BAB IV SEJARAH PPPA DAARUL QUR’AN A. Latar Belakang Berdirinya PPPA Daarul Qur’an 1.

Sejarah Berdirinya PPPA Daarul Qur’an PPPA adalah singkatan dari Program Pembibitan Pengahafal Al-Qur’an. Didirikannya PPPA Daarul Qur’an berawal dari sebuah keinginan Ustadz Yusuf Mansur untuk memuliakan keluarga Allah di bumi. Keinginan itu berlandaskan pada Sabda Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa: “Allah mempunyai keluarga di antara manusia”. Para sahabatpun bertanya, “Siapakah mereka Ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al-Qur’an, merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya. (HR. Ahmad) Dengan niat itulah, pada tahun 2203 Ustadz Yusuf Mansur merintis Pondok Pesantren Daarul Qur’an dirumahnya yang sederhana, di daerah Ketapang, Tangerang. Di situ Ustadz Yusuf Mansur mengambil delapan santri laki-laki murid Ustadz H. Ahmad yang sedang kesulitan dana untuk operasional pesantrennya. Rumah keluarga Ustadz Yusuf Mansur akhirnya terlalu sederhana untuk mengembangkan “keluarga” Allah. Maka Ustadz Yusuf Mansur memberikan rejeki berupa sebuah kawasan di Kampung Bulak, Karang Tengah, Tengerang. Kawasan yang awalnya terdiri sejumlah bangunan yang hampir tidak terpakai lagi, kemudian ditata menjadi kompleks yang cantik. Dinamakan Pondok Pesantren Daarul Qur’an (Ponpes Daqu). Disinilah kedelapan santri pertama diasramakan. Kemudian ditambah dengan santri baru sehingga genap berjumlah 70 kader penghafal Qur’an. Pada tahun 2006, manajemen PPPA mulai dirintis. Hasilnya berdirilah Sekolah Daqu Kids (TK dan Playgroup) dan SMP Islam di Bulak Santri. Sedangkan di Ketapang berdiri Daqu School (SD) dan juga sedang

dibangun Sekolah Daarul Qur’an bertaraf internasional.42 Dengan kesederahaan, perlahan tetapi pasti. PPPA Daarul Qur’an mulai mengalami perkembangan dan kemajuan. Program pun mulai disosialisasikan ke masyarakat luas sebagai sebuah program bersama dan mengajak mereka untuk berpartsipasi dalam membibit dan mencetak penghafal Al-Qur’an. Pesantren Daarul Qur'an terus dikembangkan hingga kemudian menjadi Daarul Qur'an Internasional, dengan jenjang pendidikan mulai dari Toddler, Playgroup, TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi (Disiplin Ilmu IT atau Computer Science), dan Pesantren (Boarding). 43 Melihat pesatnya perkembangan PPPA, maka Wisatahati merasa perlu untuk menjadikan PPPA tidak hanya sebagai laboratorium shodaqoh saja, tetapi benar-benar menjadi lembaga shodaqoh yang independent dengan penanganan yang profesional oleh orang-orang profesional dan berpengalaman di bawah naungan Yayasan Daarul Qur’an Nusantara. Maka pada tanggal 29 Maret 2007 saat lounching logo PPPA Daarul Qur’an di Balai Sarbini, telah diresmikanlah PPPA Daarul Qur’an sebagai lembaga shodaqoh yang independent. Dan kini PPPA Daarul Qur’an telah memiliki 1.729 santri, beberapa lembaga pendidikan binaan seperti: Ponpes Daarul Qur’an, Daqu Kids dan SMPI Nasional Plus Daarul Qur’an di Kampung Bulak Santri Tangerang, Sekolah Daarul Qur’an Internasional, dari TK, SD, SMP dan SMA di Ketapang Tangerang, Ponpes Daarul Qur’an Cinagara Bogor, Ponpes Daarul Qur’an Lembang Bandung, STIKOM Antar Bangsa, Daqu Kids Semarang, Ponpes Daarul Qur’an Surabaya, dan akan dikembangkan Daarul Qur’an Solo, Jogjakarta dan beberapa daerah lainnya.44 2. Visi dan Misi PPPA Daarul Qur’an a. Visi PPPA Daarul Qur’an memiliki visi yaitu membangun genarasi qur’ani.
42 Aya Hasna, Memuliakan “Keluarga” Allah di Bumi, (Tangerang: PPPA News, Edisi 1 Tahun), h. 9-10. 43 Yusuf Mansur, Daarul Qur'an; Impian yang Terwujud, www.wisatahati.com, 23 Februari 2008, 05:49. 44 Jameel, Profesionalitas Laboratorium Sedekah, (Tangerang: PPPA News, Edisi 1 Tahun), h. 3.

46

b. Misi 1). Menciptakan para tahidz Al-Qur’an yang tidak hanya hafal tetapi faham akan kandungan Al-Qur’an. 2). Menciptakan para tahfidz Al-Qur’an yang memiliki perilaku hidup qur’ani. 3). Menciptakan para tahfidz Al-Qur’an yang selalu taat, cinta, berbakti dan selalu mendoakan orang tuanya. 4). Menciptakan generasi qur’ani yang hafal dan faham Al-Qur’an serta memiliki kemampuan IT. 3. Tujuan PPPA Daarul Qur’an Tujuan PPPA (Program Pembibitan Pengahafal Al-Qur’an)

Daarul Qur’an adalah
perilaku hidup yang qur’ani.

mendidik dan mencetak para penghafal Al-

Qur’an yang tidak hanya hafal dan faham Al-Qur’an, tetapi juga memiliki

46

Sekretaris Ketua Bendahara Mager Kepala Sekretariat Dewan Pendiri Manager Data Base Asset & Networking Keuangan Hendy IrawanAssisten Abdoel Rochimi,Sani & SDM Ahmad Jameel, SE S, S. Th.I M. Anwar SE.I, General Manager MA Ustadz Yusuf Mansur Rini K, SE Manager Yohana Susilowati, SE Tarmizi Endang W, SE Nur Diana Dewi, SE M. Yusuf, A.md.MI

4. Struktur Organisasi PPPA Daarul Qur’an

48

B. Sistem dan Manajemen PPPA Daarul Qur’an Sistem operasional PPPA Daarul Qur’an adalah sistem operasional yang berbentuk tradisional. Itu terlihat dari struktur lembaga PPPA Daarul Qur’an yang merupakan sebuah lembaga yang bernaung di bawah suatu yayasan yang bernama Yayasan Daarul Qur’an Nusantara. Tetapi tidak berarti bahwa lembaga ini adalah lembaga yang tidak profesional. Keprofesionalan lembaga ini dtunjukkan dari sejak awal pendirian Daarul Qur'an yang menjadi semacam Badan Wakaf yang kepemilikannya adalah bukan Yusuf Mansur dan keluarganya, melainkan PPPA. Artinya, ini bukan milik pribadi, melainkan milik bersama. Semua sistem operasional dan manajemen PPPA Daarul Qur’an di kelola secara bersama. Bila kemudian sekolah ini dengan segala institusinya kemudian menguntungkan, maka akan dikembalikan lagi untuk kemaslahatan ummat.45 Adapun sistem operasional PPPA Daarul Qur’an dalam menyeleksi santri yang mondok di PPPA Daarul Qur’an, melalui serangkaian seleksi yang ketat dan ketika lulus diterima menjadi santri PPPA Daarul Qur’an, nantinya mereka memiliki kewajiban menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an dalam hitungan juz. Segala biaya para santri ini dan biaya operasional pondok pesantren PPPA Daarul Qur’an didapatkan dari shodaqoh dan zakat yang diberikan oleh para donatur dan berbagai instansi perusahaan yang menjalin kerjasama kemitraan dengan Yayasan Daarul Qur’an Nusantara. Umat Islam yang ingin bershodaqoh untuk membantu para santri penghafal Al-Qur’an ini dapat memberikan donasi uang sejumlah Rp.20.000 setiap bulan atau bisa dalam bentuk wakaf tunai Rp.1.200.000 untuk 5 tahun sekaligus. Adapun mengenai manajemen yang dijalankan oleh PPPA Daarul Qur’an dalam mengelola lembaga ini tidak jauh berbeda dengan manajemen yang dijalankan oleh lembaga-lembaga lainnya, baik lemabaga yang sejenis dengan PPPA Daarul Qur’an maupun tidak sejenis. Manajemen yang digunakan seperti manajemen umumnya dipergunakan oleh lembaga lainnya, yaitu adanya perencanaan lembaga, pengorganisasian, pengarahan atau kepemimpinan, dan

45 Yusuf Mansur, Daarul Qur'an; Impian yang Terwujud, www.wisatahati.com, 23 Februari 2008, 05:49.

48

evaluasi.46 Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Perencanaan adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan lembaga secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

46 Ustadz Tarmizi (General Manager PPPA Daarul Qur’an), Wawancara, 17 Juli 2008, 13.30 WIB.

Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil. Pengarahan adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership). Pengevaluasian dalah proses pengawasan dan pengendalian performa lembaga untuk memastikan bahwa jalannya lembaga sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.47 Proses seperti itulah yang selalu menjadi acuan PPPA Daarul Qur’an dalam melakukan pembenahan terhadap manajemen lembaga. Sebagai bentuk keprofesionalan PPPA Daarul Qur’an sebagai sebuah lembaga pengelola dana shodaqoh, maka dilakukan bersamaan dengan setahun umur PPPA Daarul Qur’an, tepatnya 29 Maret 2007, di Balai Sarbini Jakarta ketika peluncuran logo PPPA Daarul Qur’an. Sejak itu, PPPA Daarul Qur’an terus melakukan gerakan pembenahan diri agar PPPA Daarul Qur’an lebih berkembang menjadi lembaga shodaqoh yang amanah dan profesional, baik dalam pengelolaan dana shodaqoh maupun dalam program-program yang diagendakan. Para amil pun terus dimotivasi agar melakukan yang terbaik untuk PPPA Daarul Qur’an. Para amil PPPA Daarul Qur’an diharapkan menggiatkan usaha dan kerja serta tidak lupa memasrahkan kepada Allah disertai do the best di seluruh rangkaian kerja dan usaha. Perjalanan satu tahun PPPA Daarul Qur’an merupakan pendewasaan dalam
47 Wikipedia Indonesia, Manajemen, http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen, 27 Juli 2008, 10:03:48.

45

berbuat dan lebih menebar manfaat. Aktifitas kerja yang dibangun sebagai bentuk pelayanan bagi umat dan dana shodaqoh yang terhimpun disalurkan untuk program pembibitan penghafal Al-Qur’an. Sebagai bukti keseriusan menajemen PPPA Daarul Qur’an, maka ditetapkanlah Bulak Santri sebagai field project dari program pembibitan penghafal Al-Qur’an. Dan juga mulai dikembangkan di daerah-daerah lain seperti Pondok Pesantren Daarul Qur’an Bogor, Pondok Pesantren di Lembang, Bandung, perwakilan PPPA di Jatim, Jateng, Jabar, Riau, dan juga Yogyakarta serta Solo. Ke depannya, manajemen akan terus melakukan pengembangan lain melalui program-program, agar manfaat shodaqoh yang terhimpun dapat dirasaka oleh lebih banyak lagi masyarakat. Dan manajemen juga terus meningkatkan kinerja dan aktifitas kerja sebagai sebuah bukti atas profesionalitas dari senuah lembaga.48

C. Upaya-Upaya Dalam Memasyarakatkan Shodaqoh 1. Media dalam Memasyarakatkan Shodaqoh yang dilakukan PPPA Daarul Qur’an Sebagai sebuah lembaga yang pada awalnya hanya sebagi laboratorium shodaqoh, PPPA Darrul Qur’an mengembangkan dirinya sebagai sebuah lembaga yang independent yang fokus pada pengelolaan dana shodaqoh. Untuk itu, PPPA menggulirkan program-program inovatif sebagai media dalam memasyarakatkan shodaqoh agar manfaat shodaqoh semakin menyetuh dan dapat dirasakan untuk masyarakat luas. Sebuah program yang digulirkan untuk menyediakan fasilitas umum seperti ; pendidikan, kesehatan, ibadah dan lain-lain yang bermanfaat untuk masyarakat melalui dana wakaf tunai. Melalui program ini PPPA Daarul Qur’an telah mendirikan Pondok Pesantren Daarul Qur’an di Bulak santri, Ketapang, Tangerang dan di Bogor. Selain Itu, PPPA juga telah mendirikan Daqu Kids di Semarang, Jateng.
48 Ustadz Tarmizi (General Manager PPPA Daarul Qur’an), Wawancara, 17 Juli 2008, 13.30 WIB.

45

a. Program PPPA Daarul Qur’an Sampai saat ini, PPPA DaarulQur’an membagi programnya menjadi 3 fokus, yaitu: 1. Pendidikan. Bantuan pendidikan diberikan dalam bentuk bantuan Beasiswa bagi duafa yang berprestasi. 2. Pemberdayaan. Merupakan proram yang bertujuan meningkatkan kualitas SDM mustahiq. Bantuan pemberdayaan diberikan berupa bantu modal atau pelatihan sesuai dengan potansi individu atau lembaga. 3. Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan. Program ini merupakan program bantuan kemanusiaan, seperti bantuan bencana alam maupun bantuan bagi mustahiq yang sakit. Selain itu, PPPA juga menggulirkan program yang bersifat berjangka waktu, antara lain: 1. Simpatik Guru

Program keprihatihan majlis iqra

ini

digulirkan nasib

sebagai guru Guru

wujud yang akan

terhadap dan masjid.

mengabdikan ilmunya di madrasah, TK atau TPA, Simpatik memberikan subsidi kepada 1000 guru perbulan. Mereka hanya membiasakan dan mengajarkan anak didik mereka untuk sholat dhuha, tahajud dan sholat sunnah lainnya selain ibadah fardhu.
2. Beasiswa Santri Qur’an Sebuah program kepedulian yang digulirkan untuk santri-santri yang kurang mampu yang bercita-cita ingin menjadi penghafal Al-Qur’an. Pada tahun

47

ini diharapkan PPPA dapat memberikan beasiswa kepada 1000 santri di berbagai pondok dan lembaga pendidikan lainnya. 3. Santri Gemar Membaca (SGM) Program ini digulirkan untuk mewujudkan mimpi sekolah, madrasah dan pondok pesantren yang belum memiliki perpustakaan. Perpustakaan adalah media yang tepat untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis. Program ini memberikan bantuan aneka ragam bacaan dan penyediaan perpustakaan serta memberikan pelatihan menulis dan jurnalistik kepada sekolah, madrasah dan pondok pesantren. 4. PPPA Training Center a. Sebagai pusat pelatihan dan konsultasi PPPA menggulirkan program: 1. Majelis Konseling Program ini digulirkan sebagai sarana masyarakat untuk berkosultasi mengenai masalah jodoh, hutang, anak dan lain-lain. 2. Pusat Kajian Qur’an Terpadu (PUQAT) Sebagai lembaga yang mempunyai tujuan mencetak penghafal Al-Qur’an, PPPA membuat kajian-kajian terpadu mengenai metode terkini dalam hal menghafal Al-Qur’an.

3. Q – Learn Menyediakan tenaga pengajar atau guru ngaji privat, dengan membuat link pengajar yang berdekatan dengan calon murid, setelah para guru ngaji mengikuti metode pelatihan dari PPPA Daarul Qur’an 5. Gerakan Wakaf Tunai (G-Waktu) Program ini digulirkan oleh PPPA Yayasan Daarul Qur’an Nusantara untuk memfasilitasi dan mengajak partisipasi masyarakat untuk berwakaf senilai Rp 5 juta atau Rp 10 juta dalam “Pembangunan Kawasan Terpadu Pondok Pesantren

47

Daarul Qur’an”.49 6. Seminar Kun Fayakuun Program dalam bentuk seminar ini bertujuan untuk mengupas bagaimana seseorang dapat menghadirkan kun fayakuun Allah dengan cara diatur dengan baik. Sebuah manajemen yang mengkombinasikan kajian spiritual yang dimantapkan dengan kajian tafsir tentang ayat innamaa amruhuu dengan kajian merengkuh kesuksesan dunia dan akhirat.50 2. Bentuk Pemanfaatan Dana Shodaqoh yang dilakukan PPPA Daarul Qur’an Adapun sebagai sebuah perwujudan dari hasil dana shodaqoh yang sudah terkumpul, maka PPPA Daarul Qur’an memanfaatkan dana shdaqoh itu dalam bentuk “Pembangunan Kawasan Terpadu Pondok Pesantren Daarul Qur’an”. Diantaranya adalah: 1. Sekolah Daarul Qur’an Internasinal Sekolah Daarul Qur'an Internasional awalnya hanya dikhususkan untuk anak-anak santri atau anak-anak didik yang diberikan full beasiswa oleh PPPA (Program Pembibitan Penghafal al Qur'an). Sekolah Daarul Qur'an Internasional, menyelenggarakan jenjang pendidikan mulai dari Toddler, Playgroup, TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi (Disiplin Ilmu IT atau Computer Science), dan Pesantren (Boarding). 2. Daarul Qur’an Kids (Daqu Kids) Daqu Kids adalah sekolah tingkat taman kanak-kanak dan Playgroup berstandar internasional. Sekolah tersebut didesain dengan arsitektur minimalis yang tampak megah dan nyaman dihiasi dengan bambu yang rindang dan rumput yang hijau. Bangunan Daqu Kids dilengkapi dengan fasilitasi berbagai arena permainan bertaraf international seperti: kolam renang, kolam ikan, papan titian, jembatan gantung, wall climbing dan flying fox. Dalam melakukan proses belajar dan mengajar, PPPA Daarul Qur’an membantu operasional pendidikan dan memberikan bea study untuk siswa atau siswi yang kurang mampu untuk
49 Redaksi, Gerakan Wakaf Tunai, (Tengerang: PPPA Darul Qur’an, 2008), h. 2-4. 50 Darmawan, Seminar Kun Fayakuun, (Tangerang: PPPA News,Edisi 1 Tahun), h. 7.

49

mengenyam pendidikan di Daqu Kids. 3. Daarul Qur’an School (Daqu School) Daqu School adalah sekolah tingkat SD bernuasa natural dan bersahaja ini dibangun untuk anak-anak yang memerlukan pendidikan terbaik. Didesain dengan kesan sederhana dan bersahabat. Bangunan ini terdiri dari 4 ruang kelas, 1 ruang kantor dan sebuah musholla. Daqu Shcool juga mendapatkan bantuan operasional pendidikan dan PPPA juga memberikan bea study untuk siswa atau siswi yang kurang mampu setelah mereka lulus seleksi. 4. SMP Islam Daarul Qur’an (SMPI Daqu) SMPI Daqu adalah sekolah tingkat menengah pertama yang dibangun 2 lantai dengan jumlah 10 ruang kelas. Sekolah ini diperuntukkan bagi para santri PPPA Daarul Qur’an untuk mencetak dan membibit penghafal Al-Qur’an yang merupakan salah satu program yang dikedepankan oleh Yayasan Daarul Qur’an Nusantara. Para santri berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti: Papua, Jatim, Jateng, Jakarta, Lampung, Jabar, Tangerang dan daerah lainnya. Para santri merupakan anak-anak yang kurang mampu namun mempunyai semangat belajar yang kuat dan memiliki potensi akademik yang baik. 5. STEMIK Antar Bangsa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STEMIK) Antar Bangsa merupakan lembaga pendidikan tinggi yang ikut serta dalam menghasilkan lulusan yang memiliki spiritualitas (keseimbangan antara intelektual, integritas moral dan iman) dan membangun generasi qur’ani yang menguasai teknologi serta mampu menjawab tantangan zaman dan bersaing dalam era globalisasi. Sekolah ini bertujuan membangun generari qur'ani yang mengusai teknologi dengan mengedepankan pengusaan teknoogi informatika yang berlandaskan spiritual dan menyatukan akhlaqul karimah. diharapkan mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di STIMIK Antar Bangsa, mampu berinteraksi dengan dunia usaha, mengusai ilmu terapan khususnya teknologi dan berakhlalqul karimah serta melibatkan Allah dalam setiap urusannya. Untuk mahasiswa yang berprestasi dan penghafal Al-Qur'an, PPPA Daarul Qur'an telah menyiapkan

49

beasiswa.51 6. Pondok Pesantren Daarul Qur’an Pondok Pesantren Daarul Qur’an adalah sebuah lembaga pendidikan modern yang bertujuan menghasilkan para penghafal Al-Qur’an. Memiliki jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai tingkat sekolah menengah atas. Pondok ini diperuntukan bagi para santri yang kurang mampu dengan bantuan beasiswa dan juga bagi para santri non-beasiswa. 7. Perpustakaan Sekolah Gratis Perpustakaan sekolah gratis merupakan bangunan bantuan dari PPPA Daarul Qur’an. Perpustakaan tersebut diperuntukan bagi sekolah atau pondok yang belum memiliki fasilitas perpustakaan. Bantuan yang diberikan berupa bangunan dilengkapi dengan buku-buku pelajaran dan bacaan serta komputer yang dilengkapi dengan program bahasa arab, qur’an, hadits, tafsir dan fikih empat mazhab. Bantuan pembangunan perpustakaan sekolah gratis tersebut telah dilakukan di beberapa sekolah, diantaranya di Ponpes Al-Sabily kampung Secang desa Sukatani kecamatan Cisoka kabupaten Tangerang Banten. Yang diberikan bantuan senilai Rp. 12 juta untuk penyelesaian bangunan, koleksi buku dan satu set komputer berserta program bahasa arab, qur’an, hadits, tafsir dan fikih empat mazhab. Bantuan perpustakaan juga diberikan kepada MTs As-Syafi’iyah 06 Pondokmiri, Rawakalong Gunung Sindur Bogor.52

51 Agus Rasidi, PPPA Daarul Qur'an Membuka Sekolah Tinggi, http://www.mailarchive.com/jamaah@arroyyan.com/msg06243.html, 27 Juli 2008, 10:03:48. 52 Ustadz Tarmizi (General Manager PPPA Daarul Qur’an), Wawancara, 17 Juli 2008, 13.30 WIB.