www.attabayyun.

com
Camkanlah wahai setiap hamba Allah yang masih memiliki hati. Hidup takkan pernah abadi.... Begitupun dengan hadirnya kesusahan dan kesenangan, belajarlah untuk menghargai setiap nikmat yang Allah yang diberikan kepada kita, sebelum nikmat itu berubah menjadi azab. Jadikan setiap kegagalan sebagai sebuah koreksian untuk terus memperbaiki diri, karena bisa jadi kesusahan dan kesulitan hadir akibat perbuatan buruk yang di lakukan di masa lalu, disamping sebagai sebuah UJIAN. Bertaubatlah dengan memohon ampun kepada Allah atas segala khilaf dan salah yang selama ini kita lakukan. Hiasi hidup yang sesaat ini dengan terus berusaha mengumpulkan segala kebaikan didunia. Semua tindakan maksiat yang Allah balas dengan nikmat, dan Allah membuat dia lupa untuk beristighfar, sehingga dia semakin dekat dengan adzab sedikit demi sedikit, selanjutnya Allah berikan semua hukumannya. Pertebal iman Islam dan mulai membiasakan bangun tengah malam untuk Sholat Tahajud serta Dhuha pada pagi hari. Perbanyak istighfar dan sedekah. Semoga dengan cara ini Allah berkenan mengembalikan kebahagiaan yang hilang, menjadikan kehidupan kita kembali berhias senyum. Seseorang itu dapat menyedari hakikat yang sebenarnya tentang nikmat yang diterimanya itu ialah apabila dia bersyukur nikmatnya. Maka segala limpah kurnia yang diperolehi itu adalah nikmat pemberian yang diredhai Allah. Bila tujuan hidup kita untuk mencari keredhaan Allah, niscaya selamatlah kita di dunia dan akhirat. Majalah Islam Online (attabayyun.com) NIAT: Kisah Mak Yati, Pemulung Yang Berkurban 2 Kambing. Sehari setelah Idul Adha 1433 H yang jatuh pada hari Jumat, 26 Oktober 2012, muncul pemberitaan di beberapa surat kabar terbitan Jakarta. Koran-koran itu memberitakan, seorang wanita menyerahkan dua… (selengkapnya di www.attabayyun.com). L A A T A H Z A N (Muqaddimah). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia tahun 2011 mencapai 259 juta jiwa. Dari jumlah itu, 27 juta jiwa di antaranya, tergolong orang miskin. Tingkat kesejahteraan dan kesehatan mereka rendah. Berbagai penyakit dari yang ringan sampai yang berat, menyerang mereka. Beruntung pemerintah memperhatikan mereka melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), sehingga kaum papa itu bisa memperoleh pengobatan dan perawatan di rumah sakit secara cumac u m a ( s e l e n g k ap n y a d i www.attabayyun.com).
Buletin ini di terbitkan oleh Majelis Taklim Attabayyun. Alamat Redaksi : Graha Cek & Ricek Jl. Penyelesaian Tomang IV Kavling DKI Blok.85 No.21-22, Meruya Utara Jakarta Barat. Telp.021 5859328 & Fax. 5867186 Email: surat@attabayyun.com

002/MTA/XI/2012

ISTIDROJ

Lentera Qalbu
Rasulullah bersabda, “Apabila kamu melihat Allah memberi seorang hamba apa yang diinginkannya, padahal hamba itu selalu berbuat maksiat, maka sesungguhnya itu adalah istidraj dari Allah untuknya”. (HR. Ahmad dan Thabrani, dalam kitab as-Syu’ab).

Oleh H. Hendi Rustandi udah menjadi Sunnatullah, bahwa setiap manusia dan siapapun itu tanpa terkecuali yang dapat lolos dari hukum sebab akibat dan tidak ada yang dapat menghindar dari kejaran perbuatan buruk yang dilakukan oleh kita sendiri.

"Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. " "Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." (QS 6. Al An'aam:17-18)

Janganlah kamu kira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat melemahkan (Allah dari mengazab mereka) di bumi ini, sedang tempat tinggal mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan sungguh amat jeleklah tempat kembali itu. (QS. 24:57). Oleh karena itu apabila tidak ingin di hampiri oleh kesusahan dan kesulitan dalam kehidupan ini, apapun bentuk dan ragamnya serta seberat apapun tensi masalah tersebut maka hendaklah selalu berbuat baik, kapanpun dan dimanapun kita berada.

4

Mohon Disimpan Dengan Baik Karena Terdapat Ayat Al-Qur’an

Mohon Tidak di Baca Saat Khutbah Berkumandang

1

Ikutan Kuis di attabayyun.com yuk!! Dengan menjawab pertanyaan seputar Dunia Islam, anda akan mendapatkan Al-Qur’an secara Gratis yang di datangkan langsung dari Arab Saudi
Jangan pernah melakukan perbuatan yang menyakiti dan merugikan orang lain dan apabila kita sudah terlanjur melakukan hal tersebut maka bertobatlah (berhenti), dan iringi kesalahan tersebut dengan kebaikan sebagaimana sabda Rasulullah: “berbuat salah, bertaubatlah (berhenti) dan iringi kesalahan itu dengan kebaikan sebagaimana sabda Nabi "Takutlah kalian kepada Allah dimana saja kalian berada, dan hapuskanlah kejahatan kalian dengan kebaikan dan bergaulah antar sesama dengan akhlaq yg baik (uswatun hanya sesaat sebelum kemudian jatuh dan terhinakan. Begitupun dengan perbuatan buruk dan maksiat lainnya. Oleh karna itu, jangan tertawa dulu bagi siapa saja yang telah mengecewakan Allah dan bersenang-senang diatas penderitaan orang lain. Jangan bergembira dahulu bagi siapa saja yang saat ini sedang meraih kesuksesan, dilancarkan bisnisnya, dicerahkan kehidupannya, berada diatas karir dan puncak popularits yang dibangun dengan pondasi kesombongan dan kezholiman. Boleh saja kita merasa senang dan bangga

Maka mereka ditimpa akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orangorang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri. (QS.39:51). Apa itu Istidroj..??

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa (QS: 6:44).

hasanah)”. Karena semua perbuatan buruk yang kita lakukan hanya akan mengantarkan kita kepada penyesalan dan akan di ratapi sepanjang sisa kehidupan. Coba kita tanya pada diri kita sendiri dan jawab dengan hati nurani, Apakah yang kemudian terjadi pada diri kita setelah kita berbuat DOSA? Apakah itu, menipu, maling, merampok, korupsi, membunuh, berzina atau mengambil hak orang lain walaupun orang tersebut tidak mengetahuinya. Apakah bisa tenang? Jawaban yang PASTI....TIDAK. Kita akan selalu merasa dikejar dengan perasaan salah dan berdosa. Kalau pun kita senang, PASTI

pada diri sendiri ketika apa yang menjadi cita-cita kita diwujudkan Allah, sementara kita masih mempertontonkan keburukan dan kemaksiatan. Boleh saja kita merasa puas karena dunia sudah dalam genggaman kita sementara diri kita masih memelihara kesombongan dan arogansi terhadap orang lain. Tetapi jangan menangis ketika Allah membuka dan memperlihatkan "BUAH" dari perbuatan kita dalam kehidupan ini. Allah tidak akan pernah membiarkan seseorang berlaku sewenang-wenang terhadap orang lain lalu kemudian ia bebas melangkah, tertawa, hingga Allah membuatnya tersudut, tersungkur, dan terhinakan. Firman Allah:

Sabda Nabi, Jika kalian melihat ada orang yang diberikan karunia dan dunia oleh Allah, tapi dengan semua karunia itu ia berbuat maksiat. Maka merekalah orang-orang yang di Istidroj kan Allah. Yakni ditunda masa hukumannyaselama, sehari, seminggu, sebulan atau setahun atau bahkan 5-10 tahun kedepan atau dihari tua bahkan mungkin terjadi saat Sakratul Maut dan dikehidupan pasca kematian,Nauzubillah... Istidroj pun bisa diartikan, kebinasaan yang Allah berikan baik secara langsung maupun berangsur-angsur dan mereka para aktornya tidak akan pernah menyadarinya. Saat mereka Sadar, ia sudah dalam kondisi pingsan dan tidak punya apa-apa lagi. Allah berfirman :

Terlalu banyak kita saksikan kehancuran seseorang setelah masa ke emasannya berakhir. Lalu apa yang terjadi ketika kita semakin senang dan merasa tidak berdosa ketika melakukan keburukan dan kemaksiatan. Judi semakin digemari, obat dan minum keras menjadi kewajiban, menipu menjadi kebutuhan, korupsi menjadi keharusan, menzholimi orang menjadi keperluan, maka saat itu kita sedang di ISTIDROJ kan Allah. Ini juga yang menjadi jawaban atas pertanyaan, kenapa masih banyak aktor-aktor kezholiman dan kemaksiatan dan mereka masih bisa melenggang bebas, seakan hukum tidak berpihak pada kebenaran. Jawaban dari hal tersebut adalah, “mereka sedang di Istidroj oleh Allah SWT.

2

Media Islam Online yang menyajikan berita dunia Islam, artikel Islami, tafsir Al-Quran & hadits, dll di www.attabayyun.com

3

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful