PERAN IQ,EQ,SQ,CQ,DAN AQ DALAM PERKEMBANGAN PROFESI

OLEH EDWIN HARSIGA,ST

Menurut Daniel Goleman (Emotional Intelligence-1996)
• Orang yang mempunyai IQ Tinggi tapi EQ rendah cenderung mengalami kegagalan yang lebih besar dibanding dengan orang yang IQ nya rata-rata tapi EQ nya tinggi, artinya bahwa penggunaan EQ atau olah rasa justru menjadi hal yang sangat penting

• Sikap atau attitude Anda adalah kendaraan untuk mencapai potensi Anda sepenuhnya. Robert Hall International, sebuah perusahaan konsultan di San Francisco, meminta para vice president dan direktur-direktur sumber daya manusia dari 100 perusahaan terbesar di Amerika untuk menyebutkan satu alasan utama mereka memecat seorang pekerja. Jawabannya sangat menarik dan menggarisbawahi sikap dalam dunia bisnis: • Tidak kompeten : 30% • Ketidakmampuan bekerja sama dengan pekerja lain : 17% • Ketidakjujuran atau berdusta : 12% • Sikap negatif : 10% • Kurang motivasi : 7% • Kegagalan atau menolak mengikuti perintah : 7% • Alasan lain-lain: 8%

• Walaupun peringkat satu adalah kompetensi, tetapi alasan terbanyak adalah masalah sikap (tidak jujur, negatif, kurang motivasi, dll). Selain itu, The Carnegie Institute menganalisis catatan 10.000 orang danmenyimpulkan bahwa 15% kesuksesan berkaitan dengan pelatihan teknis dan 85% selebihnya adalah masalah kepribadian dan sikap. Sikap kita menentukan apa yang kita lihat dan bagaimana kita menangani perasaan kita. Menurut John C. Maxwell, dua faktor ini sangat menentukan kesuksesan kita. Karena itu, pastikan sikap Anda menjadi aset terbesar Anda, bukan kewajiban terbesar Anda.

.Kecerdasan • Adalah Sebagian kumpulan kapasitas seseorang untuk bereaksi searah dengan tujuan. berfikir rasional dan mengelola lingkungan secara efektif.

Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang akan memunculkan penghargaan dalam budaya seorang Individu .Menurut Gardener (2002) • Kecerdasan (Intelligen) mencakup 3 hal : 1. 3. Kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia. 2. Kemampuan untuk menghasilkan persoalanpersoalan baru untuk diselesaikan.

Ciri – ciri Mendasar Kecerdasan (Intellegens) • To judge well (dapat menilai). • To comprehend well (memahami secara keseluruhan). • To Reason well (memberi alasan dengan baik) .

Masalah mengandung tingkat kesulitan. 7. 2.Ciri-ciri Perilaku Intellegen (Cerdas) 1. Memerlukan pemusatan perhatian. . Bercirikan kecepatan. 5. Serasi tujuan dan ekonomis (efisien). 4. 3. 6. Keterangan pemecahannya dapat diterima. Sering menggunakan abstraksi. Masalah yang dihadapi merupakan masalah baru bagi yang bersangkutan.

Pembawaan . telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya. pengaruh dari luar. erat kaitan dengan umur. Kematangan. 3. Pembentukan . 2. Kapasitas/ batas kesanggupan. Kebabasan . . terutama dalam memecahkan masalah. 4. Minat 5.Faktor yang mempengaruhi Kecerdasan (Intellegen) 1.

Rumpun atau macam-macam kecerdasan : • • • • • IQ (Intellegence Qoutient) EQ (Emotional Qoutient) AQ (Adversity Qoutient) SQ (Spiritual Qoutient) CQ (Creativity Qoutient) .

serta mengelola dan menguasai lingkungan secara efektif (Marten Pali. terarah. 1993) .IQ (INTELLEGENCE QUOTIENT) • Intellegensi adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara logis.

Pengukuran / Klasifikasi IQ • • • • • • • Very Superior Superior Brght normal Average Dull normal Borderline Mental Defective : : : : : : : 130 – 120 – 129 110 – 119 90 – 109 80 – 89 70 – 79 69 and bellow .

. banyak pikiran untuk keberhasilan dalam berkarya. dengan berbagai alternative.Kesimpulan IQ : • Frustasi dan kegagalan dalam bekerja dapat berkurang jika pelaku profesi mencari informasi dangan berbagai cara/strategi bekerja.

• Situasi yang kondusif untuk bekerja bisa diciptakan melalui pemberian motivasi atau menumbuhkan motivasi diri sendiri dengan konsep bekerja yang berfokus pada kelebihan-kelebihan yang dimiliki setiap individu. .

EQ (EMOTIONAL QUOTIENT) • Emosi adalah seseorang letupan perasaan .

mengelola emosi dengan baik dan berhubungan dengan orang lain (DANIEL GOLDMAN). memotivasi diri sendiri. • Kemampuan mengerti dan mengendalikan emosi (PETER SALOVELY & JOHN MAYER) • Bertanggung jawab atas harga diri. kesadaran diri. kepekaan sosisl dan adaptasi sosial (SEAGEL). perasaan orang lain. .Pengertian EQ/ Kecerdasan Emosi • Kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri.

Kemampuan memotivasi diri. Kemampuan mengelola emosi (penguasaan diri). Kemampuan mengendalikan emosi orang lain.Aspek EQ (menurut Salovely & Goldman) ada lima: 1. . 4. 5. 2. Kemampuan mengenal diri (kesadaran diri). 3. Kemampuan berhubungan dengan orang lain (empati).

Perilaku Cerdas Emosi : • Menghargai emosi negative orang lain. . • Sadar dan menghargai emosi diri sendiri. • Saat emosional adalah saat mendengarkan. • Peka terhadap emosi orang lain. • Emosi negative untuk membina hubungan. • Sabar menghadapi emosi negative orang lain.

. Kemampuan menyesuaikan diri. Mengendalikan amarah. Disukai Kemampuan memecahkan masalah antar pribadi. Kemandirian.EQ Tinggi adalah • • • • • • • Berempati Mangungkapkan dan memahami perasaan.

Kesimpulan EQ : • EQ dianggap sebagai persyaratan bagi kesuksesan pribadi. . • Alasan utamanya adalah masyarakat percaya bahwa emosi-emosi sebagai masalah pribadi dan tidak memiliki tempat diluar inti batin seseorang juga batasbatas keluarga.

• Pengetahuan dan teknis hanya berkontribusi 4 % .Dr. DANIEL GOLEMAN memberikan satu asumsi betapa pentingnya peran EQ dalam kesuksesan pribadi : • 90 % prestasi kerja ditentukan oleh EQ.

Paham pentingnya peran emosi dan pemahaman yang memungkinkan anda merasakan perbedaan besar dalam bagaimana kita mengendalikan emosi.Membangun benteng untuk mencapai keterampilan Emosional (Dr Patricia Patton) 1. 2. . Mengekspresikan kanyataan bahwa tidak seorangpun memiliki perasaan yang sama tentang persoalan yang serupa.

8. perhatian. .dan berbagi bersama.Mengekang emosi adalah tindakan yang tidak sehat yang dapat mengarahkan kita kepada halhal yang negative. 6.3. Mengetahui diri sendiri dan menghargai potensi yang kita miliki. Mempertajam intuisi pemecahan masalah. Mengetahui pentingnya kasih sayang. 4. 5. Mengetahui keterbatasan diri sendiri. Memungkinkan orang lain menjadi diri sendiri. 7.

Menurut Robert K Cooper. .D • Meningkatkan kecerdasan dengan “masuk kedalam hati dan keluar dari fikiran”. PH.

• Kecerdasan spiritual adalah sumber yang ilhami. menyemangati dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa batas waktu (Agus N.SQ (SPIRITUAL QUOTIENT) • Spiritual adalah inti dari pusat diri sendiri. 2001) . Germanto.

. kecerdasan spiritual “SQ”.Menurut VICTOR FRANK (PSIKOLOG) • Pencarian manusia akan makna hidup merupakan motivasi utamanya dalam hidup. • Kearifan spiritual adalah sikap hidup arif dan bijak secara spiritual. yang cenderung lebih bermakna dan bijak. bisa menyikapi segala sesuatu secara lebih jernih dan benar sesuai hati nurani kita.

3.Ciri – Ciri SQ Tinggi : 1. MAmpu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan. Mampu memaknai setiap sisi kehidupan. Memiliki prinsip dan visi yang kuat. Mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan. 2. . 4. 5. Mampu melihat kesatuan dalam keanekaragaman.

.a. yang berupa nilai-nilai yang permanen dan mendasar. Prinsip merupakan pedoman berprilaku. Memiliki Prinsip dan Visi Yang Kuat : Prinsip adalah suatu kebenaran yang hakiki dan fundamental berlaku secara universal bagi seluruh umat.

• Prinsip Keadilan. .3 prinsip utama bagi orang yang spiritualnya tinggi : • Prinsip kebenaran. • Prinsip Kebaikan.

b. . Visi yang kuat : • Visi adalah cara pandang bagaimana memandang sesuatu dengan visi yang benar.

Suatu ungkapan seorang pakar : • “NO RELIGION WITHOUT MORAL. bermoral dalam arti taat pada hukum. NO MORAL WITHOUT LAW” • Oleh karena itu SDM sebagai pelaksana suatu profesi haruslah yang beraga dalam arti beriman dan bertakwa. .

.CQ (CREATIVITY QUOTIENT) KECERDASAN KREATIVITAS • Adalah potensi seseorng untuk memunculkan sesuatu yang penemuanpenemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta semua bidang dalam usaha lainnya.

5. Keaslian : Kemampuan untuk melahirkan gagasan yang orisinil sebagai hasil pemikiran sendiri. Perumusan Kembali : Kemampuan untuk mengkaji kembali suatu persoalan melalui cara yang berbada dengan yang sudah lazim. 3. . Penguraian : Kemampuan menguraikan sesuatu secara terperinci. Kelancaran : Kemampuan memproduksi banyak ide. 4. 2.GUIL FORD mendeskripsikan 5 ciri kreativitas : 1. Keluwesan : Kemampuan untuk mengajukan bermacam-macam pendekatan jalam pemecahan masalah.

Kepasihan (kemampuan menghasilkan sejumlah gagasn dan ide prmecahan masalah dengan lancar). 2.Kreativitas terdiri dari dua unsur : 1. Keluwesan (Kemampuan untuk menemukan gagasan yang berbeda dan luar biasa untuk memecahkan suatu masalah ) .

tahut bersenang-senang. takut gagal. kegiatan mental yang sulit diarahkan. kebutuhan akan sebuah jawaban sekarang. kritik orang lain. tidak ada masalah. dibanjiri masalah. .Hambatan untuk menjadi Kreatif : • Kebiasaan. waktu.

4.Beberapa cara memunculkan gagasan kreatif yaitu : 1. Teknik brainstorming. 2. Memfokuskan tujuan. . 3. Kuantitas gagasan. Sinektik.

Kesimpulan CQ : • SDM sebagai pelaksana suatu profesi dengan tingkat kecerdasan kreativitas (CQ) yang tinggi. adalah mereka yang kreatif. mampu mencari dan menciptakan terobosan-terobosan dalam membatasi berbagai kendala atau permasalahan yang muncul dalam lembaga profesi yang mereka geluti. .

.AQ (ADVERSITY QUOTIENT) KECERDASAN DALAM MENGHADAPI MASALAH • Adalah kemampuan/ kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup.

Paul G Stoltz. merinci AQ berdasarkan penelitiannya : • AQ tingkat “Quitters” (orang-orang yang berhenti). • AQ tingkat “ Campers” (Orang yang berkemah) • AQ tingkat “Climbers” (Orang yang mendaki) .

Rentang AQ : • AQ rendah (0 – 50) • AQ sedang (95 – 134) • AQ tinggi (166 – 200) .

.Analisa SWOT • Merupakan suatu teknik yang dapat digunakan untuk menelaan tingkat keberhasilan pencapaian cita-cita/ karier.

• “O” Opportunity (peluang) adalah segala sesuatu yang dapat menunjang keberhasilan cita-cita/karier.SWOT • “S” Strenght (kekuatan) adalah sebuah potensi yang ada pada diri sendiri yang mendukung citacita/karier. • “T” Traits (Ancaman) adalah segala sesuatu yang dapat menggagalkan rencana citacita/karier yang berasal dari diri sendiri atau lingkungan. • “W” Weakness (Kelemahan) adalah seluruh kekurangan yang ada pada diri sendiri dan kurang mendukung cita-cita/karier. .

Skema pengambilan keputusan Keputusan Spiritual Masalah timbul Kebebasan memilih Keputusan Emosional Keputusan Persepsi Sumber : Ari Ginanjar. ESQ Power 2003 .

Terima Kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful