You are on page 1of 9

Blok 11

HEMATOPOETIK DAN LIMFORETIKULER

REFERAT

AGRANULOCYTOSIS

Oleh:

Nurul Hidayati H1A 010 050

Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat 2012

PENDAHULUAN Agranulositosis adalah setiap keadaan yang dimana ditandai dengan berkurangnya jumlah granuilosit.1 Pada dasarnya berkurangnya jumlah granulosit secara parah baru disebut dengan agranulositosis, namun penurunan granulosit juga bisa merupakan manifestasi dari neutropenia (jumlah neutrophil kurang dari 1.500ml).2 Keadaan agranulositosis merupakan keadaan yang langka, dimana keadaan ini timbul sebagai efek toksik langsung terhadap sumsum tulang, mungkin juga pada orang-orang dengan polimorfisme gen atau akibat toksisitas yang diperantarai antibodi terhadap neutrophil dan prekursornya.3 Agranulositosis adalah keadaan yang sangat serius yang ditandai dengan jumlah leukosit yang sangat rendah dan tidak adanya neutrofil. Agen penyebab umumnya adalah obat yang menganggu pembentukan sel atau meningkatkan penghancuran sel. Obat obat yang sering dikaitkan adalah agen agen kemoterapi mielosupresif (menekan sumsum tulang) yang digunakan pada pengobatan keganasan hematologi dan keganasan lainnya. Obat yang makin banyak dan sering digunakan seperti analgetik antibiotika, dan antihistamin, diketahui mampu menyebabkan neutropenia atau agranulositosis berat. Respon terhadap obat obatan ini berkaitan dengan dosis atau reaksi idiosinkrasi.8 Gejala agranulositosis yang sering dijumapai adalah infeksi, rasa malaise umum (rasa tidak enak, kelemahan, pusing, dan sakit otot) diikuti oleh terjadinya tukak pada membrane mukosa, demam dan takikardia. Jika agranulositosis tidak diobati, dapat terjadi sepsis dan kematian. Menghilangkan agen penyebab sering menghambat dan menyembuhkan proses tersebut disertai peningkatan pembentukan neutrofil dan unsur unsur sumsum normal lainnya.8

ETIOLOGI Penyakit ini dapat berupa4, 5

Hereditary disease

atau diwariskan secara resesif autosomal (penyakit kostmann)

walaupun jarang terjadi, atau bisa juga secara dominant autosomal (kongenital neutropenia berat atau juga bisa berupa neutropenia benigna familial).

Acquired disease atau didapat sebagai pengaruh dari obat-obatan atau pengaruh dari efek samping dari kemotherapi. Penyebab terjadinya penyakit agranulocytosis bisa juga sebagai akibat infeksi virus misalnya demam kelenjar, campak, acquired immunodeficiency syndromes. Selain itu juga bisa merupakan akibat dari pengunaan obat-obatan misalnya, karbimazol dan kemoterapi. Penyakit darah yang terkait dengan penyakit ini adalah, leukemia, anemia pernisiosa, dan

anemia aplastik.4,5 Penyebab dari agranulositosis adalah penyinaran tubuh oleh sinar gamma yang disebabkan oleh ledakan nuklir atau terpapar obat-obatan (sulfonamida, kloramphenikol, antibiotik betalaktam, Penicillin,ampicillin, tiourasil). Kemoterapi untuk pengobatan keganasan hematologi atau untuk keganasan lainnya,analgetik dan antihistamin jika sering serta makin banyak digunakan.9

EPIDEMIOLOGI Agranulositosis adalah gangguan langka tapi mengancam jiwa didefinisikan sebagai kurangnya jumlah neutrophil mutlak kurang dari 0,5 x 109/l.4ju neutropenia Dimana penyakit ini dapat bersifat kongenital, dapat berupa penyakit kostmann atau dikenal dengan agranulositosis infatil genetic. Pada penyakit tersebut kebanyakan penderita meninggal dunia dalam usia 3 tahun.5nelson Hal ini berdasarkan laporan seorang peneliti bernama kostmann yang mengumpulkan 19 anak swedia bersaudara pada tahun 1975. Sejak saat itu kasus-kasus agranulositosis kongenital ditemukan di Asia, Amerika Utara, dan Eropa.6 Kejadian rata-rata agranulositosis di rumah sakit Songklanagarrind di Thailand dapat dilihat dalam tabel dibawah ini.7

Dari data tersebut antara tahun 1993-2007 ada 38 kasus yang terjadi akibat dipengaruhi oleh suatu kerja obat tertentu, berikut tabel yang menjelaskan jenis-jenis obat tersebut yang dalam meningkatnya kasus agranulositosis di Thailand.7

PATOGENESIS Mekanisme yang dapat menyebabkan neutropenia atau agranulocytosis secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori2:

Granulopoiesis yang tidak adekuat atau tidak efektif. Penurunan granulopoiesis dapat

merupakan menifestasi kegagalan umum sumsum tulang seperti yang terjadi pada anemia aplastik dan berbagai leukemia. Kemotrapi kanker juga menyebabkan neutropenia dan lebih parah lagi ke arah granulopoiesis dengan memicu terjadinya aplasia pada sumsum tulang sementara. Selain itu sebagian, sebagian neutropenia bersifat tersendiri, yang terkena hanya precursor dari granulosit. Hal ini paling sering disebabkan oleh obat tertentu atau lebih jarang oleh proliferasi neoplastic limfosit granular besar (yang disebut sebagai granular besar atau dikenal sebagai leukemia LGL/Large Granular leukemia).

Pembersihan atau destruksi neutrofil yang dipercepat. Hal ini dapat ditemukan pada

cedera neutrophil yang terjadi secara imunologis yang pada sebagian kasus dipicu oleh obat,

seperti aminopirin atau bersifat idiopatik. Pada infeksi bakteri dan jamur atau riketsia yang parah dapat terjadi peningkatan pemakaian jaringan perifer. Pembesaran limfa juga dapat menyebabkan percepatan pembersihan neutrophil melalui proses sekuestrasi. Gejala awal penyakit berupa malaise, mengigil, demam, diikuti dengan perasaan lelah dan mudah lelah yang mencolok. Infeksi akan menjadi masalah utama dan bermanifestasi pada organ tubuh. seperti pada gingiva, dasar mulut, mukosa pipi, faring, atau tempat lain dirongga mulut berupa lesi ulseratif nekrotikans(angina agranulostik). Semua lesi tersebut menunjukan perubahan besar-besaran mikroorganisme dengan respon leukosit yang relative lemah.2

DIAGNOSIS Kecurigaan pada penyakit ini muncul ketika didapatkan dalam pemeriksaan hitung sel darah lengkap didapatkan jumlah dari neutrophil kurang dari < 500/ml. Penyakit ini biasa diikuti dengan terjadinya suatu infeksi pada tubuh dan memiliki manifestasi yang serupa dengan infeksi tersebut sehingga terkadang sangat sulit menentukan apakah infeksi yang timbul merupakan manifestasi langsung dari agranulositosis atau infeksi tersebut yang menjadi faktor pencetus agranulositosis.3,4,6,7 Riwayat pengunaan obat-obat tertentu dan adanya riwayat kemoterapi menjadi pilihan untuk mempermudah melakukan diagnosis pasien tersebut. Dan pada hapusan sumsum tulang dapat menunjukan gambaran sebagai berikut.7

PENATALAKSANAAN Pada dasarnya tidak ada terapi yang spesifik untuk penyakit ini, penyembuhan penyakit infeksi dan menghentikan pengunaan obat yang menginduksi dari penyakit ini menjadi solusi untuk terapi.2 Upaya saat ini yang masih sedang dalam penelitian berupa pemberian faktor pertumbuhan hematopoietik seperti granulocyte colony stimulating factor, yang merangsang pembentukan neutrophil oleh sumsum tulang.2

PENUTUP Gangguan pada leukosit berkaitan dengan proliferasi yang dapat bersifat neoplastik dan juga dapat bersifat reaktif. Segala pemicu dari gangguan yang bersifat neoplastic juga menyebabkan masalah yang tidak menyenangkan. Penurunan jumlah sel granular pada hitung sel darah tepi umumnya berkaitan dengan penurunan jumlah sel neutrophil. Kondisi penurunan tersebut pada dasarnya diinduksi oleh

berbagai faktor, dan faktor yang tersering akibat dari pengunaan obat tertentu dan reaksi simpang dari kemoterapi. Pengobatan yang efektif untuk masalah ini memang belum ada solusi yang memuaskan. Pengendalian infeksi, penghentian pengunaan bahan penginduksi penyakit dan pemberian bahanbahan yang meningkatkan laju proliferasi sel menjadi suportif terapi yang dapat diberikan.

Daftar Pustaka 1. Anderson DM, Kamus Kedokteran Dorland, edisi 29, Jakarta: EGC, 2002: 49 2. Robbins, Kumar, Cotran, Buku Ajar Patologi, Vol 2, Ed7. Jakarta: EGC, 2007:466-467 3. Mathias F, Heckner Atlas Hematologi, ed 11, Jakarta: EGC, 2012: 71-72 4. Rubenstein D, Wayne D, Bradley J, Lecture Note Kedokteran Klinis, edisi 6 Jakarta: Erlangga, 2005: 357 5. Anonym, Agranulocytosis, available at www.healthoracle.org acces on May 8, 2012 6. Behrman, kliegman, Arvin, Nelson Ilmu Kesehatan Anak, ed 15, vol 2, Jakarta: EGC, 2000: 725-730 7. Apinantriyo B, Lekhakula A, Rujirojindakul P, Incidence, Etiology and Bone Marrow Characteristic of Non-Chemotherapy-Induced Agranulocytosis, Hematology, 2011:16:50-53, Available in: http://medinfo2.psu.ac.th/qa/document/SAR/SAR%2053/evidence/5/54/39.pdf, on May 9, 2012 8. Price, Sylvia A & Wilson, Lorraine M, Konsep Klinis Proses Proses Penyakit, edisi 6, Jakarta: EGC, 2006: 271 9. Anonym, Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Leukopenia dan Agranulositosis, available at http://www.scribd.com/doc/66618441/agranulositosis, acces on May 11, 2012