khusus
1. Sebagai bagian data dasar insidens penyakit kanker di Indonesia dalam Perencanaan Pengendalian Kanker Nasional di Indonesia. 2. Membuat kurikulum pendidikan registrasi kanker di Rumah Sakit khususnya tentang registrasi kanker berbasis organ tertentu. 3. Mengumpulkan dan mengklasifikasi informasi seluruh data penyakit kanker di RS Kanker Dharmais tahun 1993-1997. 4. Menghasilkan data statistik frekuensi kanker di RS Kanker Dharmais tahun 1993-1997. 5. Mengumpulkan dan mengklasifikasi informasi keseluruhan data kanker di RS Kanker Dharmais 6. Menghasilkan data statistik yang menjadi acuan dalam manajemen kanker (pedoman dan protokol) di rumah sakit khususnya di Indonesia pada umumnya. 7. Untuk melihat sistem pelayanan kanker terhadap pasien yang lebih spesifik yaitu terhadap organ tertentu maka kegiatan registrasi tersebut dilanjutkan dengan melakukan registrasi kanker spesifik atau berdasarkan organ (site specific cancer registry).

8

I.4 STRUKTUR ORGANISASI SUB BAGIAN REGISTRASI KANKER

9

I.5 TUGAS DAN FUNGSI
JABATAN URAIAN UMUM KEPALA SUBBAG. REGISTRASI KANKER Membantu kepala bagian Penelitian dan Pengembangan dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, pelaporan, dan evaluasi kegiatan registrasi kanker berbasis patologi, rumah sakit dan berbasis masyarakat serta melakukan tindak lanjut dan pengelolaan data dan informasi kanker. 1. Memberi masukan kepada kepala bagian Penelitian dan Pengembangan dalam menyusun rencana kegiatan registrasi kanker. 2. Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk kegiatan registrasi kanker sebagai bahan panduan dalam pelaksanaan registrasi kanker. 3. Mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan registrasi kanker agar dapat berjalan sesuai dengan SOP dan rencana kegiatan 4. Menyusun perangkat lunak registrasi kanker yang sesuai dengan kondisi rumah sakit kanker Dharmais 5. Memonitor kegiatan ekstraksi dan input data serta melakukan verifikasi berdasarkan data di status rekam medik. 6. Menyusun proposal untuk membuat jejaring dengan pusat data nasional, regional dan internasional. 7. Mengkoordinasikan pelaksanaan pelatihan baik bagi staf sub bagian registrasi kanker maupun para klinisi. 8. Mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan registrasi kanker agar dapat berjalan sesuai dengan SOP dan rencana kegiatan 9. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap karyawan dibawah sub bagian registrasi kanker. 10. Membantu Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan dalam membuat laporan dan melakukan analisis hasil laporan kegiatan registrasi kanker untuk disampaikan kepada Direktur SDM dan Pendidikan. 11. Melakukan evaluasi kegiatan secara berkala sebagai bahan pertimbangan dalam membuat rencana kegiatan yang akan datang di sub bagian registrasi kanker. 12. Berkoordinasi dengan unit-unit lain bagian Penelitian dan Pengembangan 13. Berkoordinasi dengan unit-unit lain yang terkait di rumah sakit kanker “Dharmais” 14. Memberi masukan kepada ketua pelaksana pengumpulan data kanker (PBCR) dalam pembuatan rencana strategi kegiatan registrasi kanker 15. Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) kegiatan registrasi kanker sebagai bahan panduan dalam pelaksanaan registrasi kanker. 16. Berkoordinasi dengan institusi yang terkait (pemerintahan dan non pemerintahan) dalam pelaksanaan kegiatan registrasi kanker baik dalam maupun luar negeri. 17. Berkoodinasi dengan seluruh stakeholder dalam perencanaan dan evaluasi program kegiatan registrasi kanker dalam pelaksanaan NCCPs (Program Pengendalian Kanker Nasional) 18. Mengikuti pelatihan dan pendidikan registrasi kanker di tingkat nasional maupun internasional. 19. Mempublikasikan hasil kegiatan diberbagai pertemuan ilmiah di tingkat internasional. 20. Menjadi narasumber dalam kegiatan registrasi kanker. 21. Melakukan pembinaan terhadap SDM registrasi kanker berbasis populasi 22. Memberi masukan dalam penyusunan proposal kerjasama oleh tim

TUGAS KERJA

10

TANGGUNG JAWAB

WEWENANG

penyusun proposal untuk membuat jejaring dengan berbagai institusi pelaksana kegiatan registrasi kanker di tingkat regional nasional (antar Propinsi di Indonesia), regional multinasional (Asia Pasifik), dan Internasional (5 benua). 23. Mempersiapkan sumber data untuk pelaksanaan penelitian epidemiologi di tingkat nasional, multinasional. 24. Melakukan evaluasi kegiatan secara berkala sebagai bahan pertimbangan dalam membuat rencana strategi yang akan datang di Pusat Data Kanker Nasional Bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan dalam kegiatan registrasi kanker berbasis patologi, rumah sakit dan berbasis masyarakat serta melakukan tindak lanjut dan pengelolaan data dan informasi kanker. 1. Melakukan koordinasi dengan semua timja kanker di rumah sakit untuk melaksanakan registrasi kanker berbasis rumah sakit 2. Melakukan koordinasi dengan subdit kanker Direktorat Penyakit tidak menular, dan organisasi registrasi kanker internasional dalam melaksanakan registrasi kanker berbasis masyarakat. 1. Pendidikan Minimal : S-2 di Bidang Onkologi (diutamakan : ahli Patologi, Radiologi, Onkologi Medik) 2. Pelatihan Minimal : Registrasi Kanker bersertifikat Internasional 3. Pengalaman Minimal : Pelaksana kegiatan registrasi kanker berbasis rumah sakit 1. Leadership 2. Computer office 3. Problem Solver 4. Komunikasi 1. Publikasi Jurnal nasional dan internasional 2. Poster dan presentasi oral 3. Publikasi internasional (IACR-CI5) 4. Tersedianya informasi epidemiologi kanker 5. Terbentuknya sistem jejaring nasional dan internasional 6. Tersedianya buku laporan tahunan registrasi kanker berbasis rumah sakit

KUALIFIKASI

KEAHLIAN

HASIL KERJA

JABATAN URAIAN UMUM

STAF DATA MANAGER Membantu kasubbag. Registrasi Kanker dalam pembuatan renstra, merencanakan kebutuhan jenis perangkat lunak untuk database dan analisa data, menyediakan informasi data registrasi kanker berbasis rumah sakit dan berbasis organ tertentu dan sebagai tenaga peneliti serta tenaga pendidik. 1. Menilai kelayakan data kanker yang tersedia sesuai dengan standar kualitas data yang ditetapkan (nasional dan internasional) 2. Menyusun sistem penyimpanan data berdasarkan tahapan proses kegiatan registrasi kanker berbasis rumah sakit dan berbasis organ tertentu 3. Mempersiapkan data untuk dianalisa setelah dilakukan uji kelayakan data 4. Melaporkan kualitas data kanker yang ada 5. Melakukan analisa data berdasarkan standar laporan registrasi kanker berbasis rumah sakit. 6. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap proses pengolahan dan

TUGAS KERJA

11

TANGGUNG JAWAB WEWENANG

KUALIFIKASI

KEAHLIAN

HASIL KERJA

analisa data, serta serta berkoordinasi dengan koordinator verifikatorregistrar, koordinator informasi-IT, KSMF, tenaga peneliti lain. 7. Membantu Kasubag. Registrasi kanker dalam pembuatan rencana strategik registrasi kanker 8. Membuat proposal penelitian epidemiologi 9. Melaksanakan penelitian epidemiologi kanker. 10. Menetapkan kebutuhan jenis perangkat lunak untuk database. 11. Menetapkan kebutuhan jenis perangkat lunak untuk analisa data. Bertanggung jawab kepada kasubbag registrasi kanker dalam melaksanakan tugasnya dibagian penelitian dan pengembangan. 1. Melakukan analisis data 2. Melakukan penelitian epidemiologi kanker 3. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pengelolaan data 1. Pendidikan minimal : S1 Profesi Kedokteran / S2 Epidemiologi Klinik 2. Pengalaman minimal : 2 tahun dibidang epidemiologi kanker 3. Pelatihan minimal :  Cancer registry  SPSS/Stata  Penulisan ilmiah 1. Komputer (Microsoft Office) 2. Epidemiologi kanker 3. Statistik Tersedianya sistem pengolahan data registrasi kanker Tersedianya hasil pengolahan data dengan analisis untuk publikasi Tersedianya hasil penelitian epidemiologi kanker Publikasi hasil penelitian di jurnal nasional dan internasional REGISTRAR TINGKAT I Membantu kasubbag. Registrasi kanker dalam Pembuatan abstrak dan entri data terhadap kasus kanker yang telah didiagnosis selambat-lambatnya 6 bulan sebelumnya dari periode waktu berjalan. 1. Proses pembuatan database hardcopy  Mengumpulkan data dari berbagai sumber data di RS. Kanker Dharmais yaitu instalasi diagnosis (PA-PJ, PK, Radiologi), Radioterapi, dan IGD  Melakukan kompilasi data dari berbagai sumber data agar tidak terdapat duplikasi.  Melakukan pengisian abstrak SRiKandI berdasarkan data yang dikompilasi dari sumber data di Bagian Rekam Medik RS Kanker Dharmais berdasarkan status rekam medik.  Melakukan penyusunan terhadap abstrak dalam file sesuai dengan nomor registrasi. 2. Proses pembuatan database softcopy  Melaksanakan input data ke program SRiKandI setelah proses verifikasi I 3. Melakukan koordinasi dengan seluruh staf registrasi kanker. Bertanggung jawab kepada kasubbag registrasi kanker dalam melaksanakan tugasnya dibagian penelitian dan pengembangan. 1. Melakukan pengisian data base reg. Kanker 2. Melakukan pembuatan soft copy data base reg. kanker

JABATAN URAIAN UMUM

TUGAS KERJA

TANGGUNG JAWAB WEWENANG

12

KUALIFIKASI

KEAHLIAN

1. Pendidikan minimal : SMA 2. Pengalaman minimal : 2 tahun 3. Pelatihan minimal :  Komputer (Microsoft office) 1. Mampu mengekstraksi data kasus dari status rekam medik ke dalam lembar abstrak registrasi kanker. 2. Mampu menginput data ke dalam perangkat lunak registrasi kanker yang dipergunakan. Menghasilkan database registrasi kanker dalam bentuk hardcopy dan softcopy

HASIL KERJA

JABATAN URAIAN UMUM TUGAS KERJA

REGISTRAR TINGKAT II Membantu kasubbag. Registrasi kanker dalam melengkapi data yang ada pada abstrak sesuai dengan variabel yang ada. 1. Mendapatkan abstrak Srikandi yang belum lengkap variabel dari verifikator I. 2. Meminta surat tugas kepada koordinator verifikator untuk melaksanakan tugas di Instalasi Rekam Medik. 3. Berkoordinasi dengan petugas Rekam Medik untuk ketersediaan status rekam medik yang akan dilengkapi. 4. Memeriksa status Rekam Medik untuk mengambil variabel yang dibutuhkan dalam melengkapi abstrak. 5. Menghubungi dan membuat perjanjian dengan dokter yang bersangkutan untuk menuliskan variabel yang dibutuhkan pada abstrak yang tidak tertulis pada status Rekam Medik. 6. Melapor ke petugas Rekam medik untuk pengembalian status Rekam Medik. 7. Merekapitulasi hasil kegiatan follow-up. 8. Membuat laporan hasil kegiatan follow-up. Bertanggung jawab kepada kasubbag registrasi kanker dalam melaksanakan tugasnya dibagian penelitian dan pengembangan. 1. Melakukan pengisian data base reg. kanker 2. Melakukan koordinasi dg rekam medis 3. Melakukan koordinasi dengan verifikator 1. Pendidikan minimal : S1 keperawatan / S1 komunikasi / S1 sosial 2. Pengalaman minimal : 2 tahun 3. Pelatihan minimal :  Komputer (Microsoft office ) 1. Mampu mengekstraksi data kasus dari status rekam medik ke dalam lembar abstrak registrasi kanker dan melihat kesesuaian data antar variabel. 2. Mampu menginput data ke dalam perangkat lunak registrasi kanker yang dipergunakan. Tersedianya abstrak yang terisi lengkap variabelnya.

TANGGUNG JAWAB WEWENANG

KUALIFIKASI

KEAHLIAN

HASIL KERJA

13

JABATAN URAIAN UMUM TUGAS KERJA

VERIFIKATOR TINGKAT I Membantu kasubbag. registrasi kanker dalam melakukan verifikasi data dan melakukan penelitian epidemiologi. 1. Mereview hasil input data setelah dilakukan verifikasi I. 2. Melakukan tabulasi silang terhadap data berdasarkan standard kesesuaian anatomi, penyakit, dan status pasien (jenis kelamin, usia, dll). 3. Melakukan koordinasi dengan seluruh staf registrasi kanker. 4. Menyusun laporan hasil akhir verifikasi. Bertanggung jawab kepada kasubbag registrasi kanker dalam melaksanakan tugasnya dibagian penelitian dan pengembangan. 1. Melakukan pemeriksaan pengisian data base reg. kanker 2. Melakukan verifikasi terhadap data yang sudah di input oleh registrar 1. Pendidikan minimal : S1 dokter umum / S1 keperawatan / SKM 2. Pengalaman minimal : 2 tahun 3. Pelatihan minimal :  Komputer (Microsoft office)  Cancer Registry 1. Mampu melakukan verifikasi data berdasarkan kesesuaian variabel yang ada baik manual maupun menggunakan perangkat lunak khusus. 2. Mampu mengambil keputusan menetapkan variabel yang sesuai dari data rekam medik berdasarkan pathogenesis penyakit. Tersedianya data yang layak dianalisa dan dilaporkan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

TANGGUNG JAWAB WEWENANG KUALIFIKASI

KEAHLIAN

HASIL KERJA

JABATAN URAIAN UMUM

VERIFIKATOR TINGKAT II Membantu kasubbag. Registrasi kanker dalam melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pekerjaan verifikator, registrar, dan tenaga follow up pada kegiatan registrasi kanker berbasis rumah sakit dan berbasis organ tertentu (site spesific cancer registry) 1. Melakukan koordinasi dengan verifiktor umum dan site spesific dalam kegiatan registrasi kanker 2. Melakukan koordinasi dengan data manager-koordinator penelitian registrasi kanker berbasis rumah sakit dalam tersedianya data yang layak dianalisa. 3. Melakukan koordinasi dengan koordinator IT dalam tersedianya perangkat lunak, hardware, dan pemeliharan sistem komputerisasi 4. Memeriksa seluruh kegiatan yang berlangsung dalam proses verifikasi yang dilakukan oleh para verifikator 5. Membuat proposal penelitian dan melakukan penelitian epidemiologi 6. Membantu Kasubag dalam pembuatan rencana strategi Bertanggung jawab kepada kasubbag registrasi kanker dalam melaksanakan tugasnya dibagian penelitian dan pengembangan. 1. Melakukan pemeriksaan pengisian data base registrasi kanker 2. Mengatur jadwal dan kegiatan verifikator 3. Memberikan arahan kepada verifikator untuk melaksanakan kegiatan 1. Pendidikan minimal : S1 dokter umum / S2 keperawatan / S2 epidemiologi 2. Pengalaman minimal : 2 tahun

TUGAS KERJA

TANGGUNG JAWAB WEWENANG

KUALIFIKASI

14

KEAHLIAN

HASIL KERJA

3. Pelatihan minimal :  Komputer (Microsoft office)  Cancer Registry 1. Mampu melakukan verifikasi data berdasarkan kesesuaian variabel yang ada baik manual maupun menggunakan perangkat lunak khusus. 2. Mampu mengambil keputusan menetapkan variabel yang sesuai dari data rekam medik berdasarkan pathogenesis penyakit. 3. Mampu melakukan olah data deskriptif epidemiologi. 4. Mampu melakukan analisa data. Tersedianya data yang layak dianalisa dan dilaporkan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Melakukan penelitian epidemiologi yang bersifat deskriptif dan analitik. STAF ADMINISTRASI TINGKAT II Bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan administrasi mencakup urusan kepegawaian di sub bagian registrasi kanker, administrasi internal (registrasi kanker berbasis rumah sakit). 1. Membuat laporan kehadiran staf registrasi kanker 2. Melakukan pengarsipan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kepegawaian 3. Surat-menyurat yang berkaitan dengan kepegawaian. 4. Mengkoordinasikan hal-hal yang berkaitan dengan kerumahtanggaan sub bagian registrasi kanker dengan instalasi-instalasi terkait dalam rumah sakit antara lain kebutuhan ATK, Hardware-Perangkat lunak, dan Umum 5. Menyiapkan surat permohonan izin pengumpulan data dasar antar instalasi di lingkungan RS Kanker Dharmais antara lain departemen PAPJ, PK, Radiologi, Radioterapi, Anak, dan IGD. 6. Menyiapkan surat permohonan izin peminjaman status pasien ke bagian rekam medis untuk pengisian abstrak registrasi kanker 7. Melakukan follow up surat. Bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan dalam mengelola administrasi 1. Membuat surat ijin pengumpulan data 2. Mengkoordinir jadwal kegiatan pengambilan data 3. Melakukan koordinasi dengan bagian rekam medik 1. Pendidikan minimal : D3 Ilmu administrasi 2. Pengalaman minimal : 3. Pelatihan minimal :1. Computer office 2. Problem Solver 3. Komunikasi 1. Tersedianya arsip surat-menyurat sesuai dengan standar pengarsipan. 2. Tersedianya surat yang dibutuhkan

JABATAN URAIAN UMUM

TUGAS KERJA

TANGGUNG JAWAB WEWENANG

KUALIFIKASI

KEAHLIAN HASIL KERJA

15

JABATAN URAIAN UMUM

STAF IT DAN INFORMASI  Menetapkan, membuat dan mengembangkan jenis perangkat keras dan perangkat lunak registrasi kanker serta melakukan pemeliharaan sistem perangkat keras dan perangkat lunak registrasi kanker.  Memelihara sistem jejaring internal dan eksternal (lokal, regional nasional, regional multinasional, internasional-5 benua) 1. Menentukan spesifikasi hardware dan perangkat lunak 2. Menentukan jumlah kebutuhan hardware dan perangkat lunak 3. Melakukan pemeliharaan hardware dan perangkat lunak registrasi kanker 4. Membantu kasubag dalam pembuatan rencana strategik 5. Membuat, memelihara, dan memperbaharui informasi tentang epidemiologi kanker dalam website registrasi kanker. 6. Melakukan korespondensi dengan jejaring yang ada dan yang akan dibentuk. 7. Menyebarluaskan informasi tentang hasil kegiatan registrasi kanker berbasis rumah sakit. 8. Menyediakan sumber informasi tentang referensi registrasi kanker dalam bentuk hardcopy (buku dan jurnal) maupun softcopy (database online). 9. Membuat buku laporan hasil kegiatan. Bertanggung jawab kepada kasubbag registrasi kanker dalam melaksanakan tugasnya dibagian penelitian dan pengembangan 1. Menetapkan hardware dan perangkat lunak untuk reg. kanker 2. Membuat informasi kanker 3. Melakukan korespondensi dengan jejaring registrasi kanker 1. Pendidikan minimal : Minimal S1 Teknologi Informatika / S1 Ilmu Komputer / S1 Sistem Informasi 2. Pelatihan minimal :  Cancer Registry  Canreg 5 1. Microsoft office 2. Problem Solver 3. Komunikasi Tersedianya website registrasi kanker Tersedianya perangkat keras dan perangkat lunak registrasi kanker bersifat umum dan khusus (berbasis organ tertentu) Tersedianya informasi epidemiologi kanker Terbentuknya sistem jejaring. Tersedianya buku laporan tahunan registrasi kanker

TUGAS KERJA

TANGGUNG JAWAB WEWENANG

KUALIFIKASI

KEAHLIAN

HASIL KERJA

16

BAB II KEGIATAN
Kegiatan Registrasi kanker Berbasis Rumah Sakit pada RSKD dimulai dengan mengumpulkan data kejadian kanker sejak tahun 1993. Kegiatan ini merupakan pengembangan dari kegiatan registrasi kanker sebelumnya yaitu registrasi kanker berbasis patologi yang kegiatannya dimulai sejak tahun 1999 dengan melakukan pendataan penyakit kanker dari tahun 1993, sesuai dengan SK Direktur tersebut diatas.

II.1 Rancangan kegiatan berdasarkan : Lokasi dan kebutuhan ruang kerja, perencanaan pembiayaan, perangkat keras - perangkat lunak, dan sumber daya manusia sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan.
Tabel 1. Kebutuhan SDM-Perangkat Keras-Perangkat Lunak
No. A Kebutuhan Berbasis Rumah Sakit di RSKD 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 3 ruangan Total 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 3 ruangan

B

C

Ruang Kerja 1 Ruang kepala sub-bagian 2 Ruang sekretariat 3 Ruang server 4 Ruang diskusi – rapat 5 Perpustakaan 6 Ruang kerja registrar dan verifikator 7 Ruang analisa data 8 Ruang kerja peneliti 9 Ruang mentor-supervisor 10 Ruang kerja site specific canreg ( 13 Organ) 11 Ruang makan – pantry 12 Toilet Total Ruang Kerja Perangkat Keras 1 Komputer 2 Server Sumber daya manusia 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sekretaris umum Sosial Media Manajer Tenaga IT (programmer) Tenaga IT (teknisi) Registrar Verifikator Validator Staf ahli site specific cancer registry Data Manager Full timer 1 org 1 org

1 ruangan 1 ruangan 4 ruangan 1 ruangan 1 ruangan

1 ruangan 1 ruangan 4 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 17 ruangan 18 unit 2 unit Part timer 1 org 1 org 1/2 org 1/2 org 10 org 3 org 1 org 13 org 1 org

18 unit 2 unit

1/2 org 1 /2 org 10 org 3 org 1 org 13 org 1 org

17

10 11 12

4

Tenaga follow up Ahli Statistik Mentor Sub Total SDM Total SDM Perangkat Lunak 1 Perangkat Lunak olah data SPSS 17 i Minitab ii Stata iii Microsoft Office iv Arc View v Canreg tools vi 2 Perangkat lunak site specific cancer registry

3 org 2 org 21 org 3 org 18 org

3 org 2 org 3 org 39 org

Spesifikasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak : - Operating system: Microsoft® Windows® XP Professional or Home, Service Pack 2 or later (32bit) or Windows Vista® Ultimate, Enterprise, Business, Home Premium, or Home Basic (32- and 64-bit) - Processor: Intel® Pentium®-class; 3.0 GHz recommended - Monitor: 1024 x 768 (SVGA) resolution - Memory: 512MB or more recommended; 1GB or more for large datasets - Minimum free drive space: 300MB; more recommended for larger datasets - CD-ROM drive (for installation) - Internet Explorer 7 or later (for online help)

Sistem penghitungan sumber daya manusia
Oleh karena registrasi kanker ini bersifat retrospektif, perencanaan dilakukan pada tahun 2009 untuk kebutuhan registrasi kanker tahun 1993 sampai 2007. Terdapat keterbatasan waktu oleh karena bersaman dengan itu harus melakukan kegiatan registrasi kanker di tahun 2008 dan tahun berjalan. Sehingga kebutuhan tenaga registrar dan verifikator diperhitungkan dengan memperkirakan jumlah kasus berdasarkan jumlah nomor rekam medik yang dikeluarkan dibagi dengan jumlah abstrak yang dapat dikerjakan per harinya. Perhitungan sebagai berikut : Perhitungan keperluan registrar aktif yang ditargetkan untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 3 bulan, Registrar pembuat abstrak berdasarkan estimasi frekuensi berdasakan nomor rekam medik adalah 10.000 kasus selama 5 tahun (1993-1997). Perhitungan keperluan registrar pembuat abstrak sebagai berikut:  Kemampuan 1 orang registrar membuat abstrak adalah sebanyak 20 kasus /hari  1 bulan adalah 20 hari kerja. Maka 3 bulan = 60 hari kerja  Pembuatan abstrak selama 3 bulan = 60 x 20 = 1200 kasus  Kebutuhan registrar = 10.000 kasus/ 1200 kasus = 8, 3 orang Perhitungan keperluan registrar aktif yang ditargetkan untuk menyelesaikan pekerjaan input data dalam waktu 3 bulan adalah sebagai berikut:  Kemampuan 1 orang registrar mengentri adalah sebanyak 100 kasus /hari  1 bulan adalah 20 hari kerja. Maka 3 bulan = 60 hari kerja  Entri data selama 3 bulan = 60 x 100 = 6000 kasus  Estimasi frekuensi kasus kanker 1993-1997 = 10.000  Jumlah registrar aktif yang diperlukan = 10.000 / 6000 = 1,7 orang

18

II.2 Alur Kegiatan
Dalam pelaksanaan kegiatan registrasi kanker berbasis rumah sakit dilakukan berbagai kegiatan yang saling berhubungan yaitu: 1. Penelusuran data dasar dari berbagai bagian yang ada di RSKD yaitu : Instalasi Patologi Anatomi dan Pemulasaraan Jenazah, Instalasi Radiodiagnostik, Instalasi Patologi Klinik, Instalasi Radioterapi, Instalasi Rehabilitasi Medik, dan Kelompok Staff Medik Fungsional (SMF) Anak. Keseluruhan data tersebut akan melengkapi data yang diperoleh dari Instalasi Rekam Medik. 2. Ekstraksi data. Pada kegiatan ini dilakukan serangkaian proses yang berurutan; a. Dimulai dengan mencatat nomor rekam medik yang dikeluarkan pada tahun pelayanan berlangsung. b. Dilakukan penelusuran status rekam medik di bagian rekam medik. c. Pemisahan status pasien kanker dan non kanker. d. Pengisian lembar abstrak berdasarkan variabel yang dibutuhkan. 3. Verifikasi I. Setelah dilakukan pengisian lembar abstrak, maka dilakukan verifikasi data oleh petugas, dengan melihat kesesuaian antar variabel seperti kesesuaian jenis penyakit dengan usia dan jenis kelamin, kesesuaian perjalanan penyakit dengan jenis pengobatan, kesesuaian antara diagnosis dan pengobatan, dll. 4. Registrasi data ke dalam perangkat lunak. Data diinput ke perangkat keras dengan menggunakan perangkat lunak tertentu yang sudah distandarisasi oleh Badan Registrasi Kanker Internasional, dalam hal ini perangkat lunak SRiKandI (Sistem Registrasi Kanker di Indonesia, penamaan oleh Ir. Hendro Kuncoro). 5. Verifikasi II. Setelah seluruh data diinput, maka dilakukan verifikasi data terhadap sistem kerja petugas (human error) baik secara teknis maupun secara pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan memasukkan data ke dalam perangkat lunak khusus yang dinamakan CanReg tools yang dikeluarkan oleh Badan Riset Kanker International (International Agency for Research on Cancer/IARC) 6. Keabsahan data. Data dinyatakan absah apabila dalam kurun waktu tersebut dapat diketahui perbandingan angka kesakitan dan angka kematian akibat kanker, juga dengan melihat persentase jumlah kasus kanker yang didiagnosis dengan menggunakan standar baku emas baik pemeriksaan jaringan maupun pemeriksaan sel. 7. Pengolahan dan Penyajian Data Setelah data diverifikasi dan dinyatakan absah melalui kualitas data yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan (nasional dan internasional), kemudian data diolah menggunakan perangkat lunak microsoft excel dan SPPS 17.0. Pengolahan data univariat dilakukan untuk menghasilkan data deskriptif epidemiologi seperti tingkat morbiditas, jumlah mortalitas, dan harapan hidup. 8. Analisa Data bersifat diskriptif. 9. Publikasi Data dengan laporan tahunan, 5 tahun dan melalui journal nasional maupun internasional, atau melalui pertemuan ilmiah berupa presentasi poster.

19

Skema Alur Data

Skema Alur Kegiatan Abstraksi Data

20

II.3 Metode Kegiatan
Dalam kegiatan registrasi kanker, sistem pengumpulan data dilakukan dengan metode aktif atau pasif. Aktif, registrar melakukan kunjungan ke instalasi di rumah sakit untuk mengambil data. Pasif, subbagian registrasi kanker menerima data dari instalasi di rumah sakit berupa lembar rekapitulasi data atau berupa kopi data dalam perangkat lunak. Dalam melakukan kegiatan registrasi kanker berbasis rumah sakit di RSKD, metode yang dilakukan adalah bersifat aktif, seluruh petugas secara langsung mengambil data ke sumber data. Penetapan kasus kanker pada saat pencatatan ditentukan oleh tanggal pertama kali seseorang didiagnosis sebagai penderita kanker berdasarkan standar diagnosis untuk penyakit kanker, yaitu; pemeriksaan mikroskopik / standar baku emas, laboratorium / petanda tumor, pemeriksaan radiologi multimodalitas, pemeriksaan klinis saja. Penetapan tanggal kejadian tidak berdasarkan kunjungan pertama kali ke rumah sakit. Terminologi penyakit kanker yang digunakan adalah buku ICD-O (International Classification Disease for Oncology) Edisi ke-3. Derajat keganasan atau diferensiasi tumor ditetapkan berdasarkan klasifikasi WHO masing-masing jenis keganasan. Penetapan stadium kanker berdasarkan sistem TNM, FIGO untuk keganasan epitelial ovarium, Dukes untuk keganasan epitelial colorectal, dan Clark dan Breslow untuk keganasan kulit melanositik. Penetapan diagnosis kanker dilakukan dengan kesesuaian antara diagnosis klinis, radiologi, dan patologi. Pada tahun 1993-1997 Instalasi Radiologi memiliki mutimodalitas pemeriksaan berupa X-Ray konvensional, Radiofluoroskopi, MRI, Angiografi, Mammografi, Ultra sound, Gama kamera, CT-scan, Extra mobile unit. Sementara di Instalasi Patologi Anatomi, pemeriksaan untuk diagnosis dilakukan dengan pulasan rutin Hematoksilin-Eosin dan pulasan khusus Histokimia. Di Instalasi Patologi Klinik pemeriksaan yang ada adalah pemeriksaan rutin, belum ada pemeriksaan petanda tumor.

21

II. 4 Manajemen Data
Manajemen data dilakukan secara manual dan otomatis melalui perangkat lunak (canreg tools) yang dikeluarkan oleh IARC. Tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut : Setelah dilakukan entri data, maka data dinyatakan layak dianalisa melalui pemeriksaan terhadap adanya duplikasi data yang diketahui berdasarkan nama, no. MR, alamat, tanggal lahir, dan kode penyakit. Kegiatan tersebut dilakukan secara manual. Setelah tidak ditemukan duplikasi data, maka data dimasukkan ke dalam perangkat lunak canreg tools untuk menilai kesesuaian antar variabel. Sistem akan secara otomatis mengeluarkan daftar data kasus kanker yang tidak sesuai antar variabelnya berdasarkan rujukan keilmuan dari kasus tersebut, misalnya Retinoblasma pada usia dewasa, atau, Limfoma Burkit pada orang tua, dst. Maka daftar data yang tidak sesuai tersebut harus diverifikasi ulang dengan mengambil data dari rekam medik, kemudian data diinput dan diperlakukan sama seperti di atas. Setelah seluruh proses manual dan otomatis dilakukan dan tidak ditemukan lagi adanya ketidaksesuaian variabel data, maka data dinyatakan layak diolah. Dari kegiatan tersebut di atas jumlah nomor rekam medik yang dikeluarkan sebanyak 19.399, yaitu dari nomor rekam medik 00-00-01 sampai dengan 01-93-99. Dari seluruh nomor rekam medik yang dikeluarkan pada tahun itu, jumlah kasus kanker berjumlah 5.814 kasus. Pada saat penelusuran kasus didapatkan beberapa kondisi yang menunjukkan bahwa RSKD dapat merupakan rujukan diagnosis saja yaitu terdapat 272 kasus yang didiagnosis secara histopatologi tanpa dirawat (tidak memiliki status rekam medik). Selain hal tersebut, ditemukan juga hal-hal yang tidak sesuai dengan sistem rekam medik yaitu; terdapat 9 kasus dengan 1 nomor rekam medik yang mana dari nomor tersebut terdaftar 2 nama; 3 kasus dengan 2 nomor rekam medik yang mana dari nomor tersebut terdaftar 1 nama; terdapat 7 status rekam medik dengan tanda peminjaman, namun tidak dapat ditelusuri. Verfikasi data pertama dari jumlah tersebut tidak terdapat duplikasi data. Pada saat verifikasi data kedua dengan menggunakan perangkat lunak canreg tools didapatkan 382 kasus yang tidak bersesuaian antar variabelnya, meliputi 23 tidak sesuai antara usia, letak tumor, dan jenis histologi; 265 kasus tidak sesuai antara dasar diagnosis dengan jenis histologi; 6 kasus tidak sesuai antara perilaku biologik tumor dengan jenis histologi; 32 kasus tidak sesuai antara jenis histologi dengan letak tumor; 2 kasus tidak sesuai antara jenis kelamin dengan jenis histologi. Setelah dilakukan penelusuran ulang ke status rekam medik, maka seluruh data kasus dapat diperbaiki dan dimasukkan ke dalam pengolahan data. Kualitas data yang dianalisa adalah sebagai berikut; mikroskopik verifikasi 88,32%; usia yang tidak diketahui 0,12%; tidak diketahui letak tumor primer 1,43%; tumor yang tidak dapat ditentukan secara tepat letaknya oleh karena massa tumor sudah berada pada beberapa organ dalam lokasi yang sama (misalnya rongga perut, rongga dada, dsb) sebanyak 0,62% meliputi C76 18 kasus; C26 14 kasus; C57 1 kasus; C63 3 kasus.

22

Tabel 2. Manajemen Data Nomor rekam medis yang dikeluarkan untuk kunjungan tahun 1993-1997 : 00-00-01 s.d 01-93-99 19399 Kasus keganasan 1993-1997 (lolos verifikasi I-II dan validasi) 5814 Mikroskopik RSKD 2223 Non RSKD 2912 Radiologi 443 Klinis 211 Marker 25 Verifikasi I dengan canreg tools : 382 kasus Ketidaksesuaian : 23 kasus : antara usia, letak tumor, dan jenis histologi; 265 kasus : antara dasar diagnosis dengan jenis histologi; 6 kasus : antara perilaku biologik tumor dengan jenis histologi; 32 kasus : antara jenis histologi dengan letak tumor; 2 kasus : antara jenis kelamin dengan jenis histologi Tidak masuk kasus keganasan 1993-1997 13585 Mikroskopik Tumor insitu 30 Tumor tidak jelas perilaku biologik 37 Tumor jinak 309 Bukan tumor (infeksi /non-infeksi) 1581 Klinis, Radiologis Non Tumor 11628 Tabel 3. Kualitas Data Mikroskopik verifikasi Usia yang tidak diketahui Tidak diketahui letak tumor primer Tumor yang tidak dapat ditentukan secara tepat letaknya oleh karena massa tumor sudah berada pada beberapa organ dalam lokasi yang sama (misalnya rongga perut, rongga dada, dsb) C26 (Organ pencernaan lain) : 14 kasus C39 (Organ pernafasan lain) : 0 kasus C57 (Organ genital wanita lainnya) : 1 kasus C63 (Organ genital pria lainnya) : 3 kasus C76 (Organ lain yang kurang spesifik) : 18 kasus 88,32% 0,12% 1,43% 0,62%

23

BAB III HASIL
Pada tahun 1993-1997 jumlah keseluruhan data adalah 5739 kasus kanker yang terdiri dari tahun 1993 adalah 386 kasus, 1994 adalah 1344 kasus, 1995 adalah 1451 kasus, 1996 adalah 1497 kasus, dan pada 1997 adalah 1061kasus. Terdapat peningkatan kasus setiap tahunnya sampai tahun 1996, yang mana pada tahun 1997 terjadi penurunan kasus yang cukup bermakna yaitu 29,1% kasus, hal tersebut dimungkinkan oleh adanya krisis global yang berdampak terhadap Indonesia dan juga adanya pergantian kepemimpinan nasional.

III.1 Pengolahan Data
Data diolah menggunakan perangkat lunak microsoft excel dan SPPS 17.0. Pengolahan data univariat dilakukan untuk menghasilkan data deskriptif epidemiologi seperti jumlah morbiditas, dan jumlah mortalitas, jenis histologi, sebaran usia dan jenis kelamin dsb.

III.2 Penyajian Data
Tabel 4 Jumlah kasus pasien RSKD tahun kejadian 1993-1997 Tahun Kejadian 1993 1994 1995 1996 1997 1993-1997 Laki-laki Frek 129 513 552 606 393 2193 % 5,9 23,4 25,2 27,6 17,9 100,0 Perempuan Frek 263 841 910 902 705 3621 % 7,3 23,2 25,1 24,9 19,5 100,0 Frek 392 1354 1462 1508 1098 5814 Total % 6,8 23,3 25,1 25,9 18,9 100,0

24

Grafik 1 Trend jumlah kasus kanker di RSKD tahun kejadian 1993-1997

Grafik 2 Persentase kasus kanker berdasarkan jenis kelamin

25

Grafik 3 Distribusi pasien kanker berdasarkan domisili pulau
0.7 0.2 0.1 1.6 0.6 0.1 1.8

Jawa
8.0

Sumatera Tidak diketahui Kalimantan Sulawesi Kepulauan Sunda Kecil Maluku Irian Jaya 86.9
Luar Negeri

Grafik 4 Distribusi pasien kanker berdasarkan provinsi pada Pulau Jawa
3500 3000 2500 3000

Frekuensi

2000 1500 1000 500 0 DKI Jakarta

1668

203

85 Jawa Timur

25 Yogyakarta

1 Jawa Tengah

Jawa Barat

Jawa Tengah

Grafik 5 Distribusi pasien kanker berdasarkan kotamadya pada Provinsi Jakarta
Tidak diketahui 0.2% Timur 16.6% Utara 13.5%

Barat 33.9%

Selatan 21.6%

Pusat 14.1%

26

Grafik 6 Persentase kasus kanker berdasarkan kelompok umur
0.12 3.53

Anak (0-19 tahun) 20.73 75.63 Dewasa (20-39) Orang Tua (> 39 tahun) Tidak diketahui

Grafik 7 Distribusi kasus kanker berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin
800 700 600
500

Jumlah Kasus

400 300 200 100 0 05- 10- 15- 20- 25- 30- 35- 40- 45- 50- 55- 60- 65- 70- 75+ Kelompok Umur

Laki-laki
Perempuan

Total

27

Grafik 8 Keganasan terbanyak pada laki-laki
Trakea, Bronkus, dan Paru Nasofaring Kelenjar getah bening Hati, sal. empedu intrahepatik Hematopoietik Usus Besar Rektum, Rectosigmoid, Anus Kulit Kandung Kemih Jaringan lunak, ikat, subkutan
0 8.13

18.40 14.66

7.03 5.75 3.88 3.65
3.06

2.79 2.83
10 20 30 40

Persentase

Grafik 9 Tingkat kematian pada keganasan terbanyak pada laki-laki
Trakea, Bronkus, dan Paru

123
31

402

Nasofaring
Kelenjar getah bening

321
178

28
42

Hati, sal. empedu intrahepatik Hematopoietik
Usus Besar

154 126
86

48 18 15 3
7

Total Meninggal

Rektum, Rectosigmoid, Anus
Kulit

80
67

Jaringan lunak, ikat, subkutan Kandung Kemih
0

62 61

8

100

200

300

400

500

Jumlah kasus

28

Grafik 10 Keganasan terbanyak pada perempuan
Payudara Leher rahim Ovarium Nasofaring Trakea, Bronkus, dan Paru Kelenjar getah bening Kelenjar tiroid Hematopoietik Usus Besar Korpus Uteri
0 5.75

31.24 28.23

3.76 3.43 2.99 2.68
2.27

2.07 2.05
10 20 30 40

Persentase

Grafik 11 Tingkat kematian pada keganasan terbanyak pada perempuan
Payudara Leher rahim 138 111 49 18

1130 1021

Ovarium Nasofaring Trakea, Bronkus, dan Paru Kelenjar getah bening Kelenjar tiroid Hematopoietik Usus Besar Korpus Uteri 0

209 136
124

39 19 7

108 97

Total Meninggal

83 29 75 17

3

74

200

400

600

800

1000

1200

Jumlah Kasus

29

Grafik 12 Keganasan terbanyak pada laki-laki dan perempuan
Payudara Leher rahim Trakea, Bronkus, dan Paru Nasofaring Kelenjar getah bening Ovarium Hematopoietik Hati, sal. empedu intrahepatik Usus Besar Rektum, Rectosigmoid, Anus
0 9.08

19.72 17.58

7.87 4.93 3.58 3.58
3.50

2.76 2.43
10 20 30 40

Persentase

Grafik 13 Keganasan terbanyak pada laki-laki dewasa (>19 tahun)
Trakea, Bronkus, dan Paru Nasofaring Kelenjar getah bening Hati, sal. empedu intrahepatik Hematopoietik Usus Besar Rektum, Rectosigmoid, Anus Kulit Kandung Kemih Jaringan lunak, ikat, subkutan
0 7.90

19.42 14.99

7.37 4.92 4.05 3.86
3.18

2.89 2.65
10 20 30 40

Persentase

30

Grafik 14 Keganasan terbanyak pada perempuan dewasa (>19 tahun)
Payudara Leher rahim Ovarium Nasofaring Trakea, Bronkus, dan Paru Kelenjar getah bening Kelenjar tiroid Usus Besar Korpus Uteri Hematopoietik
0 5.53

32.04 28.95

3.77 3.52 2.89 2.58
2.13

2.10 2.01
10 20 30 40

Persentase

Grafik 15 Keganasan terbanyak pada laki-laki dan perempuan dewasa (>19 tahun)
Payudara Leher rahim Trakea, Bronkus, dan Paru Nasofaring Kelenjar getah bening Hati, sal. empedu intrahepatik Ovarium Hematopoietik Usus Besar Rektum, Rectosigmoid, Anus
0 9.41

20.44 18.23

7.93 4.75 3.59 3.48
3.09

2.84 2.52
10 20 30 40

Persentase

31

Grafik 16 Keganasan terbanyak pada anak laki-laki (0-19 thn)
Tulang Hematopoietik Kelenjar getah bening Nasofaring Otak Mata Jaringan lunak, ikat, subkutan Testis Ginjal, renal pelvis, organ kemih Kelenjar Liur
0 12.17

22.61 20.87

8.70 6.09 6.09 6.09
4.35

1.74 1.74
10 20 30 40

Persentase

Grafik 17 Keganasan terbanyak pada anak perempuan (0-19 tahun)
Tulang Ovarium Hematopoietik Jaringan lunak, ikat, subkutan Mata Kelenjar getah bening Kelenjar tiroid Nasofaring Otak Rongga Hidung
0

20.00 14.44
12.22

11.11 10.00 6.67 6.67
3.33

3.33 3.33
10 20 30 40

Persentase

32

Grafik 18 Keganasan terbanyak pada anak laki-laki dan perempuan (0-19 tahun)
Tulang Hematopoietik Kelenjar getah bening Jaringan lunak, ikat, subkutan Mata Ovarium Nasofaring Otak Kelenjar tiroid Testis
0 9.76

21.46 17.07

8.29 7.80 6.34 6.34
4.88

2.93 2.44
10 20 30 40

Persentase

Grafik 19 Kematian akibat kanker terbanyak pada laki-laki
Trakea, Bronkus, dan Paru
Hematopoietik Hati, sal. empedu intrahepatik 28.94

11.29 9.88 7.29 6.59
4.24 3.53

Nasofaring Kelenjar getah bening Usus Besar Rektum, Rectosigmoid, Anus
Pankreas

3.29 2.59 1.88 0 10 20 Persentase 30 40

Lambung Tulang

33

Grafik 20 Kematian akibat kanker terbanyak pada perempuan
Payudara Leher rahim
Ovarium 21.39

26.59

9.44 7.51 5.59
3.66

Trakea, Bronkus, dan Paru Hematopoietik Kelenjar getah bening
Nasofaring

3.47 3.28 2.31
1.93

Usus Besar Hati, sal. empedu intrahepatik Jaringan lunak, ikat, subkutan 0

10

20 Persentase

30

40

Grafik 21 Kematian akibat kanker terbanyak pada laki-laki dan perempuan
Trakea, Bronkus, dan Paru Payudara
Leher rahim

17.16
14.72

11.76 8.16 5.72
5.19

Hematopoietik Hati, sal. empedu intrahepatik Ovarium
Nasofaring

5.19 4.98 3.71
2.54

Kelenjar getah bening Usus Besar Rektum, Rectosigmoid, Anus 0

5

10

15

20

25

30

35

Persentase

34

Grafik 22 Kematian akibat kanker terbanyak pada anak laki-laki dan perempuan (0-19 tahun)
Tulang
Hematopoietik 25.81

22.58
12.90

Ovarium
Mata Jaringan lunak, ikat, subkutan Nasofaring

6.45
6.45

6.45 0 10 20
Persentase

30

40

Grafik 23 Persentase stadium kasus kanker
0.03 5.42 11.89 42.41
14.21

0
1 2 3 4 Tidak Diaplikasikan Tidak Dapat Ditentukan

18.66

1.98

5.40

Tidak Diketahui

35

Grafik 24 Ketersediaan data stadium pada status rekam medik berdasarkan organ primer
Leher rahim Payudara Ovarium Trakea, Bronkus, dan Paru Nasofaring Korpus Uteri Testis Kelenjar getah bening Vulva, Vagina Tonsil - Orofaring Lidah Laring Lambung Penis Mulut Usus Besar Rongga Hidung Hipofaring Organ genital pria lainnya Retroperitoneum, Peritoneum Pankreas Timus, Mediastinum Prostat Rahim Kantong empedu, sal.empedu lain Tulang Ginjal, renal pelvis, organ kemih Kandung Kemih Rektum, Rectosigmoid, Anus Kelenjar Liur Usus Halus Jaringan lunak, ikat, subkutan Kelenjar tiroid Kulit Hati, sal. empedu intrahepatik Esofagus Plasenta Saraf tepi dan saraf otonom Organ kemih lainnya Organ genital wanita lainnya Bibir 0 20 40 60 80 100

Tidak Diketahui

Diketahui

36

Grafik 25 Persentase durasi kontak pasien ke rumah sakit

Grafik 26 Persentase kasus kanker berdasarkan dasar diagnosis

Grafik 27 Trend kasus berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik
700 600

Bukan tumor
Tumor jinak

500
400

300
200 100 0 1993 1994 1995 1996 1997

Tumor yang tidak tentu Karsinoma in situ Tumor Ganas

37

Grafik 28 Distribusi kasus kanker berdasarkan letak tumor dan dasar diagnosis
Bibir Kelenjar Liur Tonsil - Orofaring Hipofaring Usus Halus
100.0 100.0
100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0

Organ percenaan lain Saraf tepi dan saraf otonom
Retroperitoneum, Peritoneum Organ genital wanita lainnya Plasenta Testis Organ genital pria lainnya Organ kemih lainnya Hematopoietik

100.0 100.0
100.0 100.0 99.0 98.6 98.3 97.3 97.0

Kelenjar getah bening Rongga Hidung
Korpus Uteri Mulut Kulit Lidah Ginjal, renal pelvis, organ kemih Leher rahim

95.4
94.8 94.6 94.5 93.8 93.8 93.8 93.5

Ovarium Timus, Mediastinum Kandung Kemih
Jaringan lunak, ikat, subkutan Kelenjar tiroid Penis Nasofaring Mata Vulva, Vagina

Klinis Radiologi Tumor marker Mikroskopik

93.0 92.3
91.9 90.9 90.5 89.7 89.4 89.2 88.2

Laring Rektum, Rectosigmoid, Anus
Tumor primer tidak diketahui Usus Besar Trakea, Bronkus, dan Paru Rahim Lambung Kelenjar adrenal Payudara

87.8 87.5
86.0 85.7 84.5 81.6 77.7 75.0 73.7

Prostat Tulang
Kantong empedu, sal.empedu lain Esofagus Otak Pankreas Meninges Organ lain yang kurang spesifik

70.7
69.6 66.7 66.7 50.0 26.6 0.0 0.0

Kelenjar endokrin lain Hati, sal. empedu intrahepatik Sist. saraf, sumsum tl. belakang
Organ pernafasan lain Faring NOS

0.0

0

20

40

60

80

100

38

Tabel 5 Distribusi kasus kanker berdasarkan letak tumor primer dan kelompok umur pada laki-laki
Letak Tumor Bibir Lidah Mulut Kelenjar Liur Tonsil – Orofaring Nasofaring Hipofaring Faring NOS Esofagus Lambung Usus Halus Usus Besar Rektum, Rectosigmoid, Anus Hati, sal. empedu intrahepatik Kantong empedu, sal.empedu lain Pankreas Organ percenaan lain Rongga Hidung Laring Trakea, Bronkus, dan Paru Timus, Mediastinum Organ pernafasan lain Tulang Hematopoietik&retikuloendotelial Kulit Saraf tepi dan saraf otonom Retroperitoneum, Peritoneum Jaringan lunak, ikat, subkutan Payudara Vulva, Vagina ICD-O C00 C01-C02 C03-C06 C07-C08 C09-C10 C11 C12-C13 C14 C15 C16 C17 C18 C19-C21 C22 C23-C24 C25 C26 C30-C31 C32 C33-C34 C37-C38 C39 C40-C41 C42 C44 C47 C48 C49 C50 C51-C52 Laki-laki 0510151 1 1 6 2 20252 1 2 2 11 303 2 1 21 1 356 3 1 38 405 2 5 3 60 457 2 2 1 40 505 1 2 3 40 555 6 1 4 40 608 2 4 3 20 2 2 8 9 12 14 6 1 5 5 71 654 1 1 17 703 3 1 11 1 3 1 3 5 15 3 5 6 41 75+ 1 1 1 1 7 2 2 4 1 5 4 2 4 6 25 2 1
Tidak diketahui

Total 1 50 21 25 19 321 6 13 30 5 86 80 154 2 29 7 39 38 403 13 58 126 67 8 1 62 15

1

1 2

6

1 1

2 2 3

3 5 1

1 2 2 5 7

3 8 6 12 1

1 2 1 15 9 17 2 1 2 1 24 1 4 11 8

1 1 9 9 17 4 1 2 8 30 1 3 8 8

3 13 4 15 2 3 1 8 3 41 2 2 16 8

3 3 1 13 10 28 4 1 6 5 81 1 1 8 7 1 9 2

2 4 6 8 20 4 3 3 60

1

1 1 3 4 7 3 2 7 2 1 1 3 1 3 1 16 2 5 10 2 1 2 1

1

1 4

5 3

10 6 1

10 11

9 10 1 1 4 1

4 9 4 1 5

1 9 11 1 8 3

1 8 5 1 3

4 6

2 4 1 1

1

1

2

3

8 3

4 2

7 2

1

39

Leher rahim Korpus Uteri Rahim Ovarium Organ genital perempuan lainnya Plasenta Penis Prostat Testis Organ genital laki-laki lainnya Ginjal, renal pelvis, organ kemih Kandung Kemih Organ kemih lainnya Mata Meninges Otak Sist. saraf, sumsum tl. belakang Kelenjar tiroid Kelenjar adrenal Kelenjar endokrin lain Organ lain yang kurang spesifik Kelenjar getah bening Tumor primer tidak diketahui Total

C53 C54 C55 C56 C57 C58 C60 C61 C62 C63 C64-C66 C67 C68 C69 C70 C71 C72 C73 C74 C75 C76 C77 C80

1 3 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 3 1 1 1 2 2 1 1 1 1 19 1 1 19 4 34 8 43 1 8 3 65 1 6 2 79 1 3 1 1 2 1 1 1 18 5 109 6 1 3 1 1 4

4 1 4

1 2 2 2 2 2

2 1 1 3 3 2

3 1 2 4 2 7 4

1 1 3 7 1

3 1 4 1 2

2 5 1 1 3 13 4

9 2 4 6 1 4 3

2 19 1 3 9

1 8 1 5

5 1

3 5

5 3 1

2

2 4

13 49 27 3 25 61 3 18 1 40 1 31 5 3 11 178 46 2193

4

1

12 2 155

2 18 1 225

16 2 199

1 30 10 245

19 3 277

3 15 5 263

10 4 194

9 5 164

1 3 4 100 3

40

Tabel 6 Distribusi kasus kanker berdasarkan letak tumor primer dan kelompok umur pada perempuan
Letak Tumor Bibir Lidah Mulut Kelenjar Liur Tonsil - Orofaring Nasofaring Hipofaring Faring NOS Esofagus Lambung Usus Halus Usus Besar Rektum, Rectosigmoid, Anus Hati, sal. empedu intrahepatik Kantong empedu, sal.empedu lain Pankreas Organ percenaan lain Rongga Hidung Laring Trakea, Bronkus, dan Paru Timus, Mediastinum Organ pernafasan lain Tulang Hematopoietik&retikuloendotelial Kulit Saraf tepi dan saraf otonom Retroperitoneum, Peritoneum Jaringan lunak, ikat, subkutan Payudara Vulva, Vagina ICD-O C00 C01-C02 C03-C06 C07-C08 C09-C10 C11 C12-C13 C14 C15 C16 C17 C18 C19-C21 C22 C23-C24 C25 C26 C30-C31 C32 C33-C34 C37-C38 C39 C40-C41 C42 C44 C47 C48 C49 C50 C51-C52 Perempuan 051015202 251 302 2 2 9 355 2 17 402 1 1 4 12 452 2 1 20 503 1 20 552 1 2 4 11 602 3 2 2 15 652 1 1 7 702 2 2 2 75+ 2 2 1 1 4
Tidak diketahui

Total 0 27 12 14 14 136 0 0 6 20 0 75 61 49 2 17 7 20 1 124 2 0 36 83 64 8 2 45 1130 21

3

8

8

1 1 3 1 1 3 2 5 6 3 1 1 1 1 1 1 1 1 4 5 1 2 6 6 2 3 4 7 4 4 5 12

1 6 7 1 1 1 3 10

4 5 8 6 2 1 2 19

1 1 11 6 8 2 1 1 17

2 2 12 5 7 1 1 2 1 18

3 7 8 7 4 2

1 1 8 5 3 1

1 7 7 4 4 2

1 9 1 11 12

1 3

5 2

6 1

11 2

6 7 1

4 7 4 1 5 38

9 4 1 5 79

1 8 2

2 7 6

3 10 5 1 3 161 2

5

1

4

3 14

3 142 3

2 191

5 5 1 1 4 173 4

7 8

5 11

1 7 1 3 73 2

2 3 1 1 35 4

2 3 8

1 1

1 115 1

3 85 3

2 24 2

41

Leher rahim Korpus Uteri Rahim Ovarium Organ genital perempuan lainnya Plasenta Penis Prostat Testis Organ genital laki-laki lainnya Ginjal, renal pelvis, organ kemih Kandung Kemih Organ kemih lainnya Mata Meninges Otak Sist. saraf, sumsum tl. belakang Kelenjar tiroid Kelenjar adrenal Kelenjar endokrin lain Organ lain yang kurang spesifik Kelenjar getah bening Tumor primer tidak diketahui Total

C53 C54 C55 C56 C57 C58 C60 C61 C62 C63 C64-C66 C67 C68 C69 C70 C71 C72 C73 C74 C75 C76 C77 C80

1

4

8

11 1

11 1 1 11 4

43 5 1 13 5

128 2 17 1

149 6 36 2

177 10 1 29 1

180 12 24

128 17 1 22

93 10 1 10

53 8 1 10

35 1 1 6

24 2 1 6 1

1

2

1 1 1 2 1 5 1 1 3 70 1 2 1 125 1 1 2 6 1 12 7

1

1 2

1

2 2 1

2 1

4 1 1

2 5

2 1

1 1 1

7

2 3 6 4 15 3 8

2 6 1 1 14 3 510 3 11 7 6 4

1 1

2 1 22 13

1 16

3 39

14 2 227

1 8 4 375

1 10 8 500

1 10 4 485

19 2 397

13 4 330

4 3 232

1 3 2 143

2 2 133 4

1

1021 74 8 209 1 14 0 0 0 0 12 19 0 15 2 18 0 97 2 1 7 108 37 3621

42

Tabel 7 Distribusi kasus kanker berdasarkan letak tumor primer dan kelompok umur pada laki-laki dan perempuan
Letak Tumor Bibir Lidah Mulut Kelenjar Liur Tonsil - Orofaring Nasofaring Hipofaring Faring NOS Esofagus Lambung Usus Halus Usus Besar Rektum, Rectosigmoid, Anus Hati, sal. empedu intrahepatik Kantong empedu, sal.empedu lain Pankreas Organ percenaan lain Rongga Hidung Laring Trakea, Bronkus, dan Paru Timus, Mediastinum Organ pernafasan lain Tulang Hematopoietik&retikuloendotelial Kulit Saraf tepi dan saraf otonom Retroperitoneum, Peritoneum Jaringan lunak, ikat, subkutan Payudara Vulva, Vagina ICD-O C00 C01-C02 C03-C06 C07-C08 C09-C10 C11 C12-C13 C14 C15 C16 C17 C18 C19-C21 C22 C23-C24 C25 C26 C30-C31 C32 C33-C34 C37-C38 C39 C40-C41 C42 C44 C47 C48 C49 C50 C51-C52 Total 0510151 1 1 6 5 202 1 253 1 2 2 19 305 2 4 1 30 1 3511 5 1 55 407 3 6 7 72 459 2 4 2 60 508 1 3 3 60 557 7 3 8 51 6010 5 6 5 35 2 4 10 21 17 21 1 7 3 6 5 89 656 2 1 1 24 705 5 1 2 13 1 4 2 11 10 18 1 3 6 6 52 75+ 1 3 3 2 1 11 2 3 11 8 9 8 4 4 6 37 2 2 5 12 1 3 24 2 1
Tidak diketahui

Total 1 77 33 39 33 457 6 19 50 5 161 141 203 4 46 14 59 39 527 15 94 209 131 16 3 107 1145 21

1 2

14

1 1 1

5 2 3

4 8 3

1 2 7 11 10 1

3 14 8 15 1 5 1 22 2 6 18 4 1 5 143 3

2 3 1 19 16 21 6 1 7 1 36 1 6 18 14

2 1 15 16 18 5 2 5 8 40 1 6 18 13 1 7 163 2

7 18 12 21 2 5 2 10 3 60 2 2 21 13 1 1 11 175 4

4 4 1 24 16 36 6 1 7 6 98 1 1 15 15 1 10 117 1

2 7 13 16 27 8 2 3 3 69 1 1 9 12 1 1 6 73 2

1

1 1

1

1 4

2 1 8

1 12 4 2 16 6 2 1 8 80

1

2 7

5 8 2

16 7 1

21 13

15 17 1 2 7 15

8 16 8 2 10 38

1 14 22 1 11 88 3

6 9 1 2 35 4

1 1

6

1

3

7

10 194

43

Leher rahim Korpus Uteri Rahim Ovarium Organ genital perempuan lainnya Plasenta Penis Prostat Testis Organ genital laki-laki lainnya Ginjal, renal pelvis, organ kemih Kandung Kemih Organ kemih lainnya Mata Meninges Otak Sist. saraf, sumsum tl. belakang Kelenjar tiroid Kelenjar adrenal Kelenjar endokrin lain Organ lain yang kurang spesifik Kelenjar getah bening Tumor primer tidak diketahui Total

C53 C54 C55 C56 C57 C58 C60 C61 C62 C63 C64-C66 C67 C68 C69 C70 C71 C72 C73 C74 C75 C76 C77 C80

1

4

8

11 1

11 1 1 11 4

43 5 1 13 5 1 1 2 5

128 2 17 1 4 1 4 1 3 3

149 6 36 2 1 2 2 3 4 2

177 10 1 29 1 2 1 1 3 4 2

180 12 24

128 17 1 22

93 10 1 10

53 8 1 10

35 1 1 6

24 2 1 6 1 1 8 1 1 6 1

1

3 3 1 1 2 4

1

1

3 1 1

6 1 3

3 1 4 6 3 7 10 1 2 44 13 755

1 1 5 8 1

2 5 1 1 3 17 5 1 2 15

9 2 6 11 1 4 10

2 19 1 3 11 1

12 1 1 2 1 3 41

2 3 2 5 1 1

1 4 8 1 1 11 3 135 1 4 13 1 1 9 1 1 1 32 7 336

7 7 2 1 20 6 530

7 20

8 11 1 1 26 6 684

4 3

1021 74 8 209 1 14 13 49 27 3 37 80 3 33 3 58 128 7 4 18 286 83 5814

10

5

1

1 1 1 32

5 50

11 82

2 8 3 204

3 28 9 725

38 5 674

3 28 9 593

14 7 426

1 12 7 307

1 5 6 233 7

1

44

Tabel 8 Distribusi kasus kanker berdasarkan letak tumor primer dan tipe histologi
Letak tumor primer Bibir Lidah Kode C C00 C01-C02 Tipe Histologi Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Spindle Cell Carcinoma, NOS Verrucous Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Squamous Cell Carcinoma, Nonkeratinizing Adenoid Cystic Carcinoma Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Mulut C03-C06 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Carcinoma, Undifferentiated, NOS Verrucous Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Adenocarcinoma, NOS Adenoid Cystic Carcinoma Mucoepidermoid Carcinoma Malignant Lymphoma, Small B Lymphocytic, NOS Malignant Lymphoma, large B-Cell, Diffuse, NOS Kelenjar Liur C07-C08 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Carcinoma, Undifferentiated, NOS Carcinoma, Anaplastic, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Squamous Cell Carcinoma, Nonkeratinizing Adenocarcinoma, NOS Adenoid Cystic Carcinoma Mucoepidermoid Carcinoma Acinar Cell Carcinoma Carcinoma in Pleomorphic Adenoma Malignant Lymphoma, large B-cell, Diffuse, Immunoblastic, NOS Tonsil - Orofaring C09-C10 Squamous Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Squamous Cell Carcinoma, Nonkeratinizing Malignant Lymphoma, NOS Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Malignant Lymphoma, Small B Lymphocytic, NOS Mantle Cell Lymphoma Kode M M8071/3 M8000/3 M8010/3 M8032/3 M8051/3 M8070/3 M8071/3 M8072/3 M8200/3 M9591/3 M8000/3 M8010/3 M8020/3 M8051/3 M8070/3 M8071/3 M8140/3 M8200/3 M8430/3 M9670/3 M9680/3 M8000/3 M8010/3 M8020/3 M8021/3 M8070/3 M8071/3 M8072/3 M8140/3 M8200/3 M8430/3 M8550/3 M8941/3 M9684/3 M8070/3 M8071/3 M8072/3 M9590/3 M9591/3 M9670/3 M9673/3 Frek 1 8 8 1 1 27 21 9 1 1 1 1 3 1 15 7 1 1 1 1 1 1 1 4 1 5 3 1 7 4 9 1 1 1 10 2 1 2 1 5 2

45

Malignant Lymphoma, large B-Cell, Diffuse, NOS Malignant Lymphoma, large B-cell, Diffuse, Immunoblastic, NOS Follicular Lymphoma, NOS Nasofaring C11 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Carcinoma, Undifferentiated, NOS Carcinoma, Anaplastic, NOS Spindle Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Squamous Cell Carcinoma, Nonkeratinizing Adenocarcinoma, NOS Adenoid Cystic Carcinoma Mucinous Adenocarcinoma Mixed Tumor, Malignant, NOS Malignant Lymphoma, NOS Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Hodgkin Lymphoma, Mixed Cellularity, NOS Malignant Lymphoma, Small B Lymphocytic, NOS Malignant Lymphoma, large B-Cell, Diffuse, NOS Malignant Lymphoma, large B-cell, Diffuse, Immunoblastic, NOS Hipofaring C12-C13 Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Adenosquamous Carcinoma Esofagus C15 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Carcinoma, Undifferentiated, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Squamous Cell Carcinoma, Nonkeratinizing Adenocarcinoma, NOS Lambung C16 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Adenocarcinoma, NOS Mucinous Adenocarcinoma Signet Ring Cell Carcinoma Leiomyosarcoma, NOS Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Malignant Lymphoma, Small B Lymphocytic, NOS Malignant Lymphoma, large B-Cell, Diffuse, NOS Usus Halus C17 Adenocarcinoma, NOS Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Malignant Lymphoma, Small B Lymphocytic, NOS

M9680/3 M9684/3 M9690/3 M8000/3 M8010/3 M8020/3 M8021/3 M8032/3 M8070/3 M8071/3 M8072/3 M8140/3 M8200/3 M8480/3 M8940/3 M9590/3 M9591/3 M9652/3 M9670/3 M9680/3 M9684/3 M8010/3 M8070/3 M8560/3 M8000/3 M8010/3 M8020/3 M8070/3 M8071/3 M8072/3 M8140/3 M8000/3 M8010/3 M8070/3 M8140/3 M8480/3 M8490/3 M8890/3 M9591/3 M9670/3 M9680/3 M8140/3 M9591/3 M9670/3

5 4 1 63 69 203 16 1 57 6 20 4 2 1 1 2 4 1 1 5 1 1 4 1 7 1 1 6 1 1 2 11 5 3 22 1 4 1 1 1 1 1 1 1

46

Malignant Lymphoma, large B-cell, Diffuse, Immunoblastic, NOS Malignant Lymphoma, Lymphoblastic, NOS Usus Besar C18 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Adenocarcinoma, NOS Adenocarcinoma, Intestinal Type Mucinous Adenocarcinoma Signet Ring Cell Carcinoma Malignant Lymphoma, NOS Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Malignant Lymphoma, Small B Lymphocytic, NOS Malignant Lymphoma, large B-Cell, Diffuse, NOS Malignant Lymphoma, large B-cell, Diffuse, Immunoblastic, NOS MALT Lymphoma Malignant Lymphoma, Lymphoblastic, NOS Rektum, Rectosigmoid, Anus C19-C21 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Carcinoma, Anaplastic, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Adenocarcinoma, NOS Adenocarcinoma, Intestinal Type Papillary Adenocarcinoma, NOS Mucinous Adenocarcinoma Mucin-producing Adenocarcinoma Signet Ring Cell Carcinoma Spindle Cell Melanoma, NOS Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Malignant Lymphoma, large B-Cell, Diffuse, NOS Hati, sal. empedu intrahepatik C22 Neoplasm, Malignant Adenocarcinoma, NOS Cholangiocarcinoma Hepatocellular Carcinoma, NOS Malignant Lymphoma, large B-Cell, Diffuse, NOS Kantong empedu, sal.empedu lain Pankreas C23-C24 Neoplasm, Malignant Adenocarcinoma, NOS Cholangiocarcinoma C25 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Carcinoma, Anaplastic, NOS Adenocarcinoma, NOS Papillotubular Adenocarcinoma Mucinous Adenocarcinoma

M9684/3 M9727/3 M8000/3 M8010/3 M8140/3 M8144/3 M8480/3 M8490/3 M9590/3 M9591/3 M9670/3 M9680/3 M9684/3 M9699/3 M9727/3 M8000/3 M8010/3 M8021/3 M8070/3 M8140/3 M8144/3 M8260/3 M8480/3 M8481/3 M8490/3 M8772/3 M9591/3 M9680/3 M8000/3 M8140/3 M8160/3 M8170/3 M9680/3 M8000/3 M8140/3 M8160/3 M8000/3 M8010/3 M8021/3 M8140/3 M8263/3 M8480/3

1 1 38 9 76 1 13 3 1 8 2 7 1 1 1 22 6 1 8 86 1 2 7 1 4 1 1 1 152 2 5 43 1 1 2 1 24 7 1 12 1 1

47

Organ percenaan lain

C26

Adenocarcinoma, NOS Mucinous Adenocarcinoma Signet Ring Cell Carcinoma Leiomyosarcoma, NOS Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Malignant Lymphoma, Small B Lymphocytic, NOS Malignant Lymphoma, large B-Cell, Diffuse, NOS

M8140/3 M8480/3 M8490/3 M8890/3 M9591/3 M9670/3 M9680/3 M8000/3 M8010/3 M8021/3 M8070/3 M8071/3 M8072/3 M8120/3 M8140/3 M8200/3 M8480/3 M8720/3 M8800/3 M9150/3 M9522/3 M9670/3 M9675/3 M9680/3 M9684/3 M9719/3 M9727/3 M8000/3 M8010/3 M8020/3 M8070/3 M8071/3 M8072/3 M8430/3 M8000/3 M8010/3 M8012/3 M8020/3 M8041/3 M8042/3 M8045/3 M8046/3 M8070/3 M8071/3

4 1 2 2 2 2 1 4 2 2 10 3 5 4 4 10 1 1 1 1 1 1 1 3 3 1 1 6 6 1 12 8 5 1 122 19 11 3 28 5 1 10 119 6

Rongga Hidung

C30-C31

Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Carcinoma, Anaplastic, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Squamous Cell Carcinoma, Nonkeratinizing Transitional Cell Carcinoma, NOS Adenocarcinoma, NOS Adenoid Cystic Carcinoma Mucinous Adenocarcinoma Malignant Melanoma, NOS Sarcoma, NOS Hemangiopericytoma, Malignant Olfactory Neuroblastoma Malignant Lymphoma, Small B Lymphocytic, NOS Malignant Lymphoma, Mixed Small and Large Cell, Diffuse Malignant Lymphoma, large B-Cell, Diffuse, NOS Malignant Lymphoma, large B-cell, Diffuse, Immunoblastic, NOS NK/T-Cell Lymphoma, Nasal and Nasal-Type Malignant Lymphoma, Lymphoblastic, NOS

Laring

C32

Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Carcinoma, Undifferentiated, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Squamous Cell Carcinoma, Nonkeratinizing Mucoepidermoid Carcinoma

Trakea, Bronkus, dan Paru

C33-C34

Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Large Cell Carcinoma, NOS Carcinoma, Undifferentiated, NOS Small Cell Carcinoma, NOS Oat Cell Carcinoma Combined Small Cell Carcinoma Non Small Cell Carcinoma Squamous Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing

48

Squamous Cell Carcinoma, Nonkeratinizing Adenocarcinoma, NOS Carcinoid Tumor, NOS Broncho-Alveolar Adenocarcinoma, NOS Papillary Adenocarcinoma, NOS Mucinous Adenocarcinoma Adenosquamous Carcinoma Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Malignant Lymphoma, Small B Lymphocytic, NOS Malignant Lymphoma, Lymphoplasmacytic Timus, Mediastinum C37-C38 Neoplasm, Malignant Thymoma, Malignant, NOS Thymoma, Type A, Malignant, NOS Thymoma, Type B3, Malignant, NOS Mesothelioma, Malignant Teratoma, Malignant, NOS Malignant Schwannoma, NOS Malignant Lymphoma, NOS Malignant Lymphoma, Lymphoblastic, NOS Tulang C40-C41 Neoplasm, Malignant Sarcoma, NOS Fibrosarcoma, NOS Synovial sarcoma, NOS Synovial Sarcoma, Biphasic Osteosarcoma, NOS Chondroblastic Osteosarcoma Small Cell Osteosarcoma Conventional Central Osteoracoma Periosteal Osteosarcoma Chondrosarcoma, NOS Giant Cell Tumor of Bone, Malignant Ewing Sarcoma Ameloblastoma, NOS Chordoma Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Malignant Lymphoma, large B-Cell, Diffuse, NOS Anaplastic Large Cell Lymphoma Malignant Lymphoma, Lymphoblastic, NOS Hematopoietik C42 Neoplasm, Malignant Plasmacytoma, NOS Multiple Myeloma Leukemia, NOS Acute Leukemia, NOS Chronic Lymphocytic Leukemia Precursor Cell Lymphoblastic Leukemia, NOS Precursor T-Cell Lymphoblastic Leukemia

M8072/3 M8140/3 M8240/3 M8250/3 M8260/3 M8480/3 M8560/3 M9591/3 M9670/3 M9671/3 M8000/3 M8580/3 M8581/3 M8585/3 M9050/3 M9080/3 M9560/3 M9590/3 M9727/3 M8000/3 M8800/3 M8810/3 M9040/3 M9043/3 M9180/3 M9181/3 M9185/3 M9186/3 M9193/3 M9220/3 M9250/3 M9260/3 M9310/3 M9370/3 M9591/3 M9680/3 M9714/3 M9727/3 M8000/3 M9731/3 M9732/3 M9800/3 M9801/3 M9823/3 M9835/3 M9837/3

11 179 1 1 2 1 3 3 1 1 1 6 1 1 2 1 1 1 1 20 3 1 1 1 37 1 1 1 1 13 1 5 3 1 1 1 1 1 2 2 27 5 4 3 57 1

49

Acute Myeloid Leukemia, M6 Type Myeloid Leukemia Acute Myeloid Leukemia Chronic Myeloid Leukemia Acute Myeloid Leukemia, M4 Type Acute Myeloid Leukemia, M0 Type Acute Myeloid Leukemia, M2 Type Acute Myeloid Leukemia, M5 Type Acute Panmyelosis with Myelofibrosis Chronic Myelomonocytic Leukemia, NOS Polycythemia Vera Kulit C44 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Squamous Cell Carcinoma, Nonkeratinizing Basal Cell Carcinoma, NOS Multifocal Superficial Basal Cell Carcinoma Basosquamous Carcinoma Basal Cell Carcinoma, Nodular Pilomatrix Carcinoma Basal Cell Adenocarcinoma Hidradenocarcinoma Eccrine Adenocarcinoma Malignant Melanoma, NOS Kulit C44 Lentigo Maligna Melanoma Dermatofibrosarcoma Protuberans, NOS Pigmented Dermatofibrosarcoma Protuberans Hemangioendothelioma, Malignant Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Cutaneous T-Cell Lymphoma, NOS Anaplastic Large Cell Lymphoma Saraf tepi dan saraf otonom Retroperitoneum, Peritoneum Jaringan lunak, ikat, subkutan C47 Neuroblastoma Neurofibrosarcoma Malignant Schwannoma, NOS C48 Leiomyosarcoma, NOS Epithelioid Mesothelioma, Malignant Malignant Lymphoma, NOS C49 Neoplasm, Malignant Sarcoma, NOS Small Cell Sarcoma Fibrosarcoma, NOS Malignant Fibrous Histiocytoma Liposarcoma, NOS Liposarcoma, Well Differentiated Myxoid Liposarcoma

M9840/3 M9860/3 M9861/3 M9863/3 M9867/3 M9872/3 M9874/3 M9891/3 M9931/3 M9945/3 M9950/3 M8000/3 M8010/3 M8070/3 M8071/3 M8072/3 M8090/3 M8091/3 M8094/3 M8097/3 M8110/3 M8147/3 M8402/3 M8413/3 M8720/3 M8742/3 M8832/3 M8833/3 M9130/3 M9591/3 M9709/3 M9714/3 M9500/3 M9540/3 M9560/3 M8890/3 M9052/3 M9590/3 M8000/3 M8800/3 M8803/3 M8810/3 M8830/3 M8850/3 M8851/3 M8852/3

2 6 35 31 2 11 1 12 1 1 4 6 1 23 12 7 36 2 1 1 1 1 1 1 25 1 6 1 1 1 2 1 2 7 7 1 1 1 7 3 1 6 18 6 1 2

50

Leiomyosarcoma, NOS Rhabdomyosarcoma, NOS Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, NOS Mixed Type Rhabdomyosarcoma Embryonal Rhabdomyosarcoma, NOS Alveolar Rhabdomyosarcoma Synovial sarcoma, NOS Synovial Sarcoma, Biphasic Clear Cell Sarcoma Hemangiosarcoma Hemangioendothelioma, Malignant Kaposi Sarcoma Hemangiopericytoma, Malignant Malignant Tenosynovial Giant Cell Tumor Granular Cell Tumor, Malignant Malignant Lymphoma, large B-cell, Diffuse, Immunoblastic, NOS Payudara C50 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Carcinoma, Anaplastic, NOS Papillary Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Adenocarcinoma, NOS Scirrhous Adenocarcinoma Tubular Adenocarcinoma Solid Carcinoma, NOS Papillary Adenocarcinoma, NOS Mucinous Adenocarcinoma Infiltrating Duct Carcinoma, NOS Comedocarcinoma, NOS Intraductal Papillary Adenocarcinoma with Invasion Medullary Carcinoma, NOS Lobular Carcinoma, NOS Infiltrating Ductular Carcinoma Infiltrating Duct and Lobular Carcinoma Infiltrating Duct Mixed with Other Types of Carcinoma Paget Disease, Mammary Paget Disease and Infiltrating Duct Carcinoma Liposarcoma, NOS Leiomyosarcoma, NOS Stromal Sarcoma Mesenchymoma, Malignant Phyllodes Tumor, Malignant Angiosarcoma Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS

M8890/3 M8900/3 M8901/3 M8902/3 M8910/3 M8920/3 M9040/3 M9043/3 M9044/3 M9120/3 M9130/3 M9140/3 M9150/3 M9252/3 M9580/3 M9684/3 M8000/3 M8010/3 M8021/3 M8050/3 M8070/3 M8071/3 M8140/3 M8141/3 M8211/3 M8230/3 M8260/3 M8480/3 M8500/3 M8501/3 M8503/3 M8510/3 M8520/3 M8521/3 M8522/3 M8523/3 M8540/3 M8541/3 M8850/3 M8890/3 M8935/3 M8990/3 M9020/3 M9120/3 M9591/3

9 13 6 1 3 9 7 2 2 2 1 1 2 1 3 1 257 210 2 1 1 1 51 5 1 1 4 13 415 8 2 11 47 1 2 89 4 1 1 1 2 1 9 1 1

51

Malignant Lymphoma, large B-Cell, Diffuse, NOS Malignant Lymphoma, large B-cell, Diffuse, Immunoblastic, NOS Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Squamous Cell Carcinoma, Nonkeratinizing Adenocarcinoma, NOS Malignant Melanoma, NOS Leher rahim C53 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Carcinoma, Undifferentiated, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Squamous Cell Carcinoma, Nonkeratinizing Squamous Cell Carcinoma, Large Cell, Nonkeratinizing Squamous Cell Carcinoma, Microinvasive Adenocarcinoma, NOS Carcinoid Tumor, NOS Papillary Adenocarcinoma, NOS Clear Cell Adenocarcinoma, NOS Endometrioid Adenocarcinoma, NOS Adenocarcinoma, Endocervical type Mucinous Adenocarcinoma Mucin-producing Adenocarcinoma Adenosquamous Carcinoma Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Korpus Uteri C54 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Papillary Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Adenocarcinoma, NOS Papillary Adenocarcinoma, NOS Clear Cell Adenocarcinoma, NOS Endometrioid Adenocarcinoma, NOS Adenosquamous Carcinoma Adenocarcinoma with Squamous Metaplasia Leiomyosarcoma, NOS Rahim C55 Neoplasm, Malignant Adenocarcinoma, NOS Leiomyosarcoma, NOS Ovarium C56 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Adenocarcinoma, NOS

M9680/3 M9684/3 M8000/3 M8010/3 M8070/3 M8071/3 M8072/3 M8140/3 M8720/3 M8000/3 M8010/3 M8020/3 M8070/3 M8071/3 M8072/3 M8073/3 M8076/3 M8140/3 M8240/3 M8260/3 M8310/3 M8380/3 M8384/3 M8480/3 M8481/3 M8560/3 M9591/3 M8000/3 M8010/3 M8050/3 M8070/3 M8140/3 M8260/3 M8310/3 M8380/3 M8560/3 M8570/3 M8890/3 M8000/3 M8140/3 M8890/3 M8000/3 M8010/3 M8070/3 M8071/3 M8140/3

1 1 2 1 9 1 3 4 1 101 126 1 218 85 327 14 5 100 1 8 4 3 1 1 1 23 2 5 4 1 2 44 1 2 10 3 1 1 1 3 4 27 15 2 2 40

Vulva, Vagina

C51-C52

52

Papillary Adenocarcinoma, NOS Clear Cell Adenocarcinoma, NOS Endometrioid Adenocarcinoma, NOS Cystadenocarcinoma Serous Cystadenocarcinoma Papillary Cystadenocarcinoma Papillary Serous Cystadenocarcinoma Serous Surface Papillary Carcinoma Mucinous Cystadenocarcinoma Papillary Mucinous Cystadenocarcinoma Mucinous Adenocarcinoma Granulosa Cell Tumor, Malignant Sertoli-Leydig Cell Tumor, Poorly Differentiated Mesenchymoma, Malignant Ovarium C56 Brenner Tumor, Malignant Dysgerminoma Germinoma Yolk Sac Tumor Teratoma, Malignant, NOS Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Malignant Lymphoma, large B-Cell, Diffuse, NOS Organ genital wanita lainnya Plasenta Penis C57 C58 C60 Malignant Lymphoma, large B-cell, Diffuse, Immunoblastic, NOS Choriocarcinoma, NOS Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Squamous Cell Carcinoma, Nonkeratinizing Prostat C61 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Transitional Cell Carcinoma, NOS Adenocarcinoma, NOS Hodgkin Lymphoma, Nodular Sclerosis, grade 1 Testis C62 Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Seminoma, NOS Seminoma, Anaplastic Embryonal Carcinoma, NOS Yolk Sac Tumor Teratoma, Malignant, NOS Teratocarcinoma Mixed Germ Cell Tumor Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS

M8260/3 M8310/3 M8380/3 M8440/3 M8441/3 M8450/3 M8460/3 M8461/3 M8470/3 M8471/3 M8480/3 M8620/3 M8631/3 M8980/3 M9000/3 M9060/3 M9064/3 M9071/3 M9080/3 M9591/3 M9680/3 M9684/3 M9100/3 M8000/3 M8010/3 M8070/3 M8071/3 M8072/3 M8000/3 M8010/3 M8071/3 M8120/3 M8140/3 M9665/3 M8010/3 M8071/3 M9061/3 M9062/3 M9070/3 M9071/3 M9080/3 M9081/3 M9085/3 M9591/3

13 9 9 8 2 5 17 1 18 8 8 6 1 1 1 4 1 3 4 3 1 1 14 1 1 6 4 1 12 9 1 2 24 1 1 2 13 1 4 2 1 1 1 1

53

Organ genital pria lainnya Ginjal, renal pelvis, organ kemih

C63

Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Adenocarcinoma, NOS

M8010/3 M8070/3 M8140/3 M8000/3 M8010/3 M8020/3 M8070/3 M8120/3 M8130/3 M8140/3 M8310/3 M8312/3 M8960/3 M9670/3 M8000/3 M8010/3 M8070/3 M8120/3 M8130/3 M8140/3 M8260/3 M8480/3 M8850/3 M8910/3 M9590/3 M8000/3 M8120/3 M8000/3 M8050/3 M8070/3 M8200/3 M8480/3 M8720/3 M8900/3 M9473/3 M9510/3 M9591/3 M9670/3 M9671/3 M9680/3 M9687/3 M8000/3 M9530/0 M9532/0 M8000/3 M9380/3

1 1 1 3 6 1 1 4 2 2 1 12 4 1 10 5 4 40 6 8 3 1 1 1 1 1 2 3 1 1 2 1 2 2 1 9 7 1 1 1 1 1 1 1 21 1

C64-C66

Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Carcinoma, Undifferentiated, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Transitional Cell Carcinoma, NOS Papillary Transitional Cell Carcinoma Adenocarcinoma, NOS Clear Cell Adenocarcinoma, NOS Renal Cell Carcinoma, NOS Nephroblastoma Malignant Lymphoma, Small B Lymphocytic, NOS

Kandung Kemih

C67

Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Transitional Cell Carcinoma, NOS Papillary Transitional Cell Carcinoma Adenocarcinoma, NOS Papillary Adenocarcinoma, NOS Mucinous Adenocarcinoma Liposarcoma, NOS Embryonal Rhabdomyosarcoma, NOS Malignant Lymphoma, NOS

Organ kemih lainnya Mata

C68 C69

Neoplasm, Malignant Transitional Cell Carcinoma, NOS Neoplasm, Malignant Papillary Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Adenoid Cystic Carcinoma Mucinous Adenocarcinoma Malignant Melanoma, NOS Rhabdomyosarcoma, NOS Primitive Neuroectodermal Tumor, NOS Retinoblastoma, NOS Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Malignant Lymphoma, Small B Lymphocytic, NOS Malignant Lymphoma, Lymphoplasmacytic Malignant Lymphoma, large B-Cell, Diffuse, NOS Burkitt Lymphoma, NOS

Meninges

C70

Neoplasm, Malignant Meningioma, NOS Fibrous Meningioma

Otak

C71

Neoplasm, Malignant Glioma, NOS

54

Mixed Glioma Ependymoma, NOS Astrocytoma, NOS Gemistocytic Astrocytoma Fibrillary Astrocytoma Glioblastoma Multiforme Giant Cell Glioblastoma Oligodendroglioma, NOS Medulloblastoma Neuroblastoma Malignant Lymphoma, NOS Kelenjar tiroid C73 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Carcinoma, Undifferentiated, NOS Carcinoma, Anaplastic, NOS Adenocarcinoma, NOS Papillary Carcinoma of Thyroid Follicular Adenocarcinoma, NOS Follicular Carcinoma, Minimally Invasive Papillary Carcinoma, Follicular Variant Mixed Medullary-Papillary Carcinoma Malignant Lymphoma, large B-Cell, Diffuse, NOS Kelenjar adrenal C74 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Adrenal Cortical Carcinoma Neuroblastoma Kelenjar endokrin lain C75 Neoplasm, Malignant Adenocarcinoma, NOS Pinealoma Organ lain yang kurang spesifik C76 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Adenocarcinoma, NOS Fibrosarcoma, NOS Leiomyosarcoma, NOS Hemangiosarcoma Myxoid Chondrosarcoma Neuroblastoma Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Malignant Lymphoma, Small B Lymphocytic, NOS Malignant Lymphoma, large B-Cell, Diffuse, NOS Kelenjar getah bening C77 Neoplasm, Malignant Malignant Lymphoma, NOS Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Hodgkin Lymphoma, NOS Hodgkin Lymphoma, Lymphocyte-rich Hodgkin Lymphoma, Mixed Cellularity, NOS

M9382/3 M9391/3 M9400/3 M9411/3 M9420/3 M9440/3 M9441/3 M9450/3 M9470/3 M9500/3 M9590/3 M8000/3 M8010/3 M8020/3 M8021/3 M8140/3 M8260/3 M8330/3 M8335/3 M8340/3 M8347/3 M9680/3 M8000/3 M8010/3 M8370/3 M9500/3 M8000/3 M8140/3 M9360/3 M8000/3 M8010/3 M8140/3 M8810/3 M8890/3 M9120/3 M9231/3 M9500/3 M9591/3 M9670/3 M9680/3 M8000/3 M9590/3 M9591/3 M9650/3 M9651/3 M9652/3

1 2 13 2 3 9 1 1 1 1 2 15 4 2 7 4 64 12 12 6 1 1 2 2 1 2 2 1 1 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 16 90 9 5 10

55

Hodgkin Lymphoma, Nodular Lymphocyte Predominance Hodgkin Lymphoma, Nodular Sclerosis, NOS Hodgkin Lymphoma, Nodular Sclerosis, grade 1 Malignant Lymphoma, Small B Lymphocytic, NOS Malignant Lymphoma, Lymphoplasmacytic Mantle Cell Lymphoma Malignant Lymphoma, Mixed Small and Large Cell, Diffuse Malignant Lymphoma, large B-Cell, Diffuse, NOS Malignant Lymphoma, large B-cell, Diffuse, Immunoblastic, NOS Follicular Lymphoma, NOS Follicular Lymphoma, grade 2 Follicular Lymphoma, grade 3 Malignant Lymphoma, Lymphoblastic, NOS Tumor primer tidak diketahui C80 Neoplasm, Malignant Carcinoma, NOS Carcinoma, Undifferentiated, NOS Carcinoma, Anaplastic, NOS Squamous Cell Carcinoma, NOS Squamous Cell Carcinoma, Keratinizing Squamous Cell Carcinoma, Nonkeratinizing Adenocarcinoma, NOS Papillary Adenocarcinoma, NOS Papillary Mucinous Cystadenocarcinoma Malignant Melanoma, NOS Myxosarcoma Leiomyosarcoma, NOS Primitive Neuroectodermal Tumor, NOS Malignant Lymphoma, NOS Malignant Lymphoma, non-Hodgkin, NOS Malignant Lymphoma, Small B Lymphocytic, NOS Malignant Lymphoma, Lymphoplasmacytic Malignant Lymphoma, Mixed Small and Large Cell, Diffuse Anaplastic Large Cell Lymphoma

M9659/3 M9663/3 M9665/3 M9670/3 M9671/3 M9673/3 M9675/3 M9680/3 M9684/3 M9690/3 M9691/3 M9698/3 M9727/3 M8000/3 M8010/3 M8020/3 M8021/3 M8070/3 M8071/3 M8072/3 M8140/3 M8260/3 M8471/3 M8720/3 M8840/3 M8890/3 M9473/3 M9590/3 M9591/3 M9670/3 M9671/3 M9675/3 M9714/3

1 6 1 39 1 3 18 46 19 7 2 1 11 14 5 6 5 8 2 2 22 1 1 2 1 1 1 2 4 2 1 2 1

56

Registrasi Kanker Berbasis Organ Tertentu
A. Tiga keganasan terbanyak pada laki-laki 1. Trakea, Bronkus, dan Paru
a. Distribusi kasus keganasan pada Trakea, Bronkus, dan Paru berdasarkan kelompok usia Grafik 29
81
71

60 40 24 16 3 4 7 30 25

41

0

0

0

0

0-

5-

10- 15- 20- 25- 30- 35- 40- 45- 50- 55- 60- 65- 70- 75+ Kelompok umur

b. Persentase stadium pada kasus keganasan pada Trakea, Bronkus, dan Paru Grafik 30

57

c. Persentase dasar diagnosis pada kasus keganasan pada Trakea, Bronkus, dan Paru Grafik 31

2. Nasofaring
a. Distribusi kasus keganasan pada Nasofaring berdasarkan kelompok umur Grafik 32

60

38

40

40

40

21 6 6 11

20

17 11 7

0

2

2

0-

5-

10- 15- 20- 25- 30- 35- 40- 45- 50- 55- 60- 65- 70- 75+ Kelompok umur

58

b. Persentase stadium pada kasus keganasan pada Nasofaring Grafik 33

c. Persentase dasar diagnosis pada kasus keganasan pada Nasofaring Grafik 34

59

3. Kelenjar getah bening
a. Distribusi kasus keganasan pada Kelenjar getah bening berdasarkan kelompok umur Grafik 35
30

18 12 8 4 1 051 8 6

18

19

16

15

10

9 3

10- 15- 20- 25- 30- 35- 40- 45- 50- 55- 60- 65- 70- 75+ Kelompok Umur

b. Persentase stadium pada kasus keganasan pada Kelenjar getah bening Grafik 36

60

c. Persentase dasar diagnosis pada kasus keganasan pada Kelenjar getah bening Grafik 37

B. Tiga keganasan terbanyak pada perempuan 1. Payudara
a. Distribusi kasus keganasan pada Payudara berdasarkan kelompok umur Grafik 38
191 161 142 115 79 38 0 0 0 0 14 85 73 35 24 173

0-

5- 10- 15- 20- 25- 30- 35- 40- 45- 50- 55- 60- 65- 70- 75+ Kelompok umur

61

b. Persentase stadium pada kasus keganasan pada Payudara Grafik 39

c. Presentasi dasar diagnosis pada kasus keganasan pada Payudara Grafik 40

62

2. Leher rahim
a. Distribusi kasus keganasan pada Leher rahim berdasarkan kelompok umur Grafik 41
17.6

17.3 14.6 12.5

12.5
9.1

4.2 1.1

5.2 3.4 2.4

0.0

0.0

0.0

0.0

0.0

0-

5-

10-

15-

20-

25-

30-

35-

40-

45-

50-

55-

60-

65-

70- 75+

Kelompok umur

b. Persentase stadium pada kasus keganasan pada Leher rahim Grafik 42

63

c. Presentasi dasar diagnosis pada kasus keganasan pada Leher rahim Grafik 43

3. Ovarium
a. Distribusi kasus keganasan pada Ovarium berdasarkan kelompok umur Grafik 44
36 29 24 17 11 8 4 0 0 11 13 10 10 6 6 22

0-

5- 10- 15- 20- 25- 30- 35- 40- 45- 50- 55- 60- 65- 70- 75+ Kelompok umur

64

b. Persentase stadium pada kasus keganasan pada Ovarium Grafik 45

c. Presentasi dasar diagnosis pada kasus keganasan pada Ovarium Grafik 46

65

III.4 Pembahasan Data
Dalam pelayanan pasien kanker di RSKD terdapat peningkatan jumlah kasus setiap tahun berkisar 2-4%, namun pada tahun 1997 didapati penurunan jumlah pasien kanker sebanyak 29,1% (Grafik 1). Penurunan tersebut dapat dipengaruhi oleh adanya krisis ekonomi global yang berdampak secara tidak langsung terhadap perekonomian di Indonesia dan adanya pergantian kepemimpinan nasional. Berdasarkan jenis kelamin, jumlah pasien yang datang berobat ke RSKD lebih banyak perempuan daripada laki-laki yaitu dengan perbandingan 1:2 (Grafik 2). Sedangkan jika dilihat berdasarkan usia, pasien yang datang berobat ke RSKD kebanyakan usia dewasa sebanyak 20,7%, yang semakin bertambah pada usia tua (>39 tahun) sebanyak 75,6% (Grafik 6). Tidak adanya ruang perawatan kanker khusus anak dan Staff Medik Fungsional Penyakit Anak yang hanya berjumlah dua orang kemungkinan dapat menyebabkan rendahnya kunjungan pasien kanker anak ke RSKD pada tahun 1993-1997. Selain itu masih terdapat ketidaklengkapan data status sosial pasien, dalam hal ini usia pasien, yang berkisar 0,12%. Sebagai rumah sakit kanker yang berada di bawah Pusat Kanker Nasional, maka terdapat sebaran tempat tinggal pasien, terlihat pada grafik 3 (86,9%) berasal dari Pulau Jawa dengan kedua terbanyak bersala dari Pulau Sumatera 8%, hanya beberapa persen kasus berasal dari pulau-pulau lainnya. Di pulau Jawa sendiri, kasus yang terbanyak berasal dari Provinsi DKI Jaya 60% (grafik 4) dengan masyarakat Jakarta Barat lebih banyak menggunakan RSKD sebagai fasilitas penanganan penyakit kanker yaitu 33,9% (grafik 5) dari total pasien yang berasal dari Jakarta. Sebaran pasien kanker yang datang berobat ke RSKD menunjukkan peningkatan pada usia 30 tahun dengan puncak kasus pada usia 40 tahun dan 50 tahun, hal ini tidak jauh berbeda antara perempuan dan pada laki-laki (Grafik 7). Terjadinya penurunan jumlah kasus pada usia lansia dapat dipengaruhi oleh angka harapan hidup di Indonesia yaitu berkisar 65 tahun untuk laki-laki dan 67 tahun untuk perempuan. Pada tahun 1993-1997 jumlah pasien kanker laki-laki terbanyak yang datang berobat adalah kanker pada organ saluran pernafasan bawah, diikuti dengan kanker pada saluran pernafasan atas, selanjutnya kanker pada sistem retikuloendotelial dalam hal ini kelenjar getah bening (Grafik 8). Adapun keganasan pada organ prostat bukan merupakan kasus sepuluh terbanyak, hal ini dapat dimungkinkan karena tidak adanya pemeriksaan penunjang diagnosis seperti marker prostat selain pemeriksaan klinis di RSKD pada tahun 1993-1997. Tingkat kematian kanker ditahun 1993-1997 pada kasus sepuluh kanker tebanyak pada laki-laki terutama terjadi pada kanker saluran pernafasan atas, kemudian kematian pada kasus keganasan hematopoietik dan keganasan pada organ hati dan saluran empedu (Grafik 9). Kematian kasus ini ditetapkan berdasarkan kondisi penyakit yang diderita, tidak berdasarkan pemeriksaan autopsi maupun adanya penyakit penyerta yang bersamaan dengan kasus tersebut, hal ini masih memerlukan penelusuran dan penelitian lebih lanjut. Sedangkan pada perempuan, pasien kanker yang terbanyak datang berobat adalah kanker payudara 31,2 %, diikuti oleh kanker pada organ reproduksi perempuan; leher rahim 28,3%, ovarium 5,75%. Selanjutnya saluran pernafasan atas 3.76% dan saluran pernafasan 66

bawah 3,43% menempati urutan nomor keempat dan kelima dari keganasan yang berkunjung ke RSKD (Grafik 10). Adapun dari jumlah pasien perempuan yang datang berobat sepuluh terbanyak, jumlah kematian tertinggi adalah pada kasus kanker payudara yang kemudian diikuti oleh kanker leher rahim (Grafik 11). Dari seluruh keganasan yang ada di RSKD baik pada laki-laki maupun pada perempuan jumlah kasus terbanyak adalah kanker payudara 19,72% (laki-laki 1,2% dan perempuan 98,2%), diikuti organ reproduksi leher rahim 17,58%. Keganasan yang dapat terjadi pada laki-laki dan perempuan menduduki peringkat ketiga yaitu kanker saluran pernafasan bawah 9,08% (Grafik 12). Pada tahun tersebut tidak terdapat banyak kasus kanker yang khusus pada organ reproduksi laki-laki. Apabila kita melihat sebaran kasus kanker pada laki-laki khusus usia dewasa (>19 tahun) ternyata tidak terdapat perbedaan pada sepuluh kasus terbanyak pada laki-laki (seluruh usia), seluruh kasus tetap menempati urutan yang sama (grafik 13). Sementara itu, pada perempuan dewasa, terdapat perubahan pada urutan kasus terbanyak, hal ini terlihat dari kasus keganasan hematopoietik & retikuloendotelial menempati urutan yang kesepuluh (frekuensi menurun), terlihat pada grafik 14, hal ini disebabkan umumnya keganasan pada hematopoietik banyak terdapat pada usia <19 tahun, yaitu sebanyak 12,2% (Grafik 17). Keganasan pada anak laki-laki tidak berbeda jauh dengan keganasan-keganasan pada literatur, yaitu; tulang 22,6%, hematopoietik & retikuloendotelial 20,8%, kelenjar getah bening 12,17% (Grafik 16). Begitu juga pada anak perempuan, keganasan yang tertinggi adalah pada tulang 20%, yang diikuti oleh keganasan pada organ reproduksi 14,4% (Grafik 17). Apabila kita melihat jumlah kematian berdasarkan seluruh jumlah kematian pada penderita kanker, urutan pertama dari seluruh keganasan adalah keganasan pada sistem saluran pernafasan bawah 28,94%, diikuti oleh kematian pada penderita keganasan hematopoetik & retikuloendotelial. Keganasan pada organ khusus laki-laki (prostat, testis) tidak terlihat banyak, hal ini mungkin disebabkan oleh tidak banyaknya kasus tersebut di RSKD (Grafik 19). Sementara peringkat kematian akibat kanker pada perempuan tidak banyak berbeda dengan peringkat pada sepuluh keganasan terbanyak (Grafik 20). Urutan peringkat kematian pada seluruh kasus, baik laki-laki maupun perempuan, tampak berbeda dengan urutan frekuensi kasus, dimana kematian tertinggi adalah pada penderita kanker di saluran pernafasan bawah 17,26%. Kematian khusus pada organ reproduksi perempuan, seperti leher rahim dan ovarium, menempati peringkat ketiga dan keenam (Grafik 21). Sementara kematian akibat kanker pada anak tidak begitu berbeda dengan urutan frekuensi kasus kanker yang ada (Grafik 22). Pada tahun 1993-1997 umumnya tidak terdapat laporan stadium dalam pencatatan status rekam medik, yaitu berkisar 48,5%. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal; 1. Rendahnya jumlah hari kunjungan pasien (24,6% kurang dari 7 hari) menyebabkan sistem penetapan stadium (berbagai pemeriksaan) tidak dapat ditetapkan, selain itu 0,4% pasien datang dan meninggal di hari kunjungan pertama. Adanya keterangan stadium pada catatan rekam medik berjumlah 51,5% dengan 34,1% pasien datang pada stadium lanjut (Grafik 23).

67

Ketersediaan data stadium pada status rekam medik berdasarkan organ primer, terutama pada kasus kanker leher rahim diikuti oleh payudara, dan seterusnya, terlihat pada grafik 24. Pelayanan terhadap pasien kanker di RSKD sebagian besar hanya berlangsung kurang dari tiga bulan, yaitu 68,7% selanjutnya pasien tersebut tidak ada kontak dengan rumah sakit sehingga tidak diketahui status akhir dari pasien. Pasien yang mendapat pelayanan berkunjung tetap sampai lebih dari tiga tahun hanya 7,9%. Di antara kurun waktu tersebut hanya 11,7% yang kemudian menurun menjadi 0,6% pasien yang kembali untuk mendapat pelayanan di RSKD. Pada tahun ketiga sebanyak 92,1% pasien tidak dapat ditentukan kondisi status akhir (Grafik 25). Sebagai rumah sakit kanker yang berada di dalam Pusat Kanker Nasional, dalam melaksanakan diagnosis kelainan yang memberikan gejala klinis berupa benjolan disertai adanya kecurigaan terhadap adanya suatu proses tumor maupun tumor jinak, maka di RSKD diagnosis umumnya (88,3%) berdasarkan pemeriksaan standar baku emas mikroskopik baik histologi jaringan maupun sitologi (pemeriksaan sel) yang 43,3% dilakukan di RSKD. Hanya sebagian kecil dari kasus tidak mendapatkan diagnosis standar sebanyak 11,25% (Grafik 26). Dari grafik 27 didapatkan bahwa sebagian besar benjolan yang dikeluhkan pasien merupakan kasus tumor ganas 53,2%, yang berdasarkan pengambilan sampel maupun pemeriksaan dapat diketahui organ primer dari keganasan tersebut, terlihat pada grafik 28.

III.5 Tantangan dan Kendala
A. SDM
1. Belum dibentuk kembali Komite Registrasi Kanker setelah Subkomite Registrasi Kanker yang merupakan bagian dari Komite Medik dibubarkan. 2. Belum adanya keterlibatan staf medik fungsional di masing-masing bidang onkologi terhadap kegiatan registrasi kanker. 3. Belum adanya staf registrasi kanker dengan kompetensi epidemiologi kanker. 4. Perekrutan staf registrasi kanker di RSKD sekaligus bekerja untuk kegiatan registrasi kanker berbasis rumah sakit (pendataan kasus kanker dari sejak rumah sakit berdiri (1993) sampai tahun berjalan) dan kegiatan registrasi kanker berbasis populasi bersifat nasional dengan Jakarta sebagai pilot project (pendataan tahun 2005-2007 dilanjutkan dengan tahun berjalan). 5. Belum adanya kesamaan definisi di antara staf RSKD, baik medik maupun nonmedik, tentang registrasi kanker di RSKD.

68

B. Perangkat Keras
1. Ketidaksesuaian antara jumlah sumber daya manusia dengan perangkat keras (ruang kerja, komputer, dan server) yang ada, pada awal tahun kegiatan, yang kemudian pengadaannya dilakukan secara bertahap selama dua tahun berikutnya. 2. Belum adanya unit atau tim follow up untuk menindaklanjuti status pasien yang tidak lengkap maupun untuk mengetahui status kondisi pasien sehubungan dengan penyakitnya. 3. Sistem pendataan di masing-masing instalasi hanya untuk memenuhi kebutuhan administrasi setempat.

C. Perangkat Lunak
1. Belum adanya sistem jejaring dan alur kerja yang resmi yang ditetapkan RSKD di masing-masing instalasi dalam hubungan kerjanya dengan subbagian registrasi kanker, sehingga belum ada tenaga kerja yang bertanggung jawab secara langsung terhadap sistem data dan penyimpan berkas di masing-masing instalasi terkait. 2. Belum tersosialisasi masing-masing tugas dan fungsi kerja subbagian regsitrasi kanker dan rekam medik, sehingga masih ada ketidaksesuaian dalam penyajian data di RSKD. 3. Kegunaan data registrasi kanker belum diketahui dengan baik. 4. Belum adanya batasan yang jelas secara organisatoris antara registrasi kanker berbasis rumah sakit dan registrasi kanker berbasis populasi, sehingga tidak ada sistem pembiayaan yang jelas untuk kedua kegiatan tersebut. 5. Belum ada perangkat lunak untuk kegiatan registrasi kanker di RSKD baik bersifat umum maupun bersifat khusus organ tertentu.

69

BAB IV PENUTUP

IV.1 Kesimpulan
1. Telah dilakukan registrasi kanker berbasis rumah sakit yang telah didahului dengan registrasi kanker berbasis patologi pendataan kasus kanker tahun 1993-1997. 2. Pelaksanaan kegiatan dimulai tahun 2009, bersamaan dengan pelaksanaan registrasi kanker berbasis populasi di Jakarta. 3. Pendataan kasus berdasarkan variabel status sosial (nama, jenis kelamin, tanggal lahir, alamat, agama, status pernikahan), status tumor (tanggal pertama terdiagnosis, letak tumor primer, jenis tumor, perilaku tumor-ganas, diferensiasi, pengobatan umum terhadap keganasan (pembedahan, kemoterapi, radiasi), stadium pada saat diagnosis, keadaan pasien saat kunjungan terakhir. 4. Data kematian pasien berdasarkan keterangan klinis (tidak dilakukan autopsi penyebab kematian). 5. Penyajian data dilakukan berdasarkan kombinasi dari variabel di atas. 6. Masih terdapat berbagai kendala dalam kegiatan registrasi kanker di rumah sakit, baik di tingkat per-orangan maupun sistem.

IV.2 Saran
1. Data dapat dikembangkan dan dipergunakan berdasarkan kebutuhan manajemen rumah sakit dan perbaikan pelayanan pasien kanker. 2. Ditetapkannya struktur dan prosedur kerja antar instalasi dengan KSMF dalam keterlibatan kegiatan registrasi kanker. 3. Diperlukan suatu unit khusus beserta sumber daya manusia dengan kompetensi dan kualifikasi tertentu untuk melakukan kegiatan follow up terhadap pasien sehingga diketahui status pasien pasca pelayanan di RSKD. 4. Data dapat dikembangkan berbasis organ tertentu dan dipergunakan sebagai dasar penelitian berbasis bukti untuk perbaikan pedoman dan penatalaksanaan pasien kanker khususnya di rumah sakit. 5. Data dapat dilanjutkan dan dilengkapi dalam aspek faktor resiko sampai aspek molekuler. 6. Tersedianya pusat informasi data yang dapat diakses oleh pihak yang memerlukan data. 7. Pendidikan khusus untuk staf registrasi kanker ke jenjang yang lebih tinggi di bidang epidemiologi kanker, setingkat magister maupun doktoral. 8. Diharapkan adanya petunjuk langsung dari Tim Registrasi Kaker RSKD terhadap kinerja Subbagian Registrasi Kanker, baik untuk tugas pendataan registrasi kanker berbasis rumah sakit maupun berbasis populasi.

70

DAFTAR PUSTAKA
A, Hardiman., Rini, Noviani., M, Wahidin. 2007, Indonesian journal of Cancer: Kebijakan dan Pokok-Pokok Kegiatan Pengendalian Penyakit Kanker di Indonesia. Jakarta: Rumah Sakit Kanker Dharmais. Direksi Perjan Rumah Sakit Kanker Dharmais. 2004, Keputusan Direksi Perjan Rumah Sakit Kanker Dharmais Nomor HK.00.06.1.1386 tentang pembentukan Komite Klinik Rumah Sakit Kanker Dharmais. Jakarta: Rumah Sakit Kanker Dharmais. Direksi Perjan Rumah Sakit Kanker Dharmais. 2004, Keputusan Direksi Perjan Rumah Sakit Kanker ”Dharmais” Nomor HK.00.06.1.3816 tentang Penetapan Personalia dan Uraian Tugas Sub Komite di lingkungan Komite Klinik RSKD. Jakarta: Rumah
Sakit Kanker Dharmais. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Depkes RI. 2000. Keputusan Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Depkes RI Nomor KP.04.04.1.2.5104 tentang Pembentukan Komite Medik Rumah Sakit Kanker Dharmais. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Direktur Rumah Sakit Kanker Dharmais. 1996, Keputusan Direktur Rumah Sakit Kanker Dharmais Nomor HK 00.06.1.958 Pembentukan Tim Registrasi Kanker Rumah Sakit Kanker Dharmais. Jakarta: Rumah Sakit Kanker Dharmais. Direktur Rumah Sakit Kanker Dharmais. 1998, Keputusan Direktur Rumah Sakit Kanker Dharmais Nomor HK.00.06.1.566. Jakarta: Rumah Sakit Kanker Dharmais. Direktur Rumah Sakit Kanker Dharmais. 2001, Keputusan Direktur Rumah Sakit Kanker ”Dharmais” Nomor HK.00.06.1.1215 tentang Pembentukan Sub Komite di lingkungan Komite Medik Rumah Sakit Kanker Dharmais. Jakarta: Rumah Sakit Kanker Dharmais. Direktur Rumah Sakit Kanker Dharmais. 2001, Keputusan Direktur Rumah Sakit Kanker

Dharmais Nomor HK.00.06.1.2347 tentang pembentukan panitia registrasi kanker Rumah Sakit Kanker Dharmais. Jakarta: Rumah Sakit Kanker Dharmais. Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais. 2002, Keputusan Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais Nomor HK.00.06.1.1812 tentang pembentukan Komite Persiapan Pusat Kanker Nasional Rumah Sakit Kanker Dharmais. Jakarta: Rumah
Sakit Kanker Dharmais. Fritz, April., Percy, Constance., Jack, Andrew. 2000, International Classification of Diseases for Oncology Third Edition. Geneva: WHO. Jensen, O.M, Parkin D.M, Maclennan, R, et al. 1991, Cancer Registration: Principles and Methods. New York: Oxford University Press.

Kardinah & Sutoto. 2007, Indonesian Journal of Cancer: Strategi RS Kanker Dharmais sebagai bagian dari Pusat Kanker Nasional dalam mengimplementasikan kebijakan Departemen Kesehatan. Jakarta: Rumah Sakit Kanker Dharmais. Komite Medik Rumah Sakit Kanker Dharmais. 2004, Buku Rumah Sakit Kanker Dharmais: Laporan Akhir Jabatan Komite Medik Rumah Sakit Kanker ”Dharmais” periode 18 Desember 2000 s/d 24 Februari 2004. Jakarta: Rumah Sakit Kanker Dharmais.

71

Menteri Kesehatan RI. 1993, Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor Kepmenkes RI No 72/Menkes/SK/I/1993 Organisasi dan tata kerja Rumah Sakit Kanker Dharmais. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Menteri Kesehatan RI. 1993, Keputusan Menteri Kesehatan No.76/MENKES/SK/I/1993. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Menteri Kesehatan RI. 2005, Peraturan Menteri Kesehatan RI No: 1684/Menkes/Per/XII/2005 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Kanker Dharmais. Jakarta: Rumah Sakit Kanker Dharmais.
Rumah Sakit Kanker Dharmais. 2001, Rumah Sakit Kanker ”Dharmais” judul ”Sewindu dalam pengabdian. Jakarta: Rumah Sakit Kanker Dharmais.

72

Lampiran 1

LEMBAR SRiKandI

Sistem Registrasi Kanker di Indonesia (SRiKandI)

Lampiran 2

Petunjuk pengisian lembar ABSTRAK registrasi kanker
BIODATA PASIEN No Rekam Medis/ Nomor medical record/MR Diisi berdasarkan nomor rekam medik masing masing rumah sakit. Setiap pasien seyogyanya hanya memiliki satu nomor rekam medis. Diisi untuk penelusuran status pasien apabila diperlukan saat verifikasi, kelengkapan dan follow-up. Nama lengkap Nama pasien dimulai dengan nama depan dan nama tengah/belakang, dilanjutkan dengan nama keluarga/marga atau nama dari suami /ayah /ibu.

No identitas/KTP Bagi penduduk yang telah berusia 17 tahun, maka yang bersangkutan telah memiliki KTP/SIM, data lebih baik diisi dengan identitas KTP. Untuk penduduk berusia kurang dari 17 tahun maka No. identitas tidak diisi atau diisi apabila ada nomor identitas lain seperti No Pasport, Kartu pelajar, dsb. Tempat dan tanggal lahir Diisi sesuai dengan Tempat tanggal lahir di KTP/ Surat tanda lahir/akte kelahiran. Apabila tanggal lahir tidak dicantumkan, namun tercantum umur pasien, maka pada saat mengisi tanggal lahir, tanggal yang diisi berdasarkan tanggal terakhir dan bulan terakhir dari usia yang tercantum pada status rekam medis. Misalnya : untuk pengisian kasus baru tahun 2006. Usia tercantum 26 tahun tanpa keterangan tempat/tanggal lahir, maka data yang diisi adalah 01 – 01 1980. Alamat rumah Yang dimaksud adalah alamat tinggal dari pasien sesuai yang tercantum pada kartu identitas/KTP/SIM. Apabila telah diketahui propinsi–kabupaten/ kodya/ kecamatan/ kelurahan maka registrar memilih dari daftar yang telah disediakan pada perangkat lunak, dan nomor kode pos akan terisi dengan sendirinya. No. Registrasi Otomatis akan terisi, yang selanjutnya akan menjadi nomor urut registrasi pasien. No Epidemiologi Ditentukan oleh petugas surveillans dinas kesehatan DepKes RI. Jenis kelamin Dipilih langsung pada software. Apabila pada status tidak tercantum jenis kelamin, dan telah ditelusuri, maka diberi kode ”0”, hal ini dituliskan pada lembar keterangan, dicantumkan : jenis kelamin (-)

Agama Di Indonesia diakui agama yang ada pada daftar pada perangkat lunak. Keterangan agama yang berbeda dari daftar dimasukkan ke data lain–lain. Apabila tidak tercantum maka masuk ke data unknown, diberi catatan pada kolom keterangan : Agama (-) Umur pada kunjungan pertama Sesuai dengan tanggal lahir pada saat pasien didiagnosis sebagai pasien kanker. Contoh : selama ini pasien adalah kasus lama untuk kunjungan pasien Tuberkulosis, dari usia 50 tahun sampai usia 55 tahun. Pada tahun kelima kunjungan (diusianya yang ke 55), terdapat keluhan tambahan dan dilakukan biopsi, pasien tersebut terdiagnosis sebagai kasus baru Kanker Paru. Maka usia kunjungan pertama untuk registrasi kanker dari pasien tersebut adalah saat usia 55 tahun. Status Perkawinan Diisi sesuai dengan daftar: unknown / menikah / Janda / Duda / Lajang (belum menikah) Apabila tidak tercantum maka masuk ke data unknown, dan diberi catatan pada kolom keterangan : status perkawinan (-) Suku Pilihan yang terdapat dalam perangkat lunak adalah : Aceh NTB-Lombok Madura Sulawesi-Bugis Sumatera-Bangka India Sumatera-Batak NTT-Kupang Kalimantan-Dayak Sulawesi-Makassar Jawa Arab Sumatera-Padang Bali Kalimantan-Banjar Sulawesi-Toraja Jawa-Sunda Kaukasia Sumatera-Melayu Papua Sulawesi-Manado Sumatera-Palembang Betawi Negroid Ambon Cina Apabila tidak terdapat suku/etnik dari pasien maka dimasukkan ke data suku yang utama. Apabila tidak tercantum maka masuk ke data unknown, dan diberi catatan pada kolom keterangan : Suku (-) Pekerjaan Jenis dari pekerjaan yang dilakukan, contoh: guru, tenaga laboratorium, tenaga teknis, staf kantor/administrasi, dst Pilihan yang terdapat dalam perangkat lunak adalah : Staf kantor Ibu rumah tangga Petani Tenaga medis Buruh pabrik Guru Militer/ Polisi Pedagang Apabila data pekerjaan tidak tercantum maka masuk ke data unknown, dan diberi catatan pada kolom keterangan Keterangan Pada kolom ini ditulis mengenai hal biodata pasien yang telah ditelusuri pada status rekam medis tetapi tidak didapatkan data/ keterangan tersebut. Misalnya : Tidak tercantum no KTP, dapat ditulis : No KTP (-) Tidak tercantum tempat atau tanggal lahir maka ditulis tempat – tanggal lahir (-),

TUMOR Topography Diisi berdasarkan kode ICD-O, yaitu letak tumor primer. Pada buku pedoman ICD-O dicantumkan pada lembar kode C. Misalnya : Lokasi tumor pada payudara, tanpa keterangan tambahan kwadran, kode yang dipilih adalah C50.9 diisi ke software adalah 509. Apabila lokasi tumor tidak tercantum pada lembar jawaban patologi, dilakukan penelusuran ulang ke status rekam medis. Apabila masih belum didapat lokasi tumor (tidak ada dalam status), maka temuan ini dicantumkan pada kolom keterangan, agar pada saat verifikasi data, hal tersebut dapat ditelusuri kembali oleh verifikator ke dokter klinis yang menangani kasus tersebut., kode yang dicantumkan adalah C80.9 ditulis 809. Morphology Jenis keganasan tumor berdasarkan hasil pemeriksaan Histopatologi (standar baku emas), diisi berdasarkan kode ICD-O dengan kode “M”. Dalam hal diagnosis pasien hanya berdasarkan pemeriksaan klinis / radiologi / seromarker / cairan sitologi, dsb maka data “M” yang diisi adalah kode morfologi untuk : Sarkoma, Karsinoma, Limfoma, Adenokarsinoma atau Tumor ganas / Neoplasm. Behaviour Adalah data tentang perilaku tumor. Tumor jinak – borderline – insitu – ganas – metastasis dan uncertain of malignant potential.Diisi sesuai dengan kode morfologi “M” dari kode diagnosis. Grade Penentuan derajat keganasan berdasarkan pemeriksaan histopatologi, DATA DIAMBIL DARI HASIL JAWABAN HISTOPATOLOGI. Untuk Karsinoma : berdiferensiasi baik – sedang – buruk - undifferentiated Untuk Sarkoma : berdiferensiasi baik – sedang – buruk – undifferentiated/ anaplastic (Grade IV) - dediferentiatied Diferensiasi Baik = Well differentiated = Grade 1 = Grade I. Diferensiasi sedang = Moderately differentiated = Grade 2 = Grade II. Diferensiasi buruk = Poorly differentiated = Grade 3 = Grade III. Apabila tidak tercantum maka masuk ke data unknown Stage/TNM/Stadium. Dalam hal ini yang digunakan adalah clinical staging. Ditulis oleh registrar / verfikator sesuai dengan stadium yang telah ditulis oleh dokter yang merawat. Registrar / verifikator tidak dapat melakukan intervensi status / menulis / menghitung sendiri stadium dari pasien tersebut, walaupun seluruh pemeriksaan telah dilakukan. Apabila tidak tercantum maka masuk ke data unknown, dan dilaporkan ke dokter yang merawat pada saat verifikasi pertama untuk dilengkapi. Basic of diagnosis Penetapan diagnosis kanker ditentukan dengan pemeriksaan yang dimaksud. Misalnya, pasien ditetapkan sebagai penderita kanker dengan pemeriksaan klinis / clinical only atau sampai dengan pemeriksaan histopatologi tumor primer (standar baku emas). Apabila dilakukan seluruh modalitas pemeriksaan dari no 1 s/d 8 maka dipilih standar pemeriksaan yang tertinggi yaitu histopatologi (standar baku emas). Clinical extent of disease before treatment. Hal ini berkaitan dengan hasil pemeriksaan histopatologi dan penentuan stadium. Apabila tidak tercantum maka masuk ke data unknown

Treatment at reporting institution Dicatat sesuai dengan pemberian terapi yang telah diaplikasikan/diberikan/dijalankan. Apabila pasien masih dalam rencana pemberian terapi , dan drop-out, masuk ke data other therapy. Apabila tidak tercantum maka masuk ke data unknown. Site(s) of distant metastases. Data didapat dari pemeriksaan klinis-radiologis dan histopatologi berdasarkan lokasi penyebaran tumor. Apabila tidak tercantum maka masuk kedata unknown Laterality Untuk organ yang berpasangan, letak kanan, kiri, keduanya (bilateral) atau dibanyak tempat (multiple), dst. Apabila tidak tercantum maka masuk ke data unknown. Tanggal pertama kali didiagnosa kanker Tanggal pertama kali pasien tersebut didiagnosis keganasan / kanker dari keterangan data (most valid diagnosis of cancer).

SOURCES / FOLLOW - UP Sources Dicantumkan data rumah sakit yang merujuk/rumah sakit asal ( apabila pasien tersebut rujukan dari rumah sakit lain) Status at last contact Keadaan pasien pada saat pertama kali kontrol dan diikuti oleh status kontrol pada terakhir kali kontrol, ditentukan dengan pemeriksaan klinis - labolatorium – radiologi – histopatologi. Date of last contact Tanggal pertama kali kontrol dan diikuti oleh tanggal terakhir kontrol (didata sampai dengan 10 years survival) Kesimpulan Mencatat kesimpulan penyakit (diagnosa) PA dan pemeriksaan penunjang lainnya, yang apabila diagnosis dilakukan dengan cara diagnosis klinis atau radiologi maka diagnosis yang dipilih disesuaikan dengan pengobatan yang diberikan. Nama Registrar Tanda tangan Registrar dan tanggal pengisian abstrak Nama Verifikator Tanda tangan Verifikator dan tanggal pengisian abstrak Keterangan tambahan : Setelah selesai pengisian lembar abstrak, Registrar menyerahkan lembaran ke Verifikator untuk di verfikasi ( verifikasi I dilakukan secara manual). Data yang tidak lengkap, dilengkapi dengan mengkomunikasikan ke dokter yang merawat kemudian doker tersebut menandatangani lembar abstrak setelah menyetujui seluruh data. Setelah seluruh variabel data terisi, data diinput ke dalam perangkat lunak SRiKandI. Setelah selesai penginputan semua data, maka dilakukan verifikasi kedua (menggunakan perangkat lunak canreg tools).

Lampiran 2

Petunjuk Pengisian Perangkat lunak SriKandI
I. Pengisian Data Pasien
1. 2. 3. Kopi perangkat lunak SRiKandi ke dalam komputer Klik icon SRiKandI Klik “OPEN”

Untuk komputer dengan Ms. Office 2007 : Setelah klik Open, klik Option, pilih Enable this content, klik Ok. Selanjutnya tampilan Main Switcboard akan terbuka, seperti poin nomor 4. 4. Untuk pengisian data baru, klik “ADD NEW PATIENT”

5.

Lengkapilah data pada sheet “Pencatatan Pasien Baru”  Ketik nomor rekam medis sesuai ketentuan pengisian  Ketik Nama Lengkap : Nama Depan, Nama Belakang, Nama Keluarga (jika tidak ada Nama Belakang atau Nama Keluarga, kolom dapat dikosongkan)  Klik “SAVE”

Ketentuan pengisian Nomor MR : 7 digit kode RS + 6 digit no RM Contoh : RS Dharmais..No MR 99-99-99 3174063999999

6.

Lengkapilah data pada sheet “PATIENT”  Nomor Rekam Medis dan Nama Lengkap sudah tercatat di sheet “patient” (setelah itu, tekan enter)  Isi kolom No. Identitas / KTP (setelah itu, tekan enter)  Isi kolom Tempat lahir (setelah itu, tekan enter) Isi kolom tanggal lahir (contoh : lahir pada tanggal 12 Desember 1950 diketik : 12/12/1950 (penulisan tanggal disesuaikan dengan format tanggal di komputer masingmasing, memakai format dd/mm/yyyy atau mm/dd/yyyy)  Isi kolom alamat lengkap rumah (setelah itu, tekan enter)  Kelurahan/kecamatan/kodya/kabupaten/propinsi dientry dengan mengklik kolom Kode Pos (setelah itu, tekan enter)  Klik kolom Jenis Kelamin atau klik sesuai jenis kelamin pasien (setelah itu, tekan enter)  Klik kolom Agama atau klik sesuai dengan agama pasien (setelah itu, tekan enter)  Isi Umur pasien (setelah itu, tekan enter)  Klik kolom Status Perkawinan atau klik sesuai dengan status perkawinan pasien (setelah itu, tekan enter)  Klik kolom Suku atau klik sesuai dengan suku pasien (setelah itu, tekan enter)  Klik kolom Pekerjaan atau klik sesuai dengan Pekerjaan pasien (setelah itu, tekan enter)  Isi kolom keterangan mengenai hal biodata pasien yang telah ditelusuri pada status rekam medis, tetapi data/ keterangan tersebut tidak didapatkan  (contoh : Tidak tercantum no. KTP, dapat ditulis : No. KTP(-).

7.

Klik sheet “TUMOR” di sebelah kiri atas

8.

Lengkapilah data pada sheet “TUMOR”  Isi kolom Lab / PA No. (setelah itu, tekan enter)  Isi kolom Topography (setelah itu, tekan enter) Bila kode topography sudah diketahui, ketiklah 3 (tiga) digit kode topography sesuai ICD-O. Bila registrar tidak mengetahui kode topograhy (tapi letak tumor primer sudah diketahui), klik kolom Topography, muncul tampilan seperti dibawah ini, Pilih kode topography dengan mengurutkan berdasarkan Topograhy, lalu klik sesuai dengan letak tumor yang ada pada diagnosa penyakit.

Isi kolom Morphology (setelah itu, tekan enter) Bila kode morphology sudah diketahui, ketiklah 4 (empat) digit kode morphology sesuai ICD-O. Bila registrar tidak mengetahui kode morphology, klik kolom Morphology, maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini, pilih kode morphology dengan mengurutkan berdasarkan morphology, lalu klik sesuai dengan diagnosa penyakit.

   

   

 9.

Isi kolom behavior atau klik sesuai dengan perilaku tumor (setelah itu, tekan enter) Isi kolom Grade atau klik sesuai dengan penetuan derajat keganasan berdasarkan pemeriksaan histopatologik (setelah itu, tekan enter) Isi kolom Stage / TNM atau klik sesuai dengan stadium yang telah ditulis oleh dokter yang merawat. (setelah itu, tekan enter) Isi kolom Clinical extent of Disease before treatment atau klik penyebaran penyakit berkaitan dengan hasil pemeriksaan histopatologi dan penetuan stadium (setelah itu, tekan enter) Isi kolom Treatment at Reporting Institution atau klik sesuai dengan pemberian terapi yang telah diberikan. (setelah itu, tekan enter) Isi kolom Site(s) of Distant metastases atau klik letak penyebaran penyakit berdasarkan pemeriksaan klinis-radiologi dan histopatologi. (setelah itu, tekan enter) Isi kolom Laterality atau klik letak penyakit (dibagian kanan, kiri, bilateral atau multipel). (setelah itu, tekan enter) Isi Tanggal pertama kali didiagnosa kanker. Contoh : terdiagnosa kanker pada 31 Januari 2006, diketik : 31/01/2006. (penulisan tanggal disesuaikan dengan format tanggal dikomputer masing-masing, memakai format dd/mm/yyyy atau mm/dd/yyyy) Isi kolom Kesimpulan sesuai dengan diagnosa lengkap pasien.

Klik sheet “SOURCE & OUTCOME”

10. Lengkapilah data pada sheet “SOURCE & OUTCOME”  Isi Tanggal periksa pasien (setelah itu, tekan enter)  Isi kolom RS atau klik kode Rumah Sakit Asal, Nama Rumah Sakit akan otomatis terisi (setelah itu, tekan enter)  Isi kolom Unit atau klik Unit/Bagian tempat pemeriksaan pasien (setelah itu, tekan enter)

  

Isi kolom No. PA / Lab Isi kolom Tgl. Follow-up (setelah itu, tekan enter) Isi kolom Status atau klik sesuai dengan status terakhir pasien setelah difollow-up.

11. Klik Exit di sebelah kanan bawah

12. Untuk melihat/mengedit data pasien klik “BROWSE/EDIT PATIENT”

13. Langkah selanjutnya sesuai dengan pada saat kita ingin melakukan revisi (keterangan pada halaman 6).

14. Untuk membuat laporan, kembali ke menu awal (Main Switchboard), lalu klik “PREVIEW REPORTS”

Kemudian akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Bila ingin mengetahui jumlah data pasien berdasarkan letak tumor primer / Topography, klik “Total Patient by Topology”

Kemudian isi tanggal awal di periode yang ingin dilihat, klik OK

Kemudian isi tanggal akhir di periode yang ingin dilihat, klik OK

 

Hal yang sama dilakukan bila ingin mengetahui jumlah data pasien berdasarkan letak perilaku tumor/ Behavior (berdasarkan jenis kelamin atau keseluruhan). Untuk kembali ke menu awal, klik Return to Main Menu

II. Duplikat MR 1. Bila setelah mengklik “save” kemudian keluar peringatan seperti dibawah ini, artinya nomor MR tersebut DUPLIKAT (pernah dientry sebelumnya). Maka klik OK, kemudian akan muncul kotak “Action Failed”, lalu klik tanda X di kanan atas.

2.

Lalu akan muncul tampilan di bawah ini seperti tampilan awal, lalu klik Cancel

3.

Akan muncul tampilan Main Switchboard / Menu Awal seperti dibawah ini. Bila ingin merevisi atau melengkapi data pada nomor MR yang pernah dientry, Klik Browse / Edit Patient

4.

Lalu Klik By Individual Patient

5.

Untuk mencari data berdasarkan no MR : klik icon sort diatas tulisan No.MR, lalu klik tombol ”cari”

  6.

Untuk mencari data berdasarkan nama : klik icon sort diatas tulisan nama depan, lalu klik tombol ”cari” Dan cara yang sama untuk variabel lainnya yang ingin dicari

Lalu isi no MRnya pada kolom Find What..lalu klik tombol find next

7.

No MR yang dicari otomatis akan terblok, seperti tampilan dibawah ini.

8.

Klik No. MR tersebut dan akan keluar tampilan data yang akan direvisi seperti dibawah ini, lalu lengkapi atau revisi data sesuai dengan abstrak SriKandI.

III. Langkah untuk menghapus data 1. Klik Browse / Edit Patient

2.

Klik By Individual patient

3.

Klik Data pasien yang ingin dihapus, misalnya pasien bernama X

4.

Klik Menu Edit, lalu klik Delete Record, kemudian tutup tampilan untuk kembali ke dengan mengklik Exit

Riwayat Hidup Penyusun
Data Pribadi :
Nama Jenis kelamin Tanggal lahir Tempat lahir Profesi Pangkat/Gol NIP Alamat kantor : dr. Evlina Suzanna Sinuraya, SpPA : Perempuan : 12 April 1964 : Sidikalang, Sumatera Utara : Ahli Patologi Anatomi (2000 FKUI) : IVA/Pembina : 196404121989102001 :Dharmais, Pusat Kanker Nasional, Indonesia. Jl. Letjen S. Parman Kav. 84-86, Slipi, 11420 DKI Jakarta - Indonesia www.dharmais.co.id Email kantor : dharmais@dharmais.co.id Email pribadi : evlinass@gmail.com Telepon kantor : +62 21 568 1570 ext. 2061, 2365

Profesi saat ini:
- Sekretaris Registrasi Kanker Nasional RI. - Kepala Subbagian Registrasi Kanker, Bagian Penelitian dan Pengembangan, Rumah Sakit Kanker Dharmais, Pusat Kanker Nasional. - Ketua Staf Medik Fungsional Patologi Anatomi, Rumah Sakit Kanker Dharmais, Pusat Kanker Nasional. - Anggota Tim Registrasi Kanker, Rumah Sakit Kanker Dharmais, Pusat Kanker Nasional. - Tenaga Pengajar Bidang Keperawatan Onkologi, Rumah Sakit Kanker Dharmais, Pusat Kanker Nasional. - Pendidik klinis bidang Patologi Anatomi untuk Universitas Indonesia, Rumah Sakit Kanker Dharmais, Pusat Kanker Nasional.

Pendidikan dan Pelatihan
- Juli 1982 – Maret 1989: Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara, Medan. - April 1995–April 2000: Pendidikan dokter spesialis 1, Departemen Patologi Anatomi Universitas Indonesia, Jakarta. - September 2002–January 2003, Traineeship Program in Oncology (Breast Pathology) UMC Groningen, The Netherlands. - 2007 Short Course Cancer Registry, NCI-Bangkok, Thailand - 2006, 2008-2009, Short Course STSs and Bone Tumor, Santa Monica-UCLA-USA, UMC Amsterdam, The Netherlands. - 2007,2008, Short Course Cancer Registry and Management of Cancer Preventive Program, NCI-Bangkok, Thailand. - Juni 2008, Short Course on Diagnostic Pathology of Non Hodgkin Lymphoma and Workshop on Collaborative Study on Nasal NK/T Cell Lymphoma, University of Indonesia, Jakarta. - September 2008, International Course on Introduction to Cancer Registration and its Application to Cancer Epidemiology, Goyang City, South Korea. - Februari 2009, Training Course on Cancer Registry Program, Pattaya, Bangkok, Thailand. - Agustus 2009, Short Course Soft Tissue Tumor in, UCLA, Santa Monica, USA. - Februari – Maret 2009, Cancer Registration Course, Tata Memorial Centre, Mumbai, India. - Oktober 2010, Short course Cancer Epidemiologi, IARC-IACR, Yokohama, Japan. - Mei 30 – Juni 3 2011, "Clinical Activities of the thoracic Disease Management Group" Tata Memorial Centre, Mumbai, India.

Pengalaman Kerja
2007 – sekarang 2008 – sekarang 2006 – sekarang 2008 – sekarang 2010 – sekarang : Kepala Subbagian Registrasi Kanker, Rumah Sakit Kanker Dharmais, Pusat Kanker Nasional. : Sekretaris Pengumpulan dan Analisa data Registrasi Kanker Nasional RI. : Ketua Divisi 1, Penelitian dan Registrasi Kanker, Perhimpunan Onkologi Indonesia cabang Jakarta. :Konsultan Perhimpunan Asia Pacific Society Molecular Immunohistochemistry (APSMI) untuk Indonesia. : Penggerak Kegiatan Registrasi Kanker, Perhimpunan Onkologi Indonesia

2011 – sekarang 1999 – 2007 2000 – 2002 2003 – 2006 2003 – 2008

: Anggota Tim Registrasi Kanker, Rumah Sakit Kanker Dharmais, Pusat Kanker Nasional. : Ketua Tim Registrasi Kanker, Rumah Sakit Kanker Dharmais, Pusat Kanker Nasional : Anggota Sub-komite Registrasi Kanker, Komite Medik Rumah Sakit Kanker Dharmais, Pusat Kanker Nasional : Tenaga Pengajar bidang Patologi Anatomi, sitologi payudara, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Kelas Internasional. : Ketua Sub-komite Registrasi Kanker, Komite Medik Rumah Sakit Kanker Dharmais, Pusat Kanker Nasional.

Publikasi
1. 2. 3. 4. 5. 6. Kardinah, Haryono SJ, Evlina SS, Sofiati Dachlan A. Lymphatic mapping in melanoma. National Melanoma Symposium II.2002 Kardinah, Evlina SS. Negative preoperative lymphoscintigraphy in breast cancer. International Sentinel Node Congress.2002 Haryono SJ, Kardinah, Evlina SS. Lesson learned from experience of lymphatic mapping in ductal carcinoma in situ of the breast. International Sentinel Node Congress.2002 Haryono SJ, Kardinah, Evlina SS. Interdisciplinary approach of the identification phase of sentinel node mapping: Lymphatic mapping. National course in sentinel node with the Netherland Cancer Institute.2003 Haryono SJ, Sofiati Dachlan A, Kardinah, Evlina SS. Lymphatic mapping and sentinel node biopsy in skin cancer and head and neck cancer. National Surgical Oncology Symposium.2003 Haryono SJ, Kardinah, Evlina SS. Is Sentinel Node Procedure Still Relevant in “Satay Appearance”of Unusual Hot Spot Chains Due To Interval Reduction of Core Biopsy and Lymphoscintigraphy Setting? International Sentinel Node Congress. 2004 Kardinah, Sutjipto, Evlina Suzanna. Penelitian Pendahuluan : Pelatihan Pemeriksaan Payudara Bagi Tenaga Medis RS Kanker Dharmais. Indonesian Journal of Cancer 2007; 1 (2):53-58 Kardinah, Haryono SJ, Evlina SS, Aida S. Suriadiredja; Breast Cancer and Malignant Melanoma Preoperative Lymphoscintigraphy in “Dharmais” Cancer Hospital. Indonesian Journal of Cancer 2007; 1(4):128-130 Rosalina. Kardinah, Evlina Suzanna : Kesesuaian Gambaran Tomografi Komputer dengan Stadium Berdasarkan Klasifikasi FIGO pada Kanker ovarium Tipe Epitelial. Tesis FK-UI, Jakarta . Poster presentation APOCP Turkey. 2009. Suzanna, Evlina. The Cooperative study group for the Population-Based Cancer Survival in East Asia, 2009. Japan.2009. Suzanna, Evlina. Trend of Colorectal Cancer and Survival Based On Hospital-Based Cancer Registry 1998-2002 in “Dharmais” National Cancer Center, Indonesia. Japan.2010. Suzanna, Evlina. Three and Five years Survival of Breast and Ovarian Cancer : Correlated to Body Mass Index (BMI) 1997-1999 in “Dharmais” National Cancer Center, Indonesia.Oral presentation APOCP Turkey. 2010. Hanafi, Arif R, Elisna Syahrudin, Ahmad Hudoyo, Heriawati Hidayat, Evlina Suzanna. Ekspresi Protein Gen P53 yang Bermutasi Pada Jaringan Sediaan Block Parafin Kanker Paru Bukan Sel Kecil. IJOC Vol.4 No.3. 2010. Rosakawaty Situmorang, Dachlan-Suriadiredja, Aida Sofiati, Evlina Suzanna : Title, Expression of Ki67 as a Proliferation marker in Basal cell carcinoma aggressive and non aggressive. Submit to IJOC Cancer registry and Epidemiological Study working group report, Japanese Journal of Clinical Oncology. 2010.

7. 8. 9.

10. 11. 12. 13. 14. 15.

Presentasi Poster
1. 2. 3. 4. 5. Oktober 2010: The establishment of Indonesia National Cancer Registry: A Strategy of Population based cancer registry in Jakarta, IACR Annual meeting, Yokohama, Japan Oktober 2010: Trend of Cervical Cancer Proportion and survival, IACR Annual meeting, Yokohama, Japan Oktober 2010: Trend of Colorectal Cancer Proportion and Survival, IACR Annual meeting, Yokohama, Japan Oktober 2011: A Challenge of Establishing Cancer Registry in Indonesia: Jakarta as a Representative of Urban Area, IACR Annual meeting, Mauritius, South Africa November 2011: The Comparison of Therapy for Early Stage of Breast Cancer in Dharmais NCC Indonesia, International Cancer Control Congress 4th, Seoul, South Korea.

Award
1. 2. Poster Award (Author): A Challenge of Establishing Cancer Registry in Indonesia: Jakarta as a Representative of Urban Area, IACR Annual meeting, Mauritius, South Africa. Makalah terbaik (Co-author): Kanker Kolorektal Usia Muda Etnik Jawa, Sunda, Makassar, dan Minang di Indonesia, Jurnal Kedokteran Indonesia.

Mentor untuk Program Magister dan Doktoral
1. 2. 3. 4. Sudoyo, Aru Wisaksono. Kanker Kolorektal Usia Muda Etnik Jawa, Sunda, Makassar, dan Minang di Indonesia. Disertasi FK-UI, Jakarta. 2005. Sutandyo, Noorwati. Pola Alur Pensinyalan Kanker Payudara Usia Muda Non-Familial : Tinjauan pada Alur Hormonal (Estrogen) dan Non-Hormonal (IGF-IR, HER-2). Disertasi FK-UI, Jakarta.2006. Dachlan-Suriadiredja, Aida Sofiati. Hubungan Antara Ekspresi B-Raf dan p16INK4A dengan Mitosis, Ketebalan Lesi dan Ketahanan Hidup Pasien Melanoma Maligna. Disertasi FK-UI, Jakarta. 2006. Rosalina. Kesesuaian Gambaran Tomografi Komputer dengan Stadium Berdasarkan Klasifikasi FIGO pada Kanker ovarium Tipe Epitelial. Tesis FK-UI, Jakarta . Submit to IJOC. 2009. Angka, Rebecca N.. Pola Ekspresi VEGF-C secara Immunohistokimia pada Kanker Payudara Stadium II dengan HER-2 Positif dan Hubungannya dengan Penyebaran ke Kelenjar Getah Bening Ketiak. Tesis FK-UI, Jakarta Submit to IJOC. 2009

5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.