Fenomena Alam Akhir Zaman: Hujan Darah, Hujan Ikan dan Hujan Ular

Menurut ilmuwan setempat unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi Misteri Hujan Berwarna Merah di India (Hujan Darah) Misteri memang tidak pernah punah dari dunia ini. Kini, mari kita ungkap misteri hujan darah di India ini dengan sains. Anda semua juga bisa melihat video hujan darah India ini di bagian paling bawah! Inilah penjelasan hujan darah atau hujan merah ini Lebih dari 500.000 meter kubik air hujan berwarna merah tercurah ke bumi. Pada mulanya ilmuwan mengira air hujan yang berwarna merah itu disebabkan oleh pasir gurun, namun para Ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan, unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi ! Menurut ilmuwan setempat unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi Hujan yang pertama jatuh di distrik Kottayam dan Idukki di wilayah selatan India. Bukan hanya hujan berwarna merah, 10 hari pertama dilaporkan turunnya hujan berwarna kuning, hijau dan bahkan hitam. Setelah 10 hari, intensitas curah hujan mereda hingga September. Hujan tersebut turun hanya pada wilayah yang terbatas dan biasanya hanya berlangsung sekitar 20 menit per hujan. Para penduduk lokal menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Penduduk lokal juga melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor. Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh pemerintah India dan ilmuwan. Salah satu ilmuwan independen yang menelitinya adalah Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi. Mereka mengumpulkan lebih dari 120 laporan dari penduduk setempat dan mengumpulkan sampel air hujan merah dari wilayah sepanjang 100 km. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab. Hal ini pernah terjadi pada Juli 1968 dimana pasir dari Gurun Sahara terbawa angin hingga menyebabkan hujan merah di Inggris. Namun mereka menemukan bahwa unsur merah di dalam air tersebut bukanlah butiran pasir, melainkan sel-sel yang hidup. Komposisi sel tersebut terdiri dari 50% Karbon, 45% Oksigen dan 5% unsur lain seperti besi dan sodium, konsisten dengan komponen sel biologi lainnya, dan sel itu juga membelah diri. Sel itu memiliki diameter antara 3-10 mikrometer dengan dinding sel yang tebal dan memiliki variasi nanostruktur didalam membrannya. Namun tidak ada nukleus yang dapat diidentifikasi. Setiap meter kubik sampel yang diambil, terdapat 100 gram unsur merah. Jadi apabila dijumlah, maka dari Juli hingga September terdapat 50 ton partikel merah yang tercurah ke Bumi.

1

Di Universitas Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright mengkonfirmasi bahwa unsur merah tersebut adalah sel hidup. Hal ini dinyatakan karena Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya. Karena partikel merah tersebut adalah sel hidup, maka para ilmuwan mengajukan teori bahwa partikel merah itu adalah darah. Menurut mereka, kemungkinan batu meteor yang meledak di udara telah membantai sekelompok kelelawar di udara. Namun teori ini ditolak karena tidak adanya bukti-bukti yang mendukung seperti sayap kelelawar yang jatuh ke bumi. Dengan menghubungkan antara suara ledakan dan cahaya yang mendahului hujan tersebut, Louis mengemukakan teori bahwa sel-sel merah tersebut adalah makhluk ekstra terestrial. Louis menyimpulkan bahwa materi merah tersebut datang dari sebuah komet yang memasuki atmosfer bumi dan meledak di atas langit India. Sebuah studi yang dilakukan oleh mahasiswa doktoral dari Universitas Queen, Irlandia yang bernama Patrick McCafferty menemukan catatan sejarah yang menghubungkan hujan berwarna dengan ledakan meteor. McCafferty menganalisa 80 laporan mengenai hujan berwarna, 20 laporan air berubah menjadi darah dan 68 contoh fenomena mirip seperti hujan hitam, hujan susu atau madu yang turun dari langit. 36 persen dari contoh tersebut ternyata terhubung dengan aktivitas meteor atau komet. Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi mulai dari Romawi kuno, Irlandia dan Inggris abad pertengahan dan bahkan Kalifornia abad ke-19. McCafferty mengatakan, "Kelihatannya ada hubungan yang kuat antara laporan hujan berwarna dengan aktivitas meteor, Hujan merah Kerala cocok dengan pola-pola tersebut dan tidak dapat diabaikan begitu saja." Jadi, apakah hujan merah di Kerala berasal dari luar bumi ? Sebagian ilmuwan yang skeptis serta merta menolak teori ini. Namun sebagian ilmuwan lain yang belum menemukan jawabannya segera melirik kembali ke sebuah teori usang yang diajukan oleh ahli fisika Sir Fred Hoyle dan Dr Chandra Wickramasinghe, teori yang disebut Panspermia, yaitu sebuah teori yang menyatakan bahwa kehidupan di bumi ini berasal dari luar angkasa. Menurut kedua ilmuwan tersebut pada mulanya di luar angkasa terdapat awan gas antar bintang yang mengandung bakteri. Ketika awan itu mengerut karena gravitasi untuk membentuk sistem bintang, bakteri yang ada di dalamnya tetap bertahan hidup di dalam komet. Ketika komet itu terkena sinar matahari, panas matahari mencairkan permukaan es pada komet, bakteri-bakteri tersebut lolos dan tersapu ke planet-planet terdekat. Teori ini juga didasarkan pada argumen Charles Darwin bahwa sesungguhnya bakteri memiliki karakteristis 'luar bumi'. Hujan Darah Juga Pernah Terjadi di Pangalengan "Ketika itu, kejadiannya sekitar juli 2009. awan mendung menghiasi langit pangalengan, tiba2 hujan pun terjadi. dalam 5 menit hujan itu berlangsung normal dan tidak terlalu deras, namun setelah itu tiba-tiba airnya berubah menjadi merah. saya kira itu hal biasa tetapi kok lama-kelamaan jadi seperti darah? Hujan darah itu berlangsung selama kurang lebih 1 menit dan setelah itu hujanpun mereda. Serentak warga pun keluar rumah dan heran dengan apa yang terjadi. Mereka menyimpulkan bahwa hal itu adalah hal gaib. Sayapun sama. Warga sempat ketakutan dan keesokan harinya warga langsung mengadakan 'hajat buruan'. Selengkapnya lihat di sini (http://rajaforum.com/thread-58.html) Fenomena Alam: Hujan Ikan, Hujan Katak, Hujan Ular Kalau ada yang mengatakan hujan, yang terpikir dan terbayang oleh banyak orang adalah hujan air, hujan es atau yang paling ekstrim hujan batu yang mungkin terjadi karena ada gunung meletus dan lain sebagainya. Namun pernahkah anda tahu, kalau di beberapa negara ada hujan katak, hujan ikan, hujan ular? Seperti diberitakan di erabaru, pada 1578, tikus kuning besar berjatuhan dari langit di atas Bergen, Norwegia. Pada Januari 1877, prestisius ilmuwan Amerika mencatat adanya hujan ular yang ukurannya mencapai 20 inci di Memphis, Tennessee. 2

Pada Februari 1877, serpihan benda berwarna kuning berjatuhan di Penchloch, Jerman. Benda tersebut dilaporkan memiliki ukuran tebal, beraroma dan melesat seperti anak panah, bijih kopi serta bulatan cakram. Pada Desember 1974, hujan telur rebus terjadi selama beberapa hari pada sebuah sekolah dasar di Berkshire, Inggris. Pada 1969, hujan darah dan daging terjadi di sebagian besar wilayah Brasil. Pada 1989, boneka kayu dengan kepala terbakar atau terpotong jatuh dari langit di atas kota Las Pilas, Cantabria. Pada 2007, hujan anak katak terjadi di Alicante, Spanyol dan hujan laba-laba turun di Cerro San Bernardo, Salta, Argentina. Seorang pembaca Epoch Times telah mengambil foto dari peristiwa tersebut. Pada 31 Juli 2008, hujan darah (laporan yang telah ditetapkan berdasarkan analisa laboratorium) di kota Choco, Kolumbia. Hujan Ikan di Australia Sebuah laporan Northern Territory News telah memberikan bukti bahwa makanan yang jatuh dari langit lebih dari sekedar legenda. Dilaporkan bahwa pada 25 dan 26 Februari, hujan ikan terjadi di Lajamanu, Australia, 200 mil dari pantai. Ikan tersebut yang diyakini sebagai jenis ikan kecil putih bernama Spangled Perch, yang umumnya terdapat di Australia bagian utara. Menurut Balmer, ikan itu masih hidup ketika berjatuhan. Beberapa penduduk dari Lajamanu, Maningrida dan Hermannsburg telah mengungkapkan pengalaman mereka tentang hujan ikan tersebut kepada Northern Trreitory News. Salah satu dari mereka mengatakan, ketika ia masih kanakkanak, sejumlah temannya pergi memancing di sebuah oval (lapangan sepak bola Australia) saat terjadi hujan ikan. Penduduk desa Yoro, Honduras, telah terbiasa mempersiapkan wadah seperti ember dan baskom untuk menadah hujan ikan yang turun dari langit setiap tahun antara bulan Mei dan Juli.Meskipun tidak ada kasus lain sebagai siklus dan terjadi berulang-ulang seperti di Yoro, hujan hewan air, amfibi dan lainnya yang lebih aneh telah terjadi di wilayah lain. Ilmuwan AS, Charles Fort (1874-1932) selama bertahun-tahun mempelajari terjadinya hujan aneh. Ia mengumpulkan sekitar 60.000 kliping dari surat kabar, majalah serta sumber lain tentang sejumlah kejadian luar biasa. Sepanjang karirnya, Fort berhasil mencatat berbagai fenomena hujan seperti hujan koin, ular, perangko China kuno, darah, katak, serangga, kapas, minyak dan zat cair. Staf senior Biro Meteorologi Australia, Ashley Patterson seperti dikutip Northern Territory News, mencoba menjelaskan terjadinya hujan ikan di Australia. Teorinya tidak jauh berbeda dari sejumlah ilmuwan yang meyakini bahwa ikan kemungkinan disedot ke awan oleh twister, waterspout atau tornado, yang dibawa oleh awan, kemudian jatuh seperti hujan. "Kencangnya gulungan angin ke udara, [ikan dan air dapat ditarik] hingga 60.000 atau 70.000 kaki," ujar Petterson. "Atau [hal itu] kemungkinan terjadi akibat tornado pada perairan---namun kami belum memiliki laporan," Akan tetapi, sebagian besar kasus, teori ini nampaknya tidak menjelaskan mengapa hanya hewan atau benda tertentu yang jatuh dari langit. Mengapa arus angin mampu mengangkat benda seperti katak dari sebuah danau tanpa menyertakan air, lumpur, ganggang maupun spesies lain dari ekosistem yang sama? Penjelasan tersebut menjadi kurang masuk akal ketika seperti dalam kasus hujan ikan di Australia, di dekat area itu tidak ditemukan danau, laut maupun sungai dan tidak pula terjadi badai maupun tornado yang tercatat pada saat atau selama beberapa hari sebelumnya. Sebagian juga mencoba menjelaskan sebagai hujan buatan manusia dari sebuah pesawat tanpa sepengetahuan siapapun.

3

Dalam banyak kasus, orang-orang cenderung menghubungkan fenomena tersebut akibat eksperimen makhluk asing atau dimensi persimpangan, di mana kejadian itu tiba-tiba muncul maupun lenyap dari langit. Dalam beberapa kasus, fenomena ini telah di sangakal. Hingga kini, hujan material itu sudah tidak diragukan lagi, karena peristiwa ini telah tercatat dalam sejumlah dokumen seperti Alkitab serta dalam tulisan-tulisan Mesir kuno. Apakah ini penyedot air yang selektif? Apakah merupakan fenomena cuaca yang dapat dijelaskan secara sempurna? Apakah ini merupakan isyarat para Dewa? Apapun masalahnya, pada masa mendatang bila langit nampak gelap sebaiknya anda berhati-hati; mungkin saja hal tersebut bukan hujan air. Fenomena Alam Akhir Zaman: 4 Matahari Muncul di China, Hujan Kodok di Jepang, Tornado api di Brazil dan Langit Terbelah di Yogyakarta 4 Matahari Muncul di China Fenomena Alam munculnya 4 matahari di cina menghobokan masyarakat negri tirai bambu, hla ini terlihat dalam video munculnya 4 matahari di bawah, tidak masuk akal matahari bisa muncul 4 apakah benar pemberitaan tentang kemunculan empat buah matahari di langit china? jawabannya kita telisik bersama.

Dalam sebuah portal berita di terangkan bahwa terlihatnya empat matahari di china secara bersamaan adalah fenomena atmosferik yang telah dikenal dengan baik di dunia sains. Nama fenomena itu adalah Sun Dog yang terlihat bersamaan dengan Parhelic Circle. dikatakan kemunculan matahari 4 buah di china tersebut merupalan fenomena alam yang jarang terjadi di alam ini. Hal itu ditegaskan oleh Thomas Djamaludin, peneliti senior astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), saat dihubungi pada Rabu (25/8) ini. Kejadian ini, ujar Thomas, disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh kristal es. Biasanya muncul di arah ufuk di mana matahari terbit belum terlalu jauh dari horizon atau kaki langit. Ketentuannya, di sekitar arah matahari muncul kristal-kristal es yang membiaskan cahaya. Biasanya, terjadi dua fenomena yaitu halo dan sun dog." Tanda apakah ini setelah beberapa hari terjadi penomena alam kutub utara mencair kemudian jatuhnya meteor di cirebon dan tsunami matahari, bagi anda umat muslim hal ini patut di pikirkan dan di tafakuran bahwa alloh Subhanahu wa Ta'ala Maha Besar dan kita harus selalu berlindung kepadanya. 4 matahari di china secara bersamaan bisa dilihat di bawah ini: Nah itulah video matahari muncul 4 buah secara bersamaan mudah"an kita bisa mengambil pelajaran dari alam ini, dan menjadikan kita lebih bisa menjaga dan memelihara alam kita ini untuk generasi cucu-cucu kita. Aneh Tapi Nyata! Hujan Kodok Terjadi Di Jepang Beberapa bulan yang lalu Juni 2009, jepang dikejutkan dengan adanya fenomena aneh yang terjadi saat turun hujan. Bukannya air yang turun melainkan hewan aneh yang berbentuk ikan seperti kodok. Hal ini terjadi dibeberapa kota dijepang diantaranya kota Taiwa, Nakanoto, Asahi dan Kuki. 4

Hewan ini memiliki panjang dengan diameter 5 cm berbentuk seperti ikan dan kodok, sejauh ini tidak ada yang dapat menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi. Beberapa orang menyebutkan ini merupakan fenomena langka yang pernah terjadi di Jepang dan mereka menyebutnya "binatang hujan" yang diakibatkan perubahan cuaca yang tidak menentu dinegara Sakura ini, badan metereologi jepang juga tidak dapat menjelaskan apa penyebab terjadinya hal tersebut.

16 juni, tn.aichi 45 thn sekitar jam 08.00 pagi waktu jepang, terkejut dan merasa aneh mendengar sesuatu yang jatuh dari atas mobilnya.. katika dilihat beberapa hewan tersebut menempel dibagian atap mobilnya.

15 juni, ny.miyagi 74 thn, dikota taiwa, juga melihat phenomena ini, dan mendengarkan sesuatu yang jatuh diatas atap rumahnya, padahal saat itu cuaca terang dan tidak hujan.

16 juni, tn.saitama, jam 1:00 PM dikota

17 juni, tn.toyama, jam 8:40 AM dikota Asahi

5

9 juni,tn.ishikawa, dikota Nakanoto.

Hujan Katak – kecebong di Jepang Selain hujan darah yang terjadi di India, ada hujan aneh lainnya yang terjadi di belahan dunia lainnya yakni hujan katak – kecebong yang terjadi di jepang. Kali ini hujannya berbeda dengan hujan darah yang terjadi di India. Hujan katak yang terjadi di jepang bukan berupa air, tapi berupa kecebong yang turun dari atas langit. Selain kecebong, hujan juga berisi ikan-ikan kecil. Beradasarkan laporan telegraph.co.uk, salah satu kejadian yang dialami seorang pria berumur 55 tahun menyebutkan jika ia menemukan lebih dari 100 kecebong mati diatas kaca mobil setelah beberapa saat mendengar suara aneh di tempat parkir sebuah pusat sipil di kota Nanao. Selain itu, hujan kecebong juga dilaporkan oleh pejabat lokal 48 jam setelah kejadian sebelumnya di tempat yang sama, kota Hakusan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, para peniliti menyebutkan jika kecebong tersebut berasal dari angin yang membawa air naik keatas dimana air mengandung telur katak dan anak ikan. Penilitian lain menyebutkan jika kecebong tersebut berasal dari gagak yang memakan telur katak dan anak ikan dan kemudian memuntahkan telur tersebut di awan saat terbang. Tornado api di Brazil

Kebakaran yang menggabungkan angin yang kuat di Brazil menciptakan sebuah tornado api. baru kemarin terjadi beberapa peristiwa aneh yaitu hujan kodokn dan 4 matahari di china yang muncul bersamaan, ternyata sekarang terjadi Tornado Api di Brasil. Video dan photo nya bisa anda lihat di bawah. Tornado Api yang terjadi di negara Brasil ini katanya merupakan video munculnya Setan di Brasil. Kejadian tersebut terdeteksi oleh video yang kemudian dikenal sebagai api setan, yang menghubungkan lahan daratan terbakar dengan langit. Tampak dalam video yang dirilis the sun, Rabu (25/8/2010) waktu setempat, api menjulang tinggi menari 6

lenggak lenggok di tengah-tengah kebakaran yang melanda di Aracatuba, tak jauh dari Sao Paulo, ibukota Brasil di Amerika Latin. Serem lihat kejadian kaya gitu, coba anda lihat tampak seperti angin puyuh api spiral setinggi beberapa meter, dimana penduduk setempat menamakan "api setan" yang siap melalap apa saja yang dilalui. Diperkirakan, gabungan antara api dengan angin kering ini meningkatkan suhu dari api itu sendiri sehingga makin ganas melalap objek yang terbakar. Peristiwa Badai api itu juga ditakuti warga karena kekeringan di Brazil sering memicu terjadinya kebakaran hutan maupun padang ilalang. Akibat kebakaran ini, kualitas udara ibukota Brasil makin buruk dan tingkat polusi makin tinggi. Bagi anda yang ingin menonton video tornado api ini silahkan menuju youtube saja bisa dengan menggunakan kata kunci video tornado api. Langit Terbelah di Yogyakarta Langit Terbelah di Jogja - Kejadian alam yang aneh langit terbelah di langit yogyakarta yang mengkaitkan dengan peristiwa yang baru saja terjadi yaitu yaitu penomena alam yang aneh dibulan suci ramadhan ini seperti photo 4 matahari di china, hujan kodok di jepang dan Tornado api di brasil menggejutkan kita semua tentang semua penomena alam ini. Tapi peristiwa 'langit terbelah di Jogja' ini terjadi pada 11 Juni 2010 lalu sempat membuat warga menjadi panik. Terbelahnya langit menunjukkan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala atau ada pertanda khusus, diluar tentang kepercayaan penduduk setempat atau hal-hal ilmiah yang bisa dijelaskan secara logika, fenomena langit terbelah ini sangat indah dilihat, dan juga membuat trend baru di internet seperti halnya kutub utara mencair . Kejadian ini memang terjadi beberapa hari kemarin, tapi penduduk masih penasaan tentang penomena alam langit terbelah yang jarang terjadi bahkan tidak pernah terjadi sebelumnya, photo perristiwa langit terbelah di yogyakartan bisa anda lihat di bawah, namun sayang video nya belum ada :-)

Nah itulah Photo langit terbelah yang terjadi di yogyakarta, kebesaran Alloh memang tidak dapat diragukan lagi, jadi kita sebagai umatnya harus selalu dan terus bertakwa kepadanya. Tanda-tanda Akhir Zaman Hujan Salju Di Pasang Pasir Sebagaimana diberitakan oleh TV Arab Saudi dan diberitakan kembali oleh Nuansa Pagi RCTI bahwa 7

Pada Hari Minggu, tanggal 13 January 2002, di Arab Saudi yang merupakan daerah gurun pasir yang sangat panas dimana matahari bersinar sepanjang hari, telah terjadi suatu fenomena alam yang langka!!! yaitu dengan turunnya salju dengan lebatnya. Tepatnya di darah Tabuk 1500 km dari Riyad (Ibukota Arab Saudi) ketebalan salju mencapai 20 cm, dan di Yordania suhu mencapi titik beku (0 derajat celcius). Ternyata tahun-tahun terakhir ini di Jazirah Arab yang notabenenya gurus pasir panas, turunnya salju ini telah sering terjadi, tetapi hal ini ditutup-tutupi atau tidak dipublikasikan secara luas. Ada apa gerangan dengan terjadinya fenomena alam tersebut?.... Jauh-jauh hari sebelum terjadinya turun salju di Arab Saudi dewasa ini sebagaimana diberitakan di atas, para ilmuan dari King Abdul Aziz University (Arab Saudi) bekerja sama dengan para ilmuan barat dan manca negara telah melakukan penelitian ilmiah mengenai fenomena-fenomena alam yang diterangkan dalam Al-Quran dan Al-Hadist. Salah satunya mengkaji mengenai Hadist Rasulallah SAW di atas. Kajian ini antara lain dilakukan bersama dengan seorang orientalis, Profesor Alfred Kroner, seorang ahli ilmu bumi (geologi) terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University , Mainz , Germany . Ketika ditanyakan kepada Prof. Korner oleh para Ilmuan King Abdul Aziz sebagaimana diterangkan dalam Islam dan Sains hal. 25-26 :

* Bagaimana Nabi Muhammad SAW bisa mengetahui bahwa dahulu kala jazirah/dataran Arab merupakan padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh sungai-sungai yang mengalir?..... Karena Prof Korner tidak beriman kepada AlQuran dan Al-Hadist, ia menjawab dengan tuduhan bahwa bisa saja Nabi Muhammad SAW mengetahui hal tersebut dari kitab-kitab lama seperti Jabur,Tauret dan Injil yang sering menceritakan bahwa dulu di dataran Arab merupakan padang rumput yang subur dengan banyaknya cerita tentang para pengembala ternak, cerita-cerita tentang kebun anggur dan cerita-cerita tentang pemilik perkebunan yang subur yang sering diceritakan dalam kitab-kitab tersebut. Atau bisa jadi Nabi Muhammad SAW menconteknya dari ilmuan-ilmuan dari Roma pada saat itu. * Menanggapi tuduhan Prof. Korner tersebut, Ilmuan King Abdul Aziz, menjawab OK, anda bisa saja menuduh seperti itu, tapi apakah keadaan dataran Arab yang subur dahulu kala itu bisa dibuktikan secara ilmiah pada masa Nabi Muhammad SAW hidup 1400 tahun yang lalu?.... Prof. Korner menjawab pada masa itu belum dapat dibuktikan, karena sains dan teknologinya tidak memungkinkan. * Apakah hal itu benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan secara ilmiah dengan teknologi canggih dewasa ini?... Prof. Korner menjawab ya!.. dahulu dataran Arab dipenuhi dengan kebun-kebun yang subur dan sunga-sungai yang mengalir, dan secara ilmiah keadaan tersebut dapat dibuktikan. Prof Korner menjelaskan bahwa dahulu selama Era Salju (Snow Age), kemudian Kutub Utara icebergs perlahan-lahan bergerak ke arah selatan sehingga relatif berdekatan 8

dengan Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah. * Pertanyaan selanjutnya, bagaimana Nabi Muhammad SAW dapat mengetahui juga bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan menjadi daerah yang subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai sebagai tanda datangnya hari kiamat, padahal pada masa itu 1400 tahun yang lalu teknologinya belum memungkinkan untuk mengetahui hal tersebut dan informasi tersebut satupun tidak diterangkan baik dalam kitab-kitab terdahulu maupun dalam penelitian ilmuan-ilmuan Roma?....... Prof. Korner menjawab dengn malu-malu, bahwa Nabi Muhammad SAW dapat mengetahui informasi itu pasti dari sesuatu yang mengetahui betul mengenai alam ini (cuma Prof. Korner mengelak untuk mengatakan secara terus terang bahwa sebenarnya informasi itu datangnya dari Tuhan, Allah SWT yang paling tahu tentang alam ini, karena Dia-lah yang telah menciptakan dan mengaturnya) .

* Dan apakah informasi yang dikabarkan Nabi Muhammad SAW 1400 yang lalu bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan menjadi daerah yang subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai benar-benar akan terjadi?..... Prof Korner menjawab dengan tegas ya!... karena sebenarnya proses itu sekarang sedang terjadi. Era Salju Baru (New Snow Age) sebenarnya telah dimulai, sekali lagi sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah selatan mendekati Semenanjung Arab. Hal ini dapat dibuktikan dengan fakta dan sains, dimana tanda-tanda itu nampak dengan jelas di dalam badai salju yang menghujani bagian utara Eropa dan Amerika setiap musim salju tiba.Dan sekarang terbukti bahwa salju telah beberapa kali turun di dataran Arab sebagaimana diberitakan TV Arab Saudi dan RCTI di atas. Bagi umat Islam yang telah memahami ajaran Islam, turunnya salju di arab saudi ini bukan merupakan hal yang aneh, karena hal ini telah diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW 1400 tahun yang lalu. Ketika para sahabat menanyakan kepada Rasulallah SAW mengenai kapan datangnya hari kiamat.Rasulallah SAW menjawab, bahwa pengetahuan mengenai datangnya hari kiamat hanya ada pada sisi Allah SWT. Tetapi Allah SWT telah memberitahukan tanda-tandanya kepada Rasulallah SAW, antara lain sebagaimana diterangkan dalam salah satu Hadist Rasulallh SAW: "Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai(HR Muslim) " Dari Hadist Rasulullah SAW di atas ada beberapa informasi yang didapat: 1. Informasi datangnya hari akhir / kiamat 2. Dahulu kala dataran / jazirah Arab pernah menjadi padang rumpur yang subur dan dipenuhi dengan sungai-sungai dan 3. Nanti, dataran Arab sekali lagi akan menjadi padang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai, sebagai salah satu tanda datangnya hari kiamat. Fenomena Aneh Terbaru 2010 Fenomena aneh dan Fenomena alam Terbaru Sepanjang tahun 2010 semua terungkap di sini. Semburan Pasir Di Arab Saudi

9

Semburan Pasir setinggi kurang lebih 9 meter ini terjadi di kota Al-Ahsae, bagian timur Arab Saudi beberapa tahun yang lalu. Fenomena alam ini mirip sekali dengan peristiwa Lapindo, yang membedakan hanya pasir dan lumpur. Di Forum-forum dan televisi TV ramai dibahas mengapa bisa terjadi hal ini. Tapi ada warga Arab Saudi yang menjelaskan bahwa Kejadian ini merupakan hasil ledakan pipa gas bawah tanah, pipa tersebut untuk perusahaan minyak besar di Saudi, Aramco, di bagian timur Arab Saudi. Hujan Darah Di India

Turunnya hujan berwarna merah di India ini sempat menghebohkan dunia. Para ilmuwan meyakini hujan ini mengandung sel hidup karena ditemukan DNA. Temuan ini hasil penelitian seorang ahli mikrobiologis asal Inggris bernama Milton Wainwright dari Universitas Sheffield, namun si ilmuwan ini belum bisa memastikan mengenai DNA apa yang terkandung dalam hujan darah India ini. Namun anggapan ini dibantah karena ada anggapan lain yang menyebutkan bahwa hujan ini berasal dari semburan pasir di Arab yang bercampur dengan air hujan. Kejadian yang sama pernah terjadi di Inggris tahun 1968. Sampai sekarang fenomena alam ini masih menjadi perdebatan. Munculnya 4 Matahari di cina

Munculnya 4 matahri di cina ini ternyata merupakan fenomena alam biasa, seperti yang dikutip LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) yang menjelaskan masalah ini, ini kutipannya: "Fenomena itu dinamakan sun dog atau anjing penjaga matahari. Cahaya tersebut biasa muncul di kanan kiri halo 10

sehingga sering dianggap matahari meskipun memiliki ukuran lebih kecil". Malah fenomena ini punya sebutan atau istilah ilmiahnya yakni sun dog, berarti bahwa kemunculan lebih dari 1 matahari pernah terjadi sebelumnya, yang pasti beberapa kali terjadi, sehingga mempunyai nama panggilan. Dan terjadinya pun karena hasil dari proses pembiasan cahaya matahari dengan kristal es, ini baca lagi kutipannya: "Ketentuannya, di sekitar arah matahari muncul kristal-kristal es yang membiaskan cahaya. Biasanya, terjadi dua fenomena yaitu halo dan sun dog." Hujan Katak dan Ikan Di Jepang

Beradasarkan laporan telegraph.co.uk, salah satu kejadian yang dialami seorang pria berumur 55 tahun menyebutkan jika ia menemukan lebih dari 100 kecebong mati diatas kaca mobil setelah beberapa saat mendengar suara aneh di tempat parkir sebuah pusat sipil di kota Nanao. Selain itu, hujan kecebong juga dilaporkan oleh pejabat lokal 48 jam setelah kejadian sebelumnya di tempat yang sama, kota Hakusan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, para peniliti menyebutkan jika kecebong tersebut berasal dari angin yang membawa air naik keatas dimana air mengandung telur katak dan anak ikan. Penilitian lain menyebutkan jika kecebong tersebut berasal dari gagak yang memakan telur katak dan anak ikan dan kemudian memuntahkan telur tersebut di awan saat terbang. Video Malaikat di Atas Ka'bah

Dalam video tersebut tampak siluet putih yang berputar di langit dan turun di atas Ka‘bah. Awalnya, pemilik kamera hanya menyorot gambar seorang pria, namun di belakang pria tersebut muncul semacam sinar putih yang melayang di langit. Saat diperbesar, siluet putih ini tampak menuju ke arah Ka‘bah. Tidak hanya itu, ada beberapa potongan gambar yang memperlihatkan sosok berputar di sekitar Masjidil Haram dan selanjutnya turun di atas Ka‘bah. Namun beberapa orang menganggap Video Malaikat Turun di Ka‘bah hanyalah refleksi cahaya belaka. MUI pun juga beranggapan berbeda adanya video tersebut. Kemungkinan adanya malaikat di sekitar Masjidil Haram itu tentu saja 11

ada. Malaikat adalah makhluk gaib yang tidak memiliki kehendak kecuali karena Allah. Apalagi, sekitar sana adalah tempat yang suci. Ditemukan Matahari Baru aka Matahari Kembar

Ilmuwan Herschel, Dr. Annie Zavagno, dari Laboratoire d‘Astrophysique de Marseille menyatakan, ―Ini merupakan bintang besar yang mengontrol evolusi kimia dan kedinamisan galaksi,‖ ia juga menambahkan lagi ―Ini merupakan bintang besar yang menciptakan elemen berat seperti besi dan elemen-elemen tersebut akan berada di ruang antar bintang. Dan karena bintang-bintang besar mengakhiri hidup mereka dengan ledakan supernova, mereka juga menyuntikkan energi besar ke galaksi.‖ Embrio bintang baru cikal bakal bayi matahari ini disinyalir lebih besar 10 kali dari matahari kita dan bisa terbentuk dengan sempurna menjadi seperti matahari dengan jarak waktu sekitar 100 tahun lagi. Fenomena Alam Aneh Di Tahun 2010Bermunculan

Fenomena Alam Aneh mulai bermunculan di tahun 2010 ini. Tercatat fenomena alam aneh yang terjadi meliputi : Hujan Darah di India, Hujan Kodok-Hujan Katak-Hujan Kecebong di Jepang, Hujan Ikan di Australia, kemudian fenomena alam aneh langit seperti terbelah di Padang dan Jogjakarta, lalu fenomena alam aneh tentang langit yang terbakar lidah api di Nova Gorica, Slovenia. Sebagai umat Islam, kita diperintahkan untuk berpikir dan menganalisa kejadian-kejadian atau Fenomena Alam itu oleh Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Ayat Suci Al-Qur'an : "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal," (QS Ali Imran [3]: 190) "Katakanlah: ―Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi…" (QS Yunus [10]: 101) "Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang bersampingan, dan kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan tidak bercabang, disirami dengan air yang sama, Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain, tentang rasa (dan bentuknya). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir". (QS ar-Ra‘d [13]: 4)

12

Jelas, dalam Ayat diatas, manusia diperintahkan untuk memperhatikan tanda-tanda alam, gejala-gejala alam, fenomena-fenomena alam untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Lalu, kenapa fenomena-fenomena itu muncul? Banyak sekali orang yang menghubungkan fenomena alam aneh tersebut dengan tanda-tanda sesuatu yang cenderung mistis dan syirik, seperti marahnya "Nyi Roro Kidul", "Munculnya sang Ratu Adil" dan sebagainya. Padahal para pemikir barat, yang notebonenya non Muslim, telah menganalisa kejadian fenomena alam tersebut dan menemukan jawabannya yang bisa ditalar dengan logika. Jadi marilah kita kembali ke pemahaman yang lebih "ISLAMI" tentang fenomena alam aneh tersebut, dan tidak menghubungkannya dengan hal-hal magis dan mistis yang menyeret kita kejurang kekafiran. Fenomena alam Hujan Ikan dan hujan kodok/katak telah banyak diulas di dunia maya sebagai fenomena yang biasa, dan bisa dipertanggung jawabkan secara logis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, para peniliti menyebutkan jika kecebong tersebut berasal dari angin yang membawa air naik keatas dimana air mengandung telur katak dan anak ikan. Fenomena langit terbelah di Yogyakarta dan Padang pun bisa dijelaskan secara logika yaitu : Fenomena itu disebut Anticrepuscular Rays. Ini penjelasan singkat mengenainya. Untuk memahami soal Anticrepuscular Rays, terlebih dahulu kita harus memahami soal saudaranya yang bernama Crepuscular Ray. Crepuscular Ray adalah suatu fenomena alam ketika cahaya matahari terlihat beradiasi dari satu titik tertentu. Radiasi cahaya ini bisa terjadi karena cahaya matahari masuk melewati celah-celah di antara awan atau objek lain dan biasanya terlihat menjelang matahari terbit atau tenggelam. Fenomena ini juga dikenal dengan sebutan Sun Rays atau Gods Rays. Seperti Crepuscular ray, Anticrepuscular Ray adalah berkas sinar yang mirip dengan Crepuscular, namun terlihat berada di tempat yang berlawanan dari matahari. Cahaya ini terjadi ketika Crepuscular Ray yang muncul dari matahari terbit atau tenggelam terlihat mengalami Konvergensi ulang di Titik Antisolar (Titik langit yang berlawanan dengan arah matahari). Jika kalian bingung dengan definisi di atas, ingat saja ini: fenomena di atas juga terjadi karena sinar matahari terhalang oleh awan atau objek lainnya seperti crepuscular ray, namun ia terlihat di arah yang berlawanan dengan matahari. Sama seperti Crepuscular, fenomena alam ini juga sering terlihat ketika matahari terbit atau tenggelam. Fenomena Langit Sepanjang 2010 Beberapa fenomena astronomi menarik akan terjadi di tahun 2010 ini. Beberapa diantaranya bahkan bisa dikategorikan 'luar biasa'. Berikut ini adalah daftarnya :

13

15 Januari, gerhana matahari cincin terlama Gerhana matahari cincin akan terjadi pada Jumat 15 Januari 2010, khususnya di Afrika, India, dan China. Gerhana matahari cincin terjadi saat Bulan berada jauh dari bumi sehingga piringannya terlihat kecil dan tidak dapat menutupi seluruh piringan matahari. Piringan matahari yang tertutup oleh piringan Bulan hanya bagian tengahnya saja, sekitar 92 persen, sehingga bagian pinggir matahari tidak tertutup. Oleh karena itu piringan matahari akan terlihat dari muka bumi seperti lingkaran cincin yang bercahaya. Gerhana yang akan terjadi berdurasi 11 menit 8 detik. Menurut ilmuwan NASA, ini durasi yang sangat lama, terlama sepanjang milenium. Durasi ini tak akan terulang lagi hingga 3043! 29 Januari, Planet Mars mendekat ke bumi Hari itu, Planet Mars hanya sejauh 61,7 juta mil dari Bumi. Ini waktu terbaik untuk para pengamat langit untuk mengamati Mars dengan menggunakan teleskop. Meski mendekat, Mars tak bisa diamati maksimal dengan mata telanjang. Mars tidak akan terlihat sebesar Bulan, untuk mata kita Mars hanya seperti bintang kecil di langit. 16 Februari, Jupiter dan Venus akan terlihat bersama Seperti dua kapal yang melintasi senja, Venus dan Jupiter akan terlihat bersamaan dengan jarak antara 5 derajat. Saat itu Jupiter mendekati matahari, sementara Venus bergerak menjauhi sang surya. 28 Maret sampai 12 April, Venus dan Merkurius seperti berpasangan Dua planet ini akan merupakan pasangan menarik di langit barat dan barat laut, saat senja. Jarak dua planet ini hanya sekitar lima derajat. Venus muncul ke kiri dan sedikit di atas bayangan Mercurius. Pada tanggal 3 April, mereka akan terlihat sangat dekat, hanya sedikit di atas 3 derajat. 6 Juni, dua fenomena menarik di Langit Mars akan berjarak kurang dari satu derajat utara dari bintang biru Regulus. Konjungsi ini akan mudah terlihat di langit malam. Malam yang sama, Jupiter Uranus akan terlihat bersamaan dalam tiga seri konjungsi. Hanya ada enam konjungsi seperti ini antara tahun 1801 dan 2200. Yang terakhir pada tahun 1983 dan berikutnya akan datang antara tahun 20372038. 26 Juni, gerhana bulan parsial Gerhana ini akan terjadi di Kepulauan Hawaii, barat Alaska, Australia, Selandia Baru, wilayah bagian timur Malaysia dan Asia. Di lokasi-lokasi ini, akan terlihat bagian atas bulan gelap oleh bayangan Bumi. 11 Juli, Gerhana matahari total 14

Gerhana matahari total akan terjadi di 15 mil dari Tahiti dan Pulau Paskah. Sementara di sebuah titik lokasi di Samudera Pasifik Selatan, matahari tertutup total selama 4 menit dan 45 detik. Awal Agustus, Trio Planet Mars melewati kurang dari dua derajat di selatan Saturnus pada 1 Agustus. Kemudian, bayangan Venus anya lebih dari 3 derajat ke selatan sembilan hari kemudian; pada 8 Agustus. Tiga planet itu akan membentuk apa yang Jean Meeus mendefinisikan sebagai "trio," ketika tiga planet yang sesuai dalam lingkaran dengan diameter minimum lebih kecil dari 5 derajat. 12 Agustus, Hujan Meteor Perseid Hujan meteor tahunan ini akan maksimal terjadi di langit gelap, tanpa diintervensi cahaya bulan. Sekitar 90 meteor akan jatuh tiap jamnya. 21 September, Jupiter, Besar dan Tinggi Jupiter akan berada di langit tengah malam, yaitu, pada oposisi (-2,9 magnitudo). Dalam orbit ini, Jupiter lebih dekat daripada jarak rata-rata. Akhir Oktober, Bumi dilintasi Komet Komet Hartley 2 akan melintas bumi, tepatnya 11,2 juta mil dari Bumi pada pada 20 Oktober 2010, hanya seminggu sebelum komet ini melewati matahari dalam jarak dekat. Komet ini bisa dilihat dengan mata telanjang di daerah pedesaan, bukan di tengah hingar-bingar kota. 14 Desember, Hujan meteor Gemini Hujan meteor gemini kembali terjadi. Sekitar 120 meteor per jam akan turun dan menciptakan fenomena yang indah. 20-21 Desember, Gerhana Bulan Total Amerika Utara mendapatkan 'kursi terbaik' untuk melihat fenomena gerhana bulan total ini. Untuk Timur AS dan Kanada, fenomena ini terjadi dini hari. Untuk barat AS dan Kanada, fenomena ini terjadi pada tengah malam 20-21 Desember. Gerhana bulan ini akan terjadi selama 1 jam dan 14 menit. 7 Fenomena Aneh 2011

1. Fenomena 2011 Suara Dentuman Trenggalek Getaran Tanah di Trenggalek Misterius Masih Terus Diteliti PVMBG. Trengalek, Jawa Timur - Suara dentuman dan gemuruh 'meneror' warga di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Tidak tanggung-tanggung, dentuman gemuruh tersebut terdengar di 7 wilayah kecamatan.. "Ada suara dentuman atau gemuruh yang berasal dari bawah tanah," kata Kepala Bidang Gempa Bumi dan Gerakan Tanah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Gede Suantika Rabu, dalam pesan tertulis Rabu 23 Februari 2011. 15

PVMBG Bandung sudah mendapat laporan adanya suara dentuman dan gemuruh dari dalam tanah itu. Maka itu, tim dari Bandung dikirim ke Trenggalek untuk meneliti apa yang sedang terjadi. Saat ini sejumlah orang dari PVMBG Bandung yang dipimpin langsung Gede Suantika sudah tiba di Trenggalek guna melakukan penelitian. PVMBG belum bisa memberikan kesimpulan awal apa yang terjadi. PVMBG Bandung masih mencari dan meneliti kejelasan suara dentuman dan getaran yang terjadi di bagian selatan Provinsi Jatim itu. "Setidaknya, selama tiga hari, PVMBG akan berada di lokasi melakukan penelitian," lanjut dia. vivanews.com

2.Foto Fenomena Alam Teraneh Unik dan Menakjubkan di Dunia. Berbagai fenomena terjadi di dunia yang sangat menakjubkan. Kumpulan foto aneh dan unik dari fenomena alam yang pernah terjadi.

3.Penjelasan Mengenai Foto Ular Kobra Berkepala Lima dari Karnataka. Informasi terbaru mengenai berita ditemukannya ular kobra berkepala lima dari kuil Karnataka, sempat bikin heboh di forum. Fenomena mengenai ular berkepala 5 yang jadi mitos, banyak yang mempertanyakan kebenaran informasi tersebut, apakah ular tersebut asli atau tidak..???

4. Hasil lelang ikan termahal di dunia Tuna raksasa seberat 342 kilogram ini berhasil mengalahkan sesama tuna sirip biru seberat 202 kilogram, yang dijual seharga 20,2 juta yen pada 2001 di tempat yang sama. ―Ikan ini memang besar sekali. Kami sangat terkejut dengan harga penjualan ini,‖ ujar juru bicara pasar ikan Tsukiji seperti dilansir kantor berita Associated Press, Rabu 5 Januari 2011. Ikan ini dibeli secara patungan oleh perwakilan dua restoran sushi terkemuka, yaitu rumah makan Kyubey di Tokyo dan Itame di Hong Kong. Mereka lalu membagi dua ikan besar itu untuk disajikan kepada para pelanggan masingmasing. 16

Ikan itu ditangkap di perairan utara Jepang. Tuna ini adalah salah satu dari 538 ikan yang dikumpulkan dari seluruh dunia dan dijual di pasar Tsukiji. Tuna sirip biru merupakan favorit para pencinta sushi sehingga berharga mahal. Sepotong sushi tuna sirip biru, atau disebut o-toro, bisa dijual seharga 2.000 yen atau sekitar Rp219.000. Rakyat Jepang menggemari makanan dari daging ikan. Mereka mengkonsumsi 80 persen dari keseluruhan tangkapan tuna sirip biru di Samudera Atlantik dan Pasifik. Popularitas ikan ini membuat jumlah mereka di lautan semakin berkurang. Demi mencegah langkanya spesies ikan itu, Komisi Internasional Tuna di Mediterania dan Atlantik pada November 2010 menurunkan angka kuota penangkapan tuna, dari 13.500 menjadi 12.900 metric ton. Bagi kalangan nelayan, kebijakan ini merugikan mereka karena bisa mengurangi keuntungan.

5. "FENOMENA 2011" Tahun ini punya banyak tanggal unik : 1 - 1 - 11 11 - 1 - 11 1 - 11 - 11 11 - 11 - 11 Sekarang coba 2 digit terakhir tahun kelahiran + umur anda tahun ini, jumlahnya insyaAllah = 111 atau 11 (tak kan lepas dari angka 1) Contoh : Anda lahir tahun 1969 dan tahun ini umur 42. Jadi 69 + 42 = 111 Coba anda hitung tahun dan umur anda sendiri. Aneh tapi nyata ! Itulah "KEAGUNGAN ALLAH SWT" Subhanallah... "Allah memberikan tanda-tanda kebesaran-Nya bagi hamba yang berfikir."

6.Matahari Cincin Pelangi di Yogya lihat fotoflash disamping ,ini merupakan bukti Alloh maha Penguasa agar kita senantiasa berfikir, sesungguhnya Alloh Maha Merajai segalanya,,,Subhanalloh

17

7.Inilah Fenomena Yang sangat menakjubkan yang terjadi pada 2011 dan yang jarang sekali terjadi yaitu supermoon Fenomena alam Supermoon 2011 ini memang menarik perhatian, kami mendapat beberapa foto supermoon dari beberapa negara dan daerah di indonesia. Seperti yang kita ketahui, beberapa waktu lalu sempat hangat diperbincangkan tentang fenomena supermoon menjadi faktor pemicu terjadinya gempa dan tsunami di Jepang, namun entah benar atau tidak hal yang banyak diperbincangkan tersebut.Dalam artikel foto fenomena supermoon 2011 ini ada beberapa foto yang berhasil kami dapat di beberapa negara di dunia dan daerah indonesia, Jakarta, Aceh dan beberapa daerah lagi Lihatlah foto-foto Di Bawah ini yang terjadi di sebagian Dunia,Subhanalloh :

Info PVMBG Fenomena Getaran Aneh di Trenggalek

Getaran Trenggalek 2011 Dentuman Mirip Gempa Tektonik Info PVMBG Fenomena Getaran Aneh di Trenggalek. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung mementahkan hasil penelitian Balai Besar wilayah III Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Tretes, terkait getaran dan dentuman di 4 kecamatan di Kabupaten Trenggalek 2011.. Kejadian getaran Trenggalek 2011 tersebut dipastikan bukan gempa tektonik, melainkan sebuah dampak dari terjadinya pergerakan tanah lambat. "Kalau istilah teknisnya, kami biasa menyebut kriting. Di Indonesia, khususnya yang memiliki kemiringan tanah sedang, itu biasa terjadi," kata Kepala PVMBG Surono kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Sabtu (19/2/2011). Dalam catatan PVMBG, kejadian getaran dan dentuman raksasa yang sama di Kabupaten Trenggalek pernah terjadi di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara dan Bandung Utara, Jawa Barat. Kejadian itu biasanya akan selalu terjadi saat musim penghujan, dan akan berhenti dengan sendirinya saat kemarau tiba. "Itu adalah gesekan antara tanah dengan kelembapan tinggi karena air hujan, dengan lapisan dalam yang kedap air. 18

Gesekan dan gerakannya sangat lambat, makanya disebut pergerakan tanah lambat dan getarannya tidak begitu keras," jelas Surono. Untuk mempermudah penjelasan, Surono mencontohkan sebuah meja dengan beban berat di atasnya, bila ditarik secara tiba-tiba dapat dipastikan akan memunculkan suara yang merupakan hasil pergesekan antara kaki meja dengan lantai. Getaran juga dipastikan muncul di bagian atas meja, juga sebagai akibat gesekan tersebut. Ditanya mengenai hasil penelitian Balai Besar wilayah III Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Tretes, Pasuruan, yang menyebut kejadian tersebut adalah gempa tektonik, dengan tegas Surono membantahnya. "Gempa tektonik tidak mungkin ada di kedalaman 33 Km," sangkalnya. Dalam penjelasannya Surono juga membantah adanya kemungkinan tanah longsor dalam skala besar, sebagai akibat getaran dan dentuman di Kabupaten Trenggalek tersebut. Ancaman tanah longsor tetap ada, namun tidak perlu terlalu dikhawatirkan. "Dampak yang paling mungkin terjadi adalah tanah retak. Kalau longsor kemungkinannya kecil, kecuali daerah tempat kejadiannya memiliki kemiringan yang curam," tandasnya. Sebelumnya, dalam 2 pekan terakhir masyarakat di 4 kecamatan di Kabupaten Trenggalek, masing-masing Watulimo, Munjungan, Kampak, dan Panggul, dikagetkan dengan munculnya suara dentuman Trenggalek menyerupai bom dan getaran ringan di permukaan tanah. Kejadian yang juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo tersebut, berdasarkan penelitian oleh Balai Besar wilayah III Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Tretes, Pasuruan, dianggap sebagai gempa tektonik di kedalaman kurang dari 33 Km. detik.com

Ada Crop Circle di Sleman Menyerupai Telapak Kaki Raksasa

Sleman – Sebuah crop circle muncul lagi di wilayah Sleman, Provinsi DI Yogyakarta. Kali ini crop cricle berbentuk menyerupai telapak kaki raksasa. Buatan manusia kah seperti crop circle di Cikarang, Bekasi? Crop circle tersebut berada di areal persawahan di Dusun Mlandangan, Desa Minomartani, Kecamatan Ngaglik, Sleman atau sekitar 200 meter dari perumahan Minomartani. Hingga siang ini, Kamis (19/5/2011), ratusan warga masih banyak yang melihat crop circle tersebut. Crop circle berada di areah persawahan milik tanah kas desa yang digarap oleh Mbah Rebo (70). Lahan sawah itu masih ditanami padi yang sudah ada bulir-bulir padi. Sebagian tanaman padi tampak mulai menguning, sebagian lagi masih hijau. Bentuk crop circle bukan berbentuk lingkaran bulat atau segi enam, namun menyerupai sebuah telapak kaki. Crop circle dibentuk di dua petak sawah dengan panjang lebih kurang 150 meter dan lebar 15 meter. Petak sawah tersebut tidak sama sisi, di bagian ujung utara lebih lebar. Sedang di bagian selatan mengecil. Di petak sawah yang lebih luas, bentuk crop circle seperti telapak kaki. Sedang petak sawah yang satunya atau yang lebih kecil berbentuk menyerupai 3 jari kaki. Batang padi yang membentuk crop circle direbahkan dari arah selatan ke utara. 19

Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, batang padi yang direbahkan banyak yang patah di bagian bagian bawah. Di ujung bagian telapak kaki bagian bawah tampak batang padi direbahkan menggunakan papan kayu. Saat ini masih banyak ratusan warga sekitar yang datang silih berganti melihatnya. Di lokasi, terutama di tanggul pematang atas juga telah dipasang garis polisi/police line oleh aparat Polsek Ngaglik. Warga atau penonton tidak bisa mendekat, namun harus melihat dari tanggul pematang atas. ―Crop circle ini sudah diketahui warga sejak hari Minggu 15 Mei lalu. Namun mulai ramai hari ini dan kemarin. Kami masih melakukan penyelidikan, apakah ini asli atau buatan manusia,‖ ungkap Kapolsek Ngaglik, Kompol Sulistyo kepada wartawan di lokasi. Teror Suara Gemuruh Ponorogo 2011 Dentuman Ponorogo Mirip Fenomena Getaran Trenggalek 2011

Surabaya - Warga beberapa kecamatan di Ponorogo yang tinggal di dekat Gunung Wilis merasa resah dan was-was selama 3 minggu belakangan ini. Pasalnya, warga merasa sangat terganggu dengan suara gemuruh Ponorogo dan suara dentuman aneh yang tidak jelas berasal dari mana. Suara menggelegar itu didengar dan dirasakan warga setiap hari. "Suaranya seperti suara gemuruh petir yang menggelegar. Sebenarnya suaranya sampai ke Kota Ponorogo yang berjarak 40 km dari Gunung Wilis. Tetapi kami yang berada di 3 kecamatan yang paling merasakan,"kata salah satu warga Kecamatan Sooko, Didit Setiyono. Suara itu, kata Didit, tidak hanya terdengar saja, tetapi juga dirasakan warga dalam bentuk getaran khususnya terhadap warga di Kecamatan Pudak yang lokasinya paling dekat dengan Gunung Wilis. Getaran tersebut mampu menggetarkan kaca-kaca rumah penduduk. Hal itu diakui oleh Narti, salah seorang warga Desa Bandarejo, Kecamatan Pudak yang terkadang harus tidur di dekat pintu keluar atau teras untuk berjaga-jaga. "Semuanya kita serahkan pada yang diatas. Itu untuk antisipasi saja," ujar Narti. Adanya gangguan suara gemuruh Ponorogo 2011 itu, kata Narti, belum mendapat tanggapan dari Pemkab Ponorogo. Baik Didit dan Narti menyesalkan sikap Pemkab tersebut yang tidak memberitahukan informasi apa-apa ke warga sehingga berita yang jadi simpang siur. Jadinya, warga menduga jika suara gemuruh tersebut berasal dari Gunung Wilis yang sedang beraktivitas. Gunung itu sendiri menurut Didit sudah lama tidak beraktivitas. Aktivitas terakhir Gunung Wilis adalah di tahun '70 an atau lebih dari 40 tahun yang lalu. "Setidaknya pemkab bisa memberitahukan kepada kami apa yang terjadi. Misalnya jika benar itu dari Gunung Wilis, setidaknya kami diberitahu statusnya," tandas Didit. Sementara Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung mengatakan apa yang terjadi di Ponorogo sama dengan apa yang terjadi di Trenggalek. Suara gemuruh dan dentuman tersebut bukanlah gempa vulkanik dan tektonik, melainkan sebuah dampak dari terjadinya pergerakan tanah lambat atau istilah teknisnya 'kriting'. 20

"Itu adalah gesekan antara tanah dengan kelembapan tinggi karena air hujan, dengan lapisan dalam yang kedap air. Gesekan dan gerakannya sangat lambat, makanya disebut pergerakan tanah lambat dan getarannya tidak begitu keras," ujar Kepala PVMBG, Surono. Kejadian itu, kata Surono, biasanya akan selalu terjadi saat musim penghujan dan akan berhenti dengan sendirinya saat kemarau tiba. detik.com

Suara Gemuruh Misterius di Ponorogo Selalu Datang Tengah Malam Tribunnews.com - Sabtu, 19 Februari 2011 19:43 WIB

TRIBUNNEWS.COM, PONOROGO - Warga sejumlah Kecamatan di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur dibikin resah dengan suara-suara gemuruh. Suara misterius ini sudah mereka dengar sebulan terakhir. Warga di sekitar wisata Telaga Ngebel di Kecamatan Ngebel, Kecamatan Sooko, Pudak dan Kecamatan Pulung mulai mendengar suara misterius ini sejak akhir Januari 2011 lalu. Anehnya lagi, suara ini selalu didengar warga pada tengah malam menjelang dini hari. "Suara gemuruh sudah kami dengar sejak sebulan lalu. Biasanya tengah malam sampai mendekati subuh," kata Yuli, warga Sooko. Menurutnya, awalnya suara gemuruh ini mereka anggap biasa awalnya. Namun lama-kelamaan mereka semakin resah. Apalagi suaranya seminggu terakhir semakin sering terjadi. "Sudah seminggu ini suaranya semakin sering terdengar," imbuhnya. Warga sampai saat ini belum mengerti apa yang terjadi sebenarnya. Fenomena alam seperti apakah ini? Warga di sekitar kaki gunung Wilis itu merasa terancam jika ternyata Gunung Wilis bisa beraktifitas layaknya gunung berapi, meski mereka mengetahui di Kabupaten Ponorogo tidak terdapat gunung berapi. Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Tretes Malang Petrus Demonsili seperti dilansir dari situs Pemkab Ponorogo menjelaskan di hadapan Bupati Ponorogo di Gedung Bantarangin bahwa lokasi suara gemuruh berada di arah timur Km 14-30 Ds. Wagir Kidul Pulung Ponorogo. Masih menurut Petrus suara gemuruh yang disertai getaran tanah tersebut masih berintensitas rendah yang bersumber dari gempa seismic berkekuatan ringan dengan skala 2 MMi dan tidak berbahaya. Karena kewenangan BMKG hanya sebatas dalam pemetaan lokasi dan kekuatan getaran gempa maka pada tanggal 12 Pebruari tim dari Geofisika Bandung tiba di seputar lokasi sumber suara untuk meneliti dan medeteksi penyebab sumber suara yang disertai dengan getaran tersebut. Suhu Panas Akibat Pergeseran Matahari

21

Jakarta - Kondisi cuaca sangat panas mulai Maret dan memuncak pada Mei yang dirasakan masyarakat di khatulistiwa disebabkan saat ini matahari sedang bergeser dari selatan ke utara, kata Pakar Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Thomas Djamaluddin. "Pola pemanasan berubah. Wilayah paling panas ada di sekitar khatulistiwa, di Indonesia. Angin cenderung berputar di sekitar wilayah Indonesia. Tidak ada efek pendinginan dari wilayah lain," kata Djamalluddin yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin (03/05). Hal tersebut, katanya, berdampak Maret-April menjadi bulan terpanas. Menurut dia, saat pancaroba dari kemarau ke penghujan yakni pada September - Oktober pun akan menjadi bulan yang panas melebih saat kemarau seperti juga saat pancaroba dari musim penghujan ke kemarau pada Maret-Mei. Selain itu, kondisi regional juga harus diperhatikan yang kadang memberi efek penguatan, ujarnya. Saat awal April 2010 ada efek gabungan El Nino di Pasifik, Dipole Mode di Lautan Hindia, dan siklus periodik MJO (Madden-Julian Oscillation) aktif yang bersifat menekan pembentukan awan di wilayah Indonesia, ujarnya. "Efek gabungan itu cenderung mengurangi liputan awan di wilayah Indonesia. Akibatnya pada siang hari kita merasakan panas yang sangat terik," katanya. Selain itu, ujarnya, ada juga dampak perubahan iklim lokal seperti perubahan tataguna lahan dan aktivitas manusia yang berdampak pada pemanasan kota misalnya pepohonan banyak ditebang berubah menjadi bangunan dan pelataran berlapis semen, maka permukaan bumi menyerap panas lebih efektif. "Panas tersebut dipancar lagi ke atas sebagai gelombang panas inframerah. Sebagai fenomena sesaat, kita bisa merasakan perbedaan panas di wilayah yang masih banyak pohonnya dan wilayah yang tanpa atau sedikit pohonnya," katanya. Ia menambahkan, pemanasan itu bukan hanya sesaat karena ada proses lanjutannya di mana panas itu tersimpan. Sebenarnya pancaran gelombang panas itu bermanfaat menghangatkan bumi saat matahari sudah terbenam, tetapi karena bertambahnya gas karbondioksida (CO2) di udara perkotaan akibat kendaraan bermotor dan industri serta aktivitas manusia lainnya, maka lebih banyak panas yang ditahan. "Karbon dioksida memang bersifat menyerap inframerah yang berarti menahan panas. Akibatnya kota semakin panas," katanya. Ia membantah berita yang dikirim secara berantai melalui pesan singkat mengenai matahari yang sedang pada titik terdekat dengan bumi sehingga meningkatkan suhu bumi sebesar empat derajat.(ant/waa) Video Malaikat di Atas Ka‘bah Gegerkan Facebook dan Youtube, Benarkah?

22

Posted by K@barNet pada 05/08/2010

Jakarta (voa-islam.com) – Siluet putih tampak berputar di langit dan turun di atas Ka‘bah. Video ‗malaikat‘ turun di atas Ka‘bah itu saat ini jadi pembicaraan di Facebook dan populer di YouTube. Video yang menyebar di akun Facebook itu diambil oleh amatiran. Awalnya, pemilik kamera hanya menyorot gambar seorang pria, namun di belakang pria tersebut muncul semacam sinar putih yang melayang di langit. Saat diperbesar, siluet putih ini tampak menuju ke arah Ka‘bah. Tidak hanya itu, ada beberapa potongan gambar yang memperlihatkan sosok berputar di sekitar Masjidil Haram dan selanjutnya turun di atas Ka‘bah. Berikut Tayangannya: Video ini telah beredar di Facebook dan menjadi pembicaraan masyarakat. YouTube juga menjadi sasaran masyarakat yang ingin melihat. Subhanallah . . . ! ! Cahaya (Malaikat) Turun di Atas Ka`bah

Pertama kali tahu video ini dari kakak ipar saya yang kemarin malam (13/8/2010) saya singgah ke rumah nya. "Eh, dik, tau gak. tadi di masjid lagi heboh lho ada malaikat diatas ka`bah. coba dech di donlot video nya ". seketika itu juga saya coba cari video nya lewat youTube. karena lagi LOLA (Loading Lama) saya pun frustasi. Dan subuh ini abis sahur dan shalat Shubuh saya coba donLot lagi dech video nya di youTube lewat KeepVid. karena klo dari youTube alhasil saya tidak akan bisa menonton itu dengan puas. Apakah ini Cahaya biasa atau Cahaya dari Malaikat ?. Wallahualam bissawab. Anda boleh percaya dan boleh tidak. Tapi setidaknya dengan melihat video ini sampai selesai, anda mendapat pahala karena mendengarkan lantunan surat Ar Rahman dari anak2 dan Ayat Kursi yang dibawakan dengan sangat indah oleh Syeikh Maher, Imam Besar Masjidil Haram. Dan ini beberapa komentar dari yang udah liat niy video. 1. Pemilik video ini telah membuktikan diri bahwa dia kurang wawasan.. Itu hanya pantulan cahaya di lensa kamera.. Berdakwahlah dengan cara2 benar.. Saya khawatir dengan kebodohan anda ini orang2 diluar islam semakin tidak simpati pada islam. 2. Bos, baca di forum2, ada orang indonesia yang tinggal di saudi, dy bilang video ini sudah sering di tayangkan di sauditv, dan berbau editan..smoga cpet diklarifikasi....krna jika kebohongan trus mnerus akan mnyesatkan... 23

3. Apalh org buat ni ,sama ada si uploader atau uploader hanya terjumpa dan percaya lpas tu uploadkan vdeo ni :) dlm form2 kan ada belajar tentang malaikat .malaikat kita tak boleh nampak dengan mata kasar walaupun kamera! & malaikat mempunyai sayap yg lebih besar dari bumi kita ini! & ingat 1 lagi ,teknologi sekarang semakin berleluasa ,software merata2 ada ,mana2 boleh download & beli..tak susah kalo nak buat video mcm ni ,ok? Kpda uploader ,tolong delete k. Jgn sesatkan agama suci islam kita :) 4. Lihat saja pada kaabah sewaktu video bergerak, tiada jalur putih!! Tetapi pada gambar yang pegun mempunyai jalur putih.. Jelas sekali gambar itu telah di edit... Allahhu akbar!! 5. Dengan mata telanjang pun itu jelas hanya pantulan cahaya di lensa dan bukan malaikat. Kalau anda menganggap itu malaikat itu hak anda. Saya hanya merasa kasihan pada anda. Anda perlu periksa ke dokter mata. Dan apakah anda sudah sehebat itu bisa mengetahui akhir jaman?. I don't think so. Sebelum berkomentar pahami dulu permasalahnya dan gunakan otak. 6. Pantulan cahala lense jer nie..pakai filter cap ayam nie...hihi..apapun..allah maha berkuasa.. 7. Kita bleh tgk video ini untuk ambk iktibar tp untuk mempercayainye 100% rsenye x sesuai kita sbagai umat islam tak patut mngmbil apa yg dberikan smata2 .jgnlah krane video2 sbegini blh memalukan umat islam sedunie 8. Yang saya perhatikan dari awal hingga akhir tayangan video ini adalah kamera yang dibidikkan langsung ke ka'bah juga membidik lampu dengan cahaya yang sangat kuat semantara resolusi kamera yang digunakan juga tergolong rendah jadi tidak menghasilkan gambar yang begitu baik. Pada saat terlihatnya cahaya yang sekilas berbentuk sesuatu yang bergerak dari atas ke bawah, terjadi bersamaan saat kamera digerakkan dari atas ke bawah begitupun saat kamera digerakkan dari bawah ke atas.....perhatikan . 9. Qo cahaya yang ngikutin pergerakan kamera ya??? Lol hanya para nabi yg bisa melihat malaikat, itupun hanya beberapa nabi saja.... Tugas kita hanya harus mengimani kepada para malaikat dan gak perlu dipertanyakan kembali keberadaan malaikat. Wallahuta'ala a'lam bissawab. Dan saya lihat lagi disebelah kiri saya di youTube. Ternyata masih banyak video yang berhubungan dengan cahaya malaikat yang lainnya. Dan ini beberapa komentar dari video diatas : 1. (Ternyata asap yg di tunjuk jari perempuan tu berubah menjadi semakin hitam dan berubah bentuk tubuh manusia ) 2.Asteroid 2010 al30 ..semakin kerap bintang2 hampir langgar bumi apatah bilamana melebihi 1/2 saiz langit krn tarikan graviti masuk. Dapat kah awda fikir kan bagai mana besar sangka kala nya.... 3. Malaikat beribu ribu, tak tau lah ini benar atau tidak wuallahu alam, kalau melihat malaikat jibril mengikut hadis, nabi muhammad saw ingin melihat rupa malaikat jibril sebenar besar nya hingga bumi minjadi gelap, lalu nabi terperanjat lalu berkata, ada kah malaikat yang besar lagi selain kau, jibril menjawab ada, malaikat mika'el (malaikat peniup sangka kala dihari kiamat) besar malaikat jibril cuma sebesar bulu ketiak malaikat mikael, allahu akbar. 4. Mungkin tu salah 1 kesilapan camera disebabkan cahaya lampu... Tapi wallahw'alam... X ku sangka yg kwn ku ckp adalah benar.... 5. Apa benar itu malaikat,,,,,kan menurut al-quran manusia tidak di beri penglihatan sepeunuhnya. 6. Jangan terlalu percaya.teknologi sekarang mudah sgt menipu.bukankah sayap malaikat tu besar sehingga melitupi alam semesta?org bukan islam skrg boleh lakukan apa saja utk sesatkan umat islam.. 7. Klau kte prhatikan syap tu trlampau sme dgn lukisan2 anime skarang. Sdgkan kite x tau pon malaikat tu syp camne rpe camne jd rsenye jgn lar prcaye 100% video sbegini krana blh mmalukan umat islam sje 8. Dalam islam, iman kepada malaikat adalah salah satu rukun iman. Beriman kepada malaikat adalah percaya dan membenarkan dengan hati bahawa malaikat allah swt benar-benar wujud. Malaikat bersifat ghaib, tidak dapat dilihat oleh mata kasar, tetapi dapat diketahui dan difahami secara majaz(metafora), seperti adanya wahyu yang diterima oleh para nabi dan rasul. Para nabi dan rasul menerima wahyu melalui perantara malaikat allah swt. 24

Percaya atau tidak, sengaja atau tidak disengaja, rekaya atau asli. Semoga hal yang sejenis ini tidak melunturkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT dan semoga makin memperkuat iman dan takwa kita. Amien. Pusaran Air Misterius Pasca Tsunami di Jepang "Pusaran air memiliki dampak cukup besar pada imajinasi manusia, sangat menakutkan." Sabtu, 12 Maret 2011, 07:28 WIB

Pusaran air pascatsunami di Jepang (AP Photo/Kyodo News) VIVAnews - Sebuah pusaran air terbentuk setelah tsunami yang menghantam utara Jepang, kemarin. Tsunami itu telah menciptakan pusaran air besar di pelabuhan lepas pantai timur negara itu. Menurut peneliti, pusaran air tidak biasa terjadi setelah adanya gelombang tsunami. Tsunami yang dipicu gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter (SR) itu menghantam Jepang, siang kemarin. Pensiunan seismolog Universitas Washington, Ruth Ludwin mengatakan pusaran mungkin saja terjadi setelah tsunami besar. Hal ini didasarkan keterangan saksi mata dan video beberapa tahun terakhir. "Pusaran air memiliki dampak cukup besar pada imajinasi manusia, sangat menakutkan," kata Ludwin seperti dikutip dari Livescience. "Tapi dari perspektif catatan geologi, pusaran air tidak meninggalkan jejak khusus yang bisa dikenali sejauh ini." Menurutnya, pusaran air tercipta karena ada interaksi dari arus air yang deras dan geologi dari garis pantai serta dasar laut. "Jelas, ada banyak air yang terdorong dan kemudian surut di dekat garis pantai," jelasnya. Hubert Chanson, profesor teknik hidrolik dan mekanika fluida terapan di Universitas Queensland, Australia, menjelaskan, ketika tsunami menghantam garis pantai, sejumlah air menghantam muka tanah yang kering. Dengan cara entah bagaimana, hal ini menciptakan fenomena mirip gelombang memecah bendungan. Hal ini, kata dia, mirip dengan kejadian tsunami di Indonesia dan Thailand pada December 2004 kemudian tsunami Jepang, Jumat 11 Maret 2011. Di saat yang sama, dampak tsunami di perairan pantai mendorong gerakan turbulen yang sangat intens. Dan dengan kedalaman tertentu, lanjutnya, sebuah pusaran besar bisa terbentuk. Ludwin menambahkan gambar dan video pertama yang mengabadikan pusaran air setelah tsunami muncul di tsunami Samudera Hindia, 2004 silam. Tapi, dia menilai keterangan saksi mata sebelumnya menunjukkan bahwa pusaran air tsunami bukanlah hal baru. Sebelum 2004, ada laporan mengenai pusaran air ini setelah gempa bumi besar Lisbon tahun 1775. Orang-orang Haida dari Kepulauan Ratu Charlotte di lepas pantai British Columbia memiliki mitos tentang gelombang busa berputar. Ular Kepala Manusia di Trenggalek

25

Ular berkepala manusia yang sudah mengering menjadi buah bibir karena muncul di internet. Konon ular itu ditemukan di Watu Limo Trenggelek Jawa Timur. Rekaman ular aneh yang menyerupai jenglot ini dilansir oleh k0pl4x di youtube. Video yang berdurasi 1.33 menit ini memperlihatkan ular berkepala manusia namun sudah mengering bak ratusan tahun. Ular itu diletakan di atas meja dan menjadi tontonan. Pengamatan detiksurabaya.com, ular itu dalam posisi melingkar dan kepalanya mendongak kayak ular cobra yang dalam keadaan siap menyerang. Di kepala yang menyerupai manusia itu tumbuh rambut yang sudah memutih dan menjuntai panjang hingga di belakang. Bahkan di atas mulutnya juga tumbuh kumis dengan warna yang sudah memutih pula. Keanehan yang dipamerkan lainnya adalah adanya tangan di tubuh sang ular. Ular Telah Dimusnahkan Saat ini ular tersebut memang kembali menjadi perbincangan setelah videonya nongol di Youtube, padahal ular itu telah dimusnahkan pemiliknya dengan cara dibakar. Pemusnahan ular misterius tersebut dilakukan pada pertengahan tahun 2008 silam demi menghindari timbulnya fitnah dan masalah. Tepatnya setelah patung tersebut sempat dititipkan ke adiknya, Wiji yang tinggal di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu. "Waktu saya titipkan itulah banyak warga yang melihat dan menganggapnya sebagai ular berkepala manusia, dan parahnya sebagian menganggapnya sebagai blorong pesugihan saya," kata Suyono, pemilik yang mewarisi pemberian dari seorang dukun Mbah Tohir. Keputusan membakar ular itu diakui oleh Suyono dilakukan setelah melakukan beberapa pertimbangan. Mbah Tohir yang dikenal sebagai dukun sakti semasa hidupnya itu diakuinya sempat membuatnya ragu untuk meneruskan tekadnya. "Ya sebelum membakar saya tantang, kalau memang mau merepotkan jangan orang lain, tapi cukup saya. Tapi nyatanya, sampai sekarang juga gak ada masalah sama sekali," ujar Suyono saat ditemui di rumahnya. Dengan alasan tak ingin repot pula, Suyono mengaku sudah membuang seluruh benda-benda terkait ular tersebut. "Mulai dari kotak sampai kain kafannya sudah saya bakar. Bahkan foto yang ada di HP anak saya juga saya buang, saya nggak mau repot," ujarnya tegas.

Wow.. Aneh Gan, Ada Ular Memiliki 5 Kepala.

26

Sebuah ular berkepala lima yang ditemukan di Kampus Infosys, Mangalore, Karnataka. wah ngeri gan!! liat aja pict nya dibawah ini:

Keanehan di Langit Jepang Jelang Gempa Besar Atmosfer di atas wilayah episentrum mengalami perubahan tak biasa. Kamis, 19 Mei 2011, 11:25 WIB

Gempa Jepang (AP Photo/ Kyodo News) VIVAnews - Jumat siang, 11 Maret 2011, gempa dahsyat dengan kekuatan 8,8 skala Richter mengguncang Jepang. Lindu memicu tsunami yang menggulung bangunan, manusia, apapun yang ada di wilayah pesisir timur laut. Jepang, yang tersohor sebagai negara paling siap menghadapi bencana gempa, porak poranda. 27

Namun, sejatinya alam sudah memberi peringatan. Apakah itu? Menurut profesor ilmu bumi di Chapman University di California, Dimitar Ouzounov, atmosfer di atas episentrum gempa Jepang mengalami perubahan tak biasa -- dalam beberapa hari menjelang bencana. Penelitian ini masih data awal, belum dipublikasikan di jurnal akademis dan direview oleh ilmuwan lain, namun menawarkan sesuatu yang menarik, bahwa mungkin gempa bisa diprediksi. "Meski, potensi ilmuwan memperkirakan terjadinya gempa masih 'jauh'," kata Ouzounov seperti dimuat LiveScience, Kamis 19 Mei 2011. Menatap langit untuk melihat pertanda bencana, khususnya gempa, sebenarnya bukan ide baru. Ada teori yang dikenal sebagai "Lithosphere-Atmosphere-Ionosphere Coupling mechanism" atau "Mekanisme kaitan Litosfer-AtmosferIonosfer". Seperti ini penjelasannya: sebelum gempa bumi terjadi, patahan yang tertekan akan mengeluarkan lebih banyak gas, khususnya gas radon yang tidak berwarna dan tak berbau. Setelah berada di ionosfer, gas radon melepaskan molekul udara elektronnya, memisahkan partikel bermuatan negatif (elektron bebas) dan partikel bermuatan positif. Partikel-partikel bermuatan yang juga disebut ion, lantas menarik air dalam proses melepaskan panas. Dan, para ilmuwan bisa mendeteksi panas ini dalam bentuk radiasi inframerah. Menggunakan data satelit, Ouzounov dan para koleganya mengawasi perubahan atmosfer yang terjadi beberapa hari sebelum gempa Jepang. Mereka menemukan, konsentrasi elektron dalam ionosfer meningkat, demikian juga dengan radiasi inframerah. Pada 8 Maret 2011, tiga hari sebelum gempa, adalah saat yang paling anomali. Para peneliti juga telah mengumpulkan data lebih dari 100 gempa di Asia dan Taiwan. Menurut Ouzounov, mereka menemukan korelasi yang sama untuk gempa yang magnitudenya lebih besar dari 5,5 skala Richter dengan kedalaman kurang dari 50 kilometer. Tim saat ini sedang berusaha melibatkan para ahli gempa Jepang dan seluruh dunia dalam sebuah misi ambisius: pemantauan atmosfer internasional sebagai upaya mitigasi gempa. Meski demikian, kesuksesan ramalan gempa masih belum terjamin. Belum ada satu pun orang yang memprediksi gempa berdasar data atmosfer. Terkadang pertanda gempa bisa dilihat dari tingkah aneh binatang atau air tanah yang berubah aliran. Apakah ada peluang gempa bisa diprediksi lewat data atmosfer? "Ini sangat menarik," kata Henry Pollack, profesor emeritus geofisika di University of Michigan, yang tak terlibat dalam penelitian ini. "Namun masih sulit untuk disebut sebagai sebuah terobosan." Menruut Pollack, peneliti harus melihat banyak data atmosfer terkait gempa yang ada untuk memastikan fenomena menyangkut pecahnya patahan gempa. Juga harus ditelaah, seberapa sering anomali muncul, namun tak terkait sama sekali dengan gempa. Sementara, Terry Tullis, profesor emeritus ilmu geologi di Brown University juga sama ragunya. Para ilmuwan ahli gempa telah banyak belajar di masa lalu, untuk tidak merasa senang setiap kali muncul metode prediksi gempa. "Saya tak bermaksud menyingkirkan optimisme itu, tapi dalam titik ini, orang harus skeptis." (umi) Petir Menyambar Gedung Tertinggi Di Dunia Burj Khalifa di Pusat Kota Dubai Kamis, 14 April 2011 Gedung Burj Khalifa adalah salah satu karya sentuhan tangan manusia yang paling luar biasa di dunia dan gedung tertinggi di dunia tersebut juga baru-baru ini diberi cahaya alam yang spektakuler, petir.

28

Petir Menyambar Gedung Tertinggi Di Dunia Burj Khalifa di Pusat Kota Dubai – The Facemash Post – Burj Khalifa yang menjulang setinggi 2.716 kaki di Dubai dan merupakan gedung tertinggi di dunia, disambar petir saat badai terjadi di pusat kota Dubai baru-baru ini.

Gedung pencakar langit Burj Khalifa adalah sebuah konduktor alami bagi petir karena desain dan ketinggiannya. Untuk memastikan Gedung Burj Khalifa tidak berhenti beroperasi selama cuaca buruk, gedung tertinggi di dunia tersebut dibangun dengan bentuk Y, dengan tiga sayap yang tersebar secara merata menopang berat bangunan. Benarkah 1 Hari Kini Tinggal 23 Jam Saja? Chempornet.com – Benarkah 1 Hari Kini Tinggal 23 Jam Saja? Beberapa hari setelah gempa dan tsunami besar di Jepang terjadi, ada sebuah studi atau anggapan dari para ahli yang menyatakan, ada perubahan dari rotasi bumi yang mengakibatkan perubahan waktu atau berkurangnya waktu di bumi. Hal tersebut kembali diungkap oleh salah satu ahli dari Jet Propulsion Laboratory, NASA, Richard Gross, ia menyusun model penghitungan kompleks untuk mengalkulasikan secara teoritis, bagaimana gempa bumi di Jepang, yang merupakan gempa terbesar kelima sejak tahun 1900, memengaruhi rotasi Bumi. Memang membuat bingung dan pasti akan timbul pertanyaan dari kita semua, apa benar studi atau penelitian yang dilakukan para ahli tentang dampak gempa-gempa besar yang terjadi dibumi terutama Gempa Jepang mempengaruhi atau memperpendek waktu di bumi? Untuk itu, mari sejenak kita lihat Studi yang dibuat oleh Richard Gross dibawah ini.

29

Studi 1 Hari Tinggal 23 Jam Memanfaatkan data dari United States Geological Survey, hasil perhitungan mengindikasikan adanya perubahan distribusi massa Bumi. Gempa dan Tsunami di Jepang telah membuat Bumi berputar sedikit lebih cepat, dan memperpendek waktu dalam satu hari hingga 1,8 mikrodetik atau sepersejuta detik. Kalkulasi yang dibuat juga menunjukkan bahwa poros Bumi bergerak sekitar 17 centimeter ke arah bujur timur. Perubahan poros ini akan membuat pergerakan Bumi sedikit berbeda. Namun itu tidak mempengaruhi posisi Bumi di ruang angkasa karena hanya kekuatan eksternal seperti gravitasi Matahari, Bulan, dan planet-planet yang mampu mengubah itu. Seputar semakin singkatnya waktu dalam satu hari yang sudah tidak mencapai 24 jam, sebagai gambaran, akibat gempa dengan magnitude 8,8 yang terjadi tahun lalu di Chile, waktu dalam satu hari telah dipangkas sebesar 1,26 mikrodetik dan menggeser poros Bumi sekitar 8 cm. Padahal, menggunakan kalkulasi serupa yang dilakukan setelah gempa dengan magnitude 9,1 yang menghantam Aceh tahun 2004 lalu, waktu dalam satu hari sudah berkurang sebesar 6,8 mikrodetik akibat bergesernya poros dan bentuk Bumi sekitar 7 cm. ―Rotasi Bumi terus berubah, dan tidak hanya disebabkan oleh gempa, namun juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti angin di atmosfer dan arus samudera,‖ kata Gross, seperti dikutip dari Science Daily, 10 Mei 2011. ―Bagaimana gempa memengaruhi rotasi Bumi tergantung pada skala, lokasi, dan bagaimana gempa terjadi,‖ ucapnya. Gross menyebutkan, dalam kurun satu tahun, waktu dalam satu hari bisa bertambah dan juga berkurang sekitar satu milidetik atau 550 kali lebih besar dibanding akibat gempa Jepang. Demikian pula dengan lempeng Bumi yang bisa bergeser sekitar 1 meter dalam satu tahun akibat berbagai gempa. ―Secara teori, apapun yang mampu meredistribusi massa Bumi akan mengubah rotasi planet Bumi,‖ kata Gross. ―Namun demikian, perubahan rotasi dan poros Bumi seharusnya tidak memengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Perubahan ini sangat alami dan terjadi kapan saja. Orang-orang tidak perlu khawatir,‖ ucapnya. Meski telah membuat penghitungan, kalkulasi yang dibuat Gross, baik untuk rotasi dan poros Bumi, hasilnya kemungkinan akan masih berubah dengan munculnya data-data baru yang lebih akurat seputar fenomena yang terjadi di Bumi. Sebelumnya studi yang dibuat oleh Gross ini telah mendapat sanggahan atau tandingan yang menyatakan, panjang dan pendeknya suatu hari di Bumi itu hanya dapat di pengaruhi jika terjadi sesuatu efek dari luar bumi. Seperti yang sudah dikatakan oleh Gross diatas, bahwa kita tidak perlu khawatir dengan perubahan rotasi bumi akibat gempa yang terjadi, fenomena ini sangat alami dan kapan saja bisa terjadi. So jika benar 1 hari kini tinggal 23 jam saja, berarti buka puasa bagi yang menjalankan bisa dilakukan pada jam 5 sore yah. Hari Ini Empat Planet Sejajar Hari ini (12/8) masyarakat bisa melihat fenomena langka empat planet Merkurius, Saturnus, Venus dan Mars sejajar. Kesempatan melihat hanya sampai jam setengah delapan malam. 30

―Biasanya awal Agustus hingga pertengahan, di langit malam bisa melihat Merkurius, Venus, Mars dan Saturnus. Ini berada di sekitar posisi bulan sesudah matahari terbenam,‖ kata peneliti senior astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin saat dihubungi Kamis (12/8). Masyarakat Indonesia bisa melihat keempat planet di mana Venus akan paling terang dan Mars paling buram. Malam ini, Merkurius berada di bawah bulan dan di atas bulan akan muncul Saturnus, Mars dan Venus. ―Sesudah magrib akan ada bulan sabit maka posisi planet akan berada di sekitaran Bulan. Paling terang adalah Venus,‖ ujar Thomas Djamaluddin. Kemunculan 4 planet berdekatan ini bisa dinikmati dari matahari terbenam hingga pukul setengah delapan lewat. ―Bulan terbenam sekitar setengah delapan malam. Kemudian Saturnus terbenam sekitar pukul 20.30 WIB, Venus pukul 20.35 WIB dan Mars pukul 20. 40 WIB.

Fenomena Kilatan Cahaya Aneh Pacitan 2011

Desa Sukoharjo, Pacitan - Fenomena kilatan cahaya di langit Pacitan, Senin (31/1/2011) malam masih meninggalkan tanda tanya. Apalagi, kejadian yang berlangsung kurang dari satu menit itu tidak disertai suara. "Nggak ada suara apa-apa. Hanya kelihatan cahayanya saja," ujar Putut Prasetyo (22), warga Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Selasa (1/2/2011). Awalnya, Putut menduga sumber cahaya berasal dari kilat cahaya Pacitan. Namun anehnya, pancaran sinar mirip api las raksasa berlangsung lama. Dia pun memberitahu kedua orang tuanya maupun tetangga sekitar. Beberapa warga lain lalu ikut menyaksikannya. Hal senada juga diakui Misngatin (48) warga lain. Perempuan ibu rumah tangga itu mengaku melihat sendiri fenomena kilatan cahaya aneh Pacitan dan langka tersebut. Meksipun hanya sempat menyaksikan selama beberapa detik, namun dirinya bisa melihat jelas kilauan cahaya yang baru pertama kali terjadi di daerah itu. "Memang terang sekali. Tapi posisinya tidak bergerak. Tetap disitu sampai hilang," jelasnya sambil menunjuk langit diatas pohon sengon laut tak jauh dari rumahnya. Seperti diberitakan, warga Pacitan digemparkan penampakan kilatan cahaya aneh di langit, Senin (31/1/2011) malam. Bias sinar yang membentuk setengah lingkaran itu memancarkan warna biru dan berganti kemerahan sesaat sebelum 31

lenyap. Selain di Sukoharjo, beberapa warga di Desa Mentoro juga mengaku melihatnya. detik.com

Hujan Ikan di Jepang, Kejadian Aneh 2010 Hujan Ikan di Jepang merupakan salah satu dari sekian banyak Kejadian Aneh yang ramai dibicarakan di tahun 2010. Fenomena hujan ikan di Jepang ini, sebenarnya terjadi pada tahun lalu, tepatnya bulan Juni 2009. Tidak hanya ikan, katak kecil dan berudu juga terjadi ketika itu.

9 Juni, anggota polsek Ishikawa melaporkan di kota Nakanoto, sejumlah ikan kecil yang ditemukan tersebar di daerah pemukiman. Sekitar 10 ikan disisihkan dari pinggir jalan dan dari atap mobil dan ikan ini sejenis ikan mas yang berukuran panjang 3-5 cm . 15 Juni , anggota polsek Miyagi melaporkan sekitar jam 5:00 di kota Taiwa, seorang penduduk 74 tahun,mendengar suara hujan di luar rumahnya. Ia melangkah ke luar dan menemukan sekitar 50 kecebong tersebar di halaman rumah dan di atap. Kecebong-kecebong ini masih basah, tetapi tak satu pun dari mereka yang masih hidup. Menurut wanita tersebut, langit cerah dan tidak ada angin. Ia tidak melihat burung-burung beterbangan di langit. 16 Juni, anggota polsek Saitama melaporkan bahwa pada jam 1:00 di kota Kuki, seorang pria berusia 77 tahun melaporkan telah ditemukan lebih dari 20 bangkai berudu dan ikan kecil di halaman rumahnya. Pria yang tinggal sekitar 1 kilometer dari dekat hutan tempat biasanya gagak bertengger. Ia percaya gagak-gagak itu menjatuhkan berudu dan ikan di halaman rumahnya. 16 Juni sekitar pukul 8:00, anggota Polsek Aichi melaporkan bahwa ada seorang karyawan sebuah perusahaan yang berusia 45 tahun sedang mengemudi melewati kota Chiryu dalam perjalanannya untuk berangkat bekerja, tidak lama kemudian dia mendengar suara sesuatu yang seakan melempari atap mobilnya. Ketika ia tiba di tempat kerja, ia menemukan 25 bangkai kecebong , masing-masing sekitar 5 cm panjang, berhamburan di bagian atas dan sisi kendaraan.

17 Juni, anggota Polsek Toyama melaporkan bahwa pada jam 8:40 di kota Asahi, pekerja berusia 59 tahun di sebuah perusahaan menemukan sekitar 30 kecebong berserakan di jalan di depan rumahnya. kecebong-kecebong ini ketika diukur memiliki panjang sekitar 3 cm panjang dan telah mulai mengembangkan kaki. Cuaca tenang dan sebagian berawan, sehingga tidak mungkin mereka tersapu dalam hembusan angin. Seorang ahli biologi setempat mengatakan bahwa kecebong-kecebong ini mungkin telah mati karena dehidrasi setelah berkeliaran keluar dari sawah terdekat. Pria tersebut percaya bahwa mereka mungkin telah dijatuhkan oleh sekawanan burung gagak. 24 Juni, anggota polsek Yamagata melaporkan bhwa pada jam 4.30 sore,seorang instruktur piano 34tahun di kota Shinjo menemukan sekitar 40 bangkai kecebong yang masih basah di halaman, tepat ketika ia berjalan meninggalkan 32

anjingnya. Si wanita melihat kecebong-kecebong tersebut setelah anjing itu mulai mengendus penuh semangat di tanah halaman luar. Dia menemukan kecebong yang masih basah menempel di hidung anjing. Kecebong-kecebong ini, banyak yang hancur, dan paling tidak dua jam sebelumnya belum ada bermunculan di halaman rumahnya. Belum ada penjelasan yang masuk akal untuk hujan hewan seperti ini. Meskipun beberapa orang percaya hujan kecebong mungkin merupakan akibat dari gangguan cuaca seperti puting beliung tetapi tidak ada lembaga meteorologi yang telah mengamati kemungkinan adanya angin yang kuat atau kondisi cuaca yang tidak stabil di salah satu daerah di mana hujan kecebong terjadi. Banyak perselisihan pendapat mengenai penyebab, bahkan ahli lain ada yang mengemukakan mungkin hujan ini karya para pranksters atau tukang iseng , atau bahkan mungkin makhluk luar angkasa yang melakukannya. cueksaja.com Hujan ikan di Australia juga terjadi baru-baru ini. Sedangkan Kejadian Aneh 2010 di Indonesia antara lain berupa; Meteor Jatuh di Cirebon yang membentuk lafadz Allah, Langit Terbelah di Jogja dan Padang. Dan kemungkinan masih banyak kejadian aneh lain yang terjadi, namun belum terpublis.

Kematian Massal Meluas hingga Swedia Egidius Patnistik | Kamis, 6 Januari 2011 | 09:46 WIB

STOCKHOLM, KOMPAS.com — Kematian massal berbagai jenis burung dan ikan dilaporkan meluas hingga berbagai penjuru dunia, Rabu (5/1/2011). Hanya beberapa hari setelah 5.000 burung berjatuhan dalam keadaan mati di Negara Bagian Arkansas, Amerika Serikat, hal serupa dilaporkan terjadi di Negara Bagian Lousiana, AS, dan di sebuah kota di Swedia. Christer Olofsson, petugas layanan darurat di kota Falkoeping, mengatakan, burung-burung mulai berjatuhan di kota di Swedia barat daya itu sejak Selasa tengah malam. Sekitar 50-100 burung jackdaw—sejenis gagak—ditemukan terkapar di jalanan berlapis salju. Sebagian besar sudah mati. Institut Kedokteran Hewan Swedia saat ini sedang meneliti bangkai-bangkai burung itu untuk menyelidiki kemungkinan adanya infeksi virus flu burung. Anders Wirdheim, ahli ornitologi, mengatakan, peristiwa ini tidak lazim. Burung jackdaw biasa menghabiskan musim dingin dalam sebuah kawanan besar. Diduga ada gangguan yang membuat kawanan itu stres dan terbang tidak beraturan sampai mati. Di AS, sekitar 500 bangkai burung blackbird sayap merah, jalak, dan grackles ditemukan di kawasan Pointe Coupee Parish, dekat Kota Baton Rouge, Louisiana, Selasa (4/1/2011). "Kami sudah mengirim sampel bangkai ke sebuah laboratorium di Missouri dan sedang menunggu hasilnya," tutur Olivia Watkins dari Departemen Perikanan dan Margasatwa Louisiana. Hingga saat ini, para pakar belum mengetahui penyebab pasti kematian massal burung-burung tersebut. Berbagai teori mengemuka, mulai suara ledakan kembang api Tahun Baru yang membuat burung-burung tersebut kaget sampai petir dan hujan es. 33

Dari hasil pembedahan bangkai-bangkai burung tersebut, petugas hanya bisa memastikan penyebab kematian adalah ‖trauma fisik yang akut‖ dan bukan disebabkan jenis penyakit tertentu. Kabar kematian massal burung ini disusul kabar kematian massal misterius ribuan ikan yang terjadi di berbagai lokasi di dunia, mulai Teluk Chesapeake, Maryland, AS; Sungai Arkansas, Arkansas, AS; Semenanjung Coromandel, Selandia Baru; dan Pantai Parana, Brasil. Di Sungai Arkansas yang terletak hanya sekitar 160 kilometer dari lokasi kematian massal burung blackbird di kota Beebe, pekan lalu ditemukan sekitar 80.000-100.000 bangkai ikan drum (keluarga Sciaenidae). Ribuan bangkai ikan tersebar hingga 36 kilometer di sepanjang aliran sungai tersebut. Komisi Memancing dan Berburu Arkansas kebingungan karena kematian massal tersebut hanya menimpa satu spesies ikan. ‖Kalau penyebabnya adalah polusi, pasti ikan-ikan lain juga ikut terkena, bukan cuma ikan drum,‖ tutur Keith Stephens, petugas dari komisi tersebut. Juru bicara Departemen Lingkungan Hidup Maryland Dawn Stolzfus, yang dikutip wbaltv.com, mengatakan, penyebab kematian puluhan ribu ikan kecil di Teluk Chesapeake diduga disebabkan cuaca dingin ekstrem yang membuat ikan-ikan itu stres. Stolzfus mengatakan, ikan-ikan itu biasanya berenang ke perairan yang lebih hangat sebelum cuaca dingin melanda kawasan itu pada Desember. Namun, entah mengapa, tahun ini mereka tidak melakukan itu. Harian The New Zealand Herald (www.nzherald.co.nz) edisi hari Rabu mengabarkan, para petugas dari dinas perikanan terus menyelidiki penyebab kematian ratusan ikan di pantai-pantai di kawasan Semenanjung Coromandel, Selandia Baru utara. Dari Brasil, Federasi Nelayan di Koloni Parana melaporkan, tidak kurang dari 100 ton ikan sarden, croaker, dan sejenis ikan lele ditemukan mati misterius sejak Kamis pekan lalu.

Kasus Kematian Burung Merambah ke Lousiana Rabu, 05/01/2011 05:21 WIB

Burung-burung yang mati tergeletak di tanah setelah fijatuhkan dari atap sebuah rumah oleh seorang pekerja di Beebe, Ark, AS Lousiana - Setelah Arkansas, kasus ratusan burung juga mati secara misterius di Lousiana, Amerika Serikat. Sedikitnya ada 500 burung yang ditemukan mati tanpa sebab yang jelas. Dilansir AFP, kejadian ini ditemukan di wilayah Pointe Coupee Parish. Kepala Departemen Alam Liar dan Perikanan Lousiana, Olivia Watkins mengatakan, penyelidikan terus dilakukan soal penyebab kematian hewan-hewan malang tersebut. "Kami mengirim sampel ke laboratorium di Missouri dan kami masih menunggu hasilnya, ujar Watkins, Selasa (4/1/2011). Sebelumnya, ribuan burung tiba-tiba jatuh dari langit dan mati di sebuah kota kecil di Arkansas, Amerika Serikat (AS). Penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian insiden itu masih berlangsung. Namun menurut para ilmuwan, burung-burung tersebut berjatuhan karena takut akan pesta kembang api. 34

Sekitar 3 ribu ekor burung hitam mendadak berjatuhan dari langit dan mati di Kota Beebe menjelang Tahun Baru, 1 Januari lalu. Menurut para ilmuwan, kembang api tampaknya telah membuat takut burung-burung tersebut sehingga mereka panik beterbangan tak tentu arah. Akibatnya, burung-burung itu menabrak rumah-rumah, pohon mobil dan bahkan saling bertabrakan satu sama lain. "Burung-burung hitam memiliki penglihatan yang buruk, dan mereka mulai menabrak benda-benda," kata ahli ilmu burung (ornithologist) di Arkansas, Karen Rowe seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (4/1/2011). Namun dia tidak menyebutkan misteri kematian burung-burung tersebut telah terpecahkan. Sebab masih akan dilakukan pengujian laboratorium untuk memeriksa bangkai-bangkai burung guna memastikan ada tidaknya racun atau penyakit. Pekan lalu juga, sekitar 100.000 ekor ikan ditemukan mengapung mati di perairan dan berserakan di sepanjang tepi Sungai Arkansas, antara Kota Ozark dan Clarksville, sekitar 160 kilometer sebelah barat Beebe. Menurut para pakar satwa liar, kematian ikan-ikan tersebut tidak terkait dengan kematian burung-burung di Kota Beebe. Kemungkinan ikan-ikan tersebut mati karena penyakit sebab ikan-ikan yang ditemukan mati itu masuk dalam satu jenis spesies. Gerhana Matahari Cincin 15 January 2010

Pada hari Jumat, tanggal 15 January 2010 terjadi gerhana matahari yang kebetulan melewati Indonesia. Gerhana matahari kali ini bukan gerhana matahari total, tetapi gerhana matahari cincin. Namun gerhana kali ini dapat dinikmati oleh kita yang tinggal di Sumatra, Jawa Barat- Jawa Tengah dan Kalimantan. Pandangan gerhana matahari cincin ini akan optimum hanya terlihat di Srilangka dan China. Nah supaya tidak ketinggalan untuk menikmati gerhana ini silahkan simak kapan kita dapat menikmatinya. Silahkan donload disini : Seperti yang disarankan oleh Muhammadiyah, diharapkan kaum muslimin untuk menyelenggarakan Sholat gerhana pada waktu kejadian fenomena ini.

35

Bagaimana gerhana matahari itu terjadi ?

Gerhana matahari itu terjadi akibat bulan berada segaris dengan matahari, sehingga cahaya matahari tertutupi oleh bulan. Disebelah kanan ini grafis yang memperlihatkan bagaimana bulan menutupi matahari. Ketika bulan lebih dekat ke bumi maka matahari akan tertutup sepenuhnya yang menyebabkan gerhana matahari total di tengah (A), dan gerhana sebagian di pinggir (A). Sedangkan pada saat bulan agak lebih jauh, maka bulan akan berada ditengah cahaya matahari yang menyebabkan gerhana matahari cincin di bagian tengah (B), dan terlihat gerhana sebagian di pinggirannya (C). Gerhana hari Jumat besok merupakan gerhana anular (gerhana matahari cincin). Gerhana matahari cincin terjadi saat Bulan berada jauh dari bumi sehingga piringannya terlihat kecil dan tidak dapat menutupi seluruh piringan matahari. Piringan matahari yang tertutup oleh piringan Bulan hanya bagian tengahnya saja, sehingga bagian pinggir matahari tidak tertutup. Oleh karena itu piringan matahari akan terlihat dari muka bumi seperti lingkaran cincin yang bercahaya. Pada tanggal 15 Januari 2010 akan terlihat seperti gambar kanan, tetapi di Indonesia hanya teramati pinggirannya saja seperti gambar C. Peristiwa gerhana memang saat ini mudah sekali diramalkan karena pengetahuan astronomi sudah sangat berkembang serta alat-alat pengukuran dan pengamatannyapun sudah semakin canggih.

Peta sabuk lintasan gerhana 15 Januari 2010

36

Ada Awan ‗UFO‘ di Moscow

Sebuah video yang menampilkan gumpalan awan berbentuk melingkar, biasa disebut dengan awan halo, dianggap sebagian orang sebagai bentuk UFO sesungguhnya. Para pengunjung YouTube yang melihat video ini juga menganggap hal ini sebagai bentuk awal invasi alien. Dilansir melalui Yahoo Buzz, Rabu (14/10/2009), beberapa pihak menganggap video ini hanyalah tipuan yang berasal dari efek visual yang dibuat oleh manusia. Namun ahli meteorologi justru meyakini bahwa fenomena tersebut memang benar terjadi, hanya saja bentuk dan tampilannya tidak seheboh apa yang telah diposting di YouTube. Lain halnya dengan ahli Meteor, pemerhati UFO malah menganggap hal ini sebagai misteri yang benar-benar terjadi. Bahkan sebagian mereka membandingkan kejadian ini dengan peristiwa yang terangkum dalam film Independence Day. Sayangnya, lebih banyak orang yang menganggap hal ini sebagai efek optikal buatan manusia ketimbang mereka yang menganggapnya sebagai fenomena alam sebenarnya. Namun begitu, juru bicara badan klimatologi di Moskow sempat mengatakan bahwa beberapa fenomena alam sempat terjadi di langit Moskow. Bahkan hal ini sempat menimbulkan intrusi cuaca di wilayah kutub dan matahari sempat bersinar dari barat. ―Kemungkinan peristiwa tersebut terjadi dikarenakan fenomena-fenomena alam tersebut,‖ paparnya. Malam Ini Gerhana Bulan Parsial Di Malaysia, warga melaksanakan salat gerhana. Sabtu, 26 Juni 2010, 18:27 WIB

VIVAnews - Umat muslim di Malaysia diminta melaksanakan salat Khusuf menjelang gerhana Bulan parsial yang malam ini bisa disaksikan di sejumlah negara, Sabtu, 26 Juni 2010. Departemen Pengembangan Islam Malaysia (Jakim) mengatakan salat gerhana bisa dilakukan setelah sholat Maghrib, baik sendiri-sendiri maupun berjamaah. Pejabat Jakim, Noor Syarizal Mohd Nunar, seperti dikutip dari Bernama, mengundang umat muslim Malaysia untuk 37

melakukan salat gerhana di Masjid Nasional dan Masjid Putrajaya yang akan dilanjutkan dengan khotbah mengenai gerhana Bulan. Di Malaysia, menurut Badan Antariksa Nasional (Angkasa) Malaysia, gerhana Bulan sebagian akan mulai terjadi pukul 16.57 sore dan mencapai gerhana maksimum pada 19.30 sore sebelum diperkirakan berakhir pada pukul 10.22 malam waktu setempat. Sedangkan di Indonesia, menurut Kepala Observatorium Boscha, Hakim Malasan, gerhana Bulan parsial akan terjadi dari pukul 17.15 WIB hingga 20.00 WIB. Sementara itu, kantor berita Associated Press memberitakan bahwa gerhana bulan juga akan terlihat di wilayah barat Amerika Serikat dan Kanada, Pasifik, dan timur Asia. Bagi penduduk di Pantai Barat, gerhana akan terjadi menjelang fajar hari ini mulai pukul 03.17 pagi dan berakhir tiga jam kemudian. Gerhana bulan sebagian hari ini disebut sebagai pendahuluan sebelum terjadi gerhana bulan total yang akan bisa disaksikan di seluruh kawasan Amerika Utara, Desember tahun ini. (umi) Mengapa Salju Turun di Australia Bulan Ini? Kamis, 23 Desember 2010 | 7:26

Salju di Kota Sydney Autralia [SYDNEY] Cuaca ekstrem terjadi di Australia dua hari lalu. Salju tiba-tiba turun dan menutupi sebagian benua yang seharusnya sedang mengalami musim panas itu. Mengapa hal ini bisa terjadi? Menurut ahli cuaca Australia, Terry Ryan seperti dikutip dari AFP, kondisi cuaca seperti itu terjadi karena rendahnya tekanan udara di laut wilayah selatan. ―Setiap dua atau tiga tahun, warga Australia bisa saja mengalami cuaca ekstrem seperti ini, ― jelasnya. Dia menerangkan, kemungkinan turunnya salju di bulan Desember memang sangat kecil. Sebab, tahun sebelumnya, di bulan yang sama, pegunungan Victoria memberikan udara sejuk dan Desember hanya dimaraki oleh hujan, bukan salju. Pegunungan Victoria di Australia, merupakan kawasan di area Australia yang selama ini bersalju. Itupun, salju tebal terakhir terjadi empat tahun lalu. Minggu ini, salju setebal 10 cm tampak membenani pantai timur Negara Bagian New South Wales dan Victoria. Langit Yogyakarta Terbelah, Masyarakat Cemas Senin, 21 Juni 2010 | 06:11 WIB

38

Fenomna langit terbelah (Crepuscular Ray)di Yogyakarta 11 Juni 2010 TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Masyarakat di Yogyakarta dikejutkan oleh fenomena alam berupa cahaya yang menyorot sehingga langit seperti terbelah. Mirip sinar senter raksasa, cahaya biru terang benderang membelah langit Yogyakarta. "Indah sekali sih, tapi saya bertanya-tanya apakah akan ada bencana," kata Listy Budiharjo yang menyaksikan fenomena senter rasasa itu di Jalan HOS Cokroaminoto, Yogyakarta ketika ditemui Tempo, akhir pekan lalu. Saat Listy melintas di Jalan HOS Cokroaminoto, ratusan orang memandang ke langit dan menonton fenomena langit terbelah itu. Dia pun ikut menyaksikan dan melihat pemandangan yang istimewa itu. Fenomena langit Yogyakarta terbelah itu terjadi pada 11 Juni 2010. Tak banyak media yang mengungkapnya. Tapi, beberapa situs astronomi heboh membahasnya. Sepintas foto tersebut adalah hasil rekayasa dengan Adobe Photoshop. Padahal itu foto asli. Foto tersebut diambil oleh Ney Cassanova dari wilayah Kalasan, Yogyakarta, pada 11 Juni 2010 pukul 17.30. Listy dan banyak orang yang menyaksikan fenomena itu pun dilanda rasa khawatir. Mereka cemas fenomena itu akan mendatangkan bencana seperti ketika Yogyakarta gempa selama dua hari. Listy mengaku melihat kejadian itu sore menjelang magrib. Ketua Jogja Astro Club Mutoha Arkanuddin membenarkan adanya peristiwa itu. Jika Listy hanya melihat satu fenomena senter raksasa, maka Mutoha menyaksikan dua persitiwa sekaligus. "Namanya Anticrepuscular Rays dan Crepuscular Ray atau sun rays," kata Mutoha ketika dihubungi Tempo, Jumat, (18/6). Menurut Mutoha, fenomena anticrepuscular ray dan crepuscular ray itu sudah sering terjadi. Hanya saja fenomena langit terbelah yang terjadi pada 11 Juni 2010 itu sangat mencolok cahayanya. "Padahal itu sudah biasa terjadi seperti kita melihat pelangi dan bisa dilihat dengan mata telanjang," kata Mutoha. Mutoha menjelaskan, anticrepuscular terjadi di langit sebelah Timur, sementara crepuscular terjadi sebelah Barat. Keduanya, kata Mutoha muncul pada saat matahari terbenam, yakni sekitar pulul 17.30. "Biasanya menjelang magrib," katanya. Crepuscular Ray terjadi ketika cahaya matahari terlihat beradiasi dari satu titik tertentu. Radiasi cahaya ini bisa terjadi karena cahaya matahari masuk melewati celah-celah di antara awan atau objek lain dan biasanya terlihat menjelang matahari terbit atau tenggelam. Adapun anticrepuscular Ray adalah fenomena yang mirip dengan Crepuscular, namun terlihat berada di tempat yang berlawanan dari matahari. Lingkaran Matahari (Halo) Muncul di Langit Padang

39

Halo Matahari menyapa Padang - Halo matahari adalah fenomena alam yang berupa pelangi yang mengelilingi Matahari. Dan kini sebagian besar warga kota Padang sudah bisa melihatnya. Halo Matahari menyapa Padang pada pukul 10.00 hingga pukul 14.00 di Padang, sebagian warga bahkan keluar rumah dan gedung perkantoran seperti yang dilakukan sejumlah pegawai di kantor Pertamina wilayah I Sumbar yang buru-buru keluar gedung kantor untuk menyaksikan fenomena alam tersebut. "Cobalah lihat keluar, ada pelangi mengelilingi matahari," kata Yanti (45), salah seorang warga. Sebagian warga juga mengabadikan fenomena unik Halo Matahari yang berlangsung antara pukul 10.00 hingga sekitar pukul 14.00 itu dan membagikannya di situs jejaring sosial. Halo matahari terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh uap air yang terjadi di atmosfer sehingga membentuk lingkaran pelangi. Terakhir kali, fenomena halo matahari terjadi di Bogor pada Selasa (12/10/2010) lalu. Sejak pukul 10.00, Kamis 21 Oktober 2010, terjadi fenomena halo matahari di atas Kota Padang, Sumatera Barat. Sebagian besar warga lalu mengaitkan fenomena ini dengan gempa besar. "Fenomena ini soalnya pernah terjadi sehari setelah gempa besar 30 September 2009," kata Sari, seorang warga Padang. Dan Sari pun penasaran dengan fenomena ini, mencoba mengabadikan dengan kamera ponselnya. Saat fenomena halo Matahari terjadi, cuaca dilaporkan cerah meski terdapat sedikit awan. Menurut Wikipedia, fenomena halo adalah fenomena optis yang terjadi karena pembiasan uap air oleh cahaya matahari sehingga kadang memunculkan pelangi mengelilingi matahari. Fenomena yang sama juga sering terjadi pada saat bulan purnama, sehingga disebut halo bulan. Kemungkinan gempa besar di Sumatera Barat sudah berulang kali dilansir Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Andi Arief. Andi mengungkapkan dua daerah Sumatera yang berpotensi terkena gempa rambatan adalah di Bengkulu dan Mentawai. Menurut dia, Mentawai diprediksi tak lama lagi berpotensi diguncang gempa besar berkekuatan 8,1 SR. "Namun, kita tidak bisa tahu itu kapan terjadi."

Meteor Jatuh di Jakarta? Sebuah benda meremukan 4 rumah di Jakarta. Bukan bom, bukan ledakan tabung gas. Jum'at, 30 April 2010, 13:49 WIB

Lokasi ledakan di Duren Sawit, Jakarta Timur (VIVAnews/Sandy Alam Mahaputra) 40

Bunyi desingan itu terdengar keras. Lalu menggelegar. Kamis petang kemarin itu, Ibu Uci dan suaminya sedang melayani pelanggan di salon. Mendengar ledakan itu mereka lari terbirit-birit. Sejumlah warga di Jalan Delima VI, Malakasari, Jakarta Timur itu juga berhamburan keluar rumah. Mereka berlari menyelamatkan diri. Empat rumah rusak parah. Tidak ada korban jiwa. Luka ringan banyak. Orang-orang di sana mengira, ledakan itu adalah bom. Ada pula yang menyebutkan ledakan bersumber dari tabung gas. Di negeri ini, urusan keselamatan tabung gas itu memang kerap diremehkan. Luka dan juga kematian karena ledakan tabung gas itu sudah sering terjadi. Adapula yang menduga ledakan kemarin petang itu adalah hasil kerja tukang santet. Sudarmojo, seorang warga yang rumahnya rusak parah, semula yakin betul bahwa ini kerjaan dukun santet. ―Saya ini masih agak percaya sama santet,‖ katanya. Markas Besar (Mabes) Polri mengirim tim ahli dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) ke Malakasari. Ini tim khusus. Mereka kerap diterjunkan jika ledakan bom terjadi. Beberapa jam di sana, tim ini tidak menemukan tabung gas yang meledak, tidak menemukan residu bom, dan tentu saja, juga tidak menemukan seorang tukang santet. Kepala Departemen Balistik Metalurgi, Mabes Polri, Komisaris Besar, Amri Kamil, setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah Sudarmojo memastikan tidak ditemukan bahan peledak di situ. Dia melanjutkan, ―Fisik ledakan juga tidak ada.Tidak ada kawahnya.‖ Tiga jam meneliti lokasi itu, Amri meralat berita yang sudah beredar bahwa telah terjadi ledakan di Duren Sawit. Sebenarnya, kata Amri, yang terjadi bukan ledakan, tapi, ―Hantaman dari benda-benda yang berat, yang jatuh ke bumi dengan kecepatan tinggi.‖ Dari lokasi di Malakasari itu, polisi mengambil debu, ada pula yang berbentuk pasir. Dugaan adanya benda jatuh dari langit—yang kemudian diduga sebagai meteor itu—juga berdasarkan bentuk kerusakan. Atap rumah Sudarmojo bolong besar, tapi tak ada sisa ledakan di lantai. Sejumlah warga di sana berkisah bahwa mereka sempat melihat benda dari langit menghantam rumah Sudarmojo. Pipit, seorang warga yang berusia 32 tahun menuturkan, "Saat itu sekitar jam empat sore. Langit mendung. Saya melihat semacam kilat, cahayanya terang banget di langit. Dengan kecepatan tinggi, dalam hitungan detik, cahaya itu turun dan menyambar rumah Pak Sudarmojo." Betulkah yang jatuh itu adalah meteor? Sedang diteliti memang. Dan satu dua hari ini hasilnya bisa diketahui. Profesor Thomas Djamaluddin, ahli Astronomi dari dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menuturkan bahwa yang perlu dilakukan adalah meneliti debu atau sisa bongkahan dari lokasi ledakan. Betulkah meteor bisa jadi debu jika menghantam bumi? ―Itu bisa saja terjadi kalau itu jenis meteor rapuh,‖ kata sang profesor. Polisi memang sudah mengangkut debu-debu di lokasi ledakan. Namun Profesor Djamaludin menegaskan bahwa debu-debu itu bisa saja berasal dari pecahan meteor rapuh itu. ―Tapi memang tetap harus ada sisa-sisa bongkahan,‖ katanya. Karena dugaan soal meteor jatuh itu, sejumlah ahli dari Lapan meluncur ke lokasi siang ini. Profesor Djamaluddin, yang sedang meluncur ke Bogor, Jawa Barat, harus berbalik arah dan meluncur ke Duren Sawit di Jakarta Timur itu. ****** Kisah benda angkasa luar terjun ke bumi ini memang sudah sering terdengar belakangan ini. Tanggal 8 Oktober 2009 lalu, warga Bone di Sulawesi Selatan, dikejutkan oleh bola api yang melesak di angkasa, lalu meledak. Bunyi ledakan terdengar 6 kali. Sesudah itu, daratan seperti diamuk lindu. 41

Warga Desa Latteko, Kabupaten Bone, panik bukan kepalang. Anak-anak sekolah berhamburan keluar kelas. Warga desa cemas.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Makassar, mendeteksi adanya getaran pada titik koordinat 4,68 Lintas Selatan dan 120, 09 Bujur Timur . Getaran itu terjadi di kedalaman sekitar satu kilometer dari atas permukaan tanah. Magnitude getaran sekitar 1,9 SR (SkalaRichter). Meteor atau bukan, memang belum ada jawaban pasti. Selain dugaan soal meteor itu, sejumlah kalangan mengira benda yang jatuh di Bone itu adalah sampah dari antariksa. Sebuah pancaran bola api yang diduga meteor juga jatuh di Wisconsin, Amerika Serikat, 16 April 2010. Bola api itu jatuh tidak begitu jauh dari Universitas Wisconsin. Departemen Atmosfir dan Kelautan universitas itu sempat merekam jatuhnya bola api itu. Gambar video itu beredar ke seluruh dunia. Banyak kejadian seperti ini di sejumlah tempat di muka bumi ini. Tapi para ahli dunia belum memastikan, apa persisnya benda-benda yang tiba2 menghujam bumi itu. Warga di Duren Sawit Jakarta Timur itu, kini terus merubung lokasi Malakasari. Mereka juga menunggu jawaban, apakah yang menyebabkan rumah Sudarmojo nyaris remuk itu benar-benar ulah meteor, sampah antariksa atau ulah tukang santet yang sedang mencoba kedasyatan ilmunya. Ditemukan, Planet Mirip Bumi yang Layak Huni Ia memiliki suhu panas yang memungkinkan manusia untuk berjemur di siang hari. Kamis, 30 September 2010, 08:35 WIB

VIVAnews - Hasil pengamatan observatorium MW Keck di Hawaii, Amerika Serikat, selama 11 tahun membuahkan hasil. Para ilmuwan menemukan sebuah planet yang paling mirip dengan Bumi. Planet itulah kemungkinan bisa dihuni manusia. Seperti dilansir Telegraph.co.uk, 29 September 2010, sebuah tim 'pemburu planet' menamai planet yang paling mirip dengan Bumi itu dengan nama Gliese 581g. Planet yang ukurannya hampir sama dengan Bumi itu mengorbit dan berada di tengah 'zona huni perbintangan'. Peneliti juga menemukan zat cair dapat eksis di permukaan planet itu. Ini akan menjadi planet paling mirip Bumi yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Ini juga merupakan planet pertama yang paling berpotensi dihuni manusia. "Temuan kami ini sangat menarik dan menawarkan kemungkinan bahwa planet ini berpotensi untuk dihuni," kata Profesor Steven Vogt di University of California. 42

Sebelumnya, Badan Antariksa AS (NASA) juga menemukan planet mirip bumi, Kepler 9. Gliese 581g ditemukan berdasarkan observasi yang dilakukan menggunakan teknik tercanggih yang dikombinasikan dengan teleskop 'kuno'. Yang paling menarik dari dua planet Gliese 581g adalah, dia memiliki massa tiga sampai empat kali dari Bumi dan periode orbit hanya di bawah 37 hari. Volume massa itu menunjukkan bahwa planet itu kemungkinan merupakan planet berbatu dengan permukaan tertentu. Itu juga menunjukkan bahwa planet itu memiliki gravitasi yang cukup. Gliese 581g terletak dengan jarak 20 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya berada di konstelasi Libra. Posisi planet ini, satu sisi selalu menghadap bintang dan memiliki suhu panas yang memungkinkan manusia untuk berjemur secara terus-menerus di siang hari. Di bagian samping yang menghadap jauh dari bintang, berada dalam kegelapan yang terus-menerus. Para peneliti memperkirakan rata-rata suhu permukaan planet ini antara -24 dan 10 derajat Fahrenheit atau -31 sampai -12 derajat Celsius. Suhunya akan sangat terik saat posisinya menghadap bintang dan bisa terjadi pembekuan saat sedang gelap. Menurut Profesor Vogt, gravitasi di permukaan planet itu hampir sama atau sedikit lebih tinggi dari Bumi, sehingga orang dapat dengan mudah berjalan tegak di planet ini. "Faktanya, kami mampu mendeteksi planet ini begitu cepat dan sangat dekat. Ini memiliki arti bahwa planet seperti ini benar-benar berciri umum, seperti Bumi," jelasnya. Prof Vogt dan Paul Butler, dari Carnegie Institution di Washington, mengatakan temuan-temuan baru tim itu dilaporkan dalam sebuah makalah yang akan diterbitkan dalam Jurnal Astrophysical. (kd) Crop Circle UFO Sleman Yogyakarta Beberapa fenomena fenomena mengenai penampakan UFO sudah hampir ada kabar tiap tahun atau waktu tertentu, dengan beberapa penampakan ufo dilangit, benda yang menyerupai UFO sampai sebuah Crop Circle (Pola Lingakaran Tanaman Yang Teratur) yang diyakini memiliki arti tertentu dari tiap gambarnya dan ada yang menganggap terjadinya Crop Circle ini disebabkan oleh pendaratan UFO atau memiliki Pesan mengenai UFO.

Kali ini, penampakan Crop circle UFO ada di Indonesia, Yogyakarta tepatnya di daerah Sleman di areal persawahan kawasan Berbah, Sleman, Yogyakarta. Fenomena crop circle ini ada yang menganggap memiliki pesan pesan penting ada juga yang menganggap hanya sebuah karya seni biasa. Diameter pola unik Crop circle di sleman yogyakarta ini berukuran sekitar 50-70 meter dan mencakup luasan sawah 2500 an meter persegi. Fenomena crop circle yang terjadi di Yogyakarta, Minggu (23/1/11), menjadi kehebohan sekaligus mengundang tanda tanya. Beberapa kalangan mengaitkan fenomena langka di Indonesia itu dengan kedatangan makhluk asing dan UFO (Unidentified Flying Object). Benarkah demikian? Menanggapi kehebohan itu, mantan Kepala Observatorium Bosscha Dr Moedji Raharto mengatakan, ―Hingga saat ini belum ada laporan yang sangat serius tentang kedatangan UFO dan makhluk luar angkasa ke bumi.‖ Kalau memang kejadian selama ini yang diduga sebagai kedatangan UFO atau alien benar, ia mengatakan, istimewa sekali planet bumi ini hingga didatangi berkali-kali oleh para alien. Lebih lanjut Moedji mengatakan, kalangan astronom memang percaya akan adanya kehidupan ekstra terestrial. Namun, sejauh ini belum bisa membuktikan keberadaannya, apalagi menyaksikannya datang ke Bumi. ―Kita sudah mencoba mencari dengan radio teleskop tetapi hingga saat ini belum bisa membuktikannya,‖ ujar Moedji. Kemampuan mendeteksi kehidupan ekstra terestrial masih cukup terbatas. 43

Tentang fenomena crop circle di Yogyakarta, Moedji mengatakan, ―Saya kira itu hanya imajinasi masyarakat saja ya.‖ Imajinasi bisa dipengaruhi oleh film yang ditonton atau referensi lain. ―Saya kira ini hanya merupakan fenomena alam biasa atau juga buatan manusia,‖ ujar Moedji.

Crop Circle di Sleman Menarik Perhatian Warga Kamis, 19 Mei 2011 17:30 WIB

YOGYAKARTA--MICOM: Warga DIY kembali dihebohkan oleh fenomena munculnya lingkaran berpola (crop circle) di atas persawahan. Berbeda dengan fenomena crop circle sebelumnya yang berbentuk lingkaran, crop circle kali ini jika dilihat dari atas tampak lebih menyerupai bentuk kaki rakasaa. Fenomena tersebut diketahui pertama kali oleh Rebo Suwardi, Minggu (15/5), di atas tanah sewaannya di Dusun Mlandangan, Desa Minomartani, Kecamatan Ngaglik. "Sekarang Mbah Rebo masih diperiksa di Polsek Ngaglik," kata Brigadir PD Suhadi, anggota Babinkamtibmas Polsek Ngaglik di lokasi. Mengenai asal-usul motif tersebut, hingga saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan. Menurut Hendarto, keponakan Mbah Rebo yang juga tinggal di sebelah baratlokasi, kejadian tersebut kemungkinan karena fenomena alam. Pasalnya, pada malam minggu terjadi hujan deras dan keesokan harinya ia telah melihat rubuhnya tanaman padi di sawah. Ia pun tidak yakin apabila motif tersebut dibuat oleh perorangan. "Kalau dibuat orang motifnya apa? Saya kira ini hanya sebuah fenomena," tukasnya Hendarto pun mengaku baru tahu kalau padi yang jatuh tersebut membentuk motif setelah diberitakan di koran (19/5). Pada hari itu juga, polisi kemudian memasang garis polisi dan warga pun ramai berbondong-bondong untuk melihat crop circle yang berada di atas sawah seluas 3 ribu meter persegi. Dari luas sawah tersebut, diperkirakan seribu meter persegi rusak karena tanaman padinya masih berusia 2,5 bulan. "Sebagian tidak bisa ditanam karena tanamannya masih merkatak (mulai berbuah)," terang Hendarto, kemonakan Mbah Rebo. (AT/OL-8) Arah Kiblat Berubah Akibat Gempa ?

Negara kita merupakan daerah yang seringkali terjadi gempa. Adanya tumbukan lempeng yang bergerak pada akhirnya berakibat berubahnya arah kiblat yaitu arah posisi kita berpijak dengan kabah di Mekah. Pemberitaan awal tahun ini, setelah gempa di Chili yang demikian hebat oleh beberapa pihak di prediksi telah mengubah arah kiblat. Apakah memang demikian ?

44

Pakar astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Prof Dr Thomas Djamaluddin membantah pemberitaan bahwa pergeseran lempengan bumi akibat gempa Chile telah menggeser arah kiblat sekitar 30 centimeter lebih ke kanan. ―Tidak ada pergeseran arah kiblat oleh pergeseran lempeng atau sebab lain. Pernyataan tersebut mungkin salah kutip atau salah persepsi, tetapi berpotensi meresahkan masyarakat,‖ kata Djamal. Diakuinya banyak masjid yang arah kiblatnya kurang tepat, namun bukan karena adanya perubahan arah kiblat, tetapi karena penentuan awal sebelum pembangunannya yang tidak akurat. Banyak masjid dibangun dengan arah kiblat yang sekedar mengikuti arah barat lalu diserongkan sedikit ke kanan atau sekedar mendasarkan diri pada arah kiblat masjid terdekat yang belum tentu benar, ujarnya. ―Jadi yang tidak benar metode pengukurannya, bukan alat ukurnya,‖ katanya. Menurut dia, hanya dengan bantuan posisi matahari saja cukup akurat menentukan arah kiblat jika dipandu oleh orang yang terlatih ilmu falak, selain itu juga peranti lunak Qibla Locator yang termuat dalam situs web http://www.qiblalocator.com juga mudah digunakan. Gambar diatas adalah pengecekan arah kiblat Masjid Al Markaz Al Islami Makassar menggunakan qiblalocator. Ditegaskannya, pergeseran lempeng yang mengubah peta bumi termasuk mengubah arah kiblat, memerlukan waktu jutaan tahun. Pergeseran Lempeng Ia juga mengatakan tentang NASA yang mengabarkan bahwa gempa Chile berdampak pada pergeseran poros ―gambar bumi‖ dan percepatan rotasi bumi. ―Tapi, pergeseran lempeng yang sebenarnya menyebabkan perubahan rotasi itu, bukan gempanya, karena gempa sekadar indikator pelepasan energi akibat pergeseran lempeng bumi,‖ katanya. Akibat pergeseran lempeng, lanjut Djamal, kesetimbangan ―gambar bumi‖ sedikit berubah karena titik massa kulit bumi bergeser. Hal itu menyebabkan poros ―gambar bumi‖ bergeser. Poros ―gambar bumi‖ (Earth`s figure axis), lanjut dia, tidak sama dengan poros astronomis (poros utara-selatan) yang menggambarkan poros rotasi bumi. ―Untuk kasus gempa Chile 2010 pergeserannya sekitar 8 cm di mana sudutnya bergeser 2,7 mili detik busur =0,00000075 derajat dan terlalu kecil untuk dilihat,‖ katanya. Demikian juga gempa Aceh 2004, pergeserannya hanya 7 cm di mana sudutnya bergeser 2,32 mili detik busur = 0,00000064 derajat, demikian Djamal. (ANT/A038) Pilar Cahaya di Langit Latvia

Foto luar biasa ini adalah foto pilar cahaya misterius yang mengarah ke langit diatas kota Sigulda, Latvia. Foto ini diambil oleh Aigar Truhins dengan kamera digital standar. Foto ini akhirnya mendapat tanggapan luar biasa dari para astronom amatir di dunia maya. Truhins berkata,"Anakku berkata, Alien sedang menuju bumi!" "Paling tidak kelihatan seperti itu." Ia menambahkan. Namun para ahli memiliki penjelasan yang lebih ilmiah - es kristal di udara. Udara di atas kota cukup dingin dan dipenuhi dengan es kristal yang terperangkap. 45

Pilar cahaya itu dipercaya terbentuk dari cahaya lampu jalan yang terang dan terefleksi di udara yang dipenuhi kristel es. Langit di seluruh Eropa telah dipenuhi dengan fenomena tersebut sejak terjadinya iklim dingin yang melanda negeri itu. Para Ilmuwan di website spaceweather.com berkata :"Pilar Truhin bukanlah jenis yang biasa, bahkan para ahli yang terkemuka tidak bisa menjelaskan dengan pasti. Pilar itu memang misterius, pilar itu memiliki puncak yang membentuk kurva dan bahkan membentuk setengah lingkaran pada dasarnya." "Kami tidak tahu pasti - jadi teruslah memotret langit malam!" Heboh! Fenomena Alam, Hujan Darah dan Ikan Fenomena Alam, Hujan Darah di India dan Hujan Ikan di Jepang.

Heboh!!! Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan beberapa gambar atau bahkan video yang sengaja di upload di dunia maya, seperti You Tube. Mengenai fenomena alam, begitu Misterius…, mencengangkan…, menakutkan…, menimbulkan rasa penasaran, antara percaya dan tidak percaya. Dunia diguncang dengan berita mengenai hujan air berwarna merah yang lalu diyakini oleh masyarakat adalah hujan darah. Tepatnya pada tahun 2001 disebuah kota bernama Kralla di Negara India yang mayoritas beragama Hindu telah benar-benar meyakini bahwa hujan yang mengguyur kota Kralla adalah hujan darah. Terlebih lagi saat ilmuwan dari universitas Mahatma Gandhi melakukan penelitian dari sample air hujan yang berwarna merah tersebut, didalamnya telah ditemukan partikel dan sel sel DNA mahluk hidup yang menyerupai sel darah manusia. Hanya saja diberitakan bahwa sel sel DNA tersebut bukan berasal dari mahluk hidup yang ada di dunia, lalu?! benarkah air berwarna merah yang bercampur dengan air hujan di India berasal dari darah mahluk luar angkasa? E.T? Alien? atau sejenisnya ? ( Ughh….diluar akal sehat manusia untuk mempercayainya ) Entahlah, yang jelas disaat perdebatan para pakar ilmuwan dan para ulama memperbincangkan hujan darah di India, tiba-tiba dunia kembali dikejutkan dengan fenomena hujan yang mengguyur di Australia dan Jepang. Hujan air yang mengikut sertakan mahluk hidup seperti ikan yang berjatuhan di bumi Australia dan mahluk hidup perpaduan ikan dan katak yang menghebohkan kota Taiwa dan Nakarato di Jepang, adalah Fenomena alam yang sama sekali sulit di terjemahkan secara ilmu tekhnologi. ( Bukankah tekhnologi berpusat di Jepang? )

46

Tidak sedikit ilmuwan yang berbondong-bondong melakukan penelitian dan menghasilkan analisa seperti terjadinya hujan yang diawali dari penguapan udara permukaan air laut, kemudian menjadi awan dan membentuk anak-anak air lalu air tersebut berjatuhan ke bumi dan untuk selanjutnya kita terbiasa menyebutnya sebagai hujan. Sehingga para ilmuwan pun memiliki beranega ragam hasil dan teori-teori temuan mereka tentang hujan ikan dan katak. Mungkin pada saat terjadinya badai tornado, badai yang kita ketahui membentuk gulungan angin dengan kekuatan maha dahsyat ini telah membawa beberapa ikan dan katak dari permukaan laut keangkasa, sehingga pada saat curah hujan datang ikan atau katak tersebut pun membaur jadi satu dengan air hujan. Yang menjadi pertanyaan sekarang, selama diangkasa bagaimana ikan dan katak bisa bertahan hidup? Jangan-jangan legenda pangeran katak benar adanya, dan mereka terselamatkan oleh Pangerannya hingga turun hujan. Hehehehe…., Nah kalau memang seperti itu bukankah mahluk yang hidup dilautan tidak cuma ikan dan katak? ( Tapi mengapa hanya dua mahluk hidup itu saja yang meramaikan hujan di Australia dan Jepang ). Sekali lagi dunia pun belum mampu menjawabnya dengan pasti mengenai fenomena hujan darah, ikan dan katak. Kita kembali dibuat tagjub dengan fenomena air terjun darah di benua Antartika kutub selatan. ( kalau di Indonesia heboh air terjun pengantin yang banyak adegan syuurrr nya ya…? Hiks ) Benua Antartika di Kutub Selatan adalah benua es beku yang biasa disebut gunung salju, negeri berselimut salju nan dingin baru baru ini meleleh karena panas bumi yang sangat meningkat, hingga terbentuklah bongkahan-bongkahan yang pada sela-sela bongkahan tersebut mengalir air berwarna merah pekat, merah darah! Fenomena air terjun darah ini pun tidak luput dari penelitian yang katanya warna merah menyerupai darah ini memang benar-benar darah, darah yang dihasilkan dari jutaan mikro bakteri kuno yang selama puluhan tahun telah bertahan hidup, bersembunyi dibalik balok balok es tersebut, karena umurnya yang sudah sangat tua mengakibatkan mikro bakteri kuno tersebut mati dan mengeluarkan darah, begitu katanya…. Air terjun yang terbentuk dari sela sela bongkahan gunung es sangat indah terlihat dari kejauhan, perbaduan warna putih dan merah yang kabarnya sampai saat ini masih terus mengalir, lalu sebanyak apa mikro bakteri tersebut sehingga dapat menghasilkan aliran darah yang tiada henti? Luar biasa………( Mengingatkan kita tentang laut merah yang terbelah dari pedang Nabi Musa yang tertulis di kitab suci Al-Quran ) Ya, boleh saja para pakar Ilmuwan terpandai sekalipun didunia ini berspekulasi tentang fenomena alam yang terjadi dimuka bumi yang sangat mengagetkan akhir akhir ini, sah sah saja mereka berlomba menyampaikan analisa demi mengobati rasa penasaran manusia. Namun bukankah kita semua mahluk hidup dari tumbuhan, binatang dan manusia yang dibekali akal pikiran yang paling mulia adalah ciptaan Tuhan? Jadi percaya atau tidak percaya tentang adanya fenomena alam yang makin banyak ditunjukan oleh Nya sudah sepatutnya kita percayai sebagai kekuatan dan kekuasaan Tuhan pemilik semesta alam. Tanpa campur tangan Nya segalanya tidak mungkin terjadi, bahkan mungkin atau tidak mungkin, benar atau tidak benarnya berita mengenai fenomena-fenomena alam tersebut akan menjadi mungkin dan akan menjadi benar hanya karena kekuasan Tuhan, Maha dari segala Maha. Daun yang jatuh dari tangkainya dan ranting-ranting kering yang patah pun tidak mungkin terjadi tanpa kuasa Tuhan.

47

Bahkan fenomena alam yang telah ditunjukan Tuhan hanya debu terhalus dan ion ion terkecil dari kuasa Tuhan, dari kebesaran Nya. Sehingga sudah sepantasnya kita senantiasa memuji keagungan Nya… tidak lepas dari rasa syukur atas kehidupan dan nafas yang selalu diberikan Nya dan kembalikanlah segalanya hanya kepada Tuhan, Zat pemilik hidup dan kematian. Fenomena alam tentang hujan, mengingatkan kita pula untuk selalu ―Sedia payung sebelum Hujan‖, dalam mengarungi kehidupan dialam fana untuk kembali kealam berikutnya. Fenomena 4 Matahari Kembar di Cina Posted by Saung Link at 8/28/2010 . 8/28/2010

Fenomena Terbitnya 4 Matahari di Cina pada bulan Ramadan ini banyak yang mengkaitkannya dengan hal2 mistik , seperti mau ada bencana atau kiamat sudah dekat dan lain-lain. Namun para ilmuwan mengatakan bahwa ini adalah Fenomena Sun Dog , proses ini bisa disamakan dengan proses terciptanya pelangi yang terbentuk karena cahaya matahari yang menyinari tetesan air di angkasa. Fenomena di atas memang luar biasa dan tentu saja langka. Namun, ini sebenarnya adalah fenomena atmosferik yang telah dikenal dengan baik di dunia sains. Nama fenomena itu adalah Sun Dog yang terlihat bersamaan dengan Parhelic Circle. , Kadang sering juga disebut dengan fenomena matahari kembar.

Fenomena Sun Dog (Sundog) yang kadang juga disebut dengan Parhelion adalah sebuah fenomena ketika kita bisa melihat adanya kumpulan cahaya tambahan di kedua sisi matahari. Kadang, kumpulan cahaya ini bisa terlihat seperti bola yang membuat kita berpikir kalau cahaya ini adalah matahari tambahan.

48

Fenomena ini bisa muncul dimana saja dan kapan saja. Namun, ia akan lebih mudah terlihat ketika matahari berada pada posisi yang lebih rendah di Horizon (saat terbit atau terbenam). Pada saat terbit, matahari akan naik semakin tinggi, Sun Dog pun akan bergeser dari sudut 22 derajat. Ketika matahari menjadi lebih tinggi lagi, Sun Dog pun lenyap. Umumnya Sun Dog berwarna merah ketika ia berada pada jarak terdekat dari matahari. Ketika ia semakin menjauh dari matahari, warnanya akan berubah mengarah ke biru. Apapun itu yang jelas Fenomena Terbitnya 4 Matahari di Cina merupakan fenomena alam yang menakjubkan dan ini menunjukan kepada kita bahwa alam masih banyak menyimpan misteri yang belum tergali dan itu menunjukan pula tentang kebesaran dan kekuasaan Allah SWT sebagai Sang Maha Pencipta dari alam semesta ini. Munculnya "Tangan Tuhan" di Angkasa Kamis, 21 Januari 2010

Munculnya "Hand of God" atau "Tangan Tuhan" di angkasa yang berhasil di abadikan oleh Chandra X-ray Observatory membuat gempar masyarakat astronomi. Diperkirakan fenomena "Tangan Tuhan" ini terjadi karena ledakan bintang super besar, Supernova yang ledakannya dikenal sebagai B1509 berupa pusat astronomi yang diperkirakan berusia 1.700 tahun dan berjarak 17.000 tahun cahaya dari permukaan bumi. Dan itu berarti membutuhkan waktu perjalanan sinar-X dengan kecepatan 670 juta meter per jam menuju bumi. Tahun cahaya (Light Year) adalah satuan panjang yang didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun melewati ruang hampa udara. Istilah tahun yang digunakan untuk perhitungan adalah tahun Julian yang mempunyai 365.25 hari atau 31.557.600 detik.

Kadang kala rata-rata tahun tropis 31.556.925,9747 detik digunakan. Karena cahaya menempuh kecepatan 299.792.458 meter per detik (m/s) dalam ruang hampa udara, maka dengan menggunakan tahun Julian, satu tahun cahaya sama dengan 9.460.730.472.580.800 kilometer (5.878.625.373.184 mil).

49

Fenomena "Tangan Tuhan" itu merupakan nebula yang membentuk menyerupai tangan besar dan didiskripsikan sebagai awan biru yang remang-remang terlihat seperti sedang mengulurkan ibu jari dan jari-jarinya berusaha menggenggam batubara yang menyala merah. Menurut NASA pusat dari energi "Tangan Tuhan" ini tidak terlalu luas kekitar 12 mil (19,3 km) dengan putaran yang sangat cepat dengan membuat tujuh kali rotasi lengkap setiap detik. Partikel-partikel yang menyebar itu membentuk perputaran nebula 150 tahun cahaya. "Jari-jari" itu seperti menstanfer energi dengan mendekati awan gas yang membentuk seperti batu bara yang mengeluarkan cahaya berwarna orange dan merah dalam sinar X.

Pusat astronomi "Tangan Tuhan" itu memuntahkan energi elektromagnetik yang berjumlah besar, sehingga menciptakan debudan awan gas begitu luas hingga bersinar 150 tahun cahaya. Bintang neutron yang membentuk fenomena itu merupakan bagian dari awan gas yang mendapatkan energi dari angin elektron dan ion yang menyebar keluar dari pulsar. Warna pada gambar mewakili perbedaan intensitas energi. Cahaya biru merupakan area dari sinar X tertinggi diikuti hijau dan merah. Beberapa waktu yang lalu bulan Februari juga sempat heboh dengan kemunculan fenomena "Eye of God" atau "Mata Tuhan" yang diabadikan oleh NASA. Fenomena "Mata Tuhan" ini oleh para ilmuwan disebutkan gambar bintang yang berhasil ditangkap oleh sebuah teleskop raksasa di pegunungan Chili ini adalah "Mata Tuhan". "Mata Tuhan" atau dikenal juga dengan sebutan Helix Nebula memandang bumi jauh dari ruang angkasa atau mencapai sekitar 700 tahun cahaya.

50

Helix Nebula menyerupai bola mata berwarna biru dan dihiasi warna putih serta kelopak berwarna merah muda. Kumpulan warna tersebut terbentuk oleh lapisan gas dan debu yang diterbangkan serta dipancarkan oleh bintang yang akan berakhir masa hidupnya dalam kurun ribuan tahun mendatang. Matahari juga diperkirakan akan bernasib serupa dengan bintang ini kendati tidak dalam waktu 5 miliar tahun.

Helix Nebula terletak pada konstelasi Aquarius dan dapat diamati oleh astronom amatir dengan menggunakan teleskop biasa walaupun tampak redup gambarnya. Menempati sebuah wilayah di langit dengan ukurannya yang mencapai separuh dari bulan purnama, Helix Nebula berukuran sangat besar sehingga dibutuhkan pantulan cahaya dua setengah tahun untuk mengitarinya.

Ini semua adalah fenomena alam biasa yang terjadi karena keagungan Allah SWT, hanya saja karena bentuknya aneh dan terjadi diluar angkasa dengan sehingga orang-orang barat menyebutnya "hand of god" dan "eye of god". Di sekitar kita banyak terjadi fenomena alam seperti hujan, kabut, embun yang kadang-kadang lain dari biasanya sehingga banyak ditafsirkan lain. Gempa Jepang Mempercepat Rotasi Bumi Yunanto Wiji Utomo | Tri Wahono | Minggu, 13 Maret 2011 | 19:48 WIB

AP Tsunami menghantam garis pantai Iwanuma di Jepang utara setelah gempa 8,9, mengguncang daerah itu, Jumat (11/3/2011). KOMPAS.com - Gempa berkekuatan 9 Skala Richter (SR) yang terjadi di Jepang Jumat (11/3/2011) menyebabkan distribusi massa di Bumi berubah karena pergerakan lempeng dan runtuhnya batuan di kulit Bumi. Hal tersebut berpengaruh terhadap kecepatan rotasi bumi menjadi sedikit lebih cepat dan manusia mengalami hari yang lebih singkat. "Dengan berubahnya distribusi massa di Bumi, gempa Jepang mengakibatkan Bumi berotasi lebih cepat, mempersingkat hari sebanyak 1,8 mikrodetik," kata Richard Gross, geofisikawan di Laboratorium Propulsi Jet milik 51

NASA di Pasadena, AS, seperti dilansir Space.com. Analisi sebelumnya gempa tersebut hanya berpengaruh mempercepat rotasi 1,6 mikrodetik, namun data terakhir menunjukkan kalau kekuatannya lebih besar. Namun, pengaruh tersebut jauh lebih kecil ketimbang variasi tahunan lama rotasi Bumi. Panjang satu hari atau waktu rotasi Bumi adalah 24 jam atau 86.400 detik. Panjang hari selama ini bervariasi sekitar 1000 mikrodetik bergantung pada variasi musim distribusi massa Bumi. Perubahan waktu rotasi akibat gempa seperti kali ini bukanlah yang pertama terjadi. Gempa Aceh tahun 2004 misalnya, mempersingkat hari sebanyak 6,8 mikrodetik. Sementara gempa di Chile mempersingkat hari sebanyak 1,26 mikrodetik. Gross mengungkapkan, perubahan ini belum selesai. Gempa susulan juga bisa mengubah waktu rotasi. "Gempa susulan juga bisa mengubah waktu rotasi. Namun karena kekuatan gempa susulan lebih kecil, pengaruhnya juga lebih kecil," jelasnya. Secara teori, Gross mengungkapkan, apapun yang berdampak pada distribusi massa Bumi akan berdampak pada rotasi. Gempa dilaporkan mempercepat sedikit gerakan rotasi bumi yang biasanya sekitar 1.604 km/jam. Meski demikian, ahli astrofisika dari Indonesia yang bekerja di Max Planck Institute for Astronomy, Johny Setiawan, tak terlalu yakin dengan pendapat itu. Menurutnya, panjang pendeknya hari hanya bisa terjadi bila ada efek dari luar bumi. "Kalau Bumi kejatuhan asteroid sehingga massanya bertambah, pasti akan berubah panjang pendeknya hari," lanjutnya. Menurutnya, jika massa bumi tetap sama maka harusnya kecepatan rotasi dan lamanya rotasi juga akan tetap sama. Gempa Chili Mengakibatkan Hari Di Bumi Lebih Pendek Gempa berkekuatan 8.8 skala richter di Chile telah merubah keseluruhan rotasi bumi juga telah memperpendek panjanganya hari-hari di bumi kita, menurut ilmuwan NASA pada senin kemarin

Gempa Chili tercatat sebagai gempa terbesar ke 7 dalam sejarah yang menerpa Chili pada hari Sabtu lalu, efek dari gempa tersebut memperpendek panjanganya atau lamanya hari-hari di bumi pada hitungan 1.26 milliseconds, menurut peneliti Richard Gross di NASA di laboratorium Jet Propulsion di Pasadena,California ―Mungkin yang paling mengesangkan ialah, gempa ini merubah axis bumi (garis imajiner yang terbentuk saat bumi berotasi)‖, ujar Gross Gross dan koleganya menggunakan komputer model untuk mengukur efek dari gempa Chili kemudian menemukan fakta bahwa garis axis bumi bergerak sekitar 3 inchi atau 8 cm Sebelumnya Gempa-gempa berkekuatan tinggi telah mempengaruhi lamanya hari di bumi juga garis imajiner. Contohnya gempa Sumatera yang berkekuatan 9.1 Skala Richter di tahun 2004, yang memicu bencana Tsunami yang mematikan, telah memperpendek hari di Bumi pada kisaran 6.8 microsecond dan merubah garis axis sekitar 2.76 inchi (7cm) 52

Satu hari di bumi sekitar 24 jam. Dalam perjalanan tahun, lamanya hari secara bertahap berubah dalam 1 milisecond. Perubahannya meningkat pada musim dingin, disaat bumi berotasi lebih lambat, dan menurun pada musim panas, ungkap Gross sebelumnya Gempa di Chili memang lebih kecil dibanding gempa bumi Sumatera, namun efek yang disebabkan lebih besar karena letak lokasinya. Pusat gempa (Epicenter) di Chili berada pada lokasi midlatitude bumi, berbeda dengan epicenter Sumatera yang berada dekat khatulistiwa Hari Ini Puncak Hujan Meteor Eta Aquarid Tri Wahono | Jumat, 6 Mei 2011 | 18:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Fenomena langit malam tiada habisnya. Apalagi yang namanya hujan meteor. Hampir setiap musim ada momen-momen yang sayang dilewatkan. Malam ini diperkirakan menjadi waktu terbaik untuk melihat hujan meteor Eta Aquarid. Peristiwa tahunan itu kali ini diperkirakan akan mencapai puncaknya, Jumat (6/5/2011) ini. Eta Aquarid merupakan hujan meteor yang berasal dari debu dan pecahan-pecahan komet Halley. Bumi melintasi orbit Halley dua kali setahun, tiap Mei dan Oktober. Kali ini Bumi akan kembali melintasi orbit komet tersebut sehingga meteor-meteor yang terbakar di atmosfer Bumi bisa diamati sejak 28 April hingga 21 Mei 2011. "Dengan kondisi ideal, 30 sampai 60 meteor yang sangat cepat ini bisa dilihat setiap jam," kata Joe Rao, kolumnis pengamat langit di Space.com, Kamis (5/5/2011). Menurut dia, tahun ini merupakan pengamatan hujan meteor Eta Aquarid yang sempurna karena tidak ada gangguan cahaya bulan yang tengah memasuki fase bulan baru. Hujan meteor Eta Aquarid dapat diamati dekat rasi Aquarius. Meteor-meteor yang terbakar bakal muncul secara radial dari bagian atas rasi tersebut. Untuk pengamat di Indonesia, rasi Aquarius pada Sabtu (7/5/2011) akan terbit mulai pukul 2.00 dini hari tepat di arah timur dan akan terus bergerak semu ke atas sampai Matahari terbit. Menunggu meteor muncul mungkin membutuhkan konsentrasi penuh meskipun santai. Namun, pengalaman melihat satu saja meteor melintas bakal mengejutkan. Dan, jangan khawatir, setelah menunggu meteor-meteor lewat, Anda juga dapat menyaksikan pemandangan yang tidak kalah menarik. Mulai sekitar pukul 04.00, enam planet akan berjajar di arah timur. Masing-masing dari bawah Mars, Yupiter, Merkurius, Venus, Uranus, dan Neptunus. Saksikan Hujan Meteor Terindah 2010 Yunanto Wiji Utomo | A. Wisnubrata | Senin, 13 Desember 2010 | 12:02 WIB

KOMPAS.com — Hujan meteor terbaik sepanjang tahun 2010 akan terjadi hari ini, mulai dari senja tanggal 13 Desember 2010 hingga fajar tanggal 14 Desember esok hari. Setidaknya begitulah hasil observasi para astronom. Hujan meteor terbaik tahun 2010 adalah hujan meteor Geminids. Seperti kejadian hujan meteor lainnya, kilauan cahaya meteor akan tampak di atmosfer sebagai akibat masuknya partikel debu ke lapisan atas atmosfer. 53

Uniknya, menurut penemuan para astronom yang dipublikasikan tahun 1983, hujan meteor Geminids bukan disebabkan oleh partikel debu sisa komet, melainkan sisa-sia asteroid bernama 3200 Pantheon. Asteroid 3200 Pantheon mengorbit matahari, menyisakan partikel debu di sepanjang orbitnya. Ketika bumi yang sedang berevolusi memasuki wilayah itu, debu memasuki atmosfer bumi, terbakar, dan menghasilkan kemilau cahaya yang memukau. Saat puncaknya, akan terdapat 60-120 meteor yang akan disaksikan setiap jamnya. Meteor sendiri akan bergerak dengan kecepatan lebih kurang 35 kilometer per detik. Nama hujan meteor Geminids diambil dari nama gugus bintang Gemini. Bagaimana cara menikmati hujan meteor ini? Persiapan yang paling awal adalah memakai baju hangat, lebih hangat dari yang biasa dipakai sebab Anda mungkin akan berlama-lama di luar ruangan dalam malam yang dingin. Kedua, buat nyaman diri Anda. Bisa dengan menyediakan kursi telur untuk bersandar atau sofa kesayangan Anda. Biarkan mata Anda menatap seluruh langit dengan leluasa, mungkin tak perlu binokuler agar mata lebih leluasa memandang. Meteor bisa tampak di sekitar rasi Gemini. Di Indonesia, rasi Gemini terbit di timur sekitar pukul 20.00 dan tenggelam di arah barat sekitar pukul 06.00. Jika mengamatinya pada dini hari, meteor akan tampak di horizon langit yang rendah, sedangkan pada malam hari akan tampak di bagian atas. Yang pasti, Anda perlu bersabar dan jeli menantikannya. Sambil menunggu, mungkin bisa sambil berdoa agar permohonan terkabul. Para ilmuwan mengatakan, waktu terbaik menyaksikan hujan meteor ini adalah menjelang fajar. Berdoa saja semoga malam ini tak mendung sehingga Anda bisa menyaksikan hujan meteor terindah tahun 2010 ini pada dini hari nanti. Yuk, Nikmati Hujan Meteor Leonid Dinihari Nanti

Jakarta - Hujan meteor Leonid akan kembali terlihat di belahan bumi Indonesia. Bagi Anda yang ingin menikmatinya, berdoalah agar cuaca dinihari nanti cerah. Sebab, meteor tidak akan terlihat jika langit mendung. "Syaratnya cuaca harus cerah dan jauh dari polusi cahaya," kata peneliti LAPAN, ujar pengamat matahari dan antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin kepada detikcom, Rabu (17/11/2010). Waktu hujan meteor akan berlangsung mulai pukul 01.00-04.00 WIB. Menurut Thomas, meteor bisa terlihat dengan cara menengadahkan kepala ke arah langit utara 90 derajat. "Meteor ini bisa terlihat di seluruh wilayah Indonesia. Di negara lain juga bisa," tambahnya. Thomas menambahkan, meteor Leonid kerap terlihat setiap tahun. Namun, jumlahnya cenderung menurun. Pada rentang tahun 1998-2002, total meteor yang meluncur mencapai ribuan. "Dulu bahkan sampai disebut badai leonid. Sekarang sedikit, 900 ribuan meter perjamnya," lanjut Thomas. 54

Hujan meteor Leonid terjadi karena Bumi melalui sisa-sisa debu komet tumpele-tuttle. Hujan meteor Leonid ini akan terulang setiap setahun sekali. Pada bulan Desember, hujan meteor juga akan kembali terjadi. Meski kuantitasnya lebih sedikit, namun fenomena tersebut layak ditunggu. Hujan meteor Leonid ini sebenarnya sangat bervariasi jumlah meteornya. Hal ini disebabkan ketebalan debu yang tidak seragam. Pada 1998-2002 bisa sampai ribuan meteor per jam, karena itulah saat itu disebut badai meteor. Sedangkan pada Desember akan terjadi hujan meteor Geminid, di mana ada 20 meteor yang jatuh per jamnya. Fenomena ini terjadi di langit sedikit di arah utara pada dinihari. Puncaknya adalah pada 13-14 Desember. Berbeda dengan hujan meteor lainnya, peristiwa ini lahir dari asteroid Phaeton 3200. Orbit Phaeton berbentuk elips seperti halnya komet yang mendekati matahari melebihi orbit planet Merkurius yang merupakan planet di galaksi Bimasakti yang terdekat dengan matahari. Asteroid ini tidak menghasilkan debu karena merupakan sisa debu dari komet yang sudah habis selubung esnya. Hujan-hujan meteor itu tidak berbahaya, hanya menambah keindahan langit kalau terlihat. Fenomena ini bisa diperkirakan waktu dan arahnya. Yang berbahaya adalah meteor sporadis, yakni bila meteor yang jatuh ke bumi dalam ukuran besar. "Meteor sporadis ini bervariasi ukurannya ada yang seukuran pasir seperti hujan meteor, tapi ada juga yang besar dan bila jatuh ke bumi bisa menimbulkan lubang seperti kawah. Meteor sporadis terjadi sewaktu-waktu karena merupakan batuan dari antariksa atau batuan antar planet," terang peraih gelar doktor dari Universitas Kyoto, Jepang, ini. Sebesar Bola Golf Hujan Bongkahan Es

Hujan salju mungkin sudah biasa terjadi di Amerika Serikat. Namun, kali ini kawasan timur negara bagian Colorado, Amerika, dilanda hujan es. Bahkan, ukuran es yang jatuh dari langit Colorado itu tergolong besar. Bongkahan-bongkahan es yang jatuh itu ratarata hampir sama dengan besar bola golf. Peristiwa ini terjadi setelah Colorado dilanda cuaca buruk dengan disertai angin kencang selama beberapa jam pada Selasa 14 Juni 2011 waktu setempat. Jatuhnya bongkahan-bongkahan es ini menimbulkan bunyi nyaring ketika menimpa mobil, atap rumah, dan benda-benda lainnya. Selesai badai, muncul pelangi di langit Colorado. Sesuai prediksi para pengamat cuaca, kondisi itu segera berangsur normal. Suhu rata-rata Colorado kembali pada kisaran 26 derajat celcius, suhu normal musim semi di Amerika. Gerhana Bulan 100 Menit Rabu, 15 Juni 2011 | 06:20 WIB

55

AP/Heribert Proepper TEMPO Interaktif, Jakarta - Gerhana bulan total kembali menghampiri Indonesia. Gerhana kali ini istimewa karena masuk kategori gerhana terpanjang dalam satu abad terakhir, yaitu selama 100 menit. Fenomena astronomi ini bisa disaksikan dari Afrika, Eropa, Asia, dan Australia. Di Indonesia, gerhana bulan bisa disaksikan pada dini hari, 16 Juni 2011, mulai pukul 01.23 WIB, ketika piringan bulan mulai memasuki bayangan gelap Bumi (umbra). Seluruh permukaan bulan berubah gelap pada pukul 02.22 WIB. Selama 110 menit berikutnya, bulan akan berada di dalam umbra Bumi. Secara teori, gerhana bulan terpanjang yang bisa disaksikan manusia berdurasi 107 menit. Untuk mencapai rekor tersebut, bulan harus melintas persis di tengah titik pusat umbra. Pada gerhana bulan kali ini, lintasan bulan sedikit melenceng dari titik ini sehingga terjadi selisih durasi gerhana selama 7 menit dari rekor yang mungkin terjadi. "Namun, perbedaan ini tipis sekali, menjadikan peristiwa kali ini sebagai gerhana berdurasi panjang," ujar Deputi Sains Pengkajian Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penelitian Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin, kepada Tempo, Senin lalu. Menurut catatan, terdapat tiga kali gerhana bulan total berdurasi panjang dalam satu abad terakhir, yaitu pada 16 Juli 1935, berlangsung 101 menit; 6 Juli 1982, berlangsung 107 menit; dan 16 Juli 2000, berlangsung 107 menit. Dari ketiga gerhana berdurasi panjang tersebut, Indonesia hanya sekali disinggahi, yaitu pada tahun 2000. Kesempatan gerhana berdurasi panjang berikutnya baru bisa disaksikan tujuh tahun lagi, yaitu pada 27 Juli 2018. Selama 110 menit berada di dalam umbra, bulan tidak menghilang sama sekali. Cahaya matahari masih sempat dihamburkan oleh atmosfer Bumi yang tipis. Sebaran cahaya ini lebih banyak menghamburkan warna merah sehingga membuat bulan purnama yang biasanya memancarkan kilau putih keperakan menjadi merah. Terang cahaya bulan yang hari itu berada dalam fase purnama mendadak berkurang 10-100 ribu kali hanya dalam beberapa jam. Namun, Thomas mengingatkan bahwa gerhana bulan total tak selamanya sesuai dengan pengalaman. Aerosol yang terkandung dalam atmosfer akan sangat menentukan warna bulan. Dia mencontohkan gerhana bulan total yang terjadi hampir dua abad lalu setelah peristiwa letusan Gunung Tambora. Ketika itu, abu Tambora menyebar ke seluruh permukaan atmosfer, mengotori udara yang menyelimuti Bumi. "Akibatnya, saat gerhana total, bulan benar-benar hitam tak terlihat," tuturnya. "Gerhana bulan total selalu memberi kejutan. Jadi, kita lihat saja seperti apa warnanya," kata dia. Warna bulan pada saat gerhana bisa bervariasi, mulai hitam, merah tua, merah bata, hingga merah kecokelatan, bahkan jingga. Ahli astronomi Australia menduga abu vulkanik akan membuat gerhana bulan total berwarna lebih merah. Ahli astronomi dari Canberra, Paul Floyd, mengatakan gerhana bulan total biasanya berwarna jingga atau kemerahan karena atmosfer Bumi bertindak seperti sebuah lensa lemah yang membawa cahaya dari matahari ke dalam bayangan. Namun, tahun ini gerhana ada kemungkinan lebih merah daripada biasanya karena ada abu yang dipancarkan ke atmosfer Bumi dari letusan gunung api di Cile dan Islandia. "Gerhana ini berpotensi akan sangat merah, tak sekadar jingga, tapi kita tak akan tahu sampai itu terjadi," kata Floyd. Untuk mengamati gerhana, Thomas menganjurkan masyarakat menggunakan mata telanjang agar seluruh tahapan 56

gerhana bisa terlihat. Jika membutuhkan alat bantu, Thomas menganjurkan penggunaan binokuler supaya bulan terlihat lebih besar. Penggunaan teleskop tidak dianjurkan karena membuat medan pandang menjadi sempit sehingga tidak seluruh piringan bulan terlihat. Menurut Direktur Observatorium Bosscha, Hakim L. Malasan, gerhana bulan total kali ini datang pada saat yang tepat. "Indonesia sedang memasuki musim kering sehingga kemungkinan langit cerah sangat besar," ujarnya. Berdasarkan pengalaman Hakim meneropong bintang di Observatorium Bosscha, langit setelah dini hari bebas dari gangguan awan. Karakteristik cuaca seperti ini amat bergantung pada kondisi geografis masing-masing wilayah. Oleh karena itu, masyarakat bisa mengenali pola cuaca di tempat tinggalnya sebelum melakukan pengamatan gerhana bulan total. Di daerah pedesaan, gerhana bulan total akan tampak lebih indah. Sejurus setelah bulan tersembunyi di balik umbra, awan putih terang tampak memanjang dari barat daya ke utara. Awan putih ini adalah Galaksi Bima Sakti, tempat bermukimnya 200 miliar bintang, termasuk matahari. Ledakan Bone adalah Asteroid Jatuh

Ilustrasi meteor ketika menuju bumi. JAKARTA, KOMPAS.com — Pakar astronomi mengungkapkan bahwa ledakan besar yang terjadi di perairan Teluk Bone pada 8 Oktober 2009 lalu adalah akibat jatuhnya meteorit yang berasal dari asteroid berdiameter sekitar 10 meter ke bumi. "Ledakan terjadi karena tekanan atmosfer menyebabkan pelepasan energi yang cukup besar, di mana kecepatan jatuh meteorit tersebut sekitar 20,3 km per detik atau 73.080 km per jam," kata pakar astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Dr Thomas Djamaluddin di Jakarta, Selasa (27/10). Sistem pemantau internasional untuk larangan percobaan nuklir dari 11 stasiun, ujarnya, melaporkan telah mendeteksi adanya ledakan besar yang berpusat di sekitar lintang 4,5 LS dan bujur 120 BT, sekitar pukul 11.00 Wita pada 8 Oktober. Analisis ledakan menunjukkan bahwa kekuatan ledakan sekitar 50 kiloton TNT (trinitrotoluena) dan sinyal ledakan tersebut juga mencapai stratosfer yang tingginya lebih dari 20 km. Kebanyakan asteroid yang jatuh tidak menyebabkan kerusakan di bumi, kecuali diameternya mencapai lebih dari 25 meter. Dikatakan Djamal, berdasarkan perkiraan sebaran meteoroid-asteroid di antariksa dekat bumi, obyek seperti itu punya kemungkinan jatuh di bumi setiap 2 sampai 12 tahun. Pada Kamis (8/10), warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dikejutkan dengan adanya suara ledakan di mana sejumlah saksi mata sempat melihat benda memancarkan api dan asap di udara. Namun, informasi yang beredar simpang siur, kebanyakan mengira ledakan itu merupakan ledakan pesawat jet tempur Sukhoi yang sedang melakukan latihan dari markasnya di Skuadron Udara 11 Pangkalan Udara Sultan Hassanuddin, Makassar. Sedangkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) IV Makassar sempat mengaku telah terjadi gempa kecil sebesar 1,9 skala Richter (SR) di permukaan di perbatasan Kabupaten Bone dan Wajo, di mana di wilayah 57

tersebut terdapat Patahan Sa`dang. Warga lainnya menyebutkan, ledakan yang sempat menimbulkan getaran di darat tersebut disebabkan aksi bom ikan yang dilakukan nelayan setempat, tetapi ada pula warga yang telah menduga bahwa benda tersebut adalah meteorit. Fenomena Supermoon 2011 Sabtu pekan depan, 19 Maret 2011, bulan akan berada dalam jarak terdekatnya dengan bumi dalam kurun waktu 18 tahun terakhir--hanya sekitar 221.567 mil atau 356.578 kilometer. Fenomena mendekatnya bulan ke bumi itu disebut 'lunar perigee'. Tapi ada juga astrolog yang menyebutnya 'supermoon'. Di sejumlah media terkemuka internasional, isu supermoon kini mengemuka. Apalagi, fenomena itu dikait-kaitkan dengan ancaman sejumlah bencana seperti gelombang pasang, letusan gunung berapi, bahkan gempa bumi.

Para penganut teori konspirasi bahkan mengatakan, tsunami Aceh 2004 yang merenggut lebih dari 200 ribu nyawa terjadi dua minggu sebelum supermoon 2005. Begitu juga dengan bencana angin siklon Tracy yang menyapu Darwin Australia di tahun 1974 Benarkah supermoon akan membawa bencana bagi bumi? "Kabar menghebohkan itu tidak ilmiah, ada bumbu-bumbunya. Supermoon tidak berarti bencana," kata astronom Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, kepada VIVAnews.com. Posisi bulan mendekati bumi, tambah dia, hanya akan berpengaruh pada efek pasang surut. "Rata-rata maksimal tergantung kondisi pantainya." Dijelaskan Thomas, fenomena lunar perigee bukanlah hal yang istimewa. "Itu hanya posisi reguler. Orbit benda langit memang ada di jarak terdekat (perigee) dan terjauh (apogee)," tambah dia. Namun, Thomas juga mengakui fenomena yang akan terjadi seminggu lagi itu tak biasa. "Istimewanya, kebetulan waktunya dekat dengan bulan purnama," kata Thomas. Dijelaskan pada 19 Maret, fenomena lunar perigee yang memiliki siklus sekitar 27,3 hari terjadi bersamaan dengan bulan purnama yang muncul tiap 29 hari. Selama terjadi lunar perigee dan purnama, permukaan bulan akan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama. Pendapat Thomas senada dengan para astronom lainnya. Pete Wheeler dari International Centre for Radio Astronomy juga membantah anggapan bahwa supermoon bakal membawa bencana. "Tak akan ada gempa bumi atau gunung meletus," kata dia seperti dimuat News.com.au, Jumat, 4 Maret 2011. "Kalau memang itu terjadi, itu sudah ditakdirkan." Kata dia, saat itu bumi memang akan mengalami pasang lebih tinggi dan surut lebih rendah dari biasanya. "Tak ada yang perlu dikhawatirkan," tambah Wheeler. Sementara itu, pakar bumi dan planet dari Adelaide University, Dr. Victor Gostin punya pendapat agak berbeda. Dia mengatakan, selama ini prediksi cuaca, gempa, gunung meletus, dan bencana alam lainnya berdasarkan konfigurasi planet tidak pernah akurat sepenuhnya. Namun, menurut dia dimungkinkan ada suatu korelasi antara gempa bumi berskala besar di dekat katulistiwa dan kondisi bulan. "Analoginya seperti pasang surut air laut, pergerakan bumi akibat gravitasi bulan bisa memicu gempa bumi." 58

Cuaca Sangat Panas karena Matahari Bergeser

Senin, 3 Mei 2010 20:20 WIB Metrotvnews.com, Jakarta: Kondisi cuaca sangat panas mulai Maret dan memuncak pada Mei yang dirasakan masyarakat di khatulistiwa disebabkan pergeseran matahari dari selatan ke utara, "Pola pemanasan berubah. Wilayah paling panas ada di sekitar khatulistiwa, di Indonesia. Angin cenderung berputar di sekitar wilayah Indonesia. Tidak ada efek pendinginan dari wilayah lain," beber pakar astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Thomas Djamaluddin di Jakarta, Senin (3/5). Pancaroba dari kemarau ke penghujan terjadi pada September - Oktober. Menurut Thomas, kala itu pun panas akan melebihi saat kemarau. Seperti halnya, pancaroba dari musim penghujan ke kemarau pada Maret - Mei. Awal April 2010, dijelaskan Thomas, ada efek gabungan El Nino di Pasifik, Dipole Mode, di Lautan Hindia, dan siklus periodik MJO (Madden-Julian Oscillation) aktif. Ini bersifat menekan pembentukan awan di wilayah Indonesia. "Efek gabungan itu cenderung mengurangi liputan awan di wilayah Indonesia. Akibatnya pada siang hari kita merasakan panas yang sangat terik," ungkapnya. Ada pun dampak perubahan iklim lokal seperti perubahan tataguna lahan dan aktivitas manusia. Ini berdampak ke pemanasan kota. Misal, pepohonan banyak ditebang berubah menjadi bangunan dan pelataran berlapis semen. Permukaan bumi menyerap panas lebih efektif. Thomas mengatakan, "Panas tersebut dipancar lagi ke atas sebagai gelombang panas inframerah. Sebagai fenomena sesaat, kita bisa merasakan perbedaan panas di wilayah yang masih banyak pohonnya dan wilayah yang tanpa atau sedikit pohonnya". Pancaran gelombang panas memang bermanfaat menghangatkan bumi saat matahari sudah terbenam. Namun, karena gas karbondioksida bertambah sebagai akibat kendaraan bermotor dan industri serta aktivitas manusia lainnya, maka lebih banyak panas yang ditahan.(Ant/*****) Tornado Api Muncul di Hongaria Tri Wahono | Senin, 7 Maret 2011 | 15:26 WIB

REUTERS Foto yang dilansir Reuters memperlihatkan tornado api di Kistarcsa dekat Budapest, Hungaria. BUDAPEST, KOMPAS.com — Tornado api terlihat berputar ganas di atas pengolahan plastik pada hari Selasa minggu lalu. Tornado api ini tercipta di antara kebakaran besar di Budapest, Hongaria. Sampai sekarang, penyebab dan jumlah korban kebakaran belum diketahui. Demikian menurut kantor berita Reuters. 59

‖Tornado api ini terjadi saat tingkat panas yang tinggi dan angin yang bergejolak bercampur dan membentuk pusaran arus udara,‖ kata insinyur mekanik dari U.S. Forest Service di Montana, Jason Forthofer. ‖Pusaran itu menjadi padat lalu mengisap puing dan gas yang mudah terbakar,‖ tambahnya. Diameter inti api dari tornado itu biasanya sebesar 0,3 hingga 0,9 meter dan tingginya mencapai sekitar 3 meter. Dalam kondisi ekstrem, tornado api dapat melebar lebih dari 3,5 meter dengan tinggi ratusan meter. Tornado api dapat berlangsung selama satu jam atau lebih karena tornado ini hanya dapat mereda bila inti pusaran sirna. Tornado api yang disebut dengan firenadoe biasanya muncul saat kebakaran yang liar dan mudah menyebar, bukan di perkotaan. ‖Jika kita bisa mengidentifikasi kondisi yang menyebabkan putaran api terjadi, kita bisa memprediksi tornado api. Ini sebuah langkah yang baik, khususnya untuk para pemadam kebakaran,‖ kata Jason. (National Geographic Indonesia/Arief Sujatmoko) Halo Bulan di Padang

PADANG--Halo bulan menyapa Kota Padang, tadi malam. Fenomena bulan cerah yang dikelilingi cincin, akibat pembiasan cahaya oleh uap air di atmosfer itu, disaksikan masyarakat yang beramai-ramai ke luar rumah. Fenomena itu terjadi jelang gerhana bulan total 16 Juni, dini hari nanti dan bisa diamati di seluruh Indonesia. Badan Meteorologi, Kelimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam rilisnya menyebutkan, gerhana bulan total juga dapat dilihat dari wilayah Australia, Asia, Eropa, Afrika dan Amerika Selatan. Diperkirakan mulai terjadi dari pukul 00.24 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Jarak bulan dan bumi saat terjadi gerhana terlama dalam satu dasawarsa terakhir itu, adalah 384.400 kilometer. Fenomena langka itu langsung menjadi tontonan masyarakat Padang. Velik, warga Lubukbuaya ini mengatakan, halo bulan ini pertanda sedang musim banyak ikan. ―Lihatlah ke pantai, pasti banyak kepiting sekarang,‖ ujarnya. Kepala bidang observasi dan informasi BMKG Ketaping, Syafrizal mengatakan, halo bulan ini fenomena alam biasa. ―Ini fenomena optikal biasa. Bumi kita diselubungi atmosfer berisi berbagai macam zat, salah satunya adalah uap air. Pada ketinggian tertentu, uap air akan membentuk butiran embun dan menggumpal. Jika langit dipenuhi awan cirrus ini sementara bulan atau matahari bersinar terang, maka terbentuklah halo,‖•ujarnya ketika dihubungi Padang Ekspres tadi malam. Penyebab halo ini, katanya, adalah cahaya bulan tersebut terpantul dan terbias es pada awan cirrus tersebut. Karena sumber cahayanya bulat, maka hasil pemantulan dan pembiasan yang terbentuk juga berupa lingkaran. Jadilah terlihat berupa halo. Fenomena ini mirip dengan proses terjadinya pelangi, hanya saja pada pelangi penyebabnya adalah butiran air dan biasanya terbentuk pada lapisan bawah atmosfer. Sementara Kepala BMKG Teluk Bayur, Amrizal mengingatkan masyarakat tidak mengaitkan fenomena ini dengan bencana dan tanda-tanda lainnya. ―Ketinggian ombak saat ini normal-normal saja,‖ ujarnya. (esg/a)

60

Hah! Tornado Api Setan Muncul di Brasil Tribunnews.com - Kamis, 26 Agustus 2010 05:28 WIB

TRIBUNNEWS.COM- Sebuah tornado menerpa ladang kering yang sedang dilalap api di Brasil hingga membentuk angin puyuh api setinggi puluhan meter. Fenomena langka itu terjadi akibat dari kebakaran semak belukar yang luas kemudian diterjang angin puyuh sehingga makin panas dan membakar semua yang dilewatinya. Kejadian tersebut terdeteksi oleh video yang kemudian dikenal sebagai api setan, yang menghubungkan lahan daratan terbakar dengan langit. Tampak dalam video yang dirilis the sun, Rabu (25/8/2010) waktu setempat, api menjulang tinggi menari lenggak lenggok di tengah-tengah kebakaran yang melanda di Aracatuba, tak jauh dari Sao Paulo, ibukota Brasil di Amerika Latin. Bila tinggi api kebakaran di lahan tersebut sekitar 2 meter maka api setan yang muncul akibat terpaan puting beliung ini mencapai puluhan meter. Sama seperti angin puting beliung biasa, hanya saja ini bukan debu tapi api merah menyala. Untuk melihat videonya bisa diklik di sini. Tampak seperti angin puyuh api spiral setinggi beberapa meter, dimana penduduk setempat menamakan "api setan" yang siap melalap apa saja yang dilalui. Diperkirakan, gabungan antara api dengan angin kering ini meningkatkan suhu dari api itu sendiri sehingga makin ganas melalap objek yang terbakar. Badai api itu juga ditakuti warga karena kekeringan di Brazil sering memicu terjadinya kebakaran hutan maupun padang ilalang. Akibat kebakaran ini, kualitas udara ibukota Brasil makin buruk dan tingkat polusi makin tinggi. Pemerintah setempat sudah melarang petani tebu untuk membakar limbah usai panen demi mencegah kebakaran meluas dan memperburuk kualitas udara. Angin tornado api atau dikenal sebagai "api setan" ini jarang terjadi. Di Tokyo Jepang pernah terjadi hal serupa tahun 1923 yang dipicu oleh gempa bumi dahsyat dan menewaskan lebih dari 38.000 jiwa hanya dalam waktu 15 menit. (*) 43 Orang Tewas Kena Ledakan Gas Bawah Tanah Selasa, 11 Mei 2010 16:43 WIB

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA — Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Selasa (11/5/2010), berkunjung ke Siberia untuk menemui para korban ledakan gas di tambang batu bara bawah tanah terbesar di Rusia. Sementara itu, jumlah korban tewas terus meningkat menjadi 43, Senin malam.

61

Seorang juru bicara Kementerian Pelayanan Darurat mengatakan kepada kantor berita Ria-Novosti, jumlah korban yang dikeluarkan dari tambang bertambah 11 orang. "Jumlah korban kini meningkat menjadi 43 orang, sedangkan 47 lainnya hilang," katanya. "Putin dijadwalkan mengunjungi para korban luka di satu rumah sakit di daerah itu," kata kantor berita Rusia itu. Kemudian, perdana menteri akan ke tambang Raspadskaya untuk meninjau operasi pertolongan setelah ledakan kembar, Sabtu. "Orang-orang yang hilang itu terjebak pada kedalaman 490 meter di tambang bawah tanah," kata Vladimir Goryachkin, wakil direktur umum pemilik Raspadskaya, seperti dikutip oleh kantor berita itu. Tambang tersebut memiliki lebih dari 400 kilometer terowongan, satu jaringan yang lebih besar daripada metro di seluruh Moskwa. Tayangan televisi menunjukkan, permukaan infrastruktur telah hancur akibat kuatnya ledakanledakan tersebut. Putin, Senin, memerintahkan pemberian ganti rugi 32.900 dollar AS yang akan dibayarkan kepada keluarga-keluarga korban tewas dalam ledakan, dan jumlah yang lebih kecil untuk para korban cedera, menurut pemerintah. Raspadskaya sebagian dimiliki oleh industri baja Evraz, satu perusahaan yang 36 persen sahamnya dimiliki oleh miliuner pemimpin perhimpunan sepak bola Chelsea, Roman Abramovich. Gubernur wilayah Kemerovo, Aman Tuleyev, menegaskan bahwa tambang tersebut akan dibangun kembali. Kecelakaan tambang yang mematikan relatif sering terjadi di Rusia karena tuanya infrastruktur, pelanggaran atas pelarangan ventilasi keselamatan, dan kerusakan alat-alat pemantau tingkat gas. Dalam beberapa tahun lalu Rusia juga mengalami kecelakaan yang mematikan pada fasilitas penting tambang, terutama banjir di pabrik pembangkit listrik tenaga air terbesar di Rusia pada Agustus lalu, yang menewaskan 75 orang. 10 Tewas Tersambar Petir di Vietnam Sabtu, 25 Juni 2011 12:04 wib

HANOI - 10 orang dilaporkan tewas tersambar petir disaat badai dan hujan deras melanda sebelah utara Vietnam. Sebagian besar korban tewas yang tersambar petir diketahui berprofesi sebagai petani. Korban tewas saat mereka bekerja di sawah, sementara saat itu petir memenuhi langit Vietnam yang dilandai badai. Selain itu, tiga orang juga dilaporkan hilang saat banjir yang tiba-tiba saja menerjang. Demikian diberitakan AFP, Sabtu (25/6/2011). Menurut Komite Pengendali Banjir dan Badai Vietnam di Hanoi, korban tewas juga dilaporkan di kota Haipong. Beberapa rumah juga dilaporkan rusak akibat badai yang melanda. Sekira 1.000 rumah pastikan rusak berat akibat badai ini. Pihak berwenang memperingatkan warga atas ancaman longsor di wilayah pegunungan. Di daerah ini, sekira 200 milimeter hujan dilaporkan turun setiap hari sejak Rabu 22 Juni lalu. Setiap tahunnya ratusan nyawa dikabarkan tewas setiap badai yang disertai hujan deras yang mendera negara tersebut. 62

Fenomena Anomali Alam Perubahan Ekstrim Suhu Bahaya Mengancam Akibat Perubahan Iklim

Berdasarkan Info BMKG, memanasnya suhu muka laut dan tidak terjadinya musim kemarau pada tahun ini merupakan kondisi penyimpangan anomali alam yang tergolong paling ekstrem pada data pemantauan cuaca yang pernah dilakukan di Indonesia. Anomali ini diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2011. Kondisi nyata bisa dilihat pada peristiwa banjir bandang Wasior Papua Barat bagaikan gelombang sunami dan gelombang tsunami raksasa di Lampung. Pemantauan kondisi kelautan dan cuaca di Indonesia yang penuh anomali alam yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan memanasnya suhu muka laut yang luas di wilayah perairan Indonesia telah terlihat sejak Juli tahun 2009 dan bertahan hingga kini. ‖Fenomena anomali cuaca ini akan bertahan hingga Februari tahun depan saat akhir puncak hujan pada musim hujan ini,‖ ujar Edvin Aldrian, Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG. Prakiraan ini juga disampaikan BMKG dalam rapat koordinasi tentang antisipasi terhadap iklim dan cuaca ekstrem yang diadakan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Menghangatnya suhu muka laut di perairan Indonesia mulai terpantau pertengahan tahun lalu, meski ketika itu terjadi El Nino dalam skala moderat. ‖Ketika anomali cuaca ini muncul, suhu muka laut di timur Indonesia biasanya mendingin. Namun yang terjadi sebaliknya,‖ ujar Edvin, yang sebelumnya adalah peneliti cuaca di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Suhu permukaan laut di atas normal ini berlangsung hingga masuk periode musim kemarau tahun ini. Suhu laut yang hangat pada Mei lalu ditunjang oleh munculnya fenomena La Nina di Samudra Pasifik yang diikuti terjadinya Dipole Mode di Samudra Hindia. Kedua fenomena ini mengakibatkan suplai massa udara dari dua samudra itu ke wilayah Indonesia. Berdasarkan data curah hujan yang tinggi sepanjang periode kemarau tahun ini, Edvin menyimpulkan tidak tampak pola musim kemarau. Hanya pada bulan April tingkat curah hujan tergolong normal pada musim kemarau. ‖Karena itu dapat dikatakan tidak ada musim kemarau pada tahun 2010,‖ ulas Edvin. Suhu muka laut di atas normal terjadi hampir di seluruh perairan Indonesia berlangsung sejak Juli 2009 hingga kini dan diperkirakan berlanjut sampai Februari 2011. Fenomena langka cuaca dan anomali alam Kondisi ini merupakan fenomena cuaca yang langka. Bahkan, periode kejadian anomali ini pun tergolong berlangsung paling lama berdasarkan data yang dimiliki BMKG selama ini. ‖Meningkatnya pemanasan suhu muka laut ini akan mencapai puncaknya pada tahun 2012,‖ ujar Sri Woro B Harijono, Kepala BMKG belum lama ini. Namun, sejauh ini belum diketahui penyebab pasti munculnya anomali ini, lanjut Edvin. Hal inilah yang mendorong BMKG akan mengembangkan pemodelan iklim laut atau maritim yang operasional dan meningkatkan layanan informasi iklim maritim. Pemodelan itu dilakukan berdasarkan data hasil observasi laut menggunakan kapal survei dan satelit. ‖Tahun ini dibuat rencana desain atau cetak biru pemodelan iklim laut di Indonesia. Pengembangannya mulai tahun 2011,‖ jelas 63

Edvin yang meraih gelar doktor bidang meteorologi dari Institut Max Planck Universitas Hamburg, Jerman. Perubahan iklim Ekstrim Tingginya suhu muka laut yang mengakibatkan musim hujan berkepanjangan—tanpa kemarau—di Indonesia pada tahun ini diperkirakan merupakan dampak dari pemanasan global—yaitu fenomena meningkatnya suhu bumi disebabkan akumulasi gas rumah kaca di atmosfer yang bersifat menahan energi panas matahari di permukaan bumi. Berbagai dampak negatif pun muncul, seperti melelehnya es di kutub, merebaknya penyakit parasit, dan meningkatkan keasaman air laut. Perubahan iklim ini ditandai dengan perubahan pola curah hujan, terjadinya cuaca ekstrem berupa munculnya gelombang udara panas, peningkatan frekuensi hujan lebat hingga menimbulkan banjir di satu tempat dan kekeringan di tempat lain. Pola turunnya hujan juga tidak merata di seluruh daerah. Akibat pemanasan global, hujan akan banyak terjadi di wilayah dekat garis ekuator. Menurut penelitian BMKG bekerja sama dengan Badan Meteorologi Jepang, rupanya 15 tahun lagi Jawa akan kurang hujan, urai Sri Woro yang juga Kepala WMO (World Meteorological Organization) Regional V. Langkah antisipatif fenomena anomali alam Pemanasan global atau perubahan iklim lebih lanjut akan mengacaukan pola tanam dan meningkatkan pertumbuhan hama tanaman hingga menggagalkan panen. Selain petani, para nelayan pun akan terpukul akibat gangguan cuaca itu. Mereka tidak dapat melaut karena gelombang laut yang tinggi. ‖Hal tersebut jika tidak segera diantisipasi akan menimbulkan kerawanan sosial,‖ ujar Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di sela rapat koordinasi, Senin. Karena itu, pemerintah akan meningkatkan sistem peringatan dini munculnya fenomena cuaca dan iklim ekstrem dalam melakukan upaya mitigasi, adaptasi, dan penguatan kelembagaan. Sementara itu, Edvin berpendapat, pemerintah dan masyarakat harus lebih mencermati informasi iklim dan cuaca ekstrem. Selain itu, memanfaatkan saat jeda periode kering untuk membersihkan saluran air. ‖Waspadai daerah aliran sungai di bantaran yang berkelok atau meander untuk mengatasi banjir kiriman dari hulu,‖ ujarnya. Curah hujan yang tinggi hendaknya dimanfaatkan untuk mengisi cadangan air bawah tanah dengan sistem injeksi. Hal ini dapat mencegah terjadinya intrusi air laut di kota besar pesisir. Fungsi PLTA pun dapat dioptimalkan. Untuk mendukung komitmen pemerintah dalam menurunkan emisi karbon dioksida (CO) sebesar 26 persen pada tahun 2020, BMKG mengusulkan penambahan dua Stasiun GAW (Global Atmosphere Watch) di Sulawesi Tengah dan Papua untuk meningkatkan observasi CO di Indonesia. Ini memerlukan dukungan seluruh sumber daya yang ada, seperti anggaran, kemauan politis pemerintah, dan kemampuan sumber daya manusia.kompas.com Gelombang Panas Rusia Dikira Kiamat Teknologi - Kamis, 5 Agustus 2010

INILAH.COM, Jakarta - Sebanyak 40% penduduk Rusia mulai panik karena gelombang panas dan kebakaran di negara itu. Sekitar 30% penduduk yakin kiamat akan datang dan tanpa sengaja jadi panik. Orang-orang ini yakin bahwa panas bukannya 40 derajat celcius melainkan 60 derajat celcius. Mereka melebih64

lebihkan dengan mengatakan bahwa peristiwa ini merupakan retribusi suci dan tanda kiamat serta mereka mulai mencetuskan banyak rumor, kata Zurab Keklidze, direktur pelaksana Serbsky National Center untuk Social and Forensic Psychiatry. Hampir 70% penduduk Rusia menganggap peristiwa ini biasa saja, bahkan 15% di antaranya mengabaikannya. Beberapa psikolog mencatat bahwa panas yang tidak normal itu memicu gelombang phobia atau ketakutan aneh. Beberapa warga takut kehilangan atap rumah mereka dan lainnya takut kehabisan oksigen akibat kabut asap beracun saat mereka tidur di malam hari dan untuk alasan itu mereka tidak tidur pada malam hari. Gelombang panas yang terik ini melanda sebagian besar Rusia sejak pertengahan Juni di mana peristiwa ini dipicu oleh kebakaran hutan dan disebabkan kekeringan terburuk selama beberapa dekade.[ito] Sumur Warga SP 6 Keluarkan Minyak, Bupati dan Ketua DPRD Tinjau Kebenarannya

Kamis, 16 Juni 2011 - 17:14:17 WIB Pangkalan Kerinci [MTC] - Setelah mendapat laporan dari warga bahwa ada sumur bor warga SP 6 Desa Makmur Kecamatan Pangkalan Kerinci mengeluarkan minyak,Bupati Pelalawan HM Harris didampingi Keetua DPRD Pelalawan H Zakri langsung menijau kebenarannya kemarin sore Selasa (14/6) kelokasi tersebut. Setelah dilihat ternyata apa yang dikatakan warga memang terbukti bahwaa sumur bor tersebut selain mengeluarkan air juga mengeluarkan minyak yang menggumpal berwarna kuning kecoklatan. Keberadaan sumur ini menurut pemiliknya Sarkad sudah ada sejak 3 tahun lalu, namun mencuat baru-baru ini, dia akui olehnya bahwa sumur dengan kedalaman 18 meter tersebut apabila disedot selain mengeluarkan air juga mengeluarkan gumpalan minyak yang berwarna kuning kecoklatan. kalau musim kemarau lebih banyak minyaknya ketimbang airnya. Anehnya, walaupun demikian Sarkad dan keluarganya yang berprofesi sebagai pencetak batu bata ini masih mengkonsumsi air tersebut untuk kebutuhan sehari hari, dan sebelum digunakan sarkad sudah menyiapkan tigak bak penampungan untuk penyaringan, "Sumur ini kami pakai pak dan sampai sekarang airnya kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tapi sebelum kami pakai harus disaring terlebih dahulu dan keadaan seperti ini sudah kami rasakan sejak tiga tahun lalu," katanya. Sementara itu menanggapi hal ini, Bupati Pelalawan H M Harris setelah melihat kondisi sumur Sarkad yang mengeluarkan minyak mengatakan, air dan kandungan minyak akan diteliti lebih lanjut dengan mengambil sampel air dan kandungan minyak nya. "Sampel telah diambil kita lanjutkan untuk diteliti pihak teknis. Dari pengamatan sementara air yang keluar bersama lumpur kuning kecoklat di duga kuat minyak mentah. Keluarnya lumpur minyak ini pada kedalaman 18 meter . Jadi kemungkinan minyak ini akan ditindak lanjuti oleh pertambangan atau BP Migas nantinya.***/MTC/pd Ledakan Gas Bawah Tanah Porak Porandakan Trotoar Di Cikini Raya

65

Jakarta - Terjadi ledakan di lima titik di sepanjang Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (24/8) pagi. Ledakan yang berasal dari saluran gas bawah tanah itu memorakporandakan trotoar. Menurut petugas SPBU Cikini yang menjadi saksi mata, ledakan terjadi sekitar 9.45 WIB. Sementara itu, petugas aparat kepolisian mulai memasang garis polisi di lima titik yang terjadi ledakan dan petugas pemadam kebakaran sudah mendatangkan mobil pemadam kebakaran untuk berjaga-jaga. Dua ledakan terjadi di depan SPBU Cikini sehingga SPBU ditutup dan tidak beroperasi sementara. Berdasarkan pantauan Primaironline, arus lalu lintas di jalan Cikini Raya mulai macet. Badai Meteor Terbesar Dekade Ini 8 Oktober 2011

Satelit-satelit seperti Hubble Space Telescope dan Stasiun Luar Angkasa Internasional menghadapi ancaman badai meteor yang diperkirakan terkuat dalam satu dekade ini. Hubble Space Telescope adalah teleskop luar angkasa yang dibawa ke antariksa oleh pesawat luar angkasa pada April 1990. Teleskop tersebut mengambil nama astronom Amerika Edwin Hubble. Para astronom di Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan badai meteor yang bakal terjadi selama tujuh jam tahun depan bisa menghantam satelit di luar angkasa dan merusak peralatan elektronik di dalam satelit tersebut. Para ilmuwan NASA mengatakan badai yang berisi puing-puing komet tersebut akan menghasilkan pemandangan spektakuler bagi orang-orang yang suka melihat bintang di angkasa. NASA mengatakan badai yang melewati orbit bumi di sekitar matahari setiap Oktober datang dari hujan meteor yang disebut Draconids. Nama Draconids diambil karena meteor-meteor tersebut mengalir dari arah peta bintang Draco. Hujan tersebut juga diberi nama Giacobinids karena mengambil nama dari komet yang melempar mereka, GiacobiniZinner. Para ilmuwan di NASA mengaku belum tahu seberapa serius dampak dari badai tersebut. Tetapi para operator pesawat-pesawat luar angkasa telah diberitahu agar mengembangkan mekanisme pertahanan diri. NASA pun saat ini sedang mempertimbangkan untuk memindahkan stasiun luar angkasa internasional dan Hubble Space Telescope ke wilayah yang kemungkinan tidak terkena badai. Perjalanan luar angkasa juga bisa dilarang sampai ancaman badai meteor tersebut berakhir. Selain ancaman fisik ketika badai menghantam secara langsung, gelombang medan listrik statik dari badai tersebut bisa membakar peralatan elektronik yang vital. Intensitas badai biasanya rendah tiap tahun, tetapi bisa meningkat secara drastis setiap 13 tahun ketika bumi melewati wilayah terpadat dalam aliran tersebut. Intensitas tertinggi terjadi pada 1933 ketika badai mengeluarkan 54 ribu meteor per jam. Sementara, pada 1946, tercatat 10 ribu meteor. Jumlah meteor terbanyak dalam badai tersebut pada 1998 mencapai ratusan setiap jam. 66

Sumbu Bumi Bergeser Akibat Gempa Jepang 2011? Bumi berputar mirip gasing. Memiliki sumbu tetapi sumbu bumi ini tidak tetap tetapi bergoyang. Perhatikan bumi yang berputar ini, perhatikan bahwa banyak pulau di belahan Utara dibandingkan belahan Selatan. Sehingga bumi ini tidak benar-benar memiliki bentuk yang seperti bola, tapi lebih mirip sebuah gasing. ―Pakdhe, Jadi tidak seperti elips ya ?‖ ―Thole, belahan bumi utara lebih banyak benuanya ketimbang yang selatan, kan ?‖ Bentuk bumi inilah yang menyebabkan bumi memiliki perilaku gerakan seperti gasing. Ada sumbu berputarnya, juga ada sudut yang membentuk sudut dengan garis edar revolusi dengan matahari, serta memiliki perubahan sumbunya yang dikenal dengan gerakan goyangan atau wobble. Chandler Wobble (Goyangan Chandler)

The Chandler Wobble adalah gerakan kecil di sumbu rotasi bumi relatif terhadap permukaan bumi, yang ditemukan oleh astronom Amerika Seth Carlo Chandler pada tahun 1891. Besaran goyangan ini sekitar 20 kaki (9 meter) di permukaan bumi dan memiliki jangka waktu 433 hari. Goyangan ini menggabungkan dengan goyangan lain dengan jangka waktu satu tahun sehingga gerak kutub total bervariasi dengan jangka waktu sekitar 7 tahun. Chandler Wobble (Goyangan Chandler) adalah contoh dari jenis gerak yang dapat terjadi untuk benda berputar yang tidak berbentuk bola, ini disebut angguk kepala bebas (Free Head). Sangat mirip dengan gasing kalau. Agak membingungkan memang, arah putaran bumi sumbu relatif terhadap bintang-bintang juga bervariasi dengan periode yang berbeda, dan ini gerakan (yang disebabkan oleh daya tarik pasang surut Bulan dan Matahari) juga disebut nutations, kecuali untuk paling lambat, yang merupakan presesi equinoxes. PErhatikan bumi yang berputar, dan lihatlah bagaimana bumi berputar tidak secara tegaklurus pada porosnya. Penggambaran ini merupakan penggambaran perputaran rotasi bumi terhadap revolusi bumi. ―Pakdhe rotasi itu perputaran bumi pada porosnya, sedangkan revolusi itu perputaran bumi mengelilingi matahari, kan ?‖

Rotasi dan Goyangan Sumbu Bumi. Sumbu inersianya berubah 14 cm

67

Menurut Earth Observation Center perkiraan pertama mereka dari megaquake Honshu, Pantai Utara Jepang, pada 05:46 UT pada gerakan polar (sumbu axial). Menurut solusi momen tensor USGS awal dan model dislokasi Dahlen‘s (1973), sumbu utama inersia telah berpindah sekitar 14 cm di permukaan bumi pada arah 135 ° BT. Efekini diperkirakan lebih besar dari efek gempa Cabe (Februari 2010) dan gempa Sumatra (Desember 2004). Hal ini dapat diamati sebagai langkah dalam fungsi eksitasinya, dideduksi dari penentuan koordinat kutub tentunya dengan perhitungan geodesi ruang yang cukup rumit. Tetapi langkah perpindahan tersebut bisa tidak dilihat dari proses hidrometeorologis umum. (ditulis oleh Christian BIZOUARD, IERS Pusat EOP). Sumbu perputaran (Axial) dari bumi inilah yang diperkirakan telah bergeser sebesar 14 cm akibat gempa di Jepang 11 Maret 2011, kemarin. Pergeseran ini lebih besar dari pergeseran ketika gempa Aceh 2004, karena Aceh berada di Katulistiwa. Sedangkan Jepang berada dekat dengan kutub utara. Dengan demikian goyangan yang lebih kecil mampu menggeser sumbu perputaran bumi lebih besar. Apa pengaruhnya dengan bumi ?

Titik pusat perputaran bumi di Kutub Utara telah tercatat bergerak sepanjang masa. Perubahan titik sumbu ini sudah dipelajari sejak lama. Bahkan diketahui sumbu utara bumi ini telah berubah-ubah atau bergerak seperti diketahui disebelah ini. Dengan demikian kita tahu bahwa bumi memang berputar secara rotasi, revolusi, juga memiliki sumbu yang miring antara revolusi dan rotasi. Namun juga sumbu perputaran bumi bergoyang-goyang mirip gasing. Rumit ya perputaran bumi itu ? Secara teoritis gerakan ini dikenal dengan gerakan gyroscopic seperti diatas itu. Jadi sumbu rotasi bumi memang selalu berubah-ubah, namun terjadi percepatan perubahan sumbu ini karena gempa Jepang 2011 ini sebesar 14 cm. Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 Bagi yang belum berkesempatan menyaksikan gerhana kali ini, insya Allah tahun 2016 bisa menikmatinya. Karena menurut perhitungan akan ada Gerhana Matahari Total – GMT melewati kota-kota besar Indonesia sepanjang jalur dibawah ini.

Kota-kota yang akan dilewati gerhana matahari total (GMT) pada tanggal 9 Maret 2016 nanti. Nah pemerintah daerah yang dilewati sabuk gerhana matahari total ini semestinya sudah dapat mulai bersiap-siap dari sekarang. Salah satunya dengan mengiklankan bahwa daerahnya akan dilewati gerhana matahari total di tahun 2016. 68

Bisa jadi, kota-kota ini akan menjadi tujuan wisata astronomi yang menarik. Mempersiapkan lokasi pengamatan, yang mungkin disertai dengan suguhan budaya lokal. Dan yang paling penting promosi wisata yang dukung oleh pelayanan. Ayat-Ayat Allah Swt dalam Gempa di Sumatera

Gempa besar berkekuatan 7,6 Skala Richter melantakkan kota Padang dan sekitarnya pukul 17.16 pada tanggal 30 September lalu. Gempa susulan terjadi pada pukul 17.58. Keesokan harinya, 1 Oktober kemarin, gempa berkekuatan 7 Skala Richter kembali menggoyang Jambi dan sekitarnya tepat pukul 08.52. Adalah ketetapan Allah Swt jika bencana ini bertepatan dengan beberapa momentum besar bangsa Indonesia, dulu dan sekarang: Pertama, tanggal 1 Oktober merupakan hari pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 yang menuai kontroversi. Acara seremonial yang sebenarnya bisa dilaksanakan dengan amat sederhana itu ternyata memboroskan uang rakyat lebih dari 70 miliar rupiah. Hal ini dilakukan di tengah berbagai musibah yang mengguncang bangsa ini. Dan kenyataan ini membuktikan jika para pejabat itu tidak memiliki empati sama sekali terhadap nasib rakyat yang kian hari kian susah. Bukan mustahil, banyak kaum mustadh‘afin yang berdoa kepada Allah Swt agar menunjukkan kebesaran-Nya kepada para pejabat negara ini agar mau bersikap amanah dan tidak bertindak bagaikan segerombolan perampok terhadap uang umat. Satu lagi, siapa pun yang berkunjung ke Gedung DPR di saat hari pelantikan tersebut akan mencium aroma kematian di mana-mana. Entah mengapa, pihak panitia begitu royal menyebar rangkaian bunga Melati di setiap sudut gedung tersebut. Bunga Melati memang bunga yang biasanya mengiringi acara-acara sakral di negeri ini, seperti pesta perkawinan dan sebagainya. Namun agaknya mereka lupa jika bunga Melati juga biasa dipakai dalam acara-acara berkabung atau kematian. Kedua, 44 tahun lalu, tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965 merupakan tonggak bersejarah bagi perjalanan bangsa dan negara ini. Pada tanggal itulah awal dari kejatuhan Soekarno dan berkuasanya Jenderal Suharto. Pergantian kekuasaan yang di Barat dikenal dengan sebutan Coup de‘ Etat Jenderal Suharto ini, telah membunuh Indonesia yang mandiri dan revolusioner di zaman Soekarno, anti kepada neo kolonialisme dan neo imperialisme (Nekolim), menjadi Indonesia yang terjajah kembali. Suharto telah membawa kembali bangsa ini ke mulut para pelayan Dajjal, agen-agen Yahudi Internasional, yang berkumpul di Washington. Gempa dan Ayat-Ayat Allah Swt Segala sesuatu kejadian di muka bumi merupakan ketetapan Allah Swt. Demikian pula dengan musibah bernama gempa bumi. Hanya berseling sehari setelah kejadian, beredar kabar—di antaranya lewat pesan singkat—yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah tiba gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur‘an. ―Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur‘an!‖ demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur‘an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut: 17.16 (QS. Al Israa‘ ayat 16): ―Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam 69

negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.‖ 17.58 (QS. Al Israa‘ ayat 58): ―Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).‖ 8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir‘aun dan pengikut-pengikutnya serta orangorang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosadosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.‖ Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir‘aun dan pengikut-pengikutnya. Ini tentu sangat menarik. Gaya hidup bermewah-mewah seolah disimbolisasikan dengan acara pelantikan anggota DPR yang memang WAH. Kedurhakaan bisa jadi disimbolkan oleh tidak ditunaikannya amanah umat selama ini oleh para penguasa, namun juga tidak tertutup kemungkinan kedurhakaan kita sendiri yang masih banyak yang lalai dengan ayat-ayat Allah atau malah menjadikan agama Allah sekadar sebagai komoditas untuk meraih kehidupan duniawi dengan segala kelezatannya (yang sebenarnya menipu). Dan yang terakhir, terkait dengan ―Fir‘aun dan para pengikutnya‖, percaya atau tidak, para pemimpin dunia sekarang ini yang tergabung dalam kelompok Globalis (mencita-citakan The New World Order) seperti Dinasti Bush, Dinasti Rotschild, Dinasti Rockefeller, Dinasti Windsor, dan para tokoh Luciferian lainnya yang tergabung dalam Bilderberg Group, Bohemian Groove, Freemasonry, Trilateral Commission (ada lima tokoh Indonesia sebagai anggotanya), sesungguhnya masih memiliki ikatan darah dengan Firaun Mesir (!). David Icke yang dengan tekun selama bertahun-tahun menelisik garis darah Firaun ke masa sekarang, dalam bukunya ―The Biggest Secret‖, menemukan bukti jika darah Firaun memang menaliri tokoh-tokoh Luciferian sekarang ini seperti yang telah disebutkan di atas. Bagi yang ingin menelusuri gais darah Fir‘aun tersebut hingga ke Dinasti Bush, silakan cari di www.davidicke.com (Piso-Bush Genealogy), dan ada pula di New England Historical Genealogy Society. Nah, bukan rahasia lagi jika sekarang Indonesia berada di bawah cengkeraman kaum NeoLib. Kelompok ini satu kubu dengan IMF, World Bank, Trilateral Commission, Round Table, dan kelompok-kelompok elit dunia lainnya yang bekerja menciptakan The New World Order. Padahal jelas-jelas, kubu The New World Order memiliki garis darah dengan Firaun. Kelompok Globalis-Luciferian inilah yang mungkin dimaksudkan Allah Swt dalam QS. Al Anfaal ayat 52 di atas. Dan bagi pendukung pasangan ini, mungkin bisa disebut sebagai ―…pengikut-pengikutnya.‖ Dengan adanya berbagai ―kebetulan‖ yang Allah Swt sampaikan dalam musibah gempa kemarin ini, Allah Swt jelas hendak mengingatkan kita semua. Apakah semua ―kebetulan‖ itu sekadar sebuah ―kebetulan‖ semata tanpa pesan yang berarti? Apakah pesan Allah Swt itu akan mengubah kita semua agar lebih taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Atau malah kita semua sama sekali tidak perduli, bahkan menertawakan semua pesan ini sebagaimana dahulu kaum kafir Quraiys menertawakan dakwah Rasulullah Saw? Semua berpulang kepada diri kita masing-masing. Wallahu‘alam bishawab. (Ridyasmara) Tahun 2030 Jakarta Diramalkan Tenggelam

70

Untuk mengahadapi dan menyongsong masa depan ada baiknya kita selalu mengantisipasi apapun baik ramalan maupun analisa, agar kita bisa menghindari hal-hal terburuk yang mungkin terjadi. Bukankah lebih baik mengantisipasi dari pada mengatasi bila sudah terjadi. Bila segalanya sudah terlambat, tidak banyak yang bisa kita perbuat. Ini peringatan bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Ibu kota Jakarta, diramalkan akan tenggelam pada tahun 2030. Ramalan menyeramkan ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Ubaidillah. ‖Ramalan ini bisa menjadi kenyataan, apabila pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak segera mengantisipasi dengan pembangunan yang berwawasan lingkungan,‖ kata Ubaidillah kepada wartawan di Jakarta. Menurut Ubaidillah, pembangunan di Jakarta saat ini sudah tidak memperhatikan keseimbangan ekologis. Sikap ini nampak, saat ini Jakarta hanya memilih area terbuka hijau seluas 9,6 persen dari 661.53 kilometer persegi luas Jakarta. ―Sebagian besar permukaan tanah di Jakarta sudah mengalami penurunan akibat banjir dan genangan air. Lebih parah lagi, sebagian besar Jakarta sudah berada di bawah permukaan laut,‖ katanya menegaskan. Selama ini Jakarta terlalu terlena dengan bangunan-bangunan komersil yang tidak lagi mempertimbangkan ekologi, seperti pembangunan mal, dan perkantoran. ―Jika tidak segera dibenahi, Jakarta akan segera tenggelam.‖ Ubaidilah mengungkapkan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, puncak hujan terjadi pada Januari 2010, sehingga ia memperkiraan ketinggian permukaan genangan air yang membanjiri Jakarta meningkat dibandingkan musim penghujan awal 2009 yang mencapai 10 centimeter sampai 250 centimeter. ―Dengan pertimbangan buruknya tata kota Jakarta sekarang ini, kemungkinan ketinggian permukaan genangan air di Jakarta pada Januari 2010 mencapai lebih dari 250 centimeter. Tidak mungkin menurun dari musim sebelumnya,‖ kata Ubaidillah. Kapan Jakarta Tenggelam? Jakarta Tenggelam Tahun 2012 2030 2100 Hanya Menunggu Waktu (Bukan Ramalan)

71

Kapan Jakarta Tenggelam? Tepatnya pada tahun berapa? Jakarta pasti tenggelam, mungkin di tahun 2012 sesuai dengan ramalan kiamat Mama Lauren, ibukota Jakarta tenggelam tahun 2030 sesuai prediksi Walhi, atau mungkin yang terakhir seluruh Jakarta akan tenggelam pada tahun 2100. Semua ramalan dan prediksi tersebut bersumber dari kondisi saat ini dan tata kota (master plan) DKI Jakarta yang memang merencanakan agar kota terbesar di Indonesia ini lenyap tertutup air seluruhnya. JKT hanya akan menjadi histori sejarah masa lalu. Mengerikan sekali... Berita ini selalu menjadi pengingat yang sia-sia: Jakarta bakal tenggelam. Hari-hari ini sejumlah pengamat kembali menyatakan bahwa tanah di Jakarta, terutama bagian barat dan utara, setiap tahun ambles 10-12 sentimeter.Artinya, dalam 10 tahun, tanah Jakarta turun sekitar 1 meter. Ada yang meramalkan pada 2050 Jakarta Utara bakal terhapus dari peta Jakarta. Amblesnya sebagian ruas Jalan R.E. Martadinata, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu hanyalah salah satu indikasi yang patut diperhatikan. Penyebab masalah itu sejatinya sudah terang benderang, yaitu berkurangnya air tanah yang selama ini menyangga tanah di atasnya.Air tanah yang terusmenerus disedot menghasilkan ruang kosong di bawah sana. Penyedotan yang luar biasa itu pada umumnya dilakukan industri besar dan gedung-gedung tinggi (seperti hotel, apartemen, dan perkantoran), yang jumlahnya berkembang pesat dalam 10 tahun terakhir. Ruang kosong itu akhirnya tak mampu menahan beban berat di atasnya. Ambles pun terjadi. Namun setiap kali pula kabar itu seperti hilang ditiup angin. Penyedotan air tanah masih saja terjadi. Padahal penyedotan air bawah tanah dan air permukaan tanah ini sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001. Sayangnya, peraturan ini hanya mengatur pajak air bawah tanah (20 persen) dan pajak air permukaan tanah (10 persen) sebagai alat untuk membatasi penyedotan air. Dan ternyata para pemilik gedung lebih memilih membayar pajak untuk mendapatkan air bersih. Akibatnya, daya dukung air di Jakarta terus merosot. Sebetulnya ada mekanisme alamiah yang bisa meningkatkan persediaan air. Para ahli memperkirakan, jika 50 persen saja air hujan di Jakarta meresap ke dalam tanah, hal itu sudah cukup membantu menaikkan cadangan air. Celakanya, penyerapan air hujan di Jakarta hanya 25 persen.Yang jauh lebih besar mengalir ke laut setelah sempat menyebabkan banjir di manamana. Rendahnya penyerapan itu lantaran tanah terbuka di Jakarta sudah makin menciut. Pembangunan—gedung atau jalan—bisa dibilang makin tak terkontrol. Hutan beton meluas, terutama setelah banyak dibangun kawasan superblok di pusatpusat bisnis Jakarta, seperti di kawasan Sudirman- Thamrin,Kemang,Kuningan, dan sejumlah daerah di Jakarta Barat.Tidak mengherankan jika ruang terbuka di Ibu Kota makin sedikit, hanya 9,6 persen. Padahal idealnya sekitar 30 persen. Dari yang sedikit itu pun jumlahnya kian tergerus. Di Jakarta Pusat saja, misalnya, 49 ruang terbuka hijau telah beralih fungsi. Tidak hanya di pusat kota. Pantai juga sudah habis dijarah. Sebagai contoh, hutan bakau di Jakarta tinggal 3 kilometer persegi, tak lebih dari 15 persen dibanding pada 1960. Dari laut, Jakarta seperti dibentengi gedung-gedung jangkung. Pemerintah agaknya lebih memfasilitasi kepentingan ekonomi jangka pendek dan hanya menguntungkan sebagian kecil pengusaha. Kepentingan masyarakat banyak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik justru diabaikan. Jika keadaan ini dibiarkan, sebagian Jakarta bakal tinggal jadi catatan sejarah. tempo interaktif Jakarta Tenggelam, Kapan Jakarta Tenggelam, Kota Jakarta Tenggelam Tahun Berapa, Pernyataan Resmi Pemerintah, Prediksi Jakarta Bagian Utara Selatan Timur Barat Tenggelam, Info Resmi WALHI, Ramalan Terbaru Kapan Jakarta Tenggelam Tahun 2030 2012 2050 atau 2100, Ramalan Mama Lauren Terbaru 2010-2011

72

Tidak Benar, Matahari Kian Dekati Bumi Selasa, 27 April 2010 - 18:07 wib

JAKARTA - Profesor Riset dan Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, gerah dengan rumor cuaca ekstrim yang beredar melalui SMS, mengatasnamakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Setelah kemarin BMKG membantahnya, Thomas pun meluruskan gosip tersebut. Dalam tulisan blognya yang diposting hari ini, Selasa (27/4/2010), Thomas menegaskan bahwa tidak benar di bulan April matahari tengah mendekat atau tengah berada pada titik terdekatnya dengan Bumi. "Informasi tersebut jelas menyesatkan," tegasnya. Thomas menjelaskan, orbit bumi mengitari matahari yang sedikit lonjong menyebabkan bumi mendekat dan menjauh dari matahari secara teratur. Jarak terdekat antara bumi ke matahari yaitu perhelion adalah 147 juta km, terjadi setiap awal Januari. Jarak terjauhnya, aphelion, pada jarak 152 juta km terjadi setiap awal Juli. "Jadi, bulan April tidak ada fenomena jarak bumi ke matahari makin dekat. Dengan demikian informasi lainnya juga tidak benar. Kalau pun bumi berada pada jarak terdekat dengan matahari, radiasinya tidak signifikan variasinya. Jadi tidak ada dampak apa pun," terangnya. Thomas menduga, mungkin ada pihak tak bertanggung jawab mengaitkannya dengan hawa lebih panas yang terjadi sekitar Maret hingga April. "Fenomena lebih panasnya suhu udara di sebagian besar kota di Indonesia pada Maret hingga April, tidak terkait dengan jarak bumi ke matahari," katanya. Dijelaskan pula oleh Thomas, SMS menyesatkan semacam ini bukan pertama kalinya. Pada April tahun lalu, pernah beredar SMS yang tidak jelas sumbernya. Isinya mengabarkan bahwa akan terjadi kondisi di mana jarak matahari ke bumi semakin dekat dan radiasinya akan merusak kulit. Itu sebabnya, masyarakat diminta agar tidak mengenakan pakaian hitam. SMS yang isinya hampir sama itu rupanya tersebar lagi di bulan April tahun ini, bahkan sampai menyebutkan akan terjadi kenaikan suhu hingga empat derajat celcius. "Data suhu rata-rata di beberapa kota memang menunjukkan dua puncak sekitar Maret hingga April dan juga September hingga Oktober. Hal itu terjadi karena faktor peralihan angin pada musim pancaroba," kata Thomas. Saat musim peralihan, yaitu Maret-April-Mei dan September-Oktober-November, angin cenderung lemah dan bersifat lokal, sehingga tidak ada efek pendinginan. "Radiasi panas (inframerah) dari permukaan yang terpanasi relatif tidak tersebar. Efek panas perkotaan makin terasa pada musim peralihan ini," tutupnya. (rah)

73

Fenomena Alam Akan Terjadi di 2011

PADA 2011 mungkin bakal menjadi tahun yang menyenangkan bagi para pengamat langit. Sebagaimana diramalkan bakal terjadi banyak fenomena alam yang terjadi di angkasa. Data dari lembaga penerbangan dan antariksa AS (NASA) memberikan daftar prediksi fenomena alam di angkasa yang akan terjadi sepanjang 2011 sebagai berikut. 4 Januari 2011 Hujan meteor, gerhana matahari dan gerhana planet terjadi sekaligus. Hujan Meteor pertama yang terjadi di 2011 adalah Quadrantid. Hujan meteor ini mencapai puncaknya tahun ini dengan 50 sampai 100 meteor per jam. Bagi yang tinggal di wilayah Eropa, Asia Tengah dan Asia Barat, hujan meteor ini bisa disaksikan dengan baik. Lalu, pada tanggal 4 Januari juga bakal ada gerhana matahari. Bagian terbaik dari gerhana matahari ini adalah hampir 86 persen diameter dari matahari bakal tertutupi. Fenomena ini bakal bisa dilihat di wilayah Oslo, London, Paris dan Madrid. Yang terakhir pada 4 Januari 2011 adalah sejajarnya posisi planet Jupiter dengan Uranus. Sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1983, selanjutnya akan terjadi antara tahun 2037 dengan 2038. 15 Maret 2011 Posisi planet Merkurius dengan Jupiter akan mencapai titik terdekatnya pada tanggal ini. Sepanjang Mei 2011 Posisi planet Merkurius, Venus, Mars dan Jupiter akan saling berdekatan jaraknya apabila dilihat dari Bumi. 1 Juni 2011 Gerhana matahari sebagian. Wilayah yang bisa melihat fenomena ini adalah di timur laut Asia dan barat laut Rusia. 15 Juni 2011 Gerhana Bulan total. Hampir seluruh wilayah timur Bumi bisa melihat fenomena alam ini. 13 Agustus 2011 Hujan meteor Perseid. Akan tetapi, kejadian hujan meteor Perseid ini mungkin akan tertutupi oleh cahaya bulan. 18 Oktober 2011 Hujan Meteor Draconid. Lokasi terbaik untuk melihat fenomena alam ini adalah di wilayah Asia dan Eropa Timur. 10 November 2011 Akan terjadi konjungsi antara planet mars dengan bintang Regulus dari bintang Leo, apabila dilihat dari Bumi. 25 November 2011 Gerhana matahari sebagian. Hampir 91 persen diameter matahari akan tertutupi. 10 Desember 2011 Gerhana Bulan Total. Wilayah yang bagus untuk melihat fenomena alam ini adalah di wilayah Laut Pasifik, Asia Tengah dan Asia Timur. 13 Desember 2011 Hujan Meteor Geminid. Hujan meteor dengan cahaya meteor yang rendah. Hujan Meteor Geminid kini masuk ke daftar sebagai hujan meteor tahunan terbaik. Lahirnya Bayi Dajjal di Israel? .

74

Beredar Foto seorang bayi dengan mata satu diberbagai media-media forum di internet, bayi yang diyakini lahir di Israel tersebut juga banyak menjadi perdebatan, karena sebagian diantara netters di forum, menyatakan bahwa bayi ini merupakan dajjal yang akan datang kedunia pada saat hari kiamat tidak lama lagi akan tiba. Berikut adalah foto bayi bermata satu yang banyak menimbulkan pro dan kontra dikalangan netters dan menjadi ajang perdebatan dibeberapa forum-forum internet. Berikut Foto dan video Youtube seorang bayi dengan mata satu diberbagai media-media forum di internet.

Kisah Batu Ajaib Ponari Sang Dukun Cilik

Apa sebenarnya batu ajaib milik Ponari, dukun cilik asal Megaluh, Jombang, yang aksinya mencengangkan Jawa Timur itu? Menurut Ponari, batu ajaib itu ditunggu dua makhluk gaib, laki-laki dan perempuan bernama Rono dan Rani. Dua makhluk gaib itulah yang selama ini memberikan amanat kepada Ponari untuk menolong orang sakit melalui batu yang ditemukan pertengahan Januari lalu. Kisah penemuan batu sebesar kepalan tangan anak-anak berwarna coklat kemerahan itu cukup dramatis dan bernuansa mistis. Ponari dalam ceritanya beberapa waktu lalu mengungkapkan, batu itu ditemukan secara tidak sengaja, yakni saat hujan deras mengguyur desanya. Sebagaimana bocah-bocah seusianya, Ponari bermain-main di bawah guyuran hujan lebat yang sesekali diiringi suara geledek. Pada saat itu, lanjut Ponari, bersamaan suara petir yang menggelegar, kepalanya seperti dilempar benda keras. Sejurus kemudian, Ponari merasakan hawa panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Bersamaan itu, Ponari merasakan ada batu berada di bawah kakinya. Batu tersebut mengeluarkan sinar warna merah. Karena penasaran, batu itu dibawa 75

pulang dan diletakkan di meja. PASIEN PERTAMA Siapa "pasien" pertama Muhammad Ponari? Bocah yang namanya melejit bak artis itu pertama kali menyembuhkan tetangga yang muntah dan sakit panas. Mendengar cerita Ponari tentang penemuan batu ajaib itu, Kasim, sang ayah, menganggap anaknya hanya membual. Bahkan, neneknya, Mbok Legi, membuang batu tersebut di rumpun bambu. Namun, aneh, ketika sang nenek kembali ke rumah, batu itu sudah berada di tempat semula. Padahal, lokasi rumpun bambu itu berjarak sekitar 100 meter dari rumah. Beberapa hari kemudian, tetangga mereka mengalami sakit panas dan muntah-muntah. Tanpa ada yang meminta, Ponari membawa batu ajaib dan memasukkannya ke segelas air putih, kemudian diminumkan kepada tetangga yang sakit. Ajaib, beberapa jam kemudian, tetangga tadi sembuh total. Bermula dari sinilah, kemudian kabar cepat beredar dari mulut ke mulut, dan akhirnya setiap hari rumah keluarga Ponari didatangi ribuan pengunjung. Kejadian Aneh Pada Kebakaran Besar Kilang Minyak Cilacap Setelah serangan ulat bulu yang menjadi berita nasional (baca Siklus Aneh Dibalik Serangan Ulat Bulu ), maka giliran berita nasional beralih ke kebakaran besar pada kilang minyak pertamina, Sabtu, 02/04/2011 05:22 WIB Blarr! Ledakan Keras Terdengar dari Kilang Minyak Cilacap. Kebakaran sangat besar, sesuai dengan berita dibawah ini: Kilang Pertamina Cilacap Terbakar

Foto : Radar Banyumas/JPNN CILACAP – Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap dilanda kebakaran hebat sejak kemarin pagi sekitar pukul 04.50 WIB. Hingga semalam, kobaran api kian besar. Asap pekat bisa terlihat dari jarak sekitar 20 kilometer. Bahkan Pertamina sendiri belum bisa memprediksikan kapan kebakaran yang telah melalap dua tangki Pertamina ini akan padam. Kebakaran dimulai tangki 31 T-2 yang berisi sekitar 6 juta liter High Octan Mogas Component (HOMC). HOMC ini merupakan produk minyak yang digunakan untuk meningkatkan oktan premium. Belum juga habis, kobaran api membakar tangki 31 T-3 yang berjarak sekitar 50 meter. Terbakarnya tangki 31 T-3 yang berisi kerosine ini menimbulkan dentuman dahsyat sekitar pukul 15.00 WIB. Menurut saksi mata Danu Agung (37) yang merupakan pekerja harian di pertamina, sekitar pukul 04.40 WIB dia bersama dengan tiga orangnya melihat ada api yang menjalar di pipa. Api ini dengan sangat cepat menuju ke tangki dan akhirnya terdengar suara gemuruh diiringi ledakan yang cukup hebat. ―Saya dan kawan-kawan lari menghindar karena suaranya sangat keras. Kemudian lidah api dan asap membumbung sangat tinggi,‖ ujarnya saat bersama rekan-rekannya membantu siaga di jalan Mt Haryono depan Pertamina Cilacap kemarin. Dilaporkan Radar Banyumas (JPNN Group), lidah api yang mencapai puluhan meter dan asap yang membumbung tinggi membuat warga sekitar sempat terkejut dan panik. Apalagi sebelumnya mereka sempat mendengar suara gemuruh dan ledakan yang mengejutkan mereka. Puluhan warga langsung menuju ke lokasi untuk melihat api raksasa tersebut. Sejumlah lainnya memilih melihat dari kejauhan. Bahkan saking was-wasnya, sejumlah warga siap-siap untuk mengungsi menjauh dari Pertamina. Apalagi ini merupakan kebakaran terbesar sejak 10 tahun terakhir. Warga khawatir dengan kejadian November 1996 ketika tujuh tangki pertamina terbakar karena disambar petir. Pada 1996 lalu, warga sempat diungsikan. Kemarin dikabarnya ada 10 warga yang mengungsi, namun diberi tahu petugas untuk tetap tenang. Kebakaran tangki yang berada diurutan ke empat dari pintu masuk ini menjadi tontonan warga sejak pagi. Bahkan petugas harus kerja keras untuk mengatur 76

warga yang melihat kebakaran itu. Sementara puluhan kendaraan keluar masuk ke lokasi pertamina kendati kemarin merupakan hari libur. Untuk menertibkan lalulintas petugas menutup jalan Thamrin dan MT Haryono. Ratusan personil yang berasal dari Brimob, Polres Cilacap, Angkatan Darat dan Angkatan Laut serta petugas dari pemkab Cilacap diterjunkan untuk mengamankan lokasi. Termasuk memerintahkan warga untuk tidak melihat dari dekat dan memblokade jalan MT Haryono dan Thamrin. Lidah api ini ketinggiannya mencapai puluhan meter dan asap tebal membumbung tinggi hingga terlihat dari jaraklebih dari 20 kilometer. Malam kemarin langit Cilacap masih semburat merah akibat pantulan dari kebakaran itu. Dalam insiden kebakaran-kebakaran sebelumnya, Pertamina mengandalkan pasukan pemadam kebakarannya sendiri. Tapi kemarin sejumlah mobil pemadam dari luar diijinkan masuk komplek kilang Pertamina. Di antaranya dari Pemkab Cilacap, PT Holcim dan PLTU Sumber Segara Primadaya. Setidaknya ada tujuh mobil pemadam yang dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran tersebut. Mobil-mobil dari luar tersebut diperbantukan untuk mendinginkan tangki-tangki dengan membentuk tirai air. Sekitar pukul 10.00 WIB kebakaran kian membesar setelah sebagian baja yang bahan tanki tersebut melelah dan diperkirakan bagian bawah sudah bocor. Kondisi ini membuat api semakin besar apalagi ditambah angin yang berhembus sangat kencang. Panasnya dapat dirasakan dari jarak sekitar 200 meter dari lokasi kebakaran. Sekitar pukul 15.00 WIB kobaran membesar dan hingga malam kemarin belum padam. Kobaran hebat ini membuat pertamina segera mengosongkan kantor pusat RU IV dan memerintahkan seluruh karyawannya keluar. Bahkan petugas menutup penuh jalur menuju ke pertamina dengan radius sekitar 1 kilometer dari lokasi kebakaran. ―Saya memilih menginap di tempat saudara untuk sementara waktu. Soalnya, saya takut melihat kobaran api yang sangat besar. Takut kalau ada ledakan lagi,‖ ujar Ny Hana warga sekitar kemarin sore. Namun ditengah adanya warga yang memilih menjauh ini tidak sedikit yang malahan mendekat. Mereka mengabadikan kebakaran ini dengan kamera maupun merekamnya dengan ponsel. Tidak sedikit pula yang berpose dengan latar belakang kebakaran sebelum akhirnya di giring polisi meninggalkan lokasi. Banyaknya alat pemadam kebakaran yang dikerahkan kemarin ternyata bukan untuk memadamkan api. Tetapi hanya digunakan untuk melokalisasi serta melindungi agar tangki lain dengan mendinginkannya supata tidak terbakar. (amu) Hingga tulisan ini dibuat, maka kebakaran ini belum padam, Minggu, 03/04/2011 07:25 WIB Sudah 24 Jam Lebih, Api di Kilang Pertamina Cilacap Terus Berkobar Kejadian Aneh Pada Kebakaran Besar Kilang Minyak Cilacap Sebuah pertanyaan yang layak muncul pada kejadian itu adalah, apakah penyebab dari kebakaran itu dan mengapa terjadi tepat tgl 2-April-2011 ? Didalam menjawab pertanyaan itu, maka pihak berwajib masih Minggu, 03/04/2011 12:26 WIB Polisi Belum Investigasi Penyebab Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap Sebuah kejadian aneh terjadi pada kebakaran besar pada kilang minyak ini, tiada lain kejadian aneh itu adalah ketika kilang minyak terbakar di indonesia, maka nun jauh di negeri jepang, masalah bahan bakar yang bermasalah dalam skala dunia yaitu PLTN Fukushima Bocor, Wapres Tepco Minta Maaf bahkan setidaknya PLTN ini sudah memakan korban, Minggu, 03/04/2011 13:39 WIB2 Pekerja PLTN Fukushima Daiichi Ditemukan Tewas Mengapa disebut aneh didalam dua kejadian Kilang Minyak dan PLTN Fukushima ini ? inilah sebuah kejadian aneh ketika penyebab gempa bumi jepang yang terjadi tgl 11-maret-2011 lalu (baca Gempa Jepang Ternyata Disebabkan Hal Sepele) yang menyebutkan penyebabnya adalah sebuah hal sepele yaitu angka 22, maka dari gempa jepang yang terjadi tgl 11-maret-2011, 22 hari setelah itu, terjadilah di indonesia, kilang terbakar hebat, Sebelum Terbakar, Tangki Minyak Meledak

Hertanto Soebijoto/Repro: MetroTV Tangki minyak di Komplek Pertamina Cilacap, Sabtu (2/4/2011) pukul 05.00, terbakar.

77

CILACAP, KOMPAS.com – Kebakaran yang terjadi di tangki minyak pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Sabtu (2/4/2011), sekitar pukul 04.25 WIB belum diketahui penyebabnya. Namun, menurut informasi, kebakaran itu diawali dengan bunyi ledakan. Humas Pertamina Refinery Unit IV Cilacap Ruseno belum bisa memberikan keterangan resmi apa penyebab dari ledakan tersebut. Sedikitnya, enam unit mobil pemadam kebakaran, empat di antaranya milik Pertamina, berupaya memadamkannya. Kebakaran terjadi di area 31 pada tangki T-2 yang berkapasitas sekitar 39.000 kiloliter. Tangki yang berdiameter 20-24 meter dengan tinggi 17 meter tersebut berisi bahan pencampur nilai oktan pada premium (HMOC), tetapi belum penuh karena masih diisi. Dua kejadian itu hanya berjarak 22 hari satu dengan yang lain, ketika gempa jepang terjadi tgl 11-maret-2010 (baca Kejadian Aneh pada Gempa dan Tsunami Jepang), maka tepat 22 hari setelah itu, tepat tgl 2-April-2011 terjadilah kebakaran hebat pada kilang minyak tsb, Warga Sekitar Lokasi Kilang Pertamina Mengungsi. Sebuah harmonisasi yang cukup aneh tentang 22, dimana itulah sebuah penyebab dari gempa jepang ini (baca Gempa Jepang Ternyata Disebabkan Hal Sepele) dimana hal ini memberitahukan kejadian aneh demi kejadian aneh jelang bencana besar sebagaimana artikel sebelum ini yaitu, Siklus Aneh Dibalik Serangan Ulat Bulu. Selang diantara dua kejadian besar di dunia yaitu gempa jepang tgl 11-maret-2011, kemudian dituliskan penyebabnya masalah sepele yaitu 22, maka tepat tgl 22-maret-2011 atau 11 hari setelah itu, terjadilah peristiwa aneh bin ajaib yaitu: Pajero Terjun dari Tol Pluit, Dua Orang Tewas VIVAnews – Sebuah mobil Mitsubishi Pajero hitam dengan nomor polisi B 11 HMB, terjun bebas di Tol Pluit. Peristiwa terjadi di kilometer 24 di jalur dari arah Pluit menuju Grogol, Selasa 22 Maret 2011. Akibatnya, dua orang tewas dan lima remaja perempuan usia 16-17 tahun luka parah. Seluruh korban kini berada di Rumah Sakit Atmajaya Penjaringan, Jakarta Utara Harmonisasi di alam setelah gempa jepang yang terjadi tgl 11-maret-2011, kemudian pajero jatuh nopol B 11 HMB tepat tgl 22-maret-2011, kemudian kilang minyak terbakar hebat 22 hari kemudian, sesungguhnya itulah 22 yang akan terjadi lagi menjadi sebuah siklus, sehingga dengan kejadian ini, utamanya peristiwa 3 Tangki Terbakar Pertamina Jamin Stok Aman Headline News / Nusantara / Minggu, 3 April 2011 08:41 WIB Metrotvnews.com, Cilacap: Pertamina memastikan kebutuhan bahan bakar minyak aman hingga sebulan ke depan kendati tiga tangki di Kilang Unit Pengelolaan Daerah IV Cilacap, Jawa Tengah, terbakar. Ahad (3/4) pagi diupayakan pendinginan aset-aset kilang supaya api tidak melalap tangki lainnya. Dengan adanya kejadian ini, sesungguhnya kejadian aneh demi kejadian aneh telah urut satu persatu dipertontonkan kepada kita semua, hingga sebuah siklus bencana besar akan segera bergulir dengan sebuah pernyataan ―SEMUA TELAH DIPERINGATKAN‖, ketika tidak ada yang bisa menjawab mengapa kilang pertamina itu terbakar hebat tepat tgl 2-april-2011, mengapa tidak hari atau tgl lain saja, tiada lain kesemua itu adalah penghitungan yang cermat bahwa gempa jepang itulah sebagai rentetan awal dari bencana yang hebat seperti yang dituliskan didalam tulisan yang memuat 22 itu, Gempa Jepang Ternyata Disebabkan Hal Sepele sebagai jawaban yang lain dari artikel itu, tokoh yang terkenal di era 2006-lalu yang banyak disebut diartikel itu, kini benar-benar menyeruak (baca[Misteri Kematian Soeharto] Mengapa Tepat pkl 01.10 PM) sebagai berita pertanda itu Patung Yesus Tertinggi di AS Tersambar Petir dan Terbakar, Ada Apa ? Juni 17, 2010 Berita di tvone tentang Patung Yesus Tertinggi di AS Tersambar Petir dan Terbakar, sungguh sangat fenomenal, berikut berita dari sumber internet

78

Reformata.com – PATUNG Yesus Kristus yang tingginya setara gedung berlantai enam tersambar petir dan terbakar habis. Bagian yang tersisa hanyalah kerangka baja yang hangus dan sisa-sisa bangunan. Seperti diberitakan Associated Press, patung ―Raja Segala Raja‖ itu merupakan ikon kota Ohio Barat Daya, Amerika Serikat, yang telah berdiri sejak 2004 di depan Gereja Evangelical Solid Rock, sebelah utara Cincinnati. ―Petir itu menyambar di hari Senin, 14 Juni 2010, sekitar pukul 11.15 malam waktu setempat,‖ kata anggota polisi wilayah Monroe, Ohio. Patung setengah badan setinggi sekitar 19 meter dengan lebar 12 meter itu dijuluki ―Touchdown Jesus‖. Julukan itu diberikan warga setempat karena posisi tangan Yesus yang menengadah mirip seorang wasit yang memberikan kode touchdown pada pertandingan football Amerika.Rangka patung terbuat dari baja. Sedangkan bagian tubuhnya dibentuk dari busa plastik dan bahan fiberglass. Dilaporkan, api berkobar dalam tempo yang singkat. Tapi nyaris saja api meludeskan gedung pertunjukan dan gereja yang lokasinya sangat berdekatan. Percikan api sempat membakar bagian atap gedung itu. ―Tidak ada korban luka dalam peristiwa ini,‖ kata kepala polisi Mark Neu.Kendati demikian, nilai kerugian dari hangusnya patung lambang Ohio itu ditaksir mencapai Rp 6,4 miliar. Sedangkan kerugian untuk atap gedung mencapai sekitar Rp 3,6 miliar. Gereja ini memiliki anggota sekitar 4.000 orang dan dibangun oleh pria yang pernah menjadi pedagang kuda, Lawrence Bishop bersama istrinya. Hans/Vivanews Ada apa patung itu terbakar ? dan mengapa pula tepat tgl 14-juni-2010 ? Hal itu patung terbakar, diakui oleh penduduk disekitar TKP sebagai kejadian yang tidak biasa, dan memang benar hal itu tidak biasa, sebab di Indonesia pernah terjadi simbol-simbol terbakar yaitu Istana pagaruyung terbakar 27-Februari-2007, maka 7 hari setelah itu SUMBAR di landa gempa Hebat tgl 6-3-2007. Lalu apa hubungannya patung Jesus Terbakar dengan RI sebagai penduduk Islam terbesar ? tiada lain dari terbakarnya patung tsb adalah tgl 14-juni-2010, sebagai hari kunjungan Presiden AS, B. Obama Ke RI, yang akhirnya di tunda. SIMBOL – SIMBOL AGAMA YANG TERBAKAR Simbol-simbol keagamaan pada akhir-akhir ini banyak menjadi celaka, selain patung jesus yang terbakar, maka berikut daftar simbol yang terbakar.Simbol Agama Hindu: Pura Penataran Agung Terbakar tepat tgl 19-mei-2010, kemudian berikutnya, 14 hari setelah itu, Giliran Simbol Agama Budha, sebagai tgl 2-juni-2010 Vihara Terbakar, Pengingat Yang Jelas dan tidak seberapa lama simbol agama Kristen: tgl 14-juni-2010, Patung Jesus Terbakar. Tentu ada yang bertanya, dimana Islam-nya ? coba baca artikel Tragedi Tolak Bala yang terjadi tepat di tanggal yang mudah di-ingat sebagai 6-6-2010. 79

TEPAT 14-JUNI-2010, DENGAN PATUNG JESUS TERBAKAR SEBAGAI SIMBOL AGAMA, MAKA TEPAT TGL ITUPULA 14-juni-2010 Perahu terbalik, 25 orang tewas saat gelar upacara di Sungai Gangga Semua tentang 14 itu sendiri telah dituliskan dalam (lihat tgl postingnya dan lihat yang digaris tebal, yakni sebelum 14-juni-2010) Heboh Video Mesum dan Porno mirip Ariel Peterpan, Luna Maya, Cut Tari, Ada Apa ? , yang memuat Empat belas adalah kunci pembuka dari bencana yang terjadi, mengapa harus 14 ? mengapa tidak angka lainnya saja ? Hal itu adalah sambungan dari artikel yang memuat arti dari empat belas itu sendiri yang dimuat pula pada artikel Dibalik Video Mesum Mirip Luna-Ariel yakni Empat belas hari dari kelahiran mas Ariel yaitu 16-september (-14 hari) adalah 2-9-2009 (yaitu terjadilah Gempa TasikMalaya, baca Gempa TasikMalaya 02-09-2009 Empat Belas hari setelah kelahiran mas Ariel yaitu 16-september(+14 hari) adalah 30-9-2009 (yaitu terjadilah Gempa Padang, baca Gempa Padang 30-09-2009 Ketika tanggal lahir mas Ariel 16-september, maka terbetiklah sebuah keteraturan lainnya yaitu : Dengan demikian terciptalah keteraturan dari hari lahir mas Ariel untuk mengingatkan kita semua akan dua bencana super kelam di september-2009, yang di-ingatkan lagi lewat video mesum dan porno yang menghebohkan dunia. Sebenarnya ada apakah ini semuanya ? tiada berlebihan sebuah tanda dari sang Pemilik Alam lewat meteor jatuh di ibukota tepat tgl 29-April-2010 (baca Meteor Jatuh Di Jakarta, Sebuah Tanda Yang Jelas). Kunci meteor ini adalah terjadi jelang 4 tahun peringatan lumpur lapindo yang terjadi tgl 29-mei-2006, dimana pada tahun 29 itu sebagai 2009, maka itu mengingatinya sebuah kebetulan yang lain terjadi yaitu 2-9-2009:Gempa TasikMAlaya dan 30-92009:Gempa Padang. Titik tengah dari dua gempa di bulan 9-2009 adalah pada tgl 16-september yang berarti 14 hari sebelum tgl 16 itu adalah 2-9-2009 sebagai Gempa TasikMalaya dan 14 sesudah tgl 16 itu adalah 30-9-2009 sebagai gempa padang. Titik tengah itulah yang saat ini mengemuka sebagai heboh video porno mirip Ariel Peterpan, dimana tgl lahir Ariel Peterpan adalah tepat tgl 16-september. Tidak hanya masalah video porno yang heboh tsb, maka tepat dari tgl patung jesus tsb terbakar, maka 14-juni-2010 seharusnya presiden As, B. Obama harusnya ke Indonesia, namun karena tumpahan minyak di Teluk Meksiko, maka kunjungan tsb di batalkan. Alasan minyak itulah ternyata membawa ke 16-september yang lain yaitu hari kemerdekaan meksiko nyaris sama dengan 16-september itu sendiri. PERUT BUMI MENUMPAHKAN ISINYA Dan hari semakin hari, terungkaplah bahwa 16 itu merupakan penegasan dari dua gempa yang terjadi di indonesia timur tepat tgl 16-6-2010, termuat di tulisan Gempa Bumi Dahyat dan Video Porno Mirip Ariel Peterpan, Luna Maya, Cut Tari , maka tidak seberapa lama, semburan api bermunculan di dua tempat berbeda yaitu di Mamuju, Usai Gempa, Semburan Api Bermunculan MAMUJU – SURYA- Semburan api disertai gas muncul di Dusun Lambara, Desa Kasano, Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pascagempa pukul 08.52, Rabu (16/6/2010) pagi tadi. Menurut laporan ANTARA, semburan api disertai gas bermunculan dari dalam tanah pada empat titik di lokasi gempa di Dusun Lambara. Semburan api tersebut muncul dari bawah tanah yang retak setelah gempa berkekuatan 5,3 skala richter yang mengguncang Kabupaten Mamuju Utara pagi tadi. Gempa di Mamuju Utara berpusat pada 1,44 Lintang Selatan dan 119,25 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer di perairan Sulawesi, berlokasi sekitar 91 km di bagian barat daya Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, namun gempa tersebut tidak berpotensi terjadinya tsunami ―Api muncul dari bawah tanah yang mengalami patahan. Patahan sepanjang 500 meter membelah jalan di lokasi gempa,‖ kata Kabag Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Utara, Saidiman Marto yang meninjau lokasi gempa.Menurut dia, semburan api yang disertai gas dari dalam tanah itu tampak mengerikan karena tingginya mencapai tiga meter. 80

Menurut dia, awalnya seorang warga melihat ada percikan api. Iseng-iseng dia melemparkan korek api. Tidak disangka, api makin besar dan tak bisa dikendalikan lagi. Ia mengatakan, Pemkab setempat telah mendatangkan sejumlah mobil pemadam kebakaran di lokasi gempa untuk memadamkan percikan api itu, namun petugas kesulitan memadamkan api, karena tidak bisa menjangkau titik api yang berada dalam hutan. ―Beruntung, titik api agak jauh dari lokasi rumah warga yang rusak berat ataupun yang rusak ringan serta jauh dari tempat pengungsian warga yang menjadi korban gempa sehingga semburan api tersebut tidak terlalu membahayakan,‖ katanya. Ia mengatakan, sejumlah warga kehilangan sekitar 80 unit tempat tinggal akibat rusak parah serta sekitar 53 rumah lainnya rusak ringan. Semburan kedua terjadi di Sampang, walau berbeda sebab, namun sangat runtun dengan satu kejadian dengan kejadian lainnya Semburan Lumpur Campur Minyak di Sampang

Arfan Yap Bano, Liputan6.com, Sampang: Sebuah pengeboran air di Dusum Omberan, Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Kamis (17/6), tiba-tiba mengeluarkan lumpur bercampur air dan berbau minyak tanah. Lokasi semburan berada tepat di belakang rumah warga bernama Haji Sulaiman, yang juga pemilik lahan. Peristiwa semburan lumpur bercampur air dan berbau minyak tanah ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB Kamis (17/6) siang di kedalaman sekitar 20 meter. Sebelum terjadi semburan lumpur bercampur air dan minyak tanah, pada kedalaman 15 meter keluar lumpur bercampur gelembung dan berbau gas. Sebagian warga di sekitar lokasi kejadian mengaku khawatir dengan keluarnya lumpur bercampur minyak itu, apalagi mudah terbakar. ―Mungkin kandungan minyak tanahnya ini tinggi. Makanya mudah terbakar,‖ kata Haji Sulaiman. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, polisi memasang garis polisi di sekitar lokasi semburan dan melarang warga mendekat ke lokasi semburan. Aparat Desa Gunung Rancak juga telah melaporkan kejadian ini ke Pemkab Sampang dan meminta pihak terkait segera melakukan penelitan. Peristiwa semburan lumpur bercampur minyak ini menyita perhatian warga. Hingga Kamis malam warga masih berduyun-duyun datang ke lokasi guna menyaksikan secara langsung semburan tersebut.(Ant/AYB) Ada apakah dua kejadian tentang semburan terjadi ? Hal itu tiada lain mengingatkan pada semburan lumpur lapindo, dimana saat ini, terus menerus menyembur. Dengan dua kejadian ini, maka benar-benar masalah gempa setelah itu semburan muncul adalah seide dengan yang terjadi di lumpur lapindo, dimana sebelum lumpur itu terjadi, maka di dahului oleh gempa yogya 27-mei-2006. Perhatikan sekali lagi mulai muncrat semburan minyak MEKSIKO tgl 20-April-2010, lalu apa hubunganya dengan lumpur lapindo yang menyembur tgl 29-5-2006 ? Coba jumlah-kan semua angka dari lapindo tsb yakni 29+5+2006 terjadilah 2040 sebuah angka 20-4-0 yang merupakan ingatan dari 20-4-2010 saat itu sebagai mulainya tumpahan minyak di teluk Meksiko. Ledakan di Teluk Meksiko (Getty Images) 81

Kemiripan lainnya adalah semburan lapindo, dimulai dengan didahului oleh gempa yogyakarta, maka tumpahan minyak ini pula didahului oleh gempa pula dimana tepat 4-4-2010, Meksiko+Californio di hantam Gempa Dahsyat yang belum pernah terjadi dan 16 hari beriktunya, minyak tumpah ruah sampai presiden Obama tidak jadi ke RI tgl 14-juni-2010 lalu. FENOMENA 16 DAN 14 Dibahas diatas 16 adalah titik tengah dengan maslah video porno dan tumpahan minyak meksiko, kemudian 14 adalah hari kunjungan presiden Obama ke indonesia walau ditunda, justru terjadi patung jesus terbakar. Dan itulah fenomena 16 dan 14 sebagai ingatan yang nyata. Sama persis dengan kejadian gempa tgl 16-6-2010 ini, lalu mengapa gempa lain tidak menunjukkan gejala yang sama ? secara geologis, biarlah para ahli yang mengulasnya, secara fenomena, hal itu, tiada lain tgl 16-6 adalah sebuah tanggal yang mudah di-ingat, untuk mengingatkan sesuatu yang BESAR Ada apakah tgl 16-juni-2010 itu ? hal itu diulas pada tulisan Gempa 7,1 SR di Biak Berpotensi Tsunami, Mengapa Tepat 16-juni-2010 ? yang secara ringkas menggambarkan apa yang heboh dengan tgl 16 itu adalah sebuah tanggal TENGAH dari dua bencana besar di tahun 2009 dengan bentang waktu 14 hari yakni
 Gempa TasikMAlaya 2-9-2009 -> 14 hari adalah 16-september-2009  Gempa Padang, dari tgl 16-september -> 14 hari adalah 30-september-2009

Persoalan dua gempa di tengahi oleh tgl 16 itulah, kembali muncul ke permukaan lewat sosok artis yang lagi heboh, yaitu, Ariel Peterpan lahir tepat ditengah dua gempa itu, yaitu 16-september. Uniknya Ariel Peterpan pernah mengukir sejarah di Sidoarjo dengan menikahi istrinya, kemudian resmi bercerai tepat di tanggal gempa yogya yaitu 27-mei2008. Secara mudah, hal itu dapat dituliskan sebagai Gempa Tasik,2-9 | Ariel Lahir, 16-9 | Gempa Padang 30-9, persis pula dengan Gempa Yogya, 27-5| …. | Lumpur lapindo, 29-5. Dan isian titik titik itulah sebagai 28 yang kini dicari …. Didalam pencarian itulah, maka gejala alam di lapindo muncul di amerika dan meksiko lewat semburan minyak, dimana secara fenomena pula mirip dengan kejadian semburan muncul setelah gempa. Tumpahan minyak meksiko muncul tgl 20-April-2010, didahului oleh gempa dahsyat 4-4-2010 yang menghantam California dan Meksiko atau 16 hari setelah gempa itu. Hal yang mengejutkan, ternyata hari kemerdekaan Meksiko-pula sama dengan hari lahir Ariel Peterpan yakni 16september, hingga tidak berlebihan pula gempa lalu semburan terjadi 16-6-2010 sebagai ingatan yang kuat dari 16 itu sendiri. Ingatan dua gempa dahsyat tahun 2009 sebagai Gempa Tasikmalaya dan Gempa Padang, dengan 16-nya, maka 14 harinya dimana ? itulah di bulan juni ini, maka 14-juni-2010 adalah sebagai hari berkunjung-nya Presiden B. Obama ke Indonesia, namun di batalkan karena tumpahan minyak di Teluk Meksiko. Masih ingat gol Meksiko yang dianulir pada laga pembukaan piala dunia 11-juni-2010, hingga laga akhir adalah 1-1, itulah makna yang mirip dengan batalnya presiden B. Obama ke RI karena masalah meksiko. Dan 14-juni-2010 tengah malam, patung jesus terbakar. 82

Sebuah tanggal 16-6 adalah sebuah pola yang indah, mirip dengan 17-7 yang merupakan 17-7-2006 sebagai gempa dan Tsunami pangandaran, maka tgl sembur lumpur lapindo adalah 29-5-2006, maka 177 hari itulah tgl 22-11-2006 sebagai lumpur lapindo MELEDAK, Sebuah tanggal yang mudah di-ingat, ledakan lumpur lapindo terjadi, hal diakibatkan oleh panasnya lumpur tsb sampai pada puncak tertentu hingga pipa gas pertamina meledak. Fenomena unik dan aneh terjadi yakni bersamaan dengan ledakan lapindo itu, maka lafal Allah muncul (sumber detik.com)

Hal itu yang melegendaris, patung jesus terbakar, setelah sebelumnya di RI terjadi Vihara Terbakar, Pengingat Yang Jelas, dan Pura terbakar pula, mengapa legendaris ? Kejadian demi kejadian, tentunya dan seharusnya mengingatkan pada kita tentang pencarian 28 itu sendiri Secara mudah, hal itu dapat dituliskan sebagai Gempa Tasik,2-9 | Ariel Lahir, 16-9 | Gempa Padang 30-9, persis pula dengan Gempa Yogya, 27-5| …. | Lumpur lapindo, 29-5. Dan isian titik titik itulah sebagai 28 yang kini dicari …. Perhatikan dari tgl yang dicari yaitu 28, tepat tgl 28-mei-2010 adalah Hari Raya Waisak, maka tidak berapa lama terjadilah Vihara Terbakar, Pengingat Yang Jelas, ketika hal itu terjadi di dalam negerim tentunya hal itu tidak-lah menglobal dari 28 itu sendiri. Dan tidak seberapa lama terjadi, separo dari 28 itu sendiri, maka tepat 14-juni-2010, patung yesus terbakar. Sekali lagi ada apakah itu semua, simbol simbol keagamaan banyak yang terbakar dalam waktu dekat ? itulah tulisan yang mudah dari Kiamat Sudah Dekat Kliping berita: [ Kamis, 20 Mei 2010 ] Pura Penataran Agung Terbakar BANGLI – Warga desa Taman Bali Bangli siang kemarin (19/5) dikejutkan dengan kebakaran hebat di Pura Penataran Agung. Api meludeskan sebuah bale pawedan beratap genteng. Peristiwa sekitar pukul 12.30, itu berlangsung begitu cepat. Warga kesulitan memadamkan api karena pintu depan pura terkunci. Selain itu, air kali sangat jauh. Sementara air PDAM yang ada alirannya sangat kecil. Kali pertama, kejadian tersebut diketahui Oka Mantara, salah satu warga. Saat melintas di jalan raya utama Taman Bali-Bangli, itu Oka melihat ada kepulan asap tebal di pura yang terletak di timur jalan itu. ‖Saya hendak ke Denpasar membeli bola. Tiba-tiba melihat kebakaran,‖ kata Oka di TKP. Begitu melihat si jago merah mengamuk, Oka langsung memberitahukan hal itu kepada petugas kepolisian yang ngepos di pos Taman Bali. Selanjutnya, petugas tersebut meminta bantuan mobil pemadam kebakaran Pemkab Bangli. Sebelum pemadam datang, warga telah ramai datang ke TKP. Sayang, warga terhambat pintu pura ketika hendak gotong royong memadamkan api. Beberapa warga yang ada dilokasi menyayangkan petugas pemadam lambat tiba di lokasi. Padahal jaraknya begitu dekat dengan pangkalan. Selain itu, warga menyesalkan pemadam baru datang setelah api padam dan bangunan gosong. 83

Kapolsek Kota AKP Made Raka seizin Kapolres Bangli AKBP Ramdani Hidayat menyebutkan, masih menyelidiki penyebab kebakaran. ‖Dugaan awal karena korsleting listrik,‖ kata Kapolsek. Sementara Kelian Dadia Pura Penataran Agung Sang Made Bakas menyebutkan, pura tersebut di-empon oleh 90 kepala keluarga (KK). Salah satu pangempon adalah mantan Gubernur Bali Dewa Made Beratha. (sur) Jika Gunung Yellowstone Meletus, 2/3 Amerika Akan Hancur

Taman Nasional Yellowstone di negara bagian Wyoming, Montana, dan Idaho, Amerika Serikat berada tepat di bawah puncak salah satu gunung api terbesar di dunia, Yellowstone. Sebuah supervulkano atau gunung api super. Para ahli mengkhawatirkan, gunung yang masih aktif ini bakal meletus. Apalagi, kaldera Yellowstone menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas sejak tahun 2004 lalu. Apa yang terjadi jika Yellowstone meletus? Jawabannya, tragedi. Kekuatan erupsinya diperkirakan ribuan kali lebih kuat dari letusan gunung St Helena pada tahun 1980. Yellowstone akan memuntahkan lava ke langit, sementara abunya yang panas akan mematikan tanaman dan mengubur wilayah sekitarnya hingga radius 1.000 mil atau lebih dari 1.600 kilometer. Tak hanya itu, dua per tiga wilayah Amerika Serikat bisa jadi tak bisa dihuni karena udara beracun yang berhembus dari kaldera. Ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan, jutaan orang menjadi pengungsi. Ini adalah mimpi buruk yang diprediksi para ilmuwan, jika Yellowstone kembali meletus untuk kali pertamanya dalam 600.000 tahun. Berita buruknya, ini mungkin terjadi di masa depan. Penelitian menunjukkan, kaldera Yellowstone telah meletus tiga kali dalam kurun waktu 2,1 juta tahun. Kekhawatiran para ahli bukannya tanpa dasar. Peningkatan terekam sejak tujuh tahun lalu. Juga, dalam tiga tahun terakhir, lantai gunung naik tiga inchi per tahun. Ini tingkat peningkatan tercepat sejak pencatatan yang dimulai tahun 1923. Namun, kurangnya data tak memungkinkan para ilmuwan memprediksi kapan gunung super itu bakal meletus. Ahli vulkanologi dari University of Utah, Bob Smith mengatakan, pengangkatan itu luar biasa karena meliputi wilayah yang cukup luas. Awalnya, tambah dia, para ilmuwan khawatir peningkatan itu bisa mengarah ke letusan. Untungnya, "kami melihat magma berada di kedalaman sepuluh kilometer, kami tidak begitu khawatir," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, Selasa 25 Januari 2011. Lain halnya jika magma berada di kedalaman dua atau tiga kilometer, para ahli bakal panik. Sementara, Robert B. Smith, profesor geofisika di University of Utah, mengatakan, ruang magma gunung super itu terisi batu yang mencair. "Tapi kita tidak tahu berapa lama proses ini berlangsung sebelum akhirnya terjadi letusan, atau sebaliknya aliran batu 84

cair berhenti dan kaldera kembali rata." Para ilmuwan yang memantau Yellowstone percaya, ruang penyimpanan magma atau reservoir yang membengkak di kedalaman enam mil di bawah tanah mungkin menyebabkan pengangkatan itu. Para ilmuwan juga mengamati gumpalan seperti kue panekuk yang terbentuk dari batuan cair seukuran kota Los Angeles di lokasi itu. Karena kondisinya yang ekstrem, sulit bagi ilmuwan untuk menentukan apa sebenarnya yang sedang terjadi di bawah Yellowstone. Apakah ini berkaitan dengan ramalan kiamat 2012? Yellowstone : Gunung Berapi Terbesar Menunggu Waktu Meledak

Gunung berapi di Yellowstone National Park, di kawasan barat laut Wyoming, Amerika Serikat, menunjukkan tandatanda aktivitas yang tidak lazim. Menurut catatan United States Geological Survey, dataran di kawasan itu telah naik dengan kecepatan tiga inci atau sekitar 7,6 sentimeter per tahun dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi sejak mulai dicatat pada tahun 1923. ―Pertumbuhan ketinggian tersebut sangat tidak lazim karena ia terjadi di kawasan yang sedemikian luas dan pada kecepatan yang sangat tinggi,‖ kata Robert Smith, seorang profesor geofisika dari University of Utah, seperti diberitakan DailyMail, 9 Maret 2011. Awalnya, kata Smith, pihaknya khawatir bahwa fenomena ini akan menjurus ke meletusnya gunung tersebut. ―Namun demikian, kami mendapati bahwa magma di bawah kawasan itu kini berada di kedalaman 10 kilometer, jadi kita tidak usah panik,‖ ucapnya. Meski begitu, Smith menyebutkan, jika magma terus naik hingga hanya 2 sampai 3 kilometer dari permukaan tanah, saat itulah warga AS perlu betul-betul khawatir. Seperti diketahui, gunung di Yellowstone National Park pernah dua kali meletus secara dahsyat sekitar 1,3 juta tahun lalu dan sekitar 642 ribu tahun lalu. Terakhir kali meletus, ia memuntahkan debu hingga ketinggian 30 ribu kaki atau sekitar 9.100 meter dan debunya telah menutup kawasan mulai dari barat Amerika Serikat hingga Teluk Meksiko. Para peneliti memprediksi, jika fenomena kenaikan permukaan tanah di kawasan tersebut berlanjut, gunung berapi super ini berpotensi meletus dalam waktu dekat. Jika sampai meletus, maka dua per tiga bagian dari Amerika Serikat tidak akan lagi dapat dihuni. Sayangnya, akibat kurangnya data yang dimiliki dari letusan terakhir, peneliti tidak dapat memperkirakan kapan bencana alam berikutnya akan terjadi. Yang pasti, letusan dahsyat gunung ini bakal membuat letusan gunung Eyjafjallajokull di Islandia pada April 2010 lalu–yang sempat merusak jadwal penerbangan di seluruh dunia–menjadi tampak sangat kecil skalanya.

85

Yellowstone caldera, Hubungannya Dengan Kiamat? Dalam film 2012, kita melihat betapa dahsyatnya letusan supervolcano di wilayah yellowstone, AS. nah, hal tersebut yang menarik perhatian sijangkung untuk mengetahui ada apa dibalik yellowstone sebenarnya? Disini sebenarnya sijangkung hanya ingin memberikan gambaran tentang keadaan yellowstone saja, mengenai kiamat? ehm baca aja ya!!

Yellowstone Caldera adalah kaldera vulkanik di Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat. Kaldera ini terletak di sudut barat laut Wyoming, di mana sebagian besar terdapat taman.Puluhan kilometer di bawah permukaan bumi taman ini terdapat cadangan magma yang luar biasa banyaknya. Dan cadangan magma ini terus bertambah banyak. Sebagian dari panas magma muncul ke permukaan melalui celah-celah kulit bumi, dalam bentuk uap air dan gas. Itu semua yang menyebabkan timbulnya sumber air panas, yang membuat Taman Nasional Yellowstone ini terkenal.

Kaldera yellowstone berukuran sekitar 55 kilometer kali 72 kilometer (data ini berdasarkan hasil kerja lapangan geologi yang dilakukan oleh Bob Christiansen dari Survei Geologi Amerika Serikat pada 1960-an dan 1970-an) Kaldera adalah kawah yang terbentuk dari jatuhnya tanah setelah letusan vulkanik terjadi, kata ini diambil dari bahasa spanyol yang berarti "wajan". Pada tahun 2005 program sains televisi BBC menciptakan istilah Supervolcano saat meliput Yellowstone, karena itu hingga saat ini Yellowstone sering disebut sebagai Supervolcano Yellowstone, SuperVolcano sendiri adalah letusan vulkanis yang skalanya ribuan kali lebih besar daripada letusan gunung berapi biasa. Letusan tersebut tidak harus melalui kawah atau gunung berapi, tetapi bisa pada sebuah dataran luas dimana aktivitas vulkanis bawah tanahnya dinilai sangat aktif.

86

Fakta mengejutkan setelah terungkap bahwa taman nasional yellowstone duduk tepat diatas salah satu gunung berapi yang terbesar dibumi dan sangat aktif.lalu seperti apa bahayanya?

Gunung api bawah tanah memang jauh terkubur di dalam bumi. Dan itu bukan berarti tanpa bahaya. Berikut penjelasan geolog Jan Nieuwenhuis: "Di bawah Yellowstone ada magma tebal. Magma ini tidak dapat mengalir dan memproduksi semacam gas. Lambat laun, tumpukan gas dapat menimbulkan tekanan amat kuat, berbeda dengan gunung biasa. Selain itu, magma terus mengalir ke atas karena kandungan gas. Tekanan gas itu akan menghancurkan batuan di puncak gunung diiringi ledakan dahsyat." Jika Terjadi Letusan Supervolcano Yellowstone? Geolog Jan Nieuwenhuis, dari Universitas Teknik Delft, menjelaskan apa yang akan terjadi, jika gunung api besar, di bawah tanah, seperti yang ada di Yellowstone ini meledak: "Sebuah lubang berukuran 30 X 30 kilometer akan muncul di permukaan bumi. Sebagian besar isi gunung akan terpental hingga lapisan stratosfer. Ini berarti banyak serpihan akan tersebar tinggi di atmosfer dan mengurangi intensitas cahaya matahari. Suhu bumi dapat berkurang hingga beberapa derajat Celcius. Lahan di sekitar lubang tersebut juga dapat menyebabkan gempa bumi hebat. Begitu dahsyat, hingga dapat menghancurkan seluruh benua Amerika." Para ahli mengetahui bahwa yellowstone ini pernah meletus sedikitnya tiga kali, yaitu 2,2 juta tahun yang lalu, kemudian 1,3 juta tahun yang lalu, dan yang terakhir 640.000 tahun yang lalu. Artinya gunung ini meledak setiap 600.000 atau 700.000 tahun. "Dengan perkembangan seperti itu, kita tahu ledakan akan terjadi" ungkap Christopher Sanders, seorang geolog Amerika, yang pernah menganjurkan agar penduduk diungsikan, merasa yakin: "Tanda-tanda pendahuluan akan meledaknya gunung berapi raksasa ini terus bermunculan. Saya ingin agar semua orang meninggalkan wilayah Taman Nasional Yellowstone, hingga radius 300 kilometer". Rangkaian gempa bumi sudah beberapa kali terjadi. Pada tahun 1985, juga pada tahun 2004, banyaknya gempa sudah tidak terhitung lagi. Ketika itu, permukaan bumi di daerah taman menjadi sedemikian panas, hingga lem sepatu meleleh. Akibatnya, sekitar tiga ribu rusa mati kepanasan. Namun, beberapa waktu kemudian, keadaan kembali tenang. Pada tahun 2007 kembali tanda bahaya berbunyi. Cekungan kawah ternyata setiap tahun bertambah tinggi tujuh sentimeter. Suatu bukti, bahwa desakan magma makin besar. 87

Apakah itu tanda-tanda akan datangnya hari kiamat bagi penduduk bumi dalam waktu dekat? Tunggu dulu, dalam vulkanologi, yang namanya periode letusan rata-rata itu hanyalah menjadi patokan, bukan untuk keperluan prediksi apalagi peramalan. Sebut saja misalnya dengan Gunung Merapi di Jateng-DIY. Dalam perspektif vulkanologi, gunung ini seharusnya sudah meletus kembali karena periode letusannya 2 – 3 tahun (dengan letusan terakhir Juni 2006 silam), namun sampai kini gak ada aktivitas yang menunjukkan perkembangan ke sana. Geological Survey, Universitas Utah, National Park Service, dan ilmuwan dari Yellowstone Volcano Observatory sendiri mempertahankan bahwa mereka tidak melihat bukti bahwa letusan dahsyat seperti itu lagi akan terjadi di Yellowstone di masa yang akan datang. Recurrence interval peristiwa ini tidak teratur dan tidak dapat diprediksi. Di Yellowstone, memang pada Januari lalu terekam adanya seismic swarm (rangkaian gempa2 vulkanik yang menjadi tanda migrasi magma), Namun selang waktu seismic swarm ini sangat pendek (hanya 2 minggu) sehingga tak bisa diterjemahkan sebagai adanya pasokan magma secara terus menerus yang sedang menembus kulit Bumi menuju ke permukaan kaldera. USGS menyebut seismic swarm berdurasi pendek ini biasa terjadi di Yellowstone caldera, demikian pula di kaldera2 lain yang ada di dunia baik mulai dari Toba (yang ini juga rutin direkam BMKG), Krakatau maupun yang paling muda seperti Pinatubo. Saat ini, para geolog di seluruh dunia sedang mengikuti perkembangan gunung api raksasa ini dengan seksama, kita akan melihat temuan-temuan mereka selanjutnya. Disamping potensi-potensi berbahaya seperti yang telah disebutkan diatas, ayo kita lihat sejenak sisi keindahan yellowstone, melalui foto-foto dibawah ini :

yang ini salah satu geyser di taman nasional yellowstone, ada pelanginya membuat semakin indah. 88

Fenomena langit terbelah di Yogyakarta - Penjelasan Pada tanggal 11 Juni 2010, sekitar pukul 17.30, sebuah fenomena menarik terjadi di langit Yogyakarta. Sebuah cahaya panjang terlihat membentang seperti membelah langit. Apakah ada penjelasan sains dari fenomena semacam ini? Saya menerima beberapa email mengenai fenomena ini, salah satunya adalah dari Ney Cassanova yang fotonya saya gunakan di bawah ini. Foto ini diambil dari wilayah Kalasan, Yogyakarta pada tanggal 11 Juni 2010 sekitar pukul 17.30.

Sebagian orang mungkin beranggapan kalau foto di atas adalah hasil Photoshop. Namun, ternyata tidak. Walaupun terlihat sangat spektakuler, fenomena di atas adalah sebuah fenomena yang sudah dikenal di dunia sains dan bahkan memiliki penjelasan yang cukup sederhana. Fenomena itu disebut Anticrepuscular Rays. Ini penjelasan singkat mengenainya. Untuk memahami soal Anticrepuscular Rays, terlebih dahulu kita harus memahami soal saudaranya yang bernama Crepuscular Ray. Crepuscular Ray adalah suatu fenomena alam ketika cahaya matahari terlihat beradiasi dari satu titik tertentu. Radiasi cahaya ini bisa terjadi karena cahaya matahari masuk melewati celah-celah di antara awan atau objek lain dan biasanya terlihat menjelang matahari terbit atau tenggelam. Fenomena ini juga dikenal dengan sebutan Sun Rays atau Gods Rays. Ini contohnya:

Nah, kalian pasti sudah sering melihat fenomena seperti foto di atas. Sekarang mengenai Anticrepuscular Ray. 89

Seperti Crepuscular ray, Anticrepuscular Ray adalah berkas sinar yang mirip dengan Crepuscular, namun terlihat berada di tempat yang berlawanan dari matahari. Cahaya ini terjadi ketika Crepuscular Ray yang muncul dari matahari terbit atau tenggelam terlihat mengalami Konvergensi ulang di Titik Antisolar (Titik langit yang berlawanan dengan arah matahari). Jika kalian bingung dengan definisi di atas, ingat saja ini: fenomena di atas juga terjadi karena sinar matahari terhalang oleh awan atau objek lainnya seperti crepuscular ray, namun ia terlihat di arah yang berlawanan dengan matahari. Sama seperti Crepuscular, fenomena ini juga sering terlihat ketika matahari terbit atau tenggelam. Ini konsisten dengan fenomena Yogyakarta yang terlihat pada pukul 17:30. Ini contoh-contoh lain fenomena serupa di berbagai belahan dunia.

Lokasi tidak diketahui

Nebraska, 26 Juni 2008

Florida, 27 February 2002.

Anticrepuscular Ray di Arizona

90

South Dakota, 2007

Thailand, Februari 2007 Walaupun ada penjelasannya, saya kira fenomena ini tetap terlihat luar biasa. Bukankah begitu? Diskusi 'Harta Karun' Sadahurip Bakal Tayang di Seluruh Dunia Senin, 06/02/2012 11:57 WIB

Jakarta - Istana melalui Staf Khusus Kepresidenan bidang Penanggulangan Bencana menggelar diskusi terkait 'harta karun' berusia ribuan tahun di Gunung Sadahurip, Garut, Jawa Barat. Diskusi ini bakal ditayangkan di seluruh dunia. Wah! "Akan diliput oleh hampir seluruh media masa nasional, dan beberapa media masa internasional. Selain itu akan ditayangkan langsung ke seluruh dunia, melalui TV live streaming," kata Staf Khusus Kepresidenan bidang Penanggulangan Bencana, Andi Arif, dalam pesan singkat ke detikcom, Senin (6/2/2012). Andi mengatakan, diskusi Selasa (7/2) esok berisi ekspose hasil-hasil penelitian tentang bencana katastropik purba. 91

Kegiatan akan digelar pukul 09.00 - 15.00 WIB di Gedung Krida Bhakti, Sekretariat Negara, Jl Veteran No 12, Jakarta. Dalam acara akan diperkenalkan pula Tim Peneliti Bencana Katastropik Purba (BKP), dan spesifik penemuan terbaru tentang Gunung Padang di Cianjur dan Gunung Sadahurip di Garut. Peserta yang sudah terdaftar mencapai 400 orang. "Terdiri dari berbagai kalangan khususnya bidang kebumian, arkeologi, antropologi, dll dari berbagai perguruan tinggi, komunitas, lembaga penelitian, masyarakat umum, dan pemerintah," jelas Andi. Sebelumnya Andi yakin ada bangunan bersejarah ditemukan di pegunungan di Garut. Umur bangunan yang terpendam dalam gunung itu diyakini lebih tua dari Piramida Giza di Mesir. Namun keyakinan Andi Arief dan timnya tersebut diragukan kalangan lainnya. Arkeolog UI, Irmawati M Johan, menyebut bangunan tertua di Indonesia yang ditemukan dan sudah diteliti berdasarkan bukti ilmiah adalah candi yang dibangun pada abad 7 Masehi. Belum ada bangunan yang ditemukan sebelum era Masehi. Sekadar catatan, Piramida Giza di Mesir selama ini dikenal sebagai piramida tertua dan terbesar dari 3 piramida yang ada di Nekropolis Giza. Dipercaya bahwa piramida ini dibangun sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu, dan dibangun selama lebih dari 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 sebelum Masehi. Diduga Ada 'Harta Karun' di Gunung Sadahurip, Garut, Jawa Barat Jakarta - Benarkah di dalam Gunung Sadahurip, Garut, Jawa Barat, tersimpan 'harta karun' berusia ribuan tahun? Jika benar di dalamnya ada piramida purba seperti kabar yang beredar, tentu bisa menguak tabir peradaban. Istana melalui Staf Khusus Kepresidenan bidang Penanggulangan Bencana akan mendiskusikannya. "Besok akan ada diskusi yang melibatkan sekitar 300 orang. Ada geolog, masyarakat pemerhati, BPPT, LIPI dan lainnya terkait Gunung Sadahurip dan Gunung Padang di Cianjur," kata panitia pelaksana diskusi, Yani, kepada detikcom, Senin (6/2/2012). Diskusi akan digelar pada Selasa (7/2) di Gedung Krida Bhakti, Jl Veteran 12 pukul 09.00 WIB. Rencananya Staf Khusus Kepresidenan bidang bidang Penanggulangan Bencana, Andi Arief, juga akan hadir dalam diskusi bertema 'Menguak Tabir Peradaban dan Bencana Katastropik Purba di Nusantara untuk Memperkuat Karakter dan Ketahanan Nasional'. "Acara ini terbuka," imbuh Yani. Sebelumnya, Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief, yakin ada bangunan bersejarah ditemukan di pegunungan di Garut. Umur bangunan yang terpendam dalam gunung itu diyakini lebih tua dari Piramida Giza di Mesir. Namun keyakinan Andi Arief dan timnya tersebut diragukan kalangan lainnya. Arkeolog UI, Irmawati M Johan, menyebut bangunan tertua di Indonesia yang ditemukan dan sudah diteliti berdasarkan bukti ilmiah adalah candi yang dibangun pada abad 7 Masehi. Belum ada bangunan yang ditemukan sebelum era Masehi. Sekadar catatan, Piramida Giza di Mesir selama ini dikenal sebagai piramida tertua dan terbesar dari 3 piramida yang ada di Nekropolis Giza. Dipercaya bahwa piramida ini dibangun sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu, dan dibangun selama lebih dari 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 sebelum Masehi. Situs Gunung Padang Lebih Tua dari Piramida Giza Rabu, 8 Februari 2012 | 05:58 WIB

92

KOMPAS/RINI KUSTIASIH Anak tangga dari batu menuju puncak situs megalitik Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Peneliti Bencana Katastropik Purba menduga kuat adanya bangunan piramida di situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur dan Gunung Sadahurip di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dugaan itu mengundang kontroversi para ahli arkeologi dan geologi yang selama ini meneliti situs-situs geologi dan peninggalan arkeologi. Menurut salah satu anggota Tim Peneliti Bencana Katastropik Purba, Danny Hilman, mereka mengebor hingga sedalam 20 meter di Gunung Padang, tak jauh dari situs megalitikum, dan menemukan tiga rongga di badan gunung. Satu dari ketiga ruangan itu berukuran 10 meter x 20 meter. Posisi ketiga ruangan bertingkat. Hasil penelitian itu dipaparkan di Kantor Sekretariat Kabinet, Selasa (7/2/2012). ‖Selama ini para ahli arkeologi hanya meneliti situs megalitikum di lapisan atas. Belum banyak meneliti ke bagian lebih dalam,‖ kata Danny. Menurut dia, para peneliti terdahulu menganggap temuan di Gunung Padang hanya situs megalitikum biasa. Hasil pengeboran tim menemukan lapisan dasar fondasi bangunan berumur 4700 SM. Lebih tua dari piramida Giza di Mesir yang berusia 3500 SM. Andang Bachtiar, yang juga anggota Tim Peneliti Bencana Katastropik Purba, mengatakan, pengeboran menemukan lapisan pasir. ‖Kami mencari apakah lapisan itu bagian teknologi antigempa,‖ tuturnya. Belum lagi ada klarifikasi tentang keberadaan piramida, tim juga menduga ada piramida di Gunung Sadahurip. Tim juga mengamati bentuk fisik kedua gunung itu mirip piramida. Penemuan di situs Sadahurip dan Padang diklaim sebagian temuan Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief. Tim beranggota sembilan orang dari berbagai disiplin ilmu, seperti geologi, geofisika, paleotsunami (ilmu tsunami purba), paleosedimentasi, geodinamika, arkeolog, filolog (ahli naskah kuno), dan antropolog. Tim ini juga meneliti beberapa situs di tempat lain. Tujuannya untuk memahami apa ada kejadian alam hebat sehingga menghancurkan peradaban manusia waktu itu. Penelitian akan dilanjutkan 2,5 tahun ke depan melalui pendekatan riset, survei, manuskrip kuno, dan lain-lain. Bantahan Beberapa geolog dan arkeolog menampik adanya bangunan piramida di kedua gunung itu. Sutikno Bronto, geolog yang mendalami gunung api purba, mengatakan, kedua gunung itu ‖hanya‖ gunung api purba. Bukan gundukan tanah berisi piramida. Ciri-ciri lokasi gunung purba, lanjut Sutikno, adalah batuan penyusunnya merupakan hasil aktivitas gunung berapi setempat. Usia gunung api purba Padang lebih dari 2 juta tahun, sedangkan Sadahurip ribuan tahun. Geolog dari BP Migas, Awang Harun Satyana, mengatakan, Indonesia mengenal bentuk piramida, yakni punden berundak. Untuk membuktikan ada tidaknya piramida di Sadahurip dan Padang, diperlukan penelitian secara menyeluruh. (IND/CHE) Menguak Piramida di Gunung Padang Sabtu, 11 Februari 2012, 00:20 WIB 93

Sejumlah peneliti dari Tim Katastropik Purba meneliti Gunung Padang (VIVAnews/ Muhamad Solihin) VIVAnews—Di atas Gunung Padang, pipa itu lurus melesak masuk ke tanah. Lengking suara mesin bor bercampur desau angin melantun di perbukitan Cianjur, Jawa Barat, pada Jumat pekan lalu. Seorang lelaki tambun menyimak gerak pipa-pipa itu menembus tanah. Dia berkaca mata. Rambut peraknya berkibar di tiup angin. Di ketinggian 900 meter itu, hujan baru saja reda. Pipa berdiameter 12,5 sentimeter itu baru diangkat. Lelaki itu adalah Andang Bachtiar. Dia doktor geologi. Andang mengambil batu, dan material lain tersangkut di selongsong pipa. Benda-benda purba itu seperti siap menjawab teka-teki di perut Gunung Padang. Hampir setahun lebih, atau sejak Andang dan kawan-kawannya terlibat di Tim Peneliti Katastrofi Purba, ada pertanyaan besar menggelayut: adakah peradaban tinggi tersembunyi di perut gunung itu? Ini hari kesembilan mereka menembus tanah Gunung Padang. Andang memperhatikan hasil pengeboran. Di lehernya melingkar loupe, alat bantu melihat kandungan batuan. Dengan loupe, dia memperhatikan batu dan material berasal dari kedalaman 27 meter. ―Kami pernah menemukan pasir halus,‖ ujar Andang. Pasir itu menurutnya bukan hasil bentukan alam. Sortirannya halus, dengan ukuran sama. ―Seperti diayak,‖ ujarnya menambahkan. Artinya, pasir itu adalah hasil kerja manusia. Lalu, apa guna pasir di perut gunung itu? Inilah yang mau dijawab. Gunung Padang adalah salah satu gunung diincar oleh tim itu. Gunung lainnya adalah Gunung Sadahurip, atau Gunung Putri di Garut, Jawa Barat. Sadahurip bentuknya sangat simetris, nyaris seperti piramida. Uniknya, hasil riset geolistrik di Gunung Sadahurip di Garut, Jawa Barat, menunjukkan struktur serupa dengan Gunung Padang. Ada lapisan batuan yang bukan buatan alam. Seorang peneliti, Dr Danny Hilman, mengatakan hasil geolistrik dan georadar itu yang membuat mereka tertegun. ―Dari hasil foto, dan juga georadar, lapisan batuan itu penuh anomali,‖ ujar Danny, yang ikut di lokasi pengeboran bersama Andang. Itu sebabnya, untuk membuktikan hasil geolistrik dan georadar itu, dilakukan pengeboran di kedua gunung. Sampel pun diambil. Sebagai awal, Gunung Padang menjadi proritas. Di gunung ini ada punden berundak, situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara. Dari hasil pengeboran, sejumlah sampel tanah dan materi lain kemudian disodet, dan dimasukkan ke plastik bening, untuk penelitian carbon dating. Hasilnya mencengangkan. Batuan di dalam gunung itu bukan batuan biasa. ―Itu man-made, buatan manusia,‖ ujar Hilman. Hasil pengujian carbon dating, menyatakan kemungkinan batuan di sana berusia 4.700 tahun Sebelum Masehi. Danny yakin batuan itu bukan karena alam. ―Bahkan sampai di kedalaman 25 meter, ini man-made (buatan manusia)," ujar Danny. Tak hanya itu. Susunan bangunan batu di dalam gunung itu, kata Danny, diduga sudah mengenal teknologi perekat dalam konstruksi bangunan. "Ini semacam semen purba," ujar Danny, memperlihatkan sebuah lapisan terletak di 94

antara susunan batu. Andang juga menambahkan tentang pasir yang dia temukan itu. ―Bisa jadi pasir ini adalah teknologi tahan gempa. Mungkin ada bekas yang masih bisa dipelajari," ujarnya. Menurut Danny, di Gunung Padang, sudah hampir dua per tiga bagian gunung itu diambil sampelnya. Hasilnya persis seperti uji geolistrik dan georadar yang dilakukan sebelumnya. Ada semacam struktur bangunan di dalam gunung itu. ―Dengan dua per tiga bukit ini buatan manusia, berarti teknologi konstruksi nenek moyang sudah luar biasa,‖ ujar Danny. Bukan berburu piramida Situs Gunung Padang bukanlah temuan arkeologi baru. Peneliti Belanda N.J Krom pernah menulis soal punden berundak ini pada 1914. Selanjutnya, R.P. Soejono menjadi peneliti Indonesia pertama meneliti situs ini pada 1982. Gunung Padang baru menarik perhatian media setelah diteliti oleh Tim Bencana Katastrofi Purba, yang difasilitasi Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief. Ada pun Danny Hilman dan Andang Bachtiar adalah anggota tim ini. Tim peneliti ini mulai disorot saat meneliti Gunung Sadahurip di Garut, Jawa Barat, yang diduga sebagian kalangan mengandung bangunan piramida di bawahnya. Awalnya, soal dugaan piramida di Sadahurip itu pernah diungkap Yayasan Turangga Seta. Itu adalah lembaga yang peduli kegemilangan sejarah nenek moyang di masa lalu. Selain Sadahurip, Turangga Seta juga menyebut adanya piramida di Gunung Lalakon, Soreang, Bandung, Jawa Barat. (Baca juga SOROT 124 Berburu Piramida Nusantara). Keraguan pun muncul. Apalagi, Turangga Seta dianggap memadukan unsur mistis dalam pencarian piramida, dengan istilah keren yang mereka pakai: parallel existence. Bantahan tajam diungkap oleh ahli geologi, Sujatmiko. Di Bandung, dia mengatakan bentuk piramida dari Gunung Sadahurip adalah hasil alamiah. Sadahurip, kata Sujatmiko, adalah gunung jenis cumulo dome yang terbentuk dari aliran lava, batuan intrusif, dan piroklastik. Pro dan kontra pun kian ramai. Danny Hilman tentu saja tersengat. Meskipun tak pernah mengatakan ada piramida secara eksplisit di Sadahurip, tapi Tim Katastrofi Purba memang pernah meneliti di gunung itu. Tapi Danny mengatakan tujuan tim bukanlah mencari piramida. Mereka meneliti siklus bencana, yang terjadi di nusantara sejak masa lalu. Dalam penelitian itu, tim juga menelisik jejak peradaban lama yang musnah akibat bencana. Itu penting, kata Danny, agar pola mitigasi bencana dipahami. "Tim ini terbentuk, bukan dibentuk. Kami juga hanya difasilitasi dalam melakukan penelitian ini," ujar Danny Hilman. Itu sebabnya, mereka menelisik dari Banda Aceh di ujung Sumatera, Batujaya di Karawang, dan Trowulan di Jawa Timur. Temuan sejumlah penelitian itu membuat para peneliti itu percaya ada peradaban tinggi di Indonesia di masa lalu. ―Raflles pernah bilang, kerajaan di Sumatera dan Jawa lebih mundur dari pendahulunya,‖ ujar Danny, mengutip Sir Thomas Raffles (1781-1826), Gubernur Hindia Belanda di abad ke-19. Lalu mengapa memilih Gunung Padang? Gunung Padang, kata Danny, adalah 'kompleks bangunan' besar terletak di dekat patahan Cimandiri, sebuah patahan aktif. Sebagai bekas peradaban megalitikum, mereka ingin melihat adakah bencana purba menghancurkan peradaban di gunung itu. Pengeboran di Gunung Padang dilakukan setelah hasil survei geolistrik, geomagnet, dan georadar. Hasilnya: ada tanda-tanda tak alamiah di bawah permukaan Gunung Padang. "Mungkin selama ini arkeolog meneliti berdasarkan 'what you see is what you get'. Tapi di geologi berbeda. Kami harus melakukan pengeboran agar mendapatkan apa yang tak terlihat di permukaan," kata Danny Hilman. Andang Bachtiar mengatakan tak begitu peduli anggapan orang yang menyebut timnya mencari piramida. "Masih terlalu dini juga menyebut piramida," ujarnya, sambil terus mengamati materi terkandung dari hasil pengeboran. 95

Andang berharap penelitian lanjutan akan terus dilakukan di Gunung Padang. "Ini memang dari dana kami sendiri, karena itu hasilnya masih terbatas. Alat yang digunakan pun masih pinjaman, karena itu hanya bisa mengebor sampai kedalaman sekitar 25 meter," tutur peraih gelar Master of Science dari Geology Department, Colorado School of Mines di Amerika Serikat pada 1991 ini. Struktur piramida? Untuk menjernihkan pelbagai tudingan, Danny Hilman dan Andang Bachtiar mengungkap hasil penelitian Tim itu pada acara diskusi di Gedung Krida Bhakti, Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 7 Februari 2012. Di acara ini, keduanya memaparkan tujuan, metode, dan hasil penelitian awal mereka . Dikatakan, hasil survei georadar, geolistrik dan geomagnet di Gunung Padang diketahui adanya struktur bangunan besar dan masif. Ini juga terbukti dengan pengeboran geologi. "Kami menemukan struktur batuan hingga kedalaman 20 meter. Ada seperti sesuatu yang dipangkas," kata Danny Hilman. Andang Bachtiar mengatakan hal serupa, "Ini constructed. Dari kedalaman 18 meter ke atas, ini merupakan bangunan. Jadi bukan sesuatu yang natural." Di acara diskusi ini, tim kemudian menyorot teknologi konstruksi bangunan. Sebelumnya, ada dugaan batu itu terbentuk secara alami dari proses vulkanik, yaitu columnar joint basalt. Tapi menurut Andang, dugaan itu gugur. Soalnya, columnar joint basalt tidak ditemukan di sekitar situs Gunung Padang. Hal menarik lain dari penelitian tim itu adalah cara bangunan ini disusun. Dari temuan bebatuan yang menjadi pemisah Teras 1 dan Teras 2, terlihat ada bahan perekat menyambung bangunan. (Lihat Infografik). "Ini bukan pelapukan andesit, tapi semacam semen purba," Andang menambahkan. Ada dugaan kuat, jika bangunan purba itu menerapkan semacam teknologi penahan gempa. Ini terlihat dari adanya lapisan buatan yang materinya adalah pasir. "Ini hasil ayakan sangat halus, dan jelas bukan terbentuk secara alami," jelas Andang. Pasir ditemukan dalam satu lapisan, di kedalaman 8 hingga 10 meter. "Ini seperti teknologi yang mampu menahan gempa". Tim Bencana Katastrofi Purba kemudian menjelaskan hasil carbon dating yang dilakukan terhadap sisa akar tanaman dan sisa arang bekas pembakaran, yang didapat dari hasil pengeboran. Menurut Danny Hilman, hasil carbon dating memperlihatkan bahwa situs Gunung Padang berasal dari 6.700 tahun lalu. "Berarti sekitar tahun 4.700 Sebelum Masehi," tutur Danny. Jika hasil carbon dating itu tepat, hasil ini terbilang menakjubkan. Artinya, di masa prasejarah, sudah dikenal teknologi bangunan maju di wilayah nusantara. "Ini seperti Machu Picchu, di Peru. Tapi ini berasal dari abad yang jauh lebih tua. Bisa jadi teknologi Machu Picchu juga berasal dari sini," kata Danny menambahkan. Machu Picchu diperkirakan berasal dari abad 14 atau 15. Ilmuwan lain menyambut baik temuan Tim itu. Arkeolog Universitas Indonesia, Ali Akbar, misalnya, mengatakan perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat konteks hasil pengeboran dengan lapisan budayanya. "Ambil sampelnya di mana, kedalaman berapa ditemukan pasir itu. Apa ada hal serupa di titik lain. Ini perlu diketahui lagi untuk mengetahui konteks lapisan budaya dengan bangunannya," ujar Ali Akbar. "Sebaiknya dicek lagi di teras lain," lanjutnya. Harta karun Dugaan tentang struktur apa yang dikandung di Gunung Padang menarik didiskusikan. Ahli kompleksitas Hokky Situngkir, yang berbicara di seminar tersebut, menyebut adanya kemungkinan bentuk piramida kecil di Gunung Padang. Dengan metode kompleksitas, Hokky mencari dugaan keterkaitan Gunung Padang dengan situs megalitik lain. Dari perspektif Arkeo-Geografi, Hokky mereka-reka suatu struktur piramida kecil yang dapat dicocokkan dengan lanskap geografis Gunung Gede. Struktur piramida ini sendiri sekarang terlihat reruntuhannya di Teras 1, yang ada di Gunung Padang. Mengenai bentuk piramida, perdebatan masih mencuat: apakah Gunung Padang bukit buatan berbentuk piramida (piramidal), atau ia hanya struktur bangunan akibat kontur geografis gunung yang terbentuk secara alami. 96

Danny Hilman menyebut Gunung Padang adalah man-made hingga kedalaman 20 meter. Namun, kesimpulan ini dibuat dengan catatan pengeboran baru dilakukan hingga kedalaman sekitar 25 meter. Danny yakin bukit ini tak terbentuk alamiah. "Ada yang bilang ini gunung purba, tapi saya melihat tidak ada intrusi magma," ujar Danny. Beda pendapat dengan Danny, geolog Sujatmiko mengatakan Gunung Padang adalah gunung purba yang terbentuk alami. "Itu gunung purba di bawahnya, dan bangunan memanfaatkan morfologi, karena mereka ingin di atas," ujar Sujatmiko. Sayangnya, Sujatmiko tak melakukan riset, hanya dari pengalamannya mengamati bentukan gunung. "Lagi pula, tak ada temuan piramida di nusantara selama ini," ujarnya. Ahli geologi Awang Satyana membantah Sujatmiko. Dia mengatakan struktur punden berundak punya bentuk sama dengan piramida berjenjang atau step pyramid. "Piramida adalah bangunan yang semakin kecil mendekati puncak," jelas Awang. Dia mencontohkan Borobudur yang juga punya struktur piramida. Arkeolog UI Ali Akbar juga mengatakan model piramida sudah dikenal sejak masa prasejarah di Indonesia. "Tapi bukan seperti di Mesir. Di sana kan bangunan di tanah datar yang ditumpuk ke atas," kata Ali Akbar. "Di Indonesia bentuknya seperti punden berundak yang biasa ambil lokasi di gunung alami. Sehingga batu yang dibutuhkan tidak sebanyak yang di Mesir. Jadi lebih memanfaatkan alam," jelasnya. Heboh piramida ini juga menarik ahli asing, semisal genetikawan Stephen Oppenheimer dari Universitas Oxford, Inggris. Penuslis buku laris Eden in The East ini pernah mengatakan kawasan nusantara sebagai daerah peradaban tinggi di masa lalu (Lihat Wawancara Openheimmer). Tapi soal piramida, dia mengatakan, perlu hati-hati. Soalnya, sulit membedakan struktur monumen hasil modifikasi manusia, dengan struktur geologis oleh alam. "Anda bisa menghabiskan waktu memburunya dan ternyata kemudian adalah gunung, jelas Anda akan mendapat malu," lanjut Oppenheimer saat diwawancara Arfi Bambani dari VIVAnews di Bali. Seperti dijelaskan Andang dan Danny, mereka awalnya ingin mengetahui keterkaitan bencana purba dengan peradaban di masa lampau itu. ―Ada siklus bencana di masa lalu yang tidak tercatat prasasti atau catatan kuno, dan ini menghancurkan suatu peradaban,‖ ujar Andang. ―Kami ingin melihat kemajuan teknologi dan budaya, sehingga tak selalu mulai dari nol.‖ Tapi tudingan ke Tim itu toh tak reda juga, termasuk mereka mengincar harta karun di situs purba. Apa kata Andang? "Kearifan dan ilmu dari masa lalu yang terpendam di gunung itu, itulah harta karun bagi kita," ujarnya.(np) Dugaan Piramida di Gunung Padang Mendekati Kenyataan Kamis, 09/02/2012 - 16:29 SANUR, (PRLM).- Setelah melakukan pengeboran secara diam-diam, Tim Katastropik Purba menemukan atap, lorong, dan material pasir di kedalaman 26 meter terkubur di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Penemuan itu membuktikan gambar yang dihasilkan dari pemetaan geolistrik berupa piramida itu untuk sementara ini benar. Koordinator Tim Katastropik Purba sekaligus Staf Presiden Andi Arief mengatakan itu dalam International Conference on Indonesian Studies yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Kamis (9/2). Menurut dia, susunan yang ditemukan diduga kuat atap piramida persis seperti hasil geolistrik. Saat ini, temuan tersebut akan dilanjutkan dengan tahap eskavasi. Untuk itu, ia meminta agar pihak-pihak lain untuk menahan diri tidak mengomentari hasil temuan sementara itu sebelum seluruhnya rampung. "Kita mengimbau para ahli yang tidak melakukan riset, untuk bersabar. Terbukti di Gunung Padang itu sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan ternyata ada," ujarnya. Dugaan adanya piramida di Gunung Padang juga berlaku untuk Gunung Sadahurip. Sebab, gambar hasil pemetaan geolistrik di Sadahurip juga hampir sama dengan gambar geolistrik di Gunung Padang. Oleh karena itu, ia tidak akan berhenti menelusuri keberadaan bukti-bukti arkeologi di kedua titik tersebut. Rencananya, pengeboran Sadahurip akan dilakukan mulai Maret mendatang. "Dari hasil geolistrik antara Gunung Padang dengan Sadahurip itu tidak begitu 97

beda. Pembuktiannya nanti melalui pengeboran. Yang jelas, Gunung Padang hasilnya sama antara pengeboran dan geolistrik," ucapnya. Andi mengaku bahwa upaya riset dan penelitian itu telah mendapat restu dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Oleh karena itu, upaya penelitian terkait itu akan terus dilakukan. Pekerjaan besar ini adalah yang pertama kali dilakukan di dunia karena terencana. Sejak masa kolonial berakhir, kata dia, penemuan arkeologi hanya berdasarkan faktor kebetulan semata. Misalnya karena kebetulan ditemukan oleh petani yang sedang mencangkul. kalau pada tahun 1800 saja ditemukan banyak bukti sejarah, kita kok sekarang sedikit sekali, lebih banyak karena cangkulan petani. Terkait rencana pengeboran Sadahurip dan Gunung Padang, Pakar Genetika sekaligus penulis buku Eden in The East, Profesor Stephen Oppenheimer enggan berkomentar banyak karena dirinya tidak meneliti hal itu. Pada kesempatan itu, Oppenheimer hadir menyampaikan pidatonya terkait hasil temuannya tentang teori banjir besar yang menenggelamkan Sundaland (Benua Sunda) yang merupakan wilayah Asia Tenggara kini. Dalam bukunya berjudul Eden in The East, Oppenheimer mengatakan bahwa peradaban Benua Sunda adalah awal mula dari peradaban maju yang ada di dunia. Hal itu ditandai dengan adanya penemuan sistem agrikultur dan peternakan yang telah maju sejak 16.000 tahun yang lalu. Yang dimaksud dengan Sundaland oleh Oppenheimer yaitu melingkupi Indonesia kecuali Sulawesi dan Papua yang berbeda lempeng bumi, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan negara Asia Tenggara lainnya saat ini. Wilayah Asia Tenggara semula berada di satu daratan, namun terpisah setelah didera banjir besar berupa kenaikan muka air laut akibat es di kutub utara yang mencair. Banjir besar itu terjadi tiga kali, yaitu yang pertama terjadi pada 14.500 tahun yang lalu yang menenggelamkan sebagian wilayah Jawa sehingga membentuk Pulau Jawa terpisah dari Kalimantan dan Sumatera yang terpisah oleh Laut Jawa dan Selat Sunda. Selain itu, banjir besar periode pertama itu juga menenggelamkan sebagian utara Kalimantan dan Sumatera sehingga membentuk Pulau Sumatera terpisah dengan Malaysia dan Kalimantan serta terbentuknya Laut China Selatan. Banjir kedua terjadi pada 11.500 tahun lalu dan banjir ketiga terjadi pada 8.400 dan 7.250 tahun lalu. "Ketiga banjir besar itu Andi meminta agar tidak mengkait-kaitkan penelitian Tim Katastropik Purba dengan teori Oppenheimer tersebut. Menurut dia, justru penelitian itu dilakukan untuk menambah bukti-bukti baru yang mendukung teori Oppenheimer. Selain Oppenheimer, konferensi itu juga dihadiri 150 peneliti budaya dari berbagai negara, di antaranya Vietnam, Kenya, Tunisia, Azerbaijan, Denmark, Jerman, Turki, Ukraina, Perancis, dan lainnya. Konferensi akan berlangsung hingga Jumat (10/2) malam dan dibuka oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ukus Kuswara, Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Soemantri didampingi oleh Dekan FIB UI Dr. Bambang Wibawarta. (A-156/A-147)*** Andi Arief: Piramida Garut Lebih Tua dari Piramida Mesir Senin, 21 November 2011 , 06:16:00 WIB

98

RMOL. Sebuah fakta yang cukup mengagetkan baru-baru ini ditemukan Tim Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial. Dari penelitian yang mereka lakukan sejak beberapa waktu belakangan ini ditemukan indikasi kuat bahwa bangunan buatan manusia atau man made di Garut, Jawa Barat, yang masih tertimbun dan berbentuk piramida, berusia jauh lebih tua dibandingkan piramida terkenal yang ada di Giza, Mesir. ―Dari beberapa gunung yang di dalamnya ada bangunan menyerupai piramid, setelah diteliti secara intensif dan uji karbon dating, dipastikan umurnya lebih tua dari Piramida Giza,‖ ujar Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial Andi Arief. Piramida Giza selama ini dikenal sebagai piramida tertua dan terbesar dari tiga piramida yang ada di Nekropolis Giza. Dipercaya bahwa piramida ini dibangun sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu, dan dibangun selama lebih dari 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 sebelum Masehi. Andi menerangkan, dalam beberapa waktu ke depan, Tim Katastropik Purba akan melakukan paparan ke publik tentang temuan-temuannya tersebut. [guh]

Kembali Ditemukan Citra Piramida Nusantara! Sabtu, 05 November 2011 , 20:07:00 WIB

RMOL. Tim Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden kembali menemukan kemungkinan bangunan berbentuk piramida buatan manusia yang terkubur selama ribuan tahun. Beberapa bulan lalu tim itu telah merekomendasikan agar tiga titik di Jawa Barat, yakni, Gunung Putri, Gunung Kaledong, dan Gunung Haruman, mendapatkan perhatian ekstra dan dijaga agar tak merusak bangunan yang mungkin ada di bawah kulit bumi. Kini, tim yang dibentuk kantor Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, itu meminta agar Trowulan, Bukit Klotok Kediri, di Jawa Timur, serta Candi Ijo di Sleman, Jogjakarta, mendapatkan perlakuan serupa. Koordinator Tim Katastropik Purba, Erick Ridzky, kepada Rakyat Merdeka Online Sabtu malam (5/10) mengatakan, pihaknya baru-baru ini menemukan tiga jenis lapisan bencana dengan hazard dan materi yang berbeda. Ketiga lapisan ini membentuk lapisan tiga peradaban yang berbeda pula. Ketika mengunjungi Trowulan, para peneliti Tim Katastropik Purba bertanya-tanya, antara lain, bagaimana bangunan bangunan-bangunan kuno di tempat itu tertimbun, rusak, dan terpendam untuk waktu yang sangat lama. Serta, apa peran alam yang dominan terhadap peninggalan tersebut. ―Selesai dengan riset di Jawa Barat, kami melangkah di Trowulan kompleks kerajaan Majapahit Jawa Timur dan menemukan proses penimbunan akibat bencana dalam beberapa periode waktu,‖ ujar Erick. [guh] Asing Berniat Ungkap Misteri Piramida Garut Selasa, 29 November 2011, 13:27 WIB 99

Gunung Sadahurip Garut (Credit: Turangga Seta) (Turangga Seta) VIVAnews - Riset patahan aktif di Jawa Barat untuk mempelajari bencana di zaman purba berujung pada penemuan mengejutkan: keganjilan berupa struktur piramida di Gunung Sadahurip, Garut, Jawa Barat. Diperkirakan besar dan usianya melampaui Piramida Giza di Mesir -- yang diyakini sebagai makam Firaun, Dinasti keempat Mesir, Khufu, yang dibangun selama lebih dari 20 tahun pada kurun waktu sekitar tahun 2560 sebelum Masehi. Kini, misteri piramida di Garut, Jawa Barat diharapkan akan segera terkuak. Anggota Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Iwan Sumule mengatakan, sejumlah peneliti dan arkeolog asing telah menawarkan bantuan dalam proses eskavasi. "Termasuk dari Prancis, Amerika Serikat, dan Belanda menyatakan minat untuk membantu eskavasi," kata dia saat dihubungi VIVAnews, Selasa 29 November 2011. Dia menambahkan, berdasarkan hasil survei, didukung sejumlah data, termasuk hasil foto IFSAR -- lima meter di atas permukaan tanah, nyata ditemukan adanya struktur piramida yang adalah buatan manusia. "Semua aspek sudah diteliti, termasuk carbon dating. Di Gunung Sadahurip itu menunjukkan umur batuan 10.000 tahun lebih. Artinya kalau Piramida Giza di Mesir berusia sekitar 3.000 tahun sebelum masehi, kita (Garut) 10.000 tahun," tambah dia. "Hasil tes karbon tak bisa ditipu." Besarnya pun melampaui piramida di Mesir. Menurut Iwan, tinggi piramida Garut diperkirakan 200 meter. "Makanya kami perkirakan, lebih tinggi dan lebih tua tiga kali lipat dari Piramida Giza di Mesir." Peradaban mana yang sedemikian maju dan bisa membangun piramida sebesar itu? "Kami eskavasi dulu, baru bisa mengetahui lebih lanjut. Ini akan menguak, peradaban masa lalu yang mengagumkan bisa berasal dari bumi nusantara," tambah Iwan. Ditanya soal agenda eskavasi, Iwan menjelaskan, pihaknya kini sedang berkoordinasi dengan semua pihak terkait. "Ketika semua sudah siap, baru akan melakukan eskavasi. Ini tidak gampang, tidak seperti cangkul-mencangkul tanah. Ini sangat berharga, berumur ribuan tahun," kata dia. Semua aspek, dia menambahkan, perlu dibicarakan dengan semua instansi terkait -- memberikan pemahaman, bahwa di tempat tersebut ditemukan piramida. "Untuk tahap awal melalui kepala desa, mereka menerima, mudah-mudahan saat eskavasi jalan, sudah terbuka semua," kata dia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga sudah diberi tahu soal temuan ini. Keberadaan piramida tersebut, Iwan menambahkan, dapat memberikan efek positif bagi masyarakat Garut dan sekitarnya, khususnya aspek ekonomi dan sosial. "Kami gembira tim peneliti mancanegara berniat langsung datang," kata Iwan. "Ini akan membalikkan semua pandangan orang terhadap dunia prasejarah." Sebelumnya, Tim Katastropik Purba juga mengatakan, bangunan diduga piramida bukan hanya di dalam Gunung Sadahurip. Juga ditemukan di tiga gunung lain di Garut. "Hasil survei di Gunung Putri, Gunung Kaledong dan Gunung Haruman sudah bisa diambil kesimpulan bahwa ada "man made" yang diduga kuat piramida," ujar Tim.

100

Penelitian juga dilakukan di Gunung Padang, Cianjur, di mana batu-batu megalitikum tersebar luas di kawasan sehektare lebih. Melalui tes geolistrik, Tim menyimpulkan di situs Gunung Padang yang juga disebut sebagai peninggalan megalitikum terbesar di Asia Tenggara itu terdapat struktur punden berundak yang mirip piramida. Pada 5 November, Tim yang sama juga melansir, Gunung Klothok dan sebuah gunung di Sleman, juga diduga menyimpan struktur piramida di dalamnya. (umi) Piramida Garut, Temuan Tim Stafsus Presiden Selasa, 20 Desember 2011, 05:51 WIB

Gunung Sadahurip Garut (Credit: Turangga Seta) (Turangga Seta) VIVAnews - Munculnya fenomena "Piramida Garut" pada gunung di Garut, Jawa Barat, membuat Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana melakukan upaya pembuktian. Pembuktian untuk menilai adanya struktur buatan manusia yang membentuk Gunung Putri Garut dilakukan dengan menggunakan peralatan geolistrik Superstring. Peralatan geolistrik digunakan untuk memindai lapisan geologi batuan di dalam bukit dengan mengukur resistivitas. Dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews.com, Senin, 19 Desember 2011, Anggota Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Iwan Sumule mengatakan hasil geolistrik dengan jarak elektroda 20 meter dan 10 meter, menunjukan ada horizontal unconformity atau ―pemancungan‖ pada tubuh batuan intrusi (merah) di kedalaman sekitar 120 meter dari puncak. 101

Upaya pembuktian itu menghasilkan, pertama, cabang intrusi yang ke arah kanan yang tampaknya membentuk dasar morfologi terrain yang mempunyai elevasi topografi sama dengan lembah Cirahong. Kemudian, batas 120-an meter itu nampaknya bertepatan dengan dimulainya topografi pendakian lereng yang lebih curam, saat pelapukan batuan tanahnya menjadi merah. Ditambah lagi dengan hasil geolistrik dengan jarak 5 dan 3 meter bentangan Barat Timur dan Utara Selatan memperkuat kesimpulan ada bentukan struktur yang sangat kecil kemungkinannya hasil bentukan alami. Hasil plot kontur 3D data digital topografi resolusi 5 meter IFSAR ini memperkuat hipotesa adanya bentukan anomali dari proses geologi bukit sinder cone yang berada pada suatu batuan dasar intrusi yang terpancung. Kemudian, sumber material galian berasal dari daerah lembah Cirahong yang berada 1-2 kilometer dari puncak gunung Putri. Dibuktikan dengan volume galian dari lembah Cirahong adalah sama dengan volume timbunan gunung Putri. Sementara itu hasil uji karbon C14 menunjukkan usia lapisan tanah top soil purba yang sudah diuji karbon dating C14 di BATAN adalah 6000 tahun sebelum Masehi. Sementara usia lapisan tanah yang lebih keras seperti cadas di bawahnya adalah 7.500 tahun sebelum Masehi. Apabila ada struktur yang berada di bawah lapisan tanah dan cadas usianya akan lebih tua. (adi) Katak Bisa Prediksi Gempa

Jim McGuire Katak ini meletakkan telur di dedaunan dan bukan di air, lalu menungguinya. Jenis ini adalah salah satu dari 9 spesies katak yang belu dikenal dunia ilmu pengetahuan sebelumnya. LONDON, KOMPAS.com — Telah banyak publikasi yang menyatakan bahwa hewan bisa memprediksi gempa. Kini, publikasi di Journal of Environmental Research and Public Health menambahkan satu lagi jenis hewan yang bisa memprediksi gempa, yakni katak. Publikasi itu adalah hasil penelitian Rachel Grant, biolog universitas terbuka di Inggris, bekerja sama dengan pakar geofisika NASA, Friedemann Freund. Untuk mendapatkan hasil itu, keduanya melakukan riset di perairan L'Aquila, Italia, beberapa hari sebelum gempa 2009 di Italia. Penelitian itu berdasarkan pada hasil penelitian Grant sebelumnya yang dipublikasikan di Journal of Zoology. Berdasarkan pengamatan Grant waktu itu, beberapa hari sebelum gempa, katak mulai pergi dari lokasi dekat gempa. Jumlah katak yang mulanya mencapai ratusan berkurang hingga nol. Bersama Freund, Grant lalu menyelidiki faktor yang menyebabkan katak pergi. Ia melihat pengaruh tekanan pada batuan di dalam tanah akibat aktivitas tektonik dan pengaruhnya pada lingkungan sekitar dan permukaan bumi. Hasil penelitian, seperti diberitakan Physorg, Jumat (2/12/2011), mengungkap bahwa batuan akan melepaskan partikel bermuatan ketika mengalami stres. Partikel bisa bergerak naik, memengaruhi lingkungan di atas permukaan Bumi. Meski demikian, bagaimana partikel memengaruhi katak belum diketahui pasti. Grant memperkirakan, partikel bermuatan yang sampai ke perairan akan bereaksi dengan air membentuk hidrogen peroksida. Kemungkinan lain, partikel itu membentuk senyawa toksik yang menyebabkan iritasi. Oleh sebab itulah, katak langsung melakukan eksodus. Penelitian masih dibutuhkan untuk membuktikannya. Hah..Katak Bisa Prediksi Gempa Bumi Friday, 02 Dec 2011 08:37

102

Seruu.com - Para ilmuwan mengatakan mereka mungkin telah menemukan cara katak memperkirakan gempa bumi. Pada tahun 2009, katak-katak di L'Aquila, Italia menghilang dari kolam-kolam setempat, tiga hari sebelum gempa besar. Para peneliti -dalam laporan yang diterbitkan di Jurnal Internasional untuk Penelitian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat- mengatakan batu-batu di kerak Bumi mengeluarkan partikel bermuatan, sebelum gempa dan hal ini mempengaruhi air. Para ilmuwan memperkirakan katak dapat mendeteksi perubahan ini sebelum lempeng tektonik bergeser. Tim yang dipimpin oleh Friedemann Freund dari NASA dan Rachel Grant dari Universitas Terbuka Inggris berharap hipotesis mereka ini dapat membantu pakar biologi dan geologi untuk bekerja sama mencari tahu bagaimana binatang mengetahui tanda-tanda gempa. Katak di L'Aquila bukan satu-satunya binatang yang berperilaku aneh sebelum gempa. Sejumlah laporan menyebutkan reptil, amfibi, dan ikan juga berperilaku aneh sebelum gempa terjadi. Pada 1975, di Haicheng, Cina, banyak orang yang melihat ular keluar dari sarangnya, satu bulan sebelum kota itu diguncang gempa. Pergerakan ular ini aneh karena biasanya binatang ini tidur lama di tengah musim dingin, dan keluar pada saat suhu membeku merupakan tindakan bunuh diri untuk binatang berdarah dingin ini. Nona Grant, pakar biologi dari Universitas Terbuka, mengamati koloni katak di L'Aquila sebagai bagian dari penelitiannya. "Sangat dramatis," katanya. "Dari 96 katak menjadi kosong dalam waktu tiga hari." "Setelah itu saya dihubungi oleh NASA," tambahnya. Para ilmuwan dari badan ruang angkasa Amerika Serikat tengah mempelajari perubahan kimia yang terjadi saat bebatuan di perut bumi mengalami tekanan besar. Mereka juga tengah meneliti apakah perubahan itu terkait dengan eksodus masal katak. Pakar geofisika Friedemann Freund mengatakan bebatuan di kerak bumi yang mengalami tekanan besar, mengeluarkan partikel. Partikel-partikel yang terlepas di udara saat mencapai permukaan Bumi menjadi molekul udara yang disebut ion. Perubahan kimia ini dapat mempengaruhi bahan organik yang larut di air dan menjadikan bahan ini beracun untuk binatang yang tinggal di air. Mekanisme ini rumit dan para ilmuwan mengatakan proses ini perlu diuji lagi secara cermat. Namun Dr Grant mengatakan mekanisme ini adalah yang pertama sebagai "petunjuk gempa" yang dapat dirasakan oleh binatang. 103

Dr Freund mengatakan sikap binatang ini dapat menjadi salah satu dari sejumlah hal yang dapat digunakan sebagai petunjuk gempa. "Begitu kita mengerti semua sinyal ini dan melihat ada empat atau lima petunjuk yang mengarah pada hal yang sama, maka kita bisa memperkirakan sesuatu akan terjadi," kata Dr Freund dikutip dari BBC Nature, Kamis (1/12/2011). [BBC] Menggunakan Kodok untuk Memprediksi Gempa Bumi

BBC melaporkan bahwa sebuah tim yang dipimpin oleh Dr Friedemann Freund dari NASA dan Dr Rachel Grant dari Universitas terbuka di Inggris telah menemukan bahwa hewan dapat merasakan perubahan kimia dalam air tanah yang terjadi ketika gempa bumi datang menyerang Sebelumnya, sebelum gempa yang melanda L'Aquila, Italia pada tahun 2009, Grant mengamati katak eksodus massal dari sebuah koloni mereka. Dia melakukan pemantauan sebagai bagian dari proyek PhD-nya, dan hasil yang dipublikasikan, NASA diminta untuk menghubungi saat mereka menemukan penekanan tektonik dengan kekuatan sejumlah besar ion bermuatan positif yang mempengaruhi kualitas air, yang dirasakan oleh kodok. Menurut NASA Freund, "Setelah kita memahami bagaimana semua sinyal-sinyal ini terhubung, jika kita melihat empat dari lima sinyal semua menunjuk arah yang sama, kita dapat mengatakan, "ok, sesuatu yang akan terjadi." Benarkah Pertanda Gempa Dahsyat Dapat terlihat di Langit?

Gempa bumi tak pernah bisa diprediksi kapan datang, termasuk juga berapa besar kekuatannya atau apakah gempa tersebut juga menimbulkan tsunami yang bisa menewaskan ratusan ribu jiwa sekaligus. Namun, baru-baru ini, seorang Profesor bernama, Dimitar Ouzounov dari Chapman University di California menyatakan bahwa gempa dapat diprediksi. Seperti yang dilansir dari Live science, Kamis (19/05) kemarin, dia melihat studi gempa Jepang beberapa waktu yang lalu. Menurutnya atmosfer di atas episentrum gempa Jepang mengalami perubahan tak biasa — dalam beberapa hari menjelang bencana. Paling tidak gejala tersebut bisa kita lihat di langit. Menatap langit untuk melihat pertanda bencana, khususnya gempa, sebenarnya bukan ide baru. Ada teori yang dikenal sebagai ―Lithosphere-Atmosphere-Ionosphere Coupling mechanism‖ atau ―Mekanisme kaitan Litosfer-Atmosfer-Ionosfer‖. Penelitian ini masih data awal, belum dipublikasikan di jurnal akademis dan direview oleh ilmuwan lain, namun menawarkan sesuatu yang menarik, bahwa mungkin gempa bisa diprediksi. 104

Hal tersebut juga dibenarkan oleh pakar gempa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman. Dia mengatakan bahwa ide bahwa gempa bisa diprediksi dari anomali atmosfer bukan hal yang baru. ―Tapi anehnya, baru dikatakan setelah terjadi gempa. Ini jadi bahan guyonan para ahli gempa. Kok meramal gempa setelah terjadi,‖ katanya. Danny pun tak menampik bahwa ada kemungkinan gempa diprediksi secara ilmiah. ―Secara ilmiah bisa, caranya yang belum ketahuan,‖ tambah dia. Meski demikian, kesuksesan ramalan gempa masih belum terjamin. Belum ada satu pun orang yang memprediksi gempa berdasar data atmosfer. Terkadang pertanda gempa bisa dilihat dari tingkah aneh binatang atau air tanah yang berubah aliran Djoko Kirmanto : Banjir Thailand Contoh Perubahan Iklim Global Senin, 31 Oktober 2011 - 17:13 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Fenomena pemanasan global (global warming) yang berakibat pada perubahan iklim (climate change) saat ini bukan lagi sebatas isu lingkungan. Masalah tersebut sudah menjadi persoalan nyata yang menimbulkan kerugian besar. ―Banjir di Thailand merupakan satu contoh nyata bahwa anomali iklim memang benar-benar telah terjadi,‖ kata Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan, Senin (31/10). Sebelumnya, beberapa ahli di negera tersebut menyatakan bahwa tahun ini akan terjadi kemarau panjang. Ternyata yang terjadi di lapangan sangat bertentangan karena yang terjadi justru banjir besar. Kondisi semacam ini tentu tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Salah satu solusi yang harus dilakukan untuk mengatasi fenomena perubahan iklim tersebut adalah dengan memperbanyak penanaman pohon. Bangsa yang menghargai dan memperlakukan lingkungan hidup dengan baik akan memiliki masa depan yang lebih cerah. Masyarakat Indonesia perlu bersyukur karena hidup di negara yang dianugerahi keanekaragaman hayati yang tinggi dan tanah yang subur. ―Hal tersebut harus dimanfaatkan dengan memperbanyak penanaman pohon.‖ Saat ini negara-negara di dunia sedang menghadapi permasalahan lingkungan yang serius karena adanya perubahan iklim. Di banyak negara, terjadi cuaca ekstrim berupa curah hujan yang sangat tinggi, yang tidak jarang mengakibatkan bencana banjir. Sementara itu, di belahan bumi yang lain terjadi kekeringan yang mengakibatkan sulitnya memperoleh sumber air. Kementerian PU sendiri akan berupaya mengimplementasikan kebijakan di bidang infrastruktur yang berorientasi lingkungan demi mengatasi fenomena perubahan iklim. Antara lain, melalui pembangunan bangunan hijau (green building), mengembangkan ruang terbuka hijau (RTH), dan mendorong pembangunan kota menuju ke arah green city. (faisal/dms) 105

Ditemukan Tanda-tanda Tiga Lapis Peradaban di Pusat Majapahit

Minggu, 06 November 2011 , 20:44:00 WIB

RMOL. Di kompleks istana Majapahit, di Trowulan, Jawa Timur, yang hanya seliuar 9 x 11 kilometer persegi ditemukan sejumlah bangunan yang kemungkinan berasal dari zaman sebelum Majapahit. Secara keseluruhan, Erick Ridzky yang memimpin Tim Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden, mengatakan bahwa pihaknya menemukan tiga lapis peradaban di kawasan itu. Lapis terbawah diduga dari zaman prasejarah. Sementara lapis kedua diperkirakan dari zaman sebelum Majapahit antara abad ke-9 dan ke-12. Adapun lapis terakhir adalah lapis yang paling atas yang merupakan peninggalan Majapahit. Masih menurut Erick, keberadaan tiga lapis peradaban itu juga sudah ditengarai berbagai instansi yang selama ini melakukan penelitian intensif di kawasan itu, khususnya Direktor Jenderal Kepurbakalaan, Kementerian Pariwisata. ―Hasil analisa batuan ditambah dengan hasil citra GPR, pendekatan struktur geologi dari foto udara terdapat jajaran parit yang kami dalami dan hasilnya mencengangkan,‖ kata Erick. Dikatakan, di parit tersebut ditemukan lapisan bata yang pertama di kedalaman 0,8 meter, dan kedua di kedalaman 2,5 meter. Setelah kedalaman 2,5 meter selalu ditemukan lapisan kerakal berangkal yang tidak bisa ditembus oleh auger, peralatan khusus yang digunakan untuk membaca kedalaman lapisan bumi. Erick juga mengatakan, bangunan yang oleh pihaknya diduga merupakan ―man made‖ atau buatan manusia yang berada di Jogjakarta dan Kediri telah diuji dengan menggunakan peralatan canggih yang mereka miliki. Dari pencitraan yang dilakukan bangunan-bangunan tersebut menyerupai piramida atau candi yang diduga berasal dari era pra sejarah. ―Bukit Klothok di Kediri dan gundukan Candi Ijo di Sleman, kami duga merupakan bangunan prasejarah yang seni bangunannya menyerupai candi atau piramida, ‖ tegasnya. Menurutnya, pemerintah dapat menjadikan dua lokasi tersebut sebagai cagar budaya untuk penelitian lebih lanjut selain untuk memperkuat karakter bangsa. Informasi arkeologis dan geologis kedua lokasi itu pun, masih kata dia, akan segera disampakan ke publik. ―Butuh waktu memang, karena secara metodologis, pendekatan trencing, coral, uji radar, geolistrik dan sebagainya dilakukan secara ketat untuk mencapai data yang optimal,‖ demikian Erick. [guh] Badai Matahari Telah Mencapai Bumi 24 Januari 2012

106

Badai Matahari Telah Mencapai Bumi 24 Januari 2012 - Partikel energetik dari ledakan "flare" badai matahari di tahun 2012, yang tergolong cukup kuat yang terjadi pada tanggal 23 Januari 2012 pukul 10.59 WIB telah mencapai Bumi pada Selasa, 24 Januari 2012 malam waktu Indonesia. Dampaknya terhadap satelit masih terasa hingga Rabu ini. "Flare yang cukup kuat ini adalah pertama sejak Mei 2005", kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Prof Dr Thomas Djaludin di Jakarta, Rabu( 25/1). Badai Matahari Telah Mencapai Bumi 24 Januari 2012 - Badai matahari yang cukup kuat seperti ini berpotensi menggangu operasional satelit, seperti satelit komunikasi. Kalau itu terjadi dan tidak dapat diatasi oleh operator satelitnya, kemungkinan terjadi gangguan pada penggunaan telepon selular, siaran TV, komunikasi data perbankan, dan pengguna lainnya. Badai Matahari Telah Mencapai Bumi 24 Januari 2012 - Dampak lainnya adalah gangguan pada ionosfer yang akan mengganggu komunikasi radio HF/gelombang pendek yang biasa digunakan oleh komunikasi jarak jauh, termasuk oleh siaran radio luar negeri seperti BBC, VOA, atau ABC. Badai Matahari Telah Mencapai Bumi 24 Januari 2012 - Navigasi berbasis satelit seperti GPS, juga kemungkinan terganggu akurasinya, Jadi jangan terlalu percaya pada posisi yang ditunjukkan oleh GPS pada saat ini. Ledakan badai matahari ini sebenarnya termasuk kelas menengah, namun karena mendekati kelas extreme, maka dampaknya akan terasa cukup kuat apabila mengarah ke bumi. Setelah hari ini, ledakan badai matahari akan terjadi lagi dan lebih kuat dalam tahun ini, karena memang pada saat ini matahari sedang berada dalam fase aktif. Tsunami Matahari. Benarkah Tsunami Matahari? Posted on August 3, 2010, 5:58 pm, Tsunami Matahari menuju ke Bumi. Ilmuan NASA mengeluarkan peringatan yang berhubungan dengan matahari. Tsunami Matahari. Bahkan di situs – situs media pemberitaan luar negeri juga telah menuliskan mengenai adanya tsunami matahari yang di khawatirkan akan mengganggu kinerja satelit dan semua komunikasi di planet Bumi. Tsunami Matahari ini diperkirakan terjadi akibat ledakan besar yang terjadi pada akhir pekan beberapa waktu lalu. Para ahli astronomi di seluruh dunia yang memantau Matahari, melaporkan telah terjadi sebuah ledakan cukup besar pada akhir pekan lalu. Termasuk dari para pemantau ini adalah stasiun pemantau Solar Dynamics Observatory milik NASA. Luapan energi Matahari yang luar biasa besar muncul bagaikan kembang api di permukaan Matahari. Gelombang energi itu terpancarkan menuju Planet Bumi bagaikan sebuah tsunami yang melintasi jarak 93 juta mil melintasi angkasa. Seperti dilansir Telegraph.co.uk, para ilmuwan memperkirakan tsunami matahari ini akan mencapai Planet Bumi pada hari ini, Selasa (3/8/2010). Pada wilayah Bumi di dekat Kutub Utara dan Selatan, diperkirakan tsunami ini akan menghasilkan fenomena Aurora di langit. Namun, para ilmuwan juga memperingatkan tsunami Matahari ini bisa merusak satelit komunikasi yang berseliweran di sekitar Planet Bumi. Namun tidak jelas tingkat kerusakan yang mungkin ditimbulkan. (detik) =========

107

Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, membantah ancaman itu. ―Tidak ada tsunami atau badai matahari saat ini,‖ katanya seperti dikutip dari blog pribadinya. Menurut Thomas, kejadian sebenarnya adalah terjadi ledakan atau flare kecil di matahari pada 1 Agustus 2010 sekitar pukul 16.00 WIB. Bila itu mengarah ke bumi, dampaknya kemungkinan baru terasa sekitar 3 Agustus, tetapi tidak signifikan. Kejadian pada 1 Agustus tidak berdampak signifikan pada bumi. ―Kalau pun ada hanya sedikit gangguan ketinggian orbit satelit dan tampaknya cahaya aurora di langit sekitar kutub karena interaksi partikel matahari yang terperangkap medan magnet bumi dengan atmosfer bumi.‖ Tsunami matahari berbeda dengan badai matahari. Tsunami matahari adalah ledakan di permukaan matahari yang dampaknya hanya terasa di sekitar titik ledakan. ―Ibarat terjadinya gempa di laut, maka gelombang tinggi terjadi menyebabkan tsunami di sekitar episentrum gempa tesebut,‖ katanya. Ia menambahkan, gelombang tsunami terjadi pada plasma atau gas panas di permukaan matahari sehingga tidak akan berdampak ke bumi. Sedangkan ledakan matahari atau lontaran massa matahari yang dikenal sebagai badai matahari bisa berdampak ke bumi ketika badainya berskala besar dan mengarah ke bumi. *** Berdasar penelitian National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), yang disponsori lembaga antasariksa Amerika Serikat, NASA, badai matahari terjadi ketika muncul flare atau ledakan besar di atmosfer matahari dengan daya supertinggi. Badai matahari bisa menyebabkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt. Bila sampai ke bumi, pancarannya akan mempengaruhi medan magnet bumi yang selanjutnya berdampak pada sistem satelit, listrik, dan frekuensi radio. Bumi terancam kehilangan daya listrik. Badai matahari merupakan siklus biasa yang terjadi setiap 11 tahun. Namun, siklus itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2012-2013. Badai matahari pernah melanda bumi pada 1 September 1859. Namun, kala itu tak terlalu berdampak karena kehidupan di masa itu belum ditopang listrik. Berdasar prediksi tersebut, sejumlah badan antariksa telah berupaya menyiapkan sejumlah strategi menghadapi badai matahari. Strategi untuk mengantisipasi hilangnya daya listrik, satelit, dan frekuensi radio yang menopang kehidupan masyarakat modern masa kini. Tsunami Matahari akan Hantam Bumi Lagi Kamis, 5 Agustus 2010

INILAH.COM, Jakarta Gelombang tsunami matahari akan kembali menghantam bumi. Namun pakar menegaskan, peristiwa itu bukan akhir dunia yang akan membawa kita kembali ke zaman batu. Goddard Space Flight Center menemukan ledakan matahari pada Minggu (1/8) di mana ledakan itu mengirimkan gas dalam jumlah besar ke arah bumi dengan kecepatan 1 juta mil/jam. 108

Hal ini memang gila! Kami memiliki data-data dari peristiwa besar itu, kata astrofisikawan matahari NASA, Alex Young. Gelombang pertama terjadi kemarin malam yang membuat aurora menakjubkan di selatan Wisconsin dan Michigan. Sejauh ini, katakutan bahwa ledakan itu berpengaruh pada satelit dan pembangkit tenaga listrik tidak terjadi. Hal ini bukanlah akhir dunia yang menempatkan kita pada zaman batu lagi. Namun, peristiwa ini memiliki efek luar biasa di mana kita belum siap, katanya Perakirawan cuaca luar angkasa memiliki peran yang sangat penting bagi pesawat ruang angkasa yang akan menghadapi peningkatan radiasi selama badai matahari. Tsunami matahari juga bisa mempengaruhi alat bor minyak yang mengandalkan GPS untuk keakuratannya, komunikasi militer selama pertempuran, serta padamnya pembangkit listrik. Saya kira kita terlalu bergantung pada komputer saat ini, dan jika suatu hal buruk terjadi saya rasa kebanyakan sistem kita akan rusak, kata Peter Kosztolnik dari Fairfax.[ito] Lapan: Badai Matahari Ganggu Komunikasi Jumat, 9 Maret 2012 | 17:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional mencatat beberapa dampak ledakan besar Matahari kelas X5.4 dan X1.3 yang terjadi pada Rabu (7/3/2012). "Dampak langsung sesaat setelah flare terdeteksi oleh ionosoda Sumedang. Rabu, 7 Maret 2012, terjadi blackout pada pukul 07.00-09.00 WIB. Kemungkinan mengganggu komunikasi radio frekuensi 3-6 MHz," kata peneliti astrofisika Lapan, Thomas Djamaluddin, Jumat (9/3/2012). Thomas mengungkapkan, ionosoda Lapan mencatat kondisi di ionosfer. Ketika terjadi blackout, artinya semua pengguna komunikasi radio gelombang pendek di Indonesia terganggu. Blackout terjadi sesaat setelah ledakan terjadi. Dua ledakan Matahari terbesar dalam 5 tahun terakhir tersebut terjadi pada pukul 07.02 WIB dan sekitar satu jam setelahnya. Ledakan itu memicu lontaran massa korona (CME) yang mengarah ke Bumi. Berdasarkan catatan NASA, CME akhirnya sampai ke Bumi pada Kamis (8/3/2012) sekitar pukul 17.45 WIB. Thomas mengatakan bahwa CME yang sampai ke Bumi tidak mengakibatkan blackout. Dampak badai Matahari lain juga terjadi semalam. "Tengah malam tadi terjadi plasma bubble mulai pukul 23.00 WIB yang mungkin menyebabkan fading pada komunikasi radio dan sintilasi pada komunikasi satelit. Selain itu, magnetometer Lapan mencatat terjadinya badai geomagnetik," jelas Thomas. Thomas menuturkan, fading adalah kondisi ionosfer yang tidak normal sehingga mengganggu komunikasi, navigasi, dan penginderaan jauh. Ini juga menyebabkan global positioning system (GPS) menjadi tidak akurat. Adapun sintilasi secara sederhana bisa dikatakan sebagai sinyal yang putus-putus. Meski beberapa dampak terjadi, Thomas mengatakan bahwa badai Matahari tak berdampak langsung bagi manusia. Tak ada korban material maupun korban jiwa akibat fenomena ini.

109

Matahari kini tengah memasuki periode aktifnya dan akan memuncak pada tahun 2013. Sepanjang periode aktif, frekuensi ledakan Matahari akan semakin sering. Besarnya dampak ledakan akan tergantung besarnya ledakan dan arah lontaran massa korona. Badai Matahari Dahsyat Meluncur Menuju Bumi Jumat, 9 Maret 2012 | 01:52 WIB Washington, Kamis - Badai geomagnetik terbesar hasil aktivitas Matahari sedang melaju cepat menuju Bumi, Kamis (8/3) pagi waktu Amerika Serikat. Badai berkecepatan 7,2 juta kilometer per jam ini berpotensi mengacaukan suplai listrik, navigasi udara (penerbangan pun terganggu), sinyal telepon seluler, GPS, dan satelit ruang angkasa. Sebagian warga Bumi menghubungkan fenomena ‖menakutkan‖ ini dengan ramalan suku Maya, Meksiko, tentang hari kiamat pada akhir 2012. Namun, para ahli masa kini hanya mengatakan, badai Matahari itu sebagai gejala aneh. Harlan Spence, pakar ilmu falak Universitas New Hampshire, mengatakan, ‖Ini pertanda jelas, Matahari sedang menggeliat.‖ Badai terdiri atas segumpalan besar awan partikel merah membara. ‖Ini mungkin badai terkuat dalam hampir enam tahun dan mungkin lebih intens dari badai serupa pada akhir Januari,‖ kata Joseph Kunches, ahli cuaca dari National Oceanic and Atmospheric Administration AS. Gangguan tata surya tersebut terdiri atas tiga tahap. Pertama, dua jilatan lidah api besar secepat kilauan cahaya telah mencapai Bumi, Selasa malam. Semburan dua lidah api raksasa itu dapat merusak sistem gelombang radio. Kedua, radiasi Matahari menghantam medan magnet Bumi, Rabu. Dampaknya buruk pada lalu lintas udara, terutama di dekat kutub serta satelit dan astronot yang sedang berada di ruang angkasa. Fase ini bisa berlangsung selama beberapa hari. Pada fase ketiga, gumpalan awan plasma tersembur dari pelontar massa lingkaran cahaya di sekitar matahari yang pada dasarnya sebagian besar berasal dari atmosfer matahari. Fenomena ini akan tiba di Bumi, Kamis pagi waktu AS atau Jumat WIB. Akibat dari fase ketiga ini berdampak buruk pada sejumlah medan penting, misalnya terganggunya listrik, kegiatan pertanian, dan koneksi internet (termasuk sistem internet perbankan); serta rusaknya sistem satelit, jaringan pipa minyak, pengukur tanah, dan GPS berakurasi tinggi pada pengeboran minyak. Selain kemungkinan gangguan terhadap barang elektronik, peristiwa itu juga bisa menjadi pemandangan aurora borealis waktu malam di pertengahan garis lintang, terutama terlihat di Asia Tengah. Di AS bisa mencakup New York, Illinois, dan Iowa. Kunches mengatakan, komponen geomagnetik badai Matahari mungkin saja tiba lebih awal karena mengikuti badai sebelumnya yang telah meninggalkan Matahari, Minggu lalu. UFO Warnai Langit Putih, Biru, Merah

110

INILAH.COM, Jakarta - Langit tiba-tiba berubah jadi putih terang. Dalam beberapa detik, obyek yang tampak seperti bola dengan ekor, berbelok di langit menjadi biru dan kemudian merah padam. Penggambaran itu diungkapkan oleh Juan Ferreira (25) dari Witbank yang melihat UFO bersama-sama dengan penduduk di Mpumalanga, Gauteng dan Limpopo yang menatap langit dengan terbelalak sekitar pukul 23:00 pada Sabtu malam. Obyek yang menyala-nyala itu tampak terlihat paling jelas di Middelburg Witbank. Menurut Tim Cooper, direktur komet dan meteorit di Asosiasi Astronomi Afrika Selatan, obyek bola api itu merupakan puing-puing dari sabuk asteroid, yang telah memasuki atmosfer bumi. Beberapa orang menelepon asosiasi itu pada hari Minggu untuk mencari tahu apa mereka lihat. Menurut Cooper obyek itu tidak dapat disebut meteorit, karena, sejauh yang diketahui tidak menghantam bumi. Cooper mengatakan obyek itu bergerak dari arah utara ke barat. "Bukan obyek itu yang bersinar sangat terang, tetapi udara di sekitarnya yang terbakar karena kecepatan tinggi di mana obyek bergerak." Hanya satu atau dua benda bergerak terang seperti itu dapat dilihat di Afrika Selatan per tahun, meskipun benda seberat 10.000 ton memasuki atmosfir bumi setiap tahun. Cooper memperkirakan bahwa benda itu mungkin kira-kira sebesar kepalan tangan, atau mungkin bola rugby. Ferreira mengaku kaget melihat obyek itu. "Itu luar biasa. Obyek bergerak dengan kecepatan konstan pada sudut sekitar 45 derajat," katanya. [ito] UFO "Melancong" ke Bali Selama Satu Jam Selasa, 7 Juni 2011 | 22:35 WIB

Rini Wulandari Penampakan UFO (unidentified flying object) atau benda terbang msiterius di persawahan dekat Perumahan Citra Pratama, Kerobokan Kelod, Kuta, Bali. JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah keluarga di Perumahan Citra Pratama, Kerobokan Kelod, Kuta, Bali, mengaku melihat unidentified flying object (UFO) alias benda terbang misterius. Benda tersebut terlihat sebanyak dua kali. "Benda itu terlihat sekali pada dua pekan lalu dan terlihat sekali lagi pekan lalu," tutur Rini Wulandari, salah seorang warga, Selasa (7/6/2011). Saksi mata yang melihat penampakan benda tersebut adalah kakak kandungnya, Diajeng Susilaningrum, dan seorang pembantu rumah tangga. Pada penampakan kedua kalinya, UFO malah sempat disaksikan oleh empat anggota keluarga lainnya. "Benda itu terlihat seperti pesawat yang diam, tidak bergerak, hanya melayang di udara. Di bagian bawah pesawat ada banyak lampu yang menyala sangat terang," jelas Rini. Benda tersebut terlihat pada malam hari di lokasi persawahan di sekitar perumahan. Pada penampakan pertama, benda tersebut hanya terlihat selama beberapa menit. Namun, pada penampakan kedua, benda tersebut terlihat melayang lebih lama, yaitu hingga selama satu jam, dan berhasil diabadikan melalui kamera di telepon seluler. Sayang, peristiwa tersebut terjadi pada malam hari. Gambar yang berhasil diambil hanya memperlihatkan lampulampu yang dikatakan berada di bagian bawah UFO tersebut. Sementara badannya sendiri tak terlalu jelas terlihat. 111

Penampakan UFO Berlipat Ganda Sepanjang Agustus

Rabu, 21 September 2011 | 09:54 WIB INILAH.COM, Jakarta – Menurut sebuah organisasi yang melacak laporan UFO, Agustus menjadi periode penampakan benda asing terbanyak. Jumlah penampakan yang terjadi berlipat ganda dari biasanya. Menurut Mutual UFO Network (MUFON), penampakan UFO meningkat selama enam pekan ini dengan jumlah lebih dari dua kali lipat biasanya. Apakah hal ini menunjukkan ada di titik puncak invasi alien? Atau orang hanya memiliki lebih banyak waktu untuk menemukan dan melaporkan hal-hal aneh di langit? ―Temuan ini cukup menarik. Saat rata-rata penampakan bulanan hanya 500 di seluruh dunia, pada bulan ini meningkat menjadi 1.013 dalam satu bulan, jumlah lonjakan ini sangat menarik,‖ ujar direktur internasional MUFON Clifford Clift. Clift mengaku tak yakin apa penyebab lonjakan yang terjadi pada data saat ini. Hal ini bisa menjadi awal sesuatu yang besar, atau saja hanya sekadar kesalahan komputer yang tak sengaja menghitung beberapa laporan dua kali. Kemungkinan lain adalah, manusia sedang berada di tengah ‗invasi UFO,‘ salah satu dari banyaknya peningkatan periodik penampakan selama bertahun-tahun. Terdapat beberapa alasan UFO muncul dalam kelompok. Salah satunya adalah, benda-benda di langit yang biasa terlihat banyak orang, terutama saat benda ini muncul di wilayah perkotaan. UFO biasanya tak melayang dekat Bumi atau di halaman belakang seseorang melainkan tampak langit tinggi dengan jarak yang cukup jauh sehingga manusia tak bisa melihatnya secara detail atau mengambil fotonya yang tajam. Jadi, apa pun UFO itu sebenarnya, entah pesawat, komet, pesawat makhluk asing, atau lainnya, satu obyek atau cahaya aneh di langit bisa memicu ratusan, bahkan ribuan laporan penampakan UFO. Bahkan, laporan mengenai obyek sama mungkin akan menjadi berbeda tergantung pada perspektif pelapornya. Jadi, jika ada ratusan laporan UFO di satu Negara selama periode tertentu, penting sekali mengetahui bagaimana laporan itu dikategorikan. Hal ini bisa jadi ratusan UFO yang berbeda terlihat oleh satu individu atau satu UFO itu terlihat ratusan orang. Selain itu ada pula penjelasan psikologis dan sosialnya. Penampakan ini sering dipicu media massa, orang yang membaca hal misterius atau melihat acara TV-nya dan minat atau kekhawatiran mereka yang menyebar dari orang ke orang. ―Bukan berarti semua orang membuat berita bohong atau membuat cerita penampakan, riset menunjukkan, jika Anda memberi tahu apa yang harus dicari pada pada orang (fenomena ini disebut ‗priming‘), orang akan sering melihat apa yang mereka cari entah benar-benar ada atau tidak,‖ paparnya. Clift mencatat, seolah media dan film bertema alien yang keluar, seperti ‗Apollo 18‘ dan ‗Paul,‘ menimbulkan minat ingin tahu masyarakat pada UFO. Orang mendengar berbagai hal mengenai UFO, dan untuk sementara waktu mereka cenderung melihat langit dengan lebih sering dan bertanya-tanya apakah mereka akan menyaksikannya sendiri. Justru karena orang menghabiskan lebih banyak waktu melihat langit, untuk pertama kalinya mereka akan melihat cahaya dan benda-benda yang selalu ada di sana. Jadi, UFO tak mungkin menampakkan diri lebih sering melainkan menyadarinya lebih sering.

112

Proses identik bisa ditemukan di bidang medis di mana peningkatan laporan penyakit tak bisa mewakili peningkatan jumlah kasus yang sebenarnya melainkan lebih mencerminkan kesadaran masyarakat pada penyakit atau teknik skrining yang lebih baik. Dengan kata lain, para ilmuwan mengetahui, hanya karena lebih banyak orang melaporkan sebuah fenomena tak selalu berarti fenomena ini lebih sering terjadi. Mengapa UFO lebih sering tampak di bulan-bulan musim panas? Salah satu kemungkinannya adalah, orang menghabiskan waktu lebih banyak di luar. Alhasil, orang punya lebih banyak kesempatan memperhatikan benda-benda langit disbanding saat musim dingin yang membuat orang lebih senang berada di dalam rumah menonton televisi. Clift sendiri mengaku, organisasinya tak biasa melihat peningkatan laporan dramatis. Apakah peningkatan penampakan berakar di kenyataan, kesalahan komputer, atau pengaruh psikologis dan sosial tetap harus dilihat. Satu hal pasti, ―Ini bukan pertama kalinya laporan UFO meningkat dan tak hal ini tak akan menjadi yang terakhir kalinya‖. [mdr] Misterius, Kematian Massal Burung dan Ikan di Berbagai Belahan Dunia Perayaan tahun baru melahirkan PR panjang bagi para ilmuwan. Tiba-tiba saja ribuan ekor burung mati mendadak di Amerika Serikat. Burung-burung itu mati selagi terbang dan berserakan di berbagai tempat. Semula hanya di negara bagian Arkansas, kasus itu terjadi.

Namun belakangan kejadian yang sama menimpa negara bagian lain di AS dan bahkan dilaporkan terjadi juga di sebuah kota di Swedia. Analisa awal memperkirakan burung-burung itu mati karena terkena virus. Namun ada juga dugaan akibat kembang api yang disulut serentak pada malam pergantian tahun 1 Januari 2011. Dari hasil penelitian dengan cara membedah burung-burung yang mati, para ilmuwan tak menemukan gejala akibat serangan virus. Kesimpulan sementara, burung-burung itu mati akibat trauma fisik akut. Jadi sangat mungkin asumsi suara petasan dan kembang api di malam tahun baru jadi penyebabnya.

113

Akan tetapi, dugaan itu harus dicabut karena ternyata tidak hanya burung yang mati. Kematian binatang juga melanda ikan.Di Arkansas, ditemukan ratusan ribu bangkai ikan di Sungai Arkansas. Sebarannya sampai 36 kilometer. Hal yang sama terjadi juga di Teluk Chesapeake AS hingga Semenanjung Coromandel Selandia Baru dan Pantai Parana Brasil. Komisi Memancing dan Berburu Arkansas merasa bingung karena kematian masal ikan itu hanya menimpa satu jenis spesies ikan yaitu ikan drum (dari keluarga Sciaenidae). Sedangkan burung-burung yang mati dari jenis blackbird sayap merah, jalak, dan grackle di Amerika serta burung jackdaw (sejenis gagak) di Swedia. Mengenai kematian ikan-ikan itu, para ahli menduga akibat cuaca dingin yang ekstrem karena ikan drum biasanya hidup di perairan yang lebih hangat sedangkan cuaca sekarang begitu dingin. Belum ada kesimpulan lanjutan dari kejadian yang janggal ini dan para ilmuwan masih terus melakukan penelitian. Tetapi sangat mungkin kedua jenis binatang itu merupakan korban awal akibat perubahan ekstrim di awal tahun 2011. Kita tunggu saja perkembangan berikutnya. Jawaban Misteri Kematian Ikan di Danau Batur Selasa, 28 Juni 2011, 07:03 WIB

Ribuan ikan mati (Wima Saraswati/VIVAnews) VIVAnews – Fenomena tak biasa meresahkan penduduk di sekitar Danau Batur, Bali. Pada Minggu 19 Juni 2011 pagi, air di tepian danau di beberapa desa berubah warna. Menjadi putih kehijauan dan berbau lumpur menyengat, seperti bau sulfur. Awalnya hanya di beberapa titik, namun kemudian membentuk rangkaian panjang dari Desa Toya sampai Desa Buahan. Tak hanya itu, penduduk lantas menemukan ribuan ikan mati mengambang di permukaan danau. Mayoritas mujair, termasuk yang berada di dalam keramba milik warga. Tak jelas apa yang membuat ikan-ikan mati. Karena bau serupa sulfur, dugaan mengarah ke aktivitas Gunung Batur yang melepaskan belerang berkadar tinggi. Warga bahkan menduga, ada erupsi tiga kali di dasar Danau Batur. Ditanya soal perkembangan kasus matinya ribuan ikan, Kepala Desa Buahan, Bangli, I Made Antara, mengatakan, di beberapa wilayah masih dijumpai ikan mati di danau. Meski di desanya kini telah bebas. ―Di sini memang sudah nggak ada, tapi ikan-ikan yang ada kurang bergairah untuk makan,‖ kata dia kepada VIVAnews.com, Senin 27 Juni 2011. Dia menambahkan, pembersihan bangkai ikan masih dilakukan warga.

114

Hingga kini Antara mengaku belum tahu penyebab pasti kematian ikan-ikan itu. ―Uji laboratorium masih berjalan, dugaan sementara kekurangan oksigen akibat belerang melebihi ambang batas,‖ kata dia. Meski ada imbauan dari pemerintah untuk tidak mengonsumsi ikan yang mati karena dikhawatirkan berefek pada kesehatan, Antara mengaku masyarakatnya memakan ikan-ikan itu. ―Kami konsumsi, saya lagi makan nih,‖ kata dia. Menurutnya, sejauh ini belum ada laporan warga yang sakit karena makan ikan yang mengambang itu. ―Semua sehat wal afiat meski nggak enak didengarnya, kami seperti makan bangkai,‖ kata dia. Apa yang sebenarnya terjadi di Danau Batur? Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Surono, memberikan penjelasan. Dia menegaskan, kematian ikan di Danau Batur tidak ada hubungannya dengan aktivitas magmatik Gunung Batur. ―Karena tidak ada indikasi peningkatan kegempaan sebelum terjadi fenomena itu,‖ kata Surono seperti dimuat situs Kementerian ESDM. Dijelaskan Surono, berdasarkan data keasaman (pH) dan suhu air, juga pergantian musim di sekitar Gunung Batur saat ini, diduga kuat perubahan warna air terjadi karena adanya arus konveksi. Mekanismenya: pada pergantian musim hujan ke musim kemarau terdapat perbedaan yang ekstrem antara suhu air di bagian permukaan dan suhu air di bagian dasar danau. Saat musim kemarau, air danau menyerap panas secara kuat pada siang hari dan pada malam hari permukaan danau menjadi lebih dingin. ―Perbedaan suhu tersebut menyebabkan terjadinya arus konveksi yang membawa endapan lumpur dari dasar danau ke arah atas," tuturnya. "Lumpur selanjutnya menyebar menjadikan air danau keruh dan menghasikan warna putih kehijauan serta berbau lumpur. Kekeruhan yang terjadi mengganggu sistem kesetimbangan air danau, sehingga menyebabkan ikan mati karena tidak dapat beradaptasi,‖ imbuhnya. Kejadian perubahan wama air danau dan matinya ikan Danau Batur pada 19 Juni 2011 terjadi kira-kira setelah dua pekan memasuki musim kemarau. Ini bukan kali pertamanya terjadi. Matinya ribuan ikan dengan modus serupa juga pernah terjadi pada 1995. Surono meminta warga untuk tidak mengonsumsi ikan yang mati di danau. Masyarakat di sekitar Danau Batur juga diharapkan tetap tenang dan melakukan aktivitas seperti biasa. ―Tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya tentang kematian ikan di Danu Batur,‖ kata Surono. Dia menambahkan, masyarakat diminta melapor jika fenomena matinya ikan secara massal terjadi kembali. (art) Meteor Biru Bentuk Lafadz Allah Jatuh di Cirebon Kamis, 19 Agustus 2010 | 05:13 WIB

115

TEMPO Interaktif, Cirebon - Benda langit yang diduga meteor jatuh di sebuah tanah lapang di dalam Pabrik Gula (PG) Tersana Baru, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon pada Rabu (18/8) malam. Benda langit tersebut menimbulkan bau belerang yang menyengat. Meteorit yang jatuh di halaman dalam PG Tersana Baru menyebabkan rumput terbakar. Bahkan, bekas jatuhnya meteorit membentuk lubang dengan diameter sekitar 1 meter. Seorang karyawan PG Tersana Baru, Dudi, menjelaskan awalnya karyawan mendengar suara gemuruh. "Suara itu diakhiri dengan suara benturan yang amat kencang," katanya. Karena penasaran, para karyawan pun mencari sumber suara yang ternyata di sebuah lapang yang ada di dalam pabrik. Mereka pun kaget karena menemukan dan melihat sebuah benda langit berwarna biru terang tengah meleleh. "Bahkan benda langit itu sempat terlihat membentuk lafadz Allah," katanya. Benda langit yang meleleh itu pun meleleh dan melebar serta membakar rerumputan di lokasi. Lelehan itu akhirnya mengering dan membentuk seperti aspal cair yang mengering. Karena bau belerang yang menyengat, warga yang datang ke lokasi pun akhirnya menutup jatuhnya lokasi meteorit dengan menggunakan pasir. "Maksudnya supaya bau menusuk bisa hilang," kata Dudi. Baik karyawan PG Tersana Baru dan warga yang berdatangan sempat mengabadikan peristiwa langka tersebut menggunakan kamera telepon selular. Bahkan ada warga yang membawa pulang bongkahan meteorit tersebut. Polisi yang datang kemudian mengumpulkan bongkahan meteorit tersebut untuk diteliti lebih lanjut.

Es Kutub Utara Mencair, Tanda-tanda Kiamatkah?

DETIKPOS.net - Es di laut Kutub Utara telah menipis secara dramatis sejak 2004, dan es yang lebih tua serta lebih tebal pecah dan membuka jalan bagi es yang lebih muda dan lebih tipis, yang mencair pada musim panas di Bumi belahan utara, demikian laporan beberapa ilmuwan di lembaga antariksa AS, NASA. Para peneliti selama bertahun-tahun telah mengetahui, es yang menutupi Laut Kutub Utara telah menyusut di satu daerah, tapi data baru satelit yang mengukur ketebalan es memperlihatkan volume es laut juga menyusut. Itu penting karena es yang lebih tebal dan lebih ulet dapat bertahan dari musim panas ke musim panas berikutnya. Tanpa lapisan es, perairan gelap Laut Kutub Utara lebih mudah menyerap panas sinar Matahari dan bukan memantulkannya sebagaimana terjadi pada es yang berwarna cerah, sehingga menambah kecepatan dampak pemanasan. Melalui laporan yang dikirimkan pesawat antariksa ICESat, yang digunakan NASA, para ilmuwan menggambarkan, secara keseluruhan es Laut Kutub Utara menipis sebanyak 7 inci (17,78 centimeter) per tahun sejak 2004, sebanyak 2,2 kaki (0,67 meter) selama empat musim dingin. Temuan mereka dilaporkan di "Journal of Geophysical ResearchOceans". Seluruh daerah yang tertutup es yang lebih tua dan lebih tebal yang sintas setidaknya selama satu musim panas kini menyusut sebanyak 42 persen. Di luar itu, data baru satelit memperlihatkan, bagian es tua yang keras menipis secara bersamaan dengan meningkatnya jumlah es muda yang rapuh, keterangan yang sulit dilihat dengan jelas dari data sebelumnya. 116

Pada 2003, sebesar 62 persen dari seluruh volume es di Kutub Utara tersimpan di dalam lapisan es selama bertahuntahun dan 38 persen es musiman pada tahun pertama. Sampai tahun lalu, 68 persen adalah es tahun pertama dan 32 persen es tahun-tahun berikutnya yang lebih keras. Tim peneliti itu mengatakan, kelainan dan pemanasan global belakangan ini diduga di dalam sirkulasi es laut sebagai penyebabnya. "Kita kehilangan lebih banyak es tua, dan itu penting," kata Ron Kwok dari Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California, sebagaimana dilaporkan kantor berita Inggris, Reuters. "Pada dasarnya kami mengetahui berapa banyak daerah tersebut menyusut, tapi kami tidak mengetahui seberapa tebal." Untuk mengetahui volume es itu, pesawat antariksa NASA, ICESat, mengukur seberapa tinggi es tersebut mencuat di atas permukaan laut di Kutub Utara, kata Kwok dalam satu wawancara telefon. "Jika kami mengetahui seberapa banyak es mengambang di atas, kami dapat menggunakan itu untuk menghitung sisa ketebalan es tersebut. Sekitar sebilan per sepuluh es itu berada di bawah air," kata Kwok. Pengukuran ICESat tampaknya mencakup seluruh Kutub Utara, dan semua itu digabungkan dengan pengukuran volume es yang dilakukan kapal selam, yang hanya mencakup beberapa kali perjalanan di seluruh daerah tersebut. Es Laut Kutub Utara mencair sampai tingkat paling rendah keduanya tahun lalu, naik sedikit dari tingkat rendahnya sepanjang waktu pada 2007, demikian Pusat Data Es dan Salju AS Es Kutub Utara adalah satu faktor dalam pola cuaca dan iklim global, karena perbedaan antara udara dingin di kedua kutub Bumi dan udara hangat di sekitar Khatulistiwa menggerakkan arus udara dan air, termasuk arus yang memancar. Meteor Jatuh di Wisconsin, AS Jum'at, 16 April 2010, 12:17 WIB

Benda diduga meteor di Wisconsin, Amerika Serikat (AS) (AP Photo/University of Wisconsin-Madison Department of Atmospheric and Oceanic Sciences) VIVAnews - Sebuah pancaran bola api yang diduga meteor jatuh terekam dalam kamera Universitas Wisconsin. Meteor itu membumbung tinggi dan memancarkan sinar sekitar pukul 10 malam waktu setempat. "Pancaran bola api meteor itu juga terlihat di Missouri, Illinois dan Iowa," kata petugas Badan Cuaca, David Sheets, di Davenport, Iowa, Jumat 16 April 2010. Menurut dia, meskipun pancaran itu terlihat dahsyat, hingga kini belum dilaporkan adanya kerusakan akibat jatuhnya meteor itu. Gambar video itu terekam oleh Departemen Atmosfir dan Kelautan, Universitas Wisconsin. Bola api itu melintasi langit Midwestern pada Rabu 13 April malam. Saat terjatuh dilaporkan benda itu menimbulkan getaran dan mengaktifkan alarm yang dimiliki penduduk setempat. 117

Penduduk lokal melaporkan, mereka melihat cahaya bola api yang luar biasa benderang di langit. Tetapi, petugas setempat belum bisa memastikan lokasi jatuh benda itu. "Sebelum benda itu mencapai bumi, benda itu pecah menjadi beberapa bagian kecil," ujar David. Saat benda itu menghujam bumi, sempat terjadi beberapa ledakan sonik. Hingga kini belum bisa dipastikan asal benda itu. Apakah berasal dari hujan meteor yang sedang terjadi di Bumi? Atau berasal dari puing-puing benda langit astronot di atmosfir. (Associated Press) Komet Menakjubkan Hartley 2 akan Dekati Bumi Senin, 4 Oktober 2010 16;00 WIB

INILAH.COM, Jakarta- Komet Hartley 2 yang menakjubkan akan ada dalam posisi yang sangat dekat dengan bumi. Komet ini bahkan bisa dilihat dengan mata telanjang saat langit gelap. Komet yang diperkirakan muncul pada 20 Oktober itu dapat disaksikan dengan mata telanjang. Sebenarnya, kemunculan komet di dekat bumi bukan hal yang jarang terjadi. Setiap tahun, puluhan komet muncul di dekat planet kita. Akan tetapi, objek ini hanya dapat dilihat oleh segelintir orang, setidaknya dengan menggunakan teleskop amatir. Komet sendiri terbentuk dari batuan, air es, gas yang membeku dan pasir. Komet memiliki bentuk yang tidak biasa, karena bobot mereka. Komet terkadang digambarkan sebagai bola salju yang kotor. Namun, studi terbaru menyebutkan bahwa komposisi es seringkali tersembunyi di balik komet. Pesawat luar angkasa Deep Impact akan mendekati Komet Hartley 2 awal November untuk penyelidikan.[ito] Penampakan Komet Hartley 2 di Indonesia Hingga 20 November Kamis, 21 Oktober 2010 15:31 wib

JAKARTA - Komet Hartley 2 ternyata melintasi wilayah Indonesia sejak kemarin (20/10). Komet ini pun akan terus nampak di atas langit Indonesia sampai tanggal 20 November. 118

"Syarat untuk melihat komet ini hanyalah langit yang cerah dan memakai binokuler. Komet Hartley bisa dilihat di langit belahan utara di dekat rasi Bintang Tujuh, waktu terbaik untuk melihat penampakan komet ini adalah waktu sesudah bulan purnama tenggelam, atau sebelum matahari terbit," ujar Thomas Djamaluddin, Profesor Riset Astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ketika diwawancara melalui telefon oleh Okezone, Kamis (21/10/2010). Thomas menjelaskan bahwa proses perjalanan orbit komet Hartley 2 memakan waktu setiap enam setengah tahun sekali. Tanggal 20 Oktober 2010 adalah jarak terdekat komet Hartley dengan Bumi. Sementara tanggal 28 Oktober adalah titik terdekat komet tersebut dengan matahari. Setelah tanggal tersebut, komet Hartley akan kembali menjauh dari matahari. "Kalau masa hidup sebuah komet itu sangatlah panjang. Tergantung dari kondisi kapan materi dari komet tersebut akan habis ketika mengitari orbitnya," tambah Thomas. Komet Hartley 2 ditemukan oleh Malcolm Hartley pada tahun 1986 di Schmidt Telescope Unit in Siding Spring, Australia. Sementara komet Hartley 1 juga ditemukan oleh Malcom Hartley pada 13 June 1985. Komet Hartley 1 terakhir kali dekat dengan bumi adalah pada bulan Mei 1999. Ketika ditanya apakah LAPAN melakukan observasi khusus untuk penampakan komet Hartley 2 ini, Thomas menjawab tidak. Observasi yang dilakukan lebih bersifat perorangan. Serangan Ulat Bulu Raksasa Terus Meluas Rabu, 25 Mei 2011 | 21:30 WIB

K4-11 Sedikitnya 2 hektar tanaman jambu monyet di Kecamatan Semanu diserang ulat bulu berukuran sebesar jari tangan orang dewasa. GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com — Setelah ribuan pohon mete seluas 3 hektar di Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, diserang ulat bulu, kini Dusun Sambeng IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, menyusul diserang. Dari pantauan di lapangan, Rabu (25/5/2011), ulat bulu tersebut seperti yang menyerang di Kecamatan Semanu. Surono (35), warga Dusun Sambeng IV, menjelaskan, serangan ulat bulu terjadi sejak lima hari terakhir. Menurut dia, serangan ulat bulu tergolong cepat dan warga hanya melakukan pemberantasan secara manual dengan membakarnya. "Banyak warga jadi takut melintas jalan yang di pinggirnya tumbuh tanaman mete tersebut mengingat berada di tengah permukiman warga," kata Surono. Sementara serangan ulat di Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, yang menjadi sumber serangan ulat raksasa tersebut, kini semakin merembet ke permukiman warga. Salah satu warga Dusun Mojo, Agus Sunarso (45), mengatakan, sejak hari ini ratusan ulat bulu sudah berada di area pekarangannya yang berjarak sekitar 100 meter dari perkebunan mete yang terserang ulat raksasa berwarna coklat tersebut. "Agaknya memang meluas, Mas, sebab hari kemarin, Selasa (24/05/2011), belum ada di pohon mete saya, tetapi sekarang ada," pungkasnya. 119

Agus Surono menambahkan, serangan ulat bulu sudah ke Dusun Mojo yang terletak tak jauh dari Dusun Semuluh Lor dan Kidul. Candi Bawah Laut Selat Bali Itu Baru Lima Tahun Kamis, 05 Agustus 2010 | 16:14 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar - Pupus sudah harapan Indonesia menemukan peninggalan Atlantis dari Timur. Candi bawah laut yang terdapat di Barat Laut Bali itu ternyata bikinan duo bule: Chris Brown dan Paul Turley. "Baru lima tahun, bukan ratusan tahun," kata Turley, terbahak, Kamis (5/8). Berikut kutipan wawancara Tempo dengan pria Inggris berusia 43 dan beristri warga Bali itu. Bagaimana ide membangun candi bawah laut bisa muncul? Itu sebenarnya ide sahabat saya Chris Brown. Idenya sudah lama, tapi tidak ada dana. Dana baru ada pada 2005 setelah AusAid mau membiayai proyek itu sebagai upaya melestarikan terumbu karang di Bali. Bagaimana cara membangunnya? Di Bali banyak pengrajin yang membuat pura siap angkut. Kami membelinya, buat platform beton, lalu menenggelamkannya ke dasar laut di Pemuteran Bali. Gerbang pura yang gambarnya beredar di internet berada di kedalaman 30 meter, dan patung-patung kecil di kedalaman 15 meter. Kami tidak menyebutnya candi, tapi garden temple (taman pura) Berapa lama mengerjakannya? Bukan kerja yang mudah. Kami butuh 4 bulan untuk membangunnya, dengan melibatkan sampai 10 orang penyelam. Biayanya? Wah, saya tidak enak sama AusAid. Apa gunanya pura di bawah laut? Itu bagian dari PET, Pemuteran Environment and Community Trust. Program donasi untuk melestarikan perairan Pemuteran. Donasi minimum adalah Rp 20 ribu per penyelam dan Rp 10 ribu bagi pengapung (snorkeler). Lokasi temple garden biasa kami gunakan untuk melatih penyelam yang ingin meraih level advance. Berapa banyak pengunjungnya? Saya tidak menghitung. Tapi biasanya tiap akhir pekan saya membawa tamu ke sana. Kenapa baru heboh sekarang? Saya juga tidak tahu. Saya baru tahu kemarin saat tiba di Bali kemarin (Dia sudah 14 tahun tinggal di Bali dan mendirikan dive center Sea Rovers). Saya sih senang, jadi promosi gratis bagi kami. Apakah Anda yang unggah foto di Twitter? Bukan. Tapi foto itu memang foto saya. Saya membuatnya dua tahun lalu dan posting ke situs fotografer bawah laut juga Facebook. Sebenarnya saya pertama memotretnya pada 2005 tapi waktu itu kamera saya jelek. Kenapa pemerintah kebingungan dengan keberadaan pura Anda. Apa Anda tidak memberi tahu mereka? Mereka sudah tahu. Pemerintah Kabupaten Singaraja sudah pernah datang untuk presentasi Program Reef Gardener waktu pura baru jadi pada 2005. 120

Candi di Bawah Laut Selat Bali Bikin Heboh Rabu, 4 Agustus 2010, 15:24 WIB

Gambar candi bawah laut diduga di Selat Bali beredar di twitter (twitter astridyogini) VIVAnews - Foto bangunan candi di bawah laut beredar di situs microblogging twitter. Gambar itu disebut-sebut diambil dari bawah laut Selat Bali. Kendati demikian, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata belum bisa memastikan kebenaran gambar foto candi di bawah laut itu. Rencananya, pertemuan Kementerian dengan si pengambil gambar akan digelar pekan depan. "Ini perlu ditunjukkan kepada ahli telematika," kata Direktur Peninggalan Arkeologi Bawah Air Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Surya Helmi di kantornya, Jakarta, Rabu 4 Agustus 2010. Surya sedikit mencurigai foto candi bawah laut itu. Karena, gambar air yang ditampilkan itu begitu jernih. Surya bahkan sudah melihat gambar ini sejak dua bulan lalu. "Tapi logikanya begini, di darat saja kita jarang mendapatkan candi utuh. Apalagi di laut," kata Surya yang juga mantan Direktur Purbakala dan Permusiuman ini.

Hal senada diungkapkan Direktur Jenderal Kesejarahan dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Hari Oentarto. Menurut Oentarto, arus di bawah laut itu sangat kencang. Bila ada candi di bawah laut, maka kondisinya akan mengalami kerusakan yang signifikan. "Saya meragukan kebenarannya. Kalau terbuat dari batu, itu akan menimbulkan korosi," kata Oentarto. Maka itu, dia mengimbau akan dilakukan penelitian lebih lanjut atas temuan gambar itu. "Apakah itu memang benar candi atau bukan," kata Oentarto di sela pembukaan Pameran Warisan Budaya Bawah Air Indonesia di Museum Nasional ini. Dalam gambar itu terlihat, bangunan seperti gapura candi berdiri tegak. Tampak pula seorang penyelam berada di dekat lokasi. Gambar lainnya, ada candi yang tertutup karang-karang laut. Yang pasti di dekat candi ini ada proyek pembangunan terumbu karang buatan atau rumpon. Bisa jadi, candi ini bagian dari proyek tersebut. (umi) Misteri Candi Bawah Laut Terpecahkan 121

Rabu, 4 Agustus 2010 | 19:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sepanjang hari ini muncul heboh penemuan candi bawah laut yang disebut-sebut berada di antara Laut Jawa dan Bali. Bahkan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata berjanji menurunkan tim untuk mengecek benar-tidaknya kabar tersebut meski sempat meragukan kebenarannya. Namun, misteri candi bawah laut tersebut kini telah terpecahkan. Candi tersebut memang benar ada, tepatnya di daerah Pemuteran, perairan Bali utara. Namun, candi tersebut bukanlah peninggalan arkeologis melainkan candi buatan yang sengaja dibangun di kawasan konservasi terumbu karang. Hal tersebut dikatakan Paul M Turley, pemilik Sea Rover Dive Center yang mengambil foto-foto kontroversial tersebut, seperti dilansir situs the Jakarta Globe. Candi buatan yang diberi nama Taman Pura itu dibangun mulai tahun 2005 pada kedalaman 15-29 meter. Kawasan tersebut merupakan bagian dari proyek konservasi terumbu karang Reef Gardiners yang mendapat dukungan dana dari Australian Agency for International Development (AusAid). Di sana terdapat 10 patung dan sebuah struktur candi yang kini sudah diselimuti karang. Tersambar Petir Tanggal 13 Pk. 13.13 Umur 13 Sabtu, 14 Agustus 2010, 10:18 WIB

Petir dari kawah gunung Eyjafjallajokull, Islandia (AP Photo/ Jon Pall Vilhelmsson) VIVAnews - Banyak orang percaya, angka 13 adalah pembawa sial. Dan tak ada yang bisa membuktikan mitos itu lebih dramatis dari seorang remaja Inggris (namanya tak disebutkan) yang tersambar petir pada Jumat, 13 Agustus 2010, tepat pukul 13.13. Dan boleh percaya boleh tidak, remaja ini juga berumur 13 tahun! Remaja ini dihajar kilat saat menonton Festival Udara Lowestoft Seafront di Inggris. Syukurlah, ia berhasil diselamatkan seorang sukarelawan St. John Ambulance Yang menakjubkan, korban hanya menderita luka bakar ringan dan lalu dirawat di Rumah Sakit James Paget. Rex Clarke, yang memimpin tim St. John Ambulance, menuturkan saat petir menyambar, sepanjang hari itu memang hujan turun dengan lebatnya. "Sore hari, kami melihat kilatan petir besar di atas laut dan mendengar gemuruh dan guntur yang teramat keras," kata dia seperti dimuat laman Daily Mail. "Kami lalu mendapat telepon yang melaporkan seseorang tersambar petir, dan segera mengirim tim ke lokasi, lengkap dengan ambulans." 122

Menurut Clarke, selain remaja itu, ada dua orang lagi yang tersambar petir di lokasi itu. "Ketiganya saat itu memegang payung yang lalu menjelma menjadi konduktor listrik." Clarke sendiri takjub melihat kondisi remaja itu. Menurut pengalamannya sebagai paramedik, tersambar petir adalah kecelakaan serius yang bisa membawa dampak fatal bagi jantung korban. "Namun ketika kami sampai di sana, korban dalam kondisi sadar dan bernafas," katanya, takjub. Clive James, pakar pertolongan pertama St. John Ambulance menjelaskan dampak terberat dari sambaran petir adalah berhentinya detak jantung dan pernafasan dengan seketika. "Jika ini terjadi, beri korban nafas buatan secepatnya dan langsung hubungi ambulans," ia memberi tips. Ditambahkan James, sambaran petir juga bisa menyebabkan luka bakar atau cedera benturan. "Jika korban tidak bisa berjalan, pindahkan ia secepatnya dari lokasi. Sebab, kilat bisa menyambar di tempat yang sama," katanya. (kd) Mengapa kini dubai hampir selalu terselimuti kabut?? Disini Penjelasannya

Ini adalah beberapa foto yang diambil pada Desember 2005 dari tingkat 33 Towers Emirates. Pencakar langit ini benar-benar indah, khususnya dalam kabut. Dubai adalah kota yang indah tetapi kabut membuatnya bahkan lebih misterius dan indah.

123

Berikut adalah video berdurasi 8 menit yang menjelaskan MENGAPA KINI KOTA DUBAI HAMPIR SELALU TERSELIMUTI KABUT?? Dubai sebelumnya sebuah padang pasir gersang dan tandus kini telah berubah menjadi sebuah kota modern. Sarana dan infrastruktur akan dibangun untuk mendukungnya itu. Hampir setiap beberapa bulan akan ada bangunan baru bermunculan. Dubai akan menjadi salah satu kota yang paling modern di dunia abad ke-21 dan telah terbukti. Oarfish [ Ikan Langka Pendeteksi Gempa ] Bencana tsunami besar melanda pantai timur Jepang pada 11 Maret 2011 silam. Bencana itu terjadi setelah sebuah gempa dahsyat dengan kekuatan 8,9 Skala Richter. Sistem keamanan darurat Jepang, saat terjadi tsunami, tampak bekerja dengan bagus memberi peringatan kepada rakyatnya. Namun, tampaknya sistem peringatan dini itu masih kalah cepat dengan peringatan yang disampaikan oleh kelompok ikan oar (oarfish).

124

Tanda-tanda bencana itu, sepertinya telah dirasakan seminggu sebelum kejadian oleh sekelompok oarfish. Kawanan ikan itu ditemukan terdampar di pantai Jepang, seminggu sebelum tsunami menyapu kawasan pantai timur Jepang. Kejadian itu, dituliskan oleh laman dailyonigiri.com. Laman itu menuliskan, seminggu sebelum terjadinya gempa besar dan tsunami itu, ditemukan banyak oarfish yang tersapu di daratan pantai Jepang dan sebagian tersangkut di jaring nelayan. Sebelumnya, laman The Telegraph juga pernah memuat artikel tentang oarfish yang muncul ke permukaan sebelum terjadi gempa besar di Cili dan Haiti pada 2010 silam.

Yang menarik, Oarfish ini diduga bisa mendeteksi terjadinya gempa besar. Mengapa demikian? Oarfish biasanya tinggal di laut dengan kedalaman 1 km (lebih dari 3.000 kaki). Jenis ikan ini sangat jarang ditemukan hidup di laut dengan kedalaman kurang dari 200 meter dari permukaan laut. Ikan ini bisa tumbuh dengan panjang lebih kurang 17 meter (56 kaki). Menurut kebiasaan kuno Jepang, ikan ini berenang ke permukaan dan pantai sebagai pertanda datangnya gempa bumi. Selain itu, juga terdapat teori ilmiah yang mengatakan binatang lebih sensitif bergerak ke permukaan dari pada manusia. Beberapa ilmuan percaya ikan yang hidup di laut dalam sangat sensitif terhadap gerakan bumi dan biasanya selalu mendahului terjadinya gempa bumi. Meski demikian, kebanyakan ahli gempa tidak melihat hubungan ilmiah antara fenomena oarfish dengan gempa bumi. Tapi, apakah mungkin ikan-ikan itu mengetahui apa yang terjadi di bawah permukaan? Pada zaman kuno, ketika belum memiliki peralatan yang canggih, orang-orang Jepang mempercayai beberapa ikan, terutama lele, sebagai pertanda akan terjadinya bencana gempa. Bencana tsunami besar melanda pantai timur Jepang pada 11 Maret 2011 silam. Bencana itu terjadi setelah sebuah gempa dahsyat dengan kekuatan 8,9 Skala Richter. Sistem keamanan darurat Jepang, saat terjadi tsunami, tampak bekerja dengan bagus memberi peringatan kepada rakyatnya. Namun, tampaknya sistem peringatan dini itu masih kalah cepat dengan peringatan yang disampaikan oleh kelompok ikan oar (oarfish). Oarfish termasuk ke dalam family Regalecidae yang memiliki empat spesies. Salah satu spesies, Regalecus Glesne, pernah masuk ke dalam Guinnes Book of World Record karena pernah ditemukan seekor yang hidup dengan panjang 125

tubuh hingga mencapai 11 meter (36 kaki). Tanda-tanda bencana gempa, sepertinya telah dirasakan seminggu sebelum kejadian oleh sekelompok oarfish. Kawanan ikan itu ditemukan terdampar di pantai Jepang, seminggu sebelum tsunami menyapu kawasan pantai timur Jepang. Kejadian itu, dituliskan oleh laman dailyonigiri.com. Laman itu menuliskan, seminggu sebelum terjadinya gempa besar dan tsunami itu, ditemukan banyak oarfish yang tersapu di daratan pantai Jepang dan sebagian tersangkut di jaring nelayan. Sebelumnya, laman The Telegraph juga pernah memuat artikel tentang oarfish yang muncul ke permukaan sebelum terjadi gempa besar di Cili dan Haiti pada 2010 silam Yang menarik, Oarfish ini diduga bisa mendeteksi terjadinya gempa besar. Mengapa demikian? Oarfish biasanya tinggal di laut dengan kedalaman 1 km (lebih dari 3.000 kaki). Jenis ikan ini sangat jarang ditemukan hidup di laut dengan kedalaman kurang dari 200 meter dari permukaan laut. Ikan ini bisa tumbuh dengan panjang lebih kurang 17 meter (56 kaki). Menurut kebiasaan kuno Jepang, ikan ini berenang ke permukaan dan pantai sebagai pertanda datangnya gempa bumi. Selain itu, juga terdapat teori ilmiah yang mengatakan binatang lebih sensitif bergerak ke permukaan dari pada manusia. Beberapa ilmuan percaya ikan yang hidup di laut dalam sangat sensitif terhadap gerakan bumi dan biasanya selalu mendahului terjadinya gempa bumi. Meski demikian, kebanyakan ahli gempa tidak melihat hubungan ilmiah antara fenomena oarfish dengan gempa bumi. Tapi, apakah mungkin ikan-ikan itu mengetahui apa yang terjadi di bawah permukaan? Pada zaman kuno, ketika belum memiliki peralatan yang canggih, orang-orang Jepang mempercayai beberapa ikan, terutama lele, sebagai pertanda akan terjadinya bencana gempa. Gravity Hill di Gunung Kelud

Fenomena alam gravity hill di Indonesia ditemukan di Gunung Kelud Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Masyarakat lebih mengenalnya sebagai The Mysterious Road. Jalan ini memang tak beda dengan yang ada di Jeju Island, Korea dan Arab Saudi. Mysterious road merupakan sebuah jalan misteri sepanjang kurang lebih 100 meter. Kawasan tersebut berada pada lereng Gunung Kelud. Menurut pengalaman banyak orang yang telah datang membuktikan gravity hill di kawasan tersebut, bila kita mengendarai kendaraan dengan mesin tetap hidup dan perseneling netral, maka kendaraan akan jalan sendiri. Bila kita menuju ke arah puncak Gunung Kelud dan jika berhenti di mysterious road, maka mobil akan mundur dengan sendirinya. Begitu pula bila dari puncak Gunung Kelud, maka mobil akan bergerak ke depan. Untuk menandakan fenomena tersebut, sudah dipasang banner jadi pengunjung yang ingin membuktikan kebenarannya tidak terlewatkan. Di tempat ini terjadi pembangkangan Hukum Gravitasi (gravitasi terbalik). Jalan ini tidak datar (jalan naik) yang seharusnya kendaraan akan mundur jika diparkir dan tidak diganjal. Tetapi ternyata tidak, kendaraan akan menanjak (naik) ketika mesin kendaraan tersebut dimatikan. Fenomena The Mysterious Road Gunung Kelud hampir mirip dengan Jabal Manget di kota Madinah, Arab Saudi. Keajaiban Jabal Magnet itu terasa dari adanya tarikan ―medan magnet‖ (daya tarik bumi) saat meninggalkan dari 126

kawasan bukit tersebut, karena mobil akan melaju kencang dengan sendirinya dalam kecepatan 120 kilometer/jam, walaupun mesin mobil dimatikan. Keajaiban ―Tanah Suci‖ itu hanya berlangsung sejauh 2-3 kilometer dari arah meninggalkan ―Jabal Magnet‖. Namun, saat datang ke lokasi itu justru sebaliknya yakni mengalami dorongan berat untuk tiba di lokasi itu. Fenomena yang sama juga terjadi di pangkuan pegunungan salju Himalaya dan Silver Valley, Ladakh di India memiliki magnetic hill (bukit magnetik) dimana kendaraan bisa bergerak naik bukit yang curam, bahkan dengan kontak pada posisi off. Magnetic hill atau gravity hill terletak pada jarak 30 kilometer dari ibukota Leh, dan terletak di jalan raya nasional Leh-Kargil-Baltik, pada ketinggian 14.000 meter di atas permukaan laut. Menurut penjelasan pemandu wisata di gunung tersebut, peristiwa di The Mysterious Road terjadi tiba-tiba tanpa diketahui waktunya. Konon, peristiwa gravitasi naik (gravity hill) disebabkan akibat medan magnet. Namun beberapa sumber dari masyarakat setempat menyebutkan kejadian tersebut ulah dari jin penunggu Gunung Kelud. (bly) Kalender Astronomi Tahun 2012

-Transit Venus, Salah Satu Fenomena Astronomis Tahun 2012Kiranya apa saja peristiwa atau fenomena astronomis di tahun 2012? Tentunya para pecinta astronomi tidak ingin terlewat satu pun kejadian-kejadian menarik bahkan spektakuler di tahun 2012 hanya karena "Kekurangan informasi". Oleh karena itu, kami berinisiatif mempublikasi tulisan "Kalender Astronomi Tahun 2012" yang dapat menjadi referensi peristiwa apa saja yang akan terjadi nanti sepanjang tahun 2012. Berikut persembahan kami, Catatan: Tulisan berwarna merah berarti peristiwa tersebut tidak dapat diamati di Indonesia. Tulisan berwarna kuning kecokelatan berarti tidak dapat diamati dengan mata langsung, sehingga diperlukan alat bantu seperti teleskop atau binokuler. Tulisan berwarna hitam berareti peristiwa tersebut bisa diamati di Indonesia tanpa alat bantu apapun. Kalender Astronomi Tahun 2012 Januari 04 Januari 2012: Puncak Hujan Meteor Quadrantids Pada 28 Desember 2011 hingga 12 Januari 2012 Bumi akan melintasi daerah puing-puing asteroid 2003 EH1 yang mengakibatkan terjadinya hujan meteor Quadrantids. Pada puncaknya diperkirakan 120 meteor akan jatuh tiap jamnya dengan radian rasi Bootes di timur laut waktu dini hari. 05 Januari 2012: Bumi di Perihelion Dalam orbit berbentuk elips, Bumi akan berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari sejauh 0.9833 AU.

127

09 Januari 2012: Bulan Purnama 23 Januari 2012: Bulan Baru Februari 08 Februari 2012: Bulan Purnama 22 Februari 2012: Bulan Baru Maret 04 Maret 2012: Oposisi Mars Suatu konfigurasi dimana Matahari-Bumi-Mars akan berurut yang juga berarti Mars akan berada pada jarak terdekatnya (0.6741 AU) dari Bumi. Oleh karena itu saat ini adalah waktu terbaik mengamati planet "kemerahmerahan" Mars dengan atau tanpa alat bantu. Jika diamati dengan mata telanjang, Mars akan terlihat seperti bintang merah terang yang terlihat sepanjang malam. 05 Maret 2012: Merkurius Elongasi Timur Merkurius dengan ketinggian 18.2° teramati pada langit sebelah barat saat Matahari terbenam. 08 Maret 2012: Bulan Purnama 14 Maret 2012: Konjungsi Venus dan Jupiter Bagaimana jika 2 planet yang sama-sama terlihat bagai bintang putih terang berdampingan di langit barat waktu Matahari terbenam? Nantikan konjungsi Venus dan Jupiter yang berjarak hanya 3°. 20 Maret 2012: Maret Equinox Matahari akan bersinar tepat di perpotongan ekliptik dan ekuator dimana seluruh belahan Bumi akan memiliki lama waktu siang dan malam hampir sama. Hari ini juga akan menjadi awal musim semi (vernal equinox) di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim gugur (autumnal equinox) di belahan Bumi Selatan. 22 Maret 2012: Bulan Baru 27 Maret 2012: Venus Elongasi Timur Langit senja akan dihiasi oleh Venus sang bintang kejora dengan ketinggian 46° dari horison barat tepat ketika Matahari terbenam April 07 April 2012: Bulan Purnama 16 April 2012: Saturnus Oposisi Saturnus akan terlihat bagai bintang putih terang yang terlihat sepanjang malam pada jarak terdekatnya (8.7196 AU) dari Bumi. Karenanya saat ini lah waktu terbaik mengamati Saturnus dengan atau tanpa alat bantu. 18 April 2012: Merkurius Elongasi Barat Merkurius nampak di langit timur saat matahari terbit dengan ketinggian 27.5°. 21 April 2012: Bulan Baru 22 April 2012: Hujan Meteor Lyrids Serpihan-serpihan kecil dari komet Thatcher akan menghujam Bumi dari arah rasi Lyra di langit utara sejak 16 sampai 26 April. Ketika puncaknya nanti 22 April 2012, diperkirakan akan ada 20-an meteor yang melintas tiap jamnya. Pengamatan meteor Lyrids kali ini akan didukung langit yang gelap karena Bulan sedang dalam fase bulan baru. 128

Mei 05 Mei 2012: Puncak Hujan Meteor Eta Aquarids Meteor yang berasal dari serpihan komet Halley akan terlihat antara tanggal 19 April hingga 28 Mei. Sekitar 60 meteor tiap jamnya akan berjatuhan ketika puncaknya. Sayangnya langit yang terang benderang karena Bulan purnama akan membuat meteor "Malu-malu" untuk dilihat. 06 Mei 2012: Bulan Purnama 21 Mei 2012: Bulan Baru 21 Mei 2012: Gerhana Matahari Sebagian Suatu peristiwa dimana sebagian piringan Bulan akan menutupi sebagian piringan Matahari, sehingga Matahari akan terlihat sabit. Gerhana melintas Cina selatan, ke timur melalui Jepang, Samudera Pasifik bagian utara, dan ke Amerika Serikat bagian barat. 28 Mei 2012: Istiwa' Adhom Peristiwa dimana Matahari transit atau tepat berada di atas ka‘bah. Peristiwa ini dapat difungsikan untuk meluruskan arah kiblat bagi kaum muslim. Peristiwa ini akan terulang pada tanggal 16 Juli 2012. Juni 04 Juni 2012: Gerhana Bulan Sebagian Sepertiga wajah Bulan akan tertutupi bayangan umbra Bumi pada pukul 16:03 WIB. Peristiwa Gerhana Bulan Sebagian ini akan terlihat di sebagian besar Asia, Australia, Samudra Pasifik, dan Amerika. 04 Juni 2012: Bulan Purnama 06 Juni 2012: Transit Venus Suatu kejadian langka dimana Venus melintas di depan piringan Matahari. Teramati dari Pasifik barat, timur Asia dan Australia timur pukul 08:28 WIB. Kejadian ini terakhir teramati pada 8 Juni 2004 dan baru akan terjadi lagi pada 11 Desember 2117. Pengamatannya diharuskan menggunakan alat bantu seperti teleskop berfilter. 19 Juni 2012: Bulan Baru 21 Juni 2012: Solstice Juni Kutub Utara Bumi akan mengarah ke Matahari dengan posisi paling Utara di langit sehingga Matahari berada pada titik balik utara (Tropic of Cancer) dengan deklinasi +23,44°. Peristiwa ini menandai awal musim panas di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim dingin di belahan Bumi Selatan. Juli 01 Juli 2012: Merkurius Elongasi Timur Merkurius akan menghiasi langit senja dengan ketinggian 25.7° di ufuk barat. 04 Juli 2012: Bulan Purnama 05 Juli 2012: Bumi di Aphelion Kebalikan dari perihelion, dimana Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari terhitung 1.0167 AU. 16 Juli 2012: Istiwa' Adhom Kali kedua dalam tahun ini dimana Matahari transit atau tepat berada di atas ka‘bah. Peristiwa ini dapat difungsikan untuk meluruskan arah kiblat bagi kaum muslim. 129

19 Juli 2012: Bulan Baru 28 Juli 2012: Puncak Hujan Meteor Southern Delta Aquarids Kali ini rasi Aquarius menjadi radian hujan meteor yang berasal dari pecahan komet Marsden dan Kracht Sungrazing sejak 18 Juli hingga 18 Agustus. Cukup arahkan kedua mata ke langit timur waktu dini hari, 20 an meteor tiap jam diperkirakan terlihat pada puncaknya. Agustus 02 Agustus 2012: Bulan Purnama 12 Agustus 2012: Okultasi Jupiter Bagaimana jika Jupiter tertutupi oleh piringan Bulan untuk sejenak? Jangan lewatkan "Gerhana" Jupiter yang dapat teramati di seluruh Indonesia. 12 Agustus 2012: Puncak Hujan Meteor Perseids Sejak 17 Juli hingga 24 Agustus sebelum fajar, rasi Perseus di langit utara menjadi pusat hujan meteor yang berasal dari serpihan komet Swift-Tuttle. Sekitar 90 meteor tiap jam diperkirakan akan melintas di langit gelap berhias Bulan sabit tatkala puncaknya selepas tengah malam hingga fajar tiba. 15 Agustus 2011: Venus Elongasi Barat Nikmati pemandangan matahari terbit dihiasi Venus sang bintang kejora setinggi 45.8° di langit timur. 16 Agustus 2012: Merkurius Elongasi Barat Seakan menemani Venus, Merkurius juga akan berelongasi barat dan terlihat di langit timur ketika matahari terbit dengan ketinggian 18.7°. 17 Agustus 2012: Bulan Baru 24 Agustus 2012: Oposisi Neptunus Neptunus akan berada pada jarak terdekatnya (28.9840 AU) dari Bumi. Meski akan lebih terang di banding biasanya, namun tetap dibutuhkan alat bantu seperti teleskop untuk mengamati. 31 Agustus 2012: Bulan Purnama September 16 September 2012: Bulan Baru 22 September 2012: Equinox September Matahari akan bersinar tepat di perpotongan ekliptik dan ekuator. Kala itu lama waktu siang dan malam dalam waktu di seluruh dunia yang hampir sama. Hari ini juga akan menjadi awal musim gugur (autumnal equinox) di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim semi (vernal equinox) di belahan Bumi Selatan. 29 September 2012: Oposisi Uranus Uranus berada pada titik terdekatnya (19.0614 AU) dari Bumi. Meski sangat redup, Uranus masih mungkin diamati tanpa alat bantu dengan langit yang sangat gelap. 30 September 2012: Bulan Purnama Oktober

130

15 Oktober 2012: Bulan Baru 21 Oktober 2012: Puncak Hujan Meteor Orionids Rasi Orion sang pemburu akan menjadi radian dari meteor Orionids sejak 15 hingga 29 Oktober. Berasal dari serpihan komet Halley, sekitar 20 meteor akan menghiasi langit pada puncaknya. Bulan fase kuartir awal memberi kesempatan untuk dilakukannya pengamatan lepas tengah malam. 27 Oktober 2012: Merkurius Elongasi Timur Merkurius dengan tinggi 24.1° dari horison barat akan terlihat ketika Matahari terbenam. 30 Oktober 2012: Bulan Purnama November 14 November 2012: Bulan Baru 14 November 2012: Gerhana Matahari Total Ketika Matahari-Bulan-Bumi berada dalam satu garis lurus dan piringan Bulan lebih besar dari piringan Matahari, terjadilah suatu peristiwa Gerhana Matahari Total. Di akhir tahun 2012, peristiwa tersebut akan teramati di bagian utara Australia dan Samudra Pasifik bagian selatan dengan waktu puncaknya pada 05:12 WIB. 17 November 2012: Puncak Hujan Meteor Leonids Dini hari diarah langit timur sekitar rasi Leo terbentang puing-puing komet 55p/Tempel-Tuttle sejak 6 hingga 30 November. Kemudian puing-puing tersebut akan menghujam Bumi sebagai meteor sebanyak 15 an meteor tiap jam waktu puncaknya. 28 November 2012: Gerhana Bulan Penumbral Seluruh bagian Bulan akan berada dalam bayangan penumbra Bumi pukul 21:32 WIB. Ketika itu Bulan akan terlihat sedikit meredup seakan tidak terjadi gerhana. Gerhana kali ini akan terlihat di sebagian besar Eropa, Timur Afrika, Asia, Australia, Samudra Pasifik, dan Amerika Utara. 28 November 2012: Bulan Purnama Desember 03 Desember 2012: Oposisi Jupiter Planet termasif di tata surya akan berada pada jarat terdekat (4.0689 AU) dari Bumi. Saat ini lah waktu yang paling tepat mengamati Jupiter dengan atau tanpa alat bantu. Jika dilihat langsung, Jupiter akan terlihat sebagai bintang putih terang yang menghiasi langit sepanjang malam. 05 Desember 2012: Merkurius Elongasi Barat Ketika Matahari terbit, Merkurius akan menghiasi langit timur dengan ketinggian 20.6°. 13 Desember 2012: Bulan Baru 14 Desember 2012: Puncak Hujan Meteor Geminids Dengan hipotesis bahwa asteroids 3200 Phaethon mengemisikan debu ketika mengorbit Matahari, terjadilah hujan meteor Geminids sejak 7 hingga 17 Desember. Dari rasi Gemini, diperkirakan akan melintas 120 meteor tiap jam saat puncaknya. Fase Bulan baru kian mendukung pengamatan dengan langit yang gelap tahun ini. 21 Desember 2012: Solstice Desember

131

Kutub Selatan Bumi akan condong ke arah Matahari sehingga Matahari berada pada titik balik selatan (Tropic of Capricorn) dengan deklinasi -23,44°. Peristiwa ini menandai awal musim dingin (winter solstice) di belahan Bumi Utara dan awal musim panas (summer solstice) di belahan Bumi Selatan. 28 Desember 2012: Bulan Purnama Situs referensi: http://eclipse.gsfc.nasa.gov/skycal/skycal.html http://www.pyxis.astronomy.com.ph/calendar/ http://www.seasky.org/ Apa Istimewanya Supermoon 2012 TEMPO.CO , :-Bulan purnama terbesar pada 2012, yang terjadi pada Minggu 6 Mei 2012 dinihari kemarin. Dijuluki supermoon karena bulan tampak 14 persen lebih besar daripada biasanya. Bulan juga terlihat 16 persen lebih terang daripada bulan purnama biasa. Fenomena itu muncul karena bulan purnama terjadi pada saat bulan berada pada titik terdekatnya dengan bumi. Titik terdekatnya, yang disebut perigee, menempatkan bulan pada jarak 356.955 kilometer dari bumi. Robert Massey dari Royal Astronomical Society di Inggris mengatakan ukuran bulan yang bertambah besar mungkin akan tampak lebih jelas daripada peningkatan kecemerlangannya. "Mata sangat hebat dalam melakukan kompensasi perubahan tingkat kecemerlangan sehingga Anda nyaris tidak menyadarinya," ujarnya. Bulan akan tampak amat besar ketika terbit. Para ilmuwan belum mengetahui apa penyebabnya, tapi satelit bumi itu tampak lebih besar ketika dia berada di dekat cakrawala. Ilusi ini, menurut para pakar, dapat dijelaskan dengan memegang pensil atau karet penghapus dengan lengan terentang dan membandingkan ukurannya dengan bulan ketika terbit. Lakukan hal yang sama pada malam hari ketika bulan berada di atas kepala kita. Ukurannya akan sama. Supermoon 2012, Mengintip Cantiknya Bulan Saat Dekat Dengan Bumi Sabtu malam tanggal 5/05/12 kemarin ada sebuah fenomena alam yang jarang terjadi di langit Bumi, yaitu Supermoon atau Lunar perigee. Disaat tersebut, bulan yang purnama akan nampak lebih cantik dan besar dari pada biasanya, sebab jarak bulan lebih mendekat ke planet Bumi. Para ahli mengatakan bahwa saat supermoon terjadi, ukuran penampakan bulan akan lebih besar 14% dan kecerahannya 30% lebih cerah. Jarak bulan saat fenomena itu terjadi adalah 221.802 mil dari bumi, sekitar 15.300 mil lebih dekat dari rata-rata. Hal tersebut terjadi karena bulan melintasi Bumi dalam orbit elips, bukan melingkar sempurna. Walaupun demikian, memang perubahan ukuran dan kecerahan tersebut tidak akan nampak terlalu mencolok jika dilihat dengan mata telanjang, kata Dr Robert Massey, dari the Royal Astronomical Society seperti dilansir Dailymail. Setelah mencapai titik orbit terdekat, barulah bulan purnama nampak sedikit terlihat perubahannya. Para ahli pun membantah mitos yang mengatakan bahwa saat supermoon terjadi, kemungkinan akan mempengaruhi otak manusia hingga banyak kejahatan yang akan terjadi. Bencana alam pun tidak terjadi sebab pengaruh dari supermoon, seperti isu yang beredar di kalangan masyarakat. Jadi sebaiknya dinikmati saja fenomena langka ini, sebagai mana yang nampak pada foto-foto supermoon dari berbagai negara di Eropa ini.

Jangan Lewatkan Fenomena Supermoon 6 Mei 2012 132

Sebentar malam Bumi berada pada titik terdekat dengan bulan sejak 1992. Hal itu menjadi kesempatan mengambil foto untuk para astronom amatir. Tahun lalu tepatnya 19 Maret 2011 juga terjadi Fenomena Supermoon atau "titik lintasan bulan", adalah saat itu bulan melintas hanya 231.567 mil (357.577 kilometer) dari planet kita, dan Hari ini 6 Mei 2012 para ahli astronomi meramalkan bahwa bulan akan berada pada posisi 221.802 mil atau 356.955 kilometer dari bumi. Dengan kata lain, dengan lintasan posisi ini, bulan berada dalam posisi paling dekat dengan bumi dibandingkan dengan fenomena Supermoon di tahun-tahun sebelumnya. Para penganut teori konspirasi menyebutkan Supermoon bisa menyebabkan Moonageddon atau bencana besar, seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi. Supermoon sebelumnya terjadi 1955, 1974, 1992,2005 dan 2011. Di tahun tersebut ada peristiwa cuaca ekstrim atau bencana alam. Tsunami yang membunuh ratusan ribu orang di Indonesia juga terjadi dua minggu sebelum Supermoon pada Januari 2005. Kemudian, pada Natal 1974, topan Tracy menghancurkan Darwin, Australia. Pada hari Jumat (11/3) minggu lalu, banyak ahli yang menhubungkan bencana gempa bumi 8,9 skala richter di Jepang. Gempa besar yang disusul tsunami 10 meter tersebut merenggut delapan nyawa.Dan Fenomena Supermoon 2011 banyak dihubungkan dengan meletusnya Gunung Karangetang? Namun Pete Whaler, ilmuwan dari International Centre for Radio Astronomy tak percaya hal tersebut. "Tidak akan ada gempa bumi atau letusan gunung berapi kecuali karena memang itu sudah ditakdirkan Oleh-Nya," kata dia. (Saya juga sepaham dengan hal ini) Pernyataan Whaller didukung oleh astronom Australia, Simon O'Toole. "Menurut saya, kemungkinan terjadi bencana akibat Supermoon sama seperti kemungkinan dunia akan kiamat pada 21 Desember akhir tahun ini," kata dia. Astrolog Amerika Serikat, Richard Nolle berbeda pendapat. Menurut dia, percaya atau tidak, faktanya, Supermoon terkait beberapa bencana besar yang terjadi. "Cuaca ekstrim, gempa bumi, badai besar," kata Nolle kepada Radio ABC. Nolle juga mengatakan fenomena Supermoon yang akan terjadi pekan depan dengan gempa besar di Christchurch, Selandia Baru pada 22 Februari lalu. Dia juga menghubungkan dengan gempa bumi di Turkmenistan pada 1948, erupsi Gunung Pinatubo di Filipina pada 1991 dan badai Katrina pada 2005 di Amerika Serikat. ''Tiada suatu musibahpun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirmu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya, sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan kepadamu dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri'' (Q.S.Al-Hadid:22-23) Mitos di Seputar Supermoon

133

Bulan purnama terbesar pada 2012 atau supermoon tampak menghiasi langit pada Sabtu lalu. Penampakan bulan yang dikatakan lebih terang dan besar ketimbang normal itu bukan tanpa mitos. Diwartakan Live Science, Minggu (6/5/2012), istilah supermoon digunakan untuk menamai bulan purnama yang terjadi ketika orbit noncircular-nya sedang berada di titik terdekat Bumi. Keadaan tersebut membuat bulan berada sekira 221,802 mil (356.955 kilometer) jauhnya dari Bumi. Supermoon tidak hanya lebih terang, tapi juga membawa beberapa fakta dan mitos di balik penampakannya. Berikut adalah beberapa hal menarik mengenai fakta dan mitos tersebut. 1. Supermoon akan tampak besar seiring naik ke atas langit. Para ilmuwan belum mengetahui alasannya, tapi supermoon tampak lebih besar saat berada di dekat horizon. Menurut para ilmuwan, ini merupakan ilusi Bulan dalam pikiran kita. Cara membuktikannya adalah dengan membandingkannya pada penghapus atau benda-benda kecil lain. Pegang benda tersebut di tangan dan bandingkan dengan ukuran Bulan seiring kenaikannya. Lakukan lagi hal serupa di tengah malam saat Bulan telah di posisi tertingginya. Ukuran Bulan tidak akan berubah. 2. Supermoon tidak akan menghancurkan Bumi. Ada tarikan gravitasi ketika Bulan mendekat. Tapi meskipun Bumi, Bulan dan Matahari berjajar satu garis serta memicu purnama, supermoon tetap tidak akan menghancurkan Bumi. ―Bulan dan Matahari memang sedikit menekan Bumi. Dengan memperhatikan baik-baik saat mereka sedang sejajar akan tampak aktivitas tektonik mengalami peningkatan sangat kecil,‖ terang seismolog dari University of Washington, John Vidale. 3. Cahaya supermoon lebih terang dari badai meteor. Badai meteor tahunan Eta Aquarid mencapai puncaknya di akhir pekan ini. Tapi supermoon akan membuatnya tidak terlihat, kecuali meteor yang paling terang. 4. Beberapa gambar Bulan purnama yang sangat besar merupakan tipuan fotografi. Mungkin Anda pernah melihat foto Bulan purnama yang sangat besar bertengger di balik gunung atau pepohonan. Ini adalah efek yang dibuat menggunakan lensa telephoto atau teleskop. Badai Petir Sepanjang 10.600 Mil Muncul di Saturnus July 9 2011 by PR/IM

OXFORD,.- Sebuah badai petir besar tampak di permukaan planet Saturnus, badai yang lebih mematikan daripada di Bumi ini telah diamati secara rinci, dan belum pernah terjadi sebelumnya. Bintik Putih Besar (Great White Spot – GWS) ini terdiri dari awan amonia putih terang dan membentang sepanjang 10.600 mil. Berdasarkan emisi gelombang radionya, menurut para ilmuwan, petir Saturnus ini 10.000 kali lebih kuat dari petir yang terjadi di Bumi. Juga terjadi pada kecepatan yang luar biasa, memuncak pada sepuluh petir per detik. Badai ini terjadi sekali dalam setiap 30 tahun di Bumi. Lima peristiwa tersebut telah didokumentasikan dalam 130 tahun terakhir. 134

Pesawat ruang angkasa NASA Cassini, dan teleskop di Bumi telah menyelidiki badai petir raksasa ini selama sekitar dua bulan, dan hasil penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal ―Nature‖, baru-baru ini. Keistimewaan Gerhana Matahari Cincin 2012 TEMPO.CO , Jakarta - Gerhana matahari cincin yang terjadi pada Senin, 21 Mei 2012, merupakan peristiwa yang unik dan menyita perhatian publik. Gerhana ini melintasi dua benua besar dan sebuah lautan raksasa. Pendiri komunitas astronomi Langit Selatan yang bermarkas di Bandung, Avivah Yamani, mengatakan gerhana cincin kali ini terlihat dari negara-negara berpenduduk besar, yaitu Cina, Jepang, dan Amerika Serikat. Dari negara-negara yang melek teknologi ini gerhana disebarkan ke seluruh dunia melalui berbagai media komunikasi. "Gerhana melintasi dua benua, Asia dan Amerika, dan satu lautan yaitu Samudera Pasifik," kata dia saat dihubungi pada Selasa, 22 Mei 2012. Saat melintasi Samudera Pasifik, gerhana juga mengalami loncatan waktu. Gerhana pertama kali disaksikan di Asia pada 21 Mei 2012, kemudian berakhir di Amerika pada 20 Mei 2012. Loncatan waktu ini, kata dia, wajar terjadi karena terdapat garis penanggalan internasional yang membelah Samudera Pasifik menjadi dua bagian. Siapa pun yang menyeberangi garis imajiner ini, termasuk lintasan gerhana, akan mengalami pergantian hari yang drastis. Loncatan waktu ini murni masalah kesepakatan dunia internasional. Pelintas tak akan merasakan perubahan yang nyata kecuali harus mengatur ulang kalender mereka. Keunikan lain gerhana matahari kali ini terjadi di Jepang. Di negara ini gerhana matahari cincin terakhir teramati secara luas pada 1839. Masyarakat Jepang sangat antusias memantau gerhana kali ini karena terakhir kali cincin cahaya terlihat oleh buyut mereka sekitar 173 tahun lampau. Indonesia sendiri terakhir kali mengalami gerhana matahari cincin pada 26 Januari 2009. Ketika itu cincin cahaya bisa disaksikan dari berbagai kota seperti Bandar Lampung, Jakarta, dan Pontianak. Durasi gerhana matahari cincin ketika itu termasuk lama, yaitu mencapai 8 menit. Gerhana cincin kemarin hanya berdurasi 6 menit. Gerhana matahari selalu terjadi setiap tahun, tapi menyinggahi daerah berbeda di muka Bumi. Ahli astronomi mengetahui geometri matahari, Bumi, dan bulan selalu kembali ke posisi yang sama setiap 18 tahun sekali. Perulangan ini dikenal sebagai siklus saros. Gerhana matahari cincin kali ini tercatat sebagai siklus saros ke-33 dalam siklus saros 128. Tahun ini gerhana matahari akan kembali terjadi pada 13 November mendatang. Ketika itu gerhana matahari total bisa dilihat dari pulau-pulau di tengah Samudera Pasifik. Apa Istimewanya Gerhana Matahari Cincin bagi Warga Jepang? TEMPO.CO , Jakarta - Gerhana matahari cincin yang terjadi kemarin mendatangkan kegembiraan bagi orang Jepang. Fenomena langit seperti ini terakhir kali dilihat oleh buyut orang Jepang. "Terakhir kali seluruh Jepang melihat gerhana matahari cincin pada 1839," kata pendiri komunitas astronomi Langit Selatan, Avivah Yamani, saat dihubungi pada Selasa, 22 Juni 2012. Antusiasme masyarakat menyaksikan gerhana matahari cincin menjadi kenyataan. Situs Japantimes menyebutkan penduduk Osaka, Nagoya, dan Tokyo memadati setiap sudut kota di pagi hari. Dengan kacamata penapis cahaya, mereka menyaksikan proses masuknya bulan ke dalam piringan matahari hingga membentuk cincin cahaya. Di Jepang, gerhana terjadi sejak pukul 06.00. Bentuk cincin terjadi sekitar 1,5 jam kemudian. Di Tokyo, penduduk menyaksikan cincin cahaya selama hampir 6 menit, sebuah fenomena yang terakhir kali terlihat di kota ini 173 tahun lalu. "Menakjubkan sekali matahari bisa muncul hari ini. Sangat indah dan pantas dinikmati," ujar Fumie Maeda, perempuan berusia 40-an yang datang dari Provinsi Toyama ke Tokyo untuk menyaksikan gerhana. Gerhana matahari selalu terjadi setiap tahun tapi menyinggahi daerah berbeda di muka bumi. Ahli astronomi 135

mengetahui geometri matahari, Bumi, dan bulan selalu kembali ke posisi yang sama setiap 18 tahun sekali. Perulangan ini dikenal sebagai siklus saros. Gerhana matahari cincin kali ini tercatat sebagai siklus saros ke-33 dalam siklus saros 128. Tahun ini gerhana matahari akan kembali terjadi pada 13 November. Ketika itu gerhana bisa dilihat dari pulau-pulau di tengah Samudera Pasifik. 21 Mei, Gerhana Matahari Pertama di 2012 Minggu, 20/05/2012 23:35 WIB

Gerhana matahari cincin (Reuters/Beawiharta) Jakarta Senin, (21/5/2012) akan menjadi gerhana matahari pertama di tahun 2012 ini. Fenomena alam ini akan terjadi sejak matahari terbit mulai dari wilayah Cina hingga berakhir di Amerika Serikat. Gerhana matahari tidak akan terjadi secara penuh, namun yang terjadi adalah gerhana matahari cincin. "Bulan menutupi matahari karena bulan berada di posisi terjauh. Ukuran bulan lebih kecil daripada matahari, ketika piringan bulan menutupi matahari maka akan terbentuk cahaya seperti cincin, di mana tengah gelap tapi tepinya cemerlang," terang Deputi sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin saat berbincang dengan detikcom, Minggu (20/5/2012) malam. Fenomena ini tidak bisa diikuti di semua wilayah di bumi. Untuk melihatnya secara utuh, maka kita perlu mendatangi wilayah lautan pasifik di sebelah utara. Wah! "Mulai Cina, Jepang, lautan pasifik, dan terakhir Amerika. Mereka bisa lihat gerhana matahari cincin, Jadi bermula dari Cina dan Asia Timur termasuk Indonesia bagian timur," ujar Thomas. Gerhana matahari cincin ini akan dimulai ketika matahari terbit di Cina, waktu setempat pada Senin (21/5/2012) dan diakhiri ketika matahari terbenam di Amerika Serikat, waktu setempat yakni hari Minggu (20/5/2012). "Dimulai dari Cina, Jepang, Pasifik utara, selatan lagi, sampai matahari mau terbenam di Amerika Serikat. Puncak gerhana di lautan pasifik sebelah utara. Indonesia nanti juga dapat melihat namun bukan gerhana matahari cincin, tapi gerhana sebagian," papar Thomas Gerhana matahari normalnya terjadi sekali hingga dua kali dalam setahun. Maka dari itu, Thomas memprediksi kemungkinan terjadinya kembali gerhana matahari kedepan. "Nanti tanggal 13 November 2012, hanya berbeda sedikit dengan yang sekarang jalurnya, di wilayah Indonesia pun hanya sebagian kecil," tutup Thomas. Misteri Gunung Salak Dan Beberapa Kecelakaan Pesawat

136

Peristiwa terakhir adalah jatuhnya pesawat penumpang canggih, Sukhoi Superjet 100 dari Russia yang misterius. Karena merupakan penerbangan perkenalan, bisa jadi sang pilot ingin menunjukkan performa maksimal dari pesawat dengan melakukan manuver secara ―push to the limit‖ yang artinya, sang pilot akan menunjukkan kelebihan dari pesawat, misal manuver seperti menukik, berbelok ataupun naik tinggi secara ―tak biasa‖ yang akhirnya justru membuat pesawat ini menghantam tebing. But, approaching mountain during test flight is a BAD IDEA. (analisa penulis) Gunung Salak berdiri dengan anggun di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Banyak pecinta alam mengungkapkan kekaguman atas keindahan gunung ini dengan cara melakukan pendakian. Namun di balik kecantikan gunung setinggi 2.221 meter ini sederet kecelakaan pesawat berujung maut banyak terjadi di sini. Beberapa kecelakaan pesawat yang pernah terjadi di sekitar Gunung Salak antara lain:

29 Oktober 2003 Helikopter Sikorsky S-58 jenis Twinpac dengan nomor H-3408 milik TNI Angkatan Udara jatuh di areal kebun kacang dan tanaman singkong di dalam pangkalan udara militer Atang Sanjaya, Bogor. Pangkalan udara ini terletak di kaki Gunung Salak. Tujuh anggota TNI AU, yakni dua penerbang dan lima kru mekanik tewas seketika setelah helikopter buatan Amerika pada 1970 itu terhempas.

20 Juni 2004 Pesawat Cessna 185 Skywagon jatuh di Danau Lido, Cijeruk, Bogor. Atlet terjun payung bernama Edy Cristiono tewas dalam peristiwa itu. 26 Juni 2008 Pesawat Cassa TNI AU A212-200 jatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. 18 Penumpang tewas akibat kecelakaan itu.

137

30 April 2009 Pesawat latih jenis Sundowner ini jatuh di daerah Tenjo, Bogor, Jawa Barat. Saat itu instruktur penerbang yang bernama Nicholas Burung akhirnya meninggal tak lama setelah kejadian itu, di dalam perjalanannya saat menuju ke rumah sakit.

12 Juni 2009 Kecelakaan pesawat TNI kembali terjadi. Kali ini adalah Helikopter Puma milik TNI AU jatuh di kawasan Lanud Atang Sendjaja, Bogor. Dalam kecelakaan tersebut, 2 tentara mekanik tewas, sedangkan pilot Mayor (pnb) Sobic Fanani dan kopilot Lettu Wisnu, serta tiga anggota TNI lainnya mengalami luka. 9 Mei 2012 Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sedang melakukan joy flight saat pengetesan dan promosinya untuk maskapaimaskapai di Indonesia, hilang kontak di kawasan Gunung Salak, Bogor, pada hari Rabu 9 Mei 2012.

Sehari setelahnya dipastikan pesawat buatan Rusia itu jatuh di lereng Gunung Salak. Badan pesawat pecah berkepingkeping. Dalam pesawat tersebut, dioperasikan oleh pilot senior Aleksandr Yablontsev, co-pilot Aleksandr Kochetkov. Dan terdapat 45 penumpang, 8 di antaranya merupakan kru asal Russia, 2 orang Italia, satu orang warga negara Perancis dan satu orang warga negara Amerika.

This is where the accident was happened, the wreckage visible in the cliff which was hit by Sukhoi Superjet 100 on May 9th 2012 when during a joy flight promotion. Menurut beberapa pakar penerbangan dari luar negeri (lihat video dibawah), kecelakaan ini bisa jadi akibat keteledoran dari manusia atau human error. 138

Pakar penerbangan dari luar negeri juga mensinyalir, pesawat ini sebenarnya tergolong generasi terbaru, maka kemampuan pesawat sebenarnya tak diragukan lagi. Pesawat ini adalah pesawat berteknologi canggih dan handal. Lalu ada misteri apa dibalik kecelakaan pesawat Sukhoi dengan teknologi canggih tersebut? Bisa jadi karena ini merupakan penerbangan perkenalan kepada para buyer pesawat, maka sang pilot berusaha menunjukkan performa dari pesawat tersebut. Seperti layaknya ―tes pilot‖ mereka akan menunjukkan atau melakukan manuver pesawat yang bersangkutan secara ―push to the limit―. Artinya, sang pilot akan menunjukkan kelebihan-kelebihan dari pesawat Sukhoi ini. Misal manuver yang tak biasa, seperti menukik, berbelok ataupun naik tinggi secara ―tak biasa‖.

(ZOOM IMAGE) This is where the accident was happened, the debris from Sukhoi Superjet 100 visible in the cliff which was hit by that plane on May 9th 2012 when during a‖ joy flight‖ promotion. Namun karena keadaan cuaca di sekitar gunung selalu dapat berubah dengan cepat, maka bisa jadi pesawat ini terlempar atau terdorong oleh angin samping dari sisi gunung Salak yang selalu berubah-ubah setiap saat dan membuat pesawat melenceng dari jalur yang telah ditetapkan. Pesawat Sukhoi Superjet 100 tersebut datang pada Selasa (8/5/2012) sekitar pukul 16.00 WIB di Lanud Halim Perdanakusuma dengan misi ke Indonesia yang akan melaksanakan demo penerbangan dan menurut rencana akan kembali ke negaranya pada Kamis (10/5) hari ini. Lalu, pada Rabu (9/5), pesawat Sukhoi Superjet 100 berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 14.00 WIB, namun hilang kontak sekitar pukul 14.33 WIB ketika melintasi Gunung Salak, dengan koordinat diploting dalam radar Bandara Soekarno-Hatta pada koordinat 06 43 08 South dan 106 43 15 East. Dalam komunikasi via radio terakhir atau 20 menit setelah lepas landas, pilot meminta izin kepada menara Bandara Soekarno Hatta untuk menurunkan ketinggian dari 10.000 ribu kaki (3.000 meter) menjadi 6.000 ribu kaki (1.800). Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang hilang kontak saat melakukan uji terbang di sekitar Gunung Salak yang berbatasan antara Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor.

Logo Sukhoi ditemukan dipuing pesawat 139

1. Prediksi Kecelakaan Akibat Angin dari Arah Samping (Crosswind/Sidewind) Rute tetap normal, namun rute berubah secara perlahan akibat adanya angin dari arah antara selatan dan membuat pesawat melenceng dari jalur dan mendekati puncak gunung Salak. Tapi dengan kondisi seperti itu pasti warning alarm di cockpit akan berbunyi dan pilot akan dapat mengantisipasinya. Namun pilot meminta turun ketinggian? Masih tak dimengerti mengapa pilot meminta penurunan ketinggian yang lebih rendah dari puncak gunung Salak. Mungkin jawabannya ada di point kedua. 2. Prediksi Kecelakaan Akibat Angin dari Arah Belakang (Wind from Behind) Rute berubah dan sedikit tidak normal, mungkin karena kali ini pilot sengaja melakukan ―performa‖ pesawat ini kepada penumpang. Namun pilot meminta turun ketinggian? Bisa jadi pilot meminta ketinggiannya diturunkan kepada ATC untuk mencoba ―performa‖ dari pesawat canggih ini mengarah langsung menuju puncak gunung Salak dari arah barat. Saat mendekati puncak gunung, pastilah warning alarm pada cockpit berbunyi namun diabaikan, kenapa? Ya karena sang pilot ingin melakukan ―performa‖ alias show skill dan show performs pesawat canggih ini dengan melakukan gerakan menanjak diatas gunug Salak dan melalui diatas tebing tersebut. Namun karena adanya angin dari arah antara selatan, justru membuat pesawat semakin terdorong kearah puncak gunung Salak dan membuat pesawat tidak lagi memiliki dorongan mesin yang normal (lost power) untuk menanjak dan bermaksud melalui atas puncak gunung Salak itu dan justru menjadikannya terbentur tebing gunung Salak.

Approximate analysis seconds from disaster of Sukhoi Super Jet 100 on May 9th 2012 by: IndoCropCircles.wordpress.com

Karena adanya angin yang searah dengan pesawat, maka pesawat kehilangan tenaga untuk naik (lost power) dan gagal melintasi gunung Salak . Crazy take off

140

Tak hanya pesawat, manusia yang sedang mendaki pun terkadang bisa ‗hilang kontak‘ di kawasan Gunung Salak. Pada April tahun 1987 lalu, pernah ada pula tujuh pendaki dari siswa STM Pembangunan, Jakarta Timur, ditemukan tewas di kawasan gunung itu. Mereka terperosok ke jurang di Curug Orok yang memiliki kedalaman sekitar 400 meter di punggung gunung.

Tim SAR pencarian bangkai pesawat Sukhoi Super Jet 100 sedang menuju Kawah Ratu. Dari Wikipedia, Gunung Salak lebih populer sebagai ajang tempat pendidikan bagi klub-klub pecinta alam, terutama sekali daerah punggungan Salak II. Ini dikarenakan medan hutannya yang rapat dan juga jarang pendaki yang mengunjungi gunung ini. Gunung ini memiliki jalur yang cukup sulit bagi para pendaki pemula. Hal ini dikarenakan di jalur yang dilewati jarang ditemukan cadangan air. Meski tergolong sebagai gunung yang rendah, tetapi Gunung Salak memiliki keunikan tersendiri baik karakteristik hutannya maupun medannya. Untuk tipe gunung serendah itu, Gunung Salak termasuk memiliki medan yang tergolong sulit ditembus, itu sebabnya gunung ini sangat cocok dijadikan lokasi latihan oleh berbagai kalangan pencinta alam dan militer. Di wilayah gunung Salak, untuk mencari sumber mata air saja, pendaki tidak boleh sembarangan mengambilnya dari anak-anak sungai disana karena hampir semua air di sungai tersebut masih mengandung sulfur yang berbahaya untuk tubuh.

Kawah Ratu di Gunung Salak Di kawahnya yang juga disebut ―kawah ratu‖ masih terdapat sumber sulfur dan belerang baik berupa gas, uap ataupun kubangan yang panas dan mendidih. Pernah juga siswa-siswa SMP di Jawa Barat dan jjuga masih ada sederet peristiwa di wilayah ―kawah ratu‖ ini yang meninggal dunia. Ini diakibatkan kawah tersebut dapat dengan tiba-tiba mengeluarkan asap belerang yang dapat meracuni paru-paru. Karena kondisi inilah, maka Kawah Ratu dianggap angker dan berbahaya oleh para pencinta alam. Padahal itu semua adalah fakta alamiah yang dapat dijelaskan oleh ilmu atau science. 141

Namun justru di daerah kawah inilah yang merupakan salah satu area yang paling terkenal dan selalu dikunjungi baik oleh para pendaki dan traveller yang sedang adventure ke Gunung Salak.

Foto-Foto Terkait: (Hours from Disaster) Foto-foto Komplit, Krew dan Para Penumpang Pesawat Sukhoi Super Jet 100 Saat Akan Terbang ―Joy Flight‖ yang Sempat Diabadikan Oleh Sergeydolya Video pesawat naas Sukhoi SuperJet-100 dimuat oleh Lystseva Marina, fotografer penerbangan asal Rusia yang ikut ke Jakarta untuk mengabadikan penerbangan demonstrasi Sukhoi di Indonesia. Dapat Mimpi Banjir, Pria Ini Bikin Kapal Bahtera Nabi Nuh August 4, 2012

Johan Huibers, pengusaha kaya warga Belanda, membangun sebuah perahu besar menyerupai bahtera Nabi Nuh. Itu ia lakukan setelah bermimpi negaranya bakal dilanda banjir. Seperti dilaporkan CNN, Jumat (3/8/2012), Huibers menggunakan metode pengukuran kuno, yakni berdasarkan panjang kaki manusia dari lutut hingga jari kaki, untuk membangun replika bahtera Nabi Nuh. Pada 1992 silam, Huibers bermimpi Belanda akan dilanda air bah dari Laut Utara. Lantas, ia membeli buku tentang bahtera Nabi Nuh. ―Malam itu, ketika duduk bersama anak saya, saya melihat buku itu. Sejak itulah saya berniat membangunnya. Saya memang pemimpi,‖ kata Huibers. Kapal tersebut telah selesai dibangun dan dipamerkan ke publik, di Sungai Merwede di Kota Dordrecht, Belanda. Panjang Bahtera mencapai 137 meter, lebar 21 meter, dan tinggi 14 meter.

142

Kapal buatan Huibers juga diisi hewan-hewan yang terbuat dari plastik dalam ukuran sebenarnya. Ia menyebut kapal ini sebagai ‗Museum Injil‘. ―Kami ingin berdakwah kepada orang-orang mengenai Tuhan. Kami ingin membangun sesuatu yang bisa menjelaskan Injil dalam bentuk nyata,‖ tuturnya. Bunker Kiamat 2012 Dibangun di Australia Meraup dolar dengan menjual ketakutan. Senin, 6 Agustus 2012, 07:01

Bunker kiamat mewah untuk para miliuner di Kansas (Daiy Mail| Larry Hall) VIVAnews -- Kapan dunia dan seluruh kehidupan akan berakhir, adalah hak prerogatif Sang Pencipta. Hanya Tuhan yang mengetahui. Namun, ada banyak orang dari berbagai generasi yang mencoba-coba menebaknya, meski banyak ramalan kiamat terbukti salah kaprah. Salah satunya, ramalan kiamat akan terjadi pada tahun 2012, tahun ini. Meski isu itu telah dibantah oleh para ilmuwan, sebagian orang masih saja percaya. Ada banyak alasan yang digunakan, dari ramalan Bangsa Maya, Nibiru, badai matahari, pergeseran kutub bumi, juga gempa dahsyat. Kekhawatiran tak tak kunjung berakhir dimanfaatkan sekelompok orang untuk meraup dolar. Sebuah kelompok menarik bayaran 5.000 dolar Australia atau sekitar Rp50 juta bagi mereka yang ingin berlindung dari kiamat, di sebuah bunker yang dibangun di utara perbukitan New South Wales. Salah satu pendiri grup, seorang mekanik pendingin ruangan Simon Young mengatakan, biaya masuk tersebut untuk mengganti beton dan material lain yang digunakan untuk mendirikan bunker, yang diyakini berada di perbukitan dekat Tenterfield, Australia itu. Kelompok tersebut tidak menggunakan ramalan Bangsa Maya sebagai pedoman, melainkan teks Mesir kuno, ayat-ayat Injil, bahkan tubuh mammoth yang beku sebagai "bukti" bahwa dunia akan mengalami perubahan fisik yang masif sekitar tanggal 21 Desember 2012. Saat ditanya tentang proyek bunker, yang berada di bawah tanah pada kedalaman 1,2 kilometer di bawah permukaan air laut, Young meyakinkan, tempat perlindungan itu adalah kesempatan terbaik untuk selamat, termasuk terhadap bencana laut mematikan. "Untuk bersiap-siap menghadapi peristiwa besar 2012," kata dia, seperti dimuat situs Perth Now. "Kami sedang mencoba untuk melibatkan orang lebih banyak." Bunker rahasia itu diharapkan selesai sebelum bulan Desember tahun ini, yang menurut kelompok tersebut adalah saat di mana aktivitas matahari dan pergeseran tektonik bumi akan menyebabkan kematian sebagian besar kehidupan di muka Bumi. Belum jelas berapa orang yang rela merogoh kocek demi iming-iming selamat dari kiamat. Namun, situs kelompok tersebut, yang juga menampilkan puisi dari peramal legendaris abad ke-16, Mother Shipton telah dikunjungi lebih dari 28.500 kali, terutama saat orang-orang paranoid dengan ramalan kiamat 2012. "Telah diketahui bahwa aktivitas matahari telah meningkat secara signifikan selama beberapa abad terakhir," demikian seperti ditulis dalam situs tersebut. "Hal ini diyakini bahwa ada hubungan antara siklus matahari dan fluktuasi magnet, 143

dan pergeseran kutub." Situs juga memuat daftar penemuan mammoth beku sebagai salah satu bukti. Juga keberadaan planet yang belum ditemukan di alam semesta, yang diyakini bisa mengubah kutub bumi. Sementara, sudah jauh-jauh hari, ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membantah adanya mitos kiamat tahun ini. "Tak ada hal buruk yang akan terjadi pada Bumi pada 2012 ini," demikian dimuat dalam situs NASA. "Planet kita telah bertahan selama 4 miliar tahun, melewati banyak peristiwa. Ilmuwan-ilmuwan yang kredibel di seluruh dunia tahu tak ada ancaman yang terkait dengan tahun 2012." Baca selengkapnya di tautan ini. Hanya untuk orang berduit Tak hanya di Australia, sejumlah pengusaha juga membangun bunker perlindungan kiamat di tempat lain. Salah satunya, perusahaan Vivos yang dipimpin Robert Vicino yang membangun lubang perlindungan di sebuah lokasi yang dirahasiakan dekat Gurun Mojave di wilayah Barstow, Kalifornia. Bunker pertama dari 20 tempat perlindungan yang akan dibangun Vivos, memiliki luas 20.000 kaki persegi, terkubur lima tingkat di bawah tanah. Tebal temboknya tiga kaki. Bunker tersebut dilengkapi lusinan kamar yang bisa ditinggali 200 orang. Bunker juga dilengkapi rumah sakit dan dapur umum, dengan segala perabotan. Tertarik? Siap-siap saja merogoh koceh US$50.000. Bunker lain dibangun di bawah padang rumput Kansas, didirikan di bekas gudang misil yang punya fasilitas mewah, dengan kenyamanan setara kondominium. Bunker yang terdiri 14 lantai bawah tanah, tujuh lantai di antaranya dijual US$1 juta sampai US$2 juta per setengah lantai. Hanya bisa dibeli para miliuner yang percaya uang bisa menyelamatkan mereka. Menanggapi fenomena bunker kiamat, antropolog University of Kansas, John Hoopes mengakui, ini bisnis yang menjanjikan. "Menjual ketakutan lebih baik, bahkan jika dibandingkan dengan menjual seks," kata dia.

144

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful