You are on page 1of 27

16

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KWH Meter

2.1.1 KWH Meter Analog

Kwh meter adalah alat yang digunakan oleh pihak PLN untuk menghitung besar pemakaian daya konsumen. Alat ini sangat umum dijumpai di masyarakat. Bagian utama dari sebuah KWH meter adalah kumparan tegangan, kumparan arus, piringan aluminium, magnet tetap yang tugasnya menetralkan piringan aluminium dari induksi medan magnet dan gear mekanik yang mencatat jumlah perputaran piringan aluminium.

Alat ini bekerja menggunakan metode induksi medan magnet dimana medan magnet tersebut menggerakkan piringan yang terbuat dari aluminium. Putaran piringan tersebut akan menggerakkan counter digit sebagai tampilan jumlah KWH nya.

Gambar 2.1 KWH Meter Analog

Universitas Sumatera Utara

17

a. Medan Magnet Pada KWH Meter

b. Model Fisik KWH Meter

Gambar 2.2 KWH Meter Listrik

Gambar 2.2.a mengambarkan kepada kita bagaimana medan magnet memutarkan piringan alumunium. Arus listrik yang melalui kumparan arus mengalir sesuai dengan perubahan arus terhadap waktu. Hal ini menimbulkan adanya medan di permukaan kawat tembaga pada koil kumparan arus. Kumparan tegangan membantu mengarahkan medan magnet agar menerpa permukaan alumunium sehingga terjadi suatu gesekan antara piringan alumunium dengan medan magnet disekelilingnya. Dengan demikian maka piringan tersebut mulai berputar dan kecepatan putarnya dipengaruhi oleh besar kecilnya arus listrik yang melalui kumparan arus.

Gambar 2.2.b merupakan koneksi KWH Meter dimana ada empat buah terminal yang terdiri dari dua buah terminal masukan dari jala – jala listrik PLN dan dua terminal lainnya merupkan terminal keluaran yang akan menyuplai tenaga listrik ke rumah.

Gambar 2.3 Skema Hubungan Kumparan Pada KWH Meter

Universitas Sumatera Utara

1 Prinsip Kerja KWH Meter Berikut diberikan gambar KWH meter analog beserta gambar prinsip kerja dari KWH meter tersebut apabila ditinjau dari segi fisika.1. yang melewati piringan aluminium dan menginduksinya. dan resultan dari torsi membuat piringan berputar. Dari gambar 2.1. Kumparan tegangan Bp juga mengasilkan fluks bolak-balik Φp yang memintas arus If. Secara umum perhitungan untuk daya listrik dapat di bedakan menjadi tiga macam. yaitu : Universitas Sumatera Utara . sehingga menimbulkan tegangan dan eddy current.4 di bawah dapat dijelaskan bahwa arus beban I menghasilkan fluks bolakbalik Φc.3.4 Prinsip Dasar KWH Meter Torsi ini sebanding dengan fluks Φp dan arus IF serta harga cosinus dari sudut antaranya. Karena Φp dan IF sebanding dengan tegangan E dan arus beban I.18 Dua terminal masukan dihubungkan ke kumparan tegangan secara parallel dan antara terminal masukan dan keluaran dihubungkan ke kumparan arus. kecepatan piringan semakin besar. Karena itu kecepatan putaran piringan sebanding dengan daya aktif yang terpakai. Gambar 2. Semakin besar daya yang terpakai. demikian pula sebaliknya. maka torsi motor sebanding dengan EI cos θ. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2. Karena itu piringan mendapat gaya. 2. yaitu daya aktif yang diberikan ke beban.

19  Daya kompleks S(VA) = V.1. 2.2 KWH Meter Prabayar PLN Kwh meter pbrabayar ini dirancang denngan menggunakan kwh meter elektrik yang baru. artinya untuk mencapai 1 KWH dibutuhkan putaran sebanyak x kali putaran dalam setiap jamnya. Contohnya jika 900 putaran per KWH maka harus ada 900 putaran setiap jamnya untuk dikatakan sebesar satu KWH. Sistem pembayaran atau pengisian rekening listrk adalah dengan menggunakan aplikasi chip card. 2.1. Aplikasi ini sangat memudahkan masyarakat dan PLN dalam hal proses pengisian rekening listrik yang efektif. Jumlah KWH itu secara kumulatif dihitung dan pada akhir bulan dicatat oleh petugas besarnya pemakaian lalu dikalikan dengan tarif dasar listrik atau TDL ditambah dengan biaya abodemen dan pajak menghasilkan jumlah tagihan yang harus dibayarkan setiap bulannya.1.2 Perhitungan Biaya KWH Meter KWH Meter berarti Kilo Watt Hour Meter dan kalau diartikan menjadi n ribu watt dalam satu jamnya.1) Hubungan dari ketiga daya diatas dapat dituliskan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : S  P2  Q2 S  (VI ) 2 .I …………………………………………………………………………(2.…(2.I  Daya reaktif Q(VAR) = V. Jika membeli sebuah KWH Meter maka akan tercantum X putaran per KWH.I sin φ  Daya aktif P(Watt) = V.I cos φ ………………………………………. Chip card adalah suatu jenis kartu alat Universitas Sumatera Utara . yang dinyatakan dengan satuan Watt. (sin 2   cos2  ) S V . yang terukur pada KWH meter adalah daya aktif.2) Dari ketiga daya diatas.

2. 2. Kehadiran chip card tidak dapat dihindari dimana penggunaannya semakin luas baik volume maupun lingkup aplikasinya. Pengendalian transaksi lebih mudah sehingga mengurangi kemungkinan tagihan yang tidak terbayar dan pencurian listrik. Salah satu kemungkinan aplikasi chip card adalah sebagai alat bayar konsumsi energi listrik. Mendapatkan uang kas lebih awal sebelum listrik diproduksi dan digunakan. Nilai kredit didalam register akan dikurangi secara bertahap sebanding dengan nilai energi listrik yang telah dikonsumsi (digunakan).2. Pengurangan overhead atau biaya yang diperlukan untuk pengecekan konsumsi listrik ke rumah-rumah atau konsumen lainnya. Perbaikan sistem pengukuran karena perangkat elektronik yang digunakan adalah elektronis dengan ketelitian dan keamanan yang lebih tinggi 3. sehingga dapat menambah likuiditas perusahaan ini.20 pembayaran yang semakin populer seiring dengan kemajuan teknologi mikroelektronika serta semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap alat pembayaran yang praktis. karena pembayaran yang dilakukan diawal dapat digunakan untuk membatasi konsumsi 2. 3. Pemasaran listrik prabayar ini dapat juga diserahkan pada pihak ketiga. Sedangkan bagi konsumen. sistem ini juga dapat menguntungkan yaitu : 1. Pengendalian penggunaan listrik dapat lebih baik.1 Prinsip Kerja Kwh Meter Prabayar Chip Card Chip card dapat digunakan sebagai alat pembayaran rekening listrik dengan mengembangkan Kwh meter Elektronik Digital yang dilengkapi dengan perangkat pembaca kartu serta perangkat transaksi lunak berbasis smart card. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh oleh Pengelola Gedung dari penggunaan KWh meter pra-bayar di antaranya adalah: 1. dan selanjutnya nilai kredit tersebut dijadikan acuan untuk mengontrol bekerjanya Kwh meter.1. Mengurangi kesalahan penagihan yang disebabkan human error. Universitas Sumatera Utara . Kwh meter akan beroperasi berdasarkan nilai kredit yang dimasukkan (download) dari chip card kedalam register Kwh.

2. Universitas Sumatera Utara .2 Relay Relay berfungsi untuk menghubungkan atau memutus aliran arus listrik yang dikontrol dengan memberikan tegangan dan arus tertentu pada koilnya. Kwh Prabayar Rakitan mengguakan Kwh Meter analog. Perbedaan Kwh Meter Prabayar Rakitan Dengan Kwh Meter Prabayar PLN. Kwh Prabayar Rakitan menggunakan sensor optocoupler untuk menghitung daya beban pemakaian. Relay biasanya hanya mempunyai satu kumparan tetapi relay dapat mempunyai beberapa kontak. Perbedaan yang dapat dilihat dari kedua alat yaitu antara Kwh Meter Prabayar Rakitan dengan Kwh Meter Prabayar PLN adalah : 1. sedangkan Kwh Meter Prabayar PLN menggunakan Kwh Elektronik 2. sedangkan Kwh Prabayar PLN langsung menggunakan rangkaian otomaris yang sudah digabungkan dengan Kwh elektronik 3.21 Jika isi register telah habis maka Kwh meter harus segera diisi kembali (register sisa pulsa sama dengan 10%) maka ada alarm (LED ON). Kwh Prabayar Rakitan menggunakan Keypad 4x4 sebagai interface untuk pengisian voucher listrik. sedangkan pada Kwh Prabayar PLN menggunakan perangkat pembaca kartu (Chip Card Reader) dan ada juga yang menggunakan keypad 4x4 sebagai interfacenya. dan jika setelah jangka waktu yang telah ditetapkan belum juga diisi nilai kreditnya maka Kwh meter akan memutus saklar pemutus atau Internal Contactor sehingga supply daya terputus. Dalam memutus atau menghubungkan kontak digerakkan oleh fluksi yang ditimbulkan dari adanya medan magnet listrik yang dihasilkan oleh kumparan yang melilit pada besi lunak. Pengisian pulsa listrik kedalam smart card menggunakan Portable Terminal yang koneksi dengan Perangkat Lunak Sinkronisasi Dan Billing Sistem yang telah diinstal di Komputer (Master Station).

22 Gambar 2. tetapi tertutup secepatnya setelah kumparan menghantarkan arus atau diberi tenaga.6 Relay Elektromekanis 2. artinya program-program pengguna disimpan dalam ruang RAM yang relative besar. Kontak normally Close akan tertutup apabila kumparan tidak diberi tenaga dan membuka ketika kumparan diberi daya.5 Relay 8 Pin 2.1 Prinsip Kerja Relay Kontak Normally Open akan membuka ketika tidak ada arus mengalir pada kumparan. Gambar 2.3 Mikrokontroler ATMEGA8535 Tidak seperti system komputer. Perbedaan lainnya terletak pada perbandingan RAM-nya dan ROM. mikrokontroler hanya bisa digunakan untuk satu aplikasi tertentu saja. Pada system computer perbandingan RAM dan ROM-nya besar. sedangkan rutin-rutin antarmuka Universitas Sumatera Utara .2. Masing-masing kontak biasanya digambarkan sebagai kontak yang tampak dengan kumparan tidak diberi tanaga atau daya. yang mampu menangani berbagai macam program aplikasi (misalnya pengolah kata. pengolah angka dan lain sebagainya).

Port USART untuk komunikasi serial dengan kecepatan maksimal 2. untuk menjalankan sebuah instruksi dibutuhkan waktu sebanyak 12 siklus clock. Port antarmuka SPI8535 “memory map” 13. 8 kb Flash memory dengan kwmampuan Read While Write 11. sedangkan pada teknologi CISC seperti yang diterapkan pada mikrokontroler MCS-51. perbandingan ROM dan RAM-nya yang besar artinya program control disimpan dalam ROM (bisa Masked ROM atau Flash PEROM) yang ukurannya relatif lebih besar.5 Mbps Universitas Sumatera Utara . 512 byte EEPROM 10. Power-Down. 3 buah timer/counter. Watchdog timer dengan osilator internal 8. 512 byte SRAM 9. arsitektur mikrokontroler ATMEGA8535 terdiri dari : 1. 10 bit 8 Channel ADC (Analog to Digital Converter) 3. 2. Standby and Extended Standby 5. 4 Channel PWM 4. Power-save. Port C dan Port D) 2. Berbeda dengan mikrokontroler keluarga MCS-51 yang berteknologi CISC (Complex Instruction Set Computing).3. Unit interupsi (internal dan external) 12. Sedangkan pada mikrokontroler. ADC Noise Reduction. termasuk register-register yang digunakan pada mikrokontroler yang bersangkutan.1 Arsitektur Mikrokontroler AVR ATMEGA8535 AVR termasuk kedalam jenis mikrokontroler RISC (Reduced Instruction Set Computing) 8 bit. sedangkan RAM digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara. Analog Compararator 7.23 perangkat keras disimpan dalam ruang ROM yang kecil. Secara garis besar. 6. 32 saluran I/O (Port A. 6 Sleep Modes : Idle. Pada mikrokontroler dengan teknologi RISC semua instruksi dikemas dalam kode 16 bit (16 bits words) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 clock. Port B.

3. Sementara itu register khusus untuk menangani I/O dan kontrol Universitas Sumatera Utara .24 14. dan 512 byte SRAM internal. Register untuk keperluan umum menempati space data pada alamat terbawah yaitu $00 sampai $1F. 4. 0 sampai 16 MHz Gambar 2.2 Peta Memory ATMega8535 ATMega8535 memiliki ruang pengalamatan memori data dan memori program yang terpisah. Memori data terbagi menjadi 3 bagian yaitu : 32 buah register umum.7 Arsitektur ATMEGA8535 2. 64 buah register I/O.5 V operation.5 V sampai 5.

3.25 terhadap mikrokontroler menempati 64 alamat berikutnya. yaitu pada lokasi $60 sampai dengan $25F.8 Memori AVR ATMega8535 Selain itu AVR ATmega8535 juga memilki memori data berupa EEPROM 8-bit sebanyak 512 byte. Alamat EEPROM dimulai dari $000 sampai $1FF. Alamat memori berikutnya digunakan untuk SRAM 512 byte. Register tersebut merupakan register yang khusus digunakan untuk mengatur fungsi terhadap berbagai peripheral mikrokontroler. dan sebagainya. yaitu mulai dari $20 sampai $5F. Gambar 2. fungsi fungsi I/O. Register khusus alamat memori secara lengkap dapat dilihat pada tabel dibawah . SREG merupakan bagian dari inti CPU mikrokontroler. timer/counter. 2. Universitas Sumatera Utara .3 Status Register Status register adalah register berisi status yang dihasilkan pada setiap operasi yang dilakukan ketika suatu instruksi dieksekusi. seperti kontrol register.

Bi5 --> H (Half Cary Flag) 4. 2.3. Bit harus di Set untuk mengenable semua jenis interupsi. 8. Bit3 --> V (Two's Component Overflow Flag) Bit ini berfungsi untuk mendukung operasi matematis.26 Gambar 2. 5. 3. Bit0 --> C (Cary Flag) Bit ini akan menjadi set apabila suatu operasi menghasilkan carry. 7. 2. Suatu bit dalam sebuah register GPR dapat disalin ke bit T menggunakan instruksi BST. jika suatu operasi matematis menghasilkan bilangan negatif.9 Status Register Status Register ATMega8535 1. 6. dan 44 pin untuk model TQFP dan PLCC. Bit2 --> N (Negative Flag) Flag N akan menjadi Set. Bit6 --> T (Bit Copy Storage). dan sebaliknya bit T dapat disalin kembali kesuatu bit dalam register GPR dengan menggunakan instruksi BLD. Instruksi BLD dan BST menggunakan bit T sebagai sumber atau tujuan dalam operasi bit.4 Konfigurasi Pin Mikrokontroler AVR ATMEGA8535 Mikrokontroler ATMega8535 memiliki 40 pin untuk model PDIP. Bit1 --> Z (Zero Flag) Bit ini akan menjadi Set apabila hasil operasi matematis menghasilkan bilangan 0. Bit7 --> I (Global Interrupt Enable). Bit4 --> S (Sign Bit) merupakan hasil operasi EOR antara flag -N (negatif) dan flag V (komplemen dua overflow). Nama-nama pin pada mikrokontroler ini adalah : Universitas Sumatera Utara .

interupsi eksternal dan komunikasi serial. 3. 7. 5. 10. Port D (PD0 – PD7) : merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus. Port A (PA0. Port B (PB0 – PB7) : merupakan akan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus. Port C (PC0 – PC7) : merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus. input ADC dan Timer Osilator. yaitu komperator analog. XTAL1 dan XTAL2 : merupakan pin masukan clock eksternal. GND : merupakan pin ground. komperator analog dan SPI.PA7) : merupakan pin I/O dan pin masukan ADC 4.. yaitu sebagai Timer/Counter. yaitu TWI. 9. komperator analog.27 1. RESET : merupakan pin yang digunakan untuk mereset mikrokontroler. Port A Universitas Sumatera Utara .10 IC Mikrokontroler ATMEGA8535 Deskripsi pin-pin pada mikrokontroler ATMega8535 : 1. AREF : merupakan pin tegangan referensi ADC Gambar 2. AVCC : merupakan pin masukan tegangan untuk ADC. 6.. 8. VCC : merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukan catu daya 2.

Data Direction Register port B (DDRB) harus disetting terlebih dahulu sebelum Port B digunakan. Setiap pinnya dapat menyediakan internal pullup resistor (dapat diatur per bit). Tabel 2. Setiap pinnya dapat menyediakan internal pullup resistor (dapat diatur per bit). Setiap pinnya dapat menyediakan internal pullup resistor (dapat diatur per bit). Output buffer Port B dapat memberi arus 20 mA dan dapat mengendalikan display LED secara langsung. atau diisi 1 jika sebagai output. Selain itu. Pin-pin port B juga memiliki untuk fungsi-fungsi alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam tabel berikut. kedelapan pin port A juga digunakan untuk masukan sinyal analog bagi A/D converter.28 Merupakan 8-bit directional port I/O. Bit-bit DDRB diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port B yang bersesuaian sebagai input. Output buffer Port C dapat memberi arus 20 mA dan T0 = timer/counter 0 external counter input T1 = timer/counter 0 external counter input AIN0 = analog comparator positive input AIN1 = analog comparator negative input SS = SPI slave select input MOSI = SPI bus master output / slave input MISO = SPI bus master input / slave output SCK = SPI bus serial clock Universitas Sumatera Utara . 2. Data Direction Register port A (DDRA) harus disetting terlebih dahulu sebelum Port A digunakan.1 Fungsi Pin-pin Port B Port Pin Fungsi Khusus PB0 PB1 PB2 PB3 PB4 PB5 PB6 PB7 3. atau diisi 1 jika sebagai output. Port C Merupakan 8-bit directional port I/O. Bit-bit DDRA diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port A yang bersesuaian sebagai input. Output buffer Port A dapat memberi arus 20 mA dan dapat mengendalikan display LED secara langsung. Port B Merupakan 8-bit directional port I/O.

atau diisi 1 jika sebagai output. RESET RST pada pin 9 merupakan reset dari AVR. Universitas Sumatera Utara . Selain itu. Jika pada pin ini diberi masukan low selama minimal 2 machine cycle maka system akan di-reset. dua pin port C (PC6 dan PC7) juga memiliki fungsi alternatif sebagai oscillator untuk timer/counter 2. Bit-bit DDRC diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port C yang bersesuaian sebagai input. Port D Merupakan 8-bit directional port I/O. Output buffer Port D dapat memberi arus 20 mA dan dapat mengendalikan display LED secara langsung. 4.29 dapat mengendalikan display LED secara langsung. Data Direction Register port D (DDRD) harus disetting terlebih dahulu sebelum Port D digunakan. Data Direction Register port C (DDRC) harus disetting terlebih dahulu sebelum Port C digunakan. Tabel 2. Setiap pinnya dapat menyediakan internal pullup resistor (dapat diatur per bit). Bit-bit DDRD diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port D yang bersesuaian sebagai input. pin-pin port D juga memiliki untuk fungsifungsi alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam tabel berikut. Selain itu.2 Fungsi Pin-pin Port D Port Pin Fungsi Khusus PD0 PD1 PD2 PD3 PD4 PD5 PD6 PD7 RDX (UART input line) TDX (UART output line) INT0 ( external interrupt 0 input ) INT1 ( external interrupt 1 input ) OC1B (Timer/Counter1 output compareB match output) OC1A (Timer/Counter1 output compareA match output) ICP (Timer/Counter1 input capture pin) OC2 (Timer/Counter2 output compare match output) 5. atau diisi 1 jika sebagai output.

1 Pengertian Optocoupler Optocoupler adalah suatu piranti yang terdiri dari 2 bagian yaitu transmitter dan receiver. tidak ada bagian yang konduktif antara kedua rangkaian tersebut. 10. 9. AVcc Avcc adalah kaki masukan tegangan bagi A/D Converter. Optocoupler atau optoisolator merupakan komponen penggandeng (coupling) antara rangkaian input dengan rangkaian output yang menggunakan media cahaya (opto) sebagai penghubung. 7. 2. Kaki ini harus secara eksternal terhubung ke Vcc melalui lowpass filter. XTAL2 XTAL2 adalah output dari inverting oscillator amplifier. XTAL1 XTAL1 adalah masukan ke inverting oscillator amplifier dan input ke internal clock operating circuit.4.4 Sensor Optocoupler 2. AGND AGND adalah kaki untuk analog ground. yaitu transmitter (pengirim) dan receiver (penerima). Untuk operasionalisasi ADC. yaitu antara bagian cahaya dengan bagian deteksi sumber cahaya terpisah. 8. AREF AREF adalah kaki masukan referensi bagi A/D Converter. Biasanya optocoupler digunakan sebagai saklar elektrik. Optocoupler sendiri terdiri dari 2 bagian. yang bekerja secara otomatis.30 6. Hubungkan kaki ini ke GND. kecuali jika board memiliki anlaog ground yang terpisah. Dengan kata lain. suatu level tegangan antara AGND dan Avcc harus dibeikan ke kaki ini. Universitas Sumatera Utara .

Jika dilihat dari penggunaannya. optocoupler biasa digunakan untuk mengisolasi common rangkaian input dengan common rangkaian output. Gambar 2. Jika dibandingkan dengan menggunakan LED biasa. Cahaya infra merah termasuk dalam gelombang Universitas Sumatera Utara . Karena spekrum infra mempunyai efek panas yang lebih besar dari cahaya tampak. maka phototransistor lebih peka untuk menangkap radiasi dari sinar infra merah. Suatu sumber cahaya menghasilkan energi panas. Receiver Merupakan bagian yang terhubung dengan rangkaian output atau rangkaian beban. begitu pula dengan spektrum infra merah.31 1. Pada bagian ini terdapat sebuah LED infra merah (IR LED) yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal kepada receiver. Pada bagian receiver dibangun dengan dasar komponen phototransistor. Komponen penerima cahaya ini dapat berupa photodioda atapun phototransistor. Padatransmitter dibangun dari sebuah LED infra merah. dan berisi komponen penerima cahaya yang dipancarkan oleh transmitter. LED infra merah memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap sinyal tampak. Cahaya yang dipancarkan oleh LED infra merah tidak terlihat oleh mata telanjang. Phototransistor merupakan suatu transistor yang peka terhadap tenaga cahaya. 2.11 Bentuk fisik Sensor Optocoupler Optocoupler merupakan gabungan dari LED infra merah dengan fototransistor yang terbungkus menjadi satu chips. Sehingga supply tegangan untuk masing-masing rangkaian tidak saling terbebani dan juga untuk mencegah kerusakan pada rangkaian kontrol (rangkaian input). Transmiter Merupakan bagian yang terhubung dengan rangkaian input atau rangkaian kontrol.

Dengan diberi prasikap maju. LED infra merah yang terdapat pada optocoupler akan mengeluarkan panjang gelombang sekitar 0. Sinar ini tidak tampak oleh mata karena mempunyai panjang gelombang berkas cahaya yang terlalu panjang bagi tanggapan mata manusia. Jika diberi prasikap maju. Perbedaan transistor dengan fototransistor hanya terletak pada rumahnya yang memungkinkan cahaya infra merah mengaktifkan daerah basis. Pada optocoupler yang bertugas sebagai penerima cahaya infra merah adalah fototransistor.32 elektromagnetik yang tidak tampak oleh mata telanjang. LED infra merah ini merupakan komponen elektronika yang memancarkan cahaya infra merah dengan konsumsi daya sangat kecil. Pada saat masuk lubang yang lain. elektron lepas dari ikatannya karena memerlukan tenaga dari catu daya listrik. Sinar infra merah mempunyai daerah frekuensi 1 x 1012 Hz sampai dengan 1 x 1014 GHz atau daerah frekuensi dengan panjang gelombang 1µm – 1mm. Fototransistor merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai detektor cahaya infra merah. Cahaya infra merah yang terdapat pada optocoupler tidak perlu lensa untuk memfokuskan cahaya karena dalam satu chip mempunyai jarak yang dekat dengan penerimanya. Setelah elektron lepas. Proses terjadinya pancaran cahaya pada LED infra merah dalam optocoupler adalah sebagai berikut. Tipe fototransistor juga sama dengan transistor pada umumnya yaitu PNP dan NPN.10. Universitas Sumatera Utara . sehingga dioda akan menyala atau memancarkan cahaya pada saat dilewati arus. karena cahaya ini dapat membangkitkan pasangan lubang elektron. oleh sebab itu fototransistor termasuk dalam golongan detektor optik. Fototransistor memiliki bahan utama yaitu germanium atau silikon yang sama dengan bahan pembuat transistor. elektron melepaskan tenaga yang akan diradiasikan dalam bentuk cahaya. Saat dioda menghantarkan arus. Detektor cahaya ini mengubah efek cahaya menjadi sinyal listrik. cahaya yang masuk akan menimbulkan arus pada kolektor. banyak elektron yang bergabung dengan lubang yang ada di sekitarnya (memasuki lubang lain yang kosong). Fototransistor memiliki sambungan kolektor–basis yang besar dengan cahaya infra merah.9 mikrometer. sedangkan transistor biasa ditempatkan pada rumah logam yang tertutup. Simbol optocoupler seperti terlihat pada Gambar 2.

12 Simbol Optocoupler Kerugian atau keburukan dari optocoupler adalah pada kecepatan switchingnya. 2.4. LCDM1632 merupakan modul LCD dengan tampilan 16 x 2 baris Universitas Sumatera Utara . Jika antara phototransistor dan LED terhalang maka phototransistor tersebut akan off sehingga output dari kolektor akan berlogika high. LCD yang digunakan adalah jenis LCD M1632. atau menampilkan menu pada aplikasi mikrokontroler.33 Gambar 2. Hal ini disebabkan karena efek dari area yang sensistif terhadap cahaya dan timbulnya efek kapasitansi pada ‘junction’-nya. 2.2 Prinsip Kerja dari Rangkaian Optocoupler Prinsip kerja dari rangkaian Optocoupler adalah sebagai berikut : 1. 2.5 LCD (Liquid Crystal Display) LCD berfungsi menampilkan suatu nilai hasil sensor. Sebaliknya jika antara phototransistor dan LED tidak terhalang maka phototransistor dan LED tidak terhalang maka phototransistor tersebut akan on sehingga output-nya akan berlogika low. menampilkan teks. Jika diperlukan kecepatan switching yang cukup tinggi maka optoisolator harus dikonfigurasikan sehingga yang digunakan adalah sebagai photodiodenya.

13 LCD (Liquid Crystal Display) Urutan pin (1).34 dengan konsumsi daya rendah. LCD dapat berfungsi untuk menampilkan suatu nilai hasil sensor. Kegunaan LCD banyak sekali dalam perancangan suatu sistem dengan menggunakan mikrokontroler.3 Fungsi pin-pin pada Liquid Crystal Display Universitas Sumatera Utara . 2 pin terakhir (15 & 16) adalah anoda dan katoda untuk back-lighting. atau menampilkan menu pada aplikasi mikrokontroler. umumnya. M1632 adalah merupakan modul LCD dengan tampilan 16 x 2 baris dengan konsumsi daya yang rendah. dimulai dari sebelah kiri (terletak di pojok kiri atas) dan untuk LCD yang memiliki 16 pin. menampilkan teks. Tabel 2. Pada bab ini akan dibahas antarmuka LCD dengan mikrokontroler ATMega8535. Modul ini dilengkapi dengan mikrokontroler yang didisain khusus untuk mengendalikan LCD. Gambar 2.

dimana hal ini sangat memudahkan dan sangat cepat dalam pembacaan dan penulisan data dari atau ke LCD. menentukan mode operasi merupakan hal yang paling penting. DB6 dan DB7. Jadi hampir setiap aplikasi yang menggunakan LCD. data yang dikirimkan ke LCD dianggap sebagai sebuah perintah atau instruksi khusus (seperti bersihkan layar. Jalur kontrol R/W harus berada dalam kondisi low (0) saat informasi pada data bus akan dituliskan ke LCD. Berikut adalah contoh LCD (2×16) yang umum digunakan : Gambar 2. Jalur data dapat terdiri 4 atau 8 jalur (tergantung mode yang dipilih pengguna). Jika mode 4 bit yang digunakan. maka program akan melakukan query (pembacaan) data dari LCD. posisi kursor dll). Apabila R/W berada dalam kondisi high (1). lainnya merupakan instruksi penulisan. Misal. DB2. Ketika RS dalam kondisi high atau 1. Mengirim data secara parallel baik 4 atau 8 bit merupakan 2 mode operasi primer. untuk menampilkan huruf pada layar maka RS harus diset ke 1. Saat jalur lainnya sudah siap. DB3. Instruksi pembacaan hanya satu. maka 2 nibble data dikirim untuk membuat sepenuhnya 8 bit (pertama dikirim 4 bit MSB lalu 4 bit LSB dengan pulsa clock EN setiap nibblenya). R/W selalu diset ke 0. dan set EN kembali ke high (1). DB5. EN harus diset ke 0 dan tunggu beberapa saat (tergantung pada datasheet LCD). Mode 8 bit sangat baik digunakan ketika kecepatan menjadi keutamaan dalam sebuah aplikasi dan setidaknya minimal tersedia Universitas Sumatera Utara . Untuk mengirim data ke LCD program harus menset EN ke kondisi high (1) dan kemudian menset dua jalur kontrol lainnya (RS dan R/W) atau juga mengirimkan data ke jalur data bus. data yang dikirimkan adalah data ASCII yang akan ditampilkan dilayar. mereka dinamakan DB0. Ketika jalur RS berada dalam kondisi low (0). interface LCD merupakan sebuah parallel bus. Untuk membuat sebuah aplikasi interface LCD. DB1. DB4. Kode ASCII yang ditampilkan sepanjang 8 bit dikirim ke LCD secara 4 atau 8 bit pada satu waktu. yaitu Get LCD status (membaca status LCD).14 LCD M1632 Jalur kontrol EN digunakan untuk memberitahu LCD bahwa mikrokontroller mengirimkan data ke LCD.35 Sebagaimana terlihat pada kolom deskripsi (symbol and functions).

Keypad diperlukan untuk interaksi dengan sistem. Dasarnya keypad 4×4 adalah 16 tombol push-button dalam matriks. Sebenarnya setiap programmer mempunyai cara interaksi yang berbeda dengan sistem.6. mengingat koneksi parallel yang cukup mudah antara kontroller dan LCD.15 Keypad 4x4 Keypad 4×4 sangat sering digunakan oleh programmer. Hal ini lebih karena kebutuhan yang berbeda. 2. Sedangkan mode 4 bit minimal hanya membutuhkan 7 bit (3 pin untuk kontrol. 8 pin untuk data). Aplikasi dengan LCD dapat dibuat dengan mudah dan waktu yang singkat. misalnya kita membuat pengaturan dengan titik setel akan kontrol umpan balik pada saat program masih berjalan.6 Keypad 2. Bahkan untuk keypad di hardware setiap programmer bisa berbeda.1 Keypad untuk ATMega8535 Dasarnya keypad adalah sejumlah tombol yang disusun sedemikian rupa sehingga pembentukan bentuk tombol angka dan beberapa menu yang lain. Selain kemudahannya dengan perangkat keras dan perangkat lunak. Gambar 2.36 11 pin I/O (3 pin untuk kontrol. 4 untuk data). Berikut ini adalah contoh konfigurasi keypad 4 × 4. Interfacing keypad 4×4 dengan pemindaian pola tidak Universitas Sumatera Utara .

2*10-38 s/d 3.768 s/d 32. Konstanta berisi data yang nilainya tetap dan Universitas Sumatera Utara .147.647 0 s/d 4.647 1.535 -32.37 mudah dilakukan.767 -2.147.768 s/d 32. K2.648 s/d 2.7 Perangkat Lunak 2. Tipe Data Berikut ini adalah tipe-tipe data yang ada dalam bahasa C dan yang dikenali oleh CodeVisionAVR : Tabel 2.767 -32.7.967.4*10+38 1.295 -2. Berikut penjelasan dasar-dasar pemrograman bahasa C : 1.767 0 s/d 65.4 Tipe Data Tipe Data Bit Char Unsigned Char Signed Char Int Short Int Unsigned Int Signed Int Long Int Unsigned Long Int Signed Long Int Float Double Ukuran 1 bit 1 byte 1 byte 1 byte 2 byte 2 byte 2 byte 2 byte 4 byte 4 byte 4 byte 4 byte 4 byte 0 atau 1 -128 s/d 225 0 s/d 225 -128 s/d 127 -32. program yang digunakan adalah pemrograman bahasa C.768 s/d 32.483.4*10+38 Jangkauan Nilai 2. Dioda 1N4001 yang diterapkan terikat oleh seri dengan K1. 2. K3 dan K4 dengan bagian dari Anoda.483.294.483. kita hanya membutuhkan sebuah dioda sebagai komponen pendukung.483.147. Konstanta dan Variabel Konstanta dan variabel merupakan sebuah tempat untuk menyimpan data yang berada di dalam memori.648 s/d 2.2*10-38 s/d 3.147. Selain harus memiliki keypad 4×4.1 Pemrograman C Pada perancangan program pada alat.

Char variabelku=0x20. sedangkan variabel berisi data yang bisa berubah nilainya saat program dijalankan. Deklarasi variabel : [tipe_data][nama_variabel]=[nilai_awal] Contoh : Char variabelku. Komentar yang hanya satu baris ditulis dengan diawali ’//’ sedangkan komentar yang lebih dari satu baris diawali dengan ’/*’ dan diakhiri dengan ’*/’. data_c. Komentar Komentar adalah tulisan yang tidak dianggap sebagau bagian dari tubuh program. Bit variabel_bit. data_b. Beberapa variabel dengan tipe yang sama dapat dideklarasikan dalam satu baris seperti contoh berikut : Char data_a. Untuk membuat sebuah konstanta atau variabel maka kita harus mendeklarasikannya lebih dahulu. Komentar digunakan untuk memberikan penjelasan.38 tidak dapat diubah selama program dijalankan. Nilai_awal merupakan nilai default variabel tersebut dan jika tidak diisi maka nilai defaultnya adalah 0 (nol). yaitu dengan sintaks berikut : Deklarasi konstanta : Const [tipe_data][nama_konstanta]=[nilai] Contoh : Const char konstantaku=0x10. Pada deklarasi variabel. Bit variabel_bit=1. Contoh : // Ini adalah komentar satu baris /* Sedangkan yang ini adalah komentar yang lebih dari satu baris*/ Universitas Sumatera Utara . [nilai_awal] bersifat operasional sehingga boleh diisi dan boleh tidak diisi. informasi ataupun keterangan-keterangan yang dapat membantu mempermudah dalam memahami kode program baik bagi si pembuat program maupun bagi orang lain yang membacanya. 3.

Dengan pengarah preprosesor ini maka pendeklarasian register-register dan penamaannya dilakukan pada file yang lain yang disisipkan dalam program utama dengan sintaks sebagai berikut : # include <nama_preprosessor> Contoh : # include <mega8535. dalam hal ini adalah untuk mendefenisikan jenis mikrokontroller yang digunakan. Operator Aritmatika Operator aritmatika adalah beberapa operator yang digunakan untuk melakukan perhitungan aritmatika. // pernyataan_1 PORTB=0x0F. Tabel 2. 4. // pernyataan_3 } 6. Contoh sebuah blok pernyataan : { PORTA=0x00. Pernyataan Pernyataan adalah satu buah instruksi lengkap berdiri sendiri. // pernyataan_2 PORTC=0xFF. Pernyataan diatas merupakan sebuah instruksi untuk mengeluarkan data 0x0F ke Port C. komentar juga dapat digunakan untuk membantu dalam pengujian program yaitu dengan menon-aktifkan dan mengaktifkan kembali bagian program tertentu selama proses pengujian. PORTC = 0x0F.39 Selain dihunakan untuk memberikan keterangan program. Pengarah Preprosessor Pengarah preprosessor digunakan untuk mendefenisikan prosessor yang digunakan.h> 5.5 Operator Aritmatika Operator + * Keterangan Operator untuk operasi penjumlahan Operator untuk operasi pengurangan Operator untuk operasi perkalian Universitas Sumatera Utara .

Operator Logika Operator logika digunakan untuk membentuk suatu logika atas dua buah kondisi atau lebih. Tabel 2.6 Operator Logika Operator && ΙΙ ! Keterangan Operator untuk logika AND Operator untuk logika OR Operator untuk logika NOT Contoh : if ( (a==b) && (c!=d) ) = 0xFF. b = 5. Pernyataan diatas terdiri dari 2 buah kondisi yaitu a==b dan c!=d yang keduanya dihubungkan dengan logika && (AND). 8. Operator Penambahan dan Pengurangan Operator penambahan dan pengurangan adalah operator yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan nilai sebuah variabel dengan selisih 1.40 / % Operator untuk operasi pembagian Operator untuk operasi sisa pembagian 7. Berikut ini adalah tabel operator logika : Tabel 2. Jika logika yang dihasilkan benar maka perintah PORTC = 0xFF akan dikerjakan dan jika salah tidak akan dikerjakan. Universitas Sumatera Utara .7 Operator Penambahan dan Pengurangan Operator ++ Keterangan Operator untuk penambahan nilai variabel dengan 1 Operator pengurangan nilai variabel dengan 1 -- Contoh : a = 1.

b--. Apabila dalam blok pernyataan hanya terdapat satu pernyataan saja maka tanda { dan } dapat dihilangkan seperti : if (PINA>0x80) PORTC=0xFF. 2. Bentuk pernyataan If adalah : if (kondisi) { // blok pernyataan yang akan dikerjakan // jika kondisi if terpenuhi } Contoh : if (PINA>0x80) { Dataku=PINA. Pernyataan If Pernyataan If digunakan untuk melakukan pengambilan keputusan terhadap dua buah kemungkinan yaitu mengerjakan suatu blok pernyataan atau tidak. } Perntataan if diatas akan mengecek apakah data yang terbaca pada Port A (PINA) nilainya lebih dari 0x80 atau tidak. 9. PORTC=0xFF. Maka operator a++ akan mengubah variable a dari 1 menjadi 2 dan operator b—akan mengubah variable b dari 5 menjadi 4. namun kita tetap dapat menggunakannya dengan mudah karena terdapat Universitas Sumatera Utara .2 CodeVisionAVR CodeVisionAVR merupakan salah satu software compiler yang khusus digunakan untuk mikrokontroller keluarga AVR.7.41 a++. Meskipun CodeVisionAVR termasuk software komersial. jika ya maka variable dataku diisi dengan nilai PINA dan data 0xFF dikeluarkan ke PORT C.

Memiliki fasilitas debugger sehingga dapat menggunakan software compiler lain untuk mengecek kode assemblernya. Kanda System STK200+/300 dan bebarapa hardware lain yang telah didefenisikan oleh CodeVisionaAVR 5.16 Tampilan CodeVisionAVR Universitas Sumatera Utara . Dari bebarapa software kompiler C yang pernah digunakan. Memiliki terminal komunikasi serial yang terintegrasi dalam CodeVisionAVR sehingga dapat digunakan untuk membantu pengecekan program yang telah dibuat khususnya yang menggunakan fasilitas komunikasi serial USART. mengkompile program.42 versi evaluasi yang disediakan secara gratis walaupun dengan kemampuan yang dibatasi. CodeVisionAVR merupakan yang terbaik jika dibandingkan dengan kompiler-kompiler yang lain karena memiliki beberapa kelebihan yang dimiliki oleh CodeVisionAVR antara lain : 1. mendownload program) serta tampilannya terlihat menarik dan mudah dimengerti 3. Fasilitas yang disediakan lengkap (mengedit program. contoh AVRStudio 6. Menggunakan IDE (Integrated Devvelopment Environment) 2. Mampu membangkitkan kode program secara otomatis dengan menggunakan fasilitas CodeWizardAVR 4. Memiliki fasilitas untuk mendownload program langsung dari CodeVisionAVR dengan menggunakan hardware khusus seperti Atmel STK500. Gambar 2.