Jakarta, Jumlah persalinan melalui bedah caesar semakin meningkat.

Padahal, melahirkan secara normal lewat vagina lebih sehat bagi perkembangan balita. Tak hanya lebih mahal, persalinan dengan metode ceasar juga membuat bayi rentan sakit. Penelitian menemukan bahwa bayi yang dilahirkan lewat operasi caesar lebih berisiko mengidap berbagai jenis penyakit seperti alergi, obesitas, asma, diabetes melitus serta kolik atau sakit perut yang membuat bayi menjadi rewel. Pada usia 7 tahun, risiko bayi yang dilahirkan dengan operasi caesar untuk mengidap asma adalah sebesar 4,2%. Sedangkan pada bayi yang dilahirkan lewat persalinan biasa sebesar 3,3% Tak hanya itu, bayi yang dilahirkan lewat operasi caesar lebih berisiko mengembangkan penyakit diabetes melitus sebesar 20%. Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Turku di Finlandia menemukan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan bayi ceasar lebih rentan sakit adalah karena bayi tidak mendapat cukup bakteri baik dari sang ibu. Bakteri baik ini sangat penting bagi pengembangan sistem imun bayi. Dengan terpapar bakteri baik sejak dini, maka tubuh bayi akan meresponsnya dengan membentuk sistem imun yang lebih kuat. "Kontraksi yang terjadi ketika melahirkan lewat vagina membuat sel-sel tubuh bayi lebih permeabel dan mudah menyerap bakteri-bakteri baik dari tubuh ibunya. Ini adalah mekanisme alam yang nampaknya merupakan proses untuk mempersiapkan bayi menghadapi lingkungan bebas yang lebih berbahaya," kata Erika Isolauri, MD, D.Med. Sci, dokter anak dari Universitas Turku di Finlandia dalam acara konferensi pers Nestle Nutrition Institute di Hotel San Sari Pacific, Jakarta (13/3/2012). Menurut dr Erika, jumlah persalinan lewat operasi caesar makin meningkat di seluruh dunia selama beberapa puluh tahun terakhir. Jika pada tahun 1955 tercatat hanya sekitar 3% bayi yang dilahirkan lewat metode caesar, maka saat ini angkanya meningkat drastis hingga 50% di seluruh dunia. Di Finlandia tercatat 40% kelahiran dilakukan lewat metode caesar. Di Brazil angkanya lebih fantastis, yaitu 80% dan di Mexico 60%. Menurut dr Erika, bakteri-bakteri baik yang baik bagi ibu hamil dan bayi adalah jenis bifidiobakteroum dan beberapa jenis laktobasilus. Pada bayi dengan kelahiran caesar, bakteri-bakteri ini ditemukan lebih sedikit jumlahnya dibandingkan bayi yang dilahirkan lewat vagina. Akibatnya, sistem imun bayi kurang berkembang baik dan lebih gampang sakit. "Bayi perlu dipaparkan dengan berbagai kontaminan lingkungan sejak dini untuk melatih sistem imunnya. Penelitian juga menemukan bahwa bayi yang sejak kecil memelihara anjing lebih tahan terhadap alergi anjing. Setidaknya dibutuhkan 2 ekor anjing agar bayi bisa tidak alergi anjing," kata dr Erika. health.detik.com/read/2012/03/13/134351/1865929/1300/mengapa-bayi-caesar-lebih-gampangsakit Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa bayi caesar atau bayi yang dilahirkan melalui proses caesar memiliki kemungkinan besar terancam penyakit diabetes. Penelitian yang dimuat jurnal PubMed mengindikasikan bahwa bayi caesar berisiko 20% lebih besar mengidap diabetes tipe 1 di bandingkan bayi yang lahir lewat persalinan normal. Penyakit diabetes tipe 1 yang dapat muncul sejak usia dini, saat ini tengah meningkat prevalensinya di Eropa dan para ahli belum bisa memastikan penyebabnya. Seperti dilansir Dailymail, Dr Chris Cardwell, dari Queen’s University Belfast mengungkapkan, diabetes

