P. 1
Laporan Praktikum Genetika Populasi

Laporan Praktikum Genetika Populasi

|Views: 2,140|Likes:
Published by Widi Restu Gumelar
http://goresanpenaseru.blogspot.com/
http://goresanpenaseru.blogspot.com/

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Widi Restu Gumelar on Nov 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/26/2015

Tugas Laporan Praktikum Genetika Ikan

Disusun Oleh : Canra Sunara (2301101101.....) Randika ........... (2301101101.....) Widi Restugumilar (230110110094) Kelas : A Kelompok: 22

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran 2012 Jatinangor
i|Page

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan Laporan Praktikum tentang “Genetika Populasi”, Penyusunan laporan ini bertujuan untuk melengkapi tugas mata kuliah Genetika Ikan pada semester III di Program Studi/Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Dalam penyusunan laporan praktikum ini, kami menyadari sepenuhnya apabila tanpa bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak tidak akan dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada Asdos Genetika Ikan yang telah member izin kepada kami dalam proses penyusunan laporan ini dan membimbing kami selama Praktikum Kami menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik kami harapkan dari pembaca agar laporan ini menjadi lebih baik. Demikian, semoga Laporan Praktikum Genetika Ikan ini dapat bermanfaat.

Jatinangor, 7 November 2012

Kelompok 22

i|Page

DAFTAR ISI
Kata pengantar ................................................................................................................... i Daftar isi............................................................................................................................. ii Daftar Gambar ................................................................................................................. iii Daftar Tabel...................................................................................................................... iv Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang .................................................................................................. 1 1.2 Tujuan ............................................................................................................... 2 1.3 Manfaat ............................................................................................................. 2 Bab II Tinjauan Pustaka 2.1 Ikan ................................................................................................................... 3 2.2 Genetika Populasi.............................................................................................. 3 2.3 Hukum Hardy weinberg .................................................................................... 4 Bab III Bahan dan Metode 3.1 Waktu dan tempat ............................................................................................. 6 3.2 Alat dan Bahan .................................................................................................. 6 3.2.1 Alat ..................................................................................................... 6 3.2.2 Bahan ................................................................................................. 6 3.3 Prosedur Kerja ................................................................................................... 7 Bab IV Hasil dan pembahasan 4.1 Hasil .................................................................................................................. 9 4.2 Analisa Data .................................................................................................... 11 4.3 Pembahasan ..................................................................................................... 11 Bab V Kesimpulan 5.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 13 5.2 Saran ................................................................................................................ 13 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 14 LAMPIRAN ..................................................................................................................... 15

ii | P a g e

Daftar Gambar

Gambar 1. Toples ................................................................................................................ 6 Gambar 2. Kancing ............................................................................................................. 7

iii | P a g e

Daftar Tabel

Tabel 1. ................................................................................................................................ 9 Tabel 2. .............................................................................................................................. 10

iv | P a g e

BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Salah satu aspek yang penting pada organisme hidup adalah kemampuannya untuk melakukan reproduksi dan dengan demikian dapat melestarikan jenisnya. Pada organisme yang berkembang biak secara seksual individu baru adalah hasil kombinasi informasi genetik yang di sumbangkan oleh 2 gamet yang berbeda yang berasal dari kedua parentalnya. Genetika merupakan ilmu pengetahuan dasar bagi ilmu terapan, misalnya pemuliaan tanaman dan hewan, masalah penyakit dan kelainan pada tubuh manusia. Beberapa istilah yang sering digunakan dalam bidang genetika ini seperti : gen, genotif, resesif, dominan, alela, homozigot, heterozigot hendaknya sudah diketahui dan dipahami. Genetika populasi adalah suatu studi ilmiah tentang komposisi genetik pada suatu populasi. Fungsi utamanya adalah untuk memperkirakan frekuensi alel pada lokus gen yang berbeda pada suatu populasi alami. Suatu populasi dapat diciri berdasarkan frekuensi alel dalam lokus gen tertentu (Passarge 2007: 162). Prinsip keseimbangan Hardy-Weinberg menyatakan bahwa dalam keadaan tertentu, frekuensi alel dalam satu populasi akan tetap konstan dari satu generasi ke generasi lain. Prinsip ini dirumuskan secara independen oleh matematikawan Inggris, G. F. Hardy dan seorang dokter Jerman, W. Weinberg pada tahun 1908. Hal ini mengasumsikan bahwa setiap alel yang menyebabkan penyakit genetik berat yang tidak kompatibel dengan reproduksi akan digantikan oleh mutasi baru (Passarge 2007: 164). Prinsip Hardy-Weinberg hanya berlaku pada kondisi-kondisi tertentu seperti : populasi besar dan perkawinan terjadi secara acak, hal ini untuk menghindari genetics drift, perubahan frekuensi genetik dari deviasi kebetulan.Kedua, tidak terlibat seleksi alam. Ketiga, populasi ditutup, artinya individu tidak melakukan

1|Page

migrasi. Hal ini sangat jarang terjadi di kehidupan nyata. Keempat, tidak adanya mutasi dan terjadinya meiosis (Willet 2006: 150). Pada populasi-populasi yang stabil (yang memenuhi syarat HardyWeinberg), frekuensi gen sesuai dengan hukum-hukum sederhana probabilitas. Sebagai contoh, jika alel A memiliki frekuensi p dalam populasi, dan alel B memiliki frekuensi q, dan tidak ada alel lain untuk gen itu, maka p + q = 1. Probabilitas terjadinya dua peristiwa secara bersamaan dengan probabilitas terjadinya peristiwa pertama dikali probabilitas terjadinya peristiwa kedua. Probabilitas terjadinya alel A sama frekuensinya, yakni p, serupa dengan itu, probabilitas terjadinya B adalah q. Dengan demikian, dalam suatu populasi tertentu, frekuensi individu yang homozigot AA sama dengan probabilitas terdapatnya dua alel A secara bersamaan dalam sebuah zigot.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah: Mempelajari, mengetahui, menghiting frekuensi alel dan frekuensi gen dengan simulasi kancing.

1.3 Manfaat
Adapun manfaat dari praktikum ini adalah: Praktikan dapat memahami hubungan dinamis antara gen dalam pool dengan alel lainnya dan dengan lingkungannya, juga membuktikan prinsip keseimbangan hukum Hardy Weinberg

2|Page

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Ikan
Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan ha), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichtyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes).

2.2 Genetika Populasi
Genetika populasi merupakan genetika kuantitatif sebagai pelengkap pemecahan masalah-masalah konstitusi genetika pada genetika mendel. Pengertian mengenai komposisi genetika pada populasi dan pemindahan gen dari suatu generasi ke generasi berikutnya sangat penting sehubungan dengan perubahan komposisi genetika pada populasi akibat seleksi alam maupun seleksi buatan. Saat ini genetika kuantitatif membantu dalam menentukan apakah suatu populasi mempunyai potensi untuk diseleksi mana yang paling efisien (Suryo 1992). Pola pewarisan gen dalam populasi berhubungan dengan frekuensi dan interaksi alal dalam suatu populasi Mendel (Mendel Population), yaitu suatu kelompok interbreeding dari suatu organisme yang masing-masing memiliki gene pool. Gene pool adalah jumlah dari semua alel yang berlainan dalam populasi. Gen-gen ini mempunyai hubungan dinamis dengan alel yang lainnya dan dengan lingkungan seperti seleksi mempunyai kecenderungan untuk mengubah frekuensi gen yang dapat menyebabkan evolusi dalam populasi.

3|Page

2.3 Hukum Hardy Weinberg
Hardy dan Weinberg (1908) adalah pakar matematika yang menemukan dasardasar yang ada hubungannya dengan frekuensi gen di dalam populasi yang dikenal dengan prinsip equilbrium Hardy Weinberg. Hukum tersebut menyatakan bahwa frekuensi gen akan tetap dari generasi ke generasi seterusnya dalam populasi yang besar, keadaan populasi tersebar secara acak, tidak ada seleksi dan migrasi. Hukum ini ternyata mengikuti model matematis dengan rumus binomium (a + b)ⁿ dimana memperlihatkan pemisahan dari sepasang alal tunggal (Aa) pada persilangan monohibrid dapat digambarkan sebagai berikut : (a + b) = (A + a)² = 1 AA + 2 Aa + 1 aa Penggunaan istilah frekuensi gen yang ditinjau dari aspek genetika adalah sebagai berikut :

Definisi frekuensi Gen :

f (A)

=

Jumlah dari alel-alel A Jumlah total semua alel dalam populasi

f (a)

=

jumalah dari alel-alel a Jumlah total semua alel dalam populasi

Aplikasi hukum Hardy Weinberg dala genetika ikan dapat diuraikan seperti di bawah ini: HUKUM HARDY – WEINBERG (KONSEP “GENE – POOL”) 

Dalam populasi persilangan acak (random mating), frekuensi genotif ditunjukkan oleh frekuensi gen. Jika frekuensi gen sebagai berikut : P = f (A) dan q – f (a) dan p + q – 1,
4|Page

Frekuensi genotif akan : p² + 2 pq + q² = 1 A² + 2 Aa + a² =1  Jika frekuensi gen tetap konstan. Maka frekuensi genotip akan sama pada setiap generasi populasi tersebut dalam keseimbangan genetis (genetic equilibrium). Frekuensi gen barubah karena adanya mutasi, seleksi, dan migrasi. Dalam praktikum ini akan digunakan teknik “peniruan” untuk menjelaskan konsep-konsep utama dari pada populasi genetik, yaitu : 1). Deskripsi genetika yang lengkap dari suatu populasi dapat dilakukan dengan mencatat satu persatu genotip yang ada dan frekuensi relatifnya.

2). Dalam menyusun pengertian frekuensi genetik : a. Frekuensi relatif dari alel-alel pada suatu lokus. b. Sistem dari “persilangan” yang diperlikan untuk menerangkan secara sederhana “penurunan secara mendel”.

5|Page

BAB III BAHAN DAN METODE
3.1 Tempat dan Waktu
3.1.1 Tempat Praktikum dilakukan di Laboratorium Dekanat Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Jatinangor. 3.1.2 Waktu Praktikum dilakukan pada tanggal 23 & 30 Oktober 2012 , pukul 08.00 – 10.00 WIB.

3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat

1. Toples 2 buah

Gambar. 1 1.2.2 1. Bahan Kancing berwarna hitam, menunjukan sifat dominan. Kancing berwarna merah menunjukan sifat resesif.

6|Page

2.

Kancing kecil untuk jantan dan kancing besar untuk betina.

Gambar. 2

3.3 Prosedur Kerja
3.3.1 Praktikum I q (a) = 0,5

1. Gunakan frekuensi gen p (A)

2. Menghitung kancing sebanyak 64 buah terbagi atas 32 kancing hitam dan 32 kancing merah pada setiap toples 3. Toples yang telah berisi kancing dikocok agar tercampur. 4. Kancing diambil satu per satu dari setiap toples secara acak 5. Mencatat hasil kancing apa yang diambil pada tabel punnet 6. Mengulang lanngkah 3-5 sebanyak 64 kali hingga tabel punnet terisi penuh 7. Menghitung jumlah alel dominan homozigot, resesif homozigot dan heterozigot menggunakan rumus kesetimbangan 3.3.2 Praktikum II 1. Gunakan frekuensi gen p (A) q (a) = 0,5

2. Menghitung kancing sebanyak 64 buah terbagi atas 48 kancing hitam dan 16 kancing merah pada setiap toples 3. Toples yang telah berisi kancing dikocok agar tercampur. 4. Kancing diambil satu per satu dari setiap toples secara acak

7|Page

5. Mencatat hasil kancing apa yang diambil pada tabel punnet 6. Mengulang lanngkah 3-5 sebanyak 64 kali hingga tabel punnet terisi penuh 7. Menghitung jumlah alel dominan homozigot, resesif homozigot dan heterozigot menggunakan rumus kesetimbangan

8|Page

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.1 Praktikum 1 P(A) = 0,5  ♂ dan q(a) = 0,5

: Kancing Kecil o Warna hitam = A o Warna merah = a

: Kancing Besar o Warna hitam = A o Warna merah = a Aa Aa Aa Aa aa aa aa Aa AA aa Aa aa Aa Aa AA aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa AA Aa Aa Aa aa Aa aa AA aa AA aa AA Aa Aa aa AA AA AA Aa Aa Aa Aa aa AA Aa Aa AA Aa Aa Aa Aa Aa AA Aa aa Aa

AA AA aa Aa Aa Aa

Tabel. 1 AA Aa aa = 13 = 32 = 19 = 64 Fekuensi alel : f(A) = f(a) =

9|Page

Frekuensi Gen : f(AA) = f(Aa) = 2 (0,45) f(aa) = f(AA) + f(Aa) + f(aa) = 1 (0,55) = 0,49

4.1.2 Praktikum 2 P(A) = 0,75  ♂ dan q(a) = 0,25

: Kancing Kecil o Warna hitam = A o Warna merah = a

: Kancing Besar o Warna hitam = A o Warna merah = a AA AA Aa AA Aa AA aa AA Aa AA Aa AA Aa Aa AA AA Aa Aa aa Aa Aa Aa Aa aa AA Aa AA aa AA Aa Aa AA Aa Aa Aa AA AA AA AA AA AA Aa Aa Aa AA AA Aa AA AA Aa AA AA

AA AA Aa AA

AA Aa Aa Aa

AA AA Aa AA

Tabel. 2 AA Aa aa = 32 = 28 =4 = 64 Fekuensi alel : f(A) =

10 | P a g e

f(a) = Frekuensi Gen : f(AA) = f(Aa) = 2 (0,7) f(aa) = f(AA) + f(Aa) + f(aa) = 1 (0,28) = 0,39

4.2 Analisis Data
Dari praktikum 1 dengan perbandingan p(A) = 0,5 dan q(a) = 0,5 setelah dikocok secara random di dapat hasil AA adalah 13, Aa = 32, aa = 19. Frekuensi alel pada f(A) adalah 0,45 dan f(a) adalah 0,54. Frekuensi gen dari hasil praktikum 1 di dapatkan f(AA) adalah 0,2 f(Aa) adalah 0,49 f(aa) adalah 0,31 dan hasil ahir dari frekuensi gen jika semua di jumlahkan adalah 1 maka teori Hardy Weinberg terbukti. Dari praktikum 2 dengan perbandingan p(A) = 0,75 dan q(a) = 0,25 setelah dikocok secara random di dapat hasil AA adalah 32, Aa = 28, aa = 4. Frekuensi alel pada f(A) adalah 0,7 dan f(a) adalah 0,28. Frekuensi gen dari hasil praktikum 1 di dapatkan f(AA) adalah 0,49 f(Aa) adalah 0,39 f(aa) adalah 0,07 dan hasil ahir dari frekuensi gen jika semua di jumlahkan adalah 1 maka teori Hardy Weinberg terbukti.

4.3 Pembahasan
Asas Hardy-Weinberg menyatakan bahwa frekuensi alel dan frekuensi genotipe dalam suatu populasi akan tetap konstan, yakni berada dalam kesetimbangan dari satu generasi ke generasi lainnya kecuali apabila terdapat pengaruh-pengaruh tertentu yang mengganggu kesetimbangan tersebut.

Berdasarkan data perhitungan di atas frekuensi alel dominan memiliki nilai yang besar. Artinya, pada percobaan kali ini terjadi perkawinan secara acak yang menghasilkan peluang individu beralel dominan. Jadi dalam suatu populasi individu yang beralel dominan hampir melebihi stengahnya dari jumlah populasi.

11 | P a g e

Dalam hal ini alel yang berfenotipe hitam lebih banyak muncul daripada alel yang memiliki fenotipe warna merah. Alel atau gen dalam pool tersebut mempunyai hubungan yang dinamis dengan alel – alel lainnya dalam populasi. Terbukti hukum Hardy Weinberg bahwa jumlah total frekuensi alel adalah seimbang

12 | P a g e

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan 1. Terbukti hukum Hardy Weinberg bahwa jumlah total frekuensi alel adalah seimbang 2. Jumlah dari frekuensi fenotipe baik dari frekuensi alel mauoun frekunsi gen pada percobaan I dan II akan selalu sesuai dengan Hukun HardyWeinberg, yaitu akan berjumlah 1 ( satu ) 5.2 Saran untuk hasil yang seimbang di dalam perhitungan harus dilakukan pembulatan angka agar hasilnya samadengan 1. Keseimbangan dapt bertahan dari generasi ke generasi dapat terjadi apabila :
1. Populasi ikan cukup besar 2. Persilangan yang terjadi diantar individu dalam populasi bersifat random. 3. Tidak terjadi migrasi 4. Tidak terjadi mutasi 5. Tidak terjadi seleksi diantara anggota populasi.

13 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA

Abbas, M. 1997. Biologi Cetakan KeTiga. Yudistira. Jakarta. Foster, B. 2002. Buku Pelajaran Siap SPMB IPA. Ganesha Operation. Bandung. Kimball, J. W. 1990. Biologi Jilid 1, 2, dan 3. Erlangga. Jakarta. Poejadi, A. 1994. Dasar – Dasar Biokimia. Universitas Indonesia. Yogyakarta. Ahluwalia, K. B. 2009. Genetics. New Age Internasional (P) Limited, Publishers, New Delhi : ix + 451 hlm. Campbell, N. A., J. B. Reece, L. Mitchell. 2008. Biology Eigth Edition. Pearson Education, Inc. Amerika: 1465 hlm. Gorp. L. V. 2008. Genetics. Compas point book. United States: 40 hlm. Jones, R. N & G. K. Rickards. 1991. Practical Genetics. John Wiky & Sans Ltd, England: xii + 228 hlm. Passarge. E. 2007. Color Atlas of Genetics. Thieme Stuttgart. New York: 497 hlm.

14 | P a g e

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->