KEPEMIMPINAN dalam KEPERAWATAN

Oleh : F.Sri Susilaningsih,MN Staf Edukatif FIK UNPAD

Disampaikan pada Pelatihan Manajemen Keperawatan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ‘45’ KUNINGAN,11-16 Mei 2009
franciscasri@yahoo.com 1

KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
“THE ABILITY TO LEAD, GUIDE,DIRECT or SHOW THE WAY (Marriner,Tomey)”

KEMAMPUAN UNTUK MEMIMPIN, MEMBIMBING, MENGARAHKAN atau MENUNJUKKAN JALAN

3 Kelompok Teori Dasar

franciscasri@yahoo.com

2

1.

TRAIT THEORY
“Leaders are born- not made” Seseorang mesti punya kemampuan internal, bakatkepribadian atau karakteristik tertentu untuk jadi pemimpin Secara alami, seseorang akan memimpin secara lebih baik d/p yang lain * Greatman - great leader * Karisma * Karakteristik tubuh * “Bakat khusus” FOKUS “SIAPA PEMIMPINNYA,CO-AKTOR TIDAK PENTING”

franciscasri@yahoo.com

3

2. BEHAVIORAL THEORY

“ACTION ORIENTED”

APA FUNGSI YG DILAKUKAN PEMIMPIN AUTHORITARIAN, DEMOCRATIC, LAISSEZ-FAIRE

AUTHORITARIAN * Kontrol terhadap anggota kuat * Anggota klp – patuh * Arahan sebagai komando * Pemimpin cenderung punitif * Pengambilan keputusan oleh pemimpin sendiri * Menekankan perbedaan status * Prosedur dan tugas kelompok terdiskripsikan dengan jelas predictable
MENGURANGI FRUSTASI ANGGOTA KLP MENINGKATKAN RASA AMAN COCOK DIIMPLEMENTASIKAN PADA SITUASI KRISIS dimana ARAHAN YG JELAS adalah PRIORITAS UTAMA

franciscasri@yahoo.com

4

DEMOCRATIC, PRINSIP DASAR :

* Anggota kelompok harus berpartisipasi dalam Pengambilan
Keputusan * Setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk dirinya sendiri dan kesejahteraan kelompok * Ada kepedulian & pertimbangan bahwa setiap individu unik * Ada kebebasan untuk meyakini dan bertindak sepanjang beralasan dan dapat diterima kelompok

KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF
franciscasri@yahoo.com 5

Dalam hal ini : * Pemimpin secara aktif menstimuli & membimbing klp untuk menggunakan prinsip-prinsip tsb Pencapaian
TUJUAN

* Pemimpin sebagai KATALISATOR * Batasan dan aturan dibuat untuk meningkatkan
PRODUKTIFITAS

* Kritik lebih bersifat KONSTRUKTIF d/p PUNITIF * Pengambilan keputusan secara bersama
MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB KETERGANTUNGAN TERHADAP PEMIMPIN MINIMAL KOMITMEN ANGGOTA KLP terhadap TUJUAN TINGGI MOTIVASI untuk MENYELESAIKAN PEKERJAAN datang DARI KLP d/p TEKANAN dari PIMPINAN COCOK DIIMPLEMENTASIKAN bila KEDEWASAAN Angg.klp TINGGI; KERJASAMA & KOORDINASI sangat dibutuhkan
franciscasri@yahoo.com 6

LAISSEZ – FAIRE

IN ACTIVE, PASSIVE & NON DIRECTIVE LEADER

franciscasri@yahoo.com

7

3. KEPEMIMPINAN SITUASIONAL “ GAYA kepemimpinan yang digunakan disesuaikan dengan
TINGKAT KEDEWASAAN anggota kelompok”

DIDASARI oleh kaitan antara : * PERILAKU TUGAS * PERILAKU RELASI * UNSUR KEDEWASAAN KERJA KLP

franciscasri@yahoo.com

8

UNSUR-UNSUR KEDEWASAAN
* TINGKAT MOTIVASI UNTUK MENCAPAI
TUJUAN

* TANGGUNG JAWAB
DEWASA I : Tidak mau tidak mampu DEWASA II : mau tidak mampu DEWASA III : Tidak mau mampu DEWASA IV : mau mampu

* PENDIDIKAN & PENGALAMAN

franciscasri@yahoo.com

9

G A Y A K E P E M I M P I N A N

P E R I L A K U R E L A S I

K3

K2

K4

K1

P E R I LA K U T U G A S

D4

D3

D2

D1
10

Tingkat kedewasaan anggota klp
franciscasri@yahoo.com

DESKRIPSI GAYA KEPEMIMPINAN K1 : TELLING STYLE
Gaya kepemimpinan ini menekankan pentingnya tugas dan kurang prioritas pada perilaku hubungan ( Tugas tinggi- Relasi rendah). Gaya kepemimpinan ini akan efektif diimplementasikan bila anggota kelompok berada pada Tingkat Kedewasaan Rendah (D1)

K2 : SELLING STYLE
Gaya kepemimpinan menekankan pentingnya tugas dan perilaku relasi secara bersamaan (Tugas Tinggi-Relasi Tinggi); dan ini akan efektif digunakan pada kelompok Dewasa II

K3 : PARTICIPATING STYLE
Gaya kepemimpinan menekankan pentingnya perilaku hubungan dan kurang menekankan perilaku tugas, dan akan efektif digunakan pada kelompok pada level kedewasaan cukup tinggi (DIII)

K4 : DELEGATING STYLE
Gaya kepemimpinan yang tidak menekankan pentingnya baik perilaku tugas maupun perilaku relasi karena tingginya kedewasaan kelompok. Efektif untuk diaplikasikan pada kelompok D IV.
franciscasri@yahoo.com 11

PEMIMPIN YANG EFEKTIF
“SESEORANG YANG BERHASIL MEMPENGARUHI ORANG LAIN UNTUK BEKERJA SAMA SECARA PRODUKTIF & MEMUASKAN” KEPERAWATAN? (BEHAVIORAL,SITUASIONAL)

KOMPONEN ( Ruth,Tappen):

*GOALS : Bertingkat, jelas , bermakna *KNOWLEDGE & SKILL : Tentang
kepemimpinan,keperawatan (substansi), berpikir kritis

*SELF-AWARENESS
Keterbukaan terhadap diri sendiri “ getting intouch with your feeling” atau “ being open to experience “ meningkatkan kepekaan
franciscasri@yahoo.com 12

*COMMUNICATION Mendengarkan secara aktif, menstimuli kelancaran informasi, Assertifitas, Check persepsi – validasi, memberikan impan balik, linking & networking

* ENERGY
Enthusiasm Modal untuk menggerakkan orang & dan menghadapi tantangan POWER

* ACTION
Inisiatif, kerjasama, menyelesaikan masalah, aktifitas profesional,mengambil keputusan
franciscasri@yahoo.com 13

KETRAMPILAN YANG DIPERLUKAN (Luthans,F) * Cultural Flexibility
Kesadaran kultural dan kepekaan Mengenali & menghargai keberagaman dalam organisasi * Communication Skill * HRD Skill * Kemampuan mengembangkan iklim belajar * Menularkan informasi dan pengalaman * Menyiapkan career counseling * Menyiapkan program pelatihan * Menciptakan perubahan * Mengadopsi learning material * Creativity Kapasitas untuk menyiapkan iklim untuk pengembangan kreatifitas dan membantu orang untuk jadi kreatif * Self management of learning Kebutuhan untuk terus belajar
franciscasri@yahoo.com 14

RUJUKAN:
1. Gillies,Dee-Ann.,( 1989 )NURSING MANAGEMENT: A System Approach, 2nd.ed, Philadelphia : W.B.Saunders Co. 2. Luthans F.,(1995) ORGANIZATIONAL BEHAVIOR,7nd ed.,New York:McGraw-Hill,Inc 3. Tomey,Ann-Marriner,(1992) GUIDE TO NURSING MANAGEMENT, 4th ed.,St Louis : Mosby Year Book 4. Tappen,Ruth ( 1989 ) NURSING LEADERSHIP & MANAGEMENT, 2nd.ed.,Philadelphia :F. A.DAVIS Co. 5. Marquis & Huston (2006) MANAGEMENT DECISION MAKING for NURSES, J.B.Lippincott Co.

franciscasri@yahoo.com

15