MAKALAH AGAMA “Seks Bebas”

Henni Diana Tampubolon NIM : 122204070

Putri E. Sembiring NIM : 122204028

Ernita Sinaga NIM : 122204084

FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATRA UTARA MEDAN 2012

Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karuniaNya lah kelompok kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Seks Bebas” tanpa hambatan apapun. Oleh sebab itu besar harapan kelompok kami semoga makalah ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk menambah wawasan para pembaca.

Dengan demikian pada makalah ini, kelompok kami berharap supaya para rremaja mengerti tentang bahayanya seks bebas bagi kalangan remaja, dan masyarakat umum lainnya agar negara kita mendapatkan pemuda pemudi sebagai penerus generasi di era globalisasi sekarang ini.

Walaupun demikian, kelompok kami menyadari adanya kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Mudah-mudahan para pembaca mau memaklumi kekurangan itu. Kami berharap dengan makalah ini, para remaja dapat menyadari akibat dari seks bebas.

November, 2012

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Bab I : Pendahuluan 1.1 Alasan Pemberian Judul 1.2 Tujuan penulisan

Daftar Isi

Bab II : Pandangan Kristen tentang seks bebas 2.1 Defenisi seks bebas 2.2 Jenis-jenis seks bebas 2.3 Alasan melakukan seks bebas 2.4 Akibat melakukan seks bebas 2.5 Pandangan hukum terhadap seks bebas 2.6 Cara mencegah seks bebas 2.7 Cara menolong pelaku seks bebas 2.8 Pandangan Kristen terhadap seks bebas 2.9 Keterlibatan Kristen dalam mencegah seks bebas 2.10 Keterlibatan Kristen dalam menolong korban seks bebas

Bab III : Penutup 3.1 Kesimpulan 3.2 Saran-saran

Daftar Pustaka

Bab I Pendahuluan

1.1 Alasan pemberian judul Indonesia seharusnya prihatin atas para calon penerus bangsa yang makin bejad kelakuannya. Dengan maraknya pornografi dan pornoaksi baik di keping cakram, komik, maupun di dunia maya yang sangat mudah untuk diakses sekarang ini, hal itu yang dapat mejembatani seks bebas di kalangan remaja. Hal itu dibuktikan dengan survei dari Komisi Nasional Perlindungan Anak terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007 menunjukkan, 97% dari responden pernah menonton film porno, 93,7% pernah ciuman, petting, dan oral seks, serta 62,7% remaja yang duduk di bangku SMP pernah berhubungan intim, dan 21,2% siswi sekolah menengah umum pernah menggugurkan kandungan. Kengerian itu sangatlah berbenturan dengan budaya kita yang menjadi sandaran norma dan aturan dalam interaksi manusia. Budaya ketimuran yang terkenal “ewuh pekewuh”(punya rasa malu) mulai tergusur budaya “my bussines is mine”(ini urusanku) sehingga rasa malu dan berbagai norma lain di abaikan karena anggapan bahwa urusannya adalah

urusannya sendiri bukan orang lain. Dalam pergaulan remaja pun demikian, karena remaja merupakan bagian terbesar yang terkena imbas dari budaya ini. Dalam hal jalinan hubungan dengan lawan jenis pun demikian sehingga pergaulan bebas tanpa adanya norma dan aturan. Padahal Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya. Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter tentang perilaku-perilaku yang negatif, yang antara lain; minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang, sex bebas, dan lain-lain yang dapat menyebabkan rusaknya moral, akal, dan jasmani.

1.2 Tujuan penulisan Seks pada hakekatnya merupakan dorongan narluri alamiah tentang kepuasan syahwat. Tetapi banyak kalangan yang secara ringkas mengatakan bahwa seks itu adalah istilah lain dari Jenis kelamin yang membedakan antara pria dan wanita. Jika kedua jenis seks ini bersatu, maka disebut perilaku seks. Sedangkan perilaku seks dapat diartikan sebagai suatu perbuatan untuk menyatakan cinta dan menyatukan kehidupan secara intim. Ada pula yang mengatakan bahwa seks merupakan hadiah untuk memenuhi atau memuaskan hasrat birahi pihak lain. Akan tetapi sebagai manusia yang beragama, berbudaya, beradab dan bermoral, seks merupakan dorongan emosi cinta suci yang dibutuhkan dalam angka mencapai kepuasan nurani dan memantapkan kelangsungan keturunannya. Tegasnya, orang yang ingin mendapatkan cinta dan keturunan, maka ia akan melakukan hubungan seks dengan lawan jenisnya. Perilaku seks merupakan salah satu kebutuhan pokok yang senantiasa mewarnai pola kehidupan manusia dalam masyarakat. Perilaku seks sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma budaya yang berlaku dalam

masyarakat. Setiap golongan masyarakat memiliki persepsi dan batas kepentingan tersendiri terhadap perilaku seks. Bagi golongan masyarakat tradisional yang terikat kuat dengan nilai dan norma, agama serta moralitas budaya, cenderung memandang seks sebagai suatu perilaku yang bersifat rahasia dan tabu untuk dibicarakan secara terbuka, khususnya bagi golongan yang dianggap belum cukup dewasa. Para orang tua pada umumnya menutup pembicaraan tentang seks kepada anak-anaknya, termasuk mereka sendiri sebagai suami isteri merasa risih dan malu berbicara tentang seks. Bagi kalangan ini perilaku seksual diatur sedemikian rupa dengan ketentuan-ketentuan hukum adat, Agama dan ajaran moralitas, dengan tujuan agar dorongan perilaku seks yang alamiah ini dalam prakteknya sesuai dengan batas-batas kehormatan dan kemanusiaan. Biasanya hubungan intim antara dua orang lawan jenis cenderung bersifat emosional primer, dan apabila terpisah atau mendapat hambatan, maka keduanya akan merasa terganggu atau kehilangan jati dirinya. Berbeda dengan hubungan intim yang terjadi dalam kehidupan masyarakat modern, biasanya cenderung bersifat rasional sekunder. Anak-anak yang mulai tumbuh remaja lebih suka berbicara seks dikalangan teman-temannya. Jika hubungan intim itu terpisah atau mendapat hambatan, maka mereka tidak akan kehilangan jati diri dan lebih cepat untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan dalam lingkungan pergaulan lainnya. Lembaga keluarga yang bersifat universal dan multi fungsional, baik pengawasan sosial, pendidikan keagamaan dan moral, memelihara, perlindungan dan rekreasi terhadap anggota-anggota keluarganya, dalam berhadapan dengan proses modernitas sosial, cenderung kehilangan fungsinya. Sebagai konsekuensi proses sosialisasi norma-norma yang berhubungan batas-batas pola dan etika pergaulan semakin berkurang, maka pengaruh pola pergaulan bebas cenderung lebih dominan merasuk kedalam kebiasaan baru. Seks sebagai kebutuhan manusia yang alamiah tersebut dalam upaya pemenuhannya cenderung didominasi oleh dorongan naluri seks secara subyektif. Akibatnya sering terjadi penyimpangan dan pelanggaran perilaku seks di luar batas hak-hak kehormatan dan tata susila kemanusiaan.

A. Rumusan Masalah • • • • Pengertian sebenarnya tentang sex. Parahnya dampak sex bebas bagi generasi bangsa. Menjamurnya sex bebas secara cepat di kalangan remaja. Pandangan agama Kristen tentang seks

B. Tujuan Pembahasan • • • Mendapatkan penjelasan yang benar mengenai sex. Mengetahui dampak dari sex bebas. Mengetahui cara mencegah sex bebas.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Defenisi seks bebas Manusia adalah salah satu makhluk yang dalam meneruskan hidup

jenisnya memerlukan pasangan untuk dapat melakukan regenerasi. Dalam proses regenerasi ini dikenal dengan sex, yaitu hubungan yang terjalin antara jenis satu dengan lainnya. Hal ini merupakan kekuatan utama agar generasi manusia tidak punah. Tetapi karena pengaruh globalisasi yang disalah artikan timbullah budaya baru yaitu sex bebas, budaya yang tidak sesuai dengan budaya kita.Terutama pada para remaja tepatnya pada masa metamorfosis dari kanak-kanak menjadi dewasa. Para ahli pendidikan telah sepakat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanakkanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Oleh karena itu, sebelum melangkah lebih jauh dan agar lebih memahami apa arti sebenarnya sex, ada baiknya kita memahami definisi kata “seks” itu sendiri. Seks memang memiliki definisi yang luas. Namun, jika kita berbicara mengenai seks secara keseluruhan, maka yang dimaksudkan adalah pendidikan mengenai jenis kelamin. Definisi seks, dapat dikelompokkan menurut beberapa dimensi, Di antaranya:

Dimensi Biologis Berkaitan dengan alat reproduksi. Di dalamnya termasuk pengetahuan mengenai hormon-hormon, menstruasi, masa subur, gairah seks, bagaimana menjaga kesehatan dan gangguan seperti PMS (penyakit menular seksual), dan bagaimana menfungsikannya secara optimal secara biologis. Dimensi Faal Mencakup pengetahuan mengenai proses pembuahan, bagaimana ovum bertemu dengan sperma dan membentuk zigot dan seterusnya. Dimensi Psikologis Seksualitas berkaitan dengan bagaimana kita menjalankan fungsi kita sebagai mahluk seksual dan identitas peran jenis. Mengapa pria dipandang lebih agresif daripada wanita?

Dimensi Medis Adalah pengetahuan mengenai penyakit yang di oleh hubungan seks, terjadinnya impotensi, nyeri, keputihan dan lain sebagainya. Dimensi Sosial Seksualitas berkaitan dengan hubungan interpersonal (hubungan antar sesama manusia). Seringkali, hambatan interaksi ditimbulkan oleh kesenjangan peran jenis antara laki-laki dan perempuan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor budaya dan idola asuh yang lebih memprioritaskan posisi laki-laki. Anggapan tersebut harus diluruskan. karena jenis kelamin tidak menentukan mana yang lebih baik atau berkualitas.

2.1.1 Pengertian seks bebas menurut para ahli Pengertian seks bebas menurut Kartono (1977) merupakan perilaku yang didorong oleh hasrat seksual, dimana kebutuhan tersebut menjadi lebih bebas jika dibandingkan dengan sistem regulasi tradisional dan bertentangan dengan sistem norma yang berlaku dalam masyarakat.

Sedangkan menurut Desmita (2005) pengertian seks bebas adalah segala cara mengekspresikan dan melepaskan dorongan seksual yang berasal dari kematangan organ seksual, seperti berkencan intim, bercumbu, sampai melakukan kontak seksual, tetapi perilaku tersebut dinilai tidak sesuai dengan norma karena remaja belum memiliki pengalaman tentang seksual.

Nevid dkk (1995) mengungkapkan bahwa perilaku seks pranikah adalah hubungan seks antara pria dan wanita meskipun tanpa adanya ikatan selama ada ketertarikan secara fisik. Maslow (dalam Hall & Lindzey, 1993) bahwa terdapat kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi manusia, salah satunya adalah kebutuhan fisiologis mencakup kebutuhan dasar manusia dalam bertahan hidup, yaitu kebutuhan yang bersifat instinktif ini biasanya akan sukar untuk dikendalikan atau ditahan oleh individu, terutama dorongan seks.

Lebih lanjut Cynthia (dalam Wicaksono, 2005) seks juga diartikan sebagai hubungan seksual tanpa ikatan pada yang menyebabkan berganti-ganti pasangan.

Sedangkan menurut Sarwono (2003) menyatakan, bahwa seks bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis, mulai dari tingkah laku yang dilakukannya seperti sentuhan, berciuman (kissing) berciuman belum sampai menempelkan alat kelamin yang biasanya dilakukan dengan memegang payudara atau melalui oral seks pada alat kelamin tetapi belum bersenggama (necking, dan bercumbuan sampai menempelkan alat kelamin yaitu dengan saling menggesek-gesekan alat kelamin dengan pasangan namun belum bersenggama (petting, dan yang sudah bersenggama (intercourse), yang dilakukan diluar hubungan pernikahan.

Berdasarkan penjabaran definisi di atas maka dapat disimpulkan pengertian seks bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual terhadap lawan jenis maupun sesama jenis yang dilakukan di luar hubungan pernikahan mulai dari necking, petting sampai intercourse dan bertentangan dengan norma-norma tingkah laku seksual dalam masyarakat yang tidak bisa diterima secara umum.

2.1.2 Pengertian seks bebas secara umum

- Seks bebas adalah sebuah perilaku beresiko yang merupakan sebuah hasil akumulatif dan kombinasi sejumlah faktor yang mampu menerabas norma-norma tersebut kita pelajari sejak kecil dan kita yakin seks bebas itu sebuah hal yang dilarang.

- Seks bebas merupakan perilaku tidak terpuji yang melanggar nilai-nilai spiritual semua ajaran agama mengajarkan nilai dan norma dalam bergaul dan tentunya semua agama tidak setuju adanya seks bebas.Seks bebas tidak menjunjung nilai yang berlaku.

- Seks bebas merupakan tingkah laku yang di dorong oleh hasrat seksual yang ditunjukan dalam bentuk tingkah laku.

2.1.3 Pengertian seks bebas menurut agama kristen Kejadian 1:27-28, "Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya,menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nyamereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculahdan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."" Dari kutipan ayat Alkitab di atas dapat di simpulkan bahwa agama Kristen memandang hubungan seks sebagai suatu berkat yang diberikan Tuhan, yang harus dipelihara dan di rawat. Seks merupakan suatu kenikmatan tersendiri bagi setiap orang yangmelakukannya.Namun, ada satu syarat untuk dapat melakukan hubungan seks yaitu melalui berkat Tuhan dengan melakukan pernikahan kudus. Jika kita memandang keadaan sekitar kita anugrah seks mulai di salah artikan oleh sebagian masyarakat Indonesia khususnyapara remaja. Seks menjadi sesuatu yang murahan yang dapat di perjual belikan denganuang. Dikemas dalam berbagai hal baik berupa kepingan CD, Internet, majalalah ataupun tontonan di televisi. Jadi dapat di simpulkan Agama kristen mengharamkan tindakan seks bebas.

2.2 Jenis-jenis seks bebas  Scoptophia : Suka melihat orang lain bersetubuh  Voyeuurisme : Suka mengintip wanita mandi telanjang  Pedophilia : Suka melakukan hubungan seks dengan anak-anak,tidak berminat dengan orang dewasa.  Bestially : Suka berhubungan seks dengan hewan atau binatang peliharaan seperti; Ayam,itik,sapi,kambing,anjing dan lain-lain.

 Fetishisme :Suka menyimpan dan mengumpulkan barang-barang perempuan seperti bra,celana dalam dan lain-lain.  Nyamphomania : Perempuan yang kuat nafsu seksnya tidak puas berhubungan seks dengan satu laki-laki,melakukan seks dengan banyak laki-laki,tapi bukan jablai.  Satiriasis : Sebaliknya dari nyamphomania.Laki-laki yang kuat melakukan hubungan seks dengan banyak perempuan.  Nechophilia : Suka melakukan hubungan seks dengan mayat.  Incest : Suka melakukan hubungan seks dengan saudara / keluarga sendiri.Seperti adik,kakak,ibu atau ayah.  Zoophilya : Suka lihat hewan melakukan hubungan seks.  Molested : Mencari kesempatan untuk bisa melakukan hubungan seks paksa dengan terlebih dahulu raba-raba punggung,buah dada.Contohnya dokter,dukunyang berpura-pura akan memeriksa.  Trollisme : Laki-laki yang suka pacar / istrinya disetubuhi oleh orang lain,Selain itu baru dia yang horny.  Wifeswapping : Suka mengganggu istri orang lain dan melakukan hubungan seks dengan istri orang lain temasuk tukertukeran istri untuk melakukan hubungan seks.  Exhibitionisme : Suka memperlihatkan bagian-bagian tubuh sehingga menimbulkan gairah seks.  Sado-masokisme : Suka memukul objek seksualnya sehingga dapat kepuasan.  Masokisme : Suka dipukul untuk dapat kepuasan seksual.  Proterrisme : Senang menggosok-gosoksn alat kelamin kepada orang lain ditengah-tengah keramain

2.3 Alasan melakukan seks bebas

Segala sesuatu itu tidak akan terjadi jika tidak ada sebabnya seperti pepatah mengatakan “Tak akan ada asap jika tidak ada api”. Oleh karena itu sex bebas pun ada sebab mengapa dilakukan oleh kalangan remaja. Beberapa faktor penyebab sex bebas diantaranya : Akibat atau pengaruh mengonsumsi berbagai tontonan. Apa yang ABG tonton, berkorelasi secara positif dan signifikan dalam membentuk perilaku mereka, terutama tayangan film dan sinetron, baik film yang ditonton di layar kaca maupun film yang ditonton di layar lebar. Faktor lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan pergaulan.

Adanya beberapa faktor yang mempengaruhi remaja melakukan seks bebas. Faktor-faktor yang mempengaruhi seks bebas diantaranya : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Adanya pertentangan dari lawan jenis Adanya tekanan dari keluarga dan teman Kurangnya pengetahuan remaja tentang seks bebas Kurangnya perhatian dari keluarga khususnya orang tua Tipisnya keimanan Kondisi stres yang dialami oleh remaja

Ada juga karena faktor eksternal dan internal  Faktor internal lebih lazimnya dari dalam diri seorang remaja itu sendiri. Keinginannya untuk dimengerti lebih dari orang lain bisa menjadi penyebab remaja melakukan tindakan penyimpangan. Sikap yang selalu merendahkan diri sendiri atau selalu meninggikan diri sendiri. Jikalau terlalu merendahkan diri sendiri, seorang remaja akan lebih mencari jalan pintas untuk menyelesaikan sesuatu. Dia beranggapan jika saya tidak begini, saya tidak bisa dianggap orang lain atau tidak gaul, atau tidak mengikuti perkembangan zaman

 Faktor eksternal/faktor dari luar pribadi seseorang remaja. Faktor terbesar member terjadinya perilaku penyimpangan seorang remaja yaitu lingkungan dan sahabat. Seseorang sahabat yang sering berkumpul bersama dalam satu genk, secara otomatis dia akan tertular sikap dan sifat temannya itu. Kasih sayang dan perhatian orang tua tidak sepenuhnya tercurahkan, membuat seorang anak tidak betah berada didalam rumah tersebut. Mereka lebih senang untuk berada diluar bersama kawan-kawannya. Apalagi keluarga yang kurang harmonis dan kurangnya komunikasi dengan orang tua dapat menyebabkan seorang anak melakukan penyimpangan sosial serta seks bebas yang melanggar nilai-nilai dan norma social. Apabila ayah dan ibu mereka yang memiliki kesibukan di luar rumah akan membuat anak-anak remaja semakin menjadi-jadi. Sehingga mereka merasa tidak diperlukan lagi. Selain itu, cukup tidaknya kasih sayang dan perhatian yang diperoleh sang anak dari keluarganya. Cukup tidaknya keteladanan yang diterima sang anak dari orangtuanya, dan lain sebagainya yang menjadi hak anak dari orangtuanya. Jika tidak, maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan-jalan serta di tempat tempat yang tidak mendidik mereka. Anak akan dibesarkan di lingkun1. Pengaruh pergaulan sesama (peer group pressure). Seseorang yang mempunyai teman2 pergaulan yang berpaham seks bebas akan bisa terpengaruh oleh teman2nya ini sehingga diapun ikut melakukan seks bebas.

Tekanan yang datang dari teman pergaulannya. Lingkungan pergaulan yang dimasuki oleh seorang remaja dapat juga berpengaruh untuk menekan temannya yang belum melakukan hubungan seks, bagi remaja tersebut tekanan dari teman-temannyaitu dirasakan lebih kuat dari pada yang didapat dari pacarnya sendiri.

Adanya tekanan dari pacar. Karena kebutuhan seorang untuk mencintai dan dicintai, seseorang harus rela melakukan apa saja terhadap pasangannya, tanpa

memikirkan resiko yang akan dihadapinya. dalam hal ini yang berperan bukan saja nafsu seksual, melainkan juga sikap memberontak terhadap orang tuanya. Remaja lebih membutuhkan suatu hubungan, penerimaan, rasa aman, dan harga diri selayaknya orang dewasa.

Rasa penasaran. Pada usia remaja keingintahuannya begitu besar terhadap seks, apalagi jika teman-temannya mengatakan bahwa terasa nikmat, ditambah lagi adanya infomasi yang tidak terbatas masuknya, maka rasa penasaran tersebut semakin mendorong mereka untuk lebih jauh lagi melakukan berbagai macam percobaan. Pelampiasan diri. Faktor ini tidak hanya datang dari diri sendiri, misalnya karena terlanjur berbuat, seorang remaja perempuan biasanya berpendapat sudah tidak ada lagi yang dapat dibanggakan dalam dirinya, maka dalam pikirannya tersebut ia akan merasa putus asa dan mencari pelampiasan yang akan menjerumuskannya dalam pergaulan bebas.

2.4 Akibat melakukan seks bebas Sangat banyak sekali dampak negatif yang diakibatkan oleh sex bebas apalagi bersangkutan dengan kesehatan. Beberapa penyakit yang diakibatkan sex bebas: • Sifilis atau Raja Singa Gejala gejala pada Lelaki : Bintil-bintil berair seperti cair disertai timbulnya luka yang terasa nyeri di sekitar kelamin. Pada stadium

lanjut akan nampak seperti koreng berwarna merah (luka terbuka). Kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seksual. Setelah 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apap-apa, tetapi setelah 5-10 tahun penyakit ini akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah, dan jantung. Gejala gejala pada Perempuan : Sama seperti pada lelaki.

