Tugas bakteriologi Gangguan Pencernaan Akibat Infeksi Bakteri

Kecukupan nutrisi tubuh ayam berpengaruh besar terhadap produktivitas dan hal itu sangat berkaitan erat dengan fungsi kerja saluran pencernaan. Saluran pencernaan yang berfungsi secara optimal akan mampu memaksimalkan nilai pemanfaatan ransum melalui proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Namun bagaimana jika organ dan saluran pencernaan mengalami gangguan baik karena faktor infeksius maupun non infeksius? Dalam kesempatan ini akan kami jabarkan bahasan tentang gangguan pencernaan ayam, terutama akibat infeksi bakterial (oleh bakteri,red).

Dampak akibat Gangguan Pencernaan Kerugian utama adanya gangguan pada organ dan saluran pencernaan ayam tentunya berupa terganggunya penyerapan nutrisi yang berdampak pada hambatan pertumbuhan dan penurunan produksi telur. Mortalitas dan morbiditas ayam juga akan meningkat. Gangguan pencernaan akibat infeksi bakterial misalnya akan menyebabkan saluran pencernaan tidak dapat bekerja dengan baik. Hal lain berakibat pada terjadinya immunosuppresif. Beberapa mekanisme terjadinya immunosuppresif ini ialah :    Kerusakan jaringan mukosa usus menyebabkan proses pencernaan dan penyerapan zat nutrisi tidak optimal. Akibatnya terjadi defisiensi nutrisi sehingga pembentukan antibodi terganggu Mukosa usus dan seka tonsil merupakan bagian dari sistem kekebalan lokal di saluran pencernaan. Kerusakan kedua organ ini mengakibatkan ayam lebih rentan terinfeksi penyakit lainnya Di sepanjang jaringan mukosa usus terdapat jaringan limfoid penghasil antibodi (IgA), dimana IgA tersebut akan terakumulasi di dalam darah. Kerusakan mukosa usus akan mengakibatkan keluarnya plasma dan sel darah merah sehingga kadar IgA, sebagai benteng pertahananan di lapisan permukaan usus pun menurun

Gangguan Pencernaan Akibat Infeksi Bakteri Sepanjang tahun 2010, kasus-kasus penyakit yang berdampak pada gangguan saluran pencernaan ayam cukup tinggi bermunculan di lapangan, baik pada ayam pedaging maupun ayam petelur. Penyakit seperti necrotic enteritis terutama menyerang usus ayam, sedangkan penyakit bakterial lain seperti colibacillosis, kolera dan pullorum merusak hampir semua sistem organ dari tubuh ayam, tidak terkecuali organ pencernaan. Dari data yang dihimpun oleh tim Technical Service Medion (2010), diketahui bahwa penyakit colibacillosis, kolera dan pullorum masih sering menyerang di peternakan. Sebagian kasus penyakit pencernaan tersebut bersifat oportunis. Artinya bahwa secara normal mikroorganisme penyebab penyakit ada di dalam usus dalam jumlah yang terkendali, akan tetapi saat kondisi ayam menurun akibat stres dll, mikroorganisme tadi bisa berkembang menjadi patogen. Melihat kondisi cuaca yang seringkali berubah secara drastis saat ini, kondisi tubuh ayam cenderung menurun akibat stres dan pertahanan tubuhnya menjadi tidak optimal sehingga semakin memperbesar peluang munculnya penyakit. Hal itu terutama sangat sensitif terjadi di masa brooding, dimana peternak kurang memperhatikan dinamika suhu. Tidak optimumnya kondisi di masa brooding akan berakibat tidak optimalnya pertumbuhan periode selanjutnya dan ayam rentan terhadap penyakit.

Tabel 1. Persentase Penyakit Ayam Pedaging 2010

Tabel 2. Persentase Penyakit Ayam Petelur di 2010

Musim hujan yang masih terjadi disebagian besar wilayah Indonesia pun secara tidak langsung berperan dalam menyebarkan bibit penyakit ke peternakan. Penyebaran bibit penyakit bisa melalui litter, feses dan air minum ayam yang terkontaminasi bibit penyakit. Berikut penjelasan beberapa penyakit bakterial yang berdampak pada gangguan pencernaan :  Infeksi Bakteri Clostridium sp. Berbagai bakteri Clostridium sp. secara luas banyak terdapat di tanah dan air. Banyak pula spesies Clostridium yang hidup normal dalam saluran pencernaan ayam. Necrotic enteritis (NE) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Clostridium perfringens tipe A atau C dan menyebabkan kerusakan di saluran percernaan, terutama di usus.

2010). Saat koksidiosis menyerang. perfringens di dalam usus. seperti CRD dan korisa. 2010). perfringens dalam jumlah yang aman (tidak menyebabkan terjadinya outbreak penyakit. ayam terlihat bergerombol dan diare. seperti tepung ikan.au Semua jenis ayam pada semua umur dapat terinfeksi NE namun paling sering menyerang umur 26 minggu pada ayam petelur dan umur 2-5 minggu pada ayam pedaging (Technical Service. Jika dilihat dari umur serangan. gandum dan barley yang melebihi batas juga dapat mempercepat peningkatan populasi C. maka pada ayam pedaging.Usus halus yang terinfeksi NE Sumber : www. di dalam usus ayam sehat terdapat bakteri C. depresi. red). Infeksi NE diawali dengan gejala klinis penurunan nafsu makan. Penggantian ransum secara mendadak dan penggunaan beberapa jenis bahan baku ransum. Selain kerusakan pada usus. . Colibacillosis dapat berperan sebagai infeksi primer maupun sekunder mengikuti serangan penyakit yang lain. Dari hasil bedah bangkai akan ditemukan adanya nekrosa pada mukosa usus halus dan terjadi perubahan dimana usus menjadi rapuh dan mengalami distensi (penggelembungan) akibat pembentukan gas dan kadang dijumpai perdarahan. Munculnya kasus NE biasanya dipicu oleh serangan koksidosis. Infeksi NE juga ditandai oleh feses agak encer berwarna merah kecoklatan (seperti warna buah pepaya) disertai dengan cairan asam urat yang keluar bersama feses. sedangkan pada ayam petelur di umur > 3 minggu (Technical Service Medion. Nutrisi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh bakteri C. Bakteri E. Kantung empedu juga membesar dan rapuh.coli merupakan bakteri yang normal hidup pada saluran pencernaan ayam dan dari jumlah tersebut 10-15% merupakan E. coli) pada ayam dikenal dengan istilah colibacillosis.red) maka outbreak NE dapat terjadi. NE juga dapat mengakibatkan hati mengalami pembengkakan. seperti C. Saat kondisi ayam buruk dan didukung dengan kondisi lingkungan yang tidak nyaman (tantangan agen penyakit banyak. Secara normal.csiro. keras. colibacillosis lebih sering menyerang di umur 22-28 hari. perfringens meningkat populasinya dan berlanjut dengan serangan necrotic enteritis. coli yang berpotensi menjadi patogen. menyebabkan usus tidak dapat bekerja menyerap nutrisi sehingga terjadi akumulasi nutrisi di dalam usus. bulu berdiri. akan terjadi perdarahan dan kerusakan jaringan ileum (usus halus) serta peningkatan penguraian air tubuh sehingga dihasilkan banyak oksigen. Meningkatnya oksigen akan memicu bakteri aerob. Koksidiosis merupakan penyakit parasit yang disebabkan oleh protozoa (bersel tunggal) dari genus Eimeria sp. pucat dan terdapat bintik-bintik. perfringens untuk berkembangbiak meningkatkan populasinya. Kadang feses juga bercampur dengan sejumlah material ransum yang tidak tercerna secara sempurna.  Infeksi Escherichia coli Infeksi Escherichia coli (E. Kerusakan usus oleh koksidiosis.

lama-kelamaan akan berwarna kehijauan disertai mucus (lendir). perlakuan vaksinasi yang tidak benar. Bentuk infeksi lokal colibacillosis terdiri dari omphalitis. coli tinggi konsentrasinya di dalam feses yaitu sekitar 10 tiap gram feses. Medion Gejala klinis kolera terlihat dari penurunan nafsu makan. coli tersebut kemudian menyebar dan mengkontaminasi debu. litter dan air minum. . Ledakan penyakit ini sangat erat hubungannya dengan berbagai faktor pemicu stres seperti fluktuasi suhu. coli pada ayam yang dapat diamati adalah adanya diare berwarna kuning. diare dan salpingitis. Gejala klinis tersebut diikuti pula oleh perubahan patologi anatomi. Mortalitas dan morbiditas kolera berkisar antara 0. coli melalui air minum memang lebih dominan dan menjadi sorotan karena air minum merupakan media yang mudah membawa E. transportasi.  Infeksi Pasteurella multocida Infeksi Pasteurella multocida pada ayam sering dikenal dengan penyakit kolera (fowl cholera).Bakteri E. jengger dan pial membesar. Peradangan usus (enteritis) akibat kolera Sumber : Dok. diare yang awalnya encer kekuningan. 6 Coligranuloma yang menyerang usus ayam Sumber : Dok.20%. Dari penanganan kasus di lapangan oleh Technical Service Medion (tahun 2010) dilaporkan bahwa kolera menempati peringkat 1 pada ranking penyakit ayam petelur dan sering menyerang diumur > 35 minggu. Bakteri E. peningkatan frekuensi pernapasan. duodenum dan penggantung usus. Kejadian kolera unggas di Indonesia lebih bersifat sporadik. kelembaban. Dari semua bentuk colibacillosis tersebut yang lebih spesifik menyerang saluran pencernaan ialah bentuk diare dan coligranuloma. daerah muka. dimana pada colibacillosis bentuk diare ditemukan usus yang mengalami peradangan (enteritis). meningitis dan coligranuloma. Penyebaran E. sedangkan pada coligranuloma ditemukan adanya granuloma (bungkul-bungkul) pada hati. cellulitis. panopthalmitis. pergantian ransum yang mendadak serta penyakit immunosuppressive. bulu mengalami kerontokan. potong paruh. lesu. coli masuk ke dalam tubuh ayam. Salah satu gejala klinis infeksi E. pindah kandang. sekum. Medion Infeksi colibacillosis bisa bersifat lokal atau sistemik dengan berbagai bentuk. Sedangkan bentuk infeksi sistemik colibacillosis terdiri dari colisepticemia.

Adanya komplikasi dengan CRD atau korisa menyebabkan ayam menunjukkan gejala klinis berupa gangguan pernapasan seperti ngorok dan keluar lendir dari hidung. lemak jantung maupun lemak abdominal. . Kotoran putih pada dubur anak ayam pada kasus pullorum Sumber : anonymous Kematian bisa mencapai 80% dan puncak kematian pada umur 2-3 minggu setelah menetas. Hal ini disebabkan pecahnya pembuluh darah kapiler akibat aktivitas endotoksin. ayam akan terlihat ngantuk. Salah satu serangan kolera mengakibatkan hati membengkak dan terdapat bintik putih Sumber : Dok. Hati juga akan terlihat membesar dan terdapat bintik putih. lemah. kehilangan nafsu makan dan diikuti dengan kematian mendadak. Kotoran tersebut berwarna putih menyerupai kapur (pasta) dan terkadang menempel pada dubur ayam. telapak kaki. Pada saluran pencernaan tampak bintik-bintik putih terutama pada mesenterium (penggantung usus. rongga peritonium dan oviduk. Dari gejala klinis. Untuk kolera bentuk kronis. pullorum merupakan penyakit yang lebih sering menginfeksi. terlihat berupa perdarahan petechial pada berbagai organ visceral terutama pada jantung. bursa sternalis. terutama pada ayam pedaging. fowl typhoid dan pullorum. hati. Diantara ketiga jenis penyakit tersebut. paru-paru. Perubahan bedah bangkai akan terlihat adanya nekrosis (kematian jaringan) pada hati serta terkadang hati mengalami pembengkakan. Anak ayam kerapkali “menciap” kesakitan ketika sedang buang kotoran. Medion  Infeksi Salmonella sp. Penyakit pullorum ini identik dengan berak kapur dan sering menyerang pada anak ayam. Infeksi ayam oleh Salmonella sp.Perubahan patologi anatomi yang ditimbulkan oleh penyakit ini bervariasi sesuai dengan derajat keparahannya.red) dan otot ventrikulus. Pada kolera bentuk akut. ditandai dengan adanya infeksi lokal yang dapat ditemukan pada persendian tarsometatarsus. bisa mengakibatkan timbulnya beberapa penyakit yaitu avian paratyphoid. Selain itu juga sering ditemukan perdarahan berupa petechial dan ecchymosis pada mukosa usus.

yang akhirnya terjadilah gejala diare. Pada kasus pullorum. Sumber : anonymous Penularan Penyakit Pencernaan Penyakit infeksi saluran pencernaan oleh bakteri dapat menular secara langsung maupun tidak langsung. Proxan-S atau . obat yang dapat diberikan antara lain Therapy atau Duoko Untuk menangani colibacillosis. Koleridin atau Neo Meditril. colibacillosis. Secara langsung melalui kontak dengan ayam sakit. Therapy atau Trimezyn (pilih salah satu) Pada kasus serangan pullorum. obati dengan Ampicol. Neo Meditril. Bakteri dalam darah akan berkembang sampai menjadi septikemia (bertahannya bakteri dalam darah) yang merupakan ciri dari kejadian infeksi penyakit akut. Kemudian bakteri dalam tubuh ayam (saluran pencernaan) memperbanyak diri dalam usus. dapat diberikan antibiotik yang dapat diaplikasikan melalui air minum seperti Amoxitin. Konsentarsi bakteri yang tinggi dalam usus bisa dikeluarkan melalui feses dan dapat menginfeksi ayam lain. Koleridin. ransum. air minum dll) yang tercemar oleh bakteri. penyakit dapat ditularkan secara vertikal yaitu melalui telur kemudian menyebar dalam mesin penetasan dan meluas sesuai dengan distribusi anak ayam yang ditetaskan dari mesin penetas yang tercemar tersebut. Pada kasus penularan secara tidak langsung. Tindakan Pengobatan dan Penanganan Tindakan pengobatan yang dapat dilakukan jika ayam sudah terlanjur terserang penyakit infeksi saluran pencernaan di atas. sedangkan bakteri terus bertambah konsentrasinya. Bakteri yang secara normal berada di dalam saluran pencernaan ayam pun bisa ikut menginfeksi. dapat dilakukan pengobatan dengan memberikan Proxan-S. Bakteri yang terdapat di dalam usus dapat menyebabkan peradangan dan penghancuran lapisan usus. Coliquin. Sedangkan saat terjadi komplikasi antara NE dan koksidiosis. Trimezyn-S atau Vita Tetra Chlor (pilih salah satu) yang diberikan sesuai dosis dan aturan pakai Untuk kasus infeksi kolera. Proxan-S. Doxytin. Hal ini dipicu oleh kondisi ayam yang menurun. Selain itu. jumlah populasi ayam dan umur kejadian penyakit. Therapy. Untuk kasus kolera ringan. bibit penyakit masuk ke dalam tubuh ayam diawali dengan tertelannya bakteri tersebut bersama ransum atau air minum yang terkontaminasi. antara lain :      Segera pisahkan ayam yang positif terinfeksi NE. menembus dinding usus dan masuk ke dalam aliran darah. sedangkan secara tidak langsung melalui kontak dengan pekerja kandang atau peralatan (alat-alat kandang. kolera dan pullorum tersebut Untuk mengatasi serangan NE. Amoxitin. obat yang dapat digunakan diantaranya Ampicol. Tycotil. bakteri juga akan menghasilkan toksin yang dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi oleh usus dan mengakibatkan peningkatan peristaltik usus.Bungkul putih pada usus akibat infeksi Salmonella sp. lakukan tindakan pengobatan berdasarkan tingkat keparahan penyakit.

Mengurangi populasi bibit penyakit di sekitar ayam Dalam mengurangi bibit penyakit yang ada di sekitar ayam maka langkah yang dapat ditempuh antara lain :  Istirahat kandang minimal selama 2 minggu dihitung setelah kandang sudah dalam keadaan bersih dan didesinfeksi. tamu. Sedangkan jika kejadian kolera sudah parah maka pilihlah antibiotik yang diberikan secara suntikan seperti Gentamin. Medion  Lakukan desinfeksi kandang kosong dengan Sporades atau Formades. Hal ini bertujuan untuk memutus siklus hidup bibit penyakit Lakukan istirahat kandang minimal 2 minggu Sumber : Dok. Medoxy-L atau Vet Strep Untuk semua kasus penyakit. maka perlu dilakukan pencegahan kontak antara bibit penyakit dengan ayam. setelah dilakukan pengobatan. pekerja. Pada 3 hari sebelum chicks in. Medoxy LA. lakukan kembali penyemprotan kandang beserta peralatannya baik tempat ransum maupun tempat minum dengan menggunakan Medisep 2. Mencegah kontak antara bibit penyakit dengan ayam Untuk mendukung langkah pengurangan konsentrasi bibit penyakit. kendaraan. Coliquin. Langkah pencegahan tersebut dengan cara :   Mengatur lalu lintas karyawan. hewan piaraan maupun hewan liar yang bisa menjadi sumber penularan Melakukan sanitasi air minum menggunakan Antisep. Fortevit atau Vita Strong untuk membantu mempercepat proses kesembuhan (recovery) Tindakan Pencegahan dan Pengendalian Pengobatan suatu penyakit tidak akan berhasil optimal tanpa didukung biosecuriti dan manajemen pemeliharaan yang bagus. Neo Antisep atau Medisep minimal 3x seminggu . Adapun prinsip untuk mencegah penyakit diantaranya : 1. berikan vitamin seperti Vita Stress.

Penggantian ransum hendaknya dilakukan secara berkala (periodik). pembolak-balikan litter dilakukan secara teratur setiap 3-4 hari sekali mulai umur 4 hari sampai umur 14 hari. lakukan pembolak-balikan litter untuk mencegah litter basah. Medion  Pemberantasan vektor pembawa penyakit seperti tikus dan lalat dengan menggunakan insektisida 3. Medion Untuk meningkatkan daya tahan tubuh maka dapat dilakukan pemberian multivitamin berupa Fortevit maupun Vita Stress yang dapat diberikan melalui air minum. gandum dan barley (jangan berlebih) Perhatikan suhu. maka dapat dipilah dan dikeluarkan dari kandang. Untuk kasus NE. Neo Antisep dan Medisep merupakan produk-produk antiseptika Medion Sumber : Dok. mencegah penyakit akibat kekurangan vitamin serta mampu memperbaiki efisiensi ransum. lebih baik tumpuk dengan litter yang baru hingga yang menggumpal tidak tampak Hindari litter basah dan menggumpal Sumber : Dok. Selain meningkatkan daya tahan tubuh. kelembaban. Jika jumlah yang menggumpal sedikit. Segera ganti litter yang basah dan menggumpal. Pada masa brooding. ventilasi.   Lakukan monitoring terhadap konsumsi ransum. vitamin juga berfungsi dalam membantu pertumbuhan dan mengatasi stres. Meningkatkan daya tubuh ayam Ketahanan tubuh ayam paling utama ditentukan oleh faktor ransum yang didukung dengan kondisi lingkungannya.Antisep. Dalam manajemen litter. Namun jika jumlah litter yang menggumpal atau basah sudah banyak. . kepadatan kandang serta kualitas litter atau sekam. batasi pemakaian tepung ikan.

seperti adanya infeksi penyakit bakterial.Fortevit dan Vita Stress merupakan produk-produk vitamin Medion Sumber : Dok. . Medion Kasus gangguan pencernaan pada ayam disebabkan oleh berbagai faktor. Oleh karena itu tindakan manajemen kesehatan dan pemeliharaan sangat dibutuhkan untuk mengendalikan kasus gangguan agar tidak timbul kerugian yang lebih banyak.

[1] Umumnya. sementara sisanya jarang menimbulkan penyakit.[3] Virulensi Virulensi adalah derajat tingkat patogenitas yang diukur oleh banyaknya organisme yang diperlukan untuk menimbulkan penyakit pada jangka waktu tertentu.[1] Sebutan lain dari patogen adalah mikroorganisme parasit. Patogen oportunis adalah patogen yang jarang menyebabkan penyakit pada orang-orang yang memiliki imunokompetensi (immunocompetent) namun dapat menyebabkan penyakit/infeksi yang serius pada orang yang tidak memiliki imunokompetensi (immunocompromised).[1] Patogen oportunis ini umumnya adalah anggota dari flora normal pada tubuh.[4] Sementara dosis infeksius 50%/ 50%infectious dose (ID50) adalah jumlah organisme . patogen dapat pula menginfeksi organisme uniselular dari semua kerajaan biologi.[1] Pada umumnya semua patogen pernah berada di luar sel tubuh dengan rentang waktu tertentu (ekstraselular) saat mereka terpapar oleh mekanisme antibodi. Namun. dalam hal ini mikrorganisme tersebut dapat melukai atau tidak melukai inangnya. hanya organisme yang sangat patogen yang dapat menyebabkan penyakit. [2] Sebagai contoh. sel T akan memainkan perannya.[4][2] Virulensi berkaitan erat dengan infeksi dan penyakit: infeksi merujuk pada suatu situasi di mana suatu mikroorganisme telah menetap dan tumbuh pada suatu inang. sementara penyakit adalah kerusakan atau cedera pada inang yang mengganggu fungsi tubuh inang.[1] Istilah oportunis sendiri merujuk kepada kemampuan dari suatu organisme untuk mengambil kesempatan yang diberikan oleh penurunan sistem pertahanan inang untuk menimbulkan penyakit.Patogen Helicobacter pylori bakteri patogen pada pencernaan manusia Patogen (Bahasa Yunani: παθογένεια. dosis letal 50%/ 50%lethal dose (LD50) adalah jumlah organisme yang diperlukan untuk membunuh setengah dari jumlah inang yang diserang. "penyebab penderitaan") adalah agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya. namun saat patogen memasuki fase intraselular yang tidak terjangkau oleh antibodi.[2] Umumnya istilah ini diberikan untuk agen yang mengacaukan fisiologi normal hewan atau tumbuhan multiselular.

[4] Dosis infeksius dari suatu organisme tergantung dari faktor virulensi mereka. Di sisi lain. pencernaan (gastrointestinal).[7] Selain P.[4] 2.[6] Contoh virus yang menyerang bakteri adalah en:bacteriophage yang menyerang Escherichia coli.000 organisme.[4] 4. manusia. sebagai contoh. Toksin bakteri: Beberapa bakteri memproduksi toksin atau racun yang dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu: endotoksin dan eksotoksin. Shigella memiliki ID50 kurang dari 100 organisme sementara Salmonella memiliki ID50 sekitar 100.[4] Bakteri yang memiliki kapsul polisakarida di bagian luarnya seperti Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis memiliki kesempatan lebih besar untuk bertahan hidup. atau kulit yang telah terluka. aeruginosa bakteri .[7] Contohnya adalah bakteri patogen oportunis Pseudomonas aeruginosa yang dapat menginfeksi paru-paru sehingga dapat menimbulkan kematian. serangga dan hampir semua jenis mahluk hidup. tanaman. patogen harus melalui brmacam-macam sistem pertahanan tubuh sebelum dapat hidup dan berkembangbiak di dalam inangnya. Transmisibilitas: Tahap pertama dari proses infeksi adalah masuknya mikroorganisme ke dalam inang melalui satu atau beberapa jalur: pernapasan. Faktor Virulensi Bakteri 1.[6] Virus dapat menginfeksi binatang. dan usus halus. urogenitalia. setelah masuk. endotoksin adalah lipopolisakarida yang tidak disekresikan melainkan terdapat pada dinding sel bakteri gram negatif Virus Virus adalah parasit yang bukan merupakan mahluk hidup namun memiliki materi genetik berupa asam nukleat (DNA/RNA) yang membutuhkan keberadaan sel prokariot atau eukariot yang hidup untuk melakukan replikasi atau perbanyakan dari asam nukleat tersebut. juga bisa menimbulkan kerugian karena merupakan patogen yang umum pada mahluk hidup seperti manusia.[4] 3.[4] Kemampuan invasif didukung oleh adanya enzim yang mendegradasi matriks ektraseluler seperti kolagenase.[4] Pelekatan meningkatkan virulensi dengan cara mencegah bakteri terbawa oleh mukus atau organ karena aliran cairan seperti pada saluran urin dan pencernaan. protozoa. Pelekatan: Beberapa bakteri seperti Escherichia coli menggunakan en:pili untuk melekat pada permukaan sel inang mereka. dan bermacam-macam enzim hidroitik dan proteolitik yang dapat ditemukan di kelenjar saliva. Kemampuan invasif: bakteri invasif adalah bakteri yanf dapat masuk ke dalam sel inang atau menembus permukaan kelenjar mukus sehingga menyebar dari titik awal infeksi.patogen yang dibutuhkan untuk menginfeksi 50% dari total inang yang diserang.[4] Eksotoksin adalh protein yang disekresikan oleh bakteri gram positif dan gram negatif. ID50 dari tiap organisme berbeda-beda. perut.[4] Bakteri lain memilki molekul adhesi/pelekatan pada permukaan sel mereka atau dinding sel yang hidrofobik seingga mereka dapat menempel pada membran sel inang. bakteri. fagositosis oleh sel darah putih. fungi.[4] Contoh sistem pertahanan inang meliputi kondisi asam pada perut dan saluran urogenitalia.[6] Sementara pada manusia contohnya adalah en:Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyebabkan penyakit en:Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) Bakteri Bakteri yang termasuk dalam organisme prokariot selain memiliki kegunaan.

Fungi dapat menjadi parasit pada manusia contohnya seperti Candida albicans yang adalah fungi patogen oportunis yang dapat menyebabkan infeksi pada hampir semua bagian dari tubuh manusia dan dapat menyebabkan kematian. Tenth Edition. aureus akan bersifat patogen dan dapat menimbulkan penyakit seperti penggumpalan darah Fungi Fungi adalah organisme prokariot yang termasuk dalam kingdom protista dengan sekitar 75.[10] Walau jarang membahayakan nyawa.[9] Banyak yang berukuran kurang dari 1/200 mm tapi beberapa dapat mencapai 3 mm seperti ''Spirostomun''.4. Martinko JM. dekomposer. albicans tidak akan menimbulkan infeksi dan hidup secara normal pada rongga mulut manusia misalnya. yakni penyakit tumbuhan/ hewan. protozoa merupakan salah satu patogen dan dapat menyebabkan penyakit seperti malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum. ^ a b c d Madigan MT. Charles A. C. namun pada saat sistem imun menurun. fungi telah dikembangkan sedemikian pesatnya hingga bioteknologi dan nanoteknologi. mulut. Diakses pada 17 Maret 2010. Sebagai agens pengendali hayati dan dekomposer. Brock TD. Brock Biology of Microorgnisms. 2008. New Jersey: Pearson Prentice Hall. Protozoa ini ditularkan dari manusia yang satu ke manusia yang lain dengan perantaraan nyamuk betina dari genus anopheles. Janeway.472 juta manusia di seluruh dunia.000 jenis. Review of Medical Microbiology & Immunology. ada yang secara berkoloni. Ketiganya memiliki fungsi dan peran yang berbeda yang sangat penting dalam keseimbangan agroekosistem.[9] Terdapat ratusan juta kasus dari penyakit malaria pertahun dengan tingkat kematian yang tinggi pada negara-negara miskin Cacing Cacing dalam usus merupakan salah satu patogen manusia yang paling umum. ^ a b c d e Warren Levinson. ^ (Inggris)"Figure 10. Dalam bidang pertanian.. S.patogen lain yang populer adalah Staphylococcus aureus yang adalah Mikroflora normal manusia pada permukaan kulit. parasit ini merupakan penyebab utama morbiditas pada negaranegara berkembang[10]. namun sewaktu sistem imun inang sedang baik. et al. Cacing gelang Ascaris lumbricoides diperkirakan menginfeksi 1.[8] C. Pathogens found in various compartments of the body". New York: The McGraw-Hill Companies. 3.[9] Pada manusia.[8].000 spesies yang sudah diidentifikasi. 2006. Banyak yang hidup secara soliter (sendiri). dan hidung. . Infeksi berat dapat menyebabkan gangguan usus dan gangguan pertumbuhan Rujukan 1. Anton MuhibuddinUniversitas Brawijaya) Protozoa Protozoa adalah gup organisme bersel satu yang sangat bervariasi dengan lebih dari 50. dan agens pengendali hayati. Inc 2. albicans seringkali menyerang rongga mulut ataupun vagina. fungi dibagi menurut perannya setidaknya menjadi tiga macam. (Dr.

^ a b c d e f g h i j k l m n Harvey RA. Nature 419:520-526. World of Microbiology and Immunology. Molecular microbiology. 2007. 2003. 9. Volume 6. 2003.Detroit : Gale 7.3 A variety of microorganisms can cause disease". Pseudomonas. 10.4. Characteristics of biofilm formation by Candida albicans. Charles A. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkin 5. Th2 Cytokines Are Associated with Reduced Worm Burdens in a Human Intestinal Helminth Infection The J of Infec Dis 188:1768–1775 . ^ (Inggris)"Figure 10. Champe PC. Dordrecht : Springer Verlag 2010 8. Wickes BL. Faulkner HM. ^ a b Ramos JL. 6. Lerner BW. infection and biodiversity. Janeway. Bradley JE. Filloux A. 2002. VandeWalle K.López–Ribot JL. Strohl WA. 2010. et al. Fisher BD. ^ a b c Turner JD. A proteomic view of the Plasmodium falciparum life cycle. Diakses pada 17 Maret 2010. Cormnot F. 2001. et al. ^ a b c Ramage G. ^ a b c d Lerner KL. ^ a b c d Florens L. Snick JV. Else KJ. Behnke JM.. Grencis RK. Kamgno J. Boussinesg M. Microbiology. Rev Iberoam Micol 18: 163-170.

. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). pengobatan. air.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.[6][7][8][9] Pada umumnya. bakteri berukuran 0.[2] Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.Bakteri ? Bakteri Escherichia coli.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. seperti sel tumbuhan dan jamur. salah satu bakteri berbentuk batang Bakteri (dari kata Latin bacterium.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. bahkan dalam tubuh manusia. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. kerangka sel.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. dan industri. udara.5-5 μm. yaitu Thiomargarita. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.

[13] Sejak saat itulah.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] .[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. Ferdinand Cohn.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Walau demikian. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dimuat dalam Micrographia. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[5] Robert Hooke (1635-1703). seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. terutama bakteri (bakteriologi). buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. mulai berkembang. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.Sejarah Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Dalam bukunya tersebut. Antoni van Leeuwenhoek. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. dan Robert Koch.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13]Akan tetapi. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Akan tetapi.

seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[14] Robert Koch juga merupakan orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. erlenmeyer.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek .[13] Selanjutnya.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. salah satu bakteri penghasil endospora. dan tabung reaksi. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. Robert Koch.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.

[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] . Ferdinand Cohn  Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.

dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. vakuola gas.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] . seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. melekat dan konjugasi. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergerombol o Streptococcus.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. dan magnetosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng Morfologi bakteri Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. ribosom.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. yaitu:   Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus.Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.

mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. dan usia. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. C-Amfitrik. (bentuk koma). Diplobacillus. tidak mempunyai flagel.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Amfitrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya . jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. medium. yaitu:[22][21]      Atrik. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[22][21] Monotrik.[22][21] Peritrik. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. B-Lofotrik. jika bergandengan dua-dua Streptobacillus. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[21] Sama seperti struktur kapsul.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. D-Peritrik. o o Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.[22][21] Lofotrik.

permukaan daun.[24] Thermus aquatiqus. terdapat pula kelompok bakteri lain. terutama pada usus besar. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). adalah contoh dari bakteri . bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. yaitu probiotik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. dan daya tahan sel yang unik.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[2] Habitatnya sangat beragam. mekanisme metabolisme. tanah.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[2][33][34] Sebagai contoh. lingkungan perairan. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. udara. mulut.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[5][25] Di samping itu. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . [23] Oleh karena itu. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. dan kaki manusia. mata.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.

yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. dengan suhu optimum 50 . suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. dan rendah Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Khususnya bagi bakteri. kadar air rendah (kelompok xerofil).[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer .[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). mikroskop elektron.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[38] Secara umum. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. kelembapan. Bakteri termofil. kira-kira 85%. dan cahaya.114 °C. dan atomic force microscope (AFM). RH) yang cukup tinggi. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. dengan suhu optimum 15 °C. derajat keasaman pH sangat tinggi. seperti mikroskop optikal.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. dengan suhu optimum 88 °C Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Sebagai contoh. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. Suhu Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. Bakteri mesofil. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.

[42][43] Pada umumnya. bakteri dapat mengalami kematian. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[41] Sebagai contoh pada manusia.[40] Secara umum. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. dan bahkan kanker.[5] Sebagai contoh. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. [42] Sebagai perbandingan.[40] Teknik penggunaan sinar UV. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[40] Akan tetapi. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[41] Akan tetapi. katarak. gas amoniak. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[40][5].Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. Bakteri nitrifikasi. 1 Gy = 100 rad). Bakteri denitrifikasi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. terutama bakteri. sinar x. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal bagi pertumbuhan bakteri.000 Gy.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. hipertensi. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] .

Pseudomonas aeruginosa.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). and Paracoccus denitrificans. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. seperti bakteri nitrifikasi. Bradyrhizobium. Photorhizobium. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. . salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.Frankia alni.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[45] Dalam bidang pertanian. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. seperti dinitrogen oksida (N2O). Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. Mesorhizobium.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[48][2] Secara umum. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. dan Sinorhizobium.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[46] Di samping itu.

Bidang pangan Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. menghasilkan asam bongkrek.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. 5. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Nama produk atau makanan Bahan baku Bakteri yang berperan 1. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. 2. Asinan buah-buahan Lactobacillus sp.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. Sosis Kefir Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. Pseudomonas cocovenenans). penyebab pelendiran makanan.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[49] Clostridium botulinum. dan pembentukkan gas . penurunan pH. Mentega Terasi susu ikan buahbuahan daging susu 4. 3. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 6. Yoghurt susu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan racun botulinin.

[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. menghasilkan antibiotik polymixin.[58] . dan lemak.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. seperti asam amino. salah satunya adalah bakteri. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. protein. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. Sebagai contoh. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Beberapa jenis bakteri. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. seperti karbohidrat. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. terutama karbon dan nitrogen.[52] Pada manusia.[5] Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. terutama bakteri heterotrof. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.

Int J Syst Evol Microbiol 57: 2762–69. Molecular Cell Biology (edisi ke-5th). Kelly DP. ^ "Bacteria (eubacteria)". ISBN 0-7167-4955-6. ^ Anesti V. 10. 8. Fritz D. ^ Pasamba EM. . doi:10.1128/CMR. Ventosa A.and Methylonatrum kenyense gen.0. The role of antibodies to Bacillus anthracis and anthrax toxin components in inhibiting the early stages of infection by anthrax spores. ^ Berg JM. ^ a b Welkos S. Isolation and molecular detection of methylotrophic bacteria occurring in the human mouth. PMID 14557293. gas nitrogen. Ng SY.673-687. methylotrophic gamma proteobacteria fromhypersaline lakes. 2008. 2005. Galinski EA. Demigillo RM.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Wood AP. ^ Berg JM.Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. Friedlander A. 3. 4. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen Referensi 1. Brock Biology of Microorganisms Twelfth Edition. 9. 7. Little S. ^ Sorokin DY. 2005. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. and future research". Antibiograms of pink pigmented facultative methylotrophic bacterial isolates fromvarious sources.. 2007.[58] Selanjutnya. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z Madigan MT (2009).net/index. ^ Bardy SL. ^ Gallego V. Muyzer G. Trotsenko YA. 14. present..4. ^ Gray ND dan Head IM (2005). "Bacterial wall as target for attack: past. McDonald IR.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. a methylotrophic bacterium isolated froman aquatic environment. Methylohalomonas lacus gen. Environ Microbiol 7(8):1227-38. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. http://www. Int J Syst Evol Microbiol 55:1429-33. 2001.16. Molecular Cell Biology (edisi ke-5th).Methylobacteriumvariabile sp. 2005. Kolganova TV.html [diakses pada 21 Juni 2011]. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Advances in Geomicrobiology. Taxonomy Browser. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac Madigan MT (2009). "Prokaryotic motility structures".. Clin Microbiol Rev 16 (4): 673–87. Wade WG. Fellows P. Doronina NV. dimulai dari jaringan-jaringan otot. PMID 12624192. Online Textbook of Bacteriology. Microbiol 147(6):1677-85.1099/mic. Tymoczko JL Stryer L (2002). 5. sp. NCBI.2003. 11. ISBN 0-7167-4955-6. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s Todar K.. ISBN 0-521-86222-1. 2. nov. 13. nov. nov. Tymoczko JL Stryer L (2002). Pada tahap akhir. Diakses pada 10 September 2008. 6. Garcia MT.) 149 (Pt 2): 295–304. nov. doi:10. Philipp Scient 44:4756. WH Freeman. WH Freeman. Jarrell KF (February 2003). Microorganisms and Earth Systems. Brock Biology of Microorganisms Twelfth Edition. Ramaswamy M. Tourova TP. gas hidrogen.25948-0. sp.textbookofbacteriology. Microbiology (Reading. ^ Koch A (2003). 12. Lee AC. Engl. nov.

Metabolism of non-motile obligately methylotrophic bacteria. Diakses pada 22 Juni 2011.1128/AEM. and Other Lactic Acid Bacteria in the Human Intestine as Determined by Specific Amplification of 16S Ribosomal DNA.html. Humans Have Ten Times More Bacteria Than Human Cells: How Do Microbial Communities Affect Human Health?. 29. Biology of the Prokaryotes.sciencedaily. 27. et al.edu/courses/bio141/lecguide/unit1/shape/shape. Joseph SW. ^ Heilig HGHJ. Hudson RA. 1999. 21. Vogel RF.fsu. http://faculty. Hanson TE.ccbcmd.2006 19. McDonald IR. http://www. http://micro. . 25. Diakses pada 22 Juni 2011. Diakses pada 22 Juni 2011. 2006.72. doi:10. High-Pressure-Mediated Survival of Clostridium botulinum and Bacillus amyloliquefaciens Endospores at High Temperature. ^ Hanson RS.cfm?id=strange-but-true-humans-carry-morebacterial-cells-than-human-ones. The Bacteria Cell. ^ a b c d e f Rollins DM. ^ a b c Wellmeyer B. Buckow R. 2009. Environ Microbiol 7(8):1227-38. Vaughan EE. 2009. Humans Carry More Bacterial Cells than Human Ones. Kelly DP. ^ a b c d e Kaiser GE. 1996. 2001.1038/31159 16. Nat 393:537-544. Diakses pada 22 Juni 2011.5. Arrangement of Bacterial Flagella. 18.magnet. ^ Lengeler JW. A rapid method for the purification of methanol dehydrogenase from Methylobacterium extorquens. Marteau P. doi:10. Diakses pada 22 Juni 2011. ^ Rafter JJ. Diakses pada 22 Juni 2011.lonestar. http://www. Deciphering the biology of Mycobacterium tuberculosis from the complete genome sequence. ^ Liu Q.in.A Brief Introduction.k12. ^ a b Margosch D.15. Wood AP.html. 24. ^ Cole ST. Viola RE. ^ Trotsenko YA. 2005. Prot Exp Pur 46:316-320. 2007.68.html. Doronina NV.com/article. 2004. 20. ^ a b c d e f g h i Heritage J. Medical Microbiology . Diakses pada 22 Juni 2011. Microbiol Rev 60:439-471. 17.htm. 2006. DOI: 10.edu/biol/wellmeyer/bacteria/bacmorph.edu/cells/bacteriacell. 2008. ^ Anesti V.1128/AEM. Heinz V. Appl Environ Microbiol 72(5):3476-81.1998. ^ a b c d e f g h Davidson MW. Kirchhoff JR. 1995. 2006. ^ a b Science Daily.htm.com/releases/2008/06/080603085914. Scandinavian Journal of Gastroenterology 30(6):497-502. http://nhscience.scientificamerican.us/lcsyellowpages/tickit/carl/bacteria. ^ a b Carl. Diakses pada 22 Juni 2011. http://www. The Prokaryotic Cell: Bacteria. Isolation and molecular detection of methylotrophic bacteria occurring in the human mouth. de Vos WM. 30. Ehrmann MA. Methanotrophic bacteria. 22. Ganzle MG. Molecular Diversity of Lactobacillus spp. 1985. Stuttgart: Blackwell Science. Zoetendal EG. Faehnle CR. Ramaswamy M. Bacterial Morphology.2002 26.1. 28. DrewsGerhart. Appl Environ Microbiol 68(1):114-123. ^ Wenner M. Akkermans ADL.lanesville. 31. Wade WG.3476-3481. Govorukhina NI. 23. The role of lactic acid bacteria in colon cancer prevention. 2005. FEMS Microbiol Letters 33:293-297.114-123. Bacteria Cell Structure. Schlegel HG.

^ a b Shrieve DC. ^ Valera FR. 1999.bacteriamuseum. Extremophiles. 40. Environmental Microbiology. Vol 2010. http://www. Extremophiles as a source of novel enzymes for industrial application. Int J Microbiol. Diakses pada 24 Juni 2011. Low-temperature extremophiles and their applications. Cox MM. 50. Brock Biology of Microorganisms Twelfth Edition. Berraquero FR. . Humidity-Dependent Bacterial Cells Functional Morphometry Investigations Using Atomic Force Microscope. Gerba CP (2009). The Effects of Ultraviolet Light on Bacterial Growth.html. 2010. and Paracoccus denitrificans. 33. The Structure of the Archeabacterial Flagellar Filament of the Extreme Halophile Halobacterium salinarum R1M1 and Its Relation to Eubacterial Flagellar Filaments and Type IV Pili. Brock Biology of Microorganisms Twelfth Edition. ^ Madigan MT (2009). Battista JR.1007/s00792-011-0384-1. Diakses pada 26 Juli 2011.org/cms/Evolution/extremophiles. ^ a b c Marler B.com/botulism_food_poisoning/. 1995. ^ a b c d e Madigan MT (2009). ^ Wassenaar TM. ^ a b c d Caldwell A. 2nd Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. Appl Microbiol Biotechnol 51(6)711-729. Kahler M. 43. ^ a b Deacon J. ^ Welling W. Deinococcus radiodurans — the consummate survivor. ISBN 978-1-60547-011-5 42. Extremophiles.1016/S0958-1669(02)00317-8. Pseudomonas aeruginosa. 2011. Current Opinion Biotechnol 13(3)253-261. 49. 48. doi:10. 2011. 1979. Siddiqui KS. Cormenzana AR. 2011. 2002. hlm. 2010.1016/0006-2952(60)90028-9. ^ Carlson CA. Ingraham JL. Vasilchencko A. ISBN 978-0-12-370519-8. ^ a b c d Nikiyan H. 2002. Lopez NI. 1960. http://www. Appl Environ Microbiol 38(1):164-165. 47.32. ^ Nitrogen Fixing Bacteria. 1983. 36. 46. J Bacteriol 178(3): 633-637. Pepper IL. 2005. ^ a b Tribelli PM. Deryabin D. ^ a b Mattimore V. hlm. 403-404. Bertoldo. Loeffler JS.com/facts_5871403_effects-ultraviolet-light-bacterial-growth. Biochem Pharmacol 3(2):122135. Trachtenberg S. ^ NIehaus F. Nat Rev Microbiol 3:882-892.foodborneillness. Berends W. Isolation of Extreme Halophiles from Seawater. J Mol Biol 321(3):383-395. http://www. Antranikian G. 37. ^ Maier RM. doi:10.ehow. The Microbial World: The Nitrogen cycle and Nitrogen fixation Diakases pada 26 Juli 2011. 2009. DOI: 10.1155/2010/704170. Human Radiation Injury.1038/nrmicro1264 45. Halaman 105. 2010. 38.html. 480-481. Diakses pada 24 Juni 2011. 39. Poly(3-hydroxybutyrate) influences biofilm formation and motility in the novel Antarctic species Pseudomonas extremaustralis under cold conditions. Diakses pada 22 Juni 2011. DOI: 10.1007/s002530051456 35. doi:10. Radioresistance of Deinococcus radiodurans: Functions Necessary To Survive Ionizing Radiation Are Also Necessary To Survive Prolonged Desiccation. doi:10. Sowers K. Comparison of denitrification by Pseudomonas stutzeri. 34. ^ a b Cohen Krausz S. 41. 44. Disturbance of oxidative phosphorylation by an antibioticum produced by pseudomonas cocovenenans. Andrews D. Clostridium Botulinum (Botulism). Cohen JA. Appl Environ Microbiol 45(4):1247–1253. ^ a b c Battista JR. ^ Cavicchioli R.

Salahi IB. Delamarche C.1099/mic. Wang C. ^ Parry CM. Dougan G. Diakses pada 24 Juni 2011. ^ a b c d e Decomposition of Organic Matter. encoding an H-NS-like protein. 2002. Dow JM. Microbiol 156:1468-1475. . Dougan G. Henrissat B. Rolland JP. Microbiol 146(12):3251-3257. 2010. White NJ. Drancourt M. Tang JL.037812-0. ^ Medie FM. Hien TT.0. ^ Feng JX. GarciaLobo JM. doi: 3251-3257. 2002. Wu YQ. oryzae. Song ZZ. doi: 10. White NJ. N Engl J Med 347:1770–1782. Farrar JJ. 58. Typhoid fever. regulates virulence in rice. 54. Duan CJ. N Engl J Med 347:1770–1782. Hien TT. Typhoid fever. 55. 52. A functional water channel protein in the pathogenic bacterium Brucella abortus.51. ^ Bacterial Fermentation. Diakses pada 24 Juni 2011. 57. 53. Froger A. Paradoxical conservation of a set of three cellulose-targeting genes in Mycobacterium tuberculosis complex organisms. Farrar JJ. Zhao S. The xrvA gene of Xanthomonas oryzae pv. Aguerol J. Thomas D. ^ a b Decomposition by bacteria. Diakses pada 24 Juni 2011. ^ Rodriguez MC. Microbiol 155(9):3033-44. 2009. ^ Parry CM. 56.