ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL DENGAN KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU

I.

PENGKAJIAN 1.1.1 Identitas 1) ) Nama Tidak berpengaruh 2) Usia Sebagian besar wanita yang mengalami kehamilan ektopik berumur antara 20-40 tahun dengan umur rata-rata 30 tahun,frekwensi kehamilan ektopik yang berulang dilaporkan berkisar antara 0%-14,6%. 3) Alamat Tidak berpengaruh. 4) Agama Tidak berpengaruh 1.1.2 Keluhan Utama : • Pucat/anemis Tanda-tanda anemia terjadi karena adaya perdarahan yang berulang. • Lemas • Perut kembung ( adanya cairan bebas abdomen ) • Nyeri perut bawah yang makin hebat apabila tubuh digerakkan • Perdarahan

Data Subjektif

1.1.3

Riwayat menstruasi Amenorhea/ siklus haid tidak teratur sampai tidak haid

1.1.4

Riwayat obstetri yang lalu Ibu yang dahulu pernah mengalami kehamilan ektopik tergangggu kemungkinan besar akan mngalami kehamilan ektopik pada kehamilan berikutnya.

1.1.5

Riwayat kehamilan sekarang HAML INI

1.1.6

Riwayat kesehatan - lalu - sekarang - Keluarga : pernah mengalami endrometitis, tumor kandungan : : -

1.1.7

Riwayat sosial -

1.1.8

Riwayat KB Kontrasepsi dapa meningkatkan frekuensi kehamilan ektopik. Banyak wanita dalam masa reproduksinya tanpa faktor predisposisi untuk kehamialn ektopik mmbatasi kelahiran dengan kontrasepsi, sehingga jumlah kelahiran turun dan frekuensi jumlah kehamilan ektopik terhadap kelahiran meningkat.

1.1.9

Pola kebiasaan sehari-hari - ibu mempunyai kebiasaan merokok.

1.1.10 Keadaan psiko sosial spiritual -

1.1.11 Latar belakang sosial budaya 1.2 Data Objektif 1.2.2 Pemeriksaan umum Keadaan umum : baik/cukup/lemah/tampak sakit Kesadaran TTV : composmentis : tensi : tidak boleh mencapai 140 untuk sistol atau 90 untuk diastol. Pada pasien kehamialn ektopik tekanan darah mengalami penurunan. nadi : 65-80 kali/menit. Pada kehamilan ektopik frekuensi nadi kecil dan cepat. respirasi :18-24 kali/menit. Pada kehamilan ektopik terganggu frekuensi pernafasan cepat dan dangkal. suhu : 37-38 C. Pada kehamilan ektopik terganggu biasanya suhu akan mengalami peningkatan, sehingga metukarkan perbedaan dengan infeksi pelvik.. BB sebelum hamil BB saat ini TB LILA UK ::: Umur kehamilan akan mnentukan seeberapa besar janin yang berada di luar rahim. 1.2.3 Pemeriksaan fisik o Muka : pucat,, tidak ada oedem, menyeringai. ::-

o o

Mata : konjungtiva pucat (anemis), sklera putih, Abdomen : teraba massa pad perut bagian bawah,

tidak ada oedem palpebra. perut bengkak,ada nyeri tekan pada perut kanan/ kiri bawah, Tanda cullen : sekitar pusat atau linea alba kelihatan biru hitam dan lebam. o o Genetalia Ekstrimitas : terdapat perdarahan berwarna coklat tua. : tidak ada oedem, ekstrimitas basah dan dingin. 1.3 Pemeriksaan panggul luar Distantia spinarum : 23-26 cm Distantia cristarum : 26-29 cm Konjugata eksterna/ boudeloque : 18-20 cm Lingkar panggul : 80-100 cm 1.4 Pemeriksaan dalam Pemeriksaan ginekologik : tanda- tanda kehamilan muda (tanda Chadwick), nyeri ayun porsio dan nyeri tekan pada kavum Dauglasi, teraba masa pelvis. 1.5 Data Penunjang • • Pemeriksaan hemoglobin dan jumlah sel darah merah. Pernghitungan leukosit akan membedakan kehamilan

ektopik dari infeksi pelvis. Jumlah leukosit yang melebihi 20.000 biasanya mnunjuk pada keadaan yang terakhir. • Tes kehamilan positif, akan tetapi jika negatif kemungkinan kematian hasil konsepsi dan degeneerasi trofoblas mnyebabkan produksi HCG menurun. • Pemeriksaan ultrasonografi

Pemeriksaan laparoskopi

2

DIAGNOSA KEBIDANAN Hamil/ tidak, primi/ multi, tunggal/ kembar, hidup/ mati, letak janin, ekstrauterin, keadaan jalan lahir, status keadaan ibu dan janin dengan khamilan ektopik terganggu.

3

DIAGNOSA/ MASALAH POTENSIAL 1. Infeksi pelvis Gejala yang menyertai infeksi pelvik biasanya timbul waktu haid dan jarang setelah mengenai amenore. Nyeri perut bagian bawah dan tahanan yang dapat diraba pada pemeriksaaan vaginal pada umumnya bilateral. Pada infeksi pelvik perbedaan suhu rektal dan ketiak melebihi 0,5 0C, selain itu leukositosis lebih tinggi daripada kehamilan ektopik terganggu dan tes kehamilan menunjukkan hasil negatif.

4

TINDAKAN SEGERA Kolaborasi dengan tenaga kesehatan.

5

INTERVENSI Dx : Hamil/ tidak, primi/ multi, tunggal/ kembar, hidup/ mati, letak janin, ekstrauterin, keadaan jalan lahir, status keadaan ibu dan janin dengan kehamilan ektopik terganggu. Ds : ibu mengatakan nyeri pada perut bagian bawah. Do : TTV : Tensi : 90/ 60 mmHg Nadi : 90 x/menit

RR

: 28 x/ menit

Suhu : 38,9 0C Teraba massa pada perut bagian bawah, perut bengkak,ada nyeri tekan pada perut kanan/ kiri bawah, Tanda cullen : sekitar pusat atau linea alba kelihatan biru hitam dan lebam. Ekstrimitas dingin dan basah Tujuan : setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 1x 2 jam diharapkan ibu mendapatkan pertolongan Kriteria hasil : TTV tensi : tidak boleh mencapai 140 untuk sistol atau 90 untuk diastol nadi : 65-80 kali/menit respirasi :18-24 kali/menit suhu : 37-38 C nyeri perut bagian bawah bekurang. perdarahan berkurang. tidak lemas.

Intervensi dan rasional

:

1. Lakukan observasi TTV. R/ untuk mengetahui keadaan umum ibu. 2. Lakukan pemeerikasaan ginekologi R/ dengan pemeriksaan ginekologi akan diketahui kavum Douglas terjadi perdarahan/ tidak dan nyeri raba. 3. Lakukan kuldosentesis. R/ suatu cara untuk mengetahui apakah dalam kavum Douglas ada darah. 4. Berikan nutrisi yang adekuat. R/ dengan pemberian nutrisi yang adekuat akan mengurangu kejadian syok dan membantu proses penyembuhan. 5. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk melakukan rujukan.

R/ dengan melakukan rujukan diharapkan pasien segera mendapatkan pelayanan lebih lanjut. 6 IMPLEMENTASI 1. Melakukan observasi TTV dengan cara mengukur tensi darah dan suhu serta menghitung nadi dan pernafasan. 2. Melakukan pemerikasaan ginekologi dengan cara meraba pada bagian kavum Dougals apakah ada darah dan nyeri tekan dan memeriksa apakah ada tanda-tanda kehamilan. 3. Melakukan kuldosentesis dengan cara :  Penderita dibaringkan dalam posisi litotomi.  Vulva dan vagina dibersihkan dengan antiseptik.  Spekulum dipasang dan bibir belakang porsio dijepit dengan cunam serviks dengan traksi ke depan sehingga forniks posteerior tampak.  Jarum spinak no 18 ditusukkan ke dalam kavum Douglas dan dengan semprit 10 ml delakukan pengisapan.  Bila pada pengisapan ditemukan darah, maka isinya disemprotkan pada kain kasa dan diperhatikan apakah darah yang dikeluarkan merupakan: Darah segar berwarna merah tang dalam beberapa menit akan membeku. Darah ini berasal dari artri/ vena yang tertusuk. Darah tua berwarna coklat sampai hitam yang tidak mmbeku, atau yang berupa bekuan kecil-kecil. Darah ini menunjukkan adanya hematokel retrouterin. 4. Memberikan nutrisi yang adekuat dengan cara memasang infus RL. 5. Melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk melakukan rujukan.

7

EVALUASI Tanggal S O : : KU : cukup kesadaran : composmentis TTV : TD : 110/80 mmHg N : 80 x/menit RR : 20 x/menit S : 37 oC rasa nyeri berkurang ibu mengerti dan mampu mengulang penjelasan petugas. A : Hamil/ tidak, primi/ multi, tunggal/ kembar, hidup/ mati, letak janin, ekstrauterin, keadaan jalan lahir, status keadaan ibu dan janin dengan kehamilan ektopik terganggu. P : memberikan HE : - menganjurkan untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin ke tenaga kesehatan. - menyarankan ibu untuk bersedia dirujuk ke RS Pukul : WIB : ibu mengatakan nyerinya berkurang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful