BAB I KETENTUAN UMUM TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

Dalam pasal 1 undang –undang nomor 5 tahun 1986,diuraikan tentang pengertian – pengertian yang berkaitan dengan peradilan tata usaha negara. Dalam undang – undang ini yang dimaksud dengan, 1. Tata usaha negara adalah administrasi negara yang melaksanakan fungsi untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan baik di pusat maupun di daerah. 2. Badan atau pejabat tata usaha negaraadalah badan atau pejabat yang melaksanakan urusan pemerintahan berdasarkan peraturan perundang – undangan yang berlaku. 3. Keputusan tata usaha negaraadalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan aleh badan atau pejabat tata usaha negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang – undangan yang berlaku yang bersifat konkret , individual,dan final yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. 4. Sengketa tata usaha negara adalah sengketa yang timbul dalam bidang tata usaha negara antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau pejabat tata usaha negara, baik di pusat maupun di daerah, sebagai akibat dikeluarkannya keputusan tata usaha negara, termasuk sengketa kepegawaian berdasarkan peraturan perundang – undangan yang berlaku. 5. Gugatan adalah permohonana yang berisi tuntutan terhadap badan atau pejabat tata usaha negara dan diajukan ke pengadilan untuk mendapatkan putusan. 6. Tergugat adalah badan atau pejabat tata usaha negara yang mengeluarkan keputusan berdasarkan wewenang yang ada padanya atau yang dilimpahkan kepadanya,Yang digugat oleh orang atau badan hukum perdata.

1

7. Pengadilan adalah pengadilan tata usaha negara dan/atau pengadilan tinggi tata tata usaha negara di lingkungan peradilan tata usaha negara.
8. Hakim adalah hakim pada pengadilan tata usah negara dan/atau hakim pada

pengadilan tinggi tata usaha negara.

2

BAB II NEGARA HUKUM DAN PERADILAN ADMINISTRASI

1. NEGARA HUKUM Negara hukum menghendaki segala tindakan atau perbuatan penguasa mempunyai dasar hukum yang jelas atau ada legalitasnya baik berdasarkan hukum tertulis maupun berdasarkan hukum tidak tertulis. Negara hukum pada dasarnya tertuma bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum bagi rakyat. Menurut Philipus M. Hadjon bahwa perlindungan hukum bagi rakyat terhadap tindakan pemerintahan dilandasi oleh dua prinsip, prinsip HAM dan Prinsip Negara Hukum. Menurut Philipus M. Hadjon Negara hukum hanya 3 macam konsep yaitu rechtsstaat, the rule of law, dan Pancasila. M. Tahir Azhari Negara hukum ada 5 konsep yaitu: 1. Nomokrasi Islam: konsep Negara hukum yang pada umumnya diterapkan di Negara-negara Islam. 2. Rechtsstaat: konsep Negara yang diterapkan di Negara-negara Eropa Kontinental, misalnya: Belanda, Jerman, Prancis. 3. Rule of Law: Konsep Negara yang di terapkan di Negara Aglo Saxon, Misal: Inggris, Amerika Serikat. 4. Socialist Legality: Konsep Negara hukum yang diterpkan di Negara komunitas. 5. Konsep Negara hukum Pancasila adalah konsep Negara hukum yang diterapkan di Indonesia. Salah satu cirri-ciri pokok dalam Negara hukum Pancasila ialah adanya jaminan terhadap fredoom of religion atau kebebasan beragama, Tetapi kebebasan beragama di Negara hukum Pancasila selalu dalam konotasi yang positif, artinya tiada tempat bagi ateisme atau propaganda anti agama di Bumi di Indonesia.
3

Badan Tata Usaha Negara. melalui Pasal 1365 KUHPer.2. c. Berdasarkan UU No. b. dengan melalui upaya administrative. 4 . Peradilan militer 4. dikeluarkanlah UU No.kekuasan kehakiman dilakukan oleh pengadilan dalam lingkungan: 1. Peradilan Tata Usaha Negara. Peradilan Tata Usaha Negara Dengan berlakunya UU No. Sebagai pelaksanaan dalam pasal 24 UUd 1945. 5 tahun 1986 tentang PTUN. maka dewasa ini perlindungan hukum terhadap warga masyarakat atas perbuatan yang dilakukan oleh penguasa dapat dilakukan melalui badan yakni: a. Peradilan Agama 3. Peradilan Umum. Peradilan Umum 2. NEGARA HUKUM PANCASILA DAN PERADILAN ADMINISTRASI Dasar peradilan dalam UUD 45 dapat ditemukan dalam pasal 24. 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang berdasarkan Pasal 144 dapat disebut UU peradilan Administrasi Negara. 14 tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan kehakiman.

hukum acara PTUN adalah rangkaian perturanperaturan yang memuat cara bagaimana orang harus bertindak. Ketentuan prosedur berperkara diatur bersama-sama dengan hukum materiilnya peradilan dalam bentuk UU atau perturan lainnya. satu sama lain untuk melaksanakan berjalannya peraturan Tata Usaha Negara. 5 . Ketentuan prosedur berperkara diaturtersendiri masing-masing dalam bentuk UU atau bentuk peraturan lainnya.BAB III PENGERTIAN. Hukum acara PTUN dalam UU PTUN dimuat dalam Pasal 53 samapai dengan pasal 141. Yaitu: 1. Dengan demikian komposisi hukum materiil dan hukum formilnya adalah hukum materiil swebanyak 56 pasal. UU PTUN terdiri atas 145 pasal. 2. PENGERTIAN Menurut Rozali Abdullah. Pengaturan terhadap hukum formal dapat digolongkan menjadi dua bagian. ASAS – ASAS DAN KOMPETENSI PTUN 1. sedangkan hukum materiil sebanyak 89 pasal.

kecuali ada kepentingan yang mendesak dari penggugat. maupun kasasi dengan MA sebagai Puncaknya. Asas praduga Rechtmating ( Vermoeden van rechtmatigheid. f. g. Asas para pihak harus didengar (audi et alteram partem) Asas kesatuan beracara dalam perkara sejenis baik dalam pemeriksaan di peradilan judex facti. d. dan ringan ( pasal 4 UU 14/1970). c. e. a. Asas penyelenggaraan kekuasaan kehakiman yang merdeka dan bebas dari segala macam campur tangan kekuasaan yang lain baik secara langsung dan tidak langsung bermaksud untuk mempengaruhi keobyektifan putusan peradilan. Pasalb 24 UUD 1945 jo pasal 4 4 UU 14/1970. Terdapat pada pasal 67ayat 1dan ayat 4 huruf a. prasumptio iustae causa). Asas gugatan pada dasarnya tidak dapat menunda pelaksanaan KTUN yang dipersengketakan.2. Sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap pokok sengketa hakim mengadakan rapat permusyawaratn untuk menertapakan apakah gugatan dinyatakan tidak diterima atau tidak berdasar atau dilengkapi dengan pertimbangan (pasal 62 UU PTUN). penjabarannya. Ini terdapat pada pasal 67 ayat 1 UU peradilan tata usaha negara b. cepat. Asas hakim aktif. ASAS – ASAS HUKUM ACARA PERADILAN TATA USAHA NEGARA Menurut Scholten memberikan definisi asas hukum adalah pikiran-pikiran dasar yang terdapat didalam dan di belakang system hukum masing-masing dirumuskan dalam aturan-aturan perundang-undangan dan putusan-putusan hakim. dan pemeriksaan persiapan untuk 6 . Asas peradilan dilakukan dengan sederhana.yang berkenaan dengannya ketentuan-ketentuan dan keputusan-keputusan individual dapat dipandang sebagai AsasHukumPTUN.

Asas peradilan berjenjang. dan memutuskan suatu perkara berkaitan dengan jenis dan tingkatan pengadilan yang ada berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ( pasal 48 UU PTUN). Asas pengadilan sebagai upaya terakhir untuk mendapatkan keadilan. Asas sidang terbuka untuk umum. Cara untuk dapat mengetahui Kompetensi suatu pengadilan: 1. atau hakim atau paniteratersebut mempunyai kepentingan langsung dan tidak langsung dengan sengketanya. fundamentum petendi) 7 . mengadili. Jenjang peradilan di mulai dari tingkat yang paling bawah yaitu Pengadilan Tata Usaha Negara. penggugat atau penasihat hukum atau antara hakim dengan salah seorang hakim atau panitera juga terdapat hubungan sebagaimana yang di sebutkan di atas. Asas Obyektivitas. kemudian Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. j. maka hakim atau panitera wajib mengundurkan diri.mengetahui apakah gugatan penggugat kurang jelas. apabila terikat hubungan keluarga sedarah atau semenda sampai derajat ketiga atau hubngan suami atau istri meskipun telah bercerai dengan tergugat. Untuk tercapainya putusan yang adil. KOMPETENSI PERADILAN TATA USAHA NEGARA Kompetensi dari suatu pengadilan untuk memeriksa. sehingga penggugat perlu untuk melengkapinya (pasal 63 UU PTUN). i. dan puncaknya adalah Mahkamah Agung. Dapat dilihat dari pokok sengketanya (geschilpunt. Asas inimembawa konsekuensi bahwa semua putusan pengadilan hanya sah dan mempunyai kekuatan hukum apabila di ucapkan dalam siding terbuka untuk umum (pasal 17 dan pasal 18 UU 14/1970 jo pasal 70 UU PTUN). h. 3. (pasal 78 dan pasal 79 UU PTUN). k. Asas ini menempatkan pengadilan sebagai ultimatum remedium.

Pengajuan gugatan. Dengan melakukan pembedaan atas kompetensi absolute dan kompetensi relatif. Berdasarkan itu bahwa gugatan sama-sama diajukan 8 . Hukum acara perdata di atur dalam pasal 118 HIR. Persamaan Antara Hukum Acara Pengadilan TUN dengan Hukum acara Perdata a.2. BAB VI PERSAMAAN DAN PERBEDAAN HUKUM ACARA PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN HUKUM ACARA PERDATA 1. Pengajuan gugatan menurut hukum acara PTUN di atur dalam Pasal 54 UU PTUN. 3. Dengan melakukan pembedaan atas atribusi (absolute competentie atau attributie van rechtmacht) dan delegasi (relatieve competentie atau distributie van rechtsmacht).

d.ke pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat tinggal tergugat. dan Hukum acara perdata diatur dalam pasal 8 Nomor 3 Rv. Penetapan sidang Penetapan hari siding di atur dalam pasal 59 ayat 3 dan pasal 64 UU PTUN. Pemanggilan Para Pihak Pemanggilan para pihak menurut hukum acara PTUN diatur dalam pasal 65 dan 66 UU PTUN. Isi gugatan terdiri dari yaitu identitas para pihak. e. dan Hukum acara Perdata pada pasal 121 HIR. jam. Pemberian Kekuasaan 9 . Dan hakim harus sudah menentukan selambat-lambatnya 30 hari setelah gugatan terdaftar. dan pemanggilan para pihak untuk hadir. Persamaannya adalah penggugat membayar uang muka biaya perkara. sedangkan hukum acara perdata diatur dalam pasal 121 ayat 1 HIR dan pasal 390 ayat 1 dan pasal 126 HIR. dengan syarat membawa surat keterangan tidak mampu dari kepala desa atau lurah setempat (pasal 60 UU PTUN dan Pasal 237 HIR). Pendaftaran perkara Pendaftaran perkara Hukum acara PTUN diatur dalam Pasal 59 UU PTUN. b. c. Bagi penggugat yang tidak mampu boleh tidak untuk membayar uang muka biaya perkara. tempat persidangan. f. kecuali sengketanya tersebut diperiksa dengan acara cepat. Hukum Acara perdata pada pasal 122 HIR.posita dan petitum. Isi gugatan. gugatan kemudian kemudian di daftarkan panitera dalam buku daftar perkara. Dalam Hukum acara TUN jangka waktu antara pemanggilan dan hari siding tidak boleh kurang dari 6 hari. Isi gugatan hukum acara PTUN diatur dalam pasal 56 UU PTUN. Panggilan dikirim dengan surat tercatat. Setelah di daftarkan dalam buku daftar perkara maka hakim menentukan hari.

keselamatan Negara. juru tulis. Pencabutan dan Perubahan Gugatan 10 . j. h. Pemberian kuasa dialkukan sebelumperkara diperiksa harus secara tertulis dengan membuat surat kuasa khusus. Setiap orang dapat untuk hadir dan mendengarkan jalannya pemeriksaan perkara tersebut. g. Dengan ini si penerima kuasa bisa melakukan tindakantindakan yang berkaitan dengan jalannya pemeriksaan perkara untuk dan atas nama si pemberi kuasa. Mendengar Kedua Belah Pihak Dalam pasal 5 ayat 1 UU 14/1970 disebutkan bahwa pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membedakan orang. Hakim Majelis Pemerisaan perkara dalam hukum acara PTUN dan acara perdata dilakukan dengan hakim majelis (3 orang hakim). Persidangan Tebuka Untuk Umum Ketentuan ini diatur dalam pasal 70 ayat 1 UU PTUN. Hakim boleh mengangkat orang-orang sebagai juru bahasa. kecuali hakim memandang bahwa perkara tersebut manyangkut ketertiban umum. i.Pemberian kekuasaan terhadap kedua belah pihak menurut hukum acara PTUN diatur dalam pasal 57 UU PTUN. yang terdiri atas satu orang bertindak selaku hakim ketua dan dua orang lagi bertindak selaku hakim anggota (pasal 68 UU PTUN). atau alasan-alasan lainnya yang di muat dalam berita acara. hukum acara perdata diatur dalam pasal 123 ayat 1 HIR. dan juru alih bahasa demi kelancaran jalannya persidangan. Apabila hakim menyatakan sidang yang tidak dinyatakan terbuka untuk umum berarti putusan itu tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum serta mengakibatkan batalnya putusan itu menurut hukum. sedangkan hukum acara perdata diatur dalam pasal 179 ayat 1 HIR.

k. perubahan dapat dilakukan sepanjang tidak mengubah atau menambahkan petitum. Hak Ingkar Untuk tercapainya putusan yang adil. l. maka hakim atau panitera wajib mengundurkan diri. apabila terikat hubungan keluarga sedarah atau semenda sampai derajat ketiga atau hubngan suami atau istri meskipun telah bercerai dengan tergugat. Dalam hukum acara perdata berdasarkan pasal 127Rv. Pengikutsertaan Pihak Ketiga Ketentuan ini diatur dalam pasal 83 UU PTUN. sebelum tergugat memberikan jawaban. lalu kewajiban tergugat untuk membuktikan adalah dalam rangka membantah bukti yang di ajukan oleh penggugat dengan mengajukan bukti yang lebih kuat(pasal 100 sampai dengan pasal 107 UU PTUN dan pasal 163 dan 11 . apabila sudah memberikan jawabannya yang di ajukan penggugat maka akan dikabulkan oleh hakim (pasal 76 UU PTUN dan pasal 271 Rv). m. maka masuknya pihak ketiga ke dalam sengketa tersebut tetap harus memperhatikan kedudukan para pihak.Penggugat dapat sewaktu-waktu mencabut gugatannya. atau hakim atau paniteratersebut mempunyai kepentingan langsung dan tidak langsung dengan sengketanya (pasal 78 dan pasal 79 UU PTUN). Karena pangkal sengketa atau obyek sengketa TUN adalah KTUN. Pembuktian Penggugat terlebih dahulu memberikan pembuktian. Pihak hadir selama pemeriksaan perkara berjalanbaik atas prakarsa dengan mengajukan permohonan maupunatas prakarsa hakim dapat masuk sebagai pihak ketiga(intervenient) yang membela kepentingannya. penggugat atau penasihat hukum atau antara hakim dengan salah seorang hakim atau panitera juga terdapat hubungan sebagaimana yang di sebutkan di atas.

yang menyebutkan bahwa pelaksanaan keputusan pengadilan dalam perkara perdata dilakukan oleh panitera dan juru sita dipimpin oleh ketua pengadilan. Hukum acara perdata adalah onrechtmating daad (perbuatan melawan hukum) b. Yang di buktikan peristiwanya bukan hukumnya karena ex offocio hakim dianggap tahu tentang hukumnya( ius curia novit). Juru Sita Ketentuan ini pada pasal 33 ayat 3 UU No. makahanya mengatur tugas jurusita perkara perdata. selalu menempatkan seseorang atau badan hukum perdata sebagai pihk tergugat dan badan 12 . Apabila yang dikalahkan tidak mau secara suka rela memenuhi isi putusan yang dijatuhkan. Obyek Gugatan Objek gugatan TUN adalah KTUN yang mengandung perbuatan onrechtsmatingoverheid daad (perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh penguasa. 14 Tahun 1970 tentang ketentuan pokok kekuasaan kehakiman (UUKPKK-70). 2. Pelaksanaan Putusan Pengadilan Ketentuan ini diatur dalam pasal 115 UU PTUNdan pasal 116 UU PTUN dan pasal 195 HIR. Kedudukan Para Pihak Kedudukan para pihak dalam sengketa TUN. o. maka pihak yang dimenangkan dapat mengajukan permohonan pelaksanaan putusan kepada pengadilan yang menjatuhkan putusan itu dalam tingkat pertama ( pasal 116 UU PTUN dan Pasal 196 dan pasal 197 HIR. Perbedaan Antara Hukum Acara Perdata PTUN dengan Hukum Acara Perdata a.164 HIR. n.

f. Dalam pemeriksaan persiapan hakim wajib member nasehat kepada pengugat untuk memperbaiki gugatan dalam jangka waktu 30 hari dan hakim memberi penjelasan kepada badan hukum atau pejabat yang bersangkutan. c. Dalam hukum acara PTUN hanya dikenal satu macam tuntutan poko yang berupa tuntutan agar KTUN yang digugat itu dinyatakan batal atau tidak sah atau tuntutan agar KTUN yang dimohonkan oleh penggugat dikeluarkan oleh tergugat. ketentuan ini diatur pasal 62 UU PTUN. g. Pada hukum acara perdata para pihak tidakn terikat pada kedudukan. e. Tuntutan Gugatan Dalam hukum acara perdata boleh dikatakan selalu tuntutan pokok itu (petitum primair) disertai dengan tuntutan pengganti atau petitum subsidiar.atau pejabat TUN sebagai pihak tergugat. h. d. Gugat Rekonvensi Dalam hukum acara perdata dikenal dengan gugat rekonvensi (gugat balik). Dalam hukum acara PTUN. Rapat Permusyawaratan Dalam hukum acara perdata tidak dikenal Rapat permusyawaratan. Putusan Verstek 13 . yang artinya gugatan yang diajukan oleh tergugat terhadap penggugat dalam sengketa yang sedang berjalan antar mereka. Tenggang Waktu Pengajuan Gugatan Dalam hukum acara TUN pengajuan gugatan dapat dilakukan dalam tenggang waktu 90 Hari. Pemeriksaan Persiapan Dalam hukum acara PTUN juga dikenal Pemeriksaan persiapan yang juga tidak dikenal dalam hukum acara perdata.

Ini terjadi karena tergugat tidak diketahui tempat tinggalnya. k. Pemerikasaan cepat dilakukan karena kepentingan penggugat sangat mendesak. PTUN tidak mengenal Verstek. Upaya pemaksa Agar Putusan Dilaksanakan 14 . Apabila verstek terjadi maka putusan yang dijatuhkan oleh hakim tanpa kehadiran dari pihak tergugat.Kata verstek berarti bahwa pernyataan tergugat tidak dating pada hari sidang pertama. Sifat Ega Omnesnya Putusan Pengadilan Artinya berlaku untuk siapa saja dan tidaka hanya terbatas berlakunya bagi pihak-pihak yang berperkara. m. sedangkan dalam hukum acara PTUN dilakukan dalam rangka memperoleh kebenaran materiil (pasal 107 UU PTUN). apabila kepentingan itu menyangkut KTUN yang berisikan misalnya perintah pembongkaran bangunan atau rumah yang ditempati penggugat. j. i. Sistem Hukum Pembuktian Sistem pembuktian vrij bewijsleer) dalam hukum acara perdata dilakukan dalam rangka memperoleh kebenaran formal. Ini terdapat pada pasal 115 UU PTUN. Pemeriksaan Cepat Dalam hukum acara PTUN terdapat pada pasal 98 dan 99 UU PTUN. sama halnya dalam hukum acara perdata. pemeriksaan ini tidak dikenal pada hukum acara perdata. Pelaksanaan serta Merta (executie bij voorraad) Dalam hukum acara PTUN tidak dikenal pelaksanaan serta merta sebagaimana yang dikenaldalam hukum acara perdata. l.

Dalam hukum acara PTUN kedudukan pengadilan tinggi dapat sebagai pengadilan tingkat pertama. maka dikenal dengan upaya emaksa agar putusan tersebut dilaksanakan. hakim cukup mendengarkan keterangan dari saksi ahli. o. Dalam hukum acara PTUN tidak di kenal karena bukan menghukum sebagaimana hakikat putusan dalam hukum acara perdata. 15 . Hakim Ad Hoc Hakim Ad Hoc tidak dikenal dalam hukum acara perdata. sehingga tiap perkara tidak dapat langsung diperiksa oleh pengadilan tinggi tetapi harus terlebih dahulu melalui pengadilan tingkat pertama (pengadilan Negeri). Dalam hukum acara PTUN diatur pasal 135 UU PTUN.Dalam hukum acara perdata apabila pihak yang dikalahkan tidak mau melaksanakan putusan secara sukarela. Hakikat hukum acara PTUN adalah untuk membatalkan KTUN yang telah dikeluarkan. Apabila memerlukan keahlian khusus maka ketua pengadilan dapat menujuk seorang hakim Ad Hoc sebagai anggota majelis. n. Kedudukan Pengadilan Tinggi Alam hukum acara perdata kedudukan pebgadilan tinggi selalu sebagai pengadilan tingkat banding. apabila diperlukan keterangan ahli dalam bidang tertentu.

BAB V PENYELESAIAN SENGKETA TATA USAHA NEGARA 16 .

1. Tolak ukur subyek adalah para pihak yang bersengketa dalam hukum administrasi negara (tata usaha negara). atau kewenangan suatu departemen (instansi) terhadap departemen lainnya yang disebabkan tumpang tindih kewenangan. 2. yang mencakup administrasi negara di tingkat pusat. Sengketa administrasi (pasal 1 angka 4 UU PTUN) dibedakan menjadi 2 yaitu: 1. sehingga menimbulkan kekaburan kewenagan.Penetapan tertulis ini semata-mata untuk kemudahan segi pembuktian. 17 . Badan atau pejabat TUNBadan atau pejabat TUN di pusat dan di daerah yang melakukan kegiatan yang bersifat eksekutif. Sengketa InternSengketa intern adalah menyangkut persoalan kewenangan pejabat TUN yang disengketakan dalam satu departemen (instansi). adminstrasi negara tingkat daerah. 2. Suatu penetapan tertulis. terutama menunjuk kepada isi bukan bentuk (form). Tolak ukur sengketa tata usaha negara adalah tolak ukur subyek dan pangkal sengketa. Unsur-unsur KTUN (pasal 1 angka 3 UU PTUN) yaitu: 1. maupun administrasi negara pusat yang ada di daerah. Tolak ukur pangkal sengketa adalah sengketa administrasi yang diakibatkan oleh ketetapan sebagai hasil perbuatan administrasi negara. Sengketa EksternSengketa ekstern atau sengketa administrasi negara dengan rakyat adalah perkara administrasi yang menimbulkan sengketa antara administrasi negara dengan rakyat sebagai subyek-subyek yang berperkara ditimbulkan oleh unsur dari unsur peradilan administrasi murni yang mensyaratkan adanya minimal dua pihak dan sekurang-kurangnya salah satu pihak harus administrasi negara. PANGKAL SENGKETA Pangkal sengketa tata usaha negara dapat diketahui dengan menentukan apa yang menjadi tolak ukur sengketa tata usaha negara.

18 . 5. KTUN tidak ditujukan pada umum tetapi tertentu baik alamat maupun hal yang dituju kalau yang dituju itu lebih dari seorang. 3. Badan atau pejabat TUN yang tidak boleh menggugat oleh UU PTUN. 4. KTUN yang masih memerlukan persetujuan belum bersifat final. Orang (individu) atau badan hukum perdata yang di rugikan akibat dikeluarkannya KTUN Digolongkan menjadi 3: 1. Tindakan hukum TUN. Orang (individu) atau badan hukum perdata yang dapat disebut pihak ketiga yang mempunyai kepentingan dan organisasi kemasyarakatan. tetapi berwujud. Bersifat konkret. misal: Pengangkata seorang PNS perlu persetujuan dari BAKN. Missal: keputusan pelebaran jalan. KEDUDUKAN PARA PIHAK DALAM SENGKETA TATA USAHA NEGARA Dalam pasal 1 angka 4 UU PTUN diketahui bahwa kedudukan para pihak dalam sengketa tata usaha negara adalah orang (individu) atau badan hukum perdata sebagai pihak penggugat dan badan atau pejabat tata usaha negara sebagai pihak tergugat. Bersifat Final.Perbuatan hukum badan atau pejabat TUN yang bersumber pada suatu ketentuan hukum TUN yang menimbulkan hak atau kewajiban apada orang lain. tiap-tiap nama orang yang dikena keputusan itu disebutkan. 2. Bersifat individual. Orang (individu) atau badan hukum perdata sebagai alamat yang dituju oleh KTUN. KTUN yang dikeluarkan itu bersifat definitif dan karenanya dapat menimbulkan akibat hukum. tertentu atau dapat ditentukan.Objek yang di putuskan KTUN tidak Abstrak.3. 2. 6.

Perbedaan penting antara upaya administratif dan PTUN adalah bahwa PTUN hanyalah memeriksa dan menilai dari segi hukumnya saja. Pada prosedur banding. badan hukum TUN hanya melakukan penilaian daregi hukumnya saja. juga berwenang menilai segi kebijaksanaannya. 3. Pemeriksaan melalui upaya administrative. Sedangkan penilaian dari segi kebijasanaan bukan wewenang PTUN. Dengan demikian penyelesain sengketa melalui upaya administratif menjadi lebih lengkap. badan TUN selaian berwenang menilai segi hukumnya. 19 . tetapi. pribadi. itu merupakan prosedur yang ditentukan dalam suatu peraturan perundang-undangan untuk menyelesaikan sengketa dalam TUN yang dilaksanakan di lingkungan pemerintah sendiri yang terdiri dari prosedur keberatan dan prosedur banding administratif. 4. PARA PIHAK DALAM SENGKETA TATA USAH NEGARA Para pihak dalam sengketa TUN adalah orang (individu) atau badan hukum perdata sebagai pihak penggugat dan badan atau pejabat tata usaha negara sebagai pihak tergugat.Kepentingan ini dalam kaitannya yang berhak menggugat apabila bersifat langsung. penilaian secara lengkap tersebut tidak termasuk pasda prosedur banding. JALUR PENYELESAIAN SENGKETA TATA USAHA NEGARA Dalam pasal 48 UU PTUN nomor 5 tahun 1986 UU PTUN menjelaskan upaya administrative. obyek dapat ditentukan dan atau kepentingan berhubungan dengan KTUN.

Asas kepastian hukum 2. Dalam mengajukan gugatan ada beberapa asas : 1. 20 . ALASAN MENGAJUKAN GUGATAN Alasan mengajukan gugatan diatur dalam Pasal 53 ayat 2 UU PTUN. Asas proposionalitas 6.BAB VI GUGATAN KE PERADILAN TATA USAHA NEGARA 1. Asas Akuntabilitas 2. Asas tertib penyelenggaraan negara 3. Asas keterbukaan 5. TENGGANG WAKTU MENGAJUKAN GUGATAN Tenggang waktu mengajukan gugatan diatur dalam pasal 55 UU PTUN. Tengang waktu untuk mengajukan gugatan Sembilan puluh hari tersebut dihitung secara bervariasi: 1. Asas profesionalitas 7. Sejak hari diterimanya KTUN yang digugat itu memuat nama penggugat. Asas kepentingan umum 4.

b. Setelah 4 bulan apabila peraturan perundang-undangan tidak memberikan kesempatan kepada administrasi negara untuk memberikan keputusan dan ternyata ia tidak berbuat apa-apa. 3. Nama. Syaratnya adalah: 1. Gugatan harus memuat: a. Apabila gugatan dibuat oleh dan ditanda tangani oleh seorang kuasa pengugat maka harus disertai surat kuasa yang sah. kewaganegaraan. 21 .2. Gugatan sedapat mungkin juga disertai KTUN yang disengketakan oleh penggugat. SYARAT – SYARAT GUGATAN Syarat gugatan diatur daljm pasal 56 UU PTUN. Setelah lewatnya tenggang waktu yang ditetapkan dalam aturan perundang-undangan yang memberikan kesempatan kepada administrasi negara untuk memberikan keputusan namun ia tidak berbuat apa-apa. Dasar gugatan dan hal-hal yang diminta untuk diputuskan pengadilan 2. 3. dan tempat kedudukan tergugat c. Nama jabatan. temapat tinggal. dan pekerjaan penggugat atau kuasa hukumnya. 3. Sejak hari pengumuman apabila KTUN itu harus di umumkan. 4.

Penggugat dapat tidak membayar uang perkara apabila tidak mampu. Tuntutan ganti rugi dan atau 4. Tetapi dalam hal tertentu penggugat membayar Cuma-Cuma (pasal 60 dan 62 UU PTUN). Tuntutan agar KTUN yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat TUN itu dinyatakan batal atau tidak sah atau 2. Surat Gugatan harus bermaterai 4. TUNTUTAN DALAM GUGATAN Ketentuan dalam pasal 53 ayat 1 UU PTUN harus dikaitkan dengan pasal 3 UU PTUN tentang KTUN negatif dan pasal 117 ayat 2 tentang tuntutan sejkumlah uang atau kompensasi. Ketidakmampuan itu sudah diperiksa oleh ketua pengadilan dan telah dikabulkan. BAB VII ACARA PEMERIKSAAN DI PERADILAN TATA USAHA NEGARA 1. Tuntutan rehabilitas dengan atau tanpa kompensasi 5. Tuntutan agar badan atau pejabat TUN yang digugat untuk mengeluarkan KTUN yang di mohonkan penggugat atau tanpa 3. dan penggugat harus membawa surat keterangan tidak mampu dari kepala desa.Dari situ diperoleh perihal tuntutan apa saja yang dapat diajukan dalam gugatan: 1.4. PERMOHONAN BERACARA DENGAN CUMA – CUMA Pada dasarnya mengajukan gugatan ke pengadilan penggugat harus membayar terlebih dahulu membayar uang muka biaya perkara. PEMERIKSAAN DENGAN ACARA SINGKAT 22 .

PELAKSANAAN PERMOHONAN PENANGGUHAN PELAKSANAAN KTUN Pelaksanaan permohonan penangguhan pelaksanaan KTUN diatur dalam 23 . dengan cara memanggil penggugat untuk menyempurnakan gugatannya dan atau memanggil tergugat untuk dimintai keterangan tentang keputusan yang digugat. dapat dihindarkan pemeriksaan perkara-perkara menurut acara biasa yang tidak perlu memakan banyak waktu dan biaya. 2. karena dapat saja pada waktu itu diucapkan berhalangan hadir. Semua itu harus diserahkan kepada kearifan dan kebijakan ketua majelis. Kelemahannya adalah jangka waktu empat belas hari dalam melakukan perlawanan terhitung sejak penetapan dismissal itu di ucapkan dapat menjadi tidak realistis. Dapat mengatasi berbagai rintangan yang mungkin akan terjadi penghalang dalam penyelesaian secara cepat sengketa-sengketa TUN. PEMERIKSAAN PERSIAPAN Setelah melalui tahap rapat permusyawaratan. 3. Pemeriksaan dengan Acara Singkat mempunyai kelebihan dan kelemahan juga yaitu Kelebihannya adalah 1. Dapat mengatasi harus masuknya perkara-perkara sebenarnya tidak memenuhi syarat. maka dilakukan pemerksaan persiapan terhadap gugatan yang di ajukan oleh penggugat (pasal 63 UU PTUN).Pemeriksaan dengan acara singkat di PTUN dapat dilakukan apabila terjadi perlawanan atas penetapan yang diputuskan oleh ketua pengadilan dalam rapat permusyawaratan (pasal 62 UU PTUN). dan 3. Tujuan pemerikasaan persiapan adalah untuk mematangkan perkara. 2.

2. persidangan dinyatakan dengan tertutup untuk umum. Tenggang waktu untuk jawaban dan pembuktian bagi kedua belah pihak masing-masing tidak melebihi empat belas hari. Pemerikasaan cepat dilakukan karena kepentingan penggugat sangat mendesak. Pelaksanaan KTUN yang digugat tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan umum dalam rangka pembangunan. Dari pasal itu dikemukakan Pemeriksaan dengan Acara Biasa adalah bahwa dengan Pemeriksaan dengan Acara Biasa dilakukan dengan majelis hakim ( 3 hakim). PEMERIKSAAN DENGAN ACARA CEPAT Pemeriksaan dengan acara cepat diatur pasal 98 dan 99 UU PTUN. Keadaan yang sangat mendesak. misal kerugian yang akan di tanggung penggugat tidak seimbang dengan manfaat bagi kepentingan yang akan dilindungi oleh pelaksanaan KTUN. Dalam hukum acara PTUN terdapat pada pasal 98 dan 99 UU PTUN. 5. apabila kepentingan itu menyangkut KTUN yang berisikan misalnya perintahpembongkaran bangunan atau rumah yang ditempati penggugat. 24 .Pemeriksaan dengan acara cepat dilakikan dengan hakim tunggal. Hakim ketua sidang membuka sidang dan menyatakan terbuka untuk umum kecuali menyangkut ketertiban umum atau keselamatan negara. PEMERIKSAAN DENGAN ACARA BIASA Pemeriksaan dengan acara biasa diatur dalam pasal 97 UUPTUN. Pelaksanaan permohonan penangguhan pelaksanaan KTUN akan dikabulkan apabila. pemeriksaan ini tidak dikenal pada hukum acara perdata.pasal 67 UU PTUN. 4. 1.

c. Pasal 88 UU PTUN menjelaskan tidsak boleh mendengarkan keterangan ahli. 2. ALAT – ALAT BUKTI Dalam pasal 100 sampai dengan 106 UU PTUN alat-alat bukti yang yang dapat diajukan dalam acara hukum PTUN adalah: 1. Akta dibawah tangan yaitu surat yang di buat dan di tandatangani oleh pihak-pihak yang bersangkutan dengan maksud untuk digunakan sebagi alat bukti. Surat sebagai alat bukti ada 3: a. yaitu surat yang dibuat oleh atau dihadapan seorang pejabat umum yang menurut perturan perundang-undangan yang berwenang membuat surat ini dengan maksud untuk dipergunakan alat bukti tentang peristiwa hukum yang tercantum didalamnya. Akta aotentik. Surat-surat lain yang bukan ahli. Surat atau tulisan.BAB VIII PEMBUKTIAN 1. b. Atas 25 . Keterangan ahli Pendapat orang yang diberikan sumpah dalam persidangan dalam tentang hal yang ia ketahui menurut pengetahuan dan pengalamnanya.

atau hakim melihat keadaan suatu rumah yang menjadi soal perselisihan di tempat. Saudara laki-laki atau perempuan. Orang sakit ingatan Dalam pasal 89 UU PTUN yang berhak mengundurkan diri sebagai ahli adalah: a. pekerjaan atau jabatanhnya itu.permintaan kedua belah pihak atau salah satu pihak atau karena jabatannya hakim ketua sidang dapat menunjuk seorang atau beberapa ahli. 5. Pengakuan secara tertulis boleh dilakukan diluar persidangan dan dihadapan hakim. 4. ipar laki-laki dan perempuan salah satu pihak b. Keterngan saksi Dalam pasal 88 UU PTUN disebutkan yang tidak boleh didengar sebagai saksi adalah:a. Missal kalau salah satu pihak memajukan sebagai bukti suatu gambar atau suatu tongkat. Keluarga sedarahb. Pengetahuan hakimMenurut Wirjono Prodjodikoro yang dimaksud pengetahuan hakim dalah hal yang dialami oleh hakim sendiri selam pemeriksaan perkara dalam sidang. Anak yang belum berusia tujuh belas tahun. Setiap orang yang karena martabat pekerjaan atau jabatannya diwajibkan merahasiakan segala sesuatu yang berhubungan dengan martabat. 2. Pengakuan adalah meruapakan pernyataan sepihak sehingga tidak memerlukan persetujuan dari para pihak lain terutama dari pihak lawannya. Istri atau suami salah seorang pihak meski sudah bercerai. 26 . Pengakuan secara lisan harus dilakukan dalam persidangan dan tidak boleh diluar persidangan. Pengakuan para pihakPengakuan dari para pihak tidak dapat ditarik kembali kecuali dengan alasan yang kuatdan dapat diterima oleh hakim.

Putusan yang di ucapkan di persidangan (uitspraak) tidak boleh berbeda dengan yang tertulis (vonnis). beban pembuktian dan untuk sahnya pembuktian diperlukan sekurang-kurangnya dua alat bukti berdasarkan keyakinan hakim. BAB IX PUTUSAN DAN PELAKDSANAAN PUTUSAN PERADILAN TATA USAHA NEGARA 1. Vonnis adalah putusan yang 27 .2. Dalam literature Belanda dikenal vonnis dan gewijsde. PENGERTIAN PUTUSAN Pada dasarnya penggugat mengajukan suatu gugatan ke pemngadilan adalah bertujuan agar pengadilan melalui hakim dapat menyelesaikan perkaranya dengan mengambil suatu putusan. BEBAN PEMBUKTIAN Beban Pembuktian dalam pasal 107 UU PTUN bahwa hakim menentukan apa yang harus di buktikan.

Ketentuamn pasal tersebut memuat prosedur pengambilan putusan yang harus diambil dengan musyawarah di antara majelis hakim. putusan yang diambil dengan suara terbanyak baru dapat dikatakan apabila musyawarah untuk mencap[ai kesepakatan bulat mengalami jalan buntu. sehingga masih tersedia upaya hukum biasa. 2. maka barulah putusan dapat diambil oleh ketua majelis. apabila keputusan suara terbanyak itu juga mengalami kemacetan. 3.Dalam kaitannya hukum acara PTUN. Putusan mahkamah agung dalam tingkat kasasi. Gewijsde adalah putusan yang asudah mempunyai kekuatan hukum yang pasti sehingga hanya tersedia upaya hukum Khusus. PUTUSAN PERADILAN TATA USAHA NEGARA Putusan Pengadilan diatur dalam pasal 97 UU PTUN. Putusan pengadilan tingkat pertama (PTUN) yang sudah tidak dapat dimintakan upaya banding 2. ISI PUTUSAN Isi putusan dari pasal 97 ayat 7 maka dapat diketahui bahwa isi putusan pengadilan TUN dapat berupa: 1. Apabila isi putusan pengadilan TUN adalah berupa penolakan tewrhadap gugatan pengguagat berarti memperkuat KTUN yang akan dikeluarkan 28 . putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap adalah: 1. Putusan pengadilan Tinggi (PTUN) yang tidak dimintakan kasasi. 3.mempunyai kekuhukum yang yang pasti.

4. Putusan pengadilan yang menytakan gugatan gugur dalam hal para piatau kuasanya tidak hadir dalam persidangan yang telah ditentukan dan mereka telah dipanggil secara patut atau perbaikan gugatan yang diajukan oleh pihak pengguagat telah melampaui tenggang waktu yang ditentukan. 4. berarti tidak membenarkan KTUN yang dikeluarkan oleh pihak tergugat atau tidak membenarkan sikap tidak berbuat apa-apa yang dilakukan oleh tergugat. kompensasi dan rehabilitasi untuk sengketakepegawaian 3. Penerbitan KTUN dalam hal gugatan didasarkan pada pasal 3. Gugatan Tidak Di terimaPutusan pengadilan yang berisi tidakmenerima gugatan pihak penggugat.oleh badan atau pejabat TUN yang bersangkutan. Pada umumnya suatu gugatan ditolak oleh majelis hakim. Isi pengadilan yang mengabulkan gugatan pihak penggugat itu. Pencabutan KTUN yang bersangkutan b. karena alat bukti yang di ajukan pienggugat tidak dapat mendukung gugatannya. SUSUNAN ISI PUTUSAN 29 . Dan pengadilan dapat menetapkan kewajiban piahk tergugat untukmembayar ganti rugi. 2. berarti gugatan itu tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan. Gugatan dikabulkan adakalnya pengabulan seluruhnya atau menolak sebagian lainnya. Pencaburtan KTUN yang bersangkutan danmenerbitkan KTUN ynag baru c. Persyaratan tersebut sebagaimana yang dimaksud dalam prosedur dismissal dan atau pemeriksaan persiapan. Gugatan Dikabulkan. Gugatan Gugur. atau alat-alat bukti yangdiajukan pihak tergugat lebih kuat.Dalam hal gugatan dikabulkan maka dalam putusan tersebut ditetapkan kewajib yang harus dilakukan oleh tergugat yang dapat berupa: a. padahal itu sudah merupakan kewajibannya.

dan alih bahasa. 5 orang saksi harus membayarnyameskipun pihak itu 30 . 5. Amar Merupakan jawaban atas petitum dari gugatan sehinngga amar juga merupakan tanggapan atas petitum itu sendiri. Apabila tidak ada kalimat itu maka hakim tidak dapatmelaksanakan putusan tersebut. Hakim wajib mengadili semua bagian dari tuntutan yang diajukan pihak pengguagat dan dilarang menjatuihkan purtusan atas perkara yang tidak dituntut atau mengabulkan lebih dari yang dituntut.lalu dimuat dimuat identitas diri. Kepala PutusanSetiap putusan pengadialan haruslah mempunyai kepala putusan bagian atas putusan yang berbunyi “ demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. karena sebagai pertanggungjawaban kepada masyarakat mengapa ia mengambil putusan yang demikian itu sehinggadapat bernilai obyektif. PertimbanganDalam hukum perdata suatau putusan pengadilan harus memuat pertimbangan-pertimbangan yang lazim. 4.Biaya perkara mencakup: 1. Biaya pemeriksaan di tempat lain dari ruangan sidangdan biaya lain atas perintah hakim ketua sidang. Biaya saksi. 3. 2. ahli.Dalam pasal 109 UU PTUN disebutkan Susunan isiputusan yaitu: 1. BIAYA PERKARA Seluruh biaya ditanggung oleh pihak yang dikalahkan kecuali menggunakan perkara biaya Cuma-Cuma dan mendapat persetujuan. dengan catatan meminta persetujuan lebih dari memengkannya. Identitas para pihakSuatu perkara atau gugatan harus ada suekurangkurangnya dua pihak yaitu penggugat dan tergugat. Biaya kepaniteraan 2. 3.

6. Jadi putusan pengadilan yang belum memperoleh kekuatan hukum tetap tidak memiliki kekuatan eksekusi. 31 . PELAKSANAAN PUTUSAN (Eksekusi) Dalam pasal 115 UU PTUN bahwa hanya putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap yang dapat dilaksanakan.

Dalam hala perlawanan dibenarkan oleh pengadilan maka penetapan ketua pengadilan tersebut diatas menjadi gugur demi hukum dan poko gugatanakan diperiksa.\ BAB X UPAYA – UPAYA HUKUM 1. diputus. BANDING 32 . dan diselesaikan menurut acara biasa dan juga sebaliknya. Perlawanan diperiksa dan diputuskan oleh pengadilan dengan acara singkat. Perlawanan diajukan oleh penggugat terhadap penetapan dismissal tersebut pada dasarnya membantah alasan-alasan yang digunakan oleh ketua pengadilan. 2. PERLAWANAN Perlawanan (verzet) merupakan upaya hukum terhadap penetapan yang diputuskan oleh ketua pengadilan dalam rapat permusyawaratan (prosedur dismissal).

Pemeriksaan kasasi untuk perkara yang diputuskan oleh pengadilan di lingkungan peradilan agama atau di lingkungan PTUN. upaya hukum dengan cara perlawanan. 3. Menurut Sudikno Mertokusumo dalam tingkat bandingpun hakim tidak boleh mengabulkan lebih dari pada yang dituntut atau memutuskan hal-hal yang tidak dituntut. (UU nomor 14 tahun 33 . Putusan PTUN terhadap Perlawanan yang diajukan penggugat atas penetapan dismissal pada pasal 62 ayat 6 UU PTUN tidak dapat diajukan banding 4. dimintakan upaya hukum banding adalah yaitu : 1. Penetapan ketua pengadilan TUN mengenai permohonan secara CumaCuma 2. Putusan yang tidak dapat 3. KASASI Kasasi diatur dalam pasal 131 UU PTUN. Putusan pengadilan mengenai gugatan perlawanan pihak ketiga sebelum pelaksanaan putusan yang telah berkekuatan tetap (pasal 118 ayat 2 dan 62 dan 63 UU PTUN). Putusan PTUN sebagaiengadilan tingkat pertama yang sudah tidak dapat dilawan atau dimnintakan pemeriksaan banding lagi.Dalam pasal 122 UU PTUN bahwahadap putusan PTUN dapat dimintakan pemeriksaan banding oleh penggugat dan tergugat kepada PTTUN. Tenggang waktu mengajukan kasasi 14 hari setelah putusan yang dimaksud diberitahu kepada pemohon. Kedua belah pihak mempunyai hak untuk mengajukan banding. Berarti hakim dalam tingkat banding harus membiarkan putusan dalam tingkat peradilan pertama sepanjang tidak dibantah dalam tingkat banding (tantum devolutum quantum apellatum). Penetapan dismissal dari ketua pengadilan TUN.Permohonan pemeriksaan banding diajukan secara tertulis oleh pemohon atau kuasanya yang khusus dikuasakan untuk PTUN yang menjatuhkan putusan dalam tenggang waktu 14 hari setelah putusan yang sah.

pihak ketiga tidak boleh. Salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku. Mahkamah Agung membatalakan putusan atau penetapan pengadilan karena : 1. Permohonan kasasi dapat dilakukan apabila telah melakukan upaya hukum banding. PENINJAUAN KEMBALI Pasal 132 UU PTUN tentang peninjauan kembali. Tidak berwenang atau melampaui batas wewenang 2. 3. 4. Alasan-alasan mengajukan permohonan peninjauan kembali pada pasal 67 UUMA. Pihak yang dapat melakukan upaya hukum kasasi adalah pihak yang berperkara.Lalai memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundangundangan yang mengancam. Tenggang waktu mengajukan peninjauan kembali adalah 180 hari setelah keputusan pengadilan (pasal 69 UUMA). Berdasarkan pasal 68 UUMA dapat diketahui bahwa yang dapat mengajukan permohonan peninjauan kembali adalah para pihak yang berperkara atau ahli warisnya atau seorang wakilnya yang secara 34 . 3.Permohonan upaya hukum kasasi dapat diajukan dalam hal: 1 . Alasan diatas karena diketahui bahwa didalam tingkat kasasi tidak diperiksa tentang duduknya perkara atau faktanya tetapi tentang hukumnya sehingga terbukti tidaknya peristiwa tidak akan diperiksa.1985 tentang Mahkamah Agung dalam pasal 46 ayat 1). Upaya hukum kasasi belum pernah diajukan 2.

khusus dikuasakan untuk itu. 35 . permohonan itu dapat dilanjutkan oleh ahli warisnya. Selama peninjauan kembali berlangsung pemohon meninggal dunia.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.