MEKANISME KERJA DETERJEN Deterjen merupakan bahan pembersih seperti halnya sabun, namun deterjen dibuat dari senyawa

petrokimia. Deterjen mempunyai kelebihan dibandingkan dengan sabun karena dapat bekerja pada air sadah. Deterjen dalam air dapat mengalami ionisaisi membentuk komponen bipolar aktif yang mengikat ion Ca dan Mg pada air sadah. Untuk dapat membersihkan kotoran dengan baik, deterjen diberikan bahan pembentuk yang bersifat katalis. Deterjen umumnya mengandung bahan-bahan yang dapat dikelompokan menjadi “surface-active agent” atau surfaktan builders atau zat pembangun dan “additive substance” atau bahan tambahan. Kandungan surfaktan dari deterjen adalah 15-25%. Surfaktan merupakan suatu bahan yang dapat menyebabkan turunnya tegangan permukaan cairan, jika tegangan permukaan turun maka kemampuan air untuk menarik atau mengendapkan partikel akan meningkat sehingga kotoran yang melekat pada pakaian akan mudah lepas. Salah satu ujung dari molekul surfaktan bersifat lebih suka minyak atau tidak suka air, akibatnya bagian ini mempenetrasi kotoran yang berminyak. Ujung molekul surfaktan satunya lebih suka air, bagian inilah yang berperan mengendorkan kotoran dari kain dan mendispersikan kotoran, sehingga tidak kembali menempel ke kain. Karena sifatnya yang dapat menurunkan tegangan permukaan cairan terutama air, sehingga memungkinkan partkikel pada bahan-bahan yang dicuci terlepas dan mengapung atau terlarut dalam air. Selain sebagai pembersih , surfaktan juga berfungsi sebagai bahan pengemulsi, demulsi, penghasil busa dan buih, germisida, bahan pembasah dan pencelup serta banyak aplikasi lain. Zat pembangun sebagian besar berupa garam inorganic atau katalis yaitu fosfat dan sodium tripolifosfat yang berfungsi untuk mengefektifkan daya kerja surfaktan, sedangkan bahan tambahan berupa silikat, sodium sulfat, sodium p e r b o r a t d a n e n z i m . Surfaktan mempunyai sifat yang tergantung pada suatu molekul yang memiliki sifat lipofilik dan hidrofilik pada batas antar fase (misalnya lemak dan air

Imidazolin dan betain dapat berubah menjadi partikel positif. Setelah surfaktan. berubah menjadi partikel positif ketika terlarut dalam air. . Builder digunakan untuk melunakkan air sadah dengan cara mengikat mineral-mineral yang terlarut. natrium sitrat. alkil sulfat bila dilarutkan dalam air akan berubah menjadi partikel bermuatan negatif. Etoksilat. tapi dapat bekerja di air sadah (air yang kandungan mineralnya tinggi). natrium silikat atau zeolit. Senyawa-senyawa amonium kuarterner. keberadaan busa menyebabkan terbentuknya perluasan daerah antar fase dengan demikian terjadi akumulasi surfaktan dalam air dan akibatnya terjadi penurunan kepekatan surfaktan dalam massa air. Yang sering digunakan sebagai builder adalah senyawa kompleks fosfat. Pengaruh ini dapat menyebabkan perbedaan dalam kepekatan surfaktan dan dalam tingkatan beberapa ribu kali. senyawa amonium kuarterner. etoksilat. sehingga surfaktan dapat berkonsentrasi pada fungsinya. busa yang dihasilkan sedikit. builder juga membantu menciptakan kondisi keasaman yang tepat agar proses pembersihan dapat berlangsung lebih baik serta membantu mendispersikan dan mensuspensikan kotoran yang telah lepas. Surfaktan yang biasa digunakan dalam deterjen adalah linear alkilbenzene sulfonat. tidak berubah menjadi partikel yang bermuatan.etoksisulfat. dan biasanya berbusa banyak (biasanya digunakan untuk pencuci kain dan pencuci piring). imidazolin dan betain. Linear alkilbenzene sulfonat. Kedua surfaktan ini cukup kestabilan dan jumlah buih yang dihasilkannnya. kandungan lain yang penting adalah penguat (builder). Selain itu. etoksisulfat. molekul surfaktan bergabung menyebabkan turunnya tegangan permukaan. sehingga sering digunakan untuk pencuci alat-alat rumah tangga. surfaktan ini biasanya digunakan pada pelembut (softener). natrium karbonat. dan dapat mencuci dengan baik hampir semua jenis kotoran. yang meningkatkan efisiensi surfaktan. Pada batas antar fase ini.atau udara dan air). memiliki daya bersih yang sangat baik. alkil sulfat. netral atau negative bergantung pH air yang digunakan.

scribd.pdf Opened : 24 Maret 2012 Arum Dwijayati. 2011.id/tkk-322_handout_deterjen.usu.DAFTAR PUSTAKA Anonim.2011. Handout Deterjen.ac. Deterjen dan Pencemaran air. Available at : http:// ocw. Available at : http://www.com/doc/46776046/UPE-JADI Opened : 24 Maret 2012 .

TUGAS FARMASI FISIKA MEKANISME KERJA DETERGEN OLEH NAMA NIM : NI PUTU MITA JUNIARI : 1008505029 JURUSAN FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA 2012 .