You are on page 1of 12

ASUHAN KEPERAWATAN SELAMA MASA HAMIL

A.PENGKAJIAN Proses pengkajian berlangsung sepanjang periode prenatal proses di mulai saat wanita bertemu dengan tenaga kesehatan karena ia menduga dirinya hamil.Pengkajian meliputi wawancara, pengkajian fisik, dan tes laboratorium. Setiap penyimpangan dari temuan normal dapat mengindikasikan suatu komplikasi sehingga harus dilakukan tes dan pengkajian lebih lanjut. 1. Anamnesa Wawancara berguna untuk membina hubungan yang terapeutik antara perawat dan ibu hamil. Wawancara di rencanakan dan berisi komunkasi yang berfokus pada topik tertentu. Dua sumber biasanya di pakai untuk mengumpulkan data intrepetasi data subjektif pasien tentang status kesehatan dan observasi objektif perawat.selama wawancara perawat mengobservasi afek klien postur bahasa tubuh warna kulit dan tanda fisik serta emosional.Evaluasi meliputi riwayat kesehatan komperensif yang menekankan pada kehamilan saat ini, kehamilan sebelumnya, keluarga, riwayat, psikososial, budaya, pengkajian fisik, tes diagnostik dan pengkajian semua resiko yang mungkin terjadi (NAACOG, 1991) Hal-hal yang yang diajukan adalah : Data Subyektif a. Identitas ibu hamil dan suami Nama, umur, suku bangsa, agama, pendidikan, pekerjaan dan alamat. b. Keluhan utama / alasan periksa Apakah klien datang untuk pemeriksaan rutin kehamilan ataukah ada pengaduanpengaduan lain. c. Riwayat menstruasi Kapan mendapat haid pertama, bagaimana siklusnya dan banyaknya pembalut yang dipakai. d. Riwayat perkawinan • Kawin atau tidak • Berapa kali kawin • Berapa lama kawin e. Riwayat obstetri Apakah klien sebelumnya pernah mengalaami abortus, perdarahan, ditolong oleh siapa (bidan, dokter,dukun). Apakah ibu hamil aterm atau prematur. Data yang dikumpulkan mencakup usia menarke dan riwayat menstruasi, invertilitas, setiap anomali ginekologi misalnya fibroit, riwayat penyakit menular seksual. Riwayat seksual, semua kehamilan, termasuk kehamilan saat ini dan akhirnya.

pertumbuhan janin. muntah.alergi makanan. pendidikan. Sikap terhadap rentang berlaku seksual yang diterimaselama kehamilan di gali. Riwayat obat-obatan Apakah klien mempunyai kebiasaan merokok. Faktor situasi seperti pekerjaan wanita dan pasangannya. kafein. m. Mekanisme koping dan pola interaksi diindentifikasi Perawat menentukan pengetahuan wanita (pasangan) tentang kehamilan. o. dan apabila kehamilan tua adakah bengkak di kaki atau muka sakit pinggang.f. Pada ibu hamil yang pertama kali mengalami kehamilan akan merasa cemas. Pernahkah memeriksakan kehamilannya ke bidan terdekat. dll. sudahkah mendapat suntikan TT. labil dan ketidaktahuan terhadap perubahan fisiologisnya.budaya dan etnik serta status sosial ekonomi ditetapkan dalam riwayat status sosial. Pengkajian diet dapat mengungkapkan data praktek diet khusus. g. dll. n. perawatan diri dan perawatan bayi yang baru lahir. Riwayat penyakit yang pernah dialami Adakah penyakit yang memperberat kehamilan. tembakau. Riwayat nutrisi Kebiasaan makan dan minum baik sebelum hamil dan sesudah kehamilan serta konsistensinya. obat yg di resepkan. rokok. Status nutrisi seorangwanita hamilmemiliki efek langsung pada pertumbuhan dan perkembangan janin dan wanita memiliki motivasi yang tinggi untuk mempelajari gizi yang baik. status perkawinan. Riwayat psikososial Bagaimana suasana atau keadaan klien dalam menghadapi kehamilannya. h. Serta faktor lain yang terkait dengan status nutrisi. Aspek ini merupakan komponen penting dalam riwayat prenata. kalau kehamilan masih muda adakah mual. apakah mulai terasa pergerakan anak. Riwayat sosial Apakah kehamilannya diharapkan atau tidak dan dukungan dari keluarga dan suami. termasuk pemberian makanan.screnningtoksikologi urine periodik sering di rekomendasikan untuk wanita hamil yang memiliki riwayat menggunakn obat obatan ilegal. sakit kepala. l. Riwayat kontrasepsi Alat kontrasepsi apa yang digunakan klien j. Riwayat seksual Pola hubungan seksual selama kehamilan. Latar belakang. Riwayat Sosial. perdarahan. hipertensi. alkohol) maupun ilegal(mariyuana kokain) banyak substansi menembus plasentadan dapat menimbulkan efek merugikan pada janin yang berkembang. Riwayat penyakit keluarga Adakah keluarga yang mempunyai penyakit DM. p. muntah yang sangat.dan perilaku makan. i. Riwayat kehamilan saat ini Kapan mendapat haid terakhir. k. Perlu di kaji tentang penggunaan obat baik secara legal ( obat bebas. minuman alkohol atau pernah mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Riwayat kehamilan yang lalu Apakah gangguan seperti perdarahan. jantung. persalinannya spontan atau buatan. Riwayat Keluarga . perubahan maternal.

keadaan lidah dan gigi. Inspeksi • • Muka Keadaan selaput mata pucat atau merah. jaringan parut. lesi. maka selamawaktu ini pemeriksaan payudara mandiri tidak dapat di andalkan. Efek aktifitas tyroid sangat luas. suplai. kesimetrisan. apakah vena dileher terbendung. jaringan parut. serta tekanan darah. adakah kloasma gravidarum. Apabila pemeriksaan dilakukan tonus oto panggul dan kebutuhan akan • • . kulit . Pemeriksaan abdomen harus dilakukan dengan hati hati dan sistematis. adakah cairan keluar. dan distribusi rambut. Bunyi usus di auskultasi. tinggi dan berat badan.tinggi fundus dicatat jika pemeriksaan pertama dilakukan pada tahap lanjut kehamilan • Pemeriksaan Panggul Pemeriksaan panggul bisa ditangguhkan sampai kunjungan berikutnya bila wanita merasa cemas.kontur.Karena kandung kemih harus kosong sebelum pemeriksaan panggul dilakukan maka spesimen air kemih harus diminta sebelum pemeriksaan dilakukan. tegang. ruam.kontur. warna. berat badan. Vagina membesar dan struktur penyokong menjadi lebih rileks dengan semakin tuanya kehamilan. dan distribusi rambut. penampilan.Pengkajian kulit dilakukan untuk memperoleh gambaran keadaan umum. Pemeriksaan gekinologi dilakuakn dengan mula mula memerika payudara untuk menetapkan data dasar tentang keadaan normal. dilatasi vena. edema. atau menolak menjalani pemeriksaan saat ini. putting susu. setria.oleh karena itu. tinggi badan. dan tangan. a. saudara kandung dan anak anak hal ini membantu mengidentifikasi gangguan genetik atau familial dan kondisi yang dapat mempengaruhi status kesehatan wanita atau janin 2. tekstur. Pemeriksaan Umum Keadaan umum penderita.Pengkajian kulit dilakukan untuk memperoleh gambaran keadaan umum. kesimetrisan. mata. turgor. Status Nutrisi/gizi. warna. Karena payudara mengalami perubahn selama masa hamil dan menyusui. Mengobservasi dan palpasi daerah lokasi kelenjar tyroid. dilatasi vena. peralatan.Pemeriksaan fisik dimulai dengan memeriksa tanda tanda vital. Leher Pembesaran kelenjar thyiroid dan kelenjar limfe. kesadaran dan tanda-tanda vital.tinggi fundus dicatat jika pemeriksaan pertama dilakukan pada tahap lanjut kehamilan. dan status kardiovaskuler merupakan hal yang penting. Bunyi usus di auskultasi. kelainan bentuk badan.Riwayat keluarga memberi informasi tentang keluarga dekat pasi8en termasuk orang tua. Abdomen Pemeriksaan abdomen harus dilakukan dengan hati hati dan sistematis. rambut. 3. turgor. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik harus memastikan Kebersihan fasilitas. lesi. tekstur. dan adanya hernia yang harus di catat. observasi tingkah laku. Payudara Bentuk. setria. dan adanya hernia yang harus di catat. ruam.

• serta pengetahuan kegel juga dikaji. Pada pemeriksaan panggul posisinya litotomi atau lateral kiri. berat isi abdomen menekan vena kava dan aorta.  punggung terdapat sebelah kiri (tahanan yang terbesar sebelah kiri). Yang lazim dilakukan adalah palpasi menurut Leopold (I-IV) Leopold I : Tinggi fundus uteri menentukan tuanya kehamilan dan bagian apa terdapat dalam fundus.U. yaitu : Sebelum bulan ketiga (III) : Fundus Uteri belum dapat diraba dari luar Akihr bulan III (12 minggu) : Fundus Uteri berada pada 1-2 jari diatas symphisis Akhir bulan IV (16 minggu) : Fundus Uteri terletak diantara pubis dengan pusat. Palpasi Besar rahim dapat menentukan tuanya kehamilan. dan kulit lembab (keringat dingin). Bagian-bagian kecil terdapat sebelah kanan. Letak janin dalam rahim Tuanya kehamilan dapat ditentukan dari tingginya fundus uteri. • Vulva Keadaan perinium. bagian yang kurang melenting dan kurang bundar) Leopold II : Menentukan letak punggung anak dan dimana letak bagian-bagian kecil. berada pada pertengahan antara processus xypoideus dengan pusat. Hipotensi supine Ketika seorang wanita berbaring dalam posisi litotomi.U. Leopold III : menentukan apa yang terdapat di bagian bawah dan apakah bagian bawah anak ini sudah atau belum terpegang oleh pintu atas panggul. luka dan lain-lain.Berada pada arcus costarum atau 3 jari dibawah processus xyphoideus. setinggi pusat Akhir bulan VII (28 minggu) : F. Selama pemeriksaan panggul perawat mewaspadai hipotensi supine. Akhir bulan V (20 minggu) : F. sesak nafas. Akhir bulan X (40 minggu) : Pertengahan antara Processus Xipoideus dengan pusat. tanda Chadwick. . adakah varices. pemeriksaan kelamin dapat dilakukan pada posisi lateral. Berada 3 jari diatas pusat Akhir bulan VIII (32 minggu) : F. (fundus terisi oleh bokong. Tindakan keperawatan yang bisa dilakukan ialah membaringkan wanita tersebut pada salah satu sisi sampai tanda dan gejala mereda.U terletak 3 jari dibawah pusat. Tanda obyektif keadaan ini adalah palor. Akhir bulan VI (24 minggu) : F. Apabila wanita tidak dapat menoleransi posisi litotomi. Akhir bulan IX (36 minggu) : F. b.U.U. oedema. sehingga tekanan darah menurun (hipotensi supine).

bising tali pusat.DJJ harus dibedakan dengan bunyi aorta.  Pada letak menekur DJJ paling jelas terdengar pada sisi punggung janin. Untuk mengikuti pertumbuhan anak dengan cara mengikuti pertumbuhan rahim. yaitu daerah skapula. Cara menghitung DJJ adalah sebagai berikut : Mendengarkan 3x5 detik. maka anak dalam keadaan asphyxia (kekurangan O2) . Auskultasi  Dengan stetoskop (monokuler) DJJ baru terdengar pada kehamilan akhir bulan kelima  Dengan Ultrasound (doptone) sudah dapat didengar padaa akhir bulan ke-3  Stetoskop harus diletakkan tegak lurus pada permukaan perut dan tidak boleh dipegang untuk menghindari suara-suara tambahan. Kepala (bagian yang keras bundar dan melenting) masih dapat digerakkan di atas symphisis kecuali kalau kepala sudah masuk dalam pintu atas panggul.Donald. Yang diukur adalah tinggi pundus uteri dan perimeter umbilikus (lingkaran perut setinggi pusat) Tinggi fundus Uteri (cm) = tuanya kehamilan (dalam bulan) 3. Leopold IV : Untuk menentukan apa yang menjadi bagian bawah dan berapa masuknya bagian bawah ke dalam rongga panggul.5 cm Melalui TFU pun dapat ditaksir berat badan janin (TBJ) : • (TFU-13) x 155  pada presentasi Hodge I (H I) • (TFU-12) x 155  pada presentasi Hodge II (H II) • (TFU-11) x 155  pada presentasi Hodge III (H III) c. Pemeriksaan Psikososial • Penerimaan ibu/keluarga akan kehamilan • Kesiapan keluarga untuk menerima kelahiran bayinya • Kesiapan klien untuk menjadi ibu . maka sekarang sering digunakan tekhnik Mc.Kalau DJJ kurang dari 120 atau lebih dari 160/menit atau tidak teratur. . bising rahim. gerakan anak. Pada letak menengadah DJJ paling jelas terdengar pada sisi dada.Anak dalam keadaan sehat bunyi jantungnya teratur dan frekuensinya antara 120140 per menit . kemudian jumlahnya dikalikan dengan 4. d. bising usus.

albumin. hipertensi akibat kehamilan. foto thoraks.Ph . warna. sel darah putih. chlamidya. kreatinin. 2. antigen permukaan hepatitis B. kreatinin klierens.sel sabit. infeksi. atau penyakit ginjal. ekresi total protein Tes Pap Apusan vagina dan rektum untuk neisseria gonorrhoeae . Scrinning neoplasia intraepitel dan herpes simpleks tipe 2.Ekokardiogram Scrinning diabetes gestasional . penyakit ginjal. hCG biakan urine Tes fungsi ginjal . silinder.. dan antibody tidak reguler Titer rubela Test kulit tuberkulin . protein. hipertensi. hitung jenis elektroporesis hemoglobin Sel darah. anemia. Mengevaluai tingkat kompromi ginjal pada wanita yang memiliki riwayat diabetes.). kehamilan Mengidentifikasi wanita yg mengalami bakteriuria Asimptomatik. dilakukan dpada kunjungan pertama untuk wanita beresiko tinggi. BUN . elektrolit. berat jenis spesifik.• Masalah-masalah lain yang mempengaruhi ketenangan ibu hamil. foto thoraks setelah minggu ke 20 pada wanita yang relatif terhadap tes tuberkulin urinalisis. Scrinning infeksi asimptomatik pada penduduk yang beresio tinggi . di lakukan pada minggu ke 28 untuk semua wanita hamil Scrinning diabetes pada wanita dengan peningkatan kadar glukosa sesudah tes 1 jam. thalasemia) Menemukan janin yang memiliki resiko mengalami eritroblatosis fetalisi atau hiperbilirubinemia pada periode neonatus Menemukan kekebalan terhadap rubela Scrinning penduduk yang beresiko timggi terpapar tuberkulosis Mengidentifikasi wanita penderita diabetes melitus yang tidak di duga. Menemukan wanita yang menderita penyakit sifilis yang tidak di obati Scrinning infeksi . termasuk pemeriksaan mikroskopik sedimen urine . Rh. sel darah merah. Uji Laboratorium Uji Laboratorium Pada Periode Prenatal Uji laboratorium Hemoglobin / Hematokrit/WBC (sel darah putih. glukosa. Toleransi Glukosa 1 jam Toleransi Glukosa 3 jam Pemeriksaan jantung : EKG.untuk menegakkan diagnosis harus didapatkan satu hasil positif pada waktu Tujuan Mendeteksi anemia atau infeksi Menemukan wanita yang menderita hemoglobinbinopati(misalnya. aseton. HPV VDRL/FTA-ABS Anti body HIV* .

. 3. C. Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada trisemester ketiga : 1. Nyeri tungkai berhubungan dengan edema pada pergelangan kaki dan kompresi pembuluh darah serta saraf yang menyuplai ekstermitas bawah akibat pembesaran uterus. Intervensi 1. Bina hubungan saling percaya dengan keluarga Rasional 1. Ansietas berhubungan dengan perubahan fisik selama hamil. Ansietas berhubungan dengan perubahan fisik selama hamil. 3. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan tanda dan gejala yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan janin. IMPLEMENTASI Trisemester Pertama 1. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada kehamilan trisemester pertama : 1. Ansietas berhubungan dengan rasa tidak nyaman selama masa hamil. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan morning sickness. Merupakan hubungan terapeutik yang akan membuat keluarga terbuka terhadap perawat. 2. Keletihan berhubungan dengan kehamilan pada tahap awal. 2. 2. 4.puasa atau 2 hasil positif. Mengevaluasi fungsi jantung pada wanita dengan riwayat hipertensi atau penyakit jantung B. Tujuannya ansietas berkurang dengan kriteria hasil menyatakan pemahaman proses penyakit dan tampak rileks. Gangguan pola tidur berhubungan dengan ketidaknyamanan pada tahap lanjut kehamilan. Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang tanda-tanda persalinan prematur. Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada trisemester kedua : 1. Perubahan pola seksualitas berhubungan dengan rasa tidak nyaman dengan awal kehamilan.

2. Keletihan berhubungan dengan kehamilan pada tahap awal. kesehatan pada klien dan keluarga. 5. Meningkatkan kesehatan ibu dan calon 5. 4. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan morning sickness. Kaji status mental dan tingkat ansietas 2. Makan sedikit biskuit saat bangun tidur sebelum turun dari tempat tidur.2. Dapat menggali tingkat kecemasan keluarga terhadap kondisi klien. Membuat pengetahuan dasar dan 3. 5. Diskusikan pentingnya menjaga bayinya. Hindari perut kosong. 3. Tentukan persepsi pasien terhadap pentingnya memberi kesadaran tentang perubahan fisik selama kehamilan. Menghilangkan penyebab yang potensial. 3. Intervensi 1. terutama sebelum tidur. 3. Peringatkan untuk menghindari makanan berlemak dan digoreng atau makanan yang merangsang. Anjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi. 4. Memberikan pendidikan kehamilan. Anjurkan makan prosi kecil tapi sering. mampu meningkatkantingkay aktivitasnya dan melakukan tignkat aktivitas sehari-hari yang tidak menyebabkan keletihan yang berlebihan. Intervensi 1. 2. Tujuannya terbebas dari nausea dan tenggorok kering. Meningkatkan kemampuan koping melalui perawatan diri. 3. mendapat cukup nutrisi dan mengalami peningktan berat badan. 2. Rasional 1. Makanan essensial untuk mencukupi kebutuhan metabolik yang meningkat dan juga untuk menangkal keletihan. kondisi fisiknya selama kehamilan. Meningkatkan pemahaman tentang 4. 4. kehamilannya terutama terhadap perubahan fisiknya. Mengumpulkan data dasar untuk mengidentifikasi makanan yang menyebabkan mual. 5. Rasional 1. Anjurkan klien untuk menyiapkan biskuit yang tidak asin (karbohidrat kering lain) disamping tempat. Perut yang kosong berhubungan dengan nausea. Nutrisi yang adekuat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan metabolik yang . Tujuannya untuk mengatasi keletihan pada awal kehamilan.

5. Agar klien dapat berisitirahat lebih lama dan menjaga kehamilannya. segera memberi tahu jika timbul tanda-tanda bahaya. 4. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan tanda dan gejala yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan janin. 2.meningkat dan untuk mencegah anemia. Perubahan pola seksualitas berhubungan dengan rasa tidak nyaman dengan awal kehamilan. Anjurkan suami klien membantu untuk pemeliharaan rumah. Agar tidak mengalami keletihan yang berlebihan. Tujuannya mengungkapkan pengetahuan tentang tanda-tanda bahaya. Diskusi yang terbuka membantu pemahaman tentang fisiologi kehamilan. Anjurkan klien istirahat diantara waktu kerja. Intervensi 1. 3. 3. Menganjurkan pertanyaan yang sesuai dan bicarakan pemahaman dan penerimaan terhadap informasi yang di diskusikan. 3. Anjurkan kepada suami klien untuk menyiapkan makanan kesukaan istrinya dan menyajikannya dengan menarik. 5. tidur sebentar setelah bekerja. 2. Tujuannya untuk memahami fisiologi kehamilan terhadap hubungan seksual. Agar klien nafsu makannya bertambah dan mau makan agar perut tidak kosong. Mendiskusikan seksualitas dan perilaku dan posisi seksual alternatif yang dapat digunakan selama masa hamil. 4. 2. sebelum makan malam. Mengurangi jam kerja selama beberapa minggu (untuk wanita karier) 2. . Posisi dan perilaku alternatif dapat digunakan untuk mengekspresikan seksualitas. Memberi kesempatan untuk meningkatkan hubungan suami istri dan koping keluarga. Agar klien merasa nyaman berada di rumah dan tidak mengalami keletihan dan tercipta keharmonisan. Intervensi Rasional Rasional 1. untuk menyatakan puas terhadap aktivitas seksual dengan suaminya. 4. Trisemester Kedua 1. 3. Mendiskusikan gejala-gejala yang dialami klien yang mempengaruhinya saat bercumbu dan berhubungan seksual.

Tentukan persepsi pasien terhadap pentingnya memberi kesadaran tentang perubahan fisik selama kehamilan. Kondisi medis klien atau janinnya harus di identifikasi dan segera diobati. Tujuannya ansietas berkurang dengan kriteria hasil menyatakan pemahaman proses penyakit dan tampak rileks. Diskusikan pentingnya menjaga bayinya. 4. Bina hubungan saling percaya dengan keluarga Rasional 1. Merupakan hubungan terapeutik yang akan membuat keluarga terbuka terhadap perawat. 1. . 2. Memberi daftar tertulis tentang tanda dan gejala 3. Gangguan pola tidur berhubungan dengan ketidaknyamanan pada tahap lanjut kehamilan. 5. 2. Intervensi 1. 3. kesehatan pada klien dan keluarga. Kaji status mental dan tingkat 2. kondisi fisiknya selama kehamilan. Perawat menyertakan nomor telepon gawat darurat kepada klien. Meningkatkan kesehatan ibu dan calon 5. Trisemester Ketiga 1. Tujuannya akan belajar dan melakukan tindakan untuk mendapatkan rasa nyaman dan akan tidur dengan tenang minimal selama tujuh jam setiap malam. Memberikan pendidikan kehamilan. Intervensi 1. Wanita sering kali merupakan orang pertama yang menyadari bahwa ada sesautu yang salah. Membahas tanda-tanda bahaya dengan klien. 2. Perawat meyakinkan kembali bahwa insomnia adalah kejadian yang umum selama tahap hamil kehamilan. 2. Meningkatkan pemahaman tentang 4. Dapat menggali tingkat kecemasan ansietas keluarga terhadap kondisi klien. Ansietas berhubungan dengan rasa tidak nyaman selama masa hamil.1. Bahan-bahan tertulis memperkuat proses pembelajaran dan memberi wanita kesempatan untuk meninjau ulang informasi. kehamilannya terutama terhadap perubahan fisiknya. Dapat memahami hal-hal yang dijelaskan agar ia lebih nyaman saat tidur. Rasional 1. Membuat pengetahuan dasar dan 3. 3.

4. Anjurkan klien menghindari minuman berkafein pada malam hari. Untuk memperoleh rasa nyaman dengan menggunakan teori get kontrol. Asupan air dan posisi berbaring miring membantu diuresis dengan memperbaiki perfusi ginjal. meningkatkan rasa percaya diri. Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang tanda-tanda persalinan prematur. 2. Posisi berbaring miring memanfaatkan gravitasi untuk membantu mengurangi edema di pergelangan kaki.2. Pengetahuan membuat klien mau bekerja sama dalam perawatan dirinya. mendemonstrasikan tindakan dan meminta klien mendemonstrasikan kembali cara melakukan perawatan diri seperti relaksasi. Mengajarkan rasional. Menganjurkan klien untuk tetap minum sebanyak 8 gelas sehari. 3. Nyeri tungkai berhubungan dengan edema pada pergelangan kaki dan kompresi pembuluh darah serta saraf yang menyuplai ekstermitas bawah akibat pembesaran uterus. Menopang dan mengangkat uterus yang berat memfasilitasi drainase vena atau limfe. 2. Minuman berkafein membuat klien tidak bisa tidur. 2. Berdiri dan duduk untuk waktu yang lama menganggu sirkulasi perifer dan menimbulkan rasa letih dan nyeri di kaki. fungsi fisiologi normal dan memfasilitasi relaksasi. Dengan menggunakan instruksi tertulis menggunakan cara untuk mengkaji dan menghitung lama kontraksi kepada klien. Intervensi 1. Rasional 1. 3. 3. 4. 3. Menggali kemungkinan berjalan atau menaiki tangga beberapa kali setiap hari. Menggali kemungkinan ia dapat beristirahat dengan kaki dan pinggang diangkat selama 15 hingga 20 menit selama rehat pagi. Rasional 1. Tujuannya edema di pergelangan kaki dan nyeri di kaki klien akan mereda. Menganjurkan klien untuk menggunakan korset untuk membantu menopang abdomen yang berat. Intervensi 1. Tujuannya klien dan keluarga mempelajari cara mengenali pesalinan prematur. . rehat malam dan setelah bekerja. 3. rehat siang. 2.

Menganjurkan agar famlet atau instruksi ditempatkan di tempat yang dapat dengan mudah dilihat oleh suami atau keluarga. . Merasa terlalu cemas atau tidak mampu untuk membacanya. anggota keluarga perlu membantu dalam melakukan pengkajian dan memberi laporan kepada pemberi perawatan primer.2. 2.