“Temuan dari riset ini mengindikasikan bahwa cara bayi dilahirkan dapat mempengaruhi bagaimana mereka tumbuh dan berkembang di kemudian hari.Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang konsisten risiko diabetes sebanyak 20%. Dalam operasi tersebut dokter membedah dinding perut dan rahim ibu guna mengeluarkan bayi. Melindungi bagian paling privat dari wanita sehingga tidak tersentuh dan masih seperti belum pernah melahirkan anak.com/knowledge/tahukah-anda-resiko-bayicaesar Operasi caesar adalah operasi untuk mengeluarkan bayi tanpa melalui liang persalinan (vagina). berpendapat bahwa faktor genetik dan infeksi di masa kanak-kanak bisa berperan dalam timbulnya penyakit diabetes tipe 1. Banyak wanita yang tergiur memilih operasi caesar tanpa adanya alasan medis. Operasi caesar bisa terasa lebih menyakitkan pasca operasi). dari Diabetes UK. asupan ASI. Hasil kajian mengindikasikan bahwa kontak awal bayi terhadap bakteri di rumah sakit disaat tindakan operasi caesar kemungkinan besar menjadi penyebabnya. Mungkin karena bayi yang lahir melalui metode ini terkena bakteri yang berasal dari lingkungan rumah sakit untuk pertama kalinya ketimbang kontak dengan bakteri dari ibu. Namun angka ini belum dapat dijelaskan atau dikaitkan dengan faktor lain seperti berat bayi saat lahir. antara lain karena:  Bisa memilih tanggal kelahiran bayi. berbeda dengan proses persalinan yang bisa memakan waktu lama Tidak menyakitkan dibandingkan persalinan normal (Walaupun kenyataannya seringkali tidak begitu. Trauma karena proses melahirkan anak pertama yang sulit atau riwayat penganiayaan seksual sebelumnya.Cardwell dan timnya kemudian melakukan 20 penelitian. meski ada kemungkinan bahwa bedah caesar bukan satu-satunya yang bertanggung jawab.3% saja sedangkan pada bayi caesar risikonya meningkat hingga 20%. adehumaidi. Hormon endorfin yang banyak dikeluarkan saat persalinan mengurangi rasa sakit karena proses melahirkan.” ungkapnya.Padahal bila bayi lahir secara normal maka tubuh mereka akan melakukan kontak di jalan lahir dengan bakteri menguntungkan yang berasal dari ibu untuk pertamakalinya.tipe 1 pada anak-anak meningkat prevalensinya di Eropa dan mengindikasikan bahwa faktor-faktor lingkungan dapat menjadi penyebabnya.     .” papar Frame. disesuaikan dengan situasi keluarga atau agar mendapat tanggal lahir “cantik” yang membawa hoki. Operasi caesar biasanya berlangsung 20-90 menit dan dapat dilakukan baik karena alasan medis maupun non-medis (personal) .“Penting untuk diingat bahwa penyebab meningkatnya risiko ini belum diketahui. Tetapi bagi mereka yang berharap menjalaninya seharusnya memperhitungkan risiko ini. Tak semua perempuan punya pilihan apakah mereka dapat melakukan caesar atau tidak. usia ibu atau sejumlah kondisi lain seperti diabetes gestasional (meningkatnya gula darah saat hamil) pada ibu yang sebelumnya tidak mengidapnya. Sementara itu Dr Lain Frame. Berlangsung cepat.Tak heran bila risiko bayi lahir normal mengidap diabetes menurut kajian studi Cardwell hanya sekitar 0. Namun riset lebih mendalam perlu dilakukan untuk mencari hubungannya dengan operasi caesar.

Mengingat besarnya risiko dibandingkan manfaat yang didapat. Meskipun jarang terjadi. tentu saja karena biayanya juga mahal. Alasannya sederhana: Ingin menentukan tanggal kelahiran sesuai yang dikehendaki.000 persalinan.Namun. Selain itu. dibalik keuntungan tersebut operasi caesar juga memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan. majalahkesehatan. Risiko mengidap asma juga lebih besar pada bayi hasil caesar. Bayi hasil operasi caesar biasanya langsung ditempatkan di ruang observasi.Bagi bayi:    Bayi hasil caesar berpeluang lebih tinggi mengalami gangguan pernafasan (neonatal respiratory distress). sulit untuk menghitung umur bayi yang sebenarnya. tingkat kematian pada caesar atas kemauan sendiri adalah 5. Angka kematian langsung akibat persalinan caesar adalah sekitar 5. Andon Hestiantoro SpOG dari Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengungkapkan cara persalinan merupakan hal yang sangat penting karena sangat terkait dengan angka kematian dan angka kesakitan baik bagi ibu maupun bagi bayi yang baru dilahirkan. operasi caesar memang sebaiknya dihindari–bila masih dimungkinkan. Di AS. Penundaan pemberian ASI dan jalinan hubungan emosi ibu-anak karena adanya luka operasi dan pengaruh obat bius. Seringkali. Risiko mengalami masalah pada plasenta.8 per 100.3% dibandingkan dengan persalinan normal yang hanya sekitar 9% saja. Hal lain yang jadi pertimbangan adalah tidak mau berlama-lama menjalani proses persalinan normal yang tak jarang makan waktu berjam-jam. ruptur kandungan dan pertumbuhan janin di luar rahim (ectopic) pada kehamilan berikutnya. dibandingkan 2. jauh lebih besar daripada biaya persalinan normal. Baca dulu artikel ini sebelum Anda memutuskan caesar sebagai jalan keluar. Peningkatan risiko kesakitan bagi ibu hamil akibat persalinan caesar yang dibandingkan dengan persalinan normal adalah sebagai berikut: . Menurut dokter yang berpraktik di RS Tjipto Mangunkusumo ini persalinan dengan bedah caesar terkait dengan risiko kematian ibu tiga kali lebih besar dibandingkan dengan persalinan normal.com/mengapa-sebaiknya-tidak-memilih-operasi-caesar/ Anda sedang mengandung dan ingin melahirkan dengan cara Caesar.9 per 100. Persalinan dengan bedah caesar memiliki angka kesakitan lebih tinggi yaitu sekitar 27. dr. Infeksi terutama pada saluran kencing dan lebih sering terjadi pada ibu yang kegemukan. Frekuensi perdarahan yang lebih tinggi. suhu tubuh dan pencernaan. Risiko bayi terkena pisau bedah. bisa sampai 6 minggu atau lebih. Bagi ibu:       Kematian. Risiko kelahiran prematur.000 kelahiran. Masa pemulihan yang lebih lama.1 pada persalinan normal. Bila bayi ternyata masih berumur di bawah 36 bulan maka akan ada risiko karena kelahiran prematur. operasi caesar yang gagal dapat meningkatkan risiko kematian ibu. Risiko infeksi pasca pembedahan yang berkisar antara 2-15%. seperti masalah pernafasan.

Tiga kali lebih besar untuk dilakukan pengangkatan rahim (histerektomi) . namun juga terjadi peningkatan risiko bagi bayi yang baru lahir terkait dengan cara persalinan caesar.3 kali lebih besar untuk mengalami komplikasi anestesi . di indung telur atau di vagina yang menghalangi jalan lahir.Tiga kali lebih besar untuk mengalami infeksi masa nifas .. gangguan pernafasan. trauma dan risiko gangguan otak bayi. Risiko yang dialami oleh bayi baru lahir akibat persalinan caesar antara lain risiko kematian.5 kali lebih besar untuk lebih lama di rawat di rumah sakit.Beberapa indikasi bedah caesar yang tidak sesuai dengan indikasi medis adalah sebagai berikut: 1. Melahirkan caesar lebih aman dibandingkan dengan persalinan normal c. Cemas untuk dilakukan vakum atau forseps pada persalinan normal e. plasenta menutupi jalan lahir. asalka nada indikasi medis.Lima kali lebih besar untuk mengalami henti jantung . Faktor sosial a. Sedangkan di Indonesia. persalinan caesar di rumah sakit pemerintah sekitar 11-15% dan di rumah sakit swasta saat ini dapat mencapai 3040%.1%.2 kali lebih besar untuk mengalami sumbatan pembuluh darah .2. Sebenarnya persalinan caesar tidak dilarang. Memilih waktu dan tanggal kelahiran 2.1 kali lebih besar untuk mengalami perdarahan banyak yang seringkali berakhir dengan pengangkatan rahim serta 1. Saat ini terjadi kecenderungan lain untuk indikasi persalinan dengan bedah caesar. kehamilan triplet atau lebih.5 kali lebih besar dibandingkan dengan persalinan normal. “Risiko yang dialami bayi baru lahir terkait persalinan caesar adalah 3. Riwayat infertilitas d. Melahirkan caesar bayi lebih pintar d.” tegas Andon. persalinan macet. misalnya untuk ibu yang mengalami eklampsia (kejang dalam kehamilan). Suami terlampau cemas dan menganggap istrinya tidak sanggup melahirkan normal b. perdarahan banyak selama kehamilan. infeksi dalam rahim. Faktor pemahaman ibu hamil yang salah a. dinding rahim yang menipis akibat bedah caesar atau operasi rahim sebelumnya serta tumor di rahim. Rata–rata prevalensi caesar di negara lain di dunia adalah sekitar 5-15% . Kuatir kepala bayi terjepit saat persalinan normal Lahir normal berarti memberi perlindungan alamiah bayi baru lahir . peningkatan risiko tidak hanya terjadi pada ibu. Saat ini prevalensi (angka kejadian) persalinan caesar di Amerika Serikat adalah sekitar 29. Menurut Andon. Suami kuatir vagina istri menjadi longgar c. Terdapat konsep bahwa selama proses persalinan normal akan terjadi transfer bakteri dari vagina dan usus ibu ke dalam usus bayi yang akan menyebabkan peningkatan koloni bakteri di dalam usus bayi dan bermanfaat untuk meningkatkan .2. bayi letaknya sungsang atau melintang.2. kelainan jantung pada ibu. Caesar juga dilakukan antara lain jika bayi besar padahal panggul ibu sempit. Indikasi tersebut seringkali tidak sesuai dengan indikasi medis. panggul sempit. Lebih nyaman melahirkan dengan bedah caesar karena tidak sakit b. janin kepala besar alias hidrosepalus serta gawat janin.

Persalinan dengan bedah caesar memiliki angka kesakitan sekitar 27. sebenarnya prosedur ini memiliki risiko yang cukup tinggi.php?article_id=12 Risiko Persalinan Caesar bagi Ibu Terlepas dari banyaknya permintaan untuk persalinan caesar. namun bayi yang dilahirkan dengan persalinan Caesar masih dapat memperbaiki koloni bakteri “baik” di dalam ususnya jika bayi memperoleh ASI. “Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi-bayi yang lahir caesar .3 persen lebih tinggi dibandingkan persalinan normal.Selain itu. khususnya dalam membentuk toleransi oral (mulut) dan mengurangi risiko alergi. Nah jelaslah jika persalinan caesar tidak berdasarkan indikasi yang tepat. Terlebih jika bayi tidak lagi memperoleh ASI.5 kali lebih besar dibandingkan persalinan normal. anggapan bahwa melahirkan normal jauh lebih sakit dibandingkan melahirkan caesar juga tidak sepenuhnya benar. Peningkatan risiko akibat persalinan caesar adalah:     Kemungkinan 5 kali lebih besar untuk mengalami henti jantung. Risiko Persalinan Caesar bagi Bayi Persalinan caesar ternyata tidak hanya memengaruhi kondisi ibu. membantu proses pencernaan bayi baru lahir dan juga membantu untuk menghasilkan vitamin yang sangat diperlukan bagi bayi baru lahir tersebut. Padahal mikrobiota memiliki peranan penting dalam pematangan sistem daya tahan tubuh bayi. Walaupun lebih lambat (tertunda).Transfer bakteri “baik” dapat pula terjadi dari ibu ke bayi melalui air susu ibu (ASI).8 dari setiap seratus ribu persalinan. Ini bisa memengaruhi daya tahan tubuh bayi karena meski sistem imunitas usus telah matang pada bayi yang lahir cukup bulan. Manfaat lainnya adalah melindungi bayi baru lahir dari infeksi bakteri yang berbahaya.sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir.com/articles. namun fungsi perlindungan ususnya memerlukan rangsangan kolonisasi bakteri pada awal kehidupan bayi. Persalinan caesar memiliki risiko kematian ibu 3 kali lebih besar dibandingkan persalinan normal. School of Biotechnology and Biomolecular Science di The University of New South Wales mengatakan bahwa berbagai penelitian yang dilakukan menunjukkan adanya perbedaan komposisi mikrobiota saluran cerna pada bayi yang dilahirkan secara caesar dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan normal. Kemungkinan 3 kali lebih besar untuk dilakukan pengangkatan rahim atau histerektomi karena terjadi pendarahan sebagai komplikasi persalinan caesar. Angka kematian langsung akibat persalinan caesar adalah 5. Patricia Lynne Conway. Proses transfer bakteri bermanfaat dari ibu ke bayi tidak akan terjadi jika persalinan dilakukan dengan cara bedah caesar. Kemungkinan 2 kali lebih besar untuk mengalami sumbatan pembuluh darah. Kemungkinan 3 kali lebih besar untuk mengalami infeksi masa nifas. Proses ini merupakan proses perlindungan alamiah bagi bayi baru lahir. tapi juga bayi yang dilahirkan.citramedika.Bayi lahir caesar membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk mencapai mikrobiota usus yang serupa dengan bayi yang lahir normal. www. Risiko kematian bayi. Adjunct Associate Professor. persalinan caesar memiliki dampak cukup besar terhadap daya tahan tubuh anak. risiko gangguan otak bayi dan risiko trauma bayi menjadi 3. risiko gangguan pernafasan bayi. Prof. maka peningkatan prevalensi persalinan caesar justru akan menimbulkan dampak negatif terhadap bayi yang baru dilahirkan.Bahkan ketika bayi Anda yang dilahirkan caesar tidak mengalami masalah di atas.

para ibu yang melakukan persalinan normal mempunyai ikatan yang lebih kuat dengan bayi mereka dibandingkan dengan ibu yang melahirkan dengan cara operasi cesar. Sebuah penelitian menunjukkan. mentarbiyyah menjadi anak sholeh. dapat surga yang kaya mana ya? blogeqosim. Terus. H. Proses recovery pada ibu lebih cepat 5. lebih sensitif terhadap tangisan bayi mereka. ibu yang kritis. dll. Ini menumbuhkan ikatan emosional yang sangat kuat antara ibu dan anak. Resiko melahirkan secara normal.” ujar Prof. kontraksi rahim serta stimulus vagina-servikal yang tidak dialami oleh ibu yang melakukan cesar. A. Itu artinya melahirkan normal berpeluang lebih aman terhindar dari asma pada bayi 2. gangguan lambung dan autoimun yang disebabkan oleh antigen dalam tubuh. Tetapi. motivasi dan kebiasaan pada ibu yang melahirkan normal ini. bagi kaum wanita beriman. 1. Dr. Berikut beberapa manfaat positif lain yang bisa Anda rasakan dengan melakukan persalinan normal: . Conway. Irham Suhemi. Manfaatnya bisa dirasakan baik dari segi fisik maupun spiritual. Sebenarnya. Perasaan 'sakit' seperti ini tidak dialami saat caesar 4. Seperti. tahukah Anda. www.OG. Dari tes MRI ditemukan kalau area otak yang mengatur emosi. Dengan merasakan sakit sebentar saat melahirkan.parentsindonesia. Pada bayi yang lahir lewat caesar dia akan steril dari mikrobiota sehingga imunitas yang dimiliki 'tidak memadai' 3. Saat melewati wilayah ini mikrobiota akan menempel pada tubuh bayi. -ditandai warna keabuan pada permukaan kulit bayi. Mikrobiota ini berfungsi untuk memberi imunitas pada tubuh bayi dari infeksi dan alergen. Berdasarkan penelitian ini. Apa hubungannya dengan persalinan? Bayi yang lahir secara normal akan melewati perineum dan vagina di mana pada keduanya terdapat koloni mikrobiota. disediakan surga oleh Allah menurut sebuah riwayat.memiliki waktu pembentukan mikrobiota saluran cerna yang tertunda serta memiliki risiko lebih tinggi akan berbagai jenis penyakit. Sp. Ibu yang melakukan persalinan normal mengalami pelepasan hormon oxytosin dari posterior pituitary.blogspot. seringkali membuat ibu menyerah untuk melahirkan secara normal. bila ditambah membesarkan. Meskipun terdapat kontroversi adanya hubungan antara proses persalinan dengan asma.com/2009/05/keuntungan-melahirkannormal. Perbedaan ini diduga disebabkan oleh perbedaan pengalaman antara ibu.php?type=article&cat=birth&id=341 Keuntungan Melahirkan Normal Dengan beberapa alasan banyak para ibu melahirkan melalui operasi caesar. banyak ibu yang memutuskan melakukan operasi cesar setelah setengah jalan menjalani kelahiran normal (pervaginam) karena tidak tahan menahan sakit.html RASA sakit saat melahirkan. Menurut Prof. Smit dari Belanda melakukan studi pada Pebruari 2009 menyimpulkan bahwa anak-anak yang lahir melalui caesar berpeluang mengalami asma 79% dibanding melalui persalinan normal. kelahiran normal mempunyai dampak positif yang akan bisa dirasakan ibu dan anak sepanjang hidup. ibu yang melakukan persalinan normal akan lebih responsif terhdap tangisan bayi mereka dibandingkan ibu yang melakukan cesar. Bengt Bjorksten menegaskan bahwa terdapat hubungan antara imunitas pada bayi dengan penyakit alergi.com/article. melahirkan secara normal mempunyai beberapa "keuntungan". suami yang tidak tega melihat istrinya "menderita". ibu bisa memetik dampak positif seumur hidupnya. Menurut dr. Melahirkan bayi secara normal diikuti rasa sakit yang luar biasa dan diibaratkan seperti antara hidup dan mati.

Biasanya mereka juga langsung bisa makan dengan selera normal. Misalnya.php/read/2009/04/23/1094/5/Manfaat-PersalinanNormal . Byi yang dilahirkan dari persalinan normal biasanya lebih sehat. Rasa sakit selama proses persalinan akan memandu ibu untuk menemukan posisi tertentu yang lebih tepat. Hal ini berfungsi membantu bayi menyesuaikan diri di dunia luar serta membuat proses keluar lebih menyenangkan bagi bayi. ibu bisa mendorong dengan lebih baik dan biasanya lebih cepat. Pada faktanya. 4. Pada persalinan normal terjadi sekresi endorphin yang ditemukan pada plasenta dan ari-ari. ibu bisa merasakan refleks tubuh. ibu bisa bebas bergerak.mediaindonesia. Mengalami sakit pinggang merupakan satu pertanda kalau posisi bayi posterior dan perlu dirotasi. Dengan melakukan persalinan normal. Berdasarkan pengakuan para ibu yang melakukan persalinan alami. 2. www. proses pemulihan mereka biasanya lebih cepat. 8. 3. Dalam persalinan normal. Bayi-bayi yang dilahirkan melalui vagina mempunyai paru-paru yang lebih kuat berkaitan dengan proses pengangkutan oksigen ke jaringan-jaringan tubuh. Ini justru akan membantu memutar posisi bayi. 7. Dengan begitu. Mereka bisa langsung berdiri dan berjalan serta mandi. Berdasarkan temuan beberapa studi. penggunaan obat-obatan akan menyulitkan ibu mengubah posisi bahkan setelah melahirkan.com/mediahidupsehat/index. baik ke kamar kecil.1. bayi yang lahir melalui persalinan normal lebih peka dan lebih tertarik melakukan tindakan pra menyusui seperti menghisap dan memijat payudara ibu. 6. Dengan terlahir secara alami sebagaimana mestinya. berjalan atau mengubah posisi saat melahirkan. maka secara alamiah ibu akan mengangkat punggung. mereka telah melalui masa yang diperlukan selama kehamilan. jika punggungnya sakit. Penelitian telah menunjukkan. 5. studi-studi telah menunjukkan bahwa penggunaan anestesi akan memperpanjang waktu mendorong.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful