Adab ketika Bersafar/Bepergian Jauh

Dari Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu- dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Safar itu merupakan penggalan dari adzab, (karena safar) niscaya akan membuat salah seorang dari kalian terhalang untuk makan, minum dan tidur. Maka jika seseorang telah selesai urusannya maka hendaklah ia segera kembali kepada keluarganya.”1 Di antara adab-adabnya : 1. Disunnahkan berpamitan lebih dulu bagi orang yang hendak pergi. Disunnahkan bagi musafir untuk berpamitan kepada keluarga, kerabat dan ia saudara-saudaranya. berpamitan kepada Berkata Ibnu Abdil karena Barr – rahimahullah-: “Jika salah seorang dari kalian keluar bersafar maka hendaklah saudaranya, Allah -Subhanahu wa Ta`ala- menjadikan padadoa mereka barakah.” Berkata Asy-Sya`bi –rahimahullah-: “Sunnahnya jika seseorang datang dari safar untuk mengunjungi saudaranya dan menyalaminya, kemudian jika ia hendak bersafar adalah mendatangi mereka dan berpamitan serta mengharapkan doa mereka.”2 Berpamitan sebelum menjalankan safar, terdapat sebuah sunnah yang telah terabaikan. Sangat sedikit orang yang mengamalkannya, yakni seorang musafir berpamitan dengan mengucapkan doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana diriwayatkan oleh Qaz`ah, dia berkata: Ibnu Umar berkata kepadaku: “Kemarilah, akan saya berpamitan kepada engkau sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpamitan kepadaku, yaitu beliau mengucapkan doa :
. HR. Al-Bukhari, no. 1103, Muslim, no. 1927, Ahmad, no. 7184, Ibnu Majah, no. 2886, Malik, no. 1835, dan Ad-Darimi, no. 2670. 2 . Al-Adab Asy-Syar`iyyah (1/450).
1

“Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanatmu, dan akhir amalanmu.”3 Sabda beliau, ( Aku titipkan kepada Allah agamamu ), maksudnya yaitu: Aku minta engkau minta engkau menjaga dan aku minta kepada Allah agar menjaga agamamu. Adapun (dan amanahmu ), berkata AlKhaththabi –rahimahullah-: “Amanat di sini berarti keluarganya/istrinya dan orang-orang yang ditinggalkannya, dan hartanya yang ditinggalkan serta meminta kepada orang yang dipercaya olehnya serta wakilnya dan semua yang semakna dengan hal tersebut untuk menjaga harta tersebut. Penyertaan penyebutan agama bersamaan dengan ucapan berada berpamitan, dalam disebabkan safar adalah tempat seseorang kekhawatiran dan bahaya. Terkadang

seseorang akan tertimpa hal-hal yang mneyusahkan dan keletihan yang menyebabkan dia akan mengabaikan beberapa eprkara yang berkaitan dengan agama. Olehnya itu, didoakan baginya agar mendapatkan pertolongan dan taufiq dalam dua keadaan tersebut ”4 Dari Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhu- berkata: “Seseorang hendak safar, maka ia mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Wahai Rasulullah, berilah wasiat kepadaku.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku wasiatkan kepadamu untuk selalu bertaqwa kepada Allah ‘azza wajalla, dan bertakbir setiap melewati jalan yang menaik.” Setelah orang tersebut berlalu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ya Allah, hamparkalah baginya bumi safarnya.”5
. HR. Abu Daud, no. 2600, dan di shahihkan oleh Al-Albani –rahimahullah-. Ahmad, no. 4510, At-Tirmidzi, no. 3442, dan Ibnu Majah, no. 2826. 4 . ‘Aunul Ma`bud Syarh Sunan Abu Daud, jilid 4 (7/187). 5 . HR Al-Baghawi, dan beliau –rahimahullah- menghasankannya. No. 1346 (5/143).
3

dan mudahkanlah

Ketiga: Bahwa larangan tersebut juga umum mencakup yang indikasi peringatan beliau bagi seseorang yang bersafar berkendaraan maupun yang berjalan kaki. 4734. berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: . no. Dibencinya safar sendirian Terdapat hadits Abdullah bin ‘Amr -radhiallahu ‘anhuma-.” Sebagai penyebutan sesuatu yang dominan terjadi. Kedua: Bahwa larangan bersifat umum baik di waktu malam maupun di waktu siang. no. 3768. 2679. 2998. Larangan safar sendirian juga terdapat dalam hadits Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash -radhiallahu ‘anhuma-. Niscaya tidakseoragpun yang akan melakukan safar diwaktu malam sendirian mengabarkan kepada ummat beliau segala marabahaya yang akan terjadi sebagai akibat seseorang bersafar sendirian yang telah beliau ketahui sendirian. Ibnu Majah. Seperti pada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “ Niscaya tidak seorangpun yang berkendara diwaktu malam. no. bersabda: “Sekiranya manusia mengetahui apa-apa yang terjadi sewaktu bersafar ”6 Didalam hadits ini terdapat beberapa faedah. HR Al-Bukhari no. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pengkhususkan malam yang disebutkan dalam hadits di atas karena keburukan-keburukan di waktu malam lebih banyak dan bahayanya lebih besar. diantaranya: Pertama: Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah sendirian sebagaimana yang aku ketahui. 1273.2. Ahmad. At-Tirmidzi. Disebabkan seorang yang berjalan kaki semakna dengan seseorang berkendaraan. Wallahu A`lam. dan Ad-Darimi. 6 . no.

dan yang bersafar bertiga maka dia yang dinamakan bersafar. mereka bisa saling tolong-menolong. Beliau berkata: “Seorang yang safar sendirian. no. mengkafaninya dan mempersiapkan segala perngurusan jenazahnya. 1831. 2709. saling melindungi dan mereka dapat shalat berjamaah serta mereka akan memperoleh penjagaan padanya. yaitu suatu perbuatan yang muncul dari dorongan syaithan dan ajakannya. 7/191. Demikian juga dengan safar hanya berdua. no. 8 ‘Aunul Ma`bud. Atau tidak ada seorangpun yang menyertainya didalam safar tersebut yang akan menolong bawaanya.“Yang bersafar sendirian maka temannya adalah syaithan. jika ia meninggal tidak ada yang memandikannya. Abu Daud. dan yang bersafar hanya berdua maka temannya adalah syaithan. no. At-Tirmidzi. Ahmad. 1674. 7 .”8 3. Dan tidak ada seorangpun yang dapat diwasiatkan kepadanya hartanya dan yang mengantarkan warisannya kepada keluarganya dan menyampaikan kabar keberadaaya kepada mereka. no. Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri -radhiallahu ‘anhubahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: HR. 2607. Maka jika telah bertiga dalam safarnya. dan dihasankan oleh Al-Albani –rahimahullah-. Maka jika telah bertiga inilah perjalanan secara fberkelomok dan saling menemani. dan Malik. jilid keempat. Disunnahkan mengangkat pemimpin jika safarnya tiga orang atau lebih Syariat mengajak untuk bersatu dan melarang perpecahan karena syariat menganjurkan demikian serta menganjurkan hal yang demikian.” Berkata Al-Khaththabi –rahimahullah-: 7 maknanya bahwa sendirian dan bepergian seorang diri melintasi perjalanan dimuka bumi adalah termasuk perbuatan syaithan. saling bergiliran dalam menjaga.

Abu Daud.”9 Apabila pada safar tersebut terdapat perkara-perkara yang adanya kebersamaan sesama yang melakukan safar dan slaign ketergantungan diantara mereka . Apabila mereka telah melakukan yang demikian maka akan dihasilkan persatuan sesama mereka. no. Kemudian wajib atas mereka untuk mentaatinya dan mengikuti segala yang ia perintahkan selain bukan perintah untuk berbuat maksiat kepada Allah -Subhanahu wa Ta`ala-. 4. Anjuran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengangkat satu pemimpin di antara mereka ketika bersafar merupakan peringatan untuk bersatu di bawah satu kekuasaan. 2607. serta adanya ketenangan di dalam hati mereka. Dilarang membaawa anjing dan lonceng dalam safar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari membawa anjing dan lonceng dalam safar. Dan juga kan tercapai penyelesaian segala bentuk urusan dan keperluan mereka dialam safa mereka tanpa adanya kesusahan dan mencegah kebencian terjadi ditengah-tengah mereka. Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhumeriwayatkan bersabda: bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam HR.“Jika tiga orang keluar untuk safar maka angkatlah salah satu di antara kalian sebagai pemimpin.” 9 . dan berkata Al-Albani –rahimahullah-: “Hadits hasan shahih. maka disukai kepada para musafir -yang jumlahnya tiga orang atau lebih tersebut. Wallahu A`lam.untuk mengangkat salah seorang dari mereka sebagai pemimpin yang akan membimbing dan mengarahkan mereka bagi kemaslahatan mereka.

no. 2555.”12 An-Nawawi –rahimahullah. 8565. no. Alat musik (Al-Jaras). Dalam hal ini terdapat jelas dalam riwayat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Terompet adalah merupakan seruling syaithan. Ahmad. Diantara ulama ada yang berpendapat bahwa ketika larangan untuk memelihara anjing – selain anjing penjaga dan pemburu – dimana yang menjadikan anjing sebagai peliharaan akan diberi balasan bahwa para malaikat akan menghindari menemaninya yang kemudian dia akan terhalangi dari barakah para malaikat. Abu Daud. Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Malaikat tidak akan menemani musafir yang membawa alat musik dan menabuhnya…. dan Ad-Darimi. no. At-Tirmidzi. yang dikuatkan dengan banyak riwayat dengan lafazh seruling syaithan. yaitu alat yang ditabuh. 10 .13 Adapun anjing maka terjadi perbedaan pendapat dalam sebab larangan membawa anjing dalam safar. dan Abu Daud. 2676. maka malaikat tidak akan menuyertai? Yang nampak bagiku –wallahu a`lam. Syarh Muslim Jilid keenam (14/78). no.” (Lisanul Arab 6/36) dalam kata: jarasa. 2113. 12 .“Malaikat tidak akan menemani safar seseorang yang ditemani anjing dan membawa lonceng/alat musik.bahwa hal itu tidak ada bedanya. no. Saya Katakan: “Jika sebab keenggan para malaikat menemaninya dalam safarnya. 7512. Diantara ulama ada yang berpendapat sebabnya karena suaranya yang dibenci. no. 2114. no. 1703. 2556.10”11 Sebab dilarangnya lonceng karena itu merupakan terompet syaithan. 11 . 13 . HR. HR.mengatakan: “… Adapun al-jaras (lonceng) dikatakan sebagai sebab berpalingnya atau larinya malaikatdikarenakan menyerupai lonceng gereja atau dikarenakan termasuk gantungan yang terlarang. no. Kemudian apakah bisa dikatakan jika ia membawa alat musik. karena dia membawa serta lonceng yang merupakan seruling syaithan. ampunan dan bantuan mereka dalam rangka ketaatan Muslim dan selainnya dari hadits Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhu-. Dan ajrasahu yaitu menabuhnya. Muslim. Muslim. Ahmad. beliau berkata: .

1088. HR. 1170. no. no. Ada yang berpendapat larangan tersebut disebabkan anjing adalah hewan yang najis. Ahmad. 2899. 14 15 . no.”15 Dari Ibnu Abbas -radhiallahu ‘anhuma-. no. Dikarenakan akan menjadi penyebab terjadinya fitnah pada dirinya dan kaum laki-laki yan berada disekitarnya. dia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak halal setiap laki-laki berkhalwat – berduaan – denganseorang wanita. no. dan tidak boleh bagi wanita bersafar kecuali bersama mahramnya.14 Wallahu a`lam. Lihat Aunul Ma`bud jilid 4 (7/162). Ibnu Majah. Dilarang bagi wanita safar tanpa ada mahram Syariat yang suci melarang seorang wanita safar sendirian tanpa ditemani mahram.7181. no.kepada Allah -Subhanahu wa Ta`ala-. Al-Bukhari. no.berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bersafar dalam jarak sehari semalam tanpa didampingi mahram.” Dalam lafazh Muslim: “Tidak halal bagi wanita Muslimah untuk safar dalam jarak semalam kecuali bersamanya seorang laki-laki yang merupakan mahramnya. 1833. 1733. . Abu Daud. 5. Muslim. Terdapat hadits-hadits yang shahih yang tidak ada kelemahan padanya serta tidak ada celah untuk melemahkannya atau mentakwilkannya. dan Malik. 1339. At-Tirmidzi.” . Asy-Syaikhan dan selain keduanya meriwayatkan bahwa Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhu.

mengatakan: “Dalam hadits tersebut terdapat didapati perintah mendahulukan yang lebih penting pada beberapa perkara yang saling kontardiktif. An-Nawawi –rahimahullah. no. saudaranya ataupun mahram wanita tersebut selain dari mereka. HR. Syarh Shahih Muslim jilid 5 (9/93). no. Karena berjihad dapat dikerjakan orang selain dirinya berbeda halnya dengan ibadah haji menemani istrinya”17 Syubhat: Seringkali terdengar ddari pembicaraan sebagian kaum muslmin bahwa safarnya wanita sendirian di zaman ini adalah darurat yang tidak dapat terelakkan. 17 . 2900. temani istrimu berhaji. Baik itu suaminya. Ahmad. 1341. Muslim.Maka seorang laki-laki berkata: “Wahai Rasulullah. no. bapaknya. Ini merupakan dalil yang cukup jelas menunjukkan haramnya safar wanita tanpa ditemani mahramnya. beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengedepankan agar laki-laki tersebut berhaji bersama istrinya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pergilah.”16 Sebagaimana anda telah lihat bahwa larangan yang melarang seorang wanita safar dalam jarak sehari semalam tanpa mahram demikian jelasnya. no. Kondisi zamanpun mengharuskan hal itu Mereka berargumen bahwa bersendirinya wanita sewaktu safar telah tertiadakan ketika wantia tersebut bersafar dengan menggunakan pesawat atau kereta api dan yang smeislanya. Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan seorang laki-laki yang telah terdaftar dalam perang untuk berjihadpun agar mendahulukan mengantar istrinya berangkat haji. Al-Bukhari. 3002. 1935. dan Ibnu Majah. aku telah terdaftar untuk ikut perang ini dan itu sedang istriku akan melakukan haji. 16 . Salah seorang dari . Karena sewaktu laki-laki tersebut bepergian untuk menunaikan jihat bertabrakan dengan kewajiban untuk mennerjakan haji menemani istrnya.

19 . mudah terpedaya. Takutlah kalian kepada wanita karena awal fitnah yang telah menimpa Bani Israel adalah karena fitnah wanita. Dan sesungguhnya Allah telah menjadikan kalian sebagai khalifah diatas dunia ini maka lihatlah bagaimana kalian beramal. Sampai jika ia mengingkari yang demikian penyeru emansipasi wanita di zaman ini sedangkan ia tahu hakikat dirinya.”18 Maka jika dibiarkan wanita safar sendirian tanpa mahram dan bekerja bersama dengan kaum laki-laki yang berada disisinya. terlebih dahulu perlu untuk mendudukkan persoalan yang sebenarnya tanpa melebarkannya. 2742. no. 19 . Akan tetapi yang dikhawatirkan olehnya hanyalah kemunduran dan penyelesihan. Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang serta memperingatkan kita dalam sabdanya: “Sesungguhnya dunia itu suatu yang indah dan menarik. no. lalu wanita tersebut memegang tampuk kepemimpinan. dan senantiasa butuh perlindungan laki-laki dan bantuannya dalam segala aspek kehidupannya. At-Tirmidzi. 10759. sesungguhnya hal itu merupakan peringatan suatu musibah akan menimpa kita sebagaimana musibah yang telah menimpa Bani Israil –kita mohon perlindungan kepada Allah Kedua. cepat terpengaruh. Hingga mengikuti perkembangan zaman seperti halnya wanita eropa yang maju !! Harus dapat bepergian sendiri 18 . Ahmad. yang tidak ada ada bandingannya. Muslim. no.mereka mungkin akan mengatakan: “Apa yang melarang jikalau saya sendiri yang mengantarkan istriku menuju bandara dan memastikannya telah menaiki pesawat kemudian setelah sampai ia dijemput saudaranya di tempat tujuannya?” Jawab: Pertama. Yakni bahwa wanita adalah makhluk yang lemah. no. 2191. HR. dan tahu taqdir lemahnya. Fitnah wanita merupakan sbesar-besar finah yang telah menimpa umat-umat yang telah lampau. 4000. Yang ini merupakan sunnatulllah dalam hal penciptaannya. dan Ibnu Majah.

Dan siapa saja yangmengatakan khalwat akan tertiadakan dengan menaiki pesawat maupun sejenisnya yang merupakan alat angkut umum. . Disunnahkan safar pada pagi hari kamis. perkara ini akan semakin bertambah berbahaya dan fitnahnya akan semakin besar. serta mereka yang matanya penuh dengan pengkhianatan sangatlah banyak. apabila seorang wanita tidak melakukannya maka diapun tertuduh telah menyelisihih emnasipasi !.Apabila hal itu juga disertai kelemahan iman dan agama yang ada didalam hati sebagian besar kaum laki-laki. Adapun mengantarkannya sendirian mengendarai pesawat misalnya sebagai sebagai sarana bepergian menuju negeri lainnya dan dijemput di negeri tujuan. makan dan minumnya ?! 6. pemisalan seperti ini dan yang semisalnya dapat dijawab : Apakah anda mengetahui jikalau pesawat yang ditumpanginya dengan terpaksa mesti mendarat kesebuah negeri lain selain tujuan yang dimaksud karena adalah kerusakan pada pesawat tersebut – yang mana hal ini seringkali terjadi -. maka dimanakah muhrimnya ? Dan siapakah yang akan melayaninya mengurusi penginapan. Semoga Allah memberi kami dan mereka rizki untuk konsisten dijalan yang lurus. seperti mereka. Sementara diluar itu semua. Pendapat tersebut akan terbantahkan bahwa duduknya wanita tersebut berada disampin laki-laki asing. Lebih buruknya lagi sekiranya para musafir tersebut dengan sangat terpaksa mesti menginap sehari atau dua hari dinegeri ini. berpakaian layaknya mereka berpakaian. berbicara langsung dengan mereka ketika hendak memenuhi kebuuhannya terdapat hal yang diinginkan. wanita tersebut tidak seorangpun yang mengawasinya – berupa mahramnya – dan menjaganya. Orang-orang yang hatinya sakit sangatlah banyak. bekerja disamping kaum laki-laki.

dan dishahihkan Al-Albani –Rahimahullah-. Sekiranya dikatakan: setelah terdengar adzan shalat jumat adalah lebih utama. no. Sehingga dia menjadi kaya raya dan hartanya menjadi sangat banyak.Termasuk petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sekian banyak safar beliau bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai keluar untuk safar pada pagi hari kamis. At-Tirmidzi.dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Al-Bukhari. Dari Ka`ab bin Malik -radhiallahu ‘anhu-: “Bahwa nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar pada hari kamis pada waktu Perang Tabuk dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai keluar bersafar pada hari kamis. 15354. dan ini merupakan lafazhnya. 1212. dan Ad-Darimi. 2950. no.” Dan jika beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus pasukan. mereka diutus pada waktu pagi hari.21 Masalah: Apa hukum safar di hari jumat? Jawab: Mazhab Hanabilah berpendapat: Tidak diperbolehkan bagi seseorang yang dikenai kewajiban shalat jum’at melakukan safar pada hari jumat setelahmatahari tergelincir. no. berikan barakah pada ummatku di waktu pagi mereka. Ibnu Majah. HR. . no. HR. Dan Shakhr sendiri adalah seorang pengusaha dan sering mengutus perdagangannya pada waktu pagi hari. no.memerintahkan untuk memenuhi pangilan adzan pada hari jumat setelah terdengan adzan shalat jumat dan .” Pada riwayat Ahmad: “ Sangatlah jarang apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak keluar untuk suatu perjalanan kecuali beliau lakukan pada hari kamis “20 Dari Shakhr Al-Ghamidi -radhiallahu ‘anhu. 20 21 . 2236. no. Abu Daud. berkata: “Ya Allah. dan Ahmad. 2606. karena Allah -Subhanahu wa Ta`ala. 15012. Ahmad. no. 2435.

.Berarti hukum safar terseut bergantung dengan adzan.” Kemudian membaca doa: “Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal 13-14). Syarh Al-Mumti` (5/27-29).22 7. Doa-doa ketika bersafar Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah senantiasa membiasakan berdoa dan berdzikir. kami akan kembali ” (Az-Zukhruf: 22 . Ketika ia meletakkan kakinya di ontanya ia berdoa: “ Dengan menyebut nama Allah.berfirman: “ Wahai orang-orang yang beriman. maka bersegeralah untuk berdzikir kepada Allah dan tinggalkanlah jual beli kalian. kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Musafir mengucapkannya dimulai sejak meletakkan kakinya di kendaraannya sampai ia kembali ke tempat semula. berkata: “Aku menyaksikan Ali -Radhiallahu ‘anhu-saat didatangkan unta kepadanya sampai ia menaikinya.meninggalkan jual beli. apabila telah diserukan adzan untuk mengerjakan shalat pada hari jum’at. Hal itu akan lebih baik bagi kalian apabila kalian mengetahuinya “ ( Al-Jumu’ah : 9 ) Akan tetapi dapat dikatakan: Bahwa tergelincirnya matahari merupakan sebab wajibnya shalat jumat dan dengan berpedoman pada tergelincirnya matahari maka masuklah waktu shalat jumat. Allah -Subhanahu wa Ta`ala. Dan sesungguhnyalah kepada Rabb kami. Di antara doa-doanya adalah: a. Doa ketika naik kendaraan Dari Ali bin Rabi`ah -radhiallahu ‘anhu-.

Sebanyak tiga kali. Abu Daud. 23 .Kemudian beliau mengucapkan: “Segala puji hanya bagi Allah “. Kemudian beliau mengucapkan: “Maha Suci Engkau Ya Allah. no. 1602. Kemudian beliau mengucapkan: “Allah Maha Besar. sesungguhnya aku telah berbuat zhalim terhadap diriku. apa yang menyebabkan anda tertawa? Ali berkata: “Aku melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berbuat demikian sebagaimana aku lakukan. HR. kami akan kembali ” ( QS. sungguh kami memohon kepada Engkau dalam safar ini kebaikan dan ketaqwaan. maka ampunilah aku. kemudian berdoa: “Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Ya . maka ditanyakan kepada beliau: “Wahai Amirul Mukminin. kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa”. no. AzZukhruf: 13-14) Ya Allah. sesungguhnya tidak ada yang akan mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau”. Dan sesungguhnyalah kepada Rabb kami. bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika telah di atas onta beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk pergi safar. 3446. Doa ketika berangkat dan pulang dari safar Ibnu Umar -Radhiallahu ‘anhumameriwayatkan . sementara ia mengetahui bahwa tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosanya selain diri-Ku’. Lalu saya bertanya: “Wahai Rasulullah. Kemudian beliau tertawa. At-Tirmidzi.”23 b. dan dishahihkan oleh Al-Albani –Rahimahullah-. apakah yang menyebabkan anda tertawa? “ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Rabbmu takjub dengan hamba-Nya jika ia berdoa memohon ampun kepada-Ku dari dosa-dosanya. beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir sebanyak tiga kali. dan amalan-amalan yang Engkau ridhai.” Sebanyak tiga kali.

no. Abu Daud. 6559. Muslim. 6599. no. Ahmad. no. Ar-Tirmidzi. no. no. beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir sebanyak tiga kali pada setiap melewati jalan yang menaik. Dzikir ketika berada di atas bukit. lereng dan lembah Dalam hadits Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma yang telah lewatbahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada akhir haditsnya: . kami memuji “. 6338.Allah. 6338. Maha benar Allah dengan segala janjinya. Ahmad. 1342. HR. Ya Allah. Tidak ada sekutu bagi-Nya. 24 . 3447. Aku bertaubat dengan sepenuh taubat. kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: “Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selalin Allah.beliau berkata: “ Apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersiapkan kafilah untuk pergi berperang. berilah kemudahan bagi kami dalam safar kami ini. aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan dalam safarku dan pemandangan yang menyedihkan. bertaubat dan beribadah. no. dan Ad-Darimi. dekatkanlah jaraknya bagi kami sesudahnya. 3447. dan dari kembalian yang buruk pada harta dan keluargaku” Dan apabila beliau kembali dari safar beliau mengucapkan kembali doa tersebut dan menambahkannya dengan ucapan: “ Sebagai orang-orang yang kembali. 25 . Muslim. no. Abu Daud. HR. lalu kepada Rabb kami.”25 c. segala pujian hanya bagi-Nya dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. no. At-Tirmidzi. no. atau berhaji atau umrah. aku termasuk orang-orang yang beribadah dan sujud kepada-Nya dan hanya kepada Rabb kami mereka memuji. yang senantiasa menolong hamba-hamba-Nya dan Dia-lah satusatunya yang akan mengalahkan musuh-musuhnya. 2673. no.24 Juga diriwayatkan dari Ibnu Umar -radhiallahu ‘anhuma. 2673. 1342. dan Ad-Darimi. Dialah yang memiliki kekuasaan dan bagi-Nyalah.

(Lihat pada catatan kaki Az-Zaad 1/464). HR. Dikeluarkan dari jalan Muhammad dari Abdullah bin Yusuf dan dikeluarkan oleh Al-Imam Muslim dari jalan Ibnu Abi Umar dari Ma`an. Doa ketika mendekati suatu daerah atau selainnya Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah-: “ Apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendekati suatu daerah dan beliau ingin memasukinya.”27 e.”26 d.berkata: “Hadits ini disepakati shahihnya.” Diriwayatkan oleh Ibnu As-Sinni dalam Kitab Amalul Yaum wal lailah. beliau – rahimahullah. Maka akupun mengucapkan doa seperti itu. keduanya dari jalan Malik. Wahai Rabb kami. juga oleh Ibnu Hibban. dari hadits Shuhaib dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi dan dihasankan pleh Al-Hafidz dalam kitab Amali Al-Adzkar. 26 . 27 . Al-Hakim. 2/100. hal. Berkata Muhaqqiq Kitab Zaadul Ma`ad: “Sanadnya hasan. . 2337. no.“Apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama tentaratentara beliau berada di atas bukit mereka bertakbir dan jika mereka sedang menuruni lereng mereka bertasbih. beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: “Ya Allah Rabb tujuh lapis langit dan setiap yang dinaunginya. 197. Dzikir-dzikir yang disunnahkan bagi musafir yang berangkatnya pada waktu shubuh. Al-Baghawi dalam Syarh As-Sunnah (1351) (5/149). Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bepergian pada waktu shubuh beliau berdoa: “ Sesungguhnya setiap yang mendengar telah mendengar pujian Allah dan cobaan yang baik yang diberikan kepada kami. Aku memohon kepada Engkau kebaikan dari desa ini dan kebaikan penduduknya dan aku berlindung kepada Engkau dari kejelekan dan kejelekan penduduknya dan seluruh kejelekan yang muncul darinya. Rabb Syaithan-syaithan dan setiap yang tersesat karena godaannya dan Rabb angin dan semua yang ditaburkan olehnya. Rabb tujuh lapis bumi dan setiap yang memnghuninya.

bebaskanlah kami dan lindungilah kami. disertai dengan suara lirih berharap serta menundukkan hati disaat berdoa. no. Dan untuk memilih mana doa yang mencakup semuanya.sertailah kami dan berilah keutamaan bagi kami. no. 1950. dan Ibnu Majah. Dan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa. 28 . Sabda beliau: “ Kami berlindung kepada Allah dari api neraka”. AtTirmidzi. Shalat sunnah dalam safar Termasuk sunnah yang telah banyak ditinggalkan adalah shalat sunnah bagi musafir di atas kendaraannya. dan doa orang yang sedang dizhalimi. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallampernah bersabda: “Tiga jenis doa yang yang mustajab (dikabulkan) tanpa diragukan lagi. Dan sabda beliau: “ Wahai Rabb kami sertailah kami dan berilah keutamaan bagi kami “. maknanya adalah jagalah kami. Kami berlindung kepada Allah dari api neraka “28 Faedah: Sepantasnya bagi musafir untuk memanfaatkan setiap safarnya dan berdoa untuk dirinya. Sebagaimana dikatakan oleh An-Nawawi didalam Syarh Muslim jilid 9 ( 17 / 34 – 35 ) 29 . 7458. AlKhaththabi mengatakan: “ Maknanya setiap orangmempersaksikan pujian kai kepada Allah ta’ala. Sangat sedikit orang yang HR. Muslim ( 2718 ). Dan berilah kami keutamaan dengan segala limpahan nikmat-Mu dan palingkanlah dari kami segala yang buru. Maknanya: Saya katakan ini dalam keadaan saya mengharapkan perlindungan dari Allah akan api eraka. Sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “ Yangmendengar telah mendengarkan “ maknanya bahwa setiap yangmendengar telah tersampaikan perkataanku ini kepada selainnya. bapaknya serta keluarganya dan bagi orang yang dicintainya. berada dalam keadaan manshub sebagai haal. doa seorang musafir. yaitu: doa orang tua kepada anaknya. HR. no. Abu Daud. maka tidak sepantasnya meremehkan doa tersebut.”29 8. 1536. 3862. Dikarenakan doa seorang musafir adalah doa yang akan terkabulkan. atas segala nikmat dan cobaan yang baik yang terlimpah dari-Nya. no. dihasankan oleh Al-Albani. Ahmad. Abu Daud ( 5086 ).

no. Tanpa harus sesuai memperhatikan arah kiblat dalam melaksanakan shalat sunnah bagi musafir jika memang ia merasa kesulitan menentukan arah kiblatnya. kereta api. 700. Ibnu Majah. no. 490. disunnahkan bagi musafir untuk shalat sunnah dan witir di atas kendaraannya dalam safarnya sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abu Daud. no. no. mobil atau kereta api apabila dalam keadaan darurat ? Ataukah mengakhirkannya hingga dia sampai di tempat yang memungkinkan baginya untuk mengerjakan? Dan haruskah ia menghadap kiblat? Jawab: Pertanyaan serupa telah dijawab oleh Lajnah Da`imah dengan jawaban sebagai berikut: “ Jika pengendara mobil. beliau berkata: “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat diatas tunggangan beliau ketika dalam safar dimana beliau mengarahkan tunggangannya kearah kiblat dan shalat dengan memberi isyarat. Beliau mengerjakannya hanya pada shalat al-lail tidak pada shalat fardhu dan beliau mengerjakan shalat witir di atas kendaraan beliau. At-Tirmidzi.”30 Berdasarkan hadits inilah. HR. no. pesawat terbang atau ia menaiki 30 binatang kaki empat. Ahmad. . no. Muslim. 1200. 1224. 1590. 472. dan Ad-Darimi. 271. no. An-Nasa`i.dapat anda lihat mengerjakan shalat sunnah atau shalat witir di atas pesawat atau sarana safar lainnya. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu melakukan hal itu pada setiap safar beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. yang utama adalah menghadap kiblat adalah ketika ia sedang berihram. no. Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan. no. 4936. Malik. 1000. dia merasa khawatir pada . Al-Bukhari. Masalah: Apakah boleh bagi musafir untuk shalat fardhu di atas pesawat terbang.

Al-Baqarah: 286) Dan Firman Allah Subhanahu wa Ta`ala: “Dan bertaqwalah kalian sesuai dengan kemampuan kalian. 1375. maka hendaknya dia takut kepada Allah semampu dia. Doa ketika singgah di suatu tempat .” (Qs. sesuadi dengan dalil-dalil yang telah dikemukakan sebelumnya.” ( QS. 31 . Dan apabila tidak memungkinkan baginya menghadap kearah kiblat pada seluruh pengerjaan shalatnya.31 9. berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta`ala: “Tidaklah Allah akan membebani seorang hamba kecuali sebatas kemampuannya. Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah lil-Buhuts al-Ilmiyyah wal-Iftaa` (8/123-124) no. Dikarenakan menghadap kearah kiblat adalah syarat shahihnya shalat wajib baik dalam keadaan safar atau mukim.agama ( QS.dirinyasekiranya dia turun dan mengerjakan shalat fardhu sementara dia mengetahui jikalau dia mengakhirkannya pada tempat yang memungkinkan dia mengerjakan shalat maka dia akan terlewatkan waktu shalat. Apabila dia memungkinkan untuk menghadap kearah kiblat diselurh pengerjaan shalatnya maka dia wajib untuk melakukan hal itu. hal ini kembali kepada yang memungkinkan baginya. Maka dia seharusnya mengerjakan shalat sesuai dengan kemampuannya. Al-Hajj: 78) Adapun shalatnya dia menghadap kearah mana kendarankendaraant ersebut mengarah ataukah seharusnya menghadap kearah kiblat selalu dan seterusnya ataukah diawal mula saja. At-Taghabun: 16) Juga firman Allah Subhanahu wa Ta`ala: “ Dan tidaklah Allah menjadikan kesusahan bagi kalian dalam – mengerjakan .

33 . 3547. sedangkan di tempat tersebut mungkin saja terdapat hewanhewan berbisa. At-Tamhid (24/186). istirahat. Tidak akan ada sesuatupun yang dapat memudharatkan sampai ia berlalu dari tempat tersebut. no. Demikian yang dikatakan oleh Ibnu Abdil Barr –Rahimahullah-. Muslim. 26579. hewan buas dan para syaithan yang hanya Allah subhanahu wa ta`ala yang mengetahui. beliau berkata: Saya mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang singgah di suatu tempat kemudian dia berdoa: “ Aku berlindung kepada dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan makhluk yang Engkau ciptakan. At-Tirmidzi. 2680.Seorang musafir akan membutuhkan untuk turun singgah di suatu tempat ketika hendak tidur. Dari Khaulah binti Hakim As-Sulamiyyah radhiyallahu ‘anha.Karena mustahil beliau meminta perlindungan kepada makhluk. Hadits diatas tidak berlaku khusus di saat seorang musafir turun dari kendaraannya saja. 3437. 32 . di antaranya: Doa di atas diucapkan ketika ia melintasi semua tempat ataukah singgah dan turun ditempat tersebut. adalah salah satu dari sekian sifat-sifat Allah dan bukanlah makhluk. Maka termasuk nikmat Allah Subhanahu wa Ta`ala atas kita pensyariatan Allah bagi kita melalui lisan Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa doa-doa yang apabila kita ucapkan niscaya Allah akan menjaga kita –dengan izin Allah Subhanahu wa Ta`ala.dari setiap kejelekan makhluk yang ada. 1708. no. no.”32 Dari hadits di atas dapat diambil beberapa faedah. dan Ad-Darimi. Ahmad. no. Ini merupakan salah satu prinsip Ahlus Sunnah wal Jamaah. Ibnu Majah. Bahwa dari kalam Allah tabaaraka ismuhu. makan atau menunaikan hajat. HR. 33 . no.

34 10. yang telah kita ketahui benarnya secara dalil maupun secara pengalaman. Disunnahkan untuk tinggal sementara dan makan secara bersama di satu tempat. Cetakan: Daar Al-Yaqiin. kemuliaan. dikuasai oleh musuh dan tercabutnya barakah Allah Apabila suatu kaum melakukan perjalanan bersama-sama disunnahkan bagi mereka berkumpul pada tempat di mana mereka tiba dan bermalam. kepadanya Berkata sampai ia – meninggalkan Al-Qurthubi rahimahullah-: “ Hadits ini adalah merupakan hadits yang shahih dan merupakan perkataan yang benar. Demikian juga mereka bersama-sama makan agar mereka mendapatkan berkah. . Dan Allah ta`ala menjadikan di dalam perpecahan ketakutan. penerbit dan percetakan (Mesir) 34 . yang ternyata aku dapati aku lupa berlindung kepada Allah subhanahu wa ta`ala dengan membaca doa di atas. hal. Hingga suatu saat aku tidak mengamalkannya doa tersebut. Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid. Maka pada suatu malam aku disengat kalajengking diwilayah Al-Mahdiyah. Sungguh sejak aku pertama kali mendengar hadits ini dan aku amalkan maka benar-benar tidak ada sesuatu pun yang mendatangkan kemudharatan kepadaku. kekokohan dan barakah didalam persatuan. kelemahan.- Bahwa seorang yang berdoa dengan doa ini ketika ia singgah di suatu tempat ia akan dijaga dengan penjagaan dari Allah subhanahu wa ta`ala dan tidak akan ada sesuatupun yang akan dapat mendatangkan tempat mudharat tersebut. 161. Lalu aku berpikir dalam hatiku apa yang telah aku lupakan. Allah subhanahu wa ta`ala menjadikan kekuatan.

maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Jika kalian berpencar seperti ini ada yang di bukit aada yang di lembah. HR. Dari Husyai bin Harb dari Bapaknya dari Kakeknya. 17282. sungguh yang demikian ini adalah termasuk dari godaan syaithan. 36 . Abu Daud.”36 Faedah: Disunnahkan at-tanahud ketika berada dalam sebuah bersabda: “Mungkin karena perjalanan. no. 3286. no. Ahmad. beliau berkata: “Ketika para sahabat singgah di suatu tempat. niscaya Allah akan memberikan barakah pada makanan tersebut bagi kalian. Setelah itu apabila mereka tun dfan singgah disuatu tempat mereka tidak lagi berpencar melainkan mereka saling berkumpul sebagian dengan sebagian lainnyahingga apabila dihamparkan sebuah pakaian kepada mereka niscaya akan mencakup mereka semua”35 Berkumpul bersama dalam makan. dan dishahihkan oleh Al-Albani –Rahimahullah-. 2627. HR. akan mendatangkan berkah dan juga dan akan ditambahkan rezeki bagi mereka.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambesabda: “Berkumpullah kalian dalam makan di satu tempat dan sebutlah nama Allah. para sahabat tersebut berpencar di lembah dan wadi . 3746.Adapun berkumpul ditempat mereka singgah. 35 . no. no. hal tersebut telah diriwayatkan oleh Abu Tsa`labah Al-Khusyani -radhiallahu ‘anhu-. Dan Ibnu Majah. dan dihasankan oleh Al-Albani –Rahimahullah-.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kalian makan dengan terpisah-pisah?” Para sahabat menjawab: “Benar. Abu Daud. beliau berkata: Para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Wahai Rasulullah. kami telah makan namun kami tidak bisa kenyang. An-nahdu adalah perbuatan dimana masing-masing teman mengeluarkan sesuatu berupa iuran sedekah yang mereka kumpulkan .

Dan apabila kalian sendiri dan juga yang lainnya tidak memungkinkan untuk memasak makanan. Dan syariat yang suci ini yang telah mengarahkan kaum manusia kepada semua yang akan memberi kemashlahatan bagi mereka baik yang disegerakan atau yang diakhirkan. yaitu dengan diam-diam.kepada salah seorang yang orang tersebut lalu membelanjakan makanan bagi mereka kemudia mereka bersama-sama makan. berbisa Agar suapaya dia tidak terganggudenganhewan-hewan maupun hewan-hewan 37 38 . Al-Adab Asy-Syar`iyyah (3/182) . Tidur dalam safar Seorang musafir terkadang pada perjalanan darat dengan terpaksa mesti beristirahat tidur setelah melewati perjalanan yang meletihkan. maka tidak mengapa untuk mengumpulkan iuran. adalah arahan bagi seorang musafir untuk memilih lainnya. seseorang sendirian makan atau orang tersebut makan dengan temannya? Imam Ahmad -rahimahullahmengatakan : Dia makan dengan ditemani dan ini akan menjadikan mereka lebih akrab ketika saling tolong menolong. . termasuk diantara kemashlahatan itu. dan beliau juga menambahkan dari iuran yang telah terkumpul. Para ulama yang shalih telah mengumpulkan iuran satu dengan lainya. Apabila Al-Hasan melakukan suatu perjalanan beliau mengumpulkan iuran brsama mereka. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata.38 11. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda: tempatnya tidur beristirahat.37 Seseorang bertanya kepada Imam Ahmad -rahimahullah-: Apa yang lebih engkau cintai. Lihat Kitab Al-Adab Asy-Syar`iyyah (3/182).

1926. Demikian dikatakan dalam kitab Al-Lisaan (6/136) dalam kata: Arasa 40 . 8237.mengatakan: Ini merupakan adab dari adab-adab ketika dalam perjalanan dan ketika singgah di suatu tempat sesuai dengan bimbingan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. jilid keenam (13/59). At-Tirmidzi. 39 . karena mudah untuk dilalui. Dan juga disebabkan hewan-hewan tersebut akan memungut makan ataukah selainnya yang terjatuh.“Jika kalian safar ke negeri yang subur maka biarkan ontamu kenyang memakannya. Abu Daud.40 An-Nawawi -rahimahullah. 41 . no. Yang lainnya mengatakan: at-ta’riis adalah seorang musafir yang singgah diakhir malam. Dan jika kalian safar ke daerah yang gersang maka bergegaslah untuk berlalu dari tempat tersebut. 2569. mengaso dan tidur yang ringan kemudian ia bangun disaat terbitnya subuh harinya. Makna ‘irsu al-musafir: yaitu ketika dia singgah diwkatu sahur – menjelang shubuh -. yaitu yang berjalan di siang harinya dan kemudian singgah diawal malam. Ahmad. Al-Mu`arris. terkadang dia akan mendapati hewan yang akan mengganggunya. maka sepatutnyalah dia menjauh dari jalan tersebut 41 Kemudian sepantasnya bagi seorang musafir apabila dia hendak tidur. no. Apabila seseorang melakukan perjalanan disiang hari melalui jalan tersebut. Disebabkan serangga-serangga serta hewan-hewan melata diatas tanah termasuk hewan-hewan yang berbisa dan juga hewan buas melintas pada waktu malam hari diatas jalan. Muslim. Apabila kalian berjalan disiang hari39 menjauhlah dari jalur lintas hewan dan hindarilah sarang hewan-hewan berbisa”. kemudian duduk beristirahat. Rasul kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah . 2858. Dan pada zaman kita ini sarana-sarana seperti itu – walillahil hamdu – suatu yang sudah sangat dimudahkan dengan harga yang sangat murah. Ada yang berpendapat bahwa makna at-ta’riis adalah turun dan singgah diakhir malam. no. semamyang akan membantunya untuk bangun mengerjakan shalat shubuh. no. Syarh Shahih Muslim. Hewan-hewan itu memungut potongan tulang dan selainnya. HR.

no. Muslim. 697. no. Disunnahkan bagi musafir untuk segera kembali ke setelah selesai urusannya dan tanpa keluarganya menunda-nunda Disunnahkan bagi seorang musafir apabila dia elah mencapai maksud dari perjalanannya tersebut agar segera kembali kepada . beliau berkata: “Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Bilal Radhiallahu ‘anhu dalam suatu safar: Siapa yang berjaga pada malam tadi sehingga kami tidak tertidur pada saat shalat shubuh? Berkata Bilal: saya…al-hadits. no. HR. 43 . dan Malik. no. Ibnu Majah. beliau beliau merasa melakukan perjalanan pada malam hari. no.meriwayatkan: “Apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berada dalam suatu safar dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak istirahat tidur pada malam harinya. dan jika telah mendekati waktu shubuh beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat lengannya dan meletakkan kepala beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas kedua telapak tangannya.memberi perhatian akan hal itu Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu. 25. no. HR. HR. beliau berkata: “Bahwa ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersiapkan kafilah/balatentara untuk Perang Khaibar. 44 . Abu Daud.”43 Qatadah -radhiallahu ‘anhu. 435. 42 . 624.dan apabila radhiallahu ‘anhu:” Jagalah aku di malam ini’. An-Nasa`i. no. Muslim. maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur terlentang menghadap kearah kanan. dan beliau berkata kepada Bilal Dalam riwayat An-Nasa`i dan Ahmad dari riwayat Jubair bin Muth`im radhiallahu ‘anhu. no. 683 dan Ahmad. 22126. 16304. 680. dan Ahmad.”44 12.”42 mengantuk {atau tidur} berjaga-jaga.

46 maka hendaklah ia segera kembali kepada ini dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 1835. Maka jika telah selesai keperluannya keluarganya. 2670. no. Al-Bukhari. dan Ad-Darimi. Ibnu Majah. Rasulullah telah membimbing kita kepada adab bersabda: “Safar itu adalah bagian dari adzab. minum.keluarga. no. 2882. no. 7184. Makruh bagi seorang musafir pulang menjumpai kepada keluarganya di malam hari Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma. janganlah mengetuk pintu rumah istrinya hingga istrinya tersebut telah merapikan dan menyisir rambutnya.” Pada riwayat Muslim: “Jika salah seorang dari kalian datang dari suatu perjalanan. Malik. Dan pula berkumpul bersama keluarga akan mendatangkan rasa kebersamaan dan kekuatandalam pelaksaan ibadah. no.mengatakan: Hadits ini menunjukkan makruhnya berpisah dari keluarganya lebih dari keperluannya.” Dalam riwayat Muslim lainnya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seorang laki-laki untuk mengetuk pintu rumah . Diaman berkumpul bersama keluarga akan memberikan kesejukan yang dapat membantu perbaikan baik agama atau duniawiyah. Tidak berdiam melebihi kebutuhannya. HR. karena dengan safar ia terhalang untuk makan. no. Fathul Bari (3/730). no. beliau berkata: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallammelarang seseorang untuk mengetuk pintu rumah istrinya pada malam hari. 45 . beliau 13. 1927. 1804. Ahmad. 46 . dan tidur.”45 Ibnu Hajar -rahimahullah. Dan disunnahkan untuk segera kembali kepada keluarganya apalagi ditakutkan kalau-kalau isterinya terabaikan disaat kepergiannya. Muslim.

HR.keluarganya pada malam hari. no. Muslim. 14. Al-Bukhari. 715. Maka tidaklah mengapa dia datang kapan saja dikehendakinya. dalam Kitab Al-Imarah. no. Karena maksud dari hal tersebut agar keluarganya mempersiapkan diri dan hal tersebut telah tercapai. Apabila dia bersama dengan kelompok yang besar atau bala tentara dan semislanya dan telah terkenal kedatangan dan waktu tiba mereka dan pula istri dna keluarganya telah mengetahui bahwa suaminya tersebut datang bersama dengan mereka. Adapun jika jarak safarnya dekat dimana istrinya akan memprediksi kedatangannya diwaktu malam. maka ini tidaklah mengapa sebagaimana disebutkan oleh beliau – Imam Asy-Syafi’i – didalam salah satu riwayat beliau: Apabila seseorang pergi dalam waktu yang lama. Dan diapun sudah datang dengan tibatiba . Syarh Shahih Muslim. sehingga ia tidak melihat apa yang dia benci dari penampilan istrinya yang tidak rapi. karena alasan yang terkandung dalam larangan telah tertiadakan karena pengetahuan tersebut. . Berkata An-Nawawi -rahimahullah-: “…bahwa dibenci bagi orang yang bepergian dalam waktu lama lalu menemui istrinya pada malam hari dengan tiba-tiba. jilid 6 (13/61). yang akan menyulitkan merek atau mencari-cari kesalahan mereka”47 Jadi sepantasnya bagi seorang musafir apabila dia kembali menjumpai istrinya untuk tidak mendatanginya di malam hari.48 Saya berkata: Semisalnya apabila mereka mengetahui kedatangannya melalui penyampaian telepon dan semisalnya. dan mereka sekarang telah masuk kedalam kota. 1801. . Disunnahkan shalat dua rakaat bagi musafir ketika kembali ke negerinya 47 48 .

Al-BUkhari ( 3088 ). Ibnu Hajar mengatakan: “ An-Nawawi berkata: Shalat tersebut adalah shalat yang diperuntukkan – baca diniatkan. Namun sbada 49 HR. apabila beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali dari suatu perjalanan maka yang pertama kali segera beliau lakukanshalat dimasjid dua raka’at. akan tetapi perkara ini tidaklah seperti itu. penj – apabila telah tiba dari suatu perjalanan dengan meniatkan shalat al-qudum. apabila beliau tiba dari suatu perjalanan pada waktu dhuha . Akan tetapi shalat alqudum ini juga sudah memenuhi shalat tahiyyat al-masjid. “ Mneyiratkan bahwa kedatangan seorang musafir pada waktu yang terlarang tidak disyariatkan baginya untuk mengerjakan dua raka’at. apabila beliau tiba dari suatu perjalanan pada waktu dhuha.Diantara petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Bukan shalat tahiyyah al-masjid yang diperintahkan bagi seseorang yang masuk kedalam masjid sebelum duduk. Dan sebagian ulama yang menolak pembolehan shalat pada waktu-watu yang terlarang walau itu shalat dengan alasan tertentu. Kami memohon kepada Allah untuk senantiasa mengikuti sunnah Nbai Engkau Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara zhahir maupun batin.beliau mendatangi masjid lalu mengerjakan shalat dua raka’at sebelum beliau duduk “49 Ini meruapkan diantara sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah terabaikan.. Sangat jarang sekali ada yang baik mempraktekkannya. dengan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “ waktu dhuha “. Muslim ( 2769 ) dan Ahmad ( 15345 ) . Faedah: Perkataan Ka’ab radhiallahu ‘anhu : “ Bahwa sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.. Wabillahi taufiq. Ka’ab bin Malik radhiallahu ‘anhu mengatakan: Bahwa sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

karena merupakan waqi’ah al-‘ain – kejadian yang 50 Fathul Baari ( 1 / 640 ) . penj – “50 tersebut tidak dapat dijadikan argumentasi.beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlaku khusus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful