Pendekatan pembelajaran kooperatif Oleh : Susento dan M.

Andy Rudhito Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Apa yang dimaksud pendekatan pembelajaran kooperatif? Pendekatan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) adalah konsep pembelajaran yang membantu guru memanfaatkan kelompok-kelompok kecil siswa yang bekerja bersama untuk mencapai sasaran belajar, dan memungkinkan siswa memaksimalkan proses belajar satu sama lain. Mengapa diperlukan pendekatan pembelajaran kooperatif? Perlunya pendekatan pembelajaran kooperatif didasarkan pada kenyataan-kenyataan sebagai berikut: 1. Siswa berbeda satu sama lain. Masing-masing memiliki latar belakang, pengalaman, gaya belajar (learning style), prestasi, dan keinginan/kehendak yang khas. Guru tidak boleh menganggap kelas sebagai kumpulan siswa yang seragam. Namun di lain pihak, guru juga tidak mungkin memperhatikan kekhasan siswa satu demi satu. 2. Belajar membutuhkan bermacam-macam konteks. Dengan bekerja bersama, tiap-tiap anggota kelompok memberi sumbangan sesuai dengan konteks yang dikenalnya masing-masing. 3. Belajar bukan hanya terjadi dalam diri seseorang secara individual tetapi lebih-lebih merupakan proses sosial antara individu dengan orang-orang lain. 4. Hubungan saling-bergantung secara sosial (social interdependence) di antara orang-orang yang berinteraksi mempengaruhi hasil interaksi di antara mereka.. 5. Sebagai bagian dari kecakapan hidup (life skills), kecakapan interpersonal siswa perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran. Kerja bersama dalam kelompok kecil melatih kecakapan interpersonal dan sekaligus menjadi sarana pencapaian hasil belajar. Bagaimana cara melaksanakan pendekatan pembelajaran kooperatif? Pendekatan pembelajaran kooperatif dilaksanakan oleh guru dengan teknik-teknik antara lain sebagai berikut: 1. Teknik sebaran prestasi (student teams-achievement division / stad): siswa berkelompok mengerjakan soal latihan dalam lembar kerja. Tiap kelompok terdiri dari 4 atau 5 orang, yang terdiri dari seorang berkemampuan rendah, seorang berkemampuan tinggi, dan sisanya berkemampuan sedang. Setelah semua kelompok selesai bekerja, guru memberi kunci jawaban soal dan meminta diminta memeriksa hasil kerja. Kemudian guru mengadakan ulangan/kuis. 2. Teknik susun gabung (jigsaw): dalam kelompok, tiap-tiap siswa mempelajari satu bagian materi pelajaran dan kemudian menjelaskan bagian itu kepada semua anggota kelompok. Kemudian guru mengadakan ulangan/kuis. 3. Teknik penyelidikan berkelompok (group investigation): tiap-tiap kelompok mempelajari satu bagian materi pelajaran dan kemudian menjelaskan bagian itu kepada semua siswa di kelas. 4. Teknik cari pasangan: tiap siswa di kelas memperoleh 1 lembar kartu. Tiap kartu berisi 1 bagian materi pelajaran. Kemudian mereka harus mencari siswa-siswa pemegang kartu yang isinya berkaitan dengan isi kartunya. Para siswa yang isi kartunya berkaitan lalu berkelompok dan mendiskusikan keseluruhan materi. 5. Teknik tukar pasangan: siswa berkelompok mengerjakan soal latihan dalam lembar kerja. Kemudian mereka berganti pasangan kelompok, dan mendiskusikan hasil kerja dari kelompok semula.

Mencari Informasi Dari Sumber Lain Dan Belajar Dari Siswa Lain Mendorong Siswa Untuk Mengungkapkan Idenya Secara Verbal Dan Membandingkan Dengan Ide Temannya Dan Membantu Siswa Belajar Menghormati Siswa Yang Pintar Dan Siswa Yang Lemah. kepekaan sosial dan mendidik peserta didik untuk menumbuhkan pengekangan diri dan pengarahan diri demi kepentingan kelompok Keterampilan ini mengajarkan peserta didik untuk belajar memberi dan menerima. yaitu. Keterlibatan fisik dan mental serta emosional siswa diharapkan dapat diperkenalkan pada suatu cara atau kondisi pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan juga perilaku yang inovatif dan kreatif. Pengalaman yang dialami secara langsung dapat tertanam dalam ingatannya.Manfaat Pendekatan Kooperatif : Mengajarkan Siswa Menjadi Percaya Pada Guru. • Ketergantungan yang positif. Keberhasilan kelompok sangat ditentukan oleh peran serta setiap anggota kelompok. Siswa mendapat kesempatan untuk melatih ketrampilan proses agar memperoleh hasil belajar yang maksimal. Jadi peserta didik berkolaborasi bukan berkompetensi. Kemampuan Untuk Berfikir. Dalam metode eksperimen. adalah sifat yang menunjukkan saling ketergantungan satu terhadap yang lain di dalam kelompok secara positif. selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupannya. Dengan demikian. mengambil dan menerima tanggung jawab. Juga Menerima Perbedaan Ini Beberapa karakteristik pendekatan Cooperative Learning. Siswa belajar secara aktif dengan mengikuti tahap-tahap pembelajarannya. antara lain: • Tanggung jawab individu. Metode Eksperimen dalam proses pembelajaran Menurut Schoenherr (1996) yang dikutip oleh Palendeng (2003:81) metode eksperimen adalah metode yang sesuai untuk pembelajaran sains. karena metode eksprimen mampu memberikan kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan kreativitas secara optimal. karena setiap anggota kelompok dianggap memiliki kontribusi.sehingga keberhasilan kelompok sangat ditentukan oleh tanggung jawab setiap anggota. proses perolehan jawaban permasalahan dikerjakan oleh kelompok secara bersama-sama. Pembelajaran dengan metode eksperimen melatih dan mengajar siswa untuk belajar konsep fisika sama halnya dengan seorang ilmuwan fisika. • Keterampilan sosial. siswa akan menemukan sendiri konsep sesuai dengan hasil yang diperoleh selama pembelajaran. Siswa diberi kesempatan untuk menyusun sendiri konsep-konsep dalam struktur kognitifnya. bahwa setiap individu di dalam kelompok mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok. guru dapat mengembangkan keterlibatan fisik dan mental. • Group Processing. serta emosional siswa. menghormati hak orang lain dan membentuk kesadaran sosial. Pembelajaran dengan metode eksperimen menurut Palendeng (2003:82) meliputi tahap-tahap sebagai berikut : . meliputi seluruh kehidupan sosial.

(b) dalam membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. selanjutnya dapat dilaporkan hasilnya. Siswa diharapkan merumuskan hasil percobaan dan membuat kesimpulan. (6) evaluasi. siswa memiliki kemampuan untuk menjelaskan. (3) hipoteis awal. Siswa diharapkan untuk mengamati dan mencatat peristiwa tersebut. Ketentuan Pemakaian metode Eksperimen . merupakan kegiatan akhir setelah selesai satu konsep. (c) Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia. (d) Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada factor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan atau pengendalian. Kegiatan ini merupakan pemantapan konsep yang telah dipelajari. Kekurangan metode eksperimen : (a) Metode ini lebih sesuai untuk bidang-bidang sains dan teknologi. siswa dapat merumuskan hipotesis sementara berdasarkan hasil pengamatannya. Demonstrasi ini menampilkan masalah-masalah yang berkaitan dengan materi fisika yang akan dipelajari. memberikan contoh. kegiatan untuk membuktikan kebenaran dari dugaan awal yang telah dirumuskan dan dilakukan melalui kerja kelompok. pembelajaran diawali dengan melakukan percobaan yang didemonstrasikan guru atau dengan mengamati fenomena alam. Pemahaman konsep dapat diketahui apabila siswa mampu mengutarakan secara lisan. hasilnya diaplikasikan dalam kehidupannya. Dengan kata lain . (2) pengamatan. (5) aplikasi konsep . dan menerapkan konsep terkait dengan pokok bahasan . setelah siswa merumuskan dan menemukan konsep. tulisan. merupakan kegiatan siswa saat guru melakukan percobaan. (4) verifikasi . menyebutkan. keuletan dan ketabahan. maupun aplikasi dalam kehidupannya. (c) Metode ini menuntut ketelitian. Penerapan pembelajaran dengan metode eksperimen akan membantu siswa untuk memahami konsep. (b) metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan kadangkala mahal.(1) percobaan awal. Metode eksperimen mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut : Kelebihan metode eksperimen : (a) Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya. .

mengikutisuatu proses. b) Memberi penjelasan kepada siswa tentang alat-alat serta bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam eksperimen. hal-hal yang harus dikontrol dengan ketat. menganalisis. a) b) c) d) e) f) g) . hal-hal yang perlu dicatat. mengamati suatu objek.mereka harus memahami masalah yang akan dibuktikan melalui eksprimen. membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang suatu objek keadaan atau proses tertentu b) Menumbuhkan dan mengembangkan cara berpikir rasional dan ilmiah siswa dalam proses pembelajaran c) Guru menginginkan agar siswa mencoba mengerjakan sesuatu. urutan eksperimen. Bila perlu memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempurnaan jalannya eksperimen. d) Setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian siswa. c) Selama eksperimen berlangsung guru harus mengawasi pekerjaan siswa. mendiskusikan di kelas. mengamati proses dan hasil percobaan Prosedur eksperimen a) Perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan eksprimen. dan mengevaluasi dengan tes atau tanya jawab. Terdapat beberapa karakteristik mengajar dalam menggunakan metode ekperimen Ada alat bantu yang digunakan Siswa aktif melakukan percobaan Guru membimbing Tempat dikondisikan Ada pedoman untuk siswa Ada topik yang dieksperimenkan Ada temuan-temuan.Menggunakan metode eksperimen dalam proses pembelajaran dikatakaa tepat bila : a) Ingin memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat mengalami sendiri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful