P. 1
pelapisan brass dan nikel satin

pelapisan brass dan nikel satin

4.0

|Views: 201|Likes:
Published by pakde jongko

More info:

Published by: pakde jongko on Jan 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2013

pdf

text

original

Pelapisan brass dan nikel satin

1. Teori. 2. Praktek. 3. Aplikasi.

www.duraposita.com duraposita@yahoo.co.id duraposita@gmail.com

1.Teori lapis brass (Kuningan)
Merupakan lapis paduan tembaga ( 70 %) dan zinc ( 30 %) Rasio tembaga terhadap zinc 2.3 : 1 sampai 2.6: 1 dengan 2.3 : 1 adalah yang ideal. Paduan dengan tembaga > 80% berwarna merah Level cyanide tinggi untuk brass merah. Menggunakan zinc cyanide, zinc oksida tidak dianjurkan.

Lanjutan teori
Konsentrasi cyanide dalam larutan sangat penting maka penambahan sod cyanide harus sangat hati. Amonia mempengaruhi komposisi paduan, penambahan akan menghasilkan warna kuning. Penambahan dilakukan jika larutan tidak digunakan untuk beberapa hari. Carbonate digunakan untuk buffer larutan.

2. Praktek
Larutan Anoda Suhu Impurities ( pengotor ) Derajat keasaman ( pH) Rapat arus Pasivation

Larutan
I. Komposisi larutan Brass merah
Copper cyanide 6 oz Zinc cyanide 1 oz / gal Sodium cyanide 10 oz / gal Sodium carbonate 4 oz / gal Amonia 0.5 – 1 pint / gal

Anoda
Menggunakan anoda brass dengan kandungan yang sesuai paduan yang akan dilapiskan. Brass kuning dilapiskan dengan anoda 70% Cu dab 30% Zn Brass merah dilapiskan dengan anoda 80% Cu dan 20% Zn. Impurities anoda 0.03% ( lead n tin ) Anoda cast, wrought atau rolled Rasio anoda katoda adalah 2:1 Anoda basket ( baja) tetapi anoda titanium direkomendasi

Suhu
amonia Temperatur bak larutan dimaintain pada 90 – 105F, yang mana cukup untuk produksi amonia di anoda dan mengurangi penambahan amonia. Suhu lebih tinggi menaikkan efisiensi larutan tetapi akan menghilangkan amonia lebih cepat dari yang dihasilkan pada anoda, akhirnya perlu penambahan amonia dari luar. Temperatur yang lebih tinggi lagi menyebabkan endapan berwarna merah, tembaga lebih konduktif dari zinc.

Impurities ( pengotor )
Pengotor masuk dari anoda yang tidak murni Dihilangkan dengan proses dummy Pengotor nikel masuk dari drag in, mempengaruhi pada arus tinggi, endapan seperti perak warnanya. Clorin dari drag in Pengotor Organik dari cleaner dan lainnya dihilangkan dengan carbon treatment Sebaiknya menggunakan wetting agen jika ada pengotor agar endapan lebih bersih.

Derajat keasaman ( pH)

Derajat keasaman dijaga pada 10.2 – 10. Menaikkan pH dengan menambah Caustik soda. Mengurangi pH dengan menambah sod bicarbonate. Pada pH > 10.7 endapan menjadi merah Rapat arus
Bekerja pada 20 asf

Pasivation

Lapisan brass yang mengkilap dilindungi dengan agent passivating yang akan mengurangi spotting out cyanide dan menambah performance Digunakan clear lacquer topcoat

Komposisi u yellow brass

komponen

Optimum oz/gzl

CuCN Zn CN Free CN NaOH NaCO3 Grain refiner Bath stabiliser Wetting agen 0.1%

4.0 sd 5.0 1.7 sd 3.0 1.7 0.0 4.0 1% 5%

Kondisi operasi optimum range

pH Suhu agitasi Rasio anoda : katoda voltase filtrasi

10.4 105F Udara, katoda rod 2:1 Barel 9 – 12 volt Dilakukan kontinu min 1 jam sekali titanium

10.2 – 10.7 90 – 120 F

Rack 2 – 6 volt

Anoda basket Tank Elemen pemanas

Baja lunak boleh, tetapi tangki yang dilapis plastik lebih baik untuk menghilangkan arus stray keramik

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->