You are on page 1of 16

Hematologi 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perubahan besar telah terjadi dalam semua bidang kedokteran selama dekade terakhir dan disertai dengan makin meningkatnya pemahaman tentang proses biokimia, fisiologi, dan imunologi yang terlibat dalam proses pembentukan dan fungsi sel darah normal serta gangguan yang mungkin timbul pada berbagai penyakit. Hematologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari darah, organ pembentuk darah dan juga jaringan limforetikuler serta kelainan – kelainan yang timbul darinya. Hematologi mempelajari baik keadaan fisiologik maupun patologik organ – organ tersebut diatas sehingga hematologi meliputi bidang ilmu kedokteran dasar maupun bidang kedokteran klinik. Darah adalah kendaraan untuk transport massal jarak jauh berbagai bahan antara sel dan lingkungan eksternal atau antara sel – sel itu sendiri. Transport semacam ini esensial untuk mempertahankan homeostatis. Darah membentuk sekitar 8% dari berat tubuh total dan memiliki volume rerata 5 liter pada wanita dan 5,5 liter pada pria. Darah terdiri dari tiga jenis elemen selular khusus, sel darah merah (eritrosit) pada hakikatnya adalah kantung hemoglobin terbungkus membran plasma yang mengangkut oksigen dalam darah, sel darah putuh (leukosit) merupakan satuan pertahanan mobil imun, diangkut dalam darah ketempat cedera atau tempat invasi mikro organisme penyebab penyakit, dan trombosit (keping darah) penting dalam homeostatis, penghentian perdarahan dari pembuluh yang cedera, yang membentuk suspensi dalam cairan kompleks plasma. Eritrosit dan leukosit adalah sel utuh, sementara trombosit adalah fragmen / potongan sel. Untuk memudahkan, kita menyebut secara kolektif elemen – elemen seluler darah ini sebagai “sel darah”.

1

Apa saja obat yang membantu dalam proses pembentukan sel – sel darah? 6. permasalahan yang hendak dikaji adalah dalam makalah ini adalah: 1. Mengetahui mengenai darah dan komponen penyusunnya. 2 . Mengetahui proses pembentukan sel – sel darah. Mengetahui kelainan – kelainan yang ditimbulkan oleh sel darah. 1. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas.2. 2.Hematologi 2012 1. Tujuannya dibagi menjadi dua. Tujuan Pembahasan Dalam penyusunan makalah ini tentunya penulis memiliki tujuan yang diharapkan berguna bagi para pembaca dan khususnya kepada penulis sendiri. Bagaimana proses pembentukan sel darah (hematopoiesis)? 5. Apa saja kelainan – kelainan yang ditimbulkan dari sel darah? 1. Manfaat Pembelajaran Manfaat pembelajaran dari penulisan makalah ini adalah diharapkan mahasiswa/i mampu untuk mencapai segala Learning Objective yang telah didapat dan dapat menerapkan pada saat sudah mendapat gelar dokter dan ditugaskan di instansi kesehatan pemerintah maupun praktik sendiri. dan melatih cara pemikiran ilmiah.3. Sedangkan secara khusus tujuan penyusunan makalah ini ialah sebagai berikut : 1.4. Apa fungsi darah didalam tubuh? 4. Cara pemikiran ilmiah ini sangat dibutuhkan bagi seorang calon dokter maupun dokter agar mampu menganalisis suatu persoalan secara cepat dan tepat. Apa saja komponen penyusunnya dan kandungan dari komponen tersebut? 3. 3. yaitu yang pertama secara umum makalah ini bertujuan menambah wawasan mahasiswa/i dalam menguraikan suatu persoalan secara holistik dan tepat. Apa itu darah? 2.

Fungsi 4.1. itulah diagnosa laboratorium yang tertera pada hasil pemeriksaan darah rutin (Full Blood Count) pasien dr. Demam yang sudah 2 bulan terakhir disertai dengan wajah pucat serta tubuh yang lemah dan diperparah lagu dengan adanya mimisan dan muntah darah memaksa si anak (12 tahun) harus dirawat. Kelainan – kelainan pada sel darah 6. Learning Objective Dari skenario tersebut learning objective yang harus dicapai mahasiswa adalah mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan tentang DARAH DAN KOMPONEN PENYUSUNNYA yang meliputi.2. Obat – obat yang membantu proses pembentukan darah 7. Sign dan simpton anemia. yaitu: 1. Komponen penyusunnya 3. yang sedang mejalani perawatan di ruang Pediatrik ICU RSU Medan.Hematologi 2012 BAB II PEMBAHASAN 2. Proses pembentukan darah (Hematopoieisis) 5. Dokter menganjurkan untuk memberikan transfusi darah lengkap segar (Fresh Whole Blood) sebagai langkah awal pengobatan untuk menyelamatkan nyawanya dan beberapa macam obat yang dapat meningkatkan produksi sel – sel darah merah. Defenisi 2. S. 3 . Skenario DARAH PANSITOPENIA. Selanjutnya dokter menyarankan untuk dilakukannya BMP (Bone Marrow Punctie) 2.

kapiler.Hematologi 2012 2. yaitu: DARAH Plasma Darah (55%) Sel –Sel Darah (45%) Eritrosit Leukosit Trombosit Neutrofil Batang & Segmen Eosinofil Basofil Limposit Monosit 4 . Defenisi Darah Darah adalah gabungan dari cairan. Komponen Penyusun Darah Komponen penyusun darah ada 2. 2. Banyaknya volume darah yang beredar didalam tubuh manusia adalah 8% dari berat badan atau sekitar 4 – 5 liter. tubuh yang berbentuk cair.3. yang mengirimkan oksigen dan zat – zat gizi ke jaringan dan membawa karbondioksida serta hasil limbah lainnya untuk dibuang dari tubuh. dan vena. yang mengalir dalam pembuluh darah arteri. sel – sel dan partikel yang menyerupai sel. Pembahasan Learning Objective 1.

membawa panas Eksitabilitas membran. Apabila plasma darah diambil fibrinogennya maka yang akan tersisa adalah suatu cairan yang berwarna kuning yang biasa dinamakan serum (di dalam serum terdapat zat antibodi). distribusi osmotik cairan antara CES dan CIS. gas. Plasma darah dalam tubuh manusia merupakan zat anti bodi bagi manusia. gas karbondioksida darah berperan dalam keseimbangan asam basa Protein Plasma Secara umum menghasilkan efek osmotik yang penting dalam distribusi CES antara kompartemen vaskular dan interstisium. Berikut adalah kandungan yang terdapat didalam plasma darah beserta fungsinya. yaitu: Kandungan Air Elektrolit Fungsi Medium transpor. menyangga perubahan pH Albumin Mengangkut banyak bahan. zat sisa.Hematologi 2012 a. Plasma darah juga punya ciri umum yaitu plasma darah merupakan cairan darah yang punya warna merah kekuningan. penyangga perubahan pH Nutrien. dan fibrinogen). globumin. Plasma Darah Plasma darah adalah komponen darah berbentuk cairan yang menjadi medium sel – sel darah darah. hormon Diangkut dalam darah. berperan paling besar dalam menentukan tekanan osmotik koloid Globulin 5 . 55% dari volume darah adalah plasma darah. Plasma darah ini tersusun dari 90% air dan protein terlarut (albumin.

Bentuk dari sel darah merah yang matang adalah berbentuk bulat. faktor pembekuan. Setelah 120 hari sel darah merah mengalami 6 .Hematologi 2012 Alfa dan beta Mengangkut banyak bahan tak larut air. Komponen sel darah merah terdiri dari membran eritrosit. Sel darah merah hidup dan beredar dalam darah tepi (life span) rata – rata hanya hidup selama 120 hari. secara rerata. Sel darah merah ini hanya terdiri atas membran dan sitoplasma. bikonkaf. bagian protein yang terdiri atas 2 rantai alfa dan 2 rantai beta. yang secara klinis sering dilaporkan dalam hitung sel darah merah sebagai 5 juta sel / mm3. tidak berinti. Sel – Sel Darah  Sel Darah Merah (Eritrosit / Red Blood Cells) Setiap mililiter darah mengandung sekitar 5 milyar eritrosit ( sel darah merah). Komponen dari hemoglobin adalah heme. Sel darah merah ini dibentuk pada sumsum tulang merah yang letaknya di dalam tulang pipih dan tulang pendek. dinding elastis. serta fleksibel. sistem enzim dan hemoglobin yang berfungsi sebagai alat angkut oksigen untuk diedarkan ke dalam seluruh lapisal sel tubuh manusia dan yang bisa menyebabkan sel darah merah berwarna merah. molekul prekursor inaktif Gama Fibrinogen Antibodi Prekursor inaktif untuk jalinan fibrin pada pembekuan darah b. dengan diameter 7 mikron. yang merupakan gabungan protoporfirin dengan besi dan globin. ketebalan 2 mikron dibagian tepi dan 1 mikron dibagian tengah.

 Sel Darah Putih (Leukosit / White Blood Cells) Leukosit (sel darah putih) adalah satuan mobile pada sistem pertahanan imun tubuh. suatu sistem pertahanan internal yang mengenali dan menghancurkan dan menetralkan benda – benda dalam tubuh yang asing bagi “diri normal”. Untuk melaksanakan fungsinya. Lekosit memiliki ciri-ciri yaitu : tak berwarna (bening). Penyebab utama sel darah putih berada didalam darah adalah agar cepat diangkut dari tempat produksi atau penyimpanannya ketempat manapun yang membutuhkan. eosinofil. kelainan akibat gangguan sistem ensim eritrosit disebut ensinopati. basofil. Perubahan struktur eritrosit akan menimbulkan kelainan.Hematologi 2012 proses penuaan (senescene) kemudian dikeluarkan dari sirkulasi oleh sistem RES. Kelainan yang timbul karena kelainan membran disebut sebagai membranopati. membentuk sistem imun. yaitu sel – sel ini pergi ke tempat invasi atau kerusakan jaringan. bentuk tidak tetap. Imunitas adalah kemampuan tubuh menahan atau menyingkirkan benda asing yang berpotensi merugikan atau sel abnormal. monosit dan 7 . leukosit umumnya menggunakan strategi “cari dan hancurkan”. Didalam darah terdapat lima jenis leukosit yang berbeda. berinti. Apabila destruksi sel darah merah terjadi sebelum waktunya (<120 hari) maka proses ini disebut hemolisis. bersama dengan berbagai protein plasma. sedangkan kelaianan akibat gangguan struktur hemoglobin disebut sebagai hemoglobinopati. Leukosit dan turunan – turunannya. yaitu neutrofil. serta mempunyai ukuran lebih besar dari pada sel darah merah.

leukositnya adalah monosit dan limposit. yaitu: a. yaitu: Jenis Leukosit Neutrofil Eosinofil Basofil Fungsi Fagosit yang menelan bakteri dan debris Menyerang cacing parasitik.Hematologi 2012 limfosit. Agranuler (sel yang tidak memiliki granula) mononukleus (satu inti). Pembagiannya adalah sebagai berikut. Granuler (sel yang memiliki granula) polimorfonukleus (bentuk inti beragam). yang membantu membersihkan lemak dari darah Dalam transit menjadi makrofag jaringan Menghasilkan antibodi Respon imun seluler Monosit Limfosit Limfosit B Limfosit T 8 . dan neutrofil. basofil. penting dalam reaksi alergik Mengeluarkan histamin. leukositnya adalah eosinofil. Kelima jenis leukosit ini masuk kedalam 2 kategori utama. yang penting dalam reaksi alergik. masing – masing dengan struktur dan fungsi tersendiri. bergantung pada gambar nukleus dan ada tidaknya granula didalam sitoplasmanya jika dilihat dibawah mikroskop. dan heparin. Berikut adalah fungsi dari kelima jenis leukosit tersebut. b.

Sebagian besar faktor yang dibutuhkan untuk pembentukan bekuan selalu berada dalam plasma dalam bentuk prekursor inaktif. (2) pembentukan sumbat trombosit. Tiga tahap utama dalam hemostatis adalah (1) spasme vaskular. penghentian perdarahan dari pembuluh yang cedera. dan diganti oleh trombosit yang baru yang dibebaskan dari sumsum tulang. Trombosit (keping darah) berperan dalam hemostatis. terutama yang terdapat di limpa dan hati. Ketika suatu pembuluh cedera. bentuknya pun tidak teratur. serta tidak memiliki inti sel. yang akhirnya mengubah fibrinogen menjadi fibrin melalui jalur pembekuan intrinsik. Trombosit pada hakikatnya adalah vesikel yang terlepas yang mengandung sebagian sitoplasma megakariosit terbungkus dalam membran plasma. Trombosit dibuat didalam sumsum merah pada tulang pipih dan tulang pendek. mengurangi aliran darah melalui pembuluh darah yang cedera.Hematologi 2012  Trombosit (Platelet) Trombosit bukanlah sel lengkap tetapi fragmen kecil sel (garis tengah sekitar 2 – 4 mikron) yang dilepaskan dari tepi luar sel – sel sumsum tulang yang sangat besar (garis tengah hingga 60 mikron) yang dikenal sebagai megakariosit. Keping darah mempunyai ukuran yang paling kecil dengan yang lainnya . Trombosit tetap berfungsi rata – rata selama 10 hari. dan (3) pembentukan bekuan memperkuat sumbat trombosit dan mengubah darah sekitar pembuluh yang cedera menjadi gel yang mampat. kolagen yang terpajan memicu jenjang reaksi yang melibatkan pengaktifan berurutan faktor – faktor bekuan ini. setelah itu trombosit ini dibersihkan dari sirkulasi darah oleh makrofag jaringan. trombosit mulai membentuk agrerat setelah berkontak dengan kolagen yang terpajan di pembuluh yang rusak. 9 .

f. Mengedarkan sari – sari makanan dan hormon d. dan keseimbangan cairan tubuh. Hematopoiesis dapat terjadi di: a. tekanan darah. Membantu proses pembekuan darah 4. Fungsi Darah Berikut adalah fungsi – fungsi dari darah. yaitu: a.  0 – 2 bulan (kantung kuning telur)  2 – 7 bulan (hati dan limpa)  5 – 9 bulan (sumsum tulang) 10 . Janin. Menjaga pertahanan tubuh.Hematologi 2012 3. c. suhu tubuh. b. Proses Pembentukan Darah (Hematopoiesis) Hematopoiesis adalah proses pembentukan sel darah dimana terjadi proliferasi sel progenitor (pluripoten / stem sell) dan mengalami differensiasi menjadi sel matur / matang. Mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh dan mengangkut karbondioksida untuk dikeluarkan dari dalam tubuh. Mengangkut sisa – sisa metabolisme dari dalam tubuh menuju organ – organ ekskresi untuk dikeluarkan. Mengatur keseimbangan asam basa. e.

hemopoiesis terjadi diluar sumsum tulang. vertebra. disebut juga hemopoiesis ekstrameduler. pelvis. Sel induk hemopoetik (hematopoietic stem cell) Sel induk hematopoietik adalah sel – sel yang berkembang menjadi sel – sel darah. seperti paa mielofibrosis. Lingkungan mikro sangat penting dalam hemopoiesis karena berfungsi untuk:  Menyediakan nutrisi dan bahan hemopoiesis  Komunikasi antar sel  Menghasilkan zat yang mengatur hemopoiesis 11 . b. sternum. tulang tengkorak. terutama di lien. sakrum. Lingkungan mikro (microenvirontment) Lingkungan mikro sumsum tulang adalah substansi yang memungkinkan sel induk tumbuh secara kondusif. tulang iga. Dalam keadaan patologik. Sel induk yang paling primitif disebut sebagai pluripotent (totipotent) stem cell. Bayi. Dewasa. Pada orang dewasa dalam keadaan fisiologik semua hematopoiesis terjadi pada sumsum tulang. sumsum tulang c. Untuk kelangsungan hematopoiesis diperlukan: a.Hematologi 2012 b. dan ujung proximal femur.

Cu. cobalt. TPO: thrombopoietin. yaitu: Pattern for Development of Blood Cells BFU-E: burst-forming unit-erythroid. EPO: erythropoietin. vitamin B12. d. G-CSF: granulocyte colony-stimulating factor. GM-CSF: granulocyte-macrophage colony-stimulating factor. Bahan – bahan pembentuk darah Bahan – bahan yang diperlukan untuk pembentukan darah adalah asam folat. besi. dan vitamin lainnya.Hematologi 2012 c. M-CSF: macrophage colonystimulating factor. IL: interleukin. CFU-GM: colony-forming unitgranulocyte-macrophage. magnesium. FLT-3L: fms-like tyrosine kinase-3 ligand. Mekanisme regulasi Mekanisme regulasi sangat penting untuk mengatur arah dan kuantitas pertumbuhan sel dan pelepasan sel darah yang matang dari sumsum tulang ke darah tepi sehingga sumsum tulang dapat merespon kebutuhan tubuh dengan tepat. asam amino. SCF: stem cell factor) 12 . Berikut adalah skema proses pembentukan darah. Zn. CFU-mega: colony-forming unit-megakaryocyte.

Tablet Fe 13 . Thrombopoitin c. Leukimia adalah meningkatnya jumlah leukosit didalam darah (> 21. Erythropoeitin b. Thalessemia adalah dimana rusaknya gen didalam eritrosit e. Kelainan – Kelainan Pada Sel Darah Berikut adalah beberapa kelainan pada sel darah. Asam Folat f. Ada beberapa jenis anemia. Polisetemia adalah meningkatnya jumlah eritrosit didalam darah sehingga darah menjadi kental. 6.Hematologi 2012 5. Obat – Obat Yang Membantu Proses Pembentukan Darah a. yaitu:  Anemia gizi  Anemia pernisiosa  Anemia aplastik  Anemia ginjal  Anemia perdarahan  Anemia hemolitik b.000/ mm3) f. Hemofilia adalah gangguan pada proses pembekuan darah d. Limfoma adalah kelainan pada kelenjar getah bening. yaitu: a. Vit B12 ( Syanocobalamin) e. Interleukin 3 d. yaitu:  Polisetemia primer  Polisetemia sekunder c. Anemia adalah kurangnya hemoglobin didalam eritrosit. Ada 2 jenis umum polisetemia.

Sign dan Simptom Anemia a. lemas.Hematologi 2012 7. Simpton  5 L (lemah. lelah)  Sakit kepala  Pusing 14 . lesu. lunglai. Sign  Konjungtiva pucat  Papil lidah atrofi  Ujung – ujung jari dingin b.

Kesimpulan Maka dari uraian diatas dapat diartikan bahwa Darah adalah kendaraan untuk transport massal jarak jauh berbagai bahan antara sel dan lingkungan eksternal atau antara sel – sel itu sendiri. Kritik dan saran dari para pembaca yang membangun kami harapkan untuk memperbaiki bentuk dan isi dari makalah ini. Eritrosit dan leukosit adalah sel utuh. Hematopoiesis adalah proses pembentukan sel darah dimana terjadi proliferasi sel progenitor (pluripoten / stem sell) dan mengalami differensiasi menjadi sel matur / matang. sel darah putuh (leukosit). dan trombosit (keping darah) yang membentuk suspensi dalam cairan kompleks plasma. sel darah merah (eritrosit). kita menyebut secara kolektif elemen – elemen seluler darah ini sebagai “sel darah”. sementara trombosit adalah fragmen / potongan sel. 15 .2. Kritik dan Saran Banyak kekurangan dan kesalahan yang terdapat dalam makalah ini.Hematologi 2012 BAB III PENUTUP 3.1. Untuk memudahkan. Sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Darah terdiri dari tiga jenis elemen selular khusus. Darah membentuk sekitar 8% dari berat tubuh total dan memiliki volume rerata 5 liter pada wanita dan 5. 3.5 liter pada pria.

Kapita Selekta Hematologi. 5. EGC. A. Jakarta.Hematologi 2012 DAFTAR PUSTAKA 1. 2006. Hoffbrand.V. Jakarta. Pendit: Editor Edisi Bahasa Indonesia. Komponen – komponen Darah (http://id. Alih Bahasa: Brahm U. EGC. Lauralee. Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula.shvoong. Nella Yesdelita.com/medicineand-health/medicine-history/2136601-darah-fungsi-darah-plasmadarah/#ixzz29svK64lN) Diakses pada tanggal 20 Oktober 2012 2. 2005. 2011. 2004. Anonim. Hematologi Klinik Ringkas. Jakarta. 4. I Made. Alih Bahasa: Lyana Setiawan: Editor Edisi Bahasa Indonesia. Sloane. Jakarta. Fisiologi Manusia: Dari Sel Ke Sistem. EGC 3. EGC. Bakta. 16 . Sherwood. Ethel. Dewi Asih Mahanani.