You are on page 1of 12

PERANAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI DALAM KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA PADA MAHASISWA INDONESIA

TUGAS AKHIR MATA KULIAH UMUM

Disusun Oleh : Nama NIM Jurusan : Anthony Alexander : 325120104 : Teknik Sipil

UNIVERSITAS TARUMANAGARA 2012/2013

Hakikat NKRI adalah negara kebangsaan modern. mereka adalah penerus peradaban dan perjuangan bangsa serta rasa nasionalisme berikutnya. ras. serta menumbuhkan wawasan kewarganegaraan sehingga dapat membentuk kepribadian yang mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. Peranan pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk mahasiswa di Indonesia menjadi kepribadian bangsa Indonesia adalah berperan membimbing peserta didik kepada batasan kesadaran bernegara. Generasi penerus merupakan aset berharga bangsa. atau golongannya. khususnya generasi muda sebagai generasi penerus. berbangsa.BAB I PENDAHULUAN 1.1. etnik. Mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu 1 . Dalam perkembangannya sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 sampai dengan penghujung abad ke-20. rakyat Indonesia telah mengalami berbagai peristiwa yang mengancam keutuhan negara. Untuk itu diperlukan pemahaman yang mendalam dan komitmen yang kuat serta konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Repblik Indonesia (NKRI). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa “ Pendidikan Kewarganegaraan merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dan negara serta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia”. dan bernegara yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Konstitusi Negara Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia. Negara kebangsaan modern adalah negara yang pembentukannya didasarkan pada semangat kebangsaan atau nasionalisme yaitu pada tekad suatu masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang sama walaupun masyarakat tersebut berbeda-beda agama. Latar Belakang Peranan pendidikan kewarganegaraan ini sangat penting bagi seorang mahasiswa yang akan menjadi generasi penerus di tengah arus globalisasi dan modernisasi seperti saat ini.

dan seni yang dipelajarinya. Tugas pendidikan kewarganegaraan mengemban tiga fungsi pokok. dan mendorong partisipasi warga negara (civic participation). sebagai individu. terampil.2. 1. Semua itu diperlukan demi tetap utuh dan tegaknya NKRI. Kualitas warga negara akan ditentukan terutama oleh keyakinan dan sikap hidup bermasyarakat. teknologi. membina tanggung jawab warga negara (civic responsibility). Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia.  Mampu meningkatkan dan mengimplementasikan dalam peranan dan kedudukan serta kepentingannya. Tujuan pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi :  Memiliki motivasi menguasai materi pendidikan kewarganegaraan. Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara.melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas. sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa. anggota keluarga/masyarakat dan warga negara yang terdidik. teknologi. Partsisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalu pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat 2 . dan seni. Maksud dan Tujuan Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan agar kita memiliki wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara dan memiliki pola pikir. yakni mengembangkan keceradasan warga negara (civic intelligence). Kecerdasan warga negara yang dikembangkan untuk membentuk warga negara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional melainkan juga dalam dimensi spiritual. dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. pola sikap dan perilaku sebagai pola tindak yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila.  Memiliki tekad dan kesediaan dalam mewujudkan kaidah-kaidah ilmu berbangsa dan bernegara untuk menciptakan masyarakat madani. emosional dan sosial. berbangsa dan bernegara di samping derajat penguasaan ilmu pengetahuan. Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta. wawasan nusantara serta ketahanan nasional dalam diri mahasiswa calon sarjan/ilmuwan warga negara Indonesia yang sedang mengkaji dan akan menguasai ilmu pengetahuan.

dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. dan menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh cita-cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945”. Pendidikan kewarganegaraan bagi generasi sangat penting dalam rangka menumbuhkan kesadaran bela negaradan meningkatkan rasa cinta tanah air. Peranan pendidikan kewarganegaraan adalah membina warga negara khususnya generasi penerus yang baik bagi kehidupan berbangsan dan bernegara. Pendidikan kewarganegaraan juga merupakan pendidikan dasar bela negara. keasadaran bangsa dan bernegara Indonesia.  Indikator pencapaian sebagai kriteria keberhasilan pencapaian kemampuan. berdisiplin dalam bermasyarakat. penuh rasa tanggung jawab dari generasi penerus. Ada empat isi pokok pendidikan kewarganegaraan. Pengertian Materi pokok Pendidikan Kewarganegaraan adalah tentang hubungan warga negara dan negara. warga negara NKRI diharapkan mampu : “Memahami. jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat terdiri dari Pendidikan Bahasa.3. dinamis. menganalisis. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa di setiap jenis. Pengertian pendidikan kewarganegaraan dalam UU No. Pemahaman serta peningkatan sikap dan tingkah laku yang berdasar pada Nilai-nilai Pancasila serta budaya bangsa merupakan hal yang diprioritaskan dalam Pendidikan Kewarganegaraan. dan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN). dimana pendidikan dasar bela negara ini bertjuan menumbuhkan kecintaan tanah air. 1.  Rasional. dan Kewarganegaraan. berbangsa dan bernegara. Sikap ini tentunya disertai dengan perilaku yang:  Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghayati nilai-nilai falsafah bangsa. kerelaan berkorban untuk negara serta memberikan kemampuan awal bela negara. Hal ini mengingat para generasi peneruslah yang akan mejadi para pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Pendidikan kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas. yaitu:  Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan sebagai sasaran pembentukan.  Rambu-rambu umum pembelajaran sebagai rujukan alternatif bagi para guru. Dalam pendidikan kewarganegaraan. Agama.  Berbudi pekerti luhur.  Standar materi kewarganegaraan sebagai muatan kurikulum dan pembelajaran. 3 .Melalui Pendidikan Kewarganegaraan. generasi penerus dibekali dengan hal-hal yang dapat meningkatkan rasa nasionalisme.

Merekalah para generasi yang akan membawa Indonesia pada gerbang kemajuan dan siap menjawab tantangan global. yang dijiwai oleh kesdaran Bela Negara. Bersifat profesional. 4 .  Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni untuk kepentingan kemanusiaan. yang senantiasa cinta tanah air dan rela berjuang dalam rangka bela negara. Dengan demikian. terciptalah generasi penerus bangsa yang tangguh dan berkpribadian luhur Pancasila. bangsa. dan negara.

Berdasarkan UU No. merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari kelompok MKU dalam susunan kurikulum inti. Pendidikan KewiraanPendidikan kewiraan di mulai tahun 1973/1974. ISD.Termasuk isi kurikulum pada setiap jenis. merupakan realisasi pembelaan negara melalui jalur pengajaran khusus di PT.. Berdasarkan UU No. 2.pokok penyelenggaraan pertahanan dan keamanan negara ditentukan bahwa : . Keputusan Mendikbud tahun 1994. dan Pendidikan Pancasila. B. dengan tujuan untuk menumbuhkan kecintaan pada tanah air dalam bentuk PPBN yang dilaksanakan dalam dua tahap. Sejarah Pendidikan Kewarganegaraan 1. sebagai bagian dari kurikulum pendidikan nasional. . . menentukan : . Pada awal penyelenggaraan pendidikan kewiraan sebagai cikal bakal dari PKn berdasarkan SK bersama Mendikbud dan Menhankan tahun 1973.Pendidikan Kewiraan bagi PT adalah bagian dari Pendidikan Kewarganegaraan. 19/Dikti/1997 menentukan antara lain : . dan IBD sifatnya wajib. merupakan bagian tidak terpisahkan dari penyelenggaraan sistempendidikan nasional.Pendidikan Kewiraan adalah PPBN tahap lanjutan pada tingkat PT. SK Dirjen Dikti tahun 1993 menentukan bahwa Pendidikan Kewiraan termasuk dalam kurikulum MKDU bersama-sama dengan Pendidikan Agama.Pendidikan Kewarganegaraan merupakan MKU bersama-sama dengan Pendidikan Agama.Pendidikan Kewiraan termasuk dalam muatan PKn. 5 . c.1. di dalam Sk itu dipolakan penyelenggaraan Pendidikan Kewiraan dan Pendidikan Perwira Cadangan di PT. a. IAD. jalur. Perkembangan Kurikulum dan Materi Pendidikan Kewarganegaraan. . yaitu tahap awal yang diberikan kepada peserta didik SD sampai sekolah menengah dan pendidikan luar sekolah dalam bentuk pendidikan kepramukaan. dan jenjang pendidikan.Merupakan kurikulum nasional wajib diikuti seluruh mahasiswa. f.Wajib diikuti seluruh mahasiswa (setiap warga negara). d.20 tahun 1982 tentang pokok . sedangkan PPBN tahap lanjutdiberikan di PT dalam bentuk pendidikan kewiraan.2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa : . Keputusan Dirjen Dikti No. e. Pendidikan Pancasila.BAB II PEMBAHASAN 2. B. b. B.

diadakan penyempurnaan oleh Lemhannas dan Dirjen Dikti terdiri atas pengantar yang berisikan gambaran umum tentang bahan ajar PKn dan interelasinya dengan bahan ajar mata kuliah lain. merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari kelompok MPK dalam susunan kurikulum.3. ketahanan nasional. politik dan strategi nasional. Tahun 2001.Mata kulih PKn serta PPBN merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari MPK. HAM. wawasan nusantara. . Tahun 1995. 2. Dirjen Dikti No. ketahanan nasional. politik dan Strategi Nasional.Pendidikan kewiraan adalah mata kuliah wajib untuk ditempuh setiap mahasiswa untuk program D3 dan S1. Sistem Hankamrata. Keputusan Dirjen Dikti No. menentukan : . Perkembangan Materi Pendidikan Kewarganegaraan a. b. materi disusun oleh Lemhannas dengan materi dengan tambahan materi demokrasi. h. dan demokratis serta ikhlas sebagai warga negara terdidik dalam kehidupannya selaku warga negara Republik Indonesia yang bertanggung jawab. c. d. 2.Pendidikan kewiraan termasuk kedalam muatan PKn. Tahun 2002. menentukan antara lain : . Kep. 38/Dikti/Kep/2002 materi berisi pengantar sebagai kaitan dengan MKP.2. Politik dan Strategi Pertahanan dan Keamanan Nasional. 151/Dikti/Kep/2000 tanggal 15 Mei 2000 tentang penyempurnaan kurikulum inti MPK.. 6 . Keputusan Dirjen Dikti No. wawasan nusantara. jujur. . Awal 1979. wawasan nusantara. g. nama mata kuliah berubah menjadi Pendidikan Kewarganegaraan yang bahan ajarnya disusun kembali oleh Lemhannas dan Dirjen Dikti dengan materi pendahuluan. politik strategi nasional. politik dan strategi nasional. Fungsi dan Manfaat Pendidikan Kewarganegaraan a. Mampu memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara santun. sedang materi lainnya tetap ada. Tahun 1985. bela negara.26 7/Dikti/Kep/ 2000 tanggal 10 Agustus.Mata kuliah PKn adalah MK wajib bagi setiap mahasiswa.Pendidikan Kewiraan adalah mata kuliah wajib untuk ditempuh setiap mahasiswa. politik dan strategi pertahanan dan keamanan nasional. sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta. lingkungan hidup. demokrasi. ketahanan nasional. e. HAM. materi disusun oleh Lemhannas dan Dirjen Dikti yang terdiri dari Wawasan Nusantara. Ketahanan Nasional.

Masukan lingkungan (environmental input) terutama yang berkaitan dengan kondisi dan situasi kehidupan politik negara yang kurang demokratis. berbangsa dan bernegara.4. hubungan antara warga negara dengan warga negara. 2. cinta tanah air. jujur dan demokratis serta ikhlas sebagai warga negara Republik Indonesia yang terdidik dan bertanggung jawab. d. Agar mahasiswa memiliki sikap perilaku sesuai nilai .b. Wawasan Nusantara. serta dapat mengatasi dengan pemikiran kritis dan bertanggung jawab yang berlandaskan Pancasila. c. Agar mahasiswa memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara santun. berbangsa. dan bernegara yang hendak diatasi dengan penerapan pemikiran yang berlandaskan Pancasila. rela berkorban bagi nusa dan bangsa. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sejak diimplementasikan pada berbagai jenis dan jenjang pendidikan (persekolahan maupun perguruan tinggi). Pengelolaan kelas belum mampu menciptakan suasana kondusif dan produktif untuk memberikan pengalaman belajar pada siswa/mahasiswa melalui 7  . Dengan demikian. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemahaman tentang beragam masalah dasar kehidupan bermasyarakat. Memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar kepada mahasiswa mengenai hubungan antara warga negara dengan negara. Beberapa faktor penghambat tersebut :   Masukan instrumental (instrumental input) terutama yang berkaitan dengan kualitas guru/dosen serta keterbatasan fasilitas dan sumber belajar. Agar mahasiswa menguasai dan memahami berbagai masalah dasar dalam kehidupan bermasyarakat. Beberapa indikasinya adalah :  Proses pembelajaran dan penilaian dalam pendidikan kewarganegaraan lebih menekankan pada dampak instruksional (instructional effects) yang terbatas pada penguasaan materi atau dengan kata lain menekankan pada dimensi kognitifnya saja. pendidikan kewarganegaraan menghadapi berbagai kendala dan keterbatasan yang menjadi faktor penghambat. e.nilai perjuangan. dan Ketahanan Nasional secara kritis dan bertanggung jawab.nilai kejuangan serta patriotisme yang cinta tanah air. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Mampu memupuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai . g. dan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. f. pelaksanaan pendidikan kewarganegaraan tidak mengarah pada misi yang seharusnya. rela berkorban bagi nusa dan bangsa.

Tanggung jawab bersama untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas pada hakikatnya merupakan perwujudan dari amanat nasional. bangsa. Namun demikian. 8 . kritikan dan tuntutan tersebut sudah seharusnya direspons dan diakomodasikan secara proporsional karena memang pendidikan secara umum dan pendidikan kewarganegaraan secara khusus bukan tanggung jawab emerintah saja tetapi juga tanggung jawab seluruh komponen masyarakat. Selain menghadapi kendala internal sebagaimana diuraikan di atas. Pelaksanaan kegiatan sosio-pedagogis untuk mendapatkan “hands-on experience” juga belum memberikan kontribusi yang signifikan untuk menyeimbangkan antara penguasaan teori dan praktek pembiasaan perilaku dan ketrampilan dalam berkehidupan yang demokratis dan sadar hukum. Pendidikan kewarganegaraan yang secara paradigmatik sarat dengan muatan afektif namun dilaksanakan secara kognitif telah disikapi secara keliru sebagai satu-satunya obat mujarab untuk mengatasi persoalan kehidupan para siswa khususnya yang menyangkut perilaku dan moral. dan negara Indonesia. pendidikan kewarganegaraan juga menghadapi kendala eksternal yaitu kritikan dan tuntutan dari berbagai lapisan masyarakat berkaitan dengan semangat demokratisasi yang semakin meningkat dengan segala aksesnya. Kendala eksternal lainnya yaitu pendidikan di Indonesia dihadapkan pada berbagai persoalan dan situasi global yang berkembang cepat setiap waktu baik yang bermuatan positif maupun negatif. Ketidakmampuan bangsa Indonesia dalam merancang program pendidikan yang mengakomodasi kecenderungan dan persoalan global tersebut berarti akan menghilangkan kesempatan untuk mengejar ketertinggalan untuk secara bertahap dapat mensejajarkan dirinya dengan bangsa-bangsa yang sudah maju dalam bidang pendidikannya. perlibatannya secara proaktif dan interaktif baik dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas sehingga berakibat pada miskinnya pengalaman belajar yang bermakna (meaningful learning) untuk mengembangkan kehidupan dan perilaku siswa/mahasiswa.

Pentingnya suatu pendidikan berbangsa dan bernegara agar terciptanya keseimbangan antara hak dan kewajiban bagi setiap warga negara dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. yaitu dengan mengembalikan sosialisasi pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah. pengajaran. Semua faktor penghambat bisa dihindarkan dengan mengajarkan faktor-faktor pendukung sejak dini. Dan menjadi suatu penjelasan. Jadi. Dan perlu kita ketahui dan pahami ketika hal itu terjadi. 9    . dalam proses penyiapan warga negara tersebut. dan secara khusus peran pendidikan termasuk di dalamnya persekolahan. maka dapat diambil kesimpulan bahwa :  Pendidikan kewarganegaraan sebagai wahana pengembangan pendidikan kewarganegaraan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap partisipasi politik siswa. Kesimpulan Setelah memahami peranan pendidikan kewarganegaraan dalam berbangsa dan bernegara pada mahasiswa di Indonesia. bahwa sesuatu hal yang mungkin sebagian besar orang menganggapnya tdak penting pada hakikatnya memiliki peranan yang menentukan kelangsungan hidup kita di masa yang akan datang. dimana pendidikan kewarganegaraan dirumuskan secara luas untuk mencakup proses penyiapan generasi muda untuk mengambil peran dan tanggung jawabnya sebagai warga negara. dan berfikir kritis terhadap semua persoalan. Kewarganegaraan merupakan ujung tombak bagi pembentukan generasi muda sebagai warga negara yang baik. Pada pendidikan kewarganegaraan wajib ditanamkan prinsip.BAB III PENUTUP 3.. Pentingnya pendidikan kewarganegaraan bagi mahasiswa pada umumnya agar mahasiswa bisa menjadi warga negara yang memiliki pandangan terhadap nilainilai HAM. maka ketahuilah bahwa nilai-nilai yang terkandung dari hal tersebut sudah mulai mengilang dari diri kita sendiri dan perlu kita pelajari kembali. pentingnya pendidikan kewarganegaraan yang didapatkan sejak dijenjang sekolah hingga perguruan tinggi adalah untuk menimbulkan kesadaran warga negara terhadap tujuan nasional bangsa Indonesia agar berjiwa patriotisme dan cinta tanah air. mahasiswa juga mampu berpartisipasi dalam memecahkan semua persoalan dengan solusi tanpa menimbulkan konflik.1. dan belajar.

dan juga sebagai generasi penerus pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada pada suatu kaum. Penyusun berharap tidak akan ada lagi perselisihan di negeri kita tercinta ini sehingga cita-cita bangsa Indonesia akan tercapai. Saran Maka pentingnya pendidikan kewarganegaraan bagi mahasiswa pada umumnya agar mahasiswa bisa menjadi warga negara yang memiliki pandangan terhadap nilai . Pada bagian ini penyusun ingin mengajak yang dalam hal ini ditujukan kepada generasi muda mahasiswa secara luas agar tetap bersatu demi mempertahakan NKRI. Oleh karena itu. tetaplah semangat dalam meraih apa yang telah menjadi tujuan hidup kita. peran tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada suatu kaum. mahasiswa juga mampu berpartisipasi dalam memecahkan semua persoalan dengan solusi tanpa menimbulkan konflik. Mahasiswa memiliki peran dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia. Jadi pentingnya pendidikan kewarganegaraan yang didapatkan sejak di jenjang sekolah hingga perguruan tinggi adalah untuk menimbulkan kesadaran warga negara terhadap tujuan nasional bangsa Indonesia agar berjiwa patriotisme dan cinta tanah air. sebagai generasi pengganti yang menggantikan kaum yang sudah rusak moral dan perilakunya. Pepatah dalam Bahasa Inggris mengatakan “Student Today.2.nilai HAM. 10 . Penyusun meyakini bahwa kunci tercapainya cita-cita itu ada di tangan para generasi muda. dan berpikir kritis terhadap semua persoalan. Peran itu senantiasa harus terjaga dan terpartri di dalam dada mahasiswa Indonesia baik yang ada di dalam negeri maupun mahasiswa yang sedang belajar di luar negeri. Leader Tomorrow”. Terkadang masalah sepele akan menjadi kompleks jika tidak ada solidaritas di antara sesama kita. 3.

wordpress.unesa.com/doc/50090622/Makalah-KWN http://ichnurezha.id/waspodo-tjipto-subroto/peran-pendidikan-kewarganegaraandalam-melestarikan-budaya-dan-karakter-bangsa http://nurfadlillah.ac.Daftar pustaka http://id.scribd.com/2012/03/05/pentingnya-matakuliah-pendidikankewarganegaraan-bagi-mahasiswa/ http://blog.wordpress.elearning.com/2010/03/06/peranan-pendidikan-kewarganegaraan/ 11 .