A. NYERI Nyeri (pain) adalah suatu konsep yang komplek untuk didefenisikan dan dipahami.

Menurut International Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah pengala man perasaan emosional yang tidak menyenangkan akibat terjadinya kerusakan aktua l maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan. Mengacu kep ada definisi ini, jelaslah terlihat bahwa pengalaman nyeri melibatkan fenomena s ensori, emosional dan juga kognitif. Nyeri biasanya sering diasosiasikan dengan kerusakan jaringan, akan tetapi nyeri dapat saja timbul tanpa adanya injury dima na nyeri timbul tanpa berhubungan dengan sumber yang dapat diidentifikasi.1 I. MEKANISME NYERI Nyeri berdasarkan mekanismenya melibatkan persepsi dan respon terhadap nyeri ter sebut. Mekanisme timbulnya nyeri melibatkan empat proses, yaitu: tranduksi trans duction, transmisi/transmission, modulasi/modulation, dan persepsi/ perception. Keempat proses tersebut akan dijelaskan sebagai berikut: 2 a. Transduksi/Transduction Transduksi adalah adalah proses dari stimulasi nyeri dikonfersi kebentuk yang da pat diakses oleh otak . Proses transduksi dimulai ketika nociceptor yaitu resept or yang berfungsi untuk menerima rangsang nyeri teraktivasi. Aktivasi reseptor i ni (nociceptors) merupakan sebagai bentuk respon terhadap stimulus yang datang s eperti kerusakan jaringan. b. Transmisi/Transmission Transmisi adalah serangkaian kejadian-kejadian neural yang membawa impuls listri k melalui sistem saraf ke area otak. Proses transmisi melibatkan saraf aferen ya ng terbentuk dari serat saraf berdiameter kecil ke sedang serta yang berdiameter besar . Saraf aferen akan ber-axon pada dorsal horn di spinalis. Selanjutnya tr ansmisi ini dilanjutkan melalui sistem contralateral spinalthalamic melalui vent ral lateral dari thalamus menuju cortex serebral. c. Modulasi/Modulation Proses modulasi mengacu kepada aktivitas neural dalam upaya mengontrol jalur tra nsmisi nociceptor tersebut. Proses modulasi melibatkan system neural yang komple k. Ketika impuls nyeri sampai di pusat saraf, transmisi impuls nyeri ini akan di kontrol oleh system saraf pusat dan mentransmisikan impuls nyeri ini kebagian la in dari system saraf seperti bagian cortex. Selanjutnya impuls nyeri ini akan di transmisikan melalui sarafsaraf descend ke tulang belakang untuk memodulasi efek tor. d. Persepsi/Perception Persepsi adalah proses yang subjective . Proses persepsi ini tidak hanya berkait an dengan proses fisiologis atau proses anatomis saja , akan tetapi juga meliput i cognition (pengenalan) dan memory (mengingat). Oleh karena itu, faktor psikolo gis, emosional, dan berhavioral (perilaku) juga muncul sebagai respon dalam memp ersepsikan pengalaman nyeri tersebut. Proses persepsi ini jugalah yang menjadika n nyeri tersebut suatu fenomena yang melibatkan multidimensional. 2 II. Teori Nyeri; Gate Control Theory Melzack & Casey (1968) menjelaskan bahwa terdapat tiga system yang berkaitan den gan proses stimulasi nociceptive, yaitu :3 a. sensory-discrimination, b. motivated-affective, c. cognitive evaluation. Ketiga sistem ini berkontribusi terhadap subyektivitas nyeri. Teori gate control ini menjelaskan mekanisme central nervous system (CNS) serta integrasilasi fakt or psikologis dalam pengalaman nyeri. Ada tiga jenis sel saraf dalam proses penghantaran nyeri yaitu sel syaraf aferen atau neuron sensori, serabut konektor atau interneuron dan sel saraf eferen ata u neuron motorik. Sel-sel syaraf ini mempunyai reseptor pada ujungnya yang menye babkan impuls nyeri dihantarkan ke sum-sum tulang belakang dan otak. Reseptor-re septor ini sangat khusus dan memulai impuls yang merespon perubahan fisik dan ki mia tubuh. Reseptor-reseptor yang berespon terhadap stimulus nyeri disebut nosis

4 B. Na mun demikian. Sel mast Ø + 12 um. Awalnya sel m ast membelah secara heteroplastik. jika kecendrungan ini berlalu tanpa perlawanan. Kecendrungan alamiah gerbang adalah membiarkan semua input yang meny akitkan dari perifer untuk mengaktifkan jaras asenden dan mengaktifkan nyeri. Terdapat interkoneksi neuron dalam kornu dorsalis ya ng ketika diaktifkan. Selama fase proliferasi sel mast masih terjadi. granula sel mast berbentuk bulat atau oval. S itoplasma sel mast mengandung ribosom bebas. dan enzim proteolitik. relatif kecil dan berwarna basofil/kebiruan. SEL MAST I. Sel-sel inhibitor dalam kornu dorsalis medula spinalis mengandung eukafalin yang mengham bat transmisi nyeri.7 Salah satu cara untuk melihat sel mast di jaringan yaitu dengan melakukan pewarnaan pr eparat menggunakan methylene blue. menghambat atau memutuskan taransmisi informasi yang menya kitkan atau yang menstimulasi nyeri dalam jaras asenden. Traktus asenden berakhir pada otak bagian bawah dan bagian tengah dan impuls-impuls dipancarkan ke korteks serebri. menun-jukkan mobilitasnya yang la mbat. Stimulasi dari neuron inhibitor sistem asenden men utup gerbang untuk input nyeri dan mencegah transmisi sensasi nyeri. leukotrien. Granula bersifat refraktil dan larut dalam air . Juga terdapat interkoneksi antara sistem neural desenden dan traktus se nsori asenden. Zat-zat kimia ini akan mensensitasi ujung syaraf dan menyampa ikan impuls ke otak. 4 Agar nyeri dapat diserap secara sadar. mitokondria dan glikogen. dilipu ti unit membran. Dengan pewarnaan anilin basa (biru metilen/Azure A). sel mast terpulas met akromasia di mana warna biru berubah menjadi ungu.eptor. sementar a itu pada permukaan sel ada tonjolan yang tumpul dan tidak beraturan yang meru pakan reseptor untuk immunoglobulin pada waktu sel mast terangsang oleh suatu an tigen. Teori gerbang kendali nyeri merupakan proses dimana terjadi interaksi antara sti mulus nyeri dan sensasi lain dan stimulasi serabut yang mengirim sensasi tidak n yeri memblok transmisi impuls nyeri melalui sirkuit gerbang penghambat. tidak teratur dan kadang-kadang memiliki pseudopodia pendek. mengandung partikel padat dan matriks yang kurang padat. berbentuk lonjong.10 Kemudian melalui pemeriksaan secara histologi diketahui bahw . lalu dilanjutkan secara mitosis homoplastik . Aktivasi terjadi sebagai akibat input dari reseptor nyeri yang terletak dala m kulit dan organ internal. berkelompok kecil -kecil dekat pembuluh darah. sel mast matur tidak terdapat di sirkulasi. neuron pada sistem asenden harus diaktifk an. Sebaliknya.8 Sebenarnya. populasinya akan terus meningkat dida pat pada Form 1A. organ normal hanya mengandung sedikit jaringan pengikat dan sel mast . Serabut perifer berakhir disini dan serabut traktus sensori asenden berawal disini. se ring tertutup granula sitoplasma. yang terdiri dari prostaglandin. Inti sel berbentuk bulat. 6 Normalnya. Progenitor bermigrasi k e jaringan perifer sebagai sel mast imatur dan berdeferensiasi in situ . histamin. 5 Semua sel mast merupakan derivat dari progenitor di sumsum tulang. Hal ini timbul karena intera ksi antara bahan pewarna dengan proteoglikan (heparin) yang terdapat di dalam gr anula. Secara ultrastruktur.3 Kornu dorsalis dari medula spinalis dapat dianggap sebagai tempat memproses sens ori. Pada keadaan tersebut terjad i peningkatan jumlah sel mast secara progresif di sekitar area inflamasi. Seringkali area ini dis ebut “gerbang”. Stimulus pada jaringan akan merangsang nosiseptor melepaskan zat-zat kimia. bradikinin. Sel ini tersebar luas dalam jaringan ikat. akibatnya sistem y ang ada akan menutup gerbang. substansi p. Juga d itemukan sedikit populasi dari granula kecil yang seragam terletak dekat inti. Dengan pewarnaan ini. Morfologi Sel Mast Sel mast ditemukan oleh Ehrlich dan dinamakan sel mast karena sitoplasma nya pen uh dengan granula. sel mast terlihat banyak pada jaringan yang mengalami inflamasi ba ik pada inflamasi kronik 9 maupun inflamasi akut . granula sitoplasma sel mast akan terlihat sebagai gambaran metakromasi.

Pada penelitian.11 II. secretagouge sel mast. seperti serotonin.19 Malahan. yang mengandung 48/80. tetapi juga me rupakan faktor dimana secara langsung mengaktifasi sel mast lokal. Calcitonin Gene Related Peptide. tetapi tanpa degranulasi. dan influks Ca2+ sel. sel mast yang terletak di tepi luka melepaskan mediator penting dengan cara degr anulasi untuk memicu reaksi inflamasi dari jaringan terluka. CGRP. aktivasi sel mast didahului dengan masuknya alergen 12 ya ng dapat menimbulkan respon biologi berupa sekresi isi granul. 20. IgE. proinflamasi. mengkoordinasikan respon biologis terhadap peristiwa agresif dari berbagai jenis dalam "permulaan" tingkat degranulasi. 25 Selain itu. Sel mast memediasi respon vaskuler Sel mast yang melekat pada bagian terluar pembuluh darah dan yang terdistribusi di lapisan tunika intima. Dengan kata lain. telah diketahui menstimulasi sel mast pada ota k mencit. PKC. penyakit kardiovskul er. melalui proses yang unik. Pada sejumlah kecil fakta gangguan pada blood-brain barrier (BBB) mendahului beb erapa gejala patologis ataupun klinis dari sel mast.22 Aktifasi yang hampir tidak kentara ini mungkin dapat dihubungkan dengan kemampuan sel mast untuk menghasilkan beberapa mediato r yang selektif 23. dengan langsung mengganggu membran sel mast atau tidak langsung bertindak dengan merangsang ujung sensoris lokal.21. sitokin. dan irritable bowel syndrome (IBS). migrain. 2003). dan IL-6. sel mast jarang mengalami degranulasi selama autoim un ataupun proses inflamasi (Woolley. secara langsung distimulasi oleh sinyal imunolo gis (sitokin. merek a dapat memicu pelepasan mediator oleh degranulasi dengan aktivitas biologis yan g sintesis sel mast dan menyimpannya di granula sitoplasma.13. sitokin dan enzyme proteolitik. sel mast nampak mengalam i perubahan struktur pada densitas elektron inti granular yang menunjukkan sekre si. kimia dan atau mekanik sebagai rangsangan agonistik. serta sintesis dan sekresi sitokin. Setelah dibebaskan.16 proses ini kemungkinan diregulasi oleh protein k inase yang berbeda pada fosfoprotein yang unik. mengarah pada granulasi dan pelepasan z at vasoaktif. Mekanisme Kerja dan Fungsi Sel Mast Pada reaksi inflamasi. eicosanoid. menyebabkan g ranulasi. intragranular aktifasi. 7 Sel mast dibutuhkan dalam perkembangan reaksi alergi melalui reaksi silang pada permukaan reseptornya untuk IgE (FcqRI). dan komplemen) dan distimulasi oleh saraf asalnya.a peningkatan destruksi sel mast mengakibatkan reaksi inflamasi yang besar pada jaringan di sekitarnya. Pada kenyataannya d iketahui bawa interleukin-1 dapat menstimulasi sel mast manusia untuk mengeluark an IL-6 secara selektif tanpa degranulasi. cystitis pada kandung kencing. dan mediator nosiseptif yang termasuk didalamnya ant ihistamin. rangsangan berbagai rangsangan fisik. Proses ini m emerlukan enzim cytosolic Phospholipase A2 (PLA2). faktor pertumbuhan.18 Tidak seperti reaksi alergi. 24 Penemuan ini memberi kesan bahwa sel mast mungkin juga terlibat dalam proses inflamasi t ermasuk di dalamnya multiple sclerosis. amin vasoaktif dan enzim proteolitik mempengaruhi s emua elemen sel sekitarnya. Sedangkan dalam proses pelepa san granul sel mast dibutuhkan PLC . yang terutama mempe ngaruhi sel-sel endotel lokal. mela . 20 Mengenai aktifitas fungsional. 17.14 Banyaknya mediator yang dikeluarkan menimbulkan spekulasi baru tentang kemungkin an peran sel mast pada respon imun. 26 Selain itu. 28 b. bagian dari sistem control vaskuler yang responsif un tuk memonitoring secara konstan homeostasis mikrovaskuler. sintesis dan sekr esi mediator lipid. SOM) dilepasakan dengan stimulasi atau kerusakan akhir saraf dermo-epidermal tidak h anya memulai respon pembuluh darah terhadap inflamasi neurogenik. dan somatostatin.15 Aspek utama dalam fisiologi sel mast yang selama ini diabaikan adalah bahwa sel mast dapat menghasilakan mediator tanpa ad anya degranulasi yang jelas. dengan tujua n pertahanan dan reparasi. a. arthritis. permukaan sel mast dimana berlokasi strategis di antara pembuluh darah dan saraf. Inflamasi neurogenik Neuropeptide (NGF. Setelah diaktifkan oleh cedera jaringan langsung 27. Proses sintesis mediator lipid diantaranya yaitu pembentukan prostaglandin dan leukotriene. sebuah proses yang sudah memasuki proses aktifasi.

thorak. Kromolin pada akhirnya juga menghambat inflamasi neurogenic dan edema yang di sebabkan o leh substansi p atau oleh stimulasi elektrik frekuensi rendah dari nervus sapena . dimana sel mast memainkan bagia n langsung. mel alui pelepasan mediator tertentu. Perekrutan leu kosit ini merupakan fenomena yang yang kompleks. dan hyper afflux menuju jaringan dengan siny al kemotaktik. tumor necrosis fac tor (TNF) dan metabolit asam arakhidonat. Vascular Endothelial Derivied Growth Factor (VEDGF). meskipun fungsi darinya belum dipelajari. hal penting digambarkan dengan perekrutan di daerah luka dimana leukosit beredar. juga terliba t dalam perubahan elektrofisologi ditemukan juga di daerah cedera. mempengaruhi potensi pe rtumbuhan kembali sel-sel endotel. menyebabkan penurunan am bang nociceptive. Sel mast merespon inflamasi secara langsung. pos utama untu . Penghambatan sel mast perifer oleh degranulasi kronik menggunakan bahan campuran 48/80 memblok capsaisin hiperalgesia pada hewan pengerat. dan eosinophil. 37 Sementara untuk keterlibatan sel mast perifer pada nyeri inflamasi sudah diketah ui. 39 Pada level spinal. sel mast dural ditemukan dengan densitas ya ng signifikan pada cervical. ini dihipotesiskan bahwa mediator dilepaskan dari sel mast durameter yang dapat mencapai lapisan superfisial. dan region lumbal. dan yang memodulasi berbagai tahapan yang mengarah langsung atau tidak langsun g untuk pembentukan pembuluh baru.34 Mereka dapat diaktifkan sendiri secara neurogikal yang menghasilkan mediator seperti supstans i P. Selama proses inflamasi berkembang. merupakan s inyal kemotaktik untuk neutrofil. terutama. 31 Persarafan lokal dipengaruhi oleh keadaan fungsional dari sel mast. heparin. sementara molekul asal sel mast sepertiTNF dan histamine mendukung adhesi leukosit menuju pembuluh darah. interleukin-8 (IL-8).meningkatkan ekspresi molekul ad hesi endotel (selektin. beberapa antigen. Sel mast tidak ditemukan pada tulang belakang tetapi kebanyakan di thalamus. degranulas inya dapat memodulasi eksitabilitas dari nosiseptif ujung saraf. dan sitokin. basophil. IL-6 dan IL-8) dan faktor pertumbuhan. dalam seluruh rangkaian mulai dari kontak awak antara leukosit dan dinding pembuluh darah (bergulir) untuk marjinalisasi. protease. mereka mengakibatkan vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas vaskuler. 32 Sel mast mengkoordinasi neovaskularisasi di daerah luka. 36 Penghamba tan famakologi secara langsung yang biasanya menggunakan sel mast stabilizer kro molin juga menghambat perilaku nociceptif pada fase kedua tes formalin. dan pembe ngkakan. 33 C. Trasforming Growth Fact or-beta (TGF beta ). Secara khusus . dan fibroblast Growth Factor (FGF)] mewakili "kelompok angi ogenik" yang diaktifkan sel mast secara cepat melepaskan dengan cara degranulasi . integrin ) mediator lainnya juga dilepaskan oleh sel mas t (leukotrin.lui pelepasan mediator vasoaktif seperti histamine. NGF dilepaskan oleh sel mast dengan cara degranulasi. Karena sedikit atau tidak adanya bagian putih yang memisahkan tanduk lumbal dors al dari subarachnoid dan durameter. [Platelet Derived Growth Factor (PDG F). 35 Aktifasi sel mast perifer pada umumnya mempertimbangakan proinflamasi dan pronoc iceptif. 30 Sekarang telah jelas menunjukkan bahwa sel-sel yang terlibat. sitokin ( TNF. migr asi transendotel dengan diapedesis. Bahkan. bersama dengan populasi makrofag. 29 c. peran dari sel mast sistem saraf pusat belum diketahui secara baik. dengan oedema jaringan. Amin vasoaktif (histamin). dan mediator inflamasi yang dilepaskan pada patofisiologi nya. 38 Sel mast juga diselidiki pada durameter serebral dalan hubungannya dengan patofisiologi migrain dan dipikirkan menjadikan inflamasi neurogenik dan aktifasi dari nocicep tif meningeal. biasanya di temukan di dekat dengan akhir dari saraf sensoris dan pembuluh darah. mekanisme kunci bertanggung jawab atas hiperalgesia yang umumn ya mempengaruhi daerah luka. protease. membantu pembentukan substrat sementara dari jaringan ikat untuk memastikan migrasi yang benar dari sel-sel endotel. Substansi seperti siklooksigenase inhibitor atau tirosin kinase lien inhibitor juga diketahui menghambat aktifasi dan degranulasi sel mast. Hubungan Antara Sel Mast dan Nyeri Sel mast terdistribusi di semua organ dan jaringan tervaskularisasi. melakuka n fungsi pertahanan spesfik (fagositosis) dan sejenis debridemen. kemerahan.

baik dicontohkan dalam riwayat dar i sistitis interstisial. dari penyakit inflamasi untuk involusi fibrosis. yang mengaktifkan ujung saraf dari serabut nyeri. Peningkatan yang sig nifikan dari molekul inflamasi menggenangi otak selama penyakit berbeda yang dik aitkan dengan nyeri mungkin berkontribusi yang dihubungkan dengan stadium depres if melalui jalur bilogis. 44 Kemudian. mempertahankan up-regulasi dari resp on sel mast. yang diperantarai oleh peningkatan produksi sel mast dan pelepasan neurotropin. mereka menunjukkan selektivitas yang besar dalam pelepasan yang berbeda dari vesikelnya. perse psi peningkatan rasa sakit. tetapi juga dapat dilepaskan dengan segera dan diferensial kinetik karena mereka disimpan dalam granula sitoplasma. kerusakan fungsional dan anatomi progresif. 4 1 Bahkan dengan mempertimbangkan perbedaan besar dalam hal heterogenitas morfologi dan reaktifitas terhadap secretagogue ditemukan dalam berbagai jaringan dan at au berbagai spesies. Jika terjadi proses kronik. sel mast menjadi kontributor untuk menjaga inflamasi kronis.k nociceptip. Disregulasi dari proses inflamasi. tergantung dari tipe dan waktu dari faktor kerusakan. seperti nerve growth factor(NGF). Bahkan lebih penting. Kedua. yang dapat berl angsung dari beberapa bulan. Pada t ahap ini. prostaglandin. dari vestibulitis vu lva. nyeri bergeser dari sifat nociceptive khas (kronis) inflamasi. sel in i telah memperoleh peningkatan penting dalam semua proses yang membutuhkan koord inasi biologis halus antara sel-sel dari daerah kulit untuk kinerja yang benar. 41 Sel Mast menunjukkan kompleksitas yang luar biasa dan heterogenitas dalam isi ve sikelnya. ketika stimulus taktil dianggap sebaga i nyeri terbakar: perubahan nyeri perseptif khas. sesuai dengan tahap inflamasi. sebagai has il dari penelitian terus-menerus menjadi sebuah karakteristik fungsional. Molekul ("neurotrophins"). dan pelepasan. dan alodinia. masing-masing. denga n adanya dua konsekuensi. d ikaitkan dengan jaringan parut yang menonjol. Diketahui bahwa jumlah sel mast dural lumbal bervarias i selama perkembangannya. dengan cara degranulasi. membawa perubahan antara nociceptif dan nyeri neuropatik. dan berkontribusi untu k perubahan nociceptif dan nyeri neuropatik.4 0 Sel mast mengandung angioaktif yang berbeda. proinflamasi. dengan pe rubahan fungsional dan morfologi. Perubahan ini berkorelasi morfologi. dalam kondisi belum terdiagnosis dan ter tangani.40 Sel mast menghasilkan mediator seperti serotonin. meskipun fungsi sel mast dural masih dalam spekulasi. Pertama. te rsedia atau tidaknya perawatan yang memadai mengurangi pencetus predisposisi ago nis. untuk satu atau dua tahun. dan memelihara faktor. rasa sakit. misalnya. dan histamine y ang dapat mengaktifasi dan mensensitasi nociceptif meningeal dan COX-1 diekspres ikan pada sel mast dural. Ini memperburuk peradangan neurogenik dan kerusakan jaringan. ketika istilah dari vulva vestibulitis tepat. hal ini dapat menyeb abkan pergeseran dari kondisi biasanya inflamasi dari fase awal. untuk memodulasi transminsi sinaps dan nociceptip. dan identifikasi peningkatan jumlah mediator biokimia yang terkandung didalamnya dan secara diferensial dikeluarkan oleh sel-sel mast. hiperalgesia. Dalam vestibulitis vulva.41 Pada nyeri pelvis kronik sel mast memelihara sebagai penyumbang proses inflamasi . dapat mengubah proses penyembuhan. semua sel mast yang diaktifkan oleh rangsangan dari berbaga i jenis ("agonis"). dan atau seringny a rangsangan inflamasi (faktor agonis). beragam mediator akt if biologis yang tidak hanya disintesis pada saat stimulus seperti dalam semua s el lainnya. 41 Mast sel merupakan konektor yang sebenarnya pada proses pertahanan kompleks yang mampu melindungi tubuh dari ancaman yang besar. ketika sel mast secara s ignifikan meningkat pada jaringan vestibular. respon dari sel-sel lain yang berpartisipasi pada proses inflamasi. neuropatik spontan atau terpr . up-regulation dari sistem nyeri saraf. 43 memiliki waktu menyeba bkan perpanjangan peran fungsional dari sel-sel dalam semakin luas jangkauan pen yakit. dan faktor neurotropi k. lokasi k erusakan. dengan fase akhir ketika hanya pro liferasi meningkat dari serabut nyeri dapat dibuktikan secara histologis. mer angsang proliferasi dan superficialization dari saraf terminal di mukosa yang in flamasi. 42 Pengenalan kemampuan mereka untuk merespon berbagai gabungan rangsangan agonis. yang dikemas dalam vesikel dengan pelepasan secara berbeda dari sel menuju ke jaringan.

46. meningeal nociceptors) diyakini memainkan peran kunci dalam mempr omosikan nyeri intrakranial dari migrain. MC dapat berfungsi sebagai sumber endogen bagi para mediator alges ik. histamin dianggap sebagai molekul efe ktor utama yang mendasari tindakan terkait MC.53 Meskipun histamin telah ditunjukkan untuk mengaktif kan dan peka nociceptors 54 molekul lain yang dikenal akan dilepaskan dari MC be rpotensi dapat mengaktifkan nociceptors meningeal. menunjukkan bahwa MC mediator bisa m emicu rasa sakit hanya ketika bertindak atas nociceptors jaringan dalam seperti yang menginervasi meninges. Pelepasan mediator inflamasi MC juga dipercaya berkontribusi pada h ipersensitivitas rasa sakit yang terkait dengan peradangan viseral seperti yang dari sindrom iritasi usus. 47. 48 Lapisan duramater cranium. leukotrien. Bukti klinis menunjukkan keterlib atan histamin dalam rasa sakit dari beberapa pasien migrain sebagaimana dibuktik an oleh tingkat histamin tinggi 51 Dan efek profilaksis antihistamin dalam subse t dari pasien migrain. setidaknya sebagian. dalam jaringan apapun. mempromosikan pelepasan isi granula (yaitu degranulasi) dari MC di. bagaimanapun. Induksi neurogeni k seperti MC dural degranulasi sehingga bisa berfungsi sebagai mekanisme potensi al. dimana degranulasi dari d ural MC dapat meningkatkan keadaan eksitasi berkepanjangan nociceptors meningeal trigeminus. Percobaan eksperimental pada hewan t elah menunjukkan bahwa rangsangan listrik dari ganglion trigeminal. dan trypta se. 28 Di antara mereka.49 Pada penelitian yang dilakukan Levy et al (2007) unt uk pertama kalinya dibuktikan untuk proses sebaliknya. Secara historis. sitokin TNF-alfa dan IL-6 56 dan endotelin-1 telah terlibat dalam patofisiologi migraine. ditemukan bahwa degranulasi MC diinduksi eks itasi terutama di mekano-nosiseptif C-unit. kemokin.57 Lepaskan lokal molekul inflamasi dari MC terdegr anulasi selama peradangan neurogenik seperti diyakini lebih merangsang nocicepto rs meningeal untuk memunculkan sakit kepala migrain berkepanjangan. bahwa degranulasi MC dapat mempromosikan keadaan eksit asi berkepanjangan di nociceptors. Dalam penelitian Levy et al (2007).41 Migrain adalah salah satu sindrom nyeri yang paling umum. MC yang diturunkan leukotrien 55. peran dalam mempertahankan sakit kepala tersebut. Aktivasi nociceptors meningeal diduga substrat sakit kepala lainnya dengan asal intrakranial. Sebuah daftar pendek dari med iator tersebut mencakup prostanoids MC. mempengaruhi sekitar 1 5% dari populasi. dan dapat melepaskan jumlah yang cukup untuk menghasilkan eksitasi suprathre shold intensitas tinggi dan durasi lama. dimanifestasik an dalam sejumlah besar jaringan ikat seperti MC. Nociceptors meningeal diaktifkan muncul setelah pelepasan neuropeptida seperti s ubstansi P dan peptida terkait gen kalsitonin (CGRP) yang menginduksi aktivasi d an degranulasi dari MC dural. Meskipun ada beberapa bukti yang m enunjukkan bahwa neuron 48/80 dapat mempengaruhi secara langsung dengan mengakti fkan fosfolipase D 50 kami telah menemukan bahwa induksi langsung dari eksitasi neuronal yang disebabkan oleh 48/80 benar-benar diblokir oleh depleting konten M C dural lokal. yang banyak ditemukan di dekat ujung aposisi saraf nociceptors meningeal. jaringan perifer yang melindungi otak. yang menyeba bkan aktivasi nociceptors meningeal. menggunakan kraniotomi bedah. 47 Oleh karena itu menggoda untuk berspekulasi bahwa sakit kepala tersebut juga melibatkan komponen peradangan lokal neurogenik. Temuan ini kami menunjukkan bahwa dalam ketiadaan ek sposur dural. sitokin. . Temuan kami. Kami menemukan bahwa degranulasi MC diinduksi oleh senyawa mimesis reseptor 48/80 yang dipicu pada nociceptors meningeal meng hasilkan peningkatan cepat penembakan neuron. 45 Meskipun mekanisme yang mendasari terjadinya serangan migra in tidak sepenuhnya dipahami.ovokasi dalam jaringan di mana tidak ada tanda-tanda yang lebih jelas dari radan g dapat dideteksi dan vulvodynia adalah istililah pasti yang paling memadai. Saat ini mediator terkait MC atau mediator yang dapat mempengaruhi nociceptors m eningeal tidak diketahui. adalah demonstrasi pertam a. aktivasi dari serabut nyeri yang mempersarafi dura mater (yaitu. 52.

J. S. 1998. 6. dan Sutijanto. 11. Dermatologica. L. Measuring pain.. Elsevi er Science. Distribution of Chymase-containing Mast Cells in Human Bronchi. Kenshalo (Edt.co. Of Histochem. 1952. pp: 528-564 2. Ass . N.K. 2003. and Cytochem.com 5. XLIII Reunion. Sci. 1959 http://www.R. M. 40(6): 781-786. J. Acad. th eir relation to tissue eosinophilia. Boston: Jones a nd Bartlett Publisher. Nadel. Bensley. 7.H. D.DAFTAR PUSTAKA 1. 1968. E. motivational. & Flor. Davis.clevelandclinicmeded. Cancer pain. 1950. 2003. Histogenese et repartition des labrocytes chez le Rat. E. 264. McGuire. Frank-Stromborg & S. 304. http:// www. R. J. 165-170. Apakah terapi pengendalian plak dapat menuru .tx 12.52: 983-987. 10. dan Caughey. Turk.H. Arvy.. A. J.. G.R. USA. Ols en. B.org/stream/mastcells00rile/mastcells00rile_djvu. Utomo.pp :194.). Martin. Tam. Turk (Ed. Ann. J. Chronic pain: A biobehavioral perspective. http://www. F. In M. D.).Y.. Instruments for clinical health-care research (2nd edition). H. New York: The Guilf ord Press. K. H.105: 116-123. C. 432-450. Springfield. Prakken. 1956. Mast cells in diseases of the skin. Abbas.J. Histological studies of the reactions of cells and interce llular substances of loose connective tissue to the spreading factor of testicul ar extracts. A. Gatchel & D. pp:18. 1999. 6 ( 3 ): 28 – 40. Cellular and Molecular Immunology. (1997). A. Anat. P. Mast cell konsep baru tentang ciri morfologik dan fungsinya . R. The skin sen se. Sensory. D. dan Lichtman.34 3.id/search?q=methylene+blue%2C+mast+cell&btnG=Telusuri&hl=id &sa=2 9. C. H. Jurnal Kedokteran Yarsi. Psychosocial factors in pain. & Casey. M. In D. C. 1997. Jalal. pp: 432-443 4. The Mast Cell. L. dan Woerdeman. Riley. In R. J. 1991. 8.archive. Melzack. K. The Cleveland Clinic Foundation. A. and central control d eterminants of pain: A new conceptual model.google.

1980.275:329– 331.194:1 – 6. 207: 80–82. Science.. Allergy. M. Different mechanisms of rele ase of vasoactive amines by mast cells occur in T cell-dependent compared to IgE -dependent cutaneous hypersensitivity responses. G. P. 1995. E. Theoharides.. Jour nal of Anatomy. Douglas.. 1990. Alper. J. Responses of dermal mast cells to injury.C.. 2002. R.M. 2003. Donelan. Theoharides. Analyzing the roles of mast cells and basophils in host defense and other biological responses. D. 182: 369-376 28. Theoharides.K.C. Chemical Immunology. Bienenstock. Meares Jr. Physiol Rev. Dyson. Interleukin-1-induced vesicular secretion of in.. 2002. Activation of bladder mast cells in interstitial cy stitis: a light and electron microscopic study. D. Askenase. Sant. Theoh arides. Sieghart. 2001.. 25. Dietary supplements for arthritis and other inflammat ory conditions: key role of mast cells and benefit of combining anti-inflammator y and proteoglycan products. PubMed: 935481 . Eur.L.. Gurish. J.. 14: 40–47.C. J. Kops.nkan keparahan rinitis alergika pada anak?. Stead.C. Immunol. T.Med. 17. Williams.W. Galli..W. Engl. Dimitriadou. Austen. M. J.journal. Mast cells: the neuroimmune connection.. J.. R. Kempuraj. Douglas. K. Lambracht-Hall.. Trigemi nal sensory fiber stimulation induces morphologic changes reflecting secretion i n rat dura mast cells.R. Mast cells. W. J. Sieghart. Wedemeyer. S. 171: 4830– 4836. 1980..G... 18.. Van Loveren.. T. Letourneau. S. 2005 http://72. W. Theoharides. 23. Buzzi. T. 1984. J.O. 2003. Baram D. T. A.terleukin-6 withou t degranulation from human mast cells. Neuroscience. 348: 1709– 1711. Letourneau. Clin. 30 (9):1205–1212 14. Okayana.. Kobayashi. T. J.C. Int..Hist ochemical and ultrastructural characteristics of rat brain perivascular mast cel ls stimulated with compound 48/80 and carbachol.C.F. 61: 208-235 27. The diverse roles of mast cells. Science. 1991.. Immunol. Ucci Jr. W.235. 26.. 1978. M. R. Nature. J.75: 363–369 15.F... Ishizuka. Theoharides. H. 2000. Mekori YA.A. Metcalfe DD.. Greengard.M. Reichler.. M.W.ac. R. 201: 1143–1145. 19. El-Mansoury. S.C. Secretion in mast cells induced by calc ium entrapped within phospholipid vesicles.. Exp. Eur... W. Kandere-Grzybowska. H. S. 16. 44: 97–112.unair. T. Theoharides... J. Calcium-dependent protein phosphorylation during secretion exocytosis in the mas t cell. Tsai.14. J. W.C. Woolley. 24. T.A.. The mast cell in inflammatory arthritis. 153: 629– 636. M. Theoharides. N. Inflamm.. Moskowitz. K. M. 2 003. Douglas. Dimitriadou. T.H. M. . 20. Neuroscience.132/search?q=cache:rQ1p2CccglEJ:www. Urol. Exp.E. 21. 1: 1–8. Med. T. 22. P.. 1995. V. Ant iallergic drug romolyn may inhibit histamine secretion by regulating phosphoryla tion of a mast cell protein. Y.. Greengard.Hemat ol..id/filerPD F 13.. 1978. 1993. 39: 209– 224.J.W. .J. V. Human mast cells and basophils as sources of cytokines. El Sayed.

Sandkühler J: Models and mechanisms of hyperalgesia and allodynia. Journal of Leukocyte Biology.J. S. H. 217: 65-78 . M. F.. Ischemia/reperfusion-induced granulocyte influx is a multistep process mediated by mast cells. Andrade EL. C.. Theoharides. Cervós-Navarro J. Valent. C. L echner. H. D . dopamine. What have mast cells to do with edema formation.. Journal of Experimental Medicine. Kempuraj.77:1033–79. 2007. 1994. 55: 662-675 32. 2009. 29. 1998. 187 (3): 297-306 33. M. Larsson LI. H.. 188: 42-49 34. Mast cell degra nulation activates a pain pathway underlying migraine headache. Kovács P. Immunological Reviews. 37. A. Strassman AM. 11:2083-2091 . S. Graziottin. B. J Neuroimmunol. Ferreira J. a nd pain. A.N. Tagen.. Role of nerve growth factor in c utaneous wound healing: accelerating effects in normal and healing-impaired diab etic mice. H. The New England Journal o f Medicine. Kalogeromitros. Matsumoto. Itakura.R. P. Tanaka. Wilhelm M: Mast cells modulate maintained neuronal acti vity in the thalamus in vivo. D..T. Microcirculation. Weskamp G. P.. H. 2011 42.. 2006.. 1 (3): 175182 31. Levi-Schaffer. or 5-hydroxytryptamine in the mammalian brain.. Jakubowski M.. 115: 28 30. Mast cells enhance migration and prolif eration of fibroblasts into an in vitro wound. Kanwar. Differential release of mast cell mediators and the pathogenesis of inflammati on.. Kiener. Annual International Congress on Human Reproduction on "Family Re productive Health". Neurology 1977. 198 6.152 :511-520. Burstein R. 1990. M. Levy D.P. 2004. 1998. K. Granger. Ushio.. Erne P. Owman C. Hernádi I. 40. K. A. Physiol Rev. J. Sato. 1993.130 :1 66-176.171 :1-7 35. Koyama. P.. Edvinsson L. Otten U: Nerve growth factor induces mast cell degranulation without changing intracellular calcium levels. The microcirculation and inflammation: modulati on of leukocyte-endothelial cell adhesion. Mazurek N. Pain 2007. Conti. Sillaber.. 328 (4): 257-265 43. H.. FEBS Lett. D.. Kupietzky. Galli. Rönnberg AL: Regional di stribution of mast cells containing histamine. Luiz AP. Annual International Congress on Human Reproduction on "Family Reproduc tive Health".. Kovarova M. Matsuda K. 2008. Calixto JB: Pronociceptive response eli cited by TRPA1 receptor activation in mice.. 27:878-883. depression. 198 :315-320 36.. Neuroscience. P. Baghestanian. Experimental Cell Research. Konno. Kubes.89:707-758 41.. Binder. 38. 39. Role of mastcells in chronic inflammation. A. Bankl.C. Rivera J: A molecular understanding of mast cell activation and the promise of anti-allergic therapeutics. Matsuda.. Kainz V. the co nsecutive repair and fibrinolysis? International Archives on Allergy and Applied Immunology.1 1997. 1994. Sawada. New concepts about the mast cell . Kubes. Curr Med Chem.

Sheftell F. PubMed: 16618269 54. Immunological Reviews 2007. Headache 2005. Edvinsson L. PubMed: 12728266 47. PubMed: 1324091 50. Dimitriadou V. Rossi C. Theoharides TC. K. Weeks R.384:560–564. Migraine as an inflammatory disorder. Alberti A. Nat Rev Neurosci 20 03.46:200–7.. Tajik P. Gammerman I. Raymond SA. Palomaki VA. Eklund.44. Sarchielli P. Lewis DW. PubMed: 16415902 51. Bayer N. Strassman AM. Lipton RB. 48. Mast cells in the pathogenesis of rheumatic diseases and as potential targets for anti-rheumatic therapy. and risk factors fo r progression.1 47:596–606. Mizumura K. Baskin S. Prophylactic treatment of pediatr ic migraine.46:498–502. K.44:230–7. Br J Pharmacol 2006. Laitinen JT. Migraine: epidemiology. Pierguidi L.583:137–149. Brain Res 1992. Calabresi P. Waeber C. Increased plasma histami ne levels in migraine patients. Togha M. Pietrobon D. Proinflammatory cytokines.40:158–163. Headache 2000. impact. PubMed: 15911785 49. Headache 2006. Diamond S. Ottosson A. The basic secretagogue compound 48/80 activate s G proteins indirectly via stimulation of phospholipase D-lysophosphatidic acid receptor axis and 5-HT1A receptors in rat brain sections. 55. Moskowitz MA. Nature 1996. Bienenstock J. Baldi A. and lymphocyte integrin expression in the internal jugular blood of migraine patients without aura assessed ictally. PubMed: 15833088 46.12:145–9 52. Sensitization to mechanical stimulation by inflammat ory mediators and by mild burn in canine visceral nociceptors in vitro. Striessnig J. Buzzi MG.87:2043–51. Open-label trial of cinnarizine in migrai ne prophylaxis. adhesion molecules.17:166–174. 57. PubMed: 15012660 53. Coppola F. endothelial and platelet activation within the rat dura mater after trige minal stimulation. J Neurop hysiol 2002. Moskowitz MA.4:386–98. Heatley RV. Clin Allergy 1982. Sensitization of meningeal sensory neurons and the origin of headaches. Release of histamine from dural mast cells by s ubstance P and calcitonin gene-related peptide. Headache 2006. Bigal ME. 56. Headache 2004. Burstein R. Jones V. 5-Hydroxytryptami ne receptor agonists for the abortive treatment of vascular headaches block mast cell.45(Suppl 1):S3–S13. Denburg JA. Neurobiology of migraine. 217 : 38-52 45.64:S9–15. Montel ukast in the prophylaxis of migraine: a potential role for leukotriene modifiers . Scott D. Rapoport A. Ashrafian H. Walker B. . Koda H. Cephalalgia 1997. Neurology 2005. Flori di A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful