P. 1
BAB I Pertumbuhan Dan Perembangan

BAB I Pertumbuhan Dan Perembangan

|Views: 10|Likes:
Published by Yuwono Iyun

More info:

Published by: Yuwono Iyun on Nov 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/14/2013

pdf

text

original

BAB I.

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN
Ditulis oleh: Erni Yunita pada Kam, 28/07/2011 - 08:08 Pertumbuhan adalah :
• • • •

Peristiwa perubahan biologi yang terjadi pada makhluk hidup yang berupa pertambahan ukuran (volume, massa, dan tinggi) Irreversibel (tidak kembali ke asal) dapat diukur serta dinyatakan secara kuantitatif. Auksanometer adalah Suatu alat untuk mengukur pertumbuhan memanjang suatu tanaman, yang terdiri atas sistem kontrol yang dilengkapi jarum penunjuk pada busur skala atau jarum yang dapat menggaris pada silinder pemutar.

Perkembangan adalah:
• • •

• •

Proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna (kompleks). Sel-sel berdiferensiasi. Peristiwa diferensiasi menghasilkan perbedaan yang tampak pada struktur dan fungsi masing-masing organ, sehingga perubahan yang terjadi pada organisme tersebut semakin kompleks. Proses ini berlangsung secara kualitatif. Irreversible

TAHAP-TAHAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN TAHAP AWAL PERTUMBUHAN
1. Mula-mula biji melakukan imbibisi atau penyerapan air sampai ukuran bijinya bertambah

dan menjadi lunak. 2. Saat air masuk ke dalam biji, enzim-enzim mulai aktif sehingga menghasilkan berbagai reaksi kimia. 3. Kerja enzim ini antara lain, mengaktifkan metabolisme di dalam biji dengan mensintesis cadangan makanan sebagai persediaan cadangan makanan pada saat perkecambahan berlangsung. PERKECAMBAHAN

yang berfungsi untuk mewujudkan pertumbuhan primer. Contoh: perkecambahan kacang kapri (Pisum sativum). 4. sedangkan kotiledon tertinggal dalam tanah. PERTUMBUHAN PRIMER 1. Faktor yang memengaruhi perkecambahan adalah air. Contoh yang sering kita temukan adalah kambium. Contoh: perkecambahan kacang hijau. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan titik tumbuh primer yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang dimulai sejak tumbuhan masih berupa embrio. Ciri-ciri jaringan meristem ini adalah mempunyai dinding sel yang tipis. b. Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya aktivitas meristem primer. jaringan ini dapat menumbuhkan pertumbuhan lateral atau menambah diameter dari bagian tumbuhan. Jaringan meristem lateral Jaringan ini dapat membentuk pertumbuhan sekunder. 3. b. Jaringan meristem ada dua jenis. Tipe perkecambahan di bawah tanah (hipogeal) Epikotil memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas permukaan tanah. Jaringan meristem apikal Jaringan ini terdapat pada ujung akar dan batang. 3. sitoplasma pekat dan sel-selnya belum berspesialisasi. Kambium didapatkan pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. . dan suhu.1. 2. Perkecambahan biji ada dua macam. Tipe perkecambahan di atas tanah (Epigeal) Hipokotil memanjang sehingga plumula dan kotiledon ke permukaan tanah dan kotiledon melakukan fotosintesis selama daun belum terbentuk. oksigen. kelembapan. yaitu: a. yaitu: a. bervakuola kecil atau tidak bervakuola. Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang). 2.

2. Kambium interfasis (intervasikuler) Merupakan kambium yang membentuk jari-jari empulur. dan aktif membelah diri. Bagian xilem lebih tebal daripada bagian floem karena kegiatan kambium ke arah dalam lebih besar daripada kegiatan ke arah luar. (Kimball. Tetapi pada umumnya. kemudian sel-sel ini membesar dan berdifferensiasi. yaitu menggantikan fungsi epidermis yang mati dan terkelupas. a. Daerah pembelahan (daerah meristematik) Merupakan daerah yang paling ujung dan merupakan tempat terbentuknya sel-sel baru. tumbuh dengan cara penebalan. Tumbuhan monokotil yang tidak mempunyai kambium. . Jaringan gabus berperan sebagai pelindung. 1992: 411) PERTUMBUHAN TERMINAL Terjadi pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan berbiji yang aktif tumbuh. b. berdinding tipis. selain itu juga menghasilkan sel-sel hidup yang berderet-deret menurut arah jari-jari dari bagian xilem ke bagian floem yang disebut jari-jari empulur. PERTUMBUHAN SEKUNDER 1. Pertumbuhan ini terjadi pada tumbuhan Dikotiledon dan Gymnospermae. Kambium fasis (vasikuler) Berperan membentuk xilem sekunder ke arah dalam dan membentuk floem sekunder ke arah luar. Terdapat 3 daerah (zona) pertumbuhan dan perkembangan. Selsel di daerah ini mempunyai inti sel yang relatif besar.Contoh yang lain adalah kambium gabus yang terdapat pada batang dan akar tumbuhan berkayu atau pada bagian tumbuhan yang kena luka. yang meliputi: a. Kambium gabus (felogen) Pertumbuhan felogen menghasilkan jaringan gabus. Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh kegiatan meristem sekunder. Pertumbuhan pada tumbuhan dikotil yang berkayu menyangkut kedua aktivitas tersebut. juga merupakan bagian dari jaringan sekunder yang disebut periderm. sel-sel baru yang kecil yang dihasilkan kambium dan meristem apikal. c. pertumbuhan terjadi karena adanya peningkatan banyaknya dan ukuran sel.

jaringan penunjang. Ukuran selnya bertambah beberapa puluh kali dibandingkan sel-sel meristematik. Daerah diferensiasi Merupakan daerah yang terletak di bawah daerah pemanjangan. auksin akan berubah menjadi senyawa yang menghambat pertumbuhan. Faktor Internal Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan. Fungsi auksin. Sel-sel hasil pembelahan tersebut akan bertambah besar ukurannya sehingga menjadi bagian dari daerah perpanjangan. Went pada tahun 1928. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN 1. Hormon tumbuhan disebut fitohormon. Daerah pemanjangan Merupakan daerah hasil pembelahan sel-sel meristem. yaitu: . Tumbuhan yang mengandung gen yang baik dan didukung lingkungan yang sesuai akan memperlihatkan pertumbuhan yang baik pula.b. karena bagian yang tidak terkena cahaya pertumbuhannya lebih cepat daripada bagian yang terkena cahaya. dan empulur. dan jaringan pengangkut (xilem dan floem). Auksin atau AIA (Asam Indol Asetat) • • • • • Auksin merupakan senyawa asam asetat dengan gugusan indol dan derivat-derivatnya. Sel-sel di daerah ini umumnya mempunyai dinding yang menebal dan beberapa di antaranya mengalami diferensiasi menjadi epidermis. Pusat pembentukan auksin adalah ujung koleoptil (ujung tumbuhan). Pertama kali auksin ditemukan pada ujung koleoptil kecambah gandum (Avena sativa). Faktor Genetik Setiap jenis tumbuhan membawa gen untuk sifat-sifat tertentu. korteks. yaitu hormon. B. seperti berbatang tinggi atau berbatang rendah. yaitu: 1. Fitohormon tersebut. Jika terkena sinar matahari. c. Hormon tumbuhan ditemukan oleh F. W. Hal inilah yang menyebabkan batang akan membelok ke arah datangnya cahaya. Hormon berasal dari bahasa Yunani hormalin yang berarti penggiat. Sel yang lain berdiferensiasi menjadi jaringan parenkim.

Merangsang pembentukan bunga dan buah. Mempengaruhi pembengkokan batang. 2. Menghambat (menahan) menguningnya daun dengan jalan membuat kandungan protein dan klorofil yang seimbang dalam daun (senescens). 2. Gibberellin • Merangsang perpanjangan sel. Merangsang pemanjangan titik tumbuh. 2. . 1992: 197) 3.1. yaitu: 1. Ditemukan oleh Kuroshawa pada tahun 1926. seperti suhu rendah. Merangsang pembentukan buah tanpa biji (partenokarpi). 4. • Gibberellin merupakan hormon yang pertama kali ditemukan pada jamur Gibberella fujikuroii yang parasit pada tumbuhan padi. 4. dan buah. Fungsi sitokinin yaitu: 1. bunga. pembunuh gulma. infeksi virus. Meningkatkan daya resistensi terhadap pengaruh yang merugikan. (Dwidjoseputro. Gas Etilen • • Gas etilen merupakan hormon tumbuh yang dalam keadaan normal berbentuk gas. 5. Merangsang tanaman tumbuh sangat cepat sehingga mempunyai ukuran raksasa. Merangsang pembungaan lebih awal sebelum waktunya. 2. 4. 4. yaitu: 1. Membantu memecahkan dormansi pada tanaman. Merangsang pembentukan akar lateral. dan radiasi. 2. 3. misalnya pada ubi dan kentang. 6. Fungsi gibberellin. 5. Merangsang terjadinya proses diferensiasi. Merangsang proses pembelahan sel. Sitokinin • • Sitokinin merupakan kumpulan senyawa yang fungsinya mirip satu sama lain. Merangsang pembelahan sel kambium. 3. Menunda pengguguran daun. Mempengaruhi pertumbuhan tunas dan akar. Mendukung pematangan buah. Fungsi gas etilen. 3.

tumbuhan akan merangsang sel-sel di daerah luka menjadi bersifat meristem lagi sehingga mampu mengadakan pembelahan sel untuk menutup luka tersebut. d. baik dalam bentuk menurunkan kecepatan maupun menghentikan pembelahan dan pemanjangan sel bersama-sama. mempengaruhi pembentukan batang. Rhizokalin. vitamin C (asam askorbat). misalnya vitamin B12.3. Berdasarkan organ yang dipengaruhinya. Asam Traumalin • • • Asam traumalin disebut sebagai hormon luka/kambium karena hormon ini berperan apabila tumbuhan mengalami kerusakan jaringan. c. 5. Memperpanjang masa dormansi umbi-umbian. 6. Asam Absisat (ABA) • • Asam absisat merupakan hormon tumbuh yang hampir selalu menghambat pertumbuhan. Fungsi asam absisat. . Vitamin B6. mempengaruhi pembentukan daun. 5. 6. Mendukung terbentuknya bulu-bulu akar. 2. Kalin • • Kalin merupakan hormon yang mempengaruhi pembentukan organ. yaitu: a. Peristiwa ini dapat terjadi karena adanya asam traumalin (asam traumalat). Menghambat pemanjangan akar pada beberapa spesies tanaman dan dapat menstimulasi pemanjangan batang. 4. Filokalin. 4. Mempengaruhi pembungaan tanaman. Jika terluka. vitamin B1. vitamin dapat berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan. 7. Menghambat perkecambahan biji. Menstimulasi perkecambahan. mempengaruhi pembentukan bunga. b. 7. mempengaruhi pembentukan akar. Kemampuan itu disebut restitusi atau regenerasi. Antokalin. 3. Mendukung terjadinya abscission (pelapukan) pada daun. kalin dibedakan atas: 1. Mempengaruhi pucuk tumbuhan untuk melakukan dormansi. Mendukung proses pembungaan. Perlu Anda ketahui selain hormon. Kaulokalin.

Zn. 6. Fungsi air antara lain: 1. Nutrisi • • • • Nutrisi terdiri atas unsur-unsur atau senyawa-senyawa kimia sebagai sumber energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuhan. Cahaya Untuk fotosintesis. Faktor Lingkungan (Eksternal) Faktor luar yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah faktor lingkungan. Jika salah satu kebutuhan unsur-unsur tersebut tidak terpenuhi. c. akan mengakibatkan kekurangan unsur yang disebut defisiensi. 2. Cu. Mn. air juga memengaruhi kadar enzim dan substrat sehingga secara tidak langsung memengaruhi laju metabolisme. P. 3. S. 8. Cl). Untuk transpirasi. Sebagai pelarut. Mengaktifkan reaksi-reaksi enzim atau sebagai medium reaksi enzimatis Membantu proses perkecambahan biji. Unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak disebut unsur makro (C. H. sehingga tanaman kering dan mati. dan kelembapan. Proses osmosis akan terhenti atau berbalik arah yang berakibat keluarnya materi-materi dari protoplasma sel-sel tumbuhan. K. . O.Vitamin-vitamin tersebut berfungsi dalam proses pembentukan hormon dan berfungsi sebagai koenzim. Mg). Air • • Kekurangan air pada tanah menyebabkan terhambatnya proses osmosis. misalnya nutrisi. air. a. 5. Menghilangkan asam absisi. cahaya. • b. Ca. suhu. Menjaga (mempertahankan kelembapan). &nbsp efisiensi mengakibatkan pertumbuhan menjadi terhambat. Fe. 7. sebagian lagi diambil dari udara. N. Meningkatkan tekanan turgor sehingga merangsang pembelahan sel. Adapun unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (B. Mo. Nutrisi umumnya diambil dari dalam tanah dalam bentuk ion dan kation. 1. 4.

misalnya tanaman jarak (Rhicinus communis) dan kentang (Solanum tuberosum). Fotosintesis pada tumbuhan biasanya terjadi di daun. atau bagian lain tanaman. pertumbuhan tanaman mengalami etiolasi yang ditandai dengan pertumbuhan yang abnormal (lebih panjang). ubi jalar (Ipomoea batatas). Tumbuhan yang tidak terkena cahaya tidak dapat membentuk klorofil. cahaya berpengaruh langsung terhadap ketersediaan makanan. . Pada keadaan gelap. dalam keadaan terang tumbuhan lebih pendek. Berbunga tidak tergantung pada panjang hari. antara lain memengaruhi kerja enzim. Pengaruh cahaya secara langsung dapat diamati dengan membandingkan tanaman yang tumbuh dalam keadaan gelap dan terang. Tumbuhan berhari pendek (short day plant) Berbunga jika panjang hari kurang dari periode kritis tertentu.• • • • • • • • • Cahaya mutlak diperlukan dalam proses fotosintesis. c. batang. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menghambat proses pertumbuhan. Sebaliknya. b. Cahaya secara langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan setiap tanaman. Tumbuhan hari panjang (long day plant) Berbunga jika panjang hari lebih dari periode kritis tertentu. d. sebagian besar tumbuhan dibagi menjadi tiga kelompok utama. pucat. misalnya jagung (Zea mays). dan padi (Oryza sativa). Panjang hari harus kurang dari 11 hingga 15 jam agar pembungaan terjadi. batang kukuh. Suhu minimum (± 10°C) merupakan suhu terendah di mana tumbuhan masih dapat tumbuh. sehingga daun menjadi pucat. Dalam fotosintesis. Panjang hari harus lebih dari 12 hingga 14 jam agar pembungaan terjadi. daun berkembang sempurna dan berwarna hijau. dan batang tidak kukuh. dapat menghasilkan bunga kapan saja dalam setahun. Suhu • • • • • Suhu berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan. misalnya kastuba (Euphorbia pulcherima). sedangkan reaksi tumbuhan terhadap fotoperiode yang berbeda panjangnya disebut fotoperiodisme. Panjang penyinaran mempunyai pengaruh yang spesifik terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. daun tidak berkembang. Berdasarkan persyaratan panjang hari untuk pembungaan. yaitu: a. Tumbuhan hari netral (day-neutral plant). Suhu optimum (15°C hingga 30°C) merupakan suhu yang paling baik untuk pertumbuhan. Panjang periode cahaya harian disebut fotoperiode. nanas (Ananas commosus).

Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum dan tumbuh bertambah besar. 1. Auksin dan pembentukan akar . Bila kondisi lembap dapat dipertahankan maka banyak air yang diserap tumbuhan dan lebih sedikit yang diuapkan. e. tumbuhan beradaptasi dengan memiliki permukaan helaian daun yang lebar. 1. Proses pengembangan sel Heteroauksin yang dihasilkan di bagian ujung memengaruhi sintesis enzim tertentu yang kelak akan diteruskan menuju dinding sel dan menyebabkan dinding sel menjadi elastis. Kelembapan • • • • • • • Kelembapan ada kaitannya dengan laju transpirasi melalui daun karena transpirasi akan terkait dengan laju pengangkutan air dan unsur hara terlarut. HUBUNGAN AUKSIN DENGAN BEBERAPA PROSES FISIOLOGI Secara fisiologis fitohormon berpengaruh terhadap berbagai proses. dinding sel mudah merenggang dan dapat tumbuh memanjang. Cholodny dan Went menjelaskan bahwa cahaya menyebabkan terjadinya pemindahan auksin secara lateral dari bagian yang terkena cahaya menuju bagian yang tidak terkena cahaya. Oksigen Untuk pemecahan senyawa bermolekul besar (saat respirasi) agar menghasilkan energi yang diperlukan pada proses pertumbuhan dan perkembangannya. jumlah auksin di bagian yang gelap akan lebih banyak daripada di bagian yang terang. Dengan adanya sifat elastis tersebut. faktor kehilangan air sangat kecil karena transpirasi yang kurang. 1. Geotropisme Adalah pengaruh gravitasi bumi terhadap pertumbuhan yang terdiri atas : geotropisme positif (gerak akar yang mengarah ke pusat bumi) dan geotropism negative (menjauhi pusat bumi).• Suhu maksimum (30°C hingga 38°C) merupakan suhu tertinggi dimana tumbuhan masih dapat tumbuh. Fototropisme Yaitu peristiwa pergerakan tumbuhan kearah datang nya cahaya. Dengan demikian. Pada kondisi ini. Adapun untuk mengatasi kelebihan air. di antaranya adalah : 1.

Bunga akan secara alami memproduksi hormon tumbuhan. tunas ketiak daun akan segera tumbuh. dan bunga. semangka tanpa biji. buah. . peluruhan dapat dihambat. 1. bunga dan buah. Kalau tunas terminal dihilangkan. Jika helaian daun dipotong.Pemakaian berbagai macam fitohormon pada stek daun. Partenokarpi Adalah pembentukan buah tanpa terjadi pembuahan sehingga menghasilkan buah tanpa biji. yang diperlukan untuk mengawali proses pembentukan buah. pertumbuhan tunas samping (tunas lateral) akan terhambat. jeruk tanpa biji. Lapisan tersebut dinamakan lapisan peluruh pada tangkai daun. Akan tetapi. tangkai daun akan meluruh karena hilangnya persediaan auksin pada daun. Pengaruh tunas pucuk (terminal) yang menekan tunas lateral disebut apikal dominan. Peluruhan Peluruhan merupakan suatu proses alami yang terjadi pada bagian tumbuhan. anggur tak berbiji. Apikal dominan Merupakan suatu gejala bahwa selama pucuk batang (tunas terminal) masih ada. Seperti yang terjadi pada pisang. jika diberi auksin. 1. seperti pada daun. batang dan akar dapat merangsang pertumbuhan akar. seperti auksin Indole Butirat. Peluruhan akan berlangsung karena terbentuknya suatu lapisan melintang yang sel-sel parenkimnya terpisah karena proses penuaan. dan asam Naftalena Asetat. 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->