Laporan praktikum kimia IDENTIFIKASI PROTEIN

1 PROTEIN A. Tujuan sifatnya

IDENTIFIKASI

: Mengidentifikasi protein berdasarkan sifat-

B. Tinjauan Pustaka Seperti asam amino, protein yang larut dalam air akan membentuk ion dengan muatan (+) dan (-). Dalam suasana asam protein akan membentuk ion (+) dan dalam suasana basa akan membentuk ion (-). Pada titik isoelektriknya sifatnya sama dengan

Zwitterion

asam

amino.

Titik

isoelektrik

protein

mempunyai arti penting karena sifat fisika dan kimianya erat hubungan dengan pH pada titik isoelektrik ini. Pada pH di atas titik isoelektriknya, protein bermuatan (+) sedangkan di bawah titik isoelektriknya protein bermuatan (-). Oleh karena itu untuk mengendapkan protein dengan ion logam (Ag+, Ca++, Zn++, Hg++,

Variasi dalam struktur monomer-monomer ini terjadi dalam rantai samping. Sesuai dengan peranannya protein berasal dari kata proteos yang artinya pertama. triklorasetat. Namun kedua puluh asam amino ini dapat dihubungkan dengan berbagi cara membentuk otot. tanat dan sulfosalisilat) memerlukan pH di bawah titik isoelektrik. enzyme. sedangkan pengendapan oleh ion negatif (ion salisalat. dan lainya.Fe++. Berdasarkan sifat pengendapan ini putih telur atau susu dapat digunakan sebagai antidotum atau penawar racun apabila seseorang keracunan logam berat. Asa amino tidak selalu bersifat .azim kita temui dalam protein tumbuhan dan hewan. Asam-aam amino yang terdapat pada protein adalah asam α-aminokarboksilat. “Protein” adalah poliamina dan jika dihidrolisis protein menghasilkan asam-asam amino hanya 20 asam amino yang . dan Pb++) diperlukan pH larutan di atas titik isoelektrik. Cu++. Protein termasuk dalam senyawa yang terpenting dalam organisme hewan. pikrat.

asam amino larut dalam pelarut air dan organic. misalnya karena perubahan suhu. tetapi tidak larut dalam pelarut nonpolar. sedangkan kebanyakan senyawa organic dengan bobot molekul sekitar itu berupa cairan pada temperature kamar. ion-ion logam maka aktivitas biokimianya akan berkurang. Asam amino memiliki moment dipole yang besar. Beberapa jenis protein sangat peka terhadap perubahan lingkungannya. Apabila konformasi protein berubah. Aktivitas ini banyak mengandung struktur dan konformasi protein yang tepat. 1989: 363-364). pH atau karena reaksi dengan senyawa lain. Titik leleh diatas 200oC.seperti senyawasenyawa organic. Suatu protein memiliki arti bagi tubu apabila protein tersebut di dalam tubuh dapat melakukan aktivitas biokimiawi yang menunjang kebutuhan tubuh. juga mereka bersifat kurang asam dibandingkan sebagian besar asam katrboksilat dan kuarang basa dibandingkan sebagian besar senyawa amina yang lain (Fessenden. Enzim merupaka suatu contoh protein memiliki aktifitas katalis reaksi di dalam .

masing-masing disebut dipeptida. tiga. adalah reaksi biuret.4 dinitrofenil florobenzene fenilisotianat dan gugus –COOH. gugus -NH2 pada peptide dapat direaksikan dengan 2. peptide memiliki pH isolistrik (pHI). Peptide sederhana mengandung dua. Reaksi kimia peptide disebabkan karena adanya gugus junh – NH2. Seperti pada asam amino. Reaksi ini terjadi antara pepetida atau protein dengan . Ion logam berat yang masuk ke dalam tubuh akan bereaksi dengan sebagian enzim di dalam tubuh. atau lebih residu asam amino. tripeptida. Peptide didapatkan dari hidrolisis rantai panjang suatu polipeptida (protein). sehingga menyebabkan koagulasi atau pengumpalan (Poedjiadi. Caa reaksi berwarna yang lain untuk pepetida dan protein tetapi tidak untuk asam amino bebas.tubuh. Sebagaimana asam amino. tetrapeptida. dan seterusnya. 1994: 118). empat. Dapat diesterfikasi dengan dan direduksi. R. dan –COOH.

2008: 25-26). yang menghasilkan senyaw kompleks berwarna ungu (Wirahardikusumah. .CuSO4 dan alkali.

Larutan Protein.5 M.5 M dan 3 ml larutan protein ditambahkan dicampurkan dengan baik.A. Jika timbul warna tambahkan lagi 1 tetes atau lebih CuSO4. CuSO4 0.01 M CuSO4 sampai tercampur dengan baik. Catat Hasilnya ! Percobaan dapat diulang untuk larutan asam amino. Tambahkan 1 tetes 0. Bahan dan Cara Kerja 1. Tes Biuret  Alat  Bahan  Cara Kerja : Tabung reaksi. Pipet tetes : NaOH 2. Alat.01 M : 1 ml NaOH 2. .

Skema Kerja 1. + ZnSO4/HgCl2/CuSO4 Mengendap Dibagi dua Endapan 1 + ZnSO4/HgCl2/CuSO4 Endapan 2 Hasil 1 Hasil 2 . Pengendapan Dengan Logam Berat. a. Persiapan Larutan Protein. Larutan Protein. Telur Diambil putihnya Diencerkan hingga 100mL Larutan protein 2. Uji protein dengan Pengendapan.

+ 2 tetes CH3COOH 1N Δ (pemanas air 5 menit) Hasil 4. 3 mL HNO3 pekat + 3 mL Larutan protein. Pengendapan oleh Asam.3. Uji Warna Protein. + 1 mL NaOH 40% + 1 tetes CuSO4 Warna Ungu b. Reaksi Biuret. a. 3 mL Lautan Protein. 3 mL Larutan Protein . Reaksi Xantoprotein. Amati Hasil 5 mL Larutan Protein.

Tabung 1 + Amoniak Hasil 1 c. Reaksi Molish.+ 1 mL HNO3 Pekat Endapan Δ (air mendidih) Larutan Kuning Didinginkan Dibagi 2 tabung. + 2 tetes α.Naftol Dikocok + H2SO4 pekat Terbentuk 2 Lapisan (Cincin Ungu) untuk pembahasannya bisa kalian lihat disini Hasil 2 Tabung 2 . 1 mL Larutan Protein.

Histats.com START (standard)--> Posted by Blog Azwar at 2:21 AM Labels: laporan praktikum kimia booz .!-.

Related Interests