AKHLAK SANTRI SEBAGAI MODALDASAR BERWIRAUSAHA

KARYA TULIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Ujian Akhir Madrasah Aliyah Futuhiyyah-1 Tahun Pelajaran 2011/2012

Disusun Oleh: Nama Nomor Induk Program : MUHAMMAD ROHIB : : Bahasa

MADRASAH ALIYAH FUTUHIYYAH-1 MRANGGEN DEMAK

HALAMAN PENGESAHAN

Karya Tulis ini di susun oleh : Nama : Muhammad Rohib

Nomor Induk : Program Judul : Bahasa : Akhlak Santri Sebagai Modaldasar Berwirausaha

Telah diuji dan disyahkan Tanggal Dengan hasil

: : :

Mranggen,……………………. Pembimbing Penguji

Ali Rohman, S.Pd

K. Afiful Haq

Mengetahui Kepala MA Futuhiyyah 1

Ketua Panitia Karya Tulis

KH. Abdullah Adib Masruhan, Ic.M.Pd.I

Ali Nur Taufiq, M.Si

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

Artinya : “Hai kaumku, berbuatlah sekuat kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (diantara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini. Sesungguhnya, orang-orang yang zalim tidak akan mendapat keuntungan.” (Qs. Al-Arian 16:135)

Artinya : “Dan orang-orang yang berjuang (bersungguh-sungguh) dijalan kami, pasti akan kami tunjukan jalan-jalan kami. Sungguh Allah bersama orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabul : 64)

PERSEMBAHAN : Karya Tulis ini penulis persembahkan untuk:       Bapak dan Ibu tercinta Bapak KH. Abdullah Adib Masruhan selaku Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Futuhiyyah-1 Bapak Ir. Bambang Sukmadji selaku wali kelas III Bahasa Para Bapak Guru yang telah mengajar saya Teman-temanku senasip seperjuangan dan adik kelas yang tercinta Para pembaca yang Budiman

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur bgaiAllah SWT yang telah memberikan rahmad dan hidayah-Nya kepad kita semua. Sholawat dan salam senantiasaterlimpahkan bagi junjunganNabi Agung Muhammad SAW, beserta keluarganya, penulis juga bersyukur dalam bermacam-macam cobaa, dan penulis meminta maaf yang sebesarbesarnya kepada bapak guru khususnya yang mengajar di Madrasah Aliyah Futuhiyyah-1 Mranggen Demak. Atas bimbingan bapak guru yang telah membimbing penulis untuk mengerjakankarya tulis ini, atas nama pribadi penulis mengucapkan banyak terima kasih, untuk mengerjakan karya tulis ini penulis berharap agar para santri yang belum mengetahui kewirausahaan, semoga dengan adanya karya tulis ini para santri lebih memahaminya, dan kepada para cendikiawan dan para pembaca, penulis berharap teguh sapa dan kritiknya, mungkin penulis dapat memperbaikinya selanjutnya tiada lain tiada lain penulis hanya dapat mengucapkan terimakasih. Hanya kepada Allah SWT penulis memohonampunan dan rohmadNya, Dan semoga kehadiran karya tulis ini mendapatkan manfaat baik untuk penulis sendiri khususnya dan para pembaca pada umumnya. Amien.

Mranggen, Desember 2011 Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN MALAHAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

BAB I

: PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Rumusan Masalah C. Tujuan dan Manfaat Penulisan D. Penegasan Istilah E. Metode Penulisan F. Sistematika Penulisan

BAB II

: LANGKAH-LANGKAH SUKSES DALAM WIRAUSAHA 1) Pengertian Wirausaha 2) Berusaha dan Berdoa 3) Akhlak dlam Wirausaha 4) Watak dalam Wirausaha

BAB III : PENERAPAN AKHLAK DALAM USAHA A. Relevansi Agama Dengan PendidikanWirausaha B. Belajar dari Kemandirian di Pesantren C. Etos Kerja dan Berdakwah BAB IV : PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran C. Kata Penutup DAFTAR PUSTAKA RIWAYAT HIDUP

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Dalam pembuatan karya tulis ini penulis mempunyai alasan yang dapat menjadikan karya tulis ini diantaranya untuk menambah pengetahuan bagi penulis. Oleh karena itu penulis membuat karya tulis ini berjudul “AKHLAK SANTRI SEBAGAI MODALDASAR BERWIRAUSAHA” dan semoga menjadipedoman atau menjadi bahan pelajaran bagi para pembaca khususnya bagipenulis sendiri. Sering kali kita kmelihat para satri-santri dipondok pesantren di lingkungan kita belum memiliki keterampilanpada hal mereka sudah memiliki akhlak yang bagus khususnya dalam bidang berwirausaha. Dan karya tulis ini berusaha menguak permasalahan yang terjadi pada santri yang kurang berketerampilandi wirausaha. Dan apabila pembaca menemukan kesalahan atau kekurangan dalam penulisan karya tuliss ini, maka penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya karena keterbatasan yang dimiliki penulis.

B. Rumusan Masalah Sesuai dengan judul yang diatas, maka persoalan yang akan menjadi pokok kajian penulis dalam karya tulis ini adalah : 1. Bagaimana cara membina santri agar mempunyai akhlak yang baik? 2. Bagaimana cara mendalami wirausaha dengan akhlak? 3. Bagaimana upaya yang harus dilakukan agar wirausaha itu sukses?

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan Setiap kegiatan harus memiliki tujuan dan manfaat yang jelas, hal ini agar terdapat arah dalam melakuakan kegiatan tersebut sekaligus untuk mengukur tingkat pencapaian dan kegiatan yang diulakukan. Demikian dengan pembuatan karya tulis ini yang akan menerangkan 2 hal yang menjadi tujuan penulis :

1. Untuk menjalani masa depan yang baik dalam hal berwirausaha 2. Untuk mengetahui kemampuan santri dalam hal berwirausaha Adapun manfaat penulisan karya tulis ini adalah : 1. Untuk menambah wawasan pembaca dan penulis dan untuk memperkenalkan wirausaha kepada satri.

D. Penegasan Istilah Judul karya tulis ini tercantum dalam penyusunan karya tulis untuk mempermudah dalam pengertian nanti, penulis perlu memberikan sedikit uraian tentang arti judul :       AKHLAK SATRI SEBAGAI MODAL DASAR : budi pekerti atau perilaku1 : calon rohaniwan Islam-2 : : pokok usaha3 : LANDASAN

BERWIRAUSAHA : BER : tambahan, WIRAUSAHA : usaha yang digerakkan oleh modal semangant keberanian4

E. Metode Penulisan Dalam penyusunan karya tulis ini penulis menggunakan metode sebagai berikut: 1. Metode Studi Pustaka : semua bahan diperoleh dari buku atau jurnal (library research) 2. Metode literature : mengumpulkan sumber dari dari buku atau artikel

F. Sistematika Penulisan BAB I : PENDAHULUAN : Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah,

Tujuan dan, Manfaat Penulisan, Penegasan Istilah, Metode Penulisan, dan Sistematika Penulisan BAB II : LANGKAH-LANGKAH SUKSES DALAM WIRAUSAHA :

Pengertian Wirausaha, Berusaha dan Berdoa, Akhlak dlam Wirausaha, Watak dalam Wirausaha

BAB III : PENERAPAN AKHLAK DALAM USAHA : Relevansi Agama Dengan PendidikanWirausaha, Belajar dari Kemandirian di Pesantren, Etos Kerja dan Berdakwah BAB IV : PENUTUP : Kesimpulan, Saran, Kata Penutup

1 2

Farida Hamid, Kamus Ilmiah Populer Lengkap (Surabaya;APOLLO) hal 17 Ibid hal 566 3 Ibid hal 392
4

Ibid hal 634

BAB II LANGKAH-LANGKAH SUKSES DALAM WIRAUSAHA

A. Pengertian Wirausaha Definisi berwirausaha adalah seseorang yang telah memiliki keberanian untuk berwirausaha guna memenuhi kebutuhannya. Dan secara istilah kewirausahaan dalam bahasa inggris entrepreneur adalah orang yang berani mengambil peluang dan orang-orang yang berbakat dalam menilai jual sebuah produk. Dan wirausaha menciptakan sebuah bisnis baru dalam resiko dan ketidak pastian untuk tujuan mencapai keuntungan dengan pertumbuhan dengan mengidentifikasikan peluang signifikan dan sumberdaya yang diperlukan. Pengertian lain menyebutkan kewirausahaan adalah menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai model dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi. Ada beberapa sifat dasar yang harus dimiliki oleh seorang wira usaha diantaranya: 1. Wirausaha adalah seorang pencipta perubahan (the change creator) 2. Wirausaha selalu melihat perbedaan sebagai peluang 3. Wirausaha selalu bereksperimen dengan pembaharuan 4. Wirausaha adalah seorang pakar tentang dirinya 5. Wirausaha melihat pengetahuan dan pengalaman hanyalah alat untuk memacu kreativitas 6. Wirausaha berani memaksa diri untukmenjadi pelayang bagi orang lain Para pembuat teori dan para penulis masa lalu, telah menyepakati perkataan entrepreneur dalam arti : mereka yang memulai sebuah usaha baru yang berani mengambil segala macam resiko serta mereka yang mendapat keuntungannya . Dan menurut Abdullah Gymnastiar yang terkenal dengan panggilan AaGym seorang mubaligh dan juga pengusaha sukses menjelaskan bahwa

“entrepreneur” adalalah kemampuan kita untuk meng-crete atau menciptakan manfaat dari apapun yang ada dalam diri kita dan lingkungan kita. Dari dbeberapa definisi tersebut, sekurang-kurangnya terdapat kata kunci pengertian wirausaha yaitu orang yang melihat peluang, menetukan langkah kegiatan, dan berani menanggung resiko dalam upaya meraih kemanfaatan. Kapan lagi kita akan maju dan berkembang? Tentu saja kalau kita, masyarakat, pemuda yang berani menjadi wirausahawan yang handal. Oleh karena itu sebaiknya mulai sejak dini, mulai dari pribadi, sekarang kita mulai belajar berusaha, dank ita akan memperoleh penbgalaman untuk mencapai kemajuan. Mulai sekarangpemerintah bersama seluruh elemn masyarakat dan pemuda membangun budaya wirausaha. Dan khususnya parasantri dipondok pesantren pun agar dapat membekali diri dengan kemampuan wirausaha, untuk dapat melaksanakan fungsi sebagai kholifah di muka bumi ini hingga dapat mengangkat para pemuda dan masyarakat dari belenggu kemiskinan. B. Berusaha dan Berdoa Berusaha adalah sebuah keinginan yang ingin dicapai. Dan Dariot menekankan bahwa yang penting adalah segi manusianya, bukan idenya, karena ide itu akan dilaksanakan oleh orang yang bersangkutan, yang akan menentukan keberhasilan dalam berusaha dikelak kemudian hari. Akan lebih baik lagi apabila ide yang baik tadi dilaksanakan oleh orang yang mempunyai kemampuan yang tinggi pula. Sebab ide itu harus berkembang dan diimplementasikan, di operasionalkan dilapangan. Jadi ini adalah hal penting yang akan mengembangkan suatu bisnis. Dalam hal ini bukan hanya mengandalkan pada nasib baik. Nasih baik itu memang juga ada, akan tetapi itu merupakan titik temu yang dikatakan oleh Bygrave (1944:11) “Soin entrepreneurship, just like any other profession, luck is where preparation and opportunity meet”. Dalam hal ini ada titik temu antar persiapan yang baik, dengan peluang yang tersedia. Dan nasib baik itu adalah titik temu antara berusaha dan berdoa. Allah meyatakan bahwa. “ apabila sumber rizki itu dibukakan kepasa seseorang maka tak seorang pun dapat

menutupnya. Begitu pula sebaiknya. Apabila dapat membukanya”. Dan kata kuncinya adalah berusaha dan berdoa. C. Akhlak dlam Wirausaha Akhlak adalah budi pekerti dan perilaku dari rakyat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam, lupa, banyak yang belum mengetahui akan ajaran agama islam tentang pekerjaan dibidang bisnis. Pernah Rasulullah SAW, ditanya oleh para sahabatnya, “Pekerjaan appa yang paling baik yaRasulullah? Rasulullah menjawab, seorang bekerja dengan tangan sendiri damn setiap jual beli yang bersih. (HR. Al-Buzzar). Dan dalam hadis lain Rasulullah bersabda, pedagang yang jujur lagi terpercaya adalah bersama-sama para nabi, orang shadiqin dan para syuhada (HR. Tirmidzi dan Hakim) Memang demikian, berdagang atau berbisnis harus dilandasi oleh kejujuran. Apabila orang berbisnis tidak jujur. Maka tunggulah

kehancurannya. Apabila ia jujur maka akan mendapatkan keuntungan dari segala penjuru yang ia tidak duga dari mana datangnya. Demikian menurut ajaran agama. Dalam melakuakan bisnis atau wirausaha ia sehari-hari tidak lupa zikir, seperti firman Allah dalam surat An-Nur ayat 37 - 38 yang berbunyi :

Yang artinya : Orang yang berbisnis dan ia tidak lupa sholat, zakat selalu ingat pada hari akhir. Allah akan memberi balasan berupa rizki berlipat ganda terus menerus (QS. An-Nur 37 – 38) D. Watak dalam Wirausaha Untuk menjadi seorang wirausaha berarti perlu memadukan perwatakan pribadi, keuangan dan sumber daya alam. Dan ciri-ciri watak dalam wirausaha ialah :

NO 1. 2.

CIRI-CIRI Percaya Diri Berorientasi tugas dan hasil

WATAK Keyakinan, tidak ketergantungan Kebutuhan akan prestasi, berorientasi, laba/ keuntungan

3. 4.

Berani mengambil resiko Kepemimpinan

Suka pada tantangan  Bertingkah laku sebagai pemimpin  Dapat bergaul dengan orang lain  Dapat menganggap saran-saran dan kritik

5. 6.

Keorisinilan Berorientasi kemasa depan

 Inovatif, kreatif, dan fleksibel  Punya banyak sumber  Pandangan kedepan  perseptif

Namun banyak juga ciripribadi yang mungkin ingin anda, kembangkan agar bisnis/ wirausaha anda sukses antara lain : 1. menjadi wirausahawan berarti memiliki kemampuan menemukan dan mengevaluasi peluang-peluang, mengumpulkan sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk memperoleh keuntungan dari peluangpeluang itu. 2. Wirausahawan harus dapat meluangkan sebagaian besar waktunya untuk merencanakan kegiatan bisnis dan waktu harus digunakan dengan bijaksana. 3. Para wirausahawan adalah individu yang berorientasi kepada tindakan, dan bermotivasi tinggi yang berani mengambil resiko dalam mengejar tujuan. Pernyataan diatas harus ditekankan bahwa kebanyakan perwatakan ini saling berhubungan. Misalnya, orang-orang yakin akan dirinya, mungkin menerima tanggung jawab atas perbuatannya, bersedia mengambil resiko dan menjadi pemimpin. Tidak semua wirausahawan sama baik dalam sifat watak ini ataupun satu dengan yang lain. Ada beberapa sifat hangat dan bersahabat dan ada yang menarik diri dan pemalu. Namun jika diukur menurut berbagai sifat

pribadi mereka sebagai suatu kelompok. Sifat wirausaha sangat berbeda dengan yang bukan wirausaha.

BAB III PENERAPAN AKHLAK DALAM USAHA

A. Relevansi Agama Dengan PendidikanWirausaha Kita tidaklah perlu meniru nilai-nilai dan prinsip-prinsip

kewirausahaan bangsa lain, prinsip-prinsip dan nilai-nilai semangat juang bangsa kita lebih unggul. Bangsa kita adalah bangsa yang beragam. Jadi, sebagaimana nilai-nilai dan semangat juang sudah sangat paripurna dalam agama kita. Terserah pada kita apakah nili-nilai yang bersumber dari agama itu mau digali dan diterapkan atau tidak. Semuanya kembali kepada kita semua. Agama kita mewajibkan pemeluknya supaya berjunang mati-matian untuk meraih sukses, namun harus mematuhi ketentuan-ketentuan dan ramburambu harus dengan cara halal dan terpuji. Ajaran agama kita mewajibkan manusia agar bekerja keras dalam mencapai kemenangan, tapi tidak terlepas dari mencapai ridho Allah. Dengan begitu segala hasil yang dicapai memberi manfaat bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain, bangsa dan Negara. Inilah prinsip kewirausahaan yang hakiki, sehingga berkah dan nikmat Ilahi senantiasa tercurah dan turunnya berkah dari langit dan bumi, diperuntukan bagi manusia yang mematuhi rambu-rambu, ketentuan Allah. Berkah itu menjadi kebutuhan hidup dengan secukupnya, baik yang berhubungan dengan kebendaan(lahir) ataupun kerohanian (batin). Tetapi jika rambu-rambu dan undang-undangAllah dilanggar yang turun bukannya berkah melainkan azap dan siksaan yang bakal menimpa. Oleh karena itu iman dan taqwa berkaitan erat dengan pendidikan kemandirian dan kewirausahaan. Iman dan taqwa merupakan akar dan sumber dari pembentukan karakter, yaitu karakter untuk berinisiatif, berbuat, berpraktek, berkerjakeras. Iman dan taqwa merupakan pemicu dan pemacu dalam meraih kemajuan dan sukses. Untuk lebih jelasnya pemahaman iman dan taqwa ini sebaiknya kita mengacu kepada tulisan dan pemikiran AlHadjdj KhawadjanKamaluddin dalam bukunya The Secret of Eistance or The Gospel of action yang diterjemahkan oleh HM Bahrun menjadi rahasia hidup. Pemikiran dan tulisan beliau tidak mungkin di tulis semuanya disini. Tetapi kita ambil inti sarinya saja sebagai ranguman. Intinya adalah sebagai berikut :

Iman yaitu mengakui ,meyakjni,menerima dengan konsekuensinya wajib mempraktekan kebenaran-kebenaran iklahiyah dalam segala bidang kehidupan,demi kebaikan umat manusia.jadi,iman itu wajib di sertai dengan praktek nyata.dan agama kita adalah berorientasi kepada kerja keras agar meraih sukses dalam segala bidang kehidupan, membangaun dunia dengan peradaban yang tinggi dan canggih. Dan iman yang sejati tidaklah dicerminkan melalui ibadah yang bersifat ritual saja, tapi mutlak harus diikuti dengan praktek-prakteknya, kegiatan yang actual, aksi-aksi yang luas cakupanya seperti dalam hal bidang ekonomi, keuangan, sosial, politik, dan lain-lain. Pokoknya manifestasi dari imana paripurna itu sangant luas sekali bidang cakupannya. Iman yang hakiki itu senantiasa berorientasi kepada kemajuan kemenangan dan sukses dalam segala factor kehidupan. Keberhasilan kehidupan yang dimaksud adalah bersifat total yakni sukses didunia dan diakhirat.

B. Belajar dari Kemandirian di Pesantren Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua di indonesiayang telah tumbuh dan berkembang sejak masa penyiaran islam.pada umumnya pondok pesantren di dirikan oleh para ulama secara mandiri sebagai tanggung jawab ketaatan kepada Allah SWT.dan pesantren sebagai pusat pendidikan dan pendalaman ilmu-ilmupengengetahuan

islam(tafaqquh fiddin) dan pusat dakwah islam. Mengingat pendirian dan pengelolaan pendidikan pesantren

dilakukan secara mandiri dan penuh keikhlasan para ulama dan masyarakat dan pendukungnya,maka dikalangan santripun tumbuh pula jiwa

kemandirian,keikhlasan dan kesederhanaan.jiwa dan sikap tersebut memang selalu di tumbuhkan melalui bimbingan dalam mengurus sendiri

kebutuhannyasehari-hari,semakin dewasa santri diserahi tanggung jawab mengurus satu bagian dari pesantren,ketika sudah menjadi santri senior di beri tanggung jawab memimpin adik-adiknya.atau diserahi tugas

mengembankanprogam-progam pesantren,seperti mengurus majelis taklim, koperasi pesantren, program agro bissnis dan lain sebagainya. Pada umumnya alumni pesantren juga memiliki majlis tak’lim untuk melayani masyarakat sekitarnya. Dan sera perlahan alumni akan

berproses menjadi mubaligh, tokoh agama serta panutan dan penuntun umat I di lingkungannya. Diakui bahwa pendidikan pesantren telah banyak berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pondok pesantren telah banyak melahirkan tokoh ulama, tokoh pejuang bangsa, dan tokoh masyarakat. Hingga kini

pondok pesantren tetap eksis dan semakin berkembang dan konsisten melaksanakan fungsinya, mendidik serta membimbing santrinya. Seiring dengan perkembangan zaman serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pondok pesantren juga berbenah diri dan meningkatkan kualitas pendidikannya, guna membekali paras antri untuk kehidupan masa depan. Dan untuk melatih santri dlaam kewirausahaan. Pada umumnya pondok pesantren memiliki koperasi pesantren (kopontren) yang dikelola oleh para satri senior, beberapa pesantren mampu memiliki koperasi yang cukup maju bahkan mampu mengembanagkan ekonomi masyarakat sekitar. Pada umumnya, kemandirian dan kegiatan kewirausahaan pesantren dapat berjalan dengan lancar dan maju, karena adanya beberapa factor: 1. Pada umumnya lokasi pesantren berada didaerah pedesaan hingga banyak memiliki lahan 2. Tersedianya waktu yang cukup banyaj karena santri tinggal diasrama 3. Adanya tokoh pesatren yang memiliki karisma dan menjadi panutan masyarakat 4. Tumbuh jiwa kemandirian, keikhlasan, dan kesederhanaan Beberapa factor diatas merupakan potendi yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong serta memajukan kegiatan usaha pesantren, ekalugus sebagai media berlatih keterampilan bagi santri.

C. Etos Kerja Dan Berdakwah a. Etos Kerja Seseorang wirausahawan harus mempunyai etos kerja yang baik, karena etos kerja menyangkut semangat hidup, semangat kerja, semangat menuntut ilmu pengetahuan dan meningkatkan keterampilan agar dapat membangun kehidupan yang lebih baik dimasa depan. Seseorang tidak akan mampu meningkatkan taraf hidupnya tanpa semangat kerja, tanpa

suatu bidang pekerjaan. Demikian pula apabila pekerjaan tidak memiliki etos kerja dan keterampilan yang baik. Besar kecilnya hasil yang diperoleh seorang pekerja atau pegawai sangat erat kaitannya dengan etos kerja serta keterampilan yang dimiliki dalam pelaksanaan kerja. Apa yang dimaksud pekerjaa? Status seseorang juga sering dikaitkan dengan jenis pekerjaan sehari-hari dan hasil yang diperoleh dari pekerjaan sehari-hari dan hasil yang diperoleh daripekerjaannya. Banyak orang salah presepsi bahwa seseorang berstatus bekerja itu bila ia bekerja disuatu instansi pemerintah, kantor atau perusahaan dengan memperoleh upah atau gaji secara rutin mingguan atau bulanan. Seseorang yang tidak memperoleh gaji atau upah secara rutin sering disebut sebagai orang yang tidak memiliki pekerjaan atau pengangguran. Jadi, apakah yang dimaksud dengan pekerjaan itu?? George A Steiner dan Jhon F Steiner mendefinisikan pekerjaan sebagai usaha yang berkelanjutan yang direncanakan untuk

menghasilkan sesuatu yang bernilai atau bermanfaat bagi orang lain. b. Hal-hal yang mempengaruhi etos kerja Teori Weber memberi indikasi, bahwa salah satu factor yang mempengaruhi ajaran agama bisa berbentuk positif, bisa pula dalam bentuk negative, tergantung bagaimana mengolah agama tersebut. Jika suatu agama mengandung nilai-nilai yang memberikan penghargaan yang tinggi bagi pekerja keras atau dasar panggilan agama. Tetapi jika ajaran agama itu justru tidak menghargai pekerjaan keras, sabar menerimaapa adanya, cenderung hidup sederhana dengan mengatasnamakan agama. c. Berdakwah Dibuku sejarah disebutkan bahwa agama islam dibawa kenusantara dibawa dan didakwahkan oleh para pedagang/ saudagar dari Gujarat. Dan dari masa kemasa dakwah islam banyak dilakukan oleh para wirausahawan/ pedagang. Hingga kini pun banyak terdapat mubaligh yang memiliki kegiatan usaha sebagai penopang hidup keluarga dan penompang kegiatan dakwah. Para praktisi wiraausahawan banyak juga yang menjadi da’i/ mubaligh/ ustadz mengemukakan berbagai segi positif dan

keuntungannya, antara lain: 1. Bisa mengatur jadwal waktu secara bebas dalam melakukan dua kegiatan

2. Tidak terikat pada aturan-aturan yang ketat sebagaimana pegawai negeri ataupunkaryawan swasta 3. Bebas menjalin hubungan kemitraan dengan berbagai pihak dalam mengembangkan kewirausahaannya. 4. Dapat menyampaikan ajaran-ajaran islam secara bebas 5. Dapat memanfaatkan relasi, jamaah dan santri sebagai pendukung pemasaran produk.

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan Dari uraian-uraian didalam bab yang telah disusun sebelumnya, penulis dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain : 1. Agar dapat membentuk santri yang baik harus diajarkan tentang kejujuran dapat membentuk santri yang berakhlak mulia 2. Dalam mendalami kewirausahaan harus jujur, dapat dipercaya dan harus mempunyai iman yang kuat dan bertaqwa kepada Allaha YME agar dapat membentuk karakter untuk berinisiatif, berbuat, praktik dan berkerja keras. 3. Seorang wirausahawan agar usahanya sukses itu harus dapat : Bekerja dengan benar Bekerja dengan keras Bekerja dengan tulus, kreatif, serius, dan sempurna. Karena kerja itu p

B. Saran-saran 1. Bagi para pembaca yang budiman kembangkan berusaha, bekerja, dan berdoa, karena 3 hal tersebut dapat mengubah hidup seseorang 2. Bagi kawan banyaklah belajar dan berusaha agar mempunyai pekerjaan dan kehidupan lebih baik 3. Hadapilah tantangan, karena tidak ada kehidupan yang tanpa tantangan, karena setiap orang mempunyai tantangan sendiri dalam kehidupannya. C. Kata Penutup Alhamdulillah, penyusun ucapkan untuk mengakhiri karya tulis ini, penyusun bersyukur kepada Allah SWT karena telah menyelesaikan karya tulis ini dengan baik, tanpa ada kesulitan dan halangan apapun. Semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya. Penyusun meminta maaf yang sebesar-besarnya, apabila dalam karya tulis ini terdapat kesalahan ataupun kekeliruan.

DAFTAR PUSTAKA

Rasyid. Sudrajad Dkk, 2005. Kewirausahaan Santri Bimbingan Santri Mandiri. Jakarta: PT. Citra Yudha Sumahamijaya. Suparman, 2003. Pendidikan Karakter Mandiri dan Kewira usahaan. Bandung: ANGKASA Sugiharta. Rindang, 2005. Akhlak Manusia Sebagai Modal Dasar Berwirausaha. Jakarta: NUASA

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful