Bab 11 Peristiwa-Peristiwa Sekitar Proklamasi dan Terbentuknya NKRI

1. 2. PD 2 dimulai pada 1 September 1939, ketika Jerman menyerbu Polandia. Perang besar terjadi karena persaingan negara-negara Eropa untuk memperebutkan daerah industri dan daerah koloni di berbagai belahan dunia. 3. Perang dunia melibatkan dua kelompok besar: a. Blok sekutu terdiri dari Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Russia, Belanda, Norwegia, Australia, China, dll. b. Blok poros atau AS terdiri dari Jerman, Italia, dan Jepang. 4. Keterlibatan Jepang dalam PD 2 diawali dengan melakukan serangan terhadap Pangkalan Amerika Serikat, Pearl Harbour di Hawai, 7 Desember 1941. 5. 6. Jepang berhasil menguasai Asia Timur sampai Asia Tenggara selama sekitar 3 bulan. Indonesia jatuh ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, setelah pemerintah Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati. 7. Untuk menghadapi Jepang dalam Perang Pasifik atau Perang Asia Timur Raya, sekutu membentuk: a. ABCD (Amerika, British, China, Ducth). b. ABDA.Com (Amerika, British, Dutch, Australia Command. 8. Jepang mulai terdesak dalam PD setelah kekalahannya dalam pertempuran di Laut Karang, 7 Mei 1942.

1 – SMP 7 PENABUR 12/13

9.

Satu persatu pusat pertahanan Jepang di Pasifik jatuh ke tangan Sekutu dipimpin Jenderal Douglas Mc Arthur dan Laksamana Chester Nimitz.

10. PD 2 berakhir setelah AS menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima, 6 Agustus 1945 dan Nagasaki, 9 Agustus 1945. 11. Jepang akhirnya menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945, dan upacara resmi penyerahan Jepang terhadap sekutu dilakukan pada 2 September 1945 di atas geladak kapal AS ‘Missouri’ di Teluk Tokyo. 12. Faktor yang mempengaruhi bangsa Indonesia tidak mengetahui berita kekalahan Jepang dalam PD adalah: a. Jepang merahasiakan kekalahannya kepada rakyat Indonesia. b. Jepang menyegel siaran-siaran radion dari luar negeri. c. Lokasi PD 2 jauh dari wilayah Indonesia. 13. Kelompok pemuda Indonesia membangun pemancar radio gelap di Bandung dan berhasil menyadap siaran radio dari BBC (British Broadcasting Cooperation). 14. Tokoh yang pertama kali mendengar peristiwa menyerahnya Jepang kepada Sekutu adalah Sutan Syahrir. 15. Berita kekalahan Jepang disebarluaskan kepada Soekarno, Hatta, golongan pemuda, dan para pejuang lain di Jakarta. 16. Dengan menyerahnya Jepang kepada Sekutu maka di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan atau ‘Vacum of Power’. 17. Para pejuang Indonesia terbagi menjadi: a. Golongan tua:  Ir. Soekarno.  Drs. Mohammad Hatta.  Mr. ahmad Subardjo.  Mr. Mohammad Yamin.
2 – SMP 7 PENABUR 12/13

 Mr. A. A. Maramis.  Andul Kahar Muzakir.  Wachid Hasyim.  Agus Salim.  Abikusno Cokrosuyoso. b. Golongan muda:  BM. Diah.  Syarif Tayeb.  F. Gulton.  Pandu Kertawiguna.  Adam Malik.  Sukarni.  Sutarjo.  Lukman Hakim.  Supeno.  Chaerul Saleh.  Harsono Cokroaminoto.  Sudiro.  Mohammad Noor.  Muwardi.  K. Sukardi.  Ismael Thayeb.  Mohammad Roem.  Anwar Cokroaminoto.  Abdul Rivai.  Sayuti Melik.  Yusuf Kunto.

3 – SMP 7 PENABUR 12/13

18. Di antara golongan muda dan golongan tua ada sedikit perbedaan pendapat, terutama mengenai ‘waktu dan cara pelaksanaan Proklamasi’. 19. Para pemuda berpendapat bahwa proklamasi harus dilakukan secepatnya tanpa melalui PPKI. 20. 15 Agustus 1945, Para pemuda mendesak Soekarno-Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia lepas dari Jepang. 21. Para pemuda mengadakan rapat di Lembaga Bakteriologi, Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, 15 Agustus 1945, yang dihadiri oleh: a. Chaerul Saleh. b. Djohar Nur. c. Kusnandar. d. Subadio. e. Margono. f. Wikana. g. Armansyah. 22. Rapat tersebut dipimpin Chaerul Saleh dan memustuskan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak bangsa Indonesia sendiri dan tidak dapat tergantung pada bangsa lain. 23. Keputusan rapat golongan muda disampaikan kepada Soekarno oleh Wikana dan Darwis. 24. Mereka menuntut Soekarno agar memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945. 25. Rapat terakhir pemuda pada 16 Agustus 1945 di Baperpi, Jalan Cikini 71, Jakarta dihadiri oleh Sukarni, Yusuf Kunto, Muwardi, Shodanco Singgih, Chaerul Saleh, dll, memutuskkann unntuk membawa Soekarnno-Hatta ke Rengasdengklok. 26. Soekarno-Hatta dibawa pada tanggal 16 Agustus 1945, pukul 04.00 pagi.
4 – SMP 7 PENABUR 12/13

27. Tugas untuk membawa Soekarno-Hatta dibawa kepada Shodanco Singgih, dengan tujuan: a. Menjauhkan Soekarno-Hatta dari pengaruh Jepang. b. Mendesak Soekarno-Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan. 28. Para pemuda mendesak Soekarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan tanpa melalui sidang PPKI atau tanpa campur tangan Jepang. 29. Mr. Ahmad Subarjo dan Wikana sepakat bahwa proklamasi kemerdekaan harus dilaksanakan di Jakarta. 30. Laksamana Tadashi Maeda bersedia meminjamkan rumahnya untuk menyusun naskah proklamasi dan menjamin keamanannya. 31. Mr. Ahmad Subarjo, Wikana, dan Sudiro menjemput SoekarnoHatta. 32. Ahmad Subarjo dan Shodanco Subeno sepakat untuk melepaskan Soekarno-Hatta. 33. Ahmad Subarjo menjamin bahwa proklamasi akan dilaksanakan pada 17 Agustus 1945 di Jakarta. 34. Tim perumus proklamasi terdiri dari Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Subarjo. 35. Dalam proses penyusunan naskah Proklamasi: a. Soekarno sebagai penulis. b. Ahmad Subarjo dan Mohammad Hatta menyumbangkan pendapat dan pemikirannya secara lisan. 36. Perumusan naskah proklamasi disaksikan wakil golongan muda: a. Sukarni. b. BM. Diah. c. Sudiro.

5 – SMP 7 PENABUR 12/13

37. Naskah proklamasi diketik oleh Sayuti Melik. 38. Naskah proklamasi hasil ketikan Sayuti Melik yang ditandatangani oleh Soekarno-Hatta disebut naskah proklamasi autentik. 39. Naskah proklamasi ditandatangan Sokarno-Hatta atas usulan Sukarni. 40. Perbedaan antara naskah teks proklamasi tulisan tangan Soekarno dengan naskah yang autentik adalah: a. Kata tempoh diganti tempo. b. Tulisan wakil-wakil bangsa Indonesia diganti atas nama bangsa Indonesia. c. Tulisan Djakarta 17-08-05 diganti Djakarta hari 17 boelan 8 tahoen 05. 41. Pada awalnya pelaksanaan prokalamasi akan diadakan di Lapangan IKADA, tetapi pihak Jepang tidak mengizinkan sehingga dipindahkan di Rumah Ir. Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No.56. 42. Pelaksanaan proklamasi dilaksanakan secara spontan dan sederhana: a. Bendera Merah Putih dijahit tangan oleh Ibu Fatmawati. b. Sound system dipinjam dari sebuah toko elektronik. 43. Tokoh-tokoh yang hadir: a. Dr. Buntaran Mato Atmojo. b. Otto Iskandardinata. c. AA. Maramis. d. Latuharhary. e. Abikusno Cokrosuyoso. f. Anwar Cokroaminoto. g. Ki Hajar Dewantara. h. Sam Ratu Langi.
6 – SMP 7 PENABUR 12/13

i. KH Masn Masyur. j. Mr. Sartono. k. Sayuti Melik. l. Pandu Kartawiguna. m. M. Tabrani. n. Dr. Muwardi. o. AG. Pringgadigda. p. Muwardi. q. SK. Tri Murti. r. Fatmawati. 44. Acara dimulai pukul 10.30, dengan susunan: a. Pidato pengantar yang disampaikan Soekarno berisi Proklamasi yang akan dilaksanakan adalah atas kesanggupan dan kekuatan bangsa Indonesia. b. Pembacaan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. c. Pengibaran bendera Merah Putih oleh Latief Hendraningrat dan Suhud. d. Menyanyikan lagu Indonesia Raya mengiringi pengibaran bendera. e. Sambutan singkat dari walikota Jakarta, Dr. Suwiryo dan Dr. Muwardi. 45. Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah pernyataan bangsa Indonesia sendiri dan hasil perjuangan bangsa Indonesia sendiri.

7 – SMP 7 PENABUR 12/13

46. Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 mempunyai arti penting: a. Puncak perjuangan rakyat Indonesia yang berlangsung berabad-abad untuk membangun persatuan dan kesatuan serta merebut kemerdekaan dari penjajah. b. Alat hukum internasional untuk memberitahukan kepada dunia internasional dan kepada rakyat Indonesia bahwa sejak saat itu bangsa Indonesia telah lahir sebagai bangsa yang merdeka dan menentukan nasibnya sendiri. c. Detik penjebolan tata hukum kolonial dan awal penyusunan hukum nasional Indonesia dengan proklamasi sebagai norma pertama dari tata hukum Indonesia, maka lahirlah Negara Republik Indonesia. d. Indonesia terlepas dari janji-janji kemerdekaan Jepang dan dimulainya revolusi rakyat Indonesia untuk mepertahankan dan mengisi kemerdekaan. 47. Usaha penyebarluasan berita proklamasi dilakukan dengan berbagai cara: a. Melalui siaran kantor berita Jepang ’Domei’ (sekarang ANTARA), oleh:  Adam Malik.  Rinto Alvi.  Asa Bafagih.  Marchonis F Wus.  Syachrudin.  Waidan B Palenewen.  P. Lubis.

8 – SMP 7 PENABUR 12/13

b. Melalui siaran radio Jepang ‘Hoso Kanri Kyoku’ (sekarang RRI), oleh:  Syaehruddin.  Yusuf Ronodipuro.  Bachtiar Lubis.  Suprapto. c. Melalui berita resmi yaitu berita proklamasi yang disampaikan langsung oleh para tokoh yang hadir dalam peristiwa proklamasi atau sidang PPKI, termasuk mereka yang baru diangkat sebagai gubernur daerah. d. Melalui Ekspedisi Laskar Rakyat yaitu untuk menjangkau daerah terpencil atau pedalaman melalui rombongan khusus:  Rombongan BPRI.  Rombongan Mohammad Noer ‘1001’.  Rombongan Rahadi Usman. e. Melalui cara lain seperti surat kabar, poster, coret-coretan, dan komunikasi antarpenduduk dengan bantuan beberapa orang teknisi radio antara lain Sukarman, Sutanto, Susiloharjo, dan Suhandar, yang berhasil mendirikan pemancar baru di Menteng 31 dengan kode DJK1. 48. Menurut tata hukum internasional, suatu negara harus memenuhi syarat: ada rakyat, ada wilayah, ada pemerintahan yang berdaulat, dan mendapat pengakuan dari negara lain atau dunia internasional. 49. Untuk memenuhi persyaratan tata hukum internasional,PPKI mengadakan sidang pada 18 Agustus 1945. 50. PPKI beranggotakan 21 orang dan bertambah menjadi 27 orang agar PPKI menjadi bersifat nasional dan representatif, mewakili seluruh rakyat Indonesia.
9 – SMP 7 PENABUR 12/13

51. Nama-nama anggota PPKI: a. Ketua : b. Wakil : c. Anggota:  Sorpomo.  Radjiman.  Soeroso.  Sortardjo.  Wachid Hasyim.  Ki Bagus Hadikusumo.  Otto Iskandardinata.  Soeryo Hamidjoyo.  Abdul Kadir.  Poeroeboyo.  Yap Tjwan Bing.  Dr. Amir.  Abdul Abas.  Teuku Mohammad Hasan.  Ratulangi.  Hamdani.  Andi Pangeran.  I Gusti Ketut Pudja.  Wiranata Kusuma.  Ki Hajar Dewantara.  Kasman Singodimejo.  Sayuti Melik.  Iwa Kusuma Sumantri.  Achmad Subarjo. Ir. Soekarno. Drs. Mohammad Hatta.

10 – SMP 7 PENABUR 12/13

52. Sidang PPKI, 18 Agustus 1945, menghasilkan keputusan penting dalam penyusunan kelengkapan Negara Republik Indonesia: a. Mengesahkan UUD 1945 DENGAN MENETAPKAN:  Piagam Jakarta, 22 Juni 1945, perubahan pada sila pertama sebagai Pembukaan UUD 1945.  Rancangan hukum dasar (batang tubuh) terdiri dari:  16 bab.  37 pasal.  4 aturan peralihan.  2 ayat aturan tambahan. b. Mengangkat Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil presiden pertama atas usul Otto Iskandardinata. c. Presiden sementara dibantu Komite Nasional yang berfungsi sebagai DPR. 53. Sidang kedua PPKI, 19 Agustus 1945, menyusun kelengkapan NKRI: a. Menetapkan susunan kementerian yang terdiri dari 12 kementerian atau departemen. b. Menetapkan pembagian wilayah RI menjadi 8 provinsi. 54. Sidang ketiga PPKI, 22 Agustus 1945, upaya penyusunan kelengkapan negara: a. Pembentukan Kominte Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di Jakarta dan Komite Nasional Indonesia Daerah di tiap provinsi.  Kepengurusan KNIP terbentuk pada 25 Agustus 1945.  Ketua : Mr. Kasman Singodimejo.  KNIP memiliki wewenang untuk menetapkan GBHN sebelum terbentuk MPR hasil pemilu.
11 – SMP 7 PENABUR 12/13

b. Pembentukan Partai Nasional Indonesia (PNI).  Keputusan ini ditangguhkan dan dikeluarkan maklumat, 3 November 1945, berisi:  Pemerintah menghendaki adanya sistem multi partai.  Diharapkan partai-partai politik tersebut terbentuk sebelum pemilihan Badan Perwakilan Rakyat pada Januari 1946. c. Pembentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), 23 Agustus 1945.  Terdiri dari bekas anggota PETA, HEIHO, Seinendan, Keibodan, Susyintai, dan gerakan atau laskar pemuda. 55. Pembentukan BKR membuat pemuda kecewa dan tidak puas, mereka menghendaki pembentukan Tentara Nasional. 56. Para pemuda kemudia membentuk Badan Perjuangan yang kemudian menyatukan diri dalam sebuah Komite Van Aksi yang bermarkas di Jalan Menteng 31, dipimpin oleh Adam Malik, Sukarni, Chairul Saleh, dan Maruto Nitimiharjo. 57. Badan-badan perjuangan yang bernaung di bawah Komite Van Aksi adalah: a. Angkatan Pemuda Indonesia (API). b. Barisan Rakyat Indonesia (BARA). c. Barisan Buruh Indonesia (BBI). 58. Badan perjuangan lainnya dibentuk di seluruh Jawa: a. Barisan Banteng. b. Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS). c. Pemuda Indonesia Maluku. d. Hizbullah. e. Sabilillah. f. Pemuda Sosialis Indonesia (PSI). g. Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI).
12 – SMP 7 PENABUR 12/13

h. Tentara Pelajar (TP). i. Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). 59. Badan perjuangan yang dibentuk di luar jawa: a. Aceh:  Barisan Pemuda Indonesia (BPI).  Angkatan Pemuda Indonesia (API). b. Sumatera Utara: Pemuda Republik Andalas. c. Sumatera Barat: Pemuda Andalas dan Pemuda Republik Indonesia Andalas Barat. d. Sulawesi Selatan:  Barisan Pemuda Nasional Indonesia (BPNI).  Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI).  Pemuda Merah Putih.  Penunjang Republik Indonesia. 60. Menteri yang memimpin Departemen: a. enteri Dalam Negeri b. Menteri Luar Negeri c. Menteri keuangan d. Menteri kehakiman e. Menteri Kemakmuran g. Menteri Kesehatan h. Menteri Pengajaran i. Menteri Penerangan j. Menteri Sosial l. Menteri Perhubungan : R. A. Wiranata Kusuma : Mr. Ahmad Soebardjo : Mr. A. A. Maramis : Prof. Dr. Mr. Soepomo : Ir. Surachman Cokroadisuryo : Dr. Buntaran Martoatmodjo : Ki Hajar Dewantara : Mr. Amir Syarifuddin : Mr. Iwa Kusuma Sumantri : Abikusno Cokrosuyoso

f. Menteri Keamanan Rakyat : Supriadi

k. Menteri Pekerjaan Umum : Abikusno Cokrosuyoso

13 – SMP 7 PENABUR 12/13

61. Wilayah RI dan gubernurnya: a. Sumatera b. Jawa Barat c. Jawa Tengah d. Jawa Timur e. Sunda Kecil f. Sulawesi g. Kalimantan h. Maluku : : : : : : : : Tengku Moh. Hasan Sutarjo Kartohadikusumo R. P. Suroso R. A. Suryo Mr. I Gusti Ketut Puja Dr. G. S. J. J. Ratulangi Ir. Pangeran Muhammad Noor Dr. J. Latuharhary

62. Pada awal berdirinya RI, pemerintah hanya membentuk BKR yang bersifat semi militer karena keadaan yang tidak mendukung. 63. Dibentuklah TKR (Tentara Keamanan Rakyat) pada 5 Oktober 1945 dipimpin Oeriep Soemoharjo. 64. Panglima besar TKR adalah Kolonel Sudirman. 65. Kepolisian negara dibentuk pada 29 September 1945 dengan Kepala Kepolisian RI dipimpin oleh Said Sukanto Cokrodiatmojo. 66. Rapat Raksasa di Lapangan IKADA, 19 September 1945, dihadiri oleh sekitar 300.000 orang dari Jakarta, Tangerang, Pasar Minggu, Bekasi, Kebayoran, dan para pemuda dari berbagai organisasi seperti Keibodan, Seinendan, Barisan Pelopor, dan BKR. 67. Tujuan rapat raksasa di IKADA adalah: a. Mendengarkan pidato Soekarno-Hatta berkaitan dengan kemerdekaan. b. Menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan. c. Pernyataan kebulatan tekad rakyat Indonesia untuk mendukung dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 68. Rapat raksasa dipelopori oleh kelompok Pemuda Menteng 31 atan

Van Aksi Menteng 31.

14 – SMP 7 PENABUR 12/13

69. Presiden Soekarno akhirnya datang dan berpidato untuk memberikan semangat perjuangan kepada seluruh rakyat dan menyampaikan pesan agar rakyat tetap tenang dan waspada serta segera pulang dengan tertib sambil menunggu intruksi pemerintah selanjutnya. 70. Rapat raksasa di IKADA membuktikan bahwa rakyat memiliki semangat dan tekad untuk berjuang dan tidak gentar menghadapi bahaya apa pun demi mempertahankan kemerdekaan. 71. 5 September 1945, Sri Sultan Hamengkubuwono IX menyatakan dukungannya terhadap kemerdekaan RI, dengan menyatakan bahwa ‘Yogyakarta yang bersifat kerajaan sebagai daerah

Istimewa dalam negara RI’.
72. Pernyataan Sri Sultan berisi: a. Yogyakarta bersifat kerajaan sebagai daerah istimewa dalam negara RI. b. Sebagai kepala daerah, Sri Sultan memegang kekuasaan pemerintah daerah Yogyakarta. c. Sri Sultan bertanggung jawab langsung kepada presiden RI. 73. Arti penting pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX bagi perjuangan bangsa Indonesia adalah: a. Mendorong daerah lain yang berstatus otonomi untuk bergabung dengan negara RI. b. Membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan. c. Kemerdekaan mendapat dukungan dari seluruh rakyat Indonesia. 74. Bentrokan antara pemuda melawan pasukan Jepang terjadi di berbagai daerah dan kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Medan, Aceh, Lampung, Semarang, Gorontalo, Manado, Makassar, Balikpapan, Sumbawa, dan Bali.
15 – SMP 7 PENABUR 12/13

Bab 12 Bentuk-Bentuk Hubungan Sosial
1. Hubungan sosial timbul akibat adanya interaksi antara sesama individu, atau akibat lainnya yang dapat mendorong hubungan sosial tersebut seperti rasa simpati, empati, dll. 2. Hubungan sosial dapat menunjukkan pada suatu bentuk interaksi sosial yang luas yang diatur oleh norma sosial, antara dua orang atau lebih yang memiliki posisi dan peran sosial. 3. Menurut hierarki sosiologi, konsep hubungan sosial lebih luas dari tingkah laku, tindakan, tingkah laku sosial, kontak sosial, dan interaksi sosial. 4. Menurut Alan Page Fiske dalam tulisannya Human Sociality, karakteristik dari suatu hubungan sosial adalah dua orang atau lebih yang saling berkoordinasi antara satu dengan yang lainnya dimana tindakan, pengaruh, evaluasi, atau pikiran mereka saling melengkapi. 5. Alan Page Fise menyatakan bahwa hubungan sosial merupakan bentuk-bentuk koordinasi antara orang-orang dan bukan bersifat individual. 6. Hubungan sosial diartikan sebagai hubungan antara dua atau lebih individu dimana tingkah laku yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki tingkah laku individu yang lain. 7. 8. Hubungan sosial bersifat emosional. Ferdinand Tonnies membagi dua bentuk hubungan sosial yang terjadi di dalam masyarakat yaitu Hierarkis, egalitarian (kesamaan derajat), individualis, fatalis atau menyerah pada nasib.
16 – SMP 7 PENABUR 12/13

9.

Beberapa bentuk hubungan sosial dalam kehidupan masyarakat: a. Hubungan antarpribadi. b. Kelompok sosial. c. Gemeinschaft dan Gessellschaft. d. Hubungan kelembagaan atau lembaga sosial. e. Hubungan kelas dalam kelas sosial. f. Hubungan gender.

10. Hal yang paling utama dalam hubungan antarpribadi adalah memberikan bantuan bagi yang membutuhkan. 11. Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. 12. menurutRobert Bierdtedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antarkelompok, dan kesadaran jenis, yaitu terdiri dari: a. kelompok statis yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan. b. Kelompok kemasyarakatan yaitu kelompok yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya. c. Kelompok sosial yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi. Contoh: kelompok pertemanan, kerabat. d. Kelompok asosiasi yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Contoh: negara dan sekolah.

17 – SMP 7 PENABUR 12/13

13. Gemeinschaft (Sistem PAGUYUBAN) adalah sebuah sistem sosial yang kebanyakan jalinan hubungannya lebih bersifat personal atau pribadi atau tradisional dan seringkali memiliki kedua ciri tersebut. 14. Sistem sosial adalah pola-pola yang mengatur hubungan timbal balik dan tingkah laku individu-individu dalam masyarakat dan hubungan antara individu dan masyarakatnya. 15. Sistem paguyuban berlangsung pada masyarakat pedesaan atau tradisional yang bersifat personal dan penuh rasa kekeluargaan. 16. Gessellschaft (sistem PATEMBAYAN) adalah kehidupan masyarakat yang hubungannya didasarkan atas kesepakatan resmi terutama dalam menentukan hak-hak istimewa yang diperoleh dan pembagian tugas. 17. Sistem patembayan bersifat untung-rugi dan tersebar luas di daerah perkotaan. 18. Lembaga adalah suatu sistem hubungan sosial yang terorganisir mengutamakan nilai-nilai dan prosedur umum tertentu serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. 19. Sistem hubungan adalah jaringan peran serta status yang menjadi wahana untuk melaksanakan perilaku tersebut. 20. Lembaga dasar yang penting dalam masyarakat adalah keluarga, keagamaan, politik, perekonomian, dan pendidikan. 21. Kelas sosial timbul karena adanya perbedaan dalam penghormatan dan status sosial yang dimiliki seseorang. 22. Hubungan gender adalah hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan yang bersifat saling membantu atau sebaliknya. 23. Hubungan gender berbeda-beda akibat adanya perbedaan suku, agama, status sosial, dan nilai atau tradisi dan norma yang dianut.

18 – SMP 7 PENABUR 12/13

24. Menurut Talcott Parsons, ada lima hal yang menentukan tinggi rendahnya status seseorang dalam suatu masyarakat, yaitu: a. Kriteria kelahiran (ras, kebangsawanan, jenis kelamin). b. Kualitas atau mutu pribadi (umur, kearifan atau kebijaksanaan). c. Prestasi (kesuksesan usaha, pangkat). d. Pemilikan atau kekayaan (kekayaan harta benda). e. Otoritas (kekuasaan dan wewenang). 25. Faktor-faktor pendorong terjadinya hubungan sosial dalam masyarakat: a. Faktor sosial: manusia memerlukan kehadiran orang lain untuk memenuhi kebutuhan, membentuk pertemanan, bergaul, meminta bantuan, bermain, berkomunikasi, dan bersenda gurau. b. Faktor ekonomi: manusia memerlukan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. c. Faktor pendidikan: untuk memperoleh pengetahuan dan keahlian kita membutuhkan guru untuk mendidik dan mengajar kita. 26. Faktor penghambat terjadi hubungan sosial dalam masyarakat: a. Hambatan sosiologis: status sosial, agama, ideologi, tingkat pendidikan, tingkat kekayaan, dll. b. Hambatan antropologis: kebudayaan, gaya hidup, norma, kebiasaan, dan bahasa. c. Hambatan psikologis. d. Hambatan ekologis: cuaca, letak geografis, kondisi lingkungan, dll.

19 – SMP 7 PENABUR 12/13

27. Dampak hubungan sosial: a. Mendorong proses internalisasi, yaitu proses yang berlangsung sepanjang hidup individu sejak dilahirkan sampai akhir hayatnya. b. Mempermudah proses sosialisasi, yaitu proses belajar seorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan. c. Mempermudah proses enkulturasi, yaitu proses belajar dan menyesuaikan pikiran dan sifat terhadap adat, sistem norma, dan semua peraturan yang terdapat dalam kebudayaan. d. Terjadinya difusi atau penyebaran manusia. e. Terjadinya akulturasi, yaitu percampuran dua kebudayaan yang saling bertemu dan saling mempengaruhi namun tidak menghilangkan ciri khas unsur budaya tersebut. f. Terjadinya asimilasi, yaitu suatu proses sosial yang terjadi pada berbagai golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda setelah mereka bergaul secara intensif sehingga sifat khas dari unsur kebudayaan masingmasing golongan berubah menjadi unsur kebudayaan campuran yang baru. g. Mendorong inovasi (pembaruan), yaitu suatu proses pembaruan penggunaan sumber alam, energi, dan modal serta penataan teknologi baru sehingga tercipta suatu sistem produksi dari produk baru. h. Menciptakan konflik.

20 – SMP 7 PENABUR 12/13

Bab 13. Pranata Sosial
1. 2. 3. Pranata adalah seperangkat aturan yang telah melembaga. Sosial adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat. Pengertian pranata sosial menurut Koenjtaraningrat adalah suatu sistem kelakuan dan hubungan yang berpusat pada kegiatankegiatan untuk memenuhi kehidupan mayarakat. 4. Pengertian pranata sosial menurut Johnson adalah seperangkat aturan yang telah melembaga karena telah diterima oleh sebagian anggota masyarakat, ditanggapi secara sungguh-sungguh dan diwajibkan kepada semua anggota masyarakat.

5.

Perbedaan pranata sosial dan lembaga sosial: Pranata Pendidikan Agama Ekonomi Politik Hukum Lembaga atau Institusi Sekolah, perguruan tinggi Kantor Urusan Agama (KUA) Perusahaan, Bank KPU, DPR, Partai, Pemerintah Samsat, Polantas

Kegiatan yang Dibutuhkan Pengetahuan Kebahagiaan hidup Usaha Pengaturan negara Izin mengemudi

21 – SMP 7 PENABUR 12/13

6.

Fungsi pranata sosial: a. Memberi pedoman kepada anggota masyarakat cara bertingkah laku dalam usaha memenuhi segala kebutuhan hidupnya. b. Menjaga keutuhan masyarakat dari ancaman perpecahan atau disintegrasi masyarakat. c. Memberi pegangan dalam mengadakan sistem pengendalian sosial.

7.

Ciri-ciri pranata sosial: a. Memiliki simbol. b. Memiliki tata tertib. c. Waktu/ usia yang lama. d. Memiliki alat kelengkapan. e. Memiliki ideologi. f. Memiliki daya tahan.

8. 9.

Keluarga adalah kesatuan sosial terkecil dalam masyarakat. Sosialisasi awal seorang anak dimulai dari dalam sebuah keluarga dan sebuah keluarga terbentuk melalui suatu perkawinan.

10. Peran pranata keluarga adalah pembentukan kepribadian. 11. Fungsi pranata keluarga: a. Sosialisasi anak sebagai dasar pembentukan kepribadian. b. Fungsi afeksi, memberi kasih sayang atau rasa saling mencintai. c. Fungsi reproduksi atau mendapatkan keturunan. d. Fungsi ekonomi, kelangsungan hidup keluarga.

22 – SMP 7 PENABUR 12/13

12. Macam-macam keluarga: a. Keluarga inti terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak yang belum menikah. b. Keluarga besar terdiri dari satuan keluarga yang lebih dari satu generasi atau beberapa keluarga inti. 13. Peran pranata agama adalah mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, dengan sesamanya dan dengan lingkungan sekitar dalam rangka memenuhi kebutuhan rohani manusia. 14. Fungsi pranata agama adalah: a. Fungsi manifes (fungsi nyata):  Doktrin, yaitu ajaran yang memiliki pola keyakinan, membuat dalil-dalil untuk mengatur hubungan secara vertikal antara manusia dan Tuhan, serta hubungan secara horizontal antara sesama dan hubungan manusia dengan makhluk lainnya.  Ritual yaitu suatu aturan ibadah tertentu yang digunakan untuk mengatur kegiatan manusia menurut tata cara agama.  Perilaku yaitu tindakan, perbuatan, dan sikap manusia dalam melaksanakan kegiatan bermasyarakat. b. Fungsi laten (tidak nyata) adalah pendidikan agama yang sebagian kegiatannya tanpa disadari dapat berkembang menjadi pendorong munculnya kegiatan lain karena sifatnya tersembunyi. 15. Peran pranata ekonomi adalah mengatur perilaku manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam bagi kelangsungan hidup.

23 – SMP 7 PENABUR 12/13

16. Pranata ekonomi mencakup kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. 17. Fungsi pranata ekonomi dalam mengatur kegiatan produksi: a. Memnuhi kebutuhan masyarakat terhadap barang/ jasa tanpa harus merusak lingkungan alam. b. Barang/ jasa yang diproduksi haruslah sejalan dengan selera dan kebutuhan masyarakat. c. Barang-barang hasil produksi tidak boleh ditimbun, sehingga merugikan masyarakat. d. Tidak boleh menjelek-jelekkan barang/ jasa hasil produksi orang lain. e. Barang dan jasa yang diproduksi kualitasnya harus baik, halal, dan terjangkau oleh daya beli masyarakat. 18. Fungsi pranata ekonomi dalam mengatur kegiatan distribusi: a. Menyalurkan barang/ jasa hasil produksi kepada masyarakat. b. Dengan adanya lembaga distribusi maka proses penyaluran barang/ jasa kepada masyarakat menjadi lancar. c. Dengan adanya distribusi, ekonomi tidak dimonopoli oleh lembaga produksi. d. Kebutuhan masyarakat terhadap barang dan jasa dapat terpenuhi. e. Dengan adanya agen, pasar, toko, atau warung, maka penyaluran barang/ jasa menjadi lancar.

24 – SMP 7 PENABUR 12/13

19. Fungsi pranata ekonomi dalam mengatur kegiatan konsumsi: a. Dengan adanya kegiatan pembelian barang/ jasa, maka kegiatan ekonomi masyarakat menjadi lancar. b. Dengan penggunaan barang/ jasa maka kegiatan produksi dan distribusi dapat berlanjut. c. Dengan adanya kegiatan konsumsi maka kegiatan ekonomi menjadi berkesinambungan. d. Adanya pembeli dan pemakai barang/ jasa sirkulasi maka ekonomi berjalan lancar. 20. Pendidikan merupakan usaha manusia untuk mengembangkan kemampuan. 21. Bentuk lembaga pendidikan: a. Pendidikan formal yaitu pendidikan di jalur sekolah yang diperoleh seseorang secara sistematis dan prosedur yang jelas. Contoh:  Sekolah Dasar (SD).  SMP.  SMA  Perguruan Tinggi. b. Pendidikan nonformal yaitu pendidikan di luar sekolah yang dilakukan secara praktis dan fungsional untuk kebutuhan keterampilan kerja. Contoh: lembaga-lembaga kursus dan balai latihan kerja. 22. Fungsi pranata pendidikan: a. Fungsi manifes: pendidikan membantu seseorang agar mampu mandiri dan mengembangkan potensi dalam proses pembangunan diri, masyarakat, dan bangsa. b. Fungsi laten: pendidikan menjadi ukuran kemajuan suatu bangsa secara tidak langsung.
25 – SMP 7 PENABUR 12/13

23. Pranata politik adalah pranata yang berkaitan dengan proses menentukan atau melaksanakan tujuan negara untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, aman, dan teratur. 24. Hal yang mendasar dari pranata politik adalah cara menciptakan keteraturan sosial sari lembaga-lembaga formal dan nonformal dari tingkat pusat sampai daerah. 25. Pranata politik berperan sebagai upaya menyelaraskan aspirasi rakyat dan penggerak ke arah persatuan nasional untuk mencapai tujuan nasional. 26. Fungsi pranata politik: a. Fungsi pranata politik eksekutif berperan sebagai pelaksanan jalannya pemerintah yang menjalankan undang-undang. Lembaga eksekutif pusat sampai ke desa terdiri dari kepresidenan, kementerian, gubernur, bupati/ walikota, camat, dan lurah/ kepala desa. b. Fungsi pranata politik legislatif berperan sebagai pembuat dan pengawas undang-undang atau jalannya pemeritahan. Lembaga legidlatif diisi oleh orang-orang partai politik hasil pemilu yang mewakili rakyat terdiri dari DPR, dpd, DPRD Tingkat I dan II. c. Fungsi pranata politik yudikatif berperan sebagai mengadili segala bentuk pelanggaran undang-undang atau jalannya pemerintahan. Lembaga yudikatif terdiri dari kekuasaan kehakiman dan kejaksaan dari pusat hingga daerah seperti MA, Kejagung, Pengadilan Tinggi, dan Pengadilan Negeri.

26 – SMP 7 PENABUR 12/13

Bab 14. Pengendalian Sosial
1. Pengendalian sosial adalah proses yang bertujuan untuk mengajak, mendidik, dan memaksa warga masyarakat agar mematuhi norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. 2. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan proses pengendalian sosial: a. Mengajak atau membujuk individu agar tidak melakukan tindakan penyimpangan sosial. b. Mendidik individu/ kelompok secara formal atau informal agar tidak melakukan penyimpangan sosial. c. Memaksa dengan memberikan sanksi kepada individu/ kelompok yang melakukan penyimpangan sosial. 3. Jenis pengendalian sosial berdasarkan sifatnya: a. Pengendalian sosial preventif yaitu pengendalian sosial dilakukan sebelum penyimpangan sosial terjadi supaya tidak terjadi tindakan penyimpangan sosial. b. Pengendalian sosial bersifat kuratif yaitu tindakan yang dilakukan supaya individu yang melakukan tindakan penyimpangan sosial tidak lagi melakukan penyimpangan sosial yang sama. 4. Cara pengendalian sosial secara preventif: a. Nasihat dan bujukan berupa penjelasan tentang akibat yang timbul jika terjadi tindakan penyimpangan sosial. b. Poster atau slogan untuk mempengaruhi warga masyarakat agar tidak melakukan tindakan penyimpangan sosial. Contoh:  Poster tentang Narkoba.  Poster tentang bahaya HIV/ AIDS.

27 – SMP 7 PENABUR 12/13

c. Pendidikan untuk menyampaikan dan menanamkan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. d. Agama untuk mengatur interaksi manusia sehingga tercipta keteraturan hidup dalam masyarakat. e. Tokoh masyarakat/ adat adalah orang yang menjadi teladan dalam kehidupan masyarakat. 5. Cara pengendalian sosial bersifat kuratif: a. Gosip/ desas-desus adalah penyebaran informasi secara tersembunyi tentang tindakan penyimpangan sosial yang dilakukan seseorang dengan harapan pelaku tidak mengulangi tindakan yang sama. Contoh:  Seorang pegawai digosipkan melakukan korupsi.  Seorang siswa digosipkan mencontek pada saat ulangan. b. Teguran/ peringatan:  Membuang sampah sembarangan.  Menyela pembicaraan orang lain. c. Hukuman yang diterapkan mulai dari hukuman ringan berupa denda dan hukuman kurungan sampai hukuman mati sesuai dengan bobot pelanggaran yang dilakukan. 6. Cara pengendalian sosial dalam masyarakat dibedakan menjadi: a. Pengendalian sosial secara persuasif adalah pengendalian sosial tanpa kekerasan dengan memberikan nasihat, bujukan, bimbingan. Contoh:  Seorang anak terlalu banyak bermain sehingga mengabaikan belajar. Anak dinasehati oleh orang tuanya.  Seorang siswa SMP merokok dengan temannya di kantin. Guru menasehati anak tersebut.

28 – SMP 7 PENABUR 12/13

b. Pengendalian sosial secara represif adalah pengendalian sosial dengan cara memberikan hukuman langsung kepada pelaku penyimpangan sosial agar tidak mengulangi perbuatannya. Contoh:  Siswa yang kedapatan mencontek, dikeluarkan dari sekolah.  Seseorang yang merampok akan ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. 7. 8. Nasihat, bimbingan, dan arahan dari orang tua kepada anak akan menghasilkan sikap anak menjauhi tindakan penyimpangan sosial. Upaya pengendalian sosial bagi orang tua bisa dilakukan dengan cara memperkuat iman orang tuan dan meningkatkan hubungan yang harmonis di antara anggota keluarga. 9. Waktu yang lama untuk menyelesaikan pendidikan adalah kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai kepada peserta didik. 10. Pendidikan bukan hanya proses belajar-mengajar, tetapi juga proses internalisasi nilai-nilai dan norma-norma. 11. Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, keteraturan, kerapian, berusaha keras, menghindari tindakan menyimpang, toleransi, menghargai sesama, sikap simpati, dan empati dapat diperoleh siswa selama proses pendidikan. 12. Sekolah melakukan sosialisasi dan memberikan sanksi dalam bentuk teguran, skorsing, dan hukuman, supaya siswa merasakan dan mengerti pentingnya nilai-nilai dan norma yang harus dipatuhi dalam hubungan dengan orang lain.

29 – SMP 7 PENABUR 12/13

13. Lembaga-lembaga sosial yang bertanggung jawab di masyarakat dalam upaya pengendalian sosial adalah: a. Keluarga.  Kepala keluarga berperan mengendalikan tindakan yang menyimpang yang dilakukan anggota keluarga. b. Pendidikan.  Bertanggung jawab terhadap tindakan yang menyimpang dari siswa dalam lingkungan sekolah.  Mencontek saat ulangan.  Datang terlambat.  Bolos sekolah.  Merokok dan memakai narkoba. c. Polisi.  Melakukan tindakan terhadap upaya pelanggaran dalam masyarakat agar tercipta ketentraman dan keteraturan sosial.  Memberikan teguran, denda, tilang, penangkapan dan pemeriksaan pelaku. d. Pengadilan.  Melakukan proses pemeriksaan dan pembuktian terhadap pelaku pelanggaran.  Menjatuhkan vonis hukuman terhadap pelaku penyimpangan sosial. e. Hukum adat.  Patokan dalam bertindak dan bertingkah laku.

30 – SMP 7 PENABUR 12/13

Bab 15. Ketenagakerjaan
1. Untuk mengukur besarnya partisipasi angkatan kerja, digunakan suatu indikator yaitu TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja).

2.

Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melaksanakan pekerjaan guna menghasilkan barang dan jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.

3. 4. 5.

Batas usia kerja di Indonesia dimulai umur 15-65 tahun. Umur di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun disebut usia konsumtif atau bukan tenaga kerja. Berdasarkan keahliannya, tenaga kerja digolongkan menjadi: a. Tenaga kerja terdidik yaitu tenaga kerja yang melewati jenjang pendidikan formal seperti dosen, guru, apoteker, dokter, pengacara, akuntan, jaksa. b. Tenaga kerja terlatih yaitu tenaga kerja yang dihasilkan melalui latihan-latihan keterampilan khusus atau melalui pengalaman kerja seperti sopir, montir, mekanik. c. Tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih yaitu tenaga kerja yang terbentuk tanpa melalui pendidikan formal dan latihan keterampilan khusus seperti tukang koran, tukang sapu, tukang semir, pesuruh, pembantu.

6.

Angkatan kerja adalah golongan penduduk usia kerja yang sedang bekerja atau sedang mencari pekerjaan.

31 – SMP 7 PENABUR 12/13

7.

Angkatan kerja terdiri dari penduduk yang bekerja, mempunyai pekerjaan tetap tetapi sementara tidak bekerja, dan tidak memiliki pekerjaan atau sedang aktif mencari pekerjaan.

8.

Seseorang dikatakan bekerja jika melakukan pekerjaan untuk memperoleh upah atau membantu memperoleh pendapatan/ keuntungan dan lamanya bekerja paling sedikit 35 jam secara berlanjut dalam seminggu.

9.

Tidak semua penduduk dalam usis kerja disebut angkatan kerja yaitu pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, pensiunan, atau penderita cacat yang tidak mampu bekerja.

10. Tinggi rendahnya TPAK dipengaruhi oleh: a. Usia. b. Jenis kelamin. c. Tingkat pendidikan. 11. Kesempatan kerja tercantum dalam UUD 1945 pasal 27 ayat 2, isinya tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. 12. Pemerintah memiliki tanggung jawab menciptakan lapangan kerja agar masyarakat dapat hidup secara layak. 13. Kesempatan kerja adalah suatu peluang atau keadaan yang menunjukkan tersedianya lapangan pekerjaan sehingga masyarakat dapat memperoleh pekerjaan sesuai bakat dan keahliannya. 14. Kesempatan kerja merupakan suatu keadaan yang menggambarkan ketersediaan lapangan kerja untuk diisi oleh angkatan kerja. 15. Jika pencari kerja lebih banyak dari lapangan kerja maka akan terjadi pengangguran.

32 – SMP 7 PENABUR 12/13

16. Perluasan kesempatan kerja dilakukan dengan cara meningkatkan kegiatan ekonomi yang sudah ada atau menambah kegiatan ekonomi baru: a. Mengembangkan industri baru dengan membuka pabrik-pabrik baru yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta. b. Penyelenggaraan proyek umum oleh pemerintah melalui padat karya:  Membuat jalan.  Membuat jembatan.  Membuka lahan baru. 17. Berdasarkan lama waktu kerja, Pengangguran dibedakan menjadi: a. Pengangguran terbuka adalah tenaga kerja yang betul-betul tidak memiliki pekerjaan karena tidak tersedianya lapangan kerja. b. Pengangguran terselubung adalah pengangguran yang terjadi karena terlalu banyak tenaga kerja untuk satu unit pekerjaan karena tidak bekerja sesuai bakat sehingga tidak bekerja secara optimal. c. Pengangguran setengah menganggur adalah tenaga kerja yang tidak bekerja kurang dari 35 jam dalam seminggu karena tidak tersedianya lapangan kerja seperti buruh bangunan yang menyelesaikan pekerjaan di suatu proyek yang sementara menanggur sambil menunggu proyek berikutnya.

33 – SMP 7 PENABUR 12/13

18. Penangguran berdasarkan penyebabnya dibedakan menjadi: a. Pengangguran struktural adalah adanya perubahan struktur dalam perekonomian sehingga terjadi ketidakcocokkan antara keterampilan tenaga kerja yang dibutuhkan dan keterampilan tenaga kerja yang tersedia. b. Pengangguran siklikal adalah pengangguran karena naik turunnya keadaan perekonomian suatu negara. c. Pengangguran musiman adalah pengangguran akibat perubahan permintaan terhadap tenaga kerja yang sifatnya berkala:  Pada musim panen, petani sibuk memanen dan akan menganggur jika tidak tejadi musim panen.  Pada saat ada proyek, buruh bangunan sibuk bekerja. 19. Kerugian akibat pengangguran: a. Menurunnya produktivitas. b. Standar hidup menurun. c. Menurunnya pendapatan negara. d. Kegiatan ekonomi menurun. e. Meningkatnya biaya sosial. f. Meningkatnya kriminalitas dan kerawanan sosial. 20. Peran pemerintah dalam mengatasi permasalahan tenaga kerja: a. Memperluas kesempatan kerja. b. Meningkatkan pendidikan dan pelatihan kerja. c. Meningkatkan investasi. d. Pembinaan kewirausahaan. e. Program transmigrasi. f. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

34 – SMP 7 PENABUR 12/13

21. Pengangguran struktural membutuhkan: a. Pendidikan. b. Kursus-kursus. c. Pelatihan keterampilan. 22. Pengembangan industri padat karya dapat menyerap banyak tenaga kerja melalui pekerjaan umum seperti pembuatan jembatan, saluran air, pembuatan jalan, pembuatan bendungan, dll.

35 – SMP 7 PENABUR 12/13

Bab 16 Perekonomian Indonesia dan Pelaku Ekonomi
1. Sistem ekonomi adalah seluruh cara yang dilakukan negara untuk mengatur jenis produk yang dihasilkan, siapa yang dapat menghasilkan, dan bagaimana barang tersebut didistribusikan kepada masyarakat. 2. 3. Pada dasarnya, sistem ekonomia dibedakan menjadi dua yaitu Sistem ekonomi liberal/ kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Sistem ekonomi dapat diartikan sebagai cara atau seluruh proses dan kegiatan masyarakat dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup untuk mencapai kemakmuran dari negara tersebut. 4. Tujuan sistem ekonomi suatu negara pada umumnya: a. Menentukan apa, berapa banyak, dan bagaimana produk-produk dan jasa-jasa yang dibutuhkan akan dihasilkan. b. Memelihara dan meningkatkan hubungan ekonomi dengan luar negeri. c. Mencapai kemakmuran suatu bangsa atau negara. d. Perbedaan penerapan sistem ekonomi dapat terjadi karena perbedaan pemilikan sumber daya maupun perbedaan sistem pemerintahan suatu negara. 5. Penggolongan sistem ekonomi berdasarkan yang mengatur mekanisme: a. Sistem ekonomi tradisional. b. Sistem ekonomi pasar. c. Sistem ekonomi komando/ terpimpin.

36 – SMP 7 PENABUR 12/13

6.

Penggolongan sistem ekonomi berdasarkan yang mengatur kepemilikan aset: a. Sistem ekonomi kapitalis atau liberal. b. Sistem ekonomi sosialis. c. Sistem ekonomi campuran.

7.

Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi yang masih sangat dipengaruhi adat istiadat, kebiasaan dari norma-norma, dan budaya setempat.

8.

Cir-ciri sitem ekonomi tradisional: a. Alat yang digunakan dalam kegiatan ekonomi masih sangat sederhana. b. Hasil produksi barang atau jasa masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan sendiri. c. Masih berlaku sistem barter dalam berinteraksi. d. Modal untuk kegiatan ekonomi masih terbatas sehingga produktivitasnya juga rendah.

9.

Sistem ekonomi kapitalis atau liberal adalah teori ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu liberal klasik seperti Adam Smith dan French Physiocrats.

10. Konsep dari ekonomi liberal adalah bergerak ke arah suatu sistem ekonomi pasar bebas dan menuju perdagangan bebas. 11. Ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis: a. Pengkuan yang luas atas hak-hak pribadi. b. Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu. c. Individu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya. d. Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar. e. Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. ‘The Invisible Hand’ yang mengatur perekonomian menjadi efisien.
37 – SMP 7 PENABUR 12/13

f. Masyarakat terbagi menjadi golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh). g. Timbul persaingan dalam masyarakat dalam mencari kuntungan. h. Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi. 12. Kebaikan dan kelemahan kapitalisme. Kebaikan Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi karena masyarakat tidak perlu menunggu perintah/ komando pemerintah. Setiap individu bebas memiliki sumber daya produksi yang mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian. Timbul persaingan semangan untuk maju dari masyarakat. Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi karena adanya persaingan semangat antarmasyarakat. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan. Pengawasan politik dan sosial minimal karena tenaga, waktu, dan biaya yang diperlukan lebih kecil. Kelemahan Terjadi persaingan bebas yang tidak sehat. Masyarakat yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin atau adanya kesenjangan sosial antara yang kaya dan miskin. Banyak terjadi monopoli di masyarakat. Pemerataan pendapatan sulit dilakukan karena persaingan bebas.

 

 

 

38 – SMP 7 PENABUR 12/13

13. Negara-negara yang menganut paham liberal adalah: a. Amerika Serikat. b. Argentina. c. Bolivia. d. Brazil. e. Chili. f. Kanada. g. Meksiko. h. Venezuela. i. Austria. j. Belgia. k. Bulgaria. l. Italia. m. Polandia. n. Portugal. o. Rusia. p. Swedia. q. Irlandia. r. Israel. s. Jepang. t. Thailand. 14. Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi yang setiap kegiatan ekonomi pada suatu negara direncanakan, diatur, dan dilaksanakan oleh pemerintah sebagai pemilik kekuasaan sehingga pemerintah bersifat dominan dalam mengelola, mengatur, dan mengendalikan secara langsung kegiatan perekonomian.

39 – SMP 7 PENABUR 12/13

15. Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis. a. Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis. b. Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. c. Alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara. d. Tingkat harga dan bunga cenderung ditentukan oleh pemerintah.

16. Kebaikan dan kelemahan sistem ekonomi sosialis. Kebaikan 1. Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi ditentukan oleh pemerintah. 2. Tercapainya pemerataan pendapatan masyarakat. 3. Pemerintah mempunyai kebebasan dalam menentukan jenis-jenis produksi, distribusi, dan konsumsi. 4. Pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap kondisi perekonomian negara. 5. Pemerintah lebih mudah melaksanakan pengawasan dan pengendalian perekonomian. Kelemahan 1. Hak milik perseorangan tidak diakui. 2. Tidak ada kebebasan memilih pekerjaan (kreativitas masyarakat terhambat, produktivitas menurun, produksi dan perekonomian statis dan tidak berkembang). 3. Tidak ada inisiatif untuk kerja keras atau tidak ada dorongan untuk bekerja lebih baik, prestasi dan produksi menurun, ekonomi mundur. 4. Perekonomian berjalan tidak efisien.

40 – SMP 7 PENABUR 12/13

17. Sistem ekonomi sosialis pada umumnya dianut oleh negara komunis seperti: a. Cina. b. Kuba. c. Korea Utara. 18. Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi gabungan dari sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi sosialis. 19. Ciri-ciri sistem ekonomi campuran: a. Sektor ekonomi hidup berdampingan. b. Interaksi ekonomi terjadi di pasar. c. Persaingan dalam sistem campuran diperbolehkan. d. Adanya campur tangan manusia. 20. Alasan perlunya campur tangan pemerintah; a. Mencegah perusahaan-perusahaan besar turut mempengaruhi kebijakan politik dan ekonomi. b. Mencegah organisasi buruh (gabungan) menekan pengusaha dalam menentukan harga barang. 21. Indonesia menganut sistem demokrasi ekonomi, yaitu sistem ekonomi yang berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, atau disebut juga sistem ekonomi kerakyatan. 22. Sistem ekonomi di Indonesia dicerminkan oleh UUD 1945 pasal 33 ayat 1-4.

41 – SMP 7 PENABUR 12/13

23. Ciri-ciri sistem demokrasi ekonomi atau ekonomi kerakyatan adalah: a. Negara/ pemerintah menguasai hajat hidup orang banyak seperti BBM, pertambangan/ hasil bumi, air, dll. b. Negara berperan penting tetapi tidak dominan. Pihak swasta dan pemerintah hidup berdampingan dan saling mendukung. c. Masyarakat menjadi bagian penting dalam kegiatan ekonomi. d. Modal dan buruh tidak mendominasi perekonomian karena berdasarkan asas kekeluargaan.

42 – SMP 7 PENABUR 12/13

24. 8 ciri positif dan 3 ciri negatif dalam perekonomian Indonesia: 8 ciri positif 3 ciri negatif 1. Perekonomian disusun sebagai usaha 1. Sistem free fliht bersama berdasarkan asas liberalism dapat kekeluargaan. menimbulkan 2. Cabang-cabang produksi yang penting eksploitasi atau bagi negara dan menguasai hajat hidup penindasan rakyat banyak dikuasai oleh negara. terhadap rakyat, 3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang bangsa, atau negara. terkandung di dalamnya dikuasai oleh 2. Sistem etatisme, negara dan digunakan sebesar-besarnya sistem komando, untuk kemakmuran rakyat. atau terpimpin 4. Sumber kekayaan dan keuangan negara dimana negara digunakan dengan mufakat lembaga bersifat dominan perwakilan rakyat serta pengawasan terhadap kebebasan terhadap kebijaksanaan lembaga yang positif dan perwakilan rakyat. kreatif sehingga 5. Warga negara memiliki kebebasan dalam menekan dan memilih pekerjaan yang dikehendaki mematikan potensi serta mempunyai hak akan pekerjaan dan kreativitas dan penghidupan yang layak. kegiatan ekonomi di 6. Hak milik perorangan diakui dan luar milik negara. pemanfaatannya tidak boleh 3. Pemusatan ekonomi bertentangan dengan kepentingan umum. pada satu kelompok 7. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi dalam bentuk setiap warga negara dikembangkan monopoli yang sepenuhnya dalam batas yang tidak merugikan merugikan kepentingan umum. masyarakat. 8. Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

43 – SMP 7 PENABUR 12/13

25. Sektor usaha formal yaitu sektor usaha yang kegiatan usahanya

berbadan hukum atau memiliki izin usaha resmi dari pemerintah sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku, dibedakan
menjadi: a. BUMN/BUMD. b. BUMS. c. Koperasi. Perbedaan Arti BUMN/BUMD BUMN adalah badan usaha yang modalnya sebagian atau seluruhnya milik negara. BUMD adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pemerintah daerah pada tingkat provinsi, kabupaten, atau kotamadya. Contoh BUMN : Pertamina dan PLN BUMD: PD Pasar Jaya BUMS Badan usaha yang modal dan kegiatan usahanya dilakukan oleh masyarakat, baik secara individu atau kelompok. KOPERASI Usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

 Perusahaan  Koperasi perseorangan. simpan  CV. pinjam.  PT.  Koperasi Unit  Firma. Desa (KUD).  Yayasan.
44 – SMP 7 PENABUR 12/13

UUD 1945

Pasal 33 ayat 1 dan 2 Melayani masyarakat

Pasal 27 ayat 2

Pasa 33 ayat 1

Asas

Mengembangkan Kekeluargaan usaha dan mencari keuntungan Perorangan/ kelompok 1. Peningkatan nilai saham. 2. Peningkatan modal melalui maksimalisasi laba. Masyarakat 1. Kemudahan pelayanan usaha dan pengembanga n tingkat kesejahteraa n anggota. 2. Mencapai biaya usaha yang maksimal. Memberikan keuntungan kepada anggota

Pemilikan Tujuan

Negara 1. Melindungi kepentingan. 2. Pencapaian target laba yang layak.

Kebijakan Harga

Proses Pengambilan Keputusan

Berorientasi pada kemampuan konsumen Ada campur tangan pemerintah termasuk dalam pengendalian

Kekuatan pasar

Bebas sepanjang Terbatas dan sesuai dengan berdasarkan wewenang dan ketentuan UU. ketentuan yang ada.

45 – SMP 7 PENABUR 12/13

26. Sektor usaha informal adalah sektor usaha yang melakukan kegiatan ekonomi dengan modal sendiri dan tidak memiliki izin usaha dari pemerintah karena tidak berbadan hukum, seperti: a. Pedagang asongan. b. Pedagang kaki lima. c. Tukang cukur keliling. d. Tukang sepatu sol keliling. e. Tukang jahit. f. Tukang tambal ban. 27. Ciri-ciri sektor usaha informal: a. Tidak memiliki izin usaha resmi dari pemerintah karena tidak berbadan hukum. b. Tempat usahanya sering berpindah tempat. c. Modal relatif kecil. d. Tidak membayar pajak. e. Kelangsungan usaha kurang terjamin. 28. Pelaku utama dalam perekonomian Indonesia: a. Pemerintah sebagai pelaku ekonomi dan pengatur ekonomi:  Melakukan usaha-usaha penting bagi masyarakat meliputi produksi, konsumsi, dan distribusi. (pelaku ekonomi).  Menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan rakyat dan pemerintah.  Kegiatan konsumsi pemerintah berupa:  Pembelian peraltan kantor.  Membayar gaji pegawai negeri.  Pembelian peralatan untuk pertahanan negara seperti senjata.

46 – SMP 7 PENABUR 12/13

 Kegiatan distribusi:  Distribusi bahan bakar.  Penyaluran beras dari petani kepada rakyat melalui Bulog.  Pengatur ekonomi melalui peraturan atau undang-undang untuk mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan perekonomian.  UU No.25/1992 tentang perkoperasian.  UU No.10/1998 tentang Perbankan.  UU No.16/2000 tentang perpajakan. b. Swasta sebagai pelaku ekonomi.  Membantu pemerintah melaksanakan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.  Menambah pendapatan negara berupa pajak dan devisa melaui kkegiatan perdagangan internasional melalui kegiatan ekspor.  Rekan kerja pemerintah dalam memenuhi kebutuhan perekonomian negara dan pembangunan ekonomi.  Menciptakan lapangan kerja sehingga banyak menyerap pengangguran. c. Koperasi sebagai pelaku ekonomi.  Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meingkatkan kesejahteraan.  Berperan aktif mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.  Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.
47 – SMP 7 PENABUR 12/13

 Berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupaka usaha bersama. 29. Barang-barang vital yang dikuasai negara: a. Pangan, pakaian, dan perumahan. b. Bahan bakar minyak. c. Sarana dan prasarana:  Sarana transportasi.  Sarana informasi dan komunikasi.  Bendungan dan waduk.  Gedung sekolah.  Rumah sakit. 30. Prinsip koperasi Indonesia: a. Keanggotaan bersifat terbuka dan sukarela. b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis. c. Pembagian sisa hasil usaha (SHU) dilakukan secara adil dan sebanding dengan besarnya jasa udaha masing-masing anggota. d. Pemberian balas jasa yang terbtas terhadap modal. e. Kemandirian yang tidak selalu bergantung pada pisahk lain. f. Pendidikan perkoperasian dalam pengetahuan dan keterampilan anggotanya. g. Kerja sama antarkoperasi untuk mewujudkan tujuan koperasi. 31. Tujuan koperasi Indonesia: a. Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya. b. Memajukan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. c. Ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur.

48 – SMP 7 PENABUR 12/13

32. Landasan koperasi Indonesia: a. Idiil b. Struktural c. Operasional : Pancasila. : UUD 1945. :

 UUD 1945 pasal 33 ayat 1.  UU perkoperasian No.25/1992.  Ketetapan MPR/ 1993 tentang GBHN. d. Landasan mental : kesetiakawanan sosial, mandiri, dan kesadaran pribadi. 33. Perangkat organisasi koperasi: a. Rapat anggota (kekuasaan tertinggi). b. Pengurus untuk memimpin kegiatan koperasi selama masa kepengurusan, yang diangkat dan diberhentikan oleh rapat anggota. c. Pengawas untuk mengawasi koperasi hingga mencapai tujuan.

49 – SMP 7 PENABUR 12/13

Bab 17. Pajak
1. Dasar hukum negara memungut pajak: a. UUD 1945 pasala 23 ayat 2: pajak dan pungutan lainnya yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur oleh Undangundang. b. Undang-undang perpajakan:  UU No.16/2000 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan.  UU No.36/2008 tentang pajak penghasilan.  UU No. 18/2000 tentang pajak pertambahan nilai barang atau jasa (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPNBM).  UU No. 12/1994 tentang pajak bumi dan bangunan (PBB).  Peraturan Pemerintah No.24/2000 tentang bea materai.

2.

Pajak adalah iuran rakyat kepada negara berdasarkan undangundang sehingga dapat dipaksakan dengan tidak mendapatkan balas jasa secara langsung untuk membiayai pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum.

3.

Lembaga pemerintah yang mengelola perpajakan di Indonesia adalah Direktorat Jenderal Pajak yang merupakan salah satu Direktorat Jenderal Departemne Keuangan Republik Indonesia.

50 – SMP 7 PENABUR 12/13

4.

Hasil pemungutan pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran kolektif seperti membangun jalan, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum lainnya.

5.

Ciri-ciri pajak: a. Dipungut oleh negara berdasarkan undang-undang. b. Alih dana dari sektor swasta ke sektor negara. c. Untuk keperluan pembiayaan umum pemerintah dalam menjalankan fungsi pemerintahan dan pembangunan. d. Tidak ditunjukkan adanya imbalan individual oleh pemerintah terhadap pembayaran pajak yang dilakukan oleh para wajib pajak. e. Berfungsi budgeter yaitu mengisi kas negara untuk menutup pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan. f. Berfungsi mengatur atau melaksanakan kebijakan negara dalam lapangan ekonomi dan sosial.

6.

Unsur-unsur pajak: a. Wajib pajak atau subjek pajak adalah orang pribadi atau badan menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan melakukan kewajiban perpajakan. b. Objek pajak adalah sasaran pengenaan pajak atau hal-hal menurut undang-undang dikenakan pajak seperti penghasilan, gaji, Laba, Dan bonus. c. Tarif pajak adalah tingkat presentase pengenaan pajak atau besar kecilnya jumlah yang harus dikenakan atau dibayar oleh wajib pajak seperti 5%, 10%, atau 15%.
51 – SMP 7 PENABUR 12/13

7.

Secara struktural, tarif pajik dibagi menjadi: a. Tarif proposional yaitu tarif pajak yang presentaseya tetap meskipun terjadi perubahand asar pajak. b. Tarif regresif yaitu tarif pajak yang menurun ketika dasar pengenaan pajak meningkat. c. Tarif progresif yaitu tarif pajak akan semakin naik sebanding dengan naiknya dasar pengenaan pajak. d. Tarif degresif yaitu kenaikan pressentase tarif pajak akan semakin rendah ketika dasar pengenaan pajak semakin meningkat.

8.

Tarif pajak yang berlaku untuk pajak penghasilan di Indonesia adalah tarif progresif sesuai pasa 17 undang-undang pajak penghasilan.

9.

Pajak pertambahan nilai berlaku pajak proposional yatu 10%.

10. Fungsi pajak: a. Fungsi anggaran (budgetair), Sumber pendapatan negara untuk membiayai pengeluaran negara dalam menjalankan tugas rutin negara dan melaksanakan pembangunan. b. Fungsi mengatur (regulerend), alat untuk mencapai tujuan.  Pemerintah menetapkan bea masuk tinggi untuk produksi luar negeri untuk melindungi produksi dalam negeri. c. Fungsi stabilitas, mengendalikan inflasi, mengatur peredaran uang rakyat, dan penggunaan pajak secara efektif dan efisien. d. Fungsi retribusi pendapatan, membiayai semua kepentingan umum, membuka kesempatan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
52 – SMP 7 PENABUR 12/13

11.

Syarat pemungutan pajak: a. Pemungutan pajak harus adil.  Dengan mengatur hak dan kewajiban para wajib pajak.  Pajak diberlakukan pada setiap warga negara yang memnuhi syarat.

b. Pengaturan pajak berdasarkan UU.  Sesuai pasal 23 ayat 2 bahwa pajak dan pungutan yang bersifat untuk keperluan negara diatur berdasarkan undang-undang:  Pemungutan pajak yang dilakukan oleh negara yang berdasarkan UU tersebut harus dijamin kelancarannya.  Jaminan hukum terhadap wajib pajak untuk tidak diperlakukan secara umum.  Jaminan hukum akan terjaga kerahasiaan bagi para wajib pajak.

c. Pungutan pajak tidak mengganggu perekonomian. d. Pemungutan pajak harus efisien. e. Sistem pemungutan pajak harus sederhana.

53 – SMP 7 PENABUR 12/13

12. Asas pajak menurut Adam Smith dalam bukunya The Wealth of Nations dengan ajarannya The Four Maxims: a. Asas equality atau asas keseimbangan dengan kemampuan atau asas keadilan, pemungutan pajak dilakukan oleh negara sesuai dengan kemampuan dan penghasilan wajib pajak dan tidak boleh diskriminatif. b. Asas certainty atau asas kepastian hukum, pemungutan pajak harus berdasarkan UU sehingga bagi yang melanggar akan dikenai sanksi hukuman. c. Asas conviniency of payment atau asas pemungutan pajak yang tepat waktu atau asas kesenangan, pajak harus dipungut pada saat yang tepat bagi wajib pajak. d. Asas eficiency atau asas sekonomis, biaya pungutan pajak diusahakan sehemat mungkin.

13. Asas pemungutan pajak menurut Adolf Wagner: a. Asas politik finansial, pajak yang dipungut negara jumlahnya memadai sehingga dapat membiayai kegiatan negara. b. Asas ekonomi, penentuan objek pajak harus tepat. c. Asas keadilan, pungutan pajak berlaku secara umum tanpa diskriminasi untuk kondisi yang sama.

14. Asas administrasi, menyangkut masalah kepastian perpajakan, penagihan dan besarnya biaya pajak.

15. Asas yuridis, segala pungutan pajak harus berdasarkan UU.
54 – SMP 7 PENABUR 12/13

16. Asas pengenaan pajak: a. Asas domisili/ kependudukan, pajak penghasilan bagi penduduk atau badan yang berkedudukan di suatu negara. b. Asas sumber, pajak penghasilan orang pribadi atau badan bersangkutan dari sumber-sumber yang berada di negara tersebut. c. Asas kebangsaan atau asas nasionalitas atau asas kewarganegaraan, pajak berdasarkan status kewarganegaraan dari orang atau badan yang memperoleh penghasilan.

17. Jenis pajak berdasarkan siapa yang memungut: a. Pajak negara/pusat, pajak yang dikelola oleh pemerintah pusat oleh Direktorat Jenderal Pajak dalam lingkungan Departemen Keuangan.  Pajak penghasilan/PPh.  Pajak bumi dan bangunan/PBB.  Pajak pertambahan nilai/PPN.  Pajak kekayaan.  Bea materai. b. Pajak daerah, pajak yang dipungut dan dikelola pemerintah daerah:  Daerah provinsi:  Pajak kendaraan bermotor/PKB.  Bea balik nama kendaraan bermotor.  Daerah kabupaten/ kotamadya:  Pajak hotel.  Pajak restoran.  Pajak penerangan jalan.
55 – SMP 7 PENABUR 12/13

 Pajak pengambilan bahan galian golongan C.

18. Jenis pajak berdasarkan siapa yang menanggung pajak: a. Pajak langsung adalah pajak yang harus dipikul sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dipindahkan kepada orang lain:  PPh.  PBB.  PKB. b. Pajak tidak langsung adalah pajak yang dikenakan terhadap barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan yang bebannya dapat dipindahkan ke pihak lain:  PPN.  Bea cukai.  Bea materai.

19. Jenis pajak berdasarkan sifatnya: a. Pajak subjektif (pribadi) adalah pajak yang pemungutannya memperhatikan keadaan atau kemampuan wajib pajak:  PPh.  PBB. b. Pajak objektif adalah pajak yang pemungutannya tidak memperhatikan keadaan atau kemampuan wajib pajak.  PPN.  PPN BM.

56 – SMP 7 PENABUR 12/13

20. Retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan pribadi atau badan: a. Pembayaran jasa pelabuhan b. Pembayaran jasa kebersihan. c. Pembayaran jasa jalan. d. Pembayaran jasa SIM.

21. Perbedaan pajak dan retribusi. 22. Pajak penghasilan dikenakan kepada subjek pajak yang memperoleh penghasilan yang merupakan objek pajak. 23. Subjek pajak yang memperoleh penghasilan merupakan objek pajak yang disebut wajib pajak. 24. Pajak penghasilan sesuai dengan UU No.36/2008 yaitu pajak penghasilan dikenakan terhadap orang pribadi atau badan sesuai dengan penghasilan yang diterima slama satu tahun pajak. 25. Tahun pajak adalah jangka waktu satu tahun buku mulai 1 Januari – 31 Desember, selama 12 bulan.

57 – SMP 7 PENABUR 12/13

26. Subjek pajak penghasilan adalah pembayar: a. Orang pribadi atau perseorangan. b. Warisan belum terbagi. c. Badan yang didirikan atau berkedudukan di Indonesia:  Perseroan Terbatas.  Perseroan Komanditer.  Firma.  Koperasi.  BUMN/BUMD.  Yayasan.  Dana Pensiun.

27. Objek pajak penghasilan adalah penghasilann atau setiap tambahan ekonomis yang diterima wajib pajak untuk konsumsi atau menambah kekayaan wajib pajak: a. Gaji, upah, komisi, bonus. b. Laba perusahaan. c. Bunga.

28. Tidak termasuk objek pajak: a. Sumbangan termasuk zakat. b. Harta hibah yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis lurus. c. Warisan.

58 – SMP 7 PENABUR 12/13

29. Menurut UU No.36 Tahun 2008, pelunasan pajak penghasilan dalam tahun berjalan dilakukan dengan cara: a. Pemotongan dan pemungutan oleh pihak lain. b. Pembayaran oleh wajib pajak sendiri. 30. Untuk mngetahui besarnya pajak penghasilan yang terutang untuk tahun pajak yang bersangkutan, wajib pajak terlebih dahulu perlu mengetahui besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), Penghasilan Kena Pajak (PKP), dan tarif pajak. 31. Penghasilan Tidak Kena Pajak adalah penghasilan yang tidak dikenakan pajak atau pengurangan terhadap kewajiban pajak penghasilan yang harus dibayar wajib pajak di Indonesia. 32. Penghasilan Tidak Kena Pajakk diberikan untuk wajib pajak dalam status kawin atau belum kawin dan tambahan wajib pajak yang mempunyai tanggungan anggote keluarga sedarah (anak) dan anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya. 33. PTKP mulai 1 Januari 2009 sebesar: a. Rp 15.840.000,00 untuk diri wajib pajak. b. Rp 1.320.000,00 tambahan untuk wajib pajak yang kawin. c. Rp 15.840.000,00 tambahan untuk istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami. d. Rp 1.320.000,00 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 orang setiap keluarga.

59 – SMP 7 PENABUR 12/13

34. PKP adalah penghasilan yang dikenakan pajak dengan dasar penetapapn tarif guna menghitung besarnya pajak penghasilan terutang untuk satu tahun pajak.

35. Cara menghitung besarnya PKP PKP = Penghasilan Bruto – biaya - PTKP 36. Menurut UU No.36 Tahun 2008, tarif pajak adalah: Lapisan s.d. Rp Di atas Di atas Di atas Penghasilan Kena Pajak 50 juta Rp 50 juta-250 juta Rp 250 juta-500 juta Rp 500 juta Tarif Pajak 5% 15% 25% 30%

37. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah pajak yang dikenakan terhadap bumi dan atau bangunan yang bersifat kebendaan. 38. Objek pajak PBB adalah Bumi dan atau bangunan. 39. Bumi adalah permukaan bumi (tanah/perairan) dan tubuh bumi yang ada di dalamnya. 40. Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanamkan atau diletakkan secara tetap pada tanah dan atau perairan di wilayah RI. Contoh: a. Rumah tempat tinggal. b. Bangunan tempat usaha. c. Gedung. d. Kolam renang. e. Anjungan minyak lepas pantai.

60 – SMP 7 PENABUR 12/13

41. Objek pajak yang dikecualikan: a. Masjid, gereja, rumah sakit, sekolah. b. Kuburan. c. Hutan lindung, suaka alam, hutan wisata, taman nasional. d. Dimiliki oleh perwakilah diplomatik. 42. Subjek pajak adalah orang pribadi atau badan yang secara nyata : a. Mempunyai hak atas bumi. b. Memperoleh manfaat atas bumi. c. Memiliki/ menguasai atas bangunan. d. Memperoleh manfaat atas bangunan.

43. Dasar pengenaan PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). 44. NJOP ditentukan per wilayah berdasarkan keputusan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak.

45. NJOPTKP adalah batas NJOP atas bumi dan atau bangunan yang tidak kena pajak setinggi-tingginya Rp 12 juta, dengan ketentuan: a. Setiap wajib pajak memperoleh pengurangan NJOPTKP sebanyak satu kali dalam satu tahub pajak. b. Apabila wajib pajak mempunyai beberapa objek pajak, maka yang mendapatkan pengurangan NJOPTKP hanya satu objek yang nilainya terbesar.

46. Besarnya tarif PBB adalah 0,5%.

61 – SMP 7 PENABUR 12/13

47. Cara menghitung PBB: a. Jika objek pajak kurang dari Rp 1 Milyar. = 0,5% x 20% x (NJOP – NJOPTKP) = 0,1% x (NJOP – NJOPTKP) b. Jika objek pajak kurang dari Rp 1 Milyar. = 0,5% x 40% x (NJOP – NJOPTKP) = 0,2% x (NJOP – NJOPTKP) 48. Bea materai adalah pajak atas dokumen-dokumen tertentu yang disebut dalam undang-undang Bea Materai, yang dipakai oleh masyarakat dalam lalu lintas hukum.

49. Dokumen adalah kertas yang berisikan tulisan yang mengandung arti dan maksud tentang perbuatan, keadaan, atau kenyataan bagi seseorang atau pihak-pihak yang berkepentingan. 50. Benda materai adalah meterai tempel dan kertas materai yang dikeluarkan oleh pemerintah RI. 51. Dokumen yang tidak terutang bea materai adalah: a. Surat yang memuat jumah uang yang memiliki nominal samapai dengan Rp 250.000,00. b. Surat berharga seperti wesel, promes, aksep yang mempunyai nilai nominal sampai dengan Rp 250.000,00.

62 – SMP 7 PENABUR 12/13

52. Dokumen yang tidak dikenakan biaya materai: a. Surat penyimpanan barang. b. Surat angkutan penumpang dan barang. c. Surat pengiriman barang. d. Segala bentuk ijazah. e. Tanda terima gaji.

53. Dokumen yang dikenakan bea materai Rp 6.000,00: a. Surat perjanjian. b. Akta notaris. c. Akta yang dibuat PPAT. d. Surat yang memuat jumlah uang yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp 1 juta. e. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan.

54. Dokumen yang dikenakan bea materai Rp 3.000,00: a. Surat yang memuat jumlah uang dengan nominal Rp250.000,00-Rp 1 juta. b. Surat berharga seperti wesel, promes, aksep yang mempunyai nilai nominal sampai dengan Rp250.000,00-Rp 1 juta. c. Efek dengan nama dalam bentuk apa pun yang mempunyai harga nominal sampai dengan Rp 1 juta. d. Sekumpulan efek dengan nama yang mempunyai harga nominal sampai dengan Rp 1 juta.

63 – SMP 7 PENABUR 12/13

Bab 18 Permintaan, Penawaran, dan Pembentukan Harga
1. Permintaan adalah sejumlah barang atau jasa yang ingin dibeli dengan berbagai kemungkinan harga dalam jangka waktu tertentu. 2. Faktor yang dapat mempengaruhi permintaan terhadap suatu barang: a. Harga barang, jika harga barang naik maka jumlah permintaan akan turun dan sebaliknya. b. Tingkat pendapatan, jika pendapatan naik, maka jumlah permintaan cenderung naik dan sebaliknya. c. Jumlah penduduk. d. Selera masyarakat. e. Harga barang pengganti (substitusi). f. Perkiraan masa depan/estimasi di masa yang akan datang.

3.

Hukum permintaan berbunyi bila harga suatu barang naik maka permintaan tersebut turun, sebaliknya jika harga barang turun permintaan naik .

4.

Hukum permintaan akan berlaku apabila keadaan yang mempengaruhi tetap atau tidak berubah cateris paribus.

64 – SMP 7 PENABUR 12/13

5.

Permintaan dilihat dari kemampuan daya beli konsumen: a. Permintaan efektif yaitu permintaan yang didukung dengan daya beli dan sudah terjadi transaksi. b. Permintaan potensial yaitu permintaan yang didukung dengan kemampuan daya beli, namun konsumen tidak membeli. c. Permintaan absolut yaitu permintaan yang tidak didukung daya beli sehingga hanya merupakan keinginan belaka .

6.

Permintaan dilihat dari pelakunya: a. Permintaan individu yaitu permintaan terhadap suatu barang yang dilakukan perorangan. b. Permintaan masyarakat yaitu permintaan terhadap suatu barang yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya, biasanya mencakup barang-barang pemenuhan kebutuhan sehari-hari .

7.

Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual di pasar dengan berbagai kemungkinan harga daam jangka waktu tertentu.

8.

Faktor yang mempengaruhi produsen dalam menawarkan produknya: a. Harga barang itu sendiri. b. Harga barang lain. c. Biaya atau ongkos produksi. d. Keuntungan yang diharapkan. e. IPTEK. f. Sumber daya ekonomi. g. Faktor persaingan. h. Faktor nonekonomi.
65 – SMP 7 PENABUR 12/13

9.

Hukum penawaran berbunyi jika harga barang naik maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik dan sebaliknya.

10. Jenis elastisitas permintaan: a. ED = 1 yaitu elastisitas uniter adalah bila harga naik atau turun 1% maka permintaan akan naik atau turun 1%. b. ED > 1 yaitu elastis adalah bila harga naik atau turun 1% maka permintaan akan naik atau turun lebih dari 1%. c. ED < 1 yaitu inelastis uniter adalah bila harga naik atau turun 1% maka permintaan akan naik atau turun kurang dari 1%. d. ED = 0 yaitu inelastis sempurna adalah perubahan harga tidak mempengaruhi permintaan. e. ED = ~ yaitu elastis sempurna adalah konsumen sanggup membeli berapa saja jumlah barang yang dijual pada tingkat harga tertentu. 11. Jenis elastisitas penawaran: a. ES = 1 yaitu elastisitas uniter adalah bila harga naik atau turun 1% maka penawaran akan naik atau turun 1%. b. ES > 1 yaitu elastis adalah bila harga naik atau turun 1% maka penawaran akan naik atau turun lebih dari 1%. c. ES < 1 yaitu inelastis uniter adalah bila harga naik atau turun 1% maka penawaran akan naik atau turun kurang dari 1%. d. ES = 0 yaitu inelastis sempurna adalah produsen tidak bisa menambah penawaran barangnya meskipun tingkat harga barang naik. e. ES = ~ yaitu elastis sempurna adalah produsen hanya mau menjual semua barang pada tingkat harga tertentu.

66 – SMP 7 PENABUR 12/13

12. Harga pasar adalah harga yang disepakati oleh penjual dan pembeli karena pada harga tersebut terjadi keseimbangan antara jumlah barang yang diminta dan yang ditawarkan. 13. Macam-macam pembeli: a. Pembeli marginal yaitu seorang pembeli mampu membeli sama dengan harga pasar. b. Pembeli super marginal yaitu seorang pembeli mampu membeli di atas harga pasar. c. Pembeli sub marginal yaitu seorang pembeli mampu membeli di bawah harga pasar. 14. Macam-macam produsen: a. Produsen marginal yaitu produsen menjual produknya sama dengan harga pasar. b. Produsen super marginal yaitu produsen berani menjual produknya di bawah harga pasar. c. Produsen sub marginal yaitu produsen menjual produknya di atas harga pasar. 15. Macam-macam harga pasar: a. Harga subjektif yaitu taksiran atau perkiraan terhadap suatu barang dan jasa yang akan dijual. b. Harga objektif yaitu harga yang telah disepakati antara penjual dan pembeli melalui tawar menawar. c. Harga pokok yaitu jumlah atau nilai yang diperlukan untuk membuat suatu barang. d. Harga jual yaitu harga pokok ditambah dengan laba yang diinginkan.
67 – SMP 7 PENABUR 12/13

16. Penetapan harga oleh pemerintah: a. Harga minimum yaitu batas terendah yang diberlakukan terhadap suatu barang. b. Harga maksimum yaitu batas tertinggi yang diberlakukan terhadap suatu barang. c. Harga patokan stempat yaitu harga yang diberlakukan terhadap suatu barang untuk daerah tertentu.

17. Faktor yang mempengaruhi harga: a. Permintaan terhadap suatu barang. b. Penawaran dari produsen. c. Selera konsumen. d. Biaya produksi. e. Harapan akan laba. f. Kebutuhan akan uang.

68 – SMP 7 PENABUR 12/13

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful