BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Mengingat akan pentingnya arti sebuah konstitusi yang merupakan aturan-aturan dasar yang dibentuk dalam mengatur hubungan antar Negara dan warga Negara. Konstitusi juga dapat dipahami sebagai bagian dari social contrct (kontrak social) yang memuat aturan main dalam berbangsa dan bernegara.serta satu-satunya peraturan yang di buat untuk memberikan batasan-batasan tertentu terhadaap jalananya pemerinetahan.sehingga dengan hal itu merupkan hal yang pentinglah kiranya bagi kita untuk mempeljari dan memahami semua hal yang berhubungan dengan konstitusi dan perundang-undangan.oleh kerena itu kami akan mencoba memeberikan sedikit gambaran tentang konstitusi ini secara umum dan bagaimana peranannya dalam sebuah Negara.

1.2RUMUSANMASALAH

Dalam makalah ini kami memberikan suatu gambaran yang jelas tentang konstitusi dalam suatu negara yang dijalankan melalui perundang-undangan dibawahnya,bagaimana keberadaan konstitusi ini dalam sebuah negara,yang mana dalam prakteknya di indonesia konstitusi/UUD '45 ini pernah mangalami amandemen,tentang demokrasi di negara hukum dan upaya menumbuhkan kesadaran berkonstitusi.

1.3TUJUAN MAKALAH

Adapun yang menjadi tujuan penulisan makalah ini adalah agar pembaca sekalian mengetahui tentang apa yang dimaksud dengan konstitusi dan peraturan perundang-undangan lainnya yang setiap negara memilikinya termasuk juga negara kita indonesia.yang mana dengan memiliki pemahaman tentang konstitusi dan perundang-undangan ini kita sebagi generasi penerus bangsa akan mempunyai arah dan pedoman yang jelas dalam melanjutkan pembangunan ini di masa yang akan datang yang pada prinsipnya semua agenda penting kenegaraan, serta prinsip – prinsip dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, telah tercoverdalam konstitusi dan dilaksanakandalam bentuk perundang-undangan.untuk itu kami rasa perlu dalam makalah ini mengajak rekan-rekan sekalian untuk mempelari semua hal yang berhubungan dengan konstitusi ini dan menumbuhkan kesadaran berkonstitusi kita sebagai warga Negara.

BAB II PEMBAHASAN

2.1

PERATURAN

PERUNDANG-UNDANGAN

DI

INDONESIA

Peraturan perundang-undangan adalah peraturan tertulis yang dibentuk oleh lembaga negara atau pejabat yang berwenang dan mengikat secara umum.

Jenis

dan

hierarki

Hierarki maksudnya peraturan perundang-undangan yang lebih rendah tidak boleh

UUD1945 ditempatkan dalam lembaran negara republik indonesia.bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.UUD 1945 Merupakan hukum dasar dalam peraturan perundang-undangan. Materi muatan UU : mengatur lebih lanjut ketentuan UUD '45 yang meliputi: HAM. hak dan kewajiban warga negara. materi muatannya sama dengan undang-undang.Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang(Perpu) Peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh presiden dalam hal ikhwal kegentingan yang memaksa.berikut adalah hieraki peraturan perundang-undangan di indonesia menurut Undang-Undang No 10/2004 tentang pembentukan peraturan perundang –undangan : 1. Undang-Undang (UU) Peratuaran perundang-undangan yang dibentuk oleh DPR dengan persetujuan bersama presiden.serta keuangan negara.kewarganegaraan dan kependudukan. . 3. 2.pelaksanaan dan penegakan kedaulatan negara serta pembagian kekuasaan negara.wilayah dan pembagian daerah.

Materi muatannya adalah seluruh muatan dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah dan tugas pembantuan.Peratuaran Pemerintah(PP) PP adalah perturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh presiden untuk menjalankan UU sebagaimana mestinya. 6. Peraturan Presiden(perpres) Merupakan peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh presiden.Materi muatan PP adalah materi untuk menjalankan UU sebagaimana mestinya.serta perdasus dan perdasi yang berlaku di provinsi papua dan papua barat.bupati/walikota). Termasuk pula Qanun yang berlaku di NAD.materi muatannya adalah materi yang diperintahkan oleh undang-undang atau materi untuk melaksanakan PP. 5.4. Perturan Daerah(Perda) Merupakan peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh DPRD dengan persetujuan bersama kepala daerah(gubernur.dan penampung kondisi khusus daerah serta penjabaran lebih lanjut peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. .

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). serikat buruh.2 KEDUDUKAN KONSTITUSI Dalam pengertian yang sederhana. sebagaimana dikemukakan oleh Phillips Hood and Jackson sebagai berikut” “a body of laws. Organisasi dimaksud beragam bentuk dan kompleksitas strukturnya. Demikian pula negara. perkumpulan masyarakat di daerah tertentu. tetap memiliki aturan-aturan yang tumbuh menjadi konstitusi dalam pengalaman praktek ketatanegaraan dan para ahli tetap dapat menyebut adanya konstitusi dalam konteks hukum tata negara Inggris. konstitusi adalah suatu dokumen yang berisi aturan-aturan untuk menjalankan suatu organisasi. perkumpulan sosial sampai ke organisasi tingkat dunia seperti misalnya Perkumpulan ASEAN. European Communities (EC). ke dalam konsep konstitusi itu tercakup juga pengertian peraturan tertulis dan tidak tertulis. organisasi-organisasi kemasyarakatan. World Trade Organization (WTO).aturan yang mengenai ketentuan pidana hanya dapat dimuat dalam undang-undang dan peraturan daerah 2. mulai dari organisasi mahasiswa.Dari peraturan perundang-undangan tersebut.” Dengan demikian. Peraturan tidak tertulis berupa kebiasaan dan konvensi-konvensi ke- . customs and conventions that define the composition and powers of the organs of the State and that regulate the relations of the various State organs to one another and to the private citizen. Bahkan negara yang tidak memiliki satu naskah konstitusi seperti Inggris. organisasi bisnis. pada umumnya selalu memiliki naskah yang disebut sebagai konstitusi atau Undang-Undang Dasar. dan sebagainya semuanya membutuhkan dokumen dasar yang disebut konstitusi. organisasi politik.

Meskipun. yang pertama kali diadopsi dalam konvensi khusus ( special convention ) dan kemudian disetujui oleh wakil-wakil rakyat terpilih dalam forum perwakilan negara yang didirikan bersama. Dalam hubungannya dengan kewenangan mengubah UUD. tetapi yang diterapkan sesungguhnya adalah sistem perwakilan. mengatur hubungan antar organ-organ negara itu.negaraan (ketatanegaraan) yang menentukan susunan dan kedudukan organ-organ negara. dan mengatur hubungan organ-organ negara tersebut dengan warga negara. Berlakunya suatu konstitusi sebagai hukum dasar yang mengikat didasarkan atas kekuasaan tertinggi atau prinsip kedaulatan yang dianut dalam suatu negara. Jika negara itu menganut paham kedaulatan rakyat. Hal itu dapat dilakukan secara langsung oleh rakyat. . misalnya melalui referendum. atau dengan cara tidak langsung melalui lembaga perwakilan rakyat. muncul pula pengertian constituent act . rakyatlah yang dianggap menentukan berlakunya suatu konstitusi. Hal inilah yang disebut oleh para ahli sebagai constituent power yang merupakan kewenangan yang berada di luar dan sekaligus di atas sistem yang diaturnya. Dalam hubungan dengan pengertian constituent power tersebut di atas. Karena itu. Dalam hubungan ini. maka raja yang menentukan berlaku tidaknya suatu konstitusi. konstitusi dianggap sebagai constituent act . Jika yang berlaku adalah paham kedaulatan raja. seperti yang dilakukan di Irlandia pada tahun 1937.secara tidak langsung ini misalnya dilakukan di Amerika Serikat dengan menambahkan naskah perubahan Undang-Undang Dasar secara terpisah dari naskah aslinya. dalam pembukaan Konstitusi Amerika Serikat (preambule ) terdapat perkataan “We the people”. maka sumber legitimasi konstitusi itu adalah rakyat. di lingkungan negara-negara demokrasi.

Konstitusi merupakan hukum yang lebih tinggi atau bahkan paling tinggi serta paling fundamental sifatnya. It is enacted not by the ordinary legislative authority but by some higher and specially empowered body. Constituent power mendahului konstitusi. dan konstitusi mendahului organ pemerintahan yang diatur dan dibentuk berdasarkan konstitusi. dikembangkannya pengertian constituent power berkaitan pula dengan pengertian hirarki hukum ( hierarchy of law ). When any of its provisions conflict with the provisions of the ordinary law. maka agar peraturan-peraturan yang tingkatannya berada di bawah Undang-Undang Dasar dapat berlaku dan diberlakukan.bukan produk peraturan legislatif yang biasa ( ordinary legislative act ). meskipun Konstitusi Amerika tidak secara eksplisit memberikan kewenangan demikian kepada Mahkamah Agung . konstitusi tertulis merupakan : “The instrument in which a constitution is embodied proceeds from a source different from that whence spring other laws. and exerts a sovereign force. Basis pokok berlakunya konstitusi adalah adanya kesepakatan umum atau persetujuan (consensus) di antara mayoritas rakyat mengenai bangunan yang diidealkan berkenaan . Seperti dikatakan oleh Bryce. Sesuai dengan prinsip hukum yang berlaku universal. is regulated in a different way. Atas dasar logika demikian itulah maka Mahkamah Agung Amerika Serikat menganggap dirinya memiliki kewenangan untuk menafsirkan dan menguji materi peraturan produk legislatif ( judicial review ) terhadap materi konstitusi. Karena itu. it prevails and the ordinary law must give way”. karena konstitusi itu sendiri merupakan sumber legitimasi atau landasan otorisasi bentuk-bentuk hukum atau peraturanperaturan perundang-undangan lainnya. peraturan-peraturan itu tidak boleh bertentangan dengan hukum yang lebih tinggi tersebut.

1965 dan 1998. maka runtuh pula legitimasi kekuasaan negara yang bersangkutan. Perubahan k edua dilakukan dalam sidang Tahunan MPR Tahun 2000 . dan pada gilirannya perang saudara ( civil war ) atau revolusi dapat terjadi. terbentuknya good governance . A rah p erubahan p ertama UUD 1945 adalah membatasi kekuasaan Presiden dan memperkuat kedudukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai lembaga legislatif. di Amerika pada tahun 1776. ataupun di Indonesia pada tahun 1945. Perubahan kedua menghasilkan rumusan perubahan pasal-pasal yang meliputi masalah wilayah negara dan pembagian pemerintahan daerah. Hal ini misalnya.dengan negara. Perubahan p ertama dilakukan dalam Sidang Umum MPR Tahun 1999 . Jika kesepakatan umum itu runtuh. Perubahan UUD 1945 dilakukan secara bertahap dan menjadi salah satu agenda Sidang MPR dari 1999 hingga 2002 . yaitu revolusi penting yang terjadi di Perancis tahun 1789. dan di Rusia pada tahun 1917. tercermin dalam tiga peristiwa besar dalam sejarah umat manusia. • PERUBAHAN UUD 1945 Salah satu keberhasilan yang dicapai oleh bangsa Indonesia pada masa reformasi adalah reformasi konstitusional ( constitutional reform ) . Reformasi konstitusi dipandang merupakan kebutuhan dan agenda yang harus dilakukan karena UUD 1945 sebelum perubahan dinilai tidak cukup untuk mengatur dan mengarahkan penyelenggaraan negara sesuai harapan rakyat. serta mendukung penegakan demokrasi dan hak asasi manusia. dan ketentuan-ketentuan terperinci tentang HAM. Kata kuncinya adalah konsensus atau general agreement . . menyempumakan perubahan pertama dalam hal memperkuat kedudukan DPR. Organisasi negara itu diperlukan oleh warga masyarakat politik agar kepentingan mereka bersama dapat dilindungi atau dipromosikan melalui pembentukan dan penggunaan mekanisme yang disebut negara.