HIV/AIDS Gejala gejala pada Lelaki : Walaupun virus sudah ada dalam darah, tidak tampak gejala sama sekali. Pada penderita yang sudah menunjukkan gejala (AIDS) nampak gejala yang sangat kompleks, yang sulit dibedakan dengan penderita kanker stadium lanjut. Gejala gejala pada Perempuan : Sama seperti pada lelaki.

Herpes Kelamin Gejala gejala pada Lelaki : Badan lemas, nyeri sendi pada daerah terinfeksi, demam. Tampak kelainan kulit yang berbenjol-benjol, bulat atau lonjong kecil. Kadang ada rasa seperti terbakar atau gatal pada kelamin, diikuti timbulnya bintil-bintil berisi air di atas kulit dengan warna kemerahan. Gejala pada serangan pertama umumnya lebih berat dibandingkan ketika kambuh. Sebelum lecet biasanya diawali keluhan : pegal-pegal otot disertai demam, pembengkakan kelenjar lipatan paha, nyeri kadang gatal serta kemerahan pada tempat yang kena. Gejala gejala pada Perempuan : Sama seperti pada lelaki. Pada perempuan biasanya timbul di sekitar kelamin, dinding liang vagina dan kadang-kadang di sekitar anus.

Psikologi - Menciptakan kenangan buruk (trauma) berkepanjangan dan bisa saja mengakibatkan depresi. - Merasa bersalah sehingga membenci diri sendiri dan membenci orang yang terlibat. - Menjadi stress akibat takut akan hukuman dari tuhan. - Merasa malu oleh keluarga dan masyarakat. - Dampak negatif lainnya - Mengakibatkan kehamilan yang tidak dikehendaki. - Menggugurkan kandungan (aborsi) dan pembunuhan bayi. - Timbul rasa ketagihan diluar kontrol.

2.5 Pandangan hukum terhadap seks bebas

Norma atau kaidah adalah aturan perilaku dalam suatu kelompok tertentu, dimana setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban di dalam masyarakat. Norma-norma itu mempunyai dua macam isi, dan menurut isinya berwujud : perintah dan larangan. Apakah yang dimaksud perintah dan larangan menurut isi norma tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibatakibatnya dipandang baik. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik. Ada bermacam-macam norma yang berlaku di masyarakat. Macam-macam norma yang telah dikenal luas ada empat, yaitu: Norma Agama : Ialah peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah, larangan-larangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa “siksa” kelak di akhirat. Norma Kesusilaan : Ialah peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia.

Norma Kesopanan : Ialah norma yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masingmasing anggota masyarakat saling hormat menghormati. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya, karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri. Norma Hukum : Ialah peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan perundang-undangan, yuris prudensi, kebiasaan, doktrin, dan agama. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman hukuman. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturanperaturan hukum bersifat heteronom, artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar, yaitu kekuasaan negara.

Seperti yang dijelaskan dalam bab norma sosial dan norma hukum, bahwa norma-norma tersebut selalu menghendaki kebaikan yang berdasarkan kesepakatan bersama. Norma hukum bersifat memaksa. Seks bebas bukan merupakan perbuatan yang taat hukum. Seks bebas juga bukan merupakan suatu norma yang baik yang disepakati masyarakat, konsekuensinya, seks bebas merupakan sebuah tindakan pelanggaran terhadap keteguhan norma dan hukum.

2.6 Cara mencegah seks bebas Dalam menangani masalah Sex Bebas ada beberapa solusi agar tidak terjerumus ke dalam masalah ini. Beberapa solusi untuk mencegah agar tidak melakukan sex bebas: Pendidikan sex (Sex Education). Hal ini dapat diartikan sebagai penerangan tentang anatomi, fisiologi seks manusia, bahaya penyakit kelamin. Pendidikan seks adalah membimbing serta mengasuh seseorang agar mengerti tentang arti, fungsi dan tujuan seks, sehingga ia dapat menyalurkan secara baik, benar dan legal.

Mewaspadai hubungan dengan lawan jenis apakah hubungan ini mengarah pada sex bebas atau tidak, untuk memperoleh kepastian alangkah baiknya jika mengetahui tahapan-tahapan menuju sex bebas. Tahapan-tahapan menuju sex bebas yaitu: 1. Pegangan tangan 2. Ciuman sebatas ciuman di pipi dan kening 3. Ciuman bibir (kiss franc) 4. Pelukan 5. Petting (mulai berani melepas pakaian bagian atas) 6. Meraba kebagian-bagian yang sensitif (mulai berani buka-bukaan) 7. Melakukan hubungan seks Biasanya para remaja pada saat berpacaran baru berani melakukan tahapan dari nomor 1 sampai dengan nomor 5 (walaupun banyak juga yang berani melakukan tahapan nomor 6, tapi hanya sebagian kecil yang sudah berani melakukan hubungan seks denga pacarnya).

Orang tua yang bisa dalam hal ini sangat berperan penting. Point-point peranan orang tua dalam mencegahan sex bebas yaitu: Sebagai panutan (suri tauladan) Sebagai perawat dan pelindung Sebagai pendidik dan sumber informasi Sebagai pengarah dan pembatas Sebagai teman dan penghibur Sebagai pendorong Hal tersebut dapat menjadikan anak lebih dekat dengan orang tuanya sehingga anak tidak akan sampai terjerumus kepada hal-hal yang negatf termasuk sex bebas.

Untuk orang tua

a.Cobalah berempati

Cobalah ‘menjadi’ mereka.Empati seperti itulah saran yang paling Dianjurkan oleh para ahli dalam menjembatani komunikasi orang tua dan anak dalam menangani perilaku seks bebas di kalangan remaja.Baik dalam memberikan informasi-informsi dini tentang pergaulan,menjaga kesehatan reproduksi.maupun dalan penanganan kasus yang sudah berlanjut. Hampir semua orang tua mengaku bermasalah dengan anak remajanya yang sedang pubertas semua orang tua juga mengaku ada gap (jarak) pada saat harus membicarakan tentang seks. Jarak tersebut dapat berupa jomplangnya pengetahuan seks dan reproduksi orang tua di bandingkan dengan anak maupun pendekatan orang tua terhadap anak pada saat akan membicarakan masalah tersebut pasalnya sering kali pengetahuan anak tentang seks lebih jauh dari pada oramg tua. Hal itu terjadi karena begitu banyak sumber informasi yang diperoleh anak.Melalui internet,tayangan televisi,buku-buku,film dan masih banyak lagi.Informasi itu juga sangat cepat berubah sehingga tidak dapat diikuti oleh orang tua,akibatnya dengan pengetahuan orang tua yang terbatas anak-anak pada umumnya melesat sendirian.Padahal,secara psikologis dorongan seksual usia remaja juga sangat tinggi.Akibatnya manakala ada dorongan dari teman-temannya untuk melakukan perilaku seks yang tidak semestinya,remaja itupun akhirnya bereksperimen (coba-coba). Jika anak sudah berperilaku di luar batas kewajaran ataupun masih dalam mencari tahu apa itu perilaku seksual.jalan terbaik bagi para orang tua adalah mencoba menjadi mereka,menyelami apa yang di rasakan mereka. Caranya,cobalah bergaul dengan teman-temannya,kenali lingkungannya,dekatilah dengan guru dan sekolah tempat anak tersebut bersekolah sehingga orang tua tahu dan memahami apa yang sedang terjadi pada anak.Kendati demikian tidak semestinya orang tua seakanakan menjadi mata-mata bagi seluruh kegiatan anaknya.Jika hal itu terjadi orang tua akan berlaku over protective.

Padahal cara-cara yang mengarah pada otoritas sangat tidak disukai remaja karena otoritas merupakan sumber dari kekuasaan.Jika hal itu diterapkan remaja akan merasa sebagai ’Yang dikuasai’. Seorang remaja akan sangat terbuka bila mereka diperlakukan sebagai teman atau sahabat.Langkah ini memang tidak mudah. Syarat utama orang tua harus dekat dengan anak.. “ Bila kedekatan sudah terbentuk berbicara apapun akan mudah anak dan orang tua akan saling berbagi dalam segala hal. Semua orang tua pasti akan sedih dan kecewa manakala mendapatkan anaknya terlanjur masuk pada pergaulan bebas.Jika itu terjadi,Jangan pernah ‘mendakwa’ mereka akan tetapi terimlah mereka apa adanya.Lalu berintrofeksilah,Apa akar masalah yang menyebabkan remaja melakukan hal itu ?? Orang tua jangan merasa benar sendiri,gois,toh anak remajanya menyimpang pasti ada apa-apanya

b. Memberikan pendidikan agama sejak dini

c. Memberikan perhatian dan pengertian terhadap anak remaja

d. Menjadi teman yang baik terhadap ank remaja

Untuk ‘Remaja’

a. Mengikuti kegiatan-kegiatan positif b. Memilih teman dan lingkungan pergaulan c. Hindari ikut-ikutan pada gank-gank an

d. Hindari nongkrong-nongkrong yang tidak jelas e. Hindari nonton film-film porno f. Berfikir panjang

2.7 Cara menolong pelaku seks bebas

Pemulihan Pemulihan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mengembalikan individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, agar setelah peristiwa traumatis yang terjadi, dapat secara kolektif menjadi kuat, berfungsi optimal dan memiliki ketangguhan menghadapi masalah, sehingga menjadi masyarakat yang produktif dan berdaya.

Segera temukan orang yang tepat untuk mencurahkan isi hati, dan rahasia kelam ini. Walau sudah tak ada solusi, karena sudah tak bisa menyeret si pelaku ke sidang pengadilan, namun akan memberi jalan untuk mengurangi beban, menyembuhkan dendam…

Bercerita pada orang yang dapat dipercaya adalah salah satu obat yang paling baik. Keadilan suatu hari akan didapatkan dengan cara dan jalan yang tak perlu dipikirkan karena ada Sang Pencipta yang punya keadilan semesta…

Temukan saja satu orang yang tepat, tak perlu orang banyak. Dan temukan kedamaian di dalam hati.

Melihat kondisi zaman sekarang, kami mendukung tujuan dari Pelikan Indonesia yang mencita-citakan adanya tempat konseling di setiap kota, salah satu manfaatnya bagi para wanita yang jadi korban perkosaan yang tak dapat membawa kasusnya ke permukaan….walau tentu saja manfaat konseling bukan hanya sekedar untuk kasus seks bebas.

2.8 Pandangan Kristen terhadap seks bebas

• •

• •

Hubungan seksual hanya dilakukan oleh sepasang suami-istri yang sah secara hukum Gereja, meski tidak secara Sakramen Hubungan seksual hanya dilakukan dengan lawan jenis. Sebab homoseksualitas melawan hukum kodrat. Akan tetapi manusia yang memiliki dorongan homoseksualitas dipandang Gereja mengalami cobaan yang berat dan perlu dilayani dengan adil, bukan dengan memojokkan atau mengadili. Hubungan seksual dilakukan sebagai perwujudan cinta kasih, bukan pemenuhan nafsu belaka. Hubungan seksual selalu diarahkan pada kelahiran manusia baru ("bahwa tiap persetubuhan harus tetap diarahkan kepada kelahiran kehidupan manusia" (Humanae Vitae 11) ). Oleh sebab itu upaya kontrasepsi buatan (kondom, spiral, suntik, dll) dipandang sebagai persetubuhan yang tidak mengarah pada kelahiran, dan dilarang oleh Gereja. Dalam pandangan yang sama, perbuatan seksual selain penetrasi penis melalui vagina tidak dibenarkan. Inses, hubungan seksual antar sanak saudara atau ipar, juga kepada anak muda pedofilia, tidak dibenarkan oleh Gereja.

Bagaimana seorang Kristen memahami seks? Apa yang Alkitab katakan tentang seksualitas? Tujuh prinsip dibawah ini diharapkan dapat membantu orang Kristen yang mempercayai Alkitab memahami seks.

Prinsip 1: Alkitab mengatakan bahwa seksualitas manusia sebagai sesuatu yang baik. Mari kita mulai dari awal: “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan

perempuan diciptakanNya mereka” (Kej 1:27) Setelah penciptaan sebelumnya dilakukan, Allah melihat bahwa “semuanya itu baik” (Kej 1:12,18,21,25), tapi setelah penciptaan manusia sebagai laki-laki dan perempuan, Allah melihat bahwa “segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik” (Kej 1:31). Awal pengertian secara ilahi bahwa seksualitas manusia itu ‘sungguh amat baik’ menunjukan perbedaan seksual pria dan wanita sebagai bagian dari kebaikan dan kesempurnaan dari ciptaan Tuhan yang pertama.

Perhatikan juga bahwa perbedaan jenis kelamin pria dan wanita berhubungan dengan kenyataan bahwa manusia diciptakan menurut peta Allah. Karena Kitab suci membedakan manusia dengan ciptaan yang lain, para ahli teologi berpendapat bahwa pengertian peta Allah mengaju pada kemampuan rasional, moral, dan spiritual yang Tuhan berikan kepada pria dan wanita. Namun demikian, masih ada cara lain bagi kita untuk memahami pengertian dari peta Allah, berdasarkan apa yang tertulis dalam Kej 1:27: “menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka.” Jadi kepriaan dan kewanitaan manusia mencerminkan peta Allah dalam pengertian bahwa pria dan wanita mempunyai kemampuan untuk memiliki kesatuan hubungan yang sama dengan kesatuan hubungan yang ada dalam konsep Trinitas. Tuhan dalam pengertian Alkitabiah bukanlah Sesuatu yang sendiri dalam singularitas abadi melainkan berada dalam hubungan tiga Oknum yang secara misterius disatukan sehingga kita menyembahnya sebagai satu Tuhan. Kesatuan yang misterius dalam konsep Trinitas ini dicerminkan melalui gambar ilahi dalam manusia, dalam dua jenis kelamin yang berbeda; pria dan wanita; yang juga secara misterius disatukan dalam perkawinan menjadi ‘satu daging’. Prinsip 2: Seksualitas manusia adalah satu proses dimana dua menjadi ‘satu daging’. Hubungan intim antara seorang pria dan wanita diekspresikan dalam Kej 2:24: “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging”. Istilah ‘satu daging’ mengacu pada penyatuan tubuh, jiwa, dan roh yang utuh diantara pasangan yang telah menikah. Penyatuan utuh ini dapat

dialami khususnya melalui hubungan seksual yang merupakan tindakan dari pengekspresian cinta sejati, rasa hormat, dan komitmen. Istilah ‘menjadi satu daging’ menunjukan rencana Tuhan tentang seks dalam perkawinan. Hal ini menjelaskan bahwa Tuhan melihat seks sebagai media bagi suami istri untuk mencapai kesatuan. Harus diperhatikan bahwa pengandaian ‘satu daging’ tidak diterapkan untuk mengambarkan hubungan seorang anak dengan orang tuanya. Seorang laki-laki akan ‘meninggalkan’ orang tuanya untuk menjadi ‘satu daging’ dengan istrinya. Hubungan dengan istrinya berbeda dengan hubungan dengan orang tuanya karena hubungan dengan istri merupakan kesatuan baru yang diperoleh melalui penyatuan seksual. Menjadi ‘satu daging’ juga mengambarkan tujuan dari kegiatan seksual yang tidak hanya sebagai prokreasi (untuk memperoleh keturunan) tetapi juga psikologi (memenuhi kebutuhan emosional untuk mencapai satu hubungan kesatuan). Kesatuan menunjukan keinginan untuk mengetahui sisi paling khusus dari pasangan secara emosi, fisik dan intelektual. Ketika mereka saling memahami dengan cara yang paling khusus, mereka akan mengerti arti dari menjadi satu daging. Hubungan seksual tidak secara otomatis memberikan pengertian kesatuan. Lebih jauh lagi setiap pasangan harus memahami betul arti saling berbagi dalam hubungan suami-istri. Prinsip 3: Seks adalah memahami satu sama lain melalui cara yang paling intim. Hubungan seksual diantara pasangan yang telah menikah membuat mereka dapat saling memahami melalui cara yang paling khusus. Hal ini tidak dapat diperoleh dengan cara yang lain. Berhubungan seksual tidak hanya membiarkan pasangan kita melihat tubuh kita tapi juga kepribadian kita. Inilah sebabnya mengapa kitab suci sering menggambarkan hubungan seksual sebagai ‘memahami’, kata kerja yang sama digunakan dalam Ibrani yang mengacu pada memahami Tuhan. Adam tentu saja sudah mengenal Hawa sebelum mereka berhubungan seksual, namun ia mengenal Hawa lebih jauh lagi melalui cara yang paling khusus tersebut. Dwight H. Small mengemukakan, “pengungkapan rahasia diri melalui hubungan seksual merupakan pengungkapan diri yang

paling tinggi dari semua tingkat dalam keberadaan satu pribadi. Ini adalah satu cara unik yang eklusif. Mereka saling mengenal seolah mereka tidak pernah mengenal orang lain. Pengetahuan yang unik ini merupakan satu rasa memiliki yang sejati… keadaan telanjang merupakan satu simbol bahwa tidak ada yang tersembunyi diantara pasangan suami istri.” Proses menuju hubungan seksual adalah satu proses pertumbuhan. Mulai dari sekedar mengenal, kemudian berkencan, bertunangan, menikah, dan berhubungan seksual, pasangan belajar mengenal satu sama lain. Hubungan seksual merupakan puncak dari proses pertumbuhan tersebut.Seperti yang dikemukakan oleh Elizabeth Achtemeier: “Kami merasa seolah kedalaman diri yang paling tersembunyi muncul kepermukaan dan terungkap sebagai satu ekspresi cinta kami yang murni”. Prinsip 4: Alkitab mengecam hubungan seks diluar nikah. Karena seks melambangkan hubungan antar pribadi yang paling intim dan mengekspresikan penyatuan ‘satu daging’ berdasarkan komitmen total, seks tidak boleh dilakukan dalam satu hubungan biasa yang hanya berlandaskan kesenangan. Penyatuan dalam hubungan semacam itu merupakan tindakan amoral. Hubungan seks diluar nikah adalah masalah yang serius karena membawa pengaruh yang lebih dalam dari dosa-dosa yang lain. Seperti yang rasul Paulus nyatakan :”Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi diluar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri” (I Kor 6:18). Sebagian orang berpendapat bahwa minuman beralkohol juga berpengaruh terhadap diri seseorang. Tetapi pengaruhnya tidak bersifat permanen seperti yang ditimbulkan oleh dosa seksual. Kebiasaan makan makanan yang dilarang dapat ditiadakan, barang yang dicuri dapat dikembalikan, kebohongan dapat diganti dengan kebenaran, namun perbuatan seksual tidak dapat dihapuskan begitu saja. Ini bukan berarti bahwa dosa seksual tidak bisa diampuni. Kitab suci mengatakan bahwa jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan ‘menyucikan kita dari segala kejahatan.’ (I Yoh 1:9) Ketika Daud bertobat karena telah

melakukan perzinahan dan pembunuhan, Tuhan memaafkannya. (lihat Mazmur 32 dan 51) Prinsip 5: Seks tanpa komitmen membuat manusia sama seperti benda. Seks diluar nikah adalah seks tanpa komitmen. Hubungan semacam ini menghancurkan integritas seseorang dengan merendahkannya menjadi satu obyek yang digunakan untuk kepuasan pribadi. Seseorang yang merasa terhina setelah berhubungan seksual bisa saja menjadi trauma karena takut hanya akan dimamfaatkan atau justru menjadi tidak menghargai tubuhnya lagi sehingga melakukan hubungan seksual secara sangat bebas. Ia telah kehilangan kesempatan untuk mengunakan seks sebagai cara untuk mengekspresikan rasa cinta dan merusak pengertian seksualitas manusia yang sesungguhnya. Seks tidak dapat digunakan sebagai cara untuk bersenang-senang dengan seseorang sementara disaat yang sama digunakan untuk menunjukan cinta sejati dan komitmen dengan orang lain. Pandangan alkitab tentang kesatuan, keintiman, dan cinta sejati tidak ditunjukan melalui seks diluar nikah atau seks dengan lebih dari satu orang pasangan. Pasangan yang telah bertunangan mungkin mengatakan bahwa mereka mengekspresikan cinta yang sejati saat mereka melakukan hubungan seks sebelum mereka menikah. Dari sudut pandang Kristen, pasangan yang bertunangan harus saling menghormati dan melihat pertunangan sebagai persiapan menuju pernikahan, bukan sebagai pernikahan itu sendiri. Sampai janji pernikahan diucapkan, kemungkinan pertunangan itu putus tetap ada. Jika pasangan itu telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah, mereka telah melanggar komitmen. Dan bila dikemudian hari hubungan ini putus, akan meninggalkan bekas luka emosi yang permanen. Hubungan seksual yang sah hanya bisa dilakukan bila seorang pria dan wanita bersedia untuk menjadi satu tidak hanya secara fisik tetapi juga secara psikis dengan memikul tanggung jawab terhadap masing-masing pasangannya. Kecaman terkeras dari sudut pandang Kriten memang ditujukan kepada tindakan amoral seks diluar nikah. Kecaman tersebut jelas terdapat dalam Alkitab. Alkitab menolak menggunakan ‘istilah yang lebih lunak’. Contohnya seks pra-nikah dengan tekanan pada ‘pra’ dan bukan pada

‘nikah’. Perzinahan diartikan sebagai ‘seks diluar nikah’. Homoseksualitas digambarkan dengan istilah yang lebih lunak sebagai satu ‘variasi gay’ dan bukan disebut sebagai ‘penyimpangan’. Orang Kristen saat ini mulai mempertimbangkan satu alasan bahwa ‘cinta membuat seks diluar nikah sesuatu benar’. Jika seorang pria dan wanita jatuh cinta, mereka berhak mengekspresikan cinta mereka walaupun melalui hubungan seks diluar nikah. Beberapa pendapat mengatakan bahwa seks sebelum nikah membebaskan mereka dari tradisi kuno dan memberikan mereka satu kebebasan emosi. Kebenaran dalam hal ini adalah bahwa seks pra-nikah menimbulkan tekanan emosi karena mengartikan cinta sekedar hubungan fisik tanpa satu komitmen total diantara pasangan yang menikah. Prinsip 6:Seks merupakan sarana prokreasi dan relasi. Sampai awal abad ini, orang Kristen percaya bahwa fungsi utama seks adalah untuk prokreasi. Pertimbangan lain, seperti aspek kesatuan, relational, dan kesenangan, dianggap sebagai fungsi sampingan. Namun keadaan tersebut mulai berubah diabad 20. Dari sudut pandang Alkitab, kegiatan seksual dalam perkawinan merupakan sarana prokreasi dan relasi. Sebagai orang Kristen kita perlu menjaga keseimbangan antara kedua fungsi seks ini. Hubungan seks adalah kegiatan menyenangkan yang menimbulkan rasa saling memiliki dan menjadi satu sementara menciptakan satu kemungkinan untuk membawa satu kehidupan baru ke dalam dunia ini. Kita harus menyadari bahwa seks adalah anugerah ilahi yang hanya dapat dinikmati dalam perkawinan. Paulus menganjurkan pada suami-istri “Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap istrinya, demikian pula istri terhadap suaminya. Istri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi istrinya. Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.” (I Kor 7:3-5; lihat juga Ibrani 13:4)

Prinsip 7: Seks memampukan pria dan wanita untuk mencermikan peta Allah dengan turut serta dalam kegiatan kreatifNya. Dalam Alkitab, seks tidak hanya berfungsi dalam proses penyatuan roh yang misterius tetapi juga menciptakan kemungkinan untuk membawa anak-anak lahir kedunia ini. “Beranak cuculah dan bertambah banyak”, perintah Tuhan dalam Kej 1:28. Tentu saja tidak semua pasangan dianugerahi anak. Usia tua, kemandulan, ataupun penyakit genetik adalah beberapa dari faktor yang menyebakan seseorang tidak mungkin mempunyai anak. Namun bagi sebagian besar pasangan yang menikah, mempunyai anak adalah hal yang wajar dalam kehidupan perkawinan. Hal ini tidak berarti bahwa setiap tindakan dari kesatuan seks harus mengacu pada konsep tersebut. “Kita tidak bermaksud memisahkan seks dari kemungkinan untuk mempunyai anak,” tulis David Phypers, “dan mereka yang melakukan hal itu dengan alasan-alasan pribadi, sesungguhnya tidak memahami tujuan Tuhan terhadap hidup mereka. Mereka mengambil resiko untuk tidak mengindahkan perkawinan mereka dan kegiatan seksual dalam perkawinan hanyalah demi kepuasan semata. Mereka tidak bersedia turut serta dalam satu proses kreatif untuk membawa kehidupan baru anakanak mereka ke dalam dunia ini, membesarkan dan mendidik mereka hingga sampai pada kedewasaan.” Kita tidak akan menemukan jawaban yang gamblang dalam Alkitab. Kita telah melihat bahwa seks memiliki sarana prokreasi dan relasi. Kenyataan bahwa fungsi seks dalam perkawinan tidak hanya untuk meneruskan keturunan tetapi juga untuk mengekspresikan cinta dan komitmen, menunjukan adanya keterbatasan dalam fungsi seks sebagai sarana reproduksi. Dengan kata lain bahwa fungsi relasi merupakan fungsi yang lebih dinamis dibandingkan fungsi reproduksi. Hal ini memicu pertanyaan: apakah kita berhak campur tangan dalam proses reproduksi yang direncanakan Tuhan? Jawaban dari Gereja katolik Roma adalah Tidak!. Apa yang harus dilakukan oleh umat katolik telah dijelaskan Paus Paulus VI dalam suratnya Humane Vitae (29 Juli 1968), yang mengakui moralitas kesatuan seksual antara suami dan istri, walaupun tidak memiliki anak. Dalam suratnya Paus tidak menyeujui

penggunaan alat kontrasepsi buatan dan menganjurkan mengunakan cara alamiah ‘metode ritme’ untuk mengontrol kelahiran. Dalam metode ini hubungan seksual hanya boleh dilakukan pada saat istri dalam masa tidak subur. Usaha Humane Vitae untuk membedakan antara kontrasepsi ‘buatan’ dan ‘alami’ kemudian menimbulkan masalah baru. Penolakan untuk menggunakan kontrasepsi buatan menjalar pada penolakan untuk menggunakan vaksin, hormon, atau obat-obatan yang tidak diproduksi secara alami dalam tubuh manusia. “Seperti penemuan manusia yang lain,” tulis David Phypers,”kontrasepsi dipandang sebagai sesuatu yang netral dari segi moral; masalahnya terletak pada apa yang akan kita lakukan dengan kontrasepsi itu. Jika kita menggunakannya untuk melakukan hubungan seks diluar nikah atau demi keegoisan kita, atau jika kita menggunakannya untuk merusak perkawinan orang lain, kita akan dipersalahkan karena tidak mematuhi kehendak Allah dan karenanya kita menghancurkan arti perkawinan. Namun apabila kita menggunakannya dengan tepat untuk kesehatan dan demi kesejahteraan keluarga kita, kontrasepsi justru akan membantu kita memperoleh rumah tangga yang bahagia. Dengan kontrasepsi kita dapat melindungi keluarga kita dari masalah fisik, emosi, ekonomi, dan psikologi yang mungkin ditimbulkan oleh kehamilan yang tidak direncanakan, sementara diwaktu yang sama kita dapat mencurahkan perhatian kita untuk menumbuhkan cinta yang dapat memperkuat ikatan perkawinan.

Seksualitas manusia adalah bagian dari ciptaan Tuhan yang indah. Tidak ada jejak dosa didalamnya. Namun, sama seperti anugerah Tuhan yang lain bagi manusia, seks juga digunakan oleh setan untuk menjauhkan manusia dari kehendak Tuhan. Seks berfungsi sebagai sarana untuk menyatukan dan memperoleh keturunan, dalam hubungan pria dan wanita untuk menjadi ‘satu daging’. Ketika hubungan itu rusak, baik oleh seks pra-nikah atau seks diluar nikah, kita telah melanggar hukum ketujuh. Kita telah berbuat dosa, dosa terhadap Allah dan dosa terhadap diri sendiri. Tapi Alkitab tidak meninggalkan kita tanpa harapan. Alkitab memperkenalkan kita kepada kasih Allah yang bersedia mengampuni segala dosa, termasuk dosa seksual. Walaupun dosa seksual

meninggalkan bekas dalam kesadaran kita dan dapat menyakiti orang lain, pertobatan yang sungguh-sungguh mampu membuka pintu maaf Allah. Tidak ada dosa yang sangat besar sehingga kasih Allah tidak dapat membawa penyembuhan dan perbaikan. Yang harus kita lakukan adalah meraih kasih itu, karena hanya kasih yang membuat kita menyadari potensi kita masing-masing yang telah diberikan oleh Pencipta kita. Kita juga harus menerapkan hal itu dalam kehidupan seksual kita. Pada saat orang-orang mulai memperbolehkan seks bebas, saat itulah menjadi peringatan bagi kita sebagai orang Kristen untuk kembali memperkuat komitmen kita tentang seks menurut pandangan Alkitab sebagai satu anugerah ilahi yang hanya boleh dilakukan dalam perkawinan.

2.9 Keterlibatan Kristen dalam mencegah seks bebas

Masa remaja adalah masa yang paling berseri. Di masa remaja itu juga proses pencarian jati diri. Dan, disanalah para remaja banyak yang terjebak dalam pergaulan bebas. Pergaulan bebas di kalangan remaja telah mencapai titik kekhawatiran yang cukup parah, terutama seks bebas. Mereka begitu mudah memasuki tempat-tempat khusus orang dewasa, apalagi malam minggu. Pelakunya bukan hanya kalangan SMA, bahkan sudah merambat di kalangan SMP. ‘’Banyak anak-anak remaja beranggapan bahwa masa remaja adalah masa yang paling indah dan selalu menjadi alasan sehingga banyak remaja yang menjadi korban dan menimbulkan sesuatu yang menyimpang,’’ Ditingkat pergaulan dalam kondisi hari ini, anak-anak bisa saja berbohong. Oleh sebab itu, pengawasan orang tua harus diperketat. Tentu saja contoh perilaku orang tua sangat berperan. Kita sebagai remaja untuk menghindari dalam segi pergaulan yang baik harus mendekatkan diri pada Tuhan. Karena kita sangat membutuhkan bimbingan Tuhan. Baiknya kita harus lebih rajin beribadah dan berdoa pada Tuhan. Dan mengisi dengan kegiatan / hal-hal yang positif. Contohnya mengikuti kegiatan tartil disekolah. Pergi ke masjid. Dan bagi umat christyani, rajin pergi ke gereja. Kita juga perlu memperdalam pelajaran kerohanian agar kita dapat mengamalkan perbuatan yang baik

dalam kehidupan sehari-hari. Agar iman kita lebih bertumbuh dan dikuatkan lagi. Dengan hal ini sedikit besar pasti akan bisa untuk menanggulangi pergaulan bebas atau kenakalan di kalangan remaja.

Dalam maraknya kenakalan remaja, peranan orang tua/keluarga sangat penting untuk mengawasi tingkah laku putra-putri mereka. Untuk mencegah supaya anak-anak remaja/anak-anak muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan tidak baik. Perlu sekali para orang tua mengawasi anaknya. Orang tua harus lebih memperhatikan anaknya. Kita juga harus pintar memilih teman atau bergaul dengan teman yang baik dan tidak macam-macam. Dan yang paling penting kita mendekatkan diri pada tuhan. Mohon bimbingan dan petunjuknya agar kita selalu berada di jalan yang benar. Kita juga bisa mengeksplor ketrampilan kita dan juga mengisi waktu luang dengan hal-hal yang positif. Contohnya, yaitu pergi beribadah tempat ibadah, belajar kelompok dengan teman-teman, dll.

Iman, merupakan rem paling pakem dalam berpacaran. Justru penilaian kepribadian pasangandapat dinilai saat berpacaran. Mereka yang menuntut hal-hal yang melanggar norma-normayang dianut, tentunya tidak dapat diharapkan menjadi pasangan yang baik. Seandainya iapun menjadi suami atau istri kelak tentunya keinginan untuk melanggar normanorma pun selaluada. Untuk itu, “Say Good Bye” sajalah…! Masih banyak kok pria dan wanita yang mempunyai iman dan moral yang baik yang kelak dapat membantu keluarga bahagia.

2.10 Keterlibatan Kristen dalam menolong korban seks bebas

Seperti dosa lain meskipun ada faktor adiksi atau ikatan yang kuat, tetapi semua dosa sudah dilepaskan oleh “Yesus”. Arti kata “Yesus” itu berarti Pelepas dosa. Mat 1:21 Maka ia* akan melahirkan seorang putra dan hendaklah engkau menamakan Dia Yesus**, karena Dialah yang akan melepaskan umatNya dari dosa-dosanya. (KJI) * = perempuan

** = no strong 2424, berarti: saviour, deliverer (=Yosua). Semua macam dosa sudah dilepaskan, termasuk juga dosa pornografi sudah dibereskan (diampuni dan dimerdekakan) oleh Tuhan Yesus di atas salib. Semua dosa sudah dilepaskan oleh darah Yesus. Misalnya benci (Saul), tamak (Zakheus), bengis (Musa) dll bisa lepas dengan percaya pada Tuhan Yesus, begitu juga dosa pornografi dan zina kalau mau, bisa dilepaskan oleh Kristus! Ada seorang majelis gereja, setiap kali ke luar negeri (ini pegawai tinggi) selalu mencari gambar-gambar porno sebab zaman dulu (kurang lebih sebelum 1968) di sini jarang dan mahal. Akibatnya lahir dosa-dosa zina. Hubungan dengan istrinya jadi rusak. Kalau dalam hati seorang suami sudah ada perempuan lain, cintanya pada istri sendiri jadi bocor (sisa bosan, muak, sudah tidak senang meskipun dahulunya tergila-gila). Justru yang membuat hidup nikah itu indah adalah cinta. Kalau cinta habis, bocor, kalau dekat-dekat dengan isterinya banyak ributnya. Dosa itu tanda khas dari neraka. Di mana ada dosa, suasana neraka juga ada disitu. Begitu juga rumah tangga orang ini. Tetapi pada satu kali ia diinjili temannya, maka majelis gereja ini bertobat, lalu penuh Roh Kudus dan ia merdeka dari pada dosa zinah dan pornografi (semua gambar-gambar yang mahal dan dahulu hoby dan kesayangannya dibakar habis). Lalu ia melayani Tuhan Fulltime, menjadi seorang penginjil yang menjadi berkat diseluruh nusantara. Pornografi dan zina bisa lepas kalau mau, sudah dimerdekakan oleh Kristus dan yang percaya akan mengalaminya.

Adapun cara Kristen menolong korban seks bebas adalah sebagai berikut:

A. NASEHAT PRAKTIS. Misalnya mendampingi anak yang sedang melihat TV (banyak acara TV yang tidak cocok dengan Firman Tuhan) dan harus terus menjelaskan mana yang boleh dan mana yang tidak, serta membatasi jumlah jam untuk melihat TV, yaitu hanya acara-acara yang cocok untuk anak-anak saja. Komputer anak-anak (usahakan supaya situs-situs porno diblokir) jangan menghadap tembok sehingga terus tersembunyi sehingga tidak kelihatan layarnya dan tidak bisa sering-sering diawasi dari sekitarnya. Periksa semua game yang

dimainkan si anak, apalagi kalau orangtua yang membelikannya, harus betul-betul tahu isinya. Jangan tertipu oleh judul-judul luarnya saja yang sopan atau biasa, sebab kadang-kadang cerita-nya tentang perang (ini juga tidak baik, mengajari anak membiasakan = mendidik anak-anak untuk membunuh dan menghukum, sehingga lama-lama perasaan hatinya menjadi tumpul dan dengan perasaan hati yang sudah mati, anak-anak ini bisa lebih mudah membunuh), tahu-tahu di dalamnya banyak pornografi dan akhirnya penuh dengan adegan perzinaan yang blak-blakan dari si jagonya. Juga flash disk, Blackberry, komik dll. Secara diamdiam atau terang-terangan, orangtua wajib menggeledah barang-barang dan kamar si anak; bukan saja boleh tetapi harus, kalau tidak mau kecolongan dan meratap sedih. Juga jangan lupa terus memonitor kemana saja perginya dan perlu di check sebab anak-anak zaman sekarang makin lihai “menyelundupkan”, apalagi kalau “doanenya” lengah atau disogok sikap dan kata-kata yang manis (lihat lebih lanjut dalam buku Pendidikan Anak oleh Pdt Jusuf BS). Hal-hal praktis ini baik tetapi belum cukup! Sebab yang bisa melepaskan orang dari pornografi dan dosa hanyalah Tuhan Yesus yang juga sesudah memerdekakannya, juga bisa memelihara hidup kesucian sehingga limpah dengan kesukaan yang asli oleh Roh Kudus dalam follow upnya. Yoh 4:13-14 Yesus menjawab dan berkata kepadanya: Barangsiapa minum dari air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa yang minum dari air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus lagi; melainkan air yang akan Kuberikan kepadanya itu akan menjadi di dalamnya sebuah mata air yang memancar sampai kepada hidup yang kekal. (KJI) Tanpa Kristus semua usaha itu hanya memberi hasil sementara. Sebab makin pintar sang polisi menjaga hanya secara praktis, dari luar saja,membuat anak-anak makin pintar sembunyi, menyelundup dan mencari alasan yang tepat. Haraplah pada Tuhan Yesus dan selalu dipimpin oleh RohNya seperti ligabis (dengan hikmat dan kuasa Allah, sekalipun “hanya” terhadap anak-anak sendiri. Kita perlu dipimpin Roh untuk mencegah, melepaskan dan terus di follow up); tanpa Tuhan, bukan saja anak atau orang yang terikat itu tidak bisa lepas, juga bisa menular pada semua yang lain! Pornografi itu “penyakit” menular, bahkan sudah mewabah! Tetapi dalam pribadi, rumah tangga dan Gereja yang mengenal kebenaran Firman Tuhan tentang pornografi dan punya kuasa Roh Kudus (doa dalam Roh dan kebenaran), tidak dijamah oleh “wabah” ini. B. CARA ROHANI. 1. MAU, DILEPASKAN DENGAN SIKAP YANG AKTIF. Orang atau anak yang dilepaskan itu tidak boleh tinggal pasif, hanya kita yang aktif menggarapnya, tidak bisa! (Kelepasan semacam ini masih bisa dilakukan untuk orang yang belum kenal Tuhan misalnya kelepasan dari setan-setan). Orang itu sendiri harus ikut aktif dalam pelepasan ini. Jadi, nomor satu ia sendiri mau dan rindu dilepaskan meskipun ia tidak berdaya

dan gagal terus. Kalau orang itu percaya Tuhan Yesus dan mau dilepaskan, baru bisa berhasil. Ada seorang Kristen, seorang gadis habis jatuh dalam dosa sex, datang pada ibu gembalanya minta dilepaskan. Ini cara pelepasan yang salah. Ibu gembala ini tentu mau melepaskannya, tetapi ia harus menjelaskan dan menasehati lebih dahulu, sampai ia sendiri mau dilepaskan, mau berusaha, mau pikul salib mematikan daging, mau taat akan firman Tuhan, baru kemudian ia didoakan, maka kuasa nama Yesus akan bekerja dan melepaskannya. Kalau orang itu belum sungguh-sungguh mau, kita masih harus terus mendoakan dan menasehati, melayani dalam Roh (dengan kata-kata hikmat dan kuasa Roh, kalau minta pasti dapat) sampai ia tiba dititik mau melepaskan dirinya sendiri dengan kuasa Tuhan Yesus. Kadang-kadang Tuhan ikut menolong orang yang keras hati dengan menghajarnya. 2. SUDAH LAHIR BARU DAN TETAP HIDUP BARU, lebih-lebih kalau sudah penuh Roh Kudus akan lebih mudah mencegah tidak sampai kena pornografi atau melepaskannya. Kalau belum lahir baru, selain nasehat yang diberikan, fokuskan doa dan pelayanan kita untuk melahirbarukan orang itu dengan kuasa Roh Kudus. Seringkali pada waktu dinasehati ia langsung lahir baru dan terlepas. Sebab hanya dengan lahir baru, yang lama lenyap (termasuk pornografi) dan yang baru terbit, yaitu hidup baru seperti Kristus mulai tumbuh. 2Kor 5:7 Sebab kami berjalan dengan iman, bukan dengan penglihatan (KJI) Hanya dalam hidup baru ada kelepasan dari dosa termasuk pornografi dan di dalam Kristus kita bisa terus terpelihara dalam kesucian sampai mati atau pengangkatan, tidak kena ketularan “wabah rekreasi” ini. 3. TERBANG TINGGI SEPERTI BURUNG NASAR (= RAJAWALI).

Ini hal yang ajaib untuk pikiran manusiawi. Ams 30:18-19a Ada tiga perkara yang terlalu ajaib bagi saya, bahkan yang keempat tidak kuketahui Jalannya nazar di udara…(KJI). Ams 23:5c …Mereka pergi terbang ke arah langit seperti burung Nazar. (KJI)

Burung rajawali ini terbang tinggi di atas segala perkara, juga di atas badai Yes 40:31, Ay 39:30,31. Orang-orang yang bisa terbang tinggi seperti rajawali ini adalah bayangan dari orang-orang rohani yang tidak terpengaruh oleh segala daya tarik dan kemanisan dosa-dosa pornografi sebab dipuaskan oleh Roh Kudus dan Firman Tuhan. Mereka bisa mengatasi segala dosa dan kejahatan di akhir zaman ini dengan menjauhkan diri dari dosa/ semua yang jahat (Ams 22:3) dan tetap hidup dalam Kristus serta terus meningkat sampai ikut pengangkatan. Orang-orang yang akan ikut dalam pengangkatan itulah orang-orang yang menang atas segala dosa dan kejahatan akhir zaman ter-masuk pornografi, mereka itu adalah seperti rajawali yang dikatakan Tuhan Yesus dalam: Luk 17:34-36 Aku berkata kepadamu: Pada malam itu adalah dua orang di atas satu tempat tidur, yang satu akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua perempuan mengisar bersama, seorang akan dibawa dan yang lain ditinggalkan. Dua laki-laki berada di ladang, seorang akan dibawa dan yang lain ditinggalkan. (KJI) Perhatikan jawaban Tuhan Yesus ini adalah kunci untuk pertanyaan murid-murid tentang pengangkatan. Luk 17:37 Lalu mereka menjawab dan berkata kepadaNya: Dimana Tuhan? Dan Ia berkata kepada mereka: Barang di mana ada tubuh itu, di sanalah berkerumun burung nasar. (KJI)

Burung nazar (rajawali) berhimpun di sekitar tubuh (Terj. Lama: bangkai, dari mangsa yang didapat burung-burung ini), itu menggambarkan tentang Perjamuan Suci oleh umat Tuhan. Ayat ini menceritakan kunci dari “tempat” pengangkatan yaitu di tempat burung nazar yaitu di sekitar perjamuan suci. Orang yang makan perjamuan suci dengan betul (tidak boleh dengan dosa 1Kor 11:7,30 itu berarti terus hidup dalam kesucian), maka Perjamuan Suci membuatnya menjadi luar biasa Yoh 6:56-57. Perjamuan Suci setiap hari akan menjadi salah satu tanda dari Minggu ke-70 Daniel, dimana “burung-burung nazar” ini makan daripadanya setiap hari sehingga siap untuk ikut dalam pengangkatan. Kalau setiap hari bisa menikmati perjamuan suci, orang-orang ini bisa bersukacita dalam sungai air hidup dalam kesucian dan terus dipimpin Roh, siap untuk pengangkatan). APA ARTINYA TERBANG TINGGI SEPERTI BURUNG NAZAR?

A. DENGAN IMAN. Bagi orang yang bisa percaya kepada Tuhan Yesus tidak ada perkara yang mustahil. Juga mengalahkan pornografi dan perzinaan, tidak sulit, pasti bisa. Dengan iman kita akan hidup dalam kemenangan dan kesucian. Mrk 9:23 Yesus berkata kepadanya: Jikalau engkau bisa percaya, segala sesuatu bisa jadi bagi orang yang percaya. (KJI) Jangan takut akan segala tantangan-tantangan pornografi dan problem-problem lain. Naiklah lebih tinggi dengan iman. Percayalah akan Allah Mrk 11:22 yang berkata dan membuat sekali merdeka (dari dan dosa) tetap merdeka Gal 5:1. Orang yang percaya akan bisa berkata-kata dengan iman seperti Daud terhadap Goliat. 1Sam 17:45 Lalu kata Daud kepada orang Filistin itu, engkau datang kepadaku dengan pedang dan dengan tombak dan dengan perisai; tetapi saya datang kepadamu di dalam nama Tuhan bala tentara, Allah dari pasukan Israel yang engkau hinakan itu! (KJI). Daud sungguh-sungguh percaya pada Tuhan, sebab itu tidak takut dan betul-betul menang, tidak terikat dosa, tentang hidup benar, lepas dari semua dosa. Begitu orang yang bisa percaya itu menjadi benar, tidak ada yang mustahil baginya Mrk 9:23. Abraham percaya pada Tuhan dan itu dihitung baginya sebagai kebenaran. Rom 4:3 Maka apakah yang dikatakan Alkitab? Abraham percaya kepada Allah, dan hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran (KJI) Mengapa begitu mudah dan enak, hanya percaya dihitung sebagai orang benar. Ada banyak orang yang mengakui percaya kepada Tuhan Yesus, apakah mereka semua sudah menjadi orang benar? Kalau mereka percaya seperti Abraham, mereka menjadi orang benar. Tetapi tidak semua orang percaya itu percaya seperti Abraham. Cerita penonton akrobat bertepuk tangan dengan meriah sebab melihat seorang akrobat itu berjalan dengan membawa kursi lewat tali; Waktu penonton itu ditanya oleh akrobat itu, apakah mereka percaya kalau ia bisa membawa seorang di atas kursi lewat tali itu? Semua menjawab: “percaya!” dengan gegap gempita. Tetapi waktu diajak seorang dari antara mereka yang

percaya itu untuk duduk di kursi yang dibawanya, tidak ada yang mau.

Mereka percaya tetapi tidak ada yang berani duduk di kursi sang akrobat itu. Ini percaya yang mati bukan seperti percaya Abraham. Memang rasanya aneh, bilang percaya lalu langsung diperhitungkan sebagai orang benar. Tetapi perhitungan Tuhan tidak pernah ngawur atau keliru. Orang yang sungguh percaya seperti Abraham akan melakukan apa yang diyakini sekalipun ada resiko besar. Waktu Abraham dipanggil keluar dari Urkasdim, ia tidak tahu harus kemana, tetapi ia tetap berangkat. Kej 12:1 Maka Tuhan berkata kepada Abram, keluarlah engkau dari negerimu dan di antara kaum keluargamu dan dari rumah bapamu ke suatu negeri yang akan kutunjukkan kepadamu (KJI). Waktu disuruh mengorbankan Ishak, anaknya, sekalipun itu bertentangan dengan janji Allah, sebab dengan pikiran sehat dan dengan perasaan hatinya, Abraham tetap taat dan ia menggenapi rencana Allah; karena iman yang seperti inilah, maka Abraham dihitung sebagai orang benar, menjadi orang benar, Percaya tetapi tidak taat itu percaya yang mati Yak 2:17. Percaya yang betul itu taat dan langsung Roh Kudus juga menolongnya sehingga bisa melakukannya. Banyak orang lupa atau tidak memperhitungkan pertolongan Roh Kudus yang selalu stand by menolong orang yang mau percaya dan yang mau melakukan kehendak Allah; dan kalau Roh Kudus yang menolong, pasti berhasil 100%. Sebab itu bagi orang yang bisa percaya (ada perbuatannya, taat melakukan yang diyakini), maka ia akan bisa melakukan Firman Tuhan dan menjadi benar di hadapan Allah. Mengapa? Sebab waktu ia taat dan melakukannya, Roh Kudus langsung menolong sehingga bisa. Begitu juga dengan melawan pornografi, kita sudah merdeka dan tetap merdeka, kita bisa lepas atau tetap lepas dari pornografi dan dengan demikian kita menjadi orang benar, sebab dengan Roh Kudus (selama kita mau terus dipimpin Roh, tidak menuruti daging) pasti berhasil penuh! Roh Allah sanggup, bahkan maha kuasa, tidak pernah gagal. Orang yang mau bekerjasama dan dipimpin Roh pasti tidak

akan gagal. Ada kesukaan dan kepuasan lain yang diberikan Roh Kudus dalam hatinya, seperti perem-puan Samaria yang bertobat, berhenti dari semua perzinaannya dan ia dipuaskan dengan sungai air hidup dari Surga. Yoh 4:13-14 Yesus menjawab dan berkata kepadanya: Barangsiapa minum dari air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa yang minum dari air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus lagi; melainkan air yang akan Kuberikan kepadanya itu akan menjadi di dalamnya sebuah mata air yang memancar sampai kepada hidup yang kekal (KJI) Sebab itu orang yang percaya akan tetap suci, tetap merdeka, dan bergairah untuk taat melakukan kehendak Allah, dan puas, sukacita dengan kesukaan Surgawi, sebab Roh Kudus selalu stand by menolongnya dan membuatnya terus penuh sukacita ilahi dan itu menjadi kekuatannya. Zak 4:6 Dan ia menjawab dan berkata kepadaku, katanya, inilah Firman Tuhan kepada Zeru-babel, katanya, Bukan dengan kuat dan juga bukan dengan kuasa tetapi oleh Roh Ku, kata Tuhan balatentara (KJI). Pil 4:4 Bersukacitalah di dalam Tuhan senantiasa. Sekali lagi saya katakan, bersukacitalah! (KJI) Pil 4:13 Saya dapat melakukan segala sesuatu melalui Kristus yang menguatkan saya. (KJI) Neh 8:10c (dalam bahasa Indonesia ayat 11) karena kesukaan dari Tuhan itulah kekuatan-mu (KJI). Kalau masih ragu-ragu, berdoalah terus dalam Roh dan kebenaran, kita akan menjadi kuat, sebab Roh Kudus akan menguatkan iman kita. 1Kor 14:4 Orang yang berkata-kata di dalam bahasa lidah meneguhkan dirinya sendiri, tetapi orang yang bernubuat meneguhkan jemaat. (KJI) Roh Kudus menghidupkan ayat-ayat Firman Tuhan 2Kor 3:6. Firman Tuhan menjadi hidup dan bergerak dalam hatinya sehingga itu menim-bulkan iman dalam hatinya dan (Rom 10:17) keteguhan dan kepuasan) dan kita menjadi kuat dan menang! Jadi orang benar, bukan hamba pornografi. Terbanglah tinggi, naik dengan iman dan kita akan mengalami sebagaimana iman kita. Mat 8:13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: Pergilah, sama seperti yang kamu percaya, jadilah bagimu. Maka hamba itu disembuhkan pada jam yang sama. (KJI) Percayalah akan Firman Tuhan, sebab Dia yang ada di dalam kita itu lebih besar dari semua pornografi dalam dunia Rom 8:31, 1Yoh 4:4.

B. NAIK KE ATAS

Rajawali atau Nazar yang terbang tinggi itu tidak masuk dalam angin ribut tetapi naik diatasnya. Jangan masuk dalam materi pornografi tetapi tinggalkan.
Ams 22:3 Orang yang bijak bisa melihat lebih dahulu yang jahat dan menyembunyikan dirinya, tetapi orang bodoh jalan terus dan terhukum (KJI) Jangan ikut melihat-lihat dalam pornografi. Kalau sudah tahu itu pornografi, tinggalkan, lari daripadanya. Bukan karena tidak berani, tidak kuat, tetapi sebab ini diperintahkan Tuhan dan ini yang betul. Orang yang tidak mau pergi daripada pornografi berarti masih ada keinginan dan kerinduan yang belum dihabisi sama sekali. Kita harus mematikan daging dan hawa nafsu sampai mati semua, jangan disisakan, nanti itu tumbuh kembali. Ganti dengan kesukaan dan kepuasan ilahi Neh 8:11.

Lebih mudah berhenti pada permulaan dosa daripada mau berhenti di pertengahan jalan dosa, apalagi kalau sudah terikat, sulit untuk kembali lagi dan kembali terikat. Orang yang recidivis (jatuh kembali) itu lebih parah,akhirnya tidak bisa kembali, itu berarti celaka untuk selama-lamanya dalam neraka kekal. Berhenti, lari!

Kekuatan orang beriman itu ampuh sebab ia lari dari permulaan dosa. Jangan coba-coba mencicipi, nanti terjerat. Luk 5:39. Kalau saat terakhir baru mau memerangi pornografi, itu seringkali sudah terlambat dan hidup sudah dibuang menjadi sia-sia dan kosong dan akan tetap kalah. Rencana Allah yang indah-indah batal dalam hidupnya, hidupnya menjadi reruntuhan, bisa-bisa untuk kekal. Mengapa? B.1. Sebab kalau sudah melangkah masuk dalam pornografi (dosa), maka orang itu jadi terikat, apalagi kalau hatinya ingin, lalu minum kesukaan anggur lama, ia akan makin menyukainya dan tidak mau lagi minum anggur baru (kesukaan dari hidup suci). Ia akan makin kuat terikat oleh dosa-dosa pornografi itu dan tidak lagi suka akan kesukaan yang suci dan murni. Luk 5:39 Tidak seorangpun yang minum anggur lama, dengan segeranya menginginkan yang baru, sebab ia berkata: Yang lama lebih baik. (KJI) B.2. Orang yang melihat-lihat pornografi, sekalipun sudah berhenti, iblis masih bisa menghidupkan kembali ingatan akan gambar-gambar itu berulang-ulang dan menggodanya lagi se-hingga meskipun hanya dalam ingatan, ia sudah jatuh dalam dosa zina dan rohaninya menjadi suam dan tawar. Kalau toh ada pikiran kotor yang muncul, buang dengan iman pikiran kotor yang dipanahkan oleh iblis, Ef 6:16. Buang dengan yakin, Roh Kudus pasti menolong, pasti berhasil! Kita punya kuasa mengusir iblis dan segala pikiran-pikirannya Mrk 16:17. C. PENUH DAN DIPIMPIN ROH TERUS, tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran, maka daging akan mati. Rom 8:13-14 Sebab jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati, tetapi jika oleh Roh itu kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuh, kamu akan hidup. Karena seberapa banyak orang yang dipimpin oleh Roh Allah, mereka adalah putra-putra Allah. (KJI) Gal 5:16-17 Jadi, inilah yang saya katakan: Berjalanlah di dalam Roh, maka kamu tidak akan menggenapkan nafsu daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan Roh, dan Roh berlawanan dengan daging; dan keduanya bertentangan satu sama lain, sehingga kamu tidak melakukan hal-hal yang kamu kehendaki. (KJI) Sebab itu kita perlu selalu berjalan dalam Roh seperti contoh dari Putra manusia Yesus yaitu dengan terus berdoa Mat 4:1, Luk 4:1,18, Kis 11:12. Kalau Roh Kudus masuk dan tinggal di dalam kita, maka Ia akan memberi kuasa Kis 1:8 dan kesukaan yang murni Gal 5:22, Yoh 4:14; 7:38. Kalau kita berjalan dalam Roh kita menjadi kuat. Zak 4:6, sehingga pencobaan pornografi menjadi ringan dan kita sanggup membuang bahkan dengan mudah, dengan pertolongan Roh Kudus. Godaan-godaan pornografi bisa ditinggalkan dengan mudah. Tetapi tetap ada pergumulan, namun ringan dan kita harus selalu bersikap tegas untuk selalu

meninggalkan dan membuangnya, maka semua godaan dan tarikan itu terasa lemah, kita bisa dengan lebih mudah meninggalkannya dan tetap suci. Perasaan hati yang suci, bebas itu indah, kita bisa bebas memuji Tuhan, mencintai isteri suami kita dan bergairah, bergembira di dalam Tuhan Pil 4:4,7. D. BERSEKUTU DALAM TUBUH KRISTUS. Kalau kita mau memelihara persekutuan dalam Kristus (persekutuan tubuh Kristus), yaitu dalam kesucian dan kasih (= selalu mengampuni 1Yoh 1:7), maka bersama-sama kita akan menjadi lebih kuat (Im 26:8) dan lebih mudah mengusir pikiran pornografi dan tetap jauh dari pornografi. Persekutuan tubuh Kristus itu Kristus kepalanya. Ini bukan hanya keakraban (lihat pelajaran tentang keakraban Alkitabiah M3413 dalam website www.tulang-elisa.org). Orang dunia bisa akrab satu sama lain, tetapi mereka tidak mempunyai persekutuan tubuh Kristus. Persekutuan tubuh Kristus itu hanya bisa diantara orang yang lahir baru dan Roh Kudus yang mengikatkan kita dalam persekutuan tubuh Kristus yang dikepalai Kristus, Dia yang memberi kekuatan, kuasa, hikmat dan kesukaan dalam persekutuan ini dan dalam setiap anggota-anggota tubuh Kristus. Bersama-sama dalam persekutuan tubuh Kristus kita menjadi kuat dan mengalahkan pornografi sampai dalam pikiran dan angan-angan kita Gal 5:24. (Keakraban dunia itu tanpa Kristus sebagai kepala dan penguasanya, sehingga arahnya bisa kemana-mana, bisa samasama ngrasani, sama-sama benci, sama-sama menikmati kesukaan pornografi dll bahkan disetir setan, mereka tidak tahu dan tidak berdaya, bahkan pimpinan setan dinikmati). Dalam pergaulan atau perkara sekuler yang penuh resiko pornografi dan perzinaan, lebih baik kita selalu berdua (seperti Luk 10:1), misalnya suami isteri bersama-sama atau dua pelayan Tuhan, maka daya tarik pornografi dan iblis akan terasa lebih ringan sehingga lebih mudah menolak dan pergi daripada pornografi dan Roh Kudus akan terus mengikuti, melindungi dan menyertai kita sehingga tetap menang. Sebab itu sering-sering berbakti dan bersekutu bersama (Ibr 10:25). Juga dalam pelayanan, bersama-sama akan menguatkan iman kita. Jangan mau dikalahkan, kita sanggup menang (sebab Allah yang maha kuasa ada di dalam kita 1Yoh 4:4), percayalah! Demikianlah, seperti rajawali, naik terbang tinggi, selalu penuh dengan tubuh dan darah Kristus (Perjamuan suci Luk 17:37), sehingga kita tidak dijamah oleh dosadosa yang menyeret seperti tsunami di sekitar kita.

Bagaimana kita bisa naik ke tempat yang lebih tinggi? 1. Dengan iman. 2. Dengan sembunyi dari yang jahat. 3. Dengan berdoa dalam Roh dan kebenaran (pakai bahasa lidah). 4. Dengan bersekutu dalam persekutuan tubuh Kristus, dalam ibadah dan pelayanan yang tulus dan suci, maka kita tidak akan dikalahkan atau bisa dijerat oleh dosa-dosa dunia ini, termasuk pornografi dan perzinaan.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Dampak seks bebas sangat besar, tidak hanya berakibat terhadap dirisendiri tetapi juga keluarga dan orang sekitar. Jauhilah pergaulan bebasyang berujung pada seks bebas.Tingkatkan keimanan sebagai bentengdari perbuatan dosa.

Bahwa sex bebas merupakan penyimpangan dari cara regenerasi manusia dan hal ini dapat menimbulkan dampak negatif seperti penyakit yang sangat mematikan dan susah untuk diobati. Bahaya sex bebas ini secara tidak langsung memberitahukan kepada orang-orang agar mencegahnya yaitu dengan pendekatan orang tua, dan sex education.

3.2 Saran-saran

• Tingkatkan keimanan dan selalu dekatkan diri kepada Tuhan YangMaha Esa. • Jauhilah narkotika dan pergaulan tanpa batas. • Tumbuhkan norma dan nilai-nilai sosial. • Hindari hal-hal negatif. • Isi hari-hari kita dengan beraktivitas dan berolahraga. • Hindari pergaulan negatif. • Selektif terhadap teman-teman sebaya. • Loya namun tetap hati-hati mengikuti perkembangan teknologi. • Hidup sehat tanpa terpau narkotika. • Jangan hancurkan masa depan. • Capai cita-cita tanpa seks bebas. • Pikirkan segala tindakan kita dengan efektif dan komprehensif sesuai dengan akibat yang akan kita terima. • Hindari seks bebas sejak dini dengan tidak bergaul tanpa batasannorma dan etika. • Katakan “tidak”, jika pasangan menghendaki aktivitas berpacaran melebihi batas. Terutama bagi remaja putri permintaan seks sebagai”bukti cinta”, jangan dipenuhi, karena yang paling rugi adalah pihakwanita. Ingat, sekali wanita kehilangan kegadisannya, seumur hidup iaakan menderita, karena norma yang dianut dalam masyarakat kita masih tetap mengagungkan kesucian. Berbeda dengan wanita, keperjakaan pria tidak pernah bisa dibuktikan, sementara dengan pemeriksaan dokter kandungan dapat ditentukan apakah seorang gadis masih utuh selaput daranya atau tidak. • Yang sering terjadi adalah pasangan lepas kendali karena terbuai aktivitas berpacaran.untuk itu beberapa tips agar tidak terbuai:

1. Niatkan bahwa tujuan berpacaran adalah untuk saling mengenal lebih dekat. 2. Hindari tempat yang terlalu sepi atau tempat yang mengandung aktivitas seksual. 3. Hindari makan makanan yang merangsang sebelum/selama pacaran. 4. Hindari bacaan/film porno yang merangsang sebelum/selama pacaran. 5. Jangan dituruti kalau pasangan menuntut aktivitas pacaran yang berlebihan,sambil mengingatkan bahwa hal itu akan mengotori tujuan dari berpacaran. • Oleh karena itu bahwa gaya pacaran yang sehat merupakan sesuatu yang perludiperhatikan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Gaya pacaran yang sehatmencakup berbagai unsur yaitu sebagai berikut: 1. Sehat Fisik Tidak ada kekerasan dalam berpacaran. Dilarang saling memukul, menampar ataupun menendang.
2. Sehat Emosional.

Hubungan terjalin dengan baik dan nyaman, saling pengertian dan keterbukaan.Harus mengenali emosi diri sendiri dan emosi orang lain. Harus mampumengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik. 3. Sehat Sosial. Pacaran tidak mengikat, maksudnya hubungan sosial dengan yang lain harustetap dijaga agar tidak merasa asing di lingkungan sendiri. Tidak baik apabilaseharian penuh bersama dengan pacar. 4. Sehat Seksual. Dalam berpacaran kita harus saling menjaga, yaitu tidak melakukan halhal yangberesiko. Jangan sampai melakukan aktivitas-aktivitas yang beresiko, apalagimelakukan hubungan seks.

DAFTAR PUSTAKA

Hussein, Muhammad Adam(2009) Penyakit Menular Seksual Penyebab Dari Seks Bebas.Sukabumi :www.dewaster.co.cc Rosyidahcharum (2009) Free Sex Dalam Tinjauan Psikologi.rosyidah charum’s blog Hunzy (2009) Bahaya Sex Bebas. www.homeartikel.co.cc Afiyat (2009) Seks Bebas. afiyatsttq.wordpress.com Muhayar, Marhadi (2009) Bahaya Seks Bebas. makalahartikel.blogspot.com

http://d-roez.blogspot.com/2012/03/pandangan-kristen-terhadap-seksbebas.html

http://www.jimpress.net/seks-bebas/

http://kristen-fundamental.blogspot.com/2011/09/meruntuhkan-jembatandosa-pornografi.html

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful