You are on page 1of 350

BAGAIMANA MEMAKAI MANUAL INI

Buku Pedoman Reparasi ini menguraikan prosedur servis untuk model Skuter Honda Vario. Ikuti petunjuk pada Jadwal Perawatan (Bab 4) untuk mempertahankan skuter pada kondisi operasional puncak. Adalah sangat penting untuk menjalankan perawatan gratis I dan II pada waktunya. Servis ini mengadakan penyesuaian terhadap keausan awal yang terjadi dalam masa pemakaian mula. Bab 1 dan 4 berlaku untuk skuter secara keseluruhan. Bab 3 menggambarkan prosedur untuk pelepasan/pemasangan komponen yang mungkin diperlukan untuk menjalankan servis yang diuraikan pada bab-bab berikutnya. Bab 5 sampai dengan 21 menguraikan bagian-bagian sepedamotor yang dikelompokkan menurut lokasi. Carilah bab yang Anda inginkan pada halaman ini, kemudian bacalah daftar isi pada halaman pertama dari bab itu. Kebanyakan bab dimulai dengan gambar susunan atau gambar sistem, keterangan servis dan cara mencari penyebab kesukaran untuk bab itu. Halaman-halaman berikuknya memberikan prosedur servis secara mendetil. Jika anda belum mengenal skuter ini, bacalah Fitur-tur Tehnis pada bab 2. Jika Anda tidak mengetahui sumber penyebab kesukaran, bacalah bab 23, MENCARI PENYEBAB KESUKARAN.

ISI
KETERANGAN UMUM FITUR-FITUR TEHNIS RANGKA / BADAN, PANEL-PANEL / SISTEM PEMBUANGAN GAS PERAWATAN SISTEM PELUMASAN SISTEM BAHAN BAKAR MESIN & PERALATAN PENGGERAK SISTEM PENDINGINAN PENURUNAN / PEMASANGAN MESIN KEPALA SILINDER / KLEP SILINDER / PISTON KICKSTARTER / DRIVE PULLEY / DRIVEN PULLEY / KOPELING FINAL REDUCTION ALTERNATOR CRANKCASE / CRANKSHAFT RODA DEPAN / SUSPENSI / KEMUDI RANGKA RODA BELAKANG / SUSPENSI SISTEM REM BATERAI / SISTEM PENGISIAN KELISTRIKAN SISTEM PENGAPIAN STARTER LISTRIK LAMPU / METER / SAKLAR-SAKLAR DIAGRAM LISTRIK MENCARI PENYEBAB KESUKARAN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Semua keterangan, gambar, petunjuk dan spesikasi di dalam publikasi ini berdasarkan data-data produk terakhir yang tersedia pada waktu persiapan untuk pencetakan. PT Astra Honda Motor berhak membuat perubahan pada setiap waktu tanpa pemberitahuan dan tanpa ikatan apapun. Dilarang mengutip atau mencetak ulang bagian dari penerbitan ini tanpa ijin tertulis penerbit. Manual ini ditulis untuk orang yang telah memiliki pengetahuan dasar perawatan sepedamotor honda. PT ASTRA HONDA MOTOR

CATATAN PENTING UNTUK KEAMANAN


AWAS ! Menunjukkan adanya kemungkinan besar terjadinya luka - luka berat atau kematian pada manusia apabila petunjuk tidak diikuti. Menunjukkan adanya kemungkinan terjadinya kerusakan pada peralatan apabila petunjuk tidak diikuti. Memberikan keterangan pembantu.

PERHATIAN !

CATATAN

Di dalam buku ini tidak dimuat pembahasan secara mendetail mengenai prosedur kerja bengkel standar, prinsip - prinsip keamanan serta pekerjaan servis standar. Adalah penting untuk mengetahui bahwa buku ini hanya memuat beberapa peringatan terhadap cara-cara servis tertentu yang dapat menimbulkan KECELAKAAN BADANIAH kepada mekanik atau dapat merusak kendaraan atau menyebabkannya tidak aman untuk dikendarai. Harap dimengerti bahwa peringatan-peringatan ini tidak dapat meliputi semua cara-cara pelaksanaan servis, baik yang dianjurkan oleh Honda maupun yang tidak, ataupun akibat-akibat yang mungkin berbahaya yang timbul dari setiap cara pelaksanaan servis, juga bahwa Honda tidak dapat menyelidiki semua cara - cara tersebut. Setiap orang yang menggunakan prosedur kerja ataupun kunci perkakas, balk yang dianjurkan oleh Honda maupun tidak, harus meyakinkan dirinya sendiri dengan pasti bahwa keamanan pribadi maupun keamanan kendaraan tidak terancam oleh cara pelaksanaan servis ataupun kunci perkakas yang dipilih.

1. KETERANGAN UMUM KETERANGAN UMUM


PERATURAN SERVIS IDENTIFIKASI MODEL SPESIFIKASI UMUM SPESIFIKASI SISTEM PELUMASAN SPESIFIKASI SISTEM BAHAN BAKAR SPESIFIKASI SISTEM PENDINGINAN SPESIFIKASI KEPALA SILINDER/ KLEP-KLEP SPESIFIKASI SILINDER/PISTON SPESIFIKASI KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/KOPELING SPESIFIKASI FINAL REDUCTION SPESIFIKASI CRANKCASE/CRANKSHAFT SPESIFIKASI RODA DEPAN/SUSPENSI /KEMUDI 1-2 1-2 1-4 1-5 1-5 1-5 1-6 1-6 1-7 1-7 1-7 1-8 SPESIFIKASI RODA BELAKANG/SUSPENSI SPESIFIKASI SISTEM PENGEREMAN SPESIFIKASI BATERAI/SISTEM PENGISIAN SPESIFIKASI SISTEM PENGAPIAN SPESIFIKASI STARTER LISTRIK SPESIFIKASI LAMPU-LAMPU/METER-METER/ SAKELAR-SAKELAR NILAI TORSI STANDARD NILAI TORSI MESIN & RANGKA TITIK-TITIK PELUMASAN DAN PERAPATAN PENEMPATAN KABEL & HARNESS SISTEM-SISTEM PENGATURAN EMISI 1-8 1-8 1-9 1-9 1-9 1-9 1-10 1-10 1-14 1-16 1-25

1-1

KETERANGAN UMUM

PERATURAN SERVIS
1. Pakailah suku cadang dan pelumas asli Honda atau yang direkomendasikan oleh Honda atau sejenisnya. Suku cadang yang tidak memenuhi spesikasi rancangan Honda dapat mengakibatkan kerusakan pada skuter. 2. Pakailah kunci khusus yang telah dirancang untuk produk ini untuk menghindari kerusakan dan kesalahan pada pemasangan. 3. Hanya pergunakan perkakas metrik ketika menservis skuter. Baut, mur dan sekrup metrik tidak dapat dipertukarkan dengan pengencang sistem Inggris. 4. Pasanglah gasket, O-ring, cotter pin, dan lock plates baru ketika perakitan kembali. 5. Ketika mengencangkan baut atau mur, mulailah dengan baut dengan diameter yang lebih besar atau baut di sebelah dalam dulu. Kemudian kencangkan dengan torsi pengencangan yang telah ditentukan secara bersilang dalam langkahlangkah peningkatan kecuali bila telah ditentukan urutan tertentu. 6. Bersihkan bagian-bagian yang telah dilepaskan dalam cairan pelarut. Lumasi semua permukaan luncur sebelum perakitan kembali. 7. Setelah perakitan kembali, periksalah semua bagian terhadap pemasangan dan pengoperasian yang benar. 8. Tempatkan semua kabel listrik seperti diperlihatkan pada halaman 1-16 sampai dengan 1-24, Penempatan kabel dan jalur kabel.

IDENTIFIKASI MODEL

1-2

KETERANGAN UMUM
Nomor seri rangka dicetak pada penahan tempat duduk (seat stay) seperti diperlihatkan. NOMOR SERI RANGKA

Nomor seri mesin dicetak pada sisi kiri bawah dari bak mesin (crankcase).

NOMOR SERI MESIN

Nomor identikasi karburator dicetak pada sisi kiri dari badan karburator.

NOMOR IDENTIFIKASI KARBURATOR

1-3

KETERANGAN UMUM

SPESIFIKASI UMUM
BAGIAN DIMENSI Panjang menyeluruh Lebar menyeluruh Tinggi menyeluruh Jarak sumbu roda Tinggi sadel Tinggi pijakan kaki Jarak terendah ke tanah Berat motor siap pakai (Jenis jari-jari ) (Jenis cast while) Jenis rangka Suspensi depan Jarak pergerakan poros depan Suspensi belakang Jarak pergerakan poros belakang Ukuran ban depan Ukuran ban belakang Merek ban (Depan/Belakang) Rem depan Rem belakang Sudut caster Panjang trail Kapasitas tangki bahan bakar Diameter dan langkah Volume langkah Perbandingan kompressi Peralatan penggerak klep Klep masuk membuka menutup Klep buang membuka menutup Sistem pelumasan Jenis pompa oli Sistem pendinginan Saringan udara Berat kosong mesin Jenis karburator Diameter throttle Sistem kopeling Perbandingan drive belt (sabuk penggerak) Reduksi akhir Sistem pengapian Sistem starter Sistem pengisian Regulator/rectier Sistem penerangan 1.897 mm 680 mm 1.083 mm 1.273 mm 758 mm 257 mm 132,5 mm 99,9 kg 99,3 kg Jenis tulang bawah (under bone) Garpu teleskopik 81 mm Unit swing (unit berayun) 75 mm 80/90-14M/C 40P 90/90-14M/C 46P FT 235 (SRI) Rem cakram hidraulik Mekanis, mendahului-mengikuti 26o 40 80,0 mm 3,6 liter 50,0 x 55,0 mm 108,0 cm3 10,7 : 1 2 klep, SOHC digerakkan rantai tunggal 5o sebelum TMA 30o setelah TMB 30o sebelum TMB 0o TMA Di bawah tekanan paksaan dgn bak oli basah Trochoid Cairan Pendinginan Saringan kertas 27,3 kg CV (constant velocity kecepatan tetap) 22 mm atau sejenisnya Kopeling kering, jenis sentrifugal otomatis 2,53 : 1 - 0,85 : 1 10,265 (51/18 x 45/12) DC CDI Kickstarter dan motor starter listrik Alternator dengan output fase tunggal Fase tunggal/dibuka oleh SCR, pembetulan setengah gelombang Alternator SPESIFIKASI

RANGKA

MESIN

] pada peng] angkatan ] 1 mm ]

KARBURATOR PERALATAN PENGGERAK KELISTRIKAN

1-4

KETERANGAN UMUM

SPESIFIKASI SISTEM PELUMASAN


Satuan: mm BAGIAN Kapasitas oli mesin Pada penggantian oli Pada pembongkaran mesin Oli mesin yang dianjurkan 0,7 liter 0,8 liter Federal Oil Superior Formulation atau oli mesin 4 tak sejenis dengan klasikasi API service SG, Viskositas: SAE 10W-30 0,15 0,15 0,21 0,05 0,10 STANDARD BATAS SERVIS -

Rotor pompa oli

Jarak renggang pada ujung rotor Jarak renggang antara rotor dan rumah Jarak renggang ke samping rotor pompa

0,20 0,35 0,12

SPESIFIKASI SISTEM BAHAN BAKAR


BAGIAN Nomor identikasi karburator Main jet Slow jet Tahanan listrik SE thermal valve Tinggi permukaan pelampung Pembukaan awal skrup pilot Putaran stasioner Vakuum yang ditentukan untuk PAIR control valve Jarak main bebas pegangan gas tangan SPESIFIKASI AVK2CC # 102 # 35 3,2 5,6 Ohm (20o C) 13,0 mm Lihat halaman 6-23 1.700 +/- 100 menit 1 (rpm) 60 kPa (450 mmHg) 2 6 mm

SPESIFIKASI SISTEM PENDINGINAN


BAGIAN Kapasitas pendinginan Radiator dan mesin Tangki cadangan Tekanan pembukaan pelepasan tekanan tutup radiator Thermostat Mulai membuka Terbuka penuh Pengangkatan klep Fluida pendinginan yang direkomendasikan SPESIFIKASI 0,49 liter 0,20 liter 108 137 kPa (1,1 1,4 kgf/cm2, 16 20 psi) 74 78oC 100oC minimum 8 mm Honda genuine coolant

1-5

KETERANGAN UMUM

SPESIFIKASI CYLINDER HEAD/VALVES


BAGIAN Kompressi silinder Perubahan bentuk melengkung pada kepala silinder Rocker arm D.D. rocker arm D.L. rocker arm shaft Jarak renggang arm ke shaft Camshaft Valve, valve guide D.L. tangkai klep D.D. valve guide Jarak renggang antara tangkai klep ke valve guide Proyeksi valve guide di atas cylinder head Lebar dudukan klep Panjang bebas pegas klep Masuk/Buang Masuk/Buang Dalam Luar 0,7 0,9 31,53 38,33 Masuk/Buang 9,1 9,3 Tinggi bubungan Jarak renggang klep Masuk/Buang Masuk/Buang Masuk/Buang Masuk Buang Masuk Buang Masuk Buang Masuk/Buang Masuk Buang STANDARD 941 kPa (9,6 kgf/cm2, 137 psi) pada 550 min-1 (rpm) 10,000 10,015 9,972 9,987 0,013 0,043 32,542 32,782 32,263 32,503 0,16 +/- 0,02 0,25 +/- 0,02 4,975 4,990 4,955 4,970 5,000 5,012 0,010 0,037 0,030 0,057

Satuan: mm BATAS SERVIS 0,05 10,04 9,91 0,08 32,52 32,24 4,90 4,90 5,03 0,08 0,10 1,5 30,66 37,04

SPESIFIKASI CYLINDER/PISTON
BAGIAN Silinder D.D. Kelonjongan Ketirusan Perubahan bentuk melengkung Piston, piston rings, piston pin D.L. piston Titik pengukuran D.L. piston D.D. lubang piston pin D.L. piston pin Jarak renggang antara piston dan piston pin Jarak renggang antara piston ring dan alurnya Celah pada ujung piston ring Jarak renggang antara silinder dan piston D.D. kepala kecil connecting rod Jarak renggang antara connecting rod dan piston pin Ring paling atas Ring kedua Ring paling atas Ring kedua Ring oli (side rail) STANDARD 50,000 50,010 49,975 49,995 10 mm dari bagian bawah piston 13,002 13,008 12,994 13,000 0,002 0,014 0,015 0,045 0,015 0,045 0,10 0,25 0,10 0,25 0,20 0,70 0,005 0,035 13,010 13,028 0,010 0,034

Satuan: mm BATAS SERVIS 50,10 0,05 0,05 0,05 49,95 13,04 12,96 0,02 0,08 0,08 0,45 0,45 0,09 13,05 0,05

1-6

KETERANGAN UMUM

SPESIFIKASI KICKSTARTER / DRIVE PULLEY / DRIVEN PULLEY / KOPELING


BAGIAN Lebar drive belt Movable drive face D.D. bushing D.L. boss D.L. weight roller Clutch (kopeling) Driven pulley Ketebalan kanvas D.D. clutch outer Panjang bebas face spring D.L. driven face D.D. movable driven face STANDARD 19,0 22,035 22,085 22,010 22,025 17,92 18,08 125,0 125,2 111,4 33,965 33,985 34,000 34,025 BATAS SERVIS 18,0 22,11 21,98 17,5 2,0 125,5 108,0 33,94 34,06

SPESIFIKASI FINAL REDUCTION


BAGIAN Kapasitas oli nal reduction Oli nal reduction yang direkomendasikan Pada penggantian periodik Setelah pembongkaran 0,10 liter 0,12 liter Federal Oil Superior Formulation atau oli mesin 4 tak sejenis dengan klasikasi API service SG, Viskositas: SAE 10W-30 SPESIFIKASI

SPESIFIKASI CRANKCASE / CRANKSHAFT


BAGIAN Crankshaft Jarak renggang ke samping connecting rod Jarak renggang radial connecting rod Keolengan STANDARD 0,10 - 0,35 0,004 0,016 BATAS SERVIS 0,55 0,05 0,10

1-7

KETERANGAN UMUM

SPESIFIKASI RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI


BAGIAN Kedalaman minimum alur telapak ban Tekanan udara ban (dingin) Keolengan poros roda Keolengan pelek roda Radial Aksial Jarak lateral pelek ke hub (model jari-jari) Garpu Panjang bebas pegas Keolengan tabung Minyak garpu yang dianjurkan Tinggi permukaan minyak Kapasitas minyak Pengendara saja Pengendara + pembonceng 200 kPa (2,00 kgf/cm , 29 psi)
2

STANDARD

BATAS SERVIS Sampai ke indikator 0,2 2,0 2,0 305,1 0,2 -

200 kPa (2,00 kgf/cm2, 29 psi) 0 + 1,0 311,3 Minyak sokbreker 50 75 + 1 cm3

SPESIFIKASI RODA BELAKANG / SUSPENSI


BAGIAN Kedalaman minimum alur telapak ban Tekanan udara ban dingin Keolengan pelek roda Pengendara saja Pengendara + pembonceng Radial Aksial Jarak lateral hub roda ke pelek (model jari-jari) 225 kPa (2,25 kg/cm2, 33 psi) 225 kPa (2,25 kg/cm2, 33 psi) 6,5 + 1,0 STANDARD BATAS SERVIS Sampai ke indikator 2,0 2,0 -

SPESIFIKASI SISTEM REM


BAGIAN Belakang Jarak main bebas handel rem D D rem tromol Minyak rem yang dianjurkan Rem cakram Depan Master cylinder Caliper Ketebalan Keolengan D.D. Cylinder D.L. Piston D.D. Cylinder D.L. Piston 10 20 130,0 - 130,2 DOT 3 atau 4 3,3 3,7 12,700 12,743 12,657 12,684 25,400 25,450 25,318 25,368 STANDARD BATAS SERVIS 3,0 0,10 12,755 12,645 25,460 25,31

1-8

KETERANGAN UMUM

SPESIFIKASI BATERAI / SISTEM PENGISIAN


BAGIAN Baterai Kapasitas Kebocoran arus listrik Voltase Arus pengisian Alternator Kapasitas Tahanan kumparan pengisian Tahanan kumparan penerangan Voltase yang diatur oleh regulator/rectier (Output untuk penerangan) Bermuatan penuh Perlu diisi listrik kembali Normal Cepat SPESIFIKASI 12 V 3,5 Ah maksimum 0,5 mA Di atas 12,8 V Di bawah 12,3 V 0,4 A / 5-10 jam 3,0 A / 0,5 jam 0,140 kW / 5.000 menit-1 (rpm) 0,2 1,0 Ohm (20O C) 0,1 0,8 Ohm (20O C) 12,6 13,6 V / 5.000 min-1 (rpm)

SPESIFIKASI SISTEM PENGAPIAN


BAGIAN Busi Standard Jarak renggang busi Voltase puncak ignition coil Voltase puncak ignition pulse generator Ignition timing (pengaturan waktu pengapian) SPESIFIKASI CR7EH-9 (NGK), U22FER9 (DENSO) 0,80 0,90 minimum 100 V minimum 0,7 V 14O sebelum TMA pada putaran stasioner

SPESIFIKASI STARTER LISTRIK


BAGIAN Panjang sikat starter motor STANDARD 7,0 BATAS SERVIS 3,5

Satuan: mm

SPESIFIKASI LAMPU-LAMPU / METER-METER / SAKELAR-SAKELAR


BAGIAN Bola lampu Lampu besar Lampu posisi Lampu belakang Lampu rem Lampu sein depan Lampu sein belakang Lampu penerangan instrumen Lampu indikator lampu jauh Lampu indikator lampu sein Lampu indikator peringatan suhu cairan pendingin Sekring Tahanan sensor ECT Sekring utama Sekring tambahan pada 40O C pada 100O C SPESIFIKASI 12 V 25/25 W x 2 12V - 3,4 W x 2 12 V 5 W 12 V 10 W x 2 12 V 10 W x 2 12 V 10 W x 2 12 V 1,7 W x 2 12 V 1,7 W 12 V 3,4 W x 2 LED 15 A x 1 10 A x 1 1,0 1,3 kOhm 0,1 - 0,2 kOhm

1-9

KETERANGAN UMUM

TORSI PENGENCANGAN STANDARD


JENIS PENGIKAT Baut dan mur hex 5 mm Baut dan mur hex 6 mm (termasuk faut ens SH) Baut dan mur hex 8 mm Baut dan mur hex 10 mm Baut dan mur hex 12 mm 22 (2,2; 16) 34 (3,5; 25) 54 (5,5; 40) TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 5,2 (0,5; 3,8) 10 (1,0; 7) JENIS PENGIKAT Sekrup 5 mm Sekrup 6 mm Baut ens 6 mm (termasuk NSHF) dan mur Baut ens 8 mm dan mur Baut ens 10 mm dan mur 27 (2,8; 20) 39 (4,0; 29) TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 4,2 (0,4; 3,1 9 (0,9; 6,5) 10 (1,0; 7)

TORSI PENGENCANGAN MESIN & RANGKA


Spesikasi torsi yang terdaftar di bawah adalah untuk pengencangan yang ditentukan. Pengikat lain harus dikencangkan dengan torsi pengencangan standard yang terdaftar di atas. Olesi cairan pengunci pada ulir. Olesi oli mesin kepada ulir dan permukaan duduk. Mur-U. Baut ALOC: ganti dengan baut baru. CATATAN : 1. 2. 3. 4.

MESIN

PERAWATAN
BAGIAN Spark plug (busi) Valve adjusting screw lock nut Engine oil drain bolt Engine oil strainer screen cap Final reduction oil check bolt Final reduction oil drain bolt PAIR air cleaner housing cover screw JUMLAH 1 2 1 1 1 1 1 DIAMETER ULIR (mm) 10 5 12 30 8 8 5 TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 16 (1,6; 12) 10 (1,0; 7) 24 (2,4; 18) 20 (2,0; 15) 13 (1,3; 10) 13 (1,3; 10) 1 (0,1; 0,7)

SISTEM PELUMASAN
BAGIAN Oil pump plate screw Oil pump mounting bolt JUMLAH 1 2 DIAMETER ULIR (mm) 4 6 TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 3 (0,3; 2,2) 10 (1,0; 7)

SISTEM BAHAN BAKAR


BAGIAN Inlet pipe band screw SE thermal valve body screw SE thermal valve setting plate screw Air cut-off valve cover screw Vacuum chamber cover screw Slow jet Main jet Needle jet holder Float chamber screw Float chamber drain screw PAIR check valve cover screw Fuel auto valve lock nut JUMLAH 2 2 1 2 2 1 1 1 3 1 2 1 DIAMETER ULIR (mm) 5 5 4 4 4 4 4 16 TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 2 (0.2; 1,5) 3,4 (0,4;2,5) 2,1 (0,2; 1,5) 2,1 (0,2; 1,5) 2,1 (0,2; 1,5) 1,5 (0,2; 1,1) 2,1 (0,2; 1,5) 2,5 (0,3; 1,8) 2,1 (0,2; 1,5) 1,5 (0,2; 1,1) 2,1 (0,2; 1,5) 22,5 (2,3; 17)

1-10

KETERANGAN UMUM
SISTEM PENDINGINAN
BAGIAN Radiator drain bolt Cooling fan bolt Water pump impeller Thermostat mounting bolt JUMLAH 1 3 1 2 DIAMETER ULIR (mm) 10 6 6 6 TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 1 (0,1; 0,7) 8 (0,8; 5,9) 10 (1,0; 7) 9 (0,9; 6,6)

CYLINDER HEAD/VALVES
BAGIAN Camshaft holder nut Cam sprocket bolt Cam chain tensioner lifter screw Cylinder head cover bolt JUMLAH 4 2 1 2 DIAMETER ULIR (mm) 7 5 6 6 TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 18 (1,8; 13) 8 (0,8; 5,9) 4 (0,4; 3,0) 12 (1,2; 9)

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


BAGIAN Left crankcase cover plate screw Drive pulley face nut Clutch/driven pulley nut Clutch outer nut1 JUMLAH 5 1 1 12 DIAMETER ULIR (mm) 4 14 28 49 (5,0; 36) TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 3 (0,3; 2,2) 108 (11,0; 80) 54 (5,5; 40)

ALTERNATOR
BAGIAN Flywheel nut Stator mounting socket bolt JUMLAH 1 3 DIAMETER ULIR (mm) 12 6 TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 59 (6,0; 44) 10 (1,0; 7)

ELECTRIC STARTER
BAGIAN Starter motor case screw JUMLAH 3 DIAMETER ULIR (mm) 4 TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 2 (0,2; 1,5)

LAMPU-LAMPU / METER-METER / SAKELAR-SAKELAR


BAGIAN ECT sensor JUMLAH 1 DIAMETER ULIR (mm) 12 TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 25 (2,5; 18)

LAIN-LAIN
BAGIAN Carburetor throttle cable holder mounting screw JUMLAH 2 DIAMETER ULIR (mm) 5 TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 3,4 (0,4; 2,5)

1-11

KETERANGAN UMUM
RANGKA/BODY PANELS / SISTEM PEMBUANGAN GAS
BAGIAN Air management cover socket bolt Mufer mounting bolt JUMLAH 3 2 DIAMETER ULIR (mm) 6 10 TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 10 (1,0; 7) 59 (6,0; 44)

PERAWATAN
BAGIAN Air cleaner housing cover screw JUMLAH 4 DIAMETER ULIR (mm) 5 TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 1,1 (0,1; 0,8)

PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
BAGIAN Engine hanger link nut (sisi rangka) JUMLAH 1 DIAMETER ULIR (mm) 10 TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 69 (7,0; 51)

RODA DEPAN / SUSPENSI / KEMUDI


BAGIAN Front axle nut Front brake disc socket bolt Front spoke Handlebar post nut Rear brake lever pivot bolt Rear brake lever pivot nut Bottom bridge pinch bolt Fork socket bolt Steering stem top thread Steering stem lock nut JUMLAH 1 4 36 1 1 1 4 2 1 1 DIAMETER ULIR (mm) 12 8 BC 3,2 10 5 5 10 8 26 26 TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 59 (6,0; 44) 42(4,3; 31) 3,7 (0,4; 2,7) 59 (6,0; 44) 1 (0,1;0,7) 4,5 (0,5;3,3) 64 (6,5;47) 20 (2,0;15) Lihat hal. 15-29 Lihat hal. 15-29

RODA BELAKANG / SUSPENSI


BAGIAN Rear axle nut Rear spoke (model jar-jari) Engine hanger link nut (sisi mesin) JUMLAH 1 36 1 DIAMETER ULIR (mm) 16 BC 3,5 10 TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 118 (12,0; 87) 3,7 (0,4 ; 2,7) 49 (5,0; 36)

1-12

KETERANGAN UMUM
SISTEM REM
BAGIAN Rear brake arm bolt Brake caliper bleed valve Brake master cylinder reservoir cap screw Brake pad pin Front brake lever pivot bolt Front brake lever pivot nut Front brake light switch screw Brake hose oil bolt Brake caliper mounting bolt JUMLAH 1 1 2 1 1 1 1 2 2 DIAMETER ULIR (mm) 6 8 4 10 6 6 4 10 8 TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 10 (1,0; 7) 6 (0,6; 4,4) 2 (0,2; 1,5) 18 (1,8; 13) 1 (0,1; 0,7) 6 (0,6; 4,4) 1 (0,1; 0,7) 34 (3,5; 25) 30 (3,1; 22)

LAIN-LAIN
BAGIAN Pillion step mounting bolt Mufer protector mounting bolt Mufer protector mounting screw Side stand pivot nut Side stand pivot bolt JUMLAH 4 2 3 1 1 DIAMETER ULIR (mm) 10 6 5 10 10 TORSI N.m (kgf.m; lbf.ft) 44 (4,5; 32) 10 (1,0; 7) 1 (0,1; 0,7) 29 (3,0; 21) 10 (1,0; 0,7)

1-13

KETERANGAN UMUM

TITIK-TITIK PELUMASAN & PERAPATAN


(LUBRICATION & SEAL POINTS) MESIN
BAHAN Liquid sealant (cairan perapat) (dianjurkan: Three Bond 1215 atau sejenisnya) Locking agent (zat pengunci) (dianjurkan: Three Bond 2415 atau 1322N atau LOCKTITE 200 atau sejenisnya) Larutan molybdenum oil (campuran oli mesin dan gemuk molybdenum disulde) Molybdenum disulde paste LOKASI Permukaan penyatuan right crankcase (bak mesin kanan) Ulir driveshaft bearing set plate bolt CATATAN Lihat hal. 14-8 Lihat hal. 12-15

Bubungan camshaft cam Bidang luncur decompressor weight Permukaan luncur kickstarter spindle Kickstarter driven gear shaft Permukaan luncur kickstarter driven gear friction spring Driven face needle bearing Bibir movable driven face oil seal Bibir Kickstarter spindle dust seal Permukaan dalam driven face Alur movable driven face cam Starter pinion gear shaft (kedua ujungnya) Gigi oil pump drive gear Seluruh permukaan oil pump rotor Oil pump shaft dan gigi Ulir cylinder stud bolt (sisi camshaft holder) Permukaan luncur rocker arm shaft Bidang luncur rocker arm roller Camshaft bearing Gigi cam sprocket Seluruh permukaan cam chain Gigi timing sprocket Permukaan-permukaan luncur piston dan cylinder Bidang luncur piston pin hole Seluruh permukaan piston ring dan alur ring Permukaan luar piston pin Bidang dalam kepala kecil connecting rod Bantalan-bantalan crankshaft Bantalan kepala besar connecting rod Valve stem (bidang luncur valve guide) Permukaan dalam valve stem seal Bidang bantalan dari drive, counter dan nal shaft Gigi drive, counter dan nal gear Seluruh permukaan water pump chain Gigi water pump drive sprocket Bidang luncur ball/needle bearing Seluruh permukaan masing2 O-ring (Kecuali saluran cairan pendingin) Bibir dan permukaan luar oil seal O-ring waterpipe O-ring thermostat O-ring ECT sensor Bidang tirus crankshaft sebelah kiri

0,1 0,3 g 0,2 0,3 g

Multi-purpose grease (gemuk serba-guna) Grease (gemuk) (Shell ALVANIA R3 atau IDEMITSU AUTOREX B atau sejenisnya) Oli mesin (tanpa molybdenum additives)

7,0 8,0 g 2,0 2,5 g 0,1 0,3 g

Isi 2 cc minimum Isi 3 cc minimum

Cairan pendingin (Dianjurkan: Honda Pre-Mix Coolant) Bersihkan dari gemuk

1-14

KETERANGAN UMUM RANGKA


BAHAN Multi-purpose grease dengan tekanan sangat tinggi (dianjurkan: EXCELIGHT EP2 dibuat oleh KYODO YUSHI, Japan, atau Shell ALVANIA EP2 atau sejenisnya) Grease (gemuk) (Shell BEARING GREASE HD atau sejenisnya) Multi-purpose grease LOKASI Steering bearing race dan bearing Bibir steering stem dust seal CATATAN Isi dengan 3 g min.

Bagian dalam speedometer gear box

Bibir front wheel dust seal Permukaan luncur front wheel axle Seluruh permukaan front wheel distance collar Bidang luncur front wheel bearing Bibir speedometer gear box seal Poros rear brake cam dan bidang penggelindingan Bidang luncur rear brake anchor pin Bibir rear brake dust seal Permukaan luncur rear brake lever pivot bolt Bidang kontak seat catch Pakailah 2,2 g min. Bidang luncur poros main stand Bidang luncur poros side stand Bagian dalam front brake cable cap boot Bagian dalam rear brake cable cap boot Bidang kontak front brake lever ke master piston Bidang luncur front brake lever pivot Bidang luncur brake caliper pin Brake caliper piston stopper ring Seluruh permukaan brake caliper dust seal Kabel speedometer Bagian dalam throttle cable boot Bagian dalam throttle cable Bagian dalam master cylinder dan bidang luncur Seluruh permukaan brake caliper piston seal Master cylinder piston cup Fork dust seal dan bibir-bibir oil seal Seluruh permukaan fork spring seat O-ring Bagian dalam handlebar grip rubber Bidang penyatuan air cleaner connecting hose ke housing Rear axle nut

Silicone grease

Pakailah 0,1 g Pakailah 0,4 g min.

Pakailah 0,1 CC Pakailah 0,2 g min.

Minyak rem (DOT 3 atau DOT 4)

Minyak garpu Adhesive (lem) (Honda bond A atau sejenisnya) Oli mesin

1-15

KETERANGAN UMUM PENEMPATAN KABEL


SAKLAR LAMPU SLANG REM DEPAN KABEL SAKELAR LAMPU REM BELAKANG

KONEKTOR 3P SAKELAR DIMMER

KABEL REM BELAKANG

KONEKTOR 3P SAKELAR LAMPU SEIN KONEKTOR 3P TOMBOL KLAKSON

KONEKTOR 3P TOMBOL STARTER

KABEL SAKELAR LAMPU REM DEPAN

KABEL METER/ SAKELAR STANG STIR

KABEL SPEEDOMETER

KABEL GAS

KABEL GAS

SLANG REM DEPAN KABEL NEGATIF (-) BATERAI KABEL KLAKSON

KABEL REM BELAKANG

KABEL SPEEDOMETER

KABEL POSITIF (+) BATERAI

KABEL SAKELAR LAMPU REM BELAKANG

KABEL SAKELAR LAMPU REM DEPAN

KABEL SAKELAR KIRI STANG STIR

KABEL SAKELAR KAWAT SAKELAR KANAN STANG STIR KANAN STANG STIR

1-16

KETERANGAN UMUM

KABEL LAMPU DEPAN SEIN KIRI

KABEL LAMPU DEPAN SEIN KANAN

KABEL LAMPU POSISI

KABEL LAMPU BESAR

1-17

KETERANGAN UMUM

KABEL PENGAPIAN KABEL GAS MAIN WIRE HARNESS

KABEL SPEEDOMETER KABEL NEGATIF (-) BATERAI SLANG REM DEPAN KABEL REM BELAKANG

MAIN WIRE HARNESS

KABEL SPEEDOMETER KABEL SAKLAR HANDLEBAR / METER KABEL RELAY STARTER

KABEL SPEEDOMETER

1-18

KETERANGAN UMUM

KABEL SAKLAR HANDLEBAR KANAN KABEL SAKLAR HANDLEBAR KIRI

SLANG REM DEPAN KABEL HORN / KLAKSON DEPAN KABEL REM BELAKANG

KABEL SPEEDOMETER

KABEL SEKERING UTAMA / TAMBAHAN

KABEL GAS

MAIN WIRE HARNESS

KABEL REM BELAKANG SLANG REM DEPAN

KABEL GAS

KABEL GAS KABEL REM BELAKANG

1-19

KETERANGAN UMUM

KABEL FUEL LEVEL SENSOR KABEL GAS SLANG BAHAN BAKAR

FUEL TANK TRAY DRAIN HOSE

RADIATOR RESERVE TANK OVERFLOW HOSE MAIN WIRE HARNESS KABEL ALTERNATOR
KABEL SAKELAR STANDARD SAMPING

KABEL BUSI

KABEL ENGINE COOLANT TEMPERATURE (ECT) SENSOR RADIATOR RESERVE TANK OVERFLOW HOSE KABEL MASSA KABEL STARTING ENRICHMENT (SE) THERMAL VALVE

PULSE SECOND AIR INJECTION (PAIR) AIR CLEANER HOSE

KABEL SENSOR FUEL LEVEL

KABEL BUSI RADIATOR SIPHON HOSE KABEL COIL PENGAPIAN

1-20

KETERANGAN UMUM

KABEL MASSA

KABEL STARTER MOTOR

KABEL MASSA

KABEL STARTER MOTOR KABEL SE THERMAL VALVE

KABEL SE THERMAL VALVE KABEL ECT SENSOR KABEL ALTERNATOR KABEL STARTER MOTOR KABEL ALTERNATOR KABEL SE THERMAL VALVE

KABEL ALTERNATOR

KABEL ALTERNATOR IGNITION PULSE GENERATOR

KABEL IGNITION PULSE GENERATOR

1-21

KETERANGAN UMUM
WIRE BRAND STAY
KABEL STARTER MOTOR KABEL SENSOR ECT

FINAL REDUCTION CASE BREATHER HOSE

KABEL SAKELAR STANDARD SAMPING MAIN WIRE HARNESS

KABEL ALTERNATOR KABEL SE THERMAL VALVE CARBURETOR VACUUM PISTON HOSE PAIR SUPPLY HOSE

PAIR CONTROL VALVE VACUUM HOSE SELANG BENSIN FUEL TANK TRAY DRAIN HOSE

CRANKCASE BREATHER HOSE WIRE BAND STAY (Lihat diatas)

FUEL AUTO VALVE VACUUM HOSE HOSE GUIDE B (Lihat dibawah)

KABEL SAKELAR STANDARD SAMPING KABEL REM BELAKANG

HOSE GUIDE A (Lihat dibawah) CARBURETOR DRAIN HOSE CRANKCASE BREATHER DRAIN HOSE FUEL REDUVTION VASE BREATHER HOSE

HOSE GUIDE A: SELANG BENSIN FUEL TANK TRAY DRAIN HOSE PAIR CONTROL VALVE VACUUM HOSE FUEL AUTO VALVE VACUUM HOSE

HOSE GUIDE B: FUEL AUTO VACUUM HOSE

PAIR CONTROL VALVE VACUUM HOSE

FUEL TANK TRAY DRAIN HOSE FUEL HOSE PAIR AIR SUPPLY HOSE

1-22

KETERANGAN UMUM ARAH HOSE/CLIP


CRANKCASE BREATHER HOSE TANDA CAT

TANDA CAT CARBURETOR VACUUM PISTON HOSE

CRANKCASE BREATHER DRAIN HOSE

PAIR AIR SUCTION HOSE

PAIR CLEANER HOSE

TANDA CAT

PAIR CONTROL VALVE VACUUM HOSE PAIR AIR SUPPLY HOSE AIR DUCT

DEPAN Tepatkan tanda cat pada hose (slang) dengan tanda titik pada pipe (pipa 30O 12,0 + 1,0 mm Tepatkan tanda cat pada hose (slang) dengan hose guide

1-23

HAL.35 KETERANGAN UMUM

SLANG RADIATOR RESERVE TANK OVERFLOW

SLANG RADIATOR SIPHON

TANDA CAT

TANDA CAT

TANDA CAT

SLANG-SLANG AIR TANDA CAT

1-24

KETERANGAN UMUM SISTEM-SISTEM PENGATURAN EMISI


SUMBER EMISI
Proses pembakaran menghasilkan karbon monoksida dan hidrokarbon. Pengaturan emisi hidrokarbon adalah sangat penting, oleh karena pada kondisi tertentu, mereka bereaksi membentuk photochemical smog ketika terkena sinar matahari. Karbon monoksida tidak bereaksi dengan cara yang sama, tetapi ia beracun. Honda Motor Co., Ltd. memakai penyetelan karburator yang miskin maupun juga sistem lain, untuk mengurangi karbon monoksida, oksida-oksida dari nitrogen dan hidrokarbon.

SISTEM PENGATURAN EMISI CRANKCASE


Mesin dilengkapi dengan sistem crankcase (bak mesin) tertutup untuk mencegah pengeluaran emisi bak mesin ke dalam atmosr. Blow-by gas (gas hasil pembakaran yang masuk ke dalam bak mesin melalui piston ring) dikembalikan ke dalam ruang pembakaran melalui air cleaner (saringan udara) dan karburator.

SLANG PERNAPASAN CRANKCASE

KARBURATOR SARINGAN UDARA

UDARA SEGAR BLOW - BY GAS

1-25

KETERANGAN UMUM SISTEM PENGATURAN EMISSI GAS PEMBUANGAN


(PULSE SECONDARY AIR INJECTION SYSTEM)
Sistem pengaturan emisi gas pembuangan terdiri dari sebuah sistem penyaluran udara kedua (secondary air supply system) yang memasukkan udara yang telah disaring ke dalam gas pembuangan pada lubang pembuangan. Udara segar ditarik ke dalam lubang pembuangan setiap kali ada pulse tekanan negatif pada sistem gas pembuangan. Suntikan udara segar ini mendorong pembakaran gas pembuangan yang belum terbakar dan mengubah sejumlah besar hidrokarbon dan karbon monoksida ke dalam karbon dioksida dan uap air yang relatif tidak berbahaya. Model ini mempunyai pulse secondary air injection (PAIR) control valve dan PAIR check valve. Klep penahan PAIR (PAIR check valve) mencegah terjadinya arus udara terbalik melalui sistem. PAIR control valve [klep pengatur PAIR] bereaksi terhadap manipol pemasukan vakuum (intake manifold) yang tinggi dan akan menutup penyaluran udara segar selama deselerasi mesin, dengan demikian mencegah terjadinya pembakaran susulan (afterburn) dalam sistem gas pembuangan. Tidak perlu dijalankan penyetelan terhadap pulse secondary air injection system, walaupun dianjurkan pemeriksaan berkala dari komponen-komponennya.

PAIR CONTROL VALVE PAIR CONTROL VALVE VACUUM HOSE PAIR AIR CLEANER PAIR RESONATOR

UDARA SEGAR UDARA VAKUUM PAIR GHECK VALVE

1-26

2. FITUR-FITUR TEHNIK FITUR-FITUR TEHNIK


SISTEM V-MATIC SISTEM STARTING ENRICHMENT (SE) THERMAL VALVE 2-1 2-6 SISTEM AUTO DECOMPRESSION 2-9

SISTEM V-MATIC
GARIS BESAR
Sistem V-Matic memberikan perubahan otomatis dari perbandingan penggerak sewaktu diameter dari drive pulley (pulli penggerak) di atas mana sabuk penggerak (drive belt) berjalan menjadi makin besar/kecil sesuai dengan kecepatan mesin.

DRIVE BELT

DRIVEN PULLEY

DRIVE PULLEY

CRANKSHAFT DRIVE SHAFT

2-1

FITUR-FITUR TEHNIK KOMPONEN-KOMPONEN SISTEM


PULLI PENGGERAK (DRIVE PULLEY)
Pulli penggerak (drive pulley) yang dipasang pada crankshaft (poros engkol), terdiri dari drive pulley face, drive face boss, movable drive face, weight roller, dan ramp plate. Bandul penggelinding (weight rollers) terletak antara muka penggerak yang dapat berpindah (movable drive face) dan pelat melandai (ramp plate) yang terpasang tetap pada crankshaft. Weight rollers bergerak keluar/kedalam sesuai dengan gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh perputaran crankshaft. Sewaktu weight rollers bergerak, movable drive face bergeser secara aksial pada crankshaft, dengan demikian mengubah jarak antara muka pulli penggerak (drive pulley face) dan movable drive face. Hasilnya adalah diameter yang berubah-ubah dari drive pulley di atas mana sabuk penggerak (drive belt) berjalan. SEWAKTU MESIN BERPUTAR PADA KECEPATAN RENDAH: RAMP PLATE DRIVE FACE BOLT SEWAKTU MESIN BERPUTAR PADA KECEPATAN TINGGI: RAMP PLATE DRIVE BELT DRIVE FACE BOLT DRIVE BELT

WEIGHT ROLLER MOVABLE DRIVE FACE

WEIGHT ROLLER DRIVE PULLEY FACE MOVABLE DRIVE FACE

DRIVE PULLEY FACE

PULLI YANG DIGERAKKAN (DRIVEN PULLEY)


Pulli yang digerakkan (driven pulley), yang dipasang pada poros penggerak (driveshaft), terdiri atas muka digerakkan yang dapat berpindah (movable driven face), muka yang digerakkan yang tetap (xed driven face) dan pegas (spring). Movable driven face bergeser secara aksial pada poros (shaft) dengan menerima tegangan dari sabuk penggerak (drive belt) yang panjangnya tetap,jadi mengubah jarak antara movable driven face dan driven face. Hasilnya adalah diameter yang berubah-ubah dari driven pulley di atas mana drive belt berjalan. SEWAKTU MESIN BERPUTAR PADA KECEPATAN RENDAH: DRIVE BELT SPRING DRIVEN FACE SEWAKTU MESIN BERPUTAR PADA KECEPATAN TINGGI: DRIVE BELT SPRING

DRIVEN FACE

MOVABLE DRIVEN FACE

MOVABLE DRIVEN FACE

2-2

FITUR-FITUR TEHNIK PROSES PENYAMPAIAN DAYA DAN PENGUBAHAN PERBANDINGAN PENGGERAK

SEWAKTU MESIN BERPUTAR PADA KECEPATAN RENDAH

RAMP PLATE

WEIGHT ROLLERS

DRIVEN FACE

MOVABLE DRIVE FACE MOVABLE DRIVEN FACE

DRIVE BELT DRIVE PULLEY FACE

CENTRIFUGAL CLUTCH

DRIVE BELT

DRIVE PULLEY

DRIVE PULLEY

2-3

FITUR-FITUR TEHNIK
SEWAKTU MESIN BERPUTAR PADA KECEPATAN TINGGI

RAMP PLATE

WEIGHT ROLLERS

DRIVEN FACE

MOVABLE DRIVE FACE DRIVE BELT MOVABLE DRIVEN FACE CENTRIFUGAL CLUTCH

DRIVE PULLEY FACE

DRIVE BELT

DRIVE PULLEY

DRIVEN PULLEY

2-4

FITUR-FITUR TEHNIK
AUTOMATIC CENTRIFUGAL CLUTCH
Kopeling sentrifugal otomatis (automatic centrifugal clutch), yang terpasang pada movable driven face, terdiri atas sepatu sentrifugal kopeling (centrifugal clutch shoe), pegas pengembalian (return spring) dan bagian luar kopeling (clutch outer). Sewaktu kecepatan berputar dari movable driven face meningkat, clutch shoes mengembang akibat gaya sentrifugal yang makin besar. Akibatnya, clutch shoes menggerakkan clutch outer yang terpasang tetap pada driveshaft. Driveshaft meneruskan torsi ke roda belakang melalui roda gigi reduksi akhir (nal reduction gear).

SEWAKTU KOPELING TIDAK TERSAMBUNG


FINAL REDUCTION GEAR Tidak tersambung

CLUTCH SHOE CLUTCH OUTER

RETURN SPRING

CLUTCH OUTER

MOVABLE DRIVEN FACE

SEWAKTU KOPELING TERSAMBUNG


FINAL REDUCTION GEAR Tersambung

MOVABLE DRIVEN FACE

DRIVESHAFT CLUTCH OUTER

CLUTCH SHOE

RETURN SPRING

CLUTCH OUTER

2-5

FITUR-FITUR TEHNIK SISTEM STARTING ENRICHMENT (SE) THERMAL VALVE


KOMPONEN-KOMPONEN SISTEM
Starting enrichment (SE) thermal valve system (sistem klep yang digerakkan oleh suhu untuk memperkaya campuran bahan bakar pada waktu start) terdiri atas komponen sebagai berikut: - SE thermal valve - Needle jet (di sisi SE thermal valve) - Starter port - Starter jet - Float chamber - Engine coolant temperature (ECT) sensor - Ignition pulse generator - Ignition control module (ICM)

SE THERMAL VALVE COMPONENTS


SE thermal valve terdiri atas heater (pemanas), thermowax, spring, starter valve, dan jet needle.

PENGARUH DARI SE THERMAL VALVE SYSTEM


SE thermal valve secara otomatis menyediakan bahan bakar tambahan untuk membuat perbandingan udara/bahan bakar yang ideal ketika menghidupkan mesin.

IGNITION CONTROL MODULE (ICM) SEKERING HEATER THERMOWAX

SPRING FLYWHEEL STARTER VALVE JET NEEDLE NEEDLE JET

IGNITION PULSE GENERATOR

ENGINE COOLANT TEMPERATURE (ECT) SENSOR

STARTING ENRICHMENT (SE) THERMAL VALVE

2-6

FITUR-FITUR TEHNIK CARA KERJA SE THERMAL VALVE SYSTEM


SEWAKTU MENGHIDUPKAN MESIN:
Ketika mesin dihidupkan, starter valve dalam keadaan tertarik ke dalam oleh karena volume thermowax kecil. Mengikuti suhu luar, thermowax sedikit mengkerut/memuai untuk mendapatkan perbandingan udara/bahan bakar yang pantas.

SEKERING 15A KUNCI KONTAK

SEKERING 10A

HEATER THERMOWAX SPRING

FLYWHEEL ECT SENSOR 5V IGNITION PULSE GENERATOR

ICM

BATERAI

STARTER VALVE

Diatur oleh posisi starter valve, sejumlah bahan bakar tambahan yang tepat disediakan pada intake manifold dari oat chamber melalui starter jet dan starter port dari karburator. STARTER PORT STARTER VALVE

UDARA

SLOW PORT STARTER JET

2-7

FITUR-FITUR TEHNIK
SETELAH MESIN DIHIDUPKAN:
Ketika suhu cairan pendingin di atas 40OC telah dideteksi oleh engine coolant temperature (ECT) sensor, sementara kecepatan mesin lebih tinggi dari 700 menit-1 (rpm) dideteksi oleh ignition control module (ICM) melalui ignition pulse generator, arus listrik mengalir ke heater. Ketika heater dioperasikan, thermowax dipanaskan dan mulai memuai. Sewaktu thermowax membesar volumenya, ia mendorong starter valve ke bawah.

SEKERING 10A KUNCI KONTAK

HEATER

THERMOWAX SPRING FLYWHEEL ECT SENSOR 5V IGNITION PULSE GENERATOR ICM

BATERAI

STARTER VALVE

Sewaktu starter valve mendekati posisi tertutup penuh, aliran bahan bakar melalui starter port dari karburator menjadi terhambat. Aliran bahan bakar tambahan tidak lagi dipasok ketika starter valve tertutup penuh.

STARTER PORT

STARTER VALVE

UDARA

SLOW PORT STARTER JET

2-8

FITUR-FITUR TEHNIK SISTEM AUTO DECOMPRESSION


EXHAUST ROCKER ARM

EXHAUST VALVE

DECOMPRESSOR WEIGHT

SEWAKTU MESIN DIHIDUPKAN (ATAU SEWAKTU MESIN MATI)


Ketika kunci kontak pada posisi OFF, piston berhenti sebelum TMA pada langkah kompressi dan exhaust valve (klep buang) akan tertutup.Dengan auto decompression system, exhaust valve akan sedikit terbuka oleh exhaust rocker arm (lengan pelatuk klep buang) yang bersentuhan dengan bagian bundar dari decompressor cam sewaktu pegas pengembalian menarik decompressor weight ke dalam sewaktu mesin tidak berjalan. Dengan demikian tekanan kompressi akan dikeluarkan dari exhaust valve dan meringankan tenaga yang diperlukan untuk menghidupkan mesin.

EXHAUST ROCKER ARM

DECOMPRESSOR CAM

EXHAUST VALVE

DECOMPRESSOR CAM

EXHAUST ROCKER ARM

SETELAH MESIN DIHIDUPKAN


Sewaktu mesin hidup, decompressor weight berputar keluar oleh karena gaya sentrifugal pada weight lebih besar daripada gaya tarik dari pegas pengembalian. Exhaust valve tidak dibuka menjelang TMA seperti tadinya oleh karena exhaust rocker arm bertepatan dengan bagian mendatar dari decompres sor cam.

DECOMPRESSOR CAM

EXHAUST VALVE

DECOMPRESSOR CAM

2-9

3. RANGKA /PANEL BODY/SISTEM PEMBUANGAN RANGKA /PANEL BODY/SISTEM PEMBUANGAN


LOKASI PANEL BODY PETA PELEPASAN PANEL BODY KETERANGAN SERVIS MENCARI PENYEBAB KESUKARAN FRONT FENDER FRONT TOP COVER FRONT COVER KACA SPION FRONT HANDLEBAR COVER REAR HANDLEBAR COVER FLOOR PANEL SIDE COVER UNDER COVER 3-2 3-2 3-3 3-3 3-4 3-4 3-4 3-5 3-5 3-5 3-6 3-7 SEAT / TEMPAT DUDUK GRAB RAIL LUGGAGE BOX FRONT CENTER BODY COVER BODY COVER FLOOR PANEL FRONT INNER COVER REAR FENDER AIR MANAGEMENT COVER RADIATOR COVER EXHAUST PIPE/MUFFLER 3-7 3-7 3-8 3-8 3-9 3-11 3-11 3-12 3-13 3-13 3-14

3-1

RANGKA /PANEL BODY/SISTEM PEMBUANGAN

LOKASI PANEL BODY

(5) (2) (3)

(4)

(10) (9) (11)

(6)

(16) (1) (17)

(8)

(14)

(12)

(13) (7) Floor panel side cover (hal. 3-6) (8) Under cover (hal. 3-7) (9) Seat / tempat duduk (hal. 3-7) (10) Grab rail (hal. 3-7) (11) Luggage box (hal. 3-8)

(18)

(7)

(15)

(1) Front fender (hal. 3-4) (2) Front top cover (hal. 3-4) (3) Front cover (hal. 3-4) (4) Kaca spion (hal. 3-5) (5) Front handlebar cover (hal. 3-5) (6) Rear handlebar cover (hal. 3-5)

(13) Body cover (hal. 3-9) (14) Floor panel (hal. 3-11) (15) Front inner cover (hal. 3-11) (16) Rear fender (hal. 3-12) (17) Air management cover (hal. 3-13)

(12) Front center body cover (hal. 3-8) (18) Radiator cover (hal. 3-13)

PETA PELEPASAN BODY COVER


Peta ini memperlihatkan urutan pelepasan penutup rangka menurut urutan anak panah.
(4) Kaca spion (5) Front handlebar cover (6) Rear handlebar cover (3) Front cover (7) Floor panel side cover (2) Front top cover (11) Luggage box (1) Front fender (9) Seat/ tempat duduk (10) Grab rail (12) Front center body cover

(17) Air management cover (8) Under cover (13) Body cover (18) Radiator cover (16) Rear fender

(14) Floor panel (15) Front inner cover

3-2

RANGKA /PANEL BODY/SISTEM PEMBUANGAN

KETERANGAN SERVIS
UMUM
Bagian ini meliputi pelepasan dan pemasangan body panel dan sistem pembuangan gas Sewaktu memasang body panel, pastikan bahwa bidang-bidang penyatuan telah ditepatkan dengan benar sebelum mengencangkan pengikat-pengikat. Selalu ganti gasket knalpot setelah melepaskan knalpot dari mesin. Sewaktu memasang sistem pembuangan gas, pasanglah semua pengikat dengan longgar dulu. Selalu kencangkan sambungan pipa knalpot pada cylinder head dulu kemudian baru pengikat pemasangan knalpot. Jika pengikat pemasangan dikencangkan dulu, pipa knalpot mungkin tidak akan duduk dengan benar pada cylinder head. Selalu periksalah sistem pembuangan gas terhadap kebocoran setelah pemasangan selesai.

TORSI PENGENCANGAN
Air management cover socket bolt Mufer mounting bolt

10 N.m (1,0 kgf.m, 7 lbf.ft) 59 N.m (6,0 kgf.m, 44 lbf.ft)

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


Suara knalpot terlalu keras
Sistem pembuangan gas patah Ada kebocoran gas pembuangan

Unjuk kerja lemah

Sistem pembuangan gas berubah bentuk Ada kebocoran gas pembuangan Knalpot tersumbat

3-3

RANGKA /PANEL BODY/SISTEM PEMBUANGAN

FRONT FENDER
(SPAKBOR DEPAN)
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan ketiga baut dari front fender. Lepaskan front fender. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

FRONT FENDER

BAUT-BAUT

FRONT TOP COVER


(PENUTUP DEPAN ATAS)
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan kedua sekrup dari arah belakang. Lepaskan kedua baut dan pisahkan bracket plat nomor. Geser front top cover sedikit ke bawah dan lepaskan kedua hooks (kaitan) dan empat tabs (lidah pemasangan) dari lubang pemasangannya, kemudian lepaskan front top cover. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

BAUT

BRACKET TABS SEKRUP

FRONT TOP HOOKS COVER

FRONT COVER
(PENUTUP DEPAN)
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan front top cover (Lihat atas). Lepaskan connector 4P lampu besar dan connector 2P lampu sein depan. Lepaskan kedua sekrup dari front upper side. Lepaskan kedua sekrup dari front lower side. Lepaskan kedelapan sekrup dari arah belakang. Lepaskan front cover dengan melepaskan boss (tonjolan pemasangan) dari frame grommet. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. SEKRUPSEKRUP GROMMET CONNECTORS FRONT COVER BOS SEKRUP-SEKRUP SEKRUP-SEKRUP

3-4

RANGKA /PANEL BODY/SISTEM PEMBUANGAN

KACA SPION
PELEPASAN/PEMESANGAN
Lepaskan kaca spion. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

KACA SPION

FRONT HANDLEBAR COVER


PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan penutup depan atas. Lepaskan kaca spion (Lihat atas).

(PENUTUP STANG STIR DEPAN)

FRONT HANDLEBAR COVER

SEKRUP-SEKRUP

Lepaskan kedua sekrup dari arah depan. Lepaskan keempat sekrup dari arah belakang. Lepaskan bosses (tonjolan pemasangan) kanan dan kiri dari front handlebar cover dari lubang-lubang dengan mengangkat front handlebar cover dengan hati-hati ke atas. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

SEKRUP-SEKRUP

BOSSES

REAR HANDLEBAR COVER


PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan sebagai berikut: - Front top cover (halaman 3-4). - Front handlebar cover (Lihat atas) - Front handlebar cover (Lihat atas) - Baterai

(PENUTUP STANG STIR BELAKANG)


KONEKTOR SAKELAR LAMPU REM DEPAN BOSS BOSS

Lepaskan meter / kabel saklar handelbar dari rangka. Lepaskan konektor-konektor sakelar lampu rem depan seperti diperlihatkan.

METER/HANDLEBAR SWITCHWIRE

3-5

RANGKA /PANEL BODY/SISTEM PEMBUANGAN


Lepaskan sebagai berikut: - Connectors 3P/9P untuk meter/sakelar stang stir - Connector 4P lampu besar/konektor 2P lampu sinyal depan - konektor kabel sakelar lampu rem belakang - Kabel speedometer Lepaskan meter / kabel saklar handelbar dari rangka. Lepaskan kedua sekrup dari arah depan. Lepaskan sekrup dari arah belakang. Lepaskan rear handlebar cover. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan REAR HANDLEBAR COVER METER/ HANDLE SWITCH WIRE

SEKRUPSEKRUP SEKRUP

PERHATIAN :
Tempatkan wire harness dengan benar (hal. 1-16). PENGIKAT KONEKTOR

KABEL SPEEDOMETER

FLOOR PANEL SIDE COVER


(PENUTUP SAMPING PANEL BAWAH)
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan ketiga sekrup. Lepaskan rear tab dari oor panel side cover dengan sedikit menarik bagian atas dari cover, kemudian lepaskan ketiga lower tabs dengan sedikit menarik bagian bawah dari cover. Lepaskan front lower tab dengan menarik sisi depan bawah dari cover, kemudian lepaskan keempat upper hooks dan front upper tab dengan sedikit menggeser cover kebelakang. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan REAR TAB HOOKS

FLOOR PANEL SIDE COVER LOWER TABS

FRONT UPPER TAB FRONT LOWER TAB

SEKRUP-SEKRUP

3-6

RANGKA /PANEL BODY/SISTEM PEMBUANGAN

UNDER COVER
PELEPASAN/PEMESANGAN
Lepaskan sebagai berikut: - Front cover (hal. 3-4) - Floor panel side cover (hal. 3-6) Lepaskan kedua sekrup dari arah depan. Lepaskan keempat baut. Lepaskan under cover dan lepaskan fuel tank tray drain hose. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. FUEL TANK TRAY DRAIN HOSE

PERHATIAN :
Sambungkan fuel tank tray drain hose dengan benar (hal. 1-16). SEKRUPSEKRUP PENUTUP BAWAH

BAUT-BAUT

SEAT

(TEMPAT DUDUK / SADEL)


PELEPASAN/PEMASANGAN
Bukalah kunci tempat duduk dengan kunci kontak. Buka tempat duduk ke atas. Tahan tempat duduk dan lepaskan kedua mur. Lepaskan tempat duduk. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

TEMPAT DUDUK

MUR-MUR

GRAB RAIL

(TANGKAI PEGANGAN TANGAN)


PELEPASAN/PEMASANGAN
Bukalah kunci tempat duduk dengan kunci kontak. Buka tempat duduk ke atas. Lepaskan keempat baut dan grab rail. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

BAUT-BAUT

GRAB RAIL

3-7

RANGKA /PANEL BODY/SISTEM PEMBUANGAN

LUGGAGE BOX

(KOTAK SERBAGUNA)
PELEPASAN/PEMASANGAN
Buka kunci tempat duduk dengan kunci kontak. Buka tempat duduk. Lepaskan tutup tangki cadangan air radiator. Lepaskan keempat baut. Lepaskan kedua sekrup dari arah belakang. Lepaskan sekrup dari arah depan. Lepaskan luggage box. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan KOTAK SERBAGUNA SEKRUP BAUT-BAUT TUTUP TANGKI CADANGAN AIR RADIATOR SEKRUP-SEKRUP

FRONT CENTER BODY COVER


PELEPASAN/PEMASANGAN
Buka kunci tempat duduk dengan kunci kontak. Buka tempat duduk. Lepaskan kedua sekrup dari arah belakang. Lepaskan ketiga sekrup dari arah depan.

(PENUTUP BODI TENGAH DEPAN)

SEKRUP-SEKRUP

Lepaskan keempat kaitan (hooks) dan empat lidah pemasangan (tabs) dari lubang pemasangan (slots) dengan sedikit menggeser front center body cover ke atas. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

TABS

HOOKS FRONT CENTER BODY COVER

3-8

RANGKA /PANEL BODY/SISTEM PEMBUANGAN

BODY COVER
(PENUTUP BODI)
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan sebagai berikut: - Grab rail (hal. 3-7) - Front center body cover (hal. 3-8) - Luggage box (hal. 3-8) Lepaskan sekrup. Geser rear center body cover sedikit kebelakang dan lepaskan kedua hooks dari slots. Lepaskan kabel pengunci tempat duduk (seat lock cable) dari seat lock key cylinder dan holder. Lepaskan connector 6P dari lampu kombinasi belakang (rear combination light). Lepaskan kedua sekrup dari arah depan. Lepaskan kedua sekrup dari kedua sisi pijakan kaki pembonceng (pillion step). Lepaskan keempat sekrup dari sisi rear lower. Lepaskan kedua baut dari sisi upper rear. Sedikit tarik bagian depan dari body cover ke atas dan lepaskan kedua tabs dari slots kemudian tariklah ke belakang dengan hati-hati. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. BAUT-BAUT BODY COVER

SEKRUP

REAR CENTER BODY COVER

HOOKS

HOLDER

KONEKTOR

KEY CYLINDER SEAT LOCK CABLE

SEKRUP-SEKRUP TABS SEKRUP-SEKRUP SEKRUP-SEKRUP

3-9

RANGKA /PANEL BODY/SISTEM PEMBUANGAN


PEMBONGKARAN/PERAKITAN
REAR UNDER BODY COVER
Lepaskan keempat sekrup. Geser rear under body cover ke belakang dan lepaskan tab dari slot dari rear combination light unit (lampu kombinasi belakang).

REAR COMBINATION LIGHT UNIT RIGHT BODY COVER LEFT BODY COVER

Lepaskan kedua sekrup dan rear combination light unit. Lepaskan ketujuh sekrup dan right body inner cover dari right body cover. Lepaskan ketujuh sekrup dan left body inner cover dari left body cover.

REAR UNDER BODY COVER SEKRUP-SEKRUP REAR COMBINATION LIGHT UNIT

RIGHT BODY COVER

RIGHT BODY INNER COVER

LEFT BODY COVER LEFT BODY INNER COVER SEKRUP-SEKRUP Perakitan adalah dalam urutan terbalik dari pembongkaran.

SEAT LOCK KEY CYLINDER

Lepaskan stopper plate dari seat lock key cylinder. Lepaskan seat lock key cylinder dan holder. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. HOLDER SEAT LOCK KEY CYLINDER STOPPER PLATE

3-10

RANGKA /PANEL BODY/SISTEM PEMBUANGAN

FLOOR PANEL
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan sebagai berikut: - Body cover (hal. 3-9) - Floor panel side cover (hal. 3-6) Lepaskan keempat baut. Lepaskan oor panel dengan menariknya ke belakang dan melepaskan tabs dari inner cover slots. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. BAUT-BAUT TABS FLOOR PANEL

FRONT INNER COVER


PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan sebagai berikut: - Rear handlebar cover (hal. 3-5) - Floor panel (lihat di atas) Lepaskan main wire harness wire band boss dari front inner cover. Lepaskan kedelapan sekrup dari sisi front inner cover. Lepaskan keempat sekrup dari sisi front cover. Lepaskan baut dan luggage hook (kaitan bagasi). Tarik bagian belakang front inner cover agak ke belakang dan lepaskan kedua boss dari lubang, kemudian tariklah kebelakang dengan hati-hati. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. LUGGAGE HOOK WIRE BAND BOSS FRONT INNER COVER SEKRUPSEKRUP

BAUT

BOSSES

3-11

RANGKA /PANEL BODY/SISTEM PEMBUANGAN

REAR FENDER
(SPAKBOR BELAKANG)
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan body cover (hal. 3-9). Lepaskan sekrup dari pulse secondary air injection (PAIR) air cleaner housing dan putar housing sedikit berlawanan arah jarum jam. Lepaskan baut-baut dan mur pemasangan PAIR control valve. Lepaskan air suction hose dari PAIR air cleaner housing. Lepaskan baut pemasangan PAIR resonator. Lepaskan ketiga baut dari rear fender. Lepaskan kelima bosses dari lubang rear fender, kemudian tarik rear fender sedikit ke belakang. Putar ujung rear fender agak ke kiri dan lepaskan dari rangka. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. BAUT-BAUT PAIR CONTROL VALVE MUR-NUR PAIR CONTROL VALVE

AIR SUCTION HOSE BAUT-BAUT REAR FENDER

BOSSES

BAUT PAIR RESONATOR LUBANG-LUBANG PAIR AIR CLEANER HOUSING

SEKRUP PAIR AIR CLEANER

3-12

RANGKA /PANEL BODY/SISTEM PEMBUANGAN

AIR MANAGEMENT COVER

(PENUTUP PENGATUR UDARA )


Lepaskan ketiga baut socket dan air management cover. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. TORSI : AIR MANAGEMENT COVER SOCKET BOLT: 10 N.m (1,0 kgf.m, 7 lbf.ft)

AIR MANAGEMENT COVER

BAUT-BAUT SOCKET

RADIATOR COVER
(PENUTUP RADIATOR)
Lepaskan ketiga baut dan gerakkan radiator cover ke depan PERHATIAN : Jangan menggores sirip-sirip ketika memindahkan radiator cover.

BAUT-BAUT

Lepaskan wire band boss dari radiator cover Lepaskan radiator cover dari radiator Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan PERHATIAN : Jangan menggores sirip-sirip ketika melepaskan radiator cover.

WIRE BAND

RADIATOR COVER

3-13

RANGKA /PANEL BODY/SISTEM PEMBUANGAN

EXHAUST PIPA/MUFFLER
(KNALPOT)
PELEPASAN
Lepaskan mur-mur penyambungan Lepaskan baut-baut pemasangan mufer dan exhaust pipe / mufer PERHATIAN : Hati-hati agar tidak merusak radiator cover GASKET

PEMASANGAN
Ganti exhaust pipe gasket dengan yang baru. PERHATIAN : Hati-hati agar tidak merusak radiator cover Tepatkan exhaust pipe ange dengan baut-baut stud dan pasang mur-mur penyambungan, tetapi jangan dikencangkan dulu. Pasang baut-baut pemasangan, tapi jangan dikencangkan dulu Kencangkan mur-mur penyambungan. Kencangkan baut-baut pemasangan dengan torsi ditentukan. TORSI: 59 N.m (6,0 kgf.m, 44 lbf.ft) Setelah pemasangan, pastikan bahwa tidak ada kebocoran pada sistem pembuangan gas. yang

EXHAUST PIPE/ MUFFLER BAUT-BAUT PEMASANGAN

MUR-MUR PENYAMBUNGAN

3-14

4. PERAWATAN PERAWATAN
KETERANGAN SERVIS JADWAL PERAWATAN SALURAN BAHAN BAKAR CARA KERJA THROTTLE AIR CLEANER CRANKCASE BREATHER BUSI JARAK RENGGANG KLEP OLI MESIN ENGINE OIL STRAINER SCREEN PUTARAN STASIONER MESIN CAIRAN PENDINGIN RADIATOR SISTEM PENDINGINAN SECONDARY AIR SUPPLY SYSTEM 4-2 4-4 4-5 4-5 4-6 4-8 4-9 4-10 4-11 4-12 4-13 4-13 4-14 4-14 DRIVE BELT OLI FINAL DRIVE MINYAK REM BRAKE SHOES/KEAUSAN PADS SISTEM REM SAKELAR LAMPU REM CARA KERJA BRAKE LOCK PENYETELAN LAMPU BESAR KEAUSAN CLUTCH SHOES STANDARD SAMPING SUSPENSI MUR, BAUT, PENGIKAT RODA-RODA/BAN BANTALAN STEERING HEAD 4-15 4-16 4-17 4-17 4-18 4-19 4-19 4-20 4-20 4-20 4-21 4-21 4-22 4-23

4-1

PERAWATAN

KETERANGAN SERVIS
UMUM
Letakkan skuter pada tanah mendatar sebelum melakukan sesuatu pekerjaan. Gas pembuangan mengandung gas karbon monoksida beracun yang dapat menghilangkan kesadaran dan dapat menyebabkan kematian. Jalankan mesin di tempat terbuka atau dengan sistem penghisapan gas pembuangan dalam ruangan tertutup.

SPESIFIKASI
BAGIAN Jarak main bebas throttle grip Busi Standard Jarak renggang busi Jarak renggang klep Oli mesin yang dianjurkan MASUK BUANG 2 6 mm CR7EH-9 (NGK), U22FER9 (DENSO) 0,80 0,90 mm 0,16 +/- 0,02 mm 0,25 +/- 0,02 mm Federal Oil Superior Formulation atau oli mesin 4 tak sejenis dengan klasikasi API service SG, Viskositas: SAE 10W-30 Pada penggantian periodik Pada pembongkaran mesin Putaran stasioner mesin Cairan pendingin yang dianjurkan Lebar drive belt Oli nal reduction yang dianjurkan 0,7 liter 0,8 liter 1.700 +/- 100 menit-1 (rpm) Honda genuine coolant Batas servis: 18,0 mm Federal Oil Superior Formulation atau oli mesin 4 tak sejenis dengan klasikasi API service SG, Viskositas: SAE 10W-30 0,10 liter 0,12 liter 10 20 mm Batas servis: 2,0 mm Depan Belakang Depan Belakang Depan Belakang Merek ban SRI Depan Belakang Kedalaman minimum alur telapak ban Depan Belakang 200 kPa (2,00 kgf/cm2, 29 psi) 225 kPa (2,25 kgf/cm2, 33 psi) 200 kPa (2,00 kgf/cm2, 29 psi) 225 kPa (2,25 kgf/cm2, 33 psi) 80/90 14M/C 40P 90/90 14M/C 46P FT 235 FT 235 Sampai ke indikator Sampai ke indikator SPESIFIKASI

Kapasitas oli mesin

Kapasitas oli nal reduction

Pada penggantian periodik Pada pembongkaran

Jarak main bebas handel rem belakang Ketebalan clutch lining (kanvas kopeling) Tekanan udara ban (dingin) Pengendara saja Pengendara dan pembonceng Ukuran ban

4-2

PERAWATAN
TORSI PENGENCANGAN
Busi Air cleaner housing cover screw Valve adjusting screw lock nut Engine oil drain bolt Engine oil strainer screen cap PAIR air cleaner housing cover screw Final reduction oil check bolt Final reduction oil drain bolt Jari-jari (tipe jari-jari) 16 N.m (1,6 kgf.m, 12 lbf.ft) 1,1 N.m (0,1 kgf.m, 0,8 lbf.ft) 10 N.m (1,0 kgf.m, 7 lbf.ft) 24 N.m (2,4 kgf.m, 18 lbf.ft) 20 N.m (2,0 kgf.m, 15 lbf.ft) 1 N.m (0,1 kgf.m, 0,7 lbf.ft) 13 N.m (1,3 kgf.m, 10 lbf.ft) 13 N.m (1,3 kgf.m, 10 lbf.ft) 3,7 N.m (0,4 kgf.m, 2,7 lbf.ft)

Olesi oli mesin ke permukaan ulir dan permukaan dudukannya.

KUNCI PERKAKAS Valve adjusting wrench 07908-KE90000

Spoke wrench, 5.8 x 6.1 mm 07701-0020300

4-3

PERAWATAN

JADWAL PERAWATAN
Jalankan Pemeriksaan Awal Sebelum Pengendaraan di dalam Buku Pedoman Pemilik pada masing-masing periode perawatan yang dijadwalkan. P: Periksa dan Bersihkan, Setel, Lumasi atau Ganti bila perlu. B: Bersihkan. G: Ganti. S: Setel. L: Lumasi. Pekerjaan perawatan berikut memerlukan pengetahuan teknis tertentu. Beberapa pekerjaan tertentu (terutama yang ditandai * dan **) dapat memerlukan lebih banyak pengetahuan teknis dan alat perkakas tertentu. Hubungi AHASS Saudara

FREKUENSI BAGIAN YANG DISERVIS * SALURAN BAHAN BAKAR * CARA KERJA GAS TANGAN AIR CLEANER CRANKCASE BREATHER BUSI * JARAK RENGGANG KLEP OLI MESIN * OIL STRAINER SCREEN * PUTARAN STASIONER MESIN CAIRAN PENDINGIN RADIATOR * SISTEM PENDINGINAN * SECONDARY AIR SUPPLY SYSTEM * DRIVE BELT * OLI FINAL DRIVE MINYAK REM KEAUSAN BRAKE SHOES/ PADS SISTEM REM * SAKELAR LAMPU REM * CARA KERJA BRAKE LOCK * ARAH SINAR LAMPU BESAR ** KEAUSAN CLUTCH SHOES STANDARD SAMPING * SUSPENSI * MUR, BAUT, PENGIKAT ** RODA/BAN ** BANTALAN STEERING HEAD

MANA YG LEBIH DULU DICAPAI

PEMBACAAN ODOMETER (km) - Catatan 1 PG I 500 PG II 2.000 PG III 4.000 P P 8.000 P P B G P 12.000 P P B P P B P P P P P P P SETIAP 8,000 km: P SETIAP 24.000 km: G P

LIHAT HALAMAN 4-5 4-5 4-6 4-8 4-9 4-10 4-11 4-12 4-13 4-13 4-14 4-14 4-15 4-16

Catatan 2 Catatan 4 P P G P P G

SETIAP 16.000 km: G B P P

SETIAP 2.000 km: G

Catatan 3

Catatan 3 Catatan 3 P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P

4-17 4-17 4-18 4-19 4-19 4-20 4-20 4-20 4-21 4-21 4-22 4-23

4-4

PERAWATAN

SALURAN BAHAN BAKAR


Lepaskan body cover (hal. 3-9). Periksa fuel hose (slang bahan bakar) terhadap pemburukan, kerusakan atau kebocoran. Ganti fuel hose bila perlu. Juga, periksa peralatan pemasangan fuel hose terhadap kebocoran. Pasang body cover (hal. 3-9).

FUEL HOSE

CARA KERJA THROTTLE


Periksa terhadap pemburukan atau kerusakan pada throttle cable (kabel gas). Periksa throttle grip (pegangan gas tangan terhadap kelancaran cara kerja. Periksa bahwa throttle dapat membuka dengan lancar dan menutup secara otomatis pada semua posisi kemudi. Jika throttle grip tidak kembali dengan benar, lumasi throttle cable. Untuk melumasi kabel, lepaskan throttle cable pada titik poros dan pakailah pelumas kabel yang tersedia di pasar atau oli yang ringan. Jika throttle grip tetap tidak dapat kembali dengan lancar, gantilah throttle cable dengan yang baru.

Dengan mesin berputar stasioner, putar stang stir sama sekali ke kanan dan kiri untuk memastikan bahwa putaran stasioner mesin tidak berubah. Jika putaran stasioner naik, periksalah jarak main bebas throttle grip dan penempatan throttle cable.

PERHATIAN !
Pemakaian kembali kabel yang rusak atau tertekuk secara berlebihan atau kusut dapat menghalangi pergeseran throttle yang benar dan dapat menyebabkan hilangnya pengaturan gas tangan sewaktu pengendaraan

Ukur jarak main bebas throttle grip pada throttle grip ange. JARAK MAIN BEBAS: 2 6 mm 2 - 6 mm (0,1 - 0,2 in)

4-5

PERAWATAN
Jarak main bebas throttle grip dapat disetel pada masingmasing ujung dari throttle cable. Penyetelan kecil dilakukan dengan upper adjuster (penyetel atas). Tarik lepas boot dari adjuster. Longgarkan lock nut (mur pengunci) dan putar adjuster sebanyak diperlukan. Kencangkan lock nut dan letakkan boot kembali pada posisinya yang benar. Penyetelan besar dilakukan dengan adjuster bawah. LOCK NUT BOOT ADJUSTER

Lepaskan luggage box (hal. 3-8). Longgarkan lock nut dan putar adjusting nut sebanyak diperlukan. Kencangkan lock nut. Periksa kembali cara kerja throttle. Pasang luggage box (hal. 3-8).

ADJUSTING NUT

LOCK NUT

SARINGAN UDARA / AIR CLEANER


Skuter Honda Vario menggunakan saringan udara jenis Viscous Element. Viscous Element adalah saringan udara kertas yang dilapisi oli pada permukaan luarnya, berfungsi menyaring udara dari debu dan kotoran yang masuk ke karburator. Viscoust element tidak perlu dibersihkan dengan penyemprotan angin. Viscoust element diganti setiap jarak tempuh 16.000 km VISCOUS ELEMENT

PERHATIAN !
Jangan pernah menyemprot Viscous Element, karena dapat merusak lapisan oli bahkan menghilangkannya. Ketika Viscoust Element disemprot, lapisan oli terbawa dengan debu dan kotoran yang terbuang. Menyebabkan Viscous Element tidak memiliki lapisan oli lagi. Udara yang mengandung debu dan kotor akan mudah masuk ke dalam karburator, dapat menyebabkan kerusakan pada mesin.

VISCOUS ELEMENT

4-6

PERAWATAN
PEMERIKSAAN AIR CLEANER
PERHATIAN !
Air cleaner cukup dibersihkan tutup dan rumah saringan udaranya saja. Lepaskan sekrup-sekrup dan lepaskan air duct cover. AIR DUCT COVER

SEKRUP-SEKRUP

Lepaskan sekrup-sekrup dan tutup rumah air cleaner dari sisi kanan. Lepaskan air cleaner Viscous Element. Bersihkan tutup dan rumah air cleaner dengan kain lap. Periksa rubber seal dari kerusakan atau kelapukan. Ganti rubber seal jika sudah tidak baik kondisinya. Periksa Viscous Element dan ganti apabila ia kotor secara berlebihan atau rusak. SEKRUP-SEKRUP

VISCOUS ELEMENT

TUTUP

RUBBER SEALS

Pasang Viscous Element dengan benar pada tempatnya. Pasang bagian-bagian yang telah dilepaskan dalam urutan terbalik dari pelepasan. PERHATIAN Pastikan bahwa nal reduction case breather hose diletakkan dengan benar pada air duct cover (hal.1-15) TORSI: AIR CLEANER HOUSING COVER ( 1.1 N.m (0,1 kgf.m, 0,8 lbf-ft )

AIR DUCT COVER

SEKRUP-SEKRUP

4-7

PERAWATAN

CRANKCASE BREATHER (PERNAPASAN BAK MESIN)


Servis lebih sering jika dikendarai dalam hujan, dengan gas penuh, atau setelah skuter dicuci atau terjatuh. Servis jika tinggi permukaan endapan dapat dilihat pada bagian transparant dari drain hose (slang pembuangan). Lepaskan crankcase breather drain hose dari hose clamp. Lepaskan crankcase breather drain hose plug dari ujung hose dan buanglah endapan-endapan dalam tempat penampung. Pasang crankcase breather drain hose plug dan pasanglah crankcase breather hose dengan hose clamp. Lepaskan luggage box (hal. 3-8). Periksa crankcase breather hose terhadap pemburukan, kerusakan atau kebocoran. Ganti crankcase breather hose bila perlu. Juga periksa ttings (perlengkapan pemasangan) crankcase breather hose terhadap kebocoran. Pasang luggage box (hal. 3-8). HOSE CLAMP

HOSE PLUG

DRAIN HOSE

CRANKCASE BREATHER HOSE

4-8

PERAWATAN

BUSI
Lepaskan front center body cover (hal. 3-8). Lepaskan topi busi dan bersihkan daerah di sekitar dasar busi. Lepaskan busi

BUSI

PERHATIAN !
Bersihkan daerah disekitar dasar busi dengan udara bertekanan sebelum melepaskan busi, dan pastikan bahwa tidak ada kotoran yang dapat memasuki ruang pembakaran. Periksa atau ganti, seperti telah diuraikan didalam jadwal perawatan (hal. 4-4). Periksa berikutnya dan ganti bila perlu. Insulator terhadap kerusakan Elektrode-elektrode terhadap keausan Kondisi terbakar, perubahan warna; Coklat tua sampai coklat muda menunjukkan kondisi baik. Warna muda berlebihan menunjukkan kerusakan pada sistem pengapian atau campuran bahan bakar yang terlalu miskin. Endapan basah atau hitam berarang menunjukkan campuran bahan bakar yang terlalu kaya INSULATOR ELEKTRODE SAMPING TOPI BUSI

ELEKTRODE TENGAH

Jika elektrode dikotori oleh endapan karbon, b e r s i h k a n elektrode dengan sebuah spark plug cleaner. Selalu gunakan busi yang telah ditentukan pada skuter ini. BUSI YANG DITENTUKAN: STANDARD: CR7EH-9 (NGK), U22FER9 (DENSO)

Ukur jarak renggang busi antara elektrode tengah dan samping dengan feeler gauge (alat pengukur jarak renggang busi) dari jenis kawat. Bila perlu, setel jarak renggang dengan menekuk elektrode samping dengan hati-hati. JARAK RENGGANG BUSI : 0,80 0,90 mm

0,80 - 0,90 mm

Pasang dan kencangkan busi dengan jari-jari kepada cylinder head (kepala silinder), kemudian kencangkan busi dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 16 N.m (1,6 kgf.m, 12 lbf.ft)

BUSI

PERHATIAN !
Jangan kencangkan busi secara berlebihan. Sambungkan topi busi. Pasang front center body cover (hal. 3-8). TOPI BUSI

4-9

HOSE

PERAWATAN VALVE CLEARANCE (JARAK RENGGANG KLEP)


PEMERIKSAAN
Periksa dan setel jarak renggang klep sementara me sin dalam keadaan dingin (di bawah 35O C). Lepaskan cylinder head cover (hal. 9-5). Putar crankshaft berlawanan arah jarum jam dengan menjalankan kickstarter perlahan-lahan dan mentepatkan tanda T pada ywheel dengan tanda penunjuk pada crankcase kanan. Pastikan bahwa piston berada pada TMA (Titik Mati Atas) pada langkah kompressi. Posisi ini dapat dipastikan dengan memeriksa bahwa ada kelonggaran pada rocker arm. Jika tidak ada kelonggaran, berarti bahwa piston bergerak melalui langkah pembuangan ke arah TMA. Putar crankshaft satu putaran penuh dengan menjalankan kickstarter perlahan-lahan dan mentepatkan tanda T sekali lagi. TANDA T

KICK STARTER

TANDA PENUNJUK

Periksa jarak renggang klep dengan memasukkan sebuah feeler gauge (lidah pengukur) antara valve adjusting screw (sekrup penyetelan klep) dan valve stem (tangkai klep). VALVE CLEARANCE: MASUK : 0,16 +/- 0,02 mm KELUAR: 0,25 +/- 0,02 mm Jika jarak renggang klep tidak sesuai, longgarkan valve adjusting screw lock nut (mur pengunci) dan setel jarak renggang klep dengan memutar adjusting screw sampai ada sedikit tahanan atas feeler gauge. Tahan adjusting screw dan kencangkan lock nut. PERKAKAS: Valve adjusting wrench 07908-KE90000

FEELER GAUGE

TORSI: 10 N.m (1,0 kgf.m, 7 lbf.ft) Periksa kembali jarak renggang klep. Pasang cylinder head cover (hal. 9-5).

ADJUSTING SCREW

ADJUSTING WRENCH

LOCK NUT

4-10

PERAWATAN

OLI MESIN
PEMERIKSAAN TINGGI PERMUKAAN OLI MESIN
Letakkan skuter pada standard utamanya di atas permukaan mendatar. Hidupkan mesin dan biarkan berputar stasioner selama 3-5 menit. Matikan mesin dan tunggu 2-3 menit. Lepaskan oil ller cap/dipstick (tutup pengisian oli/tangkai pengukur) dan seka oli dari dipstick dengan kain bersih. Masukkan oil ller cap/dipstick tanpa menyekrupkannya ke dalam, lepaskan dan periksa tinggi permukaan oli. Tinggi permukaan harus antara garis permukaan UPPER dan LOWER pada oil ller cap/dipstick. Jika tinggi permukaan oli berada di bawah atau Jika tinggi permukaan oli berada di bawah atau dipstick, tambahkan oli yang direkomendasikan sampai ke permukaan teratas. OLI MESIN YANG DIANJURKAN: Federal Oil Superior Formulation atau oli mesin 4 tak sejenis dengan klasikasi API service SG, Viskositas: SAE 10W-30

FILLER CAP/DIPSTICK

UPPER LOWER

PERHATIAN !
Viskositas lain yang diperlihatkan pada diagram dapat dipakai jika suhu rata-rata di daerah pengendaraan Anda berada dalam daerah jangkauan. Pastikan bahwa O-ring dalam kondisi baik dan ganti bila perlu. Lapisi O-ring dengan oli mesin dan pasang oil ller cap/ dipstick. Untuk penggantian oli mesin, lihat bawah.

O-RING

FILLER CAP/DIPSTICK

4-11

PERAWATAN PENGGANTIAN OLI


Letakkan skuter pada standard utamanya. Hidupkan mesin, panaskan dan matikan. Lepaskan oil ller cap/dipstick. Gantilah oli mesin dengan mesin dalam keadaan panas dan skuter di atas tanah mendatar untuk memastikan pembuangan oli secara tuntas. Letakkan baki penampung oli di bawah mesin untuk menampung oli, kemudian lepaskan oil drain bolt (baut pembuangan oli) dan sealing washer (cincin perapat). Dengan perlahan jalankan kickstarter dan keluarkan oli mesin. Setelah mengeluarkan oli seluruhnya, pasang sebuah sealing washer baru dan oil drain bolt. Kencangkan drain bolt dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 24 N.m (2,4 kgf.m, 18 lbf.ft) PERHATIAN ! Jika perawatan engine oil strainer screen telah dijadwalkan, lakukan sebelum mengisi crankcase dengan oli mesin. Isi crankcase dengan oli mesin yang direkomendasikan. KAPASITAS OLI MESIN: 0,7 liter pada penggantian periodik 0,8 liter pada pembongkaran mesin Periksa tinggi permukaan oli (hal. 4-11). Pastikan bahwa tidak ada kebocoran oli. FILLER CAP/DIPSTICK

WASHER/DRAIN BOLT

ENGINE OIL STRAINER SCREEN


Keluarkan oli mesin (hal. 4-12) Lepaskan oil strainer screen cap, O-ring, spring (pegas) dan oil strainer screen. Cucilah strainer screen sepenuhnya dalam cairan pelarut yang tidak dapat terbakar atau mempunyai titik nyala api tinggi sampai semua kotoran yang terkumpul telah dihilangkan. Tiuplah kering dengan udara bertekanan untuk membersihkannya secara menyeluruh. Sebelum memasang strainer screen, periksalah dengan teliti terhadap kerusakan dan pastikan bahwa sealing rubber (karet perapat) dalam keadaan baik. Pastikan bahwa O-ring dalam keadaan baik dan ganti bila perlu. Pasang oil strainer screen dan spring dengan strainer sealing rubber terhadap crankcase. Lapisi O-ring dengan oli mesin dan pasang oil strainer screen cap. Kencangkan oil strainer screen cap dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 20 N.m (2,0 kgf.m, 15 lbf.ft) Isi crankcase dengan oli mesin yang direkomendasikan dan periksa tinggi permukaan oli mesin (hal. 4-11). Pastikan bahwa tidak ada kebocoran oli.

SPRING

OIL STRAINER CAP

OIL STRAINER SCREEN

O-RING

4-12

PERAWATAN

PUTARAN STASIONER MESIN


Periksa dan setel putaran stasioner mesin setelah semua bagian perawatan mesin lainnya telah dijalankan dan sesuai dengan spesikasi. Mesin harus dalam keadaan panas untuk pemeriksaan dan penyetelan putaran stasioner mesin yang akurat. Sepuluh menit pengendaraan jalan -berhenti adalah cukup. Letakkan skuter di atas standard utamanya. Panaskan mesin selama kira-kira sepuluh menit. Hubungkan sebuah tachometer dan periksa putaran stasioner mesin. PUTARAN STASIONER: 1.700 +/- 100 menit-1 (rpm) Jika putaran stasioner mesin tidak sesuai dengan spesikasi, setel sebagai berikut: Buka kunci sadel dengan kunci kontak. Buka sadel. Lepaskan adjusting hole cap dan putar throttle stop screw sebanyak diperlukan untuk mendapatkan putaran stasioner yang ditentukan. Bukalah gas tangan dengan ringan sebanyak 2-3 kali, kemudian periksa putaran stasioner mesin sekali lagi. Pasanglah bagian-bagian yang telah dilepaskan dalam urutan terbalik dari pelepasan.

ADJUSTING HOLE CAP

THROTTLE STOP SCREW

CAIRAN PENDINGIN RADIATOR


Letakkan skuter pada standard utamanya. Hidupkan mesin, panaskan. Periksa tinggi permukaan cairan pendingin pada tangki cadangan dengan mesin berputar pada suhu operasi normal. Tinggi permukaan harus antara tanda garis UPPER dan LOWER sementara skuter pada posisi tegak di atas permukaan mendatar. Jika tinggi permukaan terlalu rendah, isilah sebagai berikut:

UPPER LEVEL

PERHATIAN !
Hanya pakai cairan pendingin asli Honda genuine coolant atau sejenisnya yang mengandung pencegah korosi, yang khusus dianjurkan untuk mesin aluminium. Buka kunci sadel dengan kunci kontak. Buka sadel. Lepaskan reserve tank cap (tutup tangki cadangan) dan isi tangki sampai garis permukaan UPPER dengan cairan pendingin yang dianjurkan. CAIRAN PENDINGIN YANG DIANJURKAN: Honda gunuine coolant. Periksa apakah ada kebocoran cairan pendingin jika tinggi permukaan cairan pendingin berkurang dengan cepat. Jika tangki cadangan menjadi kosong sama sekali, ada kemungkinan masuknya udara ke dalam sistem pendinginan. Pastikan untuk mengeluarkan semua udara dari sistem pendinginan seperti diuraikan pada halaman 7-8.

RESERVE TANK CAP

4-13

PERAWATAN

SISTEM PENDINGINAN
Lepaskan radiator cover (penutup radiator) (hal. 3-13). Periksa radiator terhadap kebocoran. Periksa terhadap kebocoran cairan pendingin dari water pump (pompa air) (hal. 7-19), water hoses (slang-slang air) dan hose joints (penyambung slang air). Periksa slang air terhadap retak-retak atau tidak baik kondisinya dan ganti bila perlu. Periksa bahwa semua hose clamps (klem slang) dikencangkan dengan erat-erat.

SIPHONE HOSE WATER HOSES

RADIATOR WATER PIPE WATER HOSES

Periksa rongga aliran udara terhadap sumbatan atau kerusakan. Luruskan sirip-sirip yang tertekuk dengan obeng minus kecil dan keluarkan serangga, lumpur atau halangan lain dengan udara bertekanan atau air bertekanan rendah. Ganti radiator jika aliran udara terhambat seluas lebih dari 20% dari permukaan radiator. Pasang bagian-bagian yang dilepaskan dalam urutan terbalik dari pelepasan.

SIRIP RADIATOR

SECONDARY AIR SUPPLY SYSTEM


PEMERIKSAAN
Lepaskan luggage box (kotak bagasi) (hal. 3-8) Lepaskan sekrup dan pulse secondary air injection (PAIR) air cleaner housing cover (tutup rumah saringan udara PAIR). Lepaskan PAIR air cleaner element

PAIR AIR CLEANER HOUSING COVER

ELEMENT

SEKRUP

4-14

PERAWATAN
Cucilah element sepenuhnya dalam cairan pelarut bersih dengan titik nyala api tinggi. Biarkan element mengering sama sekali. Setelah mengering, olesi 1,0 1,5 g oli mesin kepada seluruh permukaan element dan gosoklah dengan tangan untuk memenuhi element dengan minyak. OLI MESIN YANG DIANJURKAN: Federal Oil Superior Formulation atau oli mesin 4 tak sejenis dengan klasikasi API service SG. Viskositas: SAE 10W-30. Pasang element, PAIR air cleaner housing cover dan kencangkan sekrup dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 1 N.m (0,1 kgf.m, 0,7 lbf.ft) PERHATIAN ! Jangan sekali-kali bensin atau cairan pembersih dengan titik nyala rendah untuk membersihkan element, karena dapat mengakibatkan kebakaran atau eksplosi. Lepaskan body cover (hal. 3-9). Periksa air suction hose (slang penghisap udara) antara PAIR air cleaner housing dan PAIR control valve terhadap retak-retak, pemburukan kondisi, kerusakan atau sambungan yang longgar. PERHATIAN ! Jika hose memperlihatkan tanda-tanda kerusakan akibat panas, periksalah PAIR check valve (hal. 6-26). Periksa air supply hose (slang penyaluran udara) antara PAIR control valve dan air supply pipe (pipa penyaluran udara) terhadap retak-retak, pemburukan, kerusakan atau sambungan yang longgar. Periksalah air supply pipe antara air supply hose dan cylinder head terhadap kerusakan atau pengikat yang longgar. Periksalah vacuum hose antara intake manifold vacuum joint dan PAIR control valve terhadap pemburukan, kerusakan atau sambungan yang longgar. Juga periksa bahwa hose tidak kusut atau terjepit. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. AIR SUCTION HOSE AIR SUPPLY HOSE

Peras cairan pencuci sepenuhnya

Penuhi elemen dengan oli

Cucilah dalam cairan pelarut

Olesi 1,0 - 1,5 g oli mesin bersih

PAIR CONTROL VALVE VACUUM HOSE

AIR SUPPLY PIPE

DRIVE BELT (SABUK PENGGERAK)


Lepaskan left crankcase cover (hal. 11-4). Periksa drive belt terhadap retak-retak, pelepasan atau keausan abnormal atau berlebihan dan ganti bila perlu (hal. 11-11).

DRIVE BELT

4-15

PERAWATAN
Dengan menggunakan dua pelat datar, ukurlah lebar drive belt seperti diperlihatkan. BATAS SERVIS: 18,0 mm Ganti drive belt jika ia kurang dari batas servis (hal. 1111).

DRIVE BELT

OLI FINAL DRIVE


PEMERIKSAAN TINGGI PERMUKAAN OLI
Pastikan bahwa nal reduction case tidak bocor. Letakkan skuter pada standard utamanya. Lepaskan oil check bolt (baut pemeriksaan oli). Periksa apakah oli mengalir keluar dari lubang check hole. Jika tinggi permukaan oli rendah (oli tidak mengalir keluar), tambahkan oli yang dianjurkan seperti diuraikan di bawah. OLI YANG DIANJURKAN: Federal Oil Superior Formulation atau oli mesin 4 tak sejenis dengan klasikasi API service SG. Viskositas: SAE 10W-30 Pasang oil check bolt dengan sebuah sealing washer baru dan kencangkan dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 13 N.m (1,3 kgf.m, 10 lbf.ft) DRIVE BELT

CHECK BOLT

LOWER LEVEL

DRAIN BOLT

SEALING WASHER

PENGGANTIAN OLI
Letakkan sebuah panci pembuangan oli di bawah nal reduction case untuk menampung oli, kemudian lepaskan oil check bolt, oil drain bolt dan sealing washers. Putar roda belakang dengan perlahan dan keluarkan oli. Setelah mengeluarkan semua oli, pasang oil drain bolt dengan sebuah sealing washer baru dan kencangkan drain bolt dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 13 N.m (1,3 kgf.m, 10 lbf.ft) Isi nal reduction case dengan oli yang dianjurkan sampai tinggi permukaan yang tepat (Lihat atas). KAPASITAS OLI FINAL REDUCTION; 0,10 liter pada penggantian periodik 0,12 liter pada pembongkaran Pasang oil check bolt dengan sebuah sealing washer baru dan kencangkan dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 13 N.m (1,3 kgf.m, 10 lbf.ft) CHECK BOLT SEALING WASHER

4-16

PERAWATAN

MINYAK REM
PERHATIAN !
Minyak rem yang tertumpah dapat merusak bagian-bagian yang dicat, terbuat dari plastik atau karet. Letakkan kain lap di atas bagian-bagian ini setiap kali sistem diservis. Jangan mencampur minyak rem dari merek yang berbeda, oleh karena mereka tidak cocok satu sama lain Jangan membiarkan barang asing memasuki sistem ketika mengisi reservoir (kotak penyimpanan). Jika tinggi permukaan minyak rem terlalu rendah, periksa brake pads ( kanvas rem) terhadap keausan (Lihat bawah). Tinggi permukaan yang terlalu rendah dapat diakibatkan oleh keausan brake pads. Jika brake pads aus, caliper piston terdorong keluar, dan ini menyebabkan tinggi permukaan reservoir yang rendah. Jika brake pads tidak aus dan tinggi permukaan minyak rem rendah, periksalah seluruh sistem terhadap kebocoran (hal. 4-18). Letakkan skuter pada standard utamanya. Putar stang stir ke kiri sehingga reservoir mendatar dan periksa tinggi permukaan minyak rem reservoir depan melalui kaca pengamat. Jika tinggi permukaan mendekati tanda LOWER, periksa brake pads terhadap keausan (Lihat bawah).

TANDA PERMUKAAN LOWER

KEAUSAN BRAKE SHOES/ PADS


FRONT DISC BRAKE PADS (KANVAS REM CAKRAM DEPAN)
Periksa brake pads terhadap keausan. Ganti brake pads jika salah satu pad aus sampai ke alur batas keausan. Lihat hal. 17-9 untuk penggantian brake pads. PERHATIAN ! Selalu ganti brake pads sebagai satu set untuk memastikan tekanan cakram yang rata ALUR-ALUR BATAS

BRAKE SHOES TROMOL REM BELAKANG


Periksa posisi wear indicator ketika handel rem ditarik. Jika indicator tertepatan dengan tanda , periksa tromol rem (hal. 17-7). Ganti brake shoes (hal. 17-5) jika D.D. tromol rem di bawah batas servis. WEAR INDICATOR

TANDA

4-17

PERAWATAN

SISTEM REM
REM CAKRAM DEPAN
Tarik handel rem dengan keras dan periksa bahwa tidak ada udara yang memasuki sistem. Jika handel terasa lunak atau seperti sepon ketika dioperasikan, buanglah udara dari sistem. Lihat hal. 17-8 untuk prosedur pembuangan udara. HANDEL REM DEPAN

Periksa brake hose (slang rem) dan ttings (peralatan pemasangan) terhadap pemburukan, retak-retak, atau tanda-tanda kebocoran. Kencangkan ttings yang longgar. Ganti hose dan ttings bila perlu.

BRAKE HOSE

REM TROMOL BELAKANG


Periksa kabel rem dan handel rem terhadap sambungan longgar, jarak main bebas berlebihan atau kerusakan lain. Ganti atau perbaiki bila perlu. Ukur jarak main bebas handel rem belakang pada ujung handel rem. JARAK MAIN BEBAS: 10 20 mm 10 - 20 mm

4-18

PERAWATAN
PERHATIAN !
Pastikan bahwa potongan pada adjusting nut duduk pada joint pin Setel jarak main bebas handel rem belakang dengan memutar rear brake arm adjusting nut ( mur penyetelan lengan rem belakang).

ADJUSTING NUT

SAKELAR LAMPU REM


Sakelar lampu rem pada handel rem tidak dapat di setel. Jika hidupnya lampu rem dan berfungsinya rem tidak sinkron, gantilah sakelar atau bagian - bagian yang tidak berfungsi dengan baik dari sistem. Periksa bahwa lampu rem menyala tepat sebelum rem berfungsi. Lihat 21-16 untuk pemeriksaan sakelar lampu rem.

SAKELAR LEMPU REM DEPAN

SAKELAR LEMPU REM BELAKANG

CARA KERJA BRAKE LOCK


Tekan handel rem belakang dan pasang lock lever (handel pengunci). Periksa cara kerja brake lock setelah jarak main bebas handel rem belakang telah diperiksa dan disetel (hal. 418). Periksa bahwa roda belakang telah terkunci sepenuhnya

LOCK LEVER

HANDEL REM

4-19

PERAWATAN

ARAH SINAR LAMPU BESAR


Letakkan skuter di atas tanah mendatar. Setel sinar lampu besar dalam arah vertikal dengan melonggarkan baut-baut penyetelan arah sinar lampu besar Tahan baut-baut penyetelan arah sinar lampu besar dan kencangkan mereka.

PERHATIAN !
Arah sinar lampu besar kanan dan kiri tidak dapat disetel terpisah. Ketika menyetel arah sinar lampu besar pastikan untuk menyetel sinar lampu besar dengan mentepatkan baut kiri dan kanan. Setel arah sinar lampu besar sesuai dengan undang-undang dan peraturan lokal. BAUT-BAUT PENYETELAN ARAH SINAR LAMPU BESAR

KEAUSAN CLUTCH SHOES


Lepaskan susunan clutch (kopeling) (hal. 11-18). Periksa clutch shoes terhadap keausan tidak normal. Ukuran ketebalan masing-masing shoe. BATAS SERVIS: 2,0 mm Ganti clutch shoes jika ketebalan di bawah batas servis (hal. 11-19). Pasang susunan clutch (hal. 11-23).

CLUTCH SHOE

STANDARD SAMPING
Letakkan skuter di atas standard utamanya. Periksa pegas standard samping terhadap kerusakan atau berkurangnya tegangan. Periksa susunan standard samping terhadap kebebasan pergerakan dan lumasi poros standard samping bila perlu. Periksa side stand ignition cut-off system (sistem mematikan pengapian yang dijalankan oleh standard samping): 1. 2. 3. 4. Tarik masuk standard samping. Hidupkan mesin. Turunkan standard samping sepenuhnya. Mesin harus mati sewaktu standard samping diturunkan

STANDARD SAMPING

Jika ada persoalan dengan sistem, periksa sakelar standard samping (hal. 21-13).

4-20

PERAWATAN

SUSPENSI
DEPAN
Periksa cara kerja fork (garpu) dengan menarik rem depan dan menekan suspensi depan ke bawah beberapa kali. Periksa seluruh susunan terhadap tanda-tanda kebocoran, kerusakan, atau kelonggaran pengikat.

PERHATIAN !
Bagian suspensi yang longgar, aus atau rusak mempengaruhi kestabilan dan pengendalian skuter. Ganti komponen - komponen rusak yang tidak dapat diperbaiki. Kencangkan semua baut dan mur. Lihat hal. 15-12 untuk servis fork FRONT FORK

BELAKANG
Periksa cara kerja sokbreker dengan menekannya beberapa kali. Periksa seluruh susunan sokbreker terhadap tanda-tanda kebocoran, kerusakan atau pengikat longgar. Ganti komponen rusak yang tidak dapat diperbaiki. Kencangkan semua baut dan mur. Lihat halaman 16-5 untuk servis sokbreker. Letakkan skuter pada standard utamanya. Periksa terhadap engine mounting bushings yang aus dengan memegang mesin mencoba menggerakkan roda dari sisi ke sisi. Ganti bushings jika ada kelonggarkan (hal. 16-6). ENGINE MOUNTING BUSHINGS SOKBREKER BELAKANG

MUR, BAUT, PENGIKAT


Periksa bahwa semua baut dan mur rangka dikencangkan dengan torsi pengencangan mereka yang benar (hal. 1-10). Periksa bahwa semua cotter pin, safety clips, hose clamps dan cable stays ada di tempatnya dan telah dikencangkan dengan benar.

4-21

PERAWATAN

RODA / BAN
Letakkan skuter pada standard utamanya. Pastikan bahwa fork tidak dapat bergerak, naikkan roda depan dan periksa terhadap kelonggaran. Periksa terhadap bantalan roda depan yang aus dengan memegang roda depan dan mencoba menggerakkannya dari sisi ke sisi. Ganti bantalan roda depan jika ada kelonggaran (hal. 158). Putar roda dan periksa bahwa ia berputar dengan lancar tanpa suara aneh. Jika diperkirakan ada kondisi tidak normal, periksalah bantalan roda depan (hal. 15-11). Dukung skuter dengan teguh dan naikkan roda belakang. Periksa terhadap bantalan nal gear shaft (poros gigi akhir) yang aus dengan memegang roda belakang dan mencoba menggerakkan roda dari sisi ke sisi. Ganti bantalan nal gear shaft jika ada kelonggaran (hal. 12-9). Putar roda dan periksa bahwa ia berputar dengan lancar tanpa suara aneh. Jika diperkirakan ada kondisi tidak normal, periksalah nal reduction (hal. 12-7) BANTALAN FINAL GEAR SHAFT BANTALAN RODA

Periksa tekanan udara ban dengan air pressure gauge (alat pengukur tekanan ban) dengan ban dalam keadaan dingin. TEKANAN BAN YANG DIANJURKAN: Pengendara saja: DEPAN : BELAKANG : 200 kPa (2,00 kgf/cm2, 29 psi) 225 kPa (2,25 kgf/cm2, 33 psi)

Pengendara dan pembonceng: DEPAN : 200 kPa (2,00 kgf/cm2, 29 psi) BELAKANG : 225 kPa (2,25 kgf/cm2, 33 psi) PERHATIAN ! Tipe Jari-jari Periksa pelek roda dan jari-jari terhadap kerusakan. Kencangkan jari-jari yang longgar. TOOL: Spoke wrench, 5.8 x 6.1 mm 07701-0020300 PRESSURE GAUGE

TORSI: 3,7 N.m (0,4 kgf.m, 2,7 lbf.ft)

SPOKE WRENCH

4-22

PERAWATAN
Periksa ban terhadap sayatan, paku yang tertanam, atau kerusakan lain. Periksa apakah roda depan dan belakang segaris. DEPAN Ukuran ban Merek ban SRI FT 235 BELAKANG FT 235

80/90 14M/C 40P 90/90- 14M/C 46P

Ukur kedalaman alur telapak pada bagian tengah ban. Ganti ban jika kedalaman alur mencapai batas berikut. KEDALAM ALUR MINIMUM: DEPAN/BELAKANG: Sampai ke indikator

INDICATOR

BANTALAN STEERING HEAD


Letakkan skuter pada standard utamanya dan naikkan roda lepas tanah. PERHATIAN ! Periksa bahwa kabel pengatur tidak mengganggu perputaran stang stir. Periksa bahwa stang stir bergerak dengan bebas dari sisi ke sisi. Jika stang stir bergerak tidak lancar atau tertahan, periksalah bantalan steering head (kepala kemudi) (hal. 1524). Tahan skuter dan periksa bantalan steering head terhadap keausan dengan menggerakkan fork ke depan dan belakang. Jika steering stem (poros kemudi) mempunyai pergerakan vertikal, periksalah bantalan steering head (hal. 15-24).

BANTALAN STEM

BANTALAN STEM

4-23

5. SISTEM PELUMASAN SISTEM PELUMASAN


DIAGRAM SISTEM PELUMASAN KETERANGAN SERVIS 5-1 5-2 MENCARI PENYEBAB KESUKARAN POMPA OLI 5-2 5-3

DIAGRAM SISTEM PELUMASAN


ROCKER ARM SHAFT

CAMSHAFT

PISTON

CRANKSHAFT

OIL STRAINER SCREEN

OIL PUMP

5-1

SISTEM PELUMASAN

KETERANGAN SERVIS
UMUM
PERHATIAN!
Oli mesin bekas dapat menyebabkan kanker kulit jika berulang-ulang mengenai kulit untuk waktu lama. Walaupun ini tidak besar kemungkinannya kecuali apabila Anda menangani oli bekas setiap hari, tetap dianjurkan untuk mencuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air sesegera mungkin setelah menangani oli bekas. Oil pump (pompa oli) dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka. Prosedur servis di dalam bab ini harus dijalankan dengan oli mesin dikeluarkan dari mesin. Ketika melepaskan dan memasang oil pump, perhatikan untuk tidak membiarkan debu atau kotoran memasuki mesin. Jika ada bagian dari oil pump yang aus melampaui batas servis yang ditentukan, gantilah oil pump sebagai sebuah rakitan. Setelah oil pump dipasang, periksalah bahwa tidak ada kebocoran oli.

SPESIFIKASI BAGIAN Kapasitas oli mesin Pada penggantian periodik Pada pembongkaran mesin Oli mesin yang dianjurkan STANDARD 0,7 liter 0,8 liter Federal Oil Superior Formulation atau oli mesin 4 tak sejenis dengan klasikasi API service SG, Viskositas: SAE 10W-30 0,15 0,15 0,21 0,05 0,10

Satuan: mm BATAS SERVIS -

Oil pump rotor

Jarak renggang pada ujung rotor Jarak renggang antara rotor dan rumah Jarak renggang ke samping rotor pompa

0,20 0,35 0,12

TORSI PENGENCANGAN
Oil pump plate screw Oil pump mounting bolt 3 N.m (0,3 kgf.m, 2,2 lbf.ft) 10 N.m (1,0 kgf.m, 7 lbf.ft)

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


Tinggi permukaan oli mesin terlalu rendah, pemakaian oli tinggi
Ada kebocoran oli di luar Piston rings aus atau pemasangan piston ring salah (hal. 10-6) Cylinder aus (hal. 10-3) Valve guide atau seal aus (hal. 9-15)

Oli tercemar

Oli jarang diganti Oil strainer tersumbat Piston rings aus (hal. 10-6)

5-2

SISTEM PELUMASAN

OIL PUMP (POMPA OLI)


PELEPASAN
Ketika melepaskan oil pump, jangan membiarkan debu atau kotoran memasuki mesin. Lepaskan water pump/stator base (dasar pompa air/stator) (hal. 7-12). Lepaskan kedua baut pemasangan dan oil pump.

BAUT-BAUT

OIL PUMP

PEMASANGAN
Pasang oil pump pada crankcase dengan mentepatkan dowel pins dan lubang-lubang crankcase.

TEPATKAN

OIL PUMP

Pasang dan kencangkan baut-baut oil pump dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 10 N.m (1,0 kgf.m, 7 lbf.ft) Pasang water pump/stator base (hal.7-14).

BAUT-BAUT

OIL PUMP

5-3

SISTEM PELUMASAN PEMBONGKARAN/PERAKITAN


Lepaskan sebagai berikut: - Dowel pins - Sekrup - Pump plate - Outer rotor - Inner rotor PERHATIAN ! Olesi oli mesin pada inner rotor dan outer rotor Perakitan adalah dalam urutan terbalik dari pembongkaran. TORSI : OIL PUMP PLATE SCREW 3 N.m (0,3 kgf.m, 2,2 lbf.ft)

PUMP PLATE

DOWEL PIN

OUTER ROTOR

PUMP BODY

INNER ROTOR

SEKRUP 3 N.m (0,3 kgf.m, 2,2 lbf.ft)

PEMERIKSAAN
JARAK RENGGANG UJUNG ROTOR Ukur pada beberapa titik dan pakailah pembacaan ter besar untuk dibandingkan dengan batas servis. Untuk sementara pasang outer rotor dan inner rotor pada pump body dan oil pump shaft ke dalam oil pump inner rotor. Ukur jarak renggang antara outer rotor dan inner rotor dengan sebuah feeler gauge (lidah pengukur). BATAS SERVIS: 0,20 mm

JARAK RENGGANG UJUNG ROTOR

5-4

SISTEM PELUMASAN
JARAK RENGGANG ANTARA ROTOR DAN RUMAH Ukur jarak renggang antara oil pump body (badan pompa oli) dan outer rotor dengan sebuah feeler gauge. BATAS SERVIS: 0,35 mm JARAK RENGGANG KE RUMAH

JARAK RENGGANG KE SAMPING ROTOR Ukurlah jarak renggang ke samping dengan menggunakan sebuah alat pengukur kedataran (straight edge) dan feeler gauge. BATAS SERVIS: 0,12 mm

JARAK RENGGANG KE SAMPING

5-5

6. SISTEM BAHAN BAKAR SISTEM BAHAN BAKAR


LOKASI KOMPONEN KETERANGAN SERVIS MENCARI PENYEBAB KESUKARAN AIR CLEANER HOUSING PELEPASAN KARBURATOR PEMASANGAN KARBURATOR PEMBONGKARAN KARBURATOR PERAKITAN KARBURATOR 6-1 6-2 6-3 6-4 6-6 6-7 6-9 6-13 MEMBERSIHKAN KARBURATOR PEMERIKSAAN KARBURATOR PENYETELAN PILOT SCREW INLET PIPE SECONDARY AIR SUPPLY SYSTEM FUEL TANK FUEL AUTO VALVE 6-18 6-19 6-22 6-23 6-24 6-28 6-29

LOKASI KOMPONEN-KOMPONEN

6-1

SISTEM BAHAN BAKAR

KETERANGAN SERVIS
UMUM
Menekuk atau melintir kabel pengontrol akan mengganggu kelancaran cara kerja dan dapat mengakibatkan tertahan atau terjepitnya kabel, menghasilkan hilangnya penguasaan atas kendaraan. Bekerjalah di ruangan yang berventilasi baik. Merokok atau membiarkan api atau percikan api di tempat kerja atau tempat di mana bensin disimpan dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. Ketika membongkar bagian-bagian dari sistem bahan bakar, catatlah lokasi dari O-rings. Ganti dengan O-ring baru sewaktu perakitan kembali. Sebelum membongkar karburator, letakkan baki penampung yang cocok di bawah slang pembuangan karburator. Longgarkan drain screw (sekrup pembuangan) dan keluarkan bensin dari karburator. Setelah melepaskan karburator, bungkuslah lubang pemasukan dari mesin dengan handuk bengkel atau tutuplah dengan tape perekat agar benda asing tidak dapat jatuh ke dalam mesin.

SPESIFIKASI
BAGIAN Nomor identikasi karburator Main jet Slow jet Tahanan listrik SE thermal valve Tinggi pelampung Pembukaan awal pilot screw Putaran stasioner mesin Vakum PAIR control valve yang ditentukan Jarak main bebas throttle grip SPESIFIKASI AVK2CC # 102 # 35 3,2 5,6 Ohm (20O C) 13,0 mm Lihat halaman 6-22 1.700 +/-100 menit-1 (rpm) 60 kPa (450 mmHg) 2 6 mm

TORSI PENGENCANGAN
Inlet pipe band screw SE thermal valve body screw SE thermal valve setting plate screw Air cut-off valve cover screw Vacuum chamber cover screw Slow jet Main jet Needle jet holder Float chamber screw Float chamber drain screw PAIR check valve cover screw Fuel auto valve lock nut

2 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft) 3,4 N.m (0,4 kgf.m, 2,5 lbf. ft) 2,1 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft) 2,1 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft) 2,1 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft) 1,5 N.m (0,14 kgf.m, 1,1 lbf.ft) 2,1 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft) 2,5 N.m (0,3 kgf.m, 1,8 lbf.ft) 2,1 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft) 1,5 N.m (0,14 kgf.m, 1,1 lbf.ft) 2,1 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft) 22,5 N.m (2,3 kgf.m, 17 lbf.ft)

TOOLS (PERKAKAS)
Pin driver 07744-0010100 Carburetor oat level gauge 07401-0010000

6-2

SISTEM BAHAN BAKAR

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


Mesin tidak mau dihidupkan
Tidak ada bahan bakar di dalam tangki Tidak ada bahan bakar ke karburator - Fuel strainer tersumbat - Fuel hose tersumbat - Lubang pernapasan tangki bahan bakar tersumbat - Fuel auto valve tidak bekerja dengan baik Penyetelan tinggi pelampung tidak benar Terlalu banyak bahan bakar masuk ke dalam mesin - Saringan udara tersumbat - Karburator kebanjiran Kebocoran udara masuk Bahan bakar tercemar/memburuk Starting enrichment (SE) thermal valve tidak bekerja dengan baik Rangkaian starting enrichment (SE) tersumbat Rangkaian slow karburator tersumbat Gas tangan tidak bekerja dengan benar Tidak ada percikan api pada busi (Sistem pengapian tidak bekerja dengan baik hal. 19-4)

Mesin mati mendadak, sulit dihidupkan, putaran stasioner kasar


Saluran bahan bakar terbatas Campuran bahan bakar terlalu miskin/kaya Bahan bakar tercemar/memburuk Ada kebocoran udara masuk Putaran stasioner tidak disetel dengan baik Pilot screw tidak disetel dengan baik Lubang pernapasan tangki bahan bakar tersumbat Saringan udara tersumbat Rangkaian slow tersumbat Starting enrichment (SE) thermal valve tidak bekerja dengan baik Sistem pengapian tidak bekerja dengan baik (hal. 19-4) Fuel jets tersumbat Float valve (klep pelampung) tidak bekerja dengan baik Float level (tinggi pelampung) terlalu rendah Saluran bahan bakar terbatas Slang ventilasi udara karburator tersumbat Lubang pernapasan tangki bahan bakar tersumbat Ada kebocoran udara masuk Vacuum piston tidak bekerja dengan baik Air jet tersumbat Float valve tidak bekerja dengan baik Float level terlalu tinggi Starting enrichment (SE) thermal valve macet terbuka Elemen saringan udara tercemar Vacuum piston tidak bekerja dengan baik ECT sensor tidak bekerja dengan baik

Campuran bahan bakar miskin

Campuran bahan bakar kaya

Backring atau misring sewaktu berakselerasi

Campuran bahan bakar terlalu miskin Sistem pengapian tidak bekerja dengan baik (hal. 19-4)

Afterburn ketika engine braking dipergunakan

Campuran bahan bakar miskin di dalam rangkaian slow Pulse secondary air injection (PAIR) system tidak bekerja dengan baik - PAIR control valve tidak bekerja dengan baik - PAIR check valve tidak bekerja dengan baik - Slang dari PAIR system tersumbat Sistem pengapian tidak bekerja dengan baik (hal. 19-4)

6-3

SISTEM BAHAN BAKAR

AIR CLEANER HOUSING


(RUMAH SARINGAN UDARA)
PELEPASAN
Lepaskan sebagai berikut: - Luggage box (hal. 3-8). - Air cleaner element (hal. 4-6). Lepaskan carburetor vacuum piston hose dan crankcase breather hose dari air cleaner housing.

BAND SCREW

CRANKCASE BREATHER HOSE

VACUUM PISTON HOSE

Longgarkan sekrup pita penjepit slang penyambung (connecting hose band screw). Lepaskan baut pemasangan bawah sokbreker belakang (hal. 8-5). Lepaskan crankcase breather drain hose dari hose clamp. Lepaskan ketiga baut dari air cleaner housing. PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak merusak air cleaner housing Lepaskan connecting hose dari karburator dengan memegang karburator dan menarik air cleaner housing ke belakang. Lepaskan air cleaner housing dari sebelah kanan dari rangka. CRANKCASE BREATHER DRAIN HOSE HOSE CLAMP

BAUT-BAUT

AIR CLEANER HOUSING

6-4

SISTEM BAHAN BAKAR


PEMASANGAN
Pasang air cleaner housing dari sebelah kanan dari rangka. PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak merusak air cleaner housing. Sambungkan connecting hose ke karburator dengan memegang karburator dan dengan hati-hati mendorong air cleaner housing ke depan. PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak merusak air cleaner connecting hose. Pasang crankcase breather drain hose terhadap hose clamp. AIR CLEANER HOUSING

HOSE CLAMP

CRANKCASE BREATHER DRAIN HOSE

Pasang connecting hose band seperti diperlihatkan. Kencangkan band screw sampai band duduk di atas collar seperti diperlihatkan Sambungkan carburetor vacuum piston hose dan crankcase breather hose ke air cleaner housing.

COLLAR

BAND SCREW

PERHATIAN !
Pastikan bahwa hoses dan hose clips telah dipasang dalam arah yang benar (hal. 1-16).

BAND SCREW

CRANKCASE BREATHER HOSE

VACUUM PISTON HOSE

6-5

SISTEM BAHAN BAKAR


Pasang air cleaner housing pada tempatnya. Pasang dan kencangkan ketiga baut pada air cleaner housing. Pasang dan kencangkan baut - baut pemasangan rear shock absorber (sokbreker belakang) (hal. 8-6). Pasang berikutnya: - Air cleaner element (hal. 4-6) - Luggage box (hal. 3-8). BAUT-BAUT AIR CLEANER HOUSING

PERHATIAN !
Pastikan bahwa nal reduction case breather hose telah dipasang dengan benar pada air duct cover (hal. 1-16).

PELEPASAN KARBURATOR
Lepaskan body cover (hal. 3-9). Letakkan tempat penampung yang cocok di bawah carburetor drain hose dan keluarkan bahan bakar dari karburator dengan melonggarkan drain screw. Kencangkan oat chamber drain screw (sekrup pembuangan ruangan pelampung). TORSI: 1,5 N.m (0,2 kgf.m, 1,1 lbf.ft) FLOAT CHAMBER DRAIN SCREW

Lepaskan Starting Enrichment (SE) thermal valve 3P connector. Lepaskan kawat SE thermal valve dari wire bands (pita pemegang kawat) dan wire guides (pembimbing kawat).

SE THERMAL VALVE 3P CONNECTOR

SE THERMAL VALVE WIRE

WIRE GUIDE

WIREBAND

WIREBAND

6-6

SISTEM BAHAN BAKAR


Lepaskan vacuum piston hose dan fuel hose dari karburator. Lepaskan dust guard rubber (karet pelindung terhadap debu) dari SE thermal valve, vacuum piston hose joint dan fuel hose joint (joint = penyambungan). Longgarkan throttle cable lock nut. Lepaskan throttle cable dari cable holder dan lepaskan throttle cable dari throttle drum. Longgarkan connecting hose band screw. THROTTLE CABEL FUEL HOSE BAND SCREW VACUUM PISTON HOSE

DUST GUARD RUBBER LOCK NUT

Lepaskan ketiga baut dari air cleaner housing.

BAUT-BAUT

Lepaskan connecting hose dari karburator dengan memegang karburator dan menarik air cleaner housing ke belakang.

BAUT

PERHATIAN !
Hati-hati agar tidak merusak air cleaner housing. Longgarkan inlet pipe band screws. Lepaskan karburator dari inlet pipe. Lepaskan karburator drain hose.

KARBURATOR

CONNECTING HOSE

PERHATIAN !
Hati-hati agar tidak merusak inlet pipe. BAND SCREW DRAIN HOSE

PEMASANGAN KARBURATOR
Sambungkan karburator ke pipa masuk (inlet pipe) dengan mentepatkan tab (tonjolan pemasangan) dari karburator dengan alur dari inlet pipe.

TEPATKAN

PERHATIAN !
Hat-hati agar tidak merusak inlet pipe KARBURATOR

6-7

SISTEM BAHAN BAKAR


Kencangkan sekrup-sekrup inlet pipe band dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 2 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft) Sambungkan carburetor drain hose. Sambungkan air cleaner connecting hose ke karburator dengan memegang karburator dan mendorong air cleaner housing dengan hati-hati ke depan. PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak merusak air cleaner connecting hose BAND SCREW DRAIN HOSE CARBURETOR CONNECTING HOSE

Pasang connecting hose band seperti diperlihatkan. Kencangkan band screw sampai band duduk pada collar seperti diperlihatkan. Pasang dust guard rubber sehingga SE thermal valve, fuel hose joint dan vacuum piston hose joint bertepatan dengan lubang-lubang pada rubber. Sambungkan throttle cable (kabel gas) pada throttle drum (penggulung kabel gas) dan pasang pada cable holder (pemegang kabel). Sambungkan fuel hose dan vacuum piston hose ke karburator. PERHATIAN ! Pastikan bahwa carburetor vacuum piston hose dan clips telah dipasang dalam arah yang benar (hal. 1-16)

COLLAR

BAND SCREW

VACUUM PISTON HOSE DUST GUARD RUBBER

THROTTLE CABLE FUEL HOSE

Pasang air cleaner housing pada kedudukannya. Pasang dan kencangkan ketiga baut kepada air cleaner housing.

BAUT-BAUT AIR CLEANER HOUSING

BAUT-BAUT AIR CLEANER HOUSING

6-8

SISTEM BAHAN BAKAR


Pasang kawat SE thermal valve pada wire guides (pembimbing kawat) dan wire bands (pita pengikat kawat). Hubungkan SE thermal valve 3P connector. Setelah memasang karburator, periksa sebagai berikut: - Putaran stasioner mesin (hal. 4-13). - Jarak main bebas throttle grip (hal. 4-5). Pasang body cover (hal. 3-9). WIRE BAND WIRE GUIDE KABEL SE THERMAL VALVE

WIRE BAND SE THERMAL VALVE CONNECTOR 3P

WIRE GUIDE

PEMBONGKARAN KARBURATOR
AIR VENT HOSE
Lepaskan air vent hose (slang lubang angin).

AIR VENT HOSE

STARTING ENRICHMENT (SE) THERMAL VALVE


Lepaskan SE thermal valve cover, sekrup, setting plate (pelat pemasangan) dan SE thermal valve.

SE THERMAL VALVE COVER

SE THERMAL VALVE

SEKRUP

SETTING PLATE

6-9

SISTEM BAHAN BAKAR


Lepaskan O-ring dari SE thermal valve. SE THERMAL VALVE

O-RING

Lepaskan sekrup-sekrup dan SE thermal valve body. Lepaskan O-ring dari SE thermal valve body.

SE THERMAL VALVE BODY

SEKRUP-SEKRUP

O-RING

AIR CUT-OFF VALVE


Tahan air cut-off valve cover dan lepaskan sekrupsekrup. PERHATIAN ! Air cut-off valve cover berada di bawah tekanan pegas

SEKRUP-SEKRUP

AIR CUT-OFF VALVE COVER

Lepaskan air cut-off valve cover, spring (pegas) dan diaphragm. Lepaskan O-ring.

SPRING

AIR CUT-OFF VALVE COVER

DIAPHRAGM

O-RING

6-10

SISTEM BAHAN BAKAR

VACUUM CHAMBER
Tahan vacuum chamber cover dan lepaskan sekrupsekrup.

VACUUM CHAMBER COVER

PERHATIAN !
Vacuum chamber cover berada di bawah tekanan pegas.

SEKRUP-SEKRUP

Lepaskan vacuum chamber cover, compression spring (pegas kompressi) dan diaphragm/vacuum piston.

COMPRESSION SPRING

VACUUM CHAMBER COVER

DIAPHRAGM/ VACUUM PISTON

Putar needle holder berlawanan arah jarum jam sementara menekannya ke dalam dan melepaskan holder anges (ens pemegang) dari alur piston PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak merusak diaphragm.

NEEDLE HOLDER

Lepaskan needle holder, spring dan jet needle dari vacuum piston

VACUUM PISTON

JET NEEDLE SPRING

NEEDLE HOLDER

6-11

SISTEM BAHAN BAKAR

FLOAT CHAMBER
Lepaskan ketiga sekrup dan oat chamber. Lepaskan O-ring dari oat chamber.

SEKRUP-SEKRUP

FLOAT CHAMBER

O-RING

Pegang karburator dan dorong oat pin (poros pelampung) dengan ringan dari sisi throttle drum.

O-RING

PERHATIAN !
Hati-hati agar tidak merusak carburetor body.

TOOL: Pin driver

07744-0010100 FLOAT PIN

Lepaskan oat pin, oat (pelampung) dan oat valve (klep pelampung).

FLOAT PIN

FLOAT VALVE

Lepaskan berikutnya: - Main jet - Needle jet holder - Needle jet - Slow jet Putar pilot screw ke dalam dan catat jumlah putaran yang diperlukan sebelum ia menyentuh dudukannya dengan ringan. Lepaskan pilot screw, spring, washer, dan O-ring.

FLOAT

PERHATIAN !
Tangani jets dengan hati-hati. karena mudah sekali tergerus atau tergores. Jika pilot screw dikencangkan terhadap dudukannya, akan terjadi kerusakan pada dudukan pilot screw

6-12

SISTEM BAHAN BAKAR

PERAKITAN KARBURATOR
O-RING AIR CUT-OFF VALVE COVER 2,1 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft) 2,1 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft) VACUUM CHAMBER COVER
Sisi datar meng hadap ke rumah karburator

DIAPHRAGM/ VACUUM PISTON

FLOAT

FLOAT VALVE

2,1 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf-ft) O-RING COVER SE THERMAL VALVE

COMPRESSION CHAMBER

O-RING
WASHER

O-RING

O-RING
NEEEDLE JET HOLDER 2,5 N.m (0,3 kgf.m, 1,8 lbf.ft)

SETTING PLATE O-RING

FLOAT CHAMBER
Pasang sebagai berikut: - Slow jet - Needle jet - Needle jet holder - Main jet

3,4 N.m (0,4 kgf.m SE THERMAL 2,5 lbf.ft) VALVE BODY

PERHATIAN !
Tangani jets dengan hati-hati. Mereka mudah tergerus atau tergores. Kencangkan mereka dengan torsi yang ditentukan. TORSI: Slow jet: 1,5 N.m (0,2 kgf.m, 1,1 lbf.ft) Main jet: 2,1 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft) Needle jet holder: 2,5 N.m (0,3 kgf.m, 1,8 lbf.ft) NEEDLE JET NEEDLE JET HOLDER

PERHATIAN !
Jika pilot screw dikencangkan terhadap dudukannya, akan terjadi kerusakan pada dudukan pilot screw Pasang pilot screw dan kembalikan ke kedudukannya semula seperti yang dicatat pada waktu pelepasannya. Jalankan prosedur penyetelan pilot screw jika sebuah pilot screw baru dipasang (hal. 6-22).

O-RING WASHER SPRING PILOT SCREW

MAIN JET SLOW JET

6-13

SISTEM BAHAN BAKAR


Pasang oat dan oat valve pada badan karburator, kemudian pasang oat pin melalui badan karburator dan oat FLOAT PIN FLOAT VALVE

FLOAT

Dorong masuk oat pin dengan ringan sampai tinggi dari oat pin holder (sisi SE thermal valve) adalah 0,15 0,55 mm. TOOL: Pin driver 07744-0010100

PIN DRIVER

0,15 - 0,55 mm

FLOAT PIN

Pasang sebuah O-ring baru pada oat chamber (mangkok pelampung). Pasang oat chamber

FLOAT CHAMBER

O-RING

Pasang dan kencangkan sekrup-sekrup oat chamber dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 2,1 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft)

SEKRUP-SEKRUP

6-14

SISTEM BAHAN BAKAR

VACUUM CHAMBER
Pasang jet needle, spring dan needle holder pada vacuum piston.

VACUUM PISTON

JET NEEDLE SPRING

NEEDLE HOLDER

Tekan needle holder ke dalam vacuum piston dan putar needle holder searah jarum jam sampai terdengar suara klik.

NEEDLE HOLDER

Pasang diaphragm/vacuum piston kedalam badan karburator dengan mentepatkan diaphragm tab (tonjolan pada diaphragm) dengan alur pada badan karburator.

PASANG

PERHATIAN !
Hati-hati agar tidak merusak jet needle Tahan vacuum piston pada posisi hampir terbuka penuh untuk mencegah bahwa diaphragm terjepit oleh chamber cover. Pasang compression spring ke dalam vacuum piston. COMPRESSION SPRING

VACUUM CHAMBER COVER Tepatkan

PERHATIAN !
Hati-hati agar tidak merusak spring. Pasang boss dari vacuum chamber cover pada compression spring dan pasang chamber cover. Pasang dan kencangkan sekrup-sekrup vacuum chamber cover dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 2,1 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft)

DIAPHRAGM/ VACUUM PISTON

SEKRUP-SEKRUP

6-15

SISTEM BAHAN BAKAR


Periksa bahwa spring telah dipasang dengan benar dengan menekan bagian bawah dari piston dengan jarijari dan memastikan bahwa piston kembali ke tempatnya dengan lancar COMPRESSION SPRING VACUUM PISTON

AIR CUT-OFF VALVE


Pasang sebuah O-ring baru dengan sisi yang mendatar menghadap ke badan karburator. Pasang diaphragm needle pada lubang air cut-off valve dari badan karburator.

NEEDLE

DIAPHRAGM

O-RING
Sisi yang mendatar menhadap badan karburator

LUBANG AIR CUT-OFF

Pasang spring pada air cut-off valve cover. Pasang dan tahan air cut-off valve cover. Pasang dan kencangkan sekrup-sekrup air cut-off valve cover dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 2,1 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft)

SPRING

SEKRUP-SEKRUP

PERHATIAN !
Hati-hati agar tidak menjepit diaphragm AIR CUT-OFF VALVE COVER

STARTING ENRICHMENT (SE) THERMAL VALVE


Pasang sebuah O-ring baru pada alur pada badan SE thermal valve.

O-RING

BADAN SE THERMAL VALVE

6-16

SISTEM BAHAN BAKAR


Pasang body SE thermal valve. Pasang dan kencangkan sekrup-sekrup badan SE thermal valve dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 3,4 N.m (0,4 kgf.m, 2,5 lbf.ft) BODY SE THERMAL VALVE

SEKRUP-SEKRUP

Pasang sebuah O-ring baru pada SE thermal valve. Pasang SE thermal valve pada duduk dengan sempurna. karburator sampai ia

SE THERMAL VALVE

O-RING

Pasang SE thermal valve pada badan karburator seperti diperlihatkan.

SE THERMAL VALVE

Pasang setting plate pada alur SE thermal valve groove. Pasang dan kencangkan sekrup setting plate dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 2,1 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft)

PERHATIAN !
Pasang setting plate dengan ujung chamfered (dipotong) menghadap ke atas.

SETTING PLATE

SEKRUP

6-17

SISTEM BAHAN BAKAR


Pasang SE thermal valve cover pada SE thermal valve SE THERMAL VALVE COVER

AIR VENT HOSE


Sambungkan air vent hose (slang ventilasi udara).

AIR VENT HOSE

MEMBERSIHKAN KARBURATOR
Lepaskan sebagai berikut: - SE thermal valve - Air cut-off valve diaphragm - Diaphragm/vacuum piston - Float/oat valve - Main jet/slow jet/needle jet/needle jet holder - Pilot screw/spring/washer/O-ring Tiuplah terbuka semua saluran udara dan bahan bakar dalam badan karburator dengan udara bertekanan

PERHATIAN !
Membersihkan saluran udara dan bahan bakar dengan seutas kawat akan merusak badan karburator

6-18

SISTEM BAHAN BAKAR

PEMERIKSAAN KARBURATOR
SE THERMAL VALVE
PEMERIKSAAN VALVE/NEEDLE
Lepaskan SE thermal valve (hal. 6-9). Periksa valve dan needle terhadap keausan bertangga atau kerusakan. NEEDLE

SE THERMAL VALVE

VALVE

PEMERIKSAAN VALVE THERMOWAX


Ukur tahanan pada terminal connector dari sisi SE thermal valve. HUBUNGAN: Hitam Hijau/Jingga STANDARD: 3,2 5,6 Ohm (pada 20OC) Jika tahanan tidak normal, gantilah SE thermal valve

PERHATIAN !
Pemeriksaan tahanan SE thermal valve dapat dilakukan dengan karburator terpasang pada mesin

SE THERMAL VALVE 3P CONNECTOR

PEMERIKSAAN CARA KERJA VALVE


Jika mesin telah dijalankan, biarkan menjadi dingin (di bawah 35OC) selama 30 menit atau lebih. Lepaskan badan SE thermal valve (hal. 6-9). Masukkan sebuah slang vinyl ke dalam rangkaian fuel enrichment dan tiuplah ke dalam slang. Udara harus mengalir ke dalam rangkaian. Sambungkan baterai 12V ke terminal connector 3P SE thermal valve dan tunggu selama 5 menit. Masukkan sebuah slang vinyl ke dalam rangkaian fuel enrichment dan tiuplah ke dalam slang. Udara tidak boleh mengalir ke dalam rangkaian. Jika cara kerja tidak normal, gantilah SE thermal valve. Pasang SE thermal valve (hal. 6-16).

SE THERMAL VALVE

FUEL ENRICHMENT CIRCUIT

6-19

SISTEM BAHAN BAKAR


PEMERIKSAAN SISTEM
Sebelum menjalankan pemeriksaan sistem, pastikan bahwa yang berikut adalah normal: - Kondisi baterai - Sekring Lepaskan front center body cover (hal. 3-8). Lepaskan SE thermal valve 3P connector SE THERMAL VALVE 3P CONNECTOR

PERHATIAN !
Jika mesin telah dijalankan biarkan menjadi dingin (di bawah 35OC selama 30 menit atau lebih Putar kunci kontak ke ON dan hidupkan mesin. Jika mesin dalam keadaan dingin, ukurlah voltase antara sisi wire harness dari SE thermal valve connector. HUBUNGAN : Hitam (+) Hijau/Jingga (-) STANDARD : Tidak ada voltase. Panaskan mesin. Ukur voltase pada sisi wire harness dari SE thermal valve connector sementara mesin dalam keadaan panas. HUBUNGAN : Hitam (+) Hijau/Jingga (-) STANDARD : Voltase baterai Jika ada voltase baterai setiap waktu, periksa sebagai berikut: - Hubungan pendek pada kawat Hijau / Jingga dari SE thermal valve - Hubungan pendek pada kawat Merah Muda / Putih dari ECT sensor Jika tidak ada voltase setiap waktu, periksa sebagai berikut: - Rangkaian terbuka pada kawat Hitam - Rangkaian terbuka pada kawat Hitam dan/atau ka wat Hijau/Jingga dari SE thermal valve - Rangkaian terbuka pada kawat Merah Muda / Putih dan/atau Biru/Hijau dari ECT sensor Jika kawat-kawat adalah normal, periksa ECT sensor (hal. 21-11). Jika ECT sensor adalah normal, ganti ICM dengan yang baru, dan periksa kembali. ECT SENSOR ICM KE SEKRING UTAMA SE THERMAL VALVE 3P CONNECTOR KUNCI KONTAK

AIR CUT-OFF VALVE


Lepaskan air cut-off valve (hal. 6-10).

SPRING

NEEDLE Periksa sebagai berikut: Diaphragm terhadap lubang-lubang kecil, pemburukan atau kerusakan Spring terhadap pemburukan Needle dari diaphragm terhadap keausan Saluran udara terhadap sumbatan

AIR CUT-OFF VALVE DIAPHRAGM

SALURAN-SALURAN UDARA

6-20

SISTEM BAHAN BAKAR VACUUM CHAMBER


Lepaskan vacuum chamber (hal. 6-11). Periksa sebagai berikut: - Jet needle terhadap keausan bertangga - Vacuum piston terhadap keausan atau kerusakan - Diaphragm terhadap lubang-lubang kecil, pemburukan atau kerusakan. DIAPHRAGM

VACUUM PISTON

NEEDLE JET

FLOAT CHAMBER
Lepaskan oat (pelampung) (hal. 6-12). Periksa oat terhadap kerusakan. Ganti oat jika terdapat bahan bakar di dalam oat. Periksa dudukan oat valve terhadap gerusan, goresan, sumbatan dan kerusakan. Periksa ujung dari oat valve di tempat ia menyentuh valve seat terhadap keausan bertangga atau kontaminasi. Ganti valve jika ujungnya aus atau tercemar. Periksa cara kerja oat valve. Pasang oat valve dan oat (hal. 6-14). Dengan oat valve pada dudukannya dan oat arm baru menyentuh valve, ukurlah oat level (tinggi pelampung) dengan special tool seperti diperlihatkan. FLOAT VALVE

FLOAT

VALVE SEAT

PERHATIAN !
Pasang oat level gauge sehingga ia tegak lurus terhadap muka oat chamber pada titik tertinggi dari oat. FLOAT LEVEL: 13,0 mm TOOL : Carburetor oat level gauge 07401-0010000 Float tidak dapat disetel. Ganti oat assembly jika oat level (tinggi pelampung) tidak sesuai spesikasi.

FLOAT LEVEL GAUGE

NEEDLE JET NEEDLE JET HOLDER

PILOT SCREW/JETS
Lepaskan pilot screw dan masing-masing jet (hal. 6-12). Periksa sebagai berikut: - Pilot screw needle terhadap keausan - Pilot screw spring terhadap pemburukan - Masing-masing jet terhadap sumbatan - Masing-masing saluran terhadap sumbatan O-RING WASHER SPRING PILOT SCREW

MAIN JET SLOW JET

6-21

SISTEM BAHAN BAKAR

PENYETELAN PILOT SCREW


Pilot screw telah disetel awal di pabrik dan tidak memerlukan penyetelan kecuali bila pilot screw telah di ganti. Mesin harus dalam keadaan panas untuk penyetelan akurat 10 menit pengendaraan jalan dan berhenti adalah cukup. Gunakan tachometer dengan skala 50 menit-1 (rpm) atau lebih kecil yang dapat dengan akurat menunjukkan perubahan 50 menit-1 (rpm).

PROSEDUR PENURUNAN PUTARAN STASIONER


1. Putar pilot screw searah jarum jam sampai ia duduk dengan ringan, kemudian putar kembali sesuai spesikasi yang diberikan ini adalah penyetelan awal sebelum penyetelan akhir dari pilot screw. PEMBUKAAN AWAL: Kira - kira

PILOT SCREW

PERHATIAN !
Jika pilot screw dikencangkan terhadap dudukannya, akan terjadi kerusakan terhadap dudukan pilot screw 2. Panaskan mesin sampai ke suhu operasi. Pengendaraan jalan dan- berhenti selama 10 menit adalah cukup. 3. Matikan mesin. Hubungkan sebuah tachometer sesuai dengan petunjuk pabrik tachometer. 4. Lepaskan vacuum hose dari PAIR control valve dan hubungkan pompa vakum ke PAIR control valve vacuum hose joint. Tutuplah vacuum hose dengan plug (sumbat). 5. Terapkan vakuum yang ditentukan kepada PAIR control valve vacuum hose lebih dari 60 kPa (450 mm Hg). PAIR CONTROL VALVE POMPA VAKUM

PLUG

6-22

SISTEM BAHAN BAKAR


6. Buka kunci sadel dengan kunci kontak. Buka sadel. Lepaskan adjusting hole cap. 7. Hidupkan mesin dan setel putaran stasioner dengan throttle stop screw. PUTARAN STASIONER: 1.600 +/- 100 menit-1 (rpm) 8. Putar pilot screw ke dalam atau keluar dengan perlahan untuk mendapatkan putaran mesin tertinggi. 9. Bukalah throttle dengan ringan 2 atau 3 kali kemudian setel putaran stasioner dengan throttle stop screw. PUTARAN STASIONER: 1.600 +/- 100 menit-1 (rpm) 10. Putar pilot screw secara berangsur ke dalam sampai putaran mesin turun dengan 50 menit-1 (rpm) 11. Putar pilot screw keluar ke pembukaan akhir. PEMBUKAAN AKHIR: 1/2 putaran keluar dari posisi yang didapatkan pada lankah 10 12. Lepaskan plug dari vacuum hose, kemudian lepaskan vacuum pump dan sambungkan vacuum hose kePAIR control valve vacuum hose joint. 13. Setel kembali putaran stasioner dengan throttle stop screw. PUTARAN STASIONER: 1.700 +/- 100 menit-1 (rpm) ADJUSTING HOLE CAP

THROTTLE STOP SCREW

INLET PIPE
PELEPASAN
Lepaskan luggage box (hal. 3-8). Lepaskan fuel auto valve vacuum hose dan PAIR control valve vacuum hose dari inlet pipe. Longgarkan inlet pipe band screws. Lepaskan baut-baut dan lepaskan inlet pipe dari karburator Lepaskan gasket dan bersihkan sisa-sisa bahan gasket dari permukaan penyatuan inlet pipe dari cylinder head. INLET PIPE PAIR CONTROL VALVE VACUUM HOSE BAND SCREWS

PERHATIAN !
Tutuplah lubang masuk cylinder head dengan sebuah handuk bengkel atau tutuplah dengan pita perekat (tape) untuk menghindari jatuhnya bahan asing ke dalam mesin.

GASKET

BAUT-BAUT FUEL AUTO VALVE VACUUM HOSE

6-23

SISTEM BAHAN BAKAR


PEMASANGAN
Pasang sebuah gasket baru pada cylinder head. Sambungkan inlet pipe ke karburator dengan mentepatkan tab (tonjolan pemasangan) dari karburator dengan alur dari inlet pipe. Pasang baut-baut pemasangan inlet pipe dan kencangkan. GASKET INLET PIPE Tepatkan

Kencangkan inlet pipe band screws dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 2 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft) Sambungkan fuel auto valve vacuum hose dan PAIR control valve vacuum hose pada inlet pipe. Pasang luggage box (hal. 3-8). INLET PIPE PAIR CONTROL VALVE VACUUM HOSE

BAND SCREWS

BAUT-BAUT FUEL AUTO VALVE VACUUM HOSE

SECONDARY AIR SUPPLY SYSTEM


PEMERIKSAAN SISTEM
Hidupkan mesin dan panaskan sampai ke suhu operasi normal dan matikan mesin. Lepaskan PAIR air cleaner element (hal. 4-14). Periksa bahwa PAIR air intake port dalam keadaan bersih dan bebas dari endapan karbon. Jika port kotor dengan karbon, periksalah PAIR check valve. AIR INTAKE PORT

6-24

SISTEM BAHAN BAKAR


Lepaskan PAIR control valve vacuum hose dan sumbatlah dengan plug. Sambungkan pompa vakum ke PAIR control valve vacuum hose joint. Hidupkan mesin dan buka gas tangan sedikit untuk memastikan bahwa udara dihisap melalui air suction hose. Jika udara tidak dihisap masuk, periksa air suction hose dan supply hose terhadap sumbatan. Dengan mesin dalam keadaan hidup, secara berangsur terapkan vakum pada PAIR control valve. Periksa bahwa air suction hose berhenti menarik udara, dan bahwa tidak ada kebocoran vakum. VAKUUM YANG DITENTUKAN: 60 kPa (450 mm Hg) Jika udara ditarik masuk, atau jika vakum yang ditentukan tidak dipertahankan, gantilah PAIR control valve dengan yang baru. Jika terjadi afterburn (letupan di dalam knalpot) pada waktu mengurangi kecepatan, bahkan walaupun secondary air supply system adalah normal, periksalah air cut-off valve (hal. 6-21). PAIR CONTROL VALVE VACUUM PUMP AIR SUCTION HOSE

PLUG

PELEPASAN/PEMASANGAN PAIR CONTROL VALVE


Lepaskan body cover (hal. 3-9). Lepaskan sebagai berikut: - Air suction hose - Air supply hose - PAIR control valve vacuum hose Lepaskan baut-baut, mur-mur dan PAIR control valve. Pastikan bahwa hoses dan clips telah dipasang dalam arah yang benar (hal. 1-16). Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

PAIR CONTROL VALVE

AIR SUCTION HOSE

MUR-MUR/ BAUT-BAUT

AIR SUPPLY HOSE

VACUUM HOSE

PEMERIKSAAN PAIR CHECK VALVE


Lepaskan luggage box (hal. 3-8). Lepaskan sekrup-sekrup dan PAIR check valve cover.

SEKRUPSEKRUP

PAIR CHECK VALVE COVER

6-25

SISTEM BAHAN BAKAR


Lepaskan PAIR check valve dari PAIR control valve. PAIR CHECK VALVE

Ganti PAIR control valve jika reed (buluh) rusak atau memburuk, rubber seat (dudukan karet) retak, memburuk atau rusak, atau jika ada jarak renggang antara reed dan seat. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. TORSI: PAIR CHECK VALVE COVER SCREW: 2,1 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft)

REED

RUBBER SEAT

PELEPASAN/PEMASANGAN PAIR RESONATOR


Lepaskan body cover (hal. 3-9). Lepaskan PAIR air cleaner hose. Lepaskan baut dan PAIR resonator Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

PAIR RESONATOR

BAUT

PERHATIAN !
Pastikan bahwa hoses telah dipasang dalam arah yang benar (hal. 1-16). PAIR AIR CLEANER HOSE

PELEPASAN / PEMASANGAN PAIR AIR CLEANER HOUSING


Lepaskan rear fender (hal. 3-12) Lepaskan sekrup dan PAIR air cleaner housing. Lepaskan PAIR air cleaner hose dari PAIR air cleaner. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

PAIR AIR CLEANER HOUSING

SEKRUP

PERHATIAN !
Pastikan bahwa hoses telah dipasang dalam arah yang benar (hal. 1-16) REAR FENDER PAIR AIR CLEANER HOSE

6-26

SISTEM BAHAN BAKAR


PELEPASAN / PEMASANGAN PAIR AIR SUPPLY PIPE
Lepaskan left oor panel side cover (hal. 3-6). Lepaskan PAIR air supply hose.

PAIR AIR SUPPLY HOSE

Lepaskan ketiga baut dan PAIR air supply pipe. BAUT-BAUT

PAIR AIR SUPPLY PIPE

Ganti gasket dengan yang baru. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. GASKET

PERHATIAN !
Pastikan bahwa hoses dan lips (bibir) telah dipasang dalam arah yang benar (hal. 1-16).

PEMERIKSAAN
Periksa air supply pipe terhadap tekukan atau kerusakan PAIR AIR SUPPLY PIPE

6-27

SISTEM BAHAN BAKAR

FUEL TANK

WIRE CLAMP

(TANGKI BAHAN BAKAR)


PELEPASAN / PEMASANGAN
Lepaskan body cover (hal. 3-9). Longgarkan baut-baut radiator reserve tank dan pindahkan reserve tank ke depan untuk mendapatkan cukup ruangan untuk melepaskan connector. Lepaskan fuel level sensor 3P connector. Lepaskan fuel level sensor wire clamp dari fuel tank dan kawat sensor dari wire guide pada ICM holder. Klem fuel hose dan lepaskan fuel hose dan vacuum hose dari fuel auto valve PERHATIAN ! Sekalah bahan bakar yang tertumpah keluar.

WIRE GUIDE

BAUT-BAUT RESERVE TANK

FUEL LEVEL SENSOR 3P CONNECTOR

FUEL HOSE

VACUUM HOSE

Lepaskan fuel tank tray drain hose dari fuel tank tray. Lepaskan kedua baut dan fuel tank. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan PERHATIAN ! Tempatkan hoses dan wire harness dengan benar (hal. 1-16).

DRAIN HOSE

FUEL TANK

BAUT-BAUT

6-28

SISTEM BAHAN BAKAR

FUEL AUTO VALVE


PEMERIKSAAN
Lepaskan body cover (halaman 3-9) Periksa bahwa bahan bakar tidak keluar dari sambungan fuel auto valve.

FUEL HOSE

PERHATIAN !
Sekalah bahan bakar yang tertumpah FUEL AUTO VALVE

Sambungkan sebuah fuel drain hose (slang pembuangan bahan bakar) yang cocok kepada fuel auto valve. Letakkan penampung yang cocok di bawah fuel drain hose. Lepaskan vacuum hose dari fuel auto valve dan sambungkan pompa vakum yang dapat dibeli di pasaran kepada sambungan keluar diaphragm vacuum. Bahan bakar harus mengalir keluar dari fuel hose ketika vakuum dikenakan. Jika aliran bahan bakar terbatas atau tidak mengalir, ganti fuel auto valve.

FUEL DRAIN HOSE

VACUUM HOSE

PELEPASAN
Lepaskan fuel tank (hal. 6-28). Letakkan sebuah penampung bahan bakar dan keluarkan bahan bakar. Longgarkan lock nut (mur pengunci) dan lepaskan fuel auto valve.

FUEL AUTO VALVE

PERHATIAN !
Sekalah bahan bakar yang tertumpah. LOCK NUT

Lepaskan fuel strainer screen dan O-ring dari fuel auto valve. Bersihkan fuel strainer screen dengan udara bertekanan.

FUEL AUTO VALVE

O-RING

STRAINER SCREEN

6-29

SISTEM BAHAN BAKAR


PEMASANGAN
Pasang sebuah O-ring baru pada fuel strainer screen. STRAINER SCREEN

O-RING

Pasang fuel strainer screen pada fuel auto valve seperti diperlihatkan.

STRAINER SCREEN

Pasang fuel auto valve dan setel dalam sudut yang benar seperti diperlihatkan.

FUEL AUTO VALVE

Tahan fuel auto valve dan kencangkan lock nut dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 22,5 N.m (2,3 kgf.m, 17 lbf.ft). Pasang fuel tank (hal. 6-28).

FUEL AUTO VALVE

LOCK NUT

6-30

7. SISTEM PENDINGINAN SISTEM PENDINGINAN


POLA ALIRAN SISTEM LOKASI KOMPONEN KETERANGAN SERVIS MENCARI PENYEBAB KESUKARAN PENGETESAN SISTEM PENDINGINAN 7-1 7-2 7-3 7-5 7-6 PENGGANTIAN COOLANT RADIATOR COOLING FAN RADIATOR RESERVE TANK THERMOSTAT WATER PUMP 7-7 7-9 7-10 7-10 7-11 7-12

POLA ALIRAN SISTEM


KETIKA MESIN DALAM KEADAAN DINGIN
RESERVE TANK SIPHONE HOSE WATER HOSE

OVERFLOW HOSE

RADIATOR THERMOSTAT WATER PUMP

KETIKA MESIN DALAM KEADAAN PANAS


RESERVE TANK SIPHONE HOSE WATER HOSE

OVERFLOW HOSE

RADIATOR

THERMOSTAT

WATER PUMP

7-1

SISTEM PENDINGINAN

LOKASI KOMPONEN-KOMPONEN

9 N.m (0,9 kgf.m, 6,6 lbf.ft)

10 N.m (1,0 kgf.m, 7 lbf.ft)

59 N.m (6,0 kgf.m, 44 lbf.ft)

8 N.m (0,8 kgf.m, 5,9 lbf.ft)

7-2

SISTEM PENDINGINAN

KETERANGAN SERVIS
UMUM
PERINGATAN ! Melepaskan radiator cap sementara mesin dalam keadaan panas dapat menyebabkan tersembur keluarnya coolant, sehingga dapat mengakibatkan luka bakar yang parah. Selalu biarkan mesin dan radiator menjadi dingin dulu sebelum melepaskan radiator cap.

CATATAN :
Ketika menambahkan atau mengganti coolant, hanya gunakan Honda Pre-Mix coolant asli yang mengandung pencegah karat, yang khusus dianjurkan untuk mesin aluminium. Honda genuine coolant asli sangat unggul dalam pencegahan karat dan panas berlebihan (over-heating). Sifat ini dapat bertahan sampai 2 tahun. Coolant harus diperiksa dan diganti sebagaimana mestinya dengan mengikuti jadwal perawatan (hal. 4-4). Pakailah Honda genuine coolant asli tanpa mencampurnya dengan air. Jangan memakai non-ethylene glycol coolant, air kran, maupun air mineral ketika menambahkan atau mengganti coolant. Penggunaan coolant yang salah dapat menyebabkan kerusakan, seperti korosi di dalam mesin, rintangan pada saluran pendinginan atau radiator dan keausan sebelum waktunya dari water pump seal. Tambahkan coolant di dalam reserve tank. Jangan melepaskan radiator cap kecuali untuk mengisi ulang atau membuang coolant dari system. Seluruh sistem pendinginan dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka. Hindari tertumpahnya coolant pada permukaan yang dicat. Setelah menservis sistem, periksalah terhadap kebocoran dengan sebuah cooling system tester (alat pengetesan sistem pendinginan). SPESIFIKASI BAGIAN Kapasitas coolant (cairan pendingin) Thermostat Radiator dan mesin Reserve tank Mulai membuka Terbuka penuh Pengangkatan klep Coolant yang dianjurkan TORSI PENGENCANGAN Radiator drain bolt Cooling fan bolt Water pump impeller Thermostat ,oumting bolt SPESIFIKASI 0,49 liter 0,20 liter 108 137 kPa (1,1 1,4 kgf/cm2, 16 20 psi) 74 78O C 100O C minimum 8 mm Honda genuine coolant

Tekanan pembebasan radiator cap

1 N.m (0,1 kgf.m, 0,7 lbf.ft) 8 N.m (0,8 kgf.m, 5,9 lbf.ft) 10 N.m (1,0 kgf.m, 7 lbf.ft) 9 N.m (0,9 kgf.m, 6,6 lbf.ft)

7-3

SISTEM PENDINGINAN

TOOLS :
Driver 07749-0010000 Attachment, 24 x 26 mm 07746-0010700 Attachment, 32 x 35 mm 07746-0010100

Universal holder 07725-0030000

Bearing driver 07945-GC80000

Mechanical seal driver attachment 07945-4150400

Inner driver, 22mm 07746-0020100

Bearing remover head, 12 mm 07936-1660110

Bearing remover shaft, 12 mm 07936-1660120

Remover weight 07741-0010201

7-4

SISTEM PENDINGINAN

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


Suhu mesin terlalu tinggi
Thermostat macet tertutup Radiator cap tidak bekerja dengan baik Jumlah coolant kurang Saluran di dalam radiator, hoses atau water jacket tertahan Ada udara di dalam sistem Water pump tidak bekerja dengan baik

Suhu mesin terlalu rendah


Thermostat macet terbuka

Ada kebocoran coolant


O-ring kondisinya memburuk Radiator cap tidak bekerja dengan baik Cylinder head gasket rusak atau kondisinya memburuk Hubungan hose atau clamp longgar Hoses rusak atau kondisinya memburuk

7-5

SISTEM PENDINGINAN

PENGETESAN SISTEM PENDINGINAN


PEMERIKSAAN TEKANAN RADIATOR CAP/SISTEM
Dorong radiator cover ke depan (hal. 7-7). Jepit siphon hose dengan menggunakan sebuah klem slang (clamp). Lepaskan radiator cap.

RADIATOR CAP

CLAMP

SIPHON HOSE

Bersihkan permukaan-permukaan perapatan dari cap, kemudian pasang cap pada tester. Berikan tekanan pada radiator cap dengan menggunakan tester. Ganti radiator cap jika ia tidak dapat menahan tekanan, atau jika tekanan pembebasan (relief pressure) terlalu tinggi atau terlalu rendah. Cap harus menahan tekanan yang ditentukan selama sekurangnya 6 detik. TEKANAN PEMBEBASAN RADIATOR CAP: 108137 kPa (1,1 1,4 kgf.cm2, 16-20 psi).

RADIATOR CAP TESTER

RADIATOR CAP

Berikan tekanan pada radiator, mesin dan hoses dengan menggunakan tester, dan periksalah terhadap kebocoran. Perbaiki atau ganti komponen-komponen jika sistem tidak dapat menahan tekanan yang ditentukan selama sekurangnya 6 detik.

RADIATOR CAP TESTER

CATATAN !
Tekanan berlebihan dapat merusak komponen-komponen sistem pendinginan. Jangan melebihi 137 kPa (1,4 kgf/cm2, 20 psi). Lepaskan tester dan pasang radiator cap. Lepaskan klem slang dari siphon hose. Pasang baut-baut radiator cover (hal. 7-9). RADIATOR

7-6

SISTEM PENDINGINAN

PENGGANTIAN COOLANT
PENGGANTIAN/PEMBUANGAN UDARA
Lepaskan ketiga baut dan dorong radiator cover ke depan.

BAUT-BAUT

PERHATIAN !
Jangan menggores sirip ketika melepaskan radiator cover. RADIATOR COVER

Jepit siphon hose dengan menggunakan sebuah hose clamp. Lepaskan radiator cap.

RADIATOR CAP

CLAMP

SIPHON HOSE

Lepaskan drain bolt (baut pembuangan), seal ring (cincin perapat) dan keluarkan coolant (cairan pendingin) dari radiator. Lepaskan hose clamp dari siphon hose dan keluarkan coolant dari reserve tank.

SEAL RING

DRAIN BOLT

Lepaskan drain bolt bersama sealing washer dari water pump cover dan keluarkan coolant dari mesin. SEALING WASHER

DRAIN BOLT

7-7

SISTEM PENDINGINAN
Pasang kembali drain bolt bersama sebuah sealing washer baru pada water pump cover. Pasang kembali drain bolt dengan sebuah seal ring baru pada radiator. TORSI: 1 N.m (0,1 kgf.m, 0,7 lbf.ft) DRAIN BOLT SEAL RING

SEALING WASHER

DRAIN BOLT

CATATAN : Ketika menambahkan atau mengganti coolant, hanya gunakan Honda genuine coolant asli yang mengandung pencegah karat, dan khususnya dianjurkan untuk mesin aluminium. Isi sistem dengan coolant yang direkomendasikan melalui lubang pengisian sampai leher lubang pengisian. COOLANT YANG DIANJURKAN : Honda genuine coolant Keluarkan udara dari sistem sebagai berikut: 1. Hidupkan mesin dan biarkan berputar stasioner sela ma 2-3 menit. 2. Hentaklah throttle (gas tangan) tiga atau empat kali untuk membuang udara dari sistem. 3. Matikan mesin dan tambahkan coolant sampai ke leher lubang pengisian. 4. Pasang kembali radiator cap. Buka kunci tempat duduk dengan anak kunci kontak. Buka tempat duduk Lepaskan reserve tank cap.

LEHER PENGISIAN

RESERVE TANK CAP

CATATAN :
Ketika menambahkan atau mengganti coolant, hanya gunakan Honda Pre-Mix coolant asli yang mengandung pencegah karat, dan khususnya dianjurkan untuk mesin aluminium. Isilah reserve tank dengan coolant yang dianjurkan sampai ke garis UPPER (batas permukaan teratas). COOLANT YANG DIANJURKAN : Honda genuine coolant Pasang reserve tank cap PERHATIAN ! Ketika mengisi sistem atau tangki cadangan dengan coolant, atau memeriksa tinggi permukaan coolant, letakkan skuter pada standard utamanya di atas permukaan mendatar yang rata

UPPER LEVEL LINE

7-8

SISTEM PENDINGINAN
Pasang radiator cover dan kencangkan baut-baut BAUT-BAUT

PERHATIAN !
Jangan menggores sirip-sirip ketika memasang radiator cover.

RADIATOR COVER

RADIATOR
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan radiator cover (hal. 3-13). Keluarkan coolant (hal. 7-7). Lepaskan siphon hose dan water hoses (slang air) dari radiator. Lepaskan keempat baut/washer pemasangan radiator, radiator top cover dan radiator.

SIPHON HOSE

WATER HOSES

PERHATIAN !
Pastikan bahwa hose clips telah dipasang dalam arah yang benar (hal. 1-16)

RADIATOR

Lepaskan keempat baut/washer pemasangan radiator, radiator top cover dan radiator. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. Isi dan buanglah udara dari sistem pendinginan (hal. 78). Setelah pemasangan, pastikan bahwa tidak ada kebocoran coolant. RADIATOR TOP COVER BAUT-BAUT/ WASHERS

7-9

SISTEM PENDINGINAN

COOLING FAN
PELEPASAN/PEMASANGAN
Cooling fan (kipas pendingin) dapat diservis dengan mesin terpasang dirangka. Lepaskan radiator (hal. 7-9). Lepaskan ketiga baut dan cooling fan. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. TORSI: COOLING FAN BOLT 8 N.m (0,8 kgf.m, 5,9 lbf.ft)

BAUT-BAUT

COOLING FAN

RADIATOR RESERVE TANK


PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan body cover (hal. 3-9). Dorong tutup radiator ke depan (hal 7-7) Jepit siphon hose dengan menggunakan hose clamp (klem slang). Lepaskan siphon hose dari radiator. Lepaskan hose clamp dan keluarkan coolant ke dalam panci penampung. Lepaskan reserve tank overow hose. Lepaskan kedua baut dan reserve tank. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. PERHATIAN ! Pastikan bahwa hose clips telah dipasang dalam arah yang benar (hal. 1-16)

CLAMP

SIPHON HOSE

GARIS PERMUKAAN UPPER

OVERFLOW HOSE

CATATAN :

Ketika menambahkan atau mengganti coolant, hanya gunakan Honda genuine coolant asli yang mengandung pencegah karat, dan khususnya dianjurkan untuk mesin aluminium. Isi reserve tank dengan coolant yang dianjurkan sampai ke garis permukaan atas (UPPER) COOLANT YANG DIANJURKAN: Honda genuine coolant Setelah pemasangan, pastikan bahwa tidak ada kebocoran coolant.

RESERVE TANK

BAUT-BAUT

PERHATIAN !
Ketika mengisi sistem atau reserve tank dengan coolant, atau memeriksa tinggi permukaan coolant, letakkan skuter di atas standard utamanya di atas permukaan datar yang rata.

7-10

SISTEM PENDINGINAN

THERMOSTAT
PELEPASAN
Keluarkan coolant (hal. 7-7). Lepaskan radiator cover (hal. 3-13). Lepaskan water hoses dari thermostat. Lepaskan kedua baut dan thermostat. Lepaskan O-ring.

BAUT-BAUT

WATER HOSE

PEMASANGAN
Lapisi sebuah O-ring baru dengan coolant dan pasang ke dalam alur dari thermostat. PERHATIAN ! Jangan olesi minyak mesin ke O-ring ini Pasang thermostat pada water pump cover. Pasang dan kencangkan kedua baut dengan torque yang sesuai. TORQUE : 9 N.m (0,9 kgf.m, 6,6 lbf.ft) O-RING

THERMOSTAT

BAUT-BAUT

Sambungkan water hoses ke thermostat. Isi dan keluarkan udara dari cooling system (hal. 7-8). Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. Setelah pemasangan, pastikan bahwa tidak ada kebocoran coolant. PERHATIAN ! Pastikan bahwa hoses dan clips telah dipasang dalam arah yang benar (hal. 1-16) THERMOSTAT

WATER HOSE

7-11

SISTEM PENDINGINAN
PEMERIKSAAN
Secara visual periksalah thermostat terhadap kerusakan. Ganti thermostat jika ia tetap terbuka pada suhu ruang an.

PERHATIAN !
Pakailah sarung tangan tahan panas dan perlindungan mata yang mencukupi. Jauhkan bahan-bahan yang mudah terbakar dari electric heating elemen. Jaga agar thermostat atau thermometer tidak menyentuh pan, karena akan mengakibatkan pembacaan yang salah. KLEP MULAI DIANGKAT (MEMBUKA) : 74 78O C minimum 8 mm PENGANGKATAN KLEP : minimum 8 mm pada 100O C Ganti thermostat jika klep membuka pada suhu lain dari pada yang ditentukan. THERMOSTAT

WATER PUMP
PELEPASAN
Water pump (pompa air) dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka. Keluarkan coolant (hal. 7-7). Keluarkan oli mesin (hal. 4-12). Lepaskan sebagai berikut: - Radiator (hal. 7-9) - Cooling fan (hal. 7-10) - Thermostat (hal. 7-11) - Right side cover (hal. 13-3) Lepaskan kedua baut, wire guide (pembimbing kawat) dan water pump cover. Lepaskan O-ring dari water pump cover. Lepaskan dowel pins.

WATER PUMP COVER

WIRE GUIDE

BAUT-BAUT

DOWEL PINS

WATER PUMP COVER

O-RING

7-12

SISTEM PENDINGINAN
Lepaskan clip dari water pipe dan geser water pipe ke sisi stator base PERHATIAN ! Jangan khawatir tidak merusak water pipe. WATER PIPE

CLIP

Lepaskan sebagai berikut: - Flywheel (hal. 13-3) - Stator dan ignition pulse generator (hal. 13-4) - Woodruff key (spie) (hal. 13-4) Lepaskan keempat baut dan water pump/stator base. Lepaskan oil pump driven gear. Lepaskan water pump drive gear/oil pump shaft dan drive chain. Lepaskan water pump driven gear dari water pump shaft. Lepaskan dowel pins.

DOWEL PIN

DRIVE CHAIN WATER PUMP STATOR BASE

WATER PUMP SRIVEN DEAR

BAUTBAUT

OIL PUMP DRIVEN GEAR WATER PUMP GEAR/ OIL PUMP SHAFT

7-13

SISTEM PENDINGINAN
Lepaskan water pipe dan O-rings. O-RING

WATER PIPE

Lepaskan O-ring dari water pump / stator base.

O-RING

PEMASANGAN
Pasang sebuah O-ring baru pada alur water pump/stator base.

O-RING

Lapisi O-rings baru dengan coolant dan pasang mereka ke dalam alur-alur dari water pipe. Pasang water pipe pada water pump / stator base. PERHATIAN ! Jangan oleskan oli mesin pada O-rings ini.

O-RING

WATER PIPE

7-14

SISTEM PENDINGINAN
Pasang dowel pins

DOWEL PINS Olesi oli mesin pada oil pump shaft. Pasang oil pump driven gear pada drive gear dari crankshaft seperti diperlihatkan. Pasang water pump drive gear/oil pump shaft dengan mentepatkan potongan pada oil pump shaft dengan potongan pada oil pump dan alur pin dari oil pump driven gear dengan pin dari oil pump shaft.

OIL PUMP DRIVEN GEAR

Tepatkan (POTONGAN)

Tepatkan (PIN/ALUR)

Tempatkan drive chain (rantai penggerak) di atas water pump drive gear dan driven gear. Tempatkan water pump driven gear seperti diperlihatkan.

WATER PUMP DRIVEN GEAR

DRIVE CHAIN

Pasang water pump/stator base ke crankcase kanan dengan mentepatkan water pump drive gear shaft dengan journal pada stator base, dan crankshaft dengan lubang oil seal pada stator base.

WATER PUMP/ STATOR BASE

Tepatkan

Tepatkan

7-15

SISTEM PENDINGINAN
Tepatkan alur pin dari water pump driven gear dengan pin dari water pump shaft dengan memutar water pump impeller.

IMPELLER

Pasang woodruff key (spie) (hal. 13-5). Untuk sementara pasang ywheel dengan mentepatkan alur spie pada ywheel dengan spie pada crankshaft. Pastikan bahwa water pump impeller berputar dengan memutar crankshaft. Setelah pemeriksaan, lepaskan ywheel.

FLYWHEEL

IMPELLER

Pasang dan kencangkan keempat baut. Pasang sebagai berikut: - Stator dan ignition pulse generator (hal. 13-5) - Flywheel (hal. 13-6)

WATER PUMP / STATOR BASE

BAUT-BAUT

Geser water pipe pada cylinder. Kaitkan clip pada alur water pipe.

WATER PIPE

CLIP

7-16

SISTEM PENDINGINAN
Pasang dowel pins. Pasang sebuah O-ring baru pada alur water pump cover. DOWEL PINS WATER PUMP COVER

O-RING

Pasang water pump cover, wire guide dan kencangkan baut-baut. Pasang sebagai berikut: - Right side cover (hal. 13-7) - Thermostat (hal. 7-11) - Cooling fan (hal. 7-10) - Radiator (hal. 7-9) Isi mesin dengan oli yang dianjurkan (hal. 4-12). Isi dan keluarkan udara dari cooling system (hal. 7-8).

WATER PUMP COVER

WIRE GUIDE

BAUT-BAUT

PEMERIKSAAN
OIL PUMP DRIVEN GEAR
Periksa gigi oil pump driven gear terhadap keausan atau kerusakan. OIL PUMP DRIVEN GEAR

WATER PUMP DRIVE GEAR


Periksa gigi water pump drive gear terhadap keausan atau kerusakan. Periksa water pump drive gear shaft dan lubang shaft dari stator base terhadap keausan atau kerusakan.

WATER PUMP DRIVE GEAR

GEAR SHAFT

7-17

SISTEM PENDINGINAN
WATER PUMP DRIVEN GEAR
Periksa gigi water pump driven gear terhadap keausan atau kerusakan. WATER PUMP DRIVEN GEAR

WATER PUMP SHAFT


Periksa water pump driven gear shaft dan lubang shaft dari crankcase kanan terhadap keausan atau kerusakan.

WATER PUMP SHAFT

LUBANG SHAFT

BANTALAN PUMP SHAFT


Putar water pump shaft dengan jari-jari. Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa suara. Juga periksa bahwa inner race bantalan duduk dengan erat pada pump shaft dan outer race bantalan duduk dengan erat pada water pump/stator base. Ganti bantalan water pump jika bantalan tidak berputar dengan halus, tanpa suara, atau jika duduk dengan longgar pada pump shaft atau pump/stator base (hal. 7-19). WATER PUMP SHAFT BEARING

7-18

SISTEM PENDINGINAN
PEMERIKSAAN MECHANICAL SEAL
Periksa telltale hole (lubang indikasi kelainan) terhadap tanda-tanda kebocoran coolant. Jika ada kebocoran, water pump mechanical seal (sil mekanis pompa air) tidak bekerja dengan baik dan harus diganti (lihat bawah). Periksa di sini (TELLTALE HOLE)

PENGGANTIAN MECHANICAL SEAL


Lepaskan sebagai berikut: - Cooling fan (hal. 7-10) - Water pump cover (hal. 7-12) Tahan ywheel dengan special tool dan longgarkan water pump impeller. TOOL : Universal holder 07725-0030000

FLYWHEEL

IMPELLER

Lepaskan sebagai berikut: - Flywheel (hal. 13-3) - Stator dan ignition pulse generator (hal. 13-4) - Woodruff key (hal. 13-4) - Water pump/stator base (hal. 7-12) Lepaskan water pump impeller.

UNIVERSAL HOLDER

IMPELLER

Lepaskan water pump shaft dari water pump/stator base dengan menggunakan sebuah hydraulic press. PERHATIAN ! Pastikan untuk memakai hydraulic press. Jangan menggunakan palu. Ketika menekan water pump shaft/bearing, hati-hatilah untuk tidak merusak permukaan penyatuan water pump/stator base.

WATER PUMP SHAFT WATER PUMP SHAFT

7-19

SISTEM PENDINGINAN
Lepaskan shaft dari bantalan dengan menggunakan sebuah hydraulic press Jika bantalan tertinggal pada water pump/stator base, lepaskan bantalan dengan menggunakan special tools. TOOLS: Bearing remover head, 12 mm Bearing remover shaft, 12 mm Remover weight 07936-1660110 07936-1660120 07741-0010201 BEARING

WATER PUMP SHAFT

Jika bantalan tertinggal pada water pump/stator base

REMOVER HEAD REMOVER WEIGHT

REMOVER SHAFT

Lepaskan oil seal dari water pump / stator base. OIL SEAL

Lepaskan mechanical seal dengan menggunakan sebuah hydraulic press. PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak merusak permukaan penyatuan water pump / stator base. TOOL: Bearing driver 07945-GC80000 BEARING DRIVER

MECHANICAL SEAL

7-20

SISTEM PENDINGINAN

WATER PUMP SHAFT BEARING (6001)

MECHANICAL SEAL

IMPELLER

OIL SEAL

Oleskan oli mesin pada bibir water pump oil seal baru. Dorong masuk sebuah water pump oil seal baru sampai ia sebaris dengan alur water pump. TOOLS: Driver Attachment, 24x26 mm PERHATIAN ! Sisi yang diberi tanda dari oil seal berhadapan dengan water pump impeller 07749-0010000 07746-0010700

DRIVER

ATTACHMENT

OIL SEAL

Dorong masuk sebuah mechanical seal baru sampai ia duduk sepenuhnya didalam alur water pump dengan menggunakan special tools dan hydraulic press. TOOLS: Driver Mechanical seal driver attachment

DRIVER

07749-0010000 07945-4150400

ATTACHMENT

MECHANICAL SEAL

7-21

SISTEM PENDINGINAN
Dukung inner race dari sebuah bantalan baru dengan pantas. Dorong water pump shaft pada sebuah bantalan baru sampai jarak antara permukaan bantalan dan garis terusan dari ange dari shaft adalah 25,9 26,1 mm seperti diperlihatkan, dengan menggunakan sebuah hydraulic press. BANTALAN

WATER PUMP SHAFT BANTALAN 25,9 - 26,1 mm

WATER PUMP SHAFT

Dorong water pump shaft / bearing tegaklurus ke dalam sampai ia duduk sepenuhnya pada water pump/stator base dengan menggunakan sebuah hydraulic press. TOOL: Inner driver, 22 mm 07746-0020100

INNER DRIVER

WATER PUMP SHAFT / BEARING

Pasang water pump impeller, tapi jangan kencangkan dulu.

IMPELLER

7-22

SISTEM PENDINGINAN
Pasang sebagai berikut: - Water pump/stator base (hal. 7-14) - Woodruff key (hal. 13-5) - Stator dan ignition pulse generator (hal. 13-5) - Flywheel (hal. 13-6) Tahan ywheel dengan special tool dan kencangkan water pump impeller dengan torsi yang ditentukan. FLYWHEEL IMPELLER

TOOL: Universal holder

07725-0030000

TORSI: 10 N.m (1,0 kgf.m, 7 lbf.ft) Pasang sebagai berikut: - Water pump cover (hal. 7-17) - Cooling fan (hal. 7-10)

UNIVERSAL HOLDER

OIL SEAL

PENGGANTIAN CRANKSHAFT OIL SEAL


Lepaskan water pump/stator base (hal. 7-12) Lepaskan crankshaft oil seal dari stator base.

Olesi oli mesin ke bibir sebuah crankshaft oil seal baru. Dorong masuk sebuah crankshaft oil seal baru sampai sebidang dengan stator base. PERHATIAN ! Sisi yang ditandai dari oil seal berhadapan dengan ywheel. TOOLS: Driver Attachment, 32x35mm 07749-0010000 07746-0010100 ATTACHMENT

DRIVER

Pasang water pump/stator base (hal. 7-14).

OIL SEAL

7-23

8. PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN


LOKASI KOMPONEN KETERANGAN SERVIS 8-1 8-2 PENURUNAN MESIN PEMASANGAN MESIN 8-3 8-6

69 N.m (7,0 kgf.m, 51 lbf.ft)

8-1

PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN

KETERANGAN SERVIS
UMUM
Dukung mesin dengan sebuah dongkrak atau alat penopang lain yang dapat disetel untuk mempermudah pelepasan baut pemasangan mesin. Ketika menurunkan/memasang mesin, bungkuslah rangka di sekitar mesin sebelumnya untuk melindungi rangka. Komponen-komponen berikut memerlukan penurunan mesin agar dapat diservis: - Crankcase/crankshaft (hal. 14-4) Komponen-komponen berikut dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka. - Water pump (hal. 7-12). - Drive pulley (hal. 11-13) - Driven pulley/clutch (hal. 11-16) - Final reduction (hal. 12-5) - Stator/ignition pulse generator (hal. 13-3) - Cylinder head/valves (hal. 9-6) - Cylinder (hal. 10-3) - Piston (hal. 10-6) - Carburetor (hal. 6-6) - Oil pump (hal. 5-3) SPESIFIKASI BAGIAN Berat kosong mesin Kapasitas oli mesin Kapasitas coolant Pada penggantian periodik Pada pembongkaran mesin Radiator dan mesin Reserve tank SPESIFIKASI 27,3 kg 0,7 liter 0,8 liter 0,49 liter 0,20 liter

TORSI PENGENCANGAN Engine hanger link nut (sisi Rangka)

69 N.m (7,0 kgf.m, 51 lbf.ft)

8-2

PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
PENURUNAN MESIN
Lepaskan sebagai berikut: - Floor panel side covers (hal. 3-6) - Body cover (hal. 3-9) Longgarkan band screw dan lepaskan air duct dari left crankcase cover. Lepaskan carburetor drain hose dari clamp dari air duct. Lepaskan crankcase breather drain hose dari hose clamp. Lepaskan PAIR air supply hose dari PAIR air supply pipe. PAIR AIR SUPPLY HOSE BAND SCREW

AIR DUCT CARBURETOR DRAIN HOSE

BREATHER DRAIN HOSE

Lepaskan adjusting nut (mur penyetel) rem belakang dan joint pin (pin penyambung) dari brake cable (kabel rem). Lepaskan return spring (pegas pengembalian) dari brake arm (lengan rem).

SPRING

JOINT PIN

BRAKE CABLE

ADJUSTING NUT

Lepaskan cable clamp bolt (baut klem kabel). Lepaskan rear brake cable dari cable holder (pemegang kabel).

CABLE CLAMP BOLT

CABLE HOLDER

Lepaskan sebagai berikut: - Fuel hose - Fuel auto valve vacuum hose - PAIR control valve vacuum hose Longgarkan lock nut (mur pengunci) dan lepaskan throttle cable (kabel gas). Lepaskan throttle cable dari clamp.

THROTTLE CABLE

FUEL HOSE

CLAMP LOCK NUT

PAIR CONTROL VALVE VACUUM HOSE

FUEL AUTO VALVE VACUUM HOSE

8-3

PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
Lepaskan sebagai berikut: - ECT sensor 2P connector - Topi busi Lepaskan ECT sensor wire clamp dan spark plug wire clamp ECT SENSOR 2P CONNECTOR TOPI BUSI

ECT SENSOR WIRE CLAMP

SPARK PLUG WIRE CLAMP

Lepaskan sebagai berikut: - Alternator 2P connector - Starter motor 2P connector - Ignition pulse generator wire 2P connector - SE thermal valve 3P connector Lepaskan baut dan kabel-kabel massa.

ALTERNATOR 2P CONNECTOR

SE THERMAL VALVE 3P CONNECTOR STARTER MOTOR 2P CONNECTOR

BAUT

IGNITION PULSE GENERATOR WIRE CONNECTOR KABEL-KABEL MASSA

Lepaskan kawat-kawat berikut dari wire band: - SE thermal valve wire - Alternator/ignition pulse generator wire - Starter motor wire

WIRE BAND

8-4

PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
Lepaskan baut-baut radiator cover (hal. 7-7) dan dorong cover ke depan. Klem siphon hose dan lepaskan dari radiator. Sumbat (plug) penyambung dari radiator. Untuk menghindari kerusakan pada sirip-sirip radiator, untuk sementara pasang radiator cover. PLUG SIPHON HOSE

CLAMP

Lepaskan baut-baut pemasangan dan sokbreker belakang

BAUT-BAUT PEMASANGAN

PERHATIAN !
Untuk menghindari kerusakan pada ulir baut pemasangan sokbreker belakang, angkat roda belakang sedikit.

SOKBREKER BELAKANG

Dukung rangka dalam posisi tegak Tahan roda depan. Lepaskan nut (mur) dan engine hanger link bolt (baut penghubung penggantung mesin). Tarik mesin sedikit lurus ke belakang dan lepaskan engine hanger link dari rangka. Putar bagian belakang mesin ke kiri dan lepaskan mesin. Lepaskan engine hanger link (hal. 16-6) BAUT/MUR

8-5

PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
PEMASANGAN MESIN
Pasang engine hanger link (penghubung penggantung mesin) ke mesin (hal. 16-6). Arahkan mesin ke rangka dari sisi kiri kendaraan. Tempatkan mesin lurus dengan rangka dan dorong mesin ke depan sementara memasukkan stopper rubber (penahan karet) dari engine hanger link ke dalam lubang pada rangka. LUBANG

STOPPER RUBBER

Pasang baut engine hanger link dari sisi kiri skuter. Pasang dan kencangkan mur dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 69 N.m (7,0 kgf.m, 51 lbf.ft)

PERHATIAN !
Pastikan bahwa lubang-lubang baut telah bertepatan posisinya sebelum memasang baut.

BAUT/MUR

Pasang sokbreker belakang dan kencangkan baut-baut pemasangannya.

BAUT-BAUT PEMASANGAN

PERHATIAN !
Untuk mempermudah pemasangan baut - baut pema sangan sokbreker belakang, angkat roda belakang sedikit dan tepatkan lubang-lubang baut.

SOKBREKER BELAKANG

Untuk sementara lepaskan baut-baut radiator cover dan gerakkan cover ke depan.

PLUG

SIPHON HOSE

PERHATIAN !
Pastikan bahwa hose clips telah dipasang dalam arah yang benar (hal. 1-16) Lepaskan plug dari joint (penyambung) radiator dan sambungkan siphon hose ke joint. Lepaskan clamp dari siphon hose. Pasang dan kencangkan baut-baut radiator cover (hal. 7-10). CLAMP

8-6

PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
Ikat kabel-kabel berikkut dengan wire band. - kabel Sethermal valve - kabel Alternator/ignition pulse generator - kabel starter motor

WIRE BAND

Sambungkan sebagai berikut : - Ignition pulse generator wire connector - Starter motor 2P connector - Alternator 2P connector - Sethermal valve 3P connector Pasang kabel-kabel massa dan kencangkan baut.

ALTERNATOR 2P CONNECTOR

SETHERMAL VALVE 3P CONNECTOR

PERHATIAN !
Tempatkan wire harness dengan benar (hal. 1-16).

STARTER MOTOR 2P CONNECTOR

BAUT

IGNITION PULSE GENERATOR WIRE CONNECTOR

KABEL-KABEL MASSA

Tempatkan spark plug wire clamp ke radiator cover. Tempatkan ECT sensor wire clamp ke wire guide. Hubungkan sebagai berikut: - ECT sensor 2P connector - Spark plug cap (topi busi)

ECT SENSOR 2P CONNECTOR

TOPI BUSI

ECT SENSOR WIRE CLAMP

SPARK PLUG WIRE CLAMP

8-7

PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
Hubungkan throttle cable (kabel gas) ke throttle drum (penggulung kawat gas) dan ikat dengan clamp (klem). Setel jarak main bebas throttle grip (putaran gas tangan) (hal. 4-5). Hubungkan sebagai berikut: - Fuel auto valve vacuum hose - PAIR control valve vacuum hose - Fuel hose (slang bahan bakar) CLAMP THROTTLE CABLE FUEL HOSE

PAIR CONTROL VALVE VACUUM HOSE

FUEL AUTO VALVE VACUUM HOSE

Tempatkan brake cable (kabel rem) pada cable holder (pemegang kabel). Pasang dan kencangkan baut cable clamp.

CABLE CLAMP BOLT

PERHATIAN !
Tempatkan rear brake cable dengan benar (hal. 1-16).

CABLE HOLDER Pasang joint pin (pin penyambung) dan adjusting nut (mur penyetel) pada brake cable (kabel rem). Tempatkan ujung return spring (pegas pengembalian) ke dalam lubang pada crankcase kiri dan pin pada brake arm. Setel jarak main bebas rear brake lever (handel rem belakang) (hal. 4-18). Hubungkan PAIR air supply hose kepada PAIR air supply pipe

SPRING

JOINT PIN

PERHATIAN !
Pastikan bahwa air supply clips telah dipasang dalam arah yang benar (hal. 1-16) Tempatkan crankcase breather drain hose pada hose clamp Hubungkan air duct (saluran udara) kepada crankcase cover kiri dengan mentepatkan air duct cut-off (potongan pada air duct) dengan left crankcase cover tab (tonjolan pemasangan pada tutup bak mesin kiri). Tempatkan carburetor drain hose (slang pembuangan karburator) pada clamp dari air duct. Kencangkan band screw sehingga jarak renggang pada ujung-ujung band adalah 12,0 +/- 1,0 mm. Pasang sebagai berikut: - Body cover (hal. 3-9) - Floor panel side covers (hal. 3-6) PAIR AIR SUPPLY HOSE BAND SCREW BRAKE CABLE ADJUSTING NUT

12,0 +/- 1,0 mm CARBURETOR DRAIN HOSE BREATHER DRAIN HOSE

PERHATIAN !
Pastikan band telah dipasam arah yang benar (hal 1-16)

8-8

9. CYLINDER HEAD/VALVE CYLINDER HEAD/VALVE


LOKASI KOMPONEN KETERANGAN SERVIS MENCARI PENYEBAB KESUKARAN TEST KOMPRESSI CYLINDER CYLINDER HEAD COVER 9-1 9-2 9-4 9-5 9-5 CAMSHAFT/CYLINDER HEAD CAM CHAIN GUIDE CAM CHAIN TENSIONER SLIDER CAM CHAIN TENSIONER LIFTER 9-6 9-23 9-24 9-26

LOKASI KOMPONEN-KOMPONEN
4 N.m (0,4 kgf.m, 3,0 lbf.ft)

18 N.m (1,8 kgf.m, 13 lbf.ft) 8 N.m (0,8 kgf.m, 5,9 lbf.ft) 12 N.m (1,2 kgf.m, 9 lbf.ft)

9-1

CYLINDER HEAD/VALVE

KETERANGAN SERVIS
UMUM
Bab ini meliputi pekerjaan servis dari cylinder head (kepala silinder), valves (klep-klep), rocker arms (lengan pelatuk) dan camshaft (poros bubungan). Cylinder head dan valves dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka. Pada waktu pembongkaran, tandai dan simpanlah part yang dibongkar untuk memastikan bahwa mereka dipasang kembali pada lokasi semulanya. Bersihkan semua part yang dibongkar dengan cleaning solvent ( cairan pembersih ) dan keringkan dengan meniupnya dengan udara bertekanan sebelum pemeriksaan. Oli pelumasan camshaft dan rocker arm dipasok melalui saluran oli pada cylinder head. Bersihkan saluran oli sebelum merakit cylinder head. Berhati-hatilah untuk tidak merusak permukaan penyatuan ketika melepaskan cylinder head cover dan cylinder head. Jangan memukul cylinder head cover dan cylinder head terlalu keras selama pelepasan.

SPESIFIKASI
BAGIAN Tekanan kompressi cylinder Perubahan bentuk melengkung cylinder head Rocker arm D.D. rocker arm D.L. rocker arm shaft Jarak renggang dari arm ke shaft Camshaft Valve, valve guide D.L. valve stem D.D. valve guide Jarak renggang stem ke guide Proyeksi valve guide di atas cylinder head Lebar valve seat Panjang bebas valve spring MASUK/BUANG Cam lobe height Jarak renggang klep MASUK/BUANG MASUK/BUANG MASUK/BUANG MASUK BUANG MASUK BUANG MASUK BUANG MASUK/BUANG MASUK BUANG MASUK/BUANG MASUK/BUANG Inner Outer STANDARD 941 kPa (9,6 kgf.cm2, 137 psi) pada 550 menit-1 (rpm) 10,000 10,015 9,972 9,987 0,013 0,043 32,542 32,782 32,263- 32,503 0,16 +/- 0,02 0,25 +/- 0,02 4,975 4,990 4,955 4,970 5,000 5,012 0,010 0,037 0,030 0,057 9,1 9,3 0,7 0,9 31,53 38,33

Satuan: mm BATAS SERVIS 0,05 10,04 9,91 0,08 32,52 32,24 4,90 4,90 5,03 0,08 0,10 1,5 30,66 37,04

TORSI PENGENCANGAN
Camshaft holder nut Cam sprocket bolt Cam chain tensioner lifter screw Cylinder head cover bolt 18 N.m (1,8 kgf.m, 13 lbf.ft) 8 N.m (0,8 kgf.m, 5,9 lbf.ft) 4 N.m (0,4 kgf.m, 3,0 lbf.ft) 12 N.m (1,2 kgf.m, 9 lbf.ft) Olesi oli mesin ke ulir dan permukaan dudukannya. Olesi oli mesin ke ulir dan permukaan dudukannya.

9-2

CYLINDER HEAD/VALVE

TOOLS
Valve spring compressor 07757-0010000 Valve spring compressor attachment 07959-KM30101 Valve guide reamer, 5,0 mm 07984-MA60001

Valve guide driver, 5,0 mm 07942-MA60000

Valve guide adjusting driver 07743-002000

Cam chain tensioner lifter stopper 070MG-0010100

Seat cuter, 27,5 mm (IN, 45O) 07780-0010200

Seat cutter, 24 mm (EX, 45O) 07780-0010600

Flat cutter, 27 mm (IN, 32O) 07780-0013300

Flat cutter, 22 mm (EX, 32O) 07780-0012601

Interior cutter, 26 mm (IN, 60O) 07780-0014500

Interior cutter, 22 mm (EX, 60O) 07780-0014202

Cutter holder 5,0 mm 07781-0010400

9-3

CYLINDER HEAD/VALVE

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


Persoalan pada bagian atas mesin biasanya mempengaruhi performa mesin. Mereka dapat didiagnosa dengan sebuah test kompressi atau dengan menelusuri suara-suara mesin pada bagian atas mesin dengan sebuah tangkai suara atau stethoscope. Jika unjuk kerja lemah pada kecepatan rendah, periksa terhadap asap putih di dalam crankcase breather hose (slang pernapasan bak mesin). Jika ada asap pada slang, periksa terhadap piston ring yang macet (hal. 10-6). Kompressi terlalu rendah, sulit dihidupkan atau unjuk kerja lemah pada kecepatan rendah. Valves (klep-klep): - Penyetelan klep tidak benar - Klep terbakar atau bengkok - Waktu pengaturan klep tidak benar - Pegas klep patah - Dudukan klep tidak rata - Klep macet terbuka - Pegas klep lemah Cylinder head (kepala silinder): - Head gasket bocor atau rusak - Cylinder head berubah bentuk atau retak - Busi longgar Cylinder aus (hal. 10-3) Piston atau piston rings aus (hal. 10-6). Kompressi terlalu tinggi, overheating (mesin panas berlebihan) atau knocking (ngelitik) Ada pembentukan karbon secara berlebihan pada kepala piston atau pada ruang pembakaran Ada asap berlebihan Valve stem (tangkai klep) atau valve guide aus Stem seal rusak Cylinder aus (hal. 10-3) Piston atau piston rings aus (hal. 10-6) Ada suara berlebihan Penyetelan klep tidak tepat Valve (klep) macet atau valve spring (pegas klep) patah Dudukan klep aus secara berlebihan Camshaft (poros bubungan) aus atau rusak Cam chain (rantai bubungan) aus atau rusak Gigi cam sprocket aus Rocker arm (lengan pelatuk) dan/atau shaft (poros) aus Cam chain tensioner (penegang rantai cam) aus atau rusak Cylinder aus (hal. 10-3) Piston atau piston rings aus (hal. 10-6) Putaran stasioner kasar Kompressi cylinder rendah

9-4

CYLINDER HEAD/VALVE

TEST KOMPRESSI CYLINDER


Panaskan mesin sampai suhu operasi normal. Matikan mesin dan lepaskan topi busi dan busi (hal. 4-9) Pasang sebuah compression gauge pada lubang busi. Buka throttle (putaran gas tangan) seluruhnya dan putar mesin dengan starter sampai pembacaan gauge berhenti naik PERHATIAN ! Agar tidak menghabiskan muatan baterai jangan jalankan motor starter untuk lebih dari 7 detik. Pembacaan maksimum biasanya dicapai dalam 4-7 detik TEKANAN KOMPRESSI: 941 kPa (9,6 kgf/cm2, 137 psi) pada 550 menit-1 (rpm) Jika kompressi terlalu tinggi, hal ini menandakan bahwa endapan karbon telah terkumpul di dalam ruang pembakaran dan/atau bagian atas piston. Jika kompressi terlalu rendah, tuangkan 3-5 cc oli mesin ke dalam cylinder melalui lubang busi dan periksa kembali kompressi. Jika kompressi lebih tinggi dari harga sebelumnya, periksa cylinder, piston dan piston rings. Cylinder head gasket bocor Piston ring aus Cylinder dan piston aus Jika kompressi sama seperti harga sebelumnya, periksa klep-klep terhadap kebocoran. BREATHER HOSE

COMPRESSION GAUGE

RUBBER SEAL

CYLINDER HEAD COVER


PELEPASAN
Lepaskan front center body cover (hal. 3-8).

PERHATIAN !
Jaga agar oli mesin tidak menetes kepada rangka dari cylinder head Lepaskan crankcase breather hose. Lepaskan special bolts (baut khusus), mounting rubbers dan cylinder head cover. Lepaskan rubber seal dari cylinder head cover. CYLINDER HEAD COVER SPECIAL BOLTS/ MOUNTING RUBBERS

CYLINDER HEAD COVER

PEMASANGAN
Pastikan bahwa rubber seal berada dalam kondisi baik dan ganti bila perlu. Pasang rubber seal ke dalam alur pada cylinder head cover RUBBER SEAL

9-5

CYLINDER HEAD/VALVE
Pasang mounting rubbers dengan tanda UP mereka menghadap keatas. TANDA UP

MOUNTING RUBBER

Tempatkan cylinder head cover pada cylinder head. Pasang special bolts (baut khusus) dan kencangkan dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 12 N.m (1,2 kgf.m, 9 lbf.ft) Sambungkan crankcase breather hose. Pasang front center body cover (hal. 3-8).

BREATHER HOSE

CYLINDER HEAD COVER

SPECIAL BOLTS

CAMSHAFT/CYLINDER HEAD
PELEPASAN CAMSHAFT/ HOLDER/CYLINDER HEAD
Cylinder head dapat diservis dengan mesin tetap ter pasang di dalam rangka. Keluarkan coolant (hal. 7-7). Keluarkan oli mesin (hal. 4-12). Lepaskan sebagai berikut: - Body cover (hal. 3-9). - Right oor panel side cover (hal. 3-6) - Exhaust pipe/mufer (hal. 3-14) - PAIR air supply pipe (hal. 6-23) - Carburetor (hal. 6-6) - Inlet pipe (hal. 6-23) - Cylinder head cover (hal. 9-5) Lepaskan throttle cable dari clamp. Lepaskan kedua baut dan dust guard rubber/plate. Lepaskan sebagai berikut: - Water hose (slang air) - Spark plug cap (topi busi)

DUST GUARD RUBBER/PLATE

CLAMP

BAUT-BAUT

ECT SENSOR 2P CONNECTOR

WATER HOSE

SPARK PLUG CAP

9-6

CYLINDER HEAD/VALVE
Putar crankshaft berlawanan arah jarum jam dengan menjalankan kickstarter perlahan-lahan dan mentepatkan tanda T pada ywheel dengan tanda penunjuk pada crankcase kanan. Pastikan bahwa piston berada pada TMA (Titik Mati Atas) pada langkah kompressi. Posisi ini dapat diperoleh dengan memastikan bahwa ada kelonggaran pada rocker arm. Jika tidak ada kelonggaran, hal ini disebabkan oleh karena piston bergerak melalui TMA pada langkah pembuangan. Putar crankshaft satu putaran penuh dengan menggunakan kickstarter dan mentepatkan tanda T sekali lagi.

KICKSTARTER

Lepaskan sekrup dan O-ring dari cam chain tensioner lifter. Pasang special tool pada badan tensioner dan putar tool searah jarum jam sampai ia berhenti berputar. Tahan tensioner lifter dengan menekan tool sementara mentepatkan tabs (tonjolan) dari tool dengan alur-alur pada tensioner lifter. TOOL: Cam chain tensioner lifter stopper TANDA T

070MG-0010100 TANDA PENUNJUK

SEKRUP

TENSIONER LIFTER STOPPER

Lepaskan baut-baut cam sprocket dari decompressor weight.

PERHATIAN !
Hati-hati agar baut-baut tidak jatuh ke dalam lubang dari cylinder head. Lepaskan susunan decompressor weight.

DECOMPRESSOR WEIGHT

BAUTBAUT

9-7

CYLINDER HEAD/VALVE
Ikat seutas kawat kepada cam chain untuk menjaga agar tidak jatuh kedalam crankcase. Lepaskan cam sprocket dari camshaft dan cam chain dari cam sprocket. CAM SPROCKET

CAM CHAIN

Lepaskan baut-baut cylinder head. Lepaskan mur-mur dan washers dari camshaft holder dalam pola bersilang dalam dua atau tiga langkah. Lepaskan camshaft holder

CAMSHAFT HOLDER

BAUT-BAUT

Lepaskan dowel pins dari cylinder head.

DOWEL PINS

Lepaskan cylinder head

CYLINDER HEAD

9-8

CYLINDER HEAD/VALVE
Lepaskan gasket dan dowel pins. GASKET

DOWEL PINS

PEMASANGAN CYLINDER HEAD/CAMSHAFT HOLDER


Pasang dowel pins dan sebuah gasket baru pada cylinder.

GASKET

DOWEL PINS

Jalankan cam chain melalui cylinderhead dan pasang cylinder head pada cylinder

CYLINDER HEAD

Pasang dowel pins pada cylinder head.

DOWEL PINS

9-9

CYLINDER HEAD/VALVE
Pasang camshaft holder dengan cuping cam menghadapi ruang pembakaran. CAMSHAFT HOLDER

PERHATIAN !
Pasang camshaft holder dengan hati-hati sementara menahan rocker arms untuk mencegah bahwa sekrup-sekrup penyetelan valve berbenturan dengan valve stems.

Olesi oli mesin pada permukaan duduk dan ulir dari murmur camshaft holder. Pasang washers dan kencangkan mur-mur camshaft holder dalam pola bersilang dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 18 N.m (1,8 kgf.m, 13 lbf.ft) Pasang dan kencangkan baut-baut pemasangan der head. cylin-

CAMSHAFT HOLDER

MUR-MUR/WASHER

BAUT-BAUT

Putar crankshaft berlawanan arah jarum jam dan tepatkan tanda T pada ywheel dengan tanda penunjuk pada crankcase kanan TANDA T

TANDA PENUNJUK

Oleskan oli mesin pada cam chain dan gigi cam sprocket. Letakkan cam chain pada cam sprocket. Pasang cam sprocket pada camshaft dengan mentepatkan camshaft pins dan lubang-lubang cam sprocket. Pastikan bahwa garis penunjuk pada cam sprocket sebidang dengan cylinder head, kemudian periksa inlet rocker arm (lengan pelatuk klep masuk) dan exhaust rocker arm (lengan pelatuk klep buang) bahwa tidak ada kelonggaran (TMA pada langkah kompressi) CAM CHAIN CAM SPROCKET

CYLINDER HEAD

GARIS PENUNJUK

9-10

CYLINDER HEAD/VALVE
Oleskan larutan oli molybdenum pada seluruh permukaan poros decompressor weight. Pasang decompressor weight pada camshaft. Oleskan oli mesin ke permukaan duduk dan ulir dari bautbaut cam sprocket

PERHATIAN !
Hati-hati agar baut-baut tidak jatuh ke dalam cylinder head. Pasang dan kencangkan baut-baut cam sprocket dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 8 N.m (0,8 kgf.m, 5,9 lbf.ft) Lepaskan cam chain tensioner lifter stopper dan pasang sebuah O-ring baru pada cam chain tensioner lifter. Pasang dan kencangkan sekrup dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 4 N.m (0,4 kgf.m, 3,0 lbf.ft) TENSIONER LIFTER STOPPER SEKRUP DECOMPRESSOR WEIGHT BAUTBAUT

O-RING

Hubungkan sebagai berikut: - Water hose - Spark plug cap (topi busi) - ECT sensor 2P connector

ECT SENSOR 2P CONNECTOR

WATER HOSE

PERHATIAN !
Pastikan bahwa hose dan hose clips telah dipasang dalam arah yang benar (hal. 1-16). SPARK PLUG CAP

Pasang dust guard rubber/plate pada cylinder dan kencangkan baut-baut. Tempatkan throttle cable pada clamp. Pasang sebagai berikut: - Cylinder head cover (hal. 9-5) - Inlet pipe (hal. 6-24) - Carburetor (hal. 6-7) - PAIR air supply pipe (hal. 6-27) - Exhaust pipe/mufer (hal. 3-14) - Right oor panel side cover (hal. 3-6) Isi dan keluarkan udara dari coolant (hal. 7-8) Isi oli mesin (hal. 4-12) Pasang body cover (hal. 3-9)

DUST GUARD RUBBER/PLATE

CLAMP

BAUT-BAUT

9-11

CYLINDER HEAD/VALVE
PEMBONGKARAN CAMSHAFT HOLDER
Sekrup baut 5 mm ke dalam lubang berulir pada rocker arm shaft dan tarik keluar dari camshaft holder. Lepaskan rocker arms ROCKER ARM SHAFTS ROCKER ARM

BAUT 5 mm

Lepaskan stopper plate dan camshaft.

STOPPER PLATE

CAMSHAFT

SUSUNAN CAMSHAFT HOLDER


EXHAUST ROCKER ARM

STOPPER PLATE

CAMSHAFT HOLDER

EXHAUST ROCKER ARM SHAFT INLET ROCKER ARM

CAMSHAFT BEARINGS

CAM LOBE

INLET ROCKER ARM SHAFT

9-12

CYLINDER HEAD/VALVE
Olesi oli mesin pada bantalan camshaft. Olesi larutan oli molybdenum pada cuping cam CUPING CAM

BANTALAN-BANTALAN

Olesi oli mesin pada bantalan camshaft. Olesi larutan oli molybdenum pada cuping cam

STOPPER PLATE

CAMSHAFT

Olesi oli mesin pada permukaan luncur dan permukaan gelinding dari rocker arm. Olesi oli mesin pada permukaan luncur dari rocker arm shaft.

ROCKER ARM

ROCKER ARM SHAFT

Pasang rocker arms pada camshaft holder. Pasang exhaust rocker arm shaft pada exhaust rocker arm sampai ia telah duduk sepenuhnya. Pasang inlet rocker arm shaft pada camshaft holder menggunakan sebuah obeng sementara mentepatkan lubang-lubang pada stopper plate dengan lubang-lubang pada camshaft holder

ROCKER ARM OBENG

INLET ROCKER ARM SHAFT

PERHATIAN !
Tepatkan alur pada inlet rocker arm shaft dengan lubang dari stud bolt dengan memutar rocker arm shaft dengan sebuah obeng ROCKER ARM SHAFTS Tepatkan

9-13

CYLINDER HEAD/VALVE
PEMBONGKARAN DECOMPRESSOR WEIGHT
Lepaskan decompressor weight (hal. 9-7). Lepaskan E-clip dari decompressor weight. Lepaskan kaitan spring dari decompressor weight dengan memutar stopper plate berlawanan arah jarum jam, kemudian lepaskan plastic washer, spring dan stopper plate. DECOMPRESSOR WEIGHT SPRING PLASTIC WASHER E-CLIP

STOPPER PLATE

PERAKITAN DECOMPRESSOR WEIGHT


Pasang sebagai berikut: 1. Kaitkan ujung bengkok spring ke dalam lubang paddecompressor weight sementara membelitkan ujung yang lain searah jarum jam, kemudian tempatkan kumparan pada decompressor weight boss. 2. Tempatkan plastic washer pada decompressor weight boss. Kaitkan ujung yang lain dari spring pada lubang pada stopper plate, kemudian tempatkan stopper plate pada decompressor weight boss. 3. Tempatkan E-clip pada alur decompressor weight.

(1)

(3) E-CLIP

SPRINGS (2)

DECOMPRESSOR WEIGHT

PLASTIC WASHER

STOPPER PLATE

9-14

CYLINDER HEAD/VALVE
PEMBONGKARAN CYLINDER HEAD
Lepaskan sebagai berikut: - Cylinder head (hal. 9-6) - Busi (hal. 4-9) - ECT sensor (hal. 21-10) Lepaskan valve cotters dengan menggunakan valve spring compressor ATTACHMENT VALVE SPRING COMPRESSOR

PERHATIAN !
Untuk menghindari hilangnya tegangan, jangan tekanvalve springs lebih dari yang diperlukan untuk melepaskan cotters TOOLS: Valve spring compressor Valve spring compressor attachment 07757-0010000 07959-KM30101 VALVE SPRING SEAT OUTER SPRING RETAINER

Lepaskan valve spring compressor dan lepaskan sebagai berikut - Valve spring retainers - Inner dan outer valve springs - Valve spring seats - Valves - Valve stem seals

PERHATIAN !
Tandai semua parts sewaktu pembongkaran sehingga mereka dapat ditempatkan kembali pada lokasi semulanya. Bersihkan ruang pembakaran dari endapan karbon dan bersihkan permukaan gasket dari cylinder head.

STEM SEAL INNER SPRING COTTER

PERHATIAN !
Jagalah agar tidak merusak permukaan penyatuan cylinder dan permukaan valve seat.

RUANG PEMBAKARAN

9-15

CYLINDER HEAD/VALVE PERAKITAN CYLINDER HEAD


VALVE COTTERS

VALVE SPRING RETAINER OUTER VALVE SPRING INNER VALVE SPRING VALVE STEM SEAL VALVE SPRING SEAT VALVE GUIDE

INLET VALVE

EXHAUST VALVE

Tiuplah melalui saluran oli pada cylinder head dengan udara bertekanan. Olesi oli mesin pada permukaan dalam dari valve stem seals baru. Pasang valve spring seats dan valve stem seals baru. Lapisi permukaan luncur valve stem dengan oli mesin. Masukkan valves ke dalam valve guides sementara memutar mereka dengan perlahan-lahan untuk menghindari kerusakan pada valve stem seals.

VALVE SPRING SEAT OUTER SPRING RETAINER

STEM SEAL INNER SPRING COTTER

Pasang valve springs dengan kumparan dengan lilitan rapat berhadapan dengan ruang pembakaran

PEGAS (Kumparan dengan lilitan rapat berhadapan dengan ruang pembakaran)

9-16

CYLINDER HEAD/VALVE
Pasang valve spring retainer Pasang valve cotters dengan meng- gunakan valve spring compressor. TOOLS: Valve spring compressor Valve spring compressor attachment 07757-0010000 07959-KM30101 VALVE SPRING COMPRESSOR

ATTACHMENT

PERHATIAN !
Untuk menghindari hilangnya tegangan, jangan tekan valve springs lebih dari yang diperlukan untuk memasang cotters.

Dukung cylinder head sehingga valve heads tidak akan menyentuh sesuatu yang dapat menyebabkan kerusakan. Ketok valve stems dengan hati-hati dengan dua palu plastik seperti diperlihatkan untuk mendudukkan cotters dengan kokoh. Pasang sebagai berikut: - Cylinder head (hal. 9-9) - ECT sensor (hal. 21-10) - Busi (hal. 4-9)

CYLINDER HEAD

PEMERIKSAAN CYLINDER HEAD


Bongkarlah camshaft holder/cylinder head (hal. 9-15). Periksa lubang busi dan daerah klep terhadap retak-retak. Periksa cylinder head terhadap perubahan bentuk melengkung dengan sebuah mistar datar (straight edge) dan sebuah feeler gauge (voeler). BATAS SERVIS: 0,05 mm

SISTEM DECOMPRESSOR
Bongkar camshaft holder (hal. 9-12). Periksa shaft (poros) dari decompressor weight terhadap lengkungan atau kerusakan. Periksa daerah decompressor weight cam terhadap keausan atau kerusakan. Periksa decompressor spring terhadap kerusakan atau keletihan. DECOMPRESSOR SHAFT

SPRING

9-17

CYLINDER HEAD/VALVE
Pasang cam sprocket pada camshaft dengan mentepatkan camshaft pins dan lubang-lubang cam sprocket. Pasang decompressor weight dengan memasukkan porosnya ke dalam lubang pada cam sprocket/camshaft. Untuk sementara pasang baut-baut cam sprocket. CAM SPROCKET

Tepatkan DECOMPRESSOR WEIGHT BAUT-BAUT

Periksa bahwa decompressor system bekerja dengan lancar dan bahwa pegas mengembalikan decompressor weight pada posisinya semula. Ganti bila perlu.

DECOMPRESSOR WEIGHT

CAMSHAFT
Bongkar camshaft holder (hal. 9-12). Putar outer race dari masing-masing bantalan camshaft dengan jari-jari. Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa suara. Juga periksa bahwa inner race bantalan duduk dengan rapat pada camshaft. Ganti susunan camshaft jika bantalan tidak dapat berputar dengan halus, tanpa suara, atau jika mereka duduk dengan longgar di atas camshaft.

BANTALAN

Periksa cuping cam terhadap keausan berlebihan dan kerusakan. Ukurlah tinggi daripada masing-masing cam lobe (cuping). BATAS SERVIS: MASUK: 32,52 mm BUANG: 32,24 mm

CAM LOBES

9-18

CYLINDER HEAD/VALVE
ROCKER ARM/SHAFT
Bongkar camshaft holder (hal. 9-12) Periksa rocker arm shafts dan rocker arms terhadap keausan atau kerusakan. Putar rocker arm roller dengan jari-jari. Roller harus berputar dengan halus dan tanpa suara. Ukur D.D. masing-masing rocker arm. BATAS SERVIS: MASUK/BUANG: 10,04 mm Ukur D.L. masing-masing rocker arm shaft. BATAS SERVIS: MASUK/BUANG: 9,91 mm Hitung jarak renggang rocker arm ke shaft. BATAS SERVIS: MASUK/BUANG: 0,08 mm ROLLER

VALVE SPRING
Bongkar cyllinder head (hal. 9-15) Ukur panjang bebas dari inner dan outer valve springs. BATAS SERVIS: Inner (MASUK/BUANG): 30,66 mm Outer (MASUK/BUANG): 37,04 mm Ganti springs jika mereka lebih pendek daripada batas servis.

VALVE/VALVE GUIDE
Bongkar cylinder head (hal. 9-15) Bongkar bahwa valve bergerak dengan lancar di dalam guide. Periksa masing-masing valve terhadap lengkungan, terbakar, goresan atau keausan tidak normal. Ukur D.L. masing-masing valve stem dan catat. BATAS SERVIS:MASUK/BUANG: 4,90 mm

Ream valve guide untuk membuang pembentukan karbon sebelum mengukur guide Masukkan reamer dari sisi ruang pembakaran dari cylinder head dan selalu putar jarum jam ke-reamer searah jarum jam. TOOL : Valve guide reamer, 5,0mm 07984-MA60001

VALVE GUIDE REAMER

PERHATIAN !
Selalu putar reamer searah jarum jam, jangan berlawanan arah tika memasukkannya, mengeluarkan dan reaming.

9-19

CYLINDER HEAD/VALVE
Ukur D.D. masing-masing valve guide dan catatlah. BATAS SERVIS: MASUK/BUANG: 5,03 mm Potong D.L. masing-masing valve stem dari D.D. guide yang bersangkutan untuk mendapatkan jarak renggang stem ke guide. BATAS SERVIS: MASUK: 0,08 mm BUANG: 0,10 mm VALVE GUIDE

PERHATIAN !
Periksa dan reface valve seats setiap kali valve guides diganti (hal. 9-20). Jika jarak renggang stem ke guide melampaui batas servis, tentukan apakah sebuah guide baru dengan ukuran standard akan membawa jarak renggang di dalam toleransi. Jika demikian, ganti guides seperti diperlukan dan ream sehingga pas (hal. 9-20). Jika jarak renggang stem ke guide melebihi batas servis dengan sebuah guide baru, gantilah valve juga.

VALVE GUIDE DRIVER

PENGGANTIAN VALVE GUIDE


Bongkar cylinder head (hal. 9-15). Dinginkan valve guides baru di dalam freezer (lemari beku dari kulkas) selama kira-kira 1 jam. PERHATIAN ! Pakailah sarung tangan tebal agar tangan tidak terbakar sewaktu menangani cylinder head yang dipanaskan. Panaskan cylinder head sampai 130-140O C dengan kompor atau oven. Jangan panaskan cylinder head melam -paui 150O C. Pakailah tongkat indikator suhu, yang tersedia di toko perlengkapan pengelasan, untuk untuk memastikan bahwa cylinder head telah dipanaskan ke suhu yang benar PERHATIAN ! Jangan panaskan cylinder head dengan obor karena dapat mengakibatkan perubahan bentuk. Dukung cylinder head dan dorong valve guides keluar dari cylinder head dari sisi ruang pembakaran. TOOL: Valve guide driver, 5,0 mm 07942-MA60000 Keluarkan valve guides baru dari freezer. Dorong masuk guides baru dari sisi camshaft sementara cylinder head masih dipanaskan Dorong masuk valve guides baru ke dalam cylinder head sampai tinggi yang ditentukan dari cylinder head. TOOL: Valve guide adjusting driver 07743-0020000 PROYEKSI VALVE GUIDE: MASUK/BUANG: 9,1 9,3 mm Biarkan cylinder head menjadi dingin sampai suhu ruangan. Ream valve guides baru setelah pemasangan. Masukkan reamer dari sisi ruang pembakaran dari cylinder head dan selalu putar reamer searah jarum jam. Hati-hati agar reamer tidak miring di dalam guide sementara reaming Pakailah cutting oil pada reamer selama pekerjaan ini. TOOL: Valve guide reamer, 5.0 mm 07984-MA60001 Bersihkan cylinder head secara menyeluruh untuk menghilangkan semua partikel-partikel logam setelah direamer dan mengreface valve seat (hal. 9-21). VALVE GUIDE VALVE GUIDE

VALVE GUIDE ADJUSTING DRIVER

9,1 - 9,3 mm

VALVE GUIDE REAMER

9-20

CYLINDER HEAD/VALVE
PEMERIKSAAN/REFACING VALVE SEAT
Bongkar cylinder head (hal. 9-15). Bersihkan klep masuk dan klep buang secara menyeluruh untuk menghilangkan endapan karbon. Olesi lapisan ringan Prussian Blue kepada valve seats (dudukan klep). Ketuk valve (klep) terhadap valve seat beberapa kali dengan menggunakan hand lapping tool (alat skir klep dengan tangan), tanpa memutar valve untuk mendapatkan pola yang jelas. Lepaskan klep dan periksa muka dudukan klep. Bidang sentuh dudukan klep harus berada, di dalam lebar yang ditentukan dan harus merata di sepanjang keliling. LAPPING TOOL

PERHATIAN !
Klep-klep tidak dapat digerinda. Jika permukaan klep terbakar sangat aus atau apabila ia menyentuh dudukannya dengan tidak merata, ganti dengan klep baru. STANDARD: BATAS SERVIS: 0,7 0,9 mm 1,5 mm

Jika lebar dudukan klep tidak sesuai dengan spesifikasi, reface (bentuklah kembali) valve seat (dudukan klep) (hal. 9-21). Periksa valve seat face (muka dudukan klep) terhadap: Muka yang rusak: - Ganti klep dan bentuk kembali valve seat. Lebar dudukan klep tidak merata: - Valve stem (tangkai klep) bengkok atau runtuh; - Ganti klep dan reface (bentuk kembali) dudukan klep.

LEBAR DUDUKAN

MUKA KLEP RUSAK

LEBAR DUDUKAN TIDAK RATA

Bidang kontak (bidang terlalu rendah atau terlalu tinggi) - Bentuk kembali muka dudukan klep.

TERLALU RENDAH

TERLALU TINGGI

9-21

CYLINDER HEAD/VALVE
Ikuti petunjuk pemakaian pembuat refacer. Hati-hati agar tidak menggerinda dudukan lebih dari yang diperlukan.

Jika bidang kontak terlalu tinggi pada klep, dudukan harus diturunkan dengan menggunakan sebuah 32O at cutter. Jika bidang kontak terlalu rendah pada klep, dudukan harus dinaikkan dengan menggunakan sebuah 60O interior cutter. Selesaikan dudukan sesuai spesikasi, dengan menggunakan sebuah 45O nish cutter.

KONTAK TERLALU TINGGI

LEBAR DUDUKAN LAMA

KONTAK TERLALU RENDAH

LEBAR DUDUKAN LAMA

Pakailah sebuah 45O seat cutter, hilangkan kekasaran atau ketidak-teraturan dari dudukan klep.

KEKASARAN

PERHATIAN !
Reface dudukan dengan sebuah 45 degree cutter setiap kali, sebuah valve guide diganti TOOLS: Seat cutter, 27.5 mm (45O, MASUK) Seat cutter, 24 mm (45O, BUANG) Cutter holder, 5.0 mm

07780-0010200 07780-0010600 07781-0010400

Pakailah sebuah 32O at cutter, hilangkan bagian teratas dari bahan dudukan klep yang ada sekarang. TOOLS: Flat cutter, 27 mm (32O, MASUK) Flat cutter, 22 mm (32O, BUANG) Cutter holder, 5.0 mm 07780-0013300 07780-0012601 07781-0010400

LEBAR DUDUKAN LAMA

9-22

CYLINDER HEAD/VALVE
Pakailah sebuah 60O interior cutter, hilangkan bagian terbawah dari bahan dudukan klep yang ada sekarang. TOOLS: Interior cutter, 26 mm (60O, MASUK) Interior cutter, 22 mm (60O, BUANG) Cutter holder, 5.0 mm 07780-0014500 07780-0014202 07781-0010400 LEBAR DUDUKAN LAMA

Dengan memakai sebuah 45O seat cutter, potong dudukan ke lebar yang ditentukan. LEBAR VALVE SEAT: 0,7 0,9 mm Pastikan bahwa semua lubang-lubang dan ketidak-teraturan telah dihilangkan.

0,7 - 0,9 mm

Setelah memotong dudukan, olesi lapping compound (ambril) kepada valve face (muka klep), dan skir klep dengan tekanan rendah. Setelah menskir klep, cucilah compound yang tersisa dari cylinder head dan valve dan periksa kembali bidang kontak dudukan Rakit cylinder head (hal. 9-16).

LAPPING TOOL

PERHATIAN !
Tekanan skir klep yang terlalu tinggi dapat mengubah bentuk dudukan klep, atau merusak . Ubah sudut lapping tool sering - sering untuk mencegah keausan dudukan yang tidak merata. Hati-hati agar lapping compound tidak memasuki guides.

CAM CHAIN GUIDE


PELEPASAN
Cam chain guide dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka. Lepaskan cylinder head (hal. 9-6). Lepaskan cam chain guide

CAM CHAIN GUIDE

9-23

CYLINDER HEAD/VALVE
PEMASANGAN
Pasang cam chain guide dengan mentepatkan bosses (tonjolan pemasangan) dari cam chain guide dengan alur-alur pada cylinder. Pasang cylinder head (hal. 9-9). CAM CHAIN GUIDE

Tepatkan

PEMERIKSAAN
Periksa bidang luncur dari cam chain guide terhadap keausan berlebihan atau kerusakan.

CAM CHAIN GUIDE

CAM CHAIN TENSIONER SLIDER


PELEPASAN
Lepaskan sebagai berikkut: - Drive pulley (hal. 11-13) - Cylinder head (hal. 9-6) Lepaskan baut dan pivot pin holder

PIVOT PIN HOLDER

BAUT

Lepaskan pivot pin, O-ring dan cam chain tensioner slider

CAM CHAIN TENSIONER SLIDER

O-RING

PIVOT PIN

9-24

CYLINDER HEAD/VALVE
PEMASANGAN
Pasang cam chain tensioner slider pada crankcase kiri. Lapisi sebuah O-ring baru dengan oli mesin dan pasang ke dalam alur pivot pin. Pasang pivot pin pada lubang cam chain tensioner slider. O-RING CAM CHAIN TENSIONER SLIDER

PIVOT PIN

Pasang pivot pin holder dan kencangkan baut. Pasang sebagai berikut: - Cylinder head (hal. 9-9) - Drive pulley (hal. 11-14)

PIVOT PIN HOLDER

BAUT

PEMERIKSAAN
Periksa bidang luncur dari cam chain tensioner slider terhadap keausan berlebihan atau kerusakan

CAM CHAIN TENSIONER SLIDER

9-25

CYLINDER HEAD/VALVE

CAM CHAIN TENSIONER LIFTER


PELEPASAN
Cam chain tensioner lifter dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka. Lepaskan luggage box (hal. 3-8). Lepaskan sekrup tensioner dan O-ring. Pasang special tool pada badan tensioner dan putar tool searah jarum jam sampai ia berhenti berputar. Tahan tensioner lifter dengan mendorong tool sementara mentepatkan tabs dari tool dengan alur dari tensioner lifter. TOOL: Cam chain tensoner lifter stopper 070MG-0010100

SEKRUP GASKET

LIFTER STOPPER

O-RING

TENSIONER BAUT-BAUT LIFTER

LIFTER STOPPER

Lepaskan baut-baut dan cam chain tensioner lifter. Lepaskan gasket dari tensioner lifter.

PEMASANGAN
Pasang cam chain tensioner lifter stopper dan putar poros tensioner searah jarum jam bersamanya untuk menarik masuk tensioner sepenuhnya. Pasang sebuah gasket baru, cam chain tensioner lifter dan kencangkan baut-baut. Lepaskan cam chain tensioner lifter stopper. Pasang sebuah O-ring baru pada cam chain tensioner lifter. Pasang dan kencangkan sekrup dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 4 N.m (0,4 kgf.m, 3,0 lbf.ft) Pasang luggage box (hal. 3-8).

GASKET

BAUT-BAUT

SEKRUP

O-RING

PEMERIKSAAN
Periksa cara kerja cam chain tensioner lifter: - Tensioner shaft tidak boleh masuk ke dalam badan ketika ia didorong. - Ketika ia diputar searah jarum jam dengan cam chain tensioner lifter stopper, poros tensioner harus tertarik kedalam badan. Poros harus menonjol dari badan sesegera cam chain tensioner lifter stopper dilepaskan.

POROS TENSIONER

TENSIONER LIFTER

LIFTER STOPPER

9-26

10. CYLINDER / PISTON CYLINDER / PISTON


LOKASI KOMPONEN KETERANGAN SERVIS MENCARI PENYEBAB KESUKARAN 10-1 10-2 10-2 CYLINDER PISTON 10-3 10-6

LOKASI KOMPONEN-KOMPONEN

10

10-1

CYLINDER / PISTON

KETERANGAN SERVIS
UMUM
Bab ini meliputi perawatan dari cylinder dan piston. Cylinder dan piston dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka. Hati-hati agar tidak merusak permukaan penyatuan ketika melepaskan cylinder. Jangan memukul cylinder terlalu keras selama pelepasan. Hati-hati agar tidak merusak dinding cylinder dan piston. Bersihkan semua parts yang dibongkar dengan solvent (cairan pelarut) bersih dan keringkan menggunakan udara bertekanan sebelum pemeriksaan. Ketika melepaskan piston, bersihkan karbon dan endapan dari bagian atas cylinder.

SPESIFIKASI
BAGIAN Cylinder D.D. Kelonjongan Ketirusan Perubahan bentuk melengkung Piston, piston rings, piston pin D.L. piston Titik pengukuran D.L. piston D.D. lubang piston pin D.L. piston pin Jarak renggang antara piston dan piston pin Jarak renggang antara piston ring dan alurnya Celah pada ujung piston ring Jarak renggang antara silinder dan piston D.D. kepala kecil connecting rod Jarak renggang antara connecting rod dan piston pin Ring paling atas Ring kedua Ring paling atas Ring kedua Ring oli (side rail) 49,975 49,995 10 mm dari bagian bawah piston 13,002 13,008 12,994 13,000 0,002 0,014 0,015 0,045 0,015 0,045 0,10 0,25 0,10 0,25 0,20 0,70 0,005 0,035 13,010 13,028 0,010 0,034 STANDARD 50,000 50,010

Satuan: mm BATAS SERVIS 50,10 0,05 0,05 0,05 49,95 13,04 12,96 0,02 0,08 0,08 0,45 0,45 0,09 13,05 0,05

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


Kompressi terlalu rendah, mesin sulit dihidupkan atau unjuk kerja mesin lemah pada kecepatan rendah Piston ring aus, macet atau patah Cylinder dan piston aus atau rusak Connecting rod bengkok Persoalan pada cylinder head/valve (hal. 9-17) Kompressi terlalu tinggi, overheating (panas berlebihan) atau knocking (ngelitik) Pembentukan karbon secara berlebihan pada kepala piston atau ruang pembakaran Asap berlebihan Cylinder, piston atau piston ring aus Pemasangan piston rings tidak benar Piston atau dinding cylinder tergerus atau tergores Persoalan pada cylinder head/valve (hal. 9-17) Suara tidak normal Piston pin atau lubang piston pin aus Kepala kecil connecting rod aus Cylinder, piston atau piston rings aus Piston ring macet/membikin lecet, kerusakan pada bantalan Saluran oli atau saringan kasa oli tersumbat Ada kebocoran oli di sebelah dalam Tidak memakai oli mesin yang dianjurkan

10-2

CYLINDER / PISTON

CYLINDER
PELEPASAN
Cylinder dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka Lepaskan cylinder head (hal. 9-6)

O-RING

PERHATIAN !
Jagalah agar coolant tidak menetes ke rangka dari cylinder Lepaskan kaitan dari clip dan geser water pipe (pipa air) ke dalam stator base. Lepaskan O-ring. Lepaskan cylinder. CLIP WATER PIPE

PERHATIAN !
Ikatlah seutas kawat pada cam chain untuk menjaga agar tidak jatuh ke dalam crankcase. Hati-hati agar tidak merusak permukaan penyatuan dengan menggunakan sebuah obeng ketika membongkar cylinder.

CYLINDER

Lepaskan gasket dan dowel pins. Bersihkan sisa-sisa bahan gasket dari permukaan penyatuan cylinder pada crankcase.

GASKET

DOWEL PINS

PEMASANGAN
Pasang dowel pins dan sebuah gasket baru

GASKET

PERHATIAN !
Ketika membersihkan permukaan penyatuan cylinder, letakkan sebuah handuk bengkel di atas lubang cylinder untuk mencegah masuknya debu atau kotoran kedalam mesin

DOWEL PINS

10-3

CYLINDER / PISTON
Lapisi sebuah O-ring baru dengan coolant WATER PIPE

PERHATIAN !
Jangan oleskan oli mesin pada O-ring ini. Pasang sebuah O-ring baru pada alur water pipe

O-RING

Oleskan oli mesin pada permukaan dalam cylinder, piston dan piston rings

CYLINDER

PISTON/PISTON RING

PERHATIAN !
Ikatkan seutas kawat pada cam chain agar ia tidak jatuh ke dalam crankcase. Pasang cylinder di atas piston sementara menekan piston ring ke dalam dengan jari-jari

Geser water pipe kepada cylinder. Pasang clip pada alur water pipe seperti diperlihatkan. Pasang cylinder head (hal. 9-9).

WATER PIPE

CLIP

10-4

CYLINDER / PISTON
PEMERIKSAAN
Lepaskan cylinder (hal. 10-3). Periksa bagian dalam cylinder terhadap keausan atau kerusakan. Ukur D.D. cylinder pada poros X dan Y pada tiga tingkat. Ambil pembacaan maksimum untuk menentukan keausan cylinder. BATAS SERVIS: 50,10 mm Hitung ketirusan dan kelonjongan pada tiga tingkat pada poros X dan Y. Ambil pembacaan maksimum untuk menentukan kedua pengukuran. BATAS SERVIS: Ketirusan: Kelonjongan: 0,05 mm 0,05 mm BAWAH X

ATAS TENGAH

Cylinder harus dikorter dan piston/piston rings oversize harus dipasang jika batas servis dilampaui. Piston/piston rings oversize berikut ini tersedia: 0,25 mm 0,50 mm 0,75 mm 1,00 mm Jarak renggang antara piston ke cyllinder untuk oversize piston harus sebesar : 0,005 0,035 mm. Periksa cylinder terhadap perubahan bentuk melengkung dengan sebuah mistar pengukur kedataran dan sebuah feeler gauge (voeler) dalam arah yang diperlihatkan. BATAS SERVIS: 0,05 mm

STUD BOLTS A 178,5 - 179,5 mm

PENGGANTIAN STUD BOLT


Lepaskan cylinder (hal. 10-3). Pasang dua buah mur pada stud dan kencangkan satu sama lain, kemudian pakailah kunci pas untuk memutar stud bolt keluar. Pasang stud bolts A dan B baru ke dalam crankcase dan kencangkan. Setelah pemasangan crankcase stud bolts, periksa bahwa panjang dari kepala bolt ke permukaan crankcase adalah sesuai spesikasi. PANJANG YG DITENTUKAN: Pasang cylinder (hal. 10-3). 178,5 179,5 mm STUD BOLTS B 178,5 - 179,5 mm

10-5

CYLINDER / PISTON
PELEPASAN
Lepaskan cylinder (hal. 10-3). Lepaskan piston pin clips dengan tang. Dorong piston pin keluar dari piston dan connecting rod, kemudian lepaskan piston PISTON PIN

PERHATIAN !
Hati-hati agar piston pin clips tidak jatuh kedalam lubang dari crankcase.

PISTON PIN CLIP

Renggangkan masing-masing piston ring dan keluarkan dengan mengangkatnya ke atas pada sebuah titik berlawanan dengan celah pada ujung-ujungnya.

PERHATIAN !
Jangan merusak piston ring dengan merenggangkan ujung-ujungnya terlalu jauh.

PISTON RING

Bersihkan endapan karbon dari alur ring dengan sebuah ring bekas yang tidak dipakai lagi.

PISTON RING

PERHATIAN !
Jangan sekali-kali memakai sikat kawat, karena akan menggores alur.

10-6

CYLINDER / PISTON
PEMASANGAN
Oleskan oli mesin pada masing-masing ring dan alur ring.

PERHATIAN !
Hati-hati agar tidak merusak piston dan rings Pasanglah piston rings dengan hati-hati pada alur-alur piston ring dengan tanda-tanda menghadap ke atas. Jangan pertukarkan ring pertama dan kedua. Untuk memasang oil ring, pasang spacer dulu, kemudian pasang side rails. Atur penempatan celah ujung piston ring sejarak 120 derajat terpisah yang satu dari yang lain. Atur penempatan celah ujung side rail seperti diperlihatkan. TOP RING TANDA

RING KEDUA TOP RING (RING PALING ATAS) TANDA SECOND RING (RING KEDUA) OIL RING (RING OLI)

SIDE RAIL

SPACER 20 mm atau lebih

20 mm atau lebih

Isilah lubang kepala kecil connecting rod dengan oli mesin.

CONNECTING ROD

10-7

CYLINDER / PISTON
Pasang piston dengan tanda IN menghadapi sisi pemasukan. Beri oli mesin pada pin piston dan pasanglah.

TANDA IN

PISTON PIN
Pasang piston clips baru. Letakkan piston pin clip dengan benar pada alur. Jangan mentepatkan celah pada ujung clip dengan potongan pada piston. Pasang cylinder (hal 10-3)

PERHATIAN !
Selalu pakai piston pin clips baru. Pemasangan kembali piston pin clips bekas dapat menyebabkan kerusakan mesin.

PISTON PIN CLIP

PEMERIKSAAN
Lepaskan piston (hal 10-6) Periksa piston ring dan ganti bila telah aus. Pasang kembali piston ring pada alur-alur piston. Dorong masuk ring sampai permukaan luar dari piston ring hampir rata dengan piston dan ukur kerenggangan antara ring dan alur dengan menggunakan lidah voeler. BATAS SERVIS : Atas/Kedua : 0,08 mm ( 0,003 in)

FEELER GAUGE

Dengan menggunakan piston. doronglah tegak lurus ke dalam cylinder dan ukur celah pada ujung ring menggunakan lidah voeler. BATAS SERVIS : Atas/Kedua : 0,45 mm (0.018 in)

FEELER GAUGE

PISTON RING

10-8

CYLINDER / PISTON
Periksa piston terhadap retak-retak atau kerusakan lain. Ukur pin piston. Ambil pembacaan maksimum untuk menentukan diameter dalam / D.D BATAS SERVIS : 13,04 mm (0,513 in) Ukur diameter luar / D.L piston pin dan daerah connecting rod sliding. BATAS SERVIS : 12,96 mm (0,510 in) Hitung kerenggangan antara piston dan piston pin. BATAS SERVIS : 0,02mm (0,001 in)

Ukur diameter luar/ D.L piston. ambil pengukuran 10 mm dari bagian bawah piston dan 90o dari lubang piston pin. BATAS SERVIS : 49.95 mm (1,967 in) Hitung kerenggangan antara piston dan cylinder (hal 105) BATAS SERVIS : 0,09 mm (0,004 in)

10 mm (0,39 in) 10 mm (0,39 in)

Ukur diamater dalam kepala kecil connecting rod dan piston pin. BATAS SERVIS : 13,05mm (0,514 in) Hitung kerenggangan anatar kepala kecil connecting rod dan piston pin. ATAS SERVIS : 0,05mm (0,002 in)

10-9

11. KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


LOKASI KOMPONEN KETERANGAN SERVIS MENCARI PENYEBAB KESUKARAN LEFT CRANKCASE COVER 11-1 DRIVE BELT 11-2 STARTER PINION 11-3 DRIVE PULLEY 11-4 CLUTCH/DRIVEN PULLEY 11-11 11-12 11-13 11-16

LOKASI KOMPONEN-KOMPONEN

11
108 N.m (11,0 kgf.m, 80 lbf.ft)

49 N.m (5,0 kgf.m, 35 lbf.ft)

11-1

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH

KETERANGAN SERVIS
UMUM
Bab ini meliputi perawatan dari kickstarter, drive pulley, driven pulley dan clutch. Pekerjaan-pekerjaan servis ini dapat dilakukan dengan mesin terpasang pada rangka. Jaga agar gemuk dan oli tidak mengenai drive belt dan drive/driven pulley faces ( muka drive / driven pulley ) agar tidak terjadi slip pada belt. Jangan oleskan gemuk pada weight rollers.

SPESIFIKASI
BAGIAN Lebar drive belt Movable drive face D.D. bushing D.L. boss D.L. weight roller Clutch Driven pulley Tebal lining D.D. clutch outer Panjang bebas face spring D.L. driven face D.D. movable driven face STANDARD 19,0 22,035 22,085 22,010 22,025 17,92 18,08 125,0 125,2 111,4 33,965 33,985 34,000 34,025

Satuan: mm BATAS SERVIS 18,0 22,11 21,98 17,5 2,0 125,5 108,0 33,94 34,06

TORQUE

Left crankcase cover plate screw Drive pulley face nut Clutch/driven pulley nut Clutch outer nut

3 N.m (0,3 kgf.m, 2,2 lbf.ft) 108 N.m (11,0 kgf.m, 80 lbf.ft) 54 N.m (5,5 kgf.m, 40 lbf.ft) 49 N.m (5,0 kgf.m, 36 lbf.ft)

Oleskan oli mesin pada ulir dan permukaan duduk

TOOLS
Clutch center holder 07724-0050002 Socket wrench, 39 x 41 mm 07GMA-KS40100 Clutch spring compressor 07LME-GZ40200

Driver 07749-0010000

Pilot, 28 mm 07746-0041100

Pilot, 20 mm 07746-0040500

11-2

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH

Flywheel holder 07725-0040001

Bearing remover. 20 mm 07931-MA70000

Fork seal driver attachment, 35,2 mm 07947-KA20200

Attachment, 28 x 30 mm 07946-1870100

MENGATASI PENYEBAB KESUKARAN


Mesin hidup, tapi skuter tidak mau bergerak Drive belt aus Ramp plate rusak Clutch shoe aus atau rusak Pegas driven face patah Mesin mogok atau skuter bergerak dengan pelan-pelan Pegas clutch shoe patah Unjuk kerja lemah pada kecepatan tinggi atau kekurangan tenaga Drive belt aus Pegas driven face lemah Weight rollers aus Permukaan pulley tercemar

11-3

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH

LEFT CRANKCASE COVER


PELEPASAN
Longgarkan band screw (sekrup pita penjepit) dan lepaskan air duct (saluran udara) dari left crankcase cover (tutup kiri bak mesin). Lepaskan crankcase breather drain hose (slang pembuangan/pernapasan bak mesin) dari hose clamp (klem slang).

AIR DUCT

BAND SCREW

HOSE CLAMP

BREATHER DRAIN HOSE

Lepaskan sebagai berikut: - Baut-baut cover - Carburetor drain hose clamp - Crankcase breather drain hose clamp - Rear brake cable clamp - Air vent hole cover Lepaskan left crankcase cover bersama dengan air management cover.

CARBURETOR DRAIN HOSE CLAMP

BAUT-BAUT

LEFT CRANKCASE COVER

BREATHER DRAIN HOSE CLAMP BRAKE CABLE CLAMP

AIR VENT HOLE COVER

Lepaskan kedua dowel pins, cover gasket dari left crankcase (bak mesin kiri). Bersihkan permukaan penyatuan gasket.

DOWEL PINS

COVER GASKET

11-4

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


PEMASANGAN
Pasang kedua dowel pins. Pasang sebuah cover gasket baru DOWEL PINS

COVER GASKET

Pasang left crankcase cover pada left crankcase dengan mentepatkan dowel pins dengan lubang-lubang. Pasang carburetor drain hose clamp, crankcase breather drain hose clamp, rear brake cable clamp, air vent hole cover dan kencangkan baut-baut left crankcase cover dan kencangkan baut-baut left crankcase cover dalam pola bersilang dalam dua atau tiga langkah. CARBURETOR DRAIN HOSE CLAMP

BAUT-BAUT

LEFT CRANKCASE COVER

BREATHER DRAIN HOSE CLAMP BRAKE CABLE CLAMP

AIR VENT HOLE COVER

Pasang crankcase breather drain hose pada hose clamp. Hubungkan air duct pada left crank-case cover dengan mentepatkan air duct cut-off (potongan pada saluran udara) dengan left crankcase cover tab. Kencangkan band screw sehingga jarak renggang pada ujung-ujung band adalah 12,0 +/- 1,0 mm.

AIR DUCT

12,0 +/- 1,0 mm

PERHATIAN !
Pastikan band pada posisi yang benar. (hal 1-16) BAND SCREW HOSE CLAMP BREATHER DRAIN HOSE

11-5

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


PEMBONGKARAN
Lepaskan air management cover (hal. 3-13). Naikkan lock tabs dari left crankcase cover plate dan lepaskan sekrup-sekrup. COVER PLATE

LOCK TABS/SEKRUP-SEKRUP

Lepaskan kickstarter driven gear sementara memutar kickstarter spindle. Lepaskan thrust washer.

KICKSTARTER DRIVEN GEAR KICKSTARTER SPINDER

THRUST WASHER

Sebelum melepaskan kickstarter pedal, tandai pedal dan spindle untuk penempatan posisi pemasangan yang tepat. Lepaskan baut dan pedal kickstarter.

BAUT

KICKSTARTER PEDAL

TANDA

Lepaskan dust seal (sil debu) dari left crankcase cover.

DUST SEAL

11-6

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


Lepaskan snap ring dan washer dari kickstarter spindle. WASHER SNAP RING

Lepaskan kaitan dari return spring dari pin pada crankcase cover. Lepaskan kickstarter spindle dan return spring.

SPINDLE

RETURN SPRING

PIN

Lepaskan spindle bushing dan collar COLLAR

BUSHING

11-7

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


PERAKITAN
KICKSTARTER SPINDLE COLLAR BUSHING RETURN SPRING DRIVEN GEAR FRICTION SPRING THRUST WASHER COVER PLATE 3 N.m (0,3 kgf.m, 2,2 lbf.ft)

SNAP RING WASHER DUST SEAL BAUT KICKSTARTER PEDAL

Pasang bushing dan collar pada left crankcase cover.

BUSHING

COLLAR

Oleskan 0,1 0,3 g molybdenum disulde paste kepada kickstarter spindle.

11-8

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


Kaitkan ujung pendek dari spring (pegas) pada alur spindle. Pasang spindle dan return spring (pegas pengembalian) ke dalam crankcase cover sementara menempatkan return spring sepanjang guide (pembimbing) pada crankcase cover. RETURN SPRING

GUIDE

KAITAN

SPINDLE

Pegang kickstarter spindle pada posisinya. Pasang washer pada kickstarter spindle dan tempatkan snap ring pada alur kickstarter spindle. PERHATIAN ! Pegang terus kickstarter spindle sampai snap ring telah dipasang untuk mencegah agar spring terlepas dari guide.

SNAP RING

Kaitkan ujung panjang dari return spring pada pin pada crankcase cover.

RETURN SPRING

KAITAN

Oleskan gemuk pada bibir sebuah dust seal baru. Pasang dust seal sampai ia sebidang dengan left crankcase cover.

DUST SEAL

11-9

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


Pasang kickstarter pedal pada posisinya semula seperti telah ditandai pada waktu pelepasan dan kencangkan baut. BAUT KICKSTARTER PEDAL

TANDA

Pasang thrust washer pada crankcase cover.

THRUST WASHER

Oleskan 0,2 0,3 g molybdenum disulde paste pada driven gear shaft. Oleskan molybdenum disulde paste pada bidang luncur friction spring. Tekan kickstarter pedal dan tahan. Pasang driven gear sementara mentepatkan kaitan friction spring dengan alur pada crankcase cover, dan kembalikan kickstarter spindle untuk menjalankan gigi driven gear dan gigi spindle gear di depan weld bead point (manik-manik titik pengelasan).

DRIVEN GEAR WELD BEAD

FRICTION SPRING

Pasang left crankcase cover plate dan kencangkan sekrup-sekrup dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 3 N.m (0,3 kgf.m, 2,2 lbf.ft) Tekuk lock tabs (tonjolan penguncian) dari cover plate terhadap screw heads (kepala sekrup). Pasang air management cover (hal. 3-13)

COVER PLATE

LOCK TABS/SCREW

11-10

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


PEMERIKSAAN
Periksa bagian-bagian berikut : - Spindle terhadap keausan atau kerusakan. - Gigi gear terhadap keausan atau kerusakan - Return spring terhadap kelemahan atau kerusakan - Bushing terhadap keausan atau kerusakan. SPINDLE RETURN SPRING

COLLAR

BUSHING

- Driven gear terhadap keausan atau kerusakan. - Friction spring terhadap kelemahan atau kerusakan - Gigi starter ratchet terhadap keausan atau kerusakan

FRICTION SPRING

DRIVEN GEAR

STARTER RATCHET

- Journals dari crankcase cover terhadap keausan atau kerusakan

DRIVE BELT
PENGGANTIAN
Drive belt dapat diservis dengan mesin pada rangka. Lepaskan sebagai berikut: - Drive pulley face (hal. 11-13) - Clutch/driven pulley (hal. 11-16) Lepaskan drive belt dan ganti dengan yang baru. Pasang sebagai berikut: - Clutch/driven pulley (hal. 11-17) - Drive pulley face (hal. 11-14) - Left crankcase cover (hal. 11-5). terpasang DRIVE BELT JOURNALS

11-11

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH

STARTER PINION
PELEPASAN
Lepaskan left crankcase cover (hal. 11-4) Lepaskan starter pinion holder.

STARTER PINION HOLDER

Lepaskan starter pinion. STARTER PINION

PEMASANGAN
Oleskan 0,1 0,3 g gemuk (Shell ALVANIA R3 atau IDEMITSU AUTOREX B atau sejenisnya) pada ujung-ujung dari starter pinion. Pasang starter pinion pada left crankcase.

STARTER PINION

Pasang starter pinion holder pada left crankcase. Pasang left crankcase cover (hal. 11-5).

STARTER PINION HOLDER

11-12

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


PEMERIKSAAN
Periksa bahwa starter pinion bekerja dengan lancar. Periksa gigi dan poros pinion gear terhadap keausan atau kerusakan. Periksa gigi starter driven gear dari drive pulley face terhadap keausan atau kerusakan. DRIVEN GEAR

PINION GEAR

DRIVE PULLEY
PELEPASAN
Drive pulley dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka. Lepaskan left crankcase cover (hal. 11-5). Tahan drive pulley face dengan special tool dan longgarkan drive pulley face nut (mur muka drive pulley). TOOL: Clutch center holder

CLUTCH CENTER HOLDER

NUT/WASHER

DRIVE PULLEY FACE 07724-0050002

Geser drive belt keluar dari drive pulley boss dengan memencet drive belt.

DRIVE BELT

Lepaskan movable drive face assembly sementara memegang bagian belakang dari face (ramp plate) dan drive face boss.

MOVABLE DRIVE FACE ASSEMBLY

RAMP PLATE

11-13

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


PELEPASAN
Bersihkan oli dan gemuk dari drive face dan drive belt. Pasang susunan movable drive face pada crankshaft sementara menahan ramp plate. MOVABLE DRIVE FACE ASSEMBLY

PERHATIAN !
Hati-hati agar susunan movable drive face tidak dibongkar dan pastikan untuk memasang susunan sampai duduk sepenuhnya RAMP PLATE

Tekan pegas driven face dengan memencet drive belt sampai ada cukup kelonggaran untuk memasang drive belt pada drive pulley boss.

DRIVE BELT

Tempatkan drive belt pada drive pulley boss dengan memencetnya untuk mendapatkan jarak renggang antara belt dan shaft. Pasang drive pulley face sementara mentepatkan splinesnya (seplain) dengan crankshaft splines

DRIVE PULLET FACE

PERHATIAN !
Hati-hati agar tidak merusak spline

SPLINES

Pastikan bahwa drive pulley face duduk sepenuhnya pada drive pulley boss.

Duduk sepenuhnya (FACE dan BOSS)

11-14

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


Oleskan oli mesin pada ulir mur drive pulley face dan permukaan duduknya kemudian pasang bersama dengan washer. Tahan drive pulley face dengan special tool dan kencangkan mur dengan torsi yang ditentukan. TOOL: Clutch center holder 07724-0050002 TORSI: 108 N.m (11,0 kgf.m, 80 lbf.ft) Pasang left crankcase cover (hal. 11-5). CLUTCH CENTER HOLDER WASHER

MUR

PEMERIKSAAN
DRIVE PULLEY FACE
Periksa drive pulley face terhadap goresan, gerusan atau kerusakan.

DRIVEN PULLEY FACE

PEMBONGKARAN/PERAKITAN
Lepaskan sebagai berikut: - Drive face boss - Ramp plate - Slide pieces - Weight rollers Perakitan adalah dalam urutan terbalik dari pembongkaran

PERHATIAN !
Bersihkan oli dan gemuk dari weight rollers dan movable drive face. MOVABLE DRIVE FACE

DRIVEN FACE BOSS

Sisi left crankcase cover

RAMP PLATE

WEIGHT ROLLERS

SLIDE PIECES

11-15

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH PEMERIKSAAN


WEIGHT ROLLER
Periksa masing-masing roller terhadap keausan tidak normal. Ukur D.L. weight roller BATAS SERVIS: 17,5 mm

MOVABLE DRIVE FACE BOSS


Periksa drive face boss terhadap keausan atau kerusakan. Ukur D.L. drive face boss. BATAS SERVIS: 21,98 mm

MOVABLE DRIVE FACE


Periksa movable drive face terhadap goresan, gerusan atau kerusakan. Ukur D.D. drive face bushing. BATAS SERVIS: 22,11 mm

MOVABLE DRIVE FACE

CLUTCH/DRIVEN PULLEY
PELEPASAN
Clutch/driven pulley dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka. Lepaskan left crankcase cover (hal. 11-4). Tahan clutch outer dengan special tool dan lepaskan mur. TOOL:Flywheel holder Lepaskan washer dan clutch outer 07725-0040001 FLYWHEEL HOLDER WASHER/NUT

PERHATIAN !
Pakailah spe cial tool ketika melonggarkan mur pengunci. Menahan roda belakang atau rem belakang akan merusak nal reduction system. CLUTCH OUTER

11-16

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


Tahan susunan clutch/driven pulley dan tekan driven face spring dengan memutar movable driven face searah jarum jam sampai ia ditempatkan pada posisi terkunci. MOVABLE DRIVE FACE

PERHATIAN !
Jangan sampai gemuk mengenai drive shaft splines dari sebelah dalam driven face.

SUSUNAN CLUTCH/DRIVEN PULLEY

Lepaskan susunan clutch/driven pulley dari drive belt dengan menahan movable driven face. Lepaskan drive belt dari susunan clutch/ driven pulley sementara melepaskan susunan clutch/driven pulley dari drive shaft (poros penggerak).

DRIVE BELT

SUSUNAN CLUTCH/ DRIVEN PULLEY

PERHATIAN !
Agar tidak menyebabkan luka-luka pada jari-jari, jangan putar driven pulley berlawanan arah jarum jam sementara melepaskan drive belt. Jika pulley berputar, posisi penguncian dari driven pulley akan terlepas dan driven face spring akan memuai dengan tiba-tiba.

PEMASANGAN
Tahan susunan clutch/driven pulley dan tekan driven face spring dengan memutar movable driven face searah jarum jam sampai ia ditempatkan pada posisi penguncian.

MOVABLE DRIVEN FACE

Tempatkan drive belt pada alur pulley sementara menahan movable driven face.

DRIVE BELT

PERHATIAN !
Agar tidak menyebabkan luka-luka pada jari-jari, jangan putar driven pulley berlawanan arah jarum jam sementara memasang drive belt. Jika pulley berputar, posisi penguncian dari driven pulley akan terlepas dan driven face spring akan memuai dengan tiba-tiba

PULLEY GROOVE

11-17

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


Pasang susunan clutch/driven pulley pada driveshaft

PERHATIAN !

Jangan sampai gemuk mengenai drive shaft splines dari sebelah dalam driven face.

SUSUNAN CLUTCH/DRIVEN PULLEY

Bersihkan oli dan gemuk dari clutch outer. Pasang clutch outer sementara mentepatkan splines nya dengan driveshaft splines. SPLINES

CLUTCH OUTER

Pasang washer dan clutch outer nut. Tahan clutch outer dengan special tool dan kencangkan clutch outer nut dengan torsi yang ditentukan. TOOL: Flywheel holder 07725-0040001 WASHER

FLYWHEEL HOLDER

TORSI: 49 N.m (5,0 kgf.m, 36 lbf.ft) Pasang left crankcase cover (hal. 11-5).

NUT

PEMBONGKARAN
CLUTCH/DRIVEN PULLEY
Tempatkan clutch spring compressor pada clutch/driven pulley dengan mentepatkan bosses dari compressor dengan lubang-lubang dari clutch. TOOL: Clutch spring compressor 07LME-GZ40200

SUSUNAN SPRING COMPRESSOR CLUTCH/DRIVEN PULLEY

11-18

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


Dorong clutch/driven pulley dengan memutar clutch spring compressor searah jarum jam.

PERHATIAN !

Untuk mencegah hilangnya tegangan, jangan tekan clutch spring lebih dari yang diperlukan untuk melepaskan mur clutch/driven pulley.

Tahan clutch spring compressor pada sebuah catok. Lepaskan mur clutch/driven pulley dengan menggunakan special tool. TOOL: Socket wrench, 39x41 mm 07GMA-KS40100

SOCKET WRENCH

CLUTCH/DRIVEN PULLEY NUT

Longgarkan clutch spring compressor secara berangsur dan lepaskan sebagai berikut: - Susunan clutch - Spring seat - Driven face spring - Susunan driven pulley

CLUTCH SPRING SEAT

DRIVEN PULLEY DRIVEN FACE SPRING

CLUTCH
Lepaskan ketiga E-clips dan plate

PLATE

E-CLIPS

11-19

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


Lepaskan clutch shoes dari drive plate. Lepaskan clutch shoe springs. Lepaskan damper rubbers dari drive plate. CLUTCH SHOES SPRINGS

DRIVE PLATE

DAMPER RUBBERS

DRIVEN PULLEY
Lepaskan seal collar.

SEAL COLLAR

Lepaskan guide pins dan guide rollers dari driven face. Lepaskan movable driven face dari driven face.

PINS/ROLLERS

MOVABLE DRIVEN FACE

Lepaskan O-rings dan oil seals dari movable driven face. OIL SEALS O-RINGS

11-20

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH

PERAKITAN
OIL SEALS O-RINGS SEAL COLLAR DRIVEN FACE SPRING

GUIDE PINS GUIDE ROLLERS

DRIVEN FACE SPRING SEAT MOVABLE DRIVEN FACE

PLATE

SLUTCH SHOES CLUTCH/DRIVEN PULLEY NUT 54 N.m (5,5 kgf.m, 40 lbf.ft) DRIVE PLATE SPRINGS DAMPER RUBBERS

E-CLIPS

DRIVEN PULLEY
Olesi gemuk pada bibir oil seal baru dan pasang pada movable driven face. Lapisi O-rings baru dengan oli mesin dan pasang mereka pada alur-alur movable driven face O-RINGS OIL SEALS

Bersihkan oli dan gemuk dari pulley face (muka pulley). Pasang movable driven face pada driven face. Pasang guide rollers dan guide pins. Pakailah 2,0 2,5 g gemuk (Shell ALVANIA R3 atau IDEMITSU AUTOREX B atau sejenisnya) pada masing-masing alur guide.

PINS/ROLLES

MOVABLE DRIVEN FACE

11-21

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


Pasang seal collar pada driven pulley. SEAL COLLAR

CLUTCH
Pasang damper rubbers pada drive plate.

DRIVE PLATE

DAMPER RUBBERS

Pasang shoe springs ke dalam clutch shoes seperti diperlihatkan. Pasang clutch shoes ke dalam drive plate dengan mentepatkan alur shoes dan damper rubbers

CLUTCH SHOES CLUTCH SHOES

SPRINGS

DRIVE PLATE

Pasang plate dan E-clips.

PLATE

E-CIPS

11-22

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


CLUTCH/DRIVEN PULLEY
Rakitlah sebagai berikut: - Susunan driven pulley - Driven face spring - Spring seat - Susunan clutch CLUTCH SPRING SEAT

DRIVEN PULLEY DRIVEN FACE SPRING

Tempatkan clutch spring compressor di atas susunan clutch/driven pulley dengan mentepatkan bosses dari compressor dengan lubang-lubang dari clutch. TOOL: Clutch spring compressor 07LME-GZ40200

Tepatkan (BOSSES/ LUBANG-LUBANG)

Tekan driven face spring sementara mentepatkan cut-out (potongan) dari ulir mur pulley dengan lubang drive plate dan pasang mur clutch/driven pulley.

PERHATIAN !
Untuk menghindari hilangnya tegangan, jangan tekanclutch spring lebih dari yang diperlukan untuk merakit mur clutch/ driven pulley. Jangan merusak ulir mur pulley CLUTCH SPRING COMPRESSOR Tepatkan (CUTOUT/ LUBANG PLATE)

Tahan spring compressor pada sebuah catok. Kencangkan mur clutch/driven pulley dengan menggunakan socket wrench dengan torsi yang ditentukan. TOOL: Socket wrench, 39x41 mm 07GMA-KS40100 TORSI: 54 N.m (5,5 kgf.m, 40 lbf.ft) Lepaskan spring compressor dari susunan clutch/driven pulley.

CLUTCH SPRING COMPRESSOR

SOCKET WRENCH

PEMERIKSAAN
CLUTCH OUTER
Periksa clutch outer terhadap keausan atau kerusakan. Ukur D.D. clutch outer. BATAS SERVIS: 125,5 mm

11-23

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


DRIVEN FACE SPRING
Ukur panjang bebas driven face spring. BATAS SERVIS: 108,0 mm

DRIVEN FACE
Periksa driven face terhadap goresan, gerusan atau kerusakan. Ukur D.L. driven face boss. BATAS SERVIS: 33,94 mm

MOVABLE DRIVEN FACE


Periksa movable driven face terhadap goresan, gerusan atau kerusakan. Periksa alur-alur guide terhadap keausan bertingkat atau kerusakan. Ukur D.D. movable driven face. BATAS SERVIS: 34,06 mm

PEMERIKSAAN DRIVEN FACE BEARING


Juga periksa bahwa bearing outer race duduk dengan erat pada driven face. Pasang driven face pada driveshaft. Putar driven face dengan tangan. Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa suara. Ganti bearings (bantalan) jika mereka tidak berputar dengan halus, tanpa suara, atau jika mereka duduk dengan longgar pada driven face (hal. 11-25).

DRIVEN FACE

11-24

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


PENGGANTIAN DRIVEN FACE BEARING
Lepaskan driven face needle bearing (bantalan jarum driven face) dengan menggunakan special tools. TOOLS: Bearing remover, 20 mm Fork seal driver attachment, 35,2 mm 07931-MA70000 07947-KA20200 BEARING REMOVER ATTACHMENT

NEEDLE BEARING

Lepaskan snap ring dan dorong ball bearing (bantalan bola) keluar dari driven face.

SNAP RING

BALL BEARING

Isi rongga ball bearing dengan gemuk

PERHATIAN !
Sisi ball bearing yang tertutup harus menghadapi driven face Pasang ball bearing ke dalam driven face dengan tegaklurus sampai ia duduk sepenuhnya, dengan menggunakan special tools. . TOOLS: Driver 07749-0010000 Pilot, 28 mm 07746-0041100

DRIVER

BALL BEARING

PILOT

Pasang snap ring dengan erat pada alur pada driven face. Olesi 7,0 8,0 g gemuk (Shell ALVANIA R3 atau IDEMITSU AUTOREX B atau sejenisnya) kepada permukaan dalam driven face.

SNAP RING

11-25

KICKSTARTER/DRIVE PULLEY/DRIVEN PULLEY/CLUTCH


Masukkan gemuk pada sebuah needle bearing baru. Dorong needle bearing ke dalam driven face sampai ia sebidang dengan permukaan driven face, dengan menggunakan special tool ATTACHMENT DRIVER

PERHATIAN !
Sisi yang tertutup dari needle bearing harus menghadapi special tools. TOOLS: Driver Attachment, 28x30 mm Pilot, 20 mm PILOT 07749-0010000 07946-1870100 07746-0040500 NEEDLE BEARING

11-26

12. FINAL REDUCTION FINAL REDUCTION


LOKASI KOMPONEN KETERANGAN SERVIS MENCARI PENYEBAB KESUKARAN PEMBELAHAN FINAL REDUCTION CASE 12-1 12-2 12-4 12-5 PERAKITAN FINAL REDUCTION CASE PEMERIKSAAN FINAL REDUCTION PENGGANTIAN BANTALAN FINAL REDUCTIION 12-6 12-7 12-9

LOKASI KOMPONEN-KOMPONEN

12

12-1

FINAL REDUCTION

KETERANGAN SERVIS
UMUM
Final reduction dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka. Ketika memasang driveshaft, pastikan untuk memakai special tools; tempatkan special tools pada bearing inner race (lingkaran dalam bantalan) dan tarik driveshaft masuk ke dalam bantalan sampai ia duduk sepenuhnya

SPESIFIKASI
BAGIAN Kapasitas oli nal reduction Pada penggantian periodik Setelah pembongkaran Oli nal reduction yang dianjurkan 0,10 liter 0,12 liter Federal Oil Superior Formulation atau oli mesin 4 tak sejenis dengan klasikasi API service SG, Viskositas: SAE 10W-30 SPESIFIKASI

TORSI PENGENCANGAN
Final reduction oil check bolt Final reduction oil drain bolt 13 N.m (1,3 kgf.m, 10 lbf.ft) 13 N.m (1,3 kgf.m, 10 lbf.ft)

TOOLS
Case puller 07SMC-0010001 Remover weight 07741-0010201 Bearing remover shaft, 10 mm 07936-GE00100

Nearing remover head, 10 mm 07936-GE00200

Bearing remover shaft, 12 mm 07936-1660120

Bearing remover head, 12 mm 07936-1660110

12-2

FINAL REDUCTION

Bearing remover shaft, 15 mm 07936-KC10100

Bearing remover head, 15 mm 07936-KC10200

Driver 07749-0010000

Attachment, 32 x 35 mm 07746-0010100

Attachment, 37 x 40 mm 07746-0010200

Attachment, 40 x 42 mm 07746-0010900

Attachment, 42 x 47 mm 007746-0010300

Pilot, 10 mm 07746-0040100

Pilot, 12 mm 07746-0040200

Pilot, 15 mm 07746-0040300

Pilot, 20 mm 07746-0040500

Pilot, 22 mm 07746-0041000

12-3

FINAL REDUCTION

Assembly collar 07965-GM00100

Assembly shaft 07965-1660200

Assembly collar attachment 07965-GM00200

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


Mesin mau hidup, tetapi skuter tidak mau bergerak Final reduction rusak Final reduction macet Drive pulley dan driven pulley/clutch tidak bekerja dengan baik Suara tidak normal Gigi-gigi aus, rusak atau sumbing Final reduction bearing aus atau rusak Ada kebocoran oli Permukaan oli terlalu tinggi Oil seal aus atau rusak Crankcase dan/atau nal reduction case retak

12-4

FINAL REDUCTION
PEMBELAHAN FINAL REDUCTION CASE
Final reduction dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka. Keluarkan oli nal reduction (hal. 4-16) Lepaskan sebagai berikut: - Clutch/driven pulley (hal. 11-16) - Roda belakang (hal. 16-4) - Brake shoes (sepatu rem) belakang (hal. 17-5) Lepaskan nal reduction case breather hose dari nal reduction case hose joint Lepaskan baut-baut dan nal reduction case BAUT-BAUT BREATHER HOSE

FINAL REDUCTION CASE

Lepaskan dowel pins dan gasket.

GASKET

DOWEL PINS

12-5

FINAL REDUCTION
Lepaskan sebagai berikut: - Counter gear - Final gear shaft - Countershaft

COUNTER GEAR

COUNTERSHAFT

FINAL GEAR SHAFT

PERAKITAN FINAL REDUCTION CASE


Lapisi masing-masing gigi gear (roda gigi) dan masingmasing bidang luncur bearing (bantalan) dari shaft (poros). Pasang nal gear shaft. Pasang countershaft ke dalam counter gear sementara mentepatkan countershaft splines dengan counter gear splines dan pasang pada nal reduction case.

COUNTERSHAFT

SPLINES

FINAL GEAR SHAFT

COUNTER GEAR

12-6

FINAL REDUCTION
Pasang dowel pins dan gasket.

GASKET

DOWEL PINS

Pasang nal reduction case dan kencangkan baut-bautnya

BAUT-BAUT

Hubungkan breather hose ke nal reduction case hose joint. Pasang sebagai berikut: - Sepatu rem belakang (hal. 17-6) - Roda belakang (hal. 16-4) - Clutch/driven pulley (hal. 11-17) Isi nal reduction case dengan oli yang direkomendasikan (hal. 4-16).

FINAL REDUCTION CASE

BREATHER HOSE

PEMERIKSAAN FINAL REDUCTION


BANTALAN
LEFT CRANKCASE
Periksa masing-masing bantalan terhadap keausan atau kerusakan. Putar inner race dari bantalan countershaft dan bantalan nal gear shaft dengan jari-jari. Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa suara. Juga periksa bahwa outer race ban talan duduk dengan erat pada crankcase. Ganti bantalan jika mereka tidak berputar dengan halus, tanpa suara, atau jika mereka duduk dengan longgar pada crankcase. Putar driveshaft dengan tangan. Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa suara. Juga periksa bahwa outer race bantalan duduk dengan erat pada crankcase dan inner race bantalan duduk dengan erat pada driveshaft. Ganti bantalan jika mereka tidak berputar dengan halus, tanpa suara, atau jika mereka duduk dengan longgar pada crankcase dan driveshaft.

BANTALAN FINAL GEAR SHAFT

BANTALAN DRIVESHAFT

BANTALAN COUNTERSHAFT

12-7

FINAL REDUCTION
FINAL REDUCTION CASE
Periksa bantalan-bantalan nal reduction case dan nal gear shaft oil seal terhadap keausan atau kerusakan. Putar masing-masing inner race bantalan dengan jari-jari. Bantalan harus berputar dengan halus tanpa gesekan. Periksa bahwa tidak ada kerenggangan antara outer race dan nal reduction case BANTALAN COUNTERSHAFT FINAL GEAR SHAFT OIL SEAL

BANTALAN FINAL GEAR SHAFT

LEFT CRANKCASE COVER


Lepaskan left crankcase cover (hal. 11-4) Putar inner race dari bantalan driveshaft dengan jari-jari. Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa suara. Juga periksa bahwa outer race bantalan duduk dengan erat pada crankcase cover. Ganti bantalan jika ia tidak berputar dengan halus, tanpa suara, atau jika ia duduk dengan longgar pada crankcase cover. BANTALAN DRIVESHAFT

GEAR/SHAFT
DRIVESHAFT
Periksa driveshaft terhadap kebengkokan, keausan atau kerusakan.

DRIVESHAFT

COUNTER GEAR / COUNTERSHAFT / FINAL GEAR SHAFT


Periksa countershaft, counter gear dan nal gear shaft terhadap keausan atau kerusakan.

COUNTER GEAR

FINAL GEAR SHAFT

COUNTERSHAFT

12-8

FINAL REDUCTION

PEMASANGAN FINAL REDUCTION BEARING


BANTALAN DRIVESHAFT DRIVESHAFT 10 X 32 BANTALAN DRIVESHAFT (6204) LEFT CRANKCASE BANTALAN COUNTERSHAFT (6201)

BANTALAN FINAL GEAR SHAFT (60/22 UU) LEFT CRANKCASE COVER OIL SEAL 20 x 32 x BANTALAN COUNTERSHAFT (6301)

BANTALAN FINAL GEAR SHAFT (6302)

OIL SEAL 29 x 44 x

FINAL REDUCTION CASE

LEFT CRANKCASE COVER


Lepaskan left crankcase cover (hal. 11-4). Lepaskan snap ring dari alur left crankcase cover.

SNAP RING

12-9

FINAL REDUCTION
Lepaskan bantalan driveshaft dengan menggunakan special tools. TOOLS: Bearing remover head, 10 mm Bearing remover shaft, 10 mm Remover weight 07936-GE00200 07936-GE00100 07741-0010201 DRIVESHAFT BEARING/ BUSHING

REMOVER HEAD

Jika bearing tertinggal di crankcase cover kanan, lepas kan dengan menggunakan special tools berikut : TOOLS: Bearing remover head, 15 mm Bearing remover shaft, 15 mm Remover weight 07936-KC10200 07936-KC10100 07741-0010201

REMOVER WEIGHT

REMOVER SHAFT

Masukkan oli mesin pada bearing/bushing cavity Dorong masuk sebuah bearing/bushing dengan tegak lurus ke dalam left crankcase cover sampai ia duduk sepenuhnya, dengan menggunakan special tools. TOOLS: Driver Attachment, 32x35mm Pilot, 10 mm 07749-0010000 07746-0010100 07746-0040100 ATTACHMENT DRIVER

BANTALAN DRIVESHAFT

PILOT

Pasang snap ring pada alur left crankcase cover

PERHATIAN !
Pasang snap ring dengan ujung yang chamfered (dipotong) menghadapi bantalan.

SNAP RING

12-10

FINAL REDUCTION
LEFT CRANKCASE
Belah nal reduction case (hal. 12-6). Lepaskan bearing set plate (hal. 12-13). BANTALAN COUNTERSHAFT

PERHATIAN !
Hati-hati agar tidak merusak permukaan penyatuan nal reduction case Lepaskan countershaft dan nal gear bearing menggunakan special tools.: TOOLS: Bantalan countershaft: Bearing remover head, 12mm Bearing remover shaft, 12mm Remover weight Bantalan nal gear shaft: Bearing remover head, 15mm Bearing remover shaft, 15mm Remover weight BANTALAN FINAL GEAR SHAFT REMOVER WEIGHT REMOVER HEAD REMOVER SHAFT

07936-1660110 07936-1660120 07741-0010201 07936-KC10200 07936-KC10100 07741-0010201

Masukkan oli mesin ke dalam masing-masing rongga bantalan Dorong masuk masing-masing bantalan baru secara tegaklurus ke dalam crankcase kiri sampai ia duduk sepenuhnya, dengan menggunakan special tools. BANTALAN FINAL GEAR SHAFT BANTALAN COUNTERSHAFT

PERHATIAN !
Sisi yang di-tandai pada masing-masing bantalan menghadapi special tools. TOOLS: Bantalan countershaft: Driver Attachment, 37x40 mm Pilot, 12 mm Bantalan nal gear shaft: Driver Attachment, 42x47 mm Pilot, 15 mm

07749-0010000 07746-0010200 07746-0040200 07749-0010000 07746-0010300 07746-0040300 ATTACHMENT DRIVER

Pasang bearing set plate (hal. 12-15).

BEARING

PILOT

12-11

FINAL REDUCTION
DRIVESHAFT
Lepaskan kedua baut dan set plate SET PLATE

BAUT-BAUT

Lepaskan driveshaft dengan menggunakan special tool. TOOL: Case puller 07SMC-0010001

DRIVESHAFT

CASE PULLER

CASE PULLER

DRIVESHAFT

Lepaskan snap ring dari alur driveshaft.

SNAP RING

12-12

FINAL REDUCTION
Lepaskan bantalan driveshaft dengan menggunakan sebuah hydraulic press BANTALAN

DRIVESHAFT

Lepaskan driveshaft oil seal. OIL SEAL

Masukkan oli mesin ke dalam rongga bantalan.

PERHATIAN !
Sisi yang ditandai dari masing-masing bantalan menghadapi special tools. Dorong masuk sebuah bantalan driveshaft baru secara tegak lurus ke dalam crankcase kiri sampai ia duduk sepenuhnya, dengan menggunakan special tools. TOOLS: Driver Attachment, 42x47mm Pilot, 20 mm 07749-0010000 07746-0010300 07746-0040500

BANTALAN DRIVESHAFT

DRIVER

ATTACHMENT

BEARING

PILOT

12-13

FINAL REDUCTION
Pasang driveshaft ke dalam bantalan. Tempatkan assembly collar pada inner race bantalan driveshaft dan tarik drive shaft ke dalam bantalan sampai ia telah duduk sepenuhnya. TOOLS: Assembly shaft Assembly collar Assembly collar attachment 07965-1660200 07965-GM00100 07965-GM00200 BANTALAN DRIVESHAFT ASSEMBLY COLLAR

ASSEMBLY SHAFT

ASSEMBLY COLLAR ATTACHMENT

BANTALAN DRIVESHAFT

ASSEMBLY COLLAR ATTACHMENT

ASSEMBLY COLLAR

ASSEMBLY SHAFT

Pasang snap ring pada alur driveshaft.

PERHATIAN !
Pasang snap ring dengan ujung chamfered (yang dipotong) menghadapi bantalan.

SNAP RING

12-14

FINAL REDUCTION
Oleskan oli mesin pada bibir sebuah driveshaft oil seal baru Pasang driveshaft oil seal sampai ia sebidang dengan crankcase kiri. DRIVESHAFT OIL SEAL ASSEMBLY COLLAR

PERHATIAN !
Jangan masukkan oil seal terlalu dalam. TOOLS: Assembly shaft Assembly collar Assembly collar attachment 07965-1660200 07965-GM00100 07965-GM00200

ASSEMBLY COLLAR ATTACHMENT ASSEMBLY SHAFT

ASSEMBLY COLLAR ATTACHMENT ASSEMBLY COLLAR

DRIVESHAFT OIL SEAL

ASSEMBLY SHAFT

Bersihkan dan oleskan locking agent (cairan pengunci) kepada ulir baut set plate dari ujungnya sampai 6,5 +/1,0 mm ke bawah. Pasang set plate dengan tanda OUT menghadap keluar. Pasang dan kencangkan baut-baut set plate.

SET PLATE

TANDA OUT

6,5 +/- 1,0 mm

BAUT-BAUT

FINAL REDUCTION CASE


Belah nal reduction case (hal. 12-5). Lepaskan nal gear shaft oil seal.

FINAL GEAR SHAFT OIL SEAL

12-15

FINAL REDUCTION
Lepaskan bantalan nal gear shaft. Lepaskan bantalan countershaft dengan menggunakan special tools. TOOLS: Bearing remover head, 12mm Bearing remover shaft, 12mm Remover weight 07936-1660110 07936-1660120 07741-0010201 REMOVER HEAD REMOVER SHAFT BANTALAN COUNTERSHAFT BANTALAN FINAL GEAR SHAFT

REMOVER WEIGHT

PERHATIAN !
Hati-hati agar tidak merusak permukaan penyatuan nal reduction case.

Masukkan oli mesin ke dalam rongga bantalan countershaft.

DRIVER

PERHATIAN !

Sisi yang ditandai dari masing-masing bantalan menghadapi special tools. Dorong masuk sebuah bantalan countershaft secara tegaklurus ke dalam nal reduction case sampai ia duduk sepenuhnya, dengan menggunakan special tools. TOOLS: Driver Attachment, 32x35 mm Pilot, 12 mm 07749-0010000 07746-0010100 07746-0040200

ATTACHMENT

BANTALAN COUNTERSHAFT

PILOT

Masukkan oli mesin ke dalam rongga bantalan nal gear shaft.Dorong masuk sebuah bantalan nal gear shaft secara tegaklurus ke dalam nal reduction case sampai ia duduk sepenuhnya, dengan menggunakan special tools.

DRIVER

PERHATIAN !
Sisi yang ditandai dari masing-masing bantalan menghadapi special tools TOOLS: Driver Attachment, 40x42 mm Pilot, 22 mm 07749-0010000 07746-0010900 07746-0041000

ATTACHMENT

BANTALAN FINAL GEAR SHAFT

PILOT

12-16

FINAL REDUCTION
Oleskan oli mesin ke bibir sebuah nal gear shaft oil seal baru. Pasang oil seal dengan sisi datar menghadapi sisi roda belakang sehingga kedalaman dari permukaan nal reduction case adalah 1,0 +/- 0,4 mm dengan menggunakan special tools. TOOLS: Driver Attachment, 42x47 mm 07749-0010000 07746-0010300 DRIVER ATTACHMENT

1,0 +/- 0,4 mm FINAL GEAR SHAFT OIL SEAL

12-17

13. ALTERNATOR ALTERNATOR


LOKASI KOMPONEN KETERANGAN SERVIS 13-1 13-2 FLYWHEEL/STATOR 13-3

10 N.m (1,0 kgf.m, 7 lbf.ft)

13

59 N.m (6,0 kgf.m, 44 lbf.ft)

13-1

ALTERNATOR

KETERANGAN SERVIS
UMUM
Bab ini meliputi pelepasan dan pemasangan ywheel, alternator dan ignition pulse generator. Pekerjaan-pekerjaan servis ini dapat dijalankan dengan mesin terpasang pada rangka. Lihat hal. 18-8 untuk pemeriksaan alternator. Lihat hal. 19-6 untuk pemeriksaan ignition pulse generator.

TORSI PENGENCANGAN
Flywheel nut Stator mounting socket bolt 59 N.m (6,0 kgf.m, 44 lbf.ft) 10 N.m (1,0 kgf.m, 7 lbf.ft)

TOOLS
Universal holder 07725-0030000 Flywheel puller 07733-0010000

13-2

ALTERNATOR

FLYWHEEL/STATOR
PELEPASAN Lepaskan sebagai berikut: - Body cover (hal. 3-9) - Radiator (hal. 7-9) - Cooling fan (hal. 7-10) - Thermostat (hal. 7-11) Lepaskan baut-baut pemasangan dan right side cover.

RIGHT SIDE COVER

BAUT-BAUT

Lepaskan kedua dowel pins

DOWEL PINS

Tahan ywheel dengan special tool dan longgarkan ywheel nut. TOOL: Universal holder 07725-0030000 Lepaskan ywheel nut dan washer.

UNIVERSAL HOLDER

NUT/WASHER

Lepaskan ywheel dengan menggunakan special tool. TOOL: Flywheel puller

FLYWHEEL

07733-0010000

FLYWHEEL PULLER

13-3

ALTERNATOR
Lepaskan alternator 2P connector dan ignition pulse ge nerator wire connector. Lepaskan kawat alternator/ignition pulse generator dari wire bands dan wire guides. ALTERNATOR 2P CONNECTOR

IGNITION PULSE GENERATOR WIRE CONNECTOR

WIRE GUIDE

ALTERNATOR/IGNITION PULSE GENERATOR WIRE

WIRE GUIDE

WIRE BAND

WIRE BAND

Lepaskan baut, wire holder dan lepaskan wire grommet dari crankcase kanan. Lepaskan kedua baut dan set plate dari ignition pulse generator. Lepaskan ketiga socket bolts pemasangan, stator dan ignition pulse generator dari stator base.

STATOR SOCKET BOLTS

WIRE HOLDER

GROMMET

BAUT BAUT-BAUT SET PLATE IGNITION PULSE GENERATOR

Lepaskan woodruff key (spie). PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak merusak spie dan alur

WOODRUFF KEY

13-4

ALTERNATOR
PEMASANGAN
Pasang woodruff key (spie) kedalam alur spie pada crankshaft. WOODRUFF KEY

PERHATIAN !
Hati-hati agar tidak merusak spie dan alur

Tempatkan stator dan ignition pulse generator pada stator base. Pasang dan kencangkan socket bolts pemasangan stator dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 10 N.m (1,0 kgf.m, 7 lbf.ft) Pasang set plate pada ignition pulse generator dan kencangkan baut-baut pemasangan. Tempatkan wire (kawat) dengan benar, dan tempatkan wire grommet ke dalam alur pada crankcase kanan. Tempatkan wire holder dan kencangkan baut holder. Ikatlah kawat alternator/ignition pulse generator dengan wire bands dan wire guides.

STATOR

WIRE HOLDER

GROMMET

SOCKET BOLTS BAUT BAUT-BAUT SET PLATE IGNITION PULSE GENERATOR

ALTERNATOR/IGNITION OULSE GENERATOR WIRE

PERHATIAN !
Tempatkan kawat alternator / ignition pulse generator dengan benar (hal. 1-16). Hubungkan alternator 2P connector dan ignition pulse generator wire connector WIRE GUIDE

WIRE BAND

WIRE BAND ALTERNATOR 2P CONNECTOR

IGNITION PULSE GENERATOR WIRE GUIDE WIRE CONNECTOR

13-5

ALTERNATOR
Pasang ywheel pada crankshaft dengan mentepatkan key way (alur spie) pada ywheel dengan key (spie) pada crankshaft. Tepatkan (KEY WAY/WOODRUFF KEY)

FLYWHEEL Pasang washer dan ywheel nut.

NUT

WASHER

Tahan ywheel dengan special tool dan kencangkan nut dengan torsi yang ditentukan. TOOL: Universal holder TORSI: 59 N.m (6,0 kgf.m, 44 lbf.ft) 07725-0030000

NUT

UNIVERSAL HOLDER

Pasang kedua dowel pins.

DOWEL PINS

13-6

ALTERNATOR
Pasang right side cover dan kencangkan baut-baut dalam pola bersilang dalam 2 atau 3 langkah. Pasang sebagai berikut: - Thermostat (hal. 7-11) - Cooling fan (hal. 7-10) - Radiator (hal. 7-9) - Body cover (hal. 3-9) RIGHT SIDE COVER BAUT-BAUT

13-7

14. CRANKCASE/CRANKAHSFT CRANKCASR/CRANKSHAFT


LOKASI KOMPONEN KETERANGAN SERVIS MENCARI PENYEBAB KESUKARAN 14-1 14-2 14-3 PEMBELAHAN CRANKCASE PERAKITAN CRANKCASE PEMERIKSAAN CRANKSHAFT 14-4 14-7 14-11

LOKASI KOMPONEN-KOMPONEN

14

14-1

CRANKCASE/CRANKSHAFT

KETERANGAN SERVIS
UMUM
Bab ini meliputi pembelahan crankcase untuk menservis crankshaft. Bagian-bagian berikut ini harus dilepaskan sebelum membelah crankcase. - Mesin (hal. 8-3) - Cylinder head (hal. 9-6) - Cylinder (hal. 10-3) - Piston (hal. 10-6) - Starter pinion (hal. 11-12) - Drive pulley (hal. 11-13) - Clutch/driven pulley (hal. 11-16) - Starter motor (hal. 20-5) - Flywheel/stator (hal. 13-3) - Water pump/stator base (hal. 7-12) Selain bagian-bagian yang terdaftar di atas, lepaskan bagian-bagian berikutnya jika crankcase kiri harus diganti. - Final reduction (hal. 12-5) Hati-hati agar tidak merusak permukaan penyatuan crankcase ketika membelah dan merakit belahan crankcase. Bersihkan semua bagian yang dibongkar dengan solvent (cairan pelarut) bersih dan keringkan dengan menggunakan udara bertekanan sebelum diperiksa. Ketika memasang crankshaft, pastikan untuk menggunakan special tools; tempatkan special tools pada inner race bantalan dan tarik crankshaft ke dalam bantalan sampai ia telah duduk sepenuhnya.

SPESIFIKASI
BAGIAN Crankshaft Jarak renggang ke samping connecting rod Jarak renggang radial connecting rod Keolengan STANDARD 0,10 0,35 0,004 0,016 -

Satuan: mm BATAS SERVIS 0,55 0,05 0,10

14-2

CRANKCASR/CRANKSHAFT
TOOLS
Case puller 07SMC-0010001 Assembly shaft 07965-VM00200 Assembly collar 07965-VM00100

Assembly shaft adaptor 07WWF-KFF0200

Assembly coolar 07931-KF00100

Attachment, 72 x 75 mm 07746-0010600

Pilot, 35 mm 07746-0040800

Driver 07749-0010000

Oil seal driver 07965-KE80200

Fork seal driver attachment 41,2 mm 07947-KF00100

Universal bearing puller 07631-0010000

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


Suara tidak normal Bantalan crankshaft aus Bantalan kepala besar connecting rod aus Kepala kecil connecting rod aus (hal. 10-9 )

14-3

CRANKCASE/CRANKSHAFT

CRANKCASE SEPARATION
Lihat keterangan servis (hal. 14-2) untuk parts yang harus dilepaskan sebelum membelah crankcase. Lepaskan kaitan dari center stand return spring (pegas pengembalian standard tengah).

RETURN SPRING

Lepaskan cotter pin, washer, pivot shaft (poros sumbu) dan center stand

CENTER STAND COTTER PIN

PIVOT SHAFT

WASHER

Lepaskan baut, set plate, spring dan plunger dari crankcase kanan

SET PLATE

PLUNGER

BAUT SPRING

Lepaskan baut-baut crankcase dari crankcase kanan.

BAUT-BAUT

14-4

CRANKCASR/CRANKSHAFT
Tempatkan crankcase dengan crankcase kiri menghadap ke bawah dan belah crankcase kiri dan kanan. PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak merusak permukaan penyatuan crankcase. RIGHT CRANKCASE

Lepaskan dowel pins dari crankcase kiri

DOWEL PINS

Angkat cam chain lepas dari timing sprocket pada crankshaft seperti diperlihatkan.

CAM CHAIN

TIMING SPROCKET

14-5

CRANKCASE/CRANKSHAFT
Pegang cam chain lepas timing sprocket dan lepaskan crankshaft dari crankcase kiri dengan menggunakan case puller (penarik bak mesin). Lepaskan cam chain. LEFT CRANKCASE CRANKSHAFT

PERHATIAN !
Ketika melepaskan crankshaft, hati-hatilah agar tidak menjepit cam chain antara timing sprocket dan crankcase kiri. TOOL: Case puller CAM CHAIN (Jangan sampai terjepit)

07SMC-0010001

CASE PULLER

CASE PULLER

CRANKSHAFT

Lepaskan snap ring dan oil seal

SNAP RING

OIL SEAL

14-6

CRANKCASR/CRANKSHAFT
Lepaskan bantalan crankshaft kiri dengan menggunakan special tool. TOOL: Universal bearing puller 07631-0010000 BEARING CRANKSHAFT

BEARING PULLER

Jika bantalan crankshaft kiri tertinggal di dalam crankcase, lepaskan dari sisi kanan

BANTALAN CRANKSHAFT KIRI

PERAKITAN CRANKCASE
Hati - hati agar tidak merusak permukaan penyatuan crankcase. Bersihkan bagian dalam dan permukaan penyatuan dari crankcases. Periksa terhadap retak-retak atau kerusakan lain. Lepaskan kekasaran atau ketidakteraturan dengan oil stone (batu pengasah)

PERMUKAAN PENYATUAN

Masukkan sekurangnya 2 cc oli mesin ke dalam sebuah bantalan crankcase kiri baru. Dorong masuk bantalan crankcase kiri secara tegak lurus ke dalam crankcase kiri sampai ia duduk sepenuhnya, dengan menggunakan special tool. TOOLS: Driver Attachment, 72x75 mm Pilot, 35 mm 07749-0010000 07746-0010600 07746-0040800 ATTACHMENT

DRIVER

PILOT BANTALAN CRANKSHAFT KIRI

14-7

CRANKCASE/CRANKSHAFT
Pasang crankshaft ke dalam bantalan crankcase kiri. Pasang assembly shaft adaptor pada crankshaft kiri. Tempatkan assembly collar A pada inner race bantalan crankcase kiri dan tempatkan assembly collar B pada assembly collar A. Pasang assembly shaft pada assembly collar B dan sekrupkan ke dalam crankshaft sementara mentepatkan bagian tengah dari assembly collar B dan assembly shaft Tarik crankshaft ke dalam bantalan sampai ia duduk sepenuhnya. ASSEMBLY COLLAR A ASSEMBLY SHAFT ASSEMBLY SHAFT ADAPTOR ASSEMBLY COLLAR B

PERHATIAN !
Ketika menarik crankshaft kedalam bantalan, hati-hati agar tidak merusak connecting rod TOOLS: Assembly shaft adaptor Assembly shaft Assembly collar A Assembly collar B 07WMF-KFF0200 07965-VM00200 07965-VM00100 07931-KF00100

ASSEMBLY COLLAR A ASSEMBLY SHAFT CRANKSHAFT

ASSEMBLY SHAFT ASSEMBLY COLLAR B ADAPTOR

Oleskan oli mesin pada timing sprocket dan cam chain. Pasang cam chain pada timing sprocket.

CAM CHAIN TIMING SPROCKET

Oleskan sealant (zat perapat) pada permukaan penyatuan crankcase.

14-8

CRANKCASR/CRANKSHAFT
Masukkan sekurangnya 2 cc oli mesin pada bantalan crankcase kanan. Pasang dowel pins pada crankcase kiri

DOWEL PINS

Rakit crankcase kiri dan kanan.

CRANKCASE KANAN

Pasang baut-baut crankcase dan kencangkan dalam pola bersilang dalam 2 3 langkah.

BAUT-BAUT

Oleskan oli mesin pada bibir sebuah oil seal baru. Pasang oil seal secara tegaklurus pada crankcase kiri sampai ia duduk sepenuhnya, dengan menggunakan special tool. TOOLS: Oil seal driver Fork seal attachment, 41,2 mm 07965-KE80200 07947-KF00100

OIL SEAL DRIVER FORK SEAL DRIVER ATTACHMENT

OIL SEAL

14-9

CRANKCASE/CRANKSHAFT
Tempatkan snap ring pada alur crankcase kiri. SNAP RING

Pasang plunger dan spring ke dalam crankcase kanan. Pasang set plate dengan tanda OUT menghadap keluar. Pasang dan kencangkan baut set plate PLUNGER SET PLATE TANDA OUT

BAUT SPRING

Oleskan lapisan tipis gemuk pada permukaan center stand pivot shaft (poros sumbu standard tengah). COTTER PIN Pasang center stand dan masukkan pivot shaft dari sisi crankcase kiri. Pasang washer dan cotter pin baru.

PIVOT SHAFT

WASHER

Kaitkan center stand return spring (pegas pengembalian standard tengah). Lihat keterangan servis (hal. 14-2) untuk pemasangan dari parts yang dilepaskan untuk menjalankan servis crankcase.

RETURN SPRING

14-10

CRANKCASR/CRANKSHAFT

PEMERIKSAAN CRANKSHAFT
Lepaskan crankshaft (hal. 14-3). Putar outer race dari bantalan crankshaft kanan dengan jari-jari. Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa suara. Juga periksa bahwa inner race bantalan duduk dengan erat pada crankshaft kanan. Ganti bantalan - bantalan jika mereka tidak berputar dengan halus, tanpa suara, atau jika mereka duduk dengan longgar pada crankshaft kanan. Periksa gigi-gigi oil pump drive gear dan gigi-gigi timing sprocket terhadap keausan atau kerusakan BANTALAN CRANKCASE KANAN

TIMING SPROCKET

PERHATIAN !
Jika gigi-gigi timing sprocket aus atau rusak, periksa cam chain, tensioner dan cam sprocket.

OIL PUMP DRIVE GEAR

Ukur jarak renggang ke samping kepala besar connecting rod dengan sebuah feeler gauge. BATAS SERVIS: 0,55 mm

FEELER GAUGE

Letakkan crankshaft pada V-blocks dan ukur jarak renggang radial kepala besar connecting rod. BATAS SERVIS: 0,05 mm

14-11

CRANKCASE/CRANKSHAFT
Tempatkan crankshaft pada V-blocks dan ukur keolengan dengan menggunakan sebuah dial indicator. Keolengan sebenarnya adalah dari pembacaan total indicator. BATAS SERVIS: 0,10 mm

65 mm (2,6 in)

35 mm (1,4 in)

14-12

15. RODA DEPAN//SUSPENSI/KEMUDI RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI


LOKASI KOMPONEN KETERANGAN SERVIS MENCARI PENYEBAB KESUKARAN RODA DEPAN 15-1 15-2 15-5 15-6 FORK HANDLEBAR STEERING STEM 15-12 15-20 15-24

LOKASI KOMPONEN-KOMPONEN
1 N.m (0,1 kgf.m, 0,7 lbf.ft)

4,5 N.m (0,5 kgf.m, 3,3 lbf.ft)

59 N.m (6,0 kgf.m, 44 lbf.ft)

64 N.m (6,5 kgf.m, 47 lbf.ft)

15

30 N.m (3,1 kgf.m, 22 lbf.ft) 59 N.m (6,0 kgf.m, 44 lbf.ft)

15-1

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

KETERANGAN SERVIS
UMUM
PERHATIAN ! Sering menghirup debu brake pad dan brake shoe, tidak tergantung pada komposisi bahan, dapat membahayakan kesehatan. Jangan menghirup partikel-partikel debu. Jangan sekali-kali menggunakan slang udara atau sikat untuk membersihkan susunan rem. Pakailah sebuah alat penghisap debu yang disetujui oleh OSHA. Bab ini meliputi roda depan, fork (garpu depan), handlebar (stang stir) dan steering stem (batang kemudi). Ketika menservis roda depan, fork atau steering stem, dukunglah skuter dengan menggunakan dongkrak atau alat pendukung lain. Brake disc atau pad yang tercemar mengurangi daya pengereman. Buanglah pads yang tercemar dan bersihkan cakram yang tercemar dengan brake degreasing agent (zat pembersih rem) berkualitas tinggi. Setelah pemasangan roda depan, periksa cara kerja rem dengan menekan handel rem. Untuk servis sistem rem, lihatlah hal. 17-1. Satuan: mm BAGIAN Kedalaman minimum alur kembang ban Tekanan udara ban (dingin) Keolengan poros roda Keolengan pelek roda Radial Aksial Jarak lateral pelek ke hub (tipe Jari-jari) Panjang bebas pegas Garpu Keolengan pipe Fluida garpu yang dianjurkan Tinggi permukaan minyak Kapasitas minyak 0 + 1,0 311,3 Fork Fluida (minyak sokbreker) 50 75 +/- 1 cm3 305,1 0,20 Pengendara saja Pengendara + pembonceng STANDARD 200 kPa (2,00 kgf/cm2, 29 psi) 200 kPa (2,00 kgf/cm2, 29 psi) 0,2 2,0 2,0 BATAS SERVIS Sampai ke indikator -

SPESIFIKASI

TORSI PENGENCANGAN
Front axle nut Front brake disc socket bolt Front spoke (tipe Jari-jari ) Handlebar post nut Rear brake lever pivot bolt Rear brake lever pivot nut Front brake caliper mounting Bottom bridge pinch bolt Fork socket bolt Steering stem top thread Steering stem lock nut 59 N.m (6,0 kgf.m, 44 lbf.ft) 42 N.m (4,3 kgf.m, 31 lbf.ft) 3,7 N.m (0,4 kgf.m, 2,7 lbf.ft) 59 N.m (6,0 kgf.m, 44 lbf.ft) 1 N.m (0,1 kgf.m, 0,7 lbf.ft) 4,5 N.m (0,5 kgf.m, 3,3 lbf.ft) 30 N.m (3,1 kgf.m, 22 lbf.ft) 64 N.m (6,5 kgf.m, 47 lbf.ft) 20 N.m (2,0 kgf.m, 15 lbf.ft) Lihat hal. 15-28 Lihat hal. 15-28 Oleskan cairan pengunci pada ulir ALOC bolt; ganti dengan yang baru U-nut ALOC bolt; ganti dengan yang baru

15-2

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
TOOLS
Bearing remover shaft 07746-0050100 Bearing remover head, 12 mm 07746-0050300 Driver 07749-0010000

Spoke wrench, 5,8 x 6,1 mm 07701-0020300

Attachment, 32 x 35 mm 07746-0010100

Pilot, 12 mm 07746-0040200

Fork seal driver body 07747-0010100

Fork seal driver attachment, 27,2 mm 07747-0010300

Pin spanner 07702-0020001

Socket wrench 07916-KM10000

Steering stem socket 07916-3710101

Call rece remover shaft 07GMD-KS40100

15-3

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

Ball race remover. 34,5 mm 07948-4630100

Bearing driver attachment 07946-3710701

Attachment, 52 x 55 mm 07746-0010400

Fork seal driver attachment, 35,2 mm 07947-KA20200

Oil seal remover 07748-0010001

15-4

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


Pengemudian berat Tekanan udara ban kurang Ban tidak bekerja dengan baik Steering stem lock nut terlalu kencang Steering head bearing tidak bekerja dengan baik Steering head bearing race tidak bekerja dengan baik Steering stem bengkok Menarik ke satu sisi atau tidak dapat berjalan lurus Front axle bengkok Roda tidak terpasang dengan baik Bantalan roda depan aus atau rusak Garpu bengkok Engine mounting bushings aus atau rusak Rangka bengkok Steering head bearing tidak bekerja dengan baik Roda depan bergoyang Pengikat poros depan longgar Pelek bengkok Bantalan roda depan aus atau rusak Jari-jari roda longgar atau berubah bentuk (tipe jari-jari) Roda depan berputar dengan berat Rem depan menahan Poros roda depan bengkok Bantalan roda depan tidak bekerja dengan baik Suspensi lembut Tekanan udara ban rendah Fluida garpu memburuk Berat uida garpu tidak tepat Fluida di dalam garpu tidak cukup Pegas garpu lemah Suspensi keras Tekanan ban tinggi Terlalu banyak uida di dalam garpu Berat uida garpu tidak tepat Fork pipes bengkok Saluran uida garpu tersumbat Suspensi berisik Fork slider bengkok Fluida di dalam garpu tidak cukup Pengikat garpu longgar

15-5

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

RODA DEPAN
PELEPASAN
Naikkan dan dukung skuter dengan safety stand (penopang aman). Lepaskan tab sementara menekannya dan lepaskan speedometer cable.

SPEEDOMETER CABLE

Lepaskan axle nut. Lepaskan axle (poros) dan front wheel (roda depan).

AXLE NUT

Lepaskan speedometer gearbox.

SPEEDOMETER GWAEBOX

Lepaskan side collar.

SIDE COLLAR

15-6

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
PEMASANGAN
Pasang side collar ke dalam left wheel hub (pusat roda kiri). SIDE COLLAR

Oleskan gemuk (Shell BEARING GREASE HD atau sejenisnya) ke bagian dalam dari speedometer gearbox. Pasang speedometer gearbox pada right wheel hub (pusat roda kanan) dengan mentepatkan alur-alur gearbox dengan retainer tabs (tonjolan penahan).

Tepat kan SPEEDOMETER GEARBOX

Tempatkan roda depan di antara kaki-kaki garpu, dengan mentepatkan alur speedometer gearbox dengan boss pada kaki garpu sehingga cakram rem ditempatkan di antara pads. PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak merusak pads. Oleskan lapisan tipis gemuk kepada permukaan poros depan. Pasang poros depan dari sisi kanan Tepatkan

POROS DEPAN

Pasang dan kencangkan axle nut (mur poros) dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 59 N.m (6,0 kgf.m, 44 lbf.ft)

AXLE NUT

15-7

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Oleskan gemuk pada sebuah O-ring baru dan pasang pada alur speedometer cable. Hubungkan speedometer cable kepada speedometer gearbox sampai tab-nya telah terkait sepenuhnya. TAB

SPEEDOMETER CABLE

O-RING

PEMBONGKARAN
Lepaskan dust seal/retainer dari sisi kanan dari roda depan.

TIPE REM CAKRAM :

DUST SEAL/RETAINER

Lepaskan dust seal dari sisi kiri dari roda depan.

TIPE REM CAKRAM :

BRAKE DISC

Lepaskan brake disc socket bolts dan brake disc (cakram rem).

SOCKET BOLTS

DUST SEAL

15-8

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Pasang bearing remover head kedalam bantalan. Dari sisi yang berlawanan, pasang bearing remover shaft dan dorong bantalan keluar dari wheel hub. Lepaskan distance collar dan dorong keluar bantalan yang lain. TOOLS: Bearing remover head, 12 mm Bearing remover shaft 07746-0050300 07746-0050100

REMOVER HEAD

REMOVER SHAFT

BANTALAN

REMOVER HEAD BANTALAN-BANTALAN

REMOVER SHAFT

REMOVER HEAD

PERAKITAN
BANTALAN RODA KANAN (6201U)

DUST SEAL/RETAINER

DUST SEAL

DISTANCE COLLAR

BANTALAN RODA KIRI (6201U) BRAKE DISC SOCKET BOLTS 42 N.m (4,3 kgf.m, 31 lbf.ft)

15-9

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Isi semua rongga bantalan dengan gemuk. Dorong masuk sebuah bantalan kiri baru secara tegak lurus dengan sisi yang tertutup menghadap ke atas sampai ia telah duduk sepenuhnya. PERHATIAN ! Jangan memasang bantalan lama. Sekali bantalan telah dikeluarkan, bantalan harus diganti dengan bantalan baru. TOOLS: Driver Attachment, 32x35mm Pilot, 12mm 07749-0010000 07746-0010100 07746-0040200 ATTACHMENT DRIVER

BANTALAN

PILOT

Oleskan lapisan tipis gemuk pada distance collar dan pasang dia. Dorong masuk sebuah bantalan kanan baru secara tegak lurus dengan sisinya yang tertutup menghadap ke atas. TOOLS: Driver Attachment, 32x35mm Pilot, 12mm

TIPE REM CAKRAM-CBS Yang diperlihatkan:

DISTANCE COLLAR 07749-0010000 07746-0010100 07746-0040200

BANTALAN

Pasang brake disc (cakram rem) pada left wheel hub (pusat roda kiri) dengan sisi yang ditandai menghadap keluar. PERHATIAN ! Tipe rem cakram. Jaga agar gemuk tidak mengenai cakram rem atau daya pengereman akan berkurang. Pasang dan kencangkan brake disc socket bolts dalam pola bersilang dalam 2 atau 3 langkah. TORSI: 42 N.m (4,3 kgf.m, 31 lbf.ft)

TIPE REM CAKRAM

BRAKE DISC

SOCKET BOLTS

TANDA

Pasang sebuah dust seal kiri baru pada left wheel hub. Oleskan gemuk pada bibir dust seal kiri.

TIPE REM CAKRAM

DUST SEAL

15-10

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Pasang sebuah dust seal kanan baru/speedometer gear retainer pada right wheel hub. Oleskan gemuk pada dust seal kanan. TIPE REM CAKRAM

DUST SEAL/RETAINER

PEMERIKSAAN AXLE
Tempatkan axle (poros) pada V - blocks dan ukur keolengan dengan sebuah dial indicator. BATAS SERVIS: 0,2 mm. Keolengan sebenarnya adalah dari pembacaan total indicator.

BANTALAN RODA
Putar inner race dari masing - masing bantalan dengan jari-jari, bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa suara. Juga periksa bahwa outer race bantalan duduk dengan erat pada hub. PERHATIAN ! Ganti bantalan dalam pasang an. Lepaskan dan buang bantalan jika races tidak berputar dengan halus, tanpa suara, atau jika mereka duduk dengan longgar pada hub.

PELEK RODA
Periksa keolengan pelek roda dengan menempatkan roda pada turning stand (alat pemegang roda untuk pemeriksaan keolengan. Putar roda dengan tangan dan bacalah keolengan dengan menggunakan sebuah dial indicator. Keolengan sebenarnya adalah dari pembacaan total indicator. BATAS SERVIS: Aksial: 2,0 mm Radial: 2,0 mm

TIPE JARI-JARI Yang diperlihatkan

15-11

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
PENYETELAN WHEEL CENTER
Lepaskan roda depan (hal. 15-6). Letakkan pelek pada meja kerja. Setel posisi hub sehingga jarak dari permukaan ujung kanan dari hub center ke sisi dari pelek adalah 4,0 +/- 1,0 mm seperti diperlihatkan. Kencangkan jari-jari dalam 2 atau 3 langkah progresip. TOOL: Spoke wrench, 5.8 x 6.1 mm 07701-0020300 4,0 +/- 1,0 mm TITIK DASAR TIPE REM CAKRAM

TORSI: 3,7 N.m (0,4 kgf.m, 2,7 lbf.ft) Periksa keolengan pelek (hal. 15-11).

FORK (GARPU)
PELEPASAN
Lepaskan sebagai berikut: - Front cover (hal. 3-4) - Front wheel (roda depan) (hal. 15-6) PERHATIAN ! Dukung front brake caliper dengan seutas kawat sehingga ia tidak bergantung pada front brake hose. Jangan memilin brake hose. Lepaskan brake caliper (hal. 17-16) Lepaskan bottom bridge upper pinch bolts. Longgarkan bottom bridge lower pinch bolts dan lepaskan fork legs.

UPPER PINCH BOLT

LOWER PINCH BOLT

PEMASANGAN
Pasang fork pipe ke dalam steering stem. Tepatkan lubang bolt dengan alur dari fork pipe seperti diperlihatkan. Pasang bottom bridge upper pinch bolts. Kencangkan bottom bridge pinch bolts dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 64 N.m (6,5 kgf.m, 47 lbf.ft) Pasang sebagai berikut: - Front wheel (roda depan) (hal. 15-7) - Front cover (hal. 3-3) Pasang brake caliper (hal. 17-16). ALUR

UPPER PINCH BOLT

LUBANG BOLT LOWER PINCH BOLT

15-12

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
PEMBONGKARAN
Tahan fork slider dalam catok dengan rahang lunak atau handuk bengkel. Longgarkan fork socket bolt tapi jangan dilepaskan dulu. FORK SLIDER

SOCKET BOLT

Letakkan suitable tool pada spring seat (dudukan pegas). Tekan spring seat ke dalam fork pipe dengan menggunakan suitable tool dan hydraulic press, kemudian lepaskan stopper ring dengan menggunakan obeng. Lepaskan spring seat dari fork pipe. Lepaskan O-ring dari spring seat. PERHATIAN ! Agar tidak terjadi hilangnya tegangan, jangan tekan fork spring lebih dari yang diperlukan. Spring seat berada di bawah tekanan pegas, ketika melepaskan susunan fork dari hydraulic press. Lepaskan fork spring dari fork pipe. Tuangkan keluar uida garpu dengan memompa fork pipe beberapa kali SPRING SEAT

SUITABLE TOOL

STOPPER RING O-RING

FORK SPRING

Lepaskan dust seal.

DUST SEAL

15-13

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Lepaskan oil seal stopper ring. STOPPER RING

Lepaskan socket bolt dan sealing washer SEALING WASHER

SOCKER BOLT

Lepaskan fork piston dan rebound spring dari fork pipe

FORK PISTON

REBOUND SPRING

Tarik fork pipe keluar dari fork slider.

FORK PIPE

15-14

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Lepaskan oil seal dengan menggunakan special tool. TOOL: Oil seal remover 07748-0010001 atau sejenisnya OIL SEAL REMOVER

OIL SEAL

PERAKITAN
FORK PISTON RING

DUST SEAL STOPPER RING

FORK PISTON

STOPPER RING

SPRING SEAT

OIL SEAL O-RING

FORK SEAL

SEALING WASHER FORK SPRING SOCKET BOLT 20 N.m (2,0 kgf.m, 15 lbf.ft) FORK PIPE REBOUND SPRING

Sebelum perakitan, cucilah semua parts dengan cairan pelarut dengan titik nyala tinggi atau cairan pelarut yang tidak dapat terbakar dan seka sampai kering. Pasang fork pipe ke dalam fork slider.

FORK SLIDER

FORK PIPE

15-15

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Pasang rebound spring dan fork piston ke dalam fork pipe. PERHATIAN ! Pastikan bahwa fork piston ring duduk pada alur. FORK PISTON

REBOUND SPRING

Bersihkan ulir socket bolt dan oleskan locking agent (zat pengunci) pada ulir bolt. PERHATIAN ! Kencangkan socket bolt sampai ia duduk sepenuhnya atau uida garpu dapat bocor. Pasang dan kencangkan socket bolt dengan sebuah sealing washer baru pada fork piston.

SEALING WASHER

SOCKET BOLT

Pegang fork slider di dalam catok dengan jepitan lunak atau dibalut oleh kain lap. Kencangkan baut socket sesuai torsi TORSI : 20 N.m (2,0 kg-m) PERHATIAN ! Jika fork piston berputar dengan baut socket, untuk sementara pasang fork spring dan spring seat/stopper ring.

Oleskan uida garpu pada bibir sebuah oil seal baru. PERHATIAN ! Pasang oil seal dengan sisi yang ditandai menghadap keatas. Dorong masuk oil seal ke dalam fork slider dengan menggunakan special tools sampai ia duduk sepenuhnya. TOOLS: Fork seal driver body Fork seal driver attachment, 27.2mm 07747-0010100 07747-0010300

FORK SEAL DRIVER

ATTACHMENT

OIL SEAL

15-16

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Pasang oil seal stopper ring ke dalam alur stopper ring pada fork slider. STOPPER RING

Oleskan uida garpu pada bibir sebuah dust seal baru. PERHATIAN ! Jangan ketok bibir dust seal terlalu keras. Pasang dust seal sampai ia duduk sepenuhnya. DUST SEAL

Tuangkan jumlah yang ditentukan dari uida garpu yang dianjurkan ke dalam fork pipe. KAPASITAS FLUIDA GARPU : 75 +/- 1 cm3 Pompalah fork pipe beberapa kali untuk menghilangkan udara yang terperangkap dari bagian bawah dari fork pipe.

Tekan kaki garpu sepenuhnya dan ukur tinggi permukaan uida dari bagian atas dari fork pipe. PERHATIAN ! Pastikan tinggi permukaan oli adalah sama untuk kedua garpu. TINGGI PERMUKAAN FLUIDA GARPU: 50 mm 50 mm (2,0 in)

15-17

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Tarik fork pipe ke atas dan pasang fork spring dengan bagian yang dililit dengan rapat menghadap ke bawah. FORK PIPE FORK SPRING

Bagian yang dililit dengan rapat

Oleskan minyak garpu pada sebuah O-ring baru dan pasang pada spring seat (dudukan pegas) Pasang spring seat ke dalam fork tube.

Pasang stopper ring (cincin penahan) sementara menekan spring seat (dudukan pegas) menggunakan pres hidraulik.

Pasang stopper ring (cincin penahan) hingga stopper ring sealur dengan fork pipe.

STOPPER RING

15-18

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
PEMERIKSAAN FORK SPRING
Ukur panjang bebas fork spring. BATAS SERVIS: 305,1 mm

FORK PIPE/SLIDER/PISTON
Periksa fork pipe, fork slider dan fork piston terhadap tanda-tanda gerusan, dan keausan berlebihan atau tidak normal. Periksa fork piston ring terhadap keausan atau kerusakan. Periksa rebound spring terhadap keletihan atau kerusakan. Ganti komponen-komponen bila perlu. FORK PIPE REBOUND SPRING

FORK SLIDER

FORK PISTON

FORK PISTON RING

Letakkan fork pipe pada V-blocks dan ukur keolengan. Keolengan sebenarnya adalah dari pembacaan total indicator. BATAS SERVIS: 0,2 mm

15-19

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

HANDLEBAR (STANG STIR)


PELEPASAN
Lepaskan sebagai berikut: - Front top cover (hal. 3-4) - Front handlebar cover (hal. 3-5) - Rear handlebar cover (hal. 3-5) - Front cover (hal. 3-4) - Front inner cover (hal. 3-11)

MASTER CYLINDER

FRONT BRAKE MASTER CYLINDER


Lepaskan baut-baut, holder dan front master cylinder. SEKRUP

HOLDER HOLDER

BAUT-BAUT

UPPER HOUSING

THROTTLE HOUSING
Lepaskan sekrup dan upper throttle housing.

Lepaskan throttle cable dari throttle pipe dan lepaskan lower throttle housing. Lepaskan throttle pipe dari handlebar (stang stir).

THROTTLE CABLE

THROTTLE PIPE

LOWER HOUSING

REAR BRAKE LEVER


Longgarkan rear brake cable dengan memutar adjusting nut.

ADJUSTING NUT

15-20

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Lepaskan rear brake lever bolt dan nut dari handlebar bracket. Lepaskan rear brake cable dari rear brake lever bracket dan lepaskan dari lever. HANDLEBAR GRIP

BOLT Lepaskan handlebar grip.

BRAKE CABLE

BRAKE LEVER

HANDLEBAR POST
Lepaskan cables (kabel-kabel) clamp. dari handlebar post

POST CLAMP

Lepaskan handlebar post nut, bolt, collars dan handlebar post dari steering stem.

HANDLEBAR POST

NUT

BOLT

COLLARS

15-21

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
PEMASANGAN HANDLEBAR POST
Pasang handlebar post pada steering stem sementara mentepatkan lubang-lubang steering stem dan handlebar post. PERHATIAN ! Rear collar lebih tinggi daripada front collar. Pasang bolt, collars dan nut. Kencangkan nut dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 59 N.m (6,0 kgf.m, 44 lbf.ft) Tempatkan cables (kabel-kabel) dengan handlebar post clamp. PERHATIAN ! Tempatkan cables (kabel) dan wires (kawat) dengan benar (hal. 1-15). BOLT COLLARS HANDLEBAR POST NUT

POST CLAMP

HANDLEBAR GRIP
Jika handlebar grips telah dilepaskan, oleskan Honda Bond A atau sejenisnya pada bagian dalam grip dan kepada permukaan-permukaan bersih dari left handlebar (stang stir kiri). PERHATIAN ! Biarkan lem mengering selama 1 jam sebelum pemakaian Tunggu 3-5 menit dan pasang grip. Putar grip agar lem tersebar secara merata. LEFT HANDLEBAR HANDLEBAR GRIP

REAR BRAKE LEVER


Hubungkan rear brake cable kepada rear brake lever. Oleskan gemuk pada permukaan luncur dari brake lever pivot bolt. Pasang dan kencangkan pivot bolt dan nut dengan torsi yang ditentukan. TORSI: Brake lever pivot bolt: 1 N.m (0,1 kgf.m, 0,7 lbf.ft) Brake lever pivot nut: 4,5 N.m (0,5 kgf.m, 3,3 lbf.ft) BOLT

BRAKE CABLE BRAKE LEVER

15-22

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
THROTTLE HOUSING
Pasang throttle pipe. Oleskan 0,1 0,2 g gemuk pada bidang luncur throttle cable dan hubungkan kethrottle pipe. Pasang lower throttle housing dengan mentepatkan lubang pada handlebar dengan locating pin (pin penempatan) dari lower throttle housing. THROTTLE PIPE THROTTLE CABLE

Tepatkan

LOWER HOUSING

Pasang upper housing dengan mentepatkan alur pada upper housing dan tab pada lower housing. Pasang sekrup dan kencangkan.

SEKRUP

UPPER HOUSING

LOWER HOUSING

FRONT BRAKE MASTER CYLINDER


Tempatkan front master cylinder dan holder dengan tanda UP menghadap ke atas. Tepatkan ujung dari master cylinder dengan tanda titik pada handlebar dan kencangkan upper bolt dulu, kemudian kencangkan lower bolt. Pasang sebagai berikut: - Front inner cover (hal. 3-11) - Front cover (hal. 3-4) - Rear handlebar cover (hal. 3-5) - Front handlebar cover (hal. 3-5) - Front top cover (hal. 3-4) Periksa hydraulic system (hal. 4-18) Setel jarak main bebas rear brake lever (hal. 4-18)

TANDA TITIK

MASTER CYLINDER

TANDA UP HOLDER BAUT-BAUT

15-23

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
STEERING STEM PELEPASAN
Lepaskan sebagai berikut: - Roda depan (hal. 15-6) - Garpu (hal. 15-12) - Stang stir (hal. 15-20) Lepaskan baut dan brake hose clamp.

BAUT

Tahan top thread dengan menggunakan pin spanner dan longgarkan steering stem lock nut dengan menggunakan socket wrench. TOOLS: Socket wrench Pin spanner 07916-KM10000 07702-0020001 STEM LOCK NUT PIN SPANNER

SOCKET WRENCH

Lepaskan steering stem lock nut dan washer

WASHER

Tahan steering stem dan longgarkan top thread dengan menggunakan stem socket. PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak menjatuhkan steering stem TOOL: Steering stem socket 07916-3710101 TOP THREAD STEM SOCKET

Lepaskan upper bearing inner race dan upper steel balls (23 balls) sementara menahan steering stem. PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak menjatuhkan steering stem dan upper steel balls.

UPPER INNER RACE STEEL BALLS (23) STEERING STEM

15-24

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Lepaskan steering stem dan lower steel balls (29 balls). PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak menjatuhkan steering stem dan lower steel balls. STEERING STEM

STEEL BALLS (29)

Selalu ganti steel balls dan races sebagai satu set. Lepaskan upper bearing outer race dengan menggunakan tool sebagai berikut. TOOL: Ball race remover shaft 07GMD-KS40100

UPPER OUTER RACE

BALL RACE REMOVER SHAFT

Lepaskan lower bearing outer race dengan menggunakan tools sebagai berikut. TOOLS: Ball race remover, 34.5 mm Ball race remover shaft 07948-4630100 07GMD-KS40100

BALL RACE REMOVER SHAFT

BALL RACE REMOVER

LOWER OUTER RACE

Lepaskan dust seal dari steering stem lower bearing inner race. Lepaskan lower bearing inner race dengan pahat atau tool sejenis sementara berhati-hati agar tidak merusak stem. Lepaskan washer dari steering stem.

LOWER INNER RACE

WASHER

DUST SEAL

15-25

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
PEMASANGAN
LOWER OUTER RACE LOWER BEARING (29) LOWER INNER RACE DUST SEAL WASHER UPPER BEARING (23)

LOCK NUT WASHER TOP THREAD UPPER INNER RACE

LOWER OUTER RACE

STEERING STEM

gemuk untuk tekanan besar sekali (dianjurkan: EXCELIGHT EP2 yang dibuat oleh KYODO YUSHI, Japan atau Shell ALVANIA EP2 atau sejenisnya)

Pasang washer pada steering stem. Pasang sebuah lower bearing inner race dengan menggunakan tool berikut dan hydraulic press. TOOL: Fork seal driver attachment, 35.2 mm

WASHER

LOWER INNER RACE

07947-KA20200

FORK SEAL DRIVER ATTACHMENT

Oleskan 3g gemuk untuk tekanan besar sekali (dianjurkan: EXCELIGHT EP2 dibuat oleh KYODO YUSHI, Japan atau Shell ALVANIA EP2 atau sejenisnya) pada bibir dust seal baru kemudian pasang pada lower bearing inner race

DUST SEAL

15-26

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Dorong masuk sebuah upper bearing outer race baru ke dalam head pipe dengan menggunakan tools sebagai berikut. TOOLS: Driver Bearing driver attachment 07749-0010000 07946-3710701 DRIVER/ATTACHMENT

UPPER OUTER RACE

Dorong masuk sebuah lower bearing outer race baru ke dalam head pipe dengan menggunakan tools sebagai berikut. TOOLS: Driver Attachment, 52 x 55 mm 07749-0010000 07746-0010400

UPPER OUTER RACE

DRIVER/ATTACHMENT

Oleskan 3g gemuk untuk tekanan besar sekali (dianjurkan: EXCELIGHT EP2 yang dibuat oleh KYODO YUSHI, Japan atau Shell ALVANIA EP2 atau sejenisnya) pada lower bearing races. Tempatkan steel balls (29 balls) baru pada lower bearing outer race. PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak menjatuhkan steering stem dan lower steel balls. Masukkan steering stem ke dalam steering head pipe, dengan berhati-hati agar tidak menjatuhkan steel balls.

STEEL BALLS (29 balls)

STEERING STEEM

Oleskan 3g gemuk untuk tekanan besar sekali (dianjurkan: EXCELIGHT EP2 yang dibuat oleh KYODO YUSHI, Japan atau Shell ALVANIA EP2 atau sejenisnya) pada upper bearing races. Pasang steel balls (23 balls) ke dalam upper bearing outer race. PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak menjatuhkan steering stem dan upper steel balls. Pasang sebuah upper bearing inner race baru pada stem.

UPPER INNER RACE

STEEL BALLS (23 balls)

15-27

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Pasang top thread. Tahan steering stem dan kencangkan stem top thread sampai ke torsi pengencangan awal dengan menggunakan special tool. TOOL: Steering stem socket 07916-3710101 STEM SOCKET

TOP THREAD

TORSI: 25 N.m (2,5 kgf.m, 18 lbf.ft

Putar steering stem dari batas perputaran kiri ke kanan beberapa kali untuk mendudukkan bantalan. Pastikan bahwa steering stem bergerak dengan halus tanpa kelonggaran atau keadaan terjepit, kemudian longgarkan top thread

STEERING STEM

Kencangkan top thread dengan torsi yang ditentukan dengan menggunakan special tool. TOOL: Steering stem socket 07916-3710101

STEM SOCKET

TORSI: 2,5 N.m (0,3 kgf.m, 1,8 lbf.ft) Putar top thread berlawanan arah jarum jam sebanyak kira-kira 15 derajat. Periksa kembali bahwa steering stem bergerak dengan halus tanpa kelonggaran atau keadaan terjepit.

TOP THREAD

Pasang sebagai berikut: - Garpu (hal. 15-12) - Roda depan (hal. 15-7) Pasang washer pada alur yang benar pada steering stem Tahan top thread dengan menggunakan pin spanner dan kencangkan steering stem lock nut dengan torsi yang ditentukan. TOOLS: Socket wrench Pin spanner 07916-KM10000 07702-0020001 PIN SPANNER

LOCK NUT ALIGN

WASHER SOCKET WRENCH

TORSI: 74 N.m (7,5 kgf.m, 55 lbf.ft) Pastikan bahwa steering stem bergerak dengan halus tanpa kelonggaran atau keadaan terjepit.

15-28

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Tempatkan front brake cable dan speedometer cable melalui cable clamp. Pasang handlebar (hal. 15-22).

BAUT

15-29

16. RODA BELAKANG/SUSPENSI RODA BELAKANG / SUSPENSI


LOKASI KOMPONEN KETERANGAN SERVIS MENCARI PENYEBAB KESUKARAN 16-1 16-2 16-3 RODA BELAKANG REAR SHOCK ABSORBER HANGER LINKAGE 16-4 16-5 16-6

LOKASI KOMPONEN-KOMPONEN

118 N.m (12,0 kgf.m, 87 lbf.ft)

16

49 N.m (5,0 kgf.m, 36 lbf.ft)

16-1

RODA BELAKANG / SUSPENSI

KETERANGAN SERVIS
UMUM
PERHATIAN ! Sering menghirup debu brake pad dan brake shoe, tidak tergantung pada komposisi bahan, dapat membahayakan kesehatan. Jangan menghirup partikel-partikel debu. Jangan sekali-kali menggunakan slang udara atau sikat untuk membersihkan susunan rem. Pakailah sebuah alat penghisap debu yang disetujui oleh OSHA. Pakailah baut dan mur pengganti asli Honda untuk semua poros dan titik pemasangan suspensi. Untuk servis sistem rem, lihatlah halaman 17-1. SPESIFIKASI BAGIAN Kedalaman minimum alur kembang ban Tekanan udara ban dingin Keolengan pelek roda Pengendara saja Pengendara dan pembonceng Radial Aksial Jarak lateral hub roda ke pelek (tipe jari-jari ) 6,5 +/- 1,0 STANDARD 225 kPa (2,25 kgf/cm2, 33 psi) 225 kPa (2,25 kgf/cm2, 33 psi) 2,0 2,0 Satuan: mm BATAS SERVIS Sampai ke indikator -

TORSI PENGENCANGAN
Rear axle nut Rear spoke (tipe jari-jari) Engine hanger link nut (sisi mesin) 118 N.m (12,0 kgf.m, 87 lbf.ft) 3,7 N.m (0,4 kgf.m, 2,7 lbf.ft) 49 N.m (5,0 kgf.m, 36 lbf.ft) U-nut Oleskan oli mesin ke ulir-ulir

TOOL
Spoke wrench, 5.8 x 6.1 mm 07701-0020300

16-2

RODA BELAKANG / SUSPENSI

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


Roda belakang bergoyang
Pelek bengkok Ban tidak bekerja dengan baik Jari-jari longgar atau berubah bentuk (tipe jari-jari) Mur poros dan/atau baut/mur pemasangan mesin tidak dikencangkan dengan benar. Bantalan nal gear shaft longgar atau aus Tekanan udara ban kurang

Suspensi lunak

Pegas rear shock absorber lemah Kebocoran oli dari damper unit Tekanan ban rendah

Suspensi kaku

Damper rod bengkok Tekanan ban tinggi Suspensi belakang berisik Pengikat pemasangan longgar Sokbreker tidak bekerja dengan baik Rear suspension bushings lemah

16-3

RODA BELAKANG / SUSPENSI

RODA BELAKANG
PELEPASAN
Dukung skuter pada standard utamanya. Lepaskan exhaust pipe/mufer (knalpot) (hal. 3-14). Lepaskan rear axle nut (mur poros belakang), washer dan roda belakang. AXLE NUT/WASHER

PEMASANGAN
Oleskan oli mesin kepada ulir rear axle nut dan permukaan duduknya. PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak merusak splines Pasang roda belakang pada nal gear shaft, dengan mentepatkan splines-nya dengan nal gear shaft splines (seplain-seplain poros). Pasang washer pada nal gear shaft. Pasang rear axle nut. Kencangkan rear axle nut dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 118 N.m (12,0 kgf.m, 87 lbf.ft) Pasang exhaust pipe/mufer (hal. 3-14). SPLINES

RODA BELAKANG

WASHER AXLE NUT

PEMERIKSAAN
Periksa keolengan pelek roda dengan menggunakan dial indicators. Keolengan sebenarnya adalah dari pembacaan total indicator. BATAS SERVIS: Radial: 2,0 mm Aksial: 2,0 mm

16-4

RODA BELAKANG / SUSPENSI


PENYETELAN WHEEL CENTER (TIPE JARI-JARI)
Lepaskan roda belakang (hal. 16-4) Letakkan pelek pada meja kerja. Setel posisi hub sehingga jarak dari ujung permukaan kiri dari hub center ke sisi dari pelek adalah 1,5 +/- 1,0 mm seperti diperlihatkan. Kencangkan jari-jari dalam 2 atau 3 langkah progresip. TOOL: Spoke wrench, 5.8 x 6.1 mm TORSI: 3.7 N.m (0,4 kgf.m, 2.7 lbf.ft) Pasang roda belakang (hal. 16-4). Periksa keolengan pelek (hal. 16-4). 07701-0020300 1,5 +/- 1,0 mm TITIK DASAR

REAR SHOCK ABSORBER (SOKBREKER BELAKANG) PELEPASAN


Lepaskan body cover (hal. 3-8). Lepaskan baut-baut dan sokbreker belakang. PELEPASAN ! Untuk menghindari kerusakan pada ulir-ulir baut pema sangan sokbreker belakang, angkat roda belakang sedikit

SHOCK ABSORBER

PEMASANGAN
Pasang sokbreker belakang dan kencangkan baut-baut. Pasang body cover (hal. 3-8). PELEPASAN ! Untuk mempermudah pemasangan baut-baut pema sangan sokbreker belakang, angkat roda belakang sedikit dan tepatkan lubang-lubang baut.

SHOCK ABSORBER

BAUT-BAUT

PEMERIKSAAN
Periksa damper unit (peredam kejut) terhadap kebocoran atau kerusakan lain. Periksa shock absorber bushing terhadap keausan atau kerusakan. Ganti susunan shock absorber bila diperlukan.

BUSHING

SHOCK ABSORBER

16-5

RODA BELAKANG / SUSPENSI

HANGER LINKAGE
PELEPASAN
Lepaskan sebagai berikut: - Mesin (hal. 8-3) - Exhaust pipe/mufer (hal. 3-14). Lepaskan nut dan engine hanger link bolt. Lepaskan engine hanger link dari mesin.

NUT/BOLT

ENGINE HANGER LINK

PEMASANGAN
Pasang engine hanger link pada mesin. Pasang engine hanger link bolt dari sisi kiri dari mesin. Pasang dan kencangkan nut dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 49 N.m (5,0 kgf.m, 36 lbf.ft) Pasang sebagai berikut: - Exhaust pipe/mufer (hal. 3-14) - Mesin (hal. 8-6)

NUT/BOLT

ENGINE HANGER LINK

PEMERIKSAAN
Periksa hanger link bushings dan stopper rubber terhadap keausan atau kerusakan.

HANGER LINK BUSHINGS

STOPPER RUBBER

Periksa engine mount bushings (bos pemasangan mesin) terhadap keausan atau kerusakan.

MOUNT BUSHINGS

16-6

18. BATERAI / SISTEM/ SISTEM PENGISIAN BATERAI PENGISIAN


LOKASI SISTEM DIAGRAM SISTEM KETERANGAN SERVIS MENCARI PENYEBAB KESUKARAN BATERAI 18-1 18-1 18-2 18-3 18-5 PEMERIKSAAN SISTEM PENGISIAN PEMERIKSAAN SISTEM PENERANGAN PEMERIKSAAN ALTERNATOR REGULATOR/RECTIFIER 18-6 18-7 18-8 18-8

LOKASI SISTEM

DIMMER SWITCH

BATERAI

REGULATOR/RECTIFIER

ALTERNATOR

DIAGRAM SISTEM
SEKRING UTAMA 15A

DIMMER SWITCH

18

G
ALTERNATOR

Bu

BATERAI

REGULATOR/ RECTIFIER

Hi HEAD LIGHT

Lo

R : Red G : Green Y : Yellow W : White Bu : Blue

18-1

BATERAI / SISTEM PENGISIAN

KETERANGAN SERVIS
UMUM
PERHATIAN ! Baterai mengeluarkan gas eksplosif; jauhkan percikan api, api terbuka dan rokok. Sediakan ventilasi yang memadai ketika mengisi muatan listrik. Baterai mengandung asam sulfur (elektrolit). Kontak dengan kulit atau mata dapat menyebabkan luka bakar yang parah. Pakailah pakaian pelindung dan pelindung mata. - Jika kulit terkena elektrolit, bilaslah dengan air. - Jika elektrolit masuk ke dalam mata, bilaslah dengan air untuk sekurangnya 15 menit dan mintalah bantuan dokter dengan segera. Elektrolit beracun. - Jika tertelan, minumlah sejumlah besar air atau susu dan minta bantuan dokter dengan segera.

CATATAN:
Selalu matikan kunci kontak sebelum melepaskan sesuatu komponen listrik. Beberapa komponen listrik dapat rusak jika terminal-terminal atau connectors disambung atau dilepaskan sementara kunci kontak pada posisi ON dan ada arus listrik. Jika akan disimpan untuk waktu lama, lepaskan baterai, berikan muatan listrik penuh, dan simpan di tempat sejuk yang kering. Agar mendapatkan umur pemakaian maksimum, isilah baterai yang disimpan dengan muatan listrik secara periodik. Jika baterai tetap terpasang pada skuter yang disimpan, lepaskan kabel negatif baterai dari terminal baterai. Maintenance free battery (baterai bebas perawatan) harus diganti jika ia mencapai akhir dari umur pemakaiannya. Baterai dapat rusak jika pengisian berlebihan atau kekurangan pengisian, atau dibiarkan berkurang muatannya selama waktu lama. Keadaan-keadaan yang sama ini ikut memperpendek umur pemakaian dari baterai. Bahkan pada pemakaian normal, unjuk kerja baterai akan memburuk setelah 2-3 tahun. Voltase baterai dapat pulih kembali setelah pengisian muatan listrik, tetapi di bawah beban berat, voltase baterai akan turun dengan cepat dan akhirnya akan habis sama sekali. Oleh karenanya, seringkali sistem pengisian diduga sebagai penyebab persoalan. Pengisian berlebihan dari baterai seringkali adalah akibat dari persoalan pada baterai sendiri, yang dapat tampak sebagai gejala pengisian berlebihan. Jika salah satu sel baterai ada hubungan singkat dan voltase baterai tidak bertambah, regulator/rectier memasok voltase berlebihan kepada baterai. Di bawah keadaan ini, tinggi permukaan elektrolit akan turun dengan cepat. Sebelum mencari penyebab kesukaran pada sistem pengisian, periksalah terhadap penggunaan dan perawatan baterai yang benar. Periksa apakah baterai seringkali di bawah beban berat, seperti jika lampu besar dan lampu buritan MENYALA TERUS untuk waktu lama tanpa mengendarai skuter. Baterai akan kehilangan muatan dengan sendirinya jika skuter tidak dipakai. Oleh karena itu, isilah muatan listrik baterai secara periodik untuk mencegah terjadinya sulfasi. Ketika memeriksa sistem pengisian, selalu ikuti langkah-langkah pada diagram aliran mencari penyebab kesukaran (hal. 18-3). Untuk pengisian baterai, jangan melampaui arus pengisian dan waktu yang ditentukan pada baterai. Pemakaian arus atau waktu pengisian berlebihan dapat merusak baterai. Lihat halaman 13-3 untuk pelepasan alternator.

PEMERIKSAAN BATERAI
Lihat petunjuk di dalam Buku Pedoman Pemakaian dari battery tester yang direkomendasikan. Battery tester yang direkomendasikan meletakkan beban pada baterai sehingga kondisi beban baterai sebenarnya dapat diukur. Battery tester yang direkomendasikan BM-210 atau BATTERY MATE atau sejenisnya.

18-2

BATERAI / SISTEM PENGISIAN


SPESIFIKASI
BAGIAN Baterai Kapasitas Kebocoran arus Voltase Arus pengisian Alternator Kapasitas Tahanan kumparan pengisian Tahanan kumparan penerangan Voltase regulator/rectier yang diatur (Output penerangan) Terisi penuh Perlu diisi listrik kembali Normal Cepat SPESIFIKASI 12 V 3,5 Ah maksimum 0,5 mA Di atas 12,8 V Di bawah 12,3 V 0,4 A / 5 10 jam 3,0 A / 0,5 jam 0,140 kW / 5.000 menit-1 (rpm) 0,2 1,0 (20O C) 0,1 0,8 (20O C) 12,6 13,6 V / 5.000 menit-1 (rpm)

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


BATERAI RUSAK ATAU LEMAH
1. Test Baterai
Lepaskan baterai (hal. 18-5). Periksa kondisi baterai dengan menggunakan battery tester yang dianjurkan. BATTERY TESTER YANG DIREKOMENDASIKAN: BM-210 atau BATTERY MATE atau sejenisnya. Apakah baterai dalam kondisi baik? TIDAK - Baterai tidak bekerja dengan baik YA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 2

2. Test Kebocoran Arus Listrik


Pasang baterai (hal. 18-5). Periksa baterai terhadap kebocoran arus listrik (hal. 18-7). Apakah kebocoran arus listrik di bawah 0,5 mA? YA TIDAK LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 4 LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 3

3. Test Kebocoran Arus Listrik Tanpa Regulator/rectier


Apakah kebocoran arus di bawah 0,5 mA? YA TIDAK Regulator/rectier tidak bekerja dengan baik Ada hubungan singkat pada wire harness Kunci kontak tidak bekerja dengan baik

Lepaskan regulator/rectier connector dan periksa kembali kebocoran arus listrik.

4.

Periksa alternator charging coil (kumparan pengisian alternator) (hal. 18-9). Apakah tahanan alternator charging coil antara 0,2 1,0 (20O C)? YA TIDAK Regulator/rectier tidak bekerja dengan baik LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 5.

Pemeriksaan Alternator Charging Coil

5. Pemeriksaan Voltase Pengisian


Hidupkan mesin. Ukur voltase pengisian (hal. 18-6).

Ukur dan catat voltase baterai dengan menggunakan digital multimeter (hal. 18-6).

Bandingkan hasil pengukuran terhadap hasil perhitungan berikut. STANDARD: Voltase baterai yang diukur < Voltase pengisian yg diukur < 15,5 V

18-3

BATERAI / SISTEM PENGISIAN


Apakah voltase pengisian yang diukur sesuai dengan voltase standard? YA TIDAK Baterai tidak bekerja dengan baik LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 6

6. Pemeriksaan Sistem Regulator/rectier

Periksa voltase dan tahanan pada regulator/rectier connectors (hal. 18-9). Apakah hasil dari voltase dan tahanan yang diperiksa benar? YA TIDAK Regulator/rectier tidak bekerja dengan baik Rangkaian terbuka pada kawat yang berhubungan Kontak longgar atau lemah dari terminal yang berhubungan Hubungan singkat pada wire harness

LAMPU BESAR TIDAK MENYALA ATAU LEMAH


1. Pemeriksaan Standard
Periksa sebagai berikut: - Kondisi baterai - Bola lampu yang putus terbakar atau bola lampu bukan dari watt yang ditentukan - Sekering putus - Konnektor longgar - Sakelar dimmer Apakah bagian-bagian diatas dalam kondisi baik? TIDAK YA Ganti atau perbaiki part yang tidak berfungsi dengan baik LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 2.

2. Pemeriksaan 1 Output Voltase Penerangan Yang Diatur


Ukur voltase penerangan dengan headlight connector tersambung (hal. 18-8). VOLTASE YANG DIATUR: 12,6 13,6 V/5,000 menit-1 (rpm) Apakah voltase di antara 12,6 13,6 V / 5,000 menit-1 (rpm)? YA TIDAK Kontak longgar atau lemah dari headlight connector LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 3.

3. Pemeriksaan 2 Output Voltase Penerangan Yang Diatur


Ukur voltase penerangan dengan regulator/rectier 4P connector tersambung (hal. 18-7). VOLTASE YANG DIATUR: 12,6 13,6 V / 5.000 menit-1 (rpm) Apakah voltase diantara 12,6 13,6 V / 5.000 menit-1 (rpm) ? YA TIDAK Rangkaian didalam wire harness terbuka atau ada hubungan singkat antara lampu besar dan Regulator/rectier. LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 4.

4. Pemeriksaan Kumparan Penerangan


Ukur tahanan kumparan penerangan pada connector sisi alternator dan massa (hal. 18-8). STANDARD: 0,1 0,8 (20O C). Apakah tahanan kumparan penerangan antara 0,1 0,8 (20O C)? TIDAK YA Kumparan penerangan tidak bekerja dengan baik LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 5.

5. Pemeriksaan Sistem Regulator/rectier


Periksa voltase dan tahanan pada regulator/rectier connector (hal. 18-9). Apakah pengukuran-pengukuran benar? YA TIDAK Regulator/rectier tidak bekerja dengan baik Rangkaian terbuka pada kawat yang bersangkutan Kontak longgar atau lemah pada terminal ang bersangkutan Ada hubungan singkat pada wire harness

18-4

BATERAI / SISTEM PENGISIAN

BATERAI
PERHATIAN !

PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan front top cover (hal. 3-4). Selalu putar kunci kontak ke OFF sebelum melepaskan baterai Lepaskan kedua baut dan stay. Lepaskan baut dan lepaskan kabel negatif ( - ) Lepaskan baut dan lepaskan kabel positif ( + ) Lepaskan baterai. Pasang baterai dalam urutan terbalik dari pelepasan. PERHATIAN ! Hubungkan terminal positif dulu kemudian baru terminal negatif Setelah memasang baterai, lapisi terminal dengan gemuk bersih. Pasang kembali parts yang dilepaskan.

BATERAI

BAUT/KABEL POSITIF (+)

BAUTBAUT

BAUT/KABEL NEGATIF (-)

STAY

PEMERIKSAAN VOLTASE
Ukur voltase baterai dengan menggunakan digital multimeter yang dapat dibeli di pasaran. VOLTASE (20OC). Bermuatan listrik penuh: Diatas 12,8 V Muatan listrik kurang: Di bawah 12,3 V

PENGISIAN MUATAN LISTRIK BATERAI


Lepaskan baterai (lihat di atas). Hubungkan kabel positif (+) charger ke kabel positif (+) baterai. Hubungkan kabel negatif (-) charger ke kabel negatif (-) baterai. PERHATIAN ! Hidupkan / matikan arus listrik pada charger, bukan pada terminal baterai. Pengisian muatan listrik dengan cepat hanya boleh dilakukan dalam keadaan darurat; lebih baik dilakukan pengisian dengan pelahan-lahan. Untuk pengisian muatan listrik baterai, jangan melampaui arus dan waktu pengisian yang tertera pada baterai. Penggunaan arus berlebihan memperpanjang wak tu pengisian dapat merusak baterai. ARUS/WAKTU PENGISIAN: Normal : 0,4 A / 5 10 jam Cepat : 3,0 A / 0,5 jam

18-5

BATERAI / SISTEM PENGISIAN


PEMERIKSAAN SISTEM PENGISIAN
TEST KEBOCORAN ARUS LISTRIK Lepaskan front top cover (hal. 3-4). Putar kunci kontak ke OFF dan lepaskan kabel negatif ( - ) dari baterai. Hubungkan jarum pemeriksaan ( + ) amperemeter ke kabel negatif ( - ) dan jarum pemeriksaan ( - ) amperemeter ke terminal ( - ) baterai. Dengan kunci kontak diputar pada OFF, periksalah terhadap kebocoran arus listrik. CATATAN: Ketika mengukur arus listrik dengan sebuah tester, pu tar ke daerah jangkauan tinggi, kemudian turunkan daerah jangkauan ke tingkat yang sesuai. Aliran arus listrik yang lebih tinggi daripada daerah jangkauan yang telah dipilih dapat memutuskan sekering di dalam tester. Sewaktu mengukur arus listrik, jangan putar kunci kontak ke ON. Lonjakan arus listrik yang tiba-tiba dapat memutuskan sekering di dalam tester. KEBOCORAN ARUS LISTRIK YANG DIPERBOLEHKAN: maksimum 0,5 mA Jika kebocoran arus listrik melampaui harga yang diperbolehkan, ada kemungkinan terjadinya hubungan singkat di dalam rangkaian. Carilah tempat hubungan singkat dengan melepaskan hubunganhubungan satu per satu dan mengukur arus listrik. KABEL (-) JARUM PEMERIKSAAN (-) JARUM PEMERIKSAAN (+)

PEMERIKSAAN VOLTASE PENGISIAN


Pastikan bahwa baterai dalam kondisi baik sebelum menjalankan test ini. Panaskan mesin ke suhu operasi normal. Matikan mesin. Lepaskan front top cover (hal. 3-4) dan hubungkan multimeter seperti diperlihatkan. Untuk menghindari terjadinya hubungan singkat, ketahuilah benar-benar manakah terminal atau kabel positif dan negatif. PERHATIAN ! Jangan melepaskan baterai atau sebuah kabel pada sistem pengisian tanpa sebelumnya memutar kunci kontak ke posisi OFF. Kegagalan untuk melalkukan tindakan pencegahan ini dapat merusak tester atau komponen listriknya. Hubungkan sebuah tachometer. Hidupkan mesin dan nyalakan lampu besar pada sinar lampu jauh. Ukur voltase pada multimeter ketika mesin berputar pada 5.000 menit-1 (rpm). STANDARD: Voltase baterai yang diukur (hal. 18-6) < voltase pengisian yang diukur (lihat atas) < 15,5 V pada 5.000 menit-1 (rpm).

18-6

BATERAI / SISTEM PENGISIAN


PEMERIKSAAN SISTEM PENERANGAN
Panaskan mesin ke suhu operasi normal. Matikan mesin. Lepaskan front top cover (hal. 3-4). PERHATIAN ! Ukur voltase dengan headlight connector tersambung. Hubungkan jarum pemeriksaan positif ( + ) voltmeter ke terminal Biru lampu besar, dan jarum pemeriksaan negatif ( - ) ke terminal kawat Hijau dari regulator/rectier 4P connector. Hidupkan mesin dan nyalakan sinar lampu jauh. Ukur voltase pada voltmeter sewaktu mesin berputar pada 5.000 menit-1 (rpm). VOLTASE YANG DIATUR: 12,6 13,6 V pada 5.000 menit-1 (rpm).

HEADLIGHT 3P CONNECTOR

HEADLIGHT 3P CONNECTOR

REGULATOR/ RECTIFIER

SAKELAR DIMMER

Jika voltase tidak normal, periksa sebagai berikut: Lepaskan front cover (hal. 3-4). Hubungkan jarum pemeriksaan ( + ) multimeter ke kawat terminal Kuning dan jarum pemeriksaan ( - ) ke kawat terminal Hijau dari regulator/rectier 4P connector. PERHATIAN ! Ukur voltase dengan regulator/rectier connecter tersambung. Hidupkan mesin kemudian pilih sinar lampu jauh. Ukur voltase pada voltmeter sewaktu mesin berputar pada 5.000 menit-1 (rpm). VOLTASE YANG DIATUR: 12,6 13,6 V pada 5.000 menit-1 (rpm). Jika voltase tidak normal, periksalah regulator/rectier (hal. 18-10).

4P CONNECTOR

REGULATOR/RECTIFIER 4P CONNECTOR

SAKELAR DIMMER

18-7

BATERAI / SISTEM PENGISIAN


PEMERIKSAAN ALTERNATOR Lepaskan front center body cover (hal. 3-4). Lepaskan alternator 2P connector. Periksa tahanan antara terminal-terminal berikut. STANDARD: Kumparan pengisian (Putih massa): 0,2 1,0 (pada 20OC) Kumparan penerangan (Kuning massa): 0,1 0,8 (pada 20OC) Ganti alternator stator jika pembacaan : yang diukur jauh melampaui standard. Lihat hal. 13-4 untuk pelepasan stator. ALTERNATOR 2P CONNECTOR

KUMPARAN PENGISIAN

KUMPARAN PENERANGAN

REGULATOR/RECTIFIER
PELEPASAN/PEMASANGAN Lepaskan front cover (hal. 3-4). Putar kunci kontak ke OFF. Lepaskan regulator/rectier 4P connector. Lepaskan baut dan regulator/rectier. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

REGULATOR/ RECTIFIER

BAUT

4P CONNECTOR

18-8

BATERAI / SISTEM PENGISIAN SISTEM PENGECEKAN


Lepaskan front cover (hal. 3-4). Lepaskan regulator/rectier 4P connector, dan periksa terhadap kontak longgar atau terminal yang berkarat. Jika pembacaan voltase pengisian baterai (hal. 18-6) di luar spesikasi, periksa terminal connector (sisi wire harness) sebagai berikut:

Bagian Saluran pengisian baterai Saluran kumparan pengisian Saluran massa

Terminal Merah (+) dan massa ( - ) Putih dan massa Hijau dan massa

Spesikasi Harus ada voltase baterai 0,2 1,0 (pada 20OC) Harus ada kontinuitas

REGULATOR/RECTIFIER 4P CONNECTOR

Jika semua komponen dari sistem pengisian adalah normal dan tidak ada sambungan longgar, gantilah regulator rectier unit. Jika pembacaan voltase penerangan (hal. 18-7) adalah di luar spesikasi, lepaskan connector 6P lampu kombinasi belakang (hal. 3-9), kemudian periksa terminal connector (sisi wire harness) sebagai berikut: Bagian Saluran kumparan penerangan Saluran massa Terminal Kuning dan massa Hijau dan massa Spesikasi 0,1 0,8 (pada 20OC) Harus ada kontinuitas

Jika semua komponen dari sistem adalah normal dan tidak ada sambungan longgar pada regulator/rectier connectors, gantilah regulator/rectier unit.

18-9

17. SISTEM REM SISTEM REM


LOKASI KOMPONEN KETERANGAN SERVIS MENCARI PENYEBAB KESUKARAN. REM TROMOL BELAKANG 17-1 17-2 17-4 17-5 BRAKE FLUID REPLACEMENT AIR BLEEDING BRAKE PAD/DISC BRAKE MASTER CYLINDER BRAKE CALIPER 17- 7 17- 9 17-12 17-16

LOKASI KOMPONEN-KOMPONEN
REM CAKRAM DEPAN

34 N.m (3,5 kgf.m, 25 lbf.ft) 34 N.m (3,5 kgf.m, 25 lbf.ft)

30 N.m (3,1 kgf.m, 22 lbf.ft)

REM TEROMOL BELAKANG

17

17-1

SISTEM REM

KETERANGAN SERVIS
UMUM
PERHATIAN ! Sering menghirup debu brake pad dan brake shoe, tidak tergantung pada komposisi bahan, dapat membahayakan kesehatan. Jangan menghirup partikel-partikel debu. Jangan sekali-kali menggunakan slang udara atau sikat untuk membersihkan susunan rem. Pakailah sebuah alat penghisap debu yang disetujui oleh OSHA.

CATATAN Minyak rem yang tertumpah dapat menimbulkan kerusakan berat pada lensa instrumen dan permukaan yang dicat. Ia juga berbahaya bagi beberapa part dari karet. Berhati-hatilah ketika melepaskan reservoir cap; pastikan bahwa master cylinder reservoir pada posisi horisontal dulu. Brake disc atau pad yang tercemar mengurangi daya pengereman. Buanglah pads yang tercemar dan bersihkan cakram yang tercemar dengan brake degreasing agent (zat pembersih rem) berkualitas tinggi. Periksa sistem rem dengan menekan handel rem setelah air bleeding (pembuangan udara palsu). Jagalah agar kotoran (debu, air, dsb.) tidak memasuki reservoir yang terbuka. Sekali sistem hidraulik telah dibuka, atau jika rem terasa lembek, sistem harus dibersihkan dari udara palsu. Selalu pakai minyak rem DOT 3 atau DOT 4 yang baru dari kaleng yang masih tersegel ketika menservis sistem. Jangan mencampurkan bermacam-macam merek minyak rem, karena mereka mungkin tidak cocok satu sama lain. Selalu periksa cara kerja rem sebelum mengendarai skuter. SPESIFIKASI BAGIAN Belakang Jarak main bebas handel D.D Brake Drum Minyak rem yang ditentukan Depan Brake disc Master cylinder Caliper Ketebalan Kelengkungan D.D. cylinder D.L Piston D.D. cylinder D.L Piston STANDARD 10 - 20 130,0 - 130,2 DOT 3 atau 4 3,3 - 3,7 12,700 - 12,743 12,657 - 12,684 25,400 - 25,450 25,318 - 25,368 Satuan: mm BATAS SERVIS 131,0 3,0 0,10 12,755 12,645 25,460 25,31

17-2

SISTEM REM TORSI PENGENCANGAN


Rear brake arm bolt Brake caliper bleed valve Brake master cylinder reservoir cap screw Brake pad pin Front brake lever pivot bolt Front brake lever pivot nut Front brake light switch screw Brake hose oil bolt Brake caliper mounting bolt 10 N.m (1,0 kgf.m, 7 lbf.ft) 6 N.m (0,6 kgf.m, 4,4 lbf.ft) 2 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft) 18 N.m (1,8 kgf.m, 13 lbf.ft) 1 N.m (0,1 kgf.m, 0,7 lbf.ft) 6 N.m (0,6 kgf.m, 4,4 lbf.ft) 1 N.m (0,1 kgf.m, 0,7 lbf.ft) 34 N.m (3,5 kgf.m, 25 lbf.ft) 30 N.m (3,1 kgf.m, 22 lbf.ft) ALOC bolt; ganti dengan yang baru

ALOC bolt; ganti dengan yang baru

TOOL Snap ring pliers 07914-SA50001

17-3

SISTEM REM

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


Unjuk kerja rem belakang lemah
Penyetelan handel rem belakang tidak tepat Brake shoes tercemar Brake shoes aus Brake cam aus Brake drum aus Brake arm tidak dipasang dengan benar Gerigi brake arm tidak dipasang dengan tepat

Handel rem lembek atau lunak

Ada udara di dalam sistem hidraulik Ada kebocoran pada sistem hidraulik Brake pad/disc tercemar Caliper piston seals aus Master cylinder piston cups aus Brake pad/disc aus Caliper tercemar Master cylinder tercemar Caliper tidak meluncur dengan benar Tinggi permukaan minyak rem rendah Saluran minyak rem tersumbat Brake disc berubah bentuk melengkung Caliper piston tertahan/aus Master cylinder piston tertahan/aus Handel rem bengkok Sistem rem tersumbat/terbatas Caliper piston tertahan/aus Caliper tidak meluncur dengan benar Caliper piston seal aus Master cylinder piston tertahan/aus Handel rem bengkok Brake pad/disc tercemar Penyetelan roda miring Brake pad/disc aus sekali Brake disc berubah bentuk melengkung Caliper tidak meluncur dengan benar Saluran minyak rem tersumbat/terbatas Caliper piston tertahan

Handel rem terlalu keras

Rem menyangkut

17-4

SISTEM REM

REAR DRUM BRAKE (TEROMOL REM BELAKANG)


PEMBONGKARAN
CATATAN: Selalu ganti brake shoes dalam pasangan. Tandai semua parts sewaktu pembongkaran sehingga mereka dapat ditempatkan kembali pada tempatnya semula. Lepaskan roda belakang (hal. 16-4). Lepaskan adjusting nut dan brake cable dari joint pin. Lepaskan joint pin dan return spring. Kembangkan brake shoes dan lepaskan brake shoes /shoe springs dari brake panel. Lepaskan baut brake arm. Lepaskan brake arm sementara menarik brake cam keluar. Lepaskan brake cam dan dust seals dari brake panel.

DUST SEAL

RETURN SPRING BRAKE SHOES BRAKE ARM

DUST SEAL BRAKE CABLE

BAUT BRAKE ARM

JOINT PIN ADJUSTING NUT

BRAKE CAM SHOE SPRINGS

17-5

SISTEM REM PERAKITAN


Oleskan gemuk pada bibir dust seal baru. Pasang dust seals ke dalam brake panel. Oleskan gemuk pada permukaan luncur brake cam. Pasang brake cam ke dalam brake panel. BRAKE CAM

DUST SEALS

Pasang brake cam dengan mentepatkan tanda-tanda titik pada brake arm dan brake cam. Pasang sebuah baut brake arm baru dan kencangkan dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 10 N.m (1,0 kgf.m, 7 lbf.ft)

BAUT

Tepatkan (TANDA-TANDA TITIK)

BRAKE ARM

Oleskan gemuk pada anchor pin dan bidang-bidang luncur brake cam.

Pasang brake shoes dan springs pada brake panel se perti diperlihatkan. PERHATIAN ! Jika brake shoes dan springs dipakai kembali, mereka harus ditempatkan kembali pada dudukannya semula

BRAKE SHOES

SPRINGS

17-6

SISTEM REM
Tempatkan ujung-ujung return spring ke dalam lubang pada crankcase kiri dan pada pin pada brake arm. Pasang joint pin pada brake arm. Hubungkan brake cable pada joint pin dan pasang adjusting nut. Pasang roda belakang (hal. 16-4). Setel jarak main bebas handel rem belakang (hal. 4-18). RETURN SPRING

ADJUSTING NUT

BRAKE CABLE

JOINT PIN

PEMERIKSAAN
Ukur D.D. brake drum belakang. BATAS SERVIS: 131,0 mm

PENGGANTIAN BRAKE FLUID/AIR BLEEDING


(PEMBUANGAN UDARA PALSU)
MENGELUARKAN BRAKE FLUID
Jangan mencampurkan bermacam - macam jenis minyak rem, oleh karena mereka tidak cocok satu sama lain. Jagalah agar benda asing tidak memasuki sistem ketika mengisi reservoir. CATATAN Minyak rem yang tertumpah dapat merusak parts yang dicat, atau part yang terbuat dari plastik atau karet. Tutupilah parts ini dengan kain setiap kali sistem diservis. Putar handlebar (stang stir) sampai reservoir sejajar deng an tanah sebelum melepaskan reservoir cap. Lepaskan sekrup-sekrup, reservoir cap, diaphragm plate dan diaphragm. PERHATIAN ! Jagalah agar benda asing tidak memasuki sistem ketika mengisi reservoir. DIAPHRAGM PLATE DIAPHRAGM

RESERVOIR CAP

SEKRUP-SEKRUP

17-7

SISTEM REM
Hubungkan sebuah slang pembuangan kepada caliper bleed valve (klep pembuangan caliper). Longgarkan bleed valve dan pompa handel rem sampai tidak ada lagi minyak rem yang keluar dari bleed valve. BLEED VALVE SLANG PEMBUANGAN

PENGISIAN MINYAK REM/ AIR BLEEDING (PEMBUANGAN UDARA PALSU)


Isilah master cylinder reservoir dengan brake uid (minyak rem) jenis DOT 3 atau DOT 4 dari kaleng yang masih belum pernah dibuka sampai ke upper level (batas permukaan teratas). PERHATIAN ! Jangan mencampurkan minyak rem dari bermacammacam jenis. Mereka tidak cocok satu sama lain. Periksalah tinggi permukaan berulangkali ketika mengeluarkan minyak rem untuk menghindari masuknya udara ke dalam sistem. Sambungkan sebuah brake bleeder yang dapat dibeli di pasaran pada bleed valve. PERHATIAN ! Jika udara memasuki bleeder dari sekitar ulir bleed valve, tutuplah rapat-rapat ulir dengan teon tape. Periksa tinggi permukaan minyak rem berulangkali sementara membuang udara palsu untuk menghindari dipompanya udara ke dalam sistem. Jalankan brake bleeder dan longgarkan bleed valve. Lakukan prosedur bleeding (pembuangan udara palsu) sampai sistem sama sekali telah dibilas/dibuang udara palsunya. Tutup bleed valve dan jalankan handel rem. Jika masih terasa lunak, buanglah udara palsu lagi dari sistem. Setelah membuang udara palsu seluruhnya, kencangkan bleed valve dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 6 N.m (0,6 kgf.m, 4,4 lbf.ft) Jika tidak ada brake bleeder, jalankan prosedur sebagai berikut. Pompa naik tekanan sistem dengan handel rem sampai terasa ada tahanan pada handel rem.

UPPER VALVE

BLEED VALVE

17-8

SISTEM REM
Sambungkan sebuah slang pembuangan dan buanglah udara palsu dari sistem sebagai berikut: 1. Pencet handel rem seluruhnya dan longgarkan bleed valve putaran. Tunggu beberapa detik kemudian tutuplah bleed valve. 2. Lepaskan handel rem pelan - pelan dan tunggu beberapa detik setelah ia mencapai a khir pergerakannya. 3. Ulangi langkah 1 dan 2 sampai tidak ada gelembung udara di dalam slang pembuangan. PERHATIAN ! Periksa tinggi permukaan minyak rem berulang-ulang se mentara membuang udara palsu dari rem untuk menghindari dipompanya udara ke dalam sistem. Jangan lepaskan handel rem sampai bleed valve telah ditutup. Setelah membuang udara palsu seluruhnya, kencangkan bleed valve. TORSI: 6 N.m (0,6 kgf.m, 4,4 lbf.ft) Isi reservoir sampai ke upper level (batas tinggi permukaan teratas) dengan minyak rem DOT 3 atau DOT 4 dari sebuah kaleng baru yang belum pernah dibuka. PERHATIAN ! Jangan mencampurkan bermacam-macam jenis minyak rem. Karena tidak cocok satu sama lain. UPPER VALVE BLEED VALVE SLANG PEMBUANGAN

Pasang diaphragm, diaphragm plate dan reservoir cap, kemudian kencangkan sekrup-sekrup dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 2 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft)

RESERVOIR CAP

SEKRUP-SEKRUP

DIAPHRAGM PLATE

DIAPHRAGM

BRAKE PAD/DISC
PENGGANTIAN BRAKE PAD
PERHATIAN ! Periksa tinggi permukaan minyak rem di dalam reservoir oleh karena pekerjaan ini menyebabkan naiknya permukaan. BRAKE CALIPER Dorong masuk caliper pistons sama sekali untuk memungkinkan pemasangan brake pads baru.

17-9

SISTEM REM
Lepaskan pad pin dari brake caliper.

PAD PIN

Lepaskan brake pads dari brake caliper.

BRAKE PADS

Pasang brake pads baru sehingga mereka ditempatkan pada brake caliper bracket dan bracket pin. PERHATIAN ! Selalu ganti brake pads dalam pasangan untuk memastikan tekanan cakram yang merata.

BRACKET PIN

BRAKE PADS

Tempatkan pads

Pasang pad pin dengan mendorong brake pads terhadap pad spring untuk mentepatkan lubang - lubang pad pin pada pads dan caliper. PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak merusak pads

PAD PIN

17-10

SISTEM REM
Kencangkan pad pin dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 18 N.m (1,8 kgf.m, 13 lbf.ft) PERHATIAN ! Setelah penggantian brake pad, periksa cara kerja rem dengan menekan handel rem.

PAD PIN

PEMERIKSAAN BRAKE DISC


Periksalah brake disc secara visuil terhadap kerusakan atau retak-retak. Ukurlah ketebalan brake disc pada beberapa titik. BATAS SERVIS: 3,0 mm

Periksa brake disc terhadap perubahan bentuk melengkung. BATAS SERVIS: 0,10 mm Jika perubahan bentuk melebihi batas servis, periksa bantalan roda terhadap kelonggaran berlebihan. Untuk penggantian brake disc, lihat hal. 15-8.

17-11

SISTEM REM

MASTER CYLINDER
PELEPEASAN
Keluarkan minyak rem (halaman 17-7) Lepaskan handlebar cover (halaman 3-5) Lepaskan konektor brake light switch (sakelar lampu rem) Lepaskan brake hose (slang rem) dengan melepaskan oil bolt (baut oli) dan sealing washer (cincin perapat) PERHATIAN ! Jaga agar minyak rem tidak tertumpah atas part-part yang dicat, atau terbuat dari plastik atau karet. Letakkan kain lap menutupi part ini setiap kali sistem diservis.

Lepaskan baut-baut master cylinder holder (pemegang silinder utama), holder dan master cylinder.

PEMASANGAN
Letakkan master cylinder pada handlebar. Pasang master cylinder holder pada handlebar dengan tanda UP menghadap ke atas. Tepatkan ujung master cylinder dengan tanda titik pada handlebar. Pasang baut-baut master cylinder holder dan kencangkan baut atas dulu, kemudian kencangkan baut bawah.

TANDA TITIK

MASTER CYLINDER

BAUTBAUT Hubungkan brake hose eyelet (ujung slang rem yang berbentuk cincin) dan pasang oil bolt (baut oli) pada master cylinder dengan sealing washers baru. PERHATIAN ! Kencangkan oil bolt sementara mendorong brake hose eyelet joint terhadap stopper. Kencangkan brake hose oil bolt dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 34 N.m (3,5 kgf.m, 25 lbf.ft) Hubungkan brake light switch connectors (konektor sakelar lampu rem). Pasang rear handlebar cover (hal. 3-5). Isi sistem hidraulik dan buanglah udara palsu dari sistem hidraulik (hal. 17-8). CONNECTORS BRAKE HOSE TANDA UP

SEALING WASHERS OIL BOLT

17-12

SISTEM REM
PEMBONGKARAN
Lepaskan sebagai berikut: - Brake lever pivot nut, bolt dan brake lever - Sekrup dan brake light switch - Boot - Snap ring - Master piston dan spring

MASTER CYLINDER BODY

PIVOT BOLT

BRAKE LEVER

SPRING

MASTER PISTON SNAP RING BRAKE LIGHT SWITCH BOOT

SEKRUP

PIVOT NUT

17-13

SISTEM REM
PERAKITAN
Lapisi master piston, spring, dan piston cups dengan minyak rem Pasang spring pada ujung master piston PERHATIAN ! Peganglah piston, cups, spring, snap ring dan boot sebagai satu set; jangan ganti hanya salah satu part Pasang master piston/spring ke dalam master cylinder. PERHATIAN ! Ketika memasang cups, jangan sampai bibirnya terbalik dengan bagian dalam di sebelah luar. Pasang snap ring ke dalam alur dari master cylinder PERHATIAN ! Pastikan bahwa snap ring duduk dengan kokoh pada alurnya TOOL : Snap ring pliers 07914-SA50001 SNAP RING PLIERS SPRING PISTON MASTER CYLINDER

CUPS

SNAP RING

Masukkan gemuk silikon ke dalam boot. Pasang boot ke dalam master cylinder sampai sisi belakangnya duduk sepenuhnya pada snap ring dan tempatkan sisi depannya ke dalam alur dari master piston. Oleskan 0,1 g gemuk silikon pada permukaan kontak dengan brake lever dari master piston.

SNAP RING BOOT

ALUR

Pasang brake light switch pada master cylinder dengan mentepatkan boss-nya dengan lubang pada master cylinder Kencangkan sekrup dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 1 N.m (0,1 kgf.m, 0,7 lbf.ft)

Tepatkan

SEKRUP

SWITCH

17-14

SISTEM REM
Oleskan gemuk silikon pada brake lever pivot bolt. Pasang brake lever pada master cylinder. Pasang dan kencangkan brake lever pivot bolt dengan torsi yang ditentukan TORSI: 1 N.m (0,1 kgf.m, 0,7 lbf.ft) Pasang dan kencangkan brake lever pivot nut dengan torsi yang ditentukan sementara menahan pivot bolt. TORSI: 6 N.m (0,6 kgf.m, 4,4 lbf.ft) PIVOT NUT BRAKE LEVER PIVOT BOLT

PEMERIKSAAN
Periksa piston cups terhadap keausan, pemburukan atau kerusakan. Periksa permukaan dalam master cylinder dan permukaan luar piston terhadap goresan atau kerusakan.

CUPS

PISTON

MASTER CYLINDER

Ukur D.D. master cylinder. BATAS SERVIS: 12,755 mm

Ukur D.L. master piston. BATAS SERVIS: 12,645 mm

17-15

SISTEM REM

BRAKE CALIPER
PELEPASAN
Keluarkan minyak rem (hal. 17-7). Lepaskan brake hose (slang rem) dari brake caliper dengan melepaskan oil bolt dan sealing washers PERHATIAN ! Jaga agar minyak rem tidak tertumpah di atas parts yang dicat, atau terbuat dari plastik atau karet. Letakkan sebuah handuk bengkel di atas parts ini ketika sistem di servis Lepaskan brake pads (hal. 17-9). Lepaskan mounting bolts dan brake caliper

BAUT PEMASANGAN

BRAKE CALIPER

SEALING WASHER

OIL BOLT

PEMASANGAN
Pasang front brake caliper pada kaki kiri garpu. Pasang mounting bolts baru dan kencangkan dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 30 N.m (3,1 kgf.m, 22 lbf.ft) Hubungkan brake hose pada brake caliper dengan oil bolt dan sealing washers baru. Kencangkan oil bolt dengan torsi yang ditentukan. PERHATIAN ! Kencangkan oil bolt dengan mendorong brake hose eyelet joint (ujung brake hose yang berbentuk cincin) terhadap stopper. TORSI: 34 N.m (3,5 kgf.m, 25 lbf.ft) Pasang brake pads (hal. 17-10). Isi minyak rem dan keluarkan udara palsu dari sistem hidraulik (hal. 17-8).

MOUNTING BOLTS

BRAKE CALIPER

SEALING WASHER

OIL BOLT

PIN BOOTS

PAD SPRING

PEMBONGKARAN
Lepaskan sebagai berikut: - Caliper bracket - Pin boots - Pad spring

CALIPER BODY

BRACKET

Letakkan sebuah handuk bengkel di atas piston. Tempatkan caliper body dengan piston menghadap ke bawah dan jalankan semprotan-semprotan kecil udara bertekanan pada lubang pemasukan minyak rem untuk mengeluarkan piston. PERHATIAN ! Jangan gunakan udara bertekanan tinggi atau membawa nozzle terlalu dekat dengan lubang pemasukan

17-16

SISTEM REM
Dorong dust seals dan piston seals ke dalam dan angkat mereka keluar. PERHATIAN ! Hati-hati agar XZ tidak merusak permukaan luncur piston Bersihkan alur - alur seal, caliper cylinder dan piston dengan minyak rem bersih PISTON SEAL

DUST SEAL

PERAKITAN
PAD SPRING

BRACKET PIN BOOT CALIPER PISTON BLEED VALVE 6 N.m (0,6 kgf.m, 4,4 lbf.ft)

BRAKE PADS CALIPER BODY DUST SEAL PAD PIN 18 N.m (1,8 kgf.m, 13 lbf.ft)

PISTON SEAL CALIPER BRACKET BRACKET PIN BOOT Lapisi piston seals baru dengan minyak rem DOT 3 atau DOT 4. Lapisi dust seals baru dengan gemuk silikon. Pasang piston baru dan dust seals ke dalam alur-alur seal pada caliper cylinder. Lapisi caliper pistons dengan minyak rem DOT 3 atau DOT 4. Pasang caliper pistons ke dalam caliper cylinder dengan sisi yang terbuka menghadap ke pad

CALIPER PISTONS

DUST SEALS

PISTON SEALS

17-17

SISTEM REM
Pasang pad spring ke dalam caliper body. Periksa bracket pin boots dan ganti baru jika mereka dalam kondisi memburuk atau rusak. Oleskan sedikitnya 0,4 g gemuk silikon ke bagian dalam dari pin boots, dan pasang mereka ke dalam caliper body. Pasang caliper bracket pada caliper PIN BOOTS PAD SPRING

CALIPER BODY

BRACKET

PEMERIKSAAN
Periksa caliper cylinder terhadap gerusan, goresan atau kerusakan. Ukur D.D. caliper cylinder. BATAS SERVIS: 25,460 mm Periksa caliper piston terhadap gerusan, goresan atau kerusakan. Ukur D.L. caliper piston. BATAS SERVIS: 25,31 mm

17-18

18. BATERAI / SISTEM/ SISTEM PENGISIAN BATERAI PENGISIAN


LOKASI SISTEM DIAGRAM SISTEM KETERANGAN SERVIS MENCARI PENYEBAB KESUKARAN BATERAI 18-1 18-1 18-2 18-3 18-5 PEMERIKSAAN SISTEM PENGISIAN PEMERIKSAAN SISTEM PENERANGAN PEMERIKSAAN ALTERNATOR REGULATOR/RECTIFIER 18-6 18-7 18-8 18-8

LOKASI SISTEM

DIMMER SWITCH

BATERAI

REGULATOR/RECTIFIER

ALTERNATOR

DIAGRAM SISTEM
SEKRING UTAMA 15A

DIMMER SWITCH

18

G
ALTERNATOR

Bu

BATERAI

REGULATOR/ RECTIFIER

Hi HEAD LIGHT

Lo

R : Red G : Green Y : Yellow W : White Bu : Blue

18-1

BATERAI / SISTEM PENGISIAN

KETERANGAN SERVIS
UMUM
PERHATIAN ! Baterai mengeluarkan gas eksplosif; jauhkan percikan api, api terbuka dan rokok. Sediakan ventilasi yang memadai ketika mengisi muatan listrik. Baterai mengandung asam sulfur (elektrolit). Kontak dengan kulit atau mata dapat menyebabkan luka bakar yang parah. Pakailah pakaian pelindung dan pelindung mata. - Jika kulit terkena elektrolit, bilaslah dengan air. - Jika elektrolit masuk ke dalam mata, bilaslah dengan air untuk sekurangnya 15 menit dan mintalah bantuan dokter dengan segera. Elektrolit beracun. - Jika tertelan, minumlah sejumlah besar air atau susu dan minta bantuan dokter dengan segera.

CATATAN:
Selalu matikan kunci kontak sebelum melepaskan sesuatu komponen listrik. Beberapa komponen listrik dapat rusak jika terminal-terminal atau connectors disambung atau dilepaskan sementara kunci kontak pada posisi ON dan ada arus listrik. Jika akan disimpan untuk waktu lama, lepaskan baterai, berikan muatan listrik penuh, dan simpan di tempat sejuk yang kering. Agar mendapatkan umur pemakaian maksimum, isilah baterai yang disimpan dengan muatan listrik secara periodik. Jika baterai tetap terpasang pada skuter yang disimpan, lepaskan kabel negatif baterai dari terminal baterai. Maintenance free battery (baterai bebas perawatan) harus diganti jika ia mencapai akhir dari umur pemakaiannya. Baterai dapat rusak jika pengisian berlebihan atau kekurangan pengisian, atau dibiarkan berkurang muatannya selama waktu lama. Keadaan-keadaan yang sama ini ikut memperpendek umur pemakaian dari baterai. Bahkan pada pemakaian normal, unjuk kerja baterai akan memburuk setelah 2-3 tahun. Voltase baterai dapat pulih kembali setelah pengisian muatan listrik, tetapi di bawah beban berat, voltase baterai akan turun dengan cepat dan akhirnya akan habis sama sekali. Oleh karenanya, seringkali sistem pengisian diduga sebagai penyebab persoalan. Pengisian berlebihan dari baterai seringkali adalah akibat dari persoalan pada baterai sendiri, yang dapat tampak sebagai gejala pengisian berlebihan. Jika salah satu sel baterai ada hubungan singkat dan voltase baterai tidak bertambah, regulator/rectier memasok voltase berlebihan kepada baterai. Di bawah keadaan ini, tinggi permukaan elektrolit akan turun dengan cepat. Sebelum mencari penyebab kesukaran pada sistem pengisian, periksalah terhadap penggunaan dan perawatan baterai yang benar. Periksa apakah baterai seringkali di bawah beban berat, seperti jika lampu besar dan lampu buritan MENYALA TERUS untuk waktu lama tanpa mengendarai skuter. Baterai akan kehilangan muatan dengan sendirinya jika skuter tidak dipakai. Oleh karena itu, isilah muatan listrik baterai secara periodik untuk mencegah terjadinya sulfasi. Ketika memeriksa sistem pengisian, selalu ikuti langkah-langkah pada diagram aliran mencari penyebab kesukaran (hal. 18-3). Untuk pengisian baterai, jangan melampaui arus pengisian dan waktu yang ditentukan pada baterai. Pemakaian arus atau waktu pengisian berlebihan dapat merusak baterai. Lihat halaman 13-3 untuk pelepasan alternator.

PEMERIKSAAN BATERAI
Lihat petunjuk di dalam Buku Pedoman Pemakaian dari battery tester yang direkomendasikan. Battery tester yang direkomendasikan meletakkan beban pada baterai sehingga kondisi beban baterai sebenarnya dapat diukur. Battery tester yang direkomendasikan BM-210 atau BATTERY MATE atau sejenisnya.

18-2

BATERAI / SISTEM PENGISIAN


SPESIFIKASI
BAGIAN Baterai Kapasitas Kebocoran arus Voltase Arus pengisian Alternator Kapasitas Tahanan kumparan pengisian Tahanan kumparan penerangan Voltase regulator/rectier yang diatur (Output penerangan) Terisi penuh Perlu diisi listrik kembali Normal Cepat SPESIFIKASI 12 V 3,5 Ah maksimum 0,5 mA Di atas 12,8 V Di bawah 12,3 V 0,4 A / 5 10 jam 3,0 A / 0,5 jam 0,140 kW / 5.000 menit-1 (rpm) 0,2 1,0 (20O C) 0,1 0,8 (20O C) 12,6 13,6 V / 5.000 menit-1 (rpm)

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


BATERAI RUSAK ATAU LEMAH
1. Test Baterai
Lepaskan baterai (hal. 18-5). Periksa kondisi baterai dengan menggunakan battery tester yang dianjurkan. BATTERY TESTER YANG DIREKOMENDASIKAN: BM-210 atau BATTERY MATE atau sejenisnya. Apakah baterai dalam kondisi baik? TIDAK - Baterai tidak bekerja dengan baik YA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 2

2. Test Kebocoran Arus Listrik


Pasang baterai (hal. 18-5). Periksa baterai terhadap kebocoran arus listrik (hal. 18-7). Apakah kebocoran arus listrik di bawah 0,5 mA? YA TIDAK LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 4 LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 3

3. Test Kebocoran Arus Listrik Tanpa Regulator/rectier


Apakah kebocoran arus di bawah 0,5 mA? YA TIDAK Regulator/rectier tidak bekerja dengan baik Ada hubungan singkat pada wire harness Kunci kontak tidak bekerja dengan baik

Lepaskan regulator/rectier connector dan periksa kembali kebocoran arus listrik.

4.

Periksa alternator charging coil (kumparan pengisian alternator) (hal. 18-9). Apakah tahanan alternator charging coil antara 0,2 1,0 (20O C)? YA TIDAK Regulator/rectier tidak bekerja dengan baik LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 5.

Pemeriksaan Alternator Charging Coil

5. Pemeriksaan Voltase Pengisian


Hidupkan mesin. Ukur voltase pengisian (hal. 18-6).

Ukur dan catat voltase baterai dengan menggunakan digital multimeter (hal. 18-6).

Bandingkan hasil pengukuran terhadap hasil perhitungan berikut. STANDARD: Voltase baterai yang diukur < Voltase pengisian yg diukur < 15,5 V

18-3

BATERAI / SISTEM PENGISIAN


Apakah voltase pengisian yang diukur sesuai dengan voltase standard? YA TIDAK Baterai tidak bekerja dengan baik LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 6

6. Pemeriksaan Sistem Regulator/rectier

Periksa voltase dan tahanan pada regulator/rectier connectors (hal. 18-9). Apakah hasil dari voltase dan tahanan yang diperiksa benar? YA TIDAK Regulator/rectier tidak bekerja dengan baik Rangkaian terbuka pada kawat yang berhubungan Kontak longgar atau lemah dari terminal yang berhubungan Hubungan singkat pada wire harness

LAMPU BESAR TIDAK MENYALA ATAU LEMAH


1. Pemeriksaan Standard
Periksa sebagai berikut: - Kondisi baterai - Bola lampu yang putus terbakar atau bola lampu bukan dari watt yang ditentukan - Sekering putus - Konnektor longgar - Sakelar dimmer Apakah bagian-bagian diatas dalam kondisi baik? TIDAK YA Ganti atau perbaiki part yang tidak berfungsi dengan baik LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 2.

2. Pemeriksaan 1 Output Voltase Penerangan Yang Diatur


Ukur voltase penerangan dengan headlight connector tersambung (hal. 18-8). VOLTASE YANG DIATUR: 12,6 13,6 V/5,000 menit-1 (rpm) Apakah voltase di antara 12,6 13,6 V / 5,000 menit-1 (rpm)? YA TIDAK Kontak longgar atau lemah dari headlight connector LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 3.

3. Pemeriksaan 2 Output Voltase Penerangan Yang Diatur


Ukur voltase penerangan dengan regulator/rectier 4P connector tersambung (hal. 18-7). VOLTASE YANG DIATUR: 12,6 13,6 V / 5.000 menit-1 (rpm) Apakah voltase diantara 12,6 13,6 V / 5.000 menit-1 (rpm) ? YA TIDAK Rangkaian didalam wire harness terbuka atau ada hubungan singkat antara lampu besar dan Regulator/rectier. LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 4.

4. Pemeriksaan Kumparan Penerangan


Ukur tahanan kumparan penerangan pada connector sisi alternator dan massa (hal. 18-8). STANDARD: 0,1 0,8 (20O C). Apakah tahanan kumparan penerangan antara 0,1 0,8 (20O C)? TIDAK YA Kumparan penerangan tidak bekerja dengan baik LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 5.

5. Pemeriksaan Sistem Regulator/rectier


Periksa voltase dan tahanan pada regulator/rectier connector (hal. 18-9). Apakah pengukuran-pengukuran benar? YA TIDAK Regulator/rectier tidak bekerja dengan baik Rangkaian terbuka pada kawat yang bersangkutan Kontak longgar atau lemah pada terminal ang bersangkutan Ada hubungan singkat pada wire harness

18-4

BATERAI / SISTEM PENGISIAN

BATERAI
PERHATIAN !

PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan front top cover (hal. 3-4). Selalu putar kunci kontak ke OFF sebelum melepaskan baterai Lepaskan kedua baut dan stay. Lepaskan baut dan lepaskan kabel negatif ( - ) Lepaskan baut dan lepaskan kabel positif ( + ) Lepaskan baterai. Pasang baterai dalam urutan terbalik dari pelepasan. PERHATIAN ! Hubungkan terminal positif dulu kemudian baru terminal negatif Setelah memasang baterai, lapisi terminal dengan gemuk bersih. Pasang kembali parts yang dilepaskan.

BATERAI

BAUT/KABEL POSITIF (+)

BAUTBAUT

BAUT/KABEL NEGATIF (-)

STAY

PEMERIKSAAN VOLTASE
Ukur voltase baterai dengan menggunakan digital multimeter yang dapat dibeli di pasaran. VOLTASE (20OC). Bermuatan listrik penuh: Diatas 12,8 V Muatan listrik kurang: Di bawah 12,3 V

PENGISIAN MUATAN LISTRIK BATERAI


Lepaskan baterai (lihat di atas). Hubungkan kabel positif (+) charger ke kabel positif (+) baterai. Hubungkan kabel negatif (-) charger ke kabel negatif (-) baterai. PERHATIAN ! Hidupkan / matikan arus listrik pada charger, bukan pada terminal baterai. Pengisian muatan listrik dengan cepat hanya boleh dilakukan dalam keadaan darurat; lebih baik dilakukan pengisian dengan pelahan-lahan. Untuk pengisian muatan listrik baterai, jangan melampaui arus dan waktu pengisian yang tertera pada baterai. Penggunaan arus berlebihan memperpanjang wak tu pengisian dapat merusak baterai. ARUS/WAKTU PENGISIAN: Normal : 0,4 A / 5 10 jam Cepat : 3,0 A / 0,5 jam

18-5

BATERAI / SISTEM PENGISIAN


PEMERIKSAAN SISTEM PENGISIAN
TEST KEBOCORAN ARUS LISTRIK Lepaskan front top cover (hal. 3-4). Putar kunci kontak ke OFF dan lepaskan kabel negatif ( - ) dari baterai. Hubungkan jarum pemeriksaan ( + ) amperemeter ke kabel negatif ( - ) dan jarum pemeriksaan ( - ) amperemeter ke terminal ( - ) baterai. Dengan kunci kontak diputar pada OFF, periksalah terhadap kebocoran arus listrik. CATATAN: Ketika mengukur arus listrik dengan sebuah tester, pu tar ke daerah jangkauan tinggi, kemudian turunkan daerah jangkauan ke tingkat yang sesuai. Aliran arus listrik yang lebih tinggi daripada daerah jangkauan yang telah dipilih dapat memutuskan sekering di dalam tester. Sewaktu mengukur arus listrik, jangan putar kunci kontak ke ON. Lonjakan arus listrik yang tiba-tiba dapat memutuskan sekering di dalam tester. KEBOCORAN ARUS LISTRIK YANG DIPERBOLEHKAN: maksimum 0,5 mA Jika kebocoran arus listrik melampaui harga yang diperbolehkan, ada kemungkinan terjadinya hubungan singkat di dalam rangkaian. Carilah tempat hubungan singkat dengan melepaskan hubunganhubungan satu per satu dan mengukur arus listrik. KABEL (-) JARUM PEMERIKSAAN (-) JARUM PEMERIKSAAN (+)

PEMERIKSAAN VOLTASE PENGISIAN


Pastikan bahwa baterai dalam kondisi baik sebelum menjalankan test ini. Panaskan mesin ke suhu operasi normal. Matikan mesin. Lepaskan front top cover (hal. 3-4) dan hubungkan multimeter seperti diperlihatkan. Untuk menghindari terjadinya hubungan singkat, ketahuilah benar-benar manakah terminal atau kabel positif dan negatif. PERHATIAN ! Jangan melepaskan baterai atau sebuah kabel pada sistem pengisian tanpa sebelumnya memutar kunci kontak ke posisi OFF. Kegagalan untuk melalkukan tindakan pencegahan ini dapat merusak tester atau komponen listriknya. Hubungkan sebuah tachometer. Hidupkan mesin dan nyalakan lampu besar pada sinar lampu jauh. Ukur voltase pada multimeter ketika mesin berputar pada 5.000 menit-1 (rpm). STANDARD: Voltase baterai yang diukur (hal. 18-6) < voltase pengisian yang diukur (lihat atas) < 15,5 V pada 5.000 menit-1 (rpm).

18-6

BATERAI / SISTEM PENGISIAN


PEMERIKSAAN SISTEM PENERANGAN
Panaskan mesin ke suhu operasi normal. Matikan mesin. Lepaskan front top cover (hal. 3-4). PERHATIAN ! Ukur voltase dengan headlight connector tersambung. Hubungkan jarum pemeriksaan positif ( + ) voltmeter ke terminal Biru lampu besar, dan jarum pemeriksaan negatif ( - ) ke terminal kawat Hijau dari regulator/rectier 4P connector. Hidupkan mesin dan nyalakan sinar lampu jauh. Ukur voltase pada voltmeter sewaktu mesin berputar pada 5.000 menit-1 (rpm). VOLTASE YANG DIATUR: 12,6 13,6 V pada 5.000 menit-1 (rpm).

HEADLIGHT 3P CONNECTOR

HEADLIGHT 3P CONNECTOR

REGULATOR/ RECTIFIER

SAKELAR DIMMER

Jika voltase tidak normal, periksa sebagai berikut: Lepaskan front cover (hal. 3-4). Hubungkan jarum pemeriksaan ( + ) multimeter ke kawat terminal Kuning dan jarum pemeriksaan ( - ) ke kawat terminal Hijau dari regulator/rectier 4P connector. PERHATIAN ! Ukur voltase dengan regulator/rectier connecter tersambung. Hidupkan mesin kemudian pilih sinar lampu jauh. Ukur voltase pada voltmeter sewaktu mesin berputar pada 5.000 menit-1 (rpm). VOLTASE YANG DIATUR: 12,6 13,6 V pada 5.000 menit-1 (rpm). Jika voltase tidak normal, periksalah regulator/rectier (hal. 18-10).

4P CONNECTOR

REGULATOR/RECTIFIER 4P CONNECTOR

SAKELAR DIMMER

18-7

BATERAI / SISTEM PENGISIAN


PEMERIKSAAN ALTERNATOR Lepaskan front center body cover (hal. 3-4). Lepaskan alternator 2P connector. Periksa tahanan antara terminal-terminal berikut. STANDARD: Kumparan pengisian (Putih massa): 0,2 1,0 (pada 20OC) Kumparan penerangan (Kuning massa): 0,1 0,8 (pada 20OC) Ganti alternator stator jika pembacaan : yang diukur jauh melampaui standard. Lihat hal. 13-4 untuk pelepasan stator. ALTERNATOR 2P CONNECTOR

KUMPARAN PENGISIAN

KUMPARAN PENERANGAN

REGULATOR/RECTIFIER
PELEPASAN/PEMASANGAN Lepaskan front cover (hal. 3-4). Putar kunci kontak ke OFF. Lepaskan regulator/rectier 4P connector. Lepaskan baut dan regulator/rectier. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

REGULATOR/ RECTIFIER

BAUT

4P CONNECTOR

18-8

BATERAI / SISTEM PENGISIAN SISTEM PENGECEKAN


Lepaskan front cover (hal. 3-4). Lepaskan regulator/rectier 4P connector, dan periksa terhadap kontak longgar atau terminal yang berkarat. Jika pembacaan voltase pengisian baterai (hal. 18-6) di luar spesikasi, periksa terminal connector (sisi wire harness) sebagai berikut:

Bagian Saluran pengisian baterai Saluran kumparan pengisian Saluran massa

Terminal Merah (+) dan massa ( - ) Putih dan massa Hijau dan massa

Spesikasi Harus ada voltase baterai 0,2 1,0 (pada 20OC) Harus ada kontinuitas

REGULATOR/RECTIFIER 4P CONNECTOR

Jika semua komponen dari sistem pengisian adalah normal dan tidak ada sambungan longgar, gantilah regulator rectier unit. Jika pembacaan voltase penerangan (hal. 18-7) adalah di luar spesikasi, lepaskan connector 6P lampu kombinasi belakang (hal. 3-9), kemudian periksa terminal connector (sisi wire harness) sebagai berikut: Bagian Saluran kumparan penerangan Saluran massa Terminal Kuning dan massa Hijau dan massa Spesikasi 0,1 0,8 (pada 20OC) Harus ada kontinuitas

Jika semua komponen dari sistem adalah normal dan tidak ada sambungan longgar pada regulator/rectier connectors, gantilah regulator/rectier unit.

18-9

19. SISTEM PENGAPIAN SISTEM PENGAPIAN


LOKASI SISTEM DIAGRAM SISTEM KETERANGAN SERVIS MENCARI PENYEBAB KESUKARAN 19-1 19-1 19-2 19-3 PEMERIKSAAN SISTEM PENGAPIAN IGNITION COIL IGNITION CONTROL MODULE (ICM) WAKTU PENGAPIAN 19-4 19-7 19-7 19-8

LOKASI SISTEM
IGNITION COIL KUNCI KONTAK IGNITION CONTROL MODULE (ICM)

SEKERING UTAMA 15 A

BUSI SIDE STAND SWITCH IGNITION PULSE GENERATOR

DIAGRAM SISTEM
SEKERING UTAMA 15 A R KUNCI KONTAK BI/Y

G R

G/W R/BI

Bu/Y

Y : Yellow R : Red Bu : Blue G : Green BI : Black W : White


BUSI

19

G GND

BATERAI
TURUN NAIK

IGNITION CONTROL MODULE (ICM) IGNITION PULSE GENERATOR IGNITION COIL

19-1

SISTEM PENGAPIAN

KETERANGAN SERVIS
UMUM
Beberapa komponen listrik mungkin dapat rusak jika terminal atau connectors disambungkan atau dilepaskan sementara kunci kontak pada posisi ON dan ada aliran listrik. Sewaktu menservis sistem pengapian, selalu ikuti langkah-langkah pada urutan pencarian penyebab kesukaran pada halaman 19-3. Waktu pengapian tidak dapat disetel oleh karena Ignition Control Module (ICM) telah disetel awal oleh pabrik. Ignition Control Module (ICM) dapat rusak jika dijatuhkan. Juga, jika connector dilepaskan sewaktu arus listrik mengalir, voltase berlebihan dapat merusak module. Selalu putar kunci kontak ke OFF sebelum melakukan pekerjaan servis. Sistem pengapian yang tidak bekerja dengan baik seringkali berhubungan dengan sambungan connector yang buruk atau berkarat. Periksalah sambungan - sambungan ini sebelum melanjutkan. Pastikan bahwa baterai dalam kondisi muatan penuh. Menjalankan starter motor dengan baterai lemah menghasilkan putaran mesin lebih rendah maupun tidak adanya percikan bunga api pada busi. Pakailah busi dengan derajat panas yang benar. Pemakaian busi dengan jangkauan derajat panas yang tidak benar dapat merusak mesin. Untuk pemeriksaan kunci kontak, lihat halaman 21-14. Untuk pelepasan/pemasangan ignition pulse generator lihat halaman 13-3. Untuk pemeriksaan side stand switch, lihat hal. 21-13. SPESIFIKASI BAGIAN Busi Standard Jarak renggang busi Voltase puncak ignition coil Voltase puncak ignition pulse generator Ignition timing (pengaturan waktu pengapian)
O

SPESIFIKASI CR7EH-9 (NGK), U22FER9 (DENSO) 0,80 0,90 mm minimum 100 V minimum 0,7 V 14 sebelum TMA pada putaran stasioner

TOOL
Imrie diagnostic tester (model 625) atau Peak voltage adapter 07HGJ-0020100

Dengan digital multimeter (impedansi minimum 10 M/DCV)

19-2

SISTEM PENGAPIAN

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


Periksa hal-hal sebagai berikut sebelum mendiagnose sistem. - Busi yang tidak bekerja dengan baik - Topi busi atau kabel busi longgar - Air masuk ke dalam topi busi (Ada kebocoran voltase sekunder kumparan pengapian)

Tidak ada percikan bunga api pada busi Kejadian luar biasa
Voltase primer ignition coil Voltase puncak rendah 1. 2. 3.

Kemungkinan penyebab (periksa menurut urutan angka)


Impedansi multimeter terlalu rendah; di bawah 10 M/DCV. Putaran start mesin terlalu rendah (Baterai lemah atau gaya dorong pada kickstarter lemah) Waktu pengambilan contoh tester dan pulsa yang diukur tidak sinkron (Sistem adalah normal bila voltase yang diukur adalah sekurangnya sekali diatas voltase standard.) Connectors tersambung dengan buruk atau ada rangkaian terbuka pada sistem pengapian. Ignition coil tidak bekerja dengan baik. Ignition control module (ICM) tidak bekerja dengan baik (dalam hal di mana No. 1-5 di atas adalah normal). Sambungan peak voltage adapter tidak benar. Kunci kontak tidak bekerja dengan baik. ICM connectors longgar atau buruk sambungannya. Rangkaian terbuka atau sambungan buruk pada kawat Merah/Hitam dari ICM. Rangkaian terbuka atau sambungan buruk pada kawat Hijau dari ICM. Rangkaian terbuka pada kawat Hijau/Putih atau kawat Hijau dari side stand Side stand switch tidak bekerja dengan baik. Peak voltage adapter (hal. 19-4) tidak bekerja dengan baik. Ignition pulse generator tidak bekerja dengan baik (Ukur voltase puncak). ICM tidak bekerja dengan baik (dalam hal bila No. 1-9 di atas adalah normal). Busi tidak bekerja dengan baik atau ada kebocoran pada arus sekunder ignition coil. Ignition coil tidak bekerja dengan baik.

4. 5. 6. Tidak ada voltase puncak 1. 2. 3. 4. 5. 6. switch. 7. 8. 9. 10. Voltase puncak normal, tetapi tidak ada percikan bunga api pada busi Voltase puncak rendah 1. 2.

Ignition pulse generator

1. 2. 3.

Impedansi multimeter terlalu rendah. Putaran start mesin terlalu rendah (Gaya dorong pada kickstarter lemah). Waktu pengambilan contoh dari tester dan pulsa yang diukur tidak sinkron (Sistem adalah normal bila voltase yang diukur adalah sekurangnya sekali di atas voltase standard.) Ignition pulse generator tidak bekerja dengan baik (dalam hal bila No. 1-3 di atas adalah normal). Peak voltage adapter tidak bekerja dengan baik (hal. 19-4). Ignition pulse generator tidak bekerja dengan baik.

4. Tidak ada voltase puncak

1. 2.

19-3

SISTEM PENGAPIAN
PEMERIKSAAN SISTEM PENGAPIAN
Jika tidak ada percikan bunga api pada busi, periksa semua sambungan terhadap kontak longgar atau buruk sebelum mengukur voltase puncak. Pakailah sebuah digital multimeter (impedansi minimum 10 M/DCV) yang dapat dibeli di pasaran. Nilai yang ditayangkan berbeda tergantung pada impedansi internal dari multimeter. Jika Imrie diagnostic tester (model 625) yang dipakai, ikuti petunjuk pembuatnya. Hubungkan peak voltage adapter kepada digital multimeter, atau pakailah peak voltage tester. TOOL: Imrie diagnostic tester (model 625) atau Peak voltage adaptor 07HGJ-0020100 dengan digital multimeter (impedansi minimum 10 M/DCV) yang tersedia di pasaran. DIGITAL MULTIMETER

PEAK VOLTAGE ADAPTOR

PEMERIKSAAN PEAK VOLTAGE ADAPTOR


Ketika mengetes tegangan tinggi pada sisi sekunder ignition coil dengan menggunakan peak voltage adaptor, diode di sebelah dalam dapat rusak. Oleh karena sebuah adaptor yang rusak akan mengakibatkan pembacaan voltase puncak yang tidak benar, selalu pertimbangkan kemungkinan adaptor yang rusak jika pembacaan voltase semuanya tidak normal. Diode adaptor dapat diperiksa dengan mudah denganprosedur sebagai berikut. Oleh karena itu, pastikan untuk memeriksa adaptor sebelum mengganti parts yang memperlihatkan nilai pengetesan tidak normal. PERHATIAN ! Jika Anda menyentuh jack adaptor segera setelah melepaskan adaptor. Anda mungkin mendapatkan kejutan listrik.Pastikan untuk melepaskan adaptor setelah membiarkan voltase turun cukup banyak. Pasang multimeter pada daerah jangkauan voltase AC dan ukur voltase saluran lokal. Kemudian hubungkan peak voltage adaptor ke multimeter, ukur voltase AC yang sama dengan daerah jangkauan voltase DC dan bandingkan dengan voltase AC yang diukur sebelumnya. Adaptor adalah normal jika voltase DC yang diukur melalui adaptor adalah 1,4 kali voltase AC (sekitar 300V). Adaptor adalah rusak jika voltase DC yang diukur melalui adaptor adalah 0 V. PEAK VOLTAGE ADAPTOR

19-4

SISTEM PENGAPIAN
VOLTASE PRIMER IGNITION COIL
Periksa semua sambungan sistem sebelum pemeriksaan. Jika sistem terlepas, voltase puncak yang di ukur mungkin tidak benar. Periksa kompressi cylinder dan periksa bahwa busi telah dipasang dengan benar. Letakkan skuter dengan standard tengah pada permukaan mendatar. Lepaskan body cover (hal. 3-9). Lepaskan topi busi dari busi. Hubungkan busi yang diketahui dalam keadaan baik kepada topi busi dan hubungkan busi ke massa pada cylinder seperti pada test percikan api. BUSI YANG DIKETAHUI DALAM KEADAAN BAIK

Dengan kawat primer ignition coil tersambung, hubungkan peak voltage adaptor atau jarum pemeriksaan tester kepada terminal kawat primer ignition coil dan massa. TOOL: Imrie diagnostic tester (model 625) atau Peak voltage adaptor 07HGJ-0020100 dengan digital multimeter (impedansi minimum 10 M/DCV) yang tersedia di pasaran. HUBUNGAN: Hitam/Kuning ( - ) Massa badan ( + ) Tarik standard samping ke atas. Putar kunci kontak ke ON kemudian tekan handel rem sepenuhnya. PERHATIAN ! Jangan menyentuh jarum pemeriksaan tester untuk menghindari kejutan listrik. Putar mesin dengan starter motor dan ukur voltase puncak primer ignition coil. VOLTASE PUNCAK: minimum 100 V. Jika voltase puncak tidak normal, periksa masing bagian mengikuti tabel pencarian penyebab kesukaran (halaman 19-3). Hubungkan topi busi kepada busi. Pasang body cover (hal. 3-9).

TERMINAL KAWAT PRIMER IGNITION COIL (Bl/Y)

JARUM (-)

IGNITION COIL

B/Y

KE ICM

BUSI YANG DIKETAHUI DALAM KEADAAN BAIK JARUM (+)

19-5

SISTEM PENGAPIAN
VOLTASE PUNCAK IGNITION PULSE GENERATOR
Periksa kompressi cylinder dan pastikan bahwa busi terpasang dengan benar. Periksa semua sambungan sistem sebelum pemerik saan. Jika sistem terlepas, kemungkinan voltase pun cak yang salah yang terukur. Putar kunci kontak ke OFF. Lepaskan front center body cover (hal. 3-8). Lepaskan ICM 18P connector. Hubungkan peak voltage adaptor atau jarum tester kepada ICM 18P connector. TOOL: Imrie diagnostic tester (model 625) atau Peak voltage adaptor 07HGJ-0020100 dengan digital multimeter (impedansi minimum 10 M/DCV) yang dapat dibeli di pasaran. HUBUNGAN: Biru/Kuning ( + ) Massa badan ( - ) Putar kunci kontak ke ON dan tarik handel rem sepenuhnya. Putar mesin dengan kickstarter dan ukur voltase puncak ignition pulse generator. VOLTASE PUNCAK: minimum 0,7 V Jika voltase puncak yang diukur pada ICM connector tidak normal, ukurlah voltase puncak pada pulse generator connector PERHATIAN ! Jangan menyentuh jarum terkena kejutan tester agar tidak listrik. Hubungkan peak voltage tester atau jarum adaptor ke terminal connector kawat dari sisi ignition pulse generator. Dengan cara sama seperti pada ICM connector, ukurlah voltase puncak dan bandingkan dengan voltase yang diukur pada ICM connector. Jika voltase puncak yang diukur pada ICM adalah tidak normal dan yang diukur pada ignition pulse generator adalah normal, wire harness mempunyai rangkaian terbuka atau hubungan singkat, atau hubungan longgar. Jika kedua voltase puncak yang diukur adalah tidak normal, periksa masing - masing bagian pada peta pencarian penyebab kesukaran (hal. 19-3). Jika semua bagian adalah normal, ignition pulse generator tidak bekerja dengan baik. Lihat langkah-langkah berikut untuk penggantian ignition pulse generator (hal. 13-3). Pasang parts yang dilepaskan dalam urutan terbalik dari pelepasan. IGNITION PULSE GENERATOR CONNECTOR KAWAT IGNITION PULSE GENERATOR IGNITION PULSE GENERATOR ICM 18P CONNECTOR ICM 18P CONNECTOR

CONNECTOR KAWAT

19-6

SISTEM PENGAPIAN

IGNITION COIL (COIL PENGAPIAN)


PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan body cover (hal. 3-9). Lepaskan connectors kawat primer ignition coil. Lepaskan topi busi dan lepaskan klem-klem kabel busi dari rangka dan radiator cover. Lepaskan kedua baut pemasangan dan ignition coil. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. PERHATIAN ! Tempatkan wire harness dengan benar (hal. 1-16).

CONNECTORS

IGNITION COIL

BAUT-BAUT

KLEM-KLEM/KABEL BUSI

IGNITION CONTROL MODULE


(ICM)PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan body cover (hal. 3-9). Putar kunci kontak ke OFF. Lepaskan ICM 18P connector, fuel level sensor 3P connector dan connectors kawat primer ignition coil. Tarik keluar kawat ignition coil, kawat fuel level sensor dan overow hose dari pemegang karet. Lepaskan kedua baut dan reserve tank. Lepaskan ICM dan pemegang karet. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. PERHATIAN ! Tempatkan hose dan wire harness dengan benar (hal. 116).

KABEL FUEL LEVEL SENSOR

OVERFLOW HOSE ICM 18P CONNECTOR

KABEL PROMER BAUT-BAUT RESERVE TANK IGNITION COIL

19-7

SISTEM PENGAPIAN PEMERIKSAAN SALURAN DAYA/MASSA


Lepaskan front center body cover (hal. 3-8).

SALURAN DAYA
Lepaskan ICM 18P connector. Putar kunci kontak ke ON. Ukur voltase baterai antara ICM 18P connector pada sisi wire harness dan massa. SAMBUNGAN: Merah/Hitam ( + ) massa badan ( - ) Harus ada voltase baterai dengan kunci kontak pada ON. Jika tidak ada voltase dengan kunci kontak pada ON, periksalah sebagai berikut: : - Wire harness dari baterai antara ICM - Kunci kontak - Sekering SALURAN DAYA ICM 18P CONNECTOR SALURAN MASSA ICM 18P CONNECTOR

SALURAN MASSA
Putar kunci kontak ke OFF. Lepaskan ICM 18P connector. Periksa terhadap kontinuitas antara ICM 18P connector dari sisi wire harness dan massa. SAMBUNGAN: Hijau Massa badan Harus ada kontinuitas pada setiap waktu. Jika tidak ada kontinuitas, periksa rangkaian terbuka pada kawat hijau. SEKERING 15 A

KUNCI KONTAK

WAKTU PENGAPIAN
Waktu pengapian telah disetel awal di pabrik dan hanya perlu diperiksa bila sebuah componen sistem listrik telah diganti. PERHATIAN ! Bacalah petunjuk untuk pemakaian timing light. Hubungkan timing light kepada kabel busi. Putar kunci kontak ke ON. Hidupkan mesin dan biarkan berputar stasioner. Waktu pengapian adalah tepat jika tanda penunjuk pada crankcase kanan bertepatan dengan tanda F pada ywheel seperti diperlihatkan. Jika waktu pengapian tidak sesuai, periksalah ignition pulse generator (hal. 19-6). TANDA PENUNJUK TANDA F

19-8

20. STARTER LISTRIK STARTER LISTIK


LOKASI SISTEM DIAGRAM SISTEM KETERANGAN SERVIS 20-1 20-1 20-2 MENCARI PENYEBAB KESUKARAN STARTER MOTOR STARTER RELAY 20-3 20-5 20-9

LOKASI SISTEM
SAKELAR LAMPU REM BELAKANG IGNITION CONTROL MODULE (ICM) SAKLAR LAMPU REM DEPAN

SAKLAR LAMPU STARTER SWITCH KUNCI KONTAK STARTER RELAY

SEKERING TAMBAHAN 10A SEKERING UTAMA 15A STARTER MOTOR SIDE STAND SWITCH

DIAGRAM SISTEM

20

20-1

STARTER LISTRIK

KETERANGAN SERVIS
UMUM
Selalu putar kunci kontak ke OFF sebelum menservis starter motor. Motor dapat hidup dengan tiba-tiba, menyebab kan luka-luka parah. Sebuah baterai yang lemah mungkin tidak dapat memutar starter motor dengan cukup cepat, atau tidak dapat memasok arus pengapian yang cukup. Starter motor dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka. Sewaktu memeriksa sistem starter, selalu ikuti langkah-langkah pada daftar pencarian penyebab kesukaran (hal. 20-3). Jika arus listrik dibiarkan mengalir melalui starter motor untuk memutarnya sementara mesin tidak berputar, maka starter motor dapat rusak. Bacalah keterangan tentang komponen berikut: Starter pinion (hal. 11-12) Kunci kontak (hal. 21-14) Starter switch(hal. 21-15) Sakelar lampu rem (hal. 21-16) Side stand switch (hal. 21-12)

SPESIFIKASI BAGIAN Panjang sikat starter motor STANDARD 7,0

Satuan: mm BATAS SERVIS 3,5

TORSI PENGENCANGAN Starter motor case screw 2 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft)

20-2

STARTER LISTIK

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


Starter motor tidak berputar
1. Pemeriksaan standard
Periksa terhadap yang berikut: - Kondisi baterai - Sekering putus terbakar Apakah bagian-bagian diatas dalam keadaan baik? TIDAK YA Ganti atau perbaiki parts yang tidak bekerja dengan baik LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 2

2. Cara kerja Starter Relay


Putar kunci kontak ke ON. Naikkan standard samping ke atas. Tarik handel rem sepenuhnya dan tekan tombol starter. Harus terdengar suara KLIK dari relay ketika tombol starter ditekan. Apakah suara KLIK terdengar? YA TIDAK LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 3. LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 5.

3. Pemeriksaan Starter Motor


Putar kunci kontak ke OFF. Hubungkan voltase baterai langsung ke starter motor dan periksa cara kerjanya. Apakah starter motor berputar? YA TIDAK LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 4. Periksa starter motor (hal. 20-7).

4. Pemeriksaan Kontinuitas Starter Relay


Periksa starter relay terhadap kontinuitas (hal. 20-10). Apakah ada kontinuitas? YA Kabel starter motor longgar atau tersambung dengan buruk. Rangkaian terbuka pada kabel massa starter motor (Hijau) dan terminal negatif baterai. Rangkaian terbuka atau hubungan pendek pada kawat Merah antara starter relay dan baterai. Rangkaian terbuka atau hubungan pendek pada kawat Merah/Putih antara starter relay dan starter. Starter relay tidak bekerja dengan baik.

TIDAK

5. Pemeriksaan Rangkaian Kumparan Starter Relay


Lepaskan ICM 18P connector. Putar kunci kontak ke ON. Ukur voltase baterai antara ICM connector dari sisi wire harness dan massa. SAMBUNGAN: Kuning/Merah ( + ) Massa ( - ) Apakah ada voltase baterai? TIDAK Connector longgar atau tersambung dengan buruk Rangkaian terbuka atau ada hubungan singkat pada kabel baterai antara baterai dan kunci kontak Rangkaian terbuka atau ada hubungan singkat pada kawat Merah/Hitam starter relay antara kunci kontak dan starter relay Rangkaian terbuka atau ada hubungan singkat pada kawat Kuning/Merah starter relay antara ICM dan starter relay Kunci kontak tidak bekerja dengan baik (hal. 21-14) LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 6

YA

20-3

STARTER LISTRIK
6. Pemeriksaan Rangkaian Sakelar Lampu Rem/Tombol Starter
Putar kunci kontak ke ON. Tarik handel rem sepenuhnya dan tekan tombol starter. Ukur voltase baterai antara ICM connector dari sisi wire harness dan massa. HUBUNGAN: Kuning/Hijau ( + ) Massa ( - ) Apakah ada voltase baterai? TIDAK Connector longgar atau tersambung dengan buruk Sakelar lampu rem tidak bekerja dengan baik. Rangkaian terbuka atau ada hubungan singkat pada kawat Hitam antara sekering tambahan dan sakelar lampu rem. Rangkaian terbuka atau ada hubungan singkat pada kawat Hijau / Kuning antara sakelar lampu rem dan tombol starter. Tombol starter tidak bekerja dengan baik. Rangkaian terbuka atau ada hubungan singkat pada kawat Kuning / Hijau antara ICM dan tombol starter. LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 7.

YA

7. Pemeriksaan Side Stand Switch


Periksa side stand switch (hal. 21-13). Apakah side stand switch dalam kondisi baik? TIDAK YA Rangkaian terbuka pada kawat side stand switch Side stand switch tidak bekerja dengan baik Rangkaian terbuka atau ada hubungan singkat pada kawat Merah/Hitam ICM Rangkaian terbuka pada kawat Hijau ICM ICM tidak bekerja dengan baik

Starter motor memutar mesin dengan pelan Voltase baterai rendah. Kabel terminal baterai tersambung dengan buruk. Kabel starter motor tersambung dengan buruk. Starter motor tidak bekerja dengan baik. Kabel massa baterai tersambung dengan buruk. Starter motor berputar, tetapi mesin tidak berputar Starter motor berputar terbalik. - Case telah dirakit dengan tidak benar. - Terminal-terminal tersambung dengan tidak benar. Starter pinion tidak tersambung dengan benar. Ada suara KLIK pada starter relay, tetapi mesin tidak berputar Crankshaft tidak berputar akibat persoalan pada mesin. Starter pinion tidak bekerja dengan baik.

20-4

STARTER LISTIK

STARTER MOTOR
PELEPASAN
Lepaskan air cleaner housing (hal. 6-4). Tarik lepas dust cover. Lepaskan sekrup dan kabel starter motor dari starter motor. Lepaskan baut-baut pemasangan, kabel massa dan starter motor. Lepaskan sekrup starter motor case dan kabel massa. Lepaskan O-ring dari starter motor.

SEKRUP/KABEL STARTER MOTOR

BAUT-BAUT/ KABEL MASSA

SEKRUP CASE KABEL MASSA

O-RING

STARTER MOTOR

PEMASANGAN
Lapisi sebuah O-ring baru dengan oli mesin dan pasang ke dalam alur starter motor.

O-RING

STARTER MOTOR Tempatkan kabel massa dan kencangkan sekrup starter motor case dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 2 N.m (0,2 kgf.m, 1,5lbf.ft) Pasang starter motor pada mesin. Tempatkan kabel massa dan kencangkan baut-baut pemasangan starter. PERHATIAN ! Tempatkan kabel starter motor dan kabel massa hal. 1-16) Pasang kabel starter motor dan kencangkan sekrup. Kembalikan dust cover pada posisinya semula dengan benar Pasang air cleaner housing (hal. 6-5). SEKRUP CASE/ KABEL MASSA

SEKRUP/KABEL BAUT-BAUT/KABEL MASSA STARTER MOTOR

20-5

STARTER LISTRIK
PEMBONGKARAN
Lepaskan sekrup-sekrup dan starter motor case. Lepaskan sebagai berikut: - Armature - Bracket - Springs - Gasket

MOTOR CASE

ARMATURE

SPRING

SEKRUP

GASKET

BRACKET

PERAKITAN
Pasang springs (pegas-pegas) dalam brush holders.

BRUSH HOLDERS

20-6

STARTER LISTIK
Pasang armature ke dalam bracket sementara menahan brushes.

Pasang sebuah gasket baru pada bracket. Pasang bracket dan armature pada motor case sementara memegang poros armature pada sisi bracket dengan erat. PERHATIAN ! Kumparan kemungkinan akan rusak jika magnit menarik armature terhadap case.

BRACKET

MOTOR CASE

GASKET

ARMATURE

Pasang sekrup-sekrup motor case dan kencangkan dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 2 N.m (0,2 kgf.m, 1,5 lbf.ft)

SEKRUP-SEKRUP

PEMERIKSAAN
BRUSH (SIKAT)
Periksa brushes terhadap kerusakan dan ukur panjang brush. BATAS SERVIS: 3,5 mm

20-7

STARTER LISTRIK
Periksa commutator bars dari armature terhadap peru bahan warna. Bars ( lempengan ) yang berubah warna secara ber pasangan menunjukkan kumparan yang ada hubungan singkat. PERHATIAN ! Jangan memakai kertas amplas pada commutator. COMMUTATOR BARS

COMMUTATOR

Periksa terhadap kontinuitas antara masing-masing pasangan commutator bars. Harus ada kontinuitas.

Periksa terhadap kontinuitas antara masing-masing commutator bar dan poros armature. Tidak boleh ada kontinuitas.

20-8

STARTER LISTIK

STARTER RELAY
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan front top cover (hal. 3-4). Lepaskan starter relay dari battery holder stay. Lepaskan starter relay 5P connector. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

STARTER RELAY

5P CONNECTOR

PEMERIKSAAN CARA KERJA


Lepaskan front top cover (hal. 3-4). Putar kunci kontak ke ON. Tarik side stand ke atas. Tarik handel rem sepenuhnya dan tekan tombol starter. Sistem adalah normal jika starter relay bunyi klik. Jika tidak terdengar bunyi KLIK dari relay, periksa sebagai berikut: Rangkaian kumparan starter relay (Lihat di bawah) - Rangkaian sakelar lampu rem/starter switch (hal. 20 10) - Side stand switch (hal. 21-13) - Rangkaian daya/massa dari ICM (hal. 19-7). Jika terdengar KLIK dari relay, tetapi starter tidak berputar, periksalah kontinuitas starter relay (hal. 20-10). ICM 18P CONNECTORS

STARTER RELAY

PEMERIKSAAN RANGKAIAN KUMPARAN STARTER RELAY


Lepaskan front center body cover (hal. 3-8). Lepaskan ICM 18P connector. Putar kunci kontak ke ON. Ukur voltase antara ICM connector dari sisi wire harness dan massa. HUBUNGAN: Kuning/Merah ( + ) massa ( - ) Jika voltase baterai hanya ada sewaktu kunci kontak pada ON, rangkaian adalah normal. KE BATERAI

ICM 18P CONNECTOR

KUNCI KONTAK STARTER RELAY

20-9

STARTER LISTRIK
PEMERIKSAAN RANGKAIAN SAKELAR LAMPU REM/ TOMBOL STARTER
Lepaskan front center body cover (hal. 3-8). Lepaskan ICM 18P connector. Putar kunci kontak ke ON. Tarik handel rem sepenuhnya dan tekan tombol starter. Ukur voltase antara ICM connector dari sisi wire harness dan massa. HUBUNGAN: Kuning/Hijau massa ( - ). Jika voltase baterai hanya tampak ketika kunci kontak pada ON, handel rem ditarik sepenuhnya dan tombol starter ditekan, maka rangkaian adalah normal. ICM 18P CONNECTOR ICM 18P CONNECTOR

KE BATERAI SAKELAR LAMPU REM DEPAN TOMBOL STARTER SAKELAR LAMPU REM BELAKANG

PEMERIKSAAN KONTINUITAS STARTER RELAY


Lepaskan starter relay (hal. 20-9). Hubungkan kabel positif sebuah baterai 12V yang bermuatan penuh ke terminal A dari relay switch dan kabel negatif ke terminal B. Periksa terhadap kontinuitas pada terminal C dan terminal D. Harus ada kontinuitas antara terminal-terminal kabel sewaktu baterai tersambung, dan tidak ada kontinuitas sewaktu baterai dilepaskan. STARTER RELAY

20-10

21. LAMPU / METER/ / SAKELAR LAMPU METER / SAKELAR


LOKASI SISTEM KETERANGAN SERVIS LAMPU BESAR LAMPU POSISI (POSITION LIGHT) LAMPU SEIN DEPAN LAMPU KOMBINASI BELAKANG SPEEDOMETER INDIKATOR PERINGATAN SUHU CAIRAN PENDINGIN 21-1 21-2 21-3 21-4 21-4 21-5 21-6 21-8 FUEL METER ECT SENSOR FUEL LEVEL SENSOR SIDE STAND SWITCH KUNCI KONTAK SAKELAR STANG STIR SAKELAR LAMPU REM RELAY LAMPU SEIN KLAKSON 21-9 21-10 21-10 21-12 21-14 21-15 21-16 21-16 21-16

LOKASI SISTEM
SAKELAR LAMPU LAMPU REM BELAKANG SAKELAR DIMMER RELAY LAMPU SEIN

SAKELAR LAMPU SEIN FUEL LEVEL SENSOR TOMBOL KLAKSON

SAKELAR LAMPU REM DEPAN

KLAKSON

SAKELAR LAMPU TOMBOL STARTER

KUNCI KONTAK

IGNITION CONTROL MODULE (ICM) ENGINE COOLANT TEMPERATURE (ECT) SENSOR (SENSOR SUHU CAIRAN PENDINGIN MESIN)

21

SIDE STAND SWITCH

21-1

LAMPU / METER / SAKELAR

KETERANGAN SERVIS
UMUM
Periksa kondisi baterai sebelum menjalankan pemeriksaan yang memerlukan voltase baterai yang sesuai. Tempatkan kabel-kabel dengan benar sebelum menservis masing-masing komponen (hal. 1-16). Kode warna berikut dipakai sepanjang bab ini. Bu: Biru G: Hijau Bl: Hitam Gr: Abu-abu Br: Coklat Lb: Biru Muda Lg: Hijau Muda O: Jingga R: Merah W: Putih Y: Kuning

SPESIFIKASI BAGIAN Bola lampu Lampu besar Lampu posisi (Position light) Lampu belakang Lampu rem Lampu sein depan Lampu sein belakang Lampu instrumen Lampu indikator sinar jauh Lampu indikator lampu sein Lampu indikator peringatan suhu cairan pendinginan Sekering Tahanan ECT sensor Sekering utama Sekering tambahan pada 40 C
O

SPESIFIKASI 12 V 25/25 W x 2 12V - 3,4 x 2 12 V 5 W 12 V 10 W x 2 12 V 10 W x 2 12 V 10 W x 2 12 V 1,7 W x 2 12 V 1,7 W 12 V 3,4 W x 2 LED 15 A x 1 10 A x 1 1,0 1,3 k 0,1 0,2 k

pada 100 C
O

TORSI PENGENCANGAN ECT sensor 25 N.m (2,5 kgf.m, 18 lbf.ft)

21-2

LAMPU / METER / SAKELAR

HEADLIGHT
(LAMPU BESAR) PENGGANTIAN BOLA LAMPU
Lepaskan front cover (hal. 3-4). Lepaskan dust cover. Tekan soket bola lampu besar sedikit dan putar berlawan an arah jarum jam. Lepaskan bola lampu dari headlight unit dan ganti dengan yang baru. Pasang sebuah headlight bulb (bola lampu besar) baru dengan mentepatkan tab (tonjolan) pada headlight bulb dengan alur pada headlight unit. Pasang bulb socket dengan mentepatkan tabs pada bulb socket dengan lubang-lubang pada headlight unit. Tekan bulb socket ke dalam, dan putar searah putaran jarum jam. PERHATIAN ! Pasang dust cover dengan atas. menghadap ke tanda TOP Pasang dust cover dengan erat pada headlight unit. Pasang front cover (hal. 3-4). BULB SOCKET DUST COVER HEADLIGHT BULB TAB TANDA TOP

PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan soket bola lampu jauh (headlight bulb socket) (Lihat di atas). Lepaskan soket bola lampu posisi (hal. 21-4). Lepaskan kabel-kabel lampu sein depan dari headlight unit wire holders. Lepaskan headlight aim adjusting bolts (baut penyetelan arah sinar lampu besar) dari front cover. Lepaskan kedua sekrup, holders dan headlight unit. PERHATIAN ! Tempatkan wire harness dengan benar (hal. 1-16). Setelah memasang front cover, setel arah sinar lampu besar (hal. 4-20) Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. SCREWS/HEADLIGHT HOLDERS WIRE HOLDERS

AIM ADJUSTING BOLT

HEADLIGHT UNIT

21-3

LAMPU / METER / SAKELAR

POSITION LIGHT
(LAMPU POSISI)
PENGGANTIAN BOLA LAMPU
Lepaskan front cover (hal. 3-4). Tarik keluar, perlahan-lahan soket bola lampu dari headlight case. Tarik keluar, perlahan-lahan bola lampu dari soket. Pasang bola lampu posisi (position light) dalam urutan terbalik dari pelepasan.

POSISI BOLA LAMPU

BULB SOCKET

LAMPU SEIN DEPAN


PENGGANTIAN BOLA LAMPU SEIN DEPAN
Lepaskan front cover (hal. 3-4). Putar bulb socket lampu sein depan berlawanan arah jarum jam dan lepaskan dari light unit. Lepaskan bulb dari socket dan ganti dengan yang baru. Pasang bulb socket lampu sein dalam urutan terbalik dari pelepasan. BOLA LAMPU SEIN DEPAN

BULB SOCKET

PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan front cover (hal. 3-4). Lepaskan bulb socket lampu sein depan (lihat di atas). Lepaskan ketiga sekrup dan light unit lampu sein depan. PERHATIAN ! Tempatkan wire harness dengan benar (hal. 1-16). Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

SEKRUPSEKRUP

LIGHT UNIT LAMPU SEIN DEPAN

21-4

LAMPU / METER / SAKELAR

LAMPU KOMBINASI BELAKANG


PENGGANTIAN BOLA LAMPU REM BELAKANG
Lepaskan keempat sekrup. Geser rear under body cover ke belakang dan lepaskan tab (tonjolan) dari slot (lubang) pada lampu kombinasi belakang.

REAR UNDER BODY COVER

TAB

SEKRUP-SEKRUP

Putar bulb socket berlawanan arah jarum jam dan lepaskan dari light unit. Lepaskan brake light bulb (bola lampu rem) dari socket dan ganti dengan yang baru. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

BULB SOCKET

BRAKE LIGHT BULB

PENGGANTIAN TAILLIGHT BULB (BOLA LAMPU BELAKANG)


Lepaskan rear under body cover (Lihat atas). Putar bulb socket berlawanan arah jarum jam dan lepaskan dari light unit. Lepaskan taillight bulb dari socket dan ganti dengan yang baru. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

TAILLIGHT BULB

BULB SOCKET

PENGGANTIAN REAR TURN SIGNAL LIGHT BULB (BOLA LAMPU SEIN BELAKANG)
Lepaskan rear under body cover (Lihat atas). Putar bulb socket berlawanan arah jarum jam dan lepaskan dari light unit. Lepaskan rear turn signal light bulb dari socket dan ganti dengan yang baru. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. REAR TURN SIGNAL LIGHT BULB BULB SOCKET

21-5

LAMPU / METER / SAKELAR

SPEEDOMETER
PENGGANTIAN BOLA LAMPU
Lepaskan front handlebar cover (hal.3-5). Tarik keluar bulb socket dari speedometer unit. Lepaskan bola lampu dari socket dan ganti dengan yang baru. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

BOLA LAMPU

BULB SOCKET

PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan rear handlebar cover (hal. 3-5). Lepaskan sakelar-sakelar stang stir kanan dan kiri. Lepaskan ketiga sekrup dan speedometer unit. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan. SAKELAR STANG STIR KANAN

SAKELAR STANG STIR KIRI SPEEDOMETER UNIT

SEKRUPSEKRUP

21-6

LAMPU / METER / SAKELAR


PEMBONGKARAN/PERAKITAN
Lepaskan sebagai berikut: - Turn signal relay (relay lampu sein) - Meter lens - Lima bulb sockets - Lima sekrup terminal dan terminal kawat - Sekrup dan speedometer/handlebar switch harness wire band - Dua sekrup dan speedometer/fuel meter unit - Coolant temperature warning indicator unit (unit indikator peringatan suhu cairan pendingin) - Meter case (kotak meter) Perakitan adalah dalam urutan terbalik dari pembongkaran.

TURN SIGNAL RELAY BULB SOCKETS METER CASE

SEKRUPWIRE BAND

COOLANT TEMPERATURE WARNING INDICATOR UNIT

SEKRUP-SEKRUP TERMINAL

SPEEDOMETER/HANDLEBAR SWITCH HARNESS WIRE

SPEEDOMETER/FUEL METER UNIT

METER LENS

PENEMPATAN KABEL SPEEDOMETER

21-7

LAMPU / METER / SAKELAR

COOLANT TEMPERATURE WARNING INDICATOR


PEMERIKSAAN SISTEM
Coolant temperature warning indicator ( indikator peringatan suhu cairan pendingin) akan menyala jika suhu cairan pendingin lebih tinggi dari suhu tertentu. Sebelum menjalankan pemeriksaan sistem, pastikan bahwa bagian-bagian berikut adalah normal. - Aliran sistem pendinginan - Kondisi baterai - Sekering - Indikator meter lainnya Putar kunci kontak ke ON dan periksa coolant temperature warning indicator Sewaktu mesin dingin, indicator tidak boleh menyala. PERHATIAN ! Jika mesin telah dijalankan, biarkan menjadi dingin dulu (di bawah 35O) selama 30 menit atau lebih. Lepaskan right oor panel side cover (hal. 3-6). Lepaskan engine coolant temperature (ECT) sensor 2P connector. Hubungkan singkat terminal-terminal ECT sensor connector dengan sebuah kawat penghubung. HUBUNGAN: Merah Muda/Putih Biru/Hijau Putar kunci kontak ke ON dan periksa indicator. Indicator harus menyala. Jika indicator menyala sewaktu mesin dingin, periksa sebagai berikut: Kawat Hijau muda/Merah antara meter dan ICM terhadap hubungan singkat. Kawat Merah Muda / Putih antara ECT sensor dan ICM terhadap hubungan singkat ECT sensor (hal. 2110) Indicator unit terhadap hubungan singkat. Jika pemeriksaan-pemeriksaan di atas adalah normal, ganti ICM dengan yang baru dan periksa kembali. Jika indicator mati sewaktu ECT sensor connector dihubungkan singkat, periksa sebagai berikut: - Kawat Hijau Muda / Merah antara meter dan ICM terhadap rangkaian terbuka - Kawat ECT sensor terhadap rangkaian terbuka - Indicator unit terhadap rangkaian terbuka Jika pemeriksaan-pemeriksaan diatas adalah normal, ganti ICM dengan yang baru dan periksa kembali. KUNCI KONTAK
Lg / R

INDICATOR

ECT SENSOR 2P CONNECTOR

KE SEKERING UTAMA

COOLANT TEMPERATURE WARNING INDICATOR

P /W

Bu / G

ICM
ECT SENSOR 2P CONNECTOR KAWAT PENGHUBUNG

21-8

LAMPU / METER / SAKELAR

FUEL METER
PEMERIKSAAN RANGKAIAN METER
Sebelum menjalankan pemeriksaan sistem, pastikan bahwa bagian-bagian berikut adalah normal. - Keadaan baterai - Sekering - Meter indicators

FUEL LEVEL SENSOR 3P CONNECTOR

FUEL METER TIDAK BERGERAK


Lepaskan front center body cover (hal. 3-8). Lepaskan fuel level sensor 3P connector. Hubungkan singkat terminal-terminal fuel level sensor dari sisi wire harness dengan kawat penghubung PERHATIAN ! Jangan meninggalkan terminal tersambung dengan kawat penghubung dapat menyebabkan kerusakan pada fuel meter. HUBUNGAN: Kuning/Putih Hijau Putar kunci kontak ke ON dan periksa fuel meter. Jika fuel meter gauge bergerak ke F, ini adalah normal. Jika pemeriksaan di atas adalah normal, periksa fuel level sensor (hal. 21-13). Jika meter gauge bergerak ke E dengan connector dihubungkan singkat, periksa sebagai berikut: - Kabel fuel level sensor terhadap rangkaian terbuka - Kabel Hitam fuel meter terhadap rangkaian terbuka Jika wire harness adalah normal, ganti speedometer/ fuel meter unit dengan yang baru, dan periksa kembali. FUEL METER TETAP PADA F Lepaskan sebagai berikut: - Front center body cover (hal. 3-8) - Front handlebar cover (hal. 3-5) Putar kunci kontak ke OFF. Lepaskan fuel level sensor 3P connector (Lihat atas). Periksa terhadap kontinuitas antara fuel level sensor connector dari sisi wire harness dan meter terminal. HUBUNGAN: Biru/Putih Biru/Putih Jika tidak ada kontinuitas, ada rangkaian terbuka pada kawat Biru/Putih Jika ada kontinuitas, periksa fuel level sensor (hal. 2113). Jika fuel level sensor adalah normal, ganti speedometer / fuel meter unit dengan yang baru (hal 21-7) dan periksa kembali. FUEL METER FUEL METER

FUEL LEVEL SENSOR 3P CONNECTOR

KUNCI KONTAK KE SEKERING UTAMA

BI

Bu/ W Y/ W G

KAWAT PENGHUBUNG

METER TERMINAL (Bu/W)

KUNCI KONTAK KE SEKERING UTAMA

Bu/ W Y/W G

FUEL LEVEL SENSOR 3P CONNECTOR

21-9

LAMPU / METER / SAKELAR

ECT SENSOR
PELEPASAN/PEMASANGAN
Keluaran cairan pendingin (hal. 7-7). Lepaskan right oor panel side cover (hal. 3-6). Lepaskan ECT sensor 2P connector dan lepaskan ECT sensor/O-ring. PERHATIAN ! Jangan lapisi oli mesin pada O-ring ini. Lapisi sebuah O-ring baru dengan cairan pendingin. Pasang ECT sensor dengan sebuah O-ring baru dan kencangkan dengan torsi yang ditentukan. TORSI: 25 N.m (2,5 kgf.m, 18 lbf.ft) Sambungkan ECT sensor 2P connector. Pasang right oor panel side cover (hal. 3-6). Isi cairan pendingin (hal. 7-8). PERHATIAN ! Jauhkan semua bahan-bahan yang mudah terbakar dari kompor listrik. Pakailah pakaian pelindung, sarung tangan berisolasi dan perlindungan mata

2P CONNECTOR

ECT SENSOR/

O-RING

PEMERIKSAAN
Gantung ECT sensor dalam sebuah panci berisi cairan pendingin di atas sebuah kompor listrik dan ukur tahanan antara terminal-terminal ECT sensor sewaktu cairan pendingin naik suhunya. Celup ECT sensor dalam cairan pendingin sampai ulirnya dengan jarak sekurangnya 40 mm antara dasar panci dan bagian bawah dari sensor. Pelihara agar suhu konstan selama 3 menit sebelum pengetesan. Perubahan panas yang mendadak akan mengakibatkan pembacaan yang salah. Jaga agar thermometer dan ECT sensor tidak menyentuh panci. Hubungkan jarum tester ke terminal-terminal sensor seperti diperlihatkan pada gambar. Suhu Tahanan 40O C 1,0 1,3 100 O 0,1 0,2

ECT SENSOR

Jika tahanan 10% diluar daerah jangkauan diatas pada suhu2 yang dicantumkan, gantilah ECT sensor.

FUEL LEVEL SENSOR


PELEPASAN
Lepaskan body cover (hal. 3-9). Longgarkan baut-baut radiator reserve tank dan gerakkan reserve tank ke depan agar mendapatkan cukup banyak tempat untuk dapat melepaskan connector. Lepaskan fuel level sensor 3P connector. Lepaskan fuel level sensor wire clamp dari tangki bahan bakar dan kawat sensor dari wire guide pada ICM holder.

WIRE CLAMP

WIRE GUIDE

BAUT-BAUT RESERVE TANK

FUEL LEVEL SENSOR 3P CONNECTOR

21-10

LAMPU / METER / SAKELAR


Putar fuel level sensor holder plate berlawanan arah jarum jam dengan tang lancip dan lepaskan fuel level sensor holder plate. PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak merusak oat arm. Lepaskan fuel level sensor dan base packing (paking dasar). FUEL LEVEL SENSOR

HOLDER PLATE

BASE PACKING

PEMASANGAN
Pasang sebuah base packing baru. PERHATIAN ! Hati-hati agar tidak merusak oat arm. Pasang fuel level sensor dengan mentepatkan alur pada fuel level sensor dengan tab pada fuel tank.

FUEL LEVEL SENSOR

BASE PACKING

Tepatkan

Tempatkan holder plate dengan mentepatkan potongan dari holder plate dengan tabs pada fuel tank. Putar fuel sensor holder plate searah jarum jam sampai panah-panah saling berhadapan.

PANAH-PANAH

HOLDER PLATE

Pasang wire clamp pada fuel tank. Tempatkan kawat fuel level sensor melalui wire guide pada ICM holder. Sambungkan fuel level sensor 3P connector. Tempatkan radiator reserve tank dan kencangkan bautbaut. Pasang body cover (hal. 3-9).

WIRE CLAMP

WIRE GUIDE

BAUT-BAUT RESERVE TANK

FUEL LEVEL SENSOR 3P CONNECTOR

21-11

LAMPU / METER / SAKELAR


PEMERIKSAAN
Ukur tahanan antara terminal-terminal connector dengan pelampung pada posisi paling atas (penuh) dan paling bawah (kosong). (20OC/68O F) HUBUNGAN Kuning/Putih Hijau Biru/Putih Hijau Kuning/Putih Biru/Putih POSISI PELAMPUNG PENUH 25 45 400 700 450 750 KOSONG 400 700 25 45 450 750 3P CONNECTOR FUEL LEVEL SENSOR

Ganti fuel level sensor jika ia diluar spesikasi.

SIDE STAND SWITCH


PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan sebagai berikut: - Floor panel side covers (hal. 3-6) - Body cover (hal. 3-9) Lepaskan side stand switch 3P connector dan lepaskan dari wire guide. Lepaskan wire band clamp dan tarik kabel side stand switch keluar dari antara rangka dan wire band clamp stay. Lepaskan baut dan side stand switch. Pasang side stand switch dengan mentepatkan switch pin dengan lubang side stand dan alur dengan bracket pin. Pasang dan kencangkan baut side stand switch. Tempatkan kawat side stand switch antara rangka dan wire band clamp stay. Tempatkan wire band clamp. Tempatkan kawat side stand switch pada wire guide. Sambungkan side stand switch 3P connector. Pasang sebagai berikut: - Body cover (hal. 3-9) - Floor panel side covers (hal. 3-6)

SIDE STAND SWITCH 3P CONNECTOR

WIRE GUIDE

RANGKA

WIRE BAND CLAMP STAY WIRE BAND CLAMP

KAWAT SIDE STAND SWITCH BRACKET PIN

ALUR SIDE STAND SWITCH LUBANG

BAUT

PIN

21-12

LAMPU / METER / SAKELAR


PEMERIKSAAN
Lepas front center body cover (hal, 3-8) Putar kunci kontak ke posisi OFF Lepaskan ICM 18P connector. ICM 18P CONNECTOR

Periksa terhadap kontinuitas antara ICM 18P connector dari sisi wire harness dan massa. HUBUNGAN: Hijau/Putih Massa badan Harus ada kontinuitas dengan side stand ditarik ke atas dan tidak boleh ada kontinuitas sewaktu side stand diturunkan. Jika tidak ada kontinuitas sewaktu side stand ditarik ke atas, wire harness terputus atau side stand switch tidak bekerja dengan baik.

SIDE STAND

Ada Kontinuitas (Side stand ditarik ke atas) ICM 18P CONNECTOR

Tida ada Kontinuitas (Side stand diturunkan) ICM 18P CONNECTOR

SIDE STAND SWITCH

SIDE STAND SWITCH

21-13

LAMPU / METER / SAKELAR

IGNITION SWITCH (KUNCI KONTAK)


PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan steering stem (hal. 15-24). Lepaskan ignition switch 2P connector. Lepaskan sekrup-sekrup, baut dan ignition switch. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

2P CONNECTOR

BAUT KUNCI KONTAK

SEKRUP-SEKRUP

PEMERIKSAAN
Lepaskan front top cover (hal. 3-4). Lepaskan ignition switch 2P connector IGNITION SWITCH 2P CONNECTOR

Periksa kunci kontak terhadap kontinuitas antara terminal-terminal konektor pada masing-masing posisi kunci kontak. IGNITION SWITCH BAT1 ON OFF LOCK WARNA R/Bl R IGNITION SWITCH BAT

21-14

LAMPU / METER / SAKELAR

HANDLEBAR SWITCHES
(SAKELAR-SAKELAR STANG STIR) PEMERIKSAAN SAKELAR KANAN STANG STIR
Lepaskan front handlebar cover (hal. 3-5). Putar kunci kontak ke OFF. Periksa terhadap kontinuitas antara terminal-terminal konektor pada masing-masing posisi kunci kontak. Harus ada kontinuitas antara terminal kabel dengan kode warna sebagai berikut TOMBOL STARTER ST BEBAS TEKAN WARNA G/Y Y/G
(N) P (N) H
CLR Bu/W Y Br

LAMPU POSISI

TOMBOL STARTER

LIGHTING SWITCH HL CL TL

ICM

KONEKTOR LAMPU POSISI

KONEKTOR TOMBOL STARTER

PEMERIKSAAN SAKELAR KIRI STANG STIR


Lepaskan front handlebar cover (hal. 3-5). Putar kunci kontak ke OFF. Periksa terhadap kontinuitas antara terminal-terminal connector pada masing-masing posisi kunci kontak. Harus ada kontinuitas antara terminal kabel dengan kode warna sebagai berikut: SAKELAR LAMPU SEIN R R N L WARNA Lb Gr O W L SAKELAR DIMMER Hi HI (N) LO WARNA Bu W Bu/w Lo HL

DIMMER SWITCH

SAKELAR LAMPU SEIN

TOMBOL KLAKSON KONEKTORSAKELAR DIMMER KONEKTOR TOMBOL KLAKSON

TOMBOL KLAKSON BAT HO BEBAS TEKAN WARNA Bl Lg

KONEKTOR SAKELAR LAMPU SEIN

21-15

LAMPU / METER / SAKELAR

BRAKE LIGHT SWITCH (SAKELAR LAMPU REM)


PEMERIKSAAN
Lepaskan front handlebar cover (hal. 3-5). Lepaskan konektor kabel sakelar lampu rem (Hijau/Ku ning dan Hitam) dan periksa terhadap kontinuitas antara terminal-terminal samping sakelar. Harus ada kontinuitas dengan handel rem ditekan, dan tidak boleh ada kontinuitas ketika handel rem dilepaskan.

KONEKTOR KABEL SAKELAR LAMPU REM DEPAN

TURN SIGNAL RELAY (RELAY LAMPU SEIN)


PEMERIKSAAN
Lepaskan front handlebar cover (hal. 3-5). Periksa sebagai berikut: - Kondisi baterai - Bola lampu putus atau dengan watt yang tidak sesuai dengan ketentuan - Sekering putus - Fungsi kunci kontak dan sakelar lampu sein - Konektor longgar Jika bagian-bagian di atas adalah normal, periksalah sebagai berikut: Lepaskan turn signal relay 2P connector dari relay. Hubungkan singkat terminal-terminal turn signal relay konektor dari sisi wire harness dengan kawat penghubung. HUBUNGAN: Hitam Abu-abu Periksa lampu sein dengan memutar sakelar ke ON. Jika lampu menyala, turn signal relay tidak bekerja deng an baik atau konektor mempunyai hubungan yang buruk. Jika lampu tidak menyala, wire harness terputus.

TURN SIGNAL RELAY

2P CONNECTOR

KABEL PENGHUBUNG

TURN SIGNAL RELAY 2P CONNECTOR

KE SEKERING UTAMA

KUNCI KONTAK

Bl

Gr Lb

SAKELAR LAMPU SEIN

LAMPU SEIN

KLAKSON
PEMERIKSAAN
Lepaskan front top cover (hal. 3-4). Lepaskan connectors klakson dari klakson. Hubungkan sebuah baterai 12V ke terminal-terminal klakson. Klakson adalah normal jika ia berbunyi ketika baterai 12V dihubungkan ke terminal klakson.

KLAKSON

21-16

22. WIRINGWIRING DIAGRAM DIAGRAM

22

22-1

23. MENCARI PENYEBAB KESUKARAN MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


MESIN TIDAK MAU HIDUP ATAU SULIT DIHIDUPKAN MESIN KEKURANGAN TENAGA UNJUK KERJA LEMAH PADA KECEPATAN RENDAH DAN PUTARAN STASIONER 23-1 23-2 23-4 UNJUK KERJA LEMAH PADA KECEPATAN TINGGI PENGENDALIAN BURUK 23-5 23-6

MESIN TIDAK MAU HIDUP, ATAU SULIT DIHIDUPKAN


1. Pemeriksaan Saluran Bahan Bakar
Lepaskan slang bahan bakar pada karburator dan terapkan tekanan vakum pada fuel auto valve. Apakah bahan bakar mengalir dengan bebas? TIDAK - YA Saluran bahan bakar tersumbat Fuel auto valve tersumbat Lubang pernapasan fuel tank tersumbat Fuel strainer (saringan bahan bakar) tersumbat

- LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 2.

2. Pemeriksaan Busi
Lepaskan dan periksa busi. Apakah busi basah? YA - Karburator banjir Starting enrichment (SE) thermal valve tidak bekerja dengan baik Throttle valve terbuka Air cleaner (saringan udara) kotor Pilot screw tidak disetel dengan benar

TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 3

3. Test Percikan Bunga Api Busi


Jalankan test busi. Apakah bunga api lemah atau tidak ada bunga api? YA Busi tidak bekerja dengan baik Busi kotor Kabel-kabel sistem pengapian longgar atau terlepas Kabel busi putus atau ada hubungan singkat Ignition coil (koil pengapian) tidak bekerja dengan baik Ignition pulse generator tidak bekerja dengan baik Kunci kontak tidak bekerja dengan baik Ignition control modle (ICM) tidak bekerja dengan baik Side stand switch tidak bekerja dengan baik Kawat side stand switch putus

TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 4

4. Pemeriksaan Kompressi Cylinder


Periksa kompressi cylinder. Apakah tekanan kompressi sesuai dengan spesikasi? TIDAK - YA Klep macet terbuka Cylinder dan piston rings aus Cylinder head gasket rusak Klep macet Kontak dudukan klep tidak benar Waktu pembukaan klep tidak benar

23

- LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 5

23-1

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


5. Kondisi Menghidupkan Mesin
Hidupkan mesin dengan mengikuti prosedur normal. Apakah mesin hidup tetapi berhenti kembali? YA - SE thermal valve tidak bekerja dengan baik Inlet pipe bocor Karburator tidak disetel dengan benar Karburator tersumbat Waktu pengapian tidak tepat (ICM atau ignition pulse generator tidak bekerja dengan baik) Bahan bakar tercemar

MESIN KEKURANGAN TENAGA


1. Pemeriksaan Oli Mesin
Periksa tinggi permukaan dan kondisi oli. Apakah tinggi permukaan oli benar dan oli berada dalam kondisi baik? TIDAK - Tinggi permukaan oli terlalu tinggi/rendah Oli tercemar YA LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 2

2.

Pemeriksaan Peralatan Penggerak Roda


Naikkan roda lepas tanah dan putar dengan tangan. Apakah roda berputar dengan bebas? TIDAK - Rem menyangkut Bantalan nal reduction dan driven pulley aus atau rusak Final shaft bengkok YA LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 3

3.

Pemeriksaan Tekanan Udara Ban


Periksa tekanan udara ban depan dan belakang. Apakah tekanan udara ban terlalu rendah? YA Pentil ban tidak bekerja dengan baik Ban bocor

TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 4

4.

Pemeriksaan Busi
Lepaskan dan periksa busi. Apakah busi dalam kondisi baik? TIDAK - Busi kurang sering diservis Derajat panas busi tidak sesuai Busi tidak bekerja dengan baik YA LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 5

5.

Pemeriksaan Karburator
Periksa karburator terhadap penyumbatan. Apakah karburator tersumbat? YA - Karburator kurang sering diservis TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 6

23-2

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN


6. Pemeriksaan Waktu Pengapian
Periksa waktu pengapian. Apakah waktu pengapian benar? TIDAK YA Ignition control module (ICM) tidak bekerja dengan baik Ignition pulse generator tidak bekerja dengan baik LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 7

7.

Pemeriksaan Kompressi Cylinder


Periksa kompressi cylinder. Apakah kompressi sesuai dengan spesikasi? TIDAK Klep macet terbuka Cylinder dan piston rings aus Cylinder head gasket rusak Klep macet Kontak dudukan klep tidak benar Waktu pembukaan klep tidak benar

YA

LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 8

8.

Pemeriksaan Apakah Mesin Panas Berlebihan


Periksa apakah mesin panas berlebihan. Apakah mesin panas berlebihan? YA Tinggi permukaan cairan pendingin terlalu rendah Thermostat macet tertutup Ada pembentukan karbon berlebihan dalam ruang pembakaran Pemakaian bahan bakar dengan kualitas buruk Campuran bahan bakar terlalu miskin

TIDAK -

LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 9

9.

Pemeriksaan Mesin Terhadap Knocking (Gejala mengelitik)


Akselerasikan atau jalankan pada kecepatan tinggi. Apakah mesin mengelitik? YA Piston dan cyllinder aus Jenis bahan bakar yang salah Ada pembentukan karbon berlebihan pada ruang pembakaran Waktu pengapian terlalu maju (ICM tidak bekerja dengan baik) Campuran bahan bakar terlalu miskin

TIDAK -

LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 10

10 . Pemeriksaan Waktu Pembukaan Klep


Periksa waktu pembukaan klep. Apakah waktu pembukaan klep benar? TIDAK YA Cam sprocket tidak dipasang dengan baik LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 11

11. Pemeriksaan Peralatan Penggerak Roda


Periksa peralatan penggerak roda. Apakah peralatan penggerak roda normal? TIDAK Drive belt buruk atau tidak bekerja dengan baik Drive pulley buruk atau tidak bekerja dengan baik Driven pulley buruk atau tidak bekerja dengan baik Clutch shoes aus

23-3

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN

UNJUK KERJA LEMAH PADA KECEPATAN RENDAH DAN PUTARAN STASIONER


1. Pemeriksaan Penyetelan Putaran Stasioner
Periksa putaran stasioner. Apakah putaran stasioner benar? TIDAK - Setel putaran stasioner YA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 2

2. Pemeriksaan Kebocoran Udara Masuk


Periksa terhadap kebocoran udara pada inlet pipe. Apakah ada kebocoran udara? YA - Inlet pipe terpasang longgar Inlet pipe rusak Inlet pipe gasket rusak

TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 3

3. Pemeriksaan Starting Enrichment (SE) Thermal Valve


Periksa SE thermal valve. Apakah SE thermal valve OK? TIDAK - SE thermal valve tidak bekerja dengan baik YA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 4

4. Test Percikan Api Busi


Jalankan test percikan api busi. Apakah percikan api lemah atau terputus-putus? YA - Busi tidak bekerja dengan baik Busi kotor Ignition coil tidak bekerja dengan baik Ignition coil module (ICM) tidak bekerja dengan baik

TIDAK -

LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 5

5. Pemeriksaan Waktu Pengapian


Periksa waktu pengapian. Apakah waktu pengapian benar? TIDAK - Ignition control module (ICM) tidak bekerja dengan baik Ignition pulse generator tidak bekerja dengan baik Waktu pembukaan klep tidak benar

23-4

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN

UNJUK KERJA LEMAH PADA KECEPATAN TINGGI


1. Pemeriksaan Aliran bahan bakar
Lepaskan slang bahan bakar pada karburator dan periksa aliran bahan bakar Apakah aliran bahan bakar tersumbat ? TIDAK - YA Saluran dan saringan bahan bakar tersumbat. Pernapasan tangki bahan bakar tersumbat Fuel auto valve rusak Filter bahan bkar tersumbat

- LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 2

2. Pemeriksaan Karburator
Lepaska karburator dan periksa karburator terhadap penyumbatan. Apakah tersumbat? YA - Bersihkan karburator TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 3

3. Pemeriksaan Waktu pengapian


Periksa waktu pengapian Apakah waktu pengapian tidak benar ? TIDAK - Ignition Control Module (ICM) rusak Ignition pulse generator rusak YA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 4

4 . Pemeriksaan Waktu Pembukaan Klep


Periksa waktu pembukaan klep. Apakah waktu pembukaan klep benar? TIDAK YA Cam sprocket tidak dipasang dengan baik LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 5

5 . Pemeriksaan Spring Klep


Periksa Spring klep Apakah spring klep lemah? YA Spring klep rusak.

23-5

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN

PENGENDALIAN BURUK
1. Kemudi terlalu keras
Steering stem adjusting nut terlalu kencang Bantalan steering head rusak Tekanan angin ban kurang

2.

Salah satu roda bergoyang


Kelonggoran berlebihan pada bearing roda Ban rusak Pelek bengkok Setelan jari-jari longgar atau ada jari-jari yang patah (tipe jari-jari) Engine mounting bushing aus berlebihan Rangka bengkok

3.

Skuter tertarik ke satu sisi


Roda depan dan belakang tidak segaris. Garpu bengkok. Poros bengkok Rangka bengkok

23-6