INFEKSI SALURAN KEMIH PADA WANITA 1.

Infeksi saluran kemih oleh karena itubila lekosit lebih dari 10 kemungkinan besar ada infeksi saluran kemih yaitubsekitar 50% dengan biakan. 2. Pemeriksaan urin dengan dipstick plastic contoh ates nitrit. Bila tes dipstick plastic ini positif, berarti ada bakteri dalam urin. 3. Perhitungan jumlah bakteri dari sediaan langsung urin tanpa pusingan dan diwarnai dengan pewarnaan Gram, bila ditemukan 1 bakteri saja pada pemeriksaan dengan mikroskop makaini akan menunjukan adanya bakteriuria sekitar 88% secara kultur. 4. Kultur urin atau biakan kuman Setelah pemeriksaan skrening diatas dibuat, maka perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan kultur atau biakan kuman, guna untuk memastikan adanya bakteriuria, jenis kuman,sekaligus tes kepekaan kuman terhadap antibiotika. 5. Pemeriksaan sistoskopi Pemeriksaan ini untuk menyatakan bahwa adanya lekosit dan hematuria karena adanya tumor buli-buli, sekaligus untuk melihat adanya tanda-tanda radang akut atau kronik dari saluran kemih,juga dapat melihat mungkin ada polip, divertikel yanag sangat erat hubunganya dengan kejadian infeksi saluran kemih. 6. Pemeriksaan Ultrasonografi Pemeriksaan ini dapat mengetahui pembesaran ginjal, adanya bendungan kelainan bentuk serta masa atau batu. 7. Pemeriksaan Pyelografi Untuk melihat bentuk ginjal, fungsi ekskresi,keadaan ureter, batu ureter, sekaligus batu buli-buli dan sebagainya.

Penatalaksanaan dan Pengobatan Infeksi Saluran Kemih

Tujuan akhir dari pengobatan pada wanita dengan infeksi saluran kemih adalah menurunkan gejala, morbiditas, mengangkat bakteri penyebab dan mencegah rekurensi serta terjadinya perubahan sekunder abnormalitas funsi ginjal dan kerusakan struktur

Pada penderita yang menggunakan kateter usahakanlah menggunakan kateter system tertutup. wanita hamil. Pada keadaan kasus dengan asimtomatik bakteriuria pada anak-anak.saluran kemih. Pada tingkat pencegahan perlu dilakukan berkemih normal secara periodic serta mendapat cairan yang cukup. pengobatan dengan antibiotika harus diberikan selama 3 harai dan ada juga yang menganjurkan sampai 5 – 7 hari. menjaga higienis alat genitalia dan sekitarny. pemberian cairan atau minuman yang banyak sekitar 2500-3000 ml per hari. Pemberian antibiotika pada wanita hamil dan anak-anak ini gunanya untuk mencegah terjadinya komplikasi selama . Dua minggu kemudian sesudah pengobatan harus dilakukan pemeriksaan kultur urin ulang untuk memastikan bahwa urin sudah steril atau masih terdapat bakteriuria dan tes kepekaan kuman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful