You are on page 1of 3

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang semakin pesat saat ini, menuntut kemajuan pendidikan

di Indonesia untuk dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sebagai tumpuan pembangunan guna mengimbangi kemajuan yang terjadi dan dapat bertahan dalam persaingan globalisasi yang sangat ketat. Oleh karena itu pendidik dituntut selalu meningkatkan wawasan pengetahuannya dan menyusun strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Pendidikan IPA khususnya ilmu kimia, memiliki potensi dan peranan yang besar dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapai era globalisasi. (Depdiknas, 2006) Ilmu kimia mempunyai kedudukan yang sangat penting diantara ilmu-ilmu lain. Karena ilmu kimia dapat memberikan kontribusi yang penting dan berarti terhadap perkembangan ilmu-ilmu terapan, seperti pertanian, perikanan, kesehatan, dan teknologi. Kenyataannya, pemanfaatan potensi ini mengalami kendala dikarenakan ilmu kimia menjadi mata pelajaran yang ditakuti karena sukar difahami oleh siswa. Salah satu penyebabmya adalah tidak lepas dari ciri khas ilmu kimia itu sendiri, yaitu memiliki konsep-konsep yang abstrak yang sulit divisualisasikan sehingga siswa kurang termotivasi dan tertarik untuk mempelajarinya. Penggunaan media menjadi salah satu solusi permasalahan tersebut. Seperti yang dikemukakan oleh Hamalik (Arsyad, 2003) bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat baru,

membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan dapat membawa

media pengajaran dapat juga meningkatkan pemahaman. Penggunaan media dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. ketersediaan perangkat lunak (software). Hal ini disebabkan oleh banyaknya hambatan dalam penggunaan aplikasi komputer tersebut di dalam pembelajaran. Kesiapan sekolah dan guru. Kondisi sosial-ekonomi pada dasarnya dipandang sebagai hambatan yang sangat sulit diatasi. Karena hal inilah peneliti tertarik untuk mengembangkan software pembelajaran Kimia interaktif pada bahan kajian Larutan elektrolit dan non elektrolit. disamping hambatan psikologis seperti adanya kekhawatiran akan pengaruh negatif penggunaan komputer dalam pendidikan .pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa. Disamping membangkitkan motivasi. Yiliani (2008) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran larutan . Menurut Setiadi dan Agus (2001) penggunaan program aplikasi komputer di Indonesia dalam kegiatan belajar tampaknya belum dikembangkan secara luas. kurangnya kemampuan guru dalam memproduksi program aplikasi merupakan faktor penghambat. sehingga siswa akan dapat lebih memahami dan menguasai materi tersebut. memvisualisasikan dan menganalogikan materi pelajaran yang abstrak. Faktor yang ikut serta dalam kemajuan komputer adalah munculnya beberapa program baku yang digunakan untuk membuat suatu software aplikasi pembelajaran yang dapat mengilustrasikan. Kemajuan teknologi khususnya teknologi komputer semakin mempermudah dan membantu manusia sebagai media untuk melakukan segala hal. terutama dalam bidang pendidikan. Larutan Elektrolit dan nonelektrolit merupakan salah satu konsep kimia yang membutuhkan penjelasan tingkat molekuler.

Hal ini mengakibatkan tidak ada siswa yang mampu menggambarkan level mikroskopik larutan elektrolit dan nonelektrolit yang sesuai (secara utuh. .elektrolit dan nonelektrolit guru telah melakukan penjelasan level mikroskopik. verbal dan visual). Yuliani (2008) menyarankan diperlukan media yang dapat memvisualisasikan level mikroskopik yang mampu membuat siswa mengerti konsep larutan elektrolit dan non elektrolit. Oleh karena itu. namun hanya secara verbal.