Bab I

Bab I Pendahuluan

1.1.Latar Belakang Sampah merupakan semua bahan sisa yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak digunakan lagi oleh manusia. Masalah sampah adalah masalah global yang bisa terjadi dimana saja terutama di kota-kota besar, keterbatasan lahan, volume sampah yang terus bertambah, proses pengolahan yang tidak maksimal, manajemen sampah tidak efektif dan kurangnya dukungan kebijakan dari pemerintah terutama dalam pemanfaatan produk sampingan dari sampah sehingga menyebabkan tertumpuknya produk tersebut di TPA merupakan kendala yang sering terjadi sehingga masalah sampah seakan-akan tidak ada habisnya. Di sisi lain sampah dapat berpengaruh pada kesehatan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Dampak langsung sampah pada kesehatan disebabkan terjadinya kontak langsung dengan sampah tersebut misalnya sampah beracun, sampah yang korosif terhadap tubuh, yang karsinogenik, teratogenik dan lain-lain. Pengaruh tidak langsung dapat dirasakan masyarakat akibat proses pembusukan, pembakaran dan pembuangan sampah. Berdasarkan data BPS tahun 2000 dalam Wibowo dan Djajawinata (2004), dari 384 kota menimbulkan sampah sebesar 80.235,87 ton setiap hari, penanganan sampah yang diangkut ke dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah sebesar 4,2 %, yang dibakar sebesar 37,6 % , yang dibuang ke sungai 4,9 % dan tidak tertangani sebesar 53,3 %. Salah satu Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya pertambahan penduduk dan arus urbanisasi yang pesat telah menyebabkan timbunan sampah pada perkotaan semakin tinggi, kendaraan pengangkut yang jumlah maupun kondisinya kurang memadai, sistem pengelolaan TPA yang kurang tepat dan tidak ramah lingkungan, dan belum diterapkannya pendekatan reduce, reuse dan recycle (3R). Pengelolaan sampah adalah pengaturan yang berhubungan dengan pengendalian timbunan sampah, penyimpanan, pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan, pengolahan dan pembuangan sampah dengan cara yang merujuk pada dasar-dasar yang terbaik mengenai kesehatan masyarakat, ekonomi, teknik, konservasi, estetika dan pertimbangan lingkungan yang lain dan juga tanggap terhadap perilaku massa. Pengelolaan persampahan mempunyai tujuan yang sangat mendasar yang meliputi meningkatkan kesehatan lingkungan dan

1

1.2. 1. 2 . tenaga medis dan masyarakat untuk menambah pengetahuan tentang manajemen kesehatan.masyarakat. melindungi fasilitas sosial ekonomi dan menunjang sektor strategis. Manfaat Makalah ini diharapkan dapat bermanfaat untuk para dokter muda. melindungi sumber daya alam (air).3.Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi persyaratan dalam Kepaniteraan Klinik Senior di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/ Ilmu Kedokteran Pencegahan/ Ilmu Kedokteran Komunitas.

botol. tempat-tempat hiburan. pakaian-pakaian bekas. bekas pembungkus baik kertas. debu. bahanbahan bacaan. dan tidak terjadi dengan sendirinya. perabot rumah tangga. daun dan sebagainya. Sumber-Sumber Sampah 1. seperti pasar. Sampah yang berasal dari jalan raya Sampah ini berasal dari pembersihan jalan. dan sebagainya. terminal bus. dan sebagainya. Sampah yang berasal dari pemukiman Sampah ini terdiri dari bahan-bahan padat sebagai hasil kegiatan rumah tangga yang sudah dipakai dan dibuang. Umumnya sampah ini bersifat kering. banjir. atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia.1. dan sebagainya. pasir. plastic daun. kardus-kardus. daun-daunan dari kebun atau taman. daun-daunan. Sampah yang berasal dari tempat-tempat umum Sampah ini berasal dari tempat-tempat umum. dan mudah terbakar (rabbish). dan sebagainya. 4. perusahaan. perdagangan. Sehingga bukan semua benda padat yang tidak digunakan dan dibuang disebut sampah. Sampah ini berupa kertas. Sampah yang berasal dari perkantoran Sampah ini dari perkantoran baik perkantoran pendidikan. 3. yang umumnya terdiri dari kertas-kertas. misalnya benda-benda alam. 2.Bab II Tinjauan Pustaka 2. departemen. tidak dipakai. plastik. pohon di hutan yang tumbang akibat angin rebut. dan sebagainya 3 . Dari batasan ini jelas bahwa sampah adalah hasil suatu kegiatan manusia yang dibuang karena sudah tidak berguna. klip. onderil-onderdil kendaraan yang jatuh. Para ahli kesehatan masyarakat Amerika membuat batasan. sampah (waste) adalah sesuatu yang tidak digunakan. Defenisi Sampah Sampah adalah semua bahan padat sisa yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak digunakan lagi oleh manusia serta telah dibuang.2. karbon. tidak disenangi. plastik. 2. plastik. dan sebagainya Sampah ini berupa kerta-kertas. sobekan ban. batu-batuan. benda-benda yang keluar dari bumi akibat gunung meletus. seperti sisa-sisa makanan baik yang sudah dimasak atau belum. stasiun kereta api.

2. Sampah padat sendiri dapat dibagi: 2. besi/logam bekas. dan sebagainya. berupa kotoran-kotoran ternak. batang padi. kain bekas. plastik. dan sebagainya. 6. pasir.3. kaca. Berdasarkan dapat dan tidaknya dibakar: 1. Sampah yang mudah terbakar. adalah sampah yang umumnya tidak dapat membusuk. plastik. 2. 2. 8. Garbage.3. batang jagung. buah-buahan. yang umumnya mudah membusuk.1.3. dan sampah dalam bentuk gas. Sampah anorganik. kayu. Jenis-Jenis Sampah Kalau kita berbicara sampah. pecahan gelas. sedangkan sampah udara lebih dikenal sebagai polusi udara. sisa-sisa pembakaran (arang). misalnya logam/besi. dan sebagainya. Sampah anorganik adalah sampah yang pada umumnya dapat membusuk. sebenarnya meliputi 3 jenis sampah yakni sampah padat. yaitu jenis sampah hasil pengolahan atau pembuatan makanan. misalnya sisasisa makanan. Sampah yang berasal dari pertanian/perkebunan Sampah ini sebagai hasil dari perkebunan atau pertanian misalnya jerami. termasuk sampah yang berasal dari pembangunan industry. pecahan gelas. 2. Tetapi sampah cair lebih dikenal sebagai limbah. Sampah yang tidak dapat terbakar. daun-daunan. misalnya batu-batuan. dan sebagainya. hotel. plastik. karet. dan sebagainya. dan segala sampah yang berasal dari proses produksi. restoran. dan sebagainya. potongan tekstil. misalnya kaleng-kaleng bekas. dan jenisnya tergantung dari jenis usaha pertambangan itu sendiri.3. dibagi menjadi: 1.5. Sampah yang berasal dari pertambangan Sampah ini berasal dari daerah pertambangan. misalnya sampah-sampah pengepakan barang. ranting kayu yang patah dan sebagainya. 2. Sampah yang berasal dari industri Sampah ini berasal dari kawasan industry. sisa sayurmayur. kayu. dan sebagainya. sampah cair. 2. logam. dan berasal dari rumah tangga. misalnya kertas. kaleng. Berdasarkan karakteristik sampah 1.3. Berdasarkan zat kimia yang terkandung di dalamnya. 7. sisa-sisa makanan bangkai binatang. dan sebagainya 4 . tanah/cadas. Sampah yang berasal dari peternakan dan perikanan Sampah yang berasal dari peternakan dan perikanan ini.

sampai dengan pemusnahan atau pengeloahan sampah sedemikian rupa sehingga sampah tidak menjadi gangguan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup. klip. dan sebagainya. Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah Pengumpulan sampah adalah menjadi tanggung jawab dari masing-masing rumah tangga atau institusi yang menghasilkan sampah. Pengelolaan sampah yang baik. yaitu Reduce dengan mengurangi jumlah sampah. pecahan kaca. tetapi juga untuk keindahan lingkungan. Oleh sebab itu. besi beton. Yang dimaksud dengan pengelolaan sampah disini adalah meliputi pengumpulan. ditabrak kendaraan. 7. 5. Bangkai binatang (dead animal) yaitu bangkai binatang yang mati karena alam. plastik. karena dari sampah-sampah tersebut akan hidup berbagai mikroorganisme penyebab bakteri dan juga binatang serangga sebagai pemindah/penyebab penyebar penyakit. 3. dan recycle mengolah sampah sehingga dapat digunakan kembali. mereka ini harus membangun atau mengadakan tempat khusus untuk mengumpulkan sampah. Pengelolaan Sampah Sampah erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat. adalah bangkai mobil. sepeda. bambu dan sebagainya.2. dan sebagainya.4. 6. kertas. Reuse memilah sampah yang bisa digunakan kembali. yaitu sampah dari proses pembangunan gedung. Oleh sebab itu sampah harus dikelola dengan baik sampai sekecil mungkin tidak menganggu atau mengancam kesehatan masyarakat.4. perdagangan baik yang mudah terbakar. plastik. besi. rumah dan sebagainya. yaitu sampah yang berasal dari industry atau pabrik-pabrik. 2. dan sebagainya. Sampah jalanan (street sweeping). Sampah industri. maupun yang tidak mudah terbakar. 2. gelas. sepeda motor. Bangkai kendaraan (Abandoned Vehicle). Kemudian dari masing-masing tempat pengumpulan sampah tersebut harus diangkut ke tempat 5 . pecahan kaca. seperti kertas. pengangkutan. Rabish. yaitu sampah yang berasal dari pembersihan jalan yang terdiri dari campuran bermacam-macam sampah. seperti kaleng bekas. yaitu sisa pembakaran dari bahan-bahan yang mudah terbakar termasuk abu rokok 4. karton. yang berupa puing-puing. potong-potongan kayu. yaitu sampah yang berasal dari perkantoran. Sampah pembangunan (construction waste). atau dibuang oleh orang. Salah satu metode pengolahan sampah yang baik yaitu 3R. Ashes (abu). 8. debu dan sebagainya.1. bukan saja untuk kepentingan kesehatan saja. daun-daunan.

Dijadikan pupuk (composting) yaitu pengolahan sampah menjadi pupuk (kompos). khususnya dalam hal pendanaan. sisa makanan. Ditanam (landfill). Sampah rumah tangga daerah pedesaan umumnya didaur ulang menjadi pupuk. Di daerah pedesaan hal ini sudah biasa. Sedangkan sampah organic dibuang. antara lain sebagai berikut: 1. sistem. sedangkan di daerah perkotaan hal ini perlu dibudidayakan. Hal ini penting diperhatikan karena 6 . atau cara pengangkutannya untuk di daerah perkotaan adalah tanggung jawab pemerintah daerah setempat. Apabila setiap rumah tangga dibiasakan untuk memisahkan sampah organic dengan anorganik. Prinsip Pengelolaan Sampah di Pasar Tradisional Salah satu sumber sampah yang menghasilkan sampah organik adalah aktifitas pasar. Apalagi jika sampahnya berasal dari pasar sayur atau pasar buah. yaitu memusnahkan sampah dengan jalan membakar di dalam tungku pembakaran (incerenator) 3. Komposisi sampah pasar lebih dominan sampah organik. Dengan demikian maka masalah sampah akan berkurang. sehingga pasar tradisional ini dapat menyuplai kebutuhan dasar pembuatan kompos secara kontinu. Dibakar (inceneration). Sedangkan untuk daerah pedesaan pada umumnya sampah dapat dikelola oleh masing-masing keluarga tanpa memerlukan TPS maupun TPA. yaitu pemusnahan sampah dengan membuat lubang di tanah kemudian sampah dimasukkan dan ditimbun dengan tanah.5. Sampah-sampah plastik jumlahnya lebih sedikit daripada sampah dari perumahan. kemudian sampah organic diolah menjadi pupuk tanaman dapat dijual atau dipakai sendiri. Sampah pasar memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan sampah dari perumahan. khususnya untuk sampah organic daun-daunan. dan akan segera dipungut oleh para pemulung. terutama pasar tradisional yang banyak menjual sayur-sayuran. 2. dan selanjutnya ke tempat penampungan akhir (TPA).2 Pemusnahan dan Pengolahan Sampah Pemusnahan dan atau pengolahan sampah padat ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Mekanisme.penampungan sementara (TPS) sampah. 2. 2. mulai dari pembuangan sampah dan ketersediaan tempat sampah sementara.4. yang didukung oleh partisipasi masyarakat produksi sampah. dan sampah lain yang dapat membusuk. Pengelolaan sampah di pasar berkaitan dengan banyak hal.

lingkungan dan sumber vektor penyakit. Adapun mekanisme pembuangan sampah yang dilakukan di pasar-pasar yakni: 1. Tersedia alat angkut sampah yang kuat. ada pula yang berupa ember plastik yang juga terbagi dua bagian yaitu sampah basah dan sampah kering. kedap air. Tersedia tempat pembuangan sampah sementara (TPS). dan kemudian di saat menjelang malam hari. Lokasi TPS tidak berada di jalur utama pasar dan berjarak minimal 10 m dari bangunan pasar. pengelolaan sampah pasar sebaiknya: 1. mudah dibersihkan dan mudah dijangkau petugas pengangkut sampah. para petugas juga menempatkan sepasang bak 7 . mudah dibersihkan dan mudah dipindahkan. 3. 6. Terbuat dari bahan kedap air. Penyapuan yang dilakukan oleh petugas kebersihan di pasar 3. yang berupa bak yang terbuat dari beton dibagi dalam dua bagian yaitu sampah basah dan sampah kering. 7. kuat. Penimbulan sampah (tempat dimana sampah timbul) 2. kemudian pada jelang siang yang disebut penyepulan sampah. Dimasukkan ke dalam Kontainer truk (TPS) 5. Menurut Kepmenkes RI No 519/MENKES/SK/VI/2008 tentang pedoman penyelenggaraan pasar sehat. tertutup. untuk sampah jenis sisa-sisa dagangan yang berupa sayur-sayuran yang sudah mulai membusuk dimasukkan ke dalam proses pengomposan 4. tidak mudah berkarat. Setiap kios/los/ lorong tersedia tempat sampah basah dan kering. dan mudah dibersihkan. 5. 4. 2. kuat. Pengumpulan sampah dari aktivitas pasar ke tempat pembuangan sampah. Sampah diangkut minimal 1 x 24 jam. TPS tidak menjadi tempat perindukan binatang (vektor) penular penyakit.sampah yang dihasilkan dapat menjadi sumber terjadinya pencemaran makanan. kedap air atau kontainer. Pengangkutan (transfer) yaitu dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari menggunakan truk pengangkut sampah dari TPS di tiap pasar 6. Dibuang ke TPA Contoh pengolahan sampah pada Pasar Bersehati Pengelolaan sampah berawal dari penyapuan sampah dari tempat-tempat penimbulan sampah oleh petugas yang masing-masing memiliki batas kerja yang diawasi oleh pengawas kebersihan dan dikontrol langsung oleh coordinator PD Pasar Kota yang dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada pagi hari.

serta menyediakan dua buah ember plastik yang terdiri dari ember sampah basah dan ember sampah kering pada setiap tempat-tempat yang telah ditentukan. yang kemudian semua sampah langsung dimasukkan ke dalam TPS yang berupa container truk sampah yang dimana tadinya kedua jenis sampah yang sudah terpisahkan disatukan kembali ke dalam TPS. Hal ini disebabkan oleh ketidakberfungsinya lagi insenerator yang ada di pasar. dan kemudian pada tahap akhir sampah yang telah dikumpulkan ke dalam container tersebut dibuang ke TPA yang dilakukan 3 kali dalam sehari 8 . itu pun berpa sampah sayur-sayuran dari para pedagang yang tidak lagi terjual. sedangkan sampah yang dijadikan kompos hanya sebagian kecil saja.sampah basah dan sampah kering yang terbuat dari beton diletakkan di bagian belakang wilayah pasar.

9 . Pasar merupakan salah satu sumber sampah terbanyak dan banyak terdiri dari sampah organik. perkantoran. tidak dipakai. dibuang ke TPA. untuk sampah jenis sisa-sisa dagangan yang berupa sayur-sayuran yang sudah mulai membusuk dimasukkan ke dalam proses pengomposan. Sampah dapat berasal dari tempat-tempat umum. pertambangan. sampai dengan pemusnahan atau pengeloahan sampah sedemikian rupa sehingga sampah tidak menjadi gangguan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup. Reuse memilah sampah yang bisa digunakan kembali. industri. sampah (waste) adalah sesuatu yang tidak digunakan. penyapuan yang dilakukan oleh petugas kebersihan di pasar. jalan raya. atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia. Salah satu metode pengolahan sampah yang baik yaitu 3R. pengumpulan sampah dari aktivitas pasar ke tempat pembuangan sampah. pertanian/perkebunan. Adapun mekanisme pembuangan sampah yang dilakukan di pasar-pasar yakni: Penimbulan sampah (tempat dimana sampah timbul). ada pula yang berupa ember plastik yang juga terbagi dua bagian yaitu sampah basah dan sampah kering. Yang dimaksud dengan pengelolaan sampah adalah meliputi pengumpulan. pengangkutan. Para ahli kesehatan masyarakat Amerika membuat batasan.Bab III Kesimpulan Sampah adalah semua bahan padat sisa yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak digunakan lagi oleh manusia serta telah dibuang. daerah pemukiman. dan recycle mengolah sampah sehingga dapat digunakan kembali. pengangkutan (transfer) yaitu dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari menggunakan truk pengangkut sampah dari TPS di tiap pasar. yaitu Reduce dengan mengurangi jumlah sampah. dimasukkan ke dalam Kontainer truk (TPS). tidak disenangi. peternakan. dan perikanan. yang berupa bak yang terbuat dari beton dibagi dalam dua bagian yaitu sampah basah dan sampah kering. dan tidak terjadi dengan sendirinya.

Penanganan Sampah Terpadu. Jakarta: Rineka Cipta.. Diunduh dari www.2004. 3. Kusnoputranto. Haryoto. dan Pakan Ternak Bernilai Ekonomis. 5. Jakarta : Mutiara Sumber Widya.T. 166-170.A. 2011. dkk. 2003. 1984. 4.go.DAFTAR PUSTAKA 1. Anwar. Notoadmodjo. 2. A. Fungsionalisasi Sampah Organik Pasar Tradisional sebagai Bahan Bakar. Wibowo A dan Djajawinata D. Ilmu Kesehatan Masyarakat.. S. 1995. Bestari. Jakarta: Bursa Buku FKM-UI.kippi. IPB. Pengantar Kesehatan Lingkungan.id [Diakses pada 19 September 2012) 10 . Pupuk. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Soekidjo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful