You are on page 1of 17

Aspek Bioetik dan Fiqh Kontrasepsi

SAA

Filosofi Kontrasepsi
Mencegah konsepsi Bisa menggagalkan kehamilan Konsep Hamil : embrio viable, plasenta, di dalam rahim Bisa diartikan ; menunda, menjarangkan, mengatur, mengontrol, membatasi, mengakhiri

Syarat Acceptor
Sudah menikah Tidak hamil Sesuai situasi dan kondisi penyakit pasien
Hipertensi, Obesitas, menyusui, gangguan mens, DM, Penyakit Jantung, DVT, Resiko Ca Mamae

Syarat alat kontrasepsi


Tidak mencegah hasil pembuahan untuk implantasi Dapat dipercaya Mudah dikontrol Praktis cara pemakaian Murah Aman Mudah didapat

Cara kerja kontrasepsi


Mencegah ovulasi Mencegah pertemuan ovum dengan sperma (barier) Mencegah nidasi/implantasi Mencegah spermatogenesis Mematikan sperma Menghalangi transport sperma

Syarat Penggunaan
Prinsip niat Prinsip kepastian Prinsip kerugian Prinsip kegawatdaruratan Prinsip kebiasaan/adat

Fiqh Islam
Halal-haram Wajib Sunah Mubah Makruh Haram Syubhat

Implikasi fiqh
Boleh atau tidak kontrasepsi
Jaman Rosul Azl (coitus interuptus) Pilihan saat ini sangat tergantung tujuan

Untuk jemaah haji putri Merubah siklus menstruasi Takut punya anak ? Takut miskin Takut tidak bisa menafkahi Kontasepsi; dianggap menggagalkan rencana Allah

Prinsip Ikhtiar
Memilih takdir itu wajib Meskipun tidak memilih; sama saja dengan memilih untuk tidak memilih Takdir yang tidak bisa dipilih: haram merubahnya Takdir yang bisa dipilih: boleh asal caranya sesuai syari

Persoalan KB
Ada lima 5 persoalan yang terkait dengan penggunaan alat kontrasepsi, yaitu : 1. Cara kerjanya, apakah mengatur kehamilan atau menggugurkan kehamilan (isqat al-haml)? 2. Sifatnya, apakah ia hanya pencegahan kehamilan sementara atau bersifat pemandulan permanen (taqim)? 3. Pemasangannya, Bagaimana dan siapa yang memasang alat kontrasepsi tersebut? (Hal ini berkaitan dengan masalah hukum melihat aurat orang lain). 4. Implikasi alat kontrasepsi terhadap kesehatan penggunanya. 5. Bahan yang digunakan untuk membuat alat kontrasepsi tersebut.

Konsep Islam mengenai Perkawinan


Membina keluarga sakinah mawadah warohmah Menghasilkan keturunan Memperbanyak umat vs menguatkan umat

Kepentingan siapa ?
Tidak merugikan suami Tidak boleh permanen Ada ijin dari suami Adakah hak istri

Bagaimana sebaiknya dalam praktek


Melayani atau tidak Menganjurkan atau tidak Sikap islami yang terbaik: ikhtiar dan keyakinan pada takdir harus berbarengan Sebagai dokter muslim harus mampu meluruskan niat setiap akseptor

ISTIHSAN
Menganggap baik

ISTISHHAB
MEMBANDINGKAN SESUATU DAN MENDEKATKANNYA

AL MASHLAHAH MURSALAH

SADDU ADZARIAH