P. 1
Hernia

Hernia

|Views: 5|Likes:
Published by Wilda Septi Pratiwi

More info:

Published by: Wilda Septi Pratiwi on Nov 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2013

pdf

text

original

76.

WILDA SEPTI PRATIWI 1108152054

HERNIA ABDOMINALIS Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Pada hernia abdomen, isi perut menonjol melalui defek atau bagian lemah dari lapisan muskulo-aponeurotik dinding perut.
Dilihat dari macam dan jenis hernia, maka dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Berdasarkan terjadinya : a. Hernia bawaan atau congenital Hernia yang terdapat pada waktu lahir. b. Hernia dapatan atau akuisita Hernia yang disebabkan oleh pengangkatan benda berat atau strain atau cedera berat.

2.

Menurut letaknya a. b. c. Hernia Diafragma Herniasi struktur abdomen atau retroeritoneum ke dalam rongga dada. Hernia Inguinal Hernia lengkung usus ke dalam kanalis inguinalis. Hernia Umbilikal Sejenis hernia abdominalis dengan sebagian usus menonjol di umbilikus dan ditutupi oleh kulit dan jaringan subkutan. Hernia Femoral Hernia gelung usus ke dalam kanalis femoralis. Hernia Epigastrika Hernia abdominalis melalui linea alba diatas umbilikus.

d. e.

f. Hernia Lumbalis Herniasi omentum atau usus di daerah pinggang melalui ruang lesshaft atau segitiga lumbal. 3. Menurut sifatnya a. Hernia Reponibel Isi hernia dapat keluar masuk usus, keluar jika berdiri atau mengejan dan masuk lagi jika berbaring atau didorong masuk, tidak ada keluhan nyeri atau gejala abstruksi usus.

Ini biasanya disebabkan oleh perlekatan isi kantong pada peritonium kantong hernia. ressesus retrosekalis atau defek dapatan pada mesinterium. Lubang yang berupa saluran itu akan menutup menjelang kelahiran atau sebelum anak mencapai satu tahun. Hernia Irreponibel Bila isi kantong hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga. Sehingga usus masuk ke dalam cincin. Secara garis besar hernia terdiri dari cincin. Hernia Interna Tonjolan usus tanpa kantong hernia melalui suatu lubang dalam rongga perut seperti foramen winslow. Jadi pada keadaan ini terjadi obstruksi jalan makan. Hernia Strangulata Hernia irreponible dengan gangguan vaskulerisasi mulai dari bendungan sampai nekrosis. Umpamanya setelah anatomi usus. Hernia menurut terlihat atau tidaknya a. Faktor-faktor tertentu misalnya: batuk kronik. Hernia Inkarserata Isi kantong tertangkap tidak dapat kembali ke dalam rongga perut disertai akibatnya yang berupa gangguan pasage. d. pinggang atau perineum. testis (buah pelir) turun dari rongga perut menuju skrotum kantung kemaluan pada bulan ke tujuh hingga ke delapan usia kehamilan. mengangkat beban berat dan lain sebagainya. Hernia sering dialami oleh laki-laki dari pada wanita ini terjadi karena adanya proses perkembangan alat reproduksi pria dan wanita semasa janin. Dapat juga diartikan hernia irreponible yang sudah disertai dengan gejala ileus yaitu tidak dapat flatus. c. Bagian hernia . b.b. Hernia Externa Hernia yang menonjol keluar malalui dinding perut. Pada janin laki-laki. 4. kantung dan isi hernia (misalnya usus atau jaringan penyangga usus).

Hernia Retroperitonealis e. Hernia inguinalis dibagi menjadi: hernia inguinalis indirek (lateralis). cavum abdomen : a. Hernia Femoralis c. sementara hernia femoralis lebih sering terjadi pada wanita. Hernia inguinalis lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita. Hernia Epiploici Winslowi : Herniasi viscera abdomen melalui foramen omentale b. Hernia Obturatoria g. Hernia Inguinalis Medialis dan Lateralis b. Hernia Semilunaris h.Klasifikasi Hernia Berdasarkan Arah Herniasi 3 • Hernia Eksterna Penonjolannya dapat dilihat dari luar : a. di mana isi hernia masuk ke dalam kanalis inguinalis melalui locus minoris resistence (annulus inguinalis internus). Hernia Ischiadica • Hernia Interna Bila isi hernia masuk ke dalam rongga lain. Hernia Bursa Omentalis c. Hernia Umbilicus d. Hernia Diafragmatica Hernia Inguinalis Hernia yang paling sering terjadi (sekitar 75% dari hernia abdominalis) adalah hernia inguinalis. Hernia Lumbalis f. misalnya cavum thorax. Hernia Epigastrica e. dan hernia inguinalis direk (medialis). Hernia Mesenterica d. di mana isi hernia masuk melalui titik yang lemah pada dinding belakang kanalis inguinalis. . Hernia Perinealis i.

Jika kantong hernia inguinalis lateralis mencapai scrotum maka disebut hernia skrotalis. Hernia ini harus dibedakan dari hidrokel atau elefantiasis skrotum. Testis yang teraba dapat dipakai sebagai pegangan untuk membedakannya. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->