BAB PENGANTAR ETIKA PROFESI PNS

1

Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS 2. Menjelaskan urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi 3. Menjelaskan rencana perkuliahan Etika Profesi PNS

A. Kedudukan Mata Kuliah Etika Profesi PNS Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan ataupun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, utilitas, dan lainnya. Berbagai gerakan reformasi publik yang dialami oleh negaranegara maju pada awal tahun 1990-an banyak diilhami oleh tekanan masyarakat akan perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Peningkatan kualitas pelayanan publik mutlak diperlukan mengingat kondisi sosial masyarakat yang semakin baik sehingga mampu merespon setiap penyimpangan dalam pelayanan publik melalui gerakan maupun tuntutan dalam media cetak dan elektronik. Apalagi dengan adanya persaingan terutama untuk pelayanan publik yang disediakan swasta membuat sedikit saja pelanggan merasakan ketidakpuasan maka akan segera beralih pada penyedia pelayanan publik yang lain. Hal ini membuat penyedia pelayanan publik swasta harus berlombalomba memberikan pelayanan publik yang terbaik. Ini yang seharusnya ditiru oleh penyedia pelayanan publik pemerintah sehingga masyarakat merasa puas menikmati pelayanan publik tersebut.

1

Berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya, pelayanan publik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi privat, adalah semua

penyediaan barang atau jasa publik yang diselenggarakan oleh swasta, seperti misalnya rumah sakit swasta, PTS, maupun perusahaan pengangkutan. 2. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat

primer adalah semua penyediaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah merupakan satu-satunya penyelenggara sehingga klien/pengguna mau tidak mau harus memanfaatkannya. Misalnya adalah pelayanan di kantor imigrasi, pelayanan penjara, dan pelayanan perizinan. 3. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat adalah segala bentuk penyediaan barang/jasa publik yang

sekunder

diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi yang di dalamnya pengguna/klien tidak harus mempergunakannya karena adanya beberapa penyelenggara pelayanan. Pelayanan publik yang profesional artinya pelayanan publik yang dicirikan oleh adanya akuntabilitas dan responsibilitas dari pemberi layanan (aparatur pemerintah) dengan ciri sebagai berikut: 1. Efektif Lebih mengutamakan pada pencapaian apa yang menjadi tujuan dan sasaran. 2. Sederhana Prosedur/tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah, cepat, tepat, dan tidak berbelit-belit. 3. Transparan Adanya kejelasan dan kepastian mengenai prosedur, persyaratan, dan pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik tersebut. 4. Efisiensi Persyaratan pelayanan hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran pelayanan dengan tetap memperhatikan keterpaduan antara persyaratan dengan produk pelayanan yang berkaitan. 5. Keterbukaan Berarti prosedur/tatacara persyaratan, satuan kerja/pejabat penanggung jawab pemberi pelayanan, waktu penyelesaian, rincian waktu/tarif serta hal-hal lain yang

2

berkaitan dengan proses pelayanan wajib di informasikan secara terbuka agar mudah diketahui dan dipahami oleh masyarakat, baik diminta maupun tidak. 6. Ketepatan waktu Kriteria ini mengandung arti pelaksanaan pelayanan masyarakat dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Cara-cara yang diperlukan untuk memberikan pelayanan publik yang profesional adalah sebagai berikut: 1. Menentukan pelayanan publik yang disediakan, apa saja macamnya, 2. Memperlakukan pengguna pelayanan sebagai customers, 3. Berusaha memuaskan pengguna pelayanan sesuai dengan yang diinginkan mereka, 4. Mencari cara penyampaian pelayanan yang paling baik dan berkualitas, 5. Menyediakan alternatif bila pengguna pelayanan tidak memiliki pilihan lain. Tuntutan masyarakat saat ini terhadap pelayanan publik yang berkualitas akan semakin menguat. Oleh karena itu, kredibilitas pemerintah sangat ditentukan oleh kemampuannya mengatasi berbagai permasalahan yang telah disebutkan di atas sehingga mampu menyediakan pelayanan publik yang memuaskan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Dari sisi mikro, hal-hal yang dapat diajukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut antara lain adalah sebagai berikut: 1. Penetapan standar pelayanan Standar pelayanan memiliki arti yang sangat penting dalam pelayanan publik. Standar pelayanan merupakan suatu komitmen penyelenggara pelayanan untuk menyediakan pelayanan dengan suatu kualitas tertentu yang ditentukan atas dasar perpaduan harapan-harapan masyarakat dan kemampuan penyelenggara

pelayanan. Penetapan standar pelayanan yang dilakukan melalui proses identifikasi jenis pelayanan, identifikasi pelanggan, identifikasi harapan pelanggan, perumusan visi dan misi pelayanan, analisis proses dan prosedur, sarana dan prasarana, waktu dan biaya pelayanan. Proses ini tidak hanya akan memberikan informasi mengenai standar pelayanan yang harus ditetapkan, tetapi juga informasi mengenai kelembagaan yang mampu mendukung terselenggaranya proses manajemen yang menghasilkan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Informasi lain yang juga dihasilkan adalah informasi mengenai kuantitas dan kompetensi-

3

kompetensi sumber daya manusia yang dibutuhkan serta distribusinya beban tugas pelayanan yang akan ditanganinya. 2. Pengembangan Standard Operating Procedures (SOP) Untuk memastikan bahwa proses pelayanan dapat berjalan secara konsisten diperlukan adanya Standard Operating Procedures. Dengan adanya SOP, maka proses pengolahan yang dilakukan secara internal dalam unit pelayanan dapat berjalan sesuai dengan acuan yang jelas, sehingga dapat berjalan secara konsisten. Disamping itu SOP juga bermanfaat dalam hal: a. Untuk memastikan bahwa proses dapat berjalan uninterupted. Jika terjadi hal-hal tertentu, misalkan petugas yang diberi tugas menangani satu proses tertentu berhalangan hadir, maka petugas lain dapat menggantikannya.Oleh karena itu proses pelayanan dapat berjalan terus; b. Untuk memastikan bahwa pelayanan perijinan dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku; c. Memberikan informasi yang akurat ketika dilakukan penelusuran terhadap kesalahan prosedur jika terjadi penyimpangan dalam pelayanan; d. Memberikan informasi yang akurat ketika akan dilakukan perubahan-perubahan tertentu dalam prosedur pelayanan; e. Memberikan informasi yang akurat dalam rangka pengendalian pelayanan; f. Memberikan informasi yang jelas mengenai tugas dan kewenangan yang akan

diserahkan kepada petugas tertentu yang akan menangani satu proses pelayanan tertentu. Atau dengan kata lain, bahwa semua petugas yang terlibat dalam proses pelayanan memiliki uraian tugas dan tangungjawab yang jelas. 3. Pengembangan Survei Kepuasan Pelanggan Untuk menjaga kepuasan masyarakat, maka perlu dikembangkan suatu mekanisme penilaian kepuasan masyarakat atas pelayanan yang telah diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik. Dalam konsep manajemen pelayanan, kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila produk pelayanan yang diberikan oleh penyedia pelayanan memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat. Oleh karena itu, survei kepuasan pelanggan memiliki arti penting dalam upaya peningkatan pelayanan publik;

4

4. Pengembangan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pengaduan masyarakat merupakan satu sumber informasi bagi upaya-upaya pihak penyelenggara pelayanan untuk secara konsisten menjaga pelayanan yang dihasilkannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perlu didisain suatu sistem pengelolaan pengaduan yang secara efektif dan efisien mampu mengolah berbagai pengaduan masyarakat menjadi bahan masukan bagi perbaikan kualitas pelayanan; Sedangkan dari sisi makro, peningkatan kualitas pelayanan publik dapat dilakukan melalui pengembangan model-model pelayanan publik. Dalam hal-hal tertentu, memang terdapat pelayanan publik yang pengelolaannya dapat dilakukan secara private untuk menghasilkan kualitas yang baik. Beberapa model yang sudah banyak diperkenalkan antara lain: contracting out, dalam hal ini pelayanan publik dilaksanakan oleh swasta melalui suatu proses lelang, pemerintah memegang peran sebagai pengatur; franchising, dalam hal ini pemerintah menunjuk pihak swasta untuk dapat menyediakan pelayanan publik tertentu yang diikuti dengan price regularity untuk mengatur harga maksimum. Dalam banyak hal pemerintah juga dapat melakukan privatisasi. Disamping itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga perlu didukung adanya restrukturisasi birokrasi, yang akan memangkas berbagai kompleksitas pelayanan publik menjadi lebih sederhana. Birokrasi yang kompleks menjadi ladang bagi tumbuhnya KKN dalam penyelenggaraan pelayanan. Dalam Undang-undang 43 Tahun 1999 antara lain dinyatakan bahwa sebagai unsur aparatur negara Pegawai Negeri Sipil harus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional. Ciri- ciri profesional adalah memiliki wawasan yang luas dan dapat memandang masa depan, memiliki Kompetensi di bidangnya, memiliki jiwa berkompetisi/bersaing secara jujur dan sportif, serta menjunjung tinggi etika profesi. Dua kata kunci yaitu Kompetensi dan etika Profesi adalah Basic prerequisite dari profesionalisme yang harus ditetapkan landasan dasarnya dalam rangka pembangunan profesionalisme Pegawai Negeri Sipil. Kompetensi adalah sebagai tolok ukur seseorang untuk menduduki jabatan tertentu, sedangkan etika profesi unsur aparatur negara. Oleh karena itu untuk dapat membentuk Pegawai Negeri Sipil

5

yang profesional perlu ditetapkan standar kompetensi jabatan dan kode etik Pegawai Negeri Sipil. Yang dimaksud dengan kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya, sehingga Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, efektif, dan efisien. Sedangkan pengertian kompetensi adalah persyaratan kompetensi minimal yang harus dimiliki seorang Pegawai Negeri Sipil dalam pelaksanaan tugas organisasi. Adapun pengertian kode etik Pegawai Negeri Sipil adalah kewajiban, tanggung jawab, tingkah laku, dan perbuatan sesuai dengan nilai-nilai hakiki profesinya yang dikaitkan dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat serta pandangan hidup Bangsa dan Negara Indonesia. Sebagai panduan bagi instansi untuk menyusun standar kompetensi melalui Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 46A Tahun 2003 telah ditetapkan Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Struktur Pegawai Negeri Sipil yang pada akhir tahun 2004 seluruh instansi baik Pusat maupun Daerah telah dapat menyelesaikan standar kompetensi jabatan di setiap wilayahnya. Disamping itu pada saat ini telah dirancang Peraturan Pemerintah mengenai kode etik Pegawai Negeri Sipil yang pada hakikatnya mengatur tentang nilai-nilai perilaku kedinasan Pegawai Negeri Sipil, baik sebagai profesional maupun sebagai aparatur negara. Materi Nilai-nilai Perilaku Kedinasan antara lain: a. Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugasnya wajib berusaha

meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan profesionalisme di bidang tugasnya. b. Pegawai Negeri Sipil karena kedudukan atau jabatannya wajib menyimpan informasi resmi negara yang sifatnya rahasia. c. Pegawai Negeri Sipil wajib mentaati dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya segala Peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Kedinasan yang berlaku. d. Pegawai Negeri Sipil wajib memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

6

Memberikan gambaran tentang kinerja unit kerja dan instansi dimana Pegawai Negeri Sipil tersebut bekerja. Untuk itu pada saat ini sedang disusun Rencana Peraturan Pemerintah tentang Penilaian Pegawai Berbasis Kinerja dengan tujuan untuk : a. Penilaian Pegawai Negeri Sipil berbasis kinerja dilaksanakan melalui Pendekatan hasil dan Pendekatan Kualitan. Adapun standar penilaian kinerja yang digunakan meliputi aspek-aspek sebagai berikut : a.e. artinya penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil. yang dapat digunakan sebagai input bagi perbaikan atau peningkatan kinerja Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan sekaligus bagi penyerpurnaan aspek manajemen dan organisasi dari unit kerja atau instansi dimana Pegawai Negeri Sipil itu bekerja. dan mencari jalan keluar untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja unit kerja dan instansinya. 7 . baik yang berasal dari individu Pegawai Negeri Sipil maupun unit kerja lain atau instansinya. Memperoleh gambaran langsung tentang kinerja seorang Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas pokoknya. menggambarkan kesepakatan tentang jumlah barang yang dihasilkan. Kedua pendekatan ini dikombinasikan dalam salah satu pendekatan yang disebut dengan Pendekatan Pencapaian Tujuan/Target. Aspek Kuantitas. Dalam rangka penegakan kode etik dibentuk komisi kehormatan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai fungsi untuk menjabarkan lebih lanjut kode etik Pegawai Negeri Sipil. Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya senantiasa mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. didalam implementasi penugasannya melakukan pemantauan dan pengendalian perilaku Pegawai Negeri Sipil yang melanggar kode etik serta merekomendasikan pada pejabat pembina kepegawaian dalam rangka pembinaan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan selanjutnya. yang didasarkan pada target dan telah disepakati atau ditentukan terlebih dahulu. atau jumlah pelayanan atau jasa yang diberikan dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. c. Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat kinerja. b.

tetapi dibatasi oleh jabatannya yang disusun berdasarkan hierarki. atau mutu pelayanan/jasa yang diberikan. menggambarkan kesempatan tentang mutu barang yang dihasilkan. merupakan pemikiran dari Max Weber (1864-1920) seorang ahli sosiolog Jerman yang menekankan pada kebutuhan akan hierarki yang ditetapkan dengan ketat untuk mengatur peraturan dan wewenang dengan jelas. Weber yakin bahwa kompetensi teknik harus ditekankan dan evaluasi prestasi kerja didasarkan pada keunggulan.dan pejabat bebas. suap terhadap oknum aparat pemerintah. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah dan memang terjadi di pemerintahan. 8 . Aspek waktu. c. menggambarkan kesempatan tentang lamanya seoarang Pegawai Negeri Sipil menghasilkan jumlah barang dan pelayanan dengan kualitas yang telah disepakati. dalam pelaksanaan tugas pokoknya. Aspek Kualitas. Pemerintah pun tidak tinggall diam. Kementerian Keuangan Replubik Indonesia yang pertama kali menjalankan reformasi birokrasi di Indonesia. kebawah. Pastilah yang terlintas adalah prosedur-prosedur yang berbelit. Urgensi etika profesi terhadap reformasi birokrasi 1. menggambarkan kesepakatan tentang besarnya anggaran yang digunakan seorang Pegawai Negeri Sipil untuk menghasilkan jumlah barang dan memberikan pelayanan dengan kualitas yang telah ditentukan. pejabat pemerintah dengan kekayaan yang tidak masuk akal dan pemikiranpemikiran negatif lainnya terhadap instansi dan pejabat pemerintah. untuk mewujudkan pemerintahan yang baik pemerintah melakukan reformasi birokrasi terhadap instansi-instansi pemerintahan. Pengertian Birokrasi Menurut Max Webber Birokrasi. Menurutnya organisasi ideal pastilah sebuah birokrasi yang aktivitas dan tujuannya dipikirkan secara rasional dan pembagian tugas dari para karyawannya dinyatakan dengan jelas. organisasi apapun yang mempunyai orientasi pada sasaran yang terdiri dari beberapa ribu individu pasti memerlukan pengendalian seluruh aktivitasnya. dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. dengan pelaksanaan tugas pokoknya. d. 2. Reformasi Birokrasi Apa yang terlintas dalam benak kita apabila mendengar kata birokrasi. Secara pribadi. B. pelayanan publik yang rumit dan membingungkan.b. Aspek biaya. keatas. pegawai .

9 .maupun kesamping. Reformasi Birokrasi adalah langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. d. Reformasi di sini merupakan proses pembaruan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. praktek korupsi. harus ditata ulang atau diperbarui. Pengertian Reformasi Birokrasi Reformasi Birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaruan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. terutama menyangkut aspek-aspek berikut : a. kolusi dan nepotisme (KKN) masih berlangsung hingga saat ini. kondisi birokrasi pemerintahan saat ini masih belum seperti yang dicita-citakan. Ketatalaksanaan (business process) c. sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien. b. Selain itu. c. tingkat transparansi dan akuntabilitas birokrasi pemerintahan yang masih rendah. yang antara lain diindikasikan dengan : a. teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis menuntut birokrasi pemerintahan untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat. harus segera diambil langkah langkah yang bersifat mendasar. Dengan kata lain. Kelembagaan (organisasi) b. Oleh karena itu. efektivitas dan produktivitas dari birokrasi pemerintahan belum Optimal. Reformasi Birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan. tingkat efisiensi. sehingga tidak termasuk upaya dan/atau tindakan yang bersifat radikal dan revolusioner. komprehensif dan sistemik. Pejabat dipilih berdasarkan kualifikasi professional. Disadari sepenuhnya. tingkat kualitas pelayanan publik yang belum mampu memenuhi harapan publik. sumber daya manusia aparatur Berbagai permasalahan/hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan tidak berjalan atau diperkirakan tidak berjalan dengan baik. memiliki jenjang karier yang pasti mendahulukan kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi dan memperoleh imbalan yang setara.

bahwa pemerintahan negara yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan hidup seluruh rakyatnya. Berdasarkan pengertian pelayanan umum seperti ini. birokrasi menyelenggarakan pelayanan umum atau pelayanan publik (public services). Dalam hal ini. Dalam rangka ketertiban sosial ini pemerintah bertanggung jawab untuk menentukan peraturan-peraturan tertentu yang secara hokum mengikat setiap warga Negara. dan mereka mempunyai posisi yang relatif sangat aman. Di negara demokrasi. Birokrat bukan pejabat publik yang diangkat secara politis. Di Indonesia. Fungsi Pelayanan Publik Dalam kerangka Negara demokrasi. tingkat disiplin dan etos kerja pegawai yang masih rendah. Fungsi pengaturan pada dasarnya mengandung tujuan pokok pemeliharaan sistem. dan dipromosikan melalui sistem merit (berdasarkan prestasi atau kinerja). birokrat berbeda dengan pejabat publik yang dipilih melalui mekanisme pemilihan umum. maka sesungguhnya fungsi pengaturan merupakan bagian dari pelayanan umum. Wujud dari usaha peningkatan kesejahteraan ini adalah pelayanan aparatur pemerintah kepada warga negara yang memperlukannya. Oleh sebab itu. Jadi. yakni mewujudkan ketertiban sosial. Fungsi pelayanan oleh birokrasi mengacu kepada konsepsi negara kesejahteraan. dan pelaksananya. Kedua fungsi itu adalah fungsi pengaturan dan fungsi pelayanan publik. birokrasi dipercayai untuk mengemban tanggung jawab untuk membuat kebijakan dan juga melaksanakan kebijakan tersebut.e. para menteri adalah pejabat negara (publik) yang berkait erat secara langsung dengan (diangkat oleh) presiden 10 . Setiap warga Negara terikat oleh dan harus taat kepada berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara yang bersangkutan. yaitu pegawai negeri dikenal sebagai pelayan (abdi) masyarakat (public servants). ada dua fungsi pokok pemerintahan Negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi. dipertahankan. f. birokrat adalah pejabat publik (pemerintahan) yang diangkat. hanya saja dalam menyediakan pelayanan umum dalam konteks pengaturan ini aparatur pemerintah memiliki kewenangan tertentu yang tidak dimiliki oleh komponen lain di dalam masyarakat. Pejabat birokrasi biasanya disebut dengan birokrat. tingkat efektifitas pengawasan fungsional dan pengawasan internal dari birokrasi pemerintahan belum dapat berjalan secara optimal. 3.

yang dipilih rakyat melalui pemilihan umum. atau birokrasu telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dari sudut pandang etika. walaupun tentu saja masingmasing istilah ini dapat memberikan nuansa yang agak berbeda. etikan pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar-standar etika baru. dan pegawai BUMN/D. Jadi. seperti halnya etika bisnis. istilah etika pelayanan publik mempunyai pengertian yang sama dan dapat dipertukarkan dengan istilah etika birokrasi atau etika pegawai negeri (khususnya PNS). Tegasnya. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk 11 . Focus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik. Pelayanan dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan yang di Indonesia disebut dengan pegawai negeri. mereka tidak termasuk sebagai birokrat. pegawai negeri. Dengan demikian. Sesuai dengan pengertian tersebut. Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. anggota TNI. Oleh sebab itu. Oleh sebab itu. pegawai negeri yang membentuk pelayanan publik (public service) di Indonesia meliputi pegawai negeri sipil (PNS). Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasi benar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut. dan POLRI. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri. etika pelayanan publik berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. Sesuai dengan Undang-Undang tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (UU Nomor 17 Tahun 1974 yang diubah dengan UU Nomor 43 Tahun 1999). Pengertian Etika Pelayanan Publik Uraian mengenai birokrasi dan pelayanan publik di muka secara jelas menunjukan pemerintahan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan fungsi atau pokok birokrasi berupa publik ini (disingkat pelayanan birokrasi) publik mempunyai (public penyelenggaraan service). 4. tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada. Birokrat adalah mereka yang menduduki jabatan eselon I kebawah di kementerian atau lembaga-lembaga non-kementerian.

atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi dan sosial seluruh warga negara. yang dapat digunakan untuk 12 . 5. dan criteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dalam organisasi (internal activities) dan dalam berhubungan dengan pihak-pihak luar. baik normatif maupun objektif. seperti integritas. Integeritas mengacu kepada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. dituntut memiliki dua keunggulan. Dengan perkataan lain. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. keadilan. Warga negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan keadilan. Secara khusus. objektivitas atau imparsialitas. integritas berarti bahwa: a. khususnya masyarakat (publik) pengguna layanan birokrasi (external activities). Prosedur pengambilan keputusan adalah transparansi bagi publik. Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. dan efektivitas. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. termasuk sektor publik (pemerintahan). perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integeritas dalam pelayanan publik (public service integrity). yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). b. d. etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip. Relevansi Etika dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. Dalam konteks pelayanan publik. produktivitas. dan sebagainya. sektor publik. standar-standar. nilai-nilai. Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan c. Dengan demikian. Seperti halnya di sektor bisnis. Ada beberapa alasan.bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖ (sehingga biasa disebut dengan ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖) dalam berbagai situasi pelayanan publik. yaitu profesionalisme dan etika. seperti sektor bisnis.

yang di-karya atau kinerja itulah nama kita melekat.menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. birokrasi berkewenangan untuk membuat kebijakan dan melaksanakan kebijakan tersebut. yaitu produk dari standar moral dan pertimbangan/keputusan moral. etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan oleh masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya‖. kinerja. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi tentang bagaimana kita memperlakukan orang lain. bagaimana harta milik individu dan masyarakat seharusnya diperlakukan. dan apa yang merupakan perlakuan yang wajar dan adil bagi semua orang. atau prestasi. etika berkaitan dengan ―bagaimana seharusnya kita hidup.‖ Mengambil keputusan tentang ―bagaimana seharusnya kita hidup‖ adalah fondasi etika. b. Oleh sebab itu. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula. Kekuasaan birokrasi Dalam menjalankan fungsinya. Fungsi ini memberikan kekuasaan birokrasi untuk menafsirkan atau menjabarkan suatu kebijakan ke dalam kegiatan. setiap jam atau setiap hari. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik. etika adalah salah satu cabang filsafat. Etika dan Kehidupan yang Baik Dalam bentuknya yang paling abstrak. a. Etika berkaitan dengan perilaku moral. Dengan demikian. kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga negara. Dengan cara sederhana. Dalam kenyataanya. ―Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil?‖ Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat. bangsa. dan negara. Pernyataan berikut ini mencerminkan pengertian etika ini ―Bagaimana saya harus membawa diri dan bersikap?‖. apa hak kita dan apa hak orang lain. Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain. 13 . Etika berkaitan dengan karya. Tegasnya.

dimana pun tidak ada pemerintah yang secara resmi menyutujui tindakan dan keputusan yang buruk/tercela para anggotanya. Sebagai warga negara. aparatur pemerintahan berpegang teguh pada profesionalisme dan standar moral yang tinggi. Walaupun pelayanan umum dapat disediakan oleh komponen masyarakat selain pemerintah. yang pada gilirannya mempengaruhi kepentingan dan pelayanan publik. d. Kewibawaan pemerintah tersebut semakin besar jika dalam menjalankan fungsinya.program atau proyek. Senagai contoh. Dalam hubungan ini. melainkan kualitas pengabdian mereka kepada kepentingan masyarakat. Hak dan Kepatuhan Warga Negara Setiap warga negara berhak untuk memperoleh pelayanan dari pemerintah. c. bangsa dan negara. pemerintah mengatur bahwa setiap warga negara yang akan mendirikan bangunan wajib memiliki Ijin Mendirikan Bangungan (IMB). timbul pertanyaan apakah birokrasi menjalankan kekuasaan atau kewenangannya tersebut dengan benar. seperti cermat. objektif. Secara kategoris. berkeadilan. kita berkewajiban untuk memperoleh 14 . Dalam konteks ini. kita akan membangun sebuah rumah. setiap individu tidak bisa menghindar untuk meminta pelayanan ketika memiliki kepentingan tertentu. Kebersihan dan kewibawaan ini pada dasarnya hanya dapat diperoleh jika birokrasi dan pelaksananya bebas dari perilaku negatif atau tercela. transparan. cepat. pemerintahlah yang bertanggung jawab terhadap terselenggaranya pelayanan umum tersebut. ramah. Etika diperlukan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan dan sekaligus sebagai kriteria untuk menilai baik atau buruknya suatu keputusan tersebut. bukan oleh ketakutan rakyat. kecintaan rakyat. setiap warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan dari negara. Jadi ketika. Hak ini makin nyata karena negara berkewenangan dalam pengaturan dan pengaturan ini menyebabkan setiap warga negara berkewajiban untuk mematuhinya. apakah birokrasi tidak menyelewengkan kewenangannya tersebut demi kepentingan selain kepentingan masyarakat. Sementara itu. Dengan perkataan lain. dan manusiawi. pemerintahan yang bersih dan berwibawa merupakan dambaan penyelenggara pemerintahan sendiri dan masyarakat secara umum. makin disadari bahwa sumber kewibawaan birokrasi dan aparaturnya bukanlah kekuasaan yang mereka miliki. Kewibawaan Pemerintah Dimana pun.

selain mengetahui betapa buruknya kinerja birokrasi. tidak satu pun dari kriteria tersebut dapat dipenuhi oleh birokrasi kita. sesuai dengan pengorbanan yang mereka lakukan. Sementara itu. Contoh lain. e. semakin kencang tuntutan agar birokrasi efisien dan menghasilkan pelayanan prima (excellent services). misalnya. kolusi. keamanan dan sejenisnya. setiap warga negara yang telah mencapai umur tertentu wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). masyarakat semakin berani untuk menggunakan hak-hak hukumnya menuntut pertanggung jawaban birokrasi ketika merasa dirugikan atau dilanggar hak-haknya dalam memperoleh pelayanan yang layak dari birokrasi. seorang warga negara harus berurusan dengan birokrasi untuk memperoleh layanan KTP. Isu korupsi. dan kita berhak mendapatkan pelayanan itu ketika kita membutuhkannya. ―Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah‖ atau ―Kalau bisa lama kenapa dipercepat‖ dan sejenisnya sering dilontarkan untuk menyebut kualitas atau kinerja pelayanan publik oleh birokrasi. Perkembangan kinerja pelayanan yang diperlukan untuk menghindari atau meiadakan risiko tuntutan 15 . Ini berarti pemerintah hatus menyediakan pelayanan IMB. Celah Harapan Masyarakat Sudah menjadi rahasia umum bahwa kinerja pelayanan publik oleh birokrasi kita masih buruk. Sudah barang tentu. Semakin hari.IMB dari pemerintah. Etika diperlukan untuk memandu dan menjadi kriteria apakah birokrasi telah menjalankan fungsi pelayanannya sesuai dengan standar teknis dan etis sebagaimana diharapkan oleh warga negara. bahkan sering dikatakan sebagai sangat buruk dan ditinjau dari kriteria pelayanan yang bermutu. SIM. KTP. bahkan terhadap pemerintah secara umum. sehingga ketika mencapai umur yang ditentukan. Buruknya kinerja pelayanan publik ini telah menyebabkan sangat rendahnya kepercayaan masyarakat kepada birokrasi. setiap warga masyarakat mengharapkan akan memperoleh pelayanan dari birokrasi dengan sebaik-baiknya. proyek busway dan perpanjangan waktu three in one oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta). masyarakat semakin menyadari dan semakin berani menuntut hak-haknya untuk memperoleh pelayanan yang sesuai. Anekdot-anekdot seperti ―Kasih amplop (uang) urusan beres‖. Pada saat ini. Ini tampak dari tanggapan yang cenderung negatif terhadap sejumlah inisiatif pemerintah (perhatikan. dan nepotisme (KKN) adalah sangat khas yang lazim dikaitkan dengan birokrasi kita.

produktivitas. dan efektivitas. diantaranya. seperti penakanan pada kinerja. Reformasi Penyelenggaraan Pemerintahan Pegawai negeri (khususnya Pegawai Negeri Sipil) melaksanakan tugas mereka dalam lingkungan yang berubah cepat. masyarakat kita juga menuntut birokrasi untuk berperilaku etis (dengan standar tinggi) dalam memberikan pelayanan. Pelayanan publik sering dinyatakan sebagai kepercayaan publik (public service is a public trust).ini hanya dapat dicapai melalui peningkatan profesionalisme. Di Indonesia sendiri ada sejumlah inisiatif yang telah dikembangkan dan dilaksanakan. Dengan perkataan lain. agar dapat memenuhi tuntutan yang makin berkembang ini. dan manajemen berbasis kinerja. Warga negara mengharapkan para abdi negara melayani kepentingan mereka secara berkeadilan dan mengelola sumber daya publik sebaik-baiknya. pemerintah harus melakukan reformasi di berbagai bidang administrasinya. secara signifikan berbenturan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang secara tradisional berlaku. Sebagaimana telah banyak diungkapkan oleh sejumlah pihak. desentralisasi dan otonomi penyelenggaraan pemerintah daerah. tekanan-tekanan dari arus globalisasi. sehingga memberikan sumbangan kepada berfungsinya pasar dengan baik dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. otonomi daerah di negara ditengarai telah ―berhasil‖ memperluas wilayah dan memperbesar 16 . Seperti di negara-negara lain. peluang terjadinya perilaku menyimpang sangat besar. dengan sumber daya yang makin terbatas. kemajuan teknologi. f. efisiensi. yaitu peningkatan sarana-prasarana pelayanan dan kompetensi teknis dalam pelayanan yang dilandasi oleh kesadaran dan komitmen terhadap norma-norma moral. Akan tetapi. Dalam situasi seperti ini. demokratisasi. PNS dituntut untuk menjalankan urusan-urusan pemerintah dengan cara-cara baru yang efektif dan lebih kompleks. reformasi ini menimbulkan dampak ikutan terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang selama ini hidup dan dianut di lingkungan birokrasi (pelayanan publik). tuntutan yang meningkat dari warga negara dan pengawasan yang makin besar dari masyarakat. Nilai-nilai baru yang diadopsi. dan penerapan prinsip-prinsip good governance. Ditambah dengan kenyataan mengenai buruknya kinerja pelayanan publik. penilaian kinerja instansi sesuai dengan kriteria standar pelayanan minimum. Pelayanan publik yang adil (fair) dan dapat diandalkan melahirkan kepercayaan publik dan menciptakan suatu lingkungan yang menguntungkan bagi bisnis dan bidang-bidang kehidupan lain umumnya.

Panduan etika. relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi. kolusi. termasuk laranganlarangan yang harus dipatuhi. dan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 (tentang Peraturan Disiplin PNS). Pejabat pemerintahan. nilai-nilai tertinggi yang seharusnya diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) di Indonesia adalah nilai-niali yang bersumber dari konstitusi (UUD 1945). Oleh sebab itu. sehingga Panca Prasetya KORPRI dapat dipandang sebagai panduan nilai-nilai bagi PNS dalam berperilaku. 17 . Untuk unit-unit organisasi tertentu. kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. Sumber-sumber Nilai-nilai Etika Pelayanan Publik Dalam konteks pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah yang melaksanakan pelayanan publik. falsafah negara (Pancasila). dan nepotisme (KKN) di dalam birokrasi.jumlah pelaku korupsi. maka PNS terikat juga dengan Panca Prasetya KORPRI. Sudah barang tentu. menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara professional dan menjunjung tinggi standar etika. kode etik atau aturan perilaku yang lebih khusus ditetapkan sesuai dengan sifat dan lingkup atau kekhususan tugas unit yang bersangkutan. Secara ringkas. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. 6. sesuai dengan tuntutan lingkungan yang baru. sangat diperlukan untuk memperjelas harapan dan tuntutan terhadap aparat birokrasi. Selain itu. diperlukan penyesuaianpenyesuaian infrastruktur etika untuk membangun iklim etis yang dapat menjamin keunggulan dalam pelayanan publik dan menjamin terwujudnya misi pelayanan publik. Dengan perkataan lain. rakyat. karena tergabung dalam wadah KORPRI. dan aturan-aturan khusus yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai acuan perilaku seluruh aparatur pemerintahan yang diantaranya adalah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (tentang Pokok-pokok Kepegawaian).

memahami teori-teori etika. yaitu nilai-nilai dan standar etika yang berlaku di masyarakat umum. bahwa seorang PNS mungkin juga merupakan anggota suatu profesi. anggota masyarakat umum. pada saat yang bersamaan seorang PNS. Jadi. Bab ini akan mempelajari: a. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja. Dengan demikian. Kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS b. Pengertian Etika 18 . 2. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi Pns ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. dan sebagai anggota profesi akuntansi. etika dan disiplin PNS. Teori dan Konsep Etika I. Akuntan PNS ini seharusnya tunduk pula pada kode etik dan aturan perilaku yang berlaku di lingkungan profesi akuntansi. seorang akuntan yang menjadi PNS adalah juga sebagai anggota Ikatan Akuntan Indonesia. Rencana perkuliahan Etika Profesi PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah perkuliahan mahasiswa dapat memahami pentingnya mata kuliah Etika Profesi PNS dan gambaran umum tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan dalam mata kuliah Etika Profesi PNS. juga berperan sebagai aparatur birokrasi. di lingkungan birokraasi. Mata kuliah Etika Profesi PNS terdiri dari enam belas bab. pengertian pelayanan publik. PNS tersebut pada dasarna memiliki tiga sumber acuan etika. pengertian dan hakekat profesi. C. Bab ini akan memperlajari: a. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya. Misalnya. Rencana perkuliahan etika profesi PNS Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. dan di lingkungan profesi akuntansi. 3. 2. Kuliah Umum I (Pengantar Etika Profesi PNS). di samping berperan sebagai pribadi. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1.Perlu diingat. pengertian etika profesi. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. Urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi c. yaitu: 1.

Etika Profesi. Pengertian profesi dan etika profesi b. Bab ini akan mempelajari: a. Bab ini akan mempelajari: a. Urgensi etika kepemimpinan c. Pengertian etika kepemimpinan b. 6. Bab ini akan mempelajari: a. 4. Pengertian nilai c. Teori dan Konsep Etika II . Etika Bisnis. Etika Keutamaan) c. Etika Pelayanan Publik. kewajiban. Prinsip-prinsip etika bisnis c. urgensi dan prinsip-prinsip etika profesi. keadilan dan kepedulian Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami teori dan konsep etika. Pengertian pelayanan publik 19 . Deontologi. Konsep hak. Karakter-karakter utama dalam etika kepemimpinan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kepemimpinan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai PNS. Prinsip-prinsip etika profesi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami pengertian. Isu-isu umum etika bisnis Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika bisnis agar dapat menjalankan tugasnya.b. 5. Perbedaan etika dan etiket b. Teori-Teori Etika (Teleologi. Pengertian norma Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma. Bab ini akan mempelajari: a. Urgensi etika profesi c. Etika Kepemimpinan. 7. Pengertian etika bisnis b. Bab ini akan mempelajari: a. 3.

Pengertian Korupsi.b. 1. Disiplin PNS. 9. Aturan tentang Anti Korupsi. Pengertian etika kerja b. Pokok-Pokok Kepegawaian. Netralitas PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik. 8. Larangan-Larangan bagi PNS c. Hak dan kewajiban PNS c. Prinsip-prinsip anti korupsi c. Bab ini akan mempelajari: a. 11. Bab ini akan mempelajari: a. Jenis-jenis korupsi dan sangsinya 20 . Bab ini akan mempelajari: a. Tingkat dan jenis hukuman PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang aturan-aturan disiplin sebagai PNS. Etika Kerja. Berbagai etika kerja PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kerja. Bab ini akan mempelajari: a. Urgensi disiplin PNS b. Pengertian PNS b. Prinsip-prinsip etika pelayanan publik c. Bab ini akan mempelajari: a. 10. Prinsip-Prinsip Anti Korupsi dan Faktor Penyebabnya. Pembinaan dan jabatan PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami hak dan kewajiban sebagai PNS serta pembinaan dan jabatan-jabatan dalam PNS. Berbagai peraturan tentang anti korupsi b. Perbedaan etika kerja dan etika profesi c. Definisi korupsi dan bahayanya b. Faktor penyebab korupsi dan solusinya Tujuan yang ingin dicapai yaitu mahasiswa memahami definisi dan prinsipprinsip anti korupsi serta memahami penyebab terjadinya korupsi.

Bab ini akan mempelajari: a.c. Pengertian dan sumber kode etik c. Kode Etik Profesi Anggaran c. Kode Etik Profesi PPLN f. Jiwa Korps dan Kode Etik. Bab ini akan mempelajari: a. Kode Etik Profesi Pajak d. Kuliah Umum II (Membangun Etos Pribadi). Pengertian. Kode Etik Kementerian Keuangan. Bab ini akan mempelajari: a. Cara membentuk etos pribadi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami cara membangun etos pribadi. Membentuk karakter anti korupsi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami aturan-aturan tentang anti korupsi. Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan. Kode Etik Profesi Perbendaharaan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan sesuai dengan spesialisasinya. tugas dan tanggung jawab kementerian Keuangan b. Kode Etik Profesi Bea Cukai e. 12. Aturan Kode Etik Kementerian Keuangan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang Kode Etik Kementerian Keuangan. Faktor-faktor pendorong perilaku tidak etis c. Urgensi memiliki etos pribadi b. Pengertian dan Aturan Kode Etik PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami urgensi pembentukan jiwa korps PNS dan pembentukan aturan kode etik PNS. Pengertian dan pembinaan jiwa korps b. 15. 21 . Bab ini akan mempelajari: a. 13. 14. Kode Etik Profesi Akuntan b. Tugas Pokok dan Fungsi Eselon I Kementerian keuangan c.

Selanjutnya. peristiwa-peristiwa sehari-hari yang diliput oleh media massa. pada akhir modul ini diberikan beberapa contoh soal/kasus yang dapat digunakan untuk diskusi dalam rangka melatih kepekaan dan pemahaman mahasiswa akan isu-isu etis di lingkungan profesi. misalnya dapat digunakan sebagai tambahan bahan diskusi sesuai dengan pokok bahasannya. Hal ini membantu mahasiswa dalam menumbuhkan kesadaran dan kepekaan etis yang diperlukan saat-saat ini. Untuk memperkaya wawasan mahasiswa. sebagai kelompok intelektual.Perlu dikemukakan disini bahwa uraian dalam modul ini mengutamakan penekanan praktis yang terutama ditujukan untuk memicu kesadaran dan pemahaman mahasiswa mengenai isu-isu penting yang dapat dijumpai dalam perjalanan karir seorang professional di bidang akuntansi. 22 .

yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. Oleh sebab itu. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. Pejabat pemerintahan. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). Dengan perkataan lain. kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. seperti sektor bisnis. Mengetahui tentang peranan dan kebijakan pelayanan publik. Selain itu. 3. produktivitas.RANGKUMAN Pengantar etika profesi PNS memperkenalkan etika profesi PNS tersebut. menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan 23 . relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi. Tujuan dituliskannya makalah ini adalah agar kita dapat: 1. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. Seperti halnya di sektor bisnis. Mengetahui etika pelayanan publik. dan sedikit menjelaskan mengenai implikasi dan aplikasi etika profesi PNS pada profesi birokrat. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. 4. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. 5. keadilan. warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. objektivitas atau imparsialitas. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. 2. Ada beberapa alasan. Mengetahui permasalahan pelayanan publik di Indonesia. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. dituntut memiliki dua keunggulan. Bab ini menjelaskan bahwa birokrat perlu menjunjung tinggi etika profesi dalam menjalankan tupoksi utamanya yaitu pelayanan publik. dan efektivitas. Mengetahui solusi dari permasalahan pelayanan publik di Indonesia. baik normatif maupun objektif. Di sektor manapun. Secara ringkas. rakyat. sektor publik. Mengetahui contoh-contoh pelayanan publik dalam kehidupan sehari-hari. yaitu profesionalisme dan etika. dan sebagainya. seperti integritas. termasuk sektor publik (pemerintahan).

Apa yang dimaksud dengan kompetensi pns? 6. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi PNS ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. Jelaskan pengertian integritas dalam konteks pelayanan publik 12. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja. pengertian dan hakekat profesi. LATIHAN 1. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. pengertian pelayanan publik. Jelaskan pengertian birokrasi menurut max weber 9. Apakah pelayanan kepada publik perlu ditingkatkan? jelaskan 2. Jelaskan pengertian reformasi birokrasi secara umum 10. Jelaskan definisi dari kode etik pns 7. Sebutkan ciri-ciri pelayanan publik yang profesional 4. Terdapat dua fungsi pokok pemerintahan negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi. memahami teori-teori etika. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. 3. Sebutkan dan jelaskan kedua fungsi tersebut 11. Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. etika dan disiplin PNS. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara profesional dan menjunjung tinggi standar etika. 2. Sebutkan tiga jenis pelayanan publik berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya 3.pribadi. Mengapa diperlukan adanya standard operating procedures (sop)? 5. Sebutkan aspek-aspek dalam standar penilaian kinerja 8. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya. Jelaskan secara ringkas relevansi pentingnya etika dalam pelayanan publik 24 . Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1. pengertian etika profesi.

serta bertindak dengan cara-cara yang profesional. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Bagi sosiolog. 3. 2. berarti timbul dari kebiasaan. etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas. 3. etika adalah adat. Etika Keutamaan). misalnya ethos kerja. Bagi ahli falsafah. Konsep hak. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. Norma-norma yang dianut oleh kelompok. Deontologi. Etika juga memiliki pengertian arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu.BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA I _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : 2 Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Pengertian Etika. 1. Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspektasi) profesi dan masyarakat. Semangat khas kelompok tertentu. Teori-Teori Etika (Teleologi. keadilan dan kepedulian ___ A. Pengertian Etika Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. kewajiban. Etika memiliki banyak makna antara lain: 1. Etika sebagai refleksi kritis dan rasional tentang norma-norma yang terwujud dalam perilaku hidup manusia. ethikos. Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. 2. kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu. 4. etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa 25 . kode etik kelompok profesi.

3. adil. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. etika adalah kesepakatan bersama dan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu. yaitu : 1. 2. serta membantu pebisnis/calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. jujur. dari perilaku manusia. Moralitas selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia. Kriteria wajar. 4. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam pengajaran etika bisnis. Menurut K. jujur. Bertens. Menanamkan. terhadap diri sendiri dan profesi. Moralitas berarti aspek baik atau buruk. terhadap organisasi dan staff. sekurang-kurangnya meliputi dua sisi 26 . Membantu pebisnis/calon pebisnis. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. tapi masih lemah dan ragu. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. adil. bukan hanya penting adanya norma-norma moral. terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. Menurut K. Bagi asosiasi profesi. Dalam etika sebagai ilmu. terpuji atau tercela. dan terhormat. Bertens. etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain. 5. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. profesional. dan kegiatan ekonomis merupakan suatu bidang perilaku manusia yang penting. apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. Bagi eksekutif puncak rumah sakit. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. dan karenanya diperbolehkan atau tidak.profesi secara wajar.

harus dikatakan: etika mengikat tetapi tidak memaksa. Sedangkan Singer berpendapat (sama dengan Plato 2000 tahun sebelumnya). 1. dan mungkin akan berlangsung terus. Salah seorang tokoh etika. Etika bukan sistem yang ideal. bukanlah suatu kesalahan apabila ia menendang bola ketika sedang bermain. bukan sebaliknya karena disetujui Tuhan perbuatan itu menjadi baik. 2. dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Etika bukan sesuatu yang relatif atau subjektif. sesuatu yang secara moral 'baik' adalah sesuatu yang sangat disetujui dan disenangi Tuhan. 4. Menurut ajaran agama. tindakan atau peristiwa yang dibahas dipelajari berdasarkan hal itu sendiri dan dampak yang dibuatnya. Etika bukan seperangkat larangan khusus yang hanya berhubungan dengan perilaku seksual. Dalam meta-etika. studi dan pengajaran tentang etika bisnis boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. Kontradiksi pendapat tentang ini sudah berlangsung berabad-abad. Meta-Etika (Studi Konsep Etika). penilaian demikianlah yang apriori diberikan oleh masyarakat jika ada kasus kejadian klinis. B. baik-buruknya tindakan tersebut harus dilihat menurut sudut pandang yang netral. suatu perbuatan manusia adalah baik karena disetujui Tuhan. Sebagai contoh. Meta-Etika sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. Agaknya. Tiga Bagian Utama Etika Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika)." Secara meta-etis. 3. namun tidak ada gunanya dalam praktek. Ini tentulah pemikiran sekuler. yaitu disatu pihak."Seorang anak menendang bola hingga kaca jendela pecah. Etika bukan sesuatu yang hanya dapat dimengerti dalam konteks agama. Sangkalan Singer terhadap anggapan keempat ini tidak dijelaskan lebih lanjut disini. Peter Singer menerangkan sebagai berikut: 1. dari sudut pandang si anak. Disisi lain.berikut. luhur dan baik dalam teori. perlu juga ditambahkan tentang apa yang sebenarnya bukan etika (What ethics is not). karena elaborasinya dari sudut historis dan falsafah yang panjang dan rumit. Pertama. etika normatif (studi penentuan nilai etika). Untuk melengkapi tentang etika. karena memang 27 .

tentu ia akan mendefinisikan hal ini sebagai kesalahan yang telah dibuat oleh si anak. tanggung-jawab sosial perusahaan atau yang biasa dikenal dengan istilah Inggris Corporate Social Responsibility (CSR). Berbagai bidang terapan di antaranya adalah bidang kesehatan. 2. Sejarah etika menekankan pada berbagai sistem filosofis yang dalam perjalanan waktu telah dielaborasi dengan mengacu pada tatanan moral. Oleh karena itu. sebelum penetapan hasil pertimbangan dibuat. pendapat yang dikemukakan oleh orang-orang bijak zaman dahulu. Etika Terapan (Studi Penggunaan Nilai-Nilai Etika). Menyikapi persoalan-persoalan yang semacam inilah. karena. maka meta-etika dijadikan bekal awal dalam mempertimbangkan suatu masalah. pengolahan tanah. Mungkin juga kedua pihak dapat saling memberi maklum. seperti Pythagoras (582-500 SM). 3. Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. Bagaimanapun juga hal-hal seperti ini tidak akan pernah menemui kejelasannya hingga salah satu pihak terpaksa kalah atau mungkin masalah menjadi berlarut-larut. Akan tetapi kalau dilihat dari pihak pemilik jendela. Etika Normatif (Studi Penentuan Nilai Etika). Istilah etika pertama kali dipakai oleh orang Yunani.dunianya (dunia anak-anak) memang salah satunya adalah bermain. sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. meskipun mereka mengusulkan berbagai kebenaran moral dan prinsipprinsip. mereka melakukannya dengan cara yang dogmatis. Si pemilik jendela berasumsi demikian karena ia merasa dirinya telah dirugikan. Heraclitus (535-475 SM). Etika terapan memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. yaitu dalam pengajaran Socrates (470-399 SM). tidak secara filosofissistematis. C. 28 . Konfusius (558-479 SM). Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. nyaris milik sejarah etika. apalagi ia tidak sengaja melakukannya. dan masih banyak lainnya. Sejarah Etika Etika termasuk dalam ruang lingkup sejarah peradaban dan etnologi.

tidak ada orang yang sengaja korup. Dengan karakteristik ketajaman ia membahas etika dan politik. Kesenangan tertinggi secara alami terikat dengan kegiatan ini. Dia berangkat dari titik bahwa semua orang cenderung untuk kebahagiaan sebagai objek akhir dari semua usaha mereka. dan dengan bertindak demikian ia menjadi seperti Tuhan. dan kebajikan adalah kehati-hatian. Satu-satunya yang kurang adalah bahwa visinya tidak menembus melampaui kehidupan duniawi ini. tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. 29 . Plato (427-347 SM) menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan. Tidak seperti Plato. ia tidak menganggap kebajikan terdiri dari kebijaksanaan saja. Aristoteles (384-322 SM). harus dianggap sebagai pendiri nyata etika sistematis. tetapi hanya dalam aktivitas yang tepat untuk sifat manusia. Etika filosof Yunani Kuno: Socrates. dan ketabahan. sebagai kebaikan tertinggi. Murid Socrates. dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. Segala kejahatan muncul dari kebodohan. Aristoteles. Karena semua orang selalu mencari kebahagiaan. Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. yang mulai dengan ide-ide sebagai dasar pengamatan. teorinya dianggap benar oleh sebagian besar orang. Sebagian besar masalah yang menyangkut etika itu sendiri. Kebajikan memungkinkan manusia untuk memerintah sesuai keinginannya. Oleh karena itu kebajikan bisa diberikan lewat instruksi. Kebahagiaan ini tidak terdapat dalam barang-barang eksternal. kesederhanaan.1. Plato. dan semua barang lainnya hanya berfungsi sebagai sarana. Kebajikan merupakan harmoni yang tepat dari kegiatan manusia. tetapi untuk membentuk kebahagiaan yang sempurna. sesuai dengan perintah akal budi. barang-barang eksternal juga harus ada. karena ia harus benar. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama. baik yang mutlak. menganalisis secara akurat. Dengan penetrasi yang tajam dari Aristoteles dan hasil penyelidikan kebajikan intelektual dan moral. Kebahagiaan sejati hanya dapat dicapai melalui usaha sendiri. dan bahwa ia tidak pernah melihat dengan jelas hubungan manusia dengan Tuhan. tetapi juga keadilan. Tetapi Plato berbeda dari Socrates. objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. Menurut Sokrates. Kegiatan ini harus dilaksanakan dalam kehidupan yang sempurna dan abadi. yang dicari demi dirinya sendiri.

Dia menyatakan bahwa kebaikan moral. Sensualisme murni atau Hedonisme pertama kali diajarkan oleh Aristippus dari Kirene (435-354 SM). Para Sinis. Seperti apakah hubungan Tuhan dengan dunia dalam pandangan mereka. "kenikmatan") dimulai dengan Democritus (460-370 SM). kebajikan adalah perjanjian yang harmonis dengan Tuhan. Skeptis. berusaha untuk memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes. dan lain-lain. Stoicisme. Kebajikan adalah norma direktif yang tepat dalam attainment akhir ini. dan bahwa manusia benar-benar bijaksana atas hukum manusia. Kaum Stoa. yang menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia. Cleanthes. adil atau tidak adil. Antisthenes (444-369 SM) dan Diogenes dari Sinope (414-324 SM). Stoa Romawi. panteistik atau rasa teistik. tidak seluruhnya jelas. Tindakan sering baik atau buruk. Kebajikan. bukan karena institusi atau kebiasaan manusia. Cicero (106-43 SM) menguraikan tidak ada sistem filsafat baru miliknya sendiri. yang membentuk keseluruhan alam. dan. tetapi memilih pandangan-pandangan tertentu dari berbagai sistem filsafat Yunani yang tampaknya terbaik menurutnya. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan. menurut mereka. seperti alam setiap individu seseorang hanyalah bagian dari tatanan alam keseluruhan. ada di dalam manusia sebagai makhluk rasional yang berbeda dari makhluk buas. Ajaran ini segera berubah menjadi kesombongan dan penghinaan terbuka untuk hukum dan untuk sisa manusia (Sinisme). Ia bersikeras terutama pada devosi kepada dewa-dewa. Epicurus. Seneca (4 SM . oleh karena itu.2. yang merupakan objek umum dari semua kebajikan. Epicurus (341-270 SM) berbeda dari Aristippus dalam prinsip bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual adalah hal yang tertinggi yang dapat dicapai manusia. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka. dalam hidup manusia sesuai dengan perintah rasional. Sinis. tetapi sifat mereka. mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. Epictetus (lahir sekitar tahun 50). Chrysippus. bahwa kesenangan adalah kejahatan. yang tanpanya masyarakat 30 . menurut kesenangan adalah akhir dari kebaikan tertinggi usaha manusia. Etika Filosof Yunani dan Romawi: Hedonisme. Zeno (336-264 SM) dan murid-muridnya.AD 65). Sebuah gilirannya etika lebih hedonistik (edone. dan Kaisar Marcus Aurelius (AD 121-180).

Hal ini terutama berlaku St Agustinus. kesatuan umat manusia. Origenes. 4. meskipun sebagian besar dijawab melalui teologi. dan Duns Scotus (1274-1308). Kristen menjelaskan penuh pertanyaan ini dan pertanyaan lain yang sejenis.manusia tidak bisa ada. seperti Yustinus Martir. dasar seluruh tatanan moral pada kebiasaan atau kesewenang-wenangan manusia. hukum alam. Lessius. Irenaeus. kebajikan kardinal. Seperti Santo Paulus mengajarkan (Roma. hati nurani. dll diperlakukan oleh dia di paling jelas dan tajam cara. jenis asli dan sumber dari segala hukum temporal. ii. Suarez. Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika. bahkan yang berada di luar pengaruh Wahyu Kristen. Bonaventura (1221-1274). Corse ini segera diadopsi dalam periode awal. yang menolak hukum moral alam. tujuan akhir manusia. L. Abad keenam belas ditandai dengan kebangkitan kembali pertanyaan etis. Thomas Aquinas (1225 -1274). Dominicus Soto. pernikahan. Etika: Sejarah Moralitas Kristen. nasib manusia. Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. yang melanjutkan untuk benar-benar mengembangkan sepanjang garis filosofis dan untuk menetapkan dengan tegas sebagian besar kebenaran moralitas Kristen. Hieronimus. hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan. dosa. khususnya Albert (1193-1280) Besar. Tertullian. Clement dari Alexandria. Molina. serta sifat dan makna dari hukum moral. dan membebaskan orang bijak dari ketaatan pada ajaran biasa dari tatanan moral. Mereka yang mengeksposisi dan membela kebenaran Kristen. dan De Lugo. dan Agustinus. dan khususnya antara etika dan teologi moral. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. Sistem etika Yunani dan Romawi berjalan atas kecenderungan skeptis. Ambrosius. 3. Sejak abad 31 . memanfaatkan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh para filsuf pagan. 24 persegi). Contoh teolog besar adalah Victoria. Paganisme kuno tidak pernah memiliki konsep yang jelas dan pasti tentang hubungan antara Tuhan dan dunia. Pada fondasi diletakkan filsuf dan teolog Katolik yang berhasil terus membangun. Hukum abadi (lex aterna). Kecenderungan ini dilanjutkan oleh kaum Sofis. pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan.

perang harus dilancarkan pada impuls yang tidak wajar. dan memiliki hak untuk semua hal. Keselarasan ini merupakan kebajikan. Yang pertama dari hal ini kepentingan umum. namun tidak muncul sampai abad ketujuh belas dan kedelapan belas. maka apakah Hugo Grotius. dalam bukunya "Elementa philosophiae moralis". Para Reformator benar-benar memegang teguh kesucian sebagai sumber wahyu yang sempurna. ketiga menentang yang lainnya. Schwarz.keenam belas jurusan etika (filsafat moral) telah didirikan di banyak universitas Katolik. dalam karyanya. Untuk menjalani kehidupan moral yang baik. dan tidak wajar. masih melekat pada filosofi Aristotel. karya-karya filosofis murni tentang etika. sebagai contoh yang dapat kita contoh produksi Ign. Holbach. "Instituitiones juris et universalis Naturae Gentium" (1743). "De jure belli et Pacis" juga sama. seperti Helvetius. Para penganut panteisme Spinoza Baruch (1632-1677) menganggap insting untuk mempertahankan diri sebagai dasar kebajikan. Setiap makhluk diberkahi dengan dorongan yang diperlukan untuk menyatakan diri sebagai alasan tuntutan tidak bertentangan dengan alam. Di Perancis para filsuf materialistik abad kedelapan belas. Teori moralitas dikembangkan lebih lanjut oleh Hutcheson (1694-1747). Dalam pencapaian kebajikan prinsip subjektif dari pengetahuan adalah moralitas. Shaftesbury (1671-1713) mendasarkan etika pada kasih sayang atau kecenderungan manusia. Thomas Hobbes (1588-1679) mengandaikan bahwa manusia awalnya dalam kondisi kasar (Naturae status) di mana setiap orang bebas untuk bertindak saat dia senang. Yang lebih besar. Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. sedangkan "akal sehat" disarankan oleh Thoms Reid (17101796) sebagai norma tertinggi perilaku moral. Melanchthon. dan lainlain. de la Mettrie. menyebarluaskan ajaran sensualisme dan Hedonisme sebagaimana yang dipahami oleh Epicurus. kedua kebaikan pribadi agen. Ada kecenderungan simpatik. Condillac. 5. membutuhkan masing-masing untuk mengikuti dorongan ini dan sesak nafas setelah apapun yang berguna baginya. idiopatik. sehingga muncul perang semua melawan semua. Kebebasan akan terdiri hanya dalam kemampuan untuk mengikuti dorongan alami unrestrainedly ini. 32 . sedangkan kecenderungan idiopathetic dan simpatik harus dilakukan untuk menyelaraskan.

simpati (dalam sukacita) akan memungkinkan kita untuk mengambil kesenangan dalam tindakan altrusitic. Fichte tempat tertinggi manusia yang baik dan nasib di spontaniety mutlak dan kebebasan. Menurutnya. harus diamati untuk kepentingan sendiri. kebaikan mutlak seperti perilaku belum mungkin. F. yang otonom yaitu. dan kategoris. Sebagian besar non-Kristen filsuf moral telah mengikuti jalan yang dilalui Spencer. perilaku yang baik yang berfungsi untuk meningkatkan kehidupan dan kesenangan. Paulsen. E. Sebuah pandangan yang mirip berulang secara substansial dalam tulisan-tulisan Wilhelm Wundt dan. Sejarah Filsafat Etika: Kant. Dimulai dengan asumsi bahwa manusia. Schleiermacher. mutlak moral universal. Etika: Filsafat Evolusioner. oleh serangkaian transformasi. di Jerman. Henry Sidgwick. yang mempertahankan kepentingan umum umat manusia untuk menjadi akhir dan kriteria perilaku moral. GT Fechner. Sosialisme. dimana dia menemukan hukum. Sistem Cumberland. Karena kurangnya adaptasi manusia dengan kondisi kehidupan. dalam kooperasi dengan peradaban umat manusia progresif. dan akibatnya manfaat yang diperoleh individu dari perilaku sendiri akan sangat berguna bagi masyarakat luas. karena ini akan heteromony yang asing bagi moralitas sejati. John Stuart Mill. meskipun budaya menganggap yang terakhir dan kemajuan hanya sebagai sarana untuk tujuan akhir. Para pengikut Kant telah memilih satu doktrin lain dari etika dan gabungan berbagai sistem bersifat panteisme dengannya. tanpa memperhatikan setiap kesenangan atau utilitas yang timbul darinya. Secara khusus. F. Nietzsche. Altruisme. yang menurutnya. misalnya. Sebuah revolusi lengkap dalam etika diperkenalkan oleh Immanuel Kant (1724-1804). dalam orang-orang pesimis. Edward von Hartmann. sampai batas tertentu. terdiri dari memberikan Mutlak dari siksaan eksistensi. diperbaharui secara positif dalam abad kesembilan belas oleh Auguste Comte dan memiliki banyak pengikut menghitung. dan lain-lain. 7. Herbert Spencer (1820-1903) berusaha untuk efek kompromi antara Utilitarianisme sosial (Altruisme) dan Utilitarianisme swasta (Egoisme) sesuai dengan teori evolusi. Beneke.6. melainkan lebih merupakan hukum akal kita sendiri. Alexander Bain. Dari bangkai alasan teoretis murni ia berpaling untuk penyelamatan untuk alasan praktis. Dengan kemajuan evolusi kondisi yang ada akan menjadi lebih sempurna. dan berbagai kompromi harus dibuat antara Altruisme dan Egoisme. di Inggris. John Stuart Mill. 33 . Hukum ini tidak harus dipahami sebagai otoritas eksternal.

Proletariat bawah diinjak. dan hanya dengan derajat mencapai tingkat yang lebih tinggi moralitas. Pragmatisme berbeda dari Relativisme. dan karakter dari penilaian orang. dan karena itu berbeda dari dalam gelar saja. bahwa tidak hanya dianggap benar yang terbukti oleh pengalaman untuk menjadi berguna. dan eksponen lain dari "penafsiran materialistik dari sejarah" yang disebut. sementara rakyat memuji "naluri kawanan umum". Charles Darwin telah melakukan beberapa pekerjaan persiapan sepanjang jalan. agama. tidak ada kode universal moralitas yang mengikat semua manusia pada segala waktu. Menurutnya. F. Menurut K. Dengan demikian muncul pertentangan antara moralitas dan budak. Oleh karena itu. pada keadilan pra-manusia. Hari Evolusionis mengikuti pandangannya dan berusaha untuk menunjukkan bagaimana moralitas hewan telah dalam manusia terus menjadi lebih sempurna. Manusia berbeda satu sama lain dan selalu berubah. yaitu semua qulaities diperlukan dan berguna untuk keberadaannya . konsep-konsep yuridis dan filosofis tapi refleks kondisi ekonomi masyarakat di benak pria. dan mereka melihat dunia dengan cara mereka sendiri. ketaatan kelemahlembutan. dll juga terus berubah. namun yang terakhir tidak mendasarkan pengamatan mereka pada prinsip-prinsip ilmiah. Dengan bantuan analogi diambil dari etnologi. Nietzsche pencetus sekolah yang doktrin yang didirikan pada prinsipprinsip ini. demikian juga Sosialis mendukung teori evolusi dari sudut pandang etika mereka. tidak tahu tentang pernikahan. tetapi pada pertimbangan sosial dan ekonomi. sedangkan yang terakhir ini terus-menerus bervariasi. mereka mencari jejak pertama dan awal dari ide-ide moral dalam kasar itu sendiri. maka ide-ide moralitas. Mereka yang berkuasa masih terus memandang kecenderungan egoistik mereka sendiri sebagai mulia dan baik. ajaran moral tidak lain hanyalah "kebohongan konvensional". Marx. moral religius. Apalagi keputusan yang dikeluarkan pada masalah-masalah agama dan moral hakiki tergantung pada kecenderungan. mereka menceritakan bagaimana awalnya umat manusia berjalan di atas muka bumi secara semi-biadab. semua.seperti kesabaran. 34 .secara bertahap berevolusi dari makhluk buas itu. Sekarang ini hubungan sosial tunduk kepada perubahan konstan. kebaikan awalnya diidentifikasi dengan kemuliaan dan budi peringkat. dan pengendalian diri kasar. dan cinta sesama. Menurut Max Nordau. Sebagai evolusionis. minat. Oleh karena hal yang sama tidak selalu berguna. dan Spencer tidak ragu untuk belajar brute-etika. kebenaran tidak mungkin berubah. Engels. hati nurani.

II-1-II-2) dikemukakan bahwa teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis. pengecut berarti kesabaran. Yang baik yang menjadi tujuan akhir hidup manusia menurut dia adalah kebahagiaan atau kesejahteraan (eudaimonia). Aristokrasi intelektual adalah akhir sendiri. Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. Oleh karena itu. "Moralitas adalah satu penipuan panjang dan berani. Superioritas intelektual di luar kebaikan dan kejahatan seperti yang dipahami dalam pengertian tradisional. tunduk kepada penindas membenci adalah ketaatan. Teori Etika Sejumlah teori dan konsep etika telah dikembangkan oleh beberapa filsuf atau pemikir dalam bidang etika.Kelemahan menjadi kebaikan. sehingga setiap orang bebas untuk membebaskan diri dari tatanan moral yang ada. nilai melekat pada konsep yang berlaku moralitas harus seluruhnya ulang. yang menyebabkan tindakan itu benar atau salah adalah bukan tindakan itu sendiri melainkan akibat dari tindakan tersebut. Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. yakni etika yang mengukur benar/salahnya tindakan manusia dari menunjang tidaknya tindakan tersebut ke arah pencapaian tujuan (telos) akhir yang ditetapkan sebagai tujuan hidup manusia. Tidak ada order moral yang lebih tinggi yang orang-orang kalibrasi tersebut setuju. Seperti bersandar dengan masing-masing individu untuk memutuskan siapa yang milik ini aristokrasi intelektual. kebaikan merupakan konsep fundamental dalam teori teleleologi. D. Akhir dari masyarakat bukanlah kebaikan bersama anggotanya. menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. yakni pada yang baik (agathos). 1. Teori Teleleologi. Maka. 35 . Setiap tindakan menurut Aristoteles diarahkan pada suatu tujuan. Yang baik adalah apa yang secara kodrati menjadi arah tujuan akhir (causa finalis) adanya sesuatu. Pembelajaran teori etika tersebut untuk memperoleh kemudahan dalam mengupas persoalan etika dan sebagai panduan untuk menentukan benar atau salahnya suatu tindakan. Itulah sebabnya teori etikanya sering disebut sebagai teori etika Eudaimonisme. keputusan dan kebijakan. mengernyit merendahkan diri menjadi rendah hati. Etika teleologis atau Etika Aristoteles. Menurut Aristoteles. Akibat dalam hal ini adalah konsekuensi baik." Oleh karena itu.

Manfaat (utility) dalam teori ini didefinisikan sebagai kesenangan dan tidak adanya kesedihan. bahwa baik buruknya suatu tindakan ditentukan oleh baik buruknya akibat tindakan tersebut terhadap orang lain. c. 4) Universalisme. 36 . Prinsip yang berpendiran bahwa kebenaran tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensinya. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ―Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang. 5-6) membedakan teori teleleologi menjadi 3. teori teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme yang biasanya dihubungkan dengan filsuf Inggris.Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008.‖ Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. 2) Hedonisme. yaitu: a. Konsekuensi yang harus dipertimbangkan adalah konsekuensi bagi setiap orang. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan. Hedonisme adalah prinsip bahwa kesenangan dan hanya kesenanganlah yang merupakan perbuatan tertinggi. Utilitarianisme mencakup empat prinsip. b. 2). bahwa benar salahnya tindakan tergantung pada baik buruknya konsekuensi tindakan tersebut bagi siapa saja yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. Altruisme Etis Berlawanan dengan egoisme etis. Utilitarianisme Gabungan antara egoisme etis dan altruisme etis. 3) Maksimalisme. Egoisme Etis Suatu tindakan benar atau salah tergantung semata-mata pada baik buruknya akibat tindakan tersebut bagi pelakunya. Kebaikan didefinisikan sebagai kesenangan sedangkan keburukan didefinisikan sebagai kesedihan. Dari ketiga teori tersebut. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. Sesuai dengan namanya utilitarisme berasal dari kata utility dengan bahasa latinnya utilis yang artinya ―bermanfaat‖ dalam mengukur baik dan buruk. yaitu: 1) Konsekuensialisme. Jeremy Betham dan John Stuart Mill. kecuali pelaku.

Utilitarianisme Pluralistik disebut juga utilitarianisme dalam arti luas yaitu dengan mengartikan kebaikan sebagai kesejahteraan umat manusia. Jika semua yang dikategorikan sebagai baik hanya diperoleh dari manfaat terbanyak bagi orang terbanyak. Lalu saran 3 orang tadi dikemanakan? Apakah mereka harus menerima itu begitu saja? Kalau menurut teori ini YA. anjing tersebut suka menggigit orang yang lewat. tentu dalam perkembangan peradaban 37 . Apapun yang menjadikan umat manusia secara umum lebih baik atau memberikan manfaat adalah kebaikan . Utilitarianisme Aturan berpendirian bahwa manfaat dapat diperhitungkan pada kelompok-kelompok tindakan. Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu sesuai dengan seperangkat aturan yang keberterimaannya secara umum akan menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang. 7 dari 10 orang menyarankan anjing tersebut dibunuh sedangkan 3 lainnya menyarankan dibunuh. Kasus di atas hanyalah sebatas anjing bagaimana jika manusia? Bukan tidak mungkin hal ini terjadi bahkan sudah terjadi. bukan pada masing-masing tindakan secara individual. dan apapun yang menyebabkan umat manusia menjadi lebih buruk atau menimbulkan kerugian adalah keburukan.Utilitarianisme Klasik dan Utilitarianisme Pluralistik Utilitarianisme Klasik mendefinisikan kebaikan tertinggi adalah kesenangan (pleasure) dan keburukan tertinggi adalah keburukan (plain) dan semua tindakan harus dievaluasi dengan ukuran kesenangan dan kesedihan yang dihasilkan bagi semua orang yang dipengaruhi. Utilitarianisme Tindakan dan Utilitarianisme Aturan Utilitarianisme Tindakan berpendirian bahwa dalam semua situasi seseorang seharusnya melakukan tindakan yang memaksimalkan manfaat (utility) bagi semua orang yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. Penganut utilitarisme akan menjawab tentu yang baik jika anjing itu dibunuh. Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang. Meski pun sudah dialami manfaat dari utilitarisme bukan berarti utilitarisme secara teoritis tidak memiliki masalah. maka apakah akan ada orang yang dikorbankan? Anggap saja ada anjing gila.

Teori Deontologi. dan mayoritas berhak atas mereka. Deontologi Pluralistik Teori ini dikemukakan oleh William David Ross yang mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prime face). c. Sudah jelas kelihatan bahwa teori deontologi menekankan pada 38 . Mengingat dalam keuangan yang ada kebanyakan adalah angkaangka. Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008. Deontologi Tindakan Menurut teori ini. seseorang harus segera memahami apa yang harus dilakukan tanpa mendasarkan pada peraturan atau pedoman. Menurut Teori Deontologi perbuatan tertentu adalah benar bukan karena manfaat bagi kita sendiri atau orang lain tetapi karena sifat atau hakikat perbuatan itu sendiri atau kaidah yang diikuti untuk berbuat. Kelebihannya adalah ketika berkenaan dengan bisnis dan keuangan. 2. jadi keputusan dapat diambil secara mudah berdasarkan jumlah terbanyak bagi manfaat terbanyak. bila seseorang dihadapkan pada situasi dimana harus mengambil keputusan. Oleh utilitarisme hal ini dibenarkan selama diskriminasi membawa manfaat.ada sejarah diskriminasi ras mau pun etnis. d. 6) dalam kaitannnya dengan teori deontologi dikenal: a. Salah satu sebab mereka didiskriminasikan karena mereka minoritas. b. Deontologi Kaidah Suatu tindakan benar atau salah karena kesesuaian atau tidak sesuainya dengan suatu prinsip moral yang benar. Kasus diskriminasi ras kulit hitam dan diskriminasi etnis Tionghoa sebelum tahun 1997 tampaknya tidak terdengar asing lagi di telinga. Teori deontologi sebenarnya sudah ada sejak periode filsafat Yunani Kuno. Perhitungan ala utilitaris ini dapat berlaku sebagai tinjauan atas keputusan yang akan diambil. tetapi baru mulai diberi perhatian setelah diberi penjelasan dan pendasaran logis oleh filsuf Jerman yaitu Immanuel Kant. Deontologi Monistik Teori ini mendukung suatu kaidah umum seperti ―the golden rule‖ sebagi prinsip moral tertinggi yang menjadi dasar untuk menurunkan kaidah atau prinsipprinsip moral lainnya. Kata deon berasal dari Yunani yang artinya kewajiban.

Suatu tindakan adalah benar secara moral jika dan hanya jika tindakan tersebut menghargai kapasitas orang untuk memilih secara bebas bagi dirinya sendiri. seseorang tidak perlu barangkali bahkan tidak boleh membiarkan konsekuensi buruk dari perbuatan sebenarnya baik. Menurut penilaian moral yang umum. Tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan). jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan. Tindakan atau prinsip itu berasal dari. dan tidak berbohong adalah perbuatan yang bisa diterima secara universal. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral: a. Semua orang bisa terima bahwa berbohong adalah buruk dan membantu orang tua adalah baik. Lalu apa itu kewajiban menurut deontologi? Sulit untuk mendefinisikannya namun pemberian contoh mempermudah dalam memahaminya. e. Suatu tindakan secara moral benar bagi seseorang pada situasi tertentu jika dan hanya jika alasan untuk melakukan tindakan tersebut merupakan alasan yang ia harapkan dimiliki oleh orang lain pada situasi yang sama. tetapi menghargai orang lain sebagai tujuan akhir bagi dirinya sendiri. Menurut Kant. Deontologi tidak terpasak pada konsekuensi perbuatan. membantu orang tua. dan menghargai. Nah. otonomi makhluk rasional. d. c. Misalnya. f. kira-kira seperti itulah kewajiban yang dimaksud. Berbeda dengan utilitarisme yang mempertimbangkan hasilnya lalu dilakukan perbuatannya. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. Tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk relasional sebagai tujuan akhir. apakah boleh membantu orang tua? Tentu itu harus. tidak boleh menghina. Selain Kant. jika orang itu mempunyai kemampuan untuk mencegahnya. dengan kata lain deontologi melaksanakan terlebih dahulu tanpa memikirkan akibatnya. Ross mengajukan jalan 39 . membayar hutang.pelaksanaan kewajiban. Suatu tindakan secara moral benar jika dan hanya jika dalam melaksanakan tindakan tersebut seseorang tidak memperlakukan orang lain semata-mata sebagai alat untuk memenuhi kepentingannya sendiri. Jika ditanya secara langsung apakah boleh menghina orang? Tidak boleh. b. filsuf lain yang dikaitkan dengan Teori Deontologi adalah William David Ross.

l. b. Self-improvement (kewajiban mengembangkan diri). Justice (kewajiban keadilan). c. Non-maleficence (kewajiban tidak merugikan). Isu utama teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter apa saja yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. Teori keutamaan sering juga dikatakan sebagai teori yang membicarakan tentang karakter yang merupakan keutamaan moral.keluar dengan mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prima face). Kita harus mengembangkan dan meningkatkan diri kita dibidang keutamaan. Kita tidak boleh melakukan sesuatu yang merugikan orang lain. n. Teori keutamaan (virtue) adalah teori yang memandang sikap atau akhlak seseorang. f. jujur.2005) . i. dan mengatakan kebenaran. d. berbuat apa pun yang dapat kita perbuat untuk memperbaiki keadaan oarng lain. melainkan: apakah orang itu bersikap adil. j. baik eksplisit maupun implisit. k. (Velasquez. Gratitude (kewajiban berterima kasih). m. Kita harus menepati janji yang dibuat dengan bebas. Artinya bahwa kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat. e. Kita harus membantu orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Reparation (kewajiban ganti rugi). Benefience (kewajiban berbuat baik). dan sebagainya. Kita harus memastikan bahwa kebaikan dibagikan sesuai dengan jasa orang yang bersangkutan. Kita harus memberikan ganti rugi kepada orang yang mengalami kerugian karena tindakan kita yang salah. atau murah hati. murah hati. Kita harus berterima kasih kepada orang yang berbuat baik terhadap kita. atau jujur. Karakter yang umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah: 40 . 3. kita harus melunasi hutang moril dan materiil. Fidelity (kewajiban menepati janji/kesetiaan). intelegensi. Ketujuh kewajiban moral tersebut adalah: a. dll. g. Teori Keutamaan (Virtue). Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil. Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. h.

b. g. tiga hal tersebut adalah: a. o. Hakikat manusia dapat diketahui dengan lebih memahami watak dari manusia itu sendiri. Rasa malu membuat solider dengan kesalahan perusahaan. Pengendalian diri yang baik. Toleransi terhadap sesama. Moderat ( tidak ekstrim. Bahwa manusia di dunia hanya bagian dari perjalanan panjangnya menuju kehidupan yang kekal sehingga dalam pribadi manusia secara otomatis memiliki sifa-sifat keutamaan. j. keramahan itu hakiki untuk setiap hubungan antar manusia. menjadi peka m. tanggung jawab untuk menjunjung tinggi dan melindungi kepentingan pihak-pihak tertentu dan organisasi. Berkeadilan. Keberanian/keteguhan. k. Kehormatan adalah keutamaan yang membuat seseorang terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan. Bangga (tetapi tidak arogan). Kesantunan. n. Sedangkan tujuan hidup dapat ditentukan dengan mempertanyakan ―apa akhir dari kehidupan manusia?‖. Keandalan. h. Loyalitas berarti bahwa seseorang tidak bekerja semata-mata untuk mendapat gaji. l. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. Etika keutamaan memerlukan konteks. berusaha secara maksimal dan masuk akal dalam memenuhi komitmen. c. i. Disposisi. Kejujuran. mensyaratkan niat baik dan tulus untuk menyampaikan kebenaran. meningkatkan peluang untuk memperoleh apa yang diinginkan. d. dll. e. hubungan bisnis tidak terkecuali.a. artinya dalam menerapkan etika keutamaan kita perlu memiliki pemahaman mengenai hakikat manusia dan tujuan hidup ini. 41 . memastikan bahwa manfaat atau keuntungan dibagikan sesuai dengan jasa pihak-pihak yang terkait dan berhak. cenderung ke dimensi pada umumnya). tetapi mempunyai juga komitmen yang tulus dengan perusahaan. Kesetiaan. f. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. Keramahan merupakan inti kehidupan bisnis. Belas kasih.

MacIntyre). yang memungkinkan individu memilih secara bebas dalam memenuhi kepentingan atau menjalankan aktivitas tertentu dan melindungi pilihan-pilihan tersebut. Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. Perilaku berkeutamaan disertai dengan maksud baik. f. d. Motivasi atau maksud pelaku sangat penting karena itulah yang mengarahkan kehendak. Keutamaan dapat saja hilang. Memberikan kandungan atau makna terhadap tujuan akhir tersebut. e. melainkan diperoleh dengan cara membiasakan diri atau berlatih. yaitu kehidupan yang baik. misalnya. Keutamaan merupakan suatu kecenderungan tetap. Kemauan/kehendak. c. Dalam melangsungkan kehidupan kesehariannya manusia senantiasa melakukan suatu tindakan. tindakan yang dilakukannya ada tindakan yang benar dan ada tindakan yang salah. orang di sekitarnya. walaupun tidak berarti tidak bisa hilang. Dengan demikian.b. adalah keutamaan yang diperoleh melalui pembiasaan diri melawan rasa takut. Pembiasaan diri. Hak merupakan konsep moral yang penting. Keutamaan adalah kecenderungan tetap yang menyebabkan kehendak tetap pada arah tertentu. b. Hak. Keutamaan tidak dimiliki manusia sejak lahir. Seseorang mempunyai suatu hak apabila orang tersebut memiliki klaim untuk bertindak dengan cara tertentu atau mempunyai klaim 42 . dimengerti sebagai ciri-ciri karakter yang memungkinkan untuk mencapai kebaikankebaikan sosial (Aristoteles. Pemahaman dan menentukan karakter-karakter yang baik terhadap tujuan akhir. Keberanian. Keutamaan merupakan sifat baik dari segi moral yang telah mengakar dalam diri seseorang. dll. Tiga Konsep Moral Yang Penting 1. Walaupun tidak mudah. Agar seseorang pada akhirnya dapat memiliki keutamaan moral. hal-hal yang perlu dilakukan adalah: a. Suatu tindakan dinyatakan benar apabila tindakan yang dilakukan sepenuhnya mewujudkan atau mendukung keutamaan yang relevan. Keutamaan cenderung bersifat permanen. Hal ini dapat terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhi seperti faktor lingkungan. E.

mengharuskan pihak lain untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan. Hak positif adalah hak yang mewajibkan orang lain bertindak untuk kita. Hak positif dan hak negatif. c. Contoh. Hak umum adalah hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. Hak moral lebih bersifat individu. Hak ini dimilki oleh semua manusia tanpa kecuali. terlepas apakah diakui atau tidak oleh hukum. Di dalam Negara kita Indonesia ini disebut dengan ― hak asasi manusia‖. Hak negatif aktif adalah hak untuk berbuat atau tidak berbuat seperti yang orang kehendaki. Macam hak antara lain: a. Hak negatif terbagi lagi menjadi 2 yaitu: hak aktif dan pasif. Hak legal ini lebih banyak berbicara tentang hukum atau sosial. d. Sumber utama kekuatan hak khusus adalah kontrak atau perjanjian. Contoh kasus. hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Contoh. Hak negatif berkorelasi dengan kewajiban pada pihak lain untuk tidak bertindak terhadap kita. maka setiap veteran yang telah memenuhi syarat yang ditentukan berhak untuk mendapat tunjangan tersebut. saya mempunyai hak untuk pergi kemana saja yang saya suka atau mengatakan apa yang saya inginkan. Hak moral meliputi hak-hak yang secara moral seharusnya kita miliki. Hak individual dan hak sosial. 43 . Hak legal dan hak moral. tidak dibatasi oleh juridiksi tertentu. hak moral biasanya dianggap universal karena hak ini dimiliki oleh semua umat manusia.mengeluarkan peraturan bahwa veteran perang memperoleh tunjangan setiap bulan. Hak legal adalah hak yang diakui dan ditegakkan sebagai bagian dari hukum. Hak khusus berkaitan denggan individu-individu tertentu..Selain itu. Hak-hak aktif ini bisa disebut hak kebebasan. Hak negatif pasif adalah hak untuk tidak diperlakukan orang lain dengan cara tertentu. b. atau kemanusiaan secara umum. Hak ini memiliki kekuatan karena berasal dari kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip etika yang lebih umum. Contoh adalah hak milik. Hak khusus dan hak umum. karena instrumen ini menciptakan sejumlah hak dan kewajiban bagi individu-individu yang membuat perjanjian.terhadap orang lain agar orang lain tersebut berbuat dengan cara tertentu.

Hak absolut. Inilah yang disebut dengan hak sosial. Berkaitan dengan ―keutamaan‖ pada situasi khusus. Berikut ini adalah penjelasannya: a.Hak individual adalah hak yang dimiliki individu-individu terhadap negara. b. kebanyakan hak adalah hak prima facie yang artinya hak itu berlaku sampai dikalahkan oleh hak lain yang lebih kuat. Konsep keadilan dipergunakan untuk: a. Negara tidak boleh menghindari atau mengganggu individu dalam mewujudkan hakhak yang ia miliki. berlaku dimana saja dengan tidak dipengaruhi oleh situasi dan keadaan. Namun ternyata hak tidak ada yang absolut. dan ekonomi. akan tetapi sebagai anggota masyarakat bersama dengan anggota-anggota lain. memberikan kepada siapa saja (tanpa pandang bulu) apa yang menjadi haknya. Keadilan yang berlaku bagi keseluruhan ―keutamaan‖. Seringkali dijadikan sebagai kriteria tunggal untuk menilai benar/salahnya suatu perbuatan. b. Keadilan. Hak sosial bukan hanya hak kepentingan terhadap negara saja. Keadilan universal. Mengapa? Menurut ahli etika. c. menolak untuk menanggung bagian yang wajar dari suatu beban. Tidak adil berarti mengambil terlalu banyak kekayaan. Orang yang adil adalah orang yang selalu berbuat benar secara moral dan mematuhi hukum. keadilan terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus. Hak yang bersifat absolut adalah suatu hak yang bersifat mutlak tanpa pengecualian. 2. politik. Keadilan khusus. e. Ada 2 tokoh dalam hal ini yaitu Aristoteles dengan konsep keadilan tradisional dan John Rawls dengan konsep keadilan egalitarian. Keadilan khusus dibagi menjadi 3 macam yaitu: 44 . Menilai tindakan seseorang. Adil berarti mengambil hanya bagian yang patut atau tepat. Menilai praktik-praktik dan institusi sosial. kehormatan atau manfaat lain yangg diberikan oleh masyarakat. Menurut konsep tradisional (Aristoteles).

maksudnya bahwa pertimbangan dalam keadilan ini adalah perbandingan antara jumlah bagian masing-masing orang yang menerima manfaat atau dibagi beban. 2) Keadilan kompensasi (compensatory justice). Dengan memberikan kompensasi maka keadaan si korban dapat dikembalikan seperti semula. Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban. Jumlah kompensasi yang harus diberikan kepada korban ditetapkan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. Keadilan ini diperlukan dalam kondisi: a) Manfaat yang akan dibagikan (yang tersedia) lebih sedikit daripada jumlah dan keinginan orang.1) Keadilan distributif (distributive justice). b) Beban atau pekerjaan yang tidak menyenangkan terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah orang yang bersedia memikul (banyak contoh). (contoh kasus banyak terjadi di Aceh). Tujuan kompensasi adalah mengembalikan apa yang hilang dari seseorang akibat kesalahan orang lain (bersifat memperbaiki). sehingga keseimbangan moral tercapai kembali. Keadilan distributif dapat ditinjau dari 2 segi. (contoh: pembagian kompor gas). Prinsip yang mendasari keadilan distributif adalah bahwa orang yang sama dalam keadaan yang sama harus diperlakukan sama. bukan masalah jumlah absolut dari manfaat / beban yang diterima. Keadilan kompensasi tidak bersifat perbandingan. Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya. Seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban apabila terdapat 3 kondisi sebagai berikut: 45 . yaitu keadilan prosedur dan keadilan hasil (distribusi yang sesungguhnya dicapai). Keadilan distributif bersifat perbandingan (comparative). misalnya merusak keseimbangan moral. Alasan yang mendasari adanya kompensasi adalah terjadi suatu kekeliruan atau kecelakaan yang disebabkan kelalaian sehingga menyebabkan seseorang dalam keadaan lebih buruk. Prosedur yang adil akan membuahkan hasil yang adil. Isu atau permasalahan keadilan distributif muncul ketika kita menilai institusi sosial. politik dan ekonomi dalam kaitannya dengan pembagian manfaat dan beban dari usaha bersama kepada para anggota kelompok.

sehingga diperlukan adanya personal judgement untuk menetapkan kewajaran. b) Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut. Jumlah hukuman yang dikenakan kepada pelaku kejahatan ditentukan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. Seseorang dapat diminta bertanggung jawab secara moral atau dapat dikenai hukuman sehingga keadilan retributif tercapai.a) Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence). Pemulihan keseimbangan moral dalam kasus ini dicapai dengan memberikan hukuman yang sesuai dengan kejahatan tersebut Tujuan pemberian hukuman adalah untuk memperbaiki (dengan cara memberikan hukuman). perspektif keadilan muncul pada saat kita berupaya berhubungan dengan pertanyaan: Bagaimana keadilan akan dapat dicapai ketika beberapa orang yang bebas dan setara berusaha mencapai tujuannya namun berbenturan dengan orang lain yang juga berusaha mencapai tujuannya (yang mungkin saja tidak setara). Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian hukuman terhadap pelaku kesalahan. Keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). c) Hukuman harus konsisten dan proporsional dengan kesalahannya. namun harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) Seseorang tidak dapat dikenai hukuman jika ia tidak tahu atau tidak memiliki kebebasan untuk memilih apa yang ia perbuat. yaitu: 46 . Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). c) Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. Konsep keadilan ini mengakomodasi suatu kondisi dimana terjadi banyak perbedaan yang menimbulkan kesulitan untuk menetapkan keadilan secara absolut. Keadilan retributif tidak bersifat perbandingan. 3) Keadilan retributif (retributive justice). Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. Alasan yang mendasari pemberian hukuman adalah seseorang yang melakukan suatu kejahatan telah merusak kesimbangan moral karena menjadikan orang lain dalam keadaan buruk. b) Orang tersebut sungguh-sungguh melakukan kejahatan. Isu keadilan kompensasi dan retributif memperbaiki kesalahan.

(dalam konteks manfaat dan beban). b) Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa sehingga: menguntungkan perbedaan). kepedulian dan keberpihakan telah menjadi prinsip moral penting sebagaimana dikemukakan oleh pandangan etika kepedulian atau etika komunitarian (historis. Ketidaksetaraan dalam kekayaan dan kewenangan adalah adil hanya apabila ketidak-setaraan itu mengakibatkan kompensasi manfaat/ keuntungan bagi setiap orang. sesuai dengan tugas dan kedudukan yang terbuka bagi semua pihak berdasarkan persamaan kesempatan (prinsip kesetaraan dalam kesempatan).a) Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. dalam beberapa kasus. artinya setiap hubungan khusus yang kita miliki dengan orang-orang (keluarga. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. pegawai) harus dikesampingkan pada saat kita mengambil keputusan atau melakukan tindakan. Dengan demikian. teman. artinya seseorang yang mengikuti kedua prinsip ini tidak boleh mengorbankan kebebasannya demi pihak yang paling kurang beruntung (prinsip meningkatkan kemakmurannya. Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah objektivitas atau ketidak berpihakan (impartiality). Setiap orang memilki hak-hak dasar yang harus dipenuhi sebelum ketidaksetaraan berdasarkan prinsip b dapat diterapkan. tidak hanya di Indonesia. 3. b) Prinsip b Ada kondisi-kondisi yang menyebabkan orang yang rasional akan membuat pengecualian terhadap prinsip a dan menerima bagian yang lebih kurang sama atas beberapa barang primer. khususnya bagi anggota masyarakat yang paling tidak beruntung. Kebebasan tidak boleh dipertukarkan dengan kemakmuran. ―setiap orang akan menjadi lebih baik dengan ketidaksetaraan daripada kesetaraan. a) Prinsip a. dipelopori oleh 47 . Kepedulian. baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. Hal ini tidak sesuai dengan teori etika kepedulian Dalam masyarakat luas.

Menaati norma moral berarti menaati diri sendiri. kewajiban moral tidaklah mengikuti prinsip-prinsip moral universal dan imparsial. hukum. Manusia hidup dalam jaringan norma moral.gerakan Feminisme). kebudayaan dan sejarahnya. dan bukan an act of man. Oleh karena itu. Manfaat Dan Fungsi Etika Ketut Rinjin. d. tetapi komunitas yang di dalamnya individu-individu menemuka diri mereka dengan memandang diri mereka sendiri sebagai bagian integral dari komunitas yang lebih besar. Hubungan konkret tidaklah terbatas antar individu. 2006 mengungkapkan peran dan manfaat etika sebagai berikut. 48 . atau antara individu dengan kelompok. Etika Komunitarian adalah etika yang melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina. e. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas. adat istiadat. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. 2. b. kesopanan. 3. sehingga sering mendapat celahcelah hukum. 1. dan permainan. Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. sehingga manusia menjadi otonom dan bukan heteronom. F. etika tetap diperlukan karena: a. melainkan memberikan perhatian dan tanggapan terhadap kebaikan orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dekat dan bernilai. Menurut pandangan Etika Kepedulian. c. religius. Norma moral memberikan kebebasan bagi manusia untuk bertindak sesuai dengan kesadaran akan tanggung jawabnya . manusia harus siap mengorbankan sedikit kebebasannya. dengan tradisi. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu. karenanya Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. Yang penting dalam etika komunitarian bukanlah individu-individu yang terisolasi. 2004 melalui Sjafri Mangkuprawira. namun mencakup juga sistem hubungan yang lebih besar yang membentuk komunitas konkret. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman.human act. Sekalipun sudah ada norma hukum. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat.

mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib. Perlu diwaspadai bahwa 'power tends to corrupt". Pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku. pokoknya menang atau untung. teratur. Artinya Kekuasaan cenderung disalahgunakan. Lebih jauh lagi. c. Irmayanti. "the end justifies the means. juga Popon Sjarif menyoroti sejauh mana etika mengatur tindakan manusia dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan. c. masing-masing 49 . apapun resikonya. Pluralisme moral diperlukan karena: a. Manfaat etika adalah: a. melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. yang galak seperti singa dan licin seperti belut. Etika tidak langsung membuat manusia menjadi lebih baik (karena itu ajaran moral). even at all out‖ tujuan menghalalkan segala cara. Dr. dalam kehidupan nyata etika setidaknya mempunyai 3 fungsi yaitu sebagaimana yang akan dikemukakan berikut ini. adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia dan merefleksikan ajaran moral. Dalam kaitannya dengan hal tersebut. b. Jadi kekuasaan harus disertai dengan pengawasan dan penegakan hukum. Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional. b. 5. Absolute power corrupts absolutely‖ serta pemimpin ala Machiavellian. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia. sehingga siapapun yang merintangi harus disingkirkan atau dilibas. Etika. daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan. jika kekuasaan itu absolut. dkk. mengajak mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom. disebut juga filsafat moral. penyalahgunaannyapun absolute. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme. Menurut mereka. Etika ingin menampilkan keterampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis.4. tapi etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. damai dan sejahtera. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia.

b. melakukan riset dan sebagainya). Kode etik adalah sistem norma. Adapun peran kode etik adalah sebagai berikut: a. sebagai ―kompas‖ moral. Mereka boleh meneliti apa saja sejauh itu sesuai dengan keinginan atau tujuan penelitiannya. hak-kewajiban dalam bentuk pelayanan/jasa sebaik-baiknya terhadap kliennya. Pertama. penunjuk jalan bagi si profesional yang berdasarkan nilai-nilai etisnya: hati nurani. Tanggung jawab mahasiswa dan ilmuan dipertaruhkan ketika ia dalam proses kegiatan ilmiahnya terutama dalam sikap kejujuran ilmiah. Etika dapat membangkitkan kembali semangat hidup agar manusia dapat menjadi manusia yang baik dan bijaksana melalui eksistensi profesinya. Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. 50 . Peran etika menjadi nyata agar orang tidak mengalami krisis moral yang berkepanjangan. a. kepercayaan. Hal lain yang disoroti sebagai fungsi etika dalam pergaulan ilmiah adalah masalah bebas nilai. adanya kode etik akan melindungi klien dari perbuatan yang tidak profesional sehingga diharapkan dapat menjamin kepercayaan masyarakat (klienklien) terhadap pelayanan yang diberikan oleh si profesional. Bagi seorang professional yang bergerak di bidang tertentu. ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. kejujuran. kebebasan-tanggung jawab. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. b. Kedua. Fungsi etika profesi. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah. etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘.dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup.

dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama. baik yang mutlak.RANGKUMAN PENGERTIAN ETIKA Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. Plato menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan. Epicurus.  Etika Filsafat Yunani dan Romawi: Hedonisme. Menurut K. yaitu sebagai berikut:   Meta-etika (studi konsep etika). tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. Menurut Socrates. Etika normatif (studi penentuan nilai etika). Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. Stoicisme. Skeptis Etika hedonistik menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia. sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. dengan 51 . SEJARAH ETIKA  Etika Filsafat Yunani Kuno: Socrates. Epicurus (341-270 SM) menyatakan bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual. etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. berarti timbul dari kebiasaan. dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama. Bertens. Dari sekian banyak pengertian yang diberikan pada etika. Ethikos. Sinis. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. Aristoteles.  Etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Plato. memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. definisi etika dapat disimpulkan sebagai studi untuk memahami apa yang merupakan kehidupan yang baik dan menaruh perhatian terhadap penciptaan kondisi bagi orang-orang untuk mencapai kehidupan yang baik tersebut. menganalisis secara akurat.

24 persegi). Nietzsche. Hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ― Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang. bahwa kesenangan adalah kejahatan. Maksimalisme. Hedonisme. Teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. dan Universalisme.  Etika: Sejarah Filsafat Etika: Kant. menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. Kaum Stoa berusaha memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes. Thomas Aquinas (1225 -1274). Sosialisme. Teori Teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme. dan bahwa manusia benarbenar bijaksana atas hukum manusia. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan. jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan.  Etika: Sejarah Moralitas Kristen Santo Paulus mengajarkan (Roma. dan khususnya antara etika dan teologi moral. Deontologi tidak terpaku pada 52 . Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. Para Sinis mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. khususnya Albert (1193-1280) Besar. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka.‖ Utilitarianisme mencakup empat prinsip.  Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an.kemungkinan kebebasan terbesar dari ketidaksenangan. pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan. TEORI ETIKA  Teori Teleleologi. Altruisme. Bonaventura (1221-1274).  Etika: Filsafat Evolusioner. John Stuart Mill. dan Duns Scotus (1274-1308).  Teori Deontologi Teori deontologi menekankan pada pelaksanaan kewajiban.  Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. ii. yaitu Konsekuensialisme.

Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya.konsekuensi perbuatan. diantaranya kebaikan. Pembiasaan diri TIGA KONSEP MORAL YANG PENTING  Hak Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. dan retributif). Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian 53 . self-improvement. Hak absolut.  Keadilan Aristoteles mengungkapkan konsep keadilan tradisional yang terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus (keadilan distributif. otonomi makhluk rasional. Hak khusus dan hak umum. reparation. Isu utama dari teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. Hak positif dan hak negatif. kejujuran. dan mengharrgai. Kemauan / kehendak 3. gratitude. yaitu fidelity. keberanian. Hak individual dan hak sosial. tiga hal tersebut adalah: 1. Menurut Kant. dan tindakan atau prinsip itu berasal dari. tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk easional sebagai tujuan akhir. Disposisi 2. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral. Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. dll. kompensasi. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. Macam hak antara lain: Hak legal dan hak moral. justice. yaitu tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan).  Teori Keutamaan. benefience. artinya kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat. William David Ross mengidentifikasi tujuh kewajiban moral (prima face). Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban. Tujuh kewajiban moral. dan non-maleficence.

baru kemudian dapat menerapkan prinsip b.  Fungsi etika a. Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu. Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). e. b.hukuman terhadap pelaku kesalahan. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa.  Kepedulian Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. 54 . ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah. c. Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. Kode etik adalah sistem norma. Norma hukum cepat ketinggalan zaman. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. yaitu: a. keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). etika tetap diperlukan karena: a. b. d. Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. melakukan riset). Etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. c. b. Fungsi etika profesi. MANFAAT DAN FUNGSI ETIKA  Sekalipun sudah ada norma hukum. Etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. Etika Komunitarian melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas. Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran.

b. Hukum moral berasal dari Tuhan c. Apa yang dimaksud etika filsafat evolusioner? b. Jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa termasuk di salam studi … . a. Yang bukan pengertian etika adalah … . Studi yang menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis dalam 5. Etika Deskriptif 2. Romawi Kuno d. Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. Apa yang menjadi dasar filsafat etika Immanuel Kant? a. Hubungan Tuhan dengan dunia b. Phytagoras 6. Etika Deskriptif b. Siapa tokoh yang dianggap menjadi penggagas etika pertama kali? a. yang berasal dari bahasa … . Moralitas sosial 55 . Etika Normatif c. Sokrates b. a. Norma-norma yang dianut oleh kelompok. Aristoteles d. Hukum universal 8. a. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia c. d. Yunani Kuno b. Etika Terapan b. a. Apa inti dari filsafat etika periode perkembangan Kristen? a. Asal mula kata etika adalah ―ethikos‖. Latin c. Moral didasarkan atas wahyu d. Etika Terapan d. Etika Normatif d. Adanya penilaian atas moral tiap manusia di hari akhir 7. Meta-Etika c. 3. Plato c.SOAL-SOAL Pilihan Ganda 1. yang tidak ada gunanya dalam praktek. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. Etika Analisis 4. Akal manusia c. Hukum alam d. Sistem yang ideal. Spanyol berbagai aspek kehidupan adalah … . luhur dan baik dalam teori.

yaitu: a. Hal berikut ini merupakan contoh yang mencerminkan sifat-sifat keutamaan. Etika Deontologi d. Keadilan 15. Kebaikan b. Kewajiban ganti rugi d. yaitu: a. Otonomi c. 56 . kecuali: a. Dalam tujuh kewajiban moral menurut Ross. Etika manusia hasil dari evolusi hewan buas zaman dahulu c. Maksimalisasi d. Hedonisme c. Rasa malu b. Salah satu teori yang mendasarkan penilaian etis dari sisi konsekuensi/akibat dari suatu tindakan adalah: a. Kewajiban tidak merugikan b. kecuali … a. Konsekuensi d. Menghargai makhluk rasional 12. Hal tersebut merupakan salah satu prinsip dalam Utilitarianisme. Kemauan/kehendak d. Kewajiban manusia b. Kewajiban berbuat baik c. Pembiasaan diri kecuali… a. Disposisi c. Maksimalisasi b. Universalisme 11. Berikut ini merupakan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan. Akhlak manusia c. Kewajiban menepati janji 13. Etika Teleleologi 10. Menganggap bahwa etika manusia adalah perkembangan alam b. Tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip adalah bermoral. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan. Etika Kantian b. salah satunya adalah Fidelity. Etika hasil kreasi alam 9. Universalitas b. Hak manusia 14. Etika Keutamaan c.a. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. Etika berdasarkan nafsu d. Perilaku manusia d. Hal utama yang dibahas dalam teori keutamaan (virtue) ini adalah … a.

Mengingat kesuksesan masa lalu b.. Mengingat masa depan yang terbentang d. Hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. Kelancangan 16. Hak moral c. c.. d. Hak umum b.... Sekalipun sudah ada norma hukum. Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah. kecuali. Mengingat orang-orang yang ada di sekitar 17.. kecuali. Norma hukum tidak dapat menjangkau wilayah abu-abu.. solvabilitas b. atau kemanusiaan secara umum merupakan pengertian dari. Mengingat keterpurukan masa lalu c. kreativitas c. Perbuatan yang membuat seseorang merasa rendah diri dan tersakiti karena tingkah laku kita c. 57 . Berikut ini adalah kondisi dimana seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban. subjektivitas d. Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. Kepercayaan diri d.. Etika tidak mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. etika tetap diperlukan karena. Hak sosial d.c. Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut d. Tindakan berikut yang dapat dilakukan agar dalam kehidupan sehari-hari seseorang dapat melakukan tindakan keutamaan adalah … a. 19. b... a.. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman. Hak absolut 18. a. a. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence) b. objektivitas 20. a. sehingga sering mendapat celah-celah hukum..

Mengapa banyak tokoh filsafat di awal terbentuknya berasal dari bangsa Yunani? 3. bagaimana kita dapat menentukan bahwa suatu tindakan itu baik atau tidak baik? 4. Berikan contoh-contoh hak yang termasuk hak umum! 58 . Sebut dan jelaskan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan! 5.Essay 1. Jelaskan kaitan etika terapan dengan etika pada umumnya! 2. Berdasarkan Teori Teleleologi dan Deontologi.

kandang. b. Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. cara berpikir. akhlak. kebiasaan/adat. Bentuk tunggal kata ‗etika‘ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Untuk itu perlu kiranya bagi kita mengetahui tentang pengertian etika serta macammacam etika dalam kehidupan bermasyarakat. tentang hak dan kewajiban moral. protokoler dan lain-lain. tata krama. perasaan. c.BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA II 3 Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa mampu memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma A. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya.watak. Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. Sedangkan arti ta etha yaitu adat . padang rumput. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. tentram. Pengertian Etika. Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak. etika adalah: a. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. tenang. sikap. Etika 1. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul.

berarti moral. c. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. lebih menunjukkan kepada dasar-dasar. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta.Bertens. b. aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi. Biasanya bila kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah kata maka kita akan mencari arti kata tersebut dalam kamus. prinsip. Bertens terhadap arti kata ‗etika‘ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa Indonesia yang baru. yaitu: usila (Sanskerta). Istilah lain yang identik dengan etika. 1988 – mengutip dari Bertens 2000). etika mempunyai arti sebagai : ―ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)‖. 2000). secara etimologis (asal usul kata). Jadi arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap. Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti. Tetapi ternyata tidak semua kamus mencantumkan arti dari sebuah kata secara lengkap. nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.kebiasaan. K. sejak 1953 – mengutip dari Bertens. mempunyai arti: a. Dan yang kedua adalah Akhlak (Arab). dan etika berarti ilmu akhlak. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).2000). Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu. Sedangkan kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar ―Dalam dunia bisnis etika merosot terus‖ maka kata ‗etika‘ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata ‗etika‘ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan ‗nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat‘. Bertens berpendapat bahwa arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik . etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K. Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K.

karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. harapan-harapan. c. Misalnya nilai keindahan. etika agama Budha. dambaan-dambaan dan keharusan. etika Protestan dan sebagainya. ilmu tentang yang baik atau buruk. nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. nilai-nilai dapat dikelompokkan dalam empat tingkatan yaitu: a. Nilai-nilai kehidupan Dalam tingkatan ini terdapatlah nilai-nilai yang penting bagi kehidupan misalnya kesehatan. Contoh : Kode Etik Jurnalistik. b. Yang dimaksud di sini adalah kode etik. kebenaran maupun lingkungan. . Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut : a. Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. Misalnya. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial. dan kesejahteraan umum. jika orang berbicara tentang etika orang Jawa. Nilai-nilai kejiwaan Dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai kejiwaan yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan jasmani maupun lingkungan. b. c. kumpulan asas atau nilai moral. kesegaran jasmani.dibalik. dan moral. Menurut tinggi rendahnya. maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. norma. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral. Di dalam Dictionary of Sosciology and Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah kemampuan yang dipercayai dan pada suatu benda untuk memuaskan manusia. bukan objek itu sendiri. Etika berkaitan dengan nilai. Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita. Jadi nilai itu hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. Nilai-nilai kenikmatan Dalam tingkatan ini terdapat deretan nilai-nilai yang mengenakkan dan tidak mengenakkan yang menyebabkan orang senang atau menderita tidak enak.

Antara norma dan etika memiliki hubungan yang sangat erat yaitu etika sebagai ilmu pengetahuan yang membahas tentang prinsip-prinsip moralitas. 2. e. Ada empat macam nilai-nilai kerohanian. yang bersumber pada perasaan manusia. Nilai ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. yang bersumber pada unsur kehendak manusia. santun. Etika dapat menjadi prinsip yang mendasar bagi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas kemahasiswaanya. ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya. Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan moral dan etika. 4) Nilai religius. Misalnya nilai-nilai pribadi. Dengan etika seseorang atau kelompok dapat menegemukakan penilaian tentang perilaku manusia b. budi. Jadi norma sebagai penuntun sikap dan tingkah laku manusia. 3) Nilai kebaikan atau nilai moral. Macam-Macam Etika. yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak. Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis. cipta) manusia. Etika dapat memberikan prospek untuk mengatasi kesulitan moral yang kita hadapi sekarang. Nilai-nilai kerohanian Dalam tingkat ini terdapatlah modalitas nilai dari yang suci dan tidak suci. Etika menjadi penuntun agar dapat bersikap sopan. antara rohani dengan jasmaninya. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau . d. Menjadi alat kontrol atau menjadi rambu-rambu bagi seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitasnya sebagai mahasiswa c. dan dengan etika kita bisa di cap sebagai orang baik di dalam masyarakat. Makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang itu tercermin dari sikap dan tingkah lakunya. dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). Istilah moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. Manusia disebut etis.d. Etika memiliki peranan atau fungsi diantaranya yaitu: a. 2) Nilai keindahan atau nilai estetis. yaitu: 1) Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (ratio.

. dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. b.norma-norma yang dikaitkan dengan etika. Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia. direktif dan reflektif. yaitu sebagai berikut: a. Jadi Etika Normatif merupakan normanorma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. Etika Normatif. terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23). yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis. Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi. cukup informasi. Definisi etika ini lebih bersifat informatif. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta. c. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif. akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik. Jenis kedua. sebagai berikut: a. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma. Jenis pertama. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama. etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia. menganjurkan dan merefleksikan. Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. b. serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Jenis ketiga. sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. Etika Deskriptif. karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat.

Dalam contoh kasus mahasiswa Universitas Muslim Indonesia yang sudah diceritakan di atas. dan cara bertamu dengan si kap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores). Antara etika dengan mahasiswa memiliki hubungan yang sangat erat.Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi. yaitu: 1. isi. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya seseorang itu melakukan perbuatan dan tidak melakukan sesuatu perbuatan. cara berbicara. Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. dan sebagainya tentang barang itu. 2. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. walaupun ada persamaannya. C. padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. dengan memahami peranan etika mahasiswa dapat bertindak . Hubungan Etika dengan Manusia. Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan. Etiket Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. seperti cara berpakaian (tata busana). menurut para pakar ada beberapa pengertian. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang etis. tata krama dalam pergaulan formal.B. Perbedaan Etika dan Etiket 1. dapat kita nilai bahwa etika sangat berperan penting terhadap diri mahasiswa maupun orang lain. cara duduk. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. sedangkan kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santun.Definisi etiket. Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. cara bersalaman.

Namun tahukah anda terkadang banyak dari kita yang salah menggunakan kata etika dalam kehidupan sehari-hari. etika di dalam Islam sama dengan akhlaq. Sebagai seorang mahasiswa yang beretika. Bahkan di beberapa perguruan tinggi. nilai atau . Dengan etika mahasiswa dapat berperilaku sopan dan santun terhadap siapa pun dan apapun itu. Islam telah mengajarkan kepada bahwa kita harus berperilaku sopan terhadap orang yang lebih tua dari kita dan etika juga sudah di jelaskan di dalam Islam. mahasiswa harus memahami betul arti dari kebebasan dan tanggung jawab. kata etika seringkali digunakan dalam konteks kesopanan atau norma. etika dijadikan satu bahasan tersendiri yang dibakukan dalam sebuah mata kuliah. Etiket merupakan suatu tata krama atau tata sopan santun yang menyangkut sikap lahiriah manusia.sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa misalnya di saat mahasiswa berdemonstrasi menuntut keadilan etika menjadi sebuah alat kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis. Pelanggaran terhadap sikap ini tidak menjadikan seseorang dicap sebagai manusia yang tidak bermoral. Dari segi ejaan. Di berbagai kesempatan. Sedangkan Etika dipahami sebagai suatu usaha manusia untuk menggunakan akal budinya dalam usaha mencapai hidup dengan lebih baik. Disini ada unsur penilaian terhadap suatu norma. publikasi dan informasi yang berbicara mengenai kata yang satu ini. Etika dan Etiket. yang telah diberikan karunia berupa akal. hanya sedikit orang yang familiar dengan kata etiket. kata ini hampir mirip dengan etika. Banyak orang sangat familiar dengan kata ―etika‖. Berbeda dengan kata etika. Wajar saja. akhlaq yang baik ditujukan bukan hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua mahluk baik mahluk hidup ataupun benda mati. karena sedikitnya literatur. sebut saja etika bisnis dan etika profesi. dan mahasiswa sebagai mahluk Allah SWT. namun maknanya tidak mirip sama sekali. karena banyak mahasiswa yang apabila sedang berdemonstrasi memaknai kebebasan dengan kebebasan yang tidak bertangung jawab. 2. Seringkali maknanya tercampur dengan kata ‖etiket‖. Dalam konteks bisnis dan dunia kerja etika menjadi suatu pokok bahasan yang menarik untuk diulas.

Walaupun begitu ternyata ia adalah manusia yang dinilai tidak ber-etika. namun belum tentu mereka tidak mempunyai etiket. Begitu pula dengan seorang koruptor. rapih dalam berpakaian. Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). Tentunya sangat gamblang kita menilai bahwa mereka adalah manusia-manusia yang tidak punya etika. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain). Dalam menjalankan bisnis ia selalu berbuat curang dengan melakukan penyuapan di berbagai tender. K. seorang direktur di sebuah perusahaan disebut manusia yang mempunyai etiket. yaitu : 1. berjas rapih. Pelanggaran terhadap sikap ini bisa dicap sebagai manusia tidak bermoral. maka etiket tidak berlaku. Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia. senyum menghias mukanya dan selalu menjaga hubungan baik dengan klien. berbicara sopan. Misal : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan. Bertens dalam bukunya yang berjudul ―Etika‖ (2000) memberikan 4 (empat) macam perbedaan etiket dengan etika. Misal : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. Misal : Ketika saya menyerahkan sesuatu kepada orang lain. maka saya dianggap melanggat etiket. maka saya dianggap melanggar etiket. mafia kasus. Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri.agama tertentu. selalu mengerjakan tugasnya dengan baik. senyamsenyum di depan wartawan dan beretorika bagus di pengadilan dan konferensi pers. ―Jangan mencuri‖ merupakan suatu norma etika. Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. ia juga melakukan tindakan nepotisme di kantornya dan terkadang melakukan pelecehan terhadap karyawannya. pejabat/birokrat hukum yang menjadi sorotan negatif akhir-akhir ini. Lihatlah mereka. maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian. saya harus menyerahkannya dengan menggunakan tangan kanan. . Etiket lebih bersifat lahiriah sedangkan etika batiniah. Sebagai contoh. Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata. Ini karena ia adalah orang yang disiplin. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri. 2.

Alinea 4 dinyatakan sebagai nilai dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. Etika memandang manusia dari segi dalam. dari luar sangan sopan dan halus. baik sedang sendiri atau ada orang lain. ―Jangan mencuri‖. menunjukkan kualitas. D. Penjabaran itu kemudian dinamakan Nilai Instrumental. Etiket memandang manusia dari segi lahiriah saja. sifatnya belum operasional. dan berguna bagi manusia. Etika bersifat absolut. 4. ―Jangan membunuh‖ merupakan prinsip-prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar. Pengertian Nilai. baik kita sedang sendiri atau bersama orang lain. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. Atau barang yang dipinjam selalu harus dikembalikan meskipun si empunya barang sudah lupa. Nilai dasar tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi. Penjelasan UUD 1945 sendiri menunjuk adanya undang-undang sebagai pelaksanaan hukum dasar tertulis itu. Adanya dua macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan pancasila sebagai ideologi terbuka.Etika selalu berlaku. Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata. bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Etiket bersifat relatif. Misal : makan dengan tangan atau bersendawa waktu makan. Orang yang berpegang pada etiket bisa juga bersifat munafik. bermutu. Orang yang etis tidak mungkin bersifat munafik. Perumusan pancasila sebagai dalam pembukaan UUD 1945. Nilai 1. Nilai adalah sesuatu yang berharga. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan. 3. Misal: Larangan mencuri selalu berlaku. Artinya kita belum dapat menjabarkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya Penjabaran itu bisa dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan semangat yang sama dan dalam batas- . Betapapun pentingnya nilai dasar yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu. tapi di dalam penuh kebusukan. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran lebih lanjut. sebab orang yang bersikap etis pasti orang yang sungguh-sungguh baik. Misal : Bisa saja orang tampi sebagai ―manusia berbulu ayam‖.

g. nilai identik dengan apa yang diinginkan. Kuntjaraningrat (1992:26) . f. Driyarkara (1966. biasanya mengacu kepada estetika (keindahan). e. Nilai sama dengan sesuatu yang menyenangkan kita. yang menyebabkan hal itu pantas dikejar oleh manusia. Penjabaran itu jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. nilai ide platonic esensi. etika pola prilaku dan logika benar salah atau keadilan justice.dan dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut. nilai merupakan sarana pelatihan kita. Fraenkel (1977:6) Nilai adalah idea atau konsep yang bersifat abstrak tentang apa yang dipikirkan seseorang atau dianggap penting oleh sesorang. 2. c. Kimball Young Mengemukakan nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat. a. A. Woods Mengemukakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari d. Hendropuspito Menyatakan nilai sosial adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia.Z. a concept . about what some one think is important in life) h.Lawang Menyatakan nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan.38) Nilai adalah hakekat suatu hal.Green Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek.W. (Value is any idea. nilai pengalaman pribadi semata.berharga. Pengertian Nilai Para Ahli. b.batasyang dimungkinkan oleh nilai dasar itu. M.yang pantas.

M. harapan dan penyesalan.” Lebih lanjut Schwartz (1994) juga menjelaskan bahwa nilai adalah 1. k. melampaui situasi spesifik. o. berkaitan dengan cara bertingkah laku atau tujuan akhir tertentu. yang penting dan berguna serta menyenangkan dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi pengetahuan dan sikap yang ada pada diri atau hati nuraninya. benar salah. (Feather. dorongan dan cegahan.” p.I. 1973 hal. patuh tidak patuh. Kosasih Jahiri Tuntunan mengenai apa yang baik. mengenai hal-hal yang harus mereka anggap bernilai dalam hidup. benar dan adil l. (Schwartz. John Dewey Value is any object of social interest j. Endang Sumantri Sesuatu yang berharga. pujian dan kecaman. . Darji Nilai ialah yang berguna bagi kehidupan manusia jasmani dan rohani n. 2. 5) “Value is an enduring belief that a specific mode of conduct or end-state of existence is personally or socially preferable to an opposite or converse mode of conduct or end-state of existence. ukuran baik buruk. Encylopedi Brittanca 963 Nilai kualitas dari sesuatu objek yang menyangkut jenis apresiasi atau minat. varying in importance.” q.Menyebutkan sisten nilai budaya terdiri dari konsepi-konsepi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar keluarga masyarakat. suatu keyakinan. 21) “Value as desireable transsituatioanal goal. 184) “Value is a general beliefs about desirable or undesireable ways of behaving and about desirable or undesireable goals or end-states. adil tidak adil m. Soelaeman Agama diarahkan pada perintah dan larangan. 3. 1994 hal. i. 1994 hal. that serve as guiding principles in the life of a person or other social entity. (Rokeach.

tradition. security). 1973. Jadi. Schwartz mengemukakan teori bahwa nilai berasal dari tuntutan manusia yang universal sifatnya yang direfleksikan dalam kebutuhan organisme. individu. Nilai individu biasanya mengacu pada kelompok sosial tertentu atau disosialisasikan oleh suatu kelompok dominan yang memiliki nilai tertentu (misalnya pengasuhan orang tua. ‗Lebih diinginkan‘ ini memiliki pengaruh lebih besar dalam mengarahkan tingkah laku. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu. hedonism. masyarakat dan pribadi yang tertuang dalam struktur psikologis individu (Danandjaja. nilai juga mempunyai karakteristik tertentu untuk berubah. mengarahkan seleksi atau evaluasi terhadap tingkah laku. dan kejadiankejadian. atau kedua-duanya (universalism. suatu keyakinan. yaitu: a. 1973). terlihat kesamaan pemahaman tentang nilai. berhubungan dengan cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. self-direction). dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya. dan tuntutan institusi sosial (Schwartz & Bilsky. 1987). Sebagaimana terbentuknya. stimulation. 1994. motif sosial (interaksi). dan dengan demikian maka nilai menjadi tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. dalam membentuk tipologi dari nilai-nilai. Ketiga hal tersebut membawa implikasi terhadap nilai sebagai sesuatu yang diinginkan. conformity) atau berdasarkan prioritas pribadi / individual (power. Mayton II & Ball-Rokeach. agama. Rokeach. . Nilai sebagai sesuatu yang lebih diinginkan harus dibedakan dengan yang hanya ‗diinginkan‘. di mana ‗lebih diinginkan‘ mempengaruhi seleksi berbagai modus tingkah laku yang mungkin dilakukan individu atau mempengaruhi pemilihan tujuan akhir tingkah laku (Kluckhohn dalam Rokeach. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut. b. Grube. Schwartz. kelompok tempat kerja) atau melalui pengalaman pribadi yang unik (Feather. yaitu dihasilkan oleh pengalaman budaya. 1994). 1985). Schwartz menambahkan bahwa sesuatu yang diinginkan itu dapat timbul dari minat kolektif (tipe nilai benevolence. 1994. tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. serta 5. Karena nilai diperoleh dengan cara terpisah.4. maka nilai menjadi tahan lama dan stabil (Rokeach. achievement.

yaitu transformasi kebutuhan individual akan dominasi dan kontrol yang diidentifikasi melalui analisa terhadap motif sosial. Jadi nilai memiliki kecenderungan untuk menetap. walaupun masih mungkin berubah oleh hal-hal tertentu. 1985). enjoying life. Nilai khusus yang terdapat pada tipe nilai ini adalah: succesful. 3. Stimulation Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik akan variasi dan rangsangan untuk menjaga agar aktivitas seseorang tetap pada tingkat yang optimal. influential. capable. Nilai khusus (spesific values) tipe nilai ini adalah : social power. dan ditambah pengaruh pengalaman sosial. Achievement Tujuan dari tipe nilai ini adalah keberhasilan pribadi dengan menunjukkan kompetensi sesuai standar sosial.1973). serta kontrol atau dominasi terhadap orang lain atau sumberdaya tertentu. exciting life. . Unjuk kerja yang kompeten menjadi kebutuhan bila seseorang merasa perlu untuk mengembangkan dirinya. 2. Unsur biologis mempengaruhi variasi dari kebutuhan ini. 4. serta jika interaksi sosial dan institusi menuntutnya. Schwartz (1992. preserving my public image dan social recognition. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. Dari hasil penelitiannya di 44 negara. Salah satunya adalah bila terjadi perubahan sistem nilai budaya di mana individu tersebut menetap (Danandjaja. Hedonism Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik dan kenikmatan yang diasosiasikan dengan pemuasan kebutuhan tersebut. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah kegairahan. Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pencapaian status sosial dan prestise. tantangan dalam hidup. wealth. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : pleasure. Power Tipe nilai ini merupakan dasar pada lebih dari satu tipe kebutuhan yang universal. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : daring. akan menghasilkan perbedaan individual tentang pentingnya nilai ini. authority. varied life. yaitu : 1. Tipe nilai ini mengutamakan kesenangan dan kepuasan untuk diri sendiri. ambitious.

6. respect for tradition. mature love. memahami orang lain. forgiving. dan kebutuhan organismik akan afiliasi. Nilai khusus yang . Tradisi sebagian besar diambil dari ritus agama. devout. curious. true friendship. serta interaksi dari tuntutan otonomi dan ketidakterikatan. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : helpful. 9. accepting my portion in life. Self-direction bersumber dari kebutuhan organismik akan kontrol dan penguasaan (mastery). responsible. seperti memilih. Tipe nilai ini mengutamakan penghargaan. Universalism Tipe nilai ini termasuk nilai-nilai kematangan dan tindakan prososial. yaitu kebutuhan interaksi yang positif untuk mengembangkan kelompok. dan perlindungan terhadap kesejahteraan umat manusia. 7. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah peningkatan kesejahteraan individu yang terlibat dalam kontak personal yang intim. dan norma bertingkah laku. atau agama. freedom. equality. wisdom. social justice. Benevolence Tipe nilai ini lebih mendekati definisi sebelumnya tentang konsep prososial. Self-direction Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pikiran dan tindakan yang tidak terikat (independent). Bila prososial lebih pada kesejahteraan semua orang pada semua kondisi. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : humble. independent.5. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : creativity. mencipta. tipe nilai benevolence lebih kepada orang lain yang dekat dari interaksi sehari-hari. Ini diambil dari kebutuhan individu untuk mengurangi perpecahan sosial saat interaksi dan fungsi kelompok tidak berjalan dengan baik. moderate. choosing own goals. 8. menyelidiki. loyal. tradisi. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah penghargaan. Tipe ini dapat berasal dari dua macam kebutuhan. honest. dan penerimaan terhadap kebiasaan. Tradition Kelompok dimana-mana mengembangkan simbol-simbol dan tingkah laku yang merepresentasikan pengalaman dan nasib mereka bersama. inner harmony. keyakinan. toleransi. komitmen. adat istiadat. Conformity Tujuan dari tipe nilai ini adalah pembatasan terhadap tingkah laku. dorongandorongan individu yang dipandang tidak sejalan dengan harapan atau norma sosial. Contoh nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : broad-minded.

Tipe nilai achievement dan hedonism. 10. keduanya menekankan keinginan untuk memenuhi kegairahan dalam diri 4. clean. keduanya menekankan minat intrinsik dalam bidang baru atau menguasai suatu bidang 5. dan sosial yang dapat berkonflik atau sebaliknya berjalan seiring (compatible) dengan pencapaian tipe nilai lain. keduanya mengekspresikan keyakinan terhadap keputusan atau penilaian diri dan pengakuan terhadap adanya . Security Tujuan motivasional tipe nilai ini adalah mengutamakan keamanan. Tipe nilai ini merupakan pencapaian dari dua minat. keduanya menekankan pada pemuasan yang terpusat pada diri sendiri 3. asumsi yang dipegang adalah bahwa pencapaian suatu tipe nilai mempunyai konsekuensi psikologis. dan diri sendiri. pencapaian nilai benevolence dapat berjalan selaras dengan pencapaian nilai conformity karena keduanya berorientasi pada tingkah laku yang dapat diterima oleh kelompok sosial. karena individu yang mengutamakan kesuksesan pribadi dapat merintangi usahanya meningkatkan kesejahteraan orang lain. 3. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : national security. praktis. obedient. Sebaliknya. Tipe nilai hedonism dan stimulation. Schwartz juga berpendapat bahwa terdapat suatu struktur yang menggambarkan hubungan di antara nilai-nilai tersebut. dan stabilitas masyarakat. self discipline. sense of belonging. keduanya menekankan pada superioritas sosial dan harga diri 2. Pencapaian nilai yang seiring satu dengan yang lain menghasilkan sistem hubungan antar nilai sebagai berikut : 1. honoring parents and elders. Struktur Hubungan Nilai.termasuk tipe nilai ini adalah : politeness. Selain adanya 10 tipe nilai ini. pencapaian nilai achievement akan berkonflik dengan pencapaian nilai benevolence. yaitu individual dan kolektif. Ini berasal dari kebutuhan dasar individu dan kelompok. harmoni. Misalnya. social order. Tipe nilai power dan achievement. Untuk mengidentifikasi struktur hubungan antar nilai. hubungan antar manusia. Tipe nilai self-direction dan universalism. Tipe nilai stimulation dan self-direction. family security. reciprocation of favors. healthy.

Tipe nilai benevolence dan conformity. Tipe nilai benevolence dan tradition. keduanya menekankan pentingnya memenuhi harapan sosial di atas kepentingan diri sendiri 10. keduanya menekankan perlindungan terhadap aturan dan harmoni dalam hubungan sosial 12. Tipe nilai tradition dan security. sedangkan dimensi conservation berisi tipe nilai conformity. keduanya menekankan orientasi kesejahteraan orang lain dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi 7. Sedangkan tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-enhancement adalah achievement dan power. Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. keduanya menekankan tingkah laku normatif yang menunjang interaksi intim antar pribadi 8.keragaman dari hakekat kehidupan 6. . ketaatan terhadap aturan tradisional. keduanya menekankan pentingnya aturan-aturan sosial untuk memberi kepastian dalam hidup 11. tradition. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. yaitu : 1. Tipe nilai conformity dan security. Dimensi yang kedua adalah dimensi self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia pada hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi self-enhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. keduanya menekankan perlunya mengatasi ancaman ketidakpastian dengan cara mengontrol hubungan antar manusia dan sumberdaya yang ada. Tipe nilai universalism dan benevolence. dan perlindungan terhadap stabilitas. Tipe nilai security dan power. Tipe nilai conformity dan tradition. Dimensi opennes to change berisi tipe nilai stimulation dan self direction. dan security. 2. Tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-transcendence adalah universalism dan benevolence. Tipe nilai hedonism berkaitan baik dengan dimensi self-enhancement maupun openness to change. keduanya mengutamakan pentingnya arti suatu kelompok tempat individu berada 9. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik.

c. 1973. yang bisa diprotes dan dibantah. d. 5) Mengarahkan tampilan tingkah laku membujuk dan mempengaruhi orang lain. b. sikap. 1994). 1973. Fungsi Nilai. 1994) sehingga pembahasan nilai sebagai keyakinan perlu untuk memahami keseluruhan teori nilai. . Grube dkk. Nilai dapat memotivisir individu untuk melakukan suatu tindakan tertentu (Rokeach.4. 1973. Schwartz. memberitahu individu akan keyakinan. Schwartz. 1994). 1973. terutama keterkaitannya dengan tingkah laku. 1995. nilai adalah keyakinan (Rokeach. 3) Mengarahkan cara menampilkan diri pada orang lain. memberi arah dan intensitas emosional tertentu terhadap tingkah laku (Schwartz. yaitu beberapa cara atau akhir tindakan dinilai sebagai diinginkan atau tidak diinginkan. Feather. Hal ini didasari oleh teori yang menyatakan bahwa nilai juga merepresentasikan kebutuhan (termasuk secara biologis) dan keinginan. Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan (Feather. 1994). 1994). Rokeach. fungsinya ialah: 1) Membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam social issues tertentu (Feather.. Situasi tertentu secara tipikal akan mengaktivasi beberapa nilai dalam sistim nilai individu. Fungsi utama dari nilai dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Schwartz. 2) Mempengaruhi individu untuk lebih menyukai ideologi politik tertentu dibanding ideologi politik yang lain. 1994. 1994). Nilai sebagai standar (Rokeach. Schwartz. Umumnya nilai-nilai yang teraktivasi adalah nilai-nilai yang dominan pada individu yang bersangkutan. 4) Melakukan evaluasi dan membuat keputusan. Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) Dari definisinya. sedangkan fungsi tidak langsungnya adalah untuk mengekspresikan kebutuhan dasar sehingga nilai dikatakan memiliki fungsi motivasional. 1994). selain tuntutan sosial (Feather. Nilai itu sendiri merupakan keyakinan yang tergolong preskriptif atau proskriptif. 1992. bisa dipengaruhi dan diubah. nilai dan tingkah laku individu lain yang berbeda. 1994. Fungsi motivasional Fungsi langsung dari nilai adalah mengarahkan tingkah laku individu dalam situasi sehari-hari. 1992.

Mereka membuktikan bahwa terjadi bias pada pengukuran nilai yang mengandung aspek social desirability tinggi. Pengukuran Nilai. Selama ini pengukuran nilai didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran (mis.Hal ini sesuai dengan definisi dari Allport bahwa nilai adalah suatu keyakinan yang melandasi seseorang untuk bertindak berdasarkan pilihannya (dalam Rokeach. nilai-nilai seseorang akan tampak dalam beberapa indikator: a. bukan hanya pemahaman dalam suatu skema konseptual. Verkasalo. Sejalan dengan hal ini. Schwartz value survey). tingkah laku seksual) kurang baik. yaitu pada tipe nilai hedonism. 5. Jadi pengukuran nilai yang menggunakan skala pelaporan diri pada penelitian yang banyak dipengaruhi aspek social desirability seperti dalam penelitian ini (mis. b. Berkaitan dengan definisi nilai sebagai cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. Indikator berikutnya adalah tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari. Jadi tingkah laku seseorang mencerminkan nilai-nilai yang dianutnya. Berdasarkan teori yang telah diuraikan sebelumnya. dalam konsep Rokeach. tapi juga predisposisi untuk bertingkah laku yang sesuai dengan perasaan terhadap obyek dari keyakinan tersebut. maka indikator pertama adalah pernyataan tentang keinginan-keinginan. Robinson dkk. memberi arah pada tingkah laku dan memberi pedoman untuk memilih tingkah laku yang diinginkan. Rokeach value survey. . Cara lain yang digunakan untuk mengetahui nilai individu adalah dengan teknik wawancara. self-direction. Ia melakukan wawancara dengan para responden yang dimintanya untuk menjawab pertanyaan tentang nilai apa yang menjadi tujuan akhir mereka. Teknik ini telah digunakan oleh Rokeach (1973) untuk menggali nilai-nilai apa saja yang dimiliki seseorang. Nilai berpengaruh terhadap bagaimana seseorang bertingkah laku. Antonovsky dan Sagiv (1997) melihat hubungan antara respon terhadap social desirability dan skala nilai berdasarkan pelaporan diri. prinsip hidup dan tujuan hidup seseorang. Schwartz. (1991) mengemukakan bahwa keyakinan. stimulation. Evaluasi diri membutuhkan pemahaman kognitif maupun afektif terhadap diri sendiri. termasuk untuk membedakan antara nilai ideal normatif dan nilai faktual yang ada saat ini. achievement dan power. 1973).

Norma Agama Adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran aqidah suatu agama. apa yang lebih diinginkan oleh seseorang. Norma ini bersifat mutlak yang mengharuskan ketaatan para penganutnya. Seberapa besar seseorang berusaha mencapai apa yang diinginkannya dan intensitas emosional yang diatribusikan terhadap usahanya tersebut. dapat menggambarkan nilai-nilainya. apa keputusan seseorang dalam situasi konflik tersebut dapat dijadikan indikator tentang nilai yang dianutnya. a. itu dikarenakan beberapa faktor. ekonomi dan lain-lain. Dalam keadaan-keadaan dimana seseorang harus mengambil keputusan dari situasi yang menimbulkan konflik. dapat menjadi ukuran tentang kekuatan nilai yang dianutnya. E. orang tersebut cenderung melanggar .Dari tingkah laku dapat dilihat apa yang menjadi prioritasnya. c. Norma Kesusilaan c. diantaranya adalah faktor pendidikan. Norma 1. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Norma Yang Berlaku Dalam Masyarakat. d. Fungsi nilai adalah memotivasi tingkah laku. Norma Hukum 2. tertib dan sentosa. Norma Agama b. Fungsi lain dari nilai adalah membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam suatu topik sosial tertentu dan mengevaluasinya. Norma Kebiasaan (Habit) e. Jadi. Norma terdiri dari beberapa macam. Pengertian Norma. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. Norma Kesopanan d. nilainya yang dominan akan teraktivasi. Salah satu fungsi dari nilai adalah dalam memecahkan konflik dan mengambil keputusan. antara lain yaitu : a. Namun masih ada segelintir orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat. Apabila seseorang tidak memiliki iman dan keyakinan yang kuat. Jadi apa pendapat seseorang tentang suatu topik tertentu dan bagaimana ia mengevaluasi topik tersebut.

Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan. Norma Kesopanan Sebuah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyrakat. 3) ―Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia‖. 4) ―Kamu dilarang membunuh sesama manusia‖. . c. 2) ―Kamu harus berlaku jujur‖. Norma Kesusilaan Norma ini didasarkan pada hati nurani atau ahlak manusia. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa ―siksa‖ kelak di akhirat. dapat diterima oleh seluruh umat manusia. 3) ―Kamu harus patuh kepada orang tua‖. atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. 2) ―Kamu dilarang mencuri‖. 5) ―Kamu jangan menipu‖. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya. tata krama atau adat istiadat. karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri. Contoh norma agama ini diantaranya ialah: 1) ―Kamu dilarang membunuh‖. laranganlarangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Melakukan pelecehan seksual adalah salah satu dari pelanggaran dari norma kesusilan.norma-norma agama. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal. Norma kesopanan sering disebut sopan santun. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain‖. Dengan kata lain norma kesusilaan merupakan peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Norma ini merupakan peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah. 4) ―Kamu harus beribadah‖. kepatutan. Norma Kesopanan ini timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. b.

mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian. yurisprudensi. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara. 2) ―Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan. Norma Kebiasaan (Habit) Norma ini merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulangulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. Kegiatan melakukan acara selamatan. Norma Hukum merupakan peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. hamil atau membawa bayi‖. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api. diwajibkan mengganti kerugian‖. artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar. sanksinya berupa ancaman hukuman. Orang-orang yang tidak melakukan norma ini dianggap aneh oleh anggota masyarakat yang lain. melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. Sangsi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa. doktrin. Norma Hukum Adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara). Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa. dihukum karena membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun‖. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom. 4) ―Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua‖. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain. e. terutama wanita yang tua. kebiasaan. 3) ―Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat‖ dan. d. kelahiran bayi dan mudik atau pulang kampung adalah contoh dari norma ini. dan agama.Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat. bus dan lain-lain. sumbernya bisa berupa peraturan perundangundangan. 2) ―Jangan makan sambil berbicara‖. . yaitu kekuasaan negara. misalnya jual beli.

kebiasaan menghormati orang yang lebih tua. tetapi diterima sebagai norma pengatur. sikap. d.3) ―Dilarang mengganggu ketertiban umum‖. Jika cara itu dilakukan. Penyimpangan pada cara tidak akan mendapatkan hukuman yang berat. b. norma dapat dibedakan sebagai berikut. Tata kelakuan. Kebiasaan (Folkways) Kebiasaan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih tinggi daripada cara (usage). di satu pihak memaksakan suatu perbuatan. Cara (Usage) Cara mengacu pada suatu bentuk perbuatan yang lebih menonjolkan pada hubungan antarindividu. c. Misalnya. Dari sudut pandang umum sampai seberapa jauh tekanan norma diberlakukan oleh masyarakat. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari sekelompok manusia. sedangkan di lain pihak merupakan larangan sehingga secara langsung menjadi alat agar anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan individu. Norma juga bisa berarti sebagai aturan-aturan atau pedoman sosial yang khusus mengenai tingkah laku. a. Adat Istiadat (Custom) Tata kelakuan yang terintegrasi secara kuat dengan polapola perilaku masyarakat dapat meningkat menjadi adapt istiadat. Kebiasaan diartikan sebagai perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama karena orang banyak menyukai perbuatan tersebut. Tata Kelakuan (Mores) Jika kebiasaan tidak semata-mata dianggap sebagai cara berperilaku. larangan perkawinan yang terlalu dekat hubungan darah (incest). atau ejekan. Misalnya. Misalnya. cemoohan. kebiasaan tersebut menjadi tata kelakuan. orang lain akan merasa tersinggung dan mencela cara makan seperti itu. tetapi sekadar celaan. cara makan seperti itu dianggap tidak sopan. Anggota masyarakat yang . 3. yang dilaksanakan atas pengawasan baik secara sadar maupun tidak sadar terhadap anggotanya. dan perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kehidupannya. Dalam suatu masyarakat. orang yang mengeluarkan bunyi dari mulut (serdawa) sebagai pertanda rasa kepuasan setelah makan. Norma dari Sudut Pandang Umum.

Setiap individu dalam kehidupan sehari-hari melakukan interaksi dengan individu atau kelompok lainnya. Misalnya. . Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik. lingkungan sekolah. Norma pada umumnya berlaku dalam suatu lingkungan. Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. dan menurut isinya berwujud: perintah dan larangan. hukum adat di Lampung melarang terjadinya perceraian pasangan suami istri. Jika terjadi perceraian. Apakah yang dimaksud perintah dan larangan menurut isi norma tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang baik. Masyarakat yang menginginkan hidup aman. Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh adat dan norma yang berlaku dalam masyarakat. orang yang melakukan pelanggaran. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga. Norma-norma itu mempunyai dua macam isi. termasuk keturunannya akan dikeluarkan dari masyarakat hingga suatu saat keadaannya pulih kembali. lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin. tentram dan damai tanpa gangguan.melanggar adat istiadat akan mendapat sanksi keras. sering kita temukan perbedaan antara norma di suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Oleh karena itu. maka bagi tiap manusia perlu menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup. Tata itu lazim disebut kaidah (berasal dari bahasa Arab) atau norma (berasal dari bahasa Latin) atau ukuran-ukuran.

1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. Stimulation 5. 5. (3)Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. Achievement 3. Power 2. tentang hak dan kewajiban moral. dan sebagainya tentang barang itu. 4. Macam Etika bisa dikelompokkan sebagai Etika Deskriptif dan Etika Normatif 3. Benevolence 8. yaitu: (1) Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. Self-direction 6. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. . 2. 6. Nilai adalah sesuatu yang berharga. dan perlindungan terhadap stabilitas (2) dimensi pada self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi selfenhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2)Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak. Universalism 7. isi. Hedonism 4. Schwartz (1992. Conformity 10. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. yaitu : (1) Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik. Security. yaitu : 1. bermutu. Tradition 9.RANGKUMAN 1. (2) Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. ketaatan terhadap aturan tradisional. dan berguna bagi manusia. pengertian etika ada tiga yaitu: (1) Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. menunjukkan kualitas. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖.

Norma Agama. Schawartz mengungkapkan bahwa ada 10 tipe nilai yang dianut oleh manusia. Orang yang lebih mudah untuk menemukan teman baru tetapi juga mudah untuk mendapatkan musuh karena sifatnya yang sombong termasuk dalam tipe yang . Norma Kebiasaan (Habit) dan Norma Hukum. Norma Kesopanan. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Jelaskan perbedaan etika dan etiket! 2.7. 11. jelaskan masing-masing dari nilai tersebut dan berikan penjelasan mengenai tipe-tipe nilai tersebut! 4. Fungsi utama dari nilai (1)Nilai sebagai standar (2) Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan motivasional (4) Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) 8. (3) Fungsi LATIHAN 1. Norma Kesusilaan. tertib dan sentosa. Apa arti nilai menurut kuntjaraningrat? berikan penjelasan! 3. Indikator yang digunakan untuk menentukan nilai-nilaiseseorang antara lain (1) bagaimana cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu (2) tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari (3) memotivasi tingkah laku 10. Pengukuran nilai biasanya didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran atau dengan teknik wawancara 9. sebutkan contohcontoh yang termasuk dalam dimensi ini! 5. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. Apakah yang dimaksud dengan Dimensi opennes to change. Macam-macam norma yng berlaku di masyarakat.

jelaskan masalah ini dengan teori-toeri yang sudah ada! . Dari masalah nilai. etika dan etikaet. Jelaskan beda antara nilai dan norma! Berikan contohnya sehingga mudah untuk dipahami! 8. Ada seorang preman yang dikampung selalu meminta uang dari orang-orang kaya yang ada di kampungnya. Sebutkan perbedaan dari mengatur dan memaksa itu sendiri! 10. Orang yang melanggar norma hukum akan mendapat hukuman. Jelaskan fungsi nilai yang paling penting menurut anda! Berikan contohnya dalam kehidupan nyata! 7.mana menurut Schwartz? Jelaskan jawaban anda! 6. dan mereka tidak merasa menyesal. sedangkan orang kaya ini sombong dan itdak mau membantu yang lain. Orang yang melanggar norma kesusilaan akan mendapatkan rasa penyesalan dalam diri karena bertabrakan dengan hati sanubarinya. norma. hukuman itu sendiri bersifat mengatur dan memaksa. bahkan tidak jarang mencuri dari orang-orang kaya itu. namun uang yang didapatnya digunakanuntuk membantu orang-orang yang di sekitarnya terutama untuk fakir miskin dan orang yang kurang mampu karena preman ini ingin membantu tetapi tidak punya pekerjaan. namun saat ini banyak orang melakukan perbuatan yang sangat bertentangan dengan kebenaraan hati. bagaimana pendapat anda dengan permasalahan seperti ini? 9.

Mereka. misalnya. Dampak langsungnya. menyindir para pebisnis dan profesional dengan mempertanyakan. menganggap bahwa banyak politisi berperilaku tidak etis atau tidak mempertimbangkan etika lagi. berarganisasi dan dalam menjalankan profesi. ―masih adakah yang namanya etika itu?‖ Etika dalam kehidupan keseharian adalah sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan keseharian. misalnya. sejumlah pihak menegaskan kembali perlunya fondasi etika dalam berbisnis. Mereka menuntut perlunya para penyelenggara negara memperhatikan etika. terus 4 . bahkan juga untuk pelaksanaan kampanye pemilihan umum. terus berkembang. Kenyataan ini menunjukkan perhatian dan minat orang-orang terhadap etika dan seluk beluknya. ketika menyeruak skandal-skandal keuangan seperti enron di AS.BAB ETIKA PROFESI 4 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. Etika Kita sering mendengar. istilah etika di berbagai kesempatan. membaca. Demikian pula. dan penyelenggara lainnya. Apalagi dengan perkembangan kehidupan sosial ekonomi budaya dan teknologi yang mendorong munculnya gejala-gejala moral yang fenomenal. Memahami prinsip-prinsip etika profesi A. atau bahkan menggunakan. eksistensi dan penerapan etika dalam dunia bisnis dan profesi. dan mengusulkan agar disusun suatu kode etik bagi para anggota legislatif. Memahami urgensi etika profesi 3. Memahami pengertian etika profesi 2. Sejumlah pengamat. Pengertian Profesi dan Etika Profesi 1.

namun tidak setiap pekerjaan adalah profesi. hampir semua profesi yang ada saat ini memiliki kode etika profesi yang dituangkan ke dalam bentuk peraturan tertulis. Pengertian Profesi Profesi berasal dari bahasa latin ―Proffesio‖ yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia. hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. namun tidak demikian halnya dengan Akuntan. Profesi merupakan bagian dari pekerjaan. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan keterampilan dan keahlian tinggi. 5 .Dalam dunia bisnis atau profesinal. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan ―apa saja‖ dan ―siapa saja‖ untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Dokter yang membutuhkan pendidikan khusus. Pengacara. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan teknologi. mencakup sifat manusia. etika merupakan prinsip-prinsip moralitas yang mengatur dan menjadi pedoman bagi para pelaku bisnis atau profesi. Seorang petugas staf administrasi biasa berasal dari berbagai latar ilmu. 2. dan mengambil berbagai keputusan dalam menjalankan bisnis atau profesinya. menciptakan. Mengingat begitu pentingnya etika.berkembang dan semakin meningkat. Dimulai dari ketika ia melakukan pemikiran. kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut. Tentu saja memiliki sanksi sebagaimana peraturan lainnya bagi pelaku yang dianggap melanggarnya.

tetapi seorang penjahat yang pada dasarnya anti moral atau immoral. kerenanya. dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan. Suatu profesi dibangun dengan landasan yang bermoral karena seorang profesional memang dituntut untuk menghasilkan kinerja berstandar kualitas tinggi dan mengutamakan kepentingan publik. Pertama. e. 2) Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. 5) Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen. pekerjaan yang ditekuni dan menjadi tumupuan hidup. 6 . yaitu profesi baisa dan profesi luhur. Karena nilai-nilai moral ini. 3. selain mengandung arti pekerjaan sebagai panggilan dan tumpuan hidup dan standar yang tinggi. sebagaimana dapat kita pahami nanti. pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. 4) Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. Kedua. profesi adalah bidang pekerjaaan yang dialnadasi oleh pendidikan keahlian tertentu. artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat. Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. profesi memnag suatu pekerjaan. 3) Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan. Selain itu. b. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.Secara populer sedikitnya ada dua pengertian yang diberikan pada istilah profesi. tetapi berbeda dengan pekerjaan pada umumnya. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Syarat Suatu Profesi 1) Melibatkan kegiatan intelektual. c. Tegasnya. keamanan. Mengabdi pada kepentingan masyarakat. Adanya pengetahuan khusus. Ciri-ciri suatu profesi diantaranya adalah: a. Ciri-Ciri dan Syarat Profesi. Istilah profesi dalam bab ini. lebih dari sekedar pekerjaan. yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan. kelangsungan hidup dan sebagainya. bukanlah seorang profesional. juga berarti pekerjaan yang bercirikan keluhuran dan komitmen moral yang tinggi. d. profesi sering dibedakan ke dalam dua jenis. maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus. seorang pencopet. maka menyatakan ―pencopet‖ adalah profesi tentulah tidak tepat.

6) Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. 1994: 6-7). Profesional (seorang profesional) adalah orang yang menjalani suatu profesi. juga belum cukup untuk menyatakan suatupekerjaan dapat disebut profesi. maka etika profesi merupakan unsur atau dimensi yang tak terpisahkan dari setiap profesi. 7) Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Tetapi dengan keahlian saja yangdiperoleh dari pendidikan kejuruan. Adapun hal yang perludiperhatikan oleh para pelaksana profesi. etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. profesi dapat dengan mudahnyadisalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorangdibidang komputer misalnya pada kasus kejahatan komputer yang berhasilmengcopy program komersial untuk diperjualbelikan lagi tanpa ijin dari hakpencipta atas program yang dikomesikan itu. Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sangatlahperlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen(klien atau objek). mempunyai tanggung jawab yang tinggi untuk berkarya dengan standar kualitas tinggi dilandasi dengan kmitmen moral yang tinggi pula. 8) Menentukan standarnya sendiri. sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belumtentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. Akan tetapitanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi. Etika profesi atau etika profesional merupakan unsur sangat penting dalam kehidupan komunitas profesi. dan penguasaan teknik intelektual yang merupakanhubungan antara teori dan penerapan dalam praktek.Menurut Keiser dalam (Suhrawardi Lubis. Etika profesi 7 . dan karenanya. Pengertian Etika Profesi. 4. Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitandengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhioleh pendidikan dan keahlian. Dengan kata lain orientasi utama profesi adalah untukkepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki. dalam hal ini adalah kode etik.Sehingga perlu pemahaman atasetika profesi dengan memahami kode etik profesi. Mengingat makna profesi dan profesional itu. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yangmendasari praktek pelaksaan.

merupakan pembeda utama antara para profesional dengan orang-orang yang sekedar ahli di bidang yang mereka pilih untuk ditekuni ( pekerjaan). Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para profesional dalam menjalani mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakta yang berstandar tinggi. Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umumnya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan. Dengan demikian. Masyarakat menghargai profesi yang memegang teguh standar etika yang tinggi dan akan memandang rendah profesi itu jika kepercayaan yang mereka berikan dikhianati. para profesional meraih dan memiliki reputasi yang tinggi. 8 . Etika profesi merupakan jantung harapan publik dalam kaitannya dengan tingkat kepercayaan dalam pekerjaan yang dikategorikan dengan sebutan profesional. Sebagai bidang etika terapan. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional) non-propfesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap dan dianggap kurang memiliki otonomi dan kekuasaan atau kemampuan profesional. etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka. yang antara lain digariskan dalam kode etik profesi. Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan. dalam kaitannya dengan profesi. Etika profesi atau etika profesional merupakan suatu bidang etika (sosial) terapan. Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational ethics) yang mengatur praktik. dan karena itu jasa mereka sangat dibutuhkan dan dihargai oleh masyarakat. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersamaoleh para anggota profesi. Dengan berpedoman pada nilai-nilai etis. Namun demikian. ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan.

dan akuntan. 8 (pokok-pokok kepegawaian). pengetahuan. adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu. Kode etik . pengacara. 9 . tingkah laku dan perbuatan dalammelaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata. atau sebaliknya. pengalaman.kekuasaan atau keahlian. Kode etik profesi adalah pedoman sikap. misalnya untuk menjamin suatu berita. pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan. yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. Misalnya. Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan. penjahit akan mengambil alih pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. 5. dapat diterapkan pada bidnag pekerjaan atau kehidupan yang lain. Menurut UU no. Namun demikian tetap perlu diingat. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. Kode Etik Profesi Kode. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Tuntutak akan standar profesionalisme dan etika untuk para profesionaladalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap nonprofesional. meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. dan hubungan dengan klien. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. Perbedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas pra profesional seperti dokter. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi : a. Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana seseorang sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis.

pemikiran etis tidak berhenti. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi. yaitu profesi. Pada umumnya kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang dikenakan pada pelanggar kode etik. salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik itu dibuat oleh profesi sendiri. Sudah lama diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu. sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan keja (kalangan sosial). Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan. karena tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan profesi itu sendiri. 10 . profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk mewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya hakiki. Hanya kode etik yang berisikan nilainilai dan citacita yang diterima oleh profesi itu sendiri yang bis mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen. Hal ini tidak akan pernah bisa dipaksakan dari luar.Kode etik tidak menggantikan pemikiran etis. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. SUMPAH HIPOKRATES. tapi sebaliknya selalu didampingi refleksi etis. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di awasi terus menerus. seban dihasilkan berkat penerapan pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu. c. Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain. Salah satu contoh tertua adalah . yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk profesi dokter. Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan. Dengan membuat kode etik.b.Supaya kode etik dapat berfungsi dengan semestinya.Tetapi setelah kode etik ada.

seperti kode itu berasal dari niat profesi mengatur dirinya sendiri. Ketentuan itu merupakan akibat logis dari self regulation yang terwujud dalam kode etik. seringkali kode etik juga berisikan ketentuan-ketentuan profesional. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Lebih lanjut masing-masing pelaksana profesi harus memahami betul tujuan kode etik profesi baru kemudian dapat melaksanakannya. 11 . demikian juga diharapkan kesediaan profesi untuk menjalankan kontrol terhadap pelanggar. Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah : a. Sanksi dikeluarkan dari organisasi c. Kasus-kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan kehormatan atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu. Sanksi moral b. seperti kewajiban melapor jika ketahuan teman sejawat melanggar kode etik. Karena tujuannya adalah mencegah terjadinya perilaku yang tidak etis.Kode etik ini lebih memperjelas. apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional. dalam praktek seharihari control ini tidak berjalan dengan mulus karena rasa solidaritas tertanam kuat dalam anggota-anggota profesi. Namun demikian.Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi.Sanksi Pelanggaran KodeEtik : a. b. mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya normanorma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik. seorang profesional mudah merasa segan melaporkan teman sejawat yang melakukan pelanggaran. Tetapi dengan perilaku semacam itu solidaritas antar kolega ditempatkan di atas kode etik profesi dan dengan demikian maka kode etik profesi itu tidak tercapai. karena tujuan yang sebenarnya adalah menempatkan etika profesi di atas pertimbangan-pertimbangan lain.

Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moralmoral dari komunitas. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah: a. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Hal ini disebabkan perbedaan adat. Urgensi Etika Profesi Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya e. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya 12 . Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan c. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu d. dan masyarakat pada umumnya b. B. kebudayaan. kebiasaan. j. h. institusi. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi f. Menentukan baku standarnya sendiri. dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama. Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya g. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien. i. Tujuan Kode Etika Profesi Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya.c. 6.

Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring perkembangan zaman. Selanjutnya. Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilainilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri. yang tidak dipaksakan dari luar. bukan kepatuhan membuta. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. tenang. sehingga menarik perhatian dan menyenangkan pembacanya. karena kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan 13 . Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita .Begitu juga dengan etika profesi yang keberadaannya sangat diperlukan bagi kalangan professional.Semua yang tergambar adalah perilaku yang baik-baik.Kode etik yang baik menggariskan dengan jelas prinsip-prinsip mendasar yang butuh pemikiran. tata krama. dalam bahasa yang baik. Kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi. dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki.Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang bersangkutan.Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun.Bukan algoritma sederhana yang dapat menghasilkan keputusan etis atau tidak etis Kadang-kadang bagian-bagian dari kode etik dapat terasa saling bertentangan ataupun dengan kode etik lain. tanpa catatan. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masingmasing yang terlibat agara mereka senang.manusia bergaul. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya.Kita harus menggunakan keputusan yang etis untuk bertindak sesuai dengan semangat kode etik profesi.Setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara rapi. protokoler dan lain-lain. lengkap. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindaksecara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. tentram.

Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya. 14 . c. Terdapat beberapa prinsip yang melekat dengan etika profesi diantaranya adalah sebagai berikut: a. Prinsip dan Peranan Etika Profesi 1. C. bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan keahlian (Wignjosoebroto.pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat. Prinsip integritas moral yang tinggi. Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat. d. Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat ―built-in mechanism‖ berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi. tetapi dibatasi tanggungjawab dan komitmen profesional dan tidak mengganggu kepentingan umum. Otonomi. Komitmen pribadi menjaga keluhuran profesi. b. sesama profesi sendiri. 1999). Tanpa etika profesi. apa yang semua dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujungujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini. Tanggung jawab. Prinsip-Prinsip Etika Profesi. Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya dan tangggung jawab terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya. Keadilan. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.

Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara. Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya. bahkan kelompok yang paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. a. dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat 15 . pemerintah. pemberi kerja. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah. Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan. yaitu masyarakat profesional. menghormati kepercayaan publik.” Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik. tetapi milik setiap kelompok masyarakat. atau segolongan orang saja. sehingga masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. pegawai. Dengan nilai-nilai etika tersebut. Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya.2. Peranan Etika Dalam Profesi. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat. dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien. Prinsip etika akuntasi terhadap “Kepentingan Publik. 3. suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama. Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang. dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. c. sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. pemberi kredit. b. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi). investor. dunia bisnis dan keuangan.

anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. adalah pada perbuatan baik atau jahat.Perbuatan atau kelakuan seseorang yang telah menjadi sifat baginya atau telah mendarah daging. a. dia harus membayar puluhan juta rupiah kepada ketua polisi di daeranhya . Pengaruh jabatan Misalnya seorang yang ingin masuk ke akademi kepolisian . bila telah dilahirkan dalam bentuk 16 . Organisasi profesi tidak dilengkapi denga sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan f. Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat e. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya. itulah yang disebut akhlak atau budi pekerti. c. Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. Pengaruh sifat kekeluargaan Misalnya Seorang dosen yang memberikan nilai tinggi kepada seorang mahasiswa dikarenakan mahasiswa tersebut keponakan dosen tersebut.Budi tumbuhnya dalam jiwa. sehingga menyebabkan pelaku pelanggaran kode etik profesi tidak merasa khawatir melakukan pelanggaran. susila atau tidak susila. 4. karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak profesi sendiri g. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. d. Pengaruh masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Tidak adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya 5. setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. kapolsek tersebut menyalah gunakan jabatannya. Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi. Sistem Penilaian Etika Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu. Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya h. b. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi.pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut.

wil. Jadi suatu budi pekerti. Tingkat ketiga. cita-cita. perilaku tercela. Burhanuddin Salam. kita bisa melihat bahwa Etika Profesi merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. Penyimpangan etika ini dapat mengambil banyak bentuk antra lain. dan cara mencapainya juga terlihat baik. niat. kemauan. tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik. jadi masih berupa rencana dalam hati. Tujuannya yang tidak baik. pemborosan dan penggelapan dana. yaitu pekerti. Mal praktik dalam Birokrasi Pelayanan Publik. c. Dan isi dari karsa inilah yang akan direalisasikan oleh perbuatan. menjelaskan bahwa sesuatu perbuatan di nilai pada 3 (tiga) tingkat : a. Kata hati atau niat biasa juga disebut karsa atau kehendak. cara mencapainya kelihatannya baik.16-1) mal-praktik dalam birokrasi atau maladministrasi pada dasarnya adalah praktik administrasi yang menyimpang dari etika administrasi dan sekaligus menggagalkan pencapaian tujuan organisasi. dari semasih berupa angan-angan. Tujuannya tidak baik. mal administrasi adalah masalah etika karena menyimpang atau bahkan melanggar nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang seharusnya dijunjung tinggi. niat hati. D. favoritisme. d. Drs. b. sampai ia lahir keluar berupa perbuatan nyata. Tujuan baik. perlakuan tidak adil. Tingkat pertama. c. b. dan cara mencapainya juga tidak baik. Ketidakjujuran banyak terjadi dalam lilngkungan birokrasi contohnya pelayanan yang dibuat menjadi lebih cepat dari biasanya karena telahmenerima 17 . seperti dalam buku Kusmanadji (2004. semasih belum lahir menjadi perbuatan. pengabaian atau pelanggaran hukum. akibat atau hasil perbuatan tersebut. Mal-praktik telah menjadi isu yang sering didengar di Indonesia. menutupnutupi kesalahan. pangkal penilaiannya adalah dari dalam jiwa.perbuatan namanya pekerti. Isu-Isu Seputar Etika Profesi 1. Dalam hal merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi : a. dan kegagalan dalam berinisiatif. Tingkat kedua. setelah lahir menjadi perbuatan nyata. yaitu baik atau buruk.Dalam konteks pelayanan publik atau birokrasi. Berdasarkan sistematika di atas. ketidakjujuran. Tujuannya baik.

Pengabaian atau pelanggaran hukum mudah dijumpai di lingkungan birokrasi. 18 . Perbuatan tercela yang dilakukan oleh aparatur negara mungkin tidak melanggar hukum tapi menurut standar etika perbuatan tersebut tidak patut contohnya mendahulukan pejabat daripada orang biasa padahal orang tersebut mengantre lebih dahulu. aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan. Perlakuan tidak adil acap terjadi baik terhadap pegawai .Banyak terjadi bahwa harga barang atau jasa yang dibeli jauh lebih tinggi daripada harga wajarnya. Banyak pejabat yang tidak berani mengambil keputusan dengan alasan menunggu adanya petunjuk pelaksana atau petujuk kriteria.Ini umumnya terjadi karena kurang atau tiadanya rasa memiliki dan tanggung jawab sebagaimana diharapkan oleh masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada mereka untuk mengelola sumberdaya publik untuk kepentingan publik sebesar-besarnya.Dalam hal ini. Banyak pegawai yang mengetahui bahwa barang-barang dinas tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi namun mereka dengan sengaja menggunakan barang tersebut. seorang atasan dalam suatu instansi.Pemborosan dan inefisiensi juga sering terjadi di birokrasi. misalnya kendaraan dinas untuk keperluan keluarga tanpa melalui proses perijinan yang ditetapkan. aparatur tersebut tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku. Favoritisme lazimnya berkaitan dengan ketidakobjektifan aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan. tetapi hukum tersebut ditafsirkan sesuai dengan kepentingannya sendiri atu demi keuntungan pribadi.Dalam banyak hal.Selain itu. karena merasa senang dengan seseorang dibawahnya atasan tersebut memperlakukan bawahannya secara berbeda dibandingkan dengan bawahan lainnya termasuk misalnya dalan hal pengusulan untuk promosi. Sebagi contoh. tetapi hukum yang berlaku. tidak sulit menemukan pegawai yang menggunakan barang-barang atau sarana lebih banyak dari yang diperlukan.maupun terhadap warga masyarakat yang menjadi pelanggan. ketidakmampuan memberikan usulan-usulan yang berguna.Dalam hal ini. seperti ketidakberanian mengambil tindakan yang diperlukan padahal memiliki kewenangan untuk itu.―imbalan‖. pemborosan atau inefisiensi sejenis ini bersangkut paut dengan penggelembungan harga (mark-up). Bentuk lain mal-administrasi adalah kegagalan menunjukkan inisiatif.

Pada saat ini diakui bahwa pola korupsi adalah sangat beragam dari satu negara ke negara lain. Korupsi sebenarnya bukan monopoli pegawai negeri atau pejabat publik. korupsi pada dasarnya merupakan pelanggaran. walaupun banyak pihak yang masih skeptic. penerimaan suap atau uang pelican. maka sebenarnya banyak sekali tindakan atau keputusan pegawai negeri/pejabat publik yang dapat dikategorikan sebagai korupsi. yakni Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) telah dibentuk dan telah memulai menjalankan tugasnya. korupsi dalam konteks birokrasi atau administrasi publikkorupsi dapat didefinisikan sebagai penggunaan jabatan. dan Indonesia sendiri sebenarnya telah membangun kerangka atau system hukum dan kelembagaan untuk memberantas korupsi. Korupsi. pemungutan liar 19 . korupsi sangat merajalela bahkan ditengarai telah menjadi budaya. Perbuatan-perbuatan seperti pembelian atau pembayaran fiktif dan penggelembbungan harga. Korupsi merupakan isu etika yang banyak disoroti oleh penjuru dunia. terhadap kepercayaan publik yang diberikan kepada pegawai atau pejabat publik. masalah korupsi ini telah dikategorikan sebagai tindak pidana sehingga menjadi permasalahan hukum. korupsi ini dinilai memiliki dampak luar biasa karena menghambat pertumbuhan atau kemajuan ekonomi dan demokrasi megara yang bersangkutan. pada saat ini gerakan memberantas korupsi bergaung dimana-mana. fasilitas atau sumberdaya publik untuk kepentingan atau kepentingan pribadi.2. namun tindak korupsi ini lebih menonjol dikaitkan dengan jabatan negeri atau publik (negara) Mengingat dampak buruknya yang dipandang luar biasa terhadap kehidupan social dan ekonomi suatu negara. tetapi meliputi juga semua jenis manfaat sekalipun tidak secara langsung berkaitan dengan diri pegawai/pejabat yang bersangkutan. jika bukan pengkhianatan.Secara ekonomi dan politik. Keuntungan atau kepentingan pribadi tersebut tidak terbatas pada kepentingan tau keuntungan keuangan (finansial). pejabat publik yang telah diserahi kepercayaan untuk mengelola sumberdaya publik dan seharusnya memberikan jaminan bahwa mereka bekerja demi kepentingan publik yang ternyata membelokkannya demi kepentingan diri sendiri. Dalam bukunya Kusmanadji (2004. lembaga independen anti korupsi.Oleh sebab itu.16-3) walaupun korupsi sering terjadi di hampir semua negara. Dengan perkataan lain. Dengan definisi yang luas tersebut.Jadi. Namun dari sudut pandang etika. posisi. namun di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.Terakhir.

Definisi menurut hukum ini lebih spesifik dibandingkan dengan definisi menurut etika. Menguntungkan diri sendiri c. orang lain atau korporasi. orang lain atau korporasi. Merugikan negara atau perekonomian negara Selain itu. dan legalitas. Demikian pula. dan penerimaab hadiah atau sumbangan dapat dikategorikan sebagai korupsi. mangkir kerja. menggunakan telepon kantor untuk urusan keluarga. Perbuatan-perbuatan ini melanggar sumpah dan janji pegawai negeri dan sekaligus melanggar prinsip-prinsip etika seperti kejujuran. Dengan kriteria tersebut. tetapi dalam jangka panjang jika terus-menerus terjadi (perbuatan yang 20 . sesuai dalam pasal 3 termasuk sebagai korupsi adalah penyalahgunaan kewenangan. memperkaya diri sendiri. boleh jadi konsekuensi (kerugian) dari perbuatan-perbuatan tersebut tidak signifikan dalam jangka pendek. Kriteria ini dalam kasus-kasus tertentu banyak digunakan oleh koruptor untuk mengelak dari kejahatan. menggunakan waktu kerja untuk jalan-jalan di mall. dan sejenisnya bukan korupsi melainkan perbuatan yang wajar-wajar saja. karena perbuatan-perbuatan tersebut tidak memperkaya dirinya atau tidak mengganggu perekonomian negara. Jadi. Dari sudut pandang hukum dalam UU tentang Tindak Pidana Korupsi (UU No. Ditinjau dari prinsip etika utilitarian. 31/1999). keadilan. datang terlambat di kantor. seorang pegawai bisa mengatakan bahwa ia tidak melakukan korupsi ketika menggunakan mobil dinas untuk perjalanan dalam rangka urusan pribadi/keluarga. korupsi merupakan tindak pidana yang diartikan sebagai perbuatan melawan hukum. 3/1971 yang diubah dengan UU NO.(tidak sah). kesempatan. yang dapat merugikan negara atau perekonomian negara (Pasal 2). atau sarana yang ada karena jabatan atau kedudukan yang dimaksudkan untuk menguntungkan diri sendiri. dan perbautan tersebut merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. objektivitas. yaitu dengan memasukkan kriteria memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Melawan hukum b. secara hukum suatu tindakan dapat dikategorikan sebagai korupsi jika memenuhi tiga kondisi : a. karena perbuatan-perbuatan tersebut berkaitan erat dengan kewenangan atau kedudukan/jabatan pelaku yang bersangkutan dan keuntungan atau kepentingan pegawai/pejabat (termasuk keluarga dan kawan).

pendefinisian benturan kepentingan dalam konteks birokrasi publik merupakan subjek beragam pendekatan. masayrakat dan atau negara. diakui bahwa korupsi ini bukan penyakit musiman atau bersifat sementara.Dalam perdebatan mengenai korupsi dan perumusan strategi pencegahan dan pemberantasannya.Dengan makin intensif dan berkembangnya interaksi sector swasta dengan sektor publik. Sementara itu dari sudut pandang etika kewajiban. Korupsi sering disandingkan dengan kolusi dan nepotisme sehingga terkenal dengan istilah korupsi. bangsa.Ketika pejabat publik memiliki kepentingan yang sah yang timbul di luar kapasitas mereka sebagai warga negara biasa (pribadi). dan negara. efisiensi.bersangkutan menjadi kebiasaan) konsekuensi buruk tersebut akan sangat mempengaruhi kinerja instansi yang bersangkutan. sehingga perlu didefinisikan. tetapi sangat membahayakan karena merupakan pintu menuju korupsi. diidentifikasi dan dikelola. kolusi. dan sebenarnya keduanya dipandang sebagai bentuk-bentuk dari tindak korupsi itu sendiri atau sebagai bagain dari tindak korupsi. Kolusi . dan nepotisme (KKN). tetapi dampak buruknya dapat dirasakan di mana-mana. Benturan Kepentingan Isu etika penting lainnya yang bersangkut paut dengan birokrasi dan pelaku pelayanan publik adalah benturan kepentingan (conflict of interest). Kolusi seperti halnya definisi yang digunakan dalam UU No.Dlam konteks birokrasi publik. 21 . Sesuai dengan buku Kusmanadji (2004.dam Mepotsme mengacu kepada permufakatan atau kerjasama (secara melawan hukum) dengan sesama pegawai/pejabat publik atau dengan pihak lain yang merugikan orang lain. kolusi dan nepotisme merupakan dua bentuk pelanggaran etika pelayanan publik. 28/1999 tentang Penyelenggaraan negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. benturan kepentingan tidak dapat dihindarkan atau dihalangi. 3. tanggung jawab. Sementara itu nepotisme adalh setipa perbuatan oleh pegawai/pejabat publik (secara melawan hukum) yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan atau kroninya di atas kepentingan masyarakat. Secara historis. jelas bahwa perbuatan-perbuatan tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai (etika) yang seharusnya dipatuhi dan dijunjung tinggi. berbagai bentuk korupsi ditengarai tumbuh subur. dan kejujuran. seperti loyalitas.16-6) benturan kepentingan ini tidak harus berarti korupsi.

Seperti halnya pada definisi korupsi. benturan kepentingan berkaitan dengan bentuan antara tugas publik dan kepntingan pribadi pegawai/pejabat publik. 22 .Apabila suatu kepentingan pribadi dalam kenyataannya telah mengkompromikan (mempengaruhi secara negatif) pelaksanaan tugas atau kinerja pejabat publik. pada definisi benturan kepentingan ini. atau penyalahgunaan wewenang atau bahkan suatu tindak korupsi bukan benturan kepentingan. perlu dikelola dan diselesaikan dengan tepat. Benturan kepentingan yang tampak dapat dikatakan ada apabila tampak bahwa kepentingan pribadi seorang pejabat publik dapat secara tetapi tidak dalam menguntungkan mempengaruhi pelaksanaan tugas-tugasnya kenyataannya tidak terjadi. Tanpa pengelolaan yang tepat benturan kepentingan ini berpotensi untuk menggerogoti kelangsungan pemerintahan yang demokratis karena a. pengertian ―kepentingan pribadi‖ tidak dibatasi hanya pada kepentingan keuangan. Jadi kepentingan pribadi apa pun. benturan ini termasuk dalam benturan kepentingan aktual. yang berpotensi untuk mempengaruhi secara negative kinerja pejabat publik yang bersangkutan adalah relevan untuk mendefinisikan benturan kepentingan ini. Suatu benturan kepentingan dapat melibatkan aktivitas pribadi. yang dalam hal ini kepentingan pribadi tersebut dapat mempengaruhi secara tidak menguntungkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab publik pegawai/pejabat yang bersangkutan. dan keadilann dalam pengambilan keputusan publik. perumusan dan pelaksanaan kebijakan. maka situasi khusus ini lebih baik dianggap sebagai perilaku menyimpan.Sementara itu benturan kepentingan potensial timbul apabila pejabat publik amemiliki kepentingan pribadi yang dapat menimbulkam benturan jika di kemudian hari terlibat dalam pelaksanaan tanggung jawab publik tertentu. b. dan alokasi sumberdaya publik. Benturan kepentingan ini perlu mendapatkan perhatian. dan kepentingan keluarga yang sah sekalipun. jika kepentingankepentingan tersebut dapat secara layak dianggap akan mempengaruhi secara negatif kinerja pejabat publik yang bersangkutan. Melemahkan kepatuhan para pejabat publik teradap nilai-nilai legitimasi.. hubungan pribadi. imparsialitas.Secara sederhana dan pragmatis. atau kepentingan yang menyebabkan manfaat langsung bagi pejabat publik yang bersangkutan. Mendistorsi aturan hukum. mekanisme pasar.

yayasan mengajukan petisi Bab 11 mengenai perlindungan kebangkrutan pada tahun 1999. mengarah pada investigasi kriminal dan tuntutan terhadap BFA dan Andersen. Fakta-Fakta Pelanggaran Etika Profesi.Namun setelah dua tahun penyelidikan.Dala sebuah pernyataannya di tahun 2000. Baik dari gugatan hukum dan perintah sipil yang 23 . Ini merupakan investasi yang lebih spekulatif daripada apa yang dilakukan lembaga pembaptis lainnya. dimana Andersen bertindak sebagai auditornya. pejabat puncak menerima gaji. pengurus yayasan diduga menyembunyikan kerugian dari investor sejak 1986 dengan menjual beberapa properti dengan harga tinggi kepada entitas-entitas yang telah meminjam uang dari ayyasan yang tak mungkin membayar properti kecuali kondisi pasar real estate berbalik. Gugatan investor terhadap Andersen menuduh perusahaan ini melakukan pemalsuan dan menyesatkan laporan keuangan BFA.Akhirnya. pejabat yayasan diduga mengambil uang dari investor baru untuk membayar investor yang sudah ada untuk menjaga arus kas.4. Lembaga ini bekerja seperti bank. Dalam dokumen pengadilan apa yang disebut dengan ―skema Ponzi‖ setelah kasus peniupuan yang terkenal. BFA didirikan untuk menghimpun dana dan mengelola gereja di Arizona. membayar bunga deposito yang digunakan sebagian besar untuk berinvestasi di Arizona real estate. Sementara itu. yang akhirnya perusahaan setuju untuk membayar $217 juta untuk menyelesaikan gugatan dengan pemegang saham pada taun 2002. dan manajemen dituntut untuk menghasilkan keuntungan. Masalah dimulai ketika pasar real estate mengalami penurunan.Skema ini akhirnya terurai. b. Andersen merespon rasa simpatinya kepada BFA tetapi membela keakuratan dengan opininya tentang audit. Mereka dianggap menipu investor sebesar $570 juta. BFA Skandal Baptist Foundation of Arizona (BFA) menjadi kebangkrutan terbesar perusahaan amal nirlaba dalam sejarah AS. a. Sunbeam Masalah Andersen dengan Sunbeam bermula dari kegagalan audit yang membuat kesalahan serius pada akuntansinya yang akhirnya menghasilkan tuntutan class action dari investor Sunbeam. laporan menunjukkan bahwa Andersen sudah diperingatkan kemungkinan kegiatan penipuan oleh beberapa karyawan BFA. Karenanya.

Sunbeam mengalami kerugian pemegang saham sebesar $4. Gugatan diajukan oleh SEC atas penipuan laporan keuangan selama lebih dari lima tahun. Waste Management membayar jasa audit kepada Andersen. dan mempercepat penjualan dari periode selanjutnya ke kuartal masa kini.4 miliar dan kehilangan ribuan karyawannya. Sunbeam terbebas dari kebangkrutan. Waste Management Andersen juga terlibat dalam pengadilan atas data akuntansi yang dipertanyakan mengenai pendapatan yang berlebih sebesar $1.diajukan SEC menuduh Sunbeam membesar-besarkan penghasilan melaului strategi penipuan akuntansi. Akibatnya. Perusahaan juga dituduh melakukan hal yang tidak benar melakukan transaksi ―bill-and-hold‖. pengadilan memutuskan pembayaran sebesar $141 juta. Andersen dipaksa untuk melakukan perjanjian untuk tidak melakukan laporan palsu di masa mendatang atau izin usahanya akan dicabut – suatu persetujuan yang kemudian memutuskan hubungannya dengan Enron. Agustus 2002. Menurut SEC. Andersen mampu membuat 80 persen 24 . Awalnya Andersen mengidentifikasi praktek-praktek akuntansi yang tidak tepat dan disajikan kepada Waste Management. Hal ini dilihat oleh SEC sebagai upaya menutupi penipuan masa lalu untuk melakukan penipuan masa depan. seperti pendapatan ―cookie jar‖. c.4 miliar dari Waste Management. yang menyarankan bahwa bisa memperoleh biaya tambahan melalui ―tugas khusus‖. recording revenue on contingent sales. Dengan Enron.Namun pimpinan Waste Management menolak mengkoreksi. Sunbeam dipaksa meyatakan kembali laporan keuangan selama enam kuartal. d. Andersen setuju membayar $110 juta untuk menyeleaikan klaim tanpa mengakui kesalahan dan tanggung jawab.SEC juga menuduh Arthur Andersen. SEC mengumumkan investigasi akuntansi Enron. Andersen harus membayar $220 juta ke pemegang saham Waste Management dan $7 juta ke SEC. dimana menggembungkan pesanan bulan depan dari pengiriman sebenarnya dan tagihannya.Pada 2001. Sunbeam mengajukan petisi kepada Pengadilan kepailitan AS Distrik Selatan New York dengan Bab 11 Judul 11 tentang aturan kebangkrutan. salah satu klien terbesar Andersen. Hasilnya. Enron Bulan Oktober 2001.

klien terbesar Andersen. terlihat dari tindakan dan perilaku yang tidak sehat dari manajemen yang berperan besar pada kebangkrutan perusahaan.9 miliar. supervisor Andersen dalam pengawasan rekening Enron. pada November 2001 harus mengalami kerugian sebesar $586 juta. Namun.Dalam sebulan. terjadinya pelanggaran terhadap norma etika corporate 25 . e.perusahaan minyak dan gas menjadi kliennya. Departemen Kehakiman AS memulai melakukan penyelidikan kriminal pada 2002 yang mendorong Andersen dan kliennya runtuh. tuduhan penipuan tidak berakhir pada kasus Enron. Perusahaan Telekomunikasi Sayangnya. Atas kasus itu. banyak perusahaanperusahaan lainnya dituduh melakukan penyimpangan akuntansi.Dia menginstruksikan David Duncan. Isu-isu Seputar Hukum dan Etika Dalam Pengauditan Andersen yang Menyimpang. Adanya praktik discrimination of information/unfair discrimination. Kasus tersebut secara kasat mata kasus tersebut terlihat sebuah tindakan malpraktik jika dilihat dari etika bisnis dan profesi akuntan antara lain: a. untuk menghapus namanya dari memo yang bisa memberatkannya. Nancy Temple. pengadilan memutuskan Andersen bersalah menghambat peradilan.Banyak pihak yang menamainya sebagai ―bujukan koruptif‖ yang menyesatkan. Pada Juni 2005. 5. Enron bangkrut. WorldCOm balik menuduh Andersen karena gagal menemukan penyimpangan yang ada. Harga sahamnya kemudian jatuh dan investor melayangkan serangkaian tuntutan hukum yang mengirim WorldCOm ke Pengadilan Kepailitan. Berita segera muncul ketika WorldCom. Perusahaan audit akhirnya mengakui telah menghancurkan dokumen yang berkaitan dengan audit Enron yang menghambat putusan. yang pada prinsipnya mematikan bisnisnya. menjadikannya perusahaan akuntan pertama yang dipidana. pengacara Andersen meminta perlindungan Amandemen Kelima yang dengan demikian tidak memiliki saksi. memiliki penyimpangan sebesar $3. Selama kasus Enron dan WorldCOm berlanjut.Perusahaan setuju untuk menghentikan auditing publik pada 31 Agustus 2002. Andersen menyalahkan WorldCom dan berikeras bahwa penyimpangan tidak pernah diungkapkan kepada auditor dan bahwa ia telah memenuhi standar SEC dalam auditnya.

dalam kasus Enron adalah dengan menghancurkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan kasus Enron. Andersen juga telah melakukan tindakan yang tidak etis. Dalam kasus Enron misalnya. 6. Pertumbuhan perusahaan dijadikan prioritas utama dan menekankan pada perekrutran dan mempertahankan klien-klien besar. diantaranya: a. b. bahkan awal tahun 2001 berdasarkan hasil evaluasi Enron tetap dipertahankan.Bahkan CEO Enron saat menjelang kebangkrutannya masih tetap melakukan Deception dengan menyebutkan bahwa Enron secara berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. pihak manajemen Enron maupun Arthur Andersen mengetahui tentang praktek akuntansi dan bisnis yang tidak sehat. namun mutu dan independensi audit dikorbankan.governance dan corporate responsibility oleh manajemen perusahaan. c. Arthur Andersen.Tetapi demi mempertahankan kepercayaan dari investor dan publik kedua belah pihak merekayasa laporan keuangan mulai dari tahun 1985 sampai dengan Enron menjadi hancur berantakan. merupakan kantor akuntan publik tidak hanya melakukan manipulasi laporan keuangan. b. dan perilaku manajemen perusahaan merupakan pelanggaran besar-besaran terhadap kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan.Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. Standar-standar profesi akuntansi dan integritas yang menjadi contoh perusahaan-perusahaan lainnya luntur seiring motivasi meraup keuntungan yang lebih besar. tetapi kasus ini dianggap melanggar hukum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Bukti Bahwa Budaya Perusahaan Andersen Berkontribusi Terhadap Kejatuhan Perusahaan Ada beberapa poin yang membuktikan bahwa budaya perusahaan berkontribusi terhadap kejatuhan perusahaan. Andersen tidak mau mengungkapkan apa sebenarnya terjadi dengan Enron. 26 . Arthur Andersen memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan. Adanya penyesatan informasi. Disini Andersen telah ingkar dari sikap profesionallisme sebagai akuntan independen dengan melakukan tindakan menerbitkan laporan audit yang salah dan meyesatkan.

Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. Dan untuk menekankan kepada independensi dan kualitas. bisa untuk memerangi penipuan sekuritas dan akuntansi. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. dan proses tata kelola perusahaan sehingga oleh politisi AS diciptakan kerangka kerja baru terhadap akuntabilitas dan tata kelola perusahaan melalui Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk memulihkan kepercayaan yang cukup dan untuk menjadikan pasar modal kembali berfungsi normal. pemerintah AS menerbitkan Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk melindungi para investor dengan cara meningkatkan akurasi dan reabilitas pengungkapan yang dilakukan perusahaan publik. Pada akhirnya ini menggiring pada kehancuran perusahaan. banyak klien Andersen yang memutuskan hubungan dan Arthur Andersen pun ditutup. Perubahan sikap lebih memprioritaskan mendapatkan bisnis konsultasi yang memiliki pertumbuhan keuntungan lebih besar lebih tinggi dibanding menyediakan layanan auditing yang obyektif yang merupakan dasar dari awal mula berdirinya Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen. Perusahaan terlalu fokus terhadap pertumbuhan. agar hasilnya bisa memuaskan. d. 7. tetapi kasus ini dianggap melanggar hokum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. sehingga tanpa sadar menghasilkan perubahan mendasar dalam budaya perusahaan. Dengan adanya tindakan ini . e. Andersen menjadi membatasi pengawasan terhadap tim audit akibat kurangnya check and balances yang bisa terlihat ketika tim audit telah menyimpang dari kebijakan semula. pelaporan. 27 . Sikap Arthur Andersen yang memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan. Bagaimana UU Sarbanes-Oxiety Bisa meminimalkan Kesalahan Auditor dan Penyimpangan Akuntansi Akibat dari rentetan kasus itu. membatasi kemampuan perusahaan untuk menyediakan keduanya yaitu non-audit dan jasa untuk klien yang sama dan memerlukan tinjauan berkala audit perusahaan. Undang-Undang Sarbanes-Oxiety bisa menetapkan pedoman dan arah baru untuk perusahaan dan bisa untuk pertanggungjawaban kepada divisi akuntansi. Kegagalan ini menimbulkan krisis yang serius terhadap kredibilitas akuntansi.c.Akibatnya.

d. pemilihannya oleh manajemen dan preferensi auditor. 28 . Melarang Kantor Akuntan Publik memberikan jasa audit jika audit partnernya telah memberikan jasa audit tersebut selama lima tahun berturut-turut kepada klien tersebut. maka seluruh dewan komisaris menjadi audit committee. c. yaitu jika tidak ada. Setiap perusahaan memiliki audit committee ini karena definisinya diperluas. Kantor Akuntan Publik harus segera membuat laporan kepada audit committee yang menunjukkan kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan. Selain itu.Beberapa perubahan yang ditentukan dalam SOX memiliki beberapa tujuan. menjadi semakin banyak ancaman pidana bagi mereka yang melakukan pelanggaran ini. e. Membutuhkan persetujuan dari audit committee perusahaan sebelum melakukan audit. alternatif perlakukan-perlakuan akuntansi yang sesuai standar dan telah dibicarakan dengan manajemen perusahaan. Sebagai tambahan. SOX melarang pemusnahan atau manipulasi dokumen yang dapat menghalangi investigasi pemerintah kepada perusahaan yang menyatakan bangkrut. KAP dilarang memberikan jasa audit jika CEO. Untuk menjamin independensi auditor. kini CEO dan CFO harus membuat surat pernyataan bahwa laporan keuangan yang mereka laporkan adalah sesuai dengan peraturan SEC dan semua informasi yang dilaporkan adalah wajar dan tidak ada kesalahan material. CFO. Berkaitan dengan pemusnahan dokumen. diantaranya: a. Kantor Akuntan Publik dilarang memberikan jasa non-audit kepada perusahaan yang diaudit. b. chief accounting officer. controller klien sebelumnya bekerja di KAP tersebut dan mengaudit klien tersebut setahun sebelumnya.

Kode etik mengatur anggotanya dan menjelaskan hal apa yang baik dan tidak baik dan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebagai anggota profesi baik dalam berhubungan dengan kolega.KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari kasus ini banyak terjadi perilaku tidak etis. dominasi kepercayaan. karakter moral yang rendah. publik dan karyawan sendiri. kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis yang berakibat hutang dan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak disamping proses peradilan dan tuntutan hukum.Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. etika.Perilaku tidak etis paling paling mengemuka disini adalah adalah adanya manipulasi laporan keuangan untuk menunjukkan seolah-olah kinerja perusahaan baik. Andersen telah menciderai kepercayaan dari pihak stock holder untuk memberikan suatu informasi yang adil mengenai pertanggungjawaban dari pihak agen dalam mengemban amanah. Hal yang harus menjadi sebuah pelajaran 29 . perilaku. dan lemahnya pengendalian. Faktor tersebut adalah merupakan perilaku tidak etis yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dalam agama dan dalam bisnis membahayakan. akhlak. dan lain sebagainya. Dalam kasus Andersen diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan padahal perusahaan mengalami kerugian. sebuah negara yang memiliki perangkat Undang-undang bisnis dan pasar modal yang lebih lengkap. Saran yang dapat diberikan yakni sangat dibutuhkan kode etik profesi yang dapat menopang praktik yang sehat bebas dari kecurangan. dalam hal ini pihak-pihak yang selama ini diuntungkan atas penipuan laporan keuangan terhadap pihak yang telah tertipu. karena tindakan yang bermoral akan memberikan implikasi terhadap kepercayaan publik. tidak jujur. Hal tersebut akan dapat dihindari melalui meningkatkan moral. Hal ini terjadi akibat keegoisan satu pihak terhadap pihak lain. klien.Faktor penyebab kecurangan tersebut diantaranya dilatarbelakangi oleh sikap tidak etis.Ini merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran etika profesi Auditor yang terjadi di Amerika Serikat. Hal ini buah dari sebuah ketidakjujuran.

Cibitung. Jakarta. Irwanto PhD. 3) Membocorkan rahasia pekerjaan / jabatan dokter. 30 . 4) Pelecehan seksual dan sebagainya.Semua ini disebabkan tidak ada payung hukum yang bisa dijadikan dasar penyelesaian kasus itu. Bekasi. kasus malapraktik sama sekali tidak disinggung. Dalam kasus malapraktik dokter. Misalnya : 1) Pelayanan kedokteran di bawah standar (malpraktek) 2) Menerbitkan surat keterangan palsu. selama ini dalam setiap kasus malpraktik. Rabu (25/8) lalu. sedangkan dokter tidak sedikitpun tersentuh tanggung jawab dan nurani kemanusiaannya. Di republik ini. Terhadap tindakan medical errors yang diduga malapraktik itu tidak ada pertanggungjawaban. yang lumpuh akibat dokter salah mendiagnosis dan kasus Fellina Azzahra (16 bulan ). Undang-undang (UU) Kesehatan nomor 23 Tahun 1992 pun tak dapat digunakan untuk menangani pelanggaran atau kelalaian dokter. kegagalan. dokter selalu berada di pihak yang benar. Aturan lebih lanjut yang tidak ada itu antara lain menyangkut standar pelayanan medis dan standar profesi.Keluhan yang secara lansung diajukan pasien selalu ditolak dan dan dimentahkan dengan berbagai argumentasi medis dan alasan teknis. tetapi juga berhadapan dengan undang-undang hukum pidana atau perdata (KUHP/KUHAP). kesalahan pengobatan oleh dokter tidak diatur secara khusus. sebenarnya ada dua pelanggaran profesi dan pelanggaran hukum. malah dalam Rancangan Undang-undang Praktik Kedokteran yang disetujui Komisi VII DPR.bahwa sesungguhnya suatu praktik atau perilaku yang dilandasi dengan ketidakbaikan maka akhirnya akan menuai ketidakbaikan pula. baik secara profesi maupun hukum. peneliti dari Universitas Atmajaya. atau kecelakaan. kerugian kesehatan dan material selalu melekat dalam diri pasien. Contoh-contoh lain seperti kasus etikolegal diantaranya adalah pelanggaran di mana tidak hanya bertentangan dengan butir-butir LSDI dan/atau KODEKI.Namun. Ketiadaan aturan membuat bangsa ini tidak dapat mendefinisikan mana yang disebut malpraktik. bocah yang ususnya bocor setelah dioperasi di Rumah Sakit Karya Medika. Contoh nyatanya adalah kasus Drs. kelalaian. UU ini hanya di desain untuk diperjelas lebih lanjut dengan 29 peraturan pemerintah (PP) yang hingga kini baru terbentuk enam PP.Akibatnya.

Kelalaian itu bersifat pelayanan publik sehingga implikasinya adalah 31 . jika dipanggil untuk memberikan kesaksian tetapi mangkir tanpa alasan sah. Namun sebelumnya cari dulu dokter yang lain lagi.‖ ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Achmad Sujudi. seseorang dapat dikenai pidana. tetapi praktik standar profesi sudah ada sejak dahulu. Sistem ini di Amerika Serikat disebut sebagai subpoena. bisa saja kasus ini di bawa ke pidana jika dokter yang menjadi saksi ahli di MKDKI menolak menilai rekannya.Artinya. kasus itu bisa dilanjutkan ke perkara perdata.Solusi ideal terhadap persoalan malpraktik ini tentunya memprioritaskan penanganan keluarga atau korban.Semisal sekolah profesi hukum atau dokter sudah mengenalkan hal itu seperti sumpah Socrates. Sayang.Wacana yang terakhir ini tak mustahil terjadi.Jika terbukti adanya malpraktik.Apakah harus dipidana. Di Indonesia pun seharusnya bisa dipanggil paksa.Terhadap pelanggaran yang sifatnya hukum. Namun malpraktik dalam profesi kedokteran agak sulit dicabut. dan tindakan subpoena terhadap para saksi ahli yang enggan hadir di pengadilan. penguatan lembaga penegakan etik profesi.‖Walaupun belum ada standar.Mestinya. Apakah esprit de corp telah menimbulkan kesulitan menghadirkan dokter sebagai saksi ahli dalam proses hukum malpraktik? Ini adalah tanggung jawab profesi sehingga kalau dipanggil pengadilan seharusnya seorang profesional hadir. dalam menyikapi persoalan malpraktik harus berorentasi kepada korban.Secara objektif tindakan malpraktik terpulang kepada disiplin profesi kedokteran. bukan tertuju kepada pribadi yang berkaitan dengan disiplin. sistem hukum dinegeri ini pada mumnya belum memperhatikan persoalan itu.Begitu juga dari sisi kompetensi peradilan. kelalaian yang terjadi dalam kegiatan pemberian terapi yang dilakukan dokter bukan kelalaian atau kesalahan yang bersifat organisatoris. kasus akan dibawa ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). Menurut Menkes. Akan tetapi.Itu harus ditimbang-timbang manakah yang paling cocok bagi kepentingan korban. mungkin hanya memperpanjang birokrasi bila ditangani bukan oleh peradilan umum. Bagaimana memulihkan korban dan apa yang dilakukan jika korban meninggal dunia.Dominasi kehendak untuk melakukan tindakan selamat-tidaknya seorang pasien yang di tangani ada ditangan dokter. ada pendapat apakah pelanggaran profesi itu tidak diarahkan kepada ganti rugi saja.‖Untuk membuktikan ada tidaknya malpraktik.

40 persen penyebab kematian yang di cantumkan tidak benar.Atau meninggalkan seorang pasien yang memerlukan pertolongan seperti diatur dalam pasal 304 KUHP. pengobatan. bukan implikasi internal yang berkonotasi pelanggaran disiplin. seperti kesalahan dalam diagnostik. Jika bersifat pidana.Misalnya seorang dokter yang salah mendiagnosis seoarang pasien.‖ papar ahli Kesehatan.Tentu tidak semua medical errors termasuk malapraktik dan tidak semua medical errors harus dihukum. Seorang patolog. sistem harus bisa menjaga dan bereaksi terhadap kesalahan seperti ini. Profesi medik cenderung membuat kesalahan (fallible).implikasi publik alias tindakan pidana umum. dan hampir dua per tiga dari kasus emboli paru.Karena itu. lalu obat yang diberikan adalah berdasarkan hasil diagnosis yang salah itu. Mengutip Atul Gawande. Medical errors dapat dibagi dalam beberapa kategori.Tindakan itu adalah malapraktik yang tentu menjadi kompetensi peradilan umum.Sesungguhnya kelalaian ini masuk katagori tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 359 KUHP. Selain itu. staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia Makassar. misalnya sekali-sekali atau sering. di Journal of the American Medical Association melaporkan.Yang paling mengerikan ialah bila kesalahan itu disengaja demi tambahan imbalan.Kesalahan dalam praktik medis tak mungkin dihilangkan seperti pada mesin dan komputer. maka dapat dipastikan bahwa yang menjadi korban adalah pasien. keadaan ini tidak berubah sejak tahun 1938 hingga tahun 1960-1970 -1980 an. serta dicegah atau tidak.Jenisnya juga dapat beragam.‖Manusia bukan mesin dan setiap kasus pasien tak pernah betul-betul identik. data statistik kasus autopsi (bedah mayat) di Amerika Serikat yang menyebut dokter gagal mendiagnosa 25 pasien dari infeksi fatal. ‖ Jadi.Kesalahan yang tidak disengaja dan manusiawi barangkali tak perlu masuk pengadilan. ‖ ujar Kamri A.Medical errors jenis ini tergolong malapraktik sejati.Praktik kedokteran dalam pengertian luas hakekatnya merupakan perwujudan idealisme dan spirit pengabdian seorang dokter sebagaimana yang di ikrarkan dalam sumpah dokter dan kode etik 32 . namun hanya sebagian kecil yang berakhir dengan cedera atau bahkan kematian pada pasien. ahli bedah. tidak serius dan serius (termasuk kematian). atau tindakan seperti operasi. dalam complications. kelalaian itu merupakan kompetensi peradilan umum. Goerge Lundbreg. Sebab daerah kelabu dalam ilmu kedokteran sangat besar. Prof Iwan Darmansjah. 33 persen dari serangan jantung.

Sebutkan contoh benturan kepentingan aktual. dan korban lain yang mati sekalipun. seluruh aspek kehidupan di dunia ini mengalami perubahan paradigma. Fellina Azzahrapasien). cukup diselesaikan dengan minta ‖maaf‖ saja. SOAL-SOAL 1. tampak dan potensial? 5. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang hukum! 4. Mengapa bisa terjadi mal prakik dalam birokrasi? 2.Akibatnya. Kalau tidak.Dalam perkembangannya. terjadi pula perubahan orieantasi dan motivasi pengabdian pada diri sebagian dokter. materialistik. termasuk dalam profesi kedokteran. maka perilaku dan sikap tindak profesioanal di sebagian kalangan dokter juga berubah. yang dalam konteks kontrak terapeutik juga disebut konsumen. tampak dan potensial! 33 . Apa perbedaan benturan kepentingan aktual. perlu dilindungi dari perilaku. Masyarakat (hedonistik dan unethical para oknum dokter itu. kasus Irwanto. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang etika! 3.Masyarakat kemudian memandang negatif profesi kedokteran setelah menyaksikan maraknya praktik-praktikyang semakin jauh dari nilai-nilai luhur sumpah dokter dan kedokteran. dan hedonistik.Sebagai dampak perubahan yang semakin global. individualistik.kedokteran Indonesia.

etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalanpersoalan yang dihadapi. Pengertian etika bisnis Pengertian Etika dapat dibedakan menjadi 2. yaitu: 1.BAB ETIKA BISNIS 5 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi: 1. Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi 3. (dalam hal ini adalah menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang) Sedangkan. Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral). Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. Memahami urgensi etika bisnis 3. Menurut Zimmerer. Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Ahli pemberdayaan kepribadian Uno (2004) menjelaskan bahwa mempraktikkan bisnis dengan etiket berarti mempraktikkan tata cara bisnis yang sopan dan santun sehingga kehidupan bisnis menyenangkan karena saling . 2. Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan. Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. (etika dalam berbisnis). 2. Memahami prinsip-prinsip etika bisnis A. Memahami pengertian etika bisnis 2. Etika sebagai refleksi: pemikiran moral.

Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. Etiket berbisnis diterapkan pada sikap kehidupan berkantor. tidak lekas tersinggung. 3. dan meningkatkan citra pribadi dan perusahaan. meningkatkan efisiensi kerja. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. yaitu : 1. pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat. Membantu pebisnis atau calon pebisnis. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya. 2. adanya norma-norma moral sangatlah penting namun yang tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. Disisi lain. Dengan kata lain. hak-hak dan kewajiban. sikap menghadapi rekan-rekan bisnis. tidak menyalahgunakan kedudukan. serta membantu pebisnis atau calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat.menghormati. yaitu disatu pihak. Menanamkan. Etika bisnis menyangkut moral. Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral. dan tidak memotong pembicaraan orang lain. Itu berupa senyum sebagai apresiasi yang tulus dan terima kasih. kontrol diri. apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. pelanggan. menimbulkan rasa saling menghargai. toleran. Dalam etika sebagai ilmu. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. kreditur. Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. Menurut K. Sedangkan berbisnis dengan etika bisnis adalah menerapkan aturan-aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. kekayaan. Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika. Bertens. prinsip-prinsip dan aturan-aturan. kontak sosial. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. studi dan pengajaran tentang etikabisnis 35 . etiket bisnis itu memelihara suasana yang menyenangkan. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. harus dikatakan bahwa etika mengikat tetapi tidak memaksa. tapi masih lemah dan ragu. dan sikap di mana kita tergabung dalam organisasi. sekurangkurangnya meliputi dua sisi berikut. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak).

Coercion dapat berupa ancaman untuk mempersulit kenaikan jabatan. adalah tekanan. pemecatan. Suatu kegagalan untuk memperlakukan semua orang dengan setara tanpa adanya perbedaan yang beralasan antara mereka yang 'disukai' dan tidak. Suap dimaksudkan untuk memanipulasi seseorang dengan membeli pengaruh. kewarganegaraan. Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu: 1. dalam etika bisnis juga tidak terlepas dari adanya ma salahmasalah. 3. adalah perlakuan tidak adil atau penolakan terhadap orang -orang tertentu yang disebabkan oleh ras. 4. konsekuensi logisnya adalah pebisnis bertingkah laku menurut yang diakui sebagai hal yang benar. maupun pembayaran kembali' setelah transaksi terlaksana. 36 . dorongan dengan paksa atau dengan menggunakan jabatan atau ancaman. 2. batasan. Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination). atau penolakan industri terhadap seorang individu. menyesatkan yang disengaja dengan mengucapkan atau melakukan kebohongan. Pemberian cash atau penggunaan callgirls dapat dengan mudah dimasukkan sebagai cara suap. Penipuan (Deception). memberi. Selain itu. tujuan meminta berharga dengan mempengaruhi tindakan seorang pejabat dalam melaksanakan kewajiban publik. Suap menerima (Bribery). tergantung dari maksud dan respons yang diharapkan oleh pemberi hadia h. Paksaan (Coercion). tetapi pemberian hadiah (gift) tidak selalu dapat disebut sebagai suap. Properti tersebut dapat berupa property fisik atau konseptual. Pencurian (Theft). Suap kadangkala tidak mudah dikenali.boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. adalah tindakan memperdaya. atau agama. 'Pembelian' itu dapat dilakukan baik dengan membayarkan sejumlah uang atau barang. adalah merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan hak kita atau mengambil property milik orang lain tanpa persetujuan pemiliknya. 5. atau adalah tindakan sesuatu berupa yang menawarkan. jenis kelamin. Bila studi etika telah membuka mata.

setiap tindakan dalam dunia bisnis harus didasarkan pada konsekuensi yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut. Untuk mengatasi ‗keliaran‘ dunia bisnis tersebut. yaitu: 1.A. Sebagai bagian dari masyarakat. Oleh karena itu. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya. Etika bisnis memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai (value creation) yang tinggi pula. kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan di bidang ekonomi. Langkah apa yang harus ditempuh? Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. Kalau sudah demikian. tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. Prinsip Etika Bisnis Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabaian para pengusaha terhadap etika bisnis. Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach) Menurut pendekatan ini. Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif.B. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. diperlukan suatu etika yang berfungsi sebagai pagar pembatas. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara. tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. Pasalnya. pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi ‗binatang‘ ekonomi. Von der Embse dan R. makin hari semakin meningkat. Bahkan. Tindakan mark up. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis. dalam 37 . ingkar janji. tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat.

setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. 2) Prinsip Keadilan. Keadilan distributive. b. yaitu keadilan yang biasanya terkait dengan isu hak. Dua prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan dimensi etik dalam pengambilan keputusan. Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach) Menurut pendekatan ini. dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya yang serendah-rendahnya. 2. Prinsip tidak konsekuensi (Principle of Nonconsequentialist) Adalah terdiri dari rangkaian peraturan yang digunakan sebagai petunjuk/panduan pengambilan keputusan etik dan berdasarkan alas an bukan akibat. Namun. Etika bisnis cenderung berfokus pada etika terapan daripada etika normatif. Dimensi etik merupakan dasar kajian dalam pengambilan keputusan. yaitu: Prinsip konsekuensi (Principle of Consequentialist) a. Prinsip keadilan dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: a). yaitu menjamin hak asasi manusia yang berhubungan dengan kewajiban untuk tidak saling melanggar hak orang lain. antara lain: 1) Prinsip Hak. Artinya keputusan dinilai etik atau tidak berdasarkan konsekuensi (dampak) keputusan tersebut. 3. Standar moral merupakan tolok ukur etika bisnis. Adalah konsep etika yang berfokus pada konsekuensi pengambilan keputusan. Pendekatan Keadilan (Justice Approach) Menurut pendekatan ini. yaitu keadilan yang sifatnya menyeimbangkan alokasi benefit dan beban antar anggota kelompok sesuai dengan kontribusi tenaga dan pikirannya terhadap benefit. kejujuran. seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. baik secara perseorangan maupun secara kelompok. para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.dan kesamaan. Benefit terdiri dari 38 .bertindak.

Sementara itu. b. baik internal maupun eksternal perusahaan. Prinsip Kejujuran Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan suatu perusahaan. misalnya kehilangan nyawa manusia. pelayanan yang sama kepada konsumen. c). Kompensasi yang diterima dapat berupa perlakuan medis. c. Seseorang hukuman bertanggungjawab atas konsekuensi negatif atas tindakan yang dilakukan kecuali tindakan tersebut dilakukan atas paksaan pihak lain. Contohnya. Prinsip Tidak Berniat Jahat Prinsip ini memiliki hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Prinsip Otonomi Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi yang dimilikinya. b). (ganti rugi) dan yaitu keadilan yang terkait dengan retribution atas kesalahan tindakan. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu. 39 . dan lain-lain. pajak dan kewajiban social. yaitu keadilan yang terkait dengan kompensasi bagi pihak yang dirugikan. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya. pelayanan dan barang penebus kerugian. Keadilan kompensatoris. maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak. menurut Muslich (1998 : 31-33) prinsip-prinsip etika bisnis terdiri dari: a. kesejahteraan. Masalah terjadi apabila kompensasi tidak dapat menebus kerugian.pendapatan. pekerjaan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan. Beban terdiri dari tugas kerja. Keadilan retributive. pendidikan dan waktu luang. Prinsip Keadilan Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. d. upah yang adil kepada karyawan sesuai kontribusinya.

Bukan hanya di depan klien atau konsumen anda. c. Apalagi. Prinsip-prinsip itu terdiri dari: a. misalnya dengan tidak mengambil untung yang merugikan konsumen. dalam mempromosikan produk dengan cara berlebihan. konsumen memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian atas kredibilitas sebuah produk/ jasa. Misalnya. b. Sesungguhnya kejujuran merupakan salah satu kunci keberhasilan berbisnis bahkan termasuk unsur penting untuk bertahan di tengah persaingan bisnis. Dengan kecerdasan pula seorang pebisnis mampu mewaspadai dan menghindari berbagai macam bentuk kejahatan non-etis yang mungkin dilancarkan oleh lawan-lawan bisnisnya. Hal ini jelas keliru. Tidak jauh berbeda dengan Muslich. e. berikan upah kepada karyawan sesuai standar yang ada serta janganlah pelit untuk memberikan bonus saat perusahaan mendapatkan keuntungan lebih. Keadilan Perlakukanlah setiap orang sesuai dengan haknya. sekretaris dan lain-lain. Misalnya. seperti karyawan. Terapkan juga keadilan saat menentukan harga. entah melalui gambar maupun tulisan. 40 . Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran. Pada akhirnya. Tampilkan wajah ramah dan simpatik. tetapi juga di hadapan orang-orang yang mendukung bisnis anda. Kejujuran Banyak orang beranggapan bahwa bisnis merupakan kegiatan tipu-menipu demi mendapatkan keuntungan. Adiwarman Karim merumuskan prinsipprinsip etika yang harus dianut dalam dunia bisnis.e. Simpatik Kelolalah emosi. apalagi sampai menjatuhkan produk pesaing. tidak berniat jahat dan prinsip keadilan. tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa sesuatu yang terlihat atau terdengar terlalu sempurna pada kenyataannya justru sering kali terbukti buruk. Kecerdasan Diperlukan kecerdasan atau kepandaian untuk menjalankan strategi bisnis sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku sehingga menghasilkan keuntungan yang memadai. d. Rendah Hati Jangan lakukan bisnis dengan kesombongan.

Pengendalian Diri Artinya. pelaku-pelaku bisnis mampu mengendalikan diri mereka masingmasing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. budaya atau agama di tempat anda membuka bisnis. Di samping itu. sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Hal-hal pokok tersebut antara lain: 1. Inilah etika bisnis yang ‗etik‘. baik oleh kalangan pengusaha sendiri sebagai pelaku utama dunia bisnis maupun oleh pemerintah itu sendiri. Jadi. terutama dalam hal pendidikan. Lebih Baik. Namun demikian bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan 41 . bukan hanya dalam bentuk ‗uang‘ dengan jalan memberikan sumbangan. 3.f. Selain berbagai prinsip-prinsip etika bisnis tersebut. melainkan lebih kompleks lagi. atau Dipandang Baik Sebagai pebisnis. anda jangan mematok diri pada aturan-aturan yang berlaku. Walau keuntungan yang diperoleh merupakan hak bagi pelaku bisnis. pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang atau memakan pihak lain dengan menggunakan keuntungan tersebut. Lakukan dengan Cara yang Baik. terdapat beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika. belum tentu cocok dan sesuai untuk di terapkan di negara atau daerah lain. Suatu cara yang dianggap baik di suatu negara atau daerah. tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. pemberian latihan keterampilan. Pengembangan Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility) Pelaku bisnis di sini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat. Mempertahankan Jati Diri Mempertahankan jati diri dan tidak mudah terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. Artinya. kesehatan. Hal ini penting kalau ingin usaha berjalan tanpa ada gangguan. Perhatikan juga norma. 2. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya. dll.

sehingga pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan 42 . 8. jangan menggunakan ‗katabelece‘ dari ‗koneksi‘ serta melakukan ‗kongkalikong‘ dengan data yang salah juga jangan memaksa diri untuk mengadakan ‗kolusi‘ serta memberikan ‗komisi‘ kepada pihak yang terkait. Menciptakan Persaingan yang Sehat Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas. Kongkalikong. dan sebaliknya harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah ke bawah.teknologi. dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini. Menghindari Sifat 5K (Katabelece. sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Kolusi. Menerapkan Konsep ‗Pembangunan Berkelanjutan‘ Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan di masa datang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak mengeksploitasi lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan di masa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar. 4. kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi. manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara. kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi. Menumbuhkan Sikap Saling Percaya Antar Golongan Pengusaha Untuk menciptakan kondisi bisnis yang kondusif harus ada sikap saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah. Koneksi. Untuk itu. tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi. 5. Mampu Menyatakan yang Benar itu Benar Artinya. tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah. 7. 6. dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut.

9. baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan ‗kecurangan‘ demi kepentingan pribadi. 10. Menuangkannya ke Dalam Hukum Positif Perlunya sebagian etika bisnis dituangkan dalam suatu hukum positif yang menjadi Peraturan Perundang-Undangan dimaksudkan untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat. Memelihara Kesepakakatan Memelihara kesepakatan atau menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis. dan sistem-sistem sosial lainnya. Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. 2. Isu organisasi yang berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. Konsekuen dan Konsisten dengan Aturan Main Bersama Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. sementara ada ‗oknum‘. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati. kita yakin jurang itu akan dapat diatasi. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya.pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis. 43 . C. Jika etika ini telah dimiliki oleh semua pihak. jelas semua konsep etika bisnis itu akan ‗gugur‘ satu semi satu. Isu-isu etika bisnis Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas. politik. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi dimuka bumi ini. 11. Isu sistemik yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. hukum. seperti ‗proteksi‘ terhadap pengusaha lemah. yaitu: 1.

Mereka berkeyakinan bahwa sebuah bisnis tidak mempunyai tanggung jawab sosial dan bisnis terlepas dari ―etika‖. menyediakan sesi-sesi orientasi untuk pegawai baru. Memasukkan gatra nilai etis 44 . perampokan bank oleh para konglomerat. 1. Kolusi. pengrusakan lingkungan. Di Indonesia. sehingga mengakibatkan terpuruknya ekonomi Indonesia ke dalam jurang kehancuran. Masalah Etika Klasik Di zaman klasik bahkan juga di era modern. penipuan. monopoli. Para pengusaha dan ekonom yang kental kapitalisnya. menuliskan misi dan tujuan perusahaan pada poster. korupsi. adalah persoalan-persoalan yang begitu telanjang didepan mata kita baik yang terlihat dalam media massa maupun media elektronik. Munculnya penolakan terhadap etika bisnis. tanggung jawab perusahaan hanyalah mencari keuntungan ekonomis belaka. Manajemen etika adalah bertindak secara efektif dalam situasi yang memiliki aspek-aspek etis. penimbunan barang. Banyak eksekutif bisnis menganggap kultur korporat yang mereka pimpin. mempertanyakan apakah tepat mempersoalkan etika dalam wacana ilmu ekonomi?. Maka tidak aneh bila masih banyak ekonom kontemporer yang menggemakan cara pandang Ekonomi Klasik Adam Smith. Manajemen beretika. bahwa ilmu ekonomi harus bebas nilai (value free). yakni bertindak secara etis sebagai seorang manajer dengan melakukan tindakan yang benar (doing right thing). Isu individu yang menyangkut tentang pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan. guna menjelaskan tujuan perusahaan dan lain-lain. ada yang mencetak statement nilai-nilai perusahaan di balik kartu identitas sebagai pengingat bagi para pegawai. Mereka membuat lokakarya untuk mendefinisikan nilai-nilai dan proses-proses. Bahkan.3. Agar dapat menjalankan baik manajemen beretika maupun manajemen etika. Situasi seperti ini terjadi di dalam dan di luar organisasi bisnis. pengabaian etika bisnis sudah banyak terjadi khususunya oleh para konglomerat. Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia a. Di Indonesia Paham klasik tersebut sempat berkembang secara subur di Indonesia. penindasan tenaga kerja. masalah etika bisnis dalam dunia ekonomi tidak begitu mendapat tempat. adalah sesuatu yang mereka inginkan. para manajer perlu memiliki beberapa pengetahuan khusus. dilatari oleh sebuah paradigma klasik. Dalam ungkapan Theodore Levitt.

Hal ini menyebabkan kerugian kompetitif dari tumpangan gratis terhadap biaya penelitian dan pengembangan serta pemasaran dari badan usaha yang sah. Peran gender ini akan berubah seiring waktu dan berbedaantara satu kultur dengan kultur yang lainnya. kepribadian. Mereka masih bersikukuh memegang jargon ―mitos bisnis a moral‖ Di sisi lain. Sehingga dengan biaya produksi yang minim dengan menggunakan hak cipta atau kekayaan intelektual milik orang lain seorang pemalsu dan pembajak berharap dapat memperoleh untung yang besar. usia dan latar belakang etnis 45 . belum lagi pembajakan film dan buku. c. Peran ini juga berpengaruh oleh kelas sosial. yaitu perbedaan yang bukan ketentuan dari Tuhan melainkan diciptakan oleh manusia melalui proses sosial dan kultural yang panjang dan gender sebagai seperangkat peran yang dimainkan untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa seseorang tersebut feminim atau maskulin.sosial dalam diskursus ilmu ekonomi. akan mengakibatkan ilmu ekonomi menjadi tidak ilmiah. b. karena hal ini mengganggu obyektivitasnya. Dari sudut pandang etika bisnis hal ini jelas-jelas melanggar dan parahnya pemalsuan serta pembajakan hak cipta marak terjadi di Indonesia.Penampilan. Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta Keuntungan usaha yang besar yang dapat diperoleh dari tumpangan gratis atas upaya kreatif dan investasi pihak lain dengan memperguankan tiruan dari produk-produk yang diinginkan dengan biaya lebih rendah dari yang ditimbulkan oleh produsen produk yang asli. menurut kalangan ekonom seperti di atas. adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Bukan hanya itu produk-produk esensial bagi masyarakat seperti obat dan bahan makanan pun sering menjadi sasaran pemalsuan dan pembajakan demi mendapatkan keuntungan yang besar. Diskriminasi dan Perbedaan Gender Gender adalah perbedaan perilaku antara pria dan wanita yang dikontruksisecara sosial. pemalsuan dan pembajakan merupakan tuntutan hukum pidana maupun perdata bagi pelakunya. menurut mereka. Di negara kita ini hampir 5 juta lagu dibajak tiap harinya. etika bisnis hanyalah mempersempit ruang gerak keuntungan ekonomis. prinsip ekonomi. sikap. Padahal. tanggung jawab keluarga adalah perilaku yang akanmembentuk peran gender. Bukan hanya melanggar etika bisnis.

Dorongan pelaksanaan etika bisnis dating dari luar yaitu lingkungan masyarakat. karsa dan karya. Akibat adanya perbedaan sifat dari gender yang berbeda tidak bisa dipungkiri adanya prioritas terhadap wanita dan anak-anak tanpa menghalangkan kewajiban dan hak-hak mereka. Dorongan tidak selalu datang dari luar. Bisnisman dituntut untuk lebih banyak memperhatikan aspek-aspek sosial dan menerapkan etika bisnis secara jujur. Hal ini disebabkan karena bisnisman adalah juga manusia yang lengkap dengan rasa. Oleh karena itu mereka juga sering terdorong rasa kemanusiannya untuk menerapkan etika bisnis secara jujur. Pada umumnya. akan tetapi sering muncul dari bisnis itu sendiri. Dengan latar belakang seperti itulah kerusakan lingkungan hidup terus-menerus terjadi hingga saat ini. Tidak dalam semua hal kesetaraan gender diterapkan. orang lebih suka menggunakan pendekatan etika human-centered dalam memperlakukan lingkungan hidup. Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan Perusahaan yang tidak memperhatikan kepentingan umum dan menimbulkan gangguan lingkungan akan dianggap sebagai bisnis yang tidak etis. d.Dalam etika bisnis juga harus memandang tentang kesetaraan serta prioritas. alam kemudian dijadikan ―obyek‖ yang dapat dieksploitasi sedemikian rupa untuk menjamin pemenuhan kebutuhan manusia. Pertanyaanya sekarang adalah apakah pendekatan etika human-centered tersebut tetap masih relevan diterapkan untuk jaman ini? 46 . Melalui pendekatan etika ini. terjadilah ketidakseimbangan relasi antara manusia dan lingkungan hidup. paling tidak semenjak jaman modern. Dalam kegiatan praktis. Hal itu yang melatarbelakangi ketentuan pemerintah untuk mewajibkan pengusaha yang akan mendirikan pabrik harus mendapatkan Izin HO (Hinder Orgonasie) agar dapat dicegah adanya konflik dikemudian hari. Dengan demikian maka secara intern pelaksanaanya akan terbentur pada pertimbangan untung dan rugi yang pada umumnya mendominasi dan menjadi ciri dari suatu bisnis. Apabila konflik mencapai jalan buntu maka biasanya masyarakat akan menggunakan tangan pemerintah sebagai penengah. Konflik kepentingan bisnis dengan masyarakat akan selalu muncul dan kadang sulit untuk menyelesaikannya. Sangat disayangkan bahwa pendekatan etika tersebut tidak diimbangi dengan usaha-usaha yang memadai untuk mengembalikan fungsi lingkungan hidup dan makhluk-makhluk lain yang ada di dalamnya.

Menghadapi realitas kerusakan lingkungan hidup yang terus terjadi. kita harus makin waspada dan tidak terpana oleh cahaya dan kilatan suatu perusahaan hanya semata-mata dari penampilan saja. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis. Dari pengalaman berbagai kegagalan tersebut. dan telah dibangun lebih dari 80 tahun. rasanya pendekatan etika human-centered tidak lagi memadai untuk terus dipraktekkan. Sebaliknya. Etika Bisnis dari sudut pandang kasus dan peristiwa Mengapa etika bisnis dalam perusahaan terasa sangat penting saat ini? Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi. Pendekatan etika ini dianggap lebih memadai sebab dalam praksisnya tidak menjadikan lingkungan hidup dan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya sebagai obyek yang begitu saja dapat dieksploitasi. Kasus Enron Kasus Enron yang selain menghancurkan dirinya telah pula menghancurkan Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen yang memiliki reputasi internasional. menunjukan bahwa penyebab utamanya adalah praktek etika perusahaan tidak dilaksanakan dengan baik dan tentunya karena lemahnya kepemimpinan para pengelolanya. karena berkilat belum tentu emas. pendekatan etika ini justru sungguh menghargai mereka sebagai ―subyek‖ yang memiliki nilai pada dirinya. Nilai mereka tidak ditentukan dari sejauh mana mereka memiliki kegunaan bagi manusia. sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. 47 . Mereka memiliki nilai tersendiri sebagai anggota komunitas kehidupan di bumi. Jenis pendekatan etika yang kiranya memungkinkan adalah pendekatan etika life-centered yang tadi sudah kita sebutkan. diperlukan suatu landasan yang kokoh. Artinya. Mereka memiliki nilai kebaikan tersendiri seperti manusia juga memilikinya. kita perlu menentukan pendekatan etis lain yang lebih sesuai dan lebih ―ramah‖ terhadap lingkungan hidup. a. oleh karena itu mereka juga layak diperlakukan dengan respect seperti kita melakukanya terhadap manusia 2. organisasi yang baik.

Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula. misalnya melalui gerakan pemboikotan. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan. larangan beroperasi. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan.Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena: 1) Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal. Tindakan yang tidak etis. Ketentuan tersebut seharusnya diwajibkan untuk dilaksanakan. larangan beredar. minimal oleh pelatihan (training) untuk karyawan secara terus para pemegang saham. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat ini sudah sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi di muka bumi ini. sebagaimana dilakukan oleh perusahaan yang tercatat di NYSE (antara lain PT. INDOSAT) dimana diwajibkan untuk membuat berbagai peraturan perusahaan yang sangat ketat sesuai dengan ketentuan dari Sarbannes Oxley yang diterbitkan dengan maksud untuk mencegah terulangnya kasus Enron dan Worldcom. 2) 3) 4) Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja. bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif. Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga Akan meningkatkan keunggulan bersaing. TELKOM dan PT. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis 48 . terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :    Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct) Memperkuat sistem pengawasan Menyelenggarakan menerus.

yang bertujuan mengatur pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya dengan fair dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Perangkat aturan tersebut bertujuan menjamin berlangsungnya hubungan baik antar anggotanya. kita akan masuk pada pembicaraan yang sifatnya abstrak. lingkungan alam. industri dan juga masyarakat. Ada dua hal yang perlu dimengerti mengenai etika bisnis. 49 . Perangkat aturan ini dibutuhkan agar hubungan bisnis yang terjalin berlangsung fair. kita yakin dapat menjadikan perusahaan menjadi kokoh. baik yang tertulis maupun tidak tertulis. dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. b. Corporate Social Responsibility. sesuai dengan hukum yang berlaku (legal). peraturan perusahaan. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia bisnis. Etika. yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil (fairness). peraturan pemerintah. ISO (International Organization for Standarization). dan hak asasi manusia. perusahaan. Aturan itu mengatur hubungan internal dalam dunia bisnis. dan sebagainya. berhubungan dengan sesama pelaku bisnis. Lingkungan tersebut adalah masyarakat sekitar.serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. keputusan presiden. Semua bentuk masyarakat atau kelompok masyarakat memilliki perangkat aturan. Dalam kerangka yang lebih luas kita juga mengenal istilah code of conduct. Decent Works. Etika bisnis dalam periklanan Berbicara mengenai etika bisnis. yaitu pemahaman tentang kata etika dan bisnis. individu dengan masyarakat dan masyarakat dengan masyarakat. Jadi. merupakan seperangkat kesepakatan umum yang mengatur hubungan antar individu. Di dunia bisnis terdapat pula seperangkat aturan yang mengatur relasi antar pelaku bisnis. Perangkat aturan tersebut bisa berupa undang-undang. Etika diperlukan untuk menciptakan hubungan yang tidak saling merugikan. seperti bagaimana melakukan bisnis. dan lain sebagainya. Dalam beberapa tahun terakhir juga dikenal istilah Global Compact. secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis.

etika bisnis beroperasi pada tiga tingkat yaitu individu. Promosi dan iklan dinilai efektif menarik calon pembeli. Salah satunya adalah melalui iklan. Kalau sudah demikian. kepercayaan. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. bahkan cenderung membohongi publik. perusahaan ritel. Realitasnya. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. pengusaha yang menjadi penggerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi. tidak memperhatikan sumberdaya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis. misalnya toleransi. Nilai moral yang selaras dengan etika bisnis. persamaan. Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. makin hari semakin meningkat. sering kali tidak menjelaskan secara rinci batasan-batasan yang menyertai penawaran khusus tersebut. organisasi. Hal ini tidak hanya terjadi di Dunia Barat. seseorang menjalankan kewajiban atau tindakan berdasarkan sistem etika tertentu. baik sebagai penguasa maupun manajer. tetapi juga dilakukan oleh para pebisnis di Dunia Timur. para pelaku bisnis terkadang sering tidak mengindahkan etika. Iklan yang mengandung penawaran khusus dengan syarat-syarat tertentu biasanya hanya diberikan tanda * (asterik) untuk menandakan ―syarat dan ketentuan berlaku‖. Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. yang ditulis dengan huruf yang sangat 50 . Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. emosi atau religiusitas. ingkar janji. dan sistem. seseorang sudah terikat pada kebijakan perusahaan dan persepsi perusahaan tentang tanggungjawab sosialnya. seringkali kalah dalam upaya maksimalisasi laba melalui sikap yang individualistis melalui konflik dan persaingan yang tidak sehat. kesetiaan. Pada tingkat sistem. etika bisnis mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang atas tanggungjawab pribadinya dan kesadaran sendiri. Salah satu modus yang sering dijadikan alat ‗pembohongan publik‘ adalah penawaran khusus yang disertai dengan sejumlah pembatasan yang dikenal dengan terminologi terms and condition apply atau ―syarat dan ketentuan berlaku‖.Menurut Dawam Rahardjo. namun belakangan banyak promosi dan iklan yang tidak lagi sesuai dengan penawaran yang sebenarnya dilakukan produsen atau penjual. Entah disengaja atau tidak. Pada tingkat organisasi. Pada tingkat individu. Tindakan mark up.

kegunaan suatu barang dan/atau jasa.000. Menurut etika formal dan informal. kondisi. Kasus ini banyak terjadi pada iklan-iklan perusahaan ritel. Ketentuan hukum tentang pelanggaran etika bisnis dalam beriklan sebenarnya sudah disusun. keterangan lengkap tentang batasan-batasan yang berlaku hanya dapat diperoleh di lokasi-lokasi tertentu. produk dan layanan telepon seluler. Pasal 10 menyatakan bahwa pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang menawarkan. Pengabaian etika bisnis akan 51 . atau mengiklankan suatu barang dan/atau jasa dengan harga atau tarif khusus dalam waktu atau jumlah tertentu.-. Dari sisi legal formal. Selain itu. Tapi intinya adalah pada moral pebisnis itu sendiri.kecil dan diletakkan di bawah iklan tersebut. baik yang dipublikasikan melalui media cetak maupun elektronik. dan perusahaan penerbangan. Sementara itu. Pelanggaran terhadap isi pasal-pasal tersebut menimbulkan konsekuensi sanksi berupa hukuman penjara maksimal 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp. bahaya penggunaan barang dan/atau jasa. tanggungan. pasal 12 menyebutkan bahwa pelaku usaha dilarang menawarkan. tetapi juga akan melemahkan daya saing di tingkat internasional. praktek-praktek tersebut jelas melanggar Undang-undang No. praktik-praktik semacam ini jelas melanggar etika terutama berkaitan dengan kejujuran. tawaran potongan harga atau hadiah menarik yang ditawarkan. mempromosikan. meskipun masih terbuka celah-celah untuk melakukan penyimpangan. hak atau ganti rugi atas suatu barang dan/atau jasa. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. kejujuran. kartu kredit. Transaksi jual beli seharusnya menjunjung tinggi norma-norma baik yang berlaku di masyarakat. jaminan.000. jika pelaku usaha tersebut tidak bermaksud untuk melaksanakannya sesuai dengan waktu dan jumlah yang ditawarkan. 500. seperti pelayanan yang baik dan ramah. mempromosikan. menghindari praktik-praktik penipuan maupun kebohongan public. atau diiklankan. dipromosikan. mengiklankan atau membuat pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan mengenai: harga atau tarif suatu barang dan/atau jasa. karena pembohongan atau penipuan terhadap publik atau konsumen tidak hanya merugikan produk atau layanan yang dihasilkan perusahaan itu sendiri. Hal ini banyak dijumpai pada sejumlah iklan yang beredar di tanah air.

52 . tidak memiliki prinsip otonomi yang baik. tetapi juga tatanan ekonomi nasional. telah melanggar prinsip-prinsip etika bisnis. jika dicermati. sesuai dengan prinsip etika bisnis. terdapat prinsip keadilan yang tidak ditegakkan. Kongsi yang antar perusahaan telekomunikasi buat membuat mereka tidak lagi independent dalam menjalankan bisnis mereka. Dalam kasus kartel ini. c. Mereka tidak dapat mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. kasus kartel tersebut menunjukkan adanya pelanggaran terhadap prinsip kejujuran. setiap perusahan atau bentuk usaha harus mempunyai otonominya sendiri dan mempunyai kemampuan untuk memilih hal yang mereka anggap patut dan baik untuk dilakukan. berarti perusahaan memang mempunyai intensi untuk tidak berlaku jujurpada konsumennya. Pelanggaran etika bisnis dalam bisnis kartel Dari prinsip-prinsip yang telah dijabarkan diatas. Dalam sebuah bisnis prinsip keadilan harus dapat dijalankan. mereka tidak diperlakukan secara adil dan tidak memperoleh bagian yang wajar dari beban (tariff penggunaan sms) yang ditanggungnya. harga produk. Jika beberapa perusahaan telekomunikasi melakukan penawaran tariff sms tidak sesaui dengan yang seharusnya mereka tawarkan. Konsumen merasa. Setiap perusahaan yang terdiri dari individu-individu dalam perusahaan telekomunikasi yang terlibat dalam kasus kartel ini. Setiap bisnis seharusnya mempunyai itikad bisnis yang baik yang direpresentasikan dalam sebuah kejujuran. tidak saja pada masyarakat. Masalah ketidakadilan ini terjadi ketiga terdapat provider-provider lain yang menawarkan tariff sms dengan harga jauh dibawah tariff yang selama ini ditawarkan.masing perusahaan yang terlibat tidak mempunyai sifat otonomi karena kesepakatan yang antar mereka buat tidak memungkinkan mereka untuk menurunkan harga sms sesuai dengan harga riil sms yang seharusnya mereka jual pada konsumen. maka prinsip keadilan khususnya kepada konsumen tidak terjadi. kasus kartel sms yang terjadi belakangan ini. Baik dalam hal mutu produk. sesuatu yang seharusnya mereka lakukan. termasuk dalam penentuan tarif sms. Maksudnya masing. pemberian informasi kepada konsumen atau rekan bisnisnya. Yang pertama. Kedua. prinsip otonomi.membawa kerugian. Ketiga. terdapat penipuan tariff sms yang ditawarkan kepada para konsumen. Seharusnya.

Perusahaan telekomunikasi hanya berorientasi pada kegunaan yang ditawarkan dari adanya fasilitas sms yang ditawarkan pada konsumen dan menitikberatkan fokusnya pada pencapaian laba yang setinggi-tingginya. Utilitarianisme dalam hal ini dikenal sebagai salah satu dari pandangan dengan analisis laba-rugi (cost-benefit). Dalam sebuah bisnis seharusnya bukan hanya produsen yang diuntungkan. yang merupakan suatu badan hukum yaitu perusahaan. Jika pelaku bisnis. Keputusan. Kelima. Utilitarianisme merupakan suatu bentuk etika teleological yang lebih dikenal oleh pelaku-pelaku bisnis yang memusatkan pandangannya terhadap masalah ―the bottom line‖. kasus ini juga telah melanggar prinsip saling menguntungkan. pertanyaan yang selalu diajukan adalah tentang hal atau keputusan yang terbaik bagi perusahaan. 53 . tentunya berpotensi untk mencoreng nama baik dan integritas moral sebuah perusahaan. Yang paling terlihat dalam kasus ini hanyalah penggunaan prinsip utilitarianisme dalam menjalankan bisnisnya. tetapi konsumen juga harus merasakan keuntungan yang sama akibat pembelian barang atau penggunaan jasa mereka. prinsip integritas moral. Kongsi perusahaan telekomunikasi yang dengan semena-mena mematok tariff sms jauh di atas harga yang seharusnya sama sekali tidak menguntungkan bagi para konsumen. maka hal ini adalah merupakan pandangan utilitarianisme. Kartel sms yang dilakukan beberapa perusahaan telekomunikasi menunjukkan adanya integrasi moral yang rendahkarenatidak bertujuan melakukan bisnis yang berpedoman pada prinsipprinsip etika bisnis pada umunya.Keempat.keputusan bisnis diambil dengan pandangan yang dipusatkan kepada akibat yang mungkin timbul atau konsekuensi apabila terjadi pertentangan di antara keputusan. Dilakukannya persekongkolan untuk menetapkan tariff sms diluar tariff sewajarnya. mempertimbangkan hanya bagaimana agar suatu tindakan akan memberikan keuntungan yang besar.keputusan itu.

Keadilan. 2) Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu suap (bribery). Prinsip Tidak Berniat Jahat.A. atau Dipandang Baik. paksaan (coercion). Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis. Lebih Baik.RANGKUMAN 1) pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi:    Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan. Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach). yaitu: Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach). dan Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri c) Adiwarman Karim merumuskan prinsip-prinsip etika sebagai berikut: Kejujuran. pencurian (theft). . Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. Prinsip Kejujuran. Prinsip Keadilan. 3) Rumusan prinsip etika bisnis menurut beberapa ahli dijabarkan sebagai berikut: a) Von der Embse dan R. penipuan (deception). Rendah Hati. Kecerdasan dan Lakukan dengan Cara yang Baik. Simpatik. Pendekatan Keadilan (Justice Approach) b) Muslich (1998 : 31-33) menjabarkan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut: Prinsip Otonomi. Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. dan diskriminasi tidak jelas (unfair discrimination).

koneksi. 5) Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas. pengembangan tanggung jawab sosial (Social Responsibility). menghindari sifat 5K (katabelece. menerapkan konsep ―Pembangunan Berkelanjutan. mempertahankan jati diri. konsekuen dan konsisten dengan aturan main bersama. b) Isu-isu organisasi dalam etika bisnis berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. dan (3) individu. menciptakan persaingan yang sehat. mampu menyatakan yang benar itu benar. kongkalikong. dan menuangkan ke dalam hukum positif. c) Isu-isu individu dalam etika bisnis menyangkut pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan 6) Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia adalah: a) Masalah Etika Klasik b) Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta c) Diskriminasi dan Perbedaan Gender d) Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan 55 .RANGKUMAN 4) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam etika bisnis antara lain: pengendalian diri. hukum. menumbuhkan sikap saling percaya antar polongan pengusaha. kolusi dan komisi). memelihara kesepakatan. yaitu: (1) sistemik. a) Isu-isu sistemik dalam etika bisnis berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. politik. Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. dan sistem-sistem sosial lainnya. (2) organisasi.

Kedua perusahaan ini bergabung pada tahun 1985. hak individu. yaitu utilitarian.Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan 56 . Bisnis inti Enron bergerak dalam industri energi.LATIHAN En v 1) Pengertian etika bisnis dapat dilihat secara mikro. Jelaskan masing-masing pengertian tersebut! 2) Sebutkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis! 3) Suap (Bribery) merupakan salah satu jenis masalah yang dihadapi dalam etika bisnis. Diversifikasi usaha tersebut. Sebutkan contoh implementasi prinsip keadilan dalam dunia bisnis sehari-hari! 7) Sebutkan beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh oleh para pelaku bisnis maupun pemerintah dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika! 8) Jelaskan beberapa pelanggaran prinsip etika bisnis yang terjadi dalam bisnis kartel! Kasus Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. antara lain meliputi future transaction. Apa yang dimaksud suap? Dan jelaskan pula masalah-masalah lainnya yang sering dihadapi dalam etika bisnis! 4) Prinsip etika bisnis terbagi menjadi tiga pendekatan dasar. trading commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan. meso dan makro. dan keadilan. kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi. Apakah yang dimaksud dengan prinsip tersebut? Jelaskan secara rinci! 6) Etika bisnis sangat menjunjung tinggi adanya keadilan. Prinsip etika bisnis menurut siapakah ini? Jelaskan masingmasing pendekatan tersebut! 5) Salah satu prinsip etika bisnis menurut Muslich adalah kejujuran.

mulai dari Amerika. suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31. Dedi Kusmayadi. termasuk wakil presiden Amerika Serikat. Eropa. Menurut Anda etika bisnis dalam bentuk apa yang dilanggar dalam kasus ini? Jelaskan! 57 . sampai ke Asia..) Kasus enron yang menghebohkan dunia finansial khususnya Amerika Serikat melibatkan KAP Arthur Andersen yang sudah memiliki reputasi internasional yang dituduh terlibat manipulasi data keuangan perusahaan Enron.LATIHAN terus menggelinding pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia.2 milyar. kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih. (Dikutip dari sebuah blog yang Diposkan oleh Dr. SE. M.Si. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal perusahaan mengalami kerugian. Enron.

dan hubungan antara atasan ke bawahan. seorang bawahan harus bersikap hormat dan sopan kepada atasan. Namun yang menarik disini adalah bagaimana seorang atasan seharusnya bersikap sebagai pemimpin agar bawahan bisa mengoptimalkan potensi kerjanya dan tercapainya tujuan organisasi. masyarakat atau bernegara. Memahami pengertian etika kepemimpinan 2. walaupun memiliki persamaan. bahkan terkadang cenderung berlebihan untuk membuat atasan senang. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores). Memahami prinsip-prinsip etika kepemimpinan Dalam kehidupan sehari-hari baik itu dalam keluarga. Pada dasarnya setiap individu memiliki kepentingan-kepentingan pribadi yang berbeda karena itu diperlukan aturan-aturan yang menjamin agar tidak terjadi atau meminimalisir gesekan antar kepentingan. padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. A. selain aturan tertulis. diperlukan juga aturan tidak tertulis yang mengatur hubungan antar rekan kerja untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi tersebut. Selama inisudah menjadi pengetahuan umum seorang bawahan harus bersikap ke atasan. Memahami urgensi etika kepemimpinan 3. Etika dan Etiket Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan.BAB ETIKA KEPEMIMPINAN 6 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. 58 . hubungan bawahan ke atasan. Begitu juga dalam sebuah organisasi. Hubungan antar ekan kerja yang dimaksud di sini mencakup hubungan antar rekan sejawat. Etiket dan Kepemimpinan 1. diperlukan suatu aturan-aturan baik tertulis maupun tidak tertulis untuk mengatur hubungan antar individu.

Etiket adalah formalitas (lahiriah). Etiket adalah menetapkan cara. cara berbicara. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. Etika adalah niat. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan. b. cara bersalaman. menurut para pakar ada beberapa pengertian. dan juga ada empat perbedaan antara etika dan etiket. c. cara duduk. Etika berlakunya. kalau perbuatan baik mendapat pujian danyang salah harus mendapat sanksi. Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi. 2. tata krama dalam pergaulan formal.Menurut K. bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya. dalam buku berjudul Etika. d.selain ada persamaannya. dalam sebuah organisasi mutlak diperlukan seorang sosok pemimpin yang akan menjalankan fungsi kepemimpinan. sopan santun. Kepemimpinan Seperti telah dijelaskan sebelumnya. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. Keduanya memberikan pedooman tentang bagaimana seharusnya sesuatu perbuatan. dan cara bertamu dengan sikap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi. yaitu secara umumnya sebagai berikut: a. apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya. dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku. tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir.Etiket hanya berlaku. Definisi etiket.sedangkan kata etiket adalah berkaitandengan cara. jika ada orang lain yang hadir. tetapi belum tentu di tempat daerah lainnya. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. untuk melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan. Etika bersifat absolut. artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi. 1994. yaitu yang dianggap tidak sopan dalam suatukebudayaan daerah tertentu. Bertens. seperti cara berpakaian (tata busana). 59 .Etiket bersifat relatif. Etika adalah nurani (bathiniah).

tidak berubah. O'Donnell) c. karena kepemimpinan adalah pusat dan pengambil kebijakan pada suatu organisasi. bersifat universal. Tannenbaum.Koontz dan C. bahkan bisa berbeda dari satu bagian ke bagian lain. dan tak terbatas waktu dan tempat. Respek Respek berarti menghargai orang lain. F. Sangat penting untuk menunjukkan penghargaan kepada 60 . Kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi ke arah tercapainya sesuatu tujuan (R. organisasi ke organisasi lain.seorang pemimipin akan bertanggung jawab atas baik/buruknya organisasi yang dia pimpin. Etiket kepemimpinan sebagaimana etiket lainnya berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Irving R. Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum (H. B. yaitu respek. Massarik). empati dan kejujuran. 1. berasal dari kultur berbeda. Nilai-nilai umum etiket Walaupun etiket di setiap masyarakat bisa berbeda. Etiket kepemimpinan Etiket kepemimpinan adalah cara-cara yang dianggap benar secara umum oleh sekelompok atau suatu komunitas masyarakat dalam upaya untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan bersama yang dimiliki oleh suatu organisasi. Berbagai ahli mengungkapkan teori-teori mereka tentang definisi kepemimpinan. karena sifat etiket yang berupa hukum tidak tertulis dan sangat relatif. peduli pada orang lain dan memahami orang lain apa adanya. Tidak peduli mereka berbeda. Terdapat tiga prinsip dalam etiket. atau keyakinan berbeda. Dari pendapat para ahli di atas bisa diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah sebuah sebuah upaya untuk mempengaruhi orang lain agar memiliki kemauan untuk mencapai tujuan bersama dan memastikan terjadinya kesatuan visi dalam sebuah kelompok 3. Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok (George P Terry) b. prinsip-prinsip umum dalam etiket selalu tetap. seperti a.

setiap orang bahkan mafia seklipun membutuhkan kejujuran dari bawahannya. tetapi juga menyangkut tentang tentang berkehidupan dengan lingkungan manusia. Kejujuran Kejujuran adalah sebuah bahasa yang universal. atau apabila terpaksa. Kata-kata dan sikap yang penuh pertimbangan dan empati. Apakah akan membuatmu senang atau berang. jangan sampai tindakan atau ucapankita menyinggung dan menyakiti orang-orang di sekitar kita. Sebelum bertindak atau berucap. 2. Bila berkaitan hubungan dengan sesama manusia maka komunikasi dan sosialisasi sangat memerlukan etika agar maksud yang kita sampaikan tidak disalahartikan atau sikap yang kita lakukan tidak menyinggung atau terlihat ganjil di lingkungan masyarakat tertentu Contoh etiket dan penerapannya yang berlaku di masyarakat umum Indonesia. dewasa dan manusiawi. kekurangan. Kejujuran akan diterima di manapun kita berada. kamu harus berpikir dulu.Karena dengan bersikap respek kepada orang lain maka orang lain juga akan bersikap respek kepada kita. kalau sudah selesai terus mencuci 61 . etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi. kejujuran yang akan kita katakan sebaiknya tidak menyinggung atau mengorbankan orang lain. Bagaimana bila hal itu diucapkan atau dilakukan orang lain kepadamu. Misalnya dalam makan. Namun kejujuran juga harus menilai situasi dan kondisi. Pikirkan dulu. kesamaan dan perbedaan yang ada. Empati Empati berarti meletakkan diri di pihak orang lain. apa pengaruhnya bagi orang lain. 3. Etiket tidak hanya mengenai cara bergaul yang benar. a. kejujuran yang kita terapkan haruslah lebih memiliki aspek manfaat dibanding mudharat. alam dan segala isinya termasuk flora dan fauna. atau membuat diri kita terlihat buruk di mata orang lain.setiap orang dengan kelebihan. akan membuat seseorang terlihat bijaksana.

Pemimpin yang bermoral ketaqwaan dalam memimpinbangsa pasti mampu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance). Moral ketaqwaan masalah secara cepat dan tepat (high commitment and melahirkanseorang pemimpin yang mampu menghargai pekerjaan orang lain. Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. Pimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi yangdimiliki organisasi kearah masa depan yang lebih cemerlang..Seorang pimpinan yang memiliki kemampuanrethingking future. tetapi juga memiliki semangat membara untuk bersama –sama menyelasaikan highabstraction).b. NILAI-NILAI UMUM ETIKET KEPEMIMPINAN a. Moral pemimpin yang bersumber pada Pancasila terutama dan terpentingadalah ―moral ketaqwaan‖. d. f. makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket bila dilakukan bersama-sama orang lain. makan tidak boleh berdecap dan bersendawa e. Pimpinan yang tidak hanya menguasai permasalahan yangdihadapi. mengakui 62 . Bila dilanggar dianggap melanggar etiket. Pemimpin yang visioner adalah pemimpin yang memiliki kompetensiuntuk mewujudkan visi organisasi secara bersamasama dengan sumber dayamanusia (SDM) yang dipimpinnya.Ketaqwaan yang dimiliki seorang pemimpin mendorong mereka taat dan patuhserta konsisten menjadikan agama yang dianutnya sebagai point of reversencedalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. Landasan Moral Kepemimipinan Pepatah Arab yang cukup terkenal di Indonesia mengatakan ―Innamalumamu akhlaqu maa baqiat fain humu jahabat akhlaquhum jahabu‖ Artinya suatuumat akan kuat karena berpegang teguh pada moralitas yang ada. makan dengan tangan kanan. C. mengucapkan salam ketika masuk ke rumah. c. Pimpinan yang penuh kewibawaan sehingga mampumembangun semangat setiap pribadi untuk ikut ambil bagian dalam mewujudkantujuan. namun apabilamoral diabaikan maka tunggulah kehancuran umat tersebut.

ada kesesuaian antara kata dengan perbuatan.Sementara pimpinan menjadi fasilitator yang penuhdedikatif dan responsif akomodatif terhadap kepentingan orang yang dipimpinnya. Manfaatnya rakyat menjadi individuyang aspiratif dan responsive. Seorang pemimpin yang sukse akan mmeninggalkan pengaruh yang berlangsung lama dan luas. baik ketika dia hidup bahkan hingga beliau sudah wafat. dan tentunya diakui kemampuannya dalam meimpin oleh kawan maupun lawan. Diantara rahasia sukses Rasulullah Saw memimpin umat ini adalahterletak pada kepribadiannya yang utuh. keterbukaan dalam melaksanakan amanah yang diembannya. b) Amanah (menyampaikan) Rasulullah Saw dikenal oleh masyarakat sebagai Al-Amin (manusia yangdapat dipercaya) Akhlak yang ditampilkan oleh beliau ini amatlah disegani 63 . baik pada masa kepemimpinannya atau ketika dia sudah tidak menjabat lagi. Namun tidak diragukan lagibahwa ia memiliki karakter yang luar biasa baiknya. 1) Landasan Moral Kepemimpinan Rasullullah Rasulullah Muhammad Saw sudah diakui kehebatannya oleh seluruh dunia. metafisika. Dalamproses penetapan kebijakan memberikan kesempatan orang yang dipimpinmemberikan kontribusi dalam agenda setting. maka kiita perlu melihat contoh-contoh pemimpin yang kesuksesan dan kewibawaanya sudah diakui oleh dunia. ekonomi ataupun masalahmsalah sosial. bahkan ketika beliau sudah tidak ada atau sudah tidak menjadi pemimpin lagi.Berikut iniadalah sebagaian akhlak dan kepribadiaan Rasulullah Saw : a). Untuk lebih memahami bagaimana seharusnya seorang pimpinan beretiket. Hart.pengkhutbah atau seorang orator. Baik itusebelum beliau diangkat menjadi nabi atau sesudahnya.politik. Sidik (Kejujuran) Selama hidupnya Rasulullah Saw sama sekali tak pernah berdusta.Moral ketaqwaan mampu mendorong seorang pemimpin bersikaptransparan. hukum. terarah dan berakhlakul karimah dalamsegala aspek kehidupan. Sampai usia 40 tahunbeliau tidak dikenal sebagai negarawan. beberapa penulis yang tidak ragu menuliskan beliau sebagai orang paling berpengaruh di dunia diantaranya Michael H. Ia tidakpernah tampak berbicara tentang masalah-masalah etika. tutur kata dan perilaku muliadan penampilan yang menawan.

Amanah adalah salah satu titipan yang bermakna kepercayaan. demikian statement dan kebijakan tegas Rasul kepada yang meminta keringanan hukuman. Allah Swtberfirman : c) Adil Dalam sebuah riwayat sahih (terpercaya) diceritakan tentang seorang wanita dari kalangan bangsawan Arab yang kedapatan mencuri dan akan segera diberlakukan hukuman potong tangan padanya. Sehingga beliau mampu bertemu dan bertatap muka dalam setiap arena dengan penuh kematangan dan persiapan yang prima e) Tabligh Meski Rasulullah Saw seorang yang buta huruf dan menjalankan kehidupan dengan biasa. Apa jawab beliau " Seandainya Fatimah binti Muhammad sendiri yang mencuri niscaya aku akan potong tangannya " Tak akan diskriminasi dalam masalah hukum. kolusi dan korupsi dapat dibendung. namun ketika ia mulai menyiarkan risalahnya. jujur dan adil tanpa menutup diri dari sikap waspada dalam menghadapi setiap permasalahan yang muncul. seluruh orang Arab tertegun penuh kekaguman. Umatmanusia yang siap memikul amanah dan memeliharanya Insya Allah akanmencapai kemenengan dan keberuntungan dalam kehidupannya. baik oleh penyair dan ahli pidato sekalipun. tenang tanpa halhal yang istimewa. 64 . terpikat oleh kefasiahannya berbicara dan kemampuan berpidato yang amat baik dan mengagumkan serta tak ada bandingannya. Lalu datanglah Usamah bin Zaid yang merupakan orang terdekat Rasulullah Saw meminta dispensasi atau keringanan hukuman atas wanita bangsawan tadi. semuanya sama dalam kaca mata undang-undang.Orang yang diserahi memegang amanah dapat dipercaya sehingga peluang untuktumbuh suburnya benalu nepotisme. Ada praktek kolusi dan manipulasi dalam masalah hukum/undang-undang merupakan sumber kehancuran generasi generasiterdahulu. d) Fathonah (Kecerdasan) Cara berfikir dan cara bertindaknya senantiasa dilakukan dengan cara-cara yang benar.kawanmaupun lawan.

Hal inilah yang perlu diteladani oleh para pemimpin umat dewasa ini bila menginginkan diri mereka mendapatkan tempat di hati orang banyak sebab omongan yang tak jelas berbau provokasi. Sebagaimana pernyataan beliau : " Saya adalah orang yang paling takut dan paling bertaqwa dibandingkan kalian namun saya melaksanakan qiyamullail dan tidur. 65 . kedustaan dan penuh caci maki sama sekali tak akan mendatangkan kebaikan... Demikianlah ciri-ciri moralitas yang mendasar dan yang senantiasa melandasi kepemimpinan Rasulluah Saw sehingga dengan moral force itulah manusia dapat mewujudkan potensi tertingginya dalam segala bidang sehingga terkendali secara baik. Tetapi tentu saja ini juga merupakan bagian dari membangun kesadaran moral seorang pemimpin. Muslim).Sebagai buku. Sebagai kitab ajaran. Bukankah amat sering kita mendengar pernyataan hati ini demikian lalu keesokan harinya diralat. Rasulullah Saw yang terbimbing oleh wahyu berhasil membangun sistem moral yang baku yang pasti mendatangkan kebaikan bagi siapa saja yang menjalaninya terlebih lagi para pemimpin umat.. f) Ketaqwaan AlQur'an menyebutkan hal ini sebagai kualitas tertinggi seorang muslim dan Rasulullah Saw merupakan manusia tertinggi kualitas taqwanya dibandingkan manusia manapun yang ada di jagad ini. maka kepercayaan rayat atau masyarakat pun segera hilang dan segera pula timbul gejolak di sana sini. saya berpuasa namun juga berbuka dan sayapun menikahi wanita. berisi aturan-aturan yang bersifat imperatif atau mengharuskan. 2) Moral Kepemimpinan dalam serat Jatipusaka Makutha Raja Serat Makutha Raja merupakan tulisan Sultan Hamengku Buwono V yang merupakan pedoman bagi raja atau pemimpin. serat ini mengandung ajaran-ajaran moral yang seharusnya (das Sollen) dilakukan dan dijalankan oleh Raja ataupun pemimpin pada umumnya." (HR.

ditunjukkan bagaimana raja harus mengingat asal usul maupun niat ketika hendak menjadi seorang pemimpin. sebagaimana tertulis: Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan perilaku etik. jalan yang memberikan makna dan arti hidup anda. menolong kita untuk 66 . maka perilaku etik adalah apa yang konsisten sesuai dengan nilainilai tersebut. berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda (Blanchard dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang ingin anda lalui dalam hidup ini. b.Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku secara etik pula. Sebuah tujuan organisasi yang jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etik. Ada beberapa saran yang diadaptasi dari Blanchard dan Peale (1998) berikut ini: a. berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda. berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi perilaku etik. Oleh karena itu perilakunya harus benarbenar tidak boleh meninggalkan aturan.) Sebuah tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik. serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya dalam kode-kode etik. Saran-saran untuk perilaku secara etik Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan nilai-nilai etika organisasi. c.Dalam Serat Makutha Raja pupuh Sinom. dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi. Bukankah kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride) yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat anda harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etik. kata Blanchard dan Peale. Kesabaran.

tidak mempunyai pendirian dalam berkoalisi (kasus politik di Indonesia). D. bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. Jika memnag demikian. namun tidak masuk 67 . Seorang pemimpin etik. memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya. bahkan tidak malu lagi untuk melakukan korupsi. menurut Blanchard dan Peale. berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Banyak orang merasa bahwa pemimpin tidak beretika dan perlu dibuatkan pedoman. Menurut mereka yang tidak setuju. Etiket tetap penting untuk dipelajari dan dimiliki. Contoh kasus. atau tentang moralitas dan integritas pemimpin? Hal ini penting karena etiket berbeda dengan etika. Misalnya. Ini berarti berperilaku secara etik sepanjang waktu. ―Kalau mau dosa bisa di mana saja. serta menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba. Ada yang mengatakan tidak perlu ada pedoman etika karena yang penting adalah hatinya.bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang. berperilakulah dengan teguh. Ini berarti anda harus menjaga perspektif. Perspektif mengajak kita untuk melakukan refleksi dan melihat hal-hal lebh jernih sehingga kita bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menuntun perilaku kita sendiri. Misalnya. Namun. e. mungkin ada yang halus dan ada pula yang kasar. berbicara yang tidak pantas di depan publik. pembuatan/penyusunan pedoman etika tersebut juga menimbulkan kontroversi. saling mencerca dan mencaci maki. manusia itu kan lebih lihai dari aturan dan pedoman!‖. apakah benar pemimpin perlu dibuatkan pedoman etika? Pertanyaannya. apa arti ―tidak punya etika‖? Apakah hanya tentang kesantunan belaka. Etiket adalah hal-hal tentang sopan santun baik dari segi cara berbicara atau bersikap. Mereka seolah-olah sudah merasa nyaman saja melakukan kesalahan. URGENSI ETIKA KEPEMIMPINAN Banyak keluhan saat ini bahwa pemimpin tidak punya etika. cara berbicara yang kasar dan tingkah laku yang tidak sopan adalah sebuah etiket. adanya penyusunan pedoman tentang etika DPR Indonesia. d.

misalnya lingkungan hidup. 31). Itulah sebabnya mengapa setiap pemimpin harus mengembangkan etika bagi dirinya dan perlunya ada pedoman etika sebagai pemimpin. Ada beberapa hal yang perlu dimiliki oleh pemimpin yang beretika. etika berbicara tentang baik dan buruk atau benar dan salah. atau dengan kata lain mengubah tingkah laku yang terlihat saja. Dalam hal ini. dan ketidakadilan. Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? Etika memberikan tuntunan kepada para pemimpin di tengah-tengah masyarakat yang memiliki nilai yang beragam atau pluralism moral (Bertens. korupsi. 53). 65. serta mengaplikasikannya dalam gaya dan pelaksanaan kepemimpinannya. sudah tentu etika sangat dibutuhkan di dalam kehidupan manusia yang hidup di zaman globalisasi. Etika juga akan membimbing dan memampukan pemimpin dalam menghadapi persoalan akibat muncul/berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Verkuyl. 68 . Pemimpin harus membuat keputusan yang tidak hanya menguntungkan. Di sini kita tidak berbicara tentang tingkah laku (behavior) yang terlihat. Jadi. tetapi sudah menjadi kepedulian bersama suatu konteks yang lebih besar. Baik dan buruk dalam masyarakat sudah bukan urusan pribadi atau suatu masyarakat saja. ia akan dihormati dan dikagumi oleh bawahan dan karyawannya. Ketika seorang pemimpin menggunakan etika dalam kepemimpinannya. Dalam suatu organisasi. tetapi juga mempertimbangkan motif-motif hati si pemimpin. siapa yang turut mengetahui? Maksud dari kata tersebut tentu ada suatu instansi di dalam diri manusia yang berfungsi sebagai saksi yang mengamati atau menilai kehidupan batin manusia dan mempertimbangkan sesuatunya (bdk. kekejaman. etika kepemimpinan sangatlah penting. tetapi pemimpin juga harus memikirkan tentang pengaruhnya terhadap masyarakat. Secara umum. Kata ―hati nurani‖ berasal dari kata ―conscienta‖ yang berarti ―turut mengetahui‖ atau ―dengan diketahui oleh‖. Lain halnya dengan etiket. Oleh karena itu. Bertens.dalam ranah etika. syarat pertama pemimpin yang beretika adalah memiliki hati nurani yang baik. juga termasuk banyak kasus moralitas di dalam kehidupan pemimpin. Pemimpin yang baik mengetahui nilai-nilai dan etika. kemiskinan.

Maksud dari etika keutamaan adalah berfokus kepada manusia dan martabatnya. Artinya. 69 . Etika ini mempelajari keutamaan (virtue) sifat watak yang dimiliki manusia. Di sini. Harga diri dan integritas manusia sebagai pemimpin terletak pada hati nuraninya. Kita wajib tahu mana yang benar dan yang salah. manusia bukan memilih mana yang harus dipegang. Hati nurani bekerja pada saat suatu hal sedang dilakukan seseorang. Etika kewajiban menekankan pada ―being‖ manusia. Di samping etika keutamaan.hati nurani adalah suatu penghayatan tentang baik dan buruk yang berhubungan dengan tingkah laku konkret/nyata manusia (Bertens. apakah perbuatan tersebut baik ataukah buruk. baik dan buruk. 51-52). tetapi kedua-duanya perlu dipelajari dan dipraktikkan (both-and). yaitu siapakah saya di hadapan Tuhan dan sesama. apakah etika kewajiban ataukah etika keutamaan (bukan either-or). Hati nurani retrospektif berfungsi sebagai instansi kehakiman yang mencela jika melakukan perbuatan yang tidak baik atau jahat. tetapi lebih kepada apakah manusia (kita) adalah orang yang baik atau buruk. tetapi akan memberi pujian jika melakukan perbuatan yang baik dan terpuji. ada pula etika kewajiban. Etika keutamaan bukan menilai perbutan. pelayanan. Hati nurani retrospektif adalah hati nurani yang mengevaluasi terhadap perbuatan manusia pada masa lalu. dan kebaikan sebagai etika keutamaan. mana yang benar dan mana yang salah. sebelum melakukan sesuatu hal maka hati nuraninya akan memberitahu mana yang baik dan mana yang buruk. Bentuk hati nurani ada dua yaitu hati nurani retrospektif dan prospektif (Bertens. tetapi juga mengembangkan watak serta karakter yang penuh pengorbanan. Hati nurani prospektif adalah hati nurani yang memberikan penilaian atas perbuatan di masa yang akan dating. 54-56). Di samping memiliki hati nurani yang baik. Hati nurani yang sehat dari seorang pemimpin adalah jika pemimpin tersebut memiliki hati nurani yang menuduh atau mencela yang disebut ―a bad conscience‖ jika melakukan sesuatu yang buruk dan memiliki ‖a good conscience‖ atau ‖a clear conscience‖ jika melakukan sesuatu yang baik. Ia memberikan nilai kondisional atas perbuatan manusia. setiap pemimpin wajib memiliki komitmen terhadap etika keutamaan. dan bukan kepada apakah suatu perbuatan sesuai norma atau tidak.

Hubungan antara etika keutamaan dan etika kewajiban adalah bahwa moralitas selalu berhubungan dengan aturan dan prinsip sertakualitas manusianya juga. 70 .  Ethical Quality Seorang pemimpin yang beretika paham bahwa aa tiga faktor yang menentukan tingkat kompetitifnya suatu organisasi. Tetapi pedoman dan sanksi saja tidak cukup menjadikan manusia baik. yaitu:  Ethical Communication Pemimpin yang beretika akan menetapkan standar kejujuran untuk setiap bawahan yang dipimpinnya. Manusia memerlukan pengembangan watak dan karakter yang baik yang disebut pengembangan etika keutamaan. ―Kejujuran adalah tugas nomor satu‖ harus menjadi slogan entitas tersebut. keduanya berjalan bersamaan di dalam kehidupan seorang pemimpin. berarti dia tidak memahami fungsi etika kewajiban. baik untuk CEO. Jika ada yang berkata bahwa DPR tidak perlu ada pedoman etika. yaitu produk yang berkualitas. Dalam hal ini. Berikut ini adalah beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya. keteladanan pemimpin saja tidak cukup dalam melaksanakan standar ini. Ketika seseorang mengambil posisi sebagai pemimpin. Informasi yang jujur adalah informasi yang berkualitas. Etika kepemimpinan terutama mempunyai arti penting pada waktu-waktu belakangan ini ketika kepercayaan publik telah terkikis oleh tindakan tidak baik dari banyak entitas nirlaba maupun entitas komersial. dewan direksi. Pemimpin harus bertanggungjawab dalam memimpin. ia mempunyai kesempatan untuk menempatkan kejujuran pada tempat tertinggi. bahwa manusia hanya bisa taat jika ada pedoman dan sanksi yang mengaturnya. maupun para investor. pengetahuan dan komunikasi efektif. Manusia tidak hanya baik karena menaati aturan. pelayanan pelanggan yang berkualitas. Di sini. dan pengiriman yang berkualitas. tetapi juga perlu pembentukan watak. Kepemimpinan adalah suatu konsep yang mengagumkan. Karakter atau watak manusia juga memerlukan norma. Kepemimpinan mampu menyiratkan tanggung jawab.

secara alamiah pemimpin akan cenderung menciptakan ―lingkaran penasihat‖ yang tertutup. seorang pemimpin yang beretika harus memberikan kesempatan pada para penerus yang potensial untuk berlatih dan membangun kemampuan kepemimpinan mereka. Keuntungan yang besar hanya dapat terjadi jika pemimpin dapat melaksanakan tanggungjawab tersebut. Pemimpin yang menggunakan etika kolaborasi akan menjaga agar ―lingkaran penasihat‖ ini lebih terbuka dan cair. Pemimpin yang bijak berkolaborasi untuk menciptakan best practice. dan melatih mereka tentang peran-peran yang mungkin akan mereka jalankan suatu saat nanti. Hal tersebut harus dipimpin oleh si pemimpin sendiri dengan memberikan kesempatan untuk berkomunikasi 360 0. memecahkan masalah. dan mendanai dalam hal peningkatan kualitas. pemimpin pemerintahan memimpin selama empat sampai delapan tahun. Tujuan dari pemimpin yang beretika adalah untuk menurunkan risiko organisasi dengan cara mempeoleh para ahli (dalam hal ini adalah penasihat) yang terpercaya. Menurut seorang pakar kepemimpinan. Sayangnya. Peter Block. Ia akan memilih penasihat yang paling unggul di dalam organisasinya dan akan mempekerjakan beberapa orang penasihat dari luar perusahaan. ia akan memenuhi kebutuhan tersebut dengan menciptakan standar organisasi dan prosedur operasi untuk kualitas dan komunikasi yang kuat. dan menemukan issue-issue yang sedang dihadapi organisasi.  Ethical Tenure Berapa lamakah seharusnya seorang pemimpin mepimpin organisasinya? Di Indonesia. Di Amerika.mengendalikan.  Ethical Collaboration Pemimpin yang beretika membutuhkan banyak penasihat. Sedangkan dalam bidang industri tidak memiliki standar masa kepemimpinan (tenure). kepemimpinan seringkali diukur lebih berdasarkan kepercayaan terhadap 71 .  Ethical Succession Planning Jika pemimpin yang berprinsip memiliki/menuntut kebutuhan akan pengendalian. Sementara itu. wakil rakyat dipilih setiap lima tahun sekali.

Dapat dikatakan orang ini adalah individu yang beretika. Bagaimanapun ketika. orang yang beretika tidak lagi mementingkan kualitas karakter kehidupan yang baik. pelanggan. pengalaman dan kekuatan penampilan luar kita tetapi ada satu hal yang penting jika kita ingin mengetahui kualitas hidup sebenarnya dari seseorang yaitu waktu. KARAKTER UTAMA DALAM KEPEMIMPINAN Kita sering mengatakan penampilan seseorang adalah etika dari orang tersebut. Maka orang-orang yang mengetahui sifat baik dan kualitas kehidupan kita adalah orangorang yang telah mengenal dan bersama kita dalam jangka waktu yang panjang. Jika kepercayaan dari masing-masing pemegang kepentingan tersebut tidak berubah/menurun. Block juga mengemukakan bahwa misi dari pemimpin yang beretika adalah untuk melayani institusi yang dipimpinnya. E. yang dapat menempatkan diri dengan baik di setiap situasi. bukan untuk melayani diri mereka sendiri. dewan direksi. misalnya dalam waktu kerja atau hanya dalam beberapa jam. Ekspresi yang tersembunyi akan terlihat dalam situasi tertentu. kita hanya berinteraksi dengan orang lain dalam jangka waktu yang pendek. Pemimpin bekerja atas permintaan dari entitas. Waktu adalah cara pengujian yang ampuh. Kita mempunyai potensi-potensi untuk memanipulasi orang lain dengan kepintaran. dan masyarakat luas harus menyingkir dan membiarkan pemimpin lain yang lebih baik mengambil alih kepemimpinan dan kekuasaannya. Karakter individu yang sebenarnya akan terlihat ketika indvidu berhadapan dengan tekanan. dan para pemegang saham. Sedangkan pemimpin yang merusak kepercayaan bawahannya. pelanggan. maka dia telah berhasil memanipulasi orang lain dengan etikanya yang baik itu karena apa yang terlihat oleh orang lain pada seseorang terjadi pada situasi normal.individu daripada talenta/kemampuannya. Tidak ada orang yang 72 . tantangan atau masalah-masalah. si pemimpin harus tetap memimpin hingga ia memilih untuk mundur dan turun jabatan. Pemimpin yang beretika berkolaborasi dan menyiapkan rencana penerusan kepemimpinan di dalam organisasinya yang akan menjamin pertumbuhan organisasinya. Secara normal.

Kita tetap membutuhkan waktu untuk mengingat atau mengetahui karakter teman-teman kita. utuh. 7 Kebiasaan manusia yang sangat efektif Di dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People yang dijabarkan oleh Stephen R. Bisa menikmati kehidupan yang nyaman. dan kuat. kita akan menjadi sebuah pribadi yang seutuhnya. Dengan mempelajari dan mengetahui ilmu karakter. karena dari cara dia berbicara. Hal ini adalah merupakan prinsip-prinsip dari karakter pribadi.1 Prinsip-rinsip Karakter Pribadi 73 . A. serta menciptakan sebuah tim yang saling melngkapi berdasarkan rasa saling menghormati. Covey. Gambar 3. Kesuksesan akan dijagai oleh karakter yang baik karena kita bisa menggapai sukses dengan karisma tetapi hanya karakter yang bisa menjagai kesuksesan kita tetap pada puncaknya. bertindak dan merespon. kita dapat mengidentifikasi karakter dia.dapat menyembunyikan dirinya yang sebenarnya di dalam untuk selamanya. merupakan esensi perwujudan dari upaya kita untuk menjadi seseorang yang seimbang. sehat dan bahagia.

keluarga.Proactive Menjadi proaktif adalah sesuatu yang lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Habit 4 – Think Win Win Berpikir menang-menang adalah kerangka pikiran dan hati yang berusaha mencari manfaat bersama dan saling menghormati di dalam segala jenis interaksi. Covey) Habit 1 . mereka memilih untuk tidak menyalahkan orang lain. dan memilih untuk tidak menjadi korban. baik besar maupun kecil. Habit 2 – Start from the End Individu. Proaktif berarti menyadari bahwa kita bertanggung jawab terhadap pilihanpilihan kita dan memiliki kebebasan untuk memilih berdasarkan prinsip dan nilai. Habit 3 – Put First thing first Mendahulukan yang utama berarti mengatur aktivitas dan melaksanakannya berdasarkan prioritas-prioritas yang paling penting. Orang-orang yang proaktif adalah agen-agen perubahan. pribadi atau antarpribadi. tim dan organisasi membentuk masa depan mereka dengan terlebih dahulu menciptakan sebuah visi mental untuk segala proyek. Mereka tidak sekedar hidup dari hari ke hari tanpa tujuan yang jelas dalam pikiran mereka. hal itu berarti menjalani kehidupan dengan didasarkan pada prinsip-prinsip yang dirasakan paling berharga. bukan oleh agenda dan kekuatan sekitar yang mendesak saja. dan tujuan yang paling berarti bagi mereka. Berpikir menang-menang adalah berpikir dengan dasar-dasar Mentalitas Berkelimpahan yang melihat banyak peluang. untuk tidak menjadi reaktif. Mereka mengidentifikasi diri dan memberikan komitmen terhadap prinsip. dan bukan berdasarkan suasana hati atau kondisi di sekitar kita.Sumber: 7 habits of Highly Effective People (Stephen R. hubungan. 74 . dan bukan berpikir dengan Mentalitas Berkekurangan dan persaingan yang saling mematikan. Apa pun situasinya.

bukan ―aku‖. baru kemudian berusaha dipahami. Dengan cara ini kita mengoptimalkan kekuatan. Peluang-peluang untuk berbicara secara terbuka dan untuk dipahami kemudian akan datang secara lebih alamiah dan mudah. kita bisa memulai komunikasi dan pembentukan hubungan yang sejati. 11. dan bahkan merayakan adanya perbedaan di antara orang-orang. Habit 5 – Effective Communication Effective Communication yang dimaksud adalah berkomunikasi dengan empathy. meraih peluang dan menyelesaikan perbedaan. Berusaha untuk memahami memerlukan pertimbangan matang. Habit 6 – Synergy Sinergi adalah alternatif ketiga – bukan cara saya. tetapi sebuah cara ketiga yang lebih baik daripada apa yang bisa kita capai sendiri-sendiri. 111. bekerja dengan kekuatan tersebut. menghargai. Karakter ini adalah berpikir dengan mengacu kepada kepentingan ―kita‖. dan bukan sekedar untuk mencai celah untuk menjawab. Sinergi bersangkut paut dengan upaya untuk memecahkan masalah. Sebuah tim yang bersinergi adalah sebuah tim yang saling melengkapi. di mana tim itu diatur sedemikian rupa sehingga kekuatan dari para anggotanya bisa saling menutupi kelemahan-kelemahannya. Jika kita mendengar dengan maksud untuk memahami orang lain. Ini seperti kerja sama kreatif di mana 1 + 1 = 3. Sinergi juga merupakan kunci keberhasilan dari tim atau hubungan efektif mana pun. cara Anda. berusaha memahami dulu. berusaha untuk dipahami memerlukan keberanian. … atau lebih banyak lagi. dan membuat kelemahan dari masing-masing orang menjadi tidak relevan. 75 . Sinergi merupakan buah dari sikap menghormati.Karakter ini bukanlah berpikir secara egois (menang-kalah) atau seperti martir (kalahmenang). Efektivitas terletak pada menyeimbangkan atau menggabungkan keduanya.

1 adalah bagan yang menggambarkan prinsip dan para-digma dari masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan. Tiga Kebiasaan yang pertama bisa diringkas dalam sebuah pernyataan empat kata yang amat sederhana: Membuat dan memenuhi janji. mental. dan kerja sama kreatif (Kebiasaan 6). dan memenuhi janji adalah Kebiasaan 3. hati. pikiran. Kemampuan untuk membuat janji adalah proaktivitas (Kebiasaan 1). Kebiasaan 7. Apa yang dijanjikan adalah Kebiasaan 2. yang sosial/emosional. adalah meningkatkan kompetensi Anda di empat bidang kehidupan: tubuh. Tiga kebiasaan selanjutnya bisa diringkas dalam sebuah kalimat pendek: Libatkan orang dalam permasalahan dan carilah penyelesaiannya bersama-sama. dan spiritual. Tabel 3. 76 . Hal ini memerlukan rasa saling menghormati (Kebiasaan 4). meningkatkan kapasitas kita untuk menjalankan semua kebiasaan lain yang akan meningkatkan efektivitas kita. dan jiwa. saling memahami (Kebiasaan 5). Kebiasaan ini memperbarui integritas dan rasa aman seseorang yang berasal dari kedalaman dirinya sendiri (Kebiasaan 1. Mengasah Gergaji. 2.Habit 7 – Sharpen the Saw Mengasah gergaji berkenaan dengan upaya kita untuk memperbarui diri secara terus-menerus pada empat bidang Ini dasar adalah kehidupan: karakter fisik. dan 3) dan memperbarui semangat maupun karakter untuk membentuk tim yang saling melengkapi.

Kedua. termasuk keluarga. Anda sama sekali tak akan berhasil. wewenang moral. Ketiga. dan keterampilan yang membuat Anda bisa memiliki pengaruh besar dalam sebuah organisasi. Kebiasaan itu terletak pada inti dari peran pertama pada 4 Peran Kepemimpinan— yaitu menjadi Panutan. atau pentingnya untuk terus-menerus memperbarui diri. integritas. memiliki tujuan. prinsip-prinsip itu bersifat universal. Artinya. Anda tidak bisa membantah pentingnya tanggung jawab atau inisiatif. saling memahami. prinsip-prinsip ini terbukti dengan sendirinya. kerja sama kreatif. Bagaimana kita tahu bahwa sesuatu adalah hal yang terbukti dengan sendirinya? Seperti yang dijelaskan sebelumnya. Dalam hal prinsip-prinsip yang mendasari 7 Kebiasaan. saling menghormati. Kebiasaan-kebiasaan ini memberikan basis bagi kredibilitas. komunitas. Prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam 7 kebiasaan Lihatlah dengan saksama masing-masing prinsip tersebut. 4 Peran Kepemimpinan itu adalah apa yang Anda lakukan sebagai pemimpin untuk mengilhami orang lain agar menemukan suara mereka. Covey) A. Tujuh Kebiasaan adalah prinsip-prinsip yang menyangkut karakter yang membentuk siapa dan apa diri Anda. Kita dapat melihat tiga hal: Pertama. kita tinggal mencoba berusaha membantahnya. 77 . dan masyarakat. prinsip-prinsip itu mengatasi batas-batas budaya dan terkandung dalam semua agama utama dunia maupun falsafah hidup yang tak lekang oleh waktu. prinsip-prinsip ini abadi tak pernah berubah.Sumber: The 8th Habit (Stephen R.

dan bukan sekadar sebuah program pelatihan dengan gambar-gambar yang indah. Paradigma 7 Kebiasaan Masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan tidak hanya mewakili sebuah prinsip. pertama secara mental.Gambar 3. 2. Saat kita memikirkan secara lebih mendalam bahwa Kebiasaan 1. adalah sebuah paradigma determinasi diri atau penetapan diri. Covey) Kepemimpinan akan menciptakan sebuah ruang kehidupan yang sepenuhnya baru bagi 7 Kebiasaan. Kebiasaan 1." kita menjadi paham mengenai paradigma yang menyertai masing-masing kebiasaan. Empat Peran Kepemimpinan membuat 7 Kebiasaan bisa menjadi hal utama yang dipraktikkan dalam organisasi. adalah sebuah paradigma yang menyatakan bahwa semua hal diciptakan dua kali." Inilah kekuatan dari pilihan. Menjadi Proaktif. dan kebiasaan-kebiasaan ini akan dipandang sebagai hal yang memiliki nilai vital secara strategis bagi sebuah organisasi. dan 3 diwakili oleh empat kata "membuat dan memenuhi janji.2 Empat Peran Kepemimpinan Sumber: The 8th Habit (Stephen R. tetapi juga sebuah paradigma. atau lingkungan. sosial. melainkan "Saya bisa dan akan membuat janji. dan baru 78 . B. sebuah cara berpikir. Kebiasaan 2. dan bukan sekadar determinasi genetik. fisik. Memulai dengan Tujuan Akhir.

kemudian secara fisik. pembelajaran. dan menghargai perbedaan. Solusi Kepemimpinan dalam Organisasi Keputusan untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka membawa Anda langsung ke inti dari empat masalah kronis organisasi yang diakibatkan oleh model kontrol Era Industri yang dipakai saat ini. Ini adalah kebiasaan untuk pendidikan. rasa saling memahami (menyeimbangkan antara pertimbangan dan keberanian)." Kebiasaan 4. dan 6—Berpikir Menang-Menang. dan Bersinergi—adalah paradigma-paradigma pemikiran berkelimpahan saat berhubungan dengan pihak lain—melimpahnya rasa hormat. Ini adalah isi dari janji tersebut—"Saya bisa memikirkan baik isi dari janji yang ingin saya buat maupun apa yang saya harapkan akan saya capai dari situ." Inilah sebabnya mengapa diagram melingkar yang dipergunakan di sepanjang buku ini memiliki sebuah mata panah yang tidak menutup lingkaran tersebut tetapi akan menciptakan sebuah spiral naik yang melambangkan sebuah perbaikan tanpa henti dalam masing-masing wilayah dari empat wilayah yang dipilih. disiplin. dan pelaksanaan—"Saya memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk memenuhi janji tersebut. tindakan. 5. 79 . C. Kebiasaan 7 adalah paradigma perbaikan terus-menerus dari sebuah pribadi utuh. Empat Peran Kepemimpinan sebenarnya adalah empat karak-teristik kepemimpinan pribadi: visi." Ini adalah kekuatan fokus. Kebiasaan 3 adalah paradigma prioritas. dan hati nurani —yang ditulis ulang untuk konteks organisasi. gairah. Berusaha Memahami Dulu Lalu Berusaha Dipahami. Ini adalah inti dari tim yang saling melengkapi. dan pembuatan komitmen ulang—apa yang disebut oleh bangsa Jepang sebagai "Kaizen.

banyak pula pakar lain di bidang kepemimpinan yang secara terpisah telah menyusun model yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama. Covey)     Panutan (hati nurani): Menjadi contoh yang baik." Keempat peran ini adalah untuk semua orang. Stephen R. Covey dan teman-temannya mengajarkan model 4 Peran Kepemimpinan sejak tahun 1995. kalau kita membatasi keempat peran ini hanya untuk eksekutif senior. Penyelaras (disiplin): Menyusun dan mengelola sistem agar tetap pada arah yang telah ditetapkan. namun alamiah.3: Empat karakteristik kepemimpinan pribadi Sumber: The 8th Habit (Stephen R. dan Norm Smallwood yang menulis buku Results-Based Leadership (1999) 80 . Dan ternyata. Keempatnya adalah jalur untuk meningkatkan pengaruh Anda.Gambar 3. Mereka yang memegang posisi kepemimpinan formal dalam organisasi mungkin bisa melihat keempat peran ini sebagai cara yang menantang. Pemberdaya (gairah): Memfokuskan bakat pada hasil. Perintis (visi): Bersama-sama menentukan arah yang dituju. Jack Zenger. bukan pada metode. lalu menyingkir agar tidak menghalangi dan memberi bantuan jika diminta. apa pun posisinya. hal itu hanya akan semakin memperkuat pola pemikiran yang mengatakan. Sebagai contoh. Dave Ulrich (Universitas Michigan). pengaruh tim dan organisasi Anda. "bos yang melakukan semua pemikiran penting dan pembuatan keputusan. untuk memenuhi tugas mereka. Kendati demikian.

peran-peran ini dijalankan secara bersamaan. Peran-peran ini berurutan karena kita harus bisa mendapatkan kepercayaan yang tumbuh dari kelayakan kita untuk dipercaya. Covey) D. sebelum kita benar-benar bisa berpindah ke peran-peran lain yang akan membebaskan potensi alamiah manusia.yang amat memperluas cakrawala wawasan kita. Dari satu sisi. tetapi Kita bisa melihat bahwa makna pada intinya sama. 81 . Kendati demikian. Gambar 3. Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian. peran-peran ini tampaknya berurutan. Pentingnya Urutan Peran Keempat peran ini juga amat saling tergantung. dan memberikan konsultasi. Kedua sisi tersebut sama-sama benar. mereka mengembangkan sebuah model kepemimpinan empat kotak yang hampir sama persis dengan model 4 Peran. peran-peran ini juga bekerja secara simultan jika dipandang dari sisi saat setelah terbentuknya sebuah budaya berdasarkan kepemimpinan ini.4: Apa yang dilakukan oleh Pemimpin Yang Sukses? Sumber: The 8th Habit (Stephen R. Perbedaan utamanya hanya terletak pada peristilahan yang dipakai. pengamatan. Keempat proses atau peran ini tetap harus diper-hatikan secara terus-menerus. Tetapi dari sisi lain.

dan kerja sama dengan komunitas yang lebih luas. Covey menggambarkan pentingnya urutan dari keempat peran ini dengan cara membandingkannya dengan olahraga profesio-nal. Saat seorang pemain masuk ke sebuah sasana latihan profesional dengan kondisi tidak memenuhi syarat tidak memiliki kekuatan otot dan daya tahan jantungnya tidak beres dia tidak akan bisa mengembangkan keahliannya secara maksimal. dan pengembangan keahlian mendahului pengembangan tim dan sistem. Anda akan melihat mengapa. misalkan seseorang tidak mampu memenuhi janji. tidak mungkin dia bisa bermanfaat sebagai anggota tim dan menjadi bagian dari sebuah sistem pencetak kemenangan. Pengembangan pribadi mendahului pengembangan hubungan yang saling memercayai. kontribusi. Sebagai contoh. Setelah kita memahami pentingnya urutan ini. Perumpamaan olahraga amat tepat dan memberikan gambaran kuat yang bisa kita hubungkan dengan bidang yang lebih luas yakni meningkatkan kapasitas dan menemukan suara kita. amat penting untuk pertama-tama membayar harga untuk berusaha menemukan suara pribadi Anda 82 . dan Anda tidak akan bisa mengerjakan aljabar sebelum Anda memahami dasar-dasar matematika. apakah dia akan memiliki dasar yang kuat untuk membangun sebuah keluarga yang efektif atau tim dan organisasi yang bisa membuat kontribusi yang signifikan? Sekali lagi. bahkan jika kedua hal ini saling tergantung. jawabannya sudah jelas: tidak mungkin. yang seperti juga dunia bisnis. pengembangan otot mendahului pengem-bangan keahlian. Dan jika dia tidak bisa mengembangkan kemampuan itu. tak beraturan. bahkan janji yang dibuat untuk dirinya sendiri—hidupnya tidak konsisten. Ada-kah cara baginya untuk membangun hubungan yang sehat dan penuh rasa saling percaya dengan orang lain? Jawabannya sudah jelas. Persis seperti seorang anak tidak akan bisa berlari sebelum bisa berjalan atau tak bisa berjalan sebelum dia bisa merangkak. Tubuh adalah sebuah sistem alamiah dan diatur oleh hukum-hukum alam. Dan jika kepercayaan dalam hubungannya dengan orang lain kurang.Stephen R. dan hubungan yang saling memercayai adalah sebuah prasyarat mutlak untuk mengembangkan sebuah organisasi yang bercirikan kerja sama tim. merupakan ajang kompetisi yang amat sengit. Dengan kata lain. beberapa hal dasar yang diperlukan memang harus ada lebih dahulu sebelum yang lainnya bisa dilakukan. dan Anda juga tidak akan bisa mengerjakan soal-soal kalkulus sebelum Anda memahami aljabar. dan tergantung pada suasana hatinya.

tim. saya berpendapat bahwa sampai seseorang bisa melakukan dua puluh kali push-up emosional pada tingkat pribadi. Dengan mempergunakan analogi fisik ini. mereka tidak akan memiliki ke-kuatan atau kebebasan untuk melakukan tiga puluh push-up emosional yang diperlukan untuk memenuhi tantangan dan tuntutan dari hubungan yang lebih luas. Kerja yang bersifat sinergis dalam hubungan-hubungan yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi seperti itu kemudian akan menjadi dasar untuk menciptakan sebuah tim atau organisasi dari orang-orang yang saling bekerja sama—tim-tim yang memiliki tujuan dan nilai-nilai yang sama. Tetapi hanya sedikit yang sanggup melakukannya. kita sekarang berpindah dari pengembangan karakter yang diperlukan dalam menemukan suara kita sendiri. era kelima dari peradaban. dia akan bisa melakukan hal itu dengan mudah. bahkan banyak orang yang tampak kuat dan sehat. Dengan mengingat adanya urutan ini. Mungkin cara terbaik untuk menggambarkan betapa penting dan kuatnya urutan ini adalah dengan cara yang sering saya berikan kepada para peserta yang saya ajar. menuju pengembangan keahlian dan pengembangan tim dan sistem yang diperlukan 83 . Dan sebelum mereka bisa melakukan lima puluh push-up pada tingkat pribadi dan hubungan. individu. Penempatan layanan bagi orang lain sebagai hal yang lebih tinggi daripada diri sendiri memberikan makna pada ketiga level tersebut dan membawa kita ke Era Kebijaksanaan. mereka tidak akan mungkin bisa membangun sebuah tim dan menghasilkan sebuah budaya organisasi dengan tingkat kepercayaan dan kinerja yang tinggi. Saya mengundang seorang pria yang tampak amat kuat dan sehat untuk maju ke depan dan melakukan dua puluh kali push-up dengan punggung lurus. dan bersedia untuk memainkan peran mereka di dalam konteks tersebut.sebelum mencoba mengembangkan keahlian dalam membangun hubungan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi dan pemecahan masalah secara kreatif. tetapi tidak sanggup melakukan lebih dari lima atau enam kali. dan organisasi seperti itu kemudian bisa memperluas pengaruh mereka dengan melayani dan memenuhi kebutuhan dari pihak-pihak yang menjadi tanggung jawab mereka. Jika dia benar-benar kuat dan selalu berlatih. Dan yang paling akhir.

dalam upaya kita untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka di dalam organisasi Latihan Soal-soal 1. Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? 5. Apa yang dimaksud dengan Etika Kepempimpinan? 4. O'Donnell 3. seorang pemimpin hendaknya dapat menciptakan beberapa hal. Apa yang dimaksud dengan Etika dan jelaskan fungsinya? 2. Apa yang dimaksud dengan pemimpin yang visioner? 84 .Koontz dan C. sebutkan? 10. Jelaskan pengertian kepempimpinan menurut H. Sebutkan prinsip-prinsip etika berorganisasi? 7. Jelaskan Bagaimana hubungan etika kepempimpinan dengan organisasi? 8. Sebutkan beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya! 6. Seorang pemimpin yang sukses apabila ia mampu menggerakkan sejumlah orang dalam mencapai tujuan organisasi. Untuk keperluan itu. Etika kepemimpinan dapat diterapkan dengan baik apabila mendapat dukungan penuh dari beberapa faktor yaitu? 9.

Globalisasi : cerdas. Investor menanamkan keuntungan. tujuan Orang yang uangnya mendapatkan kelebihan suara di parlemen. : Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Ahli (kepandaian). 9. Kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.GLOSARIUM 1. dan kebiasaan berhala-bihalal pada hari lebaran). adat atau kebiasaan (seperti perkumpulan. 4. dsb. Organisasi : Kesatuan (susunan dsb) yang terdiri atas bagian- bagian (orang dsb) dalam perkumpulan dsb untuk tujuan tertentu. Komunikasi : (Perbuatan) kerja sama dengan musuh. 12. Direksi : Orang yang mahir.yayasan. 14. Koalisi : Kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh : Penanam di uang usaha atau dengan modal. fathonah 8. Entitas 5. Kolaborasi 13. 10. Gedung tempat diselenggarakannya kegiatan perkumpulan atau organisasi. kecerdasan : Proses masuknya ke ruang lingkup dunia: ~ siaran televisi kita tidak dapat dihindarkan lagi. 2. Amanah 3. organisasi sosial. : Pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Kontak. paguyuban. 11. dsb) dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusianya. Hubungan. Etika : Satuan yang berwujud. 85 . paham sekali dalam suatu ilmu : Terpercaya : (Dewan) pengurus atau (dewan) pimpinan perusahaan. 7. Institusi : Sesuatu yang dilembagakan oleh undang-undang. 6. ujud. Etiket : Tata cara (adat sopan santun. bank.

dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu idiologi golongan. mencolok. dsb. 16. Slogan : Benar : Perkataan atau kalimat pendek yang menarik. 20. Sidiq 19. Penasihat menasihati. Metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu problem. organisasi. Prosedur : Tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Orang yang : Keadaan masyarakat yang majemuk (bersangkutan dengan sistem sosial dan politiknya). : Menyampaikan 86 . 17. 18. Pluralisme : Orang yang memberi nasihat dan saran. partai politik. Standar 21.15. Tabligh : Ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan.

7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif.com/2010/11/pengertiankepemimpinan. Stephen. Binarupa Aksara.co.html http://www.R. 1994 http://pribumibrebes.html http://www.scribd.blogspot.cc/2008/06/etika-kepemimpinan. The 8th Habit Covey. Stephen.DAFTAR PUSAKA Covey.html http://wawan-junaidi.kabarku.com/My-Category/Pengertian-Etiket17645.lintau.com/doc/30836348/Landasan-Moral-Dan-EtikaKepemimpinan 87 .R.

kinerja atau prestasi. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula. Prinsip-prinsip etika pelayanan publik 3. Etika berkaitan dengan karya. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi bagaimana kita memperlakukan orang lain. setiap jam.Etika berkaitan dengan perilaku normal. Pengertian pelayanan publik 2. kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka. etika adalah salah satu cabang filsafat. Netralitas PNS A. yaitu produk dari standar dengan moral dan pertimbangan/keputusan moral. atau setiap hari.Tegasnya etika berkaitan bagaimana kita0020hidup.BAB ETIKA PELAYANAN PUBLIK 7 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik yang meliputi: 1. Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain.Mengambil keputusan tentang bagaimana kita hidup adalah fondasi etika. Pengertian Etika Pelayanan Publik Dalam bentuknya yang paling abstrak. apa hak kita dan apa hak orang lain. Dengan cara sederhana kita dapat. Dengan demikian etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya.‖ Pertanyaan berikut ini mencerminkan pengertian . yang di karya atau kinerja itulah nama kita melekat. dan apa yang merupakan perlakuan wajar dan adil bagi semua orang. bagaimana hak milik individu dan masyarakat diperlakukan.

Dalam kenyataannya.Oleh sebab itu. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri.Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. etika pelayanan publik berkaitan dengan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya dalam organisasi dan dalam hubungannya layanan birokrasi. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasibenar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut. seperti halnya etika bisnis. Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis. bangsa dan Negara. etika pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar etika baru.Jelasnya. pegawai negeri atau birokrasi telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dalam sudut pandang etika. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga Negara. dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna .Jadi. tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik. Birokrasi dan pelayanan publik menunjukkan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan atau birokrasi pemerintahan mempunyai fungsi pokok berupa penyelenggaraan pelayanan publik. etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip. nilai-nilai. Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat. standar-standar atau norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. Sesuai dengan pengertian tersebut. Dengan demikian.Dengan demikian.etika ini: ―Bagaimana saya membawa diri dan bersikap?‖ ― Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil.Pelayanan publik ini dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan di Indonesia disebut dengan pegawai negeri.Fokus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik.

perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik. 5. baik normatif maupun objektif. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri. dan agama. seperti sektor bisnis. besarnya diskriminasi pelayanan. efisien dan efektif. yaitu profesionalisme dan etika. Prosedur pedngambilan keputusan adalah transparan bagi publik. integritas berarti bahwa : 1. 4. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi da sosial bagi seluruh warga Negara. Sumber daya publik digunakan secara tepat.Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. Ada beberapa alasan. dituntut untuk memiliki dua keunggulan. Seperti halnya di sektor bisnis. keadilan dan sebagainya. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang .Penyelenggaraan pelayanan masih amat dipengaruhi oleh hubungan per-koncoan. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima.Integritas mengacu pada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. 2. Dalam pelayanan publik. Buruknya pelayanan publik memang bukan hal baru. Warga Negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan peradilan. sepertiintegritas. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. fakta di lapangan masih banyak menunjukkan hal ini. Relevansi Etika Dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. B.Tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. sektor publik. kesamaan afiliasi politik. etnis. Dengan perkataan lain. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. Fenomena semacam ini tetap marak walaupun telah diberlakukan UU No. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. 3. 1.Secara khusus. produktivitas dan efektivitas. Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan. Pelayanan publik di Indonesia masih sangat rendah. termasuk sektor publik (pemerintahan). objektivitas atau imparsialitas. yaitu pertama. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika).

Ketidakpastian ini sering menjadi penyebab munculnya KKN. Di samping itu. sebab para pengguna jasa cenderung memilih menyogok dengan biaya tinggi kepada penyelenggara pelayanan untuk mendapatkan kepastian dan kualitas pelayanan. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. mulai masa orde baru hingga kini. Memang melakukan optimalisasi pelayanan publik yang dilakukan oleh birokrasi pemerintahan bukanlah pekerjaan mudah seperti halnya membalikkan telapak tangan mengingat pembaharuan tersebut menyangkut pelbagai aspek yang telah membudaya dalam lingkaran birokrasi pemerintahan kita. tetapi lebih untuk melakukan kontrol terhadap perilaku warga sehingga prosedurnya berbelitbelit dan rumit. sehingga filosofi PNS sebagai pelayan publik (public servant) dalam arti riil menghadapi kendala untuk direalisasikan. pada satu pihak penyedia pelayanan dapat bertindak semaunya tanpa merasa bersalah (guilty feeling) kepada masyarakat.Ini merupakan konsekuensi logis dari adanya diskriminasi pelayanan dan ketidakpastian tadi.Akibatnya. khususnya jawa. Tidak hanya itu. Standard Operating Procedure (SOP) pada masing-masing service provider belum diidentifikasi dan disusun sehingga tujuan pelayanan masih menjadi pertanyaan besar. . Di antara beberapa aspek tersebut adalah kultur birokrasi yang tidak kondusif yang telah lama mewarnai pola pikir birokrat sejak era kolonial dahulu.Dan ketiga. misalnya. tidak dibuat untuk mempermudah pelayanan. eksistensi PNS (ambtennar) merupakan jabatan terhormat yang begitu dihargai tinggi dan diidolakan publik.Prosedur pelayanan. Hal ini terbukti dengan sebutan pangreh raja (pemerintah negara) dan pamong praja (pemelihara pemerintahan) untuk pemerintahan yang ada pada masa tersebut yang menunjukkan bahwa mereka siap dilayani bukan siap untuk melayani. tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan. Prosedur dan etika pelayanan yang berkembang dalam birokrasi kita sangat jauh dari nilai-nilai dan praktik yang menghargai warga bangsa sebagai warga negara yang berdaulat. Kedua. kendala infrastruktur organisasi yang belum mendukung pola pelayanan prima yang diidolakan.Bersih dari KKN yang secara tegas menyatakan keharusan adanya kesamaan pelayanan. bukannya diskriminasi. Hal ini terbukti dengan belum terbangunnya kaidah-kaidah atau prosedur-prosedur baku pelayanan yang memihak publik serta standar kualitas minimal yang semestinya diketahui publik selaku konsumennya di samping rincian tugas-tugas organisasi pelayanan publik secara komplit.

Kedua.9 Adapun 10 prinsip tersebut adalah pertama. buku terakhir ini ditulis oleh David Osborne dan Peter Plastik yang dipublikasikan pada tahun 1997. Bahkan di penghujung tahun 1980-an.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan.8 Gagasan-gagasan Osborne dan Gaebler tentang Reinventing Government mencakup 10 prinsip untuk mewirausahakan birokrasi. maka peran pemerintah seharusnya sebagai pengemudi yang mengarahkan jalannya perahu.Gagasan David Osborne dan Ted Gaebler tentang Reinventing Government tertuang dalam karyanya yang berjudul Reinventing Government: How the Entrepreneurial Spirit is Transforming the Publik Sector yang dipublikasikan pada tahun 1992 dan Banishing Bureaucracy: The Five Strategies for Reinventing Government. Gagasan ini muncul sebagai respon atas buruknya pelayanan publik yang terjadi di pemerintahan Amerika sehingga timbul krisis kepercayaan terhadap pemerintah. bukannya sebagai pendayung yang mengayuh untuk membuat perahu bergerak.Pemerintah entrepreneurial seharusnya lebih berkonsentrasi pada pembuatan kebijakan-kebijakan strategis (mengarahkan) daripada disibukkan oleh hal-hal yang bersifat teknis pelayanan (mengayuh). pemerintahan katalis: mengarahkan ketimbang mengayuh.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil. Banyak kota dan negara bagian yang dibanggakan pailit dengan defisit multi-milyaran dolar sehingga ribuan pekerja diberhentikan dari kerja. Buruknya pelayanan publik ini dibuktikan dengan menurunya kualitas pendidikan.Di awal tahun 1990-an. sehingga banyak narapidana menjadi bebas. sekolah-sekolah di negeri AS adalah yang terburuk di antara negara-negara maju. jika pemerintahan diibaratkan sebagai perahu. mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya.Pengadilan dan rumah tahanan begitu sesak. jawaban yang muncul bagi kebanyakan orang Amerika adalah "Ya". pemerintahan milik . Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal. majalah Time pada sampul mukanya menanyakan: "Sudah Matikah Pemerintahan?". Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik.Sistem pemeliharaan kesehatan tidak terkendali. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa. Artinya.

swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat. organisasi sosial.Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri. kelompok-kelompok persaudaraan. Artinya.Oleh karena itu.Pemberdayaan masyarakat. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri. Pemberdayaan semacam ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat. tanggung jawabnya belum berakhir.Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka. birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat. Artinya. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri. Pemberdayaan semacam . organisasi sosial. Oleh karena itu.Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka. Kedua. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan risorsis pemerintah menjadi habis terkuras. birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat.Ketiga.Oleh karena itu.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa. kelompok-kelompok persaudaraan. hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. pemerintahan milik rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri. Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik).Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif.Pemberdayaan masyarakat. mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya. Artinya.rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar.

. Oleh karena itu.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. sebagai contoh menetapkan biaya untuk publik service dan dana yang terkumpul digunakan untuk investasi membiayai inoasi-inovasi di bidang pelayanan publik yang lain. tidak boros karena pasokan disesuaikan dengan permintaan. Dengan melembagakan konsep profit motif dalam dunia publik. mendorong untuk menjadi pelanggan yang berkomitmen.para pelanggannya. merangsang lebih banyak inovasi. kelompok fokus dan berbagai metode yang lain. hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka. mendepolitisasi keputusan terhadap pilihan pemberi jasa. tetapi mereka berbeda dalam respon yang diberikan. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan sumber daya pemerintah menjadi habis terkuras. Artinya.Tradisi ini harus diubah dengan menghargai mereka sebagai warga negara yang berdaulat dan harus diperlakukan dengan baik dan wajar. pemerintahan wirausaha: menghasilkan ketimbang membelanjakan. swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik. pemerintah mampu menciptakan nilai tambah dan menjamin hasil. memberi kesempatan kepada warga untuk memilih di antara berbagai macam pelayanan. yaitu keterbatasan akan keuangan. Daripada menaikkan pajak atau memotong program publik. Dengan cara ini. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif. Ketiga. dan menciptakan peluang lebih besar bagi keadilan. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat. Artinya. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar. melaui survei pelanggan. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat. tanggung jawabnya belum berakhir. meski dalam situasi keuangan yang sulit. Di antara keunggulan sistem berorientasi pada pelanggan adalah memaksa pemberi jasa untuk bertanggung jawab kepada pelanggannya. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik). sebenarnya pemerintah mengalami masalah yang sama dengan sektor bisnis. Tradisi pejabat birokrasi selama ini seringkali berlaku kasar dan angkuh ketika melayani warga masyarakat yang datang keistansinya. pemerintah wirausaha harus berinovasi bagaimana menjalankan program publik dengan dengan sumber daya keuangan yang sedikit tersebut. keempat. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan.ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat.

pemerintahan atau organisasi publik lebih baik berfungsi sebagai fasilitator dan pialang dan menyemai pemodal pada pasar yang telah ada atau yang baru tumbuh.Pola pemerintahan semacam ini harus diubah dengan lebih memusatkan atau berkonsentrasi pada pencegahan. untuk menghadapi sakit.Misalnya. seperti berusaha mengontrol lingkungan. pada saat teknologi masih primitif.Misalnya. mereka membeli lebih banyak truk pemadam kebakaran.adalah pemerintahan berorientasi pasar: mendongkrak perubahan melalui pasar.Pemerintahan entrepreneur merespon perubahan lingkungan bukan dengan pendekatan tradisional lagi. daripada beroperasi sebagai pemasok masal barang atau jasa tertentu.Untuk menghadapi kejahatan. jika tidak diubah (masih berorientasi pada pengobatan) maka pemerintah akan kehilangan kapasitasnya untuk memberikan respon atas masalah-masalah publik yang muncul. Artinya. komunikasi antar berbagai lokasi masih lamban. Artinya. mereka mendanai lebih banyak polisi. yang memungkinkan keputusan dibuat "ke bawah" atau pada "pinggiran" ketimbang mengonsentrasikannya pada pusat atau level atas. keenam. membangun sistem air dan pembuangan air kotor. pemerintahan tradisional yang birokratis memusatkan pada penyediaan jasa untuk memerangi masalah. sektor bisnis dan sektor civil socity perlu digalakkan untuk membentuk tim kerja dalam pelayanan publik. Kerjasama antara sektor pemerintah.Untuk memerangi kebakaran. untuk mencegah kebakaran. dan membuat peraturan bangunan. Pola pencegahan (preventif) harus dikedepankan dari pada pengobatan mengingat persoalan-persoalan publik saat ini semakin kompleks. Beban keputusan harus dibagi kepada lebih banyak orang. sekarang abad informasi dan teknologi sudah mengalami perkembangan pesat.Tak ada waktu lagi untuk menunggu informasi naik ke rantai komando dan keputusan untuk turun. banyak pegawai negeri yang terdidik dan kondisi berubah dengan kecepatan yang luar biasa. tetapi lebih kepada strategi yang inovatif untuk membentuk lingkungan yang memungkinkan kekuatan pasar berlaku. untuk mencegah penyakit. maka sistem sentralisasi sangat diperlukan. Artinya. .kelima. sehingga strategi yang digunakan adalah membentuk lingkungan sehingga pasar dapat beroperasi dengan efisien dan menjamin kualitas hidup dan kesempatan ekonomi yang sama. dan pekerja publik relatif belum terdidik. pemerintahan antisipatif: mencegah daripada mengobati. komunikasi antar daerah yang terpencil bisa mengalir seketika. Dalam rangka melakukan optimalisasi pelayanan publik. Pasar di luar kontrol dari hanya institusi politik. mereka mendanai perawatan kesehatan. pemerintahan desentralisasi: dari hierarki menuju partisipasi dan tim kerja. maka pemerintahan desentralisasilah yang paling diperlukan. Dan prinsip yang ketujuh.Akan tetapi.

Kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila dan UUD 1945. Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. akuntabilitas. Adanya atau hadirnya fasilitas fisik. Sementara itu. Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilai-nilai baru. peralatan dan orang (pelayan atau petugas) yang memenuhi syarat untuk pelayanan yang baik.Dengan demikian. pelayanan publik oleh birokrasi kita bisa menjadi lebih optimal dan akuntabel. legalitas dan kepatuhan. efektif) cheaper (operasionalnya murah) dan kompetitif. integritas dan kejujuran. Beberapa nilai-nilai dasar tersebut yaitu: a. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. 2. Prinsip-prinsip umum dalam etika pelayanan publik Ada sejumlah prinsip etika dalam pelayanan publik yang dapat diidentifikasi dengan mengacu kepada nilai-nilai dasar yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Pasal 6). 10 prinsip tersebut bertujuan untuk menciptakan organisasi pelayanan publik yang smaller (kecil. seperti good governance dan profesionalisme. Karakteristik Pelayanan Bermutu Masyarakat makin menyadari bahwa sebagai warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan terbaik dari pemerintah. C. Semangat nasionalisme d. transparansi.yaitu: a. dan efisiensi. pada bunyi sumpah jabatan yang diucapkan setiap pegawai negeri ketika akan dilantik. efisien). . c. pelayanan bermutu ditentukan oleh sekurang-kurangnya 5 faktor .10 prinsip di atas seharusnya dijalankan oleh pemerintah sekaligus. loyalitas. Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin . faster (kinerjanya cepat. antara lain. masyarakat mengharapkan pegawai negeri dapat memberikan pelayanan yang bermutu tinggi dan birokrasi yang efisien. kerahasiaan. Prinsipprinsip tersebut meliputi: objektivitas (netralitas atau imparsialitas) dan keadilan. pengabdian (kepentingan publik).Oleh karena itu. Prinsip-prinsip Etika Dalam Pelayanan Publik 1. b. tanggung jawab. dikumpulkan semua menjadi satu dalam sistem pemerintahan. nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. sehingga pelayanan publik yang dilakukan bisa berjalan lebih optimal dan maksimal. Pada dasarnya.

ras. 3. gender. dan status ekonomi. c. Kesiagaan atau ketanggapan. 5. Prinsip-prinsip Pelayanan Publik Untuk mencapai standar pelayanan prima ini. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara antara lain mengeluarkan Keputusan Nomor: 63/KEP/M. 2. D. golongan. agama. . d. Keandalan. dan harapan masyarakat. kemampuan untuk memberikan layanan yang diharapkan secara teliti dan konsisten. kebutuhan.b. pengetahuan. kepedulian dan perhatian khusus kepada pelanggan (pihak yang membutuhkan pelayanan). yakni kemauan untuk memberikan pelayanan dengan segera atau cepat dan kesediaan untuk membantu pelanggan. ada sejumlah prinsip yang harus dijadikan panduan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. keramahtamahan. Empati. Akuntabilitas Dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangkemampuan untuk memberikan undangan.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik. 6. 4. yaitu: 1. Keseimbangan hak dan kewajiban Pemberi dan penerima pelayanan publik harus memenuhi hak dan kewajiban masingmasing pihak. dan kepercayaan dan keyakinan. Jaminan. mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti. Kondisional Sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan efektivitas. Kesamaan hak Tidak diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku. Transparansi Bersifat terbuka. Partisipasif Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi. Dalam rangka menyediakan panduan dan standardisasi penyelenggaraan pelayanan publik. e.

listrik. E. transfortasi. Prinsip-prinsip dan Manajemen Etika Pelayanan Publik Pelayanan publik sangat penting dilakukan oleh pemerintah dalam usahanya mensejahterakan rakyatnya. Padahal hak rakyat untuk memperoleh kesejahteraan hidupnya dari negara telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 khususnya dalam pasal 27 sampai 34 serta lebih dioperasionalkan di dalam Undang-Undang. air bersih dan sebagainya. dalam berurusan dengan birokrasi pemerintahan. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan memberikan pelayanan di bidang kesehatan. perumahan.Ketentuan tentang sanksi ini menunjukkan tingginya tuntutan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan yang baik dari para penyelenggara pelayanan publik. Namun sangat disayangkan. Kesamaan Hak. Transparansi 2. memenuhi asas-asas umum pemerintahan yang baik. pendidikan.Undang-undang tersebut ditetapkan pada tanggal 18 Juli 2009.Hal ini berdasarkan pada pasal 59 bahwa semua peraturan atau ketentuan mengenai penyelenggaraan pelayanan publik wajib disesuaikan dengan ketentuan dalam undang-undang ini paling lambat dua tahun. Prinsip-Prinsip Pelayanan Publik : 1. . Kondisional 4. dan terjaminnya kepastian hak dan kewajiban serta kepastian hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Agar dapat memberikan pelayanan publik yang prima.Undang-undang pelayanan publik diterbitkan dengan harapan mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang prima. 6. Keseimbangan hak dan kewajiban. masyarakat sering mengeluh karena pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal.Undang-undang pelayanan publik ini juga memberikan sanksi bagi pelaksana dan penyelenggara pelayanan publik yang tidak memenuhi ketentuan dalam UU ini. Akuntabilitas 3.Dasar hukum pelayanan publik yaang berlaku sekarang adalah Undang-undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. PNS harus memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip dan criteria pelayanan publik serta hak dan kewajibannya sebagai pegawai negeri. Partisipatif 5.

10. sederhana. jelas. tersedia sarana dan prasarana pendukung. kesadaran dan tanggung jawab 5. 3. Perawatan kesehatan. 2. Hak ahli waris 7. Tunjangan cacat. Memacu produktivitas dan menjamin kesejahteraannya. 7. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian. 11. 4. tipe ideal birokrasi mencakup . 4. Kewajiban Pegawai Negeri : 1. UUD 1945. akurat. dan hanya dapat mengemukakannya kepada dan atas perintah pejabat yang berwajib atas kuasa Undang-undang Hak Pegawai Negeri : 1. gaji yang adil dan layak sesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya 2.Kriteria Pelayanan Publik: 1. Cuti. Sementara itu. 6. 9. tepat waktu. ramah. 5. Mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku 4. Dan ruang kerja yang nyaman. 5. 3. 12. mudah dijangkau. Sopan. Menyimpan rahasia jabatan. berdisiplin. menurut Weber. Negara dan Pemerintah 2. 8. bertanggung jawab. Wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia 3. aman. Dan pensiun. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. 6.

sehingga jelas perbedaan kekuasaannya. dan PP no. 2.Profesionalisme digunakan untuk merujuk kepada kompetensi teknis yang diperlukan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan hasil berstandar . Para pejabat diangkat dengan suatu kontrak  urjab. 3. 8 th 1974 jo uu no. Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan rtis (moralitas). Secara pribadi pegawai dan pejabat bebas. tugas. pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya. Namun. kewenangan 5. 2. Tiap pejabt berada di bawah pengendalian dan pengawasan suatu sistem yang dijalankan secara disiplin Sumber-sumber nilai dan panduan perilaku pelayanan publik 1. bawah. Panca prasetya korpri A. 43 th 1999 (pokok-pokok kepegawaian). 30 th 1980 (peraturan disiplin pns) 3. uu no. utamanya karena tuntutan pengabdian kepada publik yang sangat tinggi.1. 42 th 2004 (pembinaan jiwa korps dan kode etik pns). Tupoksi masing-masing jabatan dalam hirarki secara spesifik berbeda  spesialisasi 4. Aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah : PP no. Pejabat tidak boleh menggunakan jabatan dan sumber daya untuk kepentingan pribadi dan keluarga 9. yang mengharuskan pegawai negeri mendahulukan kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. Struktur pengembangan karir dan promo berdasarkan senioritas dan merit sistem 8.dan samping. Nilai-nilai tertinggi yang harus diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) adalah : nilai-nilai yang bersumber dari pancasila (dasar negara). bahkan dalam beberapa segi mengemban kewajiban profesional yang jauh lebih tinggi. UUD 1945 (konstitusi) dan nilainilai yang hidup dan berkembang di masyarakat. Jabatan disusun secara hirarki dari atas. Hakikat Profesionalisme Pelayanan Publik Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi. Pejabat diangkat karena profesional 6. tetapi tidak bebas menggunakan jabatan posisi untuk kepentingan pribadi. menjalankan tugas betapapun kesulitan dan risiko yang dihadapi tanpa pamrih. Setiap pejabat memperoleh gaji dan pensiun 7.

c. Profesionalisme pelayanan publik bukan lagi sekedar pekerjaan atau jabatan lain. Dewasa ini para ―profesional‖ dalam pelayanan publik menghadapi begitu banyaj tuntutan yang saling berbenturan.Sementara itu. menjadi teladan dalam perilaku. dan secara khusus bukanlah ―majikan‖ yang senang atau mudah memberikan imbalan. mendisiplinkan pelaku kesalahan dan anggota lainnya yang diyakini merusak reputasi profesi. Profesionalisme di lingkungan pelayanan publik tidak mungkin menikmati kelimpahruahan seperti rekan mereka di sector swasta. Nilai-nilai profesionalisme yang menjadi acuan perilaku dalam pelayanan publik meliputi: . memenuhi kepentingan publik dan menghindari godaan untuk mendahulukan kepentingan pribadi daripada tugas. f. memelihara pengetahuan dan keterampilan pada tingkat yang tinggi. percobaan. termasuk penelitian. sehingga mereka harus menyusun prioritas dan memilih nilai-nilai mana yang harus digunakan.tinggi. memenuhi kepentingan warga Negara. mengutamakan kewajiban dan tanggung jawab untuk memenuhi kepentingan publik. mengungkapkan kecurangan dan malpraktik. dan unum meningkatkan kemampuan mereka melalui berbagai upaya g. etika lazimnya digunakan untuk merujuk kualifikasi perilaku moral (moralitas). dan inovasi. e. b. Mereka yang berkarir di lingkungan pelayanan publik atau birokrasi pemerintahan diharapkan untuk: a. mempelajari dan menguasai pekerjaan mereka dibidang administrasi publik. secara pengembangan diri. Pelayanan publik adalah profesi menantang yang memerlukan komitmen tinggi untuk melayani publik. Publik adalah ―majikan‖ yang ―keras‖. menjadi pakar di bidang spesialisai yang mereka pilih. Dalam menjalankan peran sebagai jembatan antara kepentingan Negara dan kepentingan warga Negara. profesionalisme di lingkungan birokrasi menuntut adanya loyalitas secara penuh kepada pemerintah dan pengabdian penuh dalam menjalankan urusan publik. menghindari benturan kepentingan dengan menempatkan nilai pengabdian kepada kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. d. karena gaji yang kompetitif sekalipun dianggap hanya menghamburkan uang Negara.

para pelaku betanggung jawab baik terhadap apa yang mereka kerjakan maupun terhadap apa yang seharusnya mereka kerjakan tetapi tidak atau gagal mereka kerjakan. c) Menjadi teladan. seperti kemanusiaan dan HAM.Aturan hukum memberikan perlindungan terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan. bersikap jujur. memberikan manfaat publik. Mereka bertindak bukan untuk kepentingan diri mereka sendiri tetapi untuk kepentingan publik secara keseluruhan. diskriminasi dan korupsi. dan memperbaiki kondisi kehidupan tanpa mengharapkan imbalan. kalau belum diuji atau dikaitkan . memajukan kepentingan publik. Dalam lingkungan pelayanan publik. b) Menjamin adanya tanggung jawab dan akuntabilitas publik.Selain itu. Ketidakpastian dan ketidakandalan merusak kredibilitas pemerintah dan kesewenangwenangan mengundang berbagai tindak kejahatan seperti penyalahgunaan kekuasaan. dan tanggap. Lebih dari itu. e) Memajukan demokrasi.Karena itu. kaum teleologis ini berpendapat bahwa tidak ada suatu prinsip moralitas yang bisa dianggap universal. harus siap untuk dipersalahkan atau tidak dihargai walaupun kemudian terbukti bertindak benar. Profesional di lingkungan pelayanan publik harus mengadopsi sejumlah nilai baru yang beberapa di antaranya mungkin berbenturan dan memerlukan prioritisasi. dan ini merupakan prinsip pertama pemerintahan yang demokratis.a.Nilai-nilai ini menuntut pegawai negeri untuk menjadi pelindung kepentingan publik. selalu memutakhirkan informasi. Profesional dalam pelayanan publik harus selalu meningkatkan kinerja mereka dalam berbagai bidang tanggung jawab mereka. seorang profesional pada pelayanan publik harus berusaha menjauhkan diri dari tindakan yang merugikan dan harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal. B. d) Meningkatkan kinerja. Profesional dalam pelayanan publik berarti memiliki komitmen terhadap cita-cita pengabdian kepada publik. pelaksana yang baik. a) Menegakkan aturan hukum. Profesional pada organisasi publik tidak bekerja sepenuhnya untuk memperoleh manfaat bagi dirinya sendiri tapi juga untuk tujuan sosial. Dilema dalam beretika Sebagai sesuatu yang etis.

Dengan demikian. dan pengalaman masa lalu. yang sangat tergantung kepada beberapa faktor antara lain pengaruh orang tua. Pertama.dengan konsekuensinya. adat istiadat. Di dalam pelayanan publik terdapat empat tingkatan etika.Adanya hirarki etika ini cenderung membingungkan keputusan para aktor pelayanan publik karena semua nilai etika dari keempat tingkatan ini saling bersaing.Persoalan moral atau etika akhirnya tergantung kepada persoalan ―interpretasi‖ semata. yaitu norma-norma yang menuntun perilaku dan tindakan anggota masyarakat agar keutuhan kelompok dan anggota masyarakat selalu terjaga atau terpelihara. Ketiga adalah etika organisasi yaitu serangkaian aturan dan norma yang bersifat formal dan tidak formal yang menuntun perilaku dan tindakan anggota organisasi yang bersangkutan. etika atau moral pribadi yaitu yang memberikan teguran tentang baik atau buruk. ia barangkali akan melihat kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dalam organisasi seperti menggunakan sistim ―senioritas‖ yang mengutamakan mereka yang paling senior terlebih dahulu. keyakinan agama. ia akan mendahului orang yang berasal dari daerahnya sehingga sering menimbulkan kesan adanya KKN. menempatkan orang dalam posisi atau jabatan tertentu sangat tergantung kepada etika yang dianut pejabat yang berkuasa. tergantung kepada keyakinannya apakah tergolong absolutis atau relativis.Implikasi dari adanya dilema diatas maka sulit memberi penilaian apakah aktor-aktor pelayanan publik telah melanggar nilai moral yang ada atau tidak.Misalnya. yaitu serangkaian norma atau aturan yang menuntun perilaku kalangan profesi tertentu. Bila ia sangat dipengaruhi oleh etika sosial. budaya. Kedua adalah etika profesi. persoalan moral atau etika didalam konteks ini akhirnya tergantung kepada tingkatan etika yang paling mendominasi keputusan seorang aktor kunci pelayanan publik.Hal yang demikian barangkali telah menumbuhkan suasana KKN di negeri kita. Hierarki Etika. Dan keempat. atau mungkin didominasi oleh sistim meri t yang berarti ia akan mendahulukan orang yang paling berprestasi. etika sosial. Bila ia didominasi oleh etika organisasi. Konflik antara nilai-nilai dari tingkatan etika yang berbeda ini sering membingungkan para pembuat keputusan sehingga kadang-kadang mereka menyerahkan keputusan .

Bertindak seperti ini menunjukan suatu kedewasaan dalam . etika moral Pancasila. tokoh-tokoh karismatik. Di Amerika Serikat.Dalam praktek pelayanan publik saat ini di Indonesia. seharusnya kita selalu memberi perhatian terhadap dilema diatas. namun harus diakui bahwa ketiadaan kode etik ini telah memberi peluang bagi para pemberi pelayanan untuk mengenyampingkan kepentingan publik. kesadaran beretika dalam pelayanan publik telah begitu meningkat sehingga banyak profesi pelayanan publik yang telah memiliki kode etik. menaruh perhatian.Kehadiran kode etik itu sendiri lebih berfungsi sebagai alat kontrol langsung bagi perilaku para pegawai atau pejabat dalam bekerja. dsb. Akan tetapi norma-norma tersebut juga terikat situasi sehingga menerima norma-norma tersebut sebaiknya tidak secara kaku. karena dapat digunakan sebagai penuntun tingkah lakunya. Salah satu contoh yang relevan dengan pelayanan publik aalah kode etik yang dimiliki ASPA (American Society for Public Administration) yang telah direvisi berulang kali dan terus mendapat kritikan serta penyempurnaan dari para anggotanya. Kedewasaan dan Otonomi Beretika. kebenaran.Pendapat tersebut tidak salah. Nilai-nilai yang dijadikan pegangan perilaku para anggotanya antara lain integritas. bahkan sudah ada sumpah pegawai negeri yang diucapkan setiap apel bendera. Kita mungkin perlu belajar dari negara lain yang sudah memiliki kedewasaan beretika. dedikasi. Kode etik pelayanan publik di Indonesia masih terbatas pada beberapa profesi seperti ahli hukum dan kedokteran sementara kode etik untuk profesi yang lain masih belum nampak. pengembangan profesionalisme. bekerja profesional. beri perlindungan terhadap informasi yang sepatutnya dirahasiakan. ketabahan. Implikasi bagi Etika Pelayanan Publik di Indonesia Dibutuhkan Kode Etik. komunikasi terbuka dan transparansi. kode etik tersebut kemudian dikembangkan atau direvisi agar selalu sesuai dengan tuntutan perubahan jaman.akhirnya kepada pihak lain yang mereka percaya atau segani seperti pejabat yang lebih tinggi. Dalam konteks ini. kejujuran. kasih sayang. C. respek. ―orang pintar‖. misalnya.Bahkan berdasarkan penilaian implementasi tersebut. Ada yang mengatakan bahwa kita tidak perlu kode etik karena secara umum kita telah memiliki nilai-nilai agama. yang lebih penting adalah bahwa kode etik itu tidak hanya sekedar ada. para pemberi pelayanan publik harus mempelajari norma-norma etika yang bersifat universal. cepat tanggap. tetapi juga dinilai tingkat implementasinya dalam kenyataan. mengutamakan kepentingan publikdiatas kepentingan lain. dukungan terhadap sistimmerit dan program affirmative action. penggunaan keleluasaan untuk kepentingan publik. Atau dengan kata lain. keramahan. kreativitas.

peluang dari pihak. .Diantara kita semua ada pihak yang sangat peduli dengan nilai-nilai etika atau moral. Pendahuluan Reformasi di bidang kepegawaian yang merupakan konsekuensi dari perubahan di bidang politik.Kadang-kadang. kemudian diikuti dengan berbagai peraturan pelaksanaannya. dalam rangka meningkatkan moralitas dalam pelayanan publiki. Mendahulukan orang atau suku sendiri merupakan tindakan tidak terpuji bila itu diterapkan dalam konteks organisasi publik yang menghendaki perlakuan yang sama kepada semua suku. Mungkin tindakan ini tepat dalam organisasi swasta. bahkan sering dikutuk perbuatannya.Mereka adalah pihak yang berani membongkar rahasia dan menguji tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika.Perlindungan dan Insentif Bagi Pengadu. Dialog menuju konsensus dapat membantu memecahkan dilema tersebut. Netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) 1.Karena itu. ekonomi dan sosial yang begitu cepat terjadi sejak paruh pertama tahun 1998 ditandai dengan berlakunya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. kita juga masih membiarkan diri kita untuk mendahulukan kepentingan tertentu tanpa memperhatikan konteks atau dimana kita bekerja atau berada. D. Oleh karena itu. Kelemahan kita terletak pada ketiadaan atau terbatasnya kode etik.beretika.Kita juga masih membiarkan diri kita didikte oleh pihak luar sehingga belum terjadi otonomi beretika. kalau perlu insentif khusus.Namun upaya untuk melakukan hal ini kadang-kadang dianggap sebagai upaya tidak terpuji. Pengalaman ini cenderung membuat mereka takut dan timbul kebiasaan untuk tidak mau ―repot‖ atau tidak mau ―berurusan‖ dengan hukum atau pengadilan. Peraturan perundang-undangan yang merupakan perubahan dan penyempurnaan dari Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 dengan pokok bahasan yang sama tersebut. harus ada kedewasaan untuk melihat dimana kita berada dan tingkatan hirarki etika manakah yang paling tepat untuk diterapkan.Demikian pula kebebasan dalam menguji dan mempertanyakan norma-norma moralitas yang berlaku belum ada. yang insentifnya tidak jelas. tapi tidak tepat dalam organisasi publik. baik yang berupa Peraturan Pemerintah (PP) maupun Keputusan Presiden (Keppres). bahkan seringkali kaku terhadap norma-norma moralitas yang sudah ada tanpa melihat perubahan jaman. untuk menjamin terlaksananya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 ini secara baik dan terarah. diperlukan perlindungan terhadap para pengadu. melakukan pengaduan tentang pelanggaran moral. dan nasibnya bisa menjadi terancam. Akibatnya.pihak yang berpengaruh dalam pelayanan publik terus terbuka untuk melakukan tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika.

maka PNS pada daerah-daerah tersebut mengerti benar keinginan dan harapan masyarakat setempat. Dalam hubungan ini maka manajemen dan administrasi PNS harus dilakukan secara terpusat. Prasyarat Netralitas Untuk mewujudkan ketiga peran tersebut diharapakan dalam manajemen sistem kepegawaian perlu selalu ada: b.Ukuran yang dipakai untuk mengevaluasi peran ini adalah seberapa jauh masyarakat puas atas pelayanan yang diberikan PNS.Kedua. sehingga desentralisasi dan otonomi terpusat pada pemerintah kabupaten dan pemerintah kota. Ketiga prasyarat ini akan menumbuhkan keyakinan dalam diri setiap PNS. 2. Ketiga. Sehingga keinginan untuk melakukan korupsi. sehingga setiap PNS dapat memperkirakan kariernya dimasa depan serta bisa mengukur kemampuan pribadi. kalau tidak mungkin dihapuskan sama sekali dan d. Promosi dan mutasi yang sistematis dan transparan. c. sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah. apabila mereka menerima sesuatu jabatan harus siap pula untuk melepas jabatan yang didudukinya itu pada suatu waktu tertentu. Stabilitas. sistem kepegawaian yang memenuhi ketiga kreteria tersebut akan menjaga integritas dan kepribadian setiap PNS yang memang sangat diperlukan untuk mewujudkan . Selain itu. baik korupsi jabatan maupun korupsi harta. menjadi berkurang. netralitas PNS sangat diperlukan. Balas jasa yang sesuai untuk menjamin kesejahteraan PNS beserta keluarganya.Artinya pelayanan pada pemerintah merupakan fungsi utama PNS. Apabila tujuan utama otonomi daerah adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.Apabila sistem penggajian sudah ditata rapih. melakukan fungsi manajemen pelayanan publik.Pertama.Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa. setiap PNS tidak perlu mengejar jabatan hanya sekedar untuk mempertahankan kesejahteraan hidup bersama keluarganya.Untuk mengemban tugas ini. meskipun fungsi-fungsi pemerintahan lain telah diserahkan kepada pemerintah kota dan pemerintah kabupaten dalam rangka otonomi daerah yang diberlakukan saat ini. PNS harus mampu mengelola pemerintahan. Bahkan kehilangan jabatan tersebut tidak perlu dikuatirkan.Setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus dapat dimengerti dan dipahami oleh setiap PNS sehingga dapat dilaksanakan dan disosialisasikan sesuai dengan tujuan kebijakan tersebut. yang menjamin agar setiap PNS tidak perlu kuatir akan masa depannya serta ketenangan dalam mengejar karier.

nilai-nilai. dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi/pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dlm orang & berhubungan dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna layanan birokrasi 3. Secara khusus. 4. 43 Tahun 1999. birokrasi juga memikul mandat baru untuk terus-menerus mereformasi diri guna meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya. Pelayanan publik yang beretika : mempertimbangkan cara yg tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖―abdi negara/abdi masyarakat‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. Seperti yang terjadi pada sektor bisnis. Oleh karena itu. profesionalisme dan standar perilaku yang tinggi juga ditujukan pada birokrasi atau administrasi publik yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik. dan pada saat yang sama mendorong aparatur birokrasi (PNS atau ‖abdi masyarakat‖) agar memiliki integritas yang tinggi. 5. standar-standar atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan. Etika pelayanan publik mencakup prinsip-prinsip. seperti halnya bisnis. 6. 2. Etika pelayanan publik memiliki interpretasi kurang lebih mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. Aparat birokrasi kini makin dituntut untuk secara profesional menunjukkan kinerjanya yang berkualitas tinggi. 1. tuntutan akan efisiensi dan efektivitas organisasi. Masyarakat kini tidak hanya makin sadar akan hak-haknya. Pemahaman yang baik mengenai isu-isu etika dalam birokrasi akan memberikan bekal yang berharga bagi mereka jika mereka menjadi aparat birokrasi yang . dengan cara-cara yang menjunjung tinggi prinsipprinsip etrika. tetapi juga makin berani untuk menggugat birokrasi (administrasi pemerintahan) yang ternyata tidak mampu bekerja secara profesional sesuai harapannya. 7.peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara seperti diamanatkan dalam Undang-undang No. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik.

Perkembangan tersebut menuntut para akuntan profesional untuk senantiasa memastikan bahwa nilai-nilai etika mereka adalah mutakhir. selain isu-isu etika birokrasi pada umumnya. Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi. yaitu sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah. Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa. tapi dalam pelaksanaannya itu sendiri harus ada sebuah etika yang menjamin kepuasan pelanggan. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Sebagai calon pengawal . melakukan fungsi manajemen pelayanan public. 14. PNS harus mampu mengelola pemerintahan.mengemban tugas-tugas pelayanan publik ataupun jika menjadi akuntan profesional yang independen dan melakukan pengkajian dan penilai terhadap sistem dan kinerja birokrasi. Hal ini berkaitan dengan semakin beragamnya kebutuhan warga Negara akan pelayanan public yang baik. Pelayanan publik ini tidak semata-mata hanya mencukupi kebutuhan warga Negara. 10. tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan. Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan etis (moralitas). perkembangan di bidang tata kelola pemerintahan (governance). masyarakat pemerintahan. dan mereka siap bertindak berdasarkan nilai-nilai tersebut untuk mencapai kinerja terbaiknya 8. 12. Semakin berkembang sistem pemerintaha yang ada di suatu Negara. pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya. 11. 13. Dalam kaitan ini. maka dituntut juga pelayanan public yang semakin baik. Namun. yaitu besarnya diskriminasi pelayanan. Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilainilai baru. sering mengeluh karenadalam berurusan dengan birokrasi pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal. nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. dan penggunaan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah secara efektif dan efisien. kalancaran palaksanaan pelayanan. 9. Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin Sementara itu. secara khusus penting bagi akuntan profesional.

prinsip manakah yang tidak terpenuhi? 5. Berikan pengertian etika dan hubungkan dengan dengan fungsi pelayanan public dari birokrasi pemerintahan. 2. Prinsip apa saja yang ditetapkan untuk pelayanan publik di Indonesia? .nan public yang semakin baik. 4. 3. Ikhtisarkan secara singkat alasan-alasan pentingnya etika dalam pelayanan public (birokrasi). 1. Nilai-nilai apa saja yang relevan untuk dijadikan prinsip etika dan perilaku dalam pelayanan publik? Jelaskan masing-masing. Jika seorang pegawai negeri ceroboh. tidak teliti sehingga pelaksanaan pekerjaannya selalu memerlukan waktu yang lebih lama dan menggunakan bahanbahan yang lebih banyak dari seharusnya. maka sudah sewajibnya kita semua mempelajari bagaimana manjadi pelayan masyarakan dan pengabdi Negara yang baik.keuangan Negara.

Daerah artikulasi terbentang dari bibir luar sampai pita suara.GLOSARIUM : Artikulasi perubahan ruang dan ruang dalam saluran suara untuk menghasilkan bunyi bahasa. dimana fenom-fenom terbentuk berdasarkan getaran pita suara disertai perubahan posisi lidah dana semacamnya. keadaan dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan publik setiap orang memiliki hak untuk terlibat dalam pengambilan keputusan di setiap kegiatan penyelenggaraan pemerintahan Tugas pokok dan fungsi wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah Transparansi Akuntabilitas Kondisional Partisipatif Tupoksi Otonomi . Birokrasi sistem pemerintahan yg dijalankan oleh pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi keadaan untuk dipertanggungjawabkan.

Bisnis. Materi Pokok Etika Bisnis dan Profesi untuk Mahasiswa Akuntansi ( Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. dan Pelayanan Publik. .DAFTAR PUSTAKA Kusmanadji. Etika Profesi Akuntansi. 2005).

etos dapat diterjemahkan menjadi beberapa pengertian antara lain starting point. kelompok atau suatu institusi. guiding beliefs of a person. Webster Dictionary mendefinisikan etos sebagai. to appear. nilai-nilai moral.komunitas. Pengertian Etika (Etos) Kerja Secara etimologis istilah etos berasal dari bahasa Yunani yang berarti ―tempat hidup‖. yang kemudian menjadi ―etika‖. Mula-mula tempat hidup dimaknai sebagai adat istiadat atau kebiasaan. community or culture. karakteristik rohani. etos adalah keyakinan yang menuntun seseorang. atau budaya. A.BAB ETIKA KERJA Tujuan Instruksional Khusus : 8 2 1. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai pengertian etika kerja. Disini terlihat bahwa etos dikenali berdasarkan sifat-sifat yang dapat terdeteksi oleh indera. A. Hornby (1995) dalam The New Oxford Advances Learner‘s Dictionary mendefinisikan etos sebagai. tidak dengan apa yang dipikirkan orang tentang sifatnya sebelum ia mulai berbicara. Mahasiswa dapat memahami etika kerja pegawai negeri sipil. Sejalan dengan waktu. dan faktor-faktor yang mempengaruhi etika kerja. 3. Sedangkan dalam The American Heritage Dictionary of English Language. tetapi Aristoteles berusaha memperluas makna istilah ini hingga ‘keahlian‘ dan ‘pengetahuan‘ tercakup didalamnya. 4. kata etos berevolusi dan berubah makna menjadi semakin kompleks. ‘pemunculan‘ atau ‘disposisi/watak‘. etos . disposition hingga disimpulkan sebagai character. group or institution.Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan etika kerja dan etika profesi. 2. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai macam etika kerja. ideas or beliefs of a group. moral values. Aristoteles menggambarkan etos sebagai salah satu dari tiga mode persuasi selain logos dan pathos dan mengartikannya sebagai ‘kompetensi moral‘. Dalam bahasa Inggris. ide atau keyakinan suatu kelompok. Ia menyatakan bahwa etos hanya dapat dicapai hanya dengan apa yang dikatakan seorang pembicara. Dari kata yang sama muncul pula istilah Ethikos yang berarti ―teori kehidupan‖. Dalam bahasa Indonesia kita dapat menterjemahkannya sebagai ‘sifat dasar‘. aspek-aspek etika kerja. the characteristic spirit. S.

atau sejenisnya. morale with regard to the tasks at hand. maka etos kerja dengan sendirinya akan rendah. disposisi. maka etos kerjanya akan cenderung tinggi. kesungguhan atau semangat dalam bekerja. Prinsip utama atau pengendali dalam suatu pergerakan. etos kerja diartikan sebagai earnestness or fervor in working. pekerjaan seni. nilai atau jiwa yang mendasari. bentuk ekspresi. Dalam rumusan Jansen Sinamo (2005). karakter. dan cara berekspresi yang khas pada sekelompok orang dengan budaya serta keyakinan yang sama. Bila individu-individu dalam komunitas memandang kerja sebagai suatu hal yang luhur bagi eksistensi manusia. suatu pandangan moral pada pekerjaan yang dilakoni. Berdasarkan rumusan ini. Menurut Anoraga (1992). Menurutnya. yaitu: 1. etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja. menjadi prinsip-prinsip pergerakan.diartikan dalam dua pemaknaan. adatistiadat 2.id). atau suatu komunitas menganut paradigma kerja. Pandangan ini dipengaruhi oleh kajiannya terhadap studi-studi sosiologi sejak zaman Max Weber di awal abad ke-20 dan penulisan-penulisan manajemen dua puluh tahun belakangan ini yang semuanya bermuara . mempercayai. the governing or central principles in a movement. Sebaliknya sikap dan pandangan terhadap kerja sebagai sesuatu yang bernilai rendah bagi kehidupan. etos kerja diartikan sebagai sikap mental yang mencerminkan kebenaran dan kesungguhan serta rasa tanggung jawab untuk meningkatkan produktivitas (www.go. fundamental values or spirit. work of art.depkop. character. or attitude peculiar to a specific people. jika seseorang. dan berkomitmen pada paradigma kerja tersebut. Sinamo (2005) memandang bahwa Etos Kerja merupakan fondasi dari sukses yang sejati dan otentik. budaya atau kelompok yang membedakannya dari orang atau kelompok lain. Itulah yang akan menjadi Etos Kerja dan budaya. the disposition. suatu organisasi. atau sikap khusus orang. Dalam situs resmi kementerian KUKM. mode of expression. culture or a group that distinguishes it from other peoples or group. Dari sini dapat kita peroleh pengertian bahwa etos merupakan seperangkat pemahaman dan keyakinan terhadap nilai-nilai yang secara mendasar mempengaruhi kehidupan. kita dapat melihat bagaimana etos kerja dipandang dari sisi praktisnya yaitu sikap yang mengarah pada penghargaan terhadap kerja dan upaya peningkatan produktivitas. Pada Webster's Online Dictionary. mores. or the like. semua itu akan melahirkan sikap dan perilaku kerja mereka yang khas. Etos Kerja adalah seperangkat perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen total pada paradigma kerja yang integral.

Kerja adalah rahmat. kode moral.pada satu kesimpulan utama. dan penghayatan atas paradigma kerja tertentu. Mencetak prestasi dengan motivasi superior. Keempat pilar inilah yang sesungguhnya bertanggung jawab menopang semua jenis dan sistem keberhasilan yang berkelanjutan (sustainable success system) pada semua tingkatan. dan standar-standar. karakteristik utama. Keempat elemen itu lalu dia konstruksikan dalam sebuah konsep besar yang disebutnya sebagai Catur Dharma Mahardika (bahasa Sanskerta) yang berarti Empat Darma Keberhasilan Utama. sikap-sikap. 4. prinsip-prinsip. Roh inilah yang menjelma menjadi perilaku yang khas seperti kerja keras. Dari ratusan teori sukses yang beredar di masyarakat sekarang ini. Melalui berbagai pengertian diatas baik secara etimologis maupun praktis dapat disimpulkan bahwa Etos Kerja merupakan seperangkat sikap atau pandangan mendasar yang dipegang sekelompok manusia untuk menilai bekerja sebagai suatu hal yang positif bagi peningkatan kualitas kehidupan sehingga mempengaruhi perilaku kerjanya. spirit dasar. bahwa keberhasilan di berbagai wilayah kehidupan ditentukan oleh perilaku manusia. 3. teliti. pikiran dasar. yaitu motivasi murni untuk meraih dan menikmati keberhasilan. Sinamo (2005) lebih memilih menggunakan istilah etos karena menemukan bahwa kata etos mengandung pengertian tidak saja sebagai perilaku khas dari sebuah organisasi atau komunitas tetapi juga mencakup motivasi yang menggerakkan mereka. entah pengusaha. kreatif dan produktif. Menciptakan nilai baru dengan inovasi kreatif. Sinamo (2005) menyederhanakannya menjadi empat pilar teori utama. Sebagian orang menyebut perilaku kerja ini sebagai motivasi. kode etik. terutama perilaku kerja. sampai . yaitu: 1. integritas. pegawai kantor. Apa pun pekerjaan kita. keyakinankeyakinan. Dengan ini maka orang berproses menjadi manusia kerja yang positif. Keempat darma ini kemudian dirumuskan pada delapan aspek etos kerja sebagai berikut: 1. A. bertanggung jawab dan sebagainya melalui keyakinan. rasional. disiplin. aspirasi-aspirasi. Meningkatkan mutu dengan keunggulan insani. tekun. kebiasaan (habit) dan budaya kerja. komitmen. Membangun masa depan dengan kepemimpinan visioner. Aspek-Aspek Etika (Etos) Kerja Menurut Sinamo (2005) setiap manusia memiliki spirit/roh keberhasilan. kode perilaku. 2.

akuntan. kita bisa berucap pada diri sendiri. semuanya bentuk aktualisasi diri. Kerja adalah panggilan. Kerja adalah aktualisasi. Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik. menulis merupakan sebuah kehormatan. seorang fisikawan peraih nobel. Kerja adalah seni. seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun.buruh kasar sekalipun. Kesadaran ini akan membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi. Kerja merupakan suatu dharma yang sesuai dengan panggilan jiwa kita sehingga kita mampu bekerja dengan penuh integritas. Etos ini membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela. Meski kadang membuat kita lelah. ahli hukum. 3. sehingga melalui pekerjaan individu mengarahkan dirinya pada tujuan agung Sang Pencipta dalam pengabdian. jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai panggilan. Kerja adalah kehormatan. Kerja adalah ibadah. 7. 6. bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa ―ada‖. Dia mengaku. 5. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas. Semua adalah seni. ―I’m doing my best!‖ Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kita kurang baik mutunya. Hasilnya. Seremeh apa pun pekerjaan kita. 4. Baginya. itu adalah sebuah kehormatan. . Sastrawan Indonesia kawakan ini tetap bekerja (menulis). adalah rahmat dari Tuhan. maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang kepada kita. Jansen mencontohkan Edward V Appleton. Jansen mengambil contoh etos kerja Pramoedya Ananta Toer. Kerja merupakan titipan berharga yang dipercayakan pada kita sehingga secara moral kita harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab. Apa pun pekerjaan kita. meskipun ia dikucilkan di Pulau Buru yang serba terbatas. Kerja adalah amanah. Bagaimanapun sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong tanpa pekerjaan. Bekerja merupakan bentuk bakti dan ketaqwaan kepada Sang Khalik. Anugerah itu kita terima tanpa syarat. Pekerjaan adalah sarana bagi kita untuk mencapai hakikat manusia yang tertinggi sehingga kita akan bekerja keras dengan penuh semangat. Jadi. 2. entah dokter. bukan demi mencari uang atau jabatan semata. misalnya korupsi dalam berbagai bentuknya. semua novelnya menjadi karya sastra kelas dunia. rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling begengsi itu adalah karena dia bisa menikmati pekerjaannya.

Pekerjaan merupakan sumber penghasilan yang halal dan tidak amoral 4. Menempatkan pandangan tentang kerja. Manusia bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja tetapi untuk melayani sehingga harus bekerja dengan sempurna dan penuh kerendahan hati. 4. Pekerjaan merupakan suatu kesempatan untuk mengembangkan diri dan berbakti 5. polisi. 2004). maka akan ditunjukkan ciri-ciri yang sebaliknya (Kusnan. Kerja adalah Pelayanan. 2. maka ia menggunakan lima indikator untuk mengukur etos kerja. 3. Pekerjaan adalah suatu berkat Tuhan. Pekerjaan merupakan sarana pelayanan dan perwujudan kasih Dalam penulisannya. positif dan negatif. Apa pun pekerjaan kita. Kerja dihayati sebagai suatu proses yang membutuhkan ketekunan dan sekaligus sarana yang penting dalam mewujudkan cita-cita. apabila menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut: 1. 2. Suatu individu atau kelompok masyarakat dapat dikatakan memiliki Etos Kerja yang tinggi. pedagang. Bagi individu atau kelompok masyarakat yang memiliki etos kerja yang rendah. Akhmad Kusnan (2004) menyimpulkan pemahaman bahwa etos kerja menggambarkan suatu sikap. Kurang dan bahkan tidak menghargai hasil kerja manusia. semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian kepada sesama. sebagai suatu hal yang amat luhur bagi eksistensi manusia. bahkan penjaga mercusuar. 1. Menurutnya etos kerja mencerminkan suatu sikap yang memiliki dua alternatif. yaitu. Bekerja adalah hakikat kehidupan manusia 2. Kerja yang dirasakan sebagai aktivitas yang bermakna bagi kehidupan manusia. . Kerja dirasakan sebagai suatu hal yang membebani diri. Anoraga (1992) juga memaparkan secara eksplisit beberapa sikap yang seharusnya mendasar bagi seseorang dalam memberi nilai pada kerja. 3. yang disimpulkan sebagai berikut: 1.8. Kerja dilakukan sebagai bentuk ibadah. 5. Mempunyai penilaian yang sangat positif terhadap hasil kerja manusia.

Sistem nilai ini tentunya akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. . Sejak Weber menelurkan karya tulis The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1958). bersikap dan bertindak seseorang pastilah diwarnai oleh ajaran agama yang dianutnya jika ia sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama. Salah satu unsur dasar dari kebudayaan modern. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Etika (Etos) Kerja Etika (etos) kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor. Cara berpikir. 2005). 4. Pada dasarnya agama merupakan suatu sistem nilai. Agama Dasar pengkajian kembali makna Etos Kerja di Eropa diawali oleh buah pikiran Max Weber. Kerja dihayati hanya sebagai bentuk rutinitas hidup. Dengan demikian. berorientasi sukses (material). tidak mengumbar kesenangan .3. bekerja tekun sistematik. Weber (1958) memperlihatkan bahwa doktrin predestinasi dalam protestanisme mampu melahirkan etos berpikir rasional. yang akhirnya menjadi titik tolak berkembangnya kapitalisme di dunia modern. Kerja dipandang sebagai suatu penghambat dalam memperoleh kesenangan. Kerja dilakukan sebagai bentuk keterpaksaan. jelaslah bahwa agama akan turut menentukan jalannya pembangunan atau modernisasi. yaitu: 1. sehingga penulisan ini mendasari pemahamannya pada delapan aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo sebagai indikator terhadap etos kerja. dapat dilihat bahwa aspek-aspek yang diusulkan oleh dua tokoh berikutnya telah termuat dalam beberapa aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo. berbagai studi tentang Etos Kerja berbasis agama sudah banyak dilakukan dengan hasil yang secara umum mengkonfirmasikan adanya korelasi positif antara sebuah sistem kepercayaan tertentu dan kemajuan ekonomi. 5. B. dan modernitas (Sinamo. berdisiplin tinggi.namun hemat dan bersahaja (asketik). kemakmuran. yaitu rasionalitas (rationality) menurut Weber (1958) lahir dari etika Protestan. serta menabung dan berinvestasi. Dari berbagai aspek yang ditampilkan ketiga tokoh diatas. kalau ajaran agama itu mengandung nilai-nilai yang dapat memacu pembangunan.

Orientasi ini akan melahirkan orientasi lain. Dharmika. Budaya Selain temuan Rosmiani (1996) diatas. jika masyarakat secara keseluruhan memiliki orientasi kehidupan yang teracu ke masa depan yang lebih baik. Pernyataaan di atas juga didukung oleh studi yang dilakukan Suryawati. 1995) mengatakan bahwa sikap mental. tekad. tekad. Sikap ini dibentuk oleh sistem orientasi nilai-nilai budaya. KH. Kualitas etos kerja ini ditentukan oleh sistem orientasi nilai budaya masyarakat yang bersangkutan. Etos kerja berdasarkan nilai-nilai budaya dan agama ini menurut mereka diperoleh secara lisan dan merupakan suatu tradisi yang disebarkan secara turun-temurun. Namiartha. disiplin dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos budaya dan secara operasional. masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya yang konservatif akan memiliki etos kerja yang rendah. Abdurrahman Wahid (2002) mengatakan bahwa etos kerja harus dimulai dengan kesadaran akan pentingnya arti tanggung jawab kepada masa depan bangsa dan negara. Dorongan untuk mengatasi kemiskinan. kebodohan dan keterbelakangan hanya mungkin timbul.Menurut Rosmiani (1996). Subagyo. Rahardjo. Usman Pelly (dalam Rahimah. disiplin dan semangat kerja. yaitu semangat profesionalisme yang menjadi tulang . Masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya maju akan memiliki etos kerja yang tinggi dan sebaliknya. Etos kerja juga sangat berpegang teguh pada moral etik dan bahkan Tuhan. yang sebagian bersumber dari agama atau sistem kepercayaan/paham teologi tradisional. etos budaya ini juga disebut sebagai etos kerja. Sosial Politik Soewarso. Putri dan Weda (1997) yang menyimpulkan bahwa semangat kerja/Etos Kerja sangat ditentukan oleh nilai-nilai budaya yang ada dan tumbuh pada masyarakat yang bersangkutan. 3. 2. Orientasi ke depan itu harus diikuti oleh penghargaan yang cukup kepada kompetisi dan pencapaian (achievement). Ia menemukan etos kerja yang rendah secara tidak langsung dipengaruhi oleh rendahnya kualitas keagamaan dan orientasi nilai budaya yang konservatif turut menambah kokohnya tingkat etos kerja yang rendah itu. etos kerja terkait dengan sikap mental. bahkan bisa sama sekali tidak memiliki etos kerja. dan Utomo (1995) menemukan bahwa tinggi rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh.

5. Subagyo. motivasi yang sesungguhnya bukan bersumber dari luar diri. Peningkatan sumber daya manusia akan membuat seseorang mempunyai etos kerja keras. Struktur Ekonomi Pada penulisan Soewarso. Fauziah. dan Utomo (1995) disimpulkan juga bahwa tinggi rendahnya Etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur ekonomi. 7. Motivasi Intrinsik Individu Anoraga (1992) mengatakan bahwa Individu yang akan memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu yang bermotivasi tinggi. keahlian dan keterampilan. Faktor hygiene ini merupakan faktor dalam kerja yang hanya akan berpengaruh bila ia tidak ada. tetapi yang tertanam/terinternalisasi dalam diri sendiri.punggung masyarakat modern. Pendidikan Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia. dan bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di lingkungan tersebut. Lingkungan alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat. dan supervisi. Putri dan Weda (1997) juga menemukan adanya indikasi bahwa etos kerja dapat muncul dikarenakan faktor kondisi geografis. Ia membagi faktor pendorong manusia untuk melakukan kerja ke dalam dua faktor yaitu faktor hygiene dan faktor motivator. 1995). hubungan dengan rekan kerja. yang akan menyebabkan ketidakpuasan. disertai dengan peningkatan dan perluasan pendidikan. Rahardjo. yang tentunya didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang. yang termasuk diantaranya yaitu gaji. Ketidakhadiran faktor ini dapat mencegah timbulnya motivasi. Dharmika. yang mampu memberikan insentif bagi anggota masyarakat untuk bekerja keras dan menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. 4. 6. Suri dan Nasution. kebijaksanaan organisasi. Kondisi Lingkungan/Geografis Suryawati. yang sering disebut dengan motivasi intrinsik. Namiartha. faktor ini disebut juga faktor ekstrinsik. Menurut Herzberg (dalam Siagian. sehingga semakin meningkat pula aktivitas dan produktivitas masyarakat sebagai pelaku ekonomi (Rahimah. Maka etos kerja juga dipengaruhi oleh motivasi seseorang. Ketika sebuah organisasi . 1995). Meningkatnya kualitas penduduk dapat tercapai apabila ada pendidikan yang merata dan bermutu. status. Keyakinan inilah yang menjadi suatu motivasi kerja. kondisi kerja. Etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap. keamanan kerja. tetapi ia tidak menyebabkan munculnya motivasi.

. Dengan demikian.menargetkan kinerja yang lebih tinggi. dalam Anoraga. pengakuan/recognition. yang mana ketiadaannya bukan berarti ketidakpuasan. Halhal ini sangat diperlukan dalam meningkatkan performa kerja dan menggerakkan pekerja hingga mencapai performa yang tertinggi. dan pekerjaan itu sendiri/the work itself. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip etika yang telah ada ke dalam praktik kehidupan profesi. dalam kaitannya dengan profesi. ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. Etika Kerja vs Etika Profesi Etika profesi atau etika profesional (professional ethics) merupakan suatu bidang etika (social) terapan. tentunya organisasi tersebut perlu memastikan terlebih dahulu bahwa faktor hygiene tidak menjadi penghalang dalam upaya menghadirkan motivasi intrinsik. Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. Faktor ini disebut juga faktor intrinsik dalam pekerjaan yang meliputi pencapaian sukses/achievement. Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan. tetapi kehadirannya menimbulkan rasa puas sebagai manusia. Faktor yang kedua adalah faktor motivator sesungguhnya. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational etchics) yang mengatur praktik. tanggung jawab/responsibility. Non-profesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional. etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka. (Herzberg. kemungkinan berkembang/growth possibilities. 1992). Standar moral ini biasanya meliputi prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersama oleh para anggota profesi. kemungkinan untuk meningkat dalam jabatan (karier)/advancement. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. Sebagai bidang etika terapan. Namun demikian. D.

misalnya. Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan. Disiplin Pegawai Negeri Sipil 1. penjahit akan mengambil alih pekerjaan tukang daging. Tuntutan akan standar profesionalisme dan etika terhadap profesional adalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap non-profesional. Masyarakat mengkhawatirkan bahwa tukang daging. dan hubungan dengan klien. pengalaman. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. tetapi lebih mengkhawatirkan apakah mereka melaksanakan pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. pengetahuan. adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. Pembedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas para profesional seperti dokter. kekuasaan atau keahlian. Dengan perkataan lain. atau piñata rambut secara sengaja menyetrom pelanggannya yang sedang dikeringkan rambutnya dengan alat pengering rambut elektrik (hair-dryer). dapat diterapkan pada bidang pekerjaan atau kehidupan yang lain. . meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja.Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umunya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan. atau sebaliknya. dan akuntan. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. Mengucapkan sumpah/janji PNS. apakah diskresi atau kewenangan mereka dalam mengambil keputusan tidak mereka salah-gunakan semata-mata hanya untuk mengejar kepentingan mereka sendiri (self-interest) dengan mengabaikan kepentingan orang lain yang seharusnya mereka layani. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. tidak memotong dan menimbang daging sesuai dengan ukuran yang dipesan. bahwa setiap PNS wajib: a. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. Pelanggaran sumpah/ janji PNS ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah. Kewajiban PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 3. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. D. Namun demikian tetap perlu diingat. Misalnya. melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan. pengacara. pembuat roti akan secara sengaja mencampurkan racun kedalam roti yang dibuatnya.

Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. standar prosedur kerja (Standar Operating Procedure atau SOP). Negara Kesaruan Republik Indonesia. Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian atau peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. kebijakan negara dan Pemerintah serta tidak mempermasalahkan dan/atau menentang Pancasila. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. d. perintah kedinasan. Yang dimaksud dengan ―tugas kedinasan‖ adalah tugas yang diberikan oleh atasan yang berwenang dan berhubungan dengan: a. dan tanggung jawab. c. Yang dimaksud dengan ―setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Menaati segala peraturan perundang-undangan. Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. tata tertib di lingkungan kantor. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. e. b. kesadaran. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945. dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. dan Pemerintah. Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. atau e. Yang dimaksud dengan ―peraturan perundang-undangan‖ adalah peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan. c. . peraturan kedinasan.b. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemerintah‖ adalah setiap PNS di samping taat juga berkewajiban melaksanakan ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. d. Mengucapkan sumpah/janji jabatan Pelanggaran sumpah/ janji jabatan ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah.

Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai PNS ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. Bekerja dengan jujur. . tertib. f. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. cermat. pemerintah. g. Menjunjung tinggi kehormatan Negara. harus senantiasa memegang teguh rahasia jabatan berdasarkan perundangan. perintah kedinasan. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan. seseorang. dan bersemangat untuk kepentingan negara. Jadi Setiap Pegawai Negeri Sipil. Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. tertib. dan/atau golongan. i. dalam menjalankan tugasnya. h. Pegawai Negeri Sipil memiliki kewajiban dalam memberikan informasi dengan cepat kepada atasan. dan bersemangat demi kepentingan Negara. dan materiil. Yang dimaksud dengan ―menurut sifatnya‖ dan ―menurut perintah‖ adalah didasarkan pada peraturan perundangundangan. Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. dan/atau kepatutan. jika mengetahui berbagai hal yang dapat memberikan kerugian atau berbahaya terhadap Pemerintah. keuangan. setiap PNS wajib mendahulukan kepentingan-kepentingan Negara daripada kepentingan dirinya sendiri ataupun kepentingan kelompok. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan tugas-tugasnya dengan jujur. Maksudnya. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan kewajibannya dengan memprioritaskan kepentingan-kepentingan umum dari kepentingan personalnya. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. cermat. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan. j. dan martabat PNS Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya.

dan terukur. Yang dimaksud dengan kewajiban untuk ―masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja‖ adalah setiap PNS wajib datang. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan. melaksanakan tugas. terjangkau. n. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas. Apabila berhalangan hadir wajib memberitahukan kepada pejabat yang berwenang. diklat. dan pendidikan formal lanjutan. m. j. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier. . sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan pulang sesuai ketentuan jam kerja serta tidak berada di tempat umum bukan karena dinas. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. antara lain memberi kesempatan mengikuti rapat. Yang dimaksud dengan ―menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya‖ adalah setiap PNS wajib menggunakan dan memelihara barang milik Negara dengan efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan k. Yang dimaksud dengan ―memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat‖ adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkualitas. Yang dimaksud dengan ―membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas‖ adalah membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan dan peraturan perundang-undangan. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya. mudah.k. l. cepat. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. Yang dimaksud dengan ―sasaran kerja pegawai‖ adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang pegawai yang disusun dan disepakati bersama antara pegawai dengan atasan pegawai. Yang dimaksud dengan ―memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier‖ adalah member kesempatan kepada bawahan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pengembangan karier. seminar. l. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.

menyewakan. Memiliki. menggadaikan. menggadaikan. menyewakan. menjual. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain. Menyalahgunakan wewenang. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. atau meminjamkan barang. b. . Larangan PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 4. atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak. konsultan asing. membeli.Yang dimaksud dengan ‖menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang‖ adalah menaati peratuan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan. barang. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. Yang dimaksud dengan ―menyalahgunakan wewenang‖ adalah menggunakan kewenangannya untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk kepentingan pribadi atau kepentingan pihak lain yang tidak sesuai dengan tujuan pemberian kewenangan tersebut. Sebagai contoh : Seorang PNS yang tidak memiliki wewenang di bidang perizinan membantu mengurus perizinan bagi orang lain dengan memperoleh imbalan. bahwa setiap PNS dilarang: a. c. bawahan. g. teman sejawat. Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional. menjual. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah‖ adalah perbuatan yang dilakukan tidak atas dasar ketentuan termasuk tata cara maupun kualifikasi dokumen. Yang dimaksud dengan ―memiliki. golongan. atau lembaga swadaya masyarakat asing. e. atau pihak lain. atau benda lain yang dapat dipindahtangankan. membeli. 2. d. Memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan. Bekerja pada perusahaan asing. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. f. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah.barang baik bergerak atau tidak bergerak.

dan prosedur yang ditetapkan. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. Dewan Perwakilan Daerah. Dewan Perwakilan Daerah. Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani. Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. sinkronisasi dan integrasi dalam l. Dewan Perwakilan Rakyat. atau media lain yang bergambar partai politik dan/atau calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat. padahal diketahui dan patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan kewajibannya. standar. atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara: 1) ikut serta sebagai pelaksana kampanye 2) menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS PNS sebagai peserta kampanye hadir untuk mendengar. Yang dimaksud dengan ―menghalangi berjalannya tugas kedinasan‖ adalah perbuatan yang mengakibatkan tugas kedinasan menjadi tidak lancar atau tidak mencapai hasil yang harus dipenuhi. h.Yang dimaksud dengan ―jabatan‖ adalah jabatan struktural dan jabatan fungsional tertentu. kendaraan. menyimak visi. atau memberikan nilai hasil pekerjaan (Daftar Penilaian Pekerjaan Pegawai) tidak berdasarkan norma. Yang dimaksud dengan ―bertindak sewenang-wenang‖ adalah setiap tindakan dengan atasan kepada bawahan yang tidak sesuai dengan peraturan kedinasan seperti tidak memberikan tugas atau pekerjaan kepada bawahan. tugas kedinasan. Dewan . PNS dilarang menerima hadiah. j. k. i. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut partai‖ adalah dengan menggunakan dan/atau memanfaatkan pakaian. dan program yang ditawarkan peserta pemilu. misi. Contoh: PNS yang tidak memberikan dukungan dalam hal diperlukan koordinasi. tanpa menggunakan atribut Partai atau PNS.

Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara: 1) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. memberikan dukungan kepada calon dengan cara: 1) terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Yang dimaksud dengan ―terlibat dalam kegiatan kampanye‖ adalah seperti PNS bertindak sebagai pelaksana kampanye. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. dan lain.undangan. . dan o. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. selama. tenaga ahli. seruan. pencari dana. ajakan. dan lain-lain. dan/atau 2) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. anggota keluarga. dan/atau 4) sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. selama. petugas kampanye/tim sukses. 2) menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye 3) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan masa atau Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. anggota pemberian barang kepada PNS keluarga.Perwakilan Rakyat Daerah. atau dalam lingkungan unit kerjanya. 3) sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain. kendaraan dinas. seragam dinas. merugikan salah satu pasangan calon selama dan/atau kampanye. penyandang dana. himbauan. dan masyarakat. himbauan. dan/atau calon Presiden/Wakil Presiden dalam masa kampanye. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut PNS‖ adalah seperti menggunakan seragam Korpri. m. 4) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya. seruan. ajakan. dan masyarakat n.lain. Memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang.

apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. teguran tertulis. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun. teguran lisan. 2. pernyataan tidak puas secara tertulis. dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3. 4. hukuman disiplin berat. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hukuman disiplin PNS PNS yang tidak menaati ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan/atau Pasal 4 PP No 53 Tahun 2010 seperti yang disebutkan sebelumnya akan dijatuhi hukuman disiplin. Tingkat hukuman disiplin terdiri dari: a.F. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah. dan c. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4. b. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. hukuman disiplin ringan. Negara Kesatuan Republik Indonesia. hukuman disiplin sedang. b. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. b. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. Jenis hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari: a. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. pembebasan dari jabatan. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun. d. Jenis hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari: a. Jenis hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari: a. Adapun Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin yang dapat dijatuhi berdasarkan Pasal 7 PP No 53 Tahun 2010 adalah sebagai berikut: 1. . dan c. b. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun. dan c. dan e. c. 3. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun. 2.

dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau pemerintah terutama di bidang keamanan. 4. teguran tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) hari kerja. dan c. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15. menjunjung tinggi kehormatan negara. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 9. 5. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. kesadaran. cermat. dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10. seseorang. dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 10. Pemerintah. 6. . melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8. apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja. b. tertib. 8. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14. keuangan. dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9. 12. teguran lisan bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 5 (lima) hari kerja. bekerja dengan jujur. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13. dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5. 11. pernyataan tidak puas secara tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 11 (sebelas) sampai dengan 15 (lima belas) hari kerja. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 7. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja.3.

13. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; dan 14. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. mengucapkan sumpah/janji PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 1, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 2. mengucapkan sumpah/janji jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 2, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 3. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negative bagi instansi yang bersangkutan; 4. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 5. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 6. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 7. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 8. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 9. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 10. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan,

keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 11. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 16 (enam belas) sampai dengan 20 (dua puluh) hari kerja; b. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 21 (dua puluh satu) sampai dengan 25 (dua puluh lima) hari kerja; dan c. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 26 (dua puluh enam) sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kerja; 12. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pada akhir tahun hanya mencapai 25% (dua puluh lima persen) sampai dengan 50% (lima puluh persen); 13. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 14. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; 15. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 16. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; dan 17. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara;

2. menaati segala ketentuan peraturan perundangundangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 3. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 4. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 5. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 8. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/ataunegara; 9. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 31 (tiga puluh satu) sampai dengan 35 (tiga puluh lima) hari kerja; b. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) hari kerja; c. pembebasan dari jabatan bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 41 (empat puluh satu) sampai dengan 45 (empat puluh lima) hari kerja; dan

d. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 46 (empat puluh enam) hari kerja atau lebih; 10. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pegawai pada akhir tahun kurang dari 25% (dua puluh lima persen); 11. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 12. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan 13. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara, secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; dan 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan:

1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi; 6. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara ikut serta sebagai pelaksana kampanye, menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS, sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf a, huruf b, dan huruf c; 7. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara

mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf b; 8. memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 14; dan 9. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah serta mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap

pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf a dan huruf d. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. menyalahgunakan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 1; 2. menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 2; 3. tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 3; 4. bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, atau lembaga swadaya masyarakat asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 4; 5. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 7; 8. menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 8; 9. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 10. menghalangi berjalannya tugas kedinasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 11. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara

Tentu. Konsistensi. Namun. yaitu: Spesialisasi. Masih ada kejujuran. Tentu bukan hanya ini saja nilai-nilai dalam sistem kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Sistematis. dan nilai-nilai etis lainnya. kesabaran. Kerajinan. hanya sepuluh (10) nilai ini yang ingin ditonjolkan sebagai bentuk sederhana dari etika kerja Pancasila. kesopanan. keadilan. 12. G. dan Pasal 10 angka 9 dihitung secara kumulatif sampai dengan akhir tahun berjalan.sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. etos kerja ini belum secara jelas terlihat dalam kehidupan masyarakat seperti etos kerja Barat atau Jepang. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf a. etika kerja Pancasila masih dalam bentuk cita-cita. Etos Kerja Pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. yang sudah melekat pada masyarakatnya. dan bersikap ramah. Macam-Macam Etika (Etos) Kerja 1. dan Cinta Kasih. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. Dengan demikian. Pengharapan. Namun. Pelanggaran terhadap kewajiban masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 angka 9. Rasionalitas. nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila yang tidak tertulis secara eksplisit. Kerja keras. Seperti visi Indonesia Raya. etos kerja ini dihubungkan dengan sistem keyakinan untuk membedakannya dari etos kerja yang bersifat sekular seperti yang ditawarkan oleh falsafah Pragmatisme. tetapi harus digali lebih dalam. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. dan 13. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf d. Keunikan etos kerja ini dengan etos kerja lainnya bisa dilihat dari 10 ciri utamanya. tolong menolong. Efisiensi. dengan cara menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye dan/atau membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf b dan huruf c. Ketekunan. Pasal 9 angka 11. dengan etos .

yaitu tidak percaya dengan takhayul. Waktu bagi seorang muslim adalah rahmat yang tiada terhitung nilainya. Komitmen pada janji dan disiplin pada waktu merupakan citra seorang muslim sejati. Apabila setiap pribadi muslim memahami. Sebagai seorang muslim. menghayati. tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. seakan – akan engkau akan hidup selama – lamanya dan beribadahlah untuk akhirat seakan – akan engkau akan mati besok. lingkungan. Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. Al Ashr : 1 – 3. S. Baginya pengertian terhadap makna . 2. Memiliki jiwa kepemimpinan ( leadership ) Memimpin berarti mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain. Menghargai waktu Hal ini tercantum di dalam firman Allah. 2. a. Q. memanusiakan dirinya sebagai bagian dari manusia pilihan. Setiap langkah dalam kehidupan seorang muslim harus selalu memperhitungkan segala aspek dan resikonya dan menggunakan perhitungan yang rasional. Ciri – Ciri Etos Kerja Muslim Ciri – ciri orang yang mempunyai dan menghayati etos kerja akan tampak dalam sikap dan tigkah lakunya yang dilandaskan pada suatu keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu merupakan bentuk ibadah.kerja inilah bangsa Indonesia mampu mencapai negara yang adil dan makmur. menampakkan kemanusiannya. cita-cita yang diikrarkan oleh para pendiri bangsa ini. kita dituntut untuk memiliki kepemimpinan Islam sudah barang tentu seluruh peranan dirinya merupakan bayang – bayang dari kehendak Allah sehingga keputusan dirinya mampu mempengaruhi orang lain. agar orang lain tersebut dapat berbuat sesuai dengan keinginannya. yang kemudian mendorong dirinya untuk terjun dalam samudra dunia dengan kehangatan iman. bekerjalah untuk duniamu. dan ruang serta waktu dengan nilai tauhid. akan dan tampak kemudian pengaruh mau serta mengaktualisasikannya dalam kehidupannya maka dampaknya kepada lingkungan. Selalu berhitung Rasulullah pernah bersabda. suatu panggilan dan perintah Allah yang akan memuliakan dirinya. 1. 3.

Tetapi berhemat dikarenakan bahwa tidak selamanya hidup itu berjalan mulus. 2. e. karena kedua sikap tersebut dijauhi dalam Islam. bekerja tulus penuh integritas. Delapan etos kerja menurut Jansen H. b. kondisi lingkungan/geografis. bekerja tulus penuh semangat. sehingga melahirkan sikap kikir. . Faktor yang mempengaruhi etos kerja antara lain agama. Sinamo: a. bekerja tulus penuh kreativitas g. bekerja tulus penuh tanggung jawab. sedangkan jiwa yang terjajah akan terpuruk. Kerja adalah pelayanan. d. bekerja tulus penuh keunggulan. pendidikan. bekerja tulus penuh syukur. Kerja adalah panggilan. 5. h. bekerja tulus penuh kerendahan hati. dan motivasi intrinsik individu. Kerja adalah ibadah. Kerja adalah amanah. sehingga berhemat berarti mengestimasikan apa yang akan terjadi di masa depan. c. Dia berhemat bukan dikarenakan karena ingin menumpuk kekayaan. Sebagai konsekuensi logisnya dia menjadikan waktu sebagai wadah produktivitas. Hidup hemat dan efisien Seorang muslim mempunyai cara hidup yang sangat efisien di dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. f. sosial politik. sehingga dia tidak pernah mampu mengolah kemampuan serta potensi dirinya secara optimal. Keinginan untuk mandiri Sesungguhnya daya inovasi dan kreativitas hanya terdapat pada jiwa yang merdeka. Kerja adalah rahmat. 3. Kerja adalah aktualisasi.waktu merupakan tanggung jawab yang sangat besar. 4. bekerja tulus penuh kecintaan. Kerja adalah kehormatan. Etika (Etos) kerja merupakan sehimpunan perilaku positif yang lahir sebagai buah keyakinan fundamental dan komitmen total pada sehimpunan paradigma kerja yang integral. budaya. struktur ekonomi. Dia menjauhkan sikap yang tidak produktif dan mubadzir. Kerja adalah seni. RANGKUMAN 1.

Menurut anda. b. nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila. hidup hemat dan efisien. tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. dan keinginan untuk mandiri. Sebutkan dan jelaskan lima indikator untuk mengukur etos kerja menurut teori Akhmad Kusnan! 4. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. Sebutkan dan jelaskan kewajiban dan larangan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 5. Apa yang anda ketahui dengan etos kerja? Sebutkan faktor2 yang mempengaruhi etos kerja? 2. Nonprofesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional. selalu berhitung. Jelaskan perbedaan antara etika kerja dan etika profesi! 3. bagaimanakah etos kerja PNS yang berkembang selama ini ? Hubungkan dengan teori etos kerja yang anda ketahui! . Etos kerja pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. SOAL ESSAY 1. menghargai waktu. yang tidak tertulis secara eksplisit. Sebutkan tingkat dan jenis hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 6. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). LATIHAN I.Etos kerja dapat dibedak ke dalam beberapa jenis. menampakkan kemanusiannya. tetapi harus digali lebih dalam. Sedangkan etika kerja mengatur praktik.4. 5. antara lain: a. Beberapa ciri etos kerja muslin adalah memiliki jiwa kepemimpinan.

Yang namanya cuti. bangsa ini harus mengembangkan semangat dan kebiasaan bekerja keras.‖ ujarnya. cuti bersama untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan hari kerja di antara dua hari libur. ‖Terlalu banyak libur akan melemahkan etos kerja dan ujungnya menurunkan produktivitas nasional. kebiasaan cuti bersama di Indonesia tidak mendidik karakter bangsa yang suka bekerja keras. serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Hari Libur dan Cuti Bersama. Padahal. bukan belajar. Selasa. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dalam siaran persnya menjelaskan. kebiasaan cuti bersama ini bisa jadi contoh tidak baik bagi anakanak sekolah. SOAL KASUS Kasus I : Cuti Bersama Tak Mendidik Kerja Keras Pemerintah kembali memutuskan Jumat. bukan lebih senang liburan. Kesepakatan untuk libur ini dinilai sebagai pembolosan yang disahkan. sebagai cuti bersama.‖ kata Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Prof Zainuddin Maliki. Indonesia sudah bermasalah dengan produktivitas dan etos kerja bangsa.‖ ujarnya. semestinya warga Indonesia bekerja keras bila ingin maju. terserah pribadi. 24 Mei 2011) . ‖Benar-benar tidak mendidik bangsa agar suka kerja keras jika setiap kali ada hari kejepit. (INA/INE/ELN) (Sumber: Kompas.‖ ujarnya. dilanjutkan dengan cuti bersama. Padahal. 3 Juni 2011. Arief khawatir. Senin (23/5) di Surabaya.II. ‖Hari kerja pun seperti libur karena jam kerja tidak dimanfaatkan secara produktif. Selain itu. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. ‖Anak-anak jadi lebih suka menantikan liburan. selama ini sebagian pegawai negeri sipil tidak sepenuhnya memanfaatkan hak cuti tahunan yang menjadi momen rekreasi dan penyegaran bagi karyawan dan keluarga. Praktisi pendidikan Arief Rachman menilai. Cuti bersama pada Jumat 3 Juni diputuskan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama. Menurut Zainuddin.

itu sudah cukup. sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Pajak. "Dia diberhentikan itu karena pelanggaran dia sebagai pelanggaran kode etik. Gayus Tambunan." kata Tjiptardjo." ungkap Tjiptardjo. 26 Maret 2010) Pertanyaan: 1. "Kalau sekarang status (Gayus) masih pegawai negeri. Bagaimana pendapat anda mengenai etos kerja PNS yang sering melakukan cuti bersama tersebut ? Berikan jawaban anda dengan jelas dan berlandaskan pada teori etos kerja. Jelaskan pelanggaran etika kerja yang dilakukan oleh Gayus dalam kaitannya dengan pelanggaran disiplin PNS dalam PP NO 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS! . Hal ini kemudian dijadikan bukti untuk memecat Gayus secara tidak hormat dari Ditjen Pajak. Kasus II: Dirjen Pajak Pecat Gayus Tambunan Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo akhirnya memecat secara tidak hormat pegawainya. saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan. (Sumber : Kompas. Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh KITSDA. Tetapi pelanggaran sebagai pegawai negeri sudah ada sehingga terancam hukuman diberhentikan tidak hormat.Pertanyaan: 1. Jumat. Gayus dipecat berdasarkan hasil rekomendasi Direktorat Kepatuhan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur atau KITSDA yang menemukan adanya pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan oleh Gayus. Senin segera diusulkan ke Menkeu untuk diberhentikan. terima uang segini. Gayus menurutnya mengaku telah menerima uang dari wajib pajak. Jumat (26/3/2010). Jakarta. Dia ngaku mengerjakan ini.

dan perangkat Pemerintah Desa. pegawai BUMN. serta keyakinan atas sesuatu. watak. KORPRI : organisasi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil. dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (pasal 1 ayat 1 UU 43/1999). namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masingmasing. Etimologi Etos : cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul suatu kata. kepribadian. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri. .GLOSSARIUM Etika : cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. : adalah memberikan arti sikap. Etika kerja : sistem nilai atau norma yang digunakan oleh seluruh karyawan perusahaan. PNS : salah satu jenis Kepegawaian Negeri di samping anggota TNI dan Anggota POLRI (UU No 43 Th 1999). Profesi : pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus Pegawai Negeri : warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan. termasuk pimpinannya dalam pelaksanaan kerja seharihari Etika profesi : sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. BUMD serta anak perusahaan. atau diserahi tugas negara lainnya. Integrasi : suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat. karakter.

Pragmatisme : aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. . Teologi : ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama.[ SOP : Suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.

Dr. Jakarta: PT.1995. Teori Motivasi Dan Aplikasinya.putra-putri-indonesia.blogspot.putra-putri-indonesia. 2005. Prof. Sondang P. http://8etos.com/2008/06/etos-kerja-bagi-masyarakat-muslim.com/etos-kerja-pancasila.htm http://www.html http://kasihdalamkata. Sinamo.com/pengertian-etos-kerja.com/ http://www. Jansen. Republik Indonesia. Rineka Cipta.DAFTAR PUSTAKA Siagian. Delapan Etos Kerja Profesional: Navigator Anda Menuju Sukses. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri. Bogor: Grafika Mardi Yuana.htm .

yang berubah menjadi korupsi dalam bahasa Indonesia. Korupsi di sektor publik yang banyak terjadi merupakan perbuatan pidana yang pada umumnya hanya mungkin dilakukan oleh orang yang mempunyai kualifikasi jabatan pada sektor publik. merusak. FAKTOR PENYEBAB KORUPSI. Istilah korupsi. Istilah coruruption atau korupsi menurut Webster New World Dictionary of The American Langguage adalah: A making. atau tindak pidana korupsi juga tidak dikenal dalam KUHP. corruptus atau kata kerjanya Corrumpere. memalsu.BAB PENGERTIAN KORUPSI. oleh karenanya perbuatan semacam itu dikelompokkan dalam Bab XXVIII dalam Pasal 415 sampai dengan Pasal 425 KUHP tentang Kejahatan . Istilah dan Definisi Korupsi Istilah korupsi berasal dari bahasa latin Corruptio. menyogok. DAN PRINSIP-PRINSIP ANTI KORUPSI 9 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian korupsi. termasuk berbagai perbuatan tidak jujur. A. rottenness. serta prinsip-prinsip anti korupsi. sehingga termotivasi untuk menumbuhkan prinsip anti korupsi dalam dirinya. menipu. dalam bahasa Inggris dan Perancis disebut corruption. namun dikenal istilah fassad yang berarti segala perbuatan yang menimbulkan kerusakan. becoming or being corrupt Evil or wicked ways Bribery or dishonest dealings Decay. dalam bahasa Belanda disebut korruptie. faktor penyebab korupsi. Dalam Al Qur‘an juga tidak didapati istilah korupsi.

penyuapan. pidana narkotika. tetapi selalu terkait dengan berbagai perbuatan pidana lain seperti pidana perdagangan anak atau manusia (human trafficking). Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crimes). Sejalan dengan telah diratifikasinya Konvensi PBB Anti Korupsi atau dikenal dengan United Nation Against Corruption (UNCAC) dengan UU Nomor 7 Tahun 2006. pemerasan. Negara-negara di Asia kecuali Jepang. Hongkong. maka korupsi marak di Negara-negara berkembang atau baru berkembang seperti. oleh karenanya semua Negara berkepentingan untuk memberantasnya. dengan konvensi PBB anti korupsi yang ditanda tangani di Meirida Meksiko pada tahun 2003 (termasuk Indonesia) seluruh dunia telah mencanangkan upaya pemberantasan secara bersama di seluruh dunia. yang kesemuanya merupakan perbuatan pidana berkenaan dengan penyalahgunaan wewenang dan atau jabatan. Korea. perbuatan semacam ini terjadi dimana mana di seluruh dunia. Korupsi telah menjadi perhatian seluruh dunia. Eropah Timur (eks Uni Sovyet). pemalsuan uang. Negara-negara di wilayah Amerika Lain. karena perbuatan korupsi bukan delik berdiri sendiri. perjudian. Istilah korupsi pertama kali digunakan dalam Peraturan Penguasa Perang Pusat No Prt/Peperpu/013/1958 terkait upaya pemberantasan korupsi. Diantara Negara-negara Asean. Pasal-pasal kejahatan jabatan meliputi berbagai tindak pidana seperti penggelapan. Asia Tengah. Kalau melihat peta korupsi dunia. money launder. . perusakan atau memalsukan dokumen. yang akhirnya digunakan dalam UU No 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Korupsi. penyuapan terhadap Hakim. benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa dan sebagainya. Indonesia menempati posisi kedua tertinggi dalam korupsi (lebih baik dari pada Myanmar). sulit pembuktiannya dan lain sebagainya. perdagangan senjata. Perbuatan korupsi bukanlah tindak kejahatan yang hanya terjadi di Indonesia. pengertian korupsi akan diperluas lagi dan meliputi lingkup: a. Singapura. yang kemudian di tuangkan dalam undang-undang No 24 Tahun 1960 tentang pemberantasan korupsi. Negara-negara di Afrika.Jabatan.

b. Korupsi adalah kejahatan internasional, international crimes karena lingkup perbuatan korupsi tidak terbatas pada wilayah negara tertentu, tetapi meluas dan ada hubungan antara perbuatan korupsi pada satu Negara dengan Negara lainnya; c. Korupsi disebut juga organized crimes, karena pembuat dan pelaku korupsi sering kali terjalin antara organisasi formal dengan organisasi kejahatan. Master mindnya sering kali adalah pejabat resmi yang terlibat dalam kegiatan illegal lainnya, misalnya dalam kasus perjudian, illegal logging, illegal fishing, human trafficking dan sebagainya; d. Korupsi terjadi di segala sektor kehidupan, baik sektor publik maupun sektor swasta; e. Terdapat beberapa perbuatan yang dikriminalisasi seperti, insider trading, trade in influence, kejahatan perpajakan seperti transfer pricing dan manipulasi faktur pajak dsb. B. Bentuk atau Macam Korupsi Bentuk korupsi berbacam-macam, yang umum dikenal adalah material corruption atau korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri. Ada bentuk lain yaitu political corruption; yaitu korupsi terkait berbagai kebijakan, yang kemudian dituangkan dalam bentuk peraturan sehingga menimbulkan legislation corruption. Money politic termasuk bagian dari political corruption yang berujung pada korupsi material (memperoleh jabatan dengan membayar dll). Bentuk lain adalah intelectual corruption berupa manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat, misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. C. Lingkup Korupsi Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik), karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. Memang untuk saat ini dalam KUHP dan undang-undang anti korupsi yang berlaku, pidana korupsi masih terbatas pada perbuatan korupsi yang terjadi di sektor publik. Berbagai kasus korupsi di Indonesia yang ditangani oleh Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi 77 % adalah korupsi terkait dengan penggunaan APBN dan APBD.

Namun tidak demikian halnya di negara lain, misalnya di Hongkong, Singapura, di negara negara Amerika dan Eropah. Bahwa perbuatan korupsi terjadi juga di sektor swasta. Sebagai contoh di Amerika Serikat, data Report to The Nation (ACFE:2006) menggambarkan organisasi yang terlibat dalam perbuatan curang atau korupsi di Amerika Serikat adalah sebagai berikut : a. Perusahaan swasta: b. Perusahaan publik: c. Organisasi publik: d. Organisasi nir laba: 36,8% , jumlah kerugian: US $ 210,000 31,7 %, jumlah kerugian: US $ 200,000 17,6%, jumlah kerugian: US $ 100,000 13,9 %, jumlah kerugian: US $ 100,000

Fakta bahwa korupsi terjadi disektor swasta, dunia internasional pernah dihebohkan dengan kasus yang melibatkan Enron Corporation, perusahaan raksasa di Amerika Serikat seperti WorldCom, Merck dan sebagainya (investigasi SEC). Terakhir adalah kasus di sektor lembaga keuangan (Lehman Brother, Goldman Sachs dll) yang memicu terjadinya krisi ekonomi dunia. Di Indonesia pun terdapat berbagai kasus di sektor swasta, misalnya kasus Bank Summa, kasus BLBI, audit BI, audit beberapa perusahaan yang akan Go Public. Kasus yang menonjol antara lain adalah kasus yang melibatkan BNI 46, Kasus Bank Mandiri. Kini mencuat pula kasus Bank Century yang diduga telah terjadi political corruption dalam proses pengambil putusan bailout atas bank tersebut sebesar Rp 6,7 triliun. Mengapa perbuatan curang di sektor swasta disebut korupsi, intinya karena perbuatan itu nyata-nyata merugikan para stake holder yaitu: pemerintah, karyawan, pemegang saham, nasabah atau masyarakat. Oleh karenanya di lingkungan Internasional korupsi dirumuskan sebagai perbuatan yang merugikan masyarakat. Sayangnya undang-undang anti korupsi di Indonesia belum mencakup perbuatan korupsi di sektor swasta. Dilihat dari sifat perbuatannya, secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya, tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang, seperti:

a. Tidak memperhatikan kepentingan umum atau kepentingan orang lain; contohnya dalam pemberian pelayanan umum kepada masyarakat. Siapa yang membayar mendapat prioritas, sedangkan mereka yang miskin lebih sering terabaikan. b. Manipulasi informasi publik; banyak informasi yang disampaikan publik tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Informasi kepada publik lebih diarahkan untuk menentramkan masyarakat; contoh kekacauan dalam pemilu, pilkada, berbagai informasi yang simpang siur (Indonesia telah swa sembada beras, tetapi perlu impor beras). c. Melakukan mark up dalam pengadaan barang dan jasa; bukan rahasia umum, hampir semua pengadaan barang dan jasa di Indonesai di monopoli kelompok tertentu dan nilai transaksinya telah di mark up hingga lebih dari 40 %). d. Mengulur waktu dalam pemberian pelayanan; lihat contoh buitr a. e. Berperilaku boros, tidak efisien, tidak memperhatikan waktu sehingga pelaksanaan tugas berlarut-larut tanpa kepastian; bisa dilihat sikap perilaku aparatur pemerintahan di seluruh Indonesia. Di Kalangan perguruan tinggi juga terjadi, misalnya dosen mengurangi jam kulian, dosen tidak siap dan hanya memberikan diktat , penggangkatan dosen berdasarkan nepotisme, dosen tidak obyektif dalam memberi nilai ujian dll (hasil survai pada Perguruan Tinggi Agama) f. Menganggap penerimaan uang tanda terima kasih atas pelaksanaan kewajiban sebagai sesuatu yang wajar, sekalipun pada hakekatnya hal itu adalah pemerasan pasif, dan sebagainya. Bila dikaitkan dengan kondisi masyarakat di Indonesia, korupsi pada hakekatnya adalah erosi nilai-nilai sosial yang berakibat sikap (attitude) dan perilaku (behavior) masyarakat mengganggap tindakan korupsi adalah wajar. D. Penyebab Perbuatan Korupsi Beberapa pendapat atau teori tentang penyebab korupsi, adalah sebagai berikut: 1. Lord Acton mengatakan Power tend to Corrupt. Kekuasaan adalah sumber perbuatan korupsi, terutama sekali apabila Power (Kekuasaan) tidak diikuti oleh Accountability atau (C=P-A); artinya dalam suatu pemerintahan yang tidak diikuti system pengawasan, pembagian kekuasaan yang memadai,

serta tiada akuntabilitas, yang berdampak mismanagement. Sebagai contoh, Dosen cukup berkuasa dalam kelas, sehingga dapat berbuat apa saja yang memaksa mahasiswa mengikuti perintahnya. Polisi Lalu Lintas dapat menentukan berapa denda harus dibayar karena punya kekuasaan. Demikian pula pemegang kekuasaan dapat memerintahkan apa saja kepada bawahannya walaupun melanggar hukum. 2. Jack Bologne menyebutkan bahwa penyebab korupsi dirumuskan dengan teori G(reed) O(pportunity), N(eed), E(xposure) atau disingkat GONE. Greed merupakan keserakahan dari pelaku. Opportunity atau kesempatan adalah kondisi kurangnya pengawasan, karena system yang jelek atau

mismanagement, atau disebut juga bad government. Need; Adalah kondisi dari pelaku, misalkan sangat membutuhkan, sehingga dia berusaha memperoleh sesuatu secara illegal. Exposure; adalah kondisi eksternal yang berpengaruh kepada pelaku, misalnya lingkungan yang hedonistic, tekanan di lingkungan kerja dan lain.lain. 3. Prof Klittgard (Prof. DR Muladi, 2007) menyatakan bahwa Corruption timbul karena adanya Monopoly kekuasaan ditambah Discretion, tidak diimbangi dengan Accountability atau (C=M+D-A). Perinsipnya seperti uraian pada digaris bawahi bahwa discretion adalah suatu kewenangan

butir 1, perlu

yang melekat pada setiap orang atau manajer untuk mengambil pilihan dari beberapa alternatif Namun discretion yang dilakukan tanpa ada kendali

akuntabilitas akan merupakan sumber korupsi. Negara Negara yang mengalami mismanagement disebut juga bad government atau Negara yang pemerintahannya belum melaksanakan tatakelola pemerintahan yang baik (Good Governance). Daniel Kaufman et al (World Bank Institution; 2005) mencermati praktek Governance di berbagai Negara di dunia (termasuk Indonesia) yang diukur dari 6 variabel, dan setiap variable diberi nilai dengan skala 0-100. Keenam varaibel tersebut: 1. Voice and Accountability, mengukur kehidupan politik dan pelaksanaan Hak Asasi Manusia;

2. Political Instability, mengukur kehidupan politik, keamanan termasuk masalah terorisme; 3. Goverment Effectiveness, mengukur kemampuan birokrasi memberikan dengan layanan publik; 4. Regulatory Burden, mengukur berbagai kebijaksanaan yang marketunfriendly; 5. Rule of Law, mengukur tingkat penegakkan hukum; 6. Control of Corruption, mengukur tindakan dalam pemberantasan korupsi. Hasil evaluasinya dengan enam tolok ukur tersebut, terutama unsur Government Effectiveness, Rule of Law dan Control of Corruption sampai dengan 50. Artinya Indonesia termasuk diperoleh nilai berkisar 25 diantara Negara yang

pemerintahannya masih tergolong Bad Governance, yang tercermin dari monopoli kekuasaan., yang berdampak timbulnya masyarakat korup (state capture corruption. Indikator lainnya yang membuktikan bahwa Negara Indonesia tergolong korup adalah : 1. Tingkat atau kemampuan bersaing di dunia internasional (Competitveness Growth Index); Indonesia berada dalam urutan ke 70 sampai dengan 50. 2. Tingkat atau kualitas pelayanan publik yang rendah. Skor rata-rata adalah 5,6 dibandingkan dengan kualitas pelayanan publik Korea yang mencapai skor 8 (data survai tingkat pelayanan publik oleh KPK). Penyebab korupsi diutarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) antara lain: 1. Aspek individu pelaku. a. Sifat tamak manusia. b. Moral yang kurang kuat. c. Penghasilan yang kurang mencukupi. d. Kebutuhan hidup yang mendesak. e. Gaya hidup yang konsumtif. f. Malas atau tidak mau kerja.

g. Ajaran Agama yang kurang diterapkan. 2. Aspek organisasi.

a. Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan. b. Tidak adanya kultur organisasi yang benar. c. Sistim akuntabilitas yang benar di instansi yang kurang memadai. d. Kelemahan sistim pengendalian manajemen. e. Manajemen cenderung menutupi korupsi di dalam organisasi. 3. Aspek tempat individu dan organisasi berada. a. Nilai-nilai di masyarakat kondusif untuk terjadinya korupsi Korupsi bisa ditimbulkan oleh budaya masyarakat. Misalnya, masyarakat menghargai seseorang karena kekayaan yang dimilikinya. Sikap ini seringkali membuat masyarakat tidak kritis pada kondisi, misalnya dari mana kekayaan itu didapatkan. b. Masyarakat kurang menyadari sebagai korban utama korupsi Masyarakat masih kurang menyadari bila yang paling dirugikan dalam korupsi itu masyarakat. Anggapan masyarakat umum yang rugi oleh korupsi itu adalah negara. Padahal bila negara rugi, yang rugi adalah masyarakat juga karena proses anggaran pembangunan bisa berkurang karena dikorupsi. c. Masyarakat kurang menyadari bila dirinya terlibat korupsi Setiap korupsi pasti melibatkan anggota masyarakat. Hal ini kurang disadari oleh masyarakat sendiri. Bahkan seringkali masyarakat sudah terbiasa terlibat pada kegiatan korupsi sehari-hari dengan cara-cara terbuka namun tidak disadari. d. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi akan bisa dicegah dan diberantas bila masyarakat ikut aktif Pada umumnya masyarakat

berpandangan masalah korupsi itu tanggung jawab pemerintah. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi itu bisa diberantas hanya bila masyarakat ikut melakukannya. e. Aspek peraturan perundang-undangan Korupsi mudah timbul karena adanya kelemahan di dalam peraturan perundang-undangan yang dapat mencakup adanya peraturan yang monopolistik yang hanya menguntungkan kroni penguasa, kualitas peraturan yang kurang memadai, peraturan yang kurang disosialisasikan, sangsi yang terlalu ringan, penerapan sangsi yang tidak konsisten dan pandang bulu, serta lemahnya bidang evaluasi dan revisi peraturan perundang-undangan.

E. Penyebab Korupsi di Indonesia Penelitian Daniel Kaufman, data lTransparansi Internasional yang menempatkan skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) selama hampir 9 tahun antara 2,3- 2,8 (ditahun 2009) telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu Negara terkorup di dunia. Malaysia (skor IPK sekitar 3,5), dan Singapura tergolong terbersih dengan skor 9. Dalam uraian diatas telah dijelaskan bahwa korupsi bukan perbuatan yang berdiri sendiri, dan tidak disebabkan oleh penyebab tunggal. Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain, dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek, seperti: a. Sistem hukum; pembangunan hukum yang cenderung sektoral sehingga membuka peluang terjadinya jual beli kasus. Korupsi sudah terjadi sejak saat pembuatan di lembaga legislatif. Pembangunan hukum lebih condong lebih fokus membela kepentingan kelompok, sehingga mendorong terjadinya berbagai korupsi di lingkungan peradilan. Tiadanya sikap patuh pada hukum. b. Sistem politik yang jelek yang lebih mengetengahkan kepentingan golongan, menjadi kendaraan untuk memperoleh kedudukan serta melupakan

pendidikan politik bagi masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan fenomena money politic dalam proses pemilihan wakil rakyat dan pejabat eksekutif. c. Sistem rekruitmen pegawai yang jelek, yang tidak memberikan penghargaan pada prestasi sumberdaya manusia, tetapi lebih mengedepankan sikap nepotisme dalam pemilihan, pengangkatan, penempatan para pegawai atau aparatur pemerintahan. Termasuk dalam hal ini jeleknya sistem penggajian, pengawasan pendidikan aparatur, disamping tiadanya sistem evaluasi kinerja yang memadai. d. Sistem sosial yang sangat permisif (tidak berani memberikan hukuman terhadap mereka yang melanggar hukum), tidak adanya sanksi sosial yang didukung oleh sikap masyarakat yang lebih mementingkan hak daripada kewajiban. e. Sistem budaya yang berorientasi vertikal, tunduk dan patuh pada kemauan atasan tanpa memperhatikan apakah perintahnya menyalahi hukum atau tidak. Hal ini terutama berdampak terhadap perilaku aparatur yang lebih patuh pada kemauan atasan daripada menjalankan tugas pekerjaannya

(termasuk menunggu perintah daripada menjalankan SOP yang ada). Sistem budaya yang jelek termasuk pula tidak bisa memahami pengertian rizki (reward). Setiap pemberian dianggap rizki. Masyarakat negara lain, hanya menerima sesuatu karena telah berbuat sesuatu (prestasi); jadi reward diperoleh karena hasil perbuatannya. Di Indonesia setiap pemberian diangap rizki, walaupun pemberian tersebut bersumber dari perbuatan tidak halal. Sebab sebab tersebut diperkuat oleh: a. Sistem pemerintahan sentralistik dan sangat represif serta tidak memberikan peluang pada masyarakat untuk mengembangkan sanksi sosial; b. Sistem pemerintahan yang otoriter, dimana lembaga lembaga kenegaraan yang ada lebih berperan sebagai lembaga legitimasi dari pada menjalankan tugas dan fungsinya; c. Kesejahteraan aparatur yang rendah yang menimbulkan dorongan kuat untuk korupsi; d. Law enforcement rendah (terkait sikap permisif terhadap masyarakat terhadap segala sesuatu yang negatif); e. Kondisi masyarakat yang hedonistik, materialistik dan menurunnya nilai nilai sosial yang pernah hidup; f. Income per kapita yang sangat rendah (penyebab korupsi by need).

Untuk lebih memahami keterkaitan antar sistem yang jelek sebagai unsur penyebab dapat dilihat dari triangle theory Donald Cresey (Examiner Manual:2006); kejahatan, kecurangan atau korupsi ditempat kerja disebabkan oleh tiga hal : a. Exposure atau problem yang dihadapai seseorang atau pegawai (ada tekanan) yang tidak dapat didiskusikan dengan orang lain, seperti mempunyai utang dalam jumlah besar, berjudi, punya simpanan, pengaruh masyarakat yang bersifat konsumerisme, atau mau balas dendam kepada pemilik perusahaan; b. Opportunity atau peluang (kesempatan), seperti memiliki ketrampilan yang mendukung perbuatan curang, lemahnya pengawasan, prosedur yang tidak jelas, tiadanya sanksi yang memadai atas pelanggaran yang terjadi dan sebagainya;

c. Rasionalisasi; persepsi yang memandang perbuatan curang atau korupsi sebagai suatu perbuatan wajar, sikap permisif masyarakat, nampak dari ungkapan:”ya wajar saja pegawai tersebut punya rumah kan sudah sekian tahun bekerja” (tanpa dilihat dari mana sumber dana untuk membeli rumah). F. Dampak atau Akibat Korupsi Telah diuraikan diatas bahwa Indonesia tergolong negara yang tinggi tingkat korupsinya. Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara, tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan, yaitu: a. Korupsi di Indonesia telah terjadi secara sistemik dan meluas sehingga tidak saja merugikan keuangan negara, tetapi mengancam dan melanggar hak-hak sosial dan ekonomi secara luas, yang berdampak meningkatnya angka kemiskinan, menyengsarakan rakyat, serta dan kriminalitas. b. Bad system terkait dengan pengawasan di lingkungan birokrasi telah memunculkan molekulisasi kekuasaan; yaitu unit unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. Contohnya pemeriksa pajak, dia dapat memutuskan apa saja yang ditemui pada waktu pemeriksaan berlangsung, demikian pula Polisi Lalu Lintas, dapat meningkatnya masalah sosial

menentukan apa saja pada waktu melakukan tilang (DR. Daniel Sparingga: 2007). c. Bad system dan molekulisasi kekuasaan telah memunculkan berbagai peluang bagi aparatur untuk melakukan pungli, yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi (high cost economic); Ekonomi biaya tinggi pada gilirannya akan melemahkan kemampuan bersaing Indonesia (competitiveness grrowth) di lingkungan Internasional (DR Hermawan: 2007). d. Belum diterapkannya prinsip Good Governance dapat meningkatkan terjadinya tindak pidana korupsi, yang disisi lain akan dijadikan alasan oleh negara lain untuk menolak ekspor produk Indonesia. e. Lingkungan korup berdampak berkurangnya kemampuan negara untuk

mengumpulkan dana (penerimaan negara) bagi pembangunan yang

mengancam pembangunan infrasruktur, mengancam pembangunan dan supremasi hukum. f. Rendahnya kualitas infrastruktur dan kualitas layanan publik, yang

berdampak terhadap perlakuan yang tidak adil tehadap masyarakat yang termarjinalkan. g. Korupsi mengancam sendi-sendi kehidupan demokrasi, karena

pembangunan yang tidak merata. h. Korupsi memungkinkan menjadi mata rantai berbagai kejahatan lain, misalnya penyelundupan, perdagangan obat narkotik, perdagangan manusia dll, seperti dalam pengiriman TKI Wanita. G. Kebijakan di Bidang Pencegahan Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: 1. Review dan rekomendasi perbaikan sistem atau yang lebih dikenal dengan Reformasi Birokrasi. 2. Promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. 3. Pendidikan anti korupsi. 4. Pemberdayaan masyarakat. Beberapa kebijakan di bidang pencegahan adalah antara lain: 1. Mendorong segenap instansi dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran anti korupsi dan peran sertanya dalam pencegahan korupsi di lingkungan masing-masing. 2. Melakukan deteksi untuk mengenali dan memprediksi kerawanan korupsi dan potensi masalah penyebab korupsi secara periodik untuk disampaikan kepada instansi dan masyarakat yang bersangkutan. 3. Mendorong lembaga dan masyarakat untuk mengantisipasi kerawanan korupsi (kegiatan pencegahan) dan potensi masalah penyebab korupsi (dengan menangani hulu permasalahan) di lingkungan masing-masing. H. Prinsip Good Governance Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) atau UNDP, memberikan definisi governance terkait dengan langkah otoritas politik sekaligus pengawasan dalam masyarakat terkait pengelolaan sumberdaya sosial dan pertumbuhan ekonomi. World Bank (WB) justru mendefinisikan governance sebagai

sikap di mana kekuasaan digunakan untuk mengelola sumber daya ekonomi dan sosial sebuah negara. Tahun 1994, WB menguraikan beberapa aspek penting dalam terminologi governance. Pertama, terkait struktur rezim politik sebuah negara. Bagi WB, struktur ini sangat penting karena terkait pada sikap dan perilaku elite politik pada sumber daya ekonomi dan sosial dikelola. Artinya, kesadaran dan mentalitas elite politik dalam struktur tersebut berperan besar dalam perubahan kebijakan. Kedua, WB menekankan pada proses bagaimana sumber daya ekonomi dan sosial tersebut dikelola bagi kesejahteraan rakyat. Pakar politik pembangunan Goran Hyden (1999) mengaitkan governance dengan aturan politik baik secara formal maupun informal. Di dalam governance terdapat pula tolok ukur untuk melihat bagaimana kekuasaan dijalankan sekaligus upaya untuk meredam kebocoran anggaran. Agar kebocoran itu tidak terjadi, ada yang berteori agar kalau perlu, demi terwujudnya GG, pemerintah mencontoh cara kerja perusahaan swasta yang bekerja berdasar prinsip-prinsip efektivitas serta efisien. Berikut ini sepuluh prinsip Good Governance, antara lain: 1. Partisipasi. 2. Penegakan hukum. 3. Transparansi. 4. Kesetaraan. 5. Daya tanggap. 6. Wawasan ke depan. 7. Akuntabilitas. 8. Pengawasan. 9. Efesiensi & Efektifitas. 10. Profesionalisme. Tata pemerintahan yang baik, good governance, merupakan sesuatu yang penting dalam mewujudkan suatu keadaan yang ideal bagi negara. Good governance adalah cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. Tata pemerintahan yang buruk akan membawa dampak yang sangat merugikan bagi suatu negara itu, misalnya pelayanan publik yang buruk, iklim investasi yang lemah, dan korupsi. Oleh karena itu, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia,

dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dari lembaga atau organisasi tersebut. dan inefisiensi dalam birokrasi yang bersifat mubazir. Pertama. Menurut dalam konteks perwujudan good governance pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. Selain itu. langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mewujudkan perbaikan adalah dengan menjadikan semua organisasi atau lembaga yang aktif dalam kegiatan pemerintahan menjadi sebuah lembaga atau organisasi yang mementingkan dan menekankan pada fungsi dan berorientasi kepada pemangku kepentingan. disebabkan oleh birokrasi yang tidak berjalan dengan semestinya. dalam aspek kelembagaan atau organisasi. Birkorasi reformasi yang baik sesungguhnya meliputi tiga hal utama yang patut untuk dibenahi. Setiap lembaga dan organisasi harus membentuk unit kepatuhan internal dan membangun pusat pengaduan layanan (complaint center) sehingga kerja dari suatu lembaga atau organisasi tetap dapat dikontrol dan diawasi. Namun dalam konteks pemerintahan SBY-Boediono. aspek ketatalaksanaan.good governance sangat perlu diwujudkan oleh pemerintah demi menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. terdapat hal-hal yang membuat situasi menjadi kondusif untuk melakukan penyimpangan. Pelaksanaan reformasi birokrasi secara menyeluruh itu. agenda yang seharusnya menjadi prioritas utama adalah mereformasi birokrasi yang ada di Indonesia secara keseluruhan. Reformasi birokrasi sangat perlu untuk direalisasikan mengingat berbagai permasalahan yang telah melanda negeri ini. seperti korupsi dan pelayanan publik yang buruk. yang direformasi adalah seluruh lembaga atau organisasi yag aktif dalam pemerintahan. Di dalam kehidupan birokrasi yang ada saat ini. yaitu aspek kelembagaan. antara lain adalah meningkatkan kinerja dari birokrasi sendiri dan memperbaiki tata pelayanan terhadap publik. mempermudah. dan aspek sumber daya manusia (SDM). . Reformasi birokrasi yang telah dilakukan oleh Departemen Keuangan merupakan contoh yang layak dari reformasi birokrasi dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik. dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Hal-hal tersebut antara lain adalah kurangnya transparansi dan pertanggungjawaban. monopoli kekuasaan. secara ringkas. lembaga atau organisasi juga perlu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan tujuan mempercepat.

yang harus dilakukan adalah membangun sistem kontrol (built in control system). pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mentata kehidupan di segala area utama dalam pemerintahan demi memaksimalkan tata pemerintahan yang baik tersebut. efisien dan efektif. penempatan jabatan. Pemberantasan korupsi lebih baik diprioritaskan di area-area yang rawan. dan waktu. menerapkan sistem pemebritaan atau laporan yang otomatis dan terintegrasi (automatic and integrated reporting system). selain itu juga dibutuhkan fasilitas dan pemberlakuan lebih UU keterbukaan informasi untuk memastikan resiko dan adiministrasi transparan. seperti persyaratan. promosi. akuntabel. dan penerapan indikator kinerja utama pada masing-masing SDM. dalam aspek SDM ini. aspek ketatalaksanaan. penerapan kode etik dan majelis kode etik. Perbaikan sistem birokrasi dalam suatu lembaga. Setelah melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh. patokan tata cara pelaksanaan dari lembaga-lembaga tersebut adalah harus sederhana dan transparan. biaya. Beberapa poin yang harus diperhatikan demi mendapatkan sumber daya manusia yang baik lagi bersih antara lain adalah basis kompetensi. jaksa. serta pelatihan dan pendidikan yang baik demi mendapatkan SDM yang berkualitas dan dapat memberikan hasil yang baik. Terkait dengan aspek yang pertama. Meningkatkan jumlah gaji harus dibarengi dengan perbaikan rekrutmen. perlu juga diperhatikan persoalan gaji. aspek manajemen SDM. dan polisi) juga penting untuk langkah dan prakarsa anti korupsi berikutnya. Dengan diwujudkannya tata pemerintahan yang baik atau good governance diharapkan dapat menyelesaikan segala akar permasalahan di bangsa ini serta mencegahnya kembali menjadi masalah yang meresahkan seluruh rakyat Indonesia. Pengawasan dan pencegahan eksploitasi alam yang berlebihan dan pengrusakan lingkungan juga menjadi perhatian utama bagi pemerintah agar tidak menjadi lahan yang subur bagi tindakan penyimpangan seperti korupsi.Kedua. Dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Ketiga. serta menerapkan manajemen pemantauan kerja melalui indikator kinerja utama. memperbaiki serta memberantas segala penyimpangan di sistem peradilan (hakim. . serta memuat janji layanan. Selain itu. seperti bidang pendidikan dan kesehatan yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat.

akuntabilitas.  Evaluasi atas kinerja administrasi.I. dan budaya. kelompok atau asing yang merugikan kepentingan masyarakat/nasional. birokrat/manajerial. Berikut merupakan penjelasan terkait dengan prinsip-prinsip tersebut. Akuntabilitas Akuntabilitas adalah prinsip politik (demokrasi) yang mengharuskan pejabat instansi pemerintahan untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka kepada masyarakat (external control). sehingga segala bentuk penyimpangan dapat diketahui oleh publik. Akuntabilitas terdiri dari akuntabilitas legal. dampak dan manfaat yang diperoleh masyarakat baik secara langsung maupun manfaat jangka panjang dari sebuah kegiatan. kewajaran. Prinsip Anti Korupsi Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. proses pelaksanaan. ekonomi. 2. Bagaimana mengukur akuntabilitas?  Akuntabilitas harus dapat diukur dan dipertanggungjawabkan melalui Mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan semua kegiatan. aturan main. Transparansi menjadi pintu masuk sekaligus kontrol bagi seluruh proses . Akuntabilitas juga berarti penggunaan kriteria untuk mengukur kinerja pejabat publik dan mekanisme pengawasan untuk menjaga agar standar tercapai.  Untuk mencegah praktek KKN berdasarkan kepentingan pribadi. 1. dan politik. Tranparansi Transparansi merupakan prinsip yang mengharuskan semua proses kebijakan dilakukan secara terbuka. keuangan. Akuntabilitas mengacu pada kesesuaian antara aturan dan pelaksanaan kerja. Kenapa Perlu Akuntabilitas?  Untuk mencegah konsepsi yang salah tentang kepentingan publik karena pejabat pemerintah dan PNS tidak mewakili secara merata semua kolempok sosial. dan kontrol aturan main.

laporan pertanggungjawaban dan penilaian (evaluasi) terhadap kinerja anggaran. prinsip pembebanan. taat asas. dan pertanggungjawaban secara teknis. pelaporan finansial. yaitu: a) Komprehensif dan disiplin yang berarti mempertimbangkan keseluruhan aspek. Dalam bentuk yang paling sederhana.  Proses pengawasan dalam pelaksanaan program dan proyek pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan publik dan yang lebih khusus lagi adalah proyek-proyek yang diusulkan oleh masyarakat sendiri. 3. transparansi mengacu pada keterbukaan dan kejujuran untuk saling menjunjung tinggi kepercayaan (trust).  Proses evaluasi terhadap penyelenggaraan proyek yang dilakukan secara terbuka dan bukan hanya pertanggungjawaban secara administratif. dan alokasi anggaran (anggaran belanja). Perlunya Keterlibatan masyarakat dalam proses transparansi:  Proses penganggaran yang bersifat bottom up.  Proses penyusunan kegiatan atau proyek pembangunan. baik dalam bentuk mark up maupun ketidakwajaran lainnya. mulai dari perencanaan. implementasi. pengeluaran dan tidak melampaui batas (off budget).dinamika struktural kelembagaan. Hal ini terkait pula dengan proses pembahasan tentang sumber-sumber pendanaan (anggaran pendapatan). Lima langkah penegakan prinsip kewajaran. tapi juga secara teknis dan fisik dari setiap out put kerja-kerja pembangunan.  Proses pembahasan tentang pembuatan rancangan peraturan yang berkaitan dengan strategi penggalangan (pemungutan) dana. pengerjaan teknis. b) Fleksibilitas yaitu adanya kebijakan tertentu untuk efisiensi dan efektifitas. mekanisme pengelolaan proyek mulai dari pelaksanaan tender. . Kewajaran Prinsip kewajaran ditujukan untuk mencegah terjadinya manipulasi (ketidakwajaran) dalam penganggaran. berkesinambungan.

undang-undang desentralisasi. pemahaman. yaitu: a) Isi aturan main. kejaksaan. persepsi. e) Informatif. Kualitas isi aturan main tergantung pada kualitas dan integritas pembuatnya. d) Kultur aturan main. Sifat informatif merupakan ciri khas dari kejujuran. sikap. c) Pelaksana aturan main.c) Terprediksi yaitu ketetapan dalam perencanaan atas dasar asas value for money dan menghindari defisit dalam tahun anggaran berjalan. Aturan main Aturan main anti korupsi dibuat agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan negara dan masyarakat. yaitu kepolisian. Aturan main yang telah dibuat dapat berfungsi apabila didukung oleh aktoraktor penegak aturan main. b) Pembuat aturan main. yaitu adanya sistem informasi pelaporan yang teratur dan informatif sebagai dasar penilaian kinerja. namun bisa berupa undang-undang kebebasan mengakses informasi. pengacara. Aturan main anti korupsi akan efektif apabila di dalamnya terkandung unsurunsur yang terkait dengan persoalan korupsi. dan kesadaran masyarakat terhadap hukum atau undang-undang . d) Kejujuran yaitu adanya bias perkiraan penerimaan maupun pengeluaran yang disengaja. Empat aspek aturan main anti korupsi. Eksistensi sebuah aturan main terkait dengan nilai-nilai. yang berasal dari pertimbangan teknis maupun politis. Kejujuran merupakan bagian pokok dari prinsip fairness. maupun lainnya yang dapat memudahkan masyarakat mengetahui sekaligus mengontrol terhadap kinerja dan penggunaan anggaran negara oleh para pejabat negara. Anggaran yang terprediksi merupakan cerminan dari adanya prinsip fairness di dalam proses perencanaan pembangunan. 4. pengadilan. Aturan main anti korupsi tidak selalu identik dengan undang-undang anti-korupsi. undang-undang anti-monopoli. kejujuran dan proses pengambilan keputusan. dan lembaga pemasyarakatan.

Pendidikan seperti ini harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi.anti korupsi. b) Oposisi yaitu mengontrol dengan menawarkan alternatif aturan main baru yang dianggap lebih layak. Pendidikan anti korupsi ini akan berpengaruh pada perkembangan psikologis siswa. ada dua tujuan yang ingin dicapai dari pendidikan anti korupsi ini. Pendidikan Anti Korupsi Untuk menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang bersih. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. Tujuan kedua adalah. Kontrol Aturan main Kontrol aturan main merupakan upaya agar aturan main yang dibuat betul-betul efektif dan mengeliminasi semua bentuk korupsi. Jika korupsi sudah diminimalisir. cara pencegahan dan pelaporan serta pengawasan terhadap tindak pidana korupsi. Lebih jauh kultur aturan main ini akan menentukan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi. Misalnya. Melalui pendidikan ini. pekerjaan membangun bangsa yang terseok-seok karena adanya korupsi dimasa depan tidak ada terjadi lagi. model kontrol aturan main yang digunakan adalah partisipasi dan oposisi. diharapkan semangat anti korupsi akan mengalir di dalam darah setiap generasi dan tercermin dalam perbuatan sehari-hari. dalam sistem demokrasi yang sudah mapan (established). c) Revolusi yaitu mengontrol dengan mengganti aturan main yang dianggap tidak sesuai. 5. diperlukan sebuah sistem pendidikan anti korupsi yang berisi tentang sosialisasi bentuk-bentuk korupsi. maka setiap pekerjaan membangun bangsa akan maksimal. menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum . J. Kontrol aturan main tersebut terdiri dari tiga model. yaitu: a) Partisipasi yaitu melakukan kontrol terhadap aturan main dengan ikut serta dalam penyusunan dan pelaksanaannya. Sehingga. Setidaknya. Tiga model kontrol aturan main tersebut digunakan sesuai dengan sistem yang dibangun dalam suatu pemerintahan.

terlambat masuk sekolah. Selama ini. Sehingga. Begitu juga dengan hal-hal sepele lainnya. perlu pendidikan terpadu yang diselenggarakan di semua tingkatan institusi pendidikan. Tidak hanya itu. korupsi waktu. sehingga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat. kantor dan lain sebagainya. Perbuatan ini banyak sekali ditemukan di jalan raya. dan cenderung menjadi lumrah. Kebiasaan tidak disiplin terhadap waktu ini sudah menjadi lumrah. pendidikan anti korupsi yang dilaksanakan secara sistemik di semua tingkat institusi pendidikan. Gerakan bersama anti korupsi ini akan memberikan tekanan bagi penegak hukum dan dukungan moral bagi KPK sehingga lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya. diharapkan akan memperbaiki pola pikir bangsa tentang korupsi. Materi ini dapat diikutkan dalam pendidikan anti korupsi ini. Sehingga secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada polisi untuk korupsi. Sehingga memang diperlukan edukasi bahwa perbuatan suap tersebut. sering terlambat dalam mengikuti sebuah kegiatan. kebiasaan tidak mau repot ketika melakukan pelanggaran aturan lalu lintas. termasuk korupsi yang merugikan negara. Ketika ditilang oleh polisi lalu lintas. akan tercipta generasi yang sadar dan memahami bahaya korupsi.seperti KPK. melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. . banyak orang yang tanpa pikir panjang dan tidak mau repot untuk sidang di pengadilan. Kepolisian dan Kejaksaan agung. Pola pendidikan yang sistematik akan mampu membuat siswa mengenal lebih dini hal-hal yang berkenaan dengan korupsi termasuk sanksi yang akan diterima kalau melakukan korupsi. ini termasuk salah satu bentuk korupsi. Misalnya. sangat banyak kebiasaan-kebiasaan yang telah lama diakui sebagai sebuah hal yang lumrah dan bukan korupsi. masyarakat akan mengawasi setiap tindak korupsi yang terjadi dan secara bersama memberikan sanksi moral bagi koruptor. Oleh karena itu. Contoh lain. Termasuk hal-hal kecil. bentuk-bentuk korupsi dan tahu akan sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi. Dengan begitu. Menurut KPK.

Pilihan pertama. Untuk tahap awal. Media yang dapat digunakan seperti tabel angka korupsi dan bahkan bisa digunakan media audiovisual seperti menonton video-video yang berhubungan dengan korupsi. menambah satu mata pelajaran baru. Ada dua pilihan untuk menerapkan pendidikan anti korupsi pada sekolah dan perguruan tinggi. Atau sekitar 4 sampai 5 kali pertemuan. Pada saat ini. siswa-siswa di sekolah telah dibebankan begitu banyak mata pelajaran. Dikhawatirkan. tidak memungkinkan jika menambah mata pelajaran baru. Maka. nilai-nilai kejujuran yang menjadi aspek capaian utama dalam pendidikan anti korupsi dapat dipraktekan dengan membangun sebuah warung kejujuran di sekolah yang bersangkutan. Teori yang dipelajari pada pendidikan anti korupsi tersebut dapat langsung dipraktekan dalam sebuah kegiatan nyata. Melakukan studi pustaka tentang negara-negara maju yang hidup tanpa korupsi. studi kasus dan metoda lain yang dianggap akan membantu tercapainya tujuan dari pembelajaran itu sendiri. pendidikan anti korupsi ini bisa disisipkan dalam bentuk satu pokok bahasan pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Penyusunan kurikulum dimulai dari tujuan pembelajaran umum. Sementara esensi dari pendidikan anti korupsi ini tidak didapatkan. simulasi. pendidikan anti korupsi di sekolah-sekolah. Pertama. . diskusi. khusus serta indikator dan hasil belajar apa saja yang ingin dicapai setelah memperoleh pendidikan anti korupsi ini.Tahap Pelaksanaan Kurikulum pendidikan anti korupsi ini disusun seperti kurikulum mata pelajaran yang lain dan diagendakan dalam kurikulum pendidikan nasional. Waktu yang dibutuhkan untuk satu pokok bahasan ini antara 8 sampai 9 jam. menambahkan mata pelajaran baru tentang pendidikan anti korupsi dirasa kurang memungkinkan. Metoda pembelajaran yang digunakan dapat berupa ceramah. Kedua. Mata pelajaran yang dipilih adalah mata pelajaran sosial seperti Pendidikan Kewarganegaraan. Ditambah lagi dengan pekerjaan rumah (PR) setiap mata pelajaran. Misalnya. melakukan integrasi pendidikan anti korupsi kedalam salah satu mata pelajaran yang ada. hasilnya tidak akan maksimal dan hanya sebatas pengetahuan teori saja yang didapatkan oleh siswa.

Kosakata terus-menerus menjadi kunci dari sebuah keberhasilan pemberantasan korupsi karena kalau hanya sekedar cari muka dalam memberantas korupsi maka sampai kapanpun korupsi tidak akan hilang. guru. Semua transaksi berjalan tanpa pengawasan.Warung kejujuran adalah sebuah warung yang dikelola oleh siswa. Kenapa harus rumah sendiri bukan dari diri sendiri ataupun juga lingkungan yang lebih luas lagi. Pendidikan Anti Korupsi dalam Keluarga Walau telah dibentuk Undang-Undang Anti Korupsi kemudian berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi atau yang dikenal dengan nama KPK hingga lahirnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atau Pengadilan Tipikor bahkan baru-baru ini dibentuk Satgas Mafia Hukum. Karena biasanya korupsi terlahir karena didikan dari . karyawan dan siswa. Semua barang ditempeli label harga dan pembeli membayar dengan sadar ke dalam sebuah kotak terbuka berisi uang. sebuah nilai kehidupan yang menjadi cikal bakal hidup terbebas dari korupsi. Jika uang yang dimasukan ke kotak perlu kembalian. diharapkan akan lahir generasi tanpa korupsi sehingga dimasa yang akan datang akan tercipta Indonesia yang bebas dari korupsi. Warung ini akan melatih kejujuran. Korupsi seakan menjadi budaya yang telah mengakar dari generasi ke generasi hingga sulit untuk diberantas sampai ke akarnya namun bukan berarti tidak bisa karena seperti cerita lama bahwa batu yang keras bisa berlubang karena tetesan air. itu artinya bahwa walaupun korupsi sulit dihilangkan namun kalau terus menerus diberantas maka ia akan lenyap. Semua transaksi berjalan dengan swalayan dan kesadaran membayar berapa harga barang yang di beli. Lingkungan sekolah akan menjadi pioneer bagi pemberantasan korupsi dan akan merembes ke semua aspek kehidupan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi. maka si pembeli mengambil kembaliannya sendiri. dimana tidak ada penunggu warungnya. K. namun sepertinya kasus Korupsi makin marak di negeri ini. hanya berbekal kejujuran. seperti kepala sekolah. Pemberantasan korupsi bisa dimulai dari lingkungan yang terkecil yaitu rumah kita sendiri. Harapan awal tentunya ini akan berdampak langsung pada lingkungan sekolah yaitu pada semua elemen pendidikan. Tanpa ada yang mengawasi. Dengan adanya pendidikan anti korupsi ini.

semisal.keluarga walaupun kita tidak menyadarinya. Lalu dimana letak pembelajaran korupsinya. ―Kamu dititipi ibumu uang untuk belanja di toko dan ternyata ada uang kembaliannya namun kamu malah membelanjakan uang kembalian tersebut tanpa sepengetahuan ibumu. Padahal itu juga merupakan bagian dari korupsi. Banyak hal yang sebenarnya adalah korupsi di keluarga kita namun terkadang dia lewat begitu saja karena menganggap itu adalah hal wajar. Seharusnya ketika anak kita. membelanjakan uang tanpa sepengetahuan kita.” Hal-hal yang mungkin sepele seperti contoh diatas mungkin adalah hal biasa namun disitulah letak kesalahan kita. ada baiknya kita beri nasehat dan jangan langsung membiarkannya begitu saja dan kalau itu diulangi nya kembali tak ada salahnya kita memberinya hukuman sebagai bentuk pembelajaran padanya bahwa mengambil uang tanpa sepengetahuan yang punya itu dilarang.” Atau ketika sebelum atau sesudah ulangan terkadang orangtuamu mengajak kamu ke tempat gurumu sambil membawakan bingkisan hadiah dengan harapan agar gurumu tadi memberikan nilai yang baik. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan . kamu akan bilang ―Bu. jangan membiasakan datang ke tempat guru sebelum ataupun sehabis ulangan dengan membawa bingkisan hadiah karena hal itu akan memberikan contoh yang buruk pada anak kita. tadi uang kembaliannya saya belikan‖ dan ibunya pun berkata ―Tidak apa-apa. biasanya setelah sampai di rumah.” Itu namanya sudah korupsi. Kemudian juga. Jadi untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti. Kenapa wajar karena kebiasaan itu seperti sebuah tradisi yang sulit dihilangkan. misalnya ―Kamu disuruh beli semen yang terbaik namun malah membeli semen kualitas tidak baik karena kamu berpikir yang penting semennya sudah dibeli. Misalnya. “Ketika ingin memenangkan sebuah tender proyek tertentu ia mengirimkan hadiah pada pihak yang punya wewenang penentuan tender tersebut. asal belanjaan sudah dibeli‖. Kata-kata ―Tidak apa-apa‖ menjadikan kamu merasa hal itu biasa hingga akhirnya berlanjut ketika kamu sudah punya jabatan. Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut. Karena bisa saja ditiru oleh anaknya suatu hari.

Selain menjaga hati kita. Sesuatu yang haram masuk ke dalam tubuh bisa mempengaruhi kejiwaan walaupun ini tidak pernah ada penelitian namun itulah yang sering terjadi dimasyarakat. keluarga kita juga perlu mendukung dalam hal anti korupsi karena kalau keluarga tidak mendukung maka biasanya akan sulit dilakukan. Pemberian contoh anti korupsi dalam kehidupan nyata biasanya akan lebih membekas dalam ingatan. terus memberikan nafkah serta makanan dari hasil korupsi maka istri dan anak kitapun bisa juga terjerumus dalam lingkaran itu. anaknya juga. Dukungan pertama itu harus ada dari istri karena bagaimanapun dibalik kesuksesan suami selalu ada istri. Ayahnya koruptor. Dan ketika kita sudah terjerumus. Pemberian contoh bisa dimulai dari dalam keluarga. Namun dari semua itu bisa dilakukan kalau hati kita kuat dan tegar dalam menghadapi godaan lingkungan yang mungkin banyak koruptornya dan juga jangan memberikan makanan yang tidak halal kepada keluarga kita karena itu bisa mempengaruhi kejiwaan serta adanya dukungan keluarga karena bagaimanapun keluargalah yang bisa mempengaruhi seseorang dalam berpikir dan bertindak.pemberian contoh karena kalau hanya berkutat pada teori maka pendidikan anti korupsi hanya akan menjadi sebuah buku tanpa amal. Harus ada keseimbangan antara teori dengan praktik nyata yang kita berikan. tidak memakai kendaraan dinas untuk keperluan pribadi. maka bisa saja ia mendorong suaminya untuk melakukan korupsi hanya untuk memenuhi gaya hidup istrinya. Ketika istri kita termasuk orang yang materialistis maka biasanya tuntutan terhadap gaya hidup begitu tinggi yang akibatnya bila sang suami tak mampu memberikan. . Namun juga dalam pendidikan anti korupsi hal yang perlu diperhatikan adalah hati karena bagaimanapun kalau hati sudah salah maka sulit memberikan jalan lurus karena itu hindarilah makanan yang bersifat haram semisal makanan dari hasil korupsi karena kalau sudah pernah memakan hasil uang korupsi maka ia akan mendarah daging dalam tubuh kita dan hanya tinggal masalah waktu saja kitapun bisa terjerumus juga dalam lingkaran hitam. untuk membasmi korupsi tidak bisa ditebang dari atas namun dari bawah yaitu keluarga. Jadi. misalnya berangkat kerja tepat waktu. Penebangan itu bisa dilakukan dengan cara tidak membiasakan korupsi sejak dini atau memberikan contoh korupsi serta tentu adanya pendidikan anti korupsi.

dilakukan pemecatan tidak terhormat dan dihukum pidana. 3) Para pejabat dihimbau untuk mematuhi pola hidup sederhana dan memiliki tang-gung jawab yang tinggi. 5) Menciptakan aparatur pemerintahan yang jujur dan disiplin kerja yang tinggi. Upaya Penindakan (Kuratif) Upaya penindakan. Upaya pencegahan (preventif). b. c. Implementasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dalam Kehidupan Sehari-hari Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. 2) Melakukan penerimaan pegawai berdasarkan prinsip keterampilan teknis. Upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). 6) Sistem keuangan dikelola oleh para pejabat yang memiliki tanggung jawab etis tinggi dan dibarengi sistem kontrol yang efisien. 4) Para pegawai selalu diusahakan kesejahteraan yang memadai dan ada jaminan masa tua. 7) Melakukan pencatatan ulang terhadap kekayaan pejabat yang mencolok. . yaitu dilakukan kepada mereka yang terbukti melanggar dengan dibe-rikan peringatan. d. Beberapa contoh penindakan yang dilakukan oleh KPK : 1) Dugaan korupsi dalam pengadaan Helikopter jenis MI-2 Merk Ple Rostov Rusia milik Pemda NAD (2004). 8) Berusaha melakukan reorganisasi dan rasionalisasi organisasi pemerintahan mela-lui penyederhanaan jumlah departemen beserta jawatan di bawahnya. informal dan agama. antara lain sebagai berikut : a. Upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. Upaya Pencegahan (Preventif) 1) Menanamkan semangat nasional yang positif dengan mengutamakan pengabdian pada bangsa dan negara melalui pendidikan formal. Upaya penindakan (kuratif).L.

8) Kasus penyuapan Hakim Agung MA dalam perkara Probosutedjo. Ia diduga melekukan pungutan liar dalam pengurusan dokumen keimigrasian. EM. 3) Dugaan korupsi dalam Proyek Program Pengadaan Busway pada Pemda DKI Jakarta (2004).9 miliar (2004). 3) Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan mulai dari pemerintahan desa hingga ke tingkat pusat/nasional. 4) Membuka wawasan seluas-luasnya pemahaman tentang penyelenggaraan peme-rintahan negara dan aspek-aspek hukumnya.2) Menahan Konsul Jenderal RI di Johor Baru. Dalam hal ini. 6) Kasus korupsi dan penyuapan anggota KPU kepada tim audit BPK (2005). 5) Mampu memposisikan diri sebagai subjek pembangunan dan berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat luas. 5) Dugaan korupsi pada penyalahgunaan fasilitas preshipment dan placement deposito dari BI kepada PT Texmaco Group melalui BNI (2004). 10) Kasus korupsi di KBRI Malaysia (2005). 4) Dugaan penyalahgunaan jabatan dalam pembelian tanah yang merugikan keuang-an negara Rp 10 milyar lebih (2004). masyarakat harus dididik agar: 1) Memiliki tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial terkait dengan kepentingan publik. 2) Tidak bersikap apatis dan acuh tak acuh. Upaya Edukasi Masyarakat/Mahasiswa Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemberantasan korupsi. 7) Kasus penyuapan panitera Pengadilan Tinggi Jakarta (2005). Malaysia. Upaya Edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Indonesia Corruption Watch (ICW) adalah organisasi non-pemerintah yang meng-awasi dan melaporkan kepada publik mengenai korupsi di Indonesia dan terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi . 9) Menetapkan seorang bupati di Kalimantan Timur sebagai tersangka dalam kasus korupsi Bandara Loa Kolu yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 15.

Komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. ICW lahir di Jakarta pd tgl 21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang menghendaki pemerintahan pasca-Soeharto yg bebas korupsi. Faktor-faktor Keberhasilan Pemberantasan Korupsi Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: 1. Transparency International (TI) adalah organisasi internasional yang bertujuan memerangi korupsi politik dan didirikan di Jerman sebagai organisasi nirlaba sekarang menjadi organisasi non-pemerintah yang bergerak menuju organisasi yang demokratik. Kenya. Sedangkan survei TI pada 2005. Pakistan. Sedangkan Islandia adalah negara terbebas dari korupsi. Paraguay. Semarang dan Batam. Hambatan atau Kendala Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: 1. . Somalia. Etiopia. Dukungan media massa. Irak. Angola. M. Clean government. Kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. Nigeria. Haiti & Myanmar. 6. Sudan. Medan. Survei TI Indonesia yang membentuk Indeks Persepsi Korupsi (IPK) In-donesia 2004 menyatakan bahwa Jakarta sebagai kota terkorup di Indonesia. Dukungan masyarakat secara aktif. ser-ta hanya lebih baik dari Kongo. 2. In-donesia berada di posisi keenam negara terkorup di dunia. 5. IPK Indonesia adalah 2. Libya dan Usbekistan. disu-sul Surabaya. N. Hal ini mengindikasikan rendahnya komitmen pemerintah terhadap upaya pemberantasan korupsi dan bahwa selama ini pemberantasan korupsi belum menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah. yang mencerminkan masih lemahnya political will pemerintah bagi upaya pemberantasan korupsi. Profesional. Kamerun. Political will. 3. 4. Publikasi tahunan oleh TI yang terkenal adalah Laporan Korupsi Global.2 sejajar dengan Azerbaijan.me-lalui usaha pemberdayaan rakyat untuk terlibat melawan praktik korupsi.

5. Dan. solusi yang efektif bagi upaya . beberapa pihak yang lain lagi berpendapat bahwa hukum administrasi negara merupakan satu-satunya perangkat hukum yang dapat menyentuh kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh para pejabat negara. kapabilitas dan independensi hakim maupun aparat-aparat penegak hukum lainnya. 4. baik dari aspek isi maupun aspek teknik pelaksanaannya. baik pidana maupun perdata. baik hukum pidana maupun perdata. perdebatan tentang permasalahan tersebut cenderung berlarut-larut tanpa dapat memberikan pemberantasan korupsi di Indonesia. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. sehingga memungkinkan terjadinya ketimpangan dalam pemberantasan korupsi. sehingga pejabat negara yang korup adalah dapat digugat secara hukum. berita buruk yang keempat adalah rendahnya insentif dan gaji para pejabat publik. beberapa pihak yang lain berpendirian bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah tidak tersentuh oleh hukum. sehingga pejabat-pejabat negara yang korup tersebut adalah tidak dapat digugat secara hukum. Tidak jelasnya pembagian kewenangan antara jaksa. Diantara kelemahan-kelemahan tersebut adalah: a.2. Minimnya bantuan luar negeri ini merupakan cerminan rendahnya tingkat kepercayaan negara-negara donor terhadap komitmen dan keseriusan pemerintah di dalam melakukan pemberantasan korupsi. Sayangnya. Sedangkan. polisi dan KPK dan tidak adanya prinsip pembuktian terbalik dalam kasus korupsi. termasuk dalam konteks pemberantasan tindak pidana korupsi. Insentif dan gaji yang rendah ini berpotensi mengancam profesionalisme. 3. Beberapa pihak berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah dapat disentuh oleh hukum pidana. Terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara. Kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. Sedangkan. Peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan.

sehingga seseorang yang dianggap mengetahui bahwa ada penyelewengan di bidang keuangan tidak bersedia untuk dijadikan saksi/memberikan kesaksian. 7. Lemahnya dan tidak jelasnya mekanisme perlindungan saksi.b.Sifat sifat yang demikian ini jelas bahwa ketahanan Nasional akan rapuh karena anggota masyarakat merasa dirinya tidak ikut bertanggung jawab dalam keutuhan nasional atau negara. d. terutama apabila menyangkut izin pemeriksaan terhadap pejabat-pejabat yang terindikasi korupsi. Kurangnya kewibawaan pemerintah dimana anggota masyarakat bisa bersifat apatis terhadap segala anjuran-anjuran dan tindakan pemerintah. Berbeda dengan . Masalah kultur/budaya. c. Sebagai contoh mengenai seorang perwira menengah ABRI menjual rahasia pertahanan nasional bangsa ini kepada bangsa lain dalam hal ini kepada bangsa Rusia. Kurangnya mental pejabat pemerintah. pengetahuannya dan jabatannya dia nilai dengan materi sehingga rahasia negara yang seharusnya dia pegang teguh malah diuangkannya. disamping masih kuatnya budaya enggan untuk menerapkan budaya malu. 6. Pejabat-pejabat yang bermental korupsi berpikir dalam hatinya mengenai apa yang bisa diambil negara dan bangsa ini. dimana sebagian masyarakat telah memandang korupsi sebagai sesuatu yang lazim dilakukan secara turun-temurun. Segala sesuatu akan dilihat dari kacamata materi saja sehingga lupa akan tugasnya sebagai pejabat pemerintah. Iintegritas moral aparat penegak hukum serta ketersediaan sarana dan prasarana penunjang keberhasilan mereka dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi. Mekanisme pemeriksaan terhadap pejabat–pejabat eksekutif dan legislatif juga terkesan sangat birokratis. Sesuatu yang tidak bisa dipungkiri lagi ialah bahwa korupsi dapat merusak mental para pejabat pemerintah. dengan kata lain kedudukannya. Kurangnya kewibawaan pemerintah. Hambatan yang kedua berkaitan dengan kurangnya transparansi lembaga eksekutif dan legislatif terhadap berbagai penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara. Dalam situasi masyarakat yang demikian ini akan dapat dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik atau pihak ketiga lain yang tidak bertanggung jawab untuk merongrong kewibawaan pemerintah.

Tanggung jawab akan hal ini bukan hanya terletak pada penegak hukum saja tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. Hukum dan keadilan telah dapat diombang-ambingkan oleh uang. Bahwa cita-cita terwujudnya tertib hukum tidak akan dapat dicapai jika korupsi meraja lela di kalangan penegak hukum. Fakta- . Artinya ia masih dapat membeli keadilan dan pengadilan bahkan penjara sekalipun dapat dibeli dengan kekuatan uang yang dimilikinya. Keadilan dapat debelokkan sesuai dengan seleranya sepanjang para penegak hukum tersebut masih dapat disuap. but ask your self what can you do for your country‖ yang terjemahannya sebagai berikut: ―janganlah kau bertanya apa yang dapat diberikan oleh Negara kepadamu tetapi tanyalah kepada dirimu apa yang dapat kau sumbangkan kepada negaramu‖. 8. Kurang tegasnya hukum.apa yang dikatakan oleh J. Tidak mengherankan bahwa timbul suara-suara sumbang dalam masyarakat yang mengatakan bahwa orang kaya atau pejabat kebal terhadap hukum.F. Sesuatu hal yang sangat berbahaya lagi adalah jika sampai generasi muda ini mencontoh sifat korupsi yang berjangkit dalam masyarakat Indonesia sekarang.Kennedy pada waktu penyumpahan beliau sebagai presiden USA ―Don‘t ask what your do for your country can do for you. Pada negara ini. Dari kejadian-kejadian selama ini jelaslah bahwa sebagian besar penegak hukum sudah bermental korupsi sehingga menurunkan wibawanya sebagai penegak hukum. Jika hal ini bisa terjadi maka cita-cita untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang di cita-citakan bangsa ini semakin jauh dan tipis harapan-harapan untuk tercapai.F. sehingga hokum tidak dapat ditegakan terhadap penyelewengan atau pelaku-pelaku yang merong-rong ketertiban hukum itu. Negara Indonesia adalah negara hukum dimana segala sesuatunya harus didasarkan kepada hukum jadi bukan berdasarkan pada kekuasaan oleh karenanya terwujudnya tertib hukum merupakan suatu keharusan bagi kitasemua.seorang yang melakukan perbuatan yang melanggar hukum akan tetap bahagia dan tertawa sepanjang para penegak hukum masih dapat disuap dan hukum dapat dilumpuhkan dengan kekuatan uangnya. sehingga berubah menurut selera si penyuap dan timbullah kepincangankepincangan dan keanehan-keanehan penegak hukum dalam masyarakat.Kennedy ini diputar balikan tanpa memikirkan kelanjutan hidup dari pada bangsa dan negaranya. sebagaimana juga di negara-negara lain yang sedang berkembang ucapan J.

Mental dan karakter para pejabat penegak hukum merupakan faktor utama bagi pembinaan hukum nasional dan masyarakat adil dan makmur. dan intelectual corruption. 9) Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. aturan main. dan sistem budaya yang berorientasi vertikal. seperti: sistem hukum. tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang. 4) Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengutarakan bahwa penyebab terjadinya korupsi dibagi menjadi tiga aspek. promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. RANGKUMAN 1) Bentuk korupsi berbacam-macam. kewajaran. daya tanggap. sistem rekruitmen pegawai yang jelek. yaitu: aspek individu pelaku. aspek organisasi. 5) Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain. dan kontrol aturan main. secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya.fakta korupsi di atas menyebabkan pembangunan dan pembinaan hukum nasional akan terhambat. antara lain: partisipasi. transparansi. dan profesionalisme. dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek. dan pemberdayaan masyarakat. tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan. legislation corruption. wawasan ke depan. sistem politik. pengawasan. 10) Pendidikan anti korupsi harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. pendidikan anti korupsi. sistem sosial yang sangat permisif. 6) Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara. 8) Sepuluh prinsip Good Governance. 2) Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik). efesiensi & efektifitas. akuntabilitas. dan aspek tempat individu dan organisasi berada. 7) Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: Reformasi Birokrasi. akuntabilitas. karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. political corruption. kesetaraan. penegakan hukum. . yang umum dikenal adalah material corruption. 3) Dilihat dari sifat perbuatannya.

Kepolisian dan Kejaksaan agung. terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara. profesional. Kedua adalah. . 14) Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: political will. menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum seperti KPK. clean government. kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. upaya penindakan (kuratif). dan dukungan masyarakat secara aktif. komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. 15) Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan. 13) Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. kurangnya mental pejabat pemerintah.11) Ada dua tujuan yang ingin dicacai dari pendidikan anti korupsi ini. 12) Untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti. kurangnya kewibawaan pemerintah. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. dukungan media massa. dan upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). antara lain sebagai berikut : upaya pencegahan (preventif). Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut. dan kurang tegasnya hukum. melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan pemberian contoh.

Suatu ketika Anda dan Tim Anda diminta memeriksa/mengaudit suatu proyek di luar Pulau Jawa selama seminggu. Sebutkan lima contoh perilaku menyimpang yang terjadi di Perguruan Tinggi yang termasuk dalam lingkup korupsi! 4. Salah satu contoh praktik pendidikan anti korupsi dalam lingkungan sekolah adalah ―Kantin Kejujuran‖. Apakah pemberian insentif dan gaji yang tinggi kepada para pejabat dapat memberantas korupsi? Jelaskan pendapat anda dengan membandingkan teori dengan fakta yang terjadi (berikan alasannya)! . Apa yang dimaksud dengan ―Kantin Kejujuran‖? Apa saja hambatan dalam mengembangkan ―Kantin Kejujuran‖? Jelaskan! 11. Bagaimana sikap Anda dalam menghadapi situasi tersebut? Jelaskan! 12. Menurut Anda. Misalkan Anda seorang PNS yaitu sebagai auditor BPK RI. Sebut dan jelaskan langkah-langkah penerapan prinsip kewajaran dalam kaitannya dengan pendidikan antikorupsi! 10. sosial.LATIHAN 1. Jelaskan pengertian korupsi menurut pendapat anda berdasarkan teori-teori mengenai istilah dan definisi korupsi yang telah anda pahami! 2. Sebutkan dan jelaskan faktor internal (dari dalam diri sendiri/individu) dan faktor eksternal (dari orang lain dan lingkungan) yang menyebabkan terjadinya korupsi! 5. dan budaya! 7. Sebutkan dan jelaskan macam-macam bentuk korupsi! 3. Di Indonesia. bagaimanakah bentuk pemberdayaan masyarakat yang paling efektif dalam rangka upaya pencegahan tindak korupsi? 8. Anda dan Tim Anda diberikan fasilitas serba mewah dan tambahan uang saku oleh Pimpinan Proyek yang melebihi fasilitas yang diberikan oleh Instansi anda (BPK RI). Sebutkan dan jelaskan secara singkat sistem-Sistem yang dianggap jelek tersebut! 6. Sebutkan akibat/dampak korupsi bagi bidang politik. Setibanya di sana. Sebut dan jelaskan beberapa prinsip goodgovernance yang relevan jika dikaitkan dengan pemberantasan korupsi di negeri kita! 9. Bagaimanakah cara media masa untuk mendukung pembrantasan korupsi di Indonesia? 13. penyebab utama korupsi adalah jeleknya sistem-sistem yang berlaku.

Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. Intelectual corruption : manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat. Good governance : cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. Political corruption : korupsi terkait berbagai kebijakan. Konsumtif : perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok. Stakeholder : pemangku kepentingan atau segenap pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang sedang diangkat. misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. Molekulisasi kekuasaan : Unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya. dalam rangka untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.GLOSSARIUM Bailout : istilah ekonomi dan keuangan digunakan untuk menjelaskan situasi dimana sebuah entitas yang bangkrut atau hampir bangkrut. Material corruption : korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri. seperti perusahaan atau sebuah bank diberikan suatu injeksi dana segar yang likuid. .

id/ http://www.kpk. Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption. Memahami untuk Membasmi: Buku Panduan untuk Memahami Tindak Pidana Korupsi. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.bpkp.0fees.com/index.disdik-kepri. . 2003). 2003 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi.go.net/?page_id=7 http://www.DAFTAR PUSTAKA http://antikorupsi. 2006.php?option=com_content&view=article&id=57:pendidikan-antikorupsi-masuk-kurikulum&catid=33:berita&Itemid=77 http://generasibersih.go.id/ Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.org/ http://www.

Permasalahan yang sering timbul adalah delik penyertaan (deelneming). berikut beberapa diantaranya: 1.31 Tahun 1999 2) TNI / POLRI 3) Swasta Pasal 1 (3) UU No. meliputi: 1) Pegawai Negeri Pasal 92 KUHP UU No. bentuk deelneming yang terjadi : .28 Tahun 1999 Pasal 1 (2) UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a. Setiap orang. jo UU No.BAB ATURAN TENTANG ANTI KORUPSI 10 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai peraturan tentang anti korupsi serta jenisjenis korupsi dan sanksinya. sehingga termotivasi untuk membentuk karakter anti korupsi dalam dirinya A. Pasal 2 UU No.31 Tahun 1999 4) Korporasi Adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. Peraturan Tentang Anti Korupsi Banyak peraturan yang membahas mengenai anti korupsi.30 Tahun 1999.20 Tahun 2001 UU No.

b) Doenplegen Tidak ada kesadaran bekerja sama. Kesempatan.6 Maret 1939 no. dan ada kerjasama secara fisik. tapi tidak ada kerja sama secara fisik.R. dapat berarti : 1) Bertentangan dengan hukum . yang melakukan tidak dipertanggung jawabkan. dan bisa tidak ada kerja sama secara fisik. sehingga antar sesama peserta dapat saling menyaksikan. d) Medeplichtig Tidak ada kesadaran bekerja sama. sarana atau keterangan itu diberikan pada si pelaku telah terdapat maksud untuk melakukan kejahatan (H. Dalam perkara korupsi harus diperhatikan jabatan/kedudukan para peserta guna menentukan kapan berkas perkara harus displit dan kapan tidak. Berkas perkara antara pelaku dan pembantu displit b. Berkas perkara dan surat dakwaan satu. Berkas perkara harus displit. a) Uitlokking Ada kesadaran bekerja sama. Secara melawan hukum Melawan hukum.a) Medeplegen Antara sesama peserta ada kesadaran bekerja sama. Harus menggunakan sarana tersebut secara limitatif pada pasal 55 (1)ke 2 KUHP. 897). Peran dan kualitas antar peserta bisa sama dan bisa tidak sama. untuk dapat menyatakan telah bersalah turut serta melakukan haruslah diselidiki dan terbukti bahwa tiap-tiap peserta itu mempunyai pengetahuan dan keinginan untuk melakukan kejahatan itu. Yang menyuruh melakukan dipertanggung jawabkan. Dalam hal ―turut serta melakukan‖ disyaratkan bahwa setiap pelaku mempunyai opzet dan pengetahuan yang ditentukan. tapi bisa ada kerja sama secara fisik.

2) 3)

Bertentangan dengan hak orang lain atau hukum subyektif seseorang Tanpa hak atau tidak berwenang Jadi sifat melawan hukum meliputi : - Melawan hukum dalam arti formil, kalau perbuatan telah mencocoki semua

unsur delik. - Melawan hukum dalam arti materiil, kalau perbuatan oleh masyarakat dirasakan tidak patut, tercela yang menurut rasa keadilan masyarakat harus dituntut. c. Melakukan perbuatan Selama ini unsur ―melakukan perbuatan‖ memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dianggap hanya satu unsur saja, sehingga yang dibuktikan hanya unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, tanpa membuktikan apakah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi merupakan tujuan atau dikehendaki. Unsur ―melakukan perbuatan‖ sama maknanya dengan unsur ―dengan maksud‖ pada Pasal 362 KUHP, yang artinya dikehendaki atau sengaja, yang

merupakan unsur subyektif pada pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini. Membuktikan unsur ―melakukan perbuatan‖ dengan menggunakan teori kesengajaan, yaitu Wilstheorie dan Voorstellingtheorie. Bagian inti suatu delik meliputi unsur subyektif dan unsur obyektif. Unsur subyektif meliputi unsur Lalai/Culpa. ―Kesalahan― yang terdiri dari Sengaja/Opzet dan

d.

Memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi Pengertian memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi

harus dikaitkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 Tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001 : Terdakwa wajib memberikan keterangan tentang seluruh harta bendanya dan harta benda istri atau suami, anak dan harta benda setiap orang atau

korporasi yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara yang bersangkutan. Dalam hal terdakwa tidak dapat membuktikan tentang kekayaan, yang tidak seimbang dengan penghasilannya atau sumber penambahan kekayaannya, maka keterangan tersebut dapat digunakan untuk

memperkuat alat bukti yang sudah ada bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi. Setiap orang yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi wajib membuktikan sebaliknya terhadap harta benda miliknya yang belum didakwakan, tapi juga diduga berasal dari tindak pidana korupsi : (Pasal 38B ayat (1) UU No. 20 tahun 2001). Dalam hal terdakwa tidak bisa membuktikan bahwa harta benda tersebut diperoleh bukan karena tindak pidana korupsi, maka harta benda tersebut dianggap diperoleh dari tindak pidana korupsi. Merupakan beban pembuktian terbalik. (Pasal 38B ayat (2) UU no. 20 tahun 2001).

e.

Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Berbeda dengan unsur Pasal 1 ayat (1)a UU No. 3 tahun 1971 yang

merupakan delik materiil, maka Pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini merupakan delik formil. Dengan diubah menjadi delik formil maka pengembalian hasil korupsi kepada negara tidak menghapuskan pertanggungjawaban pidana terdakwa karena tindak pidana telah selesai. (Pasal 4 UU ini). Pasal 2 UU ini pada dasarnya sama dengan Pasal 1 ayat (1) a UU No. 3 tahun 1971; Perbedaan terletak pada subyek delik Pasal 2 diperluas dan Unsur ―dapat‖ merugikan keuangan negara pada Pasal 2 merupakan delik formil sementara pada Pasal 1 ayat (1)a merupakan delik materiil. 2. Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a. Setiap orang Pada dasarnya sama dengan unsur ―setiap orang‖ pada Pasal 2 di atas. Yang perlu diperhatikan kalau terjadi delik penyertaan, antara pejabat dan bukan

pejabat, antara yang punya kewenangan dan yang tidak punya kewenangan. Pastikan kapan perkara displit dan kapan tidak dalam hal terjadi delik penyertaan. b. Dengan tujuan Unsur ini juga sama dengan unsur ―melakukan perbuatan‖ pada Pasal 2 di atas, sehingga penyidik maupun penuntut umum harus bisa membuktikan adanya unsur sengaja untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan menyalahgunakan kewenangan. c. Menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau suatu korporasi Unsur itupun pada dasarnya sama dengan unsur ―memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi‖ pada Pasal 2 di atas. Jadi untuk membuktikan unsur ini hendaknya dihubungkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001. Unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi tidak selalu dalam bentuk uang akan tetapi dapat meliputi pemberian, hadiah, fasilitas, dan kenikmatan lainnya.

d. Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan Unsur ini merupakan unsur melawan hukum dalam arti sempit atau khusus. Unsur ini merupakan unsur alternatif dari 6 kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu : 1. Menyalahgunakan kewenangan karena jabatan 2. Menyalahgunakan kewenangan karena kedudukan 3. Menyalahgunakan kesempatan karena jabatan 4. Menyalahgunakan kesempatan karena kedudukan 5. Menyalahgunakan sarana karena jabatan, atau 6. Menyalahgunakan sarana karena kedudukan

Dalam praktik hampir tidak pernah kita jumpai pilihan salah satu dari enam pilihan unsur yang tepat berdasarkan fakta yang ada, baik dalam berkas perkara hasil penyidikan, surat dakwaan, surat tuntutan bahkan dalam pertimbangan putusan pengadilan sekalipun. Hal ini disebabkan karena sulitnya membedakan antara kewenangan dan kesempatan, demikian juga antara jabatan dan kedudukan. Putusan MARI Tanggal 17-02-1992 No. 1340K/Pid/1992, memperluas pengertian Unsur Pasal 1 ayat (1).b UU No.3 Tahun 1971, dengan cara mengambil alih pengertian “ menyalahgunakan kewenangan “ yang ada Pasal 53 ayat (2) b UU No. 5 Tahun 1986 sehingga unsur “ menyalahgunakan kewenangan “ mempunyai arti yang sama dengan pengertian perbuatan melawan hukum Tata Usaha Negara yaitu, bahwa pejabat telah menggunakan kewenangannya untuk tujuan lain dari maksud diberikannya wewenang itu. e. Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Unsur ini juga merupakan unsur alternatif dari 2 (dua) pilihan kemungkinan yang bisa terjadi. Penjelasan mengenai unsur ini sama dengan penjelasan unsur yang sama pada Pasal 2 di atas. 3. Pasal 5 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 209 KUHP 4. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Dengan Maksud e. Untuk menggerakkannya melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f. Dalam Tugasnya

g. Bertentangan Dengan Kewajibannya

5. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Karena Telah Berbuat Sesuatu atau Mengalpakan sesuatu e. Dalam Jabatannya f. Bertentangan Dengan Kewajibannya

6. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) a Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan atau menjanjikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Dengan Maksud e. Berbuat atau Tidak Berbuat Sesuatu dalam Jabatannya f. Yang Bertentangan Dengan Kewajibannya

7. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) b Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban e. Dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya

8. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (2) Unsur-Unsurnya : a. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara b. Yang Menerima Pemberian atau Janji c. Dimaksud Dalam Ayat (1) huruf a atau b

9. Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 418 KUHP

10. Pasal 418 KUHP Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri b. Menerima pemberian atau janji c. Yang diketahui atau Patut harus diduganya d. Pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya atau menurut anggapan orang yang memberikan pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya

11. Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri atau penyelenggara negara b. Menerima hadiah atau janji Yang dimaksud dengan ―pemberian‖ tidak harus dalam bentuk uang akan tetapi yang penting mempunyai nilai. Pemberian atau janji harus diterima, kalau ditolak atau tidak diterima maka yang memberikan yang dapat dipidana menurut Pasal 5 ayat (1) apabila maksudnya supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau mengabaikan sesuatu dalam jabatannya bertentangan dengan kewajibannya. Orang yang memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara menurut KUHP, tidak dipidana.

lagi pula penerima barang-barang itu bukan terdakwa melainkan isteri dan anak-anak terdakwa. Agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu f. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. c. Terdakwa dipersalahkan melakukan korupsi cq menerima hadiah walaupun menurut anggapannya uang yang diterima itu dalam hubungannya dengan kematian keluarganya. Dalam jabatannya g. atau patut diduga d. Bertentangan dengan kewajibannya . Tersangka atau terdakwa harus tahu bahwa pemberian atau janji diberikan kepadanya karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya. Padahal diketahui.Lain halnya menurut Pasal 1 (1) d UU No. Diketahui atau patut diduga Unsur ini merupakan unsur sengaja yang harus dibuktikan. Menerima hadiah/janji c. 12. No.A. 3 Tahun 1971 : Orang yang memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri dengan mengingat sesuatu kekuasaan atau kedudukannya atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukannya itu. Hadiah/janji tersebut diberikan untuk menggerakan e. 77 K/Kr/1973) d. Pasal 12 a UU No. 19 Nop 1974. (M. Hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya. Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b.

atau patut diduga d. Bertentangan dengan kewajiban g. Pasal 419 ke 2 KUHP Unsur-unsurnya : a. Karena telah melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu . Menerima suatu pemberian c. Pegawai negeri b. Pasal 12 b UU No. Dalam jabatannya g. Yang diketahuinya d. Bertentangan dengan kewajibannya Pasal 12 a dan b UU No. 20 Tahun 2001Perumusan deliknya sama dengan Pasal 419 ke 1 dan 2 KUHP 14. Dalam jabatannya 15.13. Agar ia melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f. Hadiah/janji tersebut diberikan sebagai akibat/disebabkan e. Pegawai negeri b. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Padahal diketahui. Yang diketahuinya d. Menerima hadiah c. Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b. Pasal 419 ke 1 KUHP Unsur-unsurnya : a. Menerima suatu pemberian atau janji c. Telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu f. Pemberian itu telah diberikan kepadanya e. Pemberian atau janji itu telah diberikan kepadanya untuk menggerakan dirinya e.

Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan negara. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 4) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan negara. 1 Milyar. Dengan mengingat Kekuasaan atau Wewenang yang melekat pada hadiah atau janji dianggap jabatannya / kedudukannya ATAU pemberi melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. b. . Pasal 13 UU No. UU No. yaitu: a. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 2 UU No. Terdapat dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara. orang lain. Korupsi yang merugikan keuangan negara. 3) dengan cara melawan hukum. Setiap Orang b. 2) memperkaya diri sendiri. Sanksi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp.31 Tahun 1999 Unsur – unsurnya : a. B. atau suatu korporasi.f. Kepada Pegawai Negeri d. Dalam jabatannya 16. 20 Tahun 2001. Jenis-jenis Korupsi dan Sanksinya 1. Bertentangan dengan kewajiban g. 31 Tahun 1999 jo. Memberi hadiah atau Janji c.

Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 3 UU No. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: . Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf a UU No. 20 Tahun 2001. atau sarana. 4) dengan maksud supaya berbuat atau tidak berbuat sesuai dalam jabatannya sehingga bertentangan dengan kewajiban. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. 2. 3) menyalahgunakan kewenangan. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap a. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. atau suatu korporasi.2) memperkaya diri sendiri. 31 Tahun 1999 jo. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. orang lain. b. 5) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. 20 Tahun 2001. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 250 juta. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. UU No. 4) yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan. kesempatan. UU No. 1 Milyar. Perbedaan jenis korupsi ini dengan poin sebelumnya adalah pada jenis korupsi ini kewajiban kerja pegawai negeri yang disuap tidak berhubungan langsung dengan kepentingan yang diminta oleh penyuap kepada pegawai negeri tersebut. 31 Tahun 1999 jo.

250 juta. 3) kepada pegawai negeri. . 150 juta. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. Jenis ini adalah variasi dari jenis korupsi pada poin sebelumnya.1) setiap orang. d. Perbedaannya adalah penyuapan dilakukan kepada seorang pejabat karena mengetahui akan kewenangan dan kekuasaan yang dapat menguntungkan penyuap. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. 4) karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban. UU No. 2) memberikan hadiah atau janji. Pegawai negeri menerima suap. 20 Tahun 2001. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 3 tahun atau denda maksimal Rp. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. UU No. 31 Tahun 1999 jo. dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya. atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap telah melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. c. UU No. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf b UU No. 31 Tahun 1999 jo. 20 Tahun 2001. Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 13 UU No. 20 Tahun 2001. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (2) UU No. 31 Tahun 1999 jo. 4) dengan mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukannya.

2) menerima pemberian atau janji. Perbedaannya adalah si pegawai negeri dianggap bersalah karena menerima sogokan atau janji yang dia terima diberikan supaya dia mau melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. 31 Tahun 1999 jo. f. Serupa dengan jenis korupsi pada poin 2e. 31 Tahun 1999 jo. . Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. 20 Tahun 2001. Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 3) sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b. UU No. karena ia telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. e. 2) menerima hadiah atau janji. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf b UU No. Pegawai negeri (penerima suap) dianggap korupsi karena hadiah atau janji yang dia terima diberikan. Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. 20 Tahun 2001. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf a UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. Korupsi jenis ini adalah penajaman dari jenis korupsi pada poin 2d. namun perbedaannya ada pada tindakan si penerima suap. 1 Milyar. 250 juta. 3) diketahuinya bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakannya agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa agar hadiah atau janji sesuatu tersebut dalam diberikan jabatannya untuk yang menggerakannya melakukan bertentangan dengan kewajibannya.

3) diketahuinya bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf a UU No. h. 31 Tahun 1999 jo. Menyuap hakim. UU No. g. 20 Tahun 2001. . 31 Tahun 1999 jo. 250 juta. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. 2) menerima hadiah. Pegawai negeri menerima suap karena jabatan Dalam hal ini. UU No. suap atau sogokan diberikan karena adanya kekuasaan dari pegawai negeri yang disuap yang dapat menguntungkan penyuap. 3) diketahuinya. 4) patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau menurut pikiran. 1 Milyar. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. 2) menerima hadiah. 20 Tahun 2001. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 11 UU No.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara.

2) menerima hadiah atau janji. 31 Tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 31 Tahun 1999 jo. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf b UU No. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. j. 750 juta. 750 juta. i. Menyuap advokat. UU No. 20 Tahun 2001. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) advokat yang menghadiri sidang pengadilan. 3) kepada hakim. UU No.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. 4) dengan maksud mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. 3) kepada advokat yang menghadiri sidang pengadilan. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf d UU No. 20 Tahun 2001. 4) dengan maksud mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. Advokat menerima suap. . Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang.

Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 20 tahun 2001 yang menjelaskan unsur-unsur korupsi jenis ini sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan untuk menjalankan suatu jabatan umum secara terus-menerus atau untuk sementara waktu. l. Hakim dan advokat menerima suap. 31 Tahun 1999 jo. Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan. a. 3) Sebagaimana pasal 6 ayat 1 huruf a atau huruf b. 31 Tahun 1999 jo. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. 31 Tahun 1999 jo. 20 Tahun 2001. UU No. 3. Sesuai pasal 6 ayat (2) UU No. suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim atau advokat. UU No. UU No. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim. 2) dengan sengaja. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. k. Hakim menerima suap Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf c UU No.Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 1 Milyar. 2) Yang menerima pembayaran atau janji. 1 Milyar. Hal ini diatur dalam pasal 8 UU No. penggunaan uang atau membiarkan . 750 juta. Pegawai negeri menyalahgunakan penyalahgunaan uang. 20 Tahun 2001. 2) menerima hadiah atau janji.

buku dalam hal ini memiliki arti luas. mulai dari pemeriksaan keuangan hingga pemeriksaan jumlah peralatan kantor. 2) dengan sengaja. atau membuat tidak dapat dipakai. Menurut pasal 10 huruf a UU No. Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. mulai dari laporan keuangan. 31 Tahun 1999 jo. 250 juta. dapat berupa akta. merusakkan. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu.3) Menggelapkan atau membiarkan orang lain mengambil atau membiarkan orang lain menggelapkan atau membantu dalam melakukan perbuatan itu. 3) memalsu. Hal tersebut diatur dalam pasal 9 UU No. buku besar. surat. UU No. 31 Tahun 1999 jo. 4) Yang disimpan karena jabatannya. UU No. 4) buku-buku atau daftar-daftar yang khusus untuk pemeriksaan akuntansi. Pemeriksaan administrasi dalam hal ini memiliki arti yang luas. c. Demikian halnya dengan buku. 3) menggelapkan. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. menghancurkan. 20 tahun 2001 Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. Bukti. unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. b. 20 tahun 2001. Pegawai negeri menghancurkan bukti. . hingga daftar peralatan kantor. 750 juta. 2) dengan sengaja. atau daftar yang dipakai sebagai bukti atas suatu benda atau kegiatan.

4. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. . atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. 4) barang. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 350 juta. 20 tahun 2001. 2) dengan sengaja. akta. 31 Tahun 1999 jo. d. Menurut pasal 10 huruf b UU No. e. merusakkan. 350 juta. UU No. 4) barang. menghancurkan. merusakkan. 3) membantu orang lain menghilangkan. Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. atau membuat tidak dapat dipakai. unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. a. Pegawai negeri memeras karena kekuasaannya. Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. Korupsi yang berhubungan dengan pemerasan. menghancurkan. UU No. 3) membiarkan orang lain menghilangkan. akta. 2) dengan sengaja. 350 juta. surat. 31 Tahun 1999 jo. 20 tahun 2001. Menurut pasal 10 huruf c UU No. atau membuat tidak dapat dipakai. atau daftar yang digunakan untuk menyakinkan atau membuktikan di muka pejabat yang berwenang. surat. akta. surat. atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. unsurunsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. 5) yang dikuasainya karena jabatannya.4) barang.

Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 1 Milyar. .Pemerasan dalam jenis korupsi ini adalah pemerasan yang paling mendasar. 31 tahun 1999 jo. c. 3) meminta atau menerima pekerjaan. atau mengerjakan sesuatu bagi dirinya. dalam hal ini seorang pegawai negeri mempunyai kekuasaan sehingga dia memaksa orang lain untuk memberi atau melakukan sesuatu yang menguntungkan dirinya. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. Korupsi jenis ini hampir sama dengan yang sebelumnya. UU No. 2) pada waktu menjalankan tugas. padahal kenyataannya tidak demikian. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. atau penyerahan barang. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 3) secara melawan hukum. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. membayar. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. atau menerima pembayaran dengan potongan. UU No. UU No. 31 tahun 1999 jo. 1 Milyar. Pegawai negeri memeras pegawai negeri lain. hanya saja kali ini pegawai negeri memeras dengan alasan uang atau pemberian illegal itu adalah bagian dari perantaraan atau hak dia. 5) menyalahgunakan kekuasaan. 2) pada waktu menjalankan tugas. 4) memaksa seseorang memberikan sesuatu. 4) seolah-olah merupakan utang kepada dirinya. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. Pegawai negeri memeras dengan alasan imbalan atas jasanya. 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukan merupakan utang. 2) dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain. 31 tahun 1999 jo. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf f UU No. b.

20 tahun 2001 adalah: 1) Pengawas bangunan atau pengawas penyerahan bangunan. c. Korupsi jenis ini melibtkan kecurangan dalam proyek bangunan. 1 Milyar. atau memotong pembayaran. 4) Yang dapat membahayakan keamanan orang atau keamanan barang atau keselamatan negara dalam keadaan perang. a. 3) Dilakukan dengan sengaja. Kecurangan pada rekanan TNI atau Polri. 5. 4) seolah-olah pegawai negeri atau penyelenggara negara yang lain atau kas umum memiliki utang kepada dirinya. tukang. 4) Sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (I) huruf a. Pemborong atau kontraktor curang (dalam proyek pembangunan). Korupsi yang berhubungan dengan kecurangan. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf a UU No. ahli bangunan. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pemborong. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf b UU No. 2) Membiarkan dilakukannya perbuatan curang pada waktu membuat bangunan atau menyerahkan bangunan. 350 Juta. 31 tahun 1999 jo. 3) Pada waktu membuat bangunan atau waktumenyerahkan bangunan.. UU No. UU No. atau pemilik took bahan bangunan. b. 350 Juta. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp.3) meminta atau menerima pekerjaan. . 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukanlah merupakan utang. Pengawas proyek membiarkan anak buah melakukan kecurangan. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 2) Melakukan perbuatan curang. khususnya yang melibatkan si pemborong. atau penjual barang bangunan. 31 tahun 1999 jo.

31 tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 3) Pada waktu menyerahkan barang keperluan TNI dan atau kepolisian negara RI. 350 Juta. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (2) huruf c UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 31 tahun 1999 jo. 20 tahun 2001 adalah: 1) Setiap orang. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf c. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas menerima penyerahan bahan bangunan atau penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI. 350 Juta. e.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf c UU No. 2) Melakukan perbuatan curang. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf a atau c. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf d UU No. UU No. Pengawas rekanan TNI atau Polri membiarkan kecurangan. d. UU No. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas mengawasi penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI. UU No. . Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 350 Juta. Pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain. 31 tahun 1999 jo. 3) Dilakukan dengan sengaja. 4) Dapat membahayakan keselamatan negara dalam keadaan perang. f. Penerima barang TNI atau Polri membiarkan kecurangan.

31 Tahun 1999 jo. 6. Unsur-unsur korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12 huruf i UU No. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara. . 2) Pada waktu menjalankan tugas menggunakan tanah negara yang diatasnya adalah hak pakai. UU No. b.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf h UU No. pengadaan. 1 Milyar. yaitu: a. pada saat dilakukan perbuatan untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya. 1 Milyar. Korupsi yang berhubungan dengan pengadaan. pegawai negeri atau penyelenggara negara. dengan sengaja. 31 tahun 1999 jo. Salah satu bentuk korupsi ini adalah pegawai negeri menerima gratifikasi dan tidak melapor ke KPK. UU No. atau. Korupsi yang berhubungan dengan gratifikasi(hadiah). 20 Tahun 2001. orang atau badan yang ditunjuk untuk melakukan pengadaan barang atau jasa ditunjuk melalui seleksi yang berjalan dengan bersih dan jujur. 4) Telah merugikan yang berhak. langsung atau tidak langsung turut serta dalam pemborongan. 5) Diketahuinya bahwa perbuatan tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. d. 7. 3) Seolah-olah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. c. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. persewaan. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Tindakan yang tergolong ke dalam jenis korupsi ini adalah ikut sertanya pegawai negeri menjadi peserta tender pengadaan barang atau jasa untuk negara. Seharusnya.

perjalanan wisata. tiket perjalanan. 31/ 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas. c. dan keluhuran. UU No. 2) Menerima gratifikasi. rabat (discount). fasilitas penginapan. UU No. Disiplin . ayat 1. 31 Tahun 1999 jo. integritas. berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 31 Tahun 1999 jo. Sebuah karakter yang dibangun di atas landasan kejujuran. 1 Milyar. komisi pinjaman tanpa bunga. 4) Penerimaan gratifikasi tersebut tidak dilaporkan pada KPK dalam jangka waktu 30 hari sejak diterimanya gratifikasi. dan fasilitas lainnya. pengobatan cuma-cuma. UU No. 20 Tahun 2001 dan Pasal 12C UU No. barang. Tindak korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12B UU No. yakni meliputi pemberian uang. Membentuk Pribadi Anti Korupsi Pendidikan antikorupsi adalah perpaduan pendidikan nilai dan karakter. baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik. 3) Yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.20/2001 tentang Perubahan atas UU No. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut. 20 Tahun 2001. 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara.Berdasarkan penjelasan Pasal 12B. Nilainilai dasar yang dapat membentuk suatu individu menjadi pribadi anti korupsi antara lain: Jujur Jujur jika diartikan secara baku adalah mengakui.

Dengan begitu orang tidak akan melakukan suatu perbuatan semata-mata atas kepentingannya sendiri. sering diartikan pula dengan persamaan dan keseimbangan dalam memberikan hak orang lain. tergantung bagaimana bunyi kalimat yang menyertainya. Adil Adil sering diartikan sebagai sikap moderat. Tanggung jawab Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang di namakan hak. obyektif terhadap orang lain dalam memberikan hukum. Kerja keras Arti kerja keras adalah berusaha dengan sepenuh hati dengan sekuat tenaga untuk berupaya mendapatkan keingingan pencapaian hasil yang maksimal pada umumnya. Hidup sederhana Sederhana adalah sebuah kata dengan banyak makna. Mandiri Mandiri dapat diartikan sebagai kemampuan untuk berdiri dikaki sendiri (berdikari) dan tidak mengandalkan orang lain untuk mencapai suatu tujuan. Sederhana bisa berarti apa adanya atau seadanya saja. Berani menegakkan kebenaran .Merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang dirasakan menjadi tanggung jawab. tanpa ada yang dilebihkan atau dikurangi. Peduli dengan sesama Peduli dengan sesama dapat diartikan dengan perbuatan yang mengindahkan lingkungan dan tidak egois. Maka dengan menerapkan hidup sederhana orang tidak akan mencari materi secara berlebihan yang kerap kali dikesampingkan halal atau haramnya.

korupsi bisa timbul karena dua sebab. rasakan. Adanya sifat tamak. pikirkan. Korupsi karena kebutuhan timbul karena kondisi obyektif yang tidak mendukung. Sudah ada motor. penanganan keduanya mengharuskan cara berbeda. Oleh sebab itu. Sementara. lihat. korupsi karena kebutuhan (corruption by need). dan alami akan mempengaruhi cara pandang dan perilaku kita. korupsi karena keserakahan (corruption by greed). korupsi karena kerakusan disebabkan kondisi subyektif. Karenanya. perbaikilah sistem. Indonesia sebaiknya mencontoh Jepang dalam penerapan pendidikan karakter. Karena sistem yang tidak memberikan harapan kesejahteraan. Korupsi karena tamak lebih bahaya ketimbang korupsi karena kebutuhan. untuk memberantas korupsi jenis ini. cari gunung emas kedua dan ketiga. Perilaku ini adalah kumpulan dari apa yang dialami dalam proses hidup. tidak puas. Korupsi yang timbul ketika penghasilan tidak lagi bisa menanggung kebutuhan dasar sehari-hari. Di Jepang. memang tak bisa ditolerir. dan keinginan memperkaya diri sendiri. Kerakusan. Sejak masa kanak-kanak. dusta. perbaikilah orangnya. mulai usia dini hingga dewasa. Kedua jenis korupsi tersebut. Mobil terbeli. pendidikan karakter diajarkan dalam pelajaran ―seikatsuka‖ atau . Sebab pertama. Namun. Tidak puas dengan satu gunung emas.Berani menegakkan kebenaran adalah suatu sikap tidak takut maupun gentar saat kebenaran itu harus ditegakkan. korupsi karena kebutuhan maupun karena kerakusan. Jalan keluarnya biasanya dengan mengambil sikap menyimpang. apa yang kita dengar. ketidakjujuran merupakan perilaku yang bisa terbentuk sejak kecil. Sudah punya rumah. mau mobil. Ingin sejahtera tanpa mau kerja keras. Teori psikologi kognitif menguatkan argumen ini. Dengan begitu pengalaman masa lalu dan juga pendidikan masa kini sangat berperan dalam membentuk karakter anti korupsi. Korupsi yang dikerjakan oleh mereka yang nuraninya sudah buta. ingin mobil mewah. ingin motor. Kita mengetahui. Melakukan korupsi. Sebab kedua. Menurut psikologi kognitif. Kondisi internal seseorang.

Norma dalam masyarakat Jepang sangat terkait dengan ajaran Shinto dan Budha. pendidikan moral di sekolah Jepang tidak diajarkan sebagai mata pelajaran khusus. Pasal 5 UU No. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP f. 20 Tahun 2001 l. tetapi diintegrasikan dalam semua mata pelajaran. Pasal 12 b UU No. Siswa SD diajari tatacara menyeberang jalan. 20 Tahun 2001 n. Para pemimpin Jepang berani mundur dari jabatannya ketika tersandung kasus korupsi. Pasal 3 UU No. Peraturan-peraturan yang mengatur mengenai anti korupsi adalah: a. Pasal 419 ke 2 KUHP p. Karenanya. 20 Tahun 2001 m. (Murni Ramli : 2008) Budaya malu pada masyarakat pun dicontohkan oleh para pemimpin Jepang sebagai upaya mendidik warganya mewujudkan kultur antikorupsi. 31 Tahun 1999 b. Pasal 419 ke 1 KUHP o. seperti halnya di Indonesia. Pasal 5 UU No. Pasal 11 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) a g. Pasal 5 UU No. Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999 d. tetapi guru juga mengajak mereka untuk bersama naik kereta dan mempraktikkannya. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) b h. yang tidak saja berupa teori. 31 Tahun 1999 c. j. 20 tahun 2001 ayat (2) i. 31 Tahun 1999 Pasal 418 KUHP k. adab di dalam kereta. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP e. RANGKUMAN 1. Pasal 13 UU No. Pasal 11 UU No. tetapi menariknya agama ini tidak diajarkan di sekolah dalam bentuk pelajaran wajib. Nilai-nilai agama diwujudkan dalam kehidupan seharihari di sekolah.31 Tahun 1999 . Pasal 12 a UU No. Perilaku birokrat Jepang merupakan pembelajaran yang sungguh mulia dan elegan guna mendukung terwujudnya kultur antikorupsi secara jitu.pendidikan tentang kehidupan sehari-hari.

jenisnya adalah: 1) Pegawai negeri menyalahgunakan penggunaan uang atau membiarkan penyalahgunaan uang. Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan. Jenis-jenis korupsi oleh pegawai negeri sipil yaitu: a. 3) Pegawai negeri menghancurkan bukti. jenisnya adalah: 1) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 4) Pegawai negeri menerima suap. . 5) Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. 8) Menyuap hakim. 12) Hakim dan advokat menerima suap. 2) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 7) Pegawai negeri menerima suap karena jabatan. 11) Hakim menerima suap. 3) Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya. 9) Menyuap advokat. 5) Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. 10) Advokat menerima suap. 6) Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. jenisnya adalah: 1) Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan Negara 2) Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan Negara b. 2) Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. Korupsi yang merugikan keuangan Negara. c. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap.RANGKUMAN 2. 4) Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti.

LATIHAN 1) Sebutkan dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara serta jelaskan perbedaan diantara keduanya! 2) Sebutkan dan jelaskan perbuatan korupsi yang sering terjadi di dalam korporasi! 3) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur melakukan perbuatan dalam Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999! 4) Sebutkan 6 kemungkinan yang bisa terjadi dari unsur menyalahgunakan kewenangan! 5) Dari pertanyaan nomor 4 di atas. mengapa korupsi masih banyak terjadi di Indonesia. padahal pendidikan agama telah dijadikan pelajaran wajib dari bangku sekolah dasar hingga bangku kuliah? 15) Apakah segala aturan tentang anti korupsi itu sudah efektif? Jika tidak. 20 Tahun 2001! 7) Sebutkan unsur-unsur dari Pasal 419 ke 2 KUHP! 8) Ada berapa jenis korupsi yang berhubungan dengan suap-menyuap? Sebutkan! 9) Jelaskan apa yang dimaksud dengan gratifikasi? 10) Sebutkan unsur-unsur korupsi pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain! 11) Sebutkan dan jelaskan dua penyebab timbulnya korupsi! 12) Apakah yang dimaksud dengan seikatsuka? Jelaskan! 13) Bagaimana caranya membentuk pribadi anti korupsi? 14) Menurut anda. menurut anda bagaimana caranya agar efektif? . mengapa dalam praktiknya hampir tidak pernah dijumpai pilihan salah satu dari enam tersebut yang tepat berdasarkan fakta yang ada? 6) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur menerima hadiah atau janji dari pasal 11 UU No.

diskon. Gratifikasi merupakan tindak pidana korupsi berupa pemberian.Glosarium Advokat adalah ahli hukum yang berwenang bertindak sebagai penasihat atau pembela perkara dalam pengadilan. dan fasilitas lain. . Gratifikasi dapat berbentuk uang. tiket pesawat. Seikatsuka adalah pendidikan karakter melalui pendidikan tentang kehidupan seharihari yang diterapkan oleh Jepang. barang. pinjaman tanpa bunga. Korporasi adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. komisi.

2010. 2008.com/2011/05/23/1897/ . Bogor: Tim PKn-Pak. 31 Tahun 1999.wordpress. Tentang Pemberantasan TPK. Buku Panduan Kamu Buat Ngelawan Korupsi.Daftar Pustaka Tim Komisi Pemberantasan Korupsi. Penjabaran Pasal-Pasal Tertentu UU No. Jakarta: Tim Komisi Pemberantasan Korupsi. Tim PKn-Pak. Sebagaimana Diubah Dengan UU No. kakbimo. 20 Tahun 2001.

Memberikan penetahuan untuk membangun etos pribadi. Menjadi pribadi beretika tentu merupakan keinginan sebahgian besar orang dan bahkan mungkin telah menganggap dirinya sebagai seseorang yang berperilaku etis. Memberikan tambahan pengetahuan mengenai etos pribadi dan ruang lingkupnya. organisasi. nilai. Kemudian pertanyaan terpenting adalah bagaimana mencerminkan etika tersebut dalam keseharian baik sebagai pribadi. 2004:8). dan adat-istiadat khas yg suatu golongan sosial dl masyarakat. cara bertindak ataupun gagasan yang paling komprehensif mengenai tatanan. A. kebudayaan . yakni gambaran.com etos diartikan sebagai ―pandangan hidup yg khas memberi watak kpd kebudayaan sifat. Berdasarkan sumber www. Memberikan gambaran mengenai perntingnya memiliki etos pribadi. Dengan kata lain etos adalah aspek evaluatif sebagai sikap mendasar terhadap diri dan dunia mereka yang direfleksikan dalam kehidupannya (Khasanah. Definisi Etos Etos berasal dari bahasa yunani ethos yakni karakter. 2. maupun seorang professional. motivasi atau tujuan moral seseorang serta pandangan dunia mereka.BAB MEMBANGUN ETOS PRIBADI 11 Tujuan Instruksional Khusus : 1. kebiasaan seseorang. cara hidup. 3. Bab ini mencoba menguraikan jawaban atas pertanyaan tersebut dengan melakukan pembahasan terkait etos pribadi yang diharapkan dapat dijadikan pembelajaran untuk mewujudkan pribadi beretika.artikata.

adat. Nilai moral berkaitan dengan pribadi manusia yang bertanggung jawab. sikap. a. Seperti halnya dengan banyak istilah yang menyangkut konteks ilmiah. istilah ‗etika‘ pun berasal dari bahasa yunani kuno. Salah satu ciri khas nilai moral adalah bahwa nilai ini menimbulkan ‖suara‖ dari hati nurani yang menuduh kita bila meremehkan atau menentang nilai-nilai moral dan memuji kita bila mewujudkan nilai-nilai moral.‖ Jadi dapat disimpulkan bahwa etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada. Menurutnya etika adalah terjemahan dari ethos dalam bahasa yunani. Nilai dan norma. Nilai dapat kita artikan sebagai sesuatu yang menarik bagi kita.kerja semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok‖. Semua nilai minta untuk diakui dan diwujudkan. Nilai. 2) Berkaitan dengan hati nurani. Lingkup Pembahasan Etos Pribadi 1. Bertens memiliki pengertian agak berbeda terhadap etos. sesuatu yang disukai dan diinginkan. kandang. sesuatu yang kita cari. sesuatu yang baik. Mewujudkan nilai moral merupakan ―himbauan‖ dari hati nurani. Nilai moral mengakibatkan seseorang bersalah atau tidak bersalah. Nilai selalu mengandung semacam undangan atau himbauan. sesuatu yang menyenangkan. B. . perasaan. watak. cara berpikir. padang rumput. karena ia bertanggung jawab. Nilai moral Ciri-ciri nilai moral yaitu: 1) Berkaitan dengan tanggung jawab kita. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah: adat kebiasaan. akhlak. kebiasaan. Kata yunani ‗ethos‘ dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa. singkatnya.

Beberapa pertanyaan yang sering dikemukakan berhubungan dengan norma moral adalah: apakah norma moral itu absolut atau relatif. kita harus mengatakan yang benar. Biarpun nilai moral merupakan nilai-nilai tertinggi yang harus dihayati di atas semua nilai lain tetapi itu tidak berarti bahwa nilai ini menduduki jenjang teratas dalam suatu hierarki nilai-nilai. dalam bahasa latin arti yang pertama adalah carpenter‘s square: siku-siku yang dipakai tukang kayu untuk mencek apakah benda yang dikerjakannya (meja. terdapatnya banyak kebudayaan yang berbeda-beda menyebabkan berbeda pula . 4) Bersifat formal Nilai moral tidak membentuk suatu kawasan khusus yang terpisah dari nilai lain. dan sebagainya) sungguh-sungguh lurus. Relativisme moral tidak tahan uji Norma-norma moral tidak pernah mengawang-awang di udara tapi tercantum dalam suatu sistem etis yang menjadi bagian suatu kebudayaan. bahasa latin. Kewajiban absolut yang melekat pada nilai-nilai moral berasal dari kenyataan bahwa nilai-nilai ini menyangkut pribadi manusia secara keseluruhan. universal atau partikular. norma moral pun bisa dirumuskan dalam bentuk positif atau negatif. nilai-nilai moral mewajibkan kita secara absolut dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Asal-usul ini membantu kita untuk mengerti maksudnya yaitu sebagai tolok ukur untuk menilai sesuatu. Dalam bentuk negatif norma moral tampak sebagai larangan yang menyatakan apa yang tidak boleh dilakukan. Konon. misalnya jangan membunuh.3) Mewajibkan. Norma moral Kata indonesia ―norma‖ kebetulan persis sama bentuknya seperti dalam bahasa asalnya. jangan berbohong. Berhubungan dengan ciri sebelumnya. bangku. Dalam bentuk positif normal moral tampak sebagai perintah yang menyatakan apa yang harus dilakukan. misalnya kita harus menghormati sesama manusia. Namun. obyektif atau subyektif? Untuk mengetahui jawabannya marilah kita mulai dengan menyelidiki masalah yang biasanya disebut ―relativisme moral‖. kursi. Seperti norma-norma lain juga. sebagai totalitas.

Tidak akan mungkin memperbaiki normanorma moral dalam suatu masyarakat. Sebagai contoh. Tidak bisa diterima bahwa setiap kebudayaan mempunyai kebenaran etis sendiri-sendiri. Kalau begitu. memang ada kemajuan di bidang moral (walaupun dalam beberapa hal barangkali ada juga kemunduran).norma moral yang dianutnya. . 3) Seandainya relativisme moral itu benar. Relativisme moral tidak tahan uji. Begitu juga kebiasaan suku eskimo di kutub utara yang suka membunuh orang tua atau bayi yang baru lahir. 1) Seandainya relativisme moral itu benar. perjumpaan dengan kebudayaan lain sudah sering mengakibatkan shock karena orang mengalami bahwa di situ berlaku nilai dan norma moral yang berbeda. Pendapat bahwa suatu perbuatan adalah baik hanya karena menjadi kebiasaan di suatu lingkungan budaya. Misalnya mengubur janda hidup-hidup bersama dengan suami yang telah meninggal. ketika orang-orang inggris pertama mendarat di daerah Hudson Bay di amerika utara mereka terkejut ketika menemukan bahwa indian-indian di sana mempunyai kebiasaan membunuh orang tua mereka yang sudah tua. 2) Seandainya relativisme moral itu benar. seandainya relativisme moral itu benar. maka kita hanya perlu memperhatikan kaidah-kaidah moral suatu masyarakat untuk mengukur baik tidaknya perilaku manusia dalam masyarakat itu. atau contoh lain penghapusan sistem penjajahan. Kritik ini bisa dijalankan dengan memperlihatkan konsekuensi-konsekuensi yang mustahil. kalau diperiksa secara kritis. norma moral dalam setiap masyarakat harus dianggap sempurna. maka tidak mungkin terjadi kemajuan di bidang moral. Padahal kita yakin bahwa kadang-kadang norma-norma moral dalam suatu kebudayaan harus direvisi. Sepanjang sejarah. Dilihat dalam perspektif sejarah. Tanpa ragu-ragu kita menilai sebagai kemajuan bahwa sekarang tidak lagi dapat ditemukan perbudakan atau pembunuhan ritual. sehingga apa yang dianggap baik serta terpuji di tempat A bisa dianggap jahat serta tercela di tempat B. sulit untuk dipertahankan. maka tidak bisa terjadi bahwa dalam satu kebudayaan mutu etis lebih tinggi atau rendah daripada dalam kebudayaan lain.

yakni suatu gagasan tentang bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai pribadi dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana yang kita harapkan. saudara sekandung. Konsep diri banyak mempengaruhi proses pengembangan diri (Self Development) dan menentukan siapa kita di kemudian hari. relativisme moral tidak tahan uji. Konsep diri berasal dan berkembang dari masa kanak-kanak. hanya tinggal kemungkinan lain bahwa norma moral adalah absolut. dan pengalaman. . b. terutama sebagai akibat dari hubungan kita dengan orang lain. konsep diri didefinisikan sebagai ―cara pandang kita yang merupakan pusat dari kesadaran dan tingkah laku kita. rekan/teman sebaya. Konsep diri. 1983. Hal ini terjadi karena konsep diri pada masing-masing individu terbagi menjadi 2. Oleh karena itu. masyarakat. Sementara itu. 2. Obyektivitas norma moral Baik buruknya sesuatu dalam arti moral tidak tergantung selera pribadi. Suatu keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita. Percaya diri.‖ Asal usul konsep diri adalah bahwa setiap kita tidak dilahirkan dengan konsep diri. sedang bagi orang lain hal yang sama adalah buruk. Konsep diri (Self Concept) tidak lain dan tidak bukan adalah gagasan tentang diri kita sendiri.Semua konsekuensi dari relativisme moral tadi tidak bisa diterima. Selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi sesuatu. Konsep diri melibatkan perasaan. Kalau diselidiki secara kritis. Adapun tingkatan lingkungan yang turut andil membangun konsep diri seseorang adalah orang tua. Optimis. nilai-nilai yang kita anut. yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. pendidikan. serta keyakinankeyakinan kita. menurut Atwater. Tidak mungkin bahwa bagi satu orang sesuatu adalah baik untuk dilakukan. Contoh konsep diri positif a.

a. Pesimis. Apriori. mementingkan diri sendiri. suka dielu-elukan. mencela. g. tidak terpengaruh oleh apapun dalam mengemban tugas. peka terhadap kritik. makin merasa besar dan rajin bila dipuji. pengalaman.c. Kreatif. Memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankan pekerjaannya. e. dan menulis. Mudah marah. e. d. Suka dipuji. Senantiasa mengeluh. d. karakter pribadi. cepat berkesimpulan (negatif) sebelum mengetahui keadaan yang sebenarnya. . dan prestasi yang dimiliki. Mengindahkan. Potential power adalah suatu sikap bagaimana seseorang mengeathui potensi yang dimilikinya. rugi. tidak sombong atas kemampuannya. Pemarah. Caranya adalah dengan mengetahui kesukaan. Potensi diri dapat dikembangkan melalui pendidikan. f. atau meremehkan orang lain dan tidak mengakui kelebihan orang lain. membaca. Profesional. bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik (khawatir kalah. c. Merasa masih ada langit di atas langit. Memiliki daya cipta. Rendah hati. merasa sangat tidak senang. h. menghiraukan yang terjadi di sekitarnya. Egois. b. memperhatikan. Pesimis serta takut bersaing dengan orang lain untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. berang. gusar. celaka) mudah putus harapan. Untuk membangun konsep diri positif maka diperlukan pikiran yang positif dan potential power. f. memiliki kemampuan untuk menciptakan Contoh konsep diri negatif. cenderung mempertahankan pendapatnya meskipun pendapatnya itu salah. Peduli. jika disebut gelar.

Edison gagal 10. Keyakinan bahwa Tuhan bersama kita sangat penting sebab jika kita tidak mengikutkan Tuhan ketika kita yakin mampu melakukan sesuatu. Dalam bahasa berbeda percaya diri dirumuskan sebagai berikut.000 toko namun perusahaan KFC miliknya sekarang menjadi salah satu restoran fast food terkenal di dunia. Agar dapat percaya diri maka berpikirlah positif. 5) Yakin aktivitasnya urgent. 6) Berani berbuat spektakuler.2. maka ujungnya kita termasuk orang yang takabur/ujub/sombong karena menyepelekan kekuasaan Tuhan.000 kali untuk menemukan lampu dan 50. SC = PT + PP x A Langkah praktis untuk meningkatkan percaya diri. Percaya diri. Kita bisa melihat contoh orang-orang berikut ini yang tidak takut akan kegagalan dan terus berusaha. Kita jangan pernah merasa takut gagal karena jika kita merasa takut akan kegagalan niscaya kegagalan itu akan benar-benar mendekati kita. 8) Yakin akan sukses. kenali potensi diri. 1) Citra diri positif. a. 3) Positive Thinking. 4) Egaliter. Ciri orang yang percaya diri. 7) Tidak takut gagal. dan segera dalam mengambil tindakan. 2) Berpusat pada potensi.000 kali untuk menemukan aki (accumulator)  Kolonel Sanders ditolak 1. sikap percaya bahwa semua orang sederajat.  Henry Ford bangkrut 5 kali sebelum menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar b. Tips agar percaya diri.  Thomas A. Percaya diri adalah keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita. .

1) Prakarsai pembicaraan 2) Biasakan bicara terus terang 3) Memelihara kontak mata 4) Berjalan lebih cepat 5) Berpenampilan rapi 6) Cari kemenangan-kemenangan kecil 7) Beri diri sendiri hadiah 8) Biasakan duduk dikursi terdepan 9) Simpan prestasi masa lalu 10) Bergaullah dengan orang yang percaya diri 11) Biasakan berbahasa positif 3. Jujur diekspresikan dengan kata-kata atau sikap yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. Jujur merupakan sikap pribadi. bukan hanya dalam hubungannya dengan sang pencipta tetapi juga dalam hubungan dengan sesame manusia dan alam semesta. Secara logika jujur itu bermanfaat bagi kehidupan manusia. Kejujuran. a. . aman. Dengan demikian. tentram. apa adanya akan menghemat waktu dan energy sehingga terjadilah efisiensi. Jujur adalah kesesuaian antara berita yang disampaikan dan fakta. Berlaku jujur dalam kehidupan adalah tuntunan kebutuhan yang selalu dijunjung di masyarakat apapun. karena itu tidak ada kehidupan yang bahagia. tanpa kejujuran. Menyatakan sesuatu dengan langsung. dan selamat. Jujur adalah energy positif. Jujur adalah lawan kata dari bohong atau dusta. serta antara bentuk dan substansi. Tidak ditutupi atau bahkan tidak menipu. lugas. Manfaat berperilaku jujur. Apapun manfaat utama berlaku jujur dalam kehidupan adalah sebagai berikut : 1) Melaksanakan ajaran yang mulia dari agama dan budaya luhur yang dianut oleh bangsa manapun. setiap generasi harus menjadikan jujur sebagai bagian dari kepribadian yang abadi. antara fenomena dan yang diberitakan. spontan.

Kekurangan dalam diri seseorang baik secara fisik maupun materi bisa membawa seseorang itu melakukan kebohongan. optimis. Padahal ini dapat menjadi malapetaka jika kebohongannya itu ketahuan. pada hakekatnya selalu menuntuk rasa percaya diri. 1) Adanya kekurangan. Hal inimembawa orang tersebut untuk berbohong agar rahasianya tidak diketahui. 2) Ikut-ikutan. misalnya seseorang berbohong agar tidak menyakiti perasaan orang lain. kalau kita kehilangan rasa percaya diri disinilah ketika dampak positif dari kejujuran. Bukankah banyak kegagalan di atas dunia ini hanya karena tidak percaya diri. . Inilah modal dasar yang mesti dimiliki dalam meneliti sebuah karir. Orang-orang bijak mengatakan bahwa keraguan adalah seperdua (setengah) langkah menuju kegagalan. Terkadang seseorang bohong dengan terpaksa untuk menutupi suatu masalah yang bersumber dari orang lain. dengan hatinya yang bersih. yang tangguh dan kokoh. 3) Demi kebaikan. melangkah pun tidak berani. karena merasa aman. lebih baik menjadi diri kita apa adanya. b. karena dengan berbohong dia merasa semua yang kurang pada dirinya bisa tertutupi dan dirinya bisa diterima dilingkungan sekitarnya. Jangankan berhasil. karena merasa tidak bersalah atau benar. 3) Akan tampil percaya diri dalam semua kegiatan hidup.2) Akan dihormati oleh sesame manusia. atau seseorang berbohong untuk menjaga suatu rahasia yang dapat mengakibatkan masalah yang sangat fatal jika diketahui oleh orang lain. karena semua orang menghargai kejujuran yang sejati. Apapun yang dikerjakan dalam hidup ini. Seseorang ada pula yang berbohong demi kebaikan. 4) Menutupi rahasia. Faktor pendorong seseorang berbohong. Seringkali seseorang memiliki rahasia yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. dan percaya diri. 4) Suatu generasi akan lebih berani melawan sesuatu yang tidak benar.

dan pihak luar. b. • • • Ditanam sejak kecil. 5) Integritas adalah ketahanan uji yang memerlukan perilaku yang dapat diduga. secara teliti dan handal berperilaku dengan cara yang etis dan dapat dipercaya dalam hubungan mereka dengan manajemen rekan kerja. dimulai ketika orang itu masih muda. jika tidak maka bangunan yang sudah dibuat selama hidup dapat runtuh dalam waktu singkat.4. Perlu diingat bahwa tanaman tidak bisa langsung berbunga. rujukan atau tujuan yang digunakan dalam membuat keputusan yang berdasarkan pada kebenaran dan kejujuran. perlu waktu untuk kembali seperti semula. harus segera menanam yang baru dan disirami tiap hari. Ciri-ciri integritas. Integrity merupakan suatu bangunan di dalam hati seseorang. bawahan langsung. 2) Integritas sebagai Pedoman. a. bukan sesuatu yang ada dalam kepribadian seseorang. Jika tanaman kita mati. 1) Integritas sebagai Keterampilan. 3) Integritas sebagai Bangunan yang Kokoh. Peran integritas. . 2) Integritas dibangun di atas dasar disiplin. Integrity merupakan ‗bench mark‘. 1) Integritas berasal dari sikap yang tidak mementingkan diri sendiri. • • Integritas harus dilatih terus menerus. 3) Integritas adalah kekuatan moral yang terbukti tetap benar di tengah api godaan. Pribadi Berintergritas. Integritas diajarkan dan dipelajari sepanjang hidup. Semakin rajin dirawat. • • • Integritas harus dibangun dan dilestarikan sepanjang hidup. Integritas memiliki pengertian mempertahankan tingkat kejujuran dan etika yang tinggi dalam perkataan dan tindakan sehari‐hari. 4) Integritas sebagai Benih. Integritas harus dipelihara terus menerus . Mereka memberlakukan orang lain secara adil. disirami dan akan berbunga di saat dewasa. 4) Integritas adalah kemampuan untuk bersabar ketika hidup ini tidak berjalan mulus. akan lebih cepat tumbuh dan berbunga. Orang‐orang yang kompeten.

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi . Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. f. bahkan ketika itu tidak nyaman. 6. bahkan ketika merugikan Anda. orang. terhubung dilakukan dan masyarakat menciptakan. Tanggung jawab bersama untuk komunikasi karyawan. tetap teguh pada nilai-nilai tertentu meskipun dirasakan lebih popular untuk mencampakkannya. menunjukkan sikap tertentu. 7) Integritas adalah menepati janji-janji. Jika baik. Manajer harus menyadari pentingnya komunikasi. pengawasan. Fungsi komunikasi adalah sebagai alat kendali. dan informasi. Perlakuan komunikasi sebagai proses berkelanjutan. organisasi. tetap setia pada komitmen. 5. b. 8) Integritas. Pesan dibentuk sesuai audiens. 10) Integritas. komunikasi secara lisanatau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. menggelengkan kepala. d. 9) Integritas.6) Integritas adalah kekuatan yang tetap teguh sekalipun tidak ada yang melihat. h. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya. Kepemimpinan. Menangani komunikasi buruk. hidup dengan keyakinan. 11) Integritas adalah pondasi dari kehidupan. e.wikipedia. dengan lingkungan dan orang menggunakan informasi agar Pada umumnya. misalnya tersenyum.com komunikasi adalah ―suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa dan lain". 12) Integritas dibentuk melalui kebiasaan. kelompok. pengungkapan emosional. Untuk melaksanakan komunikasi dengan efektif dalam organisasi maka: a. begitupun sebalikna. Penekanan pada komunikasi tatap muka. g. maka kehidupan baik. ketimbang dengan apa yang disukai. Manajer harus memadankan antara tindakan dan ucapan. motivasi. Menurut www. komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan. Harus ada komitmen pada komunikasi dua arah. Komunikasi. c. mengangkat bahu.

orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Contoh: bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas. sebab . 1) Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory ). Teori kepemimpinan. Contoh: membela bawahan. berdasarkan teori ini. 2) Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi. Berdasarkan penelitian. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik. Dalam perkembanganya.  Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. dan hasil yang akan dicapai. memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan. mental. bagaimana pekerjaan dilakukan. Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. 3) Teori Kewibawaan Pemimpin. dan kepribadian. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ‖The Greatma Theory‖. kapan. a. Jadi. memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan. mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.  Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula. Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan. perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal.

pemimpin memberikan aturan –aturan dan proses yang detil kepada bawahan. 5) Teori Kelompok. keterampilan dan sikapnya. b.wordpress. Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel. Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai. Atau apabila anda berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. Pelaksanaan di lapangan harus menyesuaikan dengan detil yang sudah dikerjakan.dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin. Gaya kepemimpinan. Berdasarkan sumber emperorderva. yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat. berkomunikasi. dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu. Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas. 2) Coaching. Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin bersikap.Gaya tersebut bisa berbeda – beda atas dasar motivasi . Dalam proses pengambilan keputusan. harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya. Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahan tapi . kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu. 4) Teori Kepemimpinan Situasi. dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style). Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belum memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut.com menyebutkan gaya kepemimpinan yang disebutkan Blanchard sebagai berikut: 1) Directing. sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.

dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan mereka. melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya dalam melakukan tugas. 3) Supporting. bagi lingkungan pekerjaan. sehingga kita dapat melepas mereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri. Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan tanggung jawabnya kepada bawahan. dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. Kepemimpinan sejati. bagi keluarga.juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik – teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan pemimpin. tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersama dengan bawahan. pemimpin tidak memberikan arahan secara detail. baik bagi dirinya sendiri. mendukung proses perkembangannya. Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka . Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar. Gaya yang tepat apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapi suatu tugas. c. Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. Dalam hal ini. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila staf kita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan. 4) Delegating. maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerti tentang tugasnya. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin.

7. dan makna investasi pada saat menggunakan waktu yang ada.Selama penderitaan 27 tahun penjara pemerintah Apartheid. Sehingga Beliau menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selam bertahun – tahun.yang dipimpinnya. yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan. penggerakan. Manajemenwaktu. yang mencakup pelaksanaan sendiri dan pemberian motivasi kepada . dan pengawasan produktivitas waktu. tanpa adanya integritas yang kokoh.maka penggerakan pun dilakukan. bahwa ‖kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya‖. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan. dam maximizer. Waktu menjadi salah satu sumber daya untuk bekerja. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager). justru melahirkan perubahan dalam diri Beliau.Setelah pengorganisasian terjadi. Perubahan karakter adalah segala – galanya bagi seorang pemimpin sejati. Kenneth Blanchard. seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan. pengorganisasian. Efisien tidak lain mengandung dua makna. Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti perbandingan antara rasio output dengan input. inspirator. Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu. dan visi serta misi yang jelas. tanpa kerendahan hati. daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan. Sumber daya tersebut harus dikelola secara efektif dan efisien. Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen waktu merupakan perencanaan. tanpa kedamaian diri. motivator. maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis menjadi negara yang demokratis dan merdeka.

sand. music. tetap mengorganisasikan. Kehidupan menjadi seimbang dan selaras serta dapat mencapai cita-cita atau tujuan yang diharapkan. sedangkan pekerjaan telah tuntas sebaiknya dipergunakan untuk menambah kuantitas.pemegang delegasi. Melaksanankan manajemen waktu akan membuat hidup menjadi manatap dan bersemangat. tetap menggerakkan. money. Untuk dapat melakukan mannajemen waktu dengan baik maka pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu misi hidup. yang tidak lupa memberikan reward terhadap keberhasilan. film. Kemudian menentukan peran dan visi peran. Menurut Killman dan . . Pendek kata. Konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa suatu pihak lain telah mempengaruhi secara negatif. Variasi terjadi di dalam kerumitan dan kecepatan setiap tahap dilakukan. merencanakan pekerjaan selanjutnya. food. sport and sex. sesuatu yang diperhatikan pihak pertama. Akhirnya setelah selesai tuntas pekerjaan. Oleh karenanya. kualitas manajemen waktu berpedoman kepada empat indikator. 8. Satu hal yang penting ialah komitmen kuat untuk konsisten pada rencana dan mengeliminasi gangguan-gangguan. Manajemen konflik. dan tetap melakukan pengawasan. bahkan karena begitu pendeknya dimungkinkan perencanaan begitu singkat yang berlangsung dalam hitungan detik. komponen terpenting dari manajemen waktu (time management) pun adalah menghindari penundaan. Mereka adalah fun. Dalam situasi dimana waktu yang telah direncanakan belum habis. Perencanaan jangka panjang jelas lebih rumit dan relatif lama dari pada perencanaan jangka pendek. Dalam menjalani kehidupan kita harus berhati-hati terhadap jebakan waktu yang dikenal dengan 3F. 3M. Empat prinsip tersebut applikabel dalam semua pekerjaan. dilakukanlah pengawasan berdasarkan rencana. dan atau investasi waktu. Waktu memiliki sifat yang sangat singkat dan tidak dapat digantikan karena itu penting untuk melakukan manajemen waktu. dan 3S. Membuat rencana pekanan dan akhirnya membuat rencana harian. mouth. Rintangan terbesar untuk sukses bagi kebanyakan orang kelihatannya adalah penundaan. atau akan segera mempengaruhi secara negatif. yaitu: tetap merencanakan.

baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. 1) Pandangan tradisional. kelompok atau organisasi secara keseluruhan. Pandangan tentang konflik. 2) Pandangan hubungan manusia. 2) Konflik yang mendahului (antecedent condition) Tahap perubahan dari apa yang dirasakan secara tersembunyi yang belum mengganggu dirinya. 4) Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior) hasil . Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono. Tahapan perkembangan konflik. konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai.1993. Sementara itu manajemen konflik adalah penggunaan teknik pemecahan masalah dan perangsangan untuk mencapai konflik yang diinginkan. perbedaan peran dsb. konflik yang mendukung tujuan kelompok dan memperbaiki kinerja kelompok. 2) Konflik disfungsional.4). keyakinan bahwa konflik merupakan wajar dan tidak terelakkan dalam setiap kelompok. b. a. keyakinan bahwa konflik bukan hanya suatu kekuatan positif dalam suatu kelompok. keyakinan bahwa semua konflik merugikan dan harus dihindari. c.Thomas (1978). seperti timbulnya tujuan dan nilai yang berbeda. konflik yang merintangi kinerja kelompok. 3) Pandangan interaksionalis. 3) Konflik yang dapat diamati (perceived conflict) dan konflik yang dapat dirasakan (felt conflict) Muncul sebagai akibat antecedent condition yang tidak terselesaikan. p. 1) Konflik fungsional. 1) Konflik masih tersembunyi (laten) Berbagai macam kondisi emosional yang dirasakan sebagai hal yang biasa dan tidak dipersoalkan sebagai hal yang tidak mengganggu dirinya. Bentuk konflik. melainkan juga mutlak perlu untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja efektif.

(wijono. 1993. ada dua tindakan yang perlu diambil terhadap suatu konflik. 1) Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka. 6) Akibat penyelesaian konflik 7) Jika konflik diselesaikan dengan efektif dengan strategi yang tepat maka dapat memberikan kepuasan dan dampak positif bagi semua pihak. Pengelolaan konflik. d. Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan: 1) Disiplin 2) Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan 3) Komunikasi 4) Mendengarkan secara aktif 5) Toleransi e. dibandingkan dengan . 4) Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi. 3841). kelompok atau organisasi cenderung melakukan berbagai mekanisme pertahanan diri melelui perilaku. yaitu penyelesaian konflik dengan berbagai strategi atau sebaliknya malah ditekan. Segi normatif itu merupakan sudut pandang yang khas bagi etika. 2) Memberikan saluran baru untuk komunikasi. individu. artinya sudah menancap kuat dalam hati dan pikiran kita. Etika adalah refleksi ilmiah tentang tingkah laku manusia dari sudut norma-norma atau dari sudut baik dan buruk. Urgensi Memiliki Etos Pribadi Membicarakan etos tentu tidak lepas dari membicarakan etika karena etos bisa kita artikan juga sebagai etika yang sudah mendarah daging. 5) Penyelesaian atau tekanan konflik Pada tahap ini.Upaya untuk mengantisipasi timbulnya konflik dan sebab serta akibat yang ditimbulkannya. 5) Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi C. Aspek positif dalam konflik. 3) Menumbuhkan semangat baru pada staf.

Pengetahuan tentang etika merupakan suatu unsur penting supaya orang dapat mencapai kematangan etis. Malah bisa saja terjadi. belu tentu dalam usahanya selalu akan mengambil keputusan etis yang paling tepat.ilmu-ilmu lain yang juga membahas tingkah laku manusia. Pentingnya memiliki etos pribadi dapat digambarkan melalui bagaimana masalah etika dalam kehidupan sehari-hari. Perasaan spontan saja tidak cukup. Bila orang mempunyai pengetahuan mendalam mengenai ilmu etika. Dimana ternyata cukupnya keilmuan seseorang tenatang etika ternyata terkadang tidak membuat seseorang menjadi beretika. orang yang mempunyai pengetahuan tentang yang baik pasti akan melakukannya juga. studi tentang etika dapat memberikan suatu kontribusi yang berarti sekalipun studi itu sendiri belum cukup untuk menjamin perilaku etis yang tepat. Itulah ajaran terkenal dari socrates yang disebut ―intelektualisme etis‖. jadi hasil perbuatan yang tidak etis! Atau pengusaha yang mempunyai pengetahuan luas dan mendalam tentang etika bisnis dan telah membaca seluruh literatur tentang topik itu. haruslah ada pengertian juga. Etika disebut juga sebagai filsafat praktis karena ia membahas tentang ―apa itu moral?‖ dan ―apa yang harus dilakukan manusia berkaitan dengan moral tersebut?‖. karena masalah-masalah etis jauh lebih banyak dan lebih kompleks dari pada zaman sebelumnya. Mahasiswa yang memperoleh nilai gemilang untuk mata kuliah etika. Di sisi lain. nilai yang bagus itu hanya sekedar menyontek. Tapi perlu diakui. Hal ini lebih mendesak lagi. dari pengalaman kita sendiri kita semua mengenal orang-orang yang hampir tidak mendapatkan pendidikan di sekolah. Untuk memperoleh suatu sikap etis yang tepat. tetapi selalu hidup etis dengan cara yang mengagumkan. . Kalau dikemukakan secara radikal ajaran ini sulit dipertahankan. dengan itu belum terjamin perilaku etis yang baik. belum tentu dalam perilakunya akan menempuh tindakan-tindakan yang paling etis. Sudah sejak awal sejarah etika terdapat pandangan bahwa pengetahuan benar tentang bidang etis secara otomatis akan disusul oleh perilaku yang benar juga. Di sisi lain pendapat Socrates tersebut mengandung unsur kebenaran. Menurut socrates. etika sebagai filsafat praktis mempunyai batasnya juga. sedangkan orang yang berbuat jahat melakukannya karena ketidaktahuan tentang apa yang baik.

Perilaku tidak etis. Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang terampil dalam memahami menjelaskan. Meningkatkan kemampuan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan moral yang timbul karena aktifitas profesional 6. tentunya pernyataan ini dapat juga dibahasakan menjadi mengapa seseorang perlu mempelajari etika. 3. Menjadikan individu mahir mengenali dan memahami problem maupun isu moral dalam profesi. dan kritis dalam mengkaji argumen-argumen yang berlawanan dengan isu moral. D. Perilaku tidak etis adalah perkataan dan tindakan seseorang yang tidak . Meningkatkan ketepatan dalam menggunakan bahasa etika yang lazim. yang diperlukan untuk mengungkapkan dan membela dengan cukup baik pandangan moral seseorang terhadap orang lain.Mengapa penting bagi seseorang untuk memiliki etos pribadi. Peka terhadap kesulitan dan kepelikan sesungguhnya kesediaan mengalami dan mentoleransi ketidakpastian dalam membuat penilaian atas keputusan moral seseorang terhadap orang lain. Bagian ini akan menguraikan argumen pendukung tentang perlunya etos pribadi bagi setiap individu sebagai berikut: 1. Independen dalam hal mengatur diri sendiri dan adanya kemempuan berpikir dan kebiasaan berpikir secara rasional tentang isu-isu moral atas landasan kepedulian moral. 5. Otonomi moral meliputi independen dan kepedulian moral. Mampu membentuk sudut pandang yang konsisten dan komprehensif berdasarkan pertimbangan atas fakta-fakta yang relevan. Berimajinasi tentang berbagai respons alternatif terhadap isu-isu yang bersangkutan dan pemecahan kreatif atas kesulitan-kesulitan praktis. 2. Faktor Pendorong Perilaku Tidak Etis 1. 4. Memperkuat otonomi moral. Meningkatkan penghargaan baik terhadap kemungkinan penggunaan dialog rasional dalam memecahkan konflik-konflik moral maupun perlunya toleransi terhadap perbedaan-perbedaan perspektif di kalangan orang – orang yang secara moral cukup baik.

b.sesuai dengan prinsip moral yang baik. Untuk menjaga integritas pribadi. seorang pegawai menjelek-jelekkan rekan pegawai lainnya di hadapan atasannya agar atasannya lebih memilih dirinya daripada rekannya. Berikut ini adalah lima faktor yang sering dianggap sebagai pendorong perilaku tidak etis menurut Kusmanadji: a. misalnya karena dinilai melakukan kesalahan oleh atasannya. Penjualan produk keluar negeri yang sudah terbukti merusak kesehatan dan tidak diperbolehkan di dalam negeri. c. misalnya karena ditekan oleh atasannya oleh atasannya untuk mencapai hasil atau kinerja tertentu. seorang bawahan harus melakukan hal-hal yang tidak etis karena takut dikenai sanksi. karena ambisi kekuasaan maka seseorang tidak segan-segan melakukan skandal politik seperti politik uang. seorang pegawai berbohong dalam memberikan alasan keterlambatannya. Balas dendam. Tekanan. mendorong seseorang untuk melanggar hukum dan etika. Masa bodoh. seorang pegawai berusaha mempermalukan atasannya tersebut di hadapan orang lain. e. Misalnya. faktor-faktor ini perlu senantiasa disadari dan diwaspadai‖. b. Ambisi. c. seorang pegawai atau manajer memalsukan data kinerjanya. d. karena ambisi jabatan. . Perilaku tidak etis seringkali berwujud tindakan yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari orang lain tanpa sepengetahuan orang tersebut. Kusmanadji menyatakan dalam bukunya bahwa ―banyak faktor yang mendorong seseorang untuk berbuat tidak etis. Perusahan makanan bayi yang memaksakan suatu formula bagi bayi di banyak negara miskin sementara air susu ibu akan lebih sehat bagi bayi. yaitu kecendurungan untuk mengabaikan akibat-akibat dari tindakan Contoh perilaku tidak etis: a. Ketakutan. Mengambil barang-barang kantor untuk dibawa pulang. misalnya karena takut dimarahi oleh atasan karena terlambat masuk kantor.

g. Penjualan produk yang sudah kadaluwarsa. f. Komisi etika seperti itu bisa menjadi semacam ―hati nurani‖ agar rumah . Pemikiran etis hanya menyusul perkembangan ilmiah-teknologis. Ambivalensi kemajuan ilmiah Kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen. d. Berbohong dengan alasan sakit untuk menutupi pekerjaan yang tidak beres. sudah menjadi kebiasaan luas bahwa rumah sakit-rumah sakit dan proyek-proyek penelitian biomedis mempunyai komisi etika yang mendampingi dan mengawasi rumah sakit atau proyek penelitian itu dari sudut etis. tapi sedikit sekali perhatian diberikan kepada studi mengenai masalah-masalah etisnya.d. jika manusia tidak segera membatasi diri. Perusahaan membayar upah pekerja yang rendah di beberapa Negara berkembang untuk membuat barang yang bernilai tinggi. Teknologi yang tidak terkendali Ilmu dan teknologi digalakkan dengan cara mengagumkan. artinya di samping banyak akibat positif terdapat juga akibat-akibat negatif. Penipuan produk yang tidak sesuai dengan yang ditawarkan. Pada saat-saat tertentu dalam perkembangannya ilmu dan teknologi bertemu dengan moral. Yang dibawa oleh ilmu dan teknologi modern bukan saja kemajuan melainkan juga kemunduran bahkan kehancuran. melainkan juga perhatian itu hampir selalu terlambat datang. Baru sesudah problem-problem etis timbul. e. b. di banyak negara modern sekarang. Refleksi etis tentang persenjataan nuklir baru dimulai setelah bom atom pertama di hirosima dan nagasaki diledakkan. Tanda-tanda yang menimbulkan harapan Bukan saja sedikit perhatian utnuk etika dalam masyarakat. c. a. etika sebagai ilmu mulai diikutsertakan. Namun demikian. Masalah bebas nilai Ilmu dan moral tidak merupakan dua kawasan yang sama sekali asing satu dengan yang lain tapi ada titik temu di antaranya. Di antara faktor-faktor yang mengakibatkan munculnya masalah-masalah etis yang tidak pernah terduga sebelumnya di zaman sekarang adalah perkembanan pesat dan menakjubkan di bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai kedudukan penting.

atau menjual produk cacat tersembunyi.sakit memberi pelayanan yang sungguh-sungguh manusiawi. ―Jika suatu tindakan tidak etis. it‘s ethical) Menggunakan argumen bahwa semua perilaku yang legal adalah etis sangat mendasarkan pada kesempurnaan hukum. Lazimnya. Sebagai contoh. maka tindakan itu etis (if it‘s legal. 2. Argumen bahwa menyontek. mengembalikan barang yang ditemukan kecuali orang lain atau pemiliknya dapat membuktikan bahwa itu miliknya.‖  Kemungkinan pengungkapan dan konsekuensi (likelihood of discovery and consequences) Argumen ini mendasarkan pada evaluasi kemungkinan orang lain akan menemukan atau mengungkap perilaku.  Setiap orang melakukannya (everybody does it) Seseorang berperilaku tidak etis karena perilaku yang sama dilakukan oleh orang lain.  Jika suatu tindakan sah atau dibenarkan menurut hukum (legal). memalsukan informasi laba agar pajak rendah. maka si penerima akan mengembalikan kelebihan . melanggar rambu lalu lintas. Berdasarkan falsafah ini. slogan tersebut harus diubah menjadi. seseorang tidak berkewajiban untuk. Rasionalisasi Perilaku Tidak Etis Banyak cara yang ditempuh oleh seseorang untuk membenarkan perbuatannya yang dianggap salah oleh masyarakat. menjual barang dinas untuk kepentingan pribadi adalah perilaku yang dapat diterima lazimnya didasarkan pada rasionalisasi bahwa orang lain melakukannya dan karena itu dapat diterima. Berikut adalah cara-cara pembenaran atau rasionalisasi yang dimaksud yang biasanya kita jumpai. kemungkinan tindakan tersebut juga tidak legal. perlukah mengembalikan uang pembayaran gaji yang ternyata berlebih karena secara tak sengaja petugas salah menghitung? Jika si penerima gaji yakin bahwa petugas pembayar akan mengetahui dan akan menuntut pengembalian dan dapat mempermalukan dirinya. Seperti telah dikemukakan pada bab 8. misalnya. Orang yang memiliki etos pribadi seharusnya tidak menggunakan cara-cara ini untuk menutupi atau membenarkan perilakunya yang tidak etis. seseorang juga menilai besarnya hukuman atau penalti (konsekuensi) jika terdapat pengungkapan tersebut.

Untuk ini kita perlu mempertahankan keseimbangan antara mencapai hasil dan cara kita mencapai hasil tersebut (tidak menghalalkan segala cara dalam mencapai sesuatu). Tujuan ini sangat penting karena membantu kita dalam menentukan perilaku mana yang dapat diterima dan mana yang tidak dapat diterima.seketika. Tujuan ini dapat kita tetapkan dengan menyatakan bahwa kita ingin menjadi seseorang yang sehat secara etis. Merupakan hal yang dibutuhkan untuk memperoleh keyakinan bahwa berpegang teguh pada nilai-nilai etika akan membawa kita dalam kesuksesan jangka panjang. Tujuan (purpose). Perspektif (perspective). Blanchard mengemukakan lima prinsip untuk berperilaku etis yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar menjadi pribadi beretika. d. 1. Lima prinsip berperilaku etis. Norman Vincent Pale dan Kenneth H. dan visi kita. Meluangkan waktu untuk merenung dan berpikir bagaimana dan kemana akan melangkah dan mencapai tujuan. Menjadi seseorang yang memiliki etos pribadi atau menjadi pribadi yang beretika merupakan suatu kondisi yang dangat dipengaruhi oleh individu sendiri. E. Kelima prinsip tersebut dijabarkan sebagai berikut: a. misi kita sebagai individu yang dinyatakan secara jelas. Untuk dapat bertindak secara etis maka individu harus mempertimbangkan konsekuensi tindakan yang dilakukan. Kesabaran (patience). Bagaimana cara membangun etos pribadi maka jawabannya adalah dengan menciptakan citra diri sebagai seseorang yang beretika dan memiliki rencana agar selalu dicitrakan seperti itu. . b. harapan. c. Keteguhan (persistence). si penerima akan menunggu untuk melihat apakah petugas gaji akan dapat menemukan kesalahannya. Cara Membangun Etos Pribadi Membangun etos pribadi merupakan sebuah upaya untuk menjadikan diri kita bertindak secara etis. sederhana. tetapi jika tidak. dan didasarkan pada nilai-nilai.

Terdapat tiga poin yang menjadi unsur etos pribadi yang akan diuraikan pada bagian ini. seseorang disebut berkomitmen ―when you are willing to give your time and energy to something that you believe in. Kita harus tetap teguh mempertahankan prinsip-prinsip etika yang kita yakini. Kebanggaan (pride). Alias tidak bermakna. tetapi dengan komitmen yang baik. 2. Komitmen etis. dan kawankawan kita merasa tidak terkena dampaknya. Semua orang mempunyai keterbatasan waktu dan energi. Perolehan kebanggan dengan cara ini akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih kokoh sehingga tidak mudah tergoda untuk berperilaku tidka etis. atau sebuah keputusan bulat untuk melakukan sesuatu. bisa jadi kehadiran kita tidak menggenapkan atau mengganjilkan. ternyata niat baik saja. meskipun untuk itu kita merasakan adanya ketidaknyamanan. waktu dapat ―dibuat‖ dan energi dapat ―dikumpulkan‖. Memiliki pendirian dan kemauan yang kuat untuk bertindak secara etis. or a promise or firm decision to do something‖. Jadi kalau kita tidak hadir dalam sebuah pertemuan. atau betul-betul janji yang jika diingkari adalah sebuah hutang yang belum terbayar? Hidup berkualitas tidak bisa . Menurut Cambridge Advanced Learner‘s Dictionary. Komitmen ada janji yang harus ditepati. Untuk membangun etos pribadi maka tidak cukup hanya dnegan mengetahui lima prinsip diatas. Menjadi pribadi yang beretika maka kita perlu mengetahui apa saja unsur etos pribadi tersebut. atau keinginan saja yang jika memungkinkan dilaksanakan. Unsur etos pribadi. Komitmen juga akan terkait dengan makna kehadiran kita dalam sebuah komunitas. Orang yang berkomitmen seringkali menjadi sumber energi bagi yang lain. Apakah yang selama ini kita anggap komitmen itu. atau sebuah janji. e. ketiadaan orang seperti ini merupakan sebuah kehilangan besar. Kebanggaan akan kita peroleh ketika kesabaran dan keteguhan berhasil untuk dipertahankan. a. ketika bersedia memberikan waktu dan energi untuk sesuatu yang kita yakini.Keteguhan memerlukan adanya komitmen untuk hidup berdasarkan prinsipprinsip etika yang tidak luntur karena berjalannya waktu.

dan akhirnya barulah penguasaan IPTEK melalui IQ bisa bermanfaat untuk membangun bisnis yang etis dalam rangka mencapai tujuan kemakmuran bersama bagi para stakeholders. yaitu pengetahuan.Pahlan (Competency Management: A Practicioner‘s Guide. dan sikap perilaku.hanya mengandalkan niat baik atau keinginan. Dalam definisi ini. biasa. misalnya konsepsi bahwa ―jika memenuhi aturan hukum berarti etis. baru kemudian dapat membangun hubungan yang tulus/ikhlas dengan sesama (EQ). Untuk memilih yang benar kita harus memiliki kemampuan untuk melakukan penalaran moral yang sehat dan mengembangkan strategi-strategi praktis penyelesaian masalah. 2007). 2) Kriteria Referensi berarti bahwa komptensi dapat diukur berdasarkan standar atau kriteria tertentu.‖ Selama ini kompetensi dimaknai sebgai kemampuan untuk menguasai jenis kemampuan. dan rendah). Kompetensi haruslah dimaknai kembali sebagai pengembangan integritas pribadi yang dilandasi iman yang kuat sebagai fondasinya(SQ). c. karakter dasar mengarah pada motif. Komitmen yang dilaksanakan adalah salah satu penentunya. b. 3) Hubungan Kausal mengindikasikan bahwa keberadaan suatu kompetensi dan . Dengan mengutip R. Dari faktor-faktor tersebut kemudian dapat diprediksi kinerja seseorang. Ini berarti bahwa kita harus menanggalkan konsepsi kita yang keliru mengenai etika. 1) Karakter Dasar diartikan sebagai kepribadian seseorang yang cukup dalam dan berlangsung lama. karakteristik pribadi. dapat menggali lima istilah dalam definisi kompetensi sebagai berikut. konsep diri dan nilai-nilai seseorang. keterampilan teknis. Kompetensi etis. Suatu kemampuan untuk mempersepsikan (memahami) isu-isu etis dan implikasi-implikasi etis dari suatu situasi. terjemahan. Kesadaran etis. Dapat diukur faktor-faktor pembentuk terjadinya kinerja karyawan yang beragam (unggul. Misalnya angka penjualan yang dilakukan seorang wiraniaga per satuan waktu. tidak hanya untuk kepentingan ego pribadi.

atau konsep diri. sifat dan konsep diri dapat memprediksikan ketrampilan dan tindakan. Model kausal ini dapat diperjelas lagi melalui contoh berikut. Kemudian ketrampilan dan tindakan memprediksi hasil kinerja pekerjaan. konsekuensi. aturan organisasi. 3. Jika kita adalah seorang atasan. . Kepatuhan. kita bertanggung jawab tidak hanya untuk perbuatan kita sendiri. Jadi disitu ada maksud atau motif yang mengakibatkan sebuah tindakan atau perilaku yang membuahkan hasil. Memeriksa apakah suatu tindakan kita etis atau tidak dapat dilakukan dengan sebuah pemeriksaan etika yang lebih dikenal dengan sebutan pengecekan tga K. dan komplikasinya. tetapi juga perbuatan orang lain. dan konsekuensi. kita harus memperlakukan bawahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tetap berpegang pada kejujuran dan memperhatikan rasa keadilan. 5) Kinerja Efektif adalah batas minimum tingkat hasil kerja yang dapat diterima. maka dapat diduga pekerjaan yang harus disupervisinya akan dikerjakan ulang dan biaya untuk memastikan kualitas pelayanan akan meningkat 4) Kinerja Unggul mengindikasikan tingkat pencapaian. Contohnya. kalau organisasi tidak mengakuisisi atau mengembangkan kompetensi inisiatif bagi para karyawannya. harapan masyarakat. a.pendemonstrasiannya memprediksi atau menyebabkan suatu kinerja unggul. prinsip-prinsip moral. kode etik. kontribusi. Ketika kita sedang membangun diri menjadi individu yang memiliki etos pribadi maka perlu untuk memperhatikan apakah kita telah bertindak secara etis atau tidak. Berarti hidup dan berperilaku sesuai dengan aturan hukum.misalnya dari sepuluh persen tertinggi dalam suatu situasi kerja. dan konsep umum lain seperti kejujuran dan keadilan. karakteristik pribadi. Kompetensi-kompetensi seperti motif. Kita harus menyadari bahwa untuk posisi dan peran tertentu yang kita jalani. sebagai seorang pribadi. siapapun kita maka kita harus menyadari dengan apa yang kita lakukan. misalnya. Ini biasanya merupakan garis batas dimana karyawan yang hasil kerjanya di bawah garis ini dianggap tidak kompeten untuk melakukan pekerjaan tersebut. Maka dari itu dikenallah istilah pengecekan tiga K yang meliputi kepatuha. Pemeriksaan 3K. kompetensi pengetahuan selalu digerakkan oleh kompetensi motif.

Kepatuhan:    Patuhi. kontribusi meliputi memberikan penghargaan untuk kemitraan pelanggan. apalagi orang-orang yang mempunyai hubungan khusus dengan kita. Kontribusi dan konsekuensi: . membantu memperbaiki individu dan masyarakat memenuhi kebutuhaanya. kita harus senantiasa menyadari peran kita dan berusaha agar selalu mencapai kinerja terbaik dalam rangka memberikan sumbangan bagi pencapaian tujuan organisasi dan kebaikan orang lain. Konsekuensi berkaitan dengan pengaruh atau akibat dari keputusan dan perbuatan kita. Ini berarti bahwa kita harus selalu memperhitungkan akibat-akibat perbuatan kita bagi diri sendiri dan orang lain dan berusaha untuk memilih alternatif yang paling baik akibatnya bagi pihak-pihak terkait. baik diniatkan maupun tidak diniatkan. Hormati kebiasaan orang lain. Kontribusi. tetapi tidak dengan mengorbankan prinsip etika Anda sendiri. tetapi jangan bergantung semata-mata pada ketentuan hukum. dan para pegawai serta masyarakat secara kualitas kehidupan keseluruhan. Bagi organisasi bisnis.b. c. Mengacu pada tiga K maka kita dapat melakukan hal-hal berikut ini sebelum mengambil tindakan. Sebagai individu atau anggota suatu organisasi. Kontribusi berkaitan dengan apa yang kita berikan atau sumbangkan kepada orang lain atau masyarakat. Akibat ini bisa positif atau negatif. menyediakan lapangan kerja. Konsekuensi. misalnya. Patuhi kaidah-kaidah moral. Kita harus senantiasa berusaha agar setiap keputusan dan tindakan kita tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi bermanfaat juga bagi sebanyak mungkin orang lain.

―Jenis orang seperti apakah yang melakukan perbuatan semacam ini?‖ RANGKUMAN 1) Etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada. Penting untuk memiliki etos pribadi karena dengan etos pribadi akan menjadi individu memiliki pemahaman yang lebi luas dalam menjalani kehidupan.    Pertimbangkan kesejahteraan orang lain. termasuk pihak-pihak yang tidak berpartisipasi. Berpikirlah secara objektif. Pikirkan diri sendiri (dan organisasi atau komunitas Anda) sebagai bagian dari masyarakat. pribadi berintegrita. kepemimpinan. Etos pribadi akan membuat seseorang mampu mempertahankan otonomi moralnya (bertindak secara independen dan teratur). bukan sebagai individu yang terisolasi. manajemen waktu. Ajukan pertanyaan. mampu menangani masalah dengan bahasa yang etis dan memandangnya dengan sudut pandang yang tepat. komunikasi. percaya diri. jujur. Pemeriksaan tiga K bermanfaat untuk mengeatahui apakh suatu tindakan dilakukan dengan etis. 2) Pembahasan etos pribadi meliputi nilai dan norma dalam kehidupan sehari-hari. Berpikirlah sebagai seorang anggota organisasi atau komunitas. Secara lebih sederhana etos dimaknai sebagai etika yang telah mendarah daging. . dan manajemen konflik. 4) Untuk membangun pribadi beretika maka perlu adanya bekal pengetahuan mengenai prinsip berperilaku etis dan unsur etos pribadi. 3) Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi beretika. Selain itu pembahsan juga meliputi masalah konsep diri. Individu tersebut akan menjadi pribadi yang lebih memahami isu moral yang terjadi.

jika dikatakan bahwa kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen? Bagaimana ambivalensi ini tampak? .LATIHAN 1) Jelaskan apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan sejati? 2) Jelaskan unsur-unsur etos pribadi? 3) Jelaskan tentang pemeriksaan 3K? 4) Apa yang dimaksud dengan ―amoral‖? 5) Jika kita membandingkan ―etika‖ dan ―etiket‖. apakah persamaan dan perbedaannya? 6) Jika kita membandingkan nilai moral dengan nilai-nilai lain. apa yang menjadi ciri khasnya? 7) Apa maksudnya.

tanggung jawab. Aturan kepegawaian dan kode etik di sebuah instansi bersifat dinamis karena disesuaikan dengan perkembangan jaman. kita dapat mengatakan bahwa suatu profesi merupakan suatu kombinasi dari sejumlah karakteristik yang membentuk struktur profesi. A. . Namun demikian. yakni yang menentukan bagaimana keputusan diambil dan bagaimana tindakan ditempuh.BAB ATURAN KEPEGAWAIAN DAN KODE ETIK PROFESIPNS DI KEMENTERIAN KEUANGAN _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. Profesi dan Ciri-Cirinya Tidak ada definisi tunggal yang mencakup berbagai penggunaan kata profesi. dari berbagai pandangan dan kenyataan yang dapat kita jumpai. Namun pada bab ini akan dibahas sedikit tentang profesionalisme mengingat pegawai negeri juga adalah profesi yang terikat pada nilai-nilai profesional. Oleh karena itu dalam bab ini pembahasan tentang berbagai aturan tersebut diletakkan pada lampiran mengingat perubahannya yang cepat disesuaikan dengan perubahan zaman. Memahami Kode Etik Unit Eselon I Kementerian Keuangan 12 9 Dalam bab ini akan dipelajari tentang berbagai aturan kepegawaian dan kode etik yang berlaku di Kementerian Keuangan. Memahami pengertian profesi dan kode etik 2. dan hakhak yang disatupadukan oleh seperangkat nilai. Memahami Pokok-Pokok Kepegawaian dan Disiplin PNS 3. Memahami Nilai-Nilai Kementerian Keuangan 4.

 Bidang Pengetahuan khusus dan pendidikan formal / profesional Fondasi suatu profesi adalah bidang pengetahuan khusus yang sangat penting bagi masyarakat. memiliki acuan karakter. Komitmen terhadap tujuan sosial (kebaikan) yang menjadi alasan bagi keberadaan profesi (pengabdian kepada masyarakat). Untuk menjadi profesional. Ini pula yang mendasari keberadaan suatu profesi: suatu profesi ada untuk melayani masyarakat. Ijin dari pihak berwenang (pemerintah dan asosiasi) untuk berparaktik sebagai profesional. atau anggota suatu profesi.  Komitmen terhadap tujuan sosial (pengabdian kepada masyarakat Seorang profesional tidak menuntut keistimewaan profesional agar dapat memaksimalkan keberuntungannya. dan karenanya memerlukan pendidikan dan pelatihan yang ekstensif. menyelesaikan pelajaran (mata kuliah) keahlian di bidang yang besangkutan dalam suatu jumlah jam minimum tertentu. Kapasitas untuk mengatur diri sendiri. dan lebih dari itu. yaitu. para profesional umumnya diharuskan oleh profesinya untuk memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan dalam rangka mempertahankan status profesionalnya. seoarang harus belajar lama (dan keras). Seorang profesional memiliki komitmen . dan memperoleh pengalaman profesional dalam jangka waktu yang cukup. Lebih dari itu. Ini berarti jasa yang disediakan kepada masyarakat adalah sangat penting. Kedudukan dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat. majikan atau klein. sering kali dengan sanksi hukum bagi mereka yang melanggar norma-norma perilaku yang disepakati.      Bidang pengetahuan khusus yang diajarkan secara formal dan bersetifikat / berijasah (pendidikan formal dan profesional). melainkan kepada masyarakat.Ada lima karakteristik yang umumnya dapat dijumpai pada setiap profesi. lulus ujianyang panjang dan sulit. tanggung jawab profesionalnya yang utama bukan kepada diri sendiri. sehingga diperlukan tingkat keahlian yang tinggi.

Tanggung jawab ini adalah sedemikian tingginya sehingga seoarang profesional harus bersedia mengorbankan kepentingan dirinya untuk memenuhi tanggung jawabnya kepada masyarakat. suatu profesi mengorganisasikan diri dalam suatu wadah asosiasi yang selanjutnya menentukan tidak hanya standar teknis tetapi juga standar etika (kode etik atau kode perilaku) sebagai sarana untuk mengatur perilaku anggotanya (para profesional) baik didalam maupun diluar tugas-tugas profesional. mereka yang tetap menjadi anggota profesi berada dalam posisi menguntungkan untuk .terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian. Pihak profesi sendiri juga memberlakukan aturan masuk yang ketat. khususnya dalam hal pengawasan.  Sistem pengaturan diri Untuk memberikan jasa dengan kualitas tinggi. kepada para profesional. Sebagai imbalan dari pencapaian pemeliharaan atas jasa yang tinggi. Kecurangan atau berperilaku yang melanggar praktik-praktik standar yang ditetapkan akan didisiplinkan oleh profesi itu sendiri. Para anggota profesi yang melakukan kebohongan. Oleh sebab itu. Pelayanan publik. dan karenta masyarakat rela memberikan bayaran yang tinggi. biasanya pemerintah berkepentingan untuk melakuakan pengaturan tertentu. Mereka yang menekuni pekerjaan yang memenuhi kriteria sebagai profesi memperoleh atau dan menyandang sebuatan profesional.  Pengawasan dan/atau perijinan oleh pemerintaj dan asosiasi profesi Karena jasanya sangat penting bagi masyarakat. baik langsung maupun tak langsung adalah tanggung jawabanya. antara lain melalui mekanisme perjanjian dan pemantauan. yaitu sebutan profesional dan status prestise di atas rata-rata di dalam masyarakat. Karakteristik ini saebenarnya merupakan akibat dari empat karakteristik sebelumnya. ada satu lagi karakteristik yang biasanya menandai suatu profesi. antara lain melalui mekanisme pendidikan dan ujian profesi atau sertifikat.  Status dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat Selain keempat karakateristik pokok di atas.

tetapi tidak seperti pekerjaan pada umumnya. Mereka menghadapi dilema moral secara rutin. Berdasarkan unsur-unsur pokok di atas. Kerangka yang berdiri di atas fondasi suatu bangunan juga memilki kesamaan dengan sebuah profesi. tidak seperti orang-orang lain yang menjalani pekerjaan pada umumnya. dengan demikian profesi adalah pekerja. dan atap seperti gambar 1. perilakunya selalu diawasi atas dasar tolak ukur etika. dan (3) Rasa tanggung jawab (pengabdian) terhadap masyarakat dalam kaitanya dengan pemanfaatan pengetahuan ini . Profesional menghadapai tuntutan yang sangat tinggi baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Inilah yang menyebabkan jasa para profesional sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan diperlukannya proses pendidikan yang ekstensif. Harga diri yang tinggi karena menjadi anggota suatu kelompok elite (profesi) ini menyebabkan status profesional sangat diharapkan. Tuntutan ini menyangkut tidak saja keahlian. Mengacu kepada karakteristik umum di atas. pengakuan dan penghasilan tinggi. Mereka yang menjalani profesi (para profesional). Para prefosional membuat pertimbangan-pertimbangan sulit yang membutuhkan kesatupaduan antara kompetensi teknis dan kompetensi etis. tetapi juga komitmen moral. Seorang profesional memiliki komitmen terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian. Kerangka ini meliputi tiga unsur yaitu : (1) Proses pendidikan untuk memperoleh dan memelihara pengetahuan dan keahlian profesional. dan mereka memegang teguh standar yang tinggi terhadap kode etik profesi. Lebih dari itu. kerangka (pilar dan dinding). berupa bidang pengetahuan yang diakui dan sangat penting atau esensial bagi kemakmuran masyarakat. sehingga memungkinkan mereka untuk hidup sepenuhnya dari pekerjaan atau profesinya itu.memperoleh banyak manfaat. suatu profesi dapat diibaratkan sebagai sebuah bangunan dengan tiga komponen utama : fondasi. Fondasi mendasari setiap profesi haruslah fondasi yang kokoh. (2) Proses ujian dan sertifikasi untuk memastikan apakah para praktisi memiliki pemahaman yang mantap terhadap pokok masalah.

Tanggung jawab terhadap masyarakat (3) standar teknis (2) kode etik (standar atau aturan etika / unsur. Masyakat kita menaruh harapan yang berbeda terhadap para profesional dibandingkan dengan terhadap mereka yang tidak dikatagorikan sebagai profesional. Proses pendidikan 2.Agar menjadi sebuah bangunan yang utuh sehingga dapat digunakan sebagai tempat bernaung dan mengorganisasikan diri. atap ini meliputi 1. Asosiasi profesi 2. fondasi dan kerangka memerlukan atap. Bagi profesi. Kode etik profesi) 3.unsur : (1) asosiasi profesional (organisasi Bidang pengetahuan yang diakui dan sangat Penting bagi kesejahteraan / kemakmuaran masyarakat Asosiasi dipelukan sebagai wadah untuk mengorganisasikan dan mengatur diri. Standar etika dan standar teknis diperlukan sebagai panduan bagi para profesional dalam perilaku dan menjalankan tugas-tugas profesional agar mereka dapat secara konsisten memberikan jasa bersatandar kualitas tinggi. dan 1. Ciri-ciri suatu profesi sebagaimana diuraikan di muka secara tegas memberikan . Proses ujian dan lisensi/ sertifikasi 3. Standar teknis perilaku).

bukan hanya bagi para profesional yang terkait langsung. pengakuan masyarakat terhadap suatu profesi akan mementukan hak-hak yang dapat dimiliki dan dinikmati oleh profesi tersebut : (1) berpraktek. bukan oleh pejabat pemerintah). dan dua di antaranya adalah sumber penting : (1) Kode etik. (3) menerima penghasilan yang relatif tinggi. dan (2) hukum dan jurisprudensi. para profesional bekerja dengan sesuatu yang sangat bernilai. badan – badan pemerintah atau kelompok – kelompok kepentingan tertentu seperti para ahli lingkungan. dan (4) mengatur diri sendiri atau melakukan penilaian sendiri (antarsejawat. Bagi suatu profesi. para profesional memerlukan nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang dapat digunakan sebagai pemandu perilakunya ketika menjalankan tugas profesional dan di luar penugasan profesional (dalam kehidupan pribadi). . Dalam kaitan ini. Akan tetapi kehati-hatian perlu dilakukan dalam menerpakan standar-standar hukum pada masalsah-masalah etika karena tiga hal. Kedua. Pertama. seringkali dengan suatu monopoli atau jasa yang ditawarkan. (2) mengatur keanggotaan pada profesi. Jika suatu profesi kehilangan kredibilitas di mata publik. Sumber panduan etika yang dapat dikatakan pasti tersedia adalah kode etik atau aturan perilaku yang ditetapkan oleh asosiasi profesi dan kode etik ini menduduki peringkat yang penting. akibatnya sangat serius. B.penjelasan mengenai hal ini. Pada akhirnya. tetapi bagi profesi secara keseluruhan. hukum umumnya ketinggalan dari apa yang oleh masyakat dianggap etis. harapan masyarakat terhadap suatu profesi adalah sangat tinggi dan menentukan wujud profesi tersebut. Kode etik lainnya bisa juga ada yang relevan seperti kode etik asosiasi perdagangan. kepercayaan menyangkut kompensi dan tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan adalah sangat penting. Dalam kenyataannya. Dengan perkataan lain. Para profesional dapat juga mengacu pada kasus-kasus hukum dan pertimbangan/pendapat pengacara dalam menginterprestasikan kewajiban hukum dan pertahanan diri. Prinsip-prinsip ini dapat diperoleh dari banyak sumber. Sumber-sumber Panduan Etika Salah satu ciri yang membedakan profesi dari pekerjaan lainnya adalah komitmen moral yang tinggi.

Sedang aturan tentang disiplin PNS terakhir diubah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 (terlampir). Ketiga . maka Kementerian Keuangan telah menyusun Nilai-Nilai Kementerian Keuangan (terlampir) yang menjadi acuan perilaku bagi seluruh unit eselon 1 dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Pada setiap unit eselon 1 juga sudah disusun Kode Etik yang khas untuk setiap unit eselon I (terlampir). Kode Etik ini berfungsi untuk mengatur perilaku PNS agar sesuai dengan norma-norma etis yang telah ditetapkan dengan sanksi yang jelas. sehingga tercipta PNS yang profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat.apa yang sesuai dengan hukum (legal)tidak selalu etis.kemungkinan tidak banyak keputusan yang relevan dan sesuai dengan kasus yang sedang dihadapi. maka PNS terikat oleh aturan-aturan di dalam profesinya yang disebut sebagai aturan kepegawaian. Namun hal pertama yang perlu dipelajari dalam aturan kepegawaan PNS adalah mempelajari Pokok-Pokok Kepegawaian dan aturan tentang disiplin PNS. Aturan Kepegawaian bagi PNS Sebagai sebuah profesi. Aturan tentang pokok-pokok kepegawaian PNS terdapat pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (ada pada lampiran). Kode Etik Eselon I pada Kementerian Keuangan Sebagai sebuah kementerian yang mempelopori reformasi birokrasi di Indonesia. Aturan kepegawaian dalam profesi PNS selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan. sehingga dapat digunakan sebagai acuan. C. D. .

Apa sesungguhnya profesi itu? 7. Apa saja yang merupakan sumber nilai-nilai etis bagi profesional? 9.SOAL-SOAL 6. Jelaskan tentang hal-hal yang utama yang terdapat dalam Undang-Undang Pokok Kepegawaian! 10. Apa saja Nilai-Nilai Kementerian Keuangan? Jelaskan! 11. Pelajaran apa yang dapat Anda ambil dari Kode Etik pada setiap Eselon 1 Kementerian Keuangan? . Apa ciri-ciri yang membedakan seorang profesional dengan orang yang menekuni pekerjaan biasa? 8.

com . dan Pelayanan Publik.blogspot.2008.Tangerang: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.DAFTAR PUSTAKA Undang-Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian Kusmanadji.Etika Profesi Pegawai Negeri Sipil Departemen Keuangan Republik Indonesia. Bisnis. Sarimah. Jakarta: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.Ucok. http://etikaprofesidanprotokoler.Etika. 2004. Profesi Akuntansi.