BINTANG ANAK TUHAN

Hanum, gadis hitam manis Nampak smart, energik & smile face. Dibesarkan di sebuah panti. Oleh ibu Nurma, pemilik panti. Dia juga memiliki seorang sahabat (bisa juga disebut saudara), Wanda namanya. Menginjak usia 20, Hanum bekerja sebagai pramusaji di sebuah restoran. Tak disangka, disitulah dia menemukan jodohnya.

Agung: “aku tertarik kepadamu sejak kami makan disini. Mungkin aku brengsek, tapi aku jujur dengan hatiku.”

Akhirnya mereka menikah disaat Hanum berusia 21 tahun, sedangkan Agung baru 25 tahun. Walaupun mereka menikah tanpa restu dari orang tua Agung. Setahun kemudian mereka dianugrahi seorang putri. Mereka memberi nama Bintang Maharani Agung. Karir Agung merosot sejak pisah dari orang tuanya.

Agung: “jangan sok tau dengan urusan lelaki. Duduk manis dirumah. Rawat anak dengan baik. Itu saja. Kurang apa lagi…?” Hanum : “aku tetap tidak bisa diam. Kebutuhan kita makin banyak. Gambling mu terlalu besar. Bisnis kecil namun real lebih baik kan…. Tidak terlalu capek mikirnya dan……” (Agung pun pergi sebelum Hanum menyelesaikan pembicaraanya)

Ternyata agung adalah ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) yang mengubah total kehidupan Hanum dengan Bintang selama ini. Yang ujung-ujungnya kepergian Agung untuk selama-lamanya. Kehidupan mereka bertambah sulit setelah orangorang menjauhinya. Akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal di rumah Wanda.

Semoga benarbenar bisa membuat kekebalan tubuh bintang membaik. Bagaimanapun kamu harus bersyukur dipercaya tuhan untuk mengandung.” . bebet yang menyakitkan. Kamu sempurna sebagai perempuan. Mana ada lelaki yang menikah tapi jelas-jelas tak punya harapan kecil bisa mendapatkan anak dariku?” Hanum : “yah aku begitu bersyukur atas itu. kenapa nggak masuk. Aku memutuskan tidak menikah karena jelas rahimku sudah diangkat. meskipun mungkin dulu aku bukan istri yang baik bagi agung. Bintang segalanya bagiku. Aku akan support kamu.” Hanum : “terima kasih. melahirkan.” : “selalu Han. Bagaimanapun agung tetap ayah bintang. Obat-obat dia gratis aku dapat dari dokter Luhur. tenang. Semoga aku bias menjadi ibu yang baik bagi bintang. merawat bintang. Masing-masing manusia punya kelebihan dan kekurangan yang harus selalu disyukuri.” Wanda : “Han. Entah sampai kapan dia bisa bertahan. Aku benar-benar tidak menyangka akan begini. Bantuan kamu selama ini sudah cukup banyak buat kami.. Paling tidak sel darah putihnya tidak tergerogoti virus itu. Tuhan memberi cobaan sebatas kemampuan hambaNya .” Hanum Wanda : “doakan aku bisa atasi ini ya.?” : (Lamunannya buyar setelah ditegur oleh wanda di depan pintu rumah wanda) Wanda Hanum Wanda : “bagaimana bintang ? sudah dapat obatnya kan?” : ”sudah” : “rawatlah bintang dengan baik. Kalau butuh menebus obat atau….Wanda Hanum : “hay. bibit. Sedangkan aku? Selain urusan bobot.

” Hanum Wanda : “terima kasih. Hanya janganlah keluhan kita menjadi sandungan besar buat terus berjalan.” “Yang penting sekarang bagaimana kamu bias merawat bintang dengan baik. karena kadar kekuatan hati manusia berbeda.Wanda : “sudah. jangan menyesali semua ini. Ini bukan salah siapa-siapa. Berkedip. Kamu sahabat terbaikku. memejamkan mata harus sama-sama berdua. sahabat itu seperti sepasang mata. Bintang terbatuk dan keluar tetesan darah dari mulut mungilnya. Kalau kamu ada apa-apa. tumpahkan semua dahak yang ada. Hanum : (membatin) “ya allah . membuka. Sementara sebagai single fighter nggak papa. Nggak penting. Kalau batuk.” Jari bintang teretusuk duri saat ingin mengambil ranting itu. Jangan mencari kenapa begini. sudah. Kalian memang harus menjalaninya. menyesali semua. aku tidak bias salahkan keadaan. Toh sudah terjadi kan.” Pagi hari bintang berjalan menuju luar rumah.” : “kata orang.?” : “yah. Bintang Hanum : “nggak apa-apa…” : “ibu ambilkan air putih dulu. Dilihatnya sebuah kepompong di pohon mawar. aku siap bantu kamu. ada saatnya memang kita begitu.” Hanum Wanda : “napa aku jadi perempuan pengeluh begini ya. Lalu diambilnya kembali & dibawanya masuk ke dalam kamar. semua telah berlalu. Bintang : “Aduh…. Pesanku. Biar hati lega. Aku tak akan . Sayang…” Lalu Hanum membawakanya air minum & diminumkannya kepada bintang. Toh ada aku.

Aku menyadari ini akan meracuni jiwaku. hanum sering berdoa dan bertanya-bertanya sendiri. dengan kamar mandi. aku begitu meminta-mu untukku. Meski rumornya berhantu karena lama telah tidak dihuni. sakit bintang bisa sembuh.” Prang…………………………………… Lamunan hanum buyar saat kucing hitam masuk dari jendela dapur. Hidupku hanya bersama dia. Hanum : “firasat apa ini ya allah??? Meskipun aku tahu. Hanum Wanda : “kami akan segera pindah dari sini Wan…” : (menghela nafas) “sudah dapat tempatnya? Kalau nggak kamu pindah ke rumahku saja. Sakitku. Rumah kecil yang lumayan representative untuk kami.menambah beban berat hatiku dengan terus mengingat kelemahanya kembali.” Hanum : (menggelengkan kepala) “aku dapat kontrakan lebih murah. Namun dengan ketenanganku beribadah. Berusaha mengeleminir pikiran burukku. Yang kian hari kian menggerogoti-ku. Hanum akhirnya berbicara pada wanda. Apa yang ada di dalam hatinya paa malam itu. yang seharusnya kuat setiap detik buat menjaga bintang. Itu semata buat menenangkan hati bintang & untuk menekan rasa sakitku. Tapi yang satu ini. Di dalam dan berpagar keliling. Ampunilah jika ini salah…” Saat sholat. Meski virus-virus mematikan itu hanya bisa dibuat pingsan dengan obat yang setiap hari harus kami minum tanpa boleh lupa. Anakku bukanlah anakku. dekat rumah sakit. Ada tiga ruangan. aku yakin makhluk yang derajatnya jelas di bawah kita itu tidak akan mampu mengganggu . Semua bisa diatur.

” : “home scholling juga bagus. aku paham itu. Bagaimanapun kondisi rumah itu. Tapi paling tidak aku kondisikan dulu kenyamanan bintang di rumah. Ki Hajar Dewantoro. dilindungi-nya. konsul serta cari referensi buat kesembuhan kami.. Keputusanmu tidak salah. .. Dulu para tokoh sejarah kita juga menjalankan konsep itu. home sweet home.. Karena sebenarnya hati kecilku belum yakin benar dengan semua ini.. jaga dan urus sendiri...” Wanda : “ya... Allah bersama kami.. Ibu sudah sehat?” : “yang jelas jika aku luang. Buya Hamka. disitulah kami akan membuka lembaran hidup baru dengan sisa semangat yang ada.. gimana kalau aku yang carikan guru buat bintang? Aku nanti yang akan…. Han.. Wanda Hanum Wanda : “bintang jadi keluar dari sekolah?” : “iya. sementara ini aku cukup konsul dengan dokter luhur saja..” Hanum : “terima kasih. Kami akan selalu dijaga.” Wanda “ Hanum : “terimakasih Wan. Meski minggu-minggu ini aku masih hampir setiap hari ke yayasan. Dan ingat ibu adalah guru pertama anak sejak dalam kandungan. aku akan kerumahmu bersama ibu.” Hanum : “semoga aku bisa menjadi guru yang baik bagi bintang. biar aku saja. Allah ada di hatiku dan Bintang. Bagiku saat ini dia kembali menjadi bayi mungil yang harus aku rawat.kami Wan.. Aku coba arahkan ke sana sebelum aku benar-benar siap menjadi gurunya sejati..” Wanda Hanum : “biasanya akan selalu ada pendamping dari yayasan kan?” : “iya. Buat sementara.. Aku masih belum mau ada orang lain yang menyentuh bintang. meskipun saat ini…..

Wanda : “sudah.” Wanda : “SSSSST! DUH! Tolong. ibu hanya butuh istirahat saja. kehidupan dan kematian hanya milik-nya.. Semua sudah kita pasrahkan kepada allah.. Dan selain itu.. bahkan akan memberitahu dan melarang anak-anaknya untuk berteman dengan bintang. dijauhi. dia terlalu cantik. Tidak akan memperlihatkan kesedihanmu ke bintang! Dia masih terlalu kecil untuk mengerti semua ini. kata Kahlil Gibran. bahkan diolok-olok.. Lama-lama ibu mengerti juga keputusanku. ini sangat berat bagimu.. Waktu kami sudah diambang batas.. rejeki. kesehatan.. biar aku bisa berlama-lama dekat dengan dia. Dia harus kamu semangati. anak kita bukanlah anak kita.. terlalu indah untuk hilang dari kita… tapi ingat.” Hanum Wanda :“ya” : “aku paham benar. Dan dianggap monster yang sangat menakutkan. Jodoh. Biar aku antar kamu sekalian mau jenguk boneka indiaku itu. Jangan dulu hal ini terjadi pada…. Tapi para orang tuanya sudah mulai protes ke sekolah. kupindahkan ke tubuhku seluruhnnya. akupun mungkin tak bias sekuat kamu kalau ini menimpaku. sakitnya ingin kuganti. Mungkin teman-temanya tak apa-apa.” “Aku tidak ingin bintang dikucilkan teman-temannya. “ Hanum : “andai bisa. Dan kemarin banyak pikiran karena masalahku saja.” Wanda Hanum : “sabar” :” betapa makin menyakitkan hal itu. Siapa lagi kalau bukan kamu ibunya? Kamu harus janji ke aku. Aku tidak rela... Yah.” . diasingkan. Namun ku mohon. kematianku yang jelas diambang batas adalah milik-nya. jangan pernah berpikikr begitu? Kasian bintang.” “Sekarang sudah malam. Dan intinya kami hanya bias berusaha dan berdoa..” Hanum : “yah .

” : “nggak usah. Tunggu” Diangkatnya telepon dari dokter luhur. mencintai milik kita dengan rela mengembalikan titipan –nya itu kembali kepada-nya” Hanum Wanda Hanum Wanda : “aku buru-buru. Tuhan kalkulator terbaik.Wanda : “sudahlah. meski kadang di mata kita salah.?bu ada telpon dari dokter luhur…” Hanum : “iya sayang.” : “aku antar kamu pulang.” : “bu… maaf. Kok pintunya dikunci. bang sukron sudah menunggu aku di depan.” Wanda : “amin.” Hanum : “semoga aku bisa menjadi hambanya yang selalu dicintai-nya dengan semua uji coba lain..” : “ya sudah. Lalu setelahnya berbicara dengan bintang Hanum : “bintang sayang.? bintang mau Tanya.” Bintang Hanum Bintang Hanum Bintang : “bintang bisa sembuh kan ?” : “iya sayang. Dia masih setia menjadi ojeker buatmu. Pasti. Kasian bintang sendirian di rumah.. Hitunganya begitu tepat. Jangan marah ya.” : “kenapa sayang ?” : “bintang sakit apa?” .dia mau periksa bintang lagi. Niatlah untuk memahami. Pagi ini kita ditunggu dokter luhur.” Pagi ketiga hanum meninggalkan bintang untuk bekerja demi menghidupi mereka… Bintang : “bu… ada telpon. Dia punya rencana lain yang tak pernah kita duga Han.

Kenapa bintang nggak boleh sekolah lagi?” Hanum : “bintang sayang. Bintang jadi tidak sepi.” Bintang Hanum : “ibu punya uang?” : “bintang. ibu nggak akan capek merawat bintang dan mencari uang setiap hari. Tapi bintang pasti sekolah lagi kan?” : “ya sayang.kamu bias sehat lagi. Nanti juga pasti sembuh.” : “tapi teman-teman bintang dulu sekolah kalau batuk pasti lekas sembuh.” Bintang : “uang ibu banyak?” . dan mereka bisa terus sekolah. Sementara sekolah dengan ibu di rumah ya…?” Bintang Hanum : “gitu ya bu?” : “sekarang kita ganti baju dulu. bu. ibu kan bekerja setiap hari.” Hanum :” sekarang kamu tidur dulu ya. nggak apa-apa ya sekolah di rumah dengan ibu?” Bintang Hanum Bintang : “ya. Kenapa Tanya itu lagi? Kalau tiba saatnya.” “Besok ibu belikan DVD ensiklopedi. agar bisa nambah ilmu. dan DVD film anak-anak. Menjahit dan memberi les.Hanuma Bintang : “bintang hanya sakit batuk. Ibu dapat uang untuk itu. tambah wawasan dan ilmu selain bias menghiburmu sayang.” : “andai ayah masih hidup. bintang juga akan sembuh dan bisa sekolah lagi. Ibu harus selesaikan jahitan ibu. Kamu harus sembuh .” Keesokaan harinya Hanum : “bintang harus istirahat lama di rumah. Dokter luhur sudah menunggu. Biar kamu tambah pintar. kalau sudah nggak mau baca-baca lagi. tidak sendiri.

hilir mudik mencari.2. Bintang selesai mandi dan berganti baju.!” Sambil bintang memberikan makan kepada ikan-ikanya. Jangan sakit ya. Tiba-tiba ada suara gaduh anak-anak Anak 1 Anak 2 : “nangis? Cengeng lu!” : “udah jelek. Bintang : “kalian harus makan. Nanti uang ibu habis. Berayun-ayun… pada tangkai yang lemah… tidakkah sayapmu… merasa lelah…“ Ajeng begitu familiar dengan lagu itu.“Nggak usah beli banyak-banyak. Lalu dia naiki. melihat pemilik suara itu. Anak yang menangis tadi sentak mencari asal suara itu.! Kasian deh lu…!“ : “ gedubrak…. Lalu dia naik ke atasnya. Dia berusaha mencari benda yang bisa digunakanya untuk memanjat. . Sekarang bintang penasaran dan memanjat dinding juga. item gendut. Biar sehat. Saat itu bintang kaget karena tiba-tiba muncul kepala yang menatapnya. Diambilnya tangga di depan pohon. Yang ternyata ada di balik dinding. Dilihatnya bangku yang sudah tua dan goyah. bunga-bunga yang kembang. kriwil. Lalu ajeng terjatuh karena kaget. Mereka menjerit bersama.“ : “ huuuuu… cengeng… cemen lu! Yuk ah tinggalin aja! “ : “hhahahahahahaha“ : (bernyanyi) “kupu-kupu yang lucukemana engkau terbang.” Di suatu pagi. rakus… males ah jadi teman kamu…!“ Anak 1 Anak 3 Anak 2 Anak 1. Diambilnya & diseretnya ke dinding. tapi tidak hafal.3 Bintang : “huuu….

“ Ajeng : “benar kamu mau jadi temanku? “ Bintang : “iya. “ “Ya sudah .. ya? “ Ajeng : “iyaa. “ Bintang : “kenapa kamu memanjat tembok rumahku? “ Ajeng : (tanpa menjawab.Bintang : “hey… siapa kamu? “ “Siapa namamu ? “ Ajeng : “kamu siapa? “ Bintang : “bintang. kamu mau kemana? Kamu nggak sekolah? “ Ajeng : “sudah pulang sekolah. Kamu harus banyak istirahat. besok ketemu lagi. “ . sayang? Kenapa kamu keluar kamar? Ayo turun…! Besok-besok nggak boleh keluar kamar sayang. nggak ada teman. “ (setengah berteriak) Tiba-tiba hanum dating Hanum : “bintang… apa yang kamu lakukan. Kamu harus istirahat dulu. kamu? “ Ajeng : “ajeng. Aku sendirian. Beranjak pergi dari tempatnya) Bintang : “hey. Kamu mau jadi temanku? Nanti aku berikan obat? “ Ajeng : (sedikit melongo) “tadi kamu bilang apa? “ Bintang : “apa kamu mau jadi temanku? Ibuku sering pergi. “ Bintang : “kakimu pasti sakit karena terjatuh lagi.

!” Lalu bintang teringat sesuatu.. “ Bintang Hanum : “bintang bisa sembuh ya? “ : “pasti sayang… “ Sepulang dari tempat praktek dokter Luhur Hanum Bintang Hanum : ”Bintang! Jangan lari-lari sayang.” Tiba-tiba Ajeng mengeluarkan sebuah majalah Ajeng : “Ini buat kamu. Ibu mau ambil obat di dokter Luhur. Kamu tidak boleh banyak bergerak dulu.” Ajeng : “Sakit apa kamu?” Bintang : “Iya.. Nanti kalau sudah sehat. “ : “kata dokter belum.Bintang Hanum : “bintang suddah sehat kok. Cuma batuk aja. bintang boleh main. Aku terlambat soalnya tadi harus ke dokter dulu.. Demamnya. Ingat pesan dokter.” Setelah membuka pintu. sayang. Nanti kambuh lagi.. merekapun langsung masuk.! : “Jangan nakal Bintang. bu. Sebentar juga akan sembuh lagi. Setelah itu Hanum : “Bintang dirumah dulu ya.. saying. Jangan nakal. Kamu masih sakit!” : “Bintang sudah sembuh Bu. Tadi ibu lupa.” .. Bintang : “Ajeng! Ajeng!” “Maaf ya.

” Ajeng : “Aku 10 tahun” Lalu mereka bengong sejenak Bintang : “Kok bengong aja. Tahu nggak. kamu juga bisa sekola di rumahku. baru sekolahnya nggak di rumah lagi.” Ajeng : “Iya.” Ajeng : (menggaruk-garuk kepala) “Memangnya ada orang sekolah di rumah? Terus gurunya siapa. kata Ibu. dong?” Bintang : “ibuku. Katanya juga biar aku lebih lancar membaca. Kita bisa belajar sama-sama” Ajeng : “kan aku udah sekolah. ayam tetanggaku dulu mati karena suka bengong. sebagai upah menjaga kios buku loaknya saat dia istirahat salat dan tidur sebentar di siang hari.” . Gratis! Asal kamu rajin dan tidak nakal. umur kamu berapa sekarang? Kalau aku sekarang 8. Nanti kalau sudah sehat. sebulan lagi 9. Kamu nggak?” Bintang : (menggelengkan kepala) “Eh. Nggak usah bayar.Bintang : “Dari mana kamu dapat majalah ini?” Ajeng : “Aku sesekali diberi hadiah oleh Mang Mansur.” Ajeng : “Kenapa?” Bintang : “Aku sementara sekolah di rumah dulu. Tapi aku malas!” Bintang : “terima kasih ya. kok kamu nggak sekolah?” Bintang : “Nggak. Kalau mau. sih.” Bintang : “Kan bisa nambah pengetahuan kalau sore.” Ajeng : “Aku kalau sore mengaji.

.Ajeng Bintang : “Kok bisa?” : “habis. Ya sudahlah. Mulai besok kita nggak usah naik tembok lagi. kamu pasti kecapekan lama-lama berdiri di atas tangga itu.” Anak 2 : “Nah . kamu bisa tanyakan sama pak Satpam alamat rumahku. dia malah tolong gue. jangan sampai lupa. itu ayam bengongnya diatas rel kereta api sih. ntar elu semua yang gue sambit. ntar gua sambit. Turun lu. tau rasa!” Bintang : “hei. gendut ngapain disitu?” : “Mau nyolong. Ingat ya. (sambil menuruni tangga) Ajeng : “Hati-hati Bintang.. kalau Begitu besok kamu main aja ke rumahku. lu?” Ajeng : “Siapa yang mau nyolong. Bohong itu dosa. Besok pagi aku tunggu...!” Kedua anak itu kabur setelah mendengar suara Bintang Ajeng.. Kalau nggak tahu. Besok aku ke rumahmu lewat depan saja!” lalu datang anak lain kemarin Anak 2 Anak 1 : “Hei. siapa itu yang bilang Ajeng mau nyolong! Dia bukan mau nyolong.” Lalu mereka berdua cekikikan Bintang : “Ajeng. Bintang cepat-cepat kembali ke kamar. ya. lu ngapain panjat tembok rumah orang kalau bukan mau nyolong. Kamu kesini lewat gerbang perumahan di depan itu aja.” .. lalu tidur Hanum : “Jangan bohong sayang. Bintang : “Yessss” Lalu Hanum datang. jalan Bulan nomor 3... Awas ya..

” Lalu Hanum tiba di rumah Hanum : “bintang! Di mana sayang? Bintang. Saat Bintang memberi makan ikan-ikannya . Ibu mau baca suratnya? Ntar. Ibu yakin bisa! Ibu ingin kamu bahagia dengan cara Ibu. Semoga ini tidak terlambat... Hanum : “Ibu akan bahagiakan kamu sayang.” Hanum : “Bintang. Sayang sama kita. ada apa? : “Bu. Udah ya.!” “Bintang! Bintang. Tut.... Hanum : (tersenyum bersama) Keesokan harinya Hanum Bintang : “Halo. Tadi keburu lapar.. segera pulang ya.” Keesokan harinya. Tut..!” Dilihatnya Bintang sedang tertidur Hanum : “Semoga beberapa buku ensiklopedi berguna untuk Bintang..” Paginya Bintang : “Bu.. Bintang dapat kiriman boneka dari eyang putri. tunggu dulu sayang. ya sayang..” “ya kan Bu? Eyang memang baik..Bintang.” “Eyang belum bisa kesini katanya. Bintang udah masak mi goreng. Tapi kalau Ibu pingin beli ya nggak papa...” Tut. nggak usah beli nasi goreng pesanan Bintang..

sayang. Plung.Bintang : “Plung. Dia sangat baik. Ibu lupa.... Jangan lupa rotinya juga. Tapi hari ini nggak usah masak mie goreng lagi ya.” : (memberikan segelas susu dan sepotong roti) “Diminum sayang...” : “Mau konsultasi dengan dokter lagi ya. harus lama. biar sehat!” “Ibu Mu pergi kemana?” Hanum Bintang : “Ibu mau ke rumah sakit sebentar ya. Ibu takut nanti Bintang nanti kecapekan.” Sehari kemudian Ajeng : “Bintang! Bintang!” Bintang : “hay! Ajeng!” “Ayo masuk.” Bintang Hanum : “Hati-hati bu. Nanti Ibu belikan capcay kesukaan Bintang.” Bintang Hanum Bintang Hanum : “Ajeng” : “Ajeng yang memberimu majalah cemerlang ya??” : “Iya. Kalau konsultasi kan.. Bu?” “kenapa Bintang nggak diajak?” Hanum : “sayang... Ini kan hanya konsultasi saja... Ibu pergi dulu ya. Oh ya semalam mie gorengnya enak lho.” “Oh ya. temanmu itu sudah main ke sini? Siapa namanya? Maaf... Setiap hari mau menemani Bintang.” : “Ya. sayang..! Makan yang banyak... Sebentar kok.” . Terima kasih ya.

kalau kamu mau datang.” “Ayo masuk..” Ajeng : “Trus apa dong?” Bintang : “Monyet.” Ajeng : “Lho kok bisa monyet?” Bintang : “Tuh kan bener...Hanum : “Aku kira kamu nggak ada di rumah.. Seekor katak mau menyebrang sebuah sungai yang panjang dan luas. monyetnya protes.” Ajeng : “Ada apa sih?” Bintang : “Hewan apa yang suka protes?” “Ayo. ya.” “Ayo sekarang tebak. Yang penting jangan nakal... Ayo jawab!” Ajeng : “Hmmm apa ya? Gajah kali! Atau kucing..” Ajeng : “Nggak lucu.hiks.” Mereka pun masuk kedalam Bintang : “Ha.. Harus berapa kalikah dia melompat?” “Tahu nggak?” Bintang : (menggelengkan kepala) .. Aku sudah bilang ibu. Kenapa nggak buka pintu.Ha.ha...” (sambil memberikan majalah yang agak lusuh) Bintang : “Terima kasih. ah..” Bintang : “Yee asal aja! Salah.. padahal dari tadi aku panggil-panggil?” Bintang : “Apa itu yang kamu pegang?” Ajeng : “Ini untuk kamu..

Cucianku nanti basah lagi.” Keesokan harinya Hanum : “Kamu hmmm Ajeng ya?” Ajeng : “iya” (sedikit malu) Hanum : “Nggak sekolah?” Ajeng : “Kelasnya dipakai ujian kelas enam.!” Ajeng : “Aku pulang dulu. satu kali ketika dia melompat ke dalam sungai.” Hanum : “Oh.” Bintang : “Sebaiknya kamu pulang nanti aja.Ajeng : “Dua kali” Bintang : “Kok bisa dua kali?” Ajeng : “Iya. nggak apa-apa. berenang. Biar nggak basah. Badanku kuat kok. Besok aku kesini lagi.” Ajeng : “Ah. Hujannya tambah besar.” Bintang : “Kamu pakai payungku aja.. selain ibumu?” Ajeng : (menggeleng perlahan) “udah ya. nanti kamu sakit..” Bintang : “Yeeee. dan satu kali ketika dia melompat dari sungai ke darat. hmmm kamu mau main ke tempat Bintang ?” Ajeng : “Hmmm iya? Hmmm Boleh?” Hanum : (menganggukkan kepala) “Ajeng kamu bawa apa?” . udah biasa. Sebelum hujannya tambah besar.... ya.” Bintang : “Emang nggak ada orang lain di rumah.. Ibuku jam segini pasti masih di pasar.

Ajeng : “Donat tante. untuk Bintang.” Hanum : “Jangan ajak Bintang main keluar rumah ya?!” .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful