P. 1
Buat Arib

Buat Arib

|Views: 2|Likes:
Published by Dina Febriarista

More info:

Published by: Dina Febriarista on Nov 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2013

pdf

text

original

Hari ini 3 sahabat yang tinggal dalam satu perkampungan yaitu Nanda, Dani, dan Dimas bersepeda santai

menuju Tugu Pahlawan. Monumen bersejarah ini sungguh berarti bagi masyarakat Surabaya. Pertempuran arek-arek Surabaya ini terjadi tanggal 10 November. “Nan, bagaimana kalau kita masuk ke dalam museumnya?” ucap Dani “Baiklah tapi apa kalian membawa uang?” “aku bawa kok teman” kata Dimas Mereka pun memakirkan sepeda mereka di tempat parkir. Ketiga sahabat ini pun segera menuju loket, dan memasuki Museum Tugu Pahlawan. Mereka pun melihat-lihat museum Tugu Pahlawan. Nanda yang melihat tulisan-tulisan tentang kejadian pada pertempuran 10 Novembe itu sangat menyadari akan menghormati perjuangan para pahlawan pada masa itu. Para pejuang itu tak kenal lelah dan tak kenal waktu, mereka terus mempertahankan Surabaya dari Tentara Inggris....batin Nanda. “hei nan, coba lihat lukisan ini” “bukankah ini lukisan pada saat kejadian di Hotel Majapahit?” “iya pada saat itu terjadi perobekan bendera yang bagian warna biru kan?” kata Dani penasaran “betul sekali” jawab Dimas dengan mengacungkan jempolnya. “Dim, bukankah kita disuruh berpakaian pahlawan pada hari jumat besok?” “oh iya aku hampir lupa, kalau begitu kita lihat-lihat dulu museumnya setelah puas kita baru mencari baju yang bertema pahlawan?” “setuju!!” jawab Nanda dan Dani bersamaan 1 jam kemudian ketiga sahabat ini keluar dari Museum Tugu Pahlawan dan menuju ke salah satu pasar yang berada di sekitar wilayah Tugu Pahlawan. Mereka pun memilih-milihpakaian yang akan mereka pakai pada saat Memperingati hari Pahlawanjumat besok. Nanda dan Dimas pakaiannya bertema tentara, sedangkan Dani bertema rakyat kecil. Setelah mendapatkan pakaian yang akan dipakai untuk meperingati hari pahlawan mereka pun kembali kerumah masing-masing.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh ketiga sahabat ini pun tiba. Tanggal 10 November merupakan hari yang paling bersejarah bgi arek-arek Surabaya. Mereka pun berangkat ke sekolah dengan semangat 45. Pukul 07.00 pun upacara dimulai. Pembina upacara kali ini adalah Kepala Sekolah mereka. Saat yang paling ditunggu adalah amanat dari bapak Kepala Sekolah. “Assalamualaikum wr.wb.” sapa Bapak Kepala Sekolah “Waalaikumsalam” jawab seluruh murid secara serentak “Yang terhormat bapak ibu dewan guru yang saya hormati serta anak-anak yang saya cintai. Pertama- tama marilah kita panjatkan puji syukur kita kepadaAllah SWT. Yang memberikan ridho-Nya sehingga kita dapat berkumpul disini untuk memperingati Hari Pahlawan. Hari ini kita memperingati Hari Pahlawan untuk memperingati jasa para Pahlawan. Walaupun sejarah menyebutkan hari Pahlawan merupakan peringatan Pertempuran di Surabaya, namun hari ini dinyatakan sebagai hari Nasional di Indonesia karena menginspirasi perjuangan rakyat dalam mendapatkan kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan yang diwariskan oleh para pejuang kita ini sebaiknya sebagai generasi muda kita harus meneruskan perjuangan para Pahlawan, mengerti anak-anak?” “iya pak” “baikalah itu yang dapat saya sampaikan kurang dan lebihnya saya mohon maaf, Wasalamualaikum wr wb” “waalaikumsalam wr wb” Setelah upacara selesai dilanjutkan dengan acara lomba-lomba seperti parade busana dan masih banyak lagi. Pukul 11.00 pun acara sudah selesai mereka pun bersepeda santai menuju kerumah masing-masing sambil memikirkan apa yang dibicarakan oleh Bapak Kepala Sekolah. “aku jadi terharu mendengar pidato pak kepala sekolah”kata Nanda. “iya aku juga, jadi kita menghargai jasa para pahlawan ya” “hhmm” jawab Dani singkat.

Mereka pun akhirnya sampai di rumah Nanda untuk mengerjakan tugas Sejarah dengan tema Pahlawan. Dimas yang ahli dalam bidang sejarah pun menjelaskan panjang lebar soal pertempuran 10 November. Nanda dan Dani hanya duduk terdiam mendengarkan dengan seksama. “baiklah mari kita kerjakan” kata Dimas dengan penuh semangat “ayo!!!” 2 jam kemudian pekerjaan mereka sudah selesai. Pekerjaan yang harus dikumpulkan hari senin ini pun akhirnya selesai juga batin Nanda.Hari ini tibalah juga hri senin. Upacara hari ini nertema untuk mengumumkan siapa yang menang lomba. Kelas Nanda, Dimas dan Dani pun menjadi juara 1 dalam lomba parade kostum. Anak-anak kelas ini pun sangat bahagia karena usaha mereka dalam mencari kostum bertema pahlawan tidaklah sia-sia. Setelah pengumuman pemenang lomba sekarang saatlah amanat dari pembina upacara. “selamat pagi anak-anak. Untuk kelas VIIselamat atas kemenangan kalian. Kemenangan kalian marilah kita persembahkah untuk para pahlawan yang gugur dalam pertempuran 10 November. Sebagai generasi muda sebaiknya kita meneruskan perjuangan para pahlawan dengan belajar dengan tekun agar kita tidak dibodohi oleh bangsa lain. Raihlah cita-cita kalian setinggi mungkin. Itulah yang dapat saya sampaikan. Wasalamualaikum wr wb” “waalaikumsalam wr wb” Setelah upacara para siswa diharap berkumpul di aula sekolah. “kira-kira ada apa ya?”tanya Nanda kepada Dimas “aku juga tidak tahu” “Selamat pagi anak-anak” sapa Bu Rita “selamat pagi bu” “dalam rangka memperingati hari pahlawan, bu rita akan memutarkan video tentang pertempuran 10 November, harap diam semuanya karena filmnya akan dimulai”

Setelah 1 jam lebih film itu diputar, Bu Rita menuruh para murid untuk membuat rangkuman dari film yang diputar tersebut. “Ternyata para pejuang jaman dahulu pantang menyerah , tak kenal lelah ya. Merekarela mati untuk membela surabaya walaupun tentara inggris jumlahnya lebih banyak dan senjata mereka pun lebih canggih dari para pejuangSurabaya.Padahal arek-arek surabaya hanya memakai bambu runcing. Salut saya sama mereka” kata Dimas panjang lebar “itu semua karena Allah SWT dan semangat mereka dalam mempertahankan Surabaya supaya tidak direbut oleh tentera Inggris” Bu Rit pun memasuki kelas dan meminta Nanda untuk mengumpulkan tugas rangkuman tentang film perjuangan yang diputar oleh Bu Rita tersebut. “terima kasih ya nanda” “sama-sama bu” Bel pulang pun berbunyi, ketiga sahabat ini pun menuju tempat parkir sepeda untuk pulang kerumah masing-masing. Di depan \rumah mereka sudah terpasang bendera merah putih untuk memperingati Hari Pahlawan. Ternyata masyarakat kampung mereka sadar akan pentingyamenghormati jasa para pahlawan yang berjuang pada pertemburan 10 November. “Nanda... ..... ... ... .. main yuk” terial dimas dari luar rumah Nanda “Nanda dipanggil Dimas tuh” jawab Tatik kakak Nanda “iya kak” “ayo main, kerumaah Dani dulu yuk terus ke lapangan sepak bola” “ayo” Stelah mereka pergi kerumah Dani mereka pun segera menuju ke lapangan sepak bola sekitar kampung mereka. Di sekeliling lapangan ini telah dipasang bendera mereh putih dan bedera warna-warni untuk memperingati Hari Pahlawan. “Kira-kira siapa ya yang memasang semua bendera ini?’ “nggak tau mungkin RT sini”

“ayo kita bergabung dengan anak-anak itu” tunjuk dimas pada sekumpulan anak yang sedang asyik bermain sepak bola di tengah lapangan. Mereka pun menghampiri sekumpulan anak yang bermain sepak bola tersebut. “boleh kami bergabung?” tanya nanda sanagat berharap “boleh dong” jawab salah satu anak yang bertubuh paling vesar diantara anak yang lainnya Nanda pun merenung sejenak untuk mengenang jasa para pahlawan. Nanda berjanji akan meneruska jasa para pahlaawan dengan belajar yang rajin. Nanda pun melanjutkan permainan sepak bolanya dengan Dani, Dimas dan sekumpulan anak tadi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->