P. 1
PUISI

PUISI

|Views: 5|Likes:
Published by Zuher Andreans

More info:

Published by: Zuher Andreans on Nov 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/21/2014

pdf

text

original

1.

SYAIR-SYAIR KEHIDUPAN Dahulu jiwa tercipta tidak ada yang percaya Bahwa jiwa akan berbuat Aniaya terhadap sesama Atas kasih sayang jiwa menjadi mulia Semesta sujud berikan penghormatan Jiwa turun kedunia karena wanita Karena wanita jiwa mengerti arti bahagia Wanita dicipta untuk jiwa agar memahami arti cinta Dgn cinta jiwa mengerti bahwa jiwa adalah seorang hamba Cinta bukan memiliki akan tetapi hanya ingin dimiliki Biarlah cinta yang membawa jiwa kepada pemiliknya Hanya Tulus dan Ikhlas yang membuat cinta itu bermakna Karena Cinta telah cukup untuk cinta Yang Maha Esa Mencipta alam semesta Yang Maha Esa Mencipta manusia bukan dengan sia-sia Tetapi hanya ingin menunjukkan apa itu bahagia Agar manusia mengerti bahwa ia adalah seorang hamba yang memiliki Raja Manusia turun kebumi untuk diuji Untuk menjadi manusia sejati Muliakan hati untuk mendapatkan derajat tertinggi Menjadi kekasih yang dikasihi dan diberkati Apakah Dunia tak seindah rupanya Menipu dan memperdaya selama hidupnya? Dunia ini telah menenggelamkan manusia, begitu kejamkah dunia ? Sesungguhnya dunia dicipta untuk melayani dan dilayani, akan tetapi manusia sendiri yang tak tau diri,Egois bahwa manusia paling sempurna. Bencana alam terjadi bukan karena usia dunia yang sudah tua Tetapi manusia yang berbuat semena - mena terhadapnya hanya ingin dilayani tetapi tidak ingin melayani bencana tercipta karena manusia lupa hingga Yang Maha Murka Hanya jiwa yang mengerti jiwanya Hanya Jiwa yang sadar dapat mengerti jiwanya Bahwa jiwa tidak selamanya didunia Bahwa usia telah berkurang dalam dunianya Jiwa tercipta untuk menjadi bahagia dan merdeka Jiwa merdeka, hanya ikhlas yang ada Saat Yang Maha berkata Inilah saatnya engkau kembali

Jiwa Pasrah dan rela hanya terucap kata "LAILLAHA ILLAALLAAHU WALAQUWWATA ILLA BILLAH" Amin.........................

Assalamualaikum ucap jiwa dalam hati Jiwa Panjatkan doa sekedar berharap kepada ilahi Mengetuk pintu sebagai tamu Berharap diterima sebagai tamu yang diharapkan. Oh, Pantaskah aku bertamu dengan ini? Tanpa busana kebanggaan yang melekat pada diri Akankah jiwa dihormati dan tidak dipandang setengah hati Kukatakan padamu bahwa tuanku seorang pemurah hati. Kemewahan tidak membuat jiwa mulia Tanpa busana pun manusia bisa menjadi mulia Bukankah jiwa datang tanpa harta? Dan tahukah kamu harta apa yang paling mulia? Sang Maha mewariskan Surga dan neraka Bagi Hamba Yang bertaqwa dan durhaka Puja dan Puji Bagi sang Maha Engkau adalah Keadilan ilahi Engkau cipta sang kaya dan kaum papa Agar mereka bisa memberi dan menerima Perbedaan yang berarti sama Bahwa mereka sebenarnya tiada memiliki apa-apa Benakku bertanya? Kenapa jiwa harus tercipta? Kenapa jiwa tercipta kalau hanya untuk tiada? Yang Maha berkata tidaklah kucipta semua ini dengan sia-sia Apa maksud ini semua? Semua jiwa pasti bertanya, siapakah aku yang sebenarnya? Kenapa aku berada, dan kenapa aku harus tiada? Tidakkah jiwa berpikir kenapa jiwa datang kedunia? Pernahkah jiwa mendengar Yang Maha berkata "KUCIPTAKAN JIN DAN MANUSIA HANYA UNTUK MENYEMBAH KEPADAKU" Ku katakan kebenaran sejati, Ku katakan tujuan hidup sejati Bahwa manusia hanya dicipta untuk menyembah kepada Sang Maha

2. Syair Cinta Rindu ini menusuk kalbu Hati dilanda asmara berderu Bergelora hendak bertemu Hatiku ini hanya untukmu

Cinta ku tidaklah semu Rindu ku juga bukan menipu Sanubariku kini bersatu padu Menusuk dalam relung kalbu Rindu membuatmu jauh dari pilu Ia akan mewarnai hari-harimu Membuatmu terpana penuh syahdu Asal jangan lupakan Tuhanmu Bila hati Rindu bilang Rindu Jangan Sekali-kali tunda waktu Rindu itu akan pergi darimu Katakan segara “Aku Rindu Padamu” Memang lain rasanya bilang mengaku Jika si dia ternyata gak mau tahu Cintailah ia karena Tuhanmu Rindu mu akan terbalas penuh haru. Waktu akan berlalu seiring rindu Ia akan terus menyapamu Jadi ayo semangat jangan ragu Jika rindumu karena Sang Maha Tahu. Karya : Kiran Yatmorejo

3. Syair Melayu Lama Syair Ken Tambuhan Lalulah berjalan Ken Tambuhan diiringkah penglipur dengan tadahan lemah lembut berjalan pelahan-lahan lakunya manis memberi kasihan Tunduk menangis segala puteri Masing-masing berkata sama sendiri Jahatnya perangai permaisuri Lakunya seperti jin dan peri

Syair Abdul Muluk Berhentilah kisah raja Hindustan Tersebutlah pula suatu perkataan Abdul Hamid Syah Paduka Sultan Duduklah Baginda bersuka-sukaan Abdul Muluk putera Baginda Besarlah sudah bangsa muda Cantik menjelis usulnya syahda Tiga belas tahun umurnya ada Parasnya elok amat sempurna Petak majelis bijak laksana Memberi hati bimbang gulana Kasih kepadanya mulia dan hina 4. Syair Agama Untuk para pemuda yang dilanda cinta Mengharapkan kebahagiaan penuh suka Mendamba si dia terus ada didepan mata Tapi jangan lupa hanya Allah yang di puja Cintailah si dia sewajarnya saja Agar hatimu tak lalai dariNya Cukup katakan bahwa kau akan setia Buktikan dirimu dengan bertaqwa Kamu akan bahagia jika ia jujur apa adanya Yakinlah bahwa Allah tahu apa yang ada didada Mulut bisa saja berdusta, berkata penuh ria Tapi cinta sejati, membuat dekat denganNya Jika rindumu kini terus membara Niatkan hatimu untuk meminangnya Itulah jalan mulia memiliki hati dan jiwa Tapi jika dirimu tak kuasa, mari berpuasa Tak perlu pula kau terus menatapnya Cukup sekali agar dirimu tak dosa Jika hatimu bergejora menahan rasa Dekatkan hatimu sujud kepadaNya Boleh saja dirimu terus mencinta Tapi harus baik dan sesuai jalanNya Agar hatimu kelak tak jadi binasa Seperti Adam dan Hawa keluar dari surga Jaga rasa cintamu dengan taqwa Itulah jalan terbaik menuju bahagia Kelak dirimu akan bersyukur karenanya

Ayo mulai saat ini setia, jujur dan taqwa Karya : Kiran Yatmorejo

5. Syair Pershabatan Dwi Putri Saragih menata kalbu Waktu yang berlalu tak membuat ragu Ingin selalu membahagiakan ibu Pandang kedepan penuh rindu Untuk hari esok yang penuh haru Tak kan ada putus asa dibenakmu Raih semua cita lupakan masa lalu Itulah niat dihati terpatri selalu Siap berbagi hati disaat nanti Asalkan cinta telah bersemi di hati Rasa rindu yang jauh dari rasa benci Apapun yang akan terjadi dimasa kini Gak mungkin bisa melunturkan komitmen diri Ingin berbagi, ingin menjadi, untuk kebahagiaan penuh maknawi Harus bisa! Itulah janjimu, hari ini, saat ini dan nanti. Karena DWI PUTRI SARAGIH ingin menjadi kebanggaan Ibu Pertiwi. Karya : Kiran Yatmorejo

6. PERCIKAN IKHLAS ( Adi Nurcahyo, Jember - 2008 )

Saya menuntut ilmu bukan sekedar berbangga Saya menuntut ilmu untuk ke surga Saya bekerja bukan sekedar mencari harta Saya bekerja untuk ke surga Saya berbakti kepada orang tua bukan sekedar berbalas jasa Saya berbakti kepada orang tua untuk ke surga Saya kembali pulang bukan sekedar nostalgia Saya kembali pulang untuk ke surga Kupilih kamu bukan sekedar cinta Kupilih kamu untuk ke surga Kujauhi yang lain bukan karena tak suka Kutinggalkan yang lain karena takut dos

7. KASIH SAYANG ORANG TUA papa mama betapa aku rapuh tanpamu aku goyah tanpa kekuatanmu kasih sayang beribu cinta kau siram dalam hatiku

andai aku sendiri tak kuasa lagi tanpa doamu juga restumu

meski kita jauh namun galau rasa jiwa ingin selalu berjumpa penyangga hati penawar nestapa

kadang bahagia datang kadang duka melanda semua tak berarti dengan hadirku dalam keluarga

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->