You are on page 1of 1

Tugas Syarat Masuk Mata Kuliah Teori dan Teknik Konseling Diberikan Pada Pertemuan ke-3 (Kamis, 4 Oktober 2012

) Nama NIM Jurusan : Shindy Alvianita : 1715110737 : Bimbingan dan Konseling Reguler 2011

Pendekatan Gestalt
Sejarah Pendekatan Gestalt adalah terapi yang termasuk dalam terapi phenomenologicalexistential yang diprakarsai oleh Frederick (Fritz) dan Laura Perls tahun 1940-an. Pendekatan ini mengajarkan konselor dan konseli metode kesadaran fenomenlogi, yaitu bagaimana individu memahami, merasakan, dan bertindak serta membedakannya dengan interpretasi terhadap suatu kejadian dan pengalaman masa lalu. Alasan-alasan dan interpretasi dianggap sebagai sesuatu yang kurang reliabel dibandingkan hal yang langsung diterima dan dirasakan oleh individu. Konsep Dasar Gestalt dalam bahasa Jerman mempunyai arti bentuk, wujud atau organisasi. Kata itu mengandung perngertian kebulatan atau keparipurnaan. Lebih lanjut Simkin menyatakan bahwa kata Gestalt mempunyai makna keseluruhan (whole) atau konfigurasi

(configuration). Dengan demikian Perls, lebih mengutamakan adanya integrasi bagianbagian terkecil kepada suatu hal yang menyeluruh. Integrasi ini merupakan hal penting dan menjadi fungsi dasar bagi manusia. Tujuan dasar konseling dalam terapi Gestalt adalah untuk meraih kesadaran (awareness), terhadap apa yang sedang dialami oleh konseli dan kemudian konseli bertanggung jawab terhadap apa yang dirasakan, dipikirkan, dan dikerjakan. Untuk itu maka terapi ini lebih mengutamakan keadaan disini, dan saat ini (here and now). Terapi Gestalt menolak pencarian alasan tentang sebab-sebab terjadinya suatu perilaku, pemikiran atau perasaan yang terjadi, tetapi lebih mengutamakan untuk meminta individu untuk mencoba suatu aktivitas baru yang telah didesain untuk meningkatkan kesadaran. Dengan demikian, konseli akan mengalami sendiri apa yang dilihatnya, apa yang dirasakannya dan apa yang diinterpretasikannya, sehingga konsleli dalam keadaan aktif dan tidak menunggu terapis untuk meningkatkan kesadarannya.