"Pacaran itu apa?" Itulah sepenggal kata yang masih kuingat saat ini.

Sepenggal kata yang dulu sering kuucapkan dengan polosnya di saatku masih kecil. Jika ku mengingat kenanganku saat masih kecil,pasti aku akan selalu tersenyum. Terlalu banyak kenangan indah yang ada. Zaman disaat aku masih polos,suci,baik,dan tidak tahu menahu soal "CINTA". Itu memang terlalu indah.. Waktu bergulir begitu cepat.. Tak terasa,keadaan sudah berubah. Sekarang aku sudah menjadi seorang remaja. Aku mulai tahu tentang cinta karena aku merasakannya sendiri. Saat itu,dia lewat didepan kelasku. Aku tidak melihatnya karena aku terlalu serius memperhatikan pelajaran. Tetapi,aku menyadari bahwa seseorang sedang memalingkan pandangannya kearahku. Tak tahu kenapa,aku tidak bisa melupakan tatapan dan senyuman mu yang ada saat kita berpapasan di kantin sekolah. Tatapan matamu itu.. Dingin... Hampa.. Tapi itu menjadi ciri khas mu. Apakah itu cinta? Aku tidak begitu yakin dan tidak memikirkan nya. Aku sudah terlalu tersakiti oleh seorang manusia. Yaitu,mantanku. Sejak saat itu,aku tidak peduli lagi dengan apa itu cinta,bagaimana itu cinta,dll. Ah,jika membicarakan hal ini,aku menjadi ingat masa laluku. Dia,si Sam. Orang pertama kali yang bisa singgah ke hatiku. Setelah kita saling tahu perasaan kita masing2,kita pun jadian. Diawal bulan kami berpacaran,kami merasa sangat bahagia dan merasa hidup kami sudah terlengkapi. Tetapi,lama kelamaan,ia makin menyebalkan dan sering membuatku menangis. Akhirnya,aku memutuskan hubunganku dengan nya. Dan sekarang,apakah aku juga harus mempunyai perasaan yang sama ke "si lelaki dingin" itu? Aku trauma dengan apa yang terjadi di masa laluku. Hal itu sudah membuatku takut untuk jatuh cinta. Ah,lupakan sajalah. Aku sudah tak berurusan lagi dengan yang namanya cinta. Tapi,kadang2 aku merasa sangat kesepian. Aku membutuhkan seseorang yang bisa diajak curhat,saling bertukar pikir. Apakah si lelaki dingin itu bisa jadi apa yang kuinginkan kelak? Menyatakan perasaannya padaku pun belum. Apalagi meminta yang tidak2? Bodohnya diriku! Hari ini,hari sabtu. Aku sedang menempuh perjalan dengan semangatnya untuk pulang ke rumah. Di sekolah,aku berhasil memperoleh nilai 100 dalam ulangan fisika! Thanks a lot,GOD! Hasil jerih payahku dengan cara bangun jam 2 pagi untuk belajar akhirnya menghasilkan buah kesuksesan. Saking semangatnya,aku berlari-lari kecil sambil lompat2. Tiba2, "Brukkkkk!" Aku terjatuh di genangan air yang cukup dalam. Oh tidak! Sakit sekali kakiku. Tuhan,tolong bantu aku! Aku tak kuat berjalan. Jalanan itu sepi. Tak ada satu pun batang hidung manusia! Tak disangka, rupanya Tuhan mendengarkan doaku. Sebuah tangan sedang membantuku dan mencoba meraih tanganku. Aku pun bangun dan dipapahnya pulang. Taukah kau,siapa yang membantuku itu? Dialah si lelaki dingin yang selalu memalingkan pandangannya ke arahku! Ya ampun! Dia ternyata baik sekali. Tetapi memang dia berkarakter dingin. Seperti senyum dan tatapannya. Aku semakin mempunyai "rasa" kepadanya sejak kejadian itu. Ia pun semakin dekat denganku dan selalu menemaniku. Hal yang paling kutunggu-

Ia pun selalu menyayangiku dengan caranya. Ia sudah menjadi lelaki yang hangat.tidak seperti dulu saat aku pertama kali mengenalnya.kami bertekad untuk selalu bersama. Sekarang.aku sudah berpacaran dengan nya lebih dari 10 tahun.setia dalam suka maupun duka. Tak terasa. Ia menembakku dengan jurus ampuh senjata cintanya.tunggu darinya akhirnya datang juga.dan terbuka satu sama lain sampai tua nanti! .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful