Gula darah terdiri dari glukosa, fruktosa dan galaktosa. Glukosa merupakan monosakarida yang paling dominan.

Pada laboratorium pemeriksaan gula darah banyak dilakukan mengingat kepentingan diagnostik klinis yang luas dalam bidang kedokteran. Dalam keadaan fisiologis, kadar gula darah mempunyai variasi, namun tetap dalam batas-batas normal Konsentrasi gula darah, atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh terutama sel otak. Selain glukosa ditemukan jenis-jenis gula lainnya, seperti fruktosa dan galaktosa. Namun demikian, hanya tingkatan glukosa yang diatur melalui insulin dan leptin. Glukosa dibentuk dari senyawa-senyawa glukogenik yang mengalami glukoneogenesis. Glukosa darah normal tikus sehat antara 50 sampai 135 mg/dl. Seperti semua mamalia, kadar glukosa darah tergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi dan waktu sejak makan terakhir. Semua Pembongkaran, glukosa kadar darah tergantung jenis makanan dan yang terkahir dikonsumsi. Glukosa darah adalah jumlah glukosa dalam sampel darah dan biasanya diberikan dalam mg/dl. Seperti semua mamalia berpuasa, kadar glukosa darah menurun secara signifikan dari waktu ke waktu karena tidak ada gula dikonsumsi. Semua mamalia berpuasa, glukosa kadar darah menurun secara signifikan karena gula regular tidak dikonsumsi. Glukosa darah untuk tikus puasa berkisar 50-109 mg/dl. sedang tikus diabetes ditandai dengan menigkatnya kadar glukosa darah yang melebihi normal ( kadar glukosa normal > 200 mg / dl). Pada manusia kadar glukosa darah yang normal dalam tubuh antara 70 sampai 130 mg/dl dan biasanya meningkat sesaat setelah makan. Jika kadar gula di atas batas normal, artinya seseorang mengalami hyperglikemia yang dikenal dengan Diabetes Mellitus (DM). Kadar gula darah yang berlebihan disebabkan oleh tidak sempurnanya proses metabolisme zat makanan dalam sel tubuh. Zat gizi dan sari makanan diserap di usus halus dan dibawa oleh darah ke dalam sel. Di dalam sel, sari-sari makanan tersebut diubah menjadi energi atau pun zat lain yang diperlukan tubuh. Jika proses pengangkutan zat gula darah (glukosa) ke dalam sel terganggu, maka glukosa tidak dapat terserap ke dalam sel dan tertinggal di dalam darah. Inilah yang menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi. Penyerapan glukosa ke dalam sel dibantu oleh sejenis hormon yang disebut insulin. insulin merupakan hormon penurun glukosa darah dibentuk oleh sel-sel beta pulau Langerhans pankreas, meningkat dalam waktu beberapa menit setelah makan dan kembali turun ke nilai dasar dalam waktu tiga jam. Insulin menurunkan glukosa darah dengan meningkatkan transport

Penentuan kadar gula darah dapat dilakukan berdasarkan metode enzimatik gula darah. glukagon merupakan hormon yang dihasilkan oleh selsel alpha pada pulau-pulau Langerhans. glukosa dioksidasi oleh enzim menjadi asam glukuronat disertai pembentukan H2O2. Enzim peroksidase (POD) mengakibatkan H2O2 membebaskan O2 yang mengoksidasi akseptor kromogen yang sesuai serta memberikan warna yang sesuai pula. Pereagen yang digunakan menggunakan pereagen GOD-PAP. . Sedangkan hormon yang berperan meningkatkan kadar glukosa darah antara lain glukagon. Oksidasi ini menimbulkan zat warna merah antipirin quinonemine yang intensitasnya sebanding dengan kadar glukose yang diukur secara fotometrik. Hidrogen peroksida akan bereaksi dengan 4-aminoantipyrin dan fenol dengan katalis peroksidase (POD) membentuk quinoneimine dan air. Reaksinya : Glukosa + O2 +2H2O 2H2O2 + Phenol + 4-aminoantipirin Asam glukonat + H2O2 quinoneimine + 4H2O Pada reaksi ini terbentuk H2O2 yang dengan peroksidase (POD) akan bereaksi dengan 2. Dengan prinsip dasar glukosa dioksidasi oleh oksigen dengan katalis enzim glukosa oxidase (GOD) akan membentuk asam glukonik dan hidrogen peroksida (H2O2). Quinoneimine ini merupakan indikator yang menunjukan kadar glukosa dalam darah. diukur secara spektrofotometri.glukosa ke dalam sel dan melalui glukogenesis. insulin berperan penting dalam mengatur metabolisme karbohidrat.4 diklorofenol dan 4 amino antipirin. misalnya dengan penambahan enzim glukosa oksidase (GOD). Kadar glukosa darah ditentukan berdasarkan intensitas warna yang terjadi. Pada orang sehat sekresi insulin mengimbangi jumlah asupan makanan yang beracam-macam. lemak dan protein. menyekresikan hormon yang cenderung menaikkan kadar glukosa darah dan dengan mengantagonis kerja insulin. Kelenjar hipofisis anterior. disekresikan oleh korteks adrenal dan sangat penting dalam metabolisme karbohidrat. Dengan adanya oksigen atau udara. Glukosa dapat ditentukan kadarnya secara enzimatik. Prinsip kerja metode ini adalah Metode enzimatik dibantu enzimenzim contoh katalase (reaksi Hantz) dan peroksidase (reaksi trinder). Glukokortikoid. Absorbansi λ dan Warna absorbansi metode enzimatik intensitasnya pada λ 500 nm dengan warna merah (dari H2O2 yang terbentuk + peroksidase).

gula sederhana (sukrosa. . B. Mangga merupakan buah yang umum di konsumsi karena rasanya yang manis. karena sebagian tepung banyak yang telah berubah menjadi zat gula. glukosa dan fruktosa) dan selulosa. zat warna. Sedangkan kekurangannya antara lain adanya efek steroid namun sangat minim karena kadar yang sangat kecil. Karbohidrat daging buah mangga terdiri dari tepung. Gula tersebut memberikan rasa manis dan sumber energi yang dapat segera digunakan oleh tubuh. C. Di dalam buah mangga yang masak. tanin serta berbagai macam vitamin. relatif bebas dari gangguan dan cocok diadaptasikan untuk otomatisasi. presisi tinggi.Kelebihan dari metode enzimatik ialah spesifik. Kandungan kalori buah mangga terutama terdapat di dalam glukosanya. jumlah tepungnya lebih sedikit bila dibandingkan dengan buah mentah. Kandungan buah mangga terdiri dari 80% air dan 15%-20% gula. antara lain vitamin A. protein. lemak. mineral.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful