Kelompok: 1. Nanang 2. Ike Azaim 3. Detavia I S 4. Susmiati 5.

Umi Mai

(08) (09) (17) (25) (26)

Pergaulan Bebas

pergaulan bebas adalah melakukan suatu hal tanpa takut menyalahi aturan atau norma dalam kehidupan mayarakat, hukum dan agama. Pergaulan bebas sering diartikan dengan hal yang negatif atau kurang baik misalnya seperti pornografi, minuman keras, obat-obatan terlarang, seks bebas, kehidupan malam dan lain sebagainya. Pergaulan bebas sangat dikhawatirkan oleh orang tua terjadi pada anak mereka yang tentunya akan berbahaya bagi masa depan dan kehidupan anak. Kurangnya perhatian dan penanaman nilai agama dan norma hukum sejak dini akan berdampak pada pergaulan bebas yang menyebabkan remaja mudah melakukan hubungan seks diluar nikah. Pemantauan orang tua pada anak sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan pada anak yang tentunya juga akan berdampak terhadap nama baik keluarga. Pengawasan yang kurang optimal memicu anak terjerumus pada pergaulan bebas seperti minum minuman keras, pemakaian obat terlarang, melakukan hubungan seksual diluar nikah dan lain sebagainya. Tingginya penderita penyakit HIV/AIDS khususnya pada remaja merupakan salah satu gagalnya orang tua mengawasi anak. Pada umumnya remaja tidak mengetahui pengertian pergaulan bebas sehingga hubungan seks diluar nikah dengan bebas mereka lakukan. Selain itu kasus aborsi yang setiap tahun terus bertambah. Ini artinya dampak pergaulan bebas harus menjadi perhatian penting baik oleh pemerintah dan orang tua. Pendidikan seks disekolah bukanlah satu cara dapat mengatasi maraknya pergaulan bebas, akan tetapi perhatian dan pengawasan yang tepat dari orang tua menjadi faktor utama agar anak tidak terjerumus pada pergaulan bebas. Ada beberapa penyebab remaja dapat terjerumus pada pergaulan bebas diantaranya : 1. Kurangnya faktor keimanan dan pengetahuan tentang ilmu agama. 2. Faktor lingkungan seperti kurangnya pengawasan atau nasehat dari orang tua, saudara, kerabat, teman, tatangga dan sebagainya. 3. Perkembangan teknologi seperti internet dan media cetak cenderung dijadikan alat untuk mencari hal yang dilarang agama dan hukum. Selain itu model atau cara berpakaian juga merupakan salah satu faktor pemicu pergaulan bebas. Cara berpakaian yang terbuka dan mengundang nafsu bagi para pria khususnya akan menimbulkan hal negatif yang cenderung mereka melakukan hal yang dilarang agama.

Jika hal ini dilegal kan akan mendorong terhadap pergaulan bebas yang lebih jauh dalam masyarakat. khususnya pada kelompok umur remaja. Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami . Contoh Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II. Abortus terbagi dua : Pertama. (sebelum dapat lahir secara alamiah).Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 1031% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual. dengan dalih menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia. kandungan lemah.Pergaulan bebas disebut adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang. kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan. .4% mempunyai pengalaman hubungan seksual. salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas. pola makan yang salah dan keracunan. Jika hal ini di legalkan sebagaimana yang terjadi di negara-negara Barat akan berakibat rusaknya tatanan agama. Kedua. budaya dan adat bangsa. cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. penderitaan kehilangan harga diri (82%). mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%). Adapun pengertian dari Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya. ingin bunuh diri (28%). Dampak dari Pergaulan Bebas Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. Belum lama ini ada berita seputar tentang keinginan sekelompok masyarakat agar aborsi dilegalkan. 155 orang atau 23. berteriak-teriak histeris (51%). dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%). penyebabnya. Berarti telah hilang nilai-nilai moral serta norma yang telah lama mendarah daging dalam masyarakat. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan ABORSI. Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja. Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. terjerat obat-obat terlarang (41%). Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sungguh Sangat semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut.

Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita). maka seolah-olah dia telah memelihara keselamatan nyawa manusia semuanya.Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya. .Kanker leher rahim (Cervical Cancer). 3. yaitu: Firman Allah: ” Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut melarat. Firman Allah: “Barang siapa yang membunuh seorang manusia. . maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. .Kanker hati (Liver Cancer).” ( QS 17:31 ).Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.Kematian mendadak karena pendarahan hebat. Bukankah Islam memberikan ganjaran dosa yang sangat besar terhadap pelaku aborsi. . Jangan pergi ke warnet bila memang tidak ada tugas sekolah atau tugas-tugas lain yang memang perlu dan penting untuk di kerjakan. anda bisa saja terjebak dalam hubungan ini yang menggiring anda ke arah pergaulan bebas.Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy). . . . maka usahakanlah untuk tidak keluar dari rumah.Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.Risiko Aborsi Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah . Bila belum cukup umur. usahakan agar menunda dulu hubungan berpacaran. Mendalami agama sesuai dengan kepercayaan anda. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan nyawa seorang manusia. 2. .Rahim yang sobek (Uterine Perforation).Kanker indung telur (Ovarian Cancer). bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum qishash. 4. . Bila tidak ada acara-acara yang memang benar-benar perlu. atau bukan karena kerusuhan di muka bumi. . .Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu juga. Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar.Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).” (QS 5:32 ) Adapun cara mengindari pergaulan bebas tersebut antara lain : 1. .Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis) Adapun Nilai Agama. sebab ada kemungkinan bila belum cukup usia. . .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful