You are on page 1of 5

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perilaku adalah tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan.

Pandangan biologis perilaku merupakan suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan (Notoatmodjo, 2003). Robert Kwick (1974) perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari" (Notoatmodjo 1997). Perawat sebagai tenaga kesehatan yang langsung dalam perawatan dan pemantauan klien selama 24 jam berperan besar untuk membantu anak menangani stressor yang dihadapinya. Salah satu alat untuk menangani stress atau meminimalkan konflik yang ada selama dirawat di rumah sakit adalah dengan tetap melanjutkan aktivitas bermain pada anak. Hospitalisasi atau dirawat di rumah sakit merupakan kejadian yang dapat menimbulkan kecemasan bagi anak maupun orang tuanya. Beberapa bukti ilmiah menunjukan bahwa hospitalisasi dipersepsikan sebagai suatu kejadian yang penuh dengan stres dan merupakan pengalaman yang trumatik bagi anak maupun orang tuanya. (Riasmini, 1992). Foster, Hunsberger & Anderson (1989) juga menyatakan bahwa hospitalisasi (opname) merupakan pengalaman yang mengancam bagi setiap orang. Hospitalisasi pada anak merupakan stresor bagi anak itu sendiri maupun terhadap keluargannya. Stres pada anak disebabkan karena mereka tidak mengerti mengapa mereka harus dirawat atau mengapa mereka terluka. Pada saat hospitalisasi, anak menemukan lingkungan asing. Kebiasaankebiasaan yang berbeda dan perpisahaan dengan keluarga merupakan pengalaman yang dapat mempengaruhi perkembangan anak. Anak mungkin mengalami reaksi stres terhadap hospitalisasi sebelum masuk, selaman di rumah sakit dan setelah pemulangan. Konsep sakit dari seseorang anak bahkan lebih

penting dari pada usianya dan kematangan intelektual dalam memprediksikan tingkat penyesuaian sebelum dibawa ke rumah sakit. (Whaley & Wong, 1999). Bermain merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan anak dimana anak dapat mengungkapkan perasaan, fantasi, ketakutan dan konflik dalam dirinya. Saat bermain anak dapat melaksnakan praktek yang komplek dalam proses kehidupan yang penuh stress, sehingga menimbulkan komunikasi dan pencapaiaan hubungan interpersonal yang memuaskan ( Wong, 1993). Menurut Hurlock (1991), bermain merupakan kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya tanpa mempertimbangkan hasil akhir dan bermain secara suka rela, tidak ada paksaan atau tekanan dari luar atau kewajiban. Bermain merupakan cerminan kemampuan fisik, intelektual, emosional, dan social dan bermain merupakan media yang baik untuk belajar karena dengan bermain, anak-anak akan berkata-kata (berkomunikasi), belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan, melakukan apa yang dapat dilakukannya, dan mengenal waktu, jarak serta suara (Wong, 2000). Melihat masalah yang dihadapi oleh anak diruang rawat ,berarti suasana yang penuh stress pada anak semakin besar. Disinilah dituntut prilaku perawat untuk meminimalkan dampak tersebut. Salah satunya adalah menerapkan aktifitas yang sering dilakukan anak dan dapat menghibur anak yaitu bermain. Namun aktifitas ini tidak dilaksanakan secara terprogram padahal ini merupakan hal yang harus dilakukan , apakah penyebabnya. Berdasarkan fenomena dan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang " Prilaku Perawat tentang aktivitas bermain pada Anak yang di Hospitalisasi di Rumah Sakit Kesdam Iskandarmuda Banda Aceh Tahun 2012".

B. Perumusan Masalah

Prilaku Perawat berperan penting dalam aktivitas bermain pada Anak yang di Hospitalisasi, bermain merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan anak dimana anak dapat mengungkapkan perasaan , fantasi, ketakutan konflik dalam dirinya. Berdasarkan uraian diatas maka perumusan masalahnya adalah Prilaku Perawat tentang aktivitas bermain pada Anak yang di Hospitalisasi di Rumah sakit Kesdam Iskandarmuda Tahun 2012". C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran umum prilaku Perawat tentang aktifitas bermain pada Anak yang di Hospitalisasi di Rumah Sakit Kesdam Iskandarmuda Tahun 2012. 2. Tujuan Khusus
a)

Mengidentifikasi prilaku Perawat tentang pengertian bermain dan klasifikasi bermain

b) c)

Mengindentifikasi prilaku Perawat tentang fungsi bermain di Rumah Sakit Mengindentifikasi prilaku Perawat tentang prinsip dan teknik bermain di Rumah Sakit

d) e)

Mengidentifikasi prilaku Perawat yang tepat sesuai dengan usia dan kondisi anak Mengidentifikasi prilaku Perawat tentang prosedur bermain bagi anak.

D. Manfaat Penelitian 1.

Manfaat Bagi Peneliti Sebagai bahan penelitian untuk mengetahui prilaku Perawat tentang terapi bermain pada anak.

2.

Manfaat Keperawatan Hasil penelitian ini bisa dijadikan data dasar dalam memberikan asuhan

keperawatan pada anak yang di hospitalisasi dengan terapi bermain. 3. Manfaat Pendidikan Dapat memberikan informasi mengenai perilaku Perawat tentang aktivitas bermain pada anak yang di Hospitalisasi.