You are on page 1of 40

LAPORAN KARYA TULIS ILMIAH KULIAH KERJA NYATA PROFESI INTEGRAL TEMATIK POSDAYA ANGKATAN 64 SEMESTER ANTARA TAHUN

AKADEMIK 2012/2013 UNIVERSITAS TADULAKO

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN KHUSUSNYA DI BIDANG PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS TERHADAP PELAJAR DI DESA TOGA KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG

DESA : TOGA KECAMATAN : AMPIBABO KABUPATEN : PARIGI MOUTONG Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Integral Tematik Posdaya Universitas Tadulako Angkatan 64 Semester Antara Tahun Akademik 2012/2013 Disusun Oleh MULTISARITA STB.A 121 09 028

PUSAT PENGEMBANGAN WILAYAH DAN KULIAH KERJA NYATA LEMBAGA PENGAMBDIAN PADA MASYARAKAT UNIVERSITAS TADULAKO 2012

Halaman Pengesahan PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN KHUSUSNYA DI BIDANG PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS TERHADAP PELAJAR DI DESA TOGA KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG

NAMA STAMBUK DESA KECAMATAN KABUPATEN

: MULTISARITA : A 121 09 028 : TOGA : AMPIBABO : PARIGI MOUTONG

Laporan Karya Tulis Ilmiah ini telah diperiksa dan disetujui Sesuai saran-saran dosen pembimbing

Palu, 1 Oktober 2012

Mengetahui Kepala Pusat Pengembangan Wilayah dan Kuliah Kerja Nyata Univ. Tadulako

Menyetujui Dosen Pembimbing

Ir. Ridwan, MP NIP. 19660310 199512 1 001

Drs. Jamiluddin, M.Hum NIP. 19641213 198911 1 00

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga penyusunan laporan karya tulis ilmiah ini dapat dirampungkan tepat pada waktunya. Penyusunan laporan karya tulis ilmiah ini disamping sebagai pemaparan dan pengembangan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa juga merupakan persyaratan mutlak yang harus dipenuhi demi

mempertanggung jawabkan kelangsungan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Integral yang telah dilaksanakan di Desa Toga Kec. Ampibabo Kab. Parigi Moutong.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini, masih banyak terdapat kesalahan-kesalahan dari segi tata bahasa, cara penulisan, maupun isinya. Oleh karena itu, kami sangat

mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak demi penyempurnaan laporan ini.

Sebagai insan akademis yang telah sekian tahun menimba ilmu di perguruan tinggi, selaku mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Integral Tematik Posdaya Angkatan 64 Semester Antara 2012/2013 yang berlokasi di Desa Toga Kecamatan Ampibabo Kab. Parigi Moutong menyampaikan terimakasih kepada:

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

iii

1. Rektor Universitas Tadulako Palu. 2. Seluruh Pembantu Rektor Universitas Tadulako Palu. 3. Seluruh Dekan Universitas Tadulako Palu. 4. Seluruh Staf Pengajar Universitas Tadulako Palu. 5. Ketua Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas

Tadulako Palu. 6. Pusat Pengembangan Wilayah dan Kuliah Kerja Nyata (P2WKKN) Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tadulako sebagai lembaga penyelenggara Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Integral Tematik Posdaya Angkatan 64 Semester Antara Tahun 2012/2013. 7. Seluruh Panitia Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tadulako Angkatan 64. Atas bimbingan dan ilmu yang telah diberikan 8. Seluruh Dosen Pembimbing Lapangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tadulako Angkatan 64. 9. Bapak selaku dosen pembimbing lapangan terbaik yang telah memberikan bimbingan kepada penyusun dalam menyelesaikan kegiatan KKN dan penyusunan laporan akhir ini. 10. Bapak Bakri Labandu selaku Kepala Desa Toga Kec. Ampibabo Kab. Parigi Moutong bersama keluarga yang telah ikhlas

memberikan bantuan, perhatian dan kerjasama yang baik.

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

iv

11. Seluruh aparat pemerintah Desa Toga Kec. Ampibabo Kab. Parigi Moutong yang telah memberikan bantuan kerjasama dengan baik. 12. Seluruh pemuda dan masyarakat lingkungan Desa Toga Kec. Ampibabo Kab. Parigi Moutong atas kekeluargaan, kasih sayang dan kekerabatannya kepada mahasiswa KKN selama masa waktu KKN di Desa. 13. Kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa KKN terima kasih atas kekompakannya.

Akhirnya tidak ada kata yang lebih pantas terucap selain tertitip doa dari kami semoga segala kebaikan dan bantuan yang telah diberikan mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT.

Palu, 1 Oktober 2012 Penyusun,

MULTISARITA A 121 09 028

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......................................... iError! Bookmark not defined. HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................ii KATA PENGANTAR ...................................................................................... iii DAFTAR ISI ...................................................................................................vi BAB I 1.1 1.2 1.3 1.4 BAB II 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 BAB III 3.1 3.2 3.3 3.4 PENDAHULUAN LATAR BELAKANG ........................................................................ 1 RUMUSAN MASALAH ................................................................... 2 MAKSUD DAN TUJUAN.................................................................. 2 MANFAAT ......2 TINJAUAN PUSTAKA PENGERTIAN PENDIDIKAN .......................................................... 3 JENJANG PENDIDIKAN ................................................................. 3 KURIKULUM ................................................................................... 4 BAHASA ASING.5 KOMPETENSI6 DESAIN PEMBELAJARAN..7 GAMBARAN UMUM LOKASI KKN SEJARAH SINGKAT DESA TOGA.9 KONDISI GEOGRAFIS 11 KONDISI DEMOGRAFIS .11 KONDISI SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI ..14

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 WAKTU DAN TEMPAT.16 4.2 ALAT DAN BAHAN16 4.3 PROGRAM KERJA KEGIATAN..16 BAB V PEMBAHASAN 5.1 KONDISI PENGAJARAN BAHASA INGGRIS .17 5.2 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SERTA SOLUSI PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS..21 BAB VI PENUTUP 4.1 KESIMPULAN ............................................................................... 30 4.2 SARAN .......................................................................................... 30 DAFTAR PUSTAKA.......................................................32 LAMPIRAN................................................................................................... 33

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

vi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan merupakan sebuah upaya untuk mewujudkan kondisi suatu wilayah yang lebih baik dari sebelumnya dengan mengadakan perbaikan dan pembaharuan disemua aspek salah satunya di bidang akademik/pendidikan agar masyarakat bisa menikmati kehidupan yang lebih tentram dan sejahtera dari keadaan sebelumnya. Era globalisasi mewajibkan semua orang untuk menguasai Bahasa inggris karena Bahasa inggris sebagai Bahasa international dianggap sebagai sarana komunikasi terpenting untuk merespon tuntutan kemajuan jaman. Mulai usia dini hingga dewasa perlu dibekali kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa inggris karena hal ini akan mempermudah mereka dalam beradaptasi dengan kemajuan jaman yang syarat dengan persaingan. Banyak cara yang dilakukan untuk membekali anak-anak belajar Bahasa inggris, Salah satunya dengan mengikuti pendidikan informal, yaitu bimbingan belajar. Metode ini cukup membantu dalam meningkatkan kemampuan anak-anak khususnya pelajar Desa Toga untuk menguasai Bahasa ingris karena dilihat dari tingkat pengetahuan mereka tentang Bahasa inggris sangat kurang. Hal ini dipengaruhi oleh faktor intrinsik yaitu kurangnya kemauan dan perhatian mereka untuk belajar Bahasa inggris dan faktor ekstrinsik yaitu, kurangnya tenaga pengajar dan fasilitas belajar yang tidak cukup memadai. Hal ini membuat mereka sangat tertinggal jauh dari pelajar lain yang mengenyam pendidikan yang lebih modern
Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

dengan fasilitas yang memadai. Metode bimbingan belajar yang diterapkan pada mereka diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menguasai Bahasa inggris agar dapat mengikuti

perkembangan jaman dengan mengandalkan kompetensi yang mereka punya. 1.2 RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana metode pengajaran Bahasa inggris di sekolah? 2. Bagaimana faktor yang mempengaruhi peningkatan kemampuan Bahasa inggris di sekolah? 3. Bagaimana solusi peningkatan kemampuan bahasa inggris siswa di sekolah? 1.3 MAKSUD DAN TUJUAN 1. Menganalisa metode pengajaran Bahasa inggris di sekolah? 2. Menganalisa faktor yang mempengaruhi peningkatan kemampuan Bahasa inggris di sekolah? 3. Menganalisa solusi peningkatan kemampuan bahasa inggris siswa di sekolah. 1.4 MANFAAT 1. Membantu memberikan metode alternative pembelajaran Bahasa inggris bagi pelajar Desa Toga. 2. Membantu meningkatkan kemampuan Bahasa inggris pelajar Desa Toga.

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 PENGERTIAN PENDIDIKAN Pengertian pendidikan menurut Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Sedangkan menurut undang- undang no. 20 tahun 2003, pendidkan adalh usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan kecerdasan, spiritual akhlak keagamaan, mulia serta

pengendalian

diri,

kepribadian,

keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

2.2 JENJANG PENDIDIKAN Menurut Wikipedia Indonesia, jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, di dan kemampuan mengenal yang tiga A akan jenjang dan

dikembangkan. pendidikan,

Pendidikan

Indonesia dasar

yaitu

pendidikan

(SD/MI/PAKET

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

SLTP/MTS/PAKET B), pendidikan menengah (SMU/SMK), dan pendidikan tinggi. Sedangkan menurut Undang-Undang No.20 Tahun 2003, jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang akan dikembangkan. Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTS) atau bentuk lain yang sederajat, pendidikan menengah (sekolah menengah atas (SMA), madrasah aliyah (MA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyah kejuruan (MAK) atau bentuk lain yang sederajat dan pendidikan tinggi ( pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doctor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi).

2.3 KURIKULUM Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, tujuan, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu (Undang-Undang No.20 Tahun 2003). Kurikulum pendidikan dasar wajib memuat: 1. Pendidikan agama 2. Pendidikan kewarganegaraan 3. Bahasa

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

4. Matematika 5. Ilmu pengetahuan alam 6. Ilmu pengetahuan social 7. Seni dan budaya 8. Pendidikan jasmani dan olahraga 9. Keterampilan/kejuruan 10. Muatan lokal

2.4 BAHASA ASING Bahasa asing yang merupakan bentuk pendidikan yang

menggunakan aktivitas fisik sebagai medium, merupakan bentuk pendidikan yang unik dan kaya akan berbagai pengalaman yang kelak akan dibutuhkan agar dapat berpartisipasi dan dan beradaptasi dalam dunia modern. Aktifitas fisik dalam Bahasa asing, tidak semata-mata media yang dapat menjadi media penyaluran kelebihan energy, minat dan hasrat bergerak, melainkan menjadi media untuk membangun diri; fisik-motorik, psiko-sosial yang terintegrasi dalam budaya dan etika masa kini dan masa depan. Keunikan yang terdapat dalam pembelajaran Bahasa asing merupakan satu-satunya proses pembelajaran yang dapat melengkapi proses pendidikan keseluruhan anak didik. Oleh karenanya tidak ada pendidikan yang tidak memiliki sasaran pedagogis dan tidak ada pendidikan yang lengkap tanpa Bahasa asing (Ateng: 2001). Kurikilum berbasis kompetensi (KBK) Bahasa asing dibangun atas pemetaan karakteristik kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

anak yang diorientasikan pada seperangkat kompetensi yang kelak dicapai oleh anak harus dipandang secara keseluruhan. Kurikulum Bahasa asing bukan hanya memuat substansi standar kompetensi, materi, indikator, strategi pembelajaran dan rancangan evalluasi yang diorientasikan pada upaya pengembangan kompetensi fisik-motorik, melainkan juga secara multilateral diorientasikan pada upaya

pengembangan siswa secara utuh.

2.5 KOMPETENSI R.M Guion dalam spencer and spencer (2003) mendefinisikan kompetensi sebagai karakteristik yang menonjol bagi seseorang dan mengindikasikan cara-cara yang berperilaku atau berpikir dalam segala situasi, dan berlangsung terus menerus dalam periode waktu yang lama. Nana sudjana dalam psikolinguistik (2005) membagi kompetensi guru menjadi 3 bagiann yaitu: 1. Kompetensi bidang kognitif, artinya kemampuan intelektual seperti kemampuan menguasai mata pelajaran, pengetahuan mengenai cara belajar, pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku individu, pengetahuan tentang cara menilai hasil belajar siswa, dan pengetahuan umum lainya. 2. Kompetensi bidang sikap, artinya kesiapan dan kesedian guru terhadap berbagai hal berkenaan dengan tugas dan profesinya. Misalnya, sikap menghargai pekerjaannya, mencintai dan

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

memiliki perasaan senang terhadap mata pelajaran yang dibinanya, sikap toleransi tarhadap sesame teman profesinya dan kemauan yang keras untuk meningkatkan hasil

pekerjaanya. 3. Kompetensi perilaku atau performance, artinya kemampuan guru dalam berbagai keterampila/berperilaku, seperti

keterampilan menilai, membimbing, menggunakan alat bantu pengajaran, bergaul, berkomunikasi dengan siswa, keterampilan menumbuhkan semangat belajar siswa, keterampilan

melaksanakan administrasi kelas, dan lain-lain.

2.6 DESAIN PEMBELAJARAN Cunningham (1985) mengemukakan bahwa desain pembelajaran ialah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan dating dengan tujuan menvisualisasi dan menformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima yang akan digunakan dlam penyelesaian. Langkah-langkah dalam mendesain pembelajaran menurut model Dick and Carrey (1985), yaitu: 1. Mengidentifikasi tujuan umum pengajaran 2. Melaksanakan analisis pengajaran 3. Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa 4. Merumuskan tujuan performansi

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

5. Mengembangkan butir-butir tes acuan patokan 6. Mengembangkan strategi pembelajaran 7. Mengembangkan dan memilih material pembelajaran 8. Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif 9. Merevisi bahan pembelajaran dan mendesain 10. Melaksanakan evaluasisumatif

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI KKN

3.1 SEJARAH SINGKAT DESA TOGA Desa toga berdiri pada tahun 1964, yang merupakan pemekaran dari Desa Tolole, Sidole, dan Desa Ogolai yang sekarang berubah nama menjadi Desa Paranggi. Desa Toga dalam bahasa Lauje berarti Dammar atau lampu. Kata ini timbul pada saat serdadu-serdadu Belanda dibawah pimpinan sersan Marmer dengan armada lautnya berlabuh diwaktu malam hari, lampu dari kapal tersebut memancarkann cahaya yang terang benderang sehingga masyarakat Sidole membahasakannya Desa Toga hingga sekarang. Bila kata Toga tersebut diaklorasikan dalam istilah biologi berarti tanaman obat-obatan. Sejak berdiri pada tahun 1964, Desa Toga telah dipimpin oleh 6 kepala desa :

1. Tahun 1964 -1966 dipimpin oleh I.A Latomaria 2. Tahun 1966 1971 dipimpin oleh L. Sahimu 3. Tahun 1971 1985 dipimpin oleh Ely Yoto 4. Tahun 1985 2002 dipimpin oleh Atmaludin B. Dalase (2 periode) 5. Tahun 2002 2007 dipimpin oleh Ardi Tatowani 6. Tahun 2007 sekarang dipimpin oleh Bakri Labandu

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

Setelah terpilih menjadi Kepala Desa, Bapak Bakri Labandu kemudian meramu para perangkatnya guna lebih menstabilkan jalannya roda pemerintahan kearah yang lebih maju, adapun struktur perangkat Desa Toga adalah : Kepala Desa Sekretaris Desa : : Bakri Labandu Safiudin Subhan Hj. Mubin Damran Amin Masudin Muhammad S

Kaur Pembangunan : Kaur Pemerintahan Kaur Keuangan Kaur Umum Kaur Kesra : : : :

Jalannya pemerintahan Desa juga diawasi oleh BPD (Badan Permusyawaratan Desa) yang diketuai oleh Bapak Saadin dan

beranggotakan 5 orang. Adapun Desa Toga sesuai dengan pembinaan masyarakat, memiliki 4 (empat) Dusun/Rukun Keluarga dengan totalitas penduduk berjumlah 1.500 jiwa dan mayoritas penduduknya beragama islam. Berikut namanama Dusun : 1. Dusun I 2. Dusun II 3. Dusun III 4. Dusun

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

10

3.2 KONDISI GEOGRAFIS Desa Toga merupakan salah satu desa yang ada di wilayah kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong dengan luas wilayah meliputi: 1. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Ogolugus 2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Tolole 3. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sidole 4. Sebelah Timur berbatasan dengan Teluk Tomini.

Adapun jenis tanaman potensial yang tumbuh di Desa Toga adalah coklat, kelapa, padi, dll. Kondisi alam yang sangat subur merupakan prospek yang sangat baik untuk masa depan. Selain dibidang pertanian, mayarakat Desa Toga juga menjadi nelayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

3.3 KONDISI DEMOGRAFIS a. Tabel I Jumlah Keluarga Jumlah KK Laki-Laki KK Perempuan Jumlah Total Jumlah KK Tahun ini Jumlah KK Tahun lalu 330 KK 16 KK 346 KK 340 KK 19 KK 359 KK

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

11

b. Tabel II Keadaan Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Jumlah penduduk buta aksara Jumlah penduduk sedang 5 orang 160 orang

SD/sederajat Jumlah penduduk tamat SD/sederajat Jumlah penduduk tidak tamat SD/sederajat Jumlah penduduk sedang SLTP/sederajat Jumlah penduduk tamat SLTP/sederajat Jumlah penduduk sedang SLTA/sederajat Jumlah penduduk tamat SLTA/sederajat Jumlah penduduk tamat D-1 Jumlah penduduk tamat D-2 Jumlah penduduk tamat S-1 3 orang 20 orang 15 orang 12 orang 65 orang 15 orang 80 orang 10 orang 70 orang

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

12

c. Tabel

III

Keadaan

Penduduk

Menurut

Tingkat

Mata

Pencarian Menurut sektor Sektor Pertanian Sektor Perkebunan Sektor Peternakan Sektor Perikanan Sektor Industry Kecil Dan 311 orang 201 orang 50 orang

47 orang

Kerajinan Rumah Tangga Sumber Data : Kantor Desa Toga

d. Tabel IV. Jumlah Sarana dan Prasarana yang Dimiliki oleh Desa Toga Adapun sarana dan prasarana yang dimiliki oleh desa Toga dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Sarana dan No Prasarana 1 2 Taman kanak-kanak a. SD Negeri b. SD Swasta 3 4 SMP NEGERI SMA Swasta 1 1 1 Jumlah Unit

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

13

5 6 7

Mesjid/Mushola Puskesmas Kantor Desa

4 1 1

Sumber:Data Monografi Desa e. Tabel V Keadaan Penduduk Menurut Tingkat Kesejahteraan Keluarga

Jumlah Keluarga prasejahtera Jumlah Keluarga sejahtera 1 Jumlah Keluarga sejahtera 2 Jumlah Keluarga sejahtera 3 Jumlah Keluarga sejahtera 3 plus Jumlah Kepala Keluarga

20 Keluarga 46 Keluarga 36 Keluarga 13 Keluarga

333 Keluarga

3.4 KONDISI SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI Masyarakat Desa Toga secara sosial budaya termasuk masyarakat yang memiliki budaya gotong royong yang cukup tinggi. Budaya saling bantu-membantu satu sama lain begitu kuat tanpa memiliki adanya perbedaan latar belakang, suku, tingkat pendidikan maupun tingkat ekonomi, mereka saling bahu membahu membantu sesama demi terwujudnya masyarakat yang madani. Hal ini dapat dilihat pada kegiatan

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

14

atau acara-acara pesta yang diadakan, budaya saling membantu dan budaya kekeluargaan sangat terlihat jelas. Begitu juga untuk kegiatankegiatan yang dilakukan oleh pemerintah Desa, masyarakat menunjukkan dukungan dan partisipasinya, seperti kegiatan gotong royong dan pertemuan (rapat) yang diadakan pemerintah desa. Khusus untuk kegiatan kerja bakti atau gotong royong dalam kepentingan bersama, masyarakat desa Toga rutin melaksanakannya pada hari Jumat. Adapun penduduk yang bermukim di desa Toga sebagian besar adalah masyarakat yang pada umumnya merupakan masyarakat

setempat dan masyarakat pendatang, yaitu suku Jawa dan Bugis. Mayoritas masyarakat di desa Toga adalah adalah suku Kaili, dan juga terdapat suku Bugis dan Jawa. Untuk di bidang Ekonomi, dengan membaiknya sistem transportasi dan perdagangan telah mengangkat kondisi perekonomian dan

kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan masyarakat membangun dan merenovasi bangunan rumah masing-masing dan membangun sarana umum. Tingkat pengangguran sangat kecil, karena pada umumnya angkatan kerja dapat bekerja meskipun sebatas kerja pada pekerjaan keluarga (orang tua) terutama dibidang perkebunan, nelayan dan perdagangan serta lebih khusus masuknya program Pengembangan Kecamatan( PPK ) dibuat suatu program pembangunan kecamatan disektor pendidikan,instansi masyarakat dan kesehatan.

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

15

BAB IV METODE PENELITIAN

4.1 WAKTU DAN TEMPAT Bimbingan belajar degan tujuan meningkatkan minat dan pada

pengatahuan bahasa inggris pelajar Desa toga dilaksanakan

tanggal 23, 25 juli dan tanggal 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 13, 15 Agustus 2012. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 13 kali bertempat di mesjid AlIkhlas Desa Toga Kecamatan Ampibabo. 4.2 ALAT DAN BAHAN Alat dan bahan yang digunakan untuk kegiatan bimbel berupa: 1. Materi yang diajarkan kepada Pelajar SD 2. Ruangan 3. Alat tulis menulis 4. Kamera 5. Media gambar 4.3 PROGRAM KERJA KEGIATAN Materi yang diajarkan fokus pada penguasaan Kosa kata, yaitu kata kerja (verb,) kata benda (noun). Selain penguasaan kosa kata, mereka juga diajarkan percakapan yang digunakan sehari-hari seperti ucapan salam (greeting), dan menyakan kabar, ungkapan terima kasih (expression of gratitude). Kegiatan ini menggunakan motode belajar sambil bermain, hal ini dilakukan agar mereka merasa senang dan tidak bosan ketika belajar Bahasa inggris.
Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

16

BAB V PEMBAHASAN

Tidak dapat disangkal, di era globalisasi Bahasa inggris menjadi sarana komunikasi bagi masyarakat berbagai bangsa dan budaya. Di setiap negara, penggunanya juga tumbuh beragam. Dalam petumbuhan ini ada yang dianggap atau menganggapnya sebagai Bahasa standar, dalam proses standarisasi, bahakan ada yang tidak termasuk keduanya. Kemampuan berkomunikasii dalam Bahasa inggris sangat penting. Terutama dalam menghadapi globalisasi informasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan pasar bebas. Penguasaan Bahasa inggris akan membantu dalam meningkatkan peluang kerja, kompensasi, dan

peningkatan karir. Selain itu penguasaan Bahasa inggris juga akan dapat meningkatkan kepercayaaan diri dalam pergaulan internasional. Sehingga pada akhirnya akan memajukan bangsa Indonesia. Pengajaran Bahasa inggris pada anak-anak yang berumurk 12 tahun kebawah didasarkan atas beberapa pertimbangan. Pertimbangan pertama didasarkan atas temuan penelitian, Cameron (2001) mengemukakan bahwa anak anak yang berumur 12 tahun kebawah memiliki potensi yang luar biasa untuk dapat menguasai Bahasa tertentu dan mereka memiliki tingkat penguasaan diluar yang kita bayangkan. Pada usia tersebut anak-anak mamapu mempelajari dua atau tiga Bahasa dengan cepat atau mudah.

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

17

Cameron (2001) secara umum mengemukakan bahwa anak-anak memiliki kemampuan belajar Bahasa asing yang lebih baik daripada orang dewasa, yang secara umum menunjukan bahwa belajar Bahasa asing pada usia dini lebih baik daripada usia lanjut. Hal ini dikarenakan beberapa hal, yaitu: 1. Tidak ada anomia Perasaan tidak percaya diri karena takut berbuat kesalahan (anomania) pada anak-anak relative tidak ada dibandingkan usia remaja atau dewasa. Sehingga mereka akan sangat mudah untuk latihan pengucapan kata-kata dalam Bahasa inggris tanpa rasa takut ditertawakan atau di ejek teman-temannya. 2. Masalah waktu Waktu yang dipergunakan anak-anak untuk belajar Bahasa inggris dan latihan-latihan lebih banyak dibandingkan usia remaja atau dewasa. Karena pemikiran mereka belum kompleks dibandingkan anak usia remaja atau dewasa sehingga mereka dapat lebih focus dalam belajar. 3. Situasi belajar Semakin mudah usia seorang anak, semakin ia berada dalam situasi belajar yang menyenangkan, karena ia mempunyai kesempatan untuk mengasosiasikan bunyi dengan situasinya dan belajar mengkombinasikan situasi dengan alat Bahasa untuk

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

18

mengekspresikan sesuatu dalam situasi yang informal, misalnya sambil bermain. Pertimbangan kedua yang mendasari pengajaran Bahasa inggris pada palajar SD adalah adanya keprihatinan berbagai kalangan terhadap kemampuan berkomunikasi Bahasa inggris lulusan sekolah menengah yang tidak menggembirakan. Salah satu argumen yang diduga sebagai penyebab kegagalan tersebut adalah lambatnya siswa memulai belajar Bahasa inggris. Oleh karena itu, penullis memilih Pelajar SD sebaga target utama untuk mengajarkan Bahasa inggris karena diharapkan lulusan SD setidaknya cukup mengenal Bahasa inggris sehingga memudahkan mereka nantinya ketika melanjutkan kesekolah menengah. Secara teori, upaya untuk memulai mengajarkan Bahasa inggris pada pelajar SD merupakan langkah terbaik dan bijak.

5.1 KONDISI PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) SAAT INI Secara formal dalam pendidikan nasional, pendidikan Bahasa inggris diajarkan mulai dari SD sampai keperguruan tinggi dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran setiap minggu untuk siswa sekolah dasar, 4 jam pelajaran setiap minggu untuk Sekolah menengah dan 2 atau 3 SKS untuk perguruan tinggi. Sistem pengajaran Bahasa inggris seperti ini sudah berlangsung lebih kurang 30 tahun seperti yang tercermin dari kurikulum 1974, 1984, 1994, dan 2004.

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

19

Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala Madrasah ibtidaiyya Desa Toga, minimnya kemampuan siswa dalam Bahasa inggris disebabkan kurangnya minat anak-anak untuk belajar/menguasai Bahasa inggris serta kurangnya motivasi dan dukungan dari orang tua dalam peningkatan kemampuan Bahasa inggris anak-anak mereka. Bahkan tidak sedikit orang tua yang acuh terhadap pendidikan anak-anak mereka. Mereka tidak memprioritaskan pendidikan anak mereka dan beranggapan bahwa pendidikan yang terpenting adalah sebatas mampu membaca, menulis, dan menghitung. Selain itu, penyebab ketidakmampuan mereka adalah sistem pendidikan Bahasa inggris di sekolah tersebut kurang mendukung. Hal ini dapat dilihat dari: 1. Guru jarang berbicara dengan menggunakan Bahasa inggris didalam kelas sehingga mereka jadi tidak terbiasa mendengar orang lain berbahasa inggris. 2. Pelajaran terlalu ditekankan pada tata Bahasa ( bukan pada percakapan). Dalam hal ini, guru mengajar monoton karena terpaku pada buku teks. 3. Minimnya fasilitas yang ada disekolah sehingga murid-murid tidak dapat belajar secara optimal. 4. Bahasa inggris di SD/MTI masih sebagai pelajaran muatan lokal, bukan mata pelajaran wajib. 5. Tidak ada pengangkatan guru PNS untuk Bahasa inggris.

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

20

6. Guru Bahasa inggris di SDN/MTI kebanyakan adalah guru kelas yang berperan ganda sebagai guru Bahasa inggis atau guru honorer yang khusus mengajar Bahasa inggris dengan honor yang sangat minim.

5.2

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAN SOLUSI PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS MADRASAH IBTIDAIYYAH DESA TOGA. Bahasa inggris di SDN/MTI Desa Toga sejauh ini pelaksanaannya

belum sesuai dengan harapan, sehingga membutuhkan kajian ulang terhadap pembelajaran Bahasa inggris itu baik yang menyangkut materi, metodologi, sarana dan prasarana, serta strategi pelaksanaan. Baik itu strategi dalam aspek kebijakan, materi, tes, peningkatan kemampuan guru, maupun aspek-aspek pendukung lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kemampuan

Bahasa inggris siswa SDN/MTI Desa Toga dapat dilihat dalam gambar di bawah ini:

Pemerintah

Guru
Kemampuan Bahasa inggris

Anak didik dan Orang Tua Metode Pembelajaran Lingkungan Sekolah

Gambar 4.1. Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kemampuan Bahasa inggris siswa SDN/MTI Desa Toga

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

21

1. Faktor guru Proses pembelajaran akan terlaksana dengan baik jika guru memiliki kompetensi dan professional dibidangnya. Tapi pada kenyataanya, saat ni masih banyak guru Bahasa inggris yang kurang kompeten dan professional dalam mengajar Bahasa inggris termasuk guru Bahasa inggris yang mengajar di SDN/MTI Desa Toga, hal ini dipengaruhi salah satunya oleh kurangnya

wawasan/pengetahuan yang luas. Akhirnya hasil pembelajaran pun tidak sesuai dengan target dan aturan yang ada dalam kurikulum. Untuk memperoleh guru yang kompeten, maka: I. Tenaga pengajar Bahasa inggris harus di seleksi secara ketat dengan persyaratan seperti: a. Memilliki ijazah sarjana pendidikan Bahasa inggris b. Memilliki indeks prestasi diatas 2,75 c. Kreatif dan sabar d. Mengetahui psikologi anak didik II. Adanya pelatihan guru Calon guru yang akan mengajar perlu mengikuti pelatihan agar calon guru yang akan mengajar memiliki pemahaman dan pengetahuan yang cukup memadai untuk mengajar Bahasa inggris di SDN/MTI khusunya di daerah pelosok/desa. Adapun materi yang dapat diberikan dalam pelatihan meliputi: teori tentang perkembangan Bahasa anak, metode pengajaran

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

22

Bahasa inggris untuk anak-anak seperti metode drilling, games, dan role playing, merancang media pengajaran yang cocok, teknik mengevaluasi keberhasilan belajar dan praktek mengajar. III. Pemberian reward bagi guru Hal ini akan meningkatkan motivasi mengajar seorang guru. Guru akan merasa dihargai ketika pihak sekolah ataupun pemerintah memberikan umpan balik yang setimpal dengan kinerja mereka. Karena selama ini pihak sekolah khususnya, kurang memperhatikan kesejahteraan guru Bahasa inggris dikarenakan pelajaran Bahasa inggris hanya dianggap di anggap sebagai muatan local yang tidak terlalu penting dibandingkan dengan mata pelajaran wajib lainnya. 2. Faktor kebijakan pemerintah Bahasa inggris hanya sebagai pelajaran muatan lokal yang bersifat tidak wajib yang berlaku di SDN/MTI yang di ajarkan dari kelas IV sampai VI termasuk SDN/MTI yang berada di Desa Toga. Maka untuk meningkatkan kemampuan anak-anak dalam

penguasaan Bahasa inggris, pemerintah harus menyejajarkan mata pelajaran Bahasa inggris dengan mata pelajaran lainnya. Minimal pendidikan Bahasa inggris dapat di ajarkan pada seluruh siswa baik kelas I hingga kelas VI, sehingga mereka dapat mempelajari Bahasa inggris dan mempersiapkan diri belajar Bahasa inggris ketingkat yang lebih tinggi.

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

23

3. Faktor lingkungan sekolah Dukungan pihak sekolah sangat menunjang jika sarana dan prasarana bisa dipenuhi untuk mencapai target kesempurnaan pebelajaran. Sejauh ini pembelajaran Bahasa inggris di SDN/MTI desa Toga kurang memadai, guru hanya mengajar dengan gaya monoton tanpa menggunakan media audio ataupun visual

sehingga membuat anak didik merasa bosan untuk belajar Bahasa inggris. Minimal pihak sekolah menyediakan fasilitas yang dapat mendukung proses belajar mengajar dalam kelas seperti,

memasang gambar dwi Bahasa yaitu menggunakan Bahasa inggris dan Bahasa Indonesia, tape recorder dan lain-lain.

4. Faktor anak didik dan motivasi orang tua Kemampuan dan kemajuan intelegensi anak didik tidak terlepas dari motivasi orang tua. Ketika anak didik dibimbing dan didukung dengan baik oleh orang tuanya, secara tidak langsung hal ini menjadi dasar bagi anak didik untuk belajar lebih giat dan aktif. Meskipun seorang guru berusaha mengajar dengan mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk kemajuan anak didiknya, tetapi motivasi belajar anak didik kurang, hal ini akan menjadi kendala dalam mengembangkan skill anak didik. Untuk itu orang tua di

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

24

harapkan dapat memberikan motivasi dan dukungan yang besar untuk peningkatan kemampuan Bahasa inggris anak-anak mereka. Motivasi belajar seorang anak juga penting dalam hal ini. Dalam kegiatan pembelajaran, perhatian berperan amat penting sebagai langkah awal yang akan memacu aktivitas-aktivitas berikutnya. Dengan adanya perhatian, seseorang berupaya memusatkan pikiran, perasaan emosional atau segi fisik dan unsur psikisnya kepada sesuatu yang menjadi tumpuan perhatiannya. Gage dan Berliner (1984) mengungkapkan,tanpa adanya perhatian tidak mungkin terjadi belajar. Jadi, seorang siswa yang menaruh minat terhadap materi pelajaran, biasanya perhatiannya akan lebih intensif dan kemudian timbul motivasi dalam dirinya untuk mempelajari materi pelajaran tersebut. Dengan demikian, motivasi belajar bisa berasal dari dalam diri seorang anak itu sendiri (motivasi internal) atau berasal dari luar diri pribadi siswa (motivasi eksternal) yaitu pengaruh dari lingkungan sekitarnya seperti seperti teman, keluarga, dll. Kedua jenis motivasi ini saling berkaitan dalam membantuk motivasi yang dapat menggerakan seorang siswa untuk belajar. Jelaslah sudah pentingnya motivasi belajar bagi siswa. Ibarat seseorang menjalani hidup dan kehidupannya tidak dilandasi motivasi maka hanya kehampaanlah yang diterimanya dari hari kehari. Tapi dengan adanya motivasi yang tumbuh kuat dalam diri

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

25

seseorang maka hal itu akan menjadi modal penggerak utama dalam menjalani kehidupan hingga nyawa sesorang berhenti berhembus. Begitu pula dengan siswa, selama ia menjadi seorang pelajar maka selama itu pula membutuhkan motivasi belajar guna keberhasilan proses pembelajarannya.

5. Metode pembelajaran/pengajaran Anak-anak usia SD mudah merasa jenuh dengan kegiatan belajar yang monoton, yang hanya terpaku pada buku teks. Untuk itu metode pembelajaran Bahasa inggris harus dikaji lebih dalam lagi untuk meningkatkan motivasi anak-anak dalam belajar dan pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan Bahasa inggris mereka. peranan guru sangat penting dalam hal ini, seorang guru harus dapat menciptakan metode-metode

pembelajatan/pengajaran yang baru bagi murid-muridnya. Pengajaran dengan metode drilling banyak digunakan dalam penyampaian materi Bahasa inggris. Metode pengajaran drilling adalah suatu metode pengajaran yang melatih anak didik untuk menghafal suatu kata/ungkapan/kalimat dengan cara mengulangulang kata/ungkapan/kalimat tersebut. Disamping menggunakan metode drilling, metode permainan atau game dengan beberapa alat peraga juga digunakan dalam

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

26

kegiatan

belajar

mengajar.

Metode

ini

diperlukan

sebagai

pendukung dan pelengkap dari metode drilling. Role playing atau bermain peran juga digunakan dalam proses pembelajaran. Dalam metode ini, peserta diminta untuk berakting di depan kelas dan peran yang di mainkan tergantung tema pembelajaran. Empat aspek dalam pembelajaran Bahasa inggris, yaitu reading, writing, speaking, dan listening harus dapat terpenuhi dalam metode pembelajaran. Ketiga metide diatas dapat

diaplikasikan dalam kegiatan belajar yang lebih menarik, seperti: 1. Reading Selain murid diminta untuk membaca buku teks, guru dapat membagikan kartu-kartu yang telah bertuliskan kata dalam Bahasa inggris pada setiap siswa dikelas. Kemudian guru memanggil salah satu siswa yang tidak memperoleh kartu untuk membaca sebuah bacaan yang telah disiapkan yang memuat semua kata yang ada dalam kartu yang dipegang oleh siswa lain. Ketika siswa membaca salah satu kata yang dipegang oleh salah satu siswa lain, maka siswa yang memegang kartu harus berdiri, menunjukan kartu tersebut dan menggantikan untuk membaca bacaan

tersebut. Dalam hal ini semua siswa memiliki kesempatan untuk membaca.

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

27

2. Writing Guru dapat mengajar siswa diluar kelas, seperti ketaman, lapangan atau ketempat lain yang berhubungan dengan tema pembelajaran saat itu. Guru dapat

memberikan instruksi untuk mencatat hal-hal/benda-benda yang mereka lihat. Jika tidak memungkinkan untuk mengajar siswa keluar kelas, guru dapat menyediakan gambargambar yang menarik. Selain itu siswa juga dapat diminta untuk mencari benda-benda yang berbeda dari dua gambar yang sama, merangkai puzzle dan lain-lain.

3. Speaking Selain mengulang apa yang dikatakan guru, siswa dapat diminta untuk membuat percakapan kecil dengan teman disampingnya. Kegiatan speaking juga dapat

dikombinasikan dengan permainan melempar bola. Ketika bola jatuh ditangan seorang siswa, siswa tersebut harus menyebutkan kata yang berkaitan dengan tema

pembelajaran saat itu.

4. Listening Dengan menggunakan tape recorder, kegiatan listening dapat berjalan. Guru dapat merekam suaranya, kemudian

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

28

siswa diminta untuk mencatat/melingkar kata atau gambar dari kata tersebut. Selain itu siswa juga dapat belajar lagu yang menggunakan Bahasa inggris dan kemudian dapat dinyanyikan dalam kelas. Masih banyak metode pembelajaran lain yang dapat diciptakan guru untuk peningkatan daya tarik siswa dalam belajar. Semuanya

membutuhkan kreativitas seorang guru. Maka diharapkan para guru dapat meningkatkan kreativitasnya dalam rangka peningkatan kemampuan Bahasa inggris anak didik.

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

29

BAB VI PENUTUP 4.1 KESIMPULAN Berdasarkan kegiatan bimbingan belajar dilaksanakan di Desa Toga Kec. Ampibabo diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan Bahasa inggris pelajar SD dan SMP desa Toga tertinggal jauh dibanding pelajar lain yang mengenyam pendidikan Bahasa inggris yang lebih modern, innovative dan didukung oleh fasilitas yang memadai. Hal ini dikarenakan minimnya faktor-faktor yang dapat meningkatkan kemampuan Bahasa inggris mereka. Faktor-faktor tersebut yaitu, metode pembelajaran yang

digunakan oleh guru, motivasi, dukungan, dan perhatian dari orang tua, kesadaran anak didik. Untuk itu diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan faktor-faktor tersebut, seperti perbaikan dan peningkatan metode pembelajaran yang ada dengan berbagai metode yang dapat meningkatkan semangat belajar anak-anak, kerjasama orang tua untuk memberikan motivasi dan dukungan bagi anak-anaknya, penigkatan sarana dan prasarana untuk menunjang peningkatan kegiatan belajar Bahasa inggris di sekolah, dan peningkatan kualitas guru.

4.2 SARAN Hendaknya kegiatan bimbingan belajar seperti ini dapat terus dilakukan secara terjadwal sehingga anak didik bisa meningkatkan 30

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

pengetahuan mereka tentang Bahasa inggris dan dapat bersaing dengan anak didik lain yang mendapatkan fasilitas dan metode belajar yang modern sehingga mereka tidak ketinggalan jauh lagi. Motiva, dukungan, dan perhatian orang tua juga sangat penting dalam peningkatan pengetahuan anak mereka. Selain itu, sekolah dimana para anak didik mengenyam pendidikan juga memberikan dukungan dalam kegiatan belajar mengajar Bahasa inggris di kelas dengan menyediakan fasilitasfasilitas penunjang kegiatan belajar. Dan para guru perlu meningkatkan mutu atau kualitas mengajar agar para anak didik dapat menyerap dengan baik pelajaran yang disampaikan.

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

31

DAFTAR PUSTAKA

Hamzah, Uno B.2006. Orientasi dalam psikologi pembelajaran. Jakarta:PT.Bumi Aksara. http://tunas63.wordpress.com/2009/11/06/karya-tulis-ilmiah-pendidikanmembangun-motivasi-belajar-siswa/ Tanggal akses 2 Oktober 2012 http://id.wikipedia .org/wiki/pendidikan tanggal akses 2 Oktober 2012 http://pendidikan.net/ tanggal akses 3 Oktober 2012 http://kursusinggris.wordpress.com tanggal akses 29 Oktober 2012 http://www.depdiknas.go.id tanggal akses 29 Oktober 2012 http://www.republika.co.id tanggal akses 1 Oktober 2012 Marat, Samsunuwiyati.2005.psikolinguistik.Bandung:PT.Refika Aditama

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

32

LAMPIRAN
KEGIATAN BIMBINGAN BELAJAR SISWA SDN DAN MADRASAH IBTIDAIYYAH DESA TOGA

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

33

Laporan Karya Tulis Ilmiah KKN Profesi Integral Angk. 64

34