Setelah berhasil melakukan perubahan konstitusional. dan aturan peralihan serta aturan tambahan. Saat ini. Pelaksanaan UUD 1945 harus dilakukan mulai dari konsolidasi norma hukum hingga dalam praktik kehidupan . Empat tahap perubahan UUD 1945 tersebut meliputi hampir keseluruhan materi UUD 1945. tahapan selanjutnya yang harus dilakukan adalah pelaksanaan UUD 1945 yang telah diubah tersebut. dari 199 butir ketentuan yang ada dalam UUD 1945. Naskah asli UUD 1945 berisi 71 butir ketentuan. sebanyak 174 (88%) butir ketentuan merupakan materi yang baru atau telah mengalami perubahan. Perubahan tahap ini mengubah dan atau menambah ketentuan-ketentuan pasal tentang a sas-asas landasan bemegara. sedangkan perubahan yang dilakukan menghasilkan 199 butir ketentuan. perekonomian dan kesejahteraan sosial. Dari sisi kualitatif. Prinsip-prinsip tersebut menegaskan cita negara yang hendak dibangun. Perubahan Keempat tersebut meliputi ketentuan tentang kelembagaan negara dan hubungan antarlembaga negara. pendidikan dan kebudayaan. perubahan UUD 1945 bersifat sangat mendasar karena mengubah prinsip kedaulatan rakyat yang semula dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR menjadi dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. hanya 25 (12%) butir ketentuan yang tidak mengalami perubahan. kelembagaan negara dan hubungan antarlembaga negara. Selebihnya. Hal itu menyebabkan semua lembaga negara dalam UUD 1945 berkedudukan sederajat dan melaksanakan kedaulatan rakyat dalam lingkup wewenangnya masing-masing. yaitu negara hukum yang demokratis. penghapusan Dewan Pertimbangan Agung (DPA).Perubahan k etiga ditetapkan pada Sidang Tahunan MPR 2001 . Sedangkan p erubahan k eempat dilakukan dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 2002. Perubahan lain adalah dari kekuasaan Presiden yang sangat besar (concentration of power and responsibility upon the President) menjadi prinsip saling mengawasi dan mengimbangi (checks and balances) . serta ketentuanketentuan tentang Pemilihan Umum.

Sebagai hukum dasar . serta semakin kompleksnya kehidupan masyarakat di era global. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. sebagaimana tertuang dalam Pasal 1 A yat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa „Negara Indonesia adalah negara hukum' . Sedangkan dalam tradisi Anglo Amerika konsep negara hukum dikembangkan dengan sebutan “The Rule of Law” yang dipelopori oleh A. tidak berdasarkan kekuasaan belaka (Machtsstaat) . konsep negara hukum juga terkait dengan istilah nomokrasi (nomocratie) yang berarti bahwa penentu dalam penyelenggaraan kekuasaan negara adalah hukum. Paul Laband. . dalam bukunya “the Statesman” dan “the Law” menyatakan bahwa negara hukum merupakan bentuk paling baik kedua ( the second best ) guna mencegah kemerosotan kekuasaan. dan lain-lain. Fichte. Plato. Julius Stahl. Bahkan secara historis negara hukum ( Rechtsstaat ) adalah negara yang diidealkan oleh para pendiri bangsa sebagaimana dituangkan dalam penjelasan umum UUD 1945 sebelum perubahan tentang sistem pemerintahan negara yang menyatakan bahwa Negara Indonesia berdasar atas hukum (rechtsstaat) . Prinsip-prinsip negara hukum senantiasa berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat.V. Dicey. Ide negara hukum sesungguhnya telah lama dikembangkan oleh para filsuf dari zaman Yunani Kuno. Selain itu.berbangsa dan bernegara. UUD 1945 harus menjadi acuan dasar sehingga benar-benar hidup dan berkembang dalam penyelenggaraan negara dan kehidupan warga negara (the living constitution) . menuntut pengembangan prinsip-prinsip negara hukum. • NEGARA HUKUM YANG DEMOKRATIS Salah satu prinsip dasar yang mendapatkan penegasan dalam perubahan UUD 1945 adalah prinsip negara hukum. Konsep negara hukum modern di Eropa Kontinental dikembangkan dengan menggunakan istilah Jerman yaitu “rechtsstaat” antara lain oleh Immanuel Kant.

s egala tindakan pemerintahan harus didasarkan atas peraturan perundangundangan yang sah dan tertulis. prinsip supremasi hukum selalu diiringi dengan d ianut dan diprakt i kkannya prinsip demokrasi atau kedaulatan rakyat yang menjamin peran serta masyarakat dalam proses pengambilan keputusan kenegaraan. Pengakuan normatif mengenai supremasi hukum terwujud dalam pembentukan norma hukum secara hirarkis yang berpuncak pada supremasi konstitusi. mengharuskan adanya pengakuan normatif dan empirik terhadap prinsip supremasi hukum.Dua isu pokok yang senantiasa menjadi inspirasi perkembangan prinsip-prinsip negara hukum adalah masalah pembatasan kekuasaan dan perlindungan HAM. Dalam suatu negara hukum. Peradilan Tata Usaha Negara (administrative court) . Peradilan Tata Negara (constitutional court) . Berfungsi sebagai Sarana Mewujudkan Tujuan Bernegara (Welfare Rechtsstaat) . Dengan demikian. Dengan demikian. Saat ini. setiap perbuatan administratif harus didasarkan atas aturan atau rules and procedures . Bersifat Demokratis (democratische-rehtsstaats) . sehingga setiap peraturan perundangundangan yang diterapkan dan ditegakkan mencerminkan perasaan keadilan masyarakat. yaitu Supremasi Konstitusi (supremacy of law) . Perlindungan Hak Asasi Manusia. Peraturan perundang-undangan tersebut harus ada dan berlaku terlebih dulu atau mendahului perbuatan yang dilakukan. Sedangkan secara empiris terwujud dalam perilaku pemerintahan dan masyarakat yang mendasarkan pada aturan hukum. Hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku tidak boleh ditetapkan dan . Pembatasan Kekuasaan (limitation of power) . paling tidak dapat dikatakan terdapat dua belas prinsip negara hukum. Asas Legalitas (due process of law) . yaitu bahwa semua masalah diselesaikan dengan hukum sebagai pedoman tertinggi. Persamaan dalam Hukum (equality before the law) . serta Transparansi dan Kontrol Sosial. Peradilan yang Bebas dan Tidak Memihak ( independent and impartial judiciary ) . Organ Pemerintahan yang Independen. Namun demikian.

serta penyesuaian materi muatan berbagai peraturan perundang-undangan yang telah ada dan berlaku. Berdasarkan prinsi p negara hukum. Dengan demikian. bukan manusia. Dengan demikian negara hukum yang dikembangkan bukan absolute rechtsstaat . Hukum dimaknai sebagai kesatuan hirarkis tatanan norma hukum yang berpuncak pada konstitusi. sekaligus merupakan pelaksanaan demokrasi karena konstitusi adalah wujud perjanjian sosial tertinggi. Sebagai wujud perjanjian sosial tertinggi . dasar-dasar. dan prinsip-prinsip penyelenggaraan kehidupan nasional. Supremasi konstitusi disamping merupakan konsekuensi dari konsep negara hukum. Oleh karena itu. Adanya perubahan UUD 1945 tentu menghendaki adanya perubahan sistem peraturan perundang-undangan. Perubahan UUD 1945 membawa implikasi terhadap jenis peraturan perundanganundangan serta materi muatannya. Hukum tidak dimaksudkan untuk hanya menjamin kepentingan beberapa orang yang berkuasa. sesungguhnya yang memerintah adalah hukum. perubahan UUD 1945 yang bersifat mendasar tentu saja berpengaruh terhadap sistem dan materi peraturan perundang-undangan yang telah ada. Pembukaan dan pasal-pasal adalah satu kesatuan norma-norma konstitusi yang supreme dalam tata hukum . Hal ini berarti bahwa dalam sebuah negara hukum menghendaki adanya supremasi konstitusi. Pasal II Aturan Tambahan UUD 1945 menyatakan bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 terdiri atas Pembukaan dan pasal-pasal . konstitusi memuat cita-cita yang akan dicapai dengan pembentukan negara dan prinsip-prinsip dasar pencapaian cita-cita tersebut.diterapkan secara sepihak oleh dan/atau hanya untuk kepentingan penguasa. melainkan democratische rechtsstaat . UUD 1945 sebagai konstitusi bangsa Indonesia merupakan dokumen hukum dan dokumen politik yang memuat cita-cita. melainkan menjamin kepentingan keadilan bagi semua orang. aturan-aturan dasar konstitusional harus menjadi dasar dan dilaksanakan melalui peraturan perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan negara dan kehidupan masyarakat.

ataupun pasar ( market ). Bab VII tentang Dewan Perwakilan Rakyat. UUD 1945 mengatur masalah susunan kenegaraan. Bab . ekonomi. dan (d) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. hubungan antara lembaga-lembaga negara. Cita-cita pembentukan negara kita kenal dengan istilah tujuan nasional yang tertuang dalam alenia keempat Pembukaan UUD 1945. UUD 1945 telah memberikan kerangka susunan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bab VIIA tentang Dewan Perwakilan Daerah.nasional ( national legal order ). perdamaian abadi. dan keadilan sosial. Maka UUD 1945 merupakan konstitusi politik. Bab VIIB tentang Pemilu. masyarakat ( civil society ). Bab III tentang Kekuasaan Pemerintahan Negara. Untuk mencapai cita-cita tersebut dan melaksanakan penyelenggaraan negara berdasarkan Pancasila. Norma-norma dalam UUD 1945 tidak hanya mengatur kehidupan politik tetapi juga kehidupan ekonomi dan sosial. baik oleh negara ( state ). Bab VI tentang Pemerintah Daerah. Hal ini misalnya diatur dalam Bab I tentang Bentuk Kedaulatan. Bab VIIIA tentang Badan Pemeriksa Keuangan. (b) memajukan kesejahteraan umum. bukan hanya kedaulatan politik. Bab X tentang Warga Negara Dan Penduduk khususnya Pasal 26. (c) mencerdaskan kehidupan bangsa. dan hubungannya dengan warga negara. Bab IX tentang Wilayah Negara. Bab II tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Bab IX tentang Kekuasaan Kehakiman. Sebagai konstitusi politik. Hal ini karena para pendiri bangsa menghendaki bahwa rakyat Indonesia berdaulat secara penuh. dan konstitusi sosial yang harus menjadi acuan dan landasan secara politik. Bab XA tentang Hak Asasi Manusia khususnya Pasal 28I ayat (5). Cita-cita tersebut akan dilaksanakan dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berdiri di atas lima dasar yaitu Pancasila sebagaimana juga dicantumkan dalam alenia keempat Pembukaan UUD 1945. yaitu (a) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Bab VIII tentang Hal Keuangan. Bab V tentang Kementerian Negara. konstitusi ekonomi. dan sosial.

Ketentuan utama UUD 1945 tentang sistem perekonomian nasional dimuat dalam Bab XIV Pasal 33. UUD 1945 mengatur tata kehidupan bermasyarakat terutama dalam Bab X tentang Warga Negara Dan Penduduk khususnya Pasal 27 dan Pasal 28. Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa konstitusi merupakan sekumpulan aturan yang mengatur organisasi Negara. Hal ini menunjukkan betapa urgennya konstitusi sebagai suatu perngkat negera. Bab XIII tentang Pendidikan Dan Kebudayaan.5 PENTINGNYA KONSTITUSI DALAM SUATU NEGARA Konstitusi merupakan media bagi terciptanya kehidupan yang demokratis bagiseluruh warga Negara. Bab XA tentang Hak Asasi Manusia. UUD 1945 juga mengatur bagaimana sistem perekonomian nasional seharusnya disusun dan dikembangkan. Bahasa. dan Aturan Tambahan. Dalam lintasan sejarah hingga awal abad ke-21 ini. Serta Lagu Kebangsaan. 2.XII tentang Pertahanan Dan Keamanan Negara. sistem perekonomian nasional juga harus dikembangkan terkait dengan hak-hak asasi manusia yang juga mencakup hak-hak ekonomi. Konstitusi dan Negara ibarat dua sisi mata uang yang satu sama lain tidak terpisahkan. Namun ketentuan ini harus dielaborasi secara konsisten dengan cita-cita dan dasar negara berdasarkan konsep-konsep dasar yang dikehendaki oleh pendiri bangsa. serta hubungan antara Negara dan warga Negara sehingga . Sebagai konstitusi sosial. Aturan Peralihan. Bab XVI tentang Perubahan Undang-Undang Dasar. Dan Lambang Negara. Bab XV tentang Bendera. Selain itu. dan Bab XIV tentang Perekonomian Nasional Dan Kesejahteraan Rakyat khususnya Pasal 34. hampir tidak ada Negara yang tidak memiliki konstitusi. Ketentuan tentang sistem perekonomian nasional memang hanya dalam satu pasal yang terdiri dari lima ayat. serta dengan ketentuan kesejahteraan rakyat. Sebagai konstitusi ekonomi.

seperti hak untuk hidup.A. konstitusi juga digunakan sebagai alat untuk menjamin hak-hak warga negarqa. sekaligus dipakai sebagai pegangan dalam mengatur bagaimana kekuasaan Negara harus dijalankan. Sejalan dengan pendapat tersebut. Miriam Budiarjo mengatakan: “Di dalam Negara-negara yang mendasarkan dirinya atas demokrasi konstitusional. Denagn demikian diharapkan hak-hak warga Negara akan lebih terlindungi.” Dalam konteks pentingnya konstitusi sebagai pemberi batas kekuasaan tersebut. Hak-hk tersebut mencakup hak-hak asas. yaitu membagi kekuasaan dalam Negara dan membatasi kekuasaan pemerintah atau penguasa dalam Negara. Dr. kesejahteraan hidup dan hak kebebasan. eksekutif dan yudikatif. maka konstitusi dapat dipandang sebagai lembaga atau kumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan dibagi diantara beberapa lembaga kenegaraan. Lebih lanjut.Mengingat pentingnya konstitusi dalam suatu Negara . Sejalan dengan perlunya konstitusi sebagai instruman untuk membatasi kekuasaan dalam suatu Negara. Hamid S Attamini menegaskan bahwa konstitusi atau Undang-undang Dasar merupakan suatu hal yang sngat penting sebagai pemberi pegangan dan pemberi batas. Bagir Manan mengatakan bahwa hakikat konstitusi merupakn perwujudan paham tentang konstitusi atau konstitualisme yaitu pembatasan terhadap kekuasaan pemerintah di satu pihak dan jaminan terhadap kekuasaan pemerintah di satu pihak dan jaminan terhadap hak-hak warga Negara maupun setiap penduduk di pihak lain. Undangundang Dasar mempunyai fungsi yang khas yaitu membatasi kekuasan pemerintah sedemikain rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenag.saling menyesuaikan diri dan saling bekerja sama. Selain sebagai pembatas kekuasaan. Kusnardi menjelaskan bahwa konstitusi dilihat dari fungsinya terbagi ke dalam dua bagian. ia mengatakan bahwa bagi mereka yang memandang Negara dari sudut kekuasaan dan menganggap sebagai organisasi kekuasaan. seperti antara lembaga legislative.

Pandangan tokoh-tokoh bangsa yang hendak diwujudkan baik untuk waktu sekarang maupun untuk waktu yang akan datang. Keempat materi yang terdapat dalam konstitusi atau undang – undang tersebut. sehingga tidak terjadi penindasan dan perlakuan sewenang-wenang dari pemerintah. bangsa. telah tercover dalam konstitusi. Selain itu. 2.ini.Suatu keinginan. karena dengan adanya konstitusi akan tercipta pembatasan kekuasaan melalui pembagian kekuasaan dalam menjalankan Negara. Kontitusi mengikat segenap lembaga negara dan seluruh warga negara. 4. menunjukkan arti pentingnya suatu konstitusi yang menjadi barometer kehidupan bernegara dan berbangsa.Tingkat-tingkat ketatanegaraan 3. 2. serta memberikan arahan dan pedoman bagi penerus bangsa dalam menjalankan suatu Negara. Dan pada prinsipnya semua agenda penting kenegaraan. adanya konstitusi juga menjadi suatu hal yang sangat penting untuk menjamin hak-hak asasi warga Negara.Struycken dalam bukunya “Het Staatsreet van Het Koninkrijk der Nederlander” menyatakan bahwa Undang-undang Dasar sebagai konstitusi tertulis merupakan dokuman formal 1. di mana perkembangan kehidupan ketatanegaraan bangsa hendak dipimpin. serta prinsip – prinsip dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.6 BUDAYA SADAR BERKONSTITUSI Kita tentunya menghendaki agar UUD 1945 merupakan konstitusi yang benar-benar dilaksanakan dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara demi tercapainya cita-cita bersama.Hasil perjuangan tertinggi politik yang bangsa perkembangan di waktu berisikan: lampau. yang menjadi pelaksana konstitusi adalah semua lembaga negara dan segenap warga . Oleh karena itu. Secara umum dapat dikatakan bahwa eksistensi konstitusi dalam suatu Negara merupakan suatu keniscayaan.

Selain itu. masyarakat dapat berpartisipasi secara penuh terhadap pelaksanaan UUD 1945 baik melalui pelaksanaan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Pengujian tersebut dilakukan untuk menentukan apakah suatu ketentuan dalam suatu undang-undang. identifying constitutional norms and specifying their meaning . pertama . yaitu. serta dapat pula melakukan kontrol terhadap penyelenggaraan negara dan jalannya pemerintahan. Pemahaman tersebut menjadi dasar bagi masyarakat untuk dapat selalu menjadikan konstitusi sebagai rujukan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu bentuk nyata pentingnya budaya sadar berkonstitusi bagi pelaksanaan konstitusi adalah terkait dengan kewenangan Mahkamah Konstitusi menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar. crafting doctrine or developing standards of review . dan kedua .negara sesuai dengan hak dan kewajiban masing-masing sebagaimana diatur dalam UUD 1945. Mahkamah Konstitusi hanya dapat menjalankan wewenang tersebut jika ada permohonan pengujian suatu undangundang yang diajukan oleh masyarakat. Namun Mahkamah Konstitusi dalam hal ini tidak dapat bertindak secara aktif. Kondisi tersebut dengan sendirinya akan mencegah terjadinya penyimpangan ataupun penyalahgunaan konstitusi. berpartisipasi dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan. Agar setiap lembaga dan segenap warga negara dapat melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan UUD 1945. maka pasti mengetahui dan dapat mempertahankan hak-hak konstitusionalnya yang dijamin dalam UUD 1945. berbangsa. . dan bernegara. Dalam perspektif hukum. Jika masyarakat telah memahami norma-norma dasar dalam konstitusi dan menerapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. diperlukan adanya budaya sadar berkonstitusi. bertentangan atau tidak dengan UUD 1945. kata “pelaksanaan” ( implementation ) terdiri dari dua konsep fungsional. Untuk menumbuhkan budaya sadar berkonstitusi diperlukan pemahaman terhadap nilai-nilai dan norma-norma dasar yang menjadi materi muatan konstitusi.

harus diselesaikan melalui mekanisme hukum. Tanpa adanya kesadaran berkonstitusi. Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. misalnya dalam pelaksanaan Pemilu. Oleh karena itu. Di sisi lain. diperlukan kesadaran baik bagi untuk peserta pemilu. Segenap komponen bangsa harus bertindak sesuai dengan aturan yang ditetapkan. maupun pihak dan lembaga lain yang memiliki peran dalam pelaksanaan Pemilu. serta apabila timbul permasalahan atau sengketa. Semua permasalahan yang muncul harus dipercayakan dan diselesaikan melalui mekanisme hukum yang telah ditentukan. UUD 1945 akan banyak dilanggar oleh ketentuan undang-undang sehingga pada akhirnya konstitusi hanya akan menjadi dokumen di atas kertas tanpa dilaksanakan dalam praktik. dalam budaya berkonstitusi juga terkandung maksud ketaatan kepada aturan hukum sebagai aturan main (rule of the game) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika tidak ada budaya sadar berkonstitusi. Budaya mematuhi aturan hukum merupakan salah satu ciri utama masyarakat beradab. penyelenggara pemilu. maupun Pemilukada. juga diperlukan adanya kesadaran untuk mendapatkan perlindungan atas hak konstitusional yang dilanggar dengan cara mengajukan permohonan pengujian konstitusional atas ketentuan undang-undang yang merugikannya. momentum politik yang sejatinya adalah untuk membentuk pemerintahan yang demokratis dapat tergelincir ke dalam konflik yang justru merugikan masyarakat serta kepentingan bangsa dan negara. masyarakat tidak akan mengetahui apakah haknya terlanggar atau tidak dan tidak melakukan upaya konstitusional untuk mendapatkan perlindungan. Akibatnya. yaitu kedasaran mematuhi rambu-rambu permainan dan mekanisme penyelesaian sengketa. baik Pemilu legislatif.Dalam pengajuan permohonan inilah diperlukan adanya budaya sadar berkonstitusi berupa kesadaran akan hak konstitusionalnya sebagai warga negara baik sebagai perorangan maupun kelompok bahwa hak-hak konstitusional telah dilanggar oleh suatu ketentuan undang-undang. Hal ini sangat diperlukan terutama dalam konteks politik. Di sisi lain. .

juga dibutuhkan pengalaman nyata untuk melihat dan menerapkan konstitusi dalam praktik kehidupan bermasyarakat. Setiap warga negara dan penyelenggara negara harus mempelajari dan memahami UUD 1945 melalui berbagai cara dan berbagai media.Sebaliknya. sebelumnya terdapat kerajaankerajaan di wilayah nusantara yang memiliki sistem dan struktur ketatanegaraan tersendiri yang dapat dibandingkan dengan sistem ketatanegaraan modern. Oleh karena itu. Salah satu masalah yang dihadapi dalam upaya mendekatkan UUD 1945 sebagai konstitusi kita kepada masyarakat umum serta menumbuhkan the living contitution adalah karena pembahasan masalah konstitusi dan materi muatan yang terkandung di dalamnya selalu menggunakan kerangka pikir. berbangsa dan bernegara. Sebagai contoh. Oleh karena itu. Padahal. Untuk itu informasi tentang konstitusi harus tersedia agar mudah diakses dengan cepat dan mudah pula dipahami. eksekutif. Oleh karena itulah harus ada upaya secara terus-menerus untuk membangun budaya sadar berkonstitusi. dan rujukan praktik yang berasal dari luar negeri. rujukan teori. lembaga yang memiliki kewenangan terkait dengan pelaksanaan pemilu juga harus menjalankan wewenangnya dengan baik. diperlukan upaya domestikasi UUD 1945. Budaya sadar berkonstitusi tercipta tidak hanya sekedar mengetahui norma dasar dalam konstitusi. menumbuhkan budaya sadar berkonstitusi adalah suatu proses panjang dan berkelanjutan. Pengkajian sejarah ketatanegaraan bangsa Indonesia selama ini masih terbatas mulai penjajahan Belanda. tetapi melalui berbagai bentuk kemasan dan media yang berbeda-beda. Lebih dari itu. Untuk itu. dan yudikatif sudah terbentuk walaupun kekuasaan Raja cukup dominan karena menjadi ketua dari semua lembaga yang menjalankan . pembagian fungsi kekuasaan antara legislatif. yaitu menjadikan UUD 1945 dan pengkajiannya dilakukan dengan merujuk pada pengalaman bangsa Indonesia dan problem nyata yang dihadapi oleh masyarakat. peningkatan budaya sadar berkonstitusi tidak hanya dilakukan melalui forum tatap muka.

Dengan elaborasi pengalaman bangsa Indonesia sendiri dan dikaitkan dengan perkembangan yang terjadi dalam UUD 1945. misalnya melalui penulisannya dalam bahasa dan huruf daerah. Masyarakat akan dapat mensikapi masalah yang dihadapi berdasarkan normanorma konstitusional. berbangsa dan bernegara. Bahkan prinsip demokrasi juga mulai terlihat karena pengambilan keputusan diambil secara musyawarah oleh wakil-wakil masyarakat. Jika hal ini diiringi dengan upaya mendekatkan UUD 1945 dengan masyarakat.fungsi-fungsi kekuasaan tersebut. tetapi tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat Indonesia. masyarakat dapat menjadikan UUD 1945 benar-benar sebagai landasan kehidupan bermasyarakat. Hal ini menjadi awal dari berkembangnya kehidupan dan pemikiran konstitusional sesuai dengan kondisi dan perkembangan masyarakat (the living constitution) . meskipun keputusan terakhir tetap ada pada pimpinan tertinggi. maka masyarakat akan merasakan bahwa sistem dan pemikiran yang menjadi materi muatan UUD 1945 bukan lagi sebagai hal yang asing. Kenyataan-kenyataan sejarah tersebut dapat dijumpai di kerajaan dan satuan pemerintahan lain di berbagai wilayah nusantara.

Dimaksudkan untuk pembentukan suatu negara • Konstitusi sebagai peraturan dasar/awal mengenai negara. Sebagai dasar pembentukan negara.BAB III PENUTUP 3. 6. hukum tertinggi negara .nya negara. 4. 3. 5. landasan penyelenggaraan bernegara • Berarti hukum dasar. Konstitusi • Konstitusi berasal dari kata constituer (bhs Perancis) yang berarti membentuk. 2.1 KESIMPULAN Hieraki peraturan perundang-undangan di indonesia menurut Undang-Undang No 10/2004 tentang 1.(pengertian luas) • Konstitusi penting bagi negara karena penyelenggaran bernegara diatur dan didasarkan atas konstitusi negara . Peraturan Pemerintah Peraturan Peraturan Peraturan Pengganti pembentukan peraturan UUD perundang –undangan : 1945 Undang-Undang Undang-Undang Pemerintah Presiden Daerah. Hukum dasar tertulis maupun tidak tertulis (pengertian luas) • Sebagai undang-undang dasar – nya negara (Konstitusi tertulis/ pengertian sempit) • Sebagai hukum dasar yang tertulis atau undang-undang Dasar dan hukum dasar yang tidak tertulis / Konvensi.

dan falsafah yang merupakan nilainilai luhur bangsa ybs.serta berusaha untuk mempelajari semua hal yang berkaitan dengan konstitusi ini untuk dapat dijadikan pedoman dalam mengatasi setiap masalah dalam kapasitas kita sebagai warga negara. aturan tentang perubahan konstitusi • Konstitusi juga mengandung pandangan hidup.2 SARAN sebagai generasi penerus bangsa kita harus tahu dan memahami akan pentingnya konstitusi bagi negara. hubungan antar lembaga negara. konstitusi termasuk kelompok Staatgrundgesetz atau aturan dasar/pokok negara 3. Karena adanya konstitusi ini tidak lain di tujukan untuk menjamin hak asasi kita sebagi warga negara agar kekuasaan tidak disalah gunakan dengan adanya norma yang memberi arah terhadap jalannya pemerintahan sehingga para penguasa tidak bisa berlaku semena-mena. pola kekuasaan negara. hubungan negara dengan warga negara.Isi • Berisi hal-hal yg mendasar bagi negara Konstitusi • Umumnya bersifat garis . cita-cita. • Dalam jenjang norma. .garis besar yang nanti dituangkan lebih lanjut dalam peraturan perundangan dibawahnya • Konstitusi negara umumnya berisi tentang identitas /organisasi negara.

2003. ---------------------------. ---------------------------. dipresentasikan di . Textbook on Constitutional Law & Administrative Law. 2005 . Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi . Jakarta : Rineka Cipta. Revisi Cetakan Pertama. Jakarta : Konstitusi Press. Tim Nasional Reformasi Menuju Masyarakat Madani. Dasar Dan Struktur Ketatanegaraan Indonesia . Jakarta : PT Ichtiar Baru van Hoeve. -----. Konstitusi Press. Brian. Jakarta . 2005 . Mahfud MD. An Introduction to Constitutional Law. Third Edition. Hood and Paul Jackson. 1998. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945. O. Thompson. Barendt. Phillips. Edisi Revisi. Eric. 2001. Konstitusi & Konstitusionalisme Indonesia . London : Sweet & Maxwell. Montesquieu. Constitutional And Administrative Law .---------------------. Eighth Edition. 1914. Bell & Sons. Departemen Kehakiman dan HAM. 1994. Harun. Ltd. London : G. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi Dan Pelaksanaannya Di Indonesia . 1997. The Spirit of the laws. Pokok-pokok Usulan Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 dan Pemilihan Presiden Secara Langsung . Asshiddiqie. London : Blackstone Press Limited. Edisi Revisi . Makalah Disampaikan dalam Simposium yang dilakukan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional. 2003.DAFTAR PUSTAKA Alrasid. . Translated by Thomas Nugent. Jimly. New York : Oxford University Press. Moh. 2001. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia . Naskah UUD 1945 Sesudah Empat Kali Diubah Oleh MPR .

1. “In other words the British constitution was not made. Jakarta : Yayasan Prapanca. Lihat misalnya Brian 1987).. bu definition.. 3. William G. hal. 5. Sidang Tahunan MPR dikenal pada masa reformasi berdasarkan Pasal 49 dan Pasal 50 Ketetapan MPR No. hal.. Muhammad. Studies in History and Jurisprudence . 5. hal. Textbook on Constitutional and Administrative Law . 1901). hal. Ibid . hal. Bryce. edisi ke-3. hal.hadapan Pimpinan dan Anggota Dewan Pertimbangan Agung RI pada tanggal 15 Juni 1999 di Jakarta. . 5. cit . Constitutional and Administrative Law . 1968). cit .. Jilid Pertama. Thompson.. 151. hal. Andrews. ( London : Blackstone Press ltd. (New Jersey: Van Nostrand Company. 1997). (London: Sweet and Maxwell. 1 Cranch. common interests which they seek to promote or protect through the creation and use of the compulsory political mechanisms we call the State” . 3 rd edition. op. 1999. Hood Phillips. Bandingkan dengan kesimpulan yang dikemukakan oleh Brian Thompson tentang Konstitusi Inggris. menyatakan: “The members of a political community have. Lihat kasus Marbury versus Madison (1803) 5-US. dalam Brian Thompson. (Oxford: Clarendon Press. O. vol. Brian Thompson. Yamin. misalnya. 9. Op. 5. II/MPR/1999 tentang Peraturan Tata Tertib Majelis Permusyawaratan Rakyat Ditetapkan Republik pada 19 Indonesia Oktober . dalam bukunya Constitutions and Constitutionalism. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945. 7 th ed. 137. rather it has grown” . 1959. J.

152. Op Cit 2005). Hasil perubahan keempat UUD 1945. Cit. Jimly Asshiddiqie. . Departemen Kehakiman dan HAM.Ditetapkan Ditetapkan Ditetapkan pada pada pada 18 9 10 Agustus November Agustus 2000. hal. Richard H. batang tubuh. Fallon. hal. Otoritas konstitusi berasal dari kekuasaan konstituen. Harvard University Press. and London. diterima oleh umum bahwa UUD 1945 terdiri dari pembukaan. 154-162. Jimly Asshiddiqie. .. Sebelum dilakukan perubahan. Konstitusi & Konstitusionalisme Indonesia .. (Jakarta: Konstitusi Asshiddiqie. hal. An Introduction to Constitutional Law . 2002. Massachusetts. yaitu otoritas yang berada di luar dan atas sistem yang dibentuk. Jr. Implementing the Constitution . 2003. 2001. (Cambridge. Penjelasan UUD 1945 dalam proses perubahan UUD 1945 dihilangkan dengan memasukkan ke dalam materi batang tubuh. 1. (New York: Oxford University Press. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945 . 1998). pemegang kekuasaan konstituen adalah rakyat. 2-7. Brian Thompson. hal. Hasil perubahan ketiga UUD 1945. Dalam negara demokratis. dan penjelasan. Press. Op. Makalah Disampaikan dalam Simposium yang dilakukan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional. hal. Edisi Revisi. 37 – 38. 2001). Eric Barendt.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful