KENAKALAN REMAJA (NARKOBA

)
Meutia Utari (111000270) Meutia Reza Syahlefi (111000233) Agung Hartanto (111000204)

Masa Remaja
 Spranger memberikan tafsiran masa remaja sebagai masa

pertumbuhan dengan perubahan struktur kejiwaan yang fundamental.  Pada umumnya masa remaja berlangsung dari usia 11-13 tahun sampai dengan 18-20 th (Abin Syamsuddin, 2003).  para ahli mengklasikasikan masa remaja ini ke dalam dua bagian yaitu: (1) remaja awal (11-13 th s.d. 14-15 th); dan (2) remaja akhir (14-16 th s.d.18-20 th).  Masa remaja ditandai dengan adanya berbagai perubahan, baik secara fisik maupun psikis, yang mungkin saja dapat menimbulkan problema tertentu bagi si remaja.

KENAKALAN REMAJA
Perbuatan-perbuatan anak remaja yang bertentangan dengan kaidah-kaidah hukum tertulis.  Perbuatan remaja yang anti sosial yang menimbulkan keresahan masyarakat.  Perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma agama.

REMAJA & NARKOBA
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305.  Di Indonesia, para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun.  Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok.

NARKOBA

NARKOBA
World Health Organisation, 1982

“Semua zat kecuali makanan, air atau oksigen yang jika dimasukkan ke dalam tubuh, dapat mengubah fungsi tubuh secara fisik dan atau mental”

STIMULANT KANABINOID DEPRESANT

NARKOBA

Ketamin
ENTAKTOGEN

HALUSINOGENT

STIMULANT
 Merangsang/meningkatkan

kegiatan pada sistem saraf pusat.  Mempercepat proses mental, membuat kita lebih awas dan bersemangat.  Contoh: Kafein, Nikotin, Amfetamin dan Kokain.

KAFEIN

AMFETAMIN

STIMULANT

DEPRESSANTS
 Menurunkan

kegiatan pada sistem

saraf pusat  Membuat pemakai lebih rileks dan kurang sadar terhadap sekelilingnya.  Contoh: Analgesik, Alkohol, heroin dan morfin.

alkohol

analgesik

DEPRESSANTS

HALLUCINOGENS

Mengubah persepsi dan pandangan kita terhadap tempat dan waktu. Membuat pemakainya melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada, atau melihat atau mendengar sesuai dengan persepsi yang

berbeda.

Contoh: LSD, Jamur ajaib dan Bunga Kecubung.

LSD

Bunga kecubung

HALLUCINOGENS

Efeknya

adalah gabungan dari Depressants dan Hallucinogens Contoh: Ganja

 Efeknya

adalah gabungan dari Halluscinogens dan stimulant  Contohnya: Ekstasi

Efeknya adalah gabungan dari Depressants dan Stimulant (memperlambat denyut nadi) Ini adalah obat medis. Biasa digunakan untuk pasien yang habis operasi dan bagi anakanak yang mengalami trauma. Banyak dipergunakan di australia dan terkenal di lantai dansa.

Lingkungan sosial :
 Motif

ingin tahu kesempatan dan prasarana

 Adanya  Sarana

Kepribadian
 Rendah

diri dan mental

 Emosional

Dampak Terhadap Fisik

DAMPAK NARKOBA TERHADAP FISIK
 

 

Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan reproduksi seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid) Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian

DAMPAK NARKOBA TERHADAP PSIKIS

  

Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

DAMPAK NARKOBA TERHADAP SOSIAL

Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan  Merepotkan dan menjadi beban keluarga  Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram

Preventif
Represif

Kuratif Rehabilitatif

 

Preventif (pencegahan), yaitu untuk membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap narkoba, pencegahan adalah lebih baik dari pada pemberantasa. Represif (penindakan), yaitu menindak dan memberantas penyalahgunaan narkoba, melalui jalur hukum, yang dilakukan oleh para penegak hukum atau aparat keamanan yang di bantu oleh masyarakat. Kalau masyarakat mengetahui harus segera melaporkan kepada pihak berwajib dan tidak boleh main hakim. Kuratif (pengobatan), bertujan penyembuhan para korban baik secara medis maupun dengan media lain. Rehabilitatif (rehabilitasi), dilakukan agar setelah pengobatan selesai para korban tidak kambuh lagi “ketagihan narkoba”. Rehabilitasi berupaya menyantuni dan memperlakukan secara wajar para korban narkoba agar dapat kembali ke masyarakat dalam keadaaan

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful