TUGAS

TUGAS TEKNOLOGI SEDIAAN SOLIDA

DISOLUSI OBAT

Oleh : RAHIMAH J1E109209

PROGRAM STUDI S-1 FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU 2011

Judul :
Formula tablet kaptopril lepas lambat dengan matriks pautan silang alginat

Oleh :
Sukmadjaja Asyarie* , Heni Rachmawati dan Pricillia Sinambela Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung

Pembahasan :
a. Kecepatan Kecepatan 100 rpm, selama 12 jam b. Medium yang digunakan Media disolusi HCL 0,01 N. c. Suhu Suhu 37 ± 0,5 °C. d. Alat yang digunakan Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan analitik (Sartorius n. 2442, Mettler Toledo A.245), alat pengukur kandungan lembab (Mettler LJ16), spektrofotometri UV-Vis (Beckman) DU 650i), mesin pencetak tablet (Stokes tipe 592-2), pengayak 12 dan 16 mesh, oven suhu 40°C, alat pencampur serbuk (Turbula tipe T 2C), alat penetapan kecepatan aliran (Erweka tipe GDT), alat pengukur bobot jenis mampat (Erweka tipe SVM), pH meter (Beckman, Hanna), alat penetapan kekerasan tablet (Erweka tipe TB-24), alat 2 uji disolusi, dan alatalat gelas yang biasa digunakan di laboratorium teknologi farmasi. e. Standar penyiapan sampel (perlakuan tablet) Uji Disolusi Tablet Kaptopril, tablet dimasukkan ke dalam alat disolusi yang berisi medium disolusi HCL 0,01 N f. Metode untuk analisis Metode Paddle g. Sampling prosedur

Pengambilan dilakukan pada menit ke-20, jam ke-1, 2, 4, 6, 8, 10, dan 12, dengan mempertahankan kondisi sink.

Judul :
Penentuan waktu kelarutan Paracetamol pada uji disolusi

Oleh :
Henni rachdiati, Ricson P. hutagaol, Erna rosdiana

Pembahasan :
a. Kecepatan Kecepatan 100 rpm b. Medium yang digunakan Media disolusi aquadem c. Suhu Suhu 37 ± 0,5 °C. d. Alat yang digunakan Labu takar 100 mL, labu takar 100 mL, pipet volumetrik 1 mL, pipet volumetrik 10 mL, dissolution tester (Paddle)Hanson Research SR 8 plus, piala gelas 200 mL, Dissoette filter, Membran filter (ME 28), vial, KCKT water alliance (waters 2695 separation module autosampler) dengan detektor waters 2487 dual λ absorben detecctor dan kolom µ bondapak C18 5µm. e. Standar penyiapan sampel (perlakuan tablet) Standar paracetamol ditimbang dengan teliti dan dimasukkan kedalam labu takar lalu dilarutkan dan dihimpitkan sampai tanda batas dengan aquadem. f. Metode untuk analisis PaddleSpindle g. Sampling prosedur Pengambilan dilakukan 6 kali yaitu pada waktu 1, 8, 15, 22, 29 dan 36 menit sebelum dimasukkan kedalam vial terlebih dahulu larutan standar dan larutan contoh disaring dengan menggunakan membrane filter ME 28.

Judul :
Pengaruh polivinil pirolidon terhadap laju disolusi furosemid dalam system disperse padat

Oleh :
Sutriyo, Rosmaladewi, Febrian Hevike Filosane, Departemen Farmasi FMIPA-UI Depok

Pembahasan :
a. Kecepatan Kecepatan pengadukan 50 rpm. b. Medium yang digunakan Media disolusi dalam larutan 900 mL dapar fosfat pH 5,8 c. Suhu Suhu 37 ± 0,5 °C. d. Alat yang digunakan Lemari pengering, timbangan analitik, alat laju disolusi tipe 2 (Erweka), spektrofotometer UV-Vis (Shimadzu UV-1601), spektrofoto-meter inframerah (FTIR BioRed-Mer- lin), difraksi sinar-X (Philips X-Ray Diffractometer Type PW 3710), alat uji termal (Differential Scanning Calorim-etry Perkin-Elmer), alat-alat gelas e. Standar penyiapan sampel (perlakuan tablet) Sejumlah serbuk furosemid dan PVP dengan perbandingan berat tertentu ditempatkan dalam mortir. Perbandingan yang dibuat adalah 1:1, 1:3, 1:5, 1:7, 1:9, dan 1:15. Campuran dibuat dengan triturasi sederhana dalam mortir porselin, kemudian diayak dengan ayakan mesh 80 dan disimpan dalam wadah gelas yang kedap udara. f. Metode untuk analisis Metode Paddle

g. Sampling prosedur Pengambilan sampel dilakukan setelah pengujian berjalan selama 0,25, 0,5, 1, 2, 4, 5, 6 dan 8 jam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful