PENGALAMAN NYERI INTRAPARTUM A. Tinjauan 1.

Nyeri intrapartum merupakan pengalaman subjektif tentang sensasi fisik yang terkait dengan kontraksi uterus, dilatasi dan penipisan serviks, serta penurunan janin selama persalinan dan kelahiran 2. Respons fisiologis terhadap nyeri meliputi peningkatan tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, keringat, diameter pupil, ketegangan otot (misalnya ketegangan muka atau tangan mengepal) atau aktivitas otot (misalnya, bergerak dengan cepat, berbalik, atau berputar). 3. Ekspresi nonverbal nyeri bisa meliputi menarik diri, bermusuhan, takut, atau depresi. 4. Ekspresi verbal nyeri bisa meliputi pernyataan rasa sakit, mengaduh, dan mengeluh. B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Nyeri Pascapartum 1. Pengalaman sebelumnya dengan stimulus amat nyeri dan harapan personal terhadap pengalaman kelahiran. 2. Konsep budaya tentang nyeri, terutama selama kelahiran bayi, dan dan bagaimana seseorang seharusnya berespons. 3. Kontraksi uterus progresif dengan cepat. 4. Takut, cemas, dan letih C. Penyebab Fisiologis Nyeri Intrapartum 1. Anoksia uterus karena penekanan sel-sel otot karena kontraksi 2. Kompresi saraf ganglia pada serviks dan segmen bawah uterus selama kontraksi 3. Peregangan serviks selama dilatasi dan penipisan 4. Penarikan, peregangan, dan pergeseran perineum 5. Tekanan pada uretra, kandung kemih, dan rectum selama penurunan janin 6. Distensi segmen bawah uerus 7. Peregangan ligament-ligamen uterus D. PENATALAKSANAAN NYERI INTRAPARTUM 1. Tinjauan a. Tujuan penatalaksanaan nyeri intrapartum adalah memberikan peredaan nyeri yang maksimal, dengan keamanan yang maksimal untuk ibu dan bayinya. b. Memudahkan persalinan dan melahirkan sebagai pengalaman keluarga yang positif. c. Peredaan nyeri isa diperoleh dengan metode kelahiran bayi yang disiapkan (misalnya, Lamaze), analgesic, atau anesthesia regional. d. Intervensi untuk mengurangi nyeri selama persalinan bergantung pada factor-faktor berikut ini : i. Usia gestasi janin ii. Frekuensi, durasi, dan intensitas kontraksi iii. Kemajuan persalinan iv. Respon ibu terhadap nyeri dan persalinan v. Alergi dan sensitivitas terhadap analgesic dan anesthesia 2. Penatalaksanaan Nyeri Nonfarmakologi

b. 3. Mendorong teknik-teknik yang dipelajari di kelas persiapan kelahiran bayi. Trankuiliser meberikan efek sedasi aktif dan analgesic dan obat-obatan sedative diperlukan untuk menghasilkan efek yang dihasilkan.a. stimulasi kutaneus. Intervensinya meliputi : i. Efek samping untuk neonatus adalah depresi system saraf pusat. dengan efek depresif pada neonatus yang terjadi 2 sampai 3 jam setelah penyuntikan intramuscular. . menurunkan tekanan eksternal. dan vertigo. Memberikan informasi tentang kemajuan persalinan ii. Penatalaksanaan nyeri secara Farmakologik a. Metode kelahiran bayi dengan persiapan dapat membantu klien untuk lebih memiliki control dan rileks. iii. Intervensi yyang bertujuan untuk mendukung klien selama perslinan mungkin sangat membantu. iii. Analgesic sistemik merupakan obat-obatan sistemik yang sangat mudah menembus sawar plasenta. muntah. nalokson [Narcan]) harus siap tersedia bila depresi pernapasan pada Ibu dan bayi baru lahir v. Barbiturat i. depresi pernapasan ringan. Efek pada janin adalah penurunan denyut jantung janin (DJJ) dan penurunan variabilitas. distraksi. iv. Efek samping pada ibu meliputi mual. jika kelahiran diantisipasi dalam 2 sampai 3 jam. Analgesik Narkotik memberikan pengurangan nyeri yang efektif dan sedasi ringan i. dan kerusakan mental sementara. mengangkat abdomen. ii. mengejan. membantunya berkolaborasi dengan kontraksi. Dosis dipertahankan dalam dosis efektif yang paling kecil. Transfer cepat barbiturate melewati sawar plasenta dan kurangnya antagonis untuk melawan efek-efek tersebut membuat obat ini secara umum tidak cocok digunakan untuk persalinan aktif. Obat-obatan ini menurunkan kecemasan dan gelisah yang berhubungan dengan nyeri dan kadang-kadang mengurangi mual yang berhubungan dengan narkotik analgesic ii. muntah. c. Membimbing metode pernapasan. Hypnosis dapat berguna untuk beberapa klien c. risiko narcosis neonatus dapat mencegah penggunaan anlgesik vi. dan tertundanya pemberian makan (missal karena reflex mengisap yang buruk atau tekanan mengisap yang buruk). Obat-obatan ini menyebabkan sedasi dan relaksasi ibu ii. efek pada neonatal adalah rendahnya nilai Apgar dan depresi pernapasan. ini dapat memperpendek persalinan b. Antagonis narkotik (misalnya. mengantuk yang lama. iii. Keputusan untuk memberikan analgesic narkotik didasarkan pada hasil pemeriksaan vagina. dan relaksasi. hipotensi. iv. gelisah. Trankuiliser i. Efek samping dari obat ini untuk ibu adalah mual.

menetapkan lairan intravena yang reliable. dan infiltrasi local. dan menolak untuk menyusu pada beberapa hari pertama. alergi. dan pusing. Efek samping pada janin meliputi takikardi dan meliputi hilangnya variabilitas denyut ke denyut yang normal pada pemantauan elektronik jantung janin. intravena. hipotermia.Efek samping pada ibu jika menggunakan Trankuiliser meliputi hipotensi (yang selanjutnya menurunkan sirkulasi feto plasenta). dan kegagalan anesthesia sebagian atau total. v. Tipe dari anesthesia regional meliputi blok spinal. Anestesia Umum (inhalasi. . Reaksi yang merugikan dapat meliputi hipotensi Ibu. Sedangkan efek pada bayi yang baru lahir adalah meliputi hipotonia. mengantuk umum. blok pudendal. iv. paraservikal. ii. atau reaksi toksik. Anestesia-Regional (Anestesia Konduksi) i. epidural. paralisis pernapasan. Tanggung jawab keperawatan selama pemberian anesthesia regional meliputi : membantu ahli anesthesia sesuai dengan prosedur. missal dinitrogen oksida dan halotan. siap dengan medikasi dan peralatan jika terjadi situasi kedaruratan e. Blok ini memberikan pengurangan nyeri dengan agens anestetik yang disuntikkan pada jalur saraf sensorik. missal pentothal) biasanya digunakan selama kelahiran bayi hanya jika suatu kedaruratan seksiosesaria menjadi penting. mengantuk. iii. d. iii. iv.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful