AKSELERATOR LINEAR (LINAC) a.

) Defenisi Akselerator Pesawat sinar-X pada umumnya memproduksi sinar-X energi berorde kilo elektron Volt (keV). Untuk mendapatkan sinar-X dengan energi yang sangat tinggi, biasanya digunakan alat pemercepat partikel atau akselerator. Akselerator adalah alat yang dipakai untuk mempercepat gerak partikel bermuatan seperti elektron, proton, inti-inti ringan, dan inti atom lainnya. Mempercepat gerak pertikel bertujuan agar pertikel tersebut bergerak dengan cepat sehingga memiliki energi kinetik yang sangat tinggi. Untuk mempercepat gerak partikel ini diperlukan medan listrik ataupun medan magnet. Akselerator partikel biasanya dipakai untuk penelitian fisika energi tinggi dengan cara menabrakkan partikel berkecepatan sangat tinggi ke target tertentu. Namun, ada beberapa jenis akselerator partikel yang dirancang untuk memproduksi radiasi berenergi tinggi untuk keperluan radioterapi. Akselerator digunakan untuik menghasilkan sinar X dengan energi yang tinggi dengan menggunakan tabung Betatron dan Sinkrotron. b.) Tabung Betatron Betatron pertama kali diperkenalkan pada 1941 oleh Donald William Kerts dari Universitas Illinois, Amerika Serikat. Penamaan Betatron mengacu pada jenis sinar radioaktif yaitu sinar-ß, yang merupakan aliran elektron yang berkecepatan tinggi. Betatron terdiri atas tabung kaca hampa udara berbentuk cincin raksasa yang diletakan diantara dua kutub magnet yang sangat kuat. Elektron akselerator pada prinsipnya adalah suatu tabung sinar-X berukuran sangat besar. Penyuntik berupa filamen panas yang berperan sebagai pemancar elektron dipasang untuk menginjeksi aliran elektron ke dalam tabung pada sudut tertentu. Setelah elektron disuntikan ke dalam tabung, ada dua gaya yang akan bekerja pada elektron tersebut. Gaya yang pertama membuat elektron bergerak mengikuti lengkungan tabung. Di dalam medan magnet, partikel akan bergerak melingkar. Gaya yang kedua berperan mempercepat gerak elektron hingga kecepatannya semakin tinggi. Melalui gaya ke dua ini, elektron memperoleh energi kinetik yang sangat besar. Dalam waktu sangat singkat, elektron akan bergerak melingkar di dalam tabung beberapa ribu kali. Apabila energi kinetik elektron telah mencapai nilai tertentu, elektron dibelokan dari jalur lengkungannya sehingga dapat menabrak target secara langsung yang berada di tepi ruangan. Dari proses tabrakan ini pancaran sinar X berenergi sangat tinggi karena sebagian besar akselerator dapat mempercepat elektron hingga energinya mencapai 20 Mega elektron Volt (MeV). Betatron memiliki kelemahan karena mesin itu memerlukan magnet berukuran sangat besar guna mendapatkan perubahan fluks yang diperlukan untuk mempercepat elektron. c.) Sinkrotron Elektron Untuk mengatasi kelemahan ini, diperkenalkan jenis akselerator elektron lainnya yang menggunakan magnet yang berbentuk cincin yang diberi nama sinkrontron elektron. Alat ini berfungsi sebagai pemercepat elektron yang mampu menghasilkan elektron dengan energi kinetik lebih besar di bandingkan Betatron. Elektron dengan energi anatara 50-100 kV dipancarkan dari filamen untuk selanjutnya dipercepat di dalam alat. Pada saat akhir proses percepatan, elektron ditabrakan menuju sasaran sehingga dihasilkan sinar-X dengan energi dan intensitas tinggi.

Akselerator Linear dalam aplikasinya menggunakan teknologi gelombang mikro yang juga digunakan untuk radar. Alat ini digunakan tidak hanya dalam terapi radiasi eksternal. LINAC dapat juga berperan sebagai sumber radiasi partikel berupa elektron cepat yang dapat dimanfaatkan untuk radioterapi tumor. Jika elektron berenergi tinggi itu ditabrakan pada target dari logam berat maka dari pesawat LINAC akan dipancarkan sinar-X berenergi tinggi. Namun. Linear accelerator digunakan untuk mengobati semua lokasi badan yang terkena kanker. hal tersebutlah yang kemudian mengizinkan elektron bertumbukan dengan heavy metal target. Oleh sebab itu. Elektron yang dipercepat dalam LINAC dapat langsung di manfaatkan untuk radioterapi tanpa harus ditabrakan terlebih dahulu dengan logam berat. tenaga yang diperlukan akan lebih tinggi untuk menghasilkan energi akhir partikel yang sama besarnya. dalam metode maupun peralatan yang . Betatron praktis tidak mungkin mencapai energi setinggi ini karena memerlukan magnet berukuran sangat besar. LINAC mempunyai kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan akselerator magnetik.) Defenisi Linear acceleration (LINAC) Akselerator linear (linear accelerator.d. Sinar yang keluar dari bagian accelerator disebut sebagai gantry yang berotasi di sekeliling pasien. LINAC) adalah alat terapi radiasi yang eksternal yang paling umum digunakan untuk pasien yang terkena kanker. elektron yang dipercepat mampu bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya (elektron dengan energi 2 MeV bergerak dengan kecepatan 0. Hasil dari tumbukan antara elektron dan metal adalah high-energy x-rays yang dihasilkan oleh metal target. Ukuran alat dan biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan LINAC kira-kira proporsional dengan energi akhir partikel yang dipercepat.98 c. High energy x-rays tersebut kemudian akan diatur untuk kemudian diberikan pada pasien tumor dan diatur keluarannya dari mesin yang disesuaikan dengan keadaan dari pasien. LINAC dapat dipakai untuk mempercepat partikel hingga berenergi di atas 1 BeV. dengan c adalah kecepatan cahaya). Dalam hal ini. sedang pada LINAC partikel dalam bentuk berkas terkolimasi secara otomatis terpencar kedalam tabung akselerator. namun unjuk kerjanya saat itu kurang memuaskan. e. Sebelum melakukan pengukuran output perlu diketahui berkas mana akan diukur. setelah berbagai modifikasi. mesin dapat pula dipakai untuk mempercepat partikel bermuatan negatif seperti elektron. Aplikasi LINAC Akselerator linier (Linear Accelerator. Jadi. Sedang pada akselerator magnetik. karena cara pengukuran kedua berkas tersebut tidak sama. LINAC) pertama kali diperkenalkan oleh R. untuk mendapatkan partikel berenergi sangat tinggi. penyuntikan partikel yang akan dipercepat dalam akseleratormagnetik sangat sulit dilakukan. Di samping itu.) Prinsip kerja dari linear accelerator (LINAC) LINAC semula dipakai untuk mempercepat partikel bermuatan positif seperti proton. Sinar-Rontgen ini dapat menghancurkan sel kanker selagi melingkupi jaringan normal. tetapi juga untuk Radiosurgery Stereotactic dan Badan Stereotactic Radioterapi yang serupa menggunakan gamma. Wideroe di Swiss pada 1929. menyampaikan high-energy sinar-x yang sama dosisnya kepada daerah tumor pasien. Gelombang mikro ini dimanfaatkan untuk mempercepat elektron dalam akselerator yang disebut "wave guide". Pesawat Linac menghasilkan berkas radiasi elektron yang dipercepat atau foton sinar¬X bertenaga tinggi. LINAC menggunakan teknologi microwave (teknologi yang sama seperti yang digunakan dalam radar) untuk mempercepat electron digunakan suatu alat yang disebut sebagai "wave guide". LINAC akan lebih ekonomis dibandingkan akselerator magnetik. Radioterapi dapat juga dilakukan dengan menggunakan elektron berenergi tinggi.

perlu dilakukan pengecekan energi berkas. Pada kecepatan mendekati kecepatan cahaya.) Sebuah ruang hampa pipa vakum. Pasien ditempatkan pada kursi pengobatan yang dapat bergerak kesegala arah.) Dalam ruang. 7. Akselerator Linear yang merupakan akselerator dengan partikel lurus mangandung unsure-unsur : 1. Sebuah akselerator daya yang sangat tinggi akan menggunakan satu sumber untuk elektroda masing-masing. Tergantung pada partikel yang sedang bergerak. Pengecekan energi foton yang dihasilkan pesawat Linac. lalu dicari energi fotonnya melalu kurva D10/D20 vs energi foton. agar dapat dipastikan pemberian radiasi dalam posisi yang tepat. 4. Stereotactic Radiosurgery (SRS) and Stereotactic Body Radio Therapy (SBRT). apakah sama dengan energi berkas pada panel kontrol. Sebelum dilakukan pengukuran. yang panjangnya bervariasi dengan jarak sepanjang pipa.) Sebuah sumber tegangan tinggi untuk injeksi awal partikel.) Sebuah sasaran yang tepat. 2. Jika partikel lebih berat harus dipercepat. perlu dilakukan pengukuran dosis pada kedalaman 10 dan 20 cm dalam fantom air. panjang elektroda tabung akan hampir berjalan konstan.) Sumber partikel. Jika terdapat perbedaan maka perlu dilakukan penyesuaian energi dengan memutar tombol pengatur. serta jika perangkat digunakan sebagai akselerator utama untuk investigasi partikel nuklir. Dari hasil pengukuran ini ditetapkan nilai perbandingan D10/D20 -nya. misalnya ion uranium. Dalam bagian-bagian dari akselerator hal ini terjadi. frekuensi dan fase yang sesuai dengan jenis partikel dipercepat untuk mendapatkan daya perangkat maksimum. Proton yang dihasilkan dalam sumber ion memiliki desain yang berbeda. elektrik elektroda silinder terisolasi ditempatkan.digunakan untuk pengukuran. Image Guided Radiation Therapy (IGRT).5 meter. 3. Jika perangkat digunakan untuk produksi sinar-X untuk pemeriksaan atau terapi pipa mungkin hanya 0. dengan segmen yang lebih pendek di dekat sumber dan segmen lagi dekat target.) Satu atau lebih sumber energi frekuensi radio.5 sampai 1. Radiasi dikirim melalui kursi pengobatan. peningkatan kecepatan tambahan akan menjadi kecil. . 8) Akselerator yang sangat panjang Akan menjaga keselarasan tepat komponen mereka melalui penggunaan sistem servo dipandu oleh sinar laser. 6.) Tambahan elemen lensa magnetis atau elektrostatik Untuk memastikan bahwa sinar tetap di tengah pipa dan elektroda nya. Panjang elektroda ditentukan oleh frekuensi dan kekuatan sumber daya penggerak serta sifat partikel yang akan dipercepat. sedangkan perangkat yang akan diinjeksi bagi sebuah sinkrotron mungkin sekitar sepuluh meter panjangnya. mungkin beberapa ribu meter. Dalam fisika terapi atau dalam radioterapi linear accelerator (LINAC) yang biasa digunakan antara lain adalah Intensity-Modulated Radiation Therapy (IMRT). Sumber harus beroperasi pada level daya yang tepat. dengan energi yang muncul sebagai peningkatan massa partikel. 5.

laboratorium ini terletak di bawah tanah dalam gambar ditandai dengan garis putih 3.partikel melaju dalam track yang panjang dan lurus kemudian bertumbukan dengan target. yang menghasilkan dua macam radiasi berenergi tinggi secara bergantian. sehingga akan meningkatkan kualitas hidup. Melingkar (Cyclotron) . bermacam-macam detektor mencatat kejadian-kejadian yang terjadi--partikel subatomik dan radiasi yang dilepaskan.8 mil (3 km). tanggal 05/02/2009 13:52: Kanker adalah salah satu penyakit yang merenggut banyak nyawa masyarakat Indonesia. Per tahunnya pertambahan jumlah penderita kanker . Linear accelerator (linac) Pada akselerator linier. Contoh dari akselerator jenis ini adalah Linacs di Stanford Linear Accelerator Laboratory (SLAC) di california. Pada L iputan 6.partikel melaju sepanjang jalur melingkar sampai mereka bertumbukan dengan target. yaitu elektron dan sinar x (Gambar 5). yang panjangnya 1. Tujuan terakhir adalah menghilangkan tumor atau paling tidak mengurangi rasa sakit yang lain.Akselerator partikel terbagi menjadi dua buah tipe dasar: 1. pertikel melaju dalam ruang terowongan tembaga hampa udara. com Jakarta. Radioterapi merupakan suatu bentuk pengobatan lokal pada kanker dan beberapa penyakit bukan kanker yang menggunakan sinar pengion. Linier (Linacs). Pesawat Teleterapi Linac Linac merupakan pesawat radioterapi tercanggih di Indonesia. Stanford Linear Accelerator Laboratory (SLAC) tampak dari udara. Radioterapi bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker sebanyakbanyaknya melalui pemberian dosis radiasi terukur pada volume tumor/target yang dituju dan meminimalkan efek radiasi pada jaringan sehat disekitar tumor. Ketika sorotan partikel menumbuk target di akhir terowongan.2. Elektromagnet menjaga agar partikel tetap berada pada sorotan yang sempit( tidak menyebar). Akselerator jenis ini ukurannya sangat besar dan diletakkan di bawah tanah. 2. elektron-elektron mengendarai gelombang yang diciptakan oleh pambangkit gelombang yang disebut klystron.

menunjukkan pesawat radioterapi Linac di RS Sarjito Y ogyakarta. Tingkat kehampaannya mencapai kurang dari 1 X 10. . Pada pesawat Linac tertentu selain magnetron masih diperlukan Klystron. Dose Rate (laju dosis) nominal hingga 400 Monitor Unit! Menit atau lebih. Namun seiring berkembangnya teknologi kedokteran. 15Mev. 20 Mev. 12 Mev. yaitu linier akselator (Linac). Dalam tabung ini disalurkan gelombang mikro (Microwave) yang dibangkitkan oleh magnetron 5 KV A dengan panjang gelombang 10 mm.torr (1 torr = 1mmHg = 11760 atm). Tingkat energi tersebut dapat dihasilkan melalui proses percepatan elektron secara linear di dalam tabung pemandu gelombang pemercepat (accelerating waveguide) 7 yang hampa. Energi radiasi elektron antara 4 MeV. Linier akselator mampu memberikan efek terapi radiasi maksimal pada sel kanker tanpa merusak jaringan normal di sekitarnya. 22 Mev dan energi radiasi foton 6 MV dan 10 MY.mencapai 200 ribu orang dan diperkirakan pada tahun 2030 jumlahnya akan meningkat lima kali lipat. Pesawat radioterapi Linac di RS Sarjito Yogyakarta Bagan pesawat linac Prinsip Kerja Pesawat Linear Accelerator (Linac) (Gambar 6) Pesawat Linear Accelerator (Linac) dapat menghasilkan radiasi elektron dan foton dengan energi tinggi. 9Mev. saat ini telah ditemukan alat untuk mengatasi penyakit tersebut. Tabung ini merupakan tabung penghantar yang terdiri dari susunan sel-sel berupa ronggarongga yang terbuat dari tembaga. 6 Mev. Gambar 5.

Bila daya frekuensi gelombang mikro melintasi rongga-rongga setiap sel dari pemercepat. Kecepatan e1ektron tersebut secara berantai dipacu lintasannya dari satu sel ke sel berikutnya sampai energi elektron tersebut sesuai dengan energi yang dikehendaki. Chiller diletakkan pada ruangan tersendiri diluar bunker Linac. dan dipompa kembali ke pesawat Linac. maka elektron-elektron berenergi tinggi tersebut ditumbukkan ke bidang target penerus (trasmission target). Hal lnl akan mengakibatkan setiap sel berubah-ubah muatannya. kemudian ditembakkan dengan energi awal 15 Ke V secara sinkron dengan perubahan amplitudo gelombang mikro dan secara berkelompok memasuki selsel tabung pemercepat. Ada dua jenis pemandu gelombang yaitu pemandu gelombang berjalan (travelling waveguide) dan pemandu gelombang berdiri (standing waveguide). Semakin besar energi yang diperlukan.Proses terselenggaranya percepatan elektron di dalam tabung dimulai dengan dibangkitkannya gelombang mikro oleh magnetron 5 KV A yang berfrekuensi sesuai dengan frekuensi resonansi tabung (3000 MHz). Gelombang mikro tersebut disalurkan melalui sirkulator dan tabung pemandu gelombang pemercepat elektron. yang selalu harns di cek pada chiller. Air pendingin di suplai oleh vendor. Akibatnya akan terjadi medan elektromagnet di dalam tabung pemercepat dan terjadi kuat medan listrik dinamis pada setiap sel yang berubah-ubah periodenya sesuai perubahan amplitudo gelombang mikro. Berkas elektron yang telah dipercepat didepleksikan menuju isocenter lapangan penyinaran dengan menggunakan me dan magnet sistem pembelok berkas akromatik. akan semakin panjang tabung pemercepat tersebut. Elektron dihasilkan oleh elektron gun yang berupa tabung trioda. Sistem pendingin menggunakan air dengan sirkulasi tertutup ( close circuit water) pada alat yang disebut Chiller. elektronelektron energi tinggi dapat digunakan secara langsung. bila kurang ditambah. Perubahan periode muatan listrik tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat lintasan elektron. Elektron dengan energi sedikit lebih tinggi atau lebih rendah dari yang dikehendaki akan dibelokkan sedemikian rupa sehingga energi dan lintasannya dapat sesuai dengan yang dikehendaki. . Bila yang dikehendaki adalah sinar X. Dengan demikian dapat dicapai pemfokusan berkas elektron yang sangat baik dengan energi yang monokromatis. mengatur sirkulasi air yang panas dari pesawat Linac ke chiller untuk didinginkan. maka akan terselenggara resonansi antara gelombang mikro dengan rongga-rongga tersebut. Setelah men gal ami pembelokkan. Sedangkan elektron dengan penyimpangan energi agak besar akan dieliminir oleh sebuah filter celah mekanis (prinsip spektograph massa). Besar energi yang dihasilkan pesawat akan sesuai dengan banyaknya jumlah rongga resonansi lintasan elektron dan akan sesuai dengan panjang tabung pemercepat yang dipakai.

TUGAS FISIKA RADIASI LANJUT OLEH: REGINA YUNISA (20212005) SEKOLAH PASCASARJANA DEPARTEMEN FISIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012 .

TUGAS FISIKA RADIASI LANJUT OLEH: YOZA FENDRIANI (20212006) SEKOLAH PASCASARJANA DEPARTEMEN FISIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful