You are on page 1of 6

Anestesi Lokal

Posted on October 14, 2010. Filed under: Health and Medicine | Tipe tipe serabut saraf A : MyelinatedSaraf sensorik dan motorikAlfa (), Beta (), Gama (), Delta () B MyelinatedSaraf pre-ganglionik autonomik C : Non myelinatedPain dan temperatur

Semakin besar diameter saraf g semakin tinggi dosis anastesi lokal yang diperlukan untuk blokade impuls NERVEFIBER MYELINATION DIAMETER(m) CONDUCTION VELOCITY(m/sec) A- Heavily 15-20 70-120 A- Moderately 5-12 30-70 A- Moderately 5-10 30-70 A- Lightly 2-5 12-30 B C Lightly No 1-4 0,5-1,0 3-15 0,5-2,0 FUNCTION motor Touch and Pressure Proprioception Pain and temperature Preganglionic autonomic Pain and temperature

Mekanisme Kerja

Menghambat transmisi impuls syaraf (conduction blockade) dengan mencegah meningkatnya permiabilitas membran syaraf terhadap ion SODIUM (Na+) Artinya : sel hanya dalam keadaan resting membrane ; menghambat Na masuk Zat Aanastesi Lokal akan berdifusi dari outer surface (mantel) g center (core) melalui concentration gradient Bisa didapati adanya paralisa otot skeletal Onset Of Action dari zat Anastesi Lokal, tergantung dari pKa (zat asam, onset of action lebih cepat) Duration Of Action, tergantung pada : Dosis Lipid solubility > makin larut dalam lemak, DOA lebih lama Protein binding > makin kuat > DOA makin lama Ada / tidaknya vasokonstriktor

1. 2. 3. 4.

Jenis Anastesi Lokal ESTER AMIDE ProcaineTetracaineChloroprocaine LidocaineMepivacaineBupivacaine Piperocaine Etidocaine

Dibucaine Potency and Duration of Action Short & Low : Intermediate : Long & High : Efek Samping

Propitocaine

ProcaineChloroprocaine LidocaineMepivacainePrilocaine Cocaine BupivacaineTetracaineEtidocaine

Reaksi Alergi > tidak tergantung pada dosis Toksisitas sistemik > tergantung dosis

Susunan Saraf Pusat Sistem Kardiovaskular

* Reaksi Alergi

Frekwensi jarang : < 1% Ester lebih sering menimbulkan reaksi alergi dibandingkan dengan Amide > PABA (+) merupakan hasil metabolisme golongan ester Methylparaben > merupakan bahan pencampuran preparat komersial Cross Sensitivity (+) > alergi terhadap ester dan amide Gejala : rash, urticaria, edema laring, hipotensi, spasme bronkhus

* Toksisitas Sistemik Akibat meningkatnya konsentrasi obat dalam plasma Bisa oleh karena : 1. injeksi langsung intravena 2. blok saraf epidural 3. blok epidural Tergantung pada : 1. dosis yang diberikan 2. vascularity di daerah pemberian 3. ada tidaknya vasokonstriktor (epinefrin) 4. physiochemical : Lipid solubility, Protein binding, pKa (constante dissociation) Untuk insisi abses lebih baik dengan topikal spray karena abses bersifat asam, sedangkan anastesi lokal bersifal basa lemah > efek (-) SUSUNAN SARAF PUSAT Konsentrasi plasma meningkat sedikit : kebas pada lidah dan bibir Konsentrasi plasma meningkat tinggi > melewati Blood Brain Barrier : o restlessness o vertigo o tinnitus o sulit berkonsentrasi o bicara sulit o muscle twitching o drowsiness

kejang

Terapi : oksigenasi ventilasi anti kejang

KARDIOVASKULAR

Lebih resisten

Otot Jantung : depresi hipotensi, bradikardi Pembuluh darah : dilatasi Mekanisme : Block cardiac sodium channel -> Conduction menurun and automaticity meningkat -> Prolongation : PR interval dan QRS complex Terapi :

1. Tinggikan tungkai oksigenasi cairan RL/NaCl 0,9% 2. Vasokonstriktor : efedrin 15-30 mg/IV 3. Parasimpatolitik : sulfas atropin 0,5 mg/IV Pemakaian vasokonstriktor

Semua zat anastesi lokal bersifat vasodilator terhadap pembuluh darah, kecuali cocaine Duration Of Action zat anastesi lokal adalah proporsional terhadap lamanya waktu obat Anastesi Lokal berikatan dengan serabut saraf Epinefrin (1:200.000, 5 g/ml) ataupenylephrine (1:200.000) selalu ditambahkan ke dalam campuran obat anastesi lokal Tujuan : menimbulkan efek vasokonstriksi : o mengurangi absorbsi sistemik o mempertahankan konsentrasi obat tetap k pada saraf o meningkatkan duration of action o mengurangi efek toksik : pemanjangan terhadap masa kerja 50% , penurunan absorpsi sistemik : 1/3 Efek Samping : Cardiac irritability + anastesi inhalasi, Hypertensi Kontra indikasi :

1. Area end artery: yang sirkulasi kolateralnya minimal jari tangan, jari kaki, hidung, telinga, penis 2. Hipertensi 3. Hipertiroid PROCAINE

Interaksi Sulfonamide (menurunkan efek), Succinylcholine, Anticholinesterase -> toksisitas meningkat

Metabolisme : cholinesterase Dosis : Solution 1% atau 2% + epinephrine, Maximal 250 mg, Spinal : 5%

LIDOCAINE

Derivat : amida Onset Of Action : cepat Potency & Duration Of Action cepat Digunakan secara luas sebagai lokal anastetik Efektif : infiltrasi, blok saraf, epidural, spinal dan topikal Sering dikombinasi dengan epinefrin Solution 4% topikal Solution 0,5% infiltrasi Solution 1-2% epidural, caudal Solution 5% spinal Dosis : 200-400 mg tanpa epinefrin, 500 mg dengan epinefrin Efek anti aritmia (+) 1-1,5 mg/kgBB Toksisitas (+) Bila plasma level > 5 g/mlKejang (+) > 10 g/ml Metabolisme di liver : Oxidative dealkylation -> monoethylglycinexylidide -> xylidide

Indikasi Anastesi Lokal 1. Anastesi Regional Topikal (anastesi permukaan) Infiltrasi lokal Blok saraf perifer Blok intravena Blok epidural Blok spinal (subarachnoid) 2.Anti kejang -> meningkatkan ambang kejang 3.Mencegah peninggian tekanan intra kranial (TIK) 4.Sebagai analgesia 5.Mencegah atau sebagai anti aritmia INFILTRASI LOKAL Memberikan obat anastesi lokal secara ekstravaskular pada daerah yang akan dianastesi Injeksi secara subkutan Lidocaine/Procaine/Pehacaine + Epinefrine 1 : 200.000 Tidak boleh diberikan secara intrakutan atau pada jaringan yang mengandung end arteries SARAF PERIFER Memberikan obat anastesi lokal pada bagian tertentu dari saraf perifer atau pada plexus saraf Brachial Plexus Block interscalene block supraclavicular block

infraclavicular block axillary block Peripheral Nerve Block at the elbow : ulnar nerve, median nerve, radial nerve Peripheral Nerve Block at the wrist : ulnar nerve, median nerve, radial nerve Sciatic Nerve Block Peripheral Nerve Block at the knee Foot block, 3 in 1 block INTERCOSTALIS NERVE PLEXUS BRACHIALIS BLOCK

Axillary Block Interscalenus Block Infraclavicular Block Supraclavicular Block

BLOK INTRAVENA

Pemberian obat anestesi lokal secara intravena pada daerah ekstremitas yang akan dilakukan tindakan pembedahan, aliran darah di blokir dengan tourniquet Relaksasi otot skeletal (+) Duration of Action obat Anastesi Lokal tergantung kepada lamanya tourniquet dipertahankan Lidocaine Prilocaine lebih aman terhadap Thrombophlebitis dan efek sentral Mekanisme kerja : mungkin karena aksi refleksi obat Anastesi Lokal terhadap nerve ending Teknik blok intravena sangat tidak mengenakkan pasien, bisa dikurangi dengan membaringkan pasien, diberi oksigen dan diazepam Melepas torniquette secara bertahap, jangan langsung, karena bisa menimbulkan efek samping yang dikarenakan dosis lidocaine yang bisa mencapai 600 mg

BLOK SPINAL (SUBARACHNOID)


Memberikan injeksi obat AL ke dalam ruangan subarachnoid Obat AL akan berada di CSF, memberikan aksi pada lapisan superficial dari spinal cord, tetapi aksi primernya adalah pada preganglionic fibers Konsentrasi obat AL yang berbeda pada CSF -> Perbedaan type serabut saraf -> Didapati perbedaan zone anestesi yang ditimbulkan oleh obat AL -> Blok level simpatik 2 segment diatas blok sensorik, Blok level motorik 2 segment dibawah blok sensorik GOAL : blok sensorik dan relaksasi otot skeletal Tinggi-rendahnya blok spinal, tergantung pada : Dosis obat AL Lokasi pemberian obat AL ( L 1-2, L 2-3, L 3-4) Kecepatan pemberian obat AL Berat Jenis obat AL (hyperbaric/hypobaric/isobaric) Posisi pasien pada saat penyuntikan obat AL Barbotage

1. 2. 3. 4. 5. 6.

7. Arah bevel dari jarum spinal (keatas, kebawah)

Masa kerja obat dapat diperpanjang 100 % dengan penambahan Epinefrine (maksimal 0,2 mg)

1. Supraspinous ligamentum 2. Interspinous ligamentum 3. Ligamentum flavum BLOK EPIDURAL Memberikan obat AL pada : Lumbal epidural space Sacral Caudal Mekanisme kerja : 1. Obat AL berdifusi melalui dura dan beraksi pada nerve roots dan spinal cord 2. Obat AL berdifusi kedalam area para-vertebral melalui intervertebral foramina menghasilkan para- vertebral nerve block yang multiple Proses ini membutuhkan waktu : 15 - 30 menit - Lidocaine banyak digunakan karena difusinya baik - Bupivacaine menghasilkan blok yang lebih lama - Chloroprocaine, onset of action cepat, duration of action singkat Berbeda dengan blok spinal : - Tidak dijumpai perbedaan blok simpatis dan motorik - Dibutuhkan dosis yang lebih besar - Masa kerja obat AL dapat dipertahankan lebih lama dengan pemberian dosis yang berulang Komplikasi Epidural Anastesi - misplacement of needle or catheter dural tap - intravenous placement - hypotension - acute generalized toxicity - total spinal anestesi - neurological damage, headache 1. Arachnoid mater 1. Pia mater 2. Subdural space 2. ubarachnoid space 3. Dura mater 3. Epidural space 4. Periosteum 4. Dorsal root ganglion 5. Ligamentum flavum 5. Periosteum 6. Posterior longitdinal ligament REGIONAL ANASTESI Spinal Teknik mudah Efek cepat Hipotensi >> Analgesik (+) Relaksasi (+) Epidural Teknik Lebih Sulit Efek Lambat Hipotensi minimal Level anastesi mudah dikontrol Relaksasi (